All language subtitles for Honest.Candidate.2019.WEB-DL.720p.FMZM

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Dia figur yang memberi arahan dalam kehidupan seseorang.

Nenek.

Dia mengatakan ini setelah aku kehilangan orang tuaku di usia dini...

..."Bantulah orang kurang beruntung dan hidup dengan jujur."

Dia menghasilkan uang sedikit saat sebidang tanahnya yang kecil...

...dibeli untuk pembangunan kembali.

Tapi dia menyumbangkan semuanya...

...dan bekerja dengan tubuhnya yang sakit.

Saat itu, aku berjuang sendiri menghadapi perusahaan asuransi besar.

Karena tulisan kecil di kontrak itu, sakit kanker nenek tak ditanggung.

Setelah memenangkan perjuangan yang tak bisa dimenangkan...

...aku bergabung dengan kongres atas dukungan nenek...

...untuk membantu lebih banyak orang.

Nenek mungkin telah kembali ke alam semesta,...

...tapi aku tetap melakukan tanggung jawab darinya...

...dan menjadikan dunia lebih baik.

Politikus jujur yang menepati janjinya.

- Kandidat nomor 1, Joo... - Berhenti!

Tutup.

Mundur sedikit.

Itu!

Bisa lebih fokus pada salib itu?

Belakangan ini kita makin kehilangan suara umat Kristen.

Itu karena kau menghadiri ibadah Buddha.

- Aku tahu. - Berarti kita harus perketat jadwalnya.

Kau tak perlu di sana terlalu lama.

Maaf soal itu.

Bukankah video aku ciuman dengan suamiku itu aneh?

Aneh.

Tidak aneh.

Itu bagus.

Pasangan suami istri itu tak ciuman, terutama saat sadar.

Citramu cenderung maskulin belakangan ini.

Potong saja.

Baik, kita potong bagian itu.

- Tidak ada ciuman. - Potong bagian ciuman!

- Sekian untuk hari ini. - Baik, Pak.

- Kerja kalian bagus, Semuanya. - Terima kasih.

- Semangat! - Kandidat nomor 1!

Hore!

Ayo! Semangat!

Biar kulepas.

- Park. - Ya?

Mari kita lakukan dengan benar.

Aku harus menjaga martabat sebagai pengemban jabatan keempat.

Benar.

- Jangan sampai ada goresan. - Maaf soal itu.

Hati-hati, Bu.

- Kau baik-baik saja? - Ya, ayo.

Anggota Dewan, tunggu.

- Untuk apa itu? - Itu tak tampak usang.

Sebelah sini juga.

Baik.

Anggota Dewan keluar.

Halo. Aku Joo Sang-sook.

Kandidat nomor 1 Joo!

Halo, aku kandidat nomor 1 Joo!

Halo, Bu.

- Kami dapat apa jika memilihmu? - Akan kulakukan semua permintaanmu.

Pertama, kutukar suamimu?

Halo, aku Joo Sang-sook!

Aku Joo "Maria" Sang-sook.

Di belakangmu.

Semoga kau mencapai nirwana.

Sudah lama tak bertemu, Diakones!

Aku tahu, Pengerja Gereja.

Kabarmu baik?

Honest Candidate

Kau melawan Nam, yang kau kalahkan 12 suara 8 tahun lalu.

Tolong beri komentar.

Ini pertanyaan paradoks.

Tenang. Tiap kata mengacu pada...

...suara.

Kita debat soal perubahan Kota Hyuntan menjadi kota sains.

Kandidat Shin dan Kandidat Nam akan menanyai Anggota Dewan Joo.

Waktunya maksimal 2 menit.

Aku punya pertanyaan lain.

Siapa yang akan memelihara gedung setelah pameran itu?

Dengan uang siapa?

Tidakkah kau membuang-buang uang pajak yang didapat dengan susah?

Tidak sama sekali. Aku mendengarkan dengan sangat baik.

Sebagai pencela terbaikku, aku akan meyakinkanmu saat terakhir.

Saat aku jadi wali kota, aku menyetujui pengambilalihan Hyuntan U.

Terima kasih soal itu.

Kau membantu merevitalisasi itu dengan Yayasan Ok-hee.

Kau tak akan beri komentar kesepakatan keuangan yang mencurigakan itu?

Katanya itu digunakan untuk pencucian uang.

Kau punya dasar legal untuk tuduhan itu?

- Aku memberimu kesempatan... - Kabarnya di luar adalah...

...kau membuat ratusan ribu saham...

Kamera 3, masuk.

Sorot wajah Nam yang kesal.

Kapan kau akan menjawab soal dwi kewarganegaraan putramu?

Tn. Nam, jangan melenceng dari topik.

Aku masih punya waktu. Tunggu. Kau bisa menjawabnya?

Jangan, ulur waktu.

Tak ada yang membuatku merasa malu.

Hartaku hanyalah sebuah apartemen berukuran 65 m persegi.

Bu, aku bicara soal putramu.

Departemen Sains yang didirikan dengan nama nenekku...

...telah menerima begitu banyak murid...

...dari latar belakang yang sangat sulit.

Anggota Dewan, kau mau kita istirahat?

Maaf.

Aku jadi terlalu emosional.

Banyak murid mengejar cita-citanya dengan Beasiswa Ok-hee.

Beraninya kau memakai cita-cita mereka...

...untuk kepentingan politikmu?

- Aku? - Aku sangat...

...kecewa padamu.

- Bukan itu maksudku. - Soal kota sains.

Kandidat, waktu kalian habis.

Kau baik-baik saja?

Topik berikutnya dari debat pertama ini...

...adalah revitalisasi ekonomi regional.

Kerja kalian bagus hari ini.

Kau bekerja paling keras di sini.

Itu tadi debat yang seru. Ayo kita kerja sama untuk waktu lama.

Lama sekali.

Kenapa kau mengungkit soal tuduhan terhadap Yayasan Ok-hee?

Tenang.

Dia mudah menang jika tidak melakukan pembunuhan.

Lupakan saja.

Maaf, aku terlambat.

Masuklah.

Duduk.

Debatnya seru, Tn. Nam.

Seru bagimu.

Suami yang stres, meneriaki istri.

Mesra sekali.

Aku yang melakukan trik, tapi dia yang dapat suara.

Sudahlah.

Setelah dia menang keempat kali...

...kita akan lakukan apa pun rencanamu.

- Tidak, aku... - Tapi...

...jangan mengusik yayasan lagi.

Kau bisa terluka.

Aku suka yayasan itu.

Aku melakukan itu...

...hanya karena dia tanya soal sahamku.

Kau pakarnya bursa saham.

Aku sungguh menyakiti perasaanmu, ya?

Aku akan memberimu hadiah.

Hadiah yang sangat bagus.

Belilah Wy Logitech, dapat pinjaman jika perlu.

Bukan "Y", tapi "Wy".

- Bukan "Why" juga. - Aku tahu.

Benar, "Wy".

Aku baru membelikan kalian rumah masing-masing.

- Baiklah. - Kita tetap harus berjuang dengan adil.

Jadi, aku bisa membantumu lebih banyak.

Baik, kita lakukan ini bersama.

Bersulang.

Lain kali belikan aku gedung.

Apa gunanya? Cinta itu hanya lewat

Ibarat tembakan anak panah

Kenangan itu memesona

Dan penuh kepedihan

Umur itu hanyalah angka

Tapi hati itu nyata

- Ikuti hatimu - Omong-omong.

Kenapa kau menyanyikan lagu kampanyemu sendiri?

Selamat tinggal, Kepedihan

Hidupmu hanya satu kali

- Cinta itu kebutuhan - Kebutuhan!

- Pernikahan itu pilihan - Pilihan!

Ikuti saja hatimu

Air mata itu gelembung-gelembung dari putus hubungan

Jangan takut dengan cinta baru

- Cinta itu nasib! - Cinta itu nasib!

Dia tak akan biarkan aku makan siang untuk membagikan kartu nama.

Kandidat dari Gwangjin memberi semua anggotanya ponsel Hot 6.

Aku kebal terhadap Hot 6. Itu tidak mempan.

Kau harus minum Red Bull.

Si tua berengsek itu melakukan maraton tiap akhir pekan. Lututku sakit.

Hanya begitu? Istriku meninggalkanku.

Sungguh?

Permisi!

Tunggu! Tunggu dahulu!

- Tunggu sebentar! - Ayolah.

Sial. Ini untuk swafoto.

45N 8217.

