Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle translated by Oeink ~2013 ~
Iya..
Ya.
Kau tahu harus apa.
Selamat Pagi, Azul.
- Kemana saja kamu? - Moco...
- Sudah lama sekali? Ada apa ? - Aku dekat kota ini...
...dengan geng baru. Aku dengar kau dipenjara dekat sini.
Jadi aku telepon, Teman.
Bagus sekali, Babi !
Bebaskan aku dan berikan uang bagianku.
- Aku kejar dimanapun kamu. - Haruskah aku bebaskan kamu?
Aku tahu kau mengatur bisnis dari penjara, berkat telepon dan orang setiamu...
Telepon genggam dan perlindungan dari sipir penjara.
Tidak jelek, mungkin suatu hari akan aku coba.
Kau berhutang kekayaan. Aku disini menderita.
Kau tahu itu. Jadi tolong bebaskan aku, Teman !!
Segera, Azul. Segera.
Aku kirim orang untuk menjemputmu.
Beberapa hari lagi.
Itu terdengar lebih seperti Moco yang aku kenal dulu..
Tunggu dulu.
Aku tidak melupakan jasamu dalam keberhasilan kita...
Ada apa, Moco?
Membebaskan aku hari ini?
Ada 3 orang bersenjata, kau yang mengirim mereka?
Aku masih di sini. Juga temanmu. Tapi tidak lama lagi.
Mereka ingin meneriakan sesuatu. Dengarkan.
Akan kau ikuti saat kita bertemu nanti.
Pagi itu seperti biasanya.
Tanpa Cinta, Tanpa nasib baik.
Tanpa kesempatan.
Tanpa harapan.
Aku bertemu kura-kura di jalan tol.
yang sama-sama sedang menempuh perjalanan.
Yang aku tidak ketahui adalah waktuku makin habis.
Kelapa gratis... Aku mulai menyukai kota ini.
Aku selalu ingin jadi "mariachi".
Seperti Ayahku, Kakekku dan buyutku.
Aku belum sehebat mereka. Tapi aku terus belajar.
Aku ingin mengikuti jejak mereka, dengan gitarku.
Aku bermain dari satu kota ke kota lain. Mencari pengalaman..
Kota ini adalah berikutnya.
Kelapa gratis di batas kota...
membuatku yakin kota ini akan memberi nasib baik.
Tapi aku salah.
- Mau apa? - Soda.
- Tidak ada Musik? - Kenapa ?
Aku seorang mariachi. Sang Maestro.
Aku nyanyikan ballada, lagu cinta... asli.
- Masa bodoh? - Aku bisa meramaikan tempat ini.
Aku tidak perlu di gaji. Penghasilanku dari tips.
Tapi aku perlu pekerjaan tetap.
Aku jamin, tamu kamu akan semakin ramai.
Kenapa aku perlu seorang mariachi, jika aku sudah piunya group band?
Liohat? Cukup menggaji satu orang dan aku punya satu group Band.
Mengerti?
Thanks.
Jika kau mau cari nafkah, cari peralatan yang canggih.
Idiot...
Ada apa ini? Mariachi lagi?
Tidak ada lowongan untukmu.
Bartender...minta Bir.
Pakai botol.
Aku mencari teman lamaku
Namanya...Moco.
- Dimana dia? - Kadang dia datang.
Dia pemilik tempat ini.
- Kau kenal dia? - Tentu, kami anak buahnya.
Sayang sekali...
Tahan.
Ada apa ini?
- Katakan! - Moco!
Pinjam teleponnya.
Pakailah.
Moco?
Mati? semuanya?
Kapan ?
Seperti apa dia?
Membawa kotak gitar?
Baju hitam ?
Jangan takut, Moco.
Akan kami temukan, membunuhnya, Dan beri makan pada anjing.
Kalau kau meliohat orang berbaju hitam membawa kotak gitar...
Telepon nomor ini. Nama dia Azul.
Kalau tidak, kau akan membunuhku, benar?
Aku tidak, Dia mungkin ..
Aku mulai merasa kota ini tidak membawa nasib baik.
Bagaimana saat kejayaan para pemain Gitar?
Seperti kakek buyutku.
Teknologi sudah mengalahkan kami...
...dan menghancurkan budaya kami.
