Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
]]Subtitles by DramaFever. Translated by chikadiska @IDWS
KARA: Secret Love
Permisi.
Permisi.
Kenapa Apa apaan?
Apa?
Ini.
Makasih!
Kenapa harus barang itu?
Ah sakit lagi.
Tidak mungkin.
Anak-anak.
Kalian harus bayar dulu.
-Disana CCTV...
Hey, ayo!
Tinggalkan uangnya.
Aku tak tahan lagi.
Apa yang kau lakukan setelah kerja?
Hyun Jung.
Kau tau, 'kan?
Se Young datang kepadaku duluan.
Lalu dia berani membuangku?
Aku yang seharusnya membuangnya!
Benar tidak?
Tapi...
Kau tak tau betapa bahagianya aku kau datang menemaniku minum hari ini.
Hyun Jung.
Kenapa pandangannya begitu?
Apa mungkin Chi Gyu suka padaku juga?
Lalu apa kuberitahu saja?
Tidak, tak bisa.
Tidak, beritahu saja. Beritahu!
Tidak! Beritahu!
Aku menyukaimu.
-Sampai kapan kau harus pakai ini? -Sekitar sebulan?
-Sebulan? Apa ini sudah berkeringat. -Belum.
-Coba aku cium. -Hentikan.
Ah, sakit! Aku ini pasien.
-Hyun Jung. -Ah sudah datang?
Ya.
Ini.
Baunya enak.
Sinilah duduk.
Tidak.
Aku kesini mengambil hasil tesku, aku pikir aku harus mampir.
Aku yakin kau baik-baik saja karena mobil itu hanya menyerempetmu.
Aku harus pergi karena sepertinya ada masalah di toko.
Aku pergi ya. Dah.
Kopi yang di kanan ada tambahan.
Itu untukmu, Chi Gyu.
-Ku SMS nanti. -Makasih kopinya.
Dia bilang ini berakhir.
Lee Hyun Jung.
Lee Hyun Jung?
-Ya? -Silahkan masuk ruang pemeriksaan.
Apa?
Kanker Pankreas?
Ini sudah stadium akhir.
Pasti sakit sekali. Bagaimana kau menahan sakit itu?
Tidak, tidak mungkin.
Aku tak percaya ini terjadi.
Bagaimana bisa kanker? Tidak bisa dipercaya.
Lihatlah.
Saya baik-baik saja dan makan dengan baik.
Saya benar-benar sehat!
Apa perutmu pernah kembung dan terasa tak enak?
Tidak sama sekali. Saya tak pernah merasakan itu..
Mana...
Mana mungkin.
Lalu...
Operasi, kemotherapi, dan pengobatan...
Sudah terlambat untuk itu.
Paling lama, kau hanya punya 6 bulan...
dan setidaknya 3 bulan tersisa untukmu hidup.
Maaf.
Bagaimana bisa?
Aku baru... 23 tahun.
[Apa yang Anda ingin lakukan sebelum mati?]
Sesuatu...
yang dilakukan?
Bucket list, nomor tujuh.
Meniru Lady Gaga.
Bucket list, nomor 4.
Balas dendam ke anak-anak nakal itu.
Ayo, ayo!
Bucket list, nomor 12.
Memperlihatkan foto Se Young sebelum operasi plastik.
Bucket list, nomor 1. Makan semua makanan enak yang kumau.
Selamat datang.
Tak ada tempat duduk yang tersedia, tapi anda bisa duduk di luar.
Dia ingin berbagi meja denganmu. Sini, duduklah.
Makanan anda akan segera datang.
Maaf mengganggu.
Ini dia Galchi Jorim.
Aku pesan dua porsi untukku sendiri.
Ah, maaf.
Mana ada yang menghabiskan 2 porsi sendiri.
Jadi kenapa tidak berbagi saja? Aku akan memberikan cola gratis untuk kalian.
-Tante! -Ya?
-Kimchi lagi, tolong. -Baik.
Ah bagaimana ini!
Maafkan aku!
Benar-benar! Lap itu kotor!
Kau lap wajahku dengan itu!
Mungkin aku makan terlalu banyak.
Setelah dipikir-pikir, tidak adil.
Tak percaya dia menyuruhku membayar semua makanannya karena itu.
[Pohon Park Soo Ja. Semoga istirahat dengan tenang.]
Bucket list, nomor 3.
Mengunjungi Ibu.
Ibu.
Aku datang.
Apa kabarmu>
IBu.