Tunggu. Aku mohon.

Aku akan pura-pura tak melihatmu.

Tapi jujurlah padaku.

- Dia memotret dari kamera tersembunyi? - Tidak.

Tunggu. Ada foto yang menunjukkan wajah?

Foto yang dia ambil.

Ada yang menunjukkan wajah Anggota Dewan?

Ampuni aku.

Gerai yang mana?

- Dia tak tahu. - Ayolah.

Tapi aku ingat nopol mobilnya.

45N 8217.

Jika ini sampai jadi berita, kita semua akan hancur?

Tn. Kim, kau bisa bereskan masalah ini?

Kandidat Hyuntan Nomor 1, Joo Sang-sook

Kandidat Tepercaya, Joo Sang-sook

Kandidat Setia

Selalu memikirkan Kota Hyuntan

Percayalah Pada Joo Sang-sook

Kandidat Nomor 1, Joo Sang-sook

- Ada artikel? - Tidak ada. Tenang saja.

Aku takut sekali.

Menari, menarilah.

Apa kau tak lihat? Lihat akibat perbuatanmu.

Sepertinya parah.

Aku akan memberimu mobil baru.

Bagaimana dengan buatan Jerman? BMW?

Apa?

Berikan foto yang kau buat kemarin saat mengendarai mobil ini.

Siapa kau?

Aku harus memimpin kongres.

Apa kalian semua ingat?

Saat aku mewakili Hyuntan dalam kongres dan jadi wali kota...

Kandidat nomor 3, Shin Ji-sun!

Partai masa depan rakyat, Shin Ji-sun!

Halo, Semuanya!

Selamat datang, Tn. Kim!

- Kim Sang-pyo! Kim Sang-pyo! - Sebelah sini.

Kim Sang-pyo! Kim Sang-pyo!

Kalian hebat.

Aku sudah menukar kamera tersembunyi itu dengan mobil BMW.

Kim Sang-pyo! Kim Sang-pyo!

Nn. Yoon, terima kasih banyak.

Nanti kutraktir bir, ya.

Kandidat Joo Sang-sook!

Aku sangat peduli padanya.

Pilih dia satu kali lagi.

Kim Sang-pyo! Kim Sang-pyo!

Lutut.

Selamat malam.

Bagaimana lututmu?

Kau ingat, ya?

Andai aku bisa membelikanmu obat, tapi itu melanggar UU Pemilihan.

Tidak apa-apa.

Mengantre untuk masuk TK.

Lucunya. Bagaimana dengan TK itu?

Bukan dia.

Masih mengantre?

Ya, saat kau terpilih, tolong urus masalah ini.

Percayalah padaku dan kau boleh punya anak kedua.

Ini anak keduaku.

Selamat malam.

Sayang.

- Sayang. - Selamat malam.

Ini malam yang menyenangkan.

- Mau main satu babak? - Tentu, aku ambil sepatu dahulu.

Astaga. Aku lupa mengambil sepatumu.

Dasar bodoh.

Sehat selalu!

Aku selalu seperti ini.

- Selamat malam. - Ya, Bu.

Selamat malam.

Boleh aku berhenti? Aku bahkan tak main badminton. Menyebalkan sekali.

Banyak suara dari klub badminton.

Tiap hari...

Hanya aku yang bisa lakukan ini.

Sang-sook.

Kau tak mencium apa pun?

Ya, Bu.

Apa?

- Sang-sook? - Kenapa?

Apa kau gila?

Terima ini.

Ya, Ibu.

Maaf, aku tak angkat telepon tadi.

Aku terlalu sibuk untuk angkat telepon. Kodenya?

Saat aku memecat ART itu...

...seharusnya aku beri tahu Ibu dahulu.

Daging sapi kecap? Kita akan segera makan itu.

Aku sayang Ibu.

Sial.

Aku sering dimintai bantuan. Sulit sekali menolaknya.

Kasihan sekali.

Tapi kita harus lakukan sesuatu untuk temanku.

Anaknya akan ujian pramugari.

Tapi dia tak bisa bahasa Inggris.

Kubilang padanya kita akan bantu. Kita mampu melakukan itu.

- Baik. - Dan pelatih golf itu.

Dia muak dengan tiang listrik di depan rumahnya.

Saat dia membuka jendela, itu bisa mengenainya.

- Kita cabut tiangnya. - Cabut saja tiangnya.

Ingat Yong-man? Kakak kelasku saat kuliah?

- Tulis saja daftarnya untukku. - Sudah.

Dia ingin mendirikan sasana di istana presiden.

Kerjanya bagus.

Naikkan gajinya 500 dolar.

500 dolar? Jika punya uang, berikan padaku saja.

Atau cari yang bisa berbahasa Korea. Ini membuatku gila.

Baiklah. Nanti saja naik gajinya.

Ini dari teman nenekku.

Apa ada rencana untuk stasiun kereta bawah tanah Hoengseong?

Kandidat nomor 1, Joo Sang-sook!

Ya, ampun.

Aku sudah datang.

Nenek sakit?

Apa kau mabuk sampai bohong bilang Nenek sudah mati?

Jangan bohong bahwa Nenek sakit dan memancingku kemari. Aku sibuk.

Sebab itu Nenek meneleponmu malam hari, untuk menghindari macet.

Kau mau ke mana? Kau itu kaki tangannya.

Aku mau menutup pintu.

Berengsek. Ini bukan Burger King!

Nenek menyuruh kami segera kemari.

Nenek sudah muak bersembunyi.

- Itu lagi? - Kenapa?

Mereka akan mendirikan resor ski di sini.

Aku akan cari tempat terpencil lain.

Baik, tempat yang hangat dan pemandangannya bagus.

Dasar tak berguna!

Nenek, ayolah.

Nenek sendiri yang kabur sehari sebelum pemilihan dan tinggalkan pesan.

Kata Nenek, Nenek akan kembali ke alam semesta.

Jadi, kami semua berpikir Nenek pergi untuk mati.

Jangan mengkritik semua orang.

Kau terus berbohong demi dapat simpati.

Kalau begitu Nenek keluar saja.

Baik.

Kita keluar saja dan mengaku.

Lalu dipenjara karena memberi informasi palsu.

Hukumannya penjara 7 tahun...

...10 tahun penangguhan SIM, denda 50.000 dolar.

Kita jaga kebohongan ini sampai kita berdua mati?

Nenek lihat kebaikan darimu saat kau muda, tapi sekarang tidak.

Masih ada, sungguh.

Tapi Nenek tak melihatnya karena mata Nenek rabun.

Aku sudah menjenguk Nenek. Jadi, sekarang aku pamit.

Nenek tak menghubungi teman-teman lama Nenek, 'kan?

Itu yang kau cemaskan?

- Sang-sook. - Ya?

Kau sudah jauh-jauh kemari.

Ambil ini dan makanlah.

Apa?

Nenek!

Joo Sang-sook, kandidat nomor 1.

Terima ini dan isap!

Kenapa Nenek meneleponku?

Kau baik-baik saja?

Sepatuku!

Sepatumu rusak.

Kau baik-baik saja?

Anggota Dewan, naiklah.

Aku jalan kaki saja.

Biar kusimpan ponselku.

Aku jarang olahraga.

- Anggota Dewan. - Sudahlah.

Bukan, di sana!

Tetap di sini sebentar.

Aku akan turun ke sana mengambil payung dan sepatu.

Kenakan ini.

Aku akan segera kembali.

Bantu aku terpilih untuk keempat kalinya.

Aku tak menyumbangkan semuanya dan mengharapkan imbalan.

Tapi kau tahu itu, 'kan?

Aku ingin jadi politikus terkenal.

Lupakan soal aku masuk surga.

Gunakan semua kebaikanku untuk Sang-sook.

Dikenal semua orang di seluruh negeri.

Buat dia dewasa dan baik hati.

Buat dia berhenti berbohong.

Aku mohon.

Apa itu?

Park!

H-12

Ibu baru saja menelepon.

Dia ingin kita pergi ke sana untuk makan.

Dasar perempuan berengsek.

- Apa? - Ya?

Kau tadi bilang apa?

Kau bilang ibuku perempuan berengsek?

Maaf, aku kesal tiap kau menyebut keluargamu.

Aku benci perempuan berengsek itu.

Apa?

Kenapa aku ini?

Tetap saja, jangan bicarakan dia pagi-pagi begini.

- Hei! - Jangan bilang "hei" padaku.

Aku ini lebih tua darimu.

Apa kau gila?