Membuat kami jadi robot.
Dia yang mahluk tercantik yang aku lihat sepanjang hari.
Sebelum kura-kura itu, tentu saja.
- Kau pesan apa? - Soda.
Soda? kau anak-anak atau apa?
Aku seorang musisi. Aku tidak minum atau merokok.
Suaraku adalah modalku.
Cheers.
Aku tidak perlu digaji.
Penghasilanku dari pemberian tips. Tapi aku perlu pekerjaan tetap.
- Dimana? - Di sini, di bar-mu.
Tidak, uangku tidak cukup untuk menggaji seorang mariachi.
Hari yang buruk.
Apa?
Thanks.
Aku perlu kamar murah untuk seminggu.
Aku sedang cari kerja, bisa aku bayar nanti?
Yeah, bayar saja nanti.
Thanks.
Maaf, tapi kau harus bayar Uang muka?
Kau tidak percaya padaku?
Maaf...Berapapun dulu adanya?
Tidak banyak. Aku hanya punya beberpa peso.
Cukup. selamat istirahat. Thanks.
Bukan, kamar 10.
Di sana!
Dia pakai baju hitam, cari dia!
Di sini!
Kenapa, mariachi? Mabuk soda?
Aku baru saja membunuh 4 orang.
Apa itu benar?
- Tunggu! Siapa namamu? - Domino.
Tunggu, Domino. Aku membela diri.
Aku bukan orang sini. Tidak ada yang kenal aku.
Tidak punya teman...
Juga musuh...
- Mereka pencuri? - Aku rasa bukan.
4 orang.
Aku tinggal di hotel murahan.
Tidak punya uang atau barang berharga
Mereka mau membunuh aku.
Kenapa kau kemari? Agar aku ikut terbunuh juga?
Aku perlu tempat persembunyian sampai aman.
Mereka mengira aku orang lain. Aku hanya seorang mariachi.
Aku punya kamar di atas. Jangan sentuh apapun.
Aku ke sana nanti. Kita bisa bertemu temanku nanti.
Terima kasih. Tidak akan aku lupakan.
Sebelah sana.
Awas ada anjing.
- Hallo, Domino. - Kenapa ini?
Pinjam Telepon. aku harus telepon Moco.
Domino...Apa ada orang asing ke sini?
Orang asing selalu datang dan pergi.
- Baju hitam, bawa kotak gitar? - Tidak.
Dia membunuh 10 orang kita.
Semuanya hanya dalam satu hari.
- Kau mau telepon boss? - Beri aku minium dulu.
Moco...Dia kabur.
Dia menembaki aku, dan membunuh anak buah kita.
Kabar buruk. Aku tidak bisa melihat jelas muka dia.
Kalau dia ganti penyamarannya. Aku tidak bisa mengenalinya lagi..
Jangan takut.
Satu yang aku tahu. Dia selalu bawa kotak gitar dan pakai baju hitam.
Itu saja.
Tapi...Isinya bukan gitar.
Kotak gitar penuh dengan senjata.
- Apa? - Bukan gitar.
Kotak itu penuh senjata.
Alat pembunuhannya.
Selamat tinggal. Terima kasih minumnya.
Aku segera kembali.
- Aku bilang jangan sentuh apapun. - Aku sedang bersantai.
- Aku bisa bangun... - Tidak...lanjutkan saja.
- Perku shampo? - Ya, thanks.
- Siapa kau? - Seorang musisi.
Apa isinya?
- Senapan, pisau? - Gitarku.
Kita lihat...
Kau sangat modis, mariachi.
Kau bilang 4 orang.
Nyatanya kau bunuh 10 oarang.
Kau tidak mau melihatnya?
Mainkan!
Mainkan! nyanyikan!
Mainkan!
Bernyanyi!
Penampilan terbaikku.
Kau menginspirasi aku.
Kau seorang mariachi.
Seorang Maestro.
- Pekerjakan akau. - Tidak, akau tidak punya uang.
Tempat bagus ini? Kau tidak punya uang ?
Benar.
Bayar dengan penginapan saja.
Apa perlu sebuah pisau di selangkangan agar kau dapat inspirasi?
Kalau boleh ? Tidak. Sampai aku dapat pekerjaan tetap.