Aku merindukanmu.
Sebentar lagi...
Aku akan menyusulmu.
Ada apa itu?
Kenapa dia melakukan itu?
Bagaimana ini?
Benar, aku harus melaporkannnya.
Ah, bateraiku habis.
Bucket list, nomor 5. Tidak mencampuri urusan orang lain.
Benar.
Aku bahkan tak pandai berenang.
Baiklah!
Hiduplah dengan baik!
Aku akan meninggalkan dunia ini!
Jangan lakukan ini! Kau tak boleh bunuh diri!
Apa apaan ini? Galchi?
Ya, benar.
-Apa yang anda lakukan? -Lepaskan dan enyahlah!
Tenangkan dirimu dan mari bicara.
Galchi Jorim gila!
Lepaskan aku!
-Hei. -Kakiku tak menapak1
Hentikan!
Hei, lepaskan!
Pasti sakit ya.
Tapi sudah disterilkan dan diberikan salap
pasti tak akan meninggalkan bekas.
Seharusnya aku ke RS sekarang juga dan mendapatkan perawatan
tapi kau beruntung karena aku terlalu sibuk untuk itu.
Aku korban juga. Ponselku rusak kena air.
Siapa yang menyuruhmu masuk air?
Jika aku mati, aku ingin mati dengan keren
Aku tak ingin mati menyedihkan
karena tenggelam di air oleh hantu air sepertimu.
Kemana lagi dia?
Kudapatkan kau.
Jadi kau tak menginginkan apapun?
Kau hanya mengikutiku karena kau takut aku bunuh diri?
Ya, benar.
-Aku punya banyak urusan. -Lalu kenapa kau ikut campur?
Aku seharusnya sudah menyelesaikannya, tapi kau menghancurkannya.
Lihatlah?
Apa yang kau coba selesaikan? Kenapa kau mencoba bunuh diri?
Bicaralah.
Jika alasan kau ingin bunuh diri...
Tidak.
Tak ada alasan untuk bunuh diri.
Jadi kau harus berusaha untuk tetap hidup.
Jika kau begitu ingin hidup, uruslah hidupmu sendiri.
Benar-benar omong kosong.
Benar.
Aku akan hidup.
Daripada hidup menyedihkan sepertimu 100 tahun lagi
bahkan jika hanya 3 bulan untuk hidup...
atau bahkan hanya satu hari...
Aku akan menghadapinya dengan percaya diri...
dan hidup dengan baik.
Maaf... berbicara tidak sopan.
Apa kau sedang berakting?
Aku hanya bilang jangan bunuh diri.
Baiklah. Aku tak akan bunuh diri.
-Benarkah? -Lakukan apa yang kusuruh.
Temui aku jam 8 pagi.
Ada tempat yang ingin kukunjungi bersamamu.
Masuklah.
Kau tentara?
Wah benar-benar cantik!
Hei!
Pernikahan siapa ini?
Itu sebabnya kau membelikanku baju ini? Siapa ini?
Apa orang yang penting?
Aku senang datang bersamamu.
Wah benar-benar hebat!
Pengantin wanitanya pasti sangat senang! Ini seperti pernikahan dalam film!
Betapa bahagianya!
Berhenti melihat-lihat. Nanti lehermu patah.
Dengarkan aku. Namaku Yoon Joon Moon.
Kita menghabiskan 33 malam bersama, kita berciuman di malam pertama bertemu
dan kita disini merayakan 1 bulan kita bertemu.
Apa?
33 malam sebulan lalu?
Malam pertaman?
Benar-benar menggelikan.
-Coba lihat.
-Bagus! -Kau cantik sekali!
Ya, cantik. Terima kasih, bertemu lagi nanti.
-Makasih. -Sampai jumpa.
Omo.
Hai.
Selamat.
Pacarmu?
Senang bertemu denganmu.
Namaku Lee Hyun Jung.
Kita berpacaran 1 bulan, dan kita datang berlibur.
Sayang, kau tak perlu mengatakan semuanya.
Maaf, sayang.
Terima kasih sudah datang.
Tapi walaupun kau sudah tak wamil, menggunakan seragammu sedikit...
-Sedikit memalukan. -Jangan khawatir.
Karena aku datang tidak untuk mengacaukan pernikahanmu
hanya karena kau mengkhianati pacarmu yang pergi wamil.
only to marry someone else just three months later.
Jadi kau masih seperti ini?
-Apa? -Jangan berlebihan.