Kau tak pernah ingin terdengar lebih tua.

Kenapa aku ini?

Pak, aku boleh membenarkan posisi kameranya?

Tentu.

Orang-orang di internet akan bilang dia gemuk.

Posisikan kamera cukup tinggi.

Kau bisa atur lampunya agak redup?

Terang ini akan menyorot garis senyumnya.

- Tentu. - Aku bawakan minuman untuk semua.

Ungu itu warna partai kami. Di sini.

Kerja kalian bagus, Semuanya. Ini saatnya?

- Selamat pagi. - Halo.

Aku penggemar berat, Tn. Jang.

Anggota Dewan selalu ingin jadi tamu di Forest of News.

Ya? Bukankah dia bilang tak ingin jadi berita terkini?

Benar.

Aku sudah mengintip naskahnya.

Kau tak akan bicara topik di luar naskah, 'kan?

- Itu tergantung wawancaranya. - Benar.

Bagian ini, kurasa harus dihilangkan.

- Aku mengerti. - Baik.

Kau tak buat lelucon 17 tahun ke atas, bukan?

- Tak ada waktu untuk itu. - Ya, aku tahu.

Akan bagus jika kau tak tanya...

...tentang Wali Kota Seoul dan pencalonan presiden.

Kau berlebihan soal ini.

Tolong lakukan wawancara dengan baik.

- Halo. - Halo.

Apa kau gugup kita siaran langsung dan via internet?

Aku ingin tahu apa seperti ini rasanya tampil di TV untuk pemilihan presiden.

Kau dengan berani memulai dengan menyebut pemilihan presiden.

Itu jawaban jujur.

Karena sudah disinggung, aku boleh tanya pertanyaan sulit?

Misalnya berapa kali kami melakukannya dalam seminggu?

Berapa kali kami melakukannya?

Anggota dewan melakukan apa?

Ada apa dengannya?

Kurasa kau tamu pertama yang bicarakan obrolan 17 tahun ke atas di sini.

Hanya orang dewasa yang bisa memilih.

Seperti kau lihat, dia menarik sekali.

Tapi kami saat ini tidak mesra.

Rumah kami itu ibu kotanya pertemanan. Dan aku wali kotanya.

Anggota Dewan, minum air dingin ini.

- Ya. - Baik.

Apa yang kudengar itu benar?

Banyak komentar diberikan saat ini.

"Apa Anggota Dewan Joo mabuk? Teler?"

"Apa ini kelakar kamera tersembunyi?", dan sebagainya.

Kau biasanya membaca komentar di internet?

Tidak sama sekali.

Aku tak membaca apa pun sejak terpilih ketiga kali.

Bawahanku bahkan yang membacakan menu.

Sudah dahulu.

Beri isyarat untuk memutar musik.

Kami akan segera kembali setelah musik berikut ini.

Ini Jang Deok-joon, Forest of News.

Dia tadi bilang apa?

Apa ini strategi?

Jadi, kau memikirkan pemilihan presiden?

Ya, aku harus jadi presiden setidaknya satu kali.

Apa dia di acara SNL?

Katamu kau akan mewujudkannya karena ini aku.

Aku bilang begitu?

Kurasa aku tak bisa pulang hari ini.

Aku yakin sekali.

Aku tak bisa bicara sesukaku.

Kata-kata itu sudah ada di otak...

...tapi rasanya seperti keluar dari bokong.

Kata-katamu bukannya payah.

Tidak, semua payah. Aku tak bisa mengontrol otot sfingter-ku.

Berhenti bicara vulgar! Dan kenakan sepatumu.

Kita ini di tempat tertutup.

Apa kau tak punya hidung? Kenapa kau acuh saja?

Aku mengidap rinitis. Jadi, tidak apa-apa.

Berhenti buang gas di bawah selimut.

Memangnya aku tak punya hidung? Apa ususmu busuk?

Kenapa kau ini?

Maaf, aku tak bisa bohong.

Ini semua karena dia stres sekali belakangan ini. Dan bos...

Dia pengangguran. Jangan panggil dia bos.

Apa? Pengangguran?

Kau ada acara pembuatan kimchi.

Bukankah itu untuk para istri kandidat? Kenapa kau daftarkan aku?

Dasar playboy pengangguran tak berguna!

Apa? Kau anggap aku seperti itu?

- Ya. - Apa?

Jangan menangis.

Tidak. Aku tidak menangis.

Kau menangis. Kau sudah cukup tua. Berhenti merengek.

Bu, seharusnya jangan diutarakan dahulu sampai kau tenang.

Aku mau pergi dari sini.

- Sayang! - Ayo!

Tapi pergilah ke acara kimchi itu, selagi kuminta baik-baik.

Bos!

Aku bukan bos! Aku pengangguran!

Internet ini gila, ya?

Ya, kau jadi trending nomor 1.

Aku susah payah untuk jadi trending nomor 1 sebelumnya.

Bu, pilih kata-katamu, ingat martabat menjabat keempat kali?

Pilih...

Anggota Dewan Joo!

Enyahlah, Orang Aneh!

Minggir. Maaf.

Nanti kita bicara, ya. Terima kasih sudah kemari.

Bu, tadi komentarmu tajam sekali. Kau mau beri komentar lanjutan?

Akan ada siaran pers terpisah.

Untuk pemilihan presiden...

Tanda Tangan Anggota Dewan Joo di panggung utama toko ini.

"Impian Nenekku."

Ini.

Halo, Anggota Dewan. Aku suka sekali membaca bukumu.

Aku boleh minta tanda tanganmu?

Benarkah? Aku saja belum membacanya.

Anggota Dewan, tanda tangan di halaman dalam.

- Nama? - Apa?

- Namamu? - Lee Ae-rin.

"Kejujuran dan keringat tak akan mengkhianatimu."

Bagian itu begitu menyentuhku.

Ya, kejujuran dan keringat tak akan pernah mengkhianatimu.

Tidak akan pernah.

Terima kasih sudah datang.

Bukankah itu bagus? Mari kita ke sebelah sana.

Kepalaku gatal.

Lee, kejujuran dan keringat sungguh tak akan mengkhianatimu? Joo Sang-sook

Lewat sini.

Aku kemari untuk mendukung pembukaan toko buku besar di wilayah kita.

Ini pastinya udara segar bagi dunia penerbitan.

Tapi saat orang makin pintar, itu kabar buruk bagi politikus.

Maaf, itu lucu sekali.

Itu lelucon.

Autobiografimu jadi nomor 1 di daftar politik terlaris.

Menurutmu kenapa publik menganggapnya hit?

Kami menyewa tenaga paruh waktu untuk membeli semua bukunya.

Anggota Dewan, berhenti bercanda. Itu sudah terlalu banyak.

Nn. Kim, pertanyaan berikutnya.

Ya, aku yakin kau sibuk sekali.

Kau perlu waktu berapa lama menulis buku itu?

Tutup mulutmu.

Jangan bicara.

Lewati saja pertanyaan itu.

Itu...

Kendalikan dirimu. Ini zona perang. Hentikan.

Aku tak menulisnya. Penulis rahasiaku yang menulisnya.

Kumohon, kumohon.

10.000 dolar untuk 3 bulan.

Ungkapan mengejutkan dari Kandidat Hyuntan, Joo!

Sayang, tamat sudah.

Semua sudah berakhir. Kita kembali ke kampung halaman kita.

Kenapa kau ini?

Kenapa kau tak bisa melakukannya? Hiburan ringan.

Ini bukan mulutku!

Lalu itu mulut siapa?

Katakan "Aku sebenarnya pria".

Andai saja aku pria, aku tak akan diremehkan!

Aku ini pelayan bagi rakyat.

Rakyatlah pelayanku.

"Pereda dahaga rakyat, pelayan rakyat."

Kau tahu aku bukan pelayan rakyat.

Kau benar-benar kurang ajar.

Benarkah kau akan membelikan aku mobil setelah pemilihan?

Mobil bekas.

Kenapa tiba-tiba karakternya berubah?

Aku tahu, Nam yang kasar.

Dia bersaing dengan Komisi Keuangan saat dia jadi Menteri Keuangan.

Itu saatnya dia mencoba untuk sukses.

Seharga sebuah rumah.

Tidak sesederhana yang terlihat.

- Kau mau ke mana? - Aku sangat merindukannya.

- Kau akan menyelidikinya? - Bukankah itu menyenangkan?

Lebih baik dari "Pertanyaan Tak Terjawab".