Kau tidak akan dapat pekerjaan di kota ini. Tapi silahkan.
Kau harus punya selera humor, jika mau berkerja di tempatku.
Ini pembuka surat.
Ya?
Sebentar.
Teman...Kau tidak menjawab teleponku.
Kau sibuk membunuh 10 anak buahku..
6. Akiu bunuh 6 orang.
Nilai berhitungmu payah. Kau pikir semua karenamu.
Aku tahu setengahnya adalah milikmu. Aku ambil semuanya. tapi kamu...
...kau merendah. Kau membunuh 10 orang anak buahku.
Aku bunuh 6 orang. Besok aku lipat gandakan.
Aku serakah.
Tapi bisnis tetap bisnis. Itu membuatnya jadi murah..
jika aku bayar kamu. sekarang aku harus cari anak buah baru.
- 6 ! - 10 !
Berikan uangku, aku hentikan pembunuhan. Bahkan aku biarkan kau hidup.
Tidaj, kau terlambat.
Kita lihat saja.
Seperti Moco yang aku kenal dulu.
Masih berbaju putih?
Kenapa?
Aku bayangkan baju putih bersimbah darah.
Siap main? Mereka menunggumu.
Aku siap.
- Kau perlu sesuatu ? - Tidak, terima kasih.
Cepat!
Lagu ini berjudul "Ganas de Vivir".
Kau yakin tidak apa-apa aku tidur di sini?
Selama kau tetap sebelah sana.
Ingat, aku punya ini...
dan dia.
Lagu pertama yang kau nyanyikan... Itu asli ciptaanmu, bukan ?
Dari mana kau tahu?
Tampaknya kau ciptakan unuk seseorang.
Benar.
Well...
Selamat tidur.
Aku harus ambil kembali uangku di hotel.
Aku segera kembali.
Titip barangku.
Hai, ini Domino.
Aku tahu.
Terkunci.
Bajingan...
- Hallo. perlu sesuatu? - Bir.
Pakai botol.
- Bukanya adak wanita di sini? - Dia pemiliknya. Sebentar datang.
Pemiliknya? Kalau begitu dia pacar Moco.
Aku tidak tahu. Dia pacaran dengan seorang musisi.
Terima kasih.
Aku lihat seseorang dengan kotak gitar. Dia yang mereka cari
- Apa yang dia katakan? - Tidak ada, hanya beli minum.
Aku tidak mirip dia.
Ayo cepat. Dia bisa ambil tiga-tiganya.
- Apa itu dia? - Tidak tahu.
- Apa isi kotak ini? - Gitarku.
- Jangan bilang kau seorang mariachi. - Benar.
Buka.
Kalau isinya gitar, kau selamat.
Tapi kalau bukan...kami habisi kau.
Pergi!
Jangan bawa gitarmu sampai semuanya jelas.
- Dia orang yang mereka cari. - lebih baik simpan di atas.
Kenapa?
Kenapa?
Lihat !
Itu dia!
- Maaf... - Kami tidak tahu harus bagaimana.
- Kami kira kau bisa melawannya. - Kalian kira aku bisa melawannya?
Melawan 3 oarang bersenjata?
Dengan ini?
Kotak gitarku tertukar dengan kotak gitar Mariachi.
- Dimana mariachi? - Mungkin sudah mati.
Jadi cari kotaknya!
- Dimana kau saat dia datang? - Sedang menelepon temanku.
- Dia tahu kejadian ini. - Kau ceritakan tentang aku ?
Tidak. Dia bilang oarng itu bernama Azul.
Namanya Azul, Kenapa bajunya tidak biru?
Tidak tahu. Dia membunuh anak buah pengedar Narkoba.
Namanya Mauricio, lebih dikenal sebagai Moco.
Moco menugaskan anak buahnya mencari Azul.
- Lalu apa yang mereka kejar dariku? - Hanya Moco yang tahu muka Azul.
Azul selalu memakai baju hitam dan bawa kotak gitar.
Miri[p dengan penampilanmu, bukan?
Katakan pada temanmu, bahwa ada dua orang berbeda di sini.
Pembunuh dan Mariachi.
Moco tidak begitu. Lebih baik tetap di sini.
Sembunyikan jaketmu, juga kotak gitarmu.
Dia berhasil kabur, tapi aku berhasil mengenalinya.