Karena kau tidak lebih dari separuh pagi bagiku.
Separuh pagi?
Seseorang yang aku temui sebentar di pagi hari disaat aku bosan.
Bukankah biasanya berkencan itu di malam hari?
Pengantin wanita.
Walaupun begitu, haruskan kau menyakiti seseorang
yang datang jauh jauh kesini menemuimu?
Pagi hari maupun malam hari...
dia masih orang yang kau kencani.
-Uruslah urusanmu sendiri. -Apa?
Berlibur bersama pria yang baru saja kau kenal sebulan?
Pasti dia sedang wamil saat itu.
Kalian pasti bercinta lewat SMS?
Tak ada batas dalam cinta.
-Selama ada Wi-Fi... -Cukup.
Jangan bertingkah lebih baik dariku disaat kau mengencaninya hanya demi uang.
-Kita sudah harus bersiap. -Baik.
Selanjutnya kita akan dengar ucapan selamat dari teman pengantin wanita .
Bagaimana dengan wanita disana yang memakai pakaian sebiru laut?
Ya, bicaralah.
Pertama-tama...
Benar-benar kuucapkan selamat.
Saya sangat iri dengan pengantin wanita...
dan lebih iri lagi.
Sebenarnya...
Sebenarnya...
Saya pikir saya akan mati sebelum saya sempat menikah.
Terdengar tak masuk akal, 'kan?
Wanita secantik, sebaik dan semanis saya...
Kalian bertanya-tanya kenapa dia berkata akan mati sebelum menikah?
Terdengar tak masuk akal juga di telingaku.
Hei.
Apa kau mabuk?
Maafkan saya.
Hanya bercanda.
Tidak, saya harap semua itu hanya candaan.
Sepertinya teman pengantin perempuan tak bisa menghentikan tangis bahagianya...
Hentikan. Kau tak perlu sejauh ini.
Bagaimanapun, saya berharap...
pengantin wanita hidup bahagia.
Anda harus berjanji akan hidup bahagia selamanya.
Karena separuh pagi anda...
yang mana adalah pacarkau...
menginginkan itu.
Turun.
Disini?
Kau sudah melakukan yang aku suruh, jadi turunlah sekarang.
Aku tak tau arah ke penginapanku dari sini.
Apa yang kau mau? Turun saja!
Turun!
Tutup.
Hei, Yoon Joon Moon! Kau benar-benar menyebalkan!
Bucket list, nomor 11.
Menikmati fasilitas di hotel mewah.
Keren sekali!
Ayah pasti marah jika dia tau aku membayar kamar ini dengan kartunya.
Tapi, ini hanya satu kali dalam hidup
aku hanya perlu menghadapi kemarahannya.
Tidak mungkin.
Kamar ini harganya 230,000 per malam.
Aku harus makan sebanyak yang kubisa.
Ah uang yang terbuang.
Hei!
Kenapa kau disini?
Wah, aku tak percaya takdir kita.
Sendiri?
Aku juga sendiri.
Lalu kenapa?
Tapi kau hanya tentara, tapi kau tinggal di kamar seperti ini?
Jadi benar ya.
Benar uangmu banyak.
-Apa maksudmu? -Hah?
Ti.. tidak. Tidak apa apa
Apa maksudmu aku punya banyak uang?
Apa dia bilang begitu? Aku punya banyak uang?
Itu sebabnya dia mengencaniku?
Tidak, benar bukan.
Lalu darimana kau dengar itu?
Dimana aku tidur dan berapa banyak uang yang kupunya...
apa urusan denganmu?
Kau yang mengatakan...
Tunggu,
Kenapa kau kesini?
-Jangan-jangan... -Hah?
Kau benar-benar penguntit?
Yang kau bilang mengikutiku untuk menghentikanku dari bunuh diri
semuanya hanya bohong, 'kan?
Sejak kapan?
Apa masuk ke air juga bagian dari rencanamu?
Kau wanita menakutkan, kau salah orang.
Bucket list, nomor 8.
Jangan ditahan dan luapkan saja amarahku.
Hei!
Kau pikir dengan siapa kau meluapkan amarahmu?
Kau masih suka dengan wanita itu, 'kan?
Kau masih suka dia yang bahkan memanggilmu "setengah pagi" dan "rendahan", ya?
Sudah gila kau.
Itulah kenapa kau meluapkan amarahmu padaku.
Kau kira aku tak tau?
Kecilkan suaramu. Ini tempat umum.