- Temanku produser di sana. - Tidak. Ini ceritaku.

Dia menggunakan layanan umum.

Berarti dia memang tinggal di sini?

Ini hari yang melelahkan.

Aku tahu.

Aku membatalkan acara-acara ke depan.

Baguslah.

Tidak kampanye akan lebih bermanfaat untuk menang.

Aku harus bilang apa pada Tn. Kim?

Entahlah. Karang saja sesuatu.

Saat terjadi kekacauan, aku akan menugaskan bawahanku...

...dan aku pergi ke suatu tempat.

Mabuk, tidur, dan menunggu sampai kau membereskan semuanya.

Mungkin aku bunuh diri saja. Itu yang kupikirkan.

- Kau tak ikut? - Ikut.

Dia melepas rambut palsunya dan jadi terkenal.

"10.000 dolar untuk 3 bulan".

Jangan katakan apa pun.

Angota Dewan, rambutmu bagus.

Ya, 'kan? Sayang, mau main?

Kami selalu main...

- Dia tak ingin main. - Begitu, ya.

Bos!

Tasnya.

Selamat bermain. Maksudku selamat beristirahat.

Dapat!

Semua foto buram.

Sial.

Kamera dasbor.

Pertama.

Lewat, lewat.

Apa ini?

Pikirmu aku ini lelucon?

Seakan aku ini tak ada harganya.

Mempermalukan aku di depan para tetangga.

Cuci tanganmu sebelum mengomel. Baumu tidak enak sekali.

Aku membuat kimchi seharian.

Aku tak bisa hilangkan bau cabai dari tanganku.

Berhenti mengeluh!

Bantuanmu untuk kampanye hanya mengomel dan mengeluh.

Jadi, ini dirimu yang baru? Hei, Ibu.

Selamat datang.

Kulkas kalian kosong.

Kenapa tak telepon dahulu?

Ibu tak boleh mampir?

Penyusup...

Ibu tak salah dengar?

- Bukan, kau dengar... - Maksudnya kue strudel.

Aku tadi ingin makan strudel!

Ibu datang untuk mengantar beberapa lauk.

Kau banyak diberitakan.

Ibu agak cemas.

Cemaskan saja diri Ibu sendiri.

- Apa? - Tunggu. Ibu!

Dia sangat sakit saat ini.

Kau bisa hormati ibu mertuamu?

Kau ini masih menantuku.

- Apa yang kau lakukan? - Ibu, tunggu. Aku mohon.

Jangan pergi dariku.

Perempuan berengsek.

Tidak mungkin. Apa dia hamil?

Mertua berengsek.

Kau hamil?

Kau harus menghamiliku agar aku hamil.

Air manimu itu bukan debu kecil. Aku tak bisa hamil lewat udara.

Aku sudah muak. Duduklah. Kita perlu bicara.

- Ayo kita bicara. - Tunggu, Bu.

Kau akan menyesalinya.

Katakan saja jika ada yang ingin dikatakan.

Aku bukan orang keras kepala.

Mari kita bicara terus terang.

Bicara terus terang?

Aku seharusnya mati saja.

Bagaimanapun, bukankah itu tadi keterlaluan?

Seharusnya aku putus hubungan saja dengannya.

Jangan bilang apa-apa.

Kau tadi bilang apa? Kau menjelekkan ibuku?

Tidak, dia tak akan datang sementara ini. Aku bahagia sekali.

Bahagia sekali.

Aku sangat bahagia.

Bahagia sekali!

Kau gila.

Kau tidak waras!

- Nomor 1, Joo Sang-sook! - Kandidat nomor 1, selamat memilih.

- Minumlah ini. - Terima kasih.

Suaramu turun 7 poin.

Aku tahu, Kentut Tua.

Apa?

Tn. Kentut...

Tuan?

Kentut Tua!

Terserah, Kentut Tua!

Jika mengalami pola konstan seperti ini...

...berarti mengalami mekanisme logis.

Itu bisa disebabkan sesuatu non-medis...

Jadi...

...apa tindakannya?

Aku akan beri resep beberapa obat. Jadi, banyak beristirahat...

Makan teratur dan jangan stres, benar?

- Ya. - Yang benar saja.

Katamu kau bisa mengobatinya dengan cepat.

Sayang.

Kau seharusnya dirawat di RS.

Topimu.

Terima kasih.

Menyebalkan sekali! Bicara lebih cepat!

Dua, dua.

Satu.

Perawat Kim, ambilkan cawan dan jarum yang sangat besar.

- Yang jauh lebih besar. - Perawat Kim, cepatlah.

- Bawa kemari. - Jangan bergerak.

Gunakan akupuntur untuk melumpuhkannya.

Sang-sook yang malang!

Siapa...

Lidahmu lumpuh.

Ibu?

Kenapa kau tak mengenaliku?

Ayah?

Ayah! Ayah!

Sayangku.

Ini aku. Nenekmu, Ok-hee di surga.

Aku membesarkanmu dengan sangat baik.

- Nenek? - Ya.

- Ayo kita pergi. - Kau mau ke mana?

Cari dukun lain?

Kirim pembayarannya, ya.

Sudah kubilang tarik dahulu pembayarannya. Sial.

Dukun itu bilang aku bisa jadi presiden.

Apa kita bisa melalui badai ini?

Panggil kapten yang bisa membawa kita melalui ini.

Ketika semua orang menghindari Han saat mencalonkan diri jadi presiden...

...Lee tetap di sisinya sampai akhir.

Pencetak pemimpin yang setia.

Dia lulusan Harvard dalam hal strategi.

Dia fokus pada kampanye pemilihan.

Dia terlalu hebat untuk menghilang begitu saja.

Dia sudah menunggu. Bisakah kita bergegas sedikit?

Aku tak menyesal karena terlambat.

Aku akan terus terang.

Aku tak bisa bohong sama sekali.

Bagus.

Jika kau bisa membantuku memenangkan pemilihan ini...

...anggap saja pensiunmu terjamin.

Uangku tak akan habis sampai aku mati.

- Bohong! - Bola-bola keju?

Kau lapar?

- Ambilkan kudapan untuknya. - Benar, bola-bola keju.

Aku akan pergi ke toko dan...

Tapi kenapa kalian harus repot agar aku kembali?

Kami bawa teh pu-er dari Tiongkok. Silakan dicoba.

Gawat. Pasti panas.

- Maaf. - Ini tidak panas. Ini sudah dingin.

Kenapa harus kau?

Aku satu-satunya yang meminta jasamu.

Benar, 'kan? Kau bilang begitu.

Perhatian, konsultan kita, Tn. Lee Woon-hak.

Strategi kampanye, materi untuk pers.

Analisis dasar sumpah dan pendukung, hanya yang penting.

Baunya enak.

Aku suka ini lebih dari apa pun, aroma dari pemilihan.

Kami ingin mengurangi kemunculannya di publik.

Itu tidak bagus.

Pemilihan itu pertunjukan. Bintangnya harus muncul.

- Bagaimana kondisi Nam? - Dia melakukan tugasnya...

...tapi dia tak mau main curang. Kami punya kesepakatan.

Mungkin itu alternatifnya karena dia tak bisa menang jika curang.

Jika ada kemungkinan, dia akan melakukan apa pun.

Mulai menyedot. Kita harus menyedot tiap suara yang bisa kita dapatkan.

Korea itu satu darah.

Artinya kita semua saling kenal.

Kabarmu baik, Pimpinan?

Sudah lama tak bertemu.

Lihat siapa itu.

Kau kembali ke dunia politik?

Sepertinya begitu.

Kali ini siapa yang kau dukung?

Joo Sang-sook dari Hyuntan, Pak.

Klasemen kami mendukung Joo Sang-sook!

Hore, Joo Sang-sook!

- Kandidat nomor 1, beri hormat! - Hormat!

Kita dapat fotonya.

Kapan ini dibuat?

Joo, dasar berengsek!

Kawan, sudah kubilang jangan lewat sini.

Ny. Ok-hee berkorban untuk kampanye Joo?

Kenapa dia mati saat pemilihan?

Aku tampak buruk soal ini.

Kenapa dia di sini tampak suci?

Istilah pencarian terkait sudah berubah seperti ini.

Dari "Joo bercerai" menjadi "Joo berteman".

Dia juga kemari? Rajin sekali.

- Kau memilih siapa? - Aku tidak tahu. Kau?

Wanita lucu yang melepas rambut palsunya.

Ingat rambut palsuku? Ini rambutku.