Dia membunuh Pina and Taco. Dia tidak bisa kabur lagi. Sumpah.
Kau selalu tutup di hari Senin?
- Atau karena aku? - Setiap Senin Tutup.
- Mainkan? - Ya.
- Hallo? - Temui aku.
Tidak bisa.
- Aku mohon... - Aku sedang tidak enak..
- Sudah kau coba sepeda motornya? - Belum.
Harus aku tutup.
- Pacar? - Bukan.
- Gringo? - Yeah.
Aku tidak mengerti.
Katamu kau miskin juga keluargamu.
Lalu dari mana bar ini?
Hadiah.
- Dari siapa? - Mauricio.
Moco? orang yang ingin membunuh aku?
Dia tidak mau membunuhmu. Anak buahnya yang mengira kau Azul.
Sama saja.
Kau tahu buakan. Saat kau menginginkan seorang gadis
Kirim bunga, permen, perhiasan...
...samapi dia takluk.
Ya...
Mauricio mengirim aku bunga.
..lalu perhiasan.
Mengangkat aku bekerja di Bar. Lalu memberikan bar-nya.
Itu hal terakhir yang dia berikan?
Sepeda Motor.
Dia ingin aku memakainya kalau aku sudah memutuskan menerimanya.
Dia pikir dia bisa meyakinkan aku.
Dia berhasil?
Mungkin dulu iya.
Sekarang tidak lagi.
Pagi. Ambil ini.
Ini tabunganku. Beli gitar baru.
Ambilah. Belilah yang ada...
..yang bisa kau pakai main malam ini.
Lihat dia. Celana hitam, baju putih.
- Kemana dia? - Di belakang truk aku.
Bawa dia berputar.
Ini bukan dia.
- Kalian temukanm kotaknya? - Tidak.
Kami dengar kau tertangkap dan dibawa ke tempat Moco.
- Kami ke sini untu memastikan. - Mereka menangkap mariachi.
- Ada yang bisa aku bantu? - Bir.
- Ada yang lain? - Kotak gitar.
Dimana dia?
Mana kotaknya?
- Di atas. - Ambil.
Kalau kau ingin bertemu mariachi, ikut denganku.
- Untuk apa, kenapa? - Hanya kau yang tahu tempatnya Moco.
Ayo.
Mauricio!
Mainkan.
- Domino, cepat pergi! - Dia sudah pergi..
Mereka pergi mencarimu. Dia berikan kotak gitarnya...
Buka Pintu atau aku bunuh dia!
Maaf.
Maaf dia memanfaatkan kau agar bisa ke sini...
Bayar, atau aku merahkan bajumu.
Lepaskan dia. Aku bayar uangmu.
Tunjukan jalan ke tempat Moco.
Apa yang kau lakukan padanya?
- Dia ? Siapa? - Mariachi yang salah sangka..
Itu sebabnya kau menolak aku.
Menolak undangan aku?
Bersama mariachi dalam pelukanmu!
- Berioka uangnya atau dia mati! - Semua sudah aku berikan padamu...
Apa itu balasannya?
Aku tidak pernah minta padamu. Lepaskan dia..
- Sumpah akan aku bunuh dia! - Tidak kau tidak akan membunuhnya.
Tapi Aku !
Kau menyesal, bukan ?
Aku hanya ingin uangku. Tapi kau bunuh semua orang.
Itu sebabnya kau tyidak bisa mengalahkan aku.
Kau terlalu baik hati.
Kau pastinya Mariachi yang datang ke sini dan membunuhi semua anak buahku...
Dan mencuri hati gadisku!
Kau sangat berbakat....
...Memainkan gitarmu! sekarang tidak lagi.
Keluar dari tanahku...! Bawa tangan sialanmu..!!
Yang aku inginkan adalah jadi seorang Mariachi seperti leluhurku.
Tapi di kota yang aku kira akan membawa nasib baik..
..membawa sebuah kutukan.
Aku kehilangan gitarku, tanganku juga dia.
Aku tidak bisa memainkan gitar lagi...
Tanpa dia, aku tanpa Cinta.
Tap bersama anjingnya... Juga Kotak gitar ini...
...aku temukan masa depanku.
Subtitle translated by Oeink ~2013 ~
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.