Setelah mengenalmu, kau lebih dari yang dia katakan.
Sudah selesai?
Tidak.
Daripada menghabiskan waktu menginginkan wanita yang bahkan tak melihatmu...
kau harusnya menghabiskan waktumu memikirkan betapa berharganya hidupmu...
dan bagaimana kau terlahir dicintai oleh yang lain.
Itu yang harus kau pikirkan.
Bilang saja kau mengikutiku kesini karena kau menyukaiku.
Kenapa kau membela diri disaat aku menangkap basah dirimu?
Kau pikir kau siapa menceramahiku begitu?
Tapi aku...
menyelamatkan hidupmu.
Itu... itulah kenapa aku sebal! Seharusnya kau membiarkanku!
Kau yang menyeretku kembali disaat aku akan mati dengan tenang!
Kau mau bunuh diri seperti itu?
Kau bahkan tak tau...
tindakan dewasa dan egois seperti itu akan menyakiti hati seseorang.
Tak tau, 'kan?
Aku merasa seperti batu besar terangkat dari dadaku.
Kenapa aku menahannya
disaat perasaan ini terasa sangat baik?
Dia meninggalkan ini di restoran bersama dengan kartu tamunya.
Apa ya kode kuncinya ?
Apa iya.
Ini kode kunci yang sangat sulit! Pasti dia kerja di pusat rahasia.
Lucu sekali.
Waktu yang diberikan padaku 3 bulan.
Stadium akhir kanker pankreas.
Tak ada cara untuk memperpanjang hidupku.
Awalnya tak bisa kupercya, dan aku sangat marah
ku ingin bertanya pada Tuhan kenapa ini tejadi padaku.
Tapi melakukan itu hanya akan mengubah satu hal.
Itu hanya akan menghilangkan sedikit waktu yang kupunya.
Jadi aku memutuskan tak akan lagi melawan takdirku.
Aku akan hidup dengan waktu yang tersisa
tanpa penyesalan dan ketakutan dan hanya akan penuh oleh kebahagiaaan.
-Jangan begini! -Apa apaan?
Kau tak boleh bunuh diri!
Bahkan jika aku hanya punya 3 bulan untuk hidup...
atau bahkan hanya sehari...
Aku akan menghadapinya dengan percaya diri...
dan hidup dengan baik.
Saya pikir saya akan mati sebelum saya sempat menikah.
Kau mau bunuh diri seperti itu?
Kau bahkan tak tau...
tindakan dewasa dan egois seperti itu akan menyakiti hati seseorang.
Tak tau, 'kan?
[Hyun Jung's Bucket List]
Tambahan, nomor 13.
Mengabulkan permintaan orang yang hampir mati.
Puas?
Cepat berikan.
Tidak gratis.
Kau yang menyetir.
Apa?
Bahuku sangat sakit karena menarikmu keluar dari air kemarin.
Ayo.
Ayo pergi.
Ayo pergi.
Bucket list, nomor 9.
Menyetir di jalanan indah.
Hei hei.
Pelan pelan. Turunkan kecepatannya.
Gimana? Ini pertama kalinya aku menyetir.
Injak pelan pelan gasnya.
Hei.
Tepikan mobil disana. Tak bisa ini.
Bagaimana bisa kau menyuruhku memberhentikan mobil disaat aku bahkan tak tau cara pelankan mobil?
Jadi sampai mana kau akan menyetir?
Siapa sih yang menyuruhku menyetir!
Itu karena kau yang ingin.
-Heh kunyuk! Bisa nyetir tidak! -Orang gila!
Hei, bangsat! Menyetir saja yang benar!
Sini kau!
Aku akan menendangmu!
Jangan pedulikan.
Pelan pelan saja.
Turunkan aku. Aku tak mau.
Tak jadi. Maaf, benar-benar maaf.
Diamlah sebelum aku biarkan kau naik sendiri.
Benar-benar takut! Aku benar-benar takut.
-Kita mungkin akan mati diatas sana. -Oke
Bucket list, nomor 10.
Mencoba paralayang.
Wah, keren!
Hei, Galchin. Kau menutup matamu, ya?
Kenapa kau? Sudah sampai disini.
Buka matamu.
Tidak. Sangat menakutkan dibawah.
Jangan buka matamu. Nanti kau ngompol.
-Keren, 'kan? -Ya!
Sangat! Benar-benar daebak!
Aku rasa aku ingin menangis.
Wah, keren sekali!