- Pilihlah aku. - Terima kasih.

Halo! 10.000 dolar per 3 bulan, Joo Sang-sook!

- Pilihlah aku. - Terima kasih.

Demi menghindari wajib militer, Joo melahirkan di luar negeri.

Putranya tak bisa ditemukan...

...bahkan oleh penuntut atau polisi.

Nam berengsek. Dia tak mau membagi harga mobil BMW itu.

Dia mencurangi kita?

Sudah kubilang padanya jangan libatkan Eun-ho soal ini. Sial.

Tn. Bong, kami butuh bantuanmu.

Aku disuruh sembunyi di suatu tempat sampai ibu terpilih.

Karena kau akan dipotret, sebaiknya gunting rambut.

Aku hanya ingin tampak alami.

Alami itu bagus, begitu juga liar.

Kau berwajah tampan karena Ayah.

Benar? Katakan sesuatu.

Kau terlalu hati-hati.

Sebentar lagi musim panas. Tampillah lebih santai.

- Apa? - Sangat santai.

Ayo kita cukur.

- Cukur? - Cukur.

- Itu bagus. - Astaga.

- Hei. - Sial.

Tidak, jangan!

- Kau harus ikut wajib militer. - Apa?

Pemotong! Di sini! Cepat!

Eun-ho! Anakku!

Tenang. Kemarilah.

Kenapa aku harus ikut wajib militer? Aku warga negara Amerika.

Kau bukan orang Amerika. Kau benar-benar orang Korea.

Jiwaku akan hancur jika aku ikut wajib militer.

Tinggalkan saja jiwamu di sini. Biar tubuhmu di sana.

Apa itu, Berengsek?

Jangan bicara kasar pada ayahmu.

Apa ini?

Apa yang aku lakukan?

Dapat!

Jadilah anak yang baik, sekali saja.

Diam, telingamu bisa terpotong.

Bencilah ibumu!

Luar biasa. Kalian menjalani kehidupan yang rumit.

Sebab itu jadilah putra yang hebat.

Pemuda lain saja dibebaskan. Kalian tak bisa begitu padaku?

Nak, kau akan besar seperti keledai liar.

Kau suka pasukan khusus atau AL? Ibu akan mewujudkannya.

Astaga.

Jika Ibu mengirimku wajib militer, aku akan berhenti kuliah.

Jiwaku akan hancur. Mana bisa aku membuat musik?

Aku akan jadi tak berguna seperti ayah.

Ibumu bisa pergi ke mana-mana karena Ayah mendukungnya.

Pilih salah satu.

Militer Korea atau Akademi Musik Berklee.

Ibu bayar kau 100.000 dolar setelah wajib militer.

Ya, Ibu?

18 bulan sama dengan 540 hari.

Berarti 200 dolar per hari, anggap saja itu kontrak kerjamu.

Hore!

Beri aku lebih. Bayaran untuk risiko bahaya.

Aku akan mempertaruhkan nyawaku demi melindungi negeri ini.

Dia pandai bernegosiasi.

Jika dia kerja untuk Deplu, dia akan beri kita banyak wilayah.

Bagaimana jika 300.000 dolar?

- Setuju. - Setuju.

Aku juga. Aku ingin 300.000 dolar.

Sulit sekali memerankan suami perhatian. Aku mau 3 juta dolar.

Dia hanya 2 tahun, sedangkan aku seumur hidupku.

Ibu, jika dipikir lagi, kurasa 500.000 dolar cukup.

Hentikan!

Lupakan saja. Aku sudah muak.

- Masa bodoh dengan kalian berdua! - Tunggu. Apa yang kau lakukan?

Kalian pikir bisa mengeksploitasiku?

Aku sudah muak!

- Astaga. - Hari ini kalian semua mati! Kemari!

Berhenti!

Aku seharusnya mati lebih cepat.

Ibu!

Kenapa aku repot-repot membawakan ini?

Kau membuat suamiku memotong rambut putraku.

Jangan buat keputusan tanpa tanya padaku.

Pernyataan mendaftar secara sukarela, baca yang ditulis di sini.

Aku tidak bisa.

Kenapa tidak?

Tidak semuanya benar.

Kau tak berpikir itu akan menghalangi karier politikmu selamanya?

Kau hanya menghindari wajib militer.

Kau hidup dari uang wajib pajak. Kenapa kau tak mau melakukannya?

Aku dahulu keluar negeri bukan untuk bersalin. Aku tak bersalin.

Ibunya Eun-ho melahirkan dia di Amerika.

Apa ini benar-benar perlu?

Aku mempermasalahkan ini.

Aku tak bisa menolak konferensi pers sekarang.

Bagaimana jika aku bilang aku tak melahirkan Eun-ho?

Dia akan terluka.

Itu yang kau cemaskan?

Aku mungkin tidak...

...melahirkan dia.

Tapi dia itu anakku.

Apa itu tadi? Kau mau ke mana?

Aku akan ambil es lagi.

- Dia wanita yang baik. - Dia akan membunuhku.

Aku ingin menjawab...

...tuduhan bahwa putraku memiliki dwi kewarganegaraan...

- Kamera! - Anggota Dewan, kau baik-baik saja?

Anggota Dewan!

Telepon 911!

Tunggu.

Jadi, pendaftaran wajib militer sudah beres?

Sudah, Bu.

Putra Anggota Dewan Joo yang sedang jadi kontroversi...

...ternyata bukan putra kandungnya?

Benar.

Ibu kandungnya melahirkan dia di Amerika.

Juru Bicara Joo bilang dia belum menjelaskan ini pada putranya.

Lee Woon-hak, dasar pengkhianat!

Di mana si berengsek itu?

Orang sakit memang bicara aneh.

Dokter, tolong!

Dia butuh pertolongan!

Itu dia. Anggota Dewan.

Dia dipulangkan lebih awal untuk pemilihan.

Dia mengatakan dia tak akan menggunakan keluarganya demi kampanyenya.

Itu pernyataan yang bijaksana...

...bukan sebagai politikus, tapi sebagai ibu.

Orang memujinya karena membesarkan putra angkat seperti putranya sendiri.

Bu, aku akan mengantarmu ke apartemenmu.

Jangan. Putraku pasti syok.

- Tapi ada protokol... - Jalan saja.

Baik, Bu.

Kenapa mereka berpencar?

Eun-ho!

Udaranya dingin di bulan April. Kenapa kau di kolam renang?

Kau syok?

Ibu benar-benar minta maaf. Ibu yang salah.

Ibu.

Ibu tak ingin kau tahu seperti ini.

Nak!

Eun-ho, kau tahu betapa Ibu menyayangimu, 'kan?

Aku tahu Ibu tak melahirkan aku.

- Apa? - Apa?

Kau tahu? Kenapa tak bilang apa-apa?

Ibu melakukan pekerjaan penting. Aku tak ingin Ibu cemas.

Dia bijaksana sekali.

Tidak apa-apa. Aku tahu semuanya.

Dasar kau...

Sejak kapan kau tahu?

- Usia 8 tahun. - 8 tahun? Bagaimana?

Ayah memberitahuku saat mabuk.

- Ayah? - Ya.

Benarkah?

"Ibumu itu orang lain. Dia cinta pertama Ayah."

"Dia cantik, tak seperti seseorang," kata Ayah sambil mabuk.

Ayah bilang hal lainnya?

Sayang, kau baik-baik saja?

Kau baik-baik saja, 'kan? Aku cemas sekali.

Ada apa, Sayang?

Sang-sook sayang, aku...

Bunuh dirilah!

Sayang! Sayang!

Sayang, dengarkan aku. Kaulah segalanya bagiku.

Tolong!

Ibu!

Ibu!

Permisi.

Kau bisa urus visaku dan carikan aku pekerjaan lebih baik?

Apa?

Setidaknya karena aku menyabotase pekerjaanku.

Bahasa Korea-mu bagus sekali.

Tapi kau tak belajar bahasa yang halus?

Semua bicara kasar.

Aku tak terbiasa.

Aku minta maaf mewakili semua orang.

Tidak apa-apa. Semua lebih tua.

Nyonya di rumah ini...

...katanya si jalang itu akan menaikkan gajiku 500 dolar.

Si jalang?

Siapa yang membangun Jembatan Penyeberangan Mangmi?

Joo Sang-sook!

Siapa yang membangun Taman Black Hole di Sumi?

Joo Sang-sook.

Terima kasih banyak.

Aku punya pertanyaan.

Benarkah anak perusahaan Taewon Life bangun jembatan penyeberangan dan taman?

Kandidat Shin!

Dari mana kau dengar isu...

Bukankah dahulu kau menentang mereka soal klaim asuransi?

Aku tak bisa bilang itu tidak benar.

Mulai!

Karena kau sudah di sini, mari nyanyikan lagu untuk kita.

Benar. Nyanyikan sebuah lagu!

Kenapa tiba-tiba menyanyi?

Kandidat Hyuntan nomor 1, Joo Sang-sook

Permisi.

Kandidat tepercaya, Joo Sang-sook

Kau kerja sama dengan Taewon?

Katamu ekonomi dan reputasi kota kita...

...akan membaik setelah ekspo.

Itu omong kosong.

Kenapa dipaksakan?

Karena Taewon membeli banyak saham Wy...

Ada bom!

Apa? Wy?

Aku menaruh sebagian besar barangku di sini.

- Ini tumpukan terakhirku. - Kenapa aku tak makan ini tadi?

- Sayang sekali. - Tidak.

- Kenapa itu dikembalikan lagi? - Itu bukan dari Taewon.

Bagaimana dengan kimchi dari mereka? Bukankan itu pemberian cinta?

Tolak cintanya. Itu dari Taewon, semua harus dikembalikan.

Mana tongkat golfnya?

Mustahil aku mengembalikan barang-barang yang sudah dipakai.

Bukan itu masalahnya.

Celana dalam pun bisa membuatmu dipenjara.

Jangan celana dalamku...

Apa sudah dicuci?

Rumah ini disewakan oleh Taewon...

Aku tahu. Kami akan pindah!

Kenapa kau meneriakiku?

Seperti kata Tn. Lee, kembalikan ini dan sumbangkan sisanya.

Kau dahulu pandai melakukan ini.

Aku sudah mencucinya. Ini sudah bersih.

Kau pakai celana dalam dari mereka?

Jika pakai, lepas saja.

Tapi aku senang melihat poinku meningkat.

Karena jadi seperti ini, mari kita tegaskan soal kejujuranmu.

Menurutmu apa yang diharapkan rakyat darimu?

Lebih keras? Atau potensi?

Atau lebih gila?

Percuma memaksakan kesan lembut.

Mencoba bangkit dari ini juga tak berguna.

Lakukan yang ingin dilihat orang.

Perhatian!

Kita akan sesuaikan slogan kita.

Politikus Paling Jujur di Negeri Ini

Kandidat Jujur!

Pemilihan memang seperti itu

Kita semua berpikir...

...apa suaraku akan membuat perbedaan?

Kita semua meragukan diri sendiri

Tapi jangan menyerah

Ini demi kebaikan semua orang

Demi hari esok yang lebih baik

Harus teliti

Kandidat nomor 1, Joo Sang-sook!

Kandidat Jujur!

Kandidat nomor 1, Joo Sang-sook!

Kandidat Jujur!

Mau bilang apa?

Semuanya, bukankah putraku tampan?

Ya!

Dia akan ikut wajib militer.

Aku tak ingin mengirimnya ke sana.

Jika orang bilang kesejahteraan manula itu populisme, dia ini satu dari 2 hal.

Kekayaan untuk diri sendiri atau seorang politikus.

Ya, kekayaan dan para politikus itu serupa.

Kau tak takut tuntutan hidup yang meningkat?

Kau akan percaya begitu saja pada dana pensiun yang tak pasti?

Ada yang mencurigakan jika pemerintah suruh kita tenang, 'kan?

Anggota Dewan, bukan giliranmu menjawab.

Kandidat Joo, kau bercanda ya?

Tidak.

Maksudku ucapanmu itu benar.

Aku mau ke kamar kecil.

Aku sudah menahan sejak tadi. Aku mengenakan baju putih.

- Apa? Sungguh? - Maaf.

Tampilkan arsip cuplikan kesejahteraan manula atau lainnya.

Kamera 2! Palingkan kameranya!

Aku perlu tisu basah. Aku mau BAB.

Kandidat Nam, apa pendapatmu soal generasi tua?

Topik berikutnya soal Hyuntan...

Kekayaan dan para politikus itu sama.

- Beginilah cara kami bercanda. - Pertemanan! Ini gila.

Bukankah menyegarkan bersikap jujur?

Dukunglah dia. Kita sukses!

Kapan aku dapat peran dalam "Kejutan"?

Aku sudah menantikannya.

Kubunuh kau jika mengkhianatiku.

- Lebih baik dari kebanyakan politikus. - Faktanya begitu mudah dicerna.

Kandidat nomor 1, Joo Sang-sook!

- Ini penting sekali - Penting sekali

Kandidat nomor 1

Warga Hyuntan.

Menjadi kaya itu tak membuatmu bahagia.

Tapi keren sekali...

...bisa melempar tas Chanel di dalam mobil Ferrari!

Aku akan membuat kalian hidup di lingkungan kaya.

Kenapa politikus tak boleh bicara dengan yakin?

Apa sebuah kejahatan bicara jujur?

Joo Sang-sook!

H-3

Siapa itu?

Putranya mencoba bunuh diri karena nilainya jelek.

Apa? Kau bisa memeriksanya?

Bos bilang jangan memeriksanya.

Aku turut prihatin, tapi...

...waktu hidupmu sebulan lagi.

Kau baik-baik saja?

Partikel debu bodoh!

Aku tidak akan mati.

Dia bilang begitu selama 8 tahun ini.

Benar.

Kurasa aku terbiasa mendengarnya.

Kau bawa obatmu?

Kenapa? Kau ingin aku berhenti minum obat dan segera mati?

Tidak. Kenapa menyiratkan begitu?

Ini.

Jangan datang lagi.

Kau bahkan bukan cucuku.

Aku cucumu secara hukum.

Hukum itu lebih kental daripada darah belakangan ini.

Aku Kim Hye-rin, bukan Kim Ok-hee.

Maaf membuatmu ganti nama.

Tak apa-apa. Hye-rin lebih keren.

Halo.

Aku Kim Joon-young, dari HBS.

Mereka bilang itu MIT yang baru,...

...lalu mengubah penerimaannya.

Lihat. Putra Menteri Pertahanan. Dia bayar 1 juta untuk diterima di sana.

Hyuntan kerja keras membangun kota sains dimulai dengan Ok-hee Science College.

Dari awalnya sudah busuk.

Kau benar-benar akan mengirim ini?

Aku sendiri yang akan melaporkannya.

Dasar cari perhatian!

Jika mau terkenal, lakukan dengan benar.

Aku tahu.

Bagaimana cara mengungkapnya?

- Dengan makan. - Apa?

Intinya,...

..."S" mengambil citra Ok-hee yang baik hati...

...dan mendirikan yayasan Ok-hee.

Katanya dia bekerja dengan baik, mengambil roti di kiri dan kanan.

Dengan itu, dia membeli kampus dengan harga murah.

100.000 dolar

Beri nama baru, dikelola kembali. Kenapa?

Korea memiliki banyak murid pintar, tapi miskin.

Kampus mengumpulkan mereka, katanya akan beri 100.000 roti.

Seperti ini dan ini. Sepertinya baik.

Mereka meningkatkan pamor kampus itu...

...dan menerima anak-anak dari keluarga VIP.

Mematok 1 juta roti per anak. 1 juta. Dan sebagainya.

Kampusku?

Tapi masalahnya adalah...

...yang membayar akan dapat nilai lebih tinggi.

Bagaimana dengan anak pintar?

Jadi, para mahasiswanya seperti...

Begitu mereka melaporkan masalah ini...

...mereka akan dapat nilai F! F! F!

Apa? F?

Penerimaan mereka dari beasiswa.

Tapi jika diberlakukan sistem hukuman, kau akan dapat masalah.

Begitu banyak roti yang masuk.

- Tapi sedikit yang keluar. - Kaya sekali.

Mereka menduduki...

...150 juta roti.

150 juta?

Apa mereka gila?

Berengsek!

Tidak Aman Untuk Bekerja

"S", maksudku "SS"!

Apa tindakanmu terhadap roti ini?

Atau kau sudah menumpuknya?

Bisakah wartawan rendahan membuat tuduhan seperti itu?

Kau pimpinan stasiun itu, tapi tak bisa mengontrolnya?

Hidupmu benar-benar menarik.

Adakan konferensi pers dan jelaskan ini.

Itu hanya membuat situasi lebih panas.