Makasih, Joon Moon.
Aku benar-benar senang!
Bucket list, nomor 6.
Mencium seseorang di keramaian.
Kau...
Kau...
Ini ciuman di depan setidaknya seribu orang di bawah.
Aku...
Aku...
Segitu sukanya?
Hei!
Hei, tak boleh! Hei!
Tahanlah!
Minum di tempat seperti ini rasanya seperti madu.
Jadi kau akan minum juga jika rasanya seperti kotoran?
-Kau populer di kalangan wanita, ya? -Tentu saja.
Aku tau.
Karena wanita suka pria menyenangkan.
-Kau tak pacar, 'kan? -Bagaimana bisa tau?
Karena kebanyak wanita akan marah dibanding bertanya.
Benarkah?
Tapi itu takkan mengubah kalau aku tak punya.
Pertanyaan lagi pertanyaan.
Tapi, karenamu, hari ini sangat fantastis dan menyenangkan.
Menyetir, dan naik paralayang.
Itu semua adalah hal yang aku ingin lakukan.
Ini.
Ini bayaranku.
Apa?
Bukan apa-apa.
Benar-benar kau!
Tapi...
ada apa denganmu?
Apa maksudmu?
Kenapa kau tiba-tiba baik denganku?
Itu...
Siapa bilang.
Aku hanya mengajakmu karena aku bosan.
Kenapa aku peduli disaat besok aku harus kembali wamil lagi?
Jadi kau pergi besok?
Kapan kau keluar?
Ada 3 bulan tersisa.
3 bulan? Aku juga!
Apa kau tak takut?
Hah?
Ah, tidak.
Apanya?
Apanya yang takut...
Apa mungkin kau...
Benar, 'kan?
Kau baca punyaku?
Kau baca semuanya?
Bucket list-ku... diariku?
Maaf. Aku tak bermaksud.
Lalu kau...
hari ini membiarkanku menyetir, paralayang...
bahkan ciuman...
Benar, 'kan?
Karena itu? Karna aku terlihat menyedihkan?
Tapi kau kan sudah melakukannya! Bahkan kau tak punya waktu lagi...
Kenapa kau...
Kau pikir kau siapa?
Bahkan jika aku dikasihani...
Aku tak ingin dikasihani oleh orang sepertimu yang hanya lewat dalam hidupku.
Setidaknya, aku ingin dari orang...
yang mengenalku dengan baik dan menghabiskan waktu denganku selama aku hidup.
Kau bahkan tak tau aku.
Kau bahkan tak tau...
aku orang yang bagaimana dan bagaimana hidupku.
Jadi?
Lalu kenapa kau tidak bisa bilang ke orang
yang mengenalmu tentang penyakitmu?
Bukankah kau disini karena kau ingin lari dari itu?
Karena jika diberitahu kau takut akan menyakiti orang dalam hidupmu.
Karena kau merasa takut menerima kasihan mereka.
Jadi kau lari kesini tanpa memberitahu siapapun.
Tidak benar!
Tidak benar!
Aku takut.
Aku sangat takut.
Aku tak mau mati.
Aku melakukan semua dalam daftarku.
Aku melakukan semua yang kuinginkan...
tapi aku ingin tetap hidup.
Bodoh.
Disaat waktumu sangat berharga...
kenapa kau datang bersamaku ke pernikahan orang lain?
Aku bukan apa-apa selain orang yang hanya lewat dalam hidupmu...
Apa aku ini.
Tapi aku senang.
Karena nomor 13 terakhir...
adalah aku.
Makasih.
Makasih.
Hati-hati ya.
Oke.
Kau juga, selamat tidur.
Ya.
Selamat jalan kembali ke markasmu.
Jangan sampai ketinggalan pesawat karena terlambat bangun.
Ya.
Makasih.
Malam semakin dingin... jadi pakailah selimut.
Ya.
Semoga beruntung... keluar wamil.
Dah.
Besok...
Apa kau ingin lihat matahari terbit besok?
Matahari terbit?
Benarkah?
Kau tak akan mati.
Kau bukan Lee Hyun Jung yang dokter maksud.
Benar-benar salah paham.
Kau tau betapa ayahmu khawatir setelah mendapat telepon dari RS?
Kau bahkan tak menjawab teleponmu. Apa yang kau lakukan, dimana kau?
Maafkan saya!
Sebenarnya, aku akan hidup!
Dokter bilang aku tidak akan mati! Terima kasih!
Selamat tinggal.