Dia tak bisa bohong sama sekali.

Buat pernyataan atas nama kami. Sebab itulah kau disewa.

Penyerang fakta tak bisa menjelaskan dirinya sendiri saat dia dituduh?

Entah kau menangis, berlutut, atau memohon,...

...kau harus melakukannya sendiri.

Kau mau mengundurkan diri dan dikenal sebagai penipu?

Tn. Lee.

Kim, angkat teleponnya.

Cepat! Kau ingin tak kugaji lagi?

Pak, Anggota Dewan Joo telepon. Bagaimana?

Jika ekor diinjak, potong ekornya, bukan kakinya.

Kau hanya bisa menabrak mobil?

Maaf.

Bodoh!

Ambil semua dokumen Yayasan Ok-hee.

Maaf.

Otakmu isinya bakmi, ya?

Jika ini benar, ini berita eksklusif.

Astaga. 150 juta dolar?

Ok-hee habis-habisan.

Reputasi Ok-hee hancur.

Pintunya menutup.

- Bu. - Ya?

Lantai berapa?

Apa?

Lantai berapa? Kau belum tekan tombolnya.

4. Maksudku lantai 5.

Lantai 5.

Apa Nenek gila? Kenapa datang kemari?

Kaulah yang gila.

Kau gunakan nama Nenek untuk ambil 150 juta dolar?

Katakan Nenek salah.

Utarakan saja umpatanmu itu pada Nenek.

Katakan dengan lantang!

Siapa tahu doa Nenek begitu efektif?

Kenapa Nenek harus buat permohonan bodoh begitu?

Kenapa Nenek harus minta izinmu untuk memohon?

Lain kali tanya dahulu padaku.

Hati Nenek sedih tiap melihat ini.

Kenapa ini disambar petir?

Nenek membuat ini selama 8 tahun.

Nenek membuat ini untuk aku?

Tentu.

Supaya kau dewasa.

Kita harus selalu memberi hormat?

Jika kau bukan cucuku...

Kim Ok-hee?

Nenek yang menyebabkan ini. Kembalikan seperti semula.

Pimpinan Partai Daehan, Kim Sang-pyo

Semua salah Nenek.

Warga Hyuntan, kalian tahu...

...aku tak bisa mengubah Hyuntan menjadi kota terbaik di Korea.

Tarik kembali permohonanku.

Biarkan dia berbohong.

Aku mohon. Tolong kami.

Biarkan dia hidup seperti orang normal.

Sekarang bagaimana?

Park akan mengantar Nenek pulang.

Maaf, Nenek memberimu ide untuk jadi politikus.

Ya. Dahulu aku bilang aku tak mau.

Kupikir kau akan melakukan kebaikan, tak seperti ini.

- Aku bukan penipu. - Kau penipu. Kau bau busuk.

Pergi!

Aku pergi.

Kakiku.

Sayang, Nenek kasihan padamu.

Dia merintis yayasan itu dengan niat baik.

Dia melihat dirinya di para mahasiswa miskin itu.

Kami akan membelikanmu rumah baru begitu kondisinya membaik.

Bagaimana kamarmu?

Aku bisa buat banyak surat minta maaf.

Kemarilah.

Kau mengkhianatiku?

Kenapa aku harus bersenang-senang?

Kenapa kita tak bisa bersenang-senang, Tn. Kim Joon-young?

Aku akan terus terang.

Bisakah kau berhenti menyelidiki Yayasan Ok-hee?

Tidak bisa.

Aku meminta terlalu banyak.

Aku ingin membantu para mahasiswa yang miskin...

...dengan mengambil uang perusahaan kaya.

Apa itu kejahatan? Robin Hood juga begitu.

Kau pikir kau membantu mereka?

Baik. Anggap saja kau tak tahu.

Lalu siapa yang ambil semua uang itu?

Aku tak yakin soal itu.

Minumlah. Aku buat koktail terenak di Yeouido.

Aku punya sesuatu untukmu.

Tunggu. Coba kulihat.

Makan ini juga.

Kau tahu yang dialami para penerima beasiswa?

Sang-sook!

Kenapa kau tak mau tahu?

Kau memang sebusuk ini?

Ya?

Dia datang.

Kenapa kau memutuskan berpisah dari Anggota Dewan Joo?

Satu komentar saja.

Kami berpisah karena perbedaan strategi.

Kapan kau akan merilis pernyataan resminya?

Kau serius melakukan ini?

Aku suka beri kejutan.

Itu membuatku tersenyum.

Kau mencurangiku 8 tahun lalu karena nenekmu.

Sekarang giliranmu.

Di RS mana?

Nama palsunya keren.

Kebohongan soal orang tua meninggal tak bisa dimaafkan di Korea.

Karier politikmu berakhir.

Kenapa kau tak memberitahuku?

Kau tak boleh terlihat di sini.

Lebih baik menyalahkanku karena tak tahu soal itu lebih lama.

Tidak masalah. Nam tahu semuanya.

Walau begitu...

...kenapa dia mengancam kita dan tak langsung ke media?

Dia belum menemukan buktinya.

Secara hukum, dia nenekku.

Mereka tak bisa memeriksa wajahnya saat dia di ICU.

Jadi, itu terlalu lemah.

Menurutmu kenapa aku memihakmu?

Kau menyukaiku?

- Bukan! - Sudah kuduga.

Tapi kau menjawab terlalu cepat.

Saat kau menangis bahwa orang miskin juga berhak menerima permintaan maaf...

...kau tampak seperti Jeanne d'Arc.

"Jadi, ini dia.

Dia bisa mengangkat kami walau kami miskin dan bukan kerabatnya."

Sejak itu aku ada di sini, hanya memandangmu.

Di dunia politik yang jahat ini...

...aku tak malu dan takut dihina.

Aku bisa sejauh ini hanya demi kau seorang.

Jangan terlalu terus terang. Itu berlebihan.

Semua rekan di kampanye mempertaruhkan hidup mereka untukmu.

Jadi, berusahalah sebaik mungkin.

Aku akan menjaga nenek.

Nenek.

Kandidat nomor 1, Joo Sang-sook.

Lakukan dengan benar.

Baik.

Nenek, aku minta maaf.

Beri aku kesempatan sekali lagi.

Aku jadi politikus 12 tahun lalu...

...saat melawan perusahaan asuransi yang membuat orang miskin menangis...

...dengan persyaratan curang.

Aku diberi julukan "Pereda Dahaga".

Dan nenekku begitu bangga padaku.

Bu.

Bisa beri tahu aku namamu? Bisa katakan namamu?

Periksa organ vitalnya.

Tapi sekarang...

...aku jadi begitu jahat.

Jika diberi kesempatan sekali lagi...

...aku akan kembali seperti dahulu.

Aku akan perbaiki yang salah.

Sang-sook Sayang.

Bantu dia agar dewasa.

Aku mohon.

Kenapa kau lakukan ini? Kita hampir berhasil.

Saat kau terpuruk, kami semua akan ikut terseret.

Kau kini mendukung Nam?

Jangan bicara lagi.

Pak, aku tak bisa berhenti.

Semua dilakukan sesuai perintahmu.

Yayasan, kampus, katamu semua itu perlu.

Katamu kita hanya perlu meminjam nama nenekku. Tapi 150 juta dolar?

Nenekmu bahkan belum mati.

Jika orang tahu itu, pencalonanmu akan dibatalkan.

Siapa bilang itu? Nenekku sudah mati.

Kau tahu aku begitu menghormatimu.

Aku mengerti.

Sayang, aku kembali seperti dahulu.

Aku ini pria. Turun hujan.

Jika aku terlahir kembali, aku akan menikah lagi denganmu.

Nenekku sudah lama meninggal.

Kita berhasil. Aku akhirnya kembali seperti dahulu.

Ada apa?

Kandidat Jujur

Di sini.

Nenek tak menghubungi teman-teman lama Nenek, 'kan?

Sayang, ayo kita pergi.

Anggota Dewan tak pernah selama ini di pemakaman karabat bawahan.

Aku akan ambil mobil.

Apa yang kalian lakukan di pemakaman?

Cukup!

Park, kau bekerja dengan baik.

Kau menemukan foto pemakaman bagus.

Kau cari di Google?

Singkirkan dia!

Apa yang kalian lakukan?

Hentikan! Jangan lakukan ini!

Perlukah kalian seperti ini pada almarhumah?

Kami ingin mengidentifikasi sendiri sebelum almarhumah dikremasi.

Ini merusak bukti.