Hei!
Disini, Min Kyung.
Dokter, Anda yakin saya akan hidup, 'kan?
Saya tak punya kanker pankreas, 'kan?
Tidak, kau tidak punya kanker pankreas.
Tapi ada yang lain.
Apa?
Perutmu penuh dengan kotoran. Pasti sakit, 'kan?
Ada banyak disini.
Apa yang ingin kau katakan?
Apa kau...
berkelahi lagi dengan Se Young?
Sebenarnya...
Aku juga menyukaimu.
Tapi...
aku takut ditolak.
Ayo berpacaran.
Maaf.
Kenapa kau tidak bisa mengatakan itu.
Ya benar.
Setiap kata yang keluar dari mulutku adalah permintaan maaf.
Aku juga tak sadar kenapa aku hidup seperti itu.
Tapi aku tak akan lagi.
Aku tak akan hidup seperti penakut lagi.
Aku berubah.
Karena aku telah kembali dari pintu kematian.
Hyun Jung.
Walaupun aku menyukaimu, dan masih menyukaimu...
tapi tidak sama seperti dulu.
Itulah kenapa aku minta maaf. Dengan segenap hati.
Lee Hyun Jung.
Bodoh.
Aku membuang pria yang aku cintai selama 3 tahun
demi seseorang yang aku kenal selama 3 hari
Disaat aku bahkan tak tau nomor telepon dan alamat e-mailnya?
Seperti drama saja.
[Yoon Joon Moon]
[Untuk: Hyun Jung]
Setelah bertemu denganmu, aku sadar bahwa 3 bulan tidaklah
sebanding dengan waktu singkat itu.
Karena walaupun akau hanya menghabiskan 3 hari bersamamu...
saat-saat itu adalah saat yang paling menyenangkan dalam hidupku.
Walaupu kau bilang padaku kau akan mati besok...
Aku tak akan menyesali waktu yang kulewati
untuk menyukai dan menunggumu hari ini.
Jika kau menerima perasaanku...
aku harap kau membalas suratku.
[Untuk: Joon Moon]
Kupikir tidak bisa.
Jika aku beritahu bahwa aku tak akan mati...
dia akan merasa dikhianati dan berpikir aku berbohong padanya.
Aku yakin dia akan membenciku.
Karena dia hanya mengasihaniku...
karena aku terlihat menyedihkan.
Itu alasan kenapa dia menyukaiku.
Kemarilah.
-Kemarilah. -Ah, sakit.
Siapa yang bilang kau bisa mengambil makanan dari anak-anak itu?
Apa kau pengemis jalanan? Kau bilang ingin diet.
Kau bilang ingin punya badan yang bagus.
-Apa kau babi? Kenapa kau melakukan itu? -Bukan, aku bukan babi!
Kau.
Terima tusukan ini!
Tak mungkin kan...
yang di depanku ini adalah hantu?
Itu...
Yang terjadi adalah...
Seharusnya kau mengirimiku surat!
Tidak, kau harusnya mengunjungiku.
Aku benar-benar tak tau!
Bertanya-tanya setiap hari apakah kau masih hidup ataukah mati...
Benar-benar seperti neraka 3 bulan itu!
Maaf.
Jadi itu...
sebabnya kau datang ke rumahku tepat setelah kau keluar wamil?
Apa kau...
benar-benar menyukaiku?
Apa maksudmu suka?
Hanya kasihan karna kau akan mati.
Ya...
aku sudah tau.
Kau tau?
Apa yang kau tau?
Tak apa.
Kita berteman saja.
-Tak apa, 'kan? -Kau gila, ya?
Kenapa aku harus berteman denganmu?
Untuk apa kau wamil?
Kau bahkan tak berubah.
Apa ini?
Bucket List Joon Moon.
Menyatakan perasaanku pada Hyun Jung.
Merayakan 100 hari bersama Hyun Jung.
Mengunggah foto bersama Hyun Jung untuk dijadikan foto profil di halamanku.
Mendaftar jasa telepon pasangan bersama Hyun Jung.
Pergi ke klub bersama Hyun Jung.
Kali ini...
giliranku.
Cepatlah.
Tapi ini terlalu ramai.
Ini selalu jadi khayalanku mencium seseorang di keramaian.
Aku tak bisa membiarkan apa yang kau lakukan dulu.
Dasar list bodohmu.
Kenapa dari semua daftar...
Terjemahan Bahasa Indonesia oleh chikadiska @IDWS
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.