Jika itu memang Nenek Park, kenapa disembunyikan?

- Buka pintu! - Jangan!

Jangan sentuh!

Pergi dari sini!

Dia kuat sekali.

Jika melangkahiku, aku tak akan tinggal diam.

Bersiaplah menulis surat minta maaf pada seluruh negeri.

Aku perlu panggil media?

Kumohon, Para Anggota Dewan.

Hentikan.

Aku akan mundur.

Anggota Dewan!

Sungguh?

Kau tahu aku tak bisa bohong.

Aku menghargai dan menyayangi kalian berdua.

Aku akan tanggung jawab penuh. Jadi, pulanglah.

Kita pergi begitu saja?

Kau bisa memercayainya?

Kau menghargai dan menyayangi mereka?

Park.

Dia bukan orang yang mudah menyerah.

Kenapa kau kemari? Kau sudah pisah darinya.

Ini soal reputasiku.

Benar. Loyalitas.

Ada sesuatu yang bisa dia gunakan untuk melawanmu?

Tidak ada.

Tn. Kim sudah mengurus kamera tersembunyi itu.

Kamera tersembunyi?

Bukan apa-apa.

Tidak mungkin. Dia juga ada di video itu.

Joo Sang-sook.

A-B-C-D-E-F-G-H-I-J.

Karena kau profesional, kau pasti punya salinannya.

Ada di sini.

Ini.

50.000 dolar.

Arloji!

Itu harganya 100.000 dolar.

Aku minta kembalian 50.000 dolar.

Siapa yang simpan uang 50.000 dolar?

- Lupakan saja. Ambil kembali. - Tidak.

Tunggu.

Aku bingung.

Kau tak punya 50.000 dolar?

Baik. Setuju.

- Aku tidak bisa... - Tidak, jangan.

Setuju. Harganya 100.000 dolar.

- Serius? - Ya.

- Ini yang asli, bukan? - Ya, terima kasih.

- Sama-sama. - Terima kasih.

Katanya dia akan memberiku mobil bekas.

Aku bisa mati jika tak ambil risiko.

Jangan ikuti aku. Dasar bencana!

Aku pernah lihat Tn. Kim kemari.

Tn. Kim? Ke mana?

Di sini.

Apa? Ada ruang rahasia?

Mereka tak akan mencarimu di tempat persembunyian mereka sendiri.

Keluarlah saat pemilihan suara selesai.

Ini harganya 50.000 dolar lebih.

Kita tak akan gunakan ini,...

...tapi ini kunci terakhir kita.

Kau harus terpilih untuk mengungkap yang sebenarnya.

Aku pergi dahulu.

Park.

Aku tahu aku kerja keras.

Tinggalkan mobilnya.

Kau punya mobil baru?

Dahulu itu mobil darimu.

Protokol Pembayaran Kembali Beasiswa

Aku juga ingin mati jika mereka minta kembali beasiswa itu.

Hari ke-114 mahasiswa Ok-hee, Choi Seul-ki dalam keadaan koma

Putraku coba bunuh diri saat kampus meminta beasiswa dikembalikan.

Aku sangat menyesal.

Ny. Choi.

Aku minta maaf.

Joo Sang-sook!

Sial!

Aku terburu-buru. Aku akan kembali.

Aku janji!

Kau mau ke mana?

Park, di mana mobilnya?

Kau dapat USB itu? Itu juga akan menghancurkanmu.

Berhenti!

Suami

- Sayang! - Ya.

Kau di mana? Aku bersama Park.

Sudah lama aku tak mengemudi.

Maaf.

Mengunggah video dia mengemudi akan membuatnya kehilangan ribuan suara.

Menepi! Joo! Hentikan mobilnya!

Lee Woon-hak! Pengkhianat!

Joo Sang-sook!

- Kau baik-baik saja? - Entahlah. Aku baik-baik saja.

Ada mobil ke arahku.

Astaga.

Mobil itu mengejarku.

Dasar berengsek. Dia mengemudi ke arahku.

Ditelan?

- Sang-sook! - Anggota Dewan Joo!

Aku tak percaya ini.

Joo.

Ayo, keluar!

Dasar licik!

- Kau menyebutku apa? - Kau berengsek!

Buka pintu!

Apa ini?

- Anggota Dewan, kau terluka? - Hentikan mereka.

Sayang, di mana kau?

Di sini!

Aku kemari dengan cepat, 'kan? Hanya aku yang bisa secepat ini.

Hei!

Pak, kau urus sebelah sana.

Kau akan baik-baik saja?

Tentu.

Aku dahulu Jurusan Atletik.

Kenapa kesal?

- Kalian hanya bertiga? - Pergi! Jangan kemari.

Kau akan terluka.

Kau tak menyimak, ya?

Aku sudah lama tak lakukan ini.

- USB itu di dalam mobil. - Tidak ada.

- Di mana... Tak bisa kabur! - Bukan, di sana.

Kembali kemari.

Kau baik-baik saja?

Gendong di belakang?

Diam di sana!

Tunggu!

Kau mungkin tak percaya, tapi aku pandai berkelahi.

Kubilang aku pandai berkelahi.

Sang-sook, kenapa kau ini?

Berikan USB itu padaku.

- Tidak ada padaku. - Di mana?

- Sayang. - Anggota Dewan!

Apa yang kau lakukan?

Jangan tegang. Pundakmu bisa sakit.

Aku jadi marah sekali...

...saat kau kurang ajar pada istriku.

Dia itu bukan pengikutmu!

Sayang, pukul di area yang tidak kentara.

- Tidak kentara? - Menurutmu apa yang kau lakukan?

Hati-hati. Kututup pintunya.

Berengsek.

Sayang, cepat!

Kejar dia!

Hati-hati, Anggota Dewan.

Joo Sang-sook!

Aku minta maaf.

Akan kuhancurkan tulang belakangmu.

Taksi!

Jalan! Aku tergesa-gesa.

Tunggu.

Bu, mau ke mana?

Apa?

Kau mau ke mana? Katamu tergesa-gesa.

Aku tidak tahu.

Kukira kau melakukan kebaikan, bukan jahat seperti ini.

Aku tidak jahat.

Pikirmu kau membantu mereka?

Aku sangat menyesal.

Ny. Choi.

Lakukan dengan benar.

Ambil ini.

- Apa ini? - Hadiah.

Berita besar!

Joo itu Joo Sang-sook?

Kau menyerahkan diri? Kenapa?

Entahlah. Mungkin aku sudah dewasa.

Jangan jatuh cinta padaku.

Yeouido Joo

Tunggu!

Kau mau ke mana?

Kenapa dia?

Astaga.

Tidak mungkin!

Hal yang sulit dipercaya terjadi beberapa hari lalu.

Itu waktu yang singkat, tapi waktu yang penting...

...hingga aku bisa refleksi diri.

Aku akan berkata jujur dan mengakui semuanya.

- Aku... - Anggota Dewan Joo! Bu!

Bagaimana kau dapat video itu?

Kau siap menghadapi retribusi hukum?

Bagaimana kau mendapat kesimpulan ini?

- Apa ini? - Tidak tahu.

Kenapa kau mengungkap semua orang?

Semua orang?

Kami punya perkembangan mengejutkan.

Semua orang bersatu melihat para politikus...

- ...bersikap buruk. - Korupsi, penyerangan, layanan seks.

Video dari semua tuduhan...

Akhirnya kita mengungkap identitas orang yang buang air sembarangan itu.

Dia adalah Anggota Kongres Hong Bang-sik.

Dia tak pernah teridentifikasi atau tertangkap kamera sejak lama...

Ini rekaman dari Yeouido Joo.

Dikenal sebagai ayah dari negeri ini, Anggota Dewan Choi Young-seok...

Petisi penyelidikan sudah mencapai lebih dari 1 juta tanda tangan sehari.

Anggota Dewan Choi Young-tae, yang dituduh melecehkan wanita...

...tertangkap basah memotret bawah rok seorang wanita sebelum serangan itu.

Wakil Daehan, Kim Sang-pyo terlihat berjudi di pesta HQ.

Kim menganggap publik sangat bodoh.

Saat para wartawan melacak Kim untuk melakukan wawancara,...

...dia langsung kabur.

"Yeouido Joo" itu intinya "Yeouido Zoo".

J-Z, J-Z.

J-Z, J-Z.

Kenapa aku bingung antara J dan Z?

Zoo itu USB paling mahal.

Aku bekerja keras mengumpulkan itu.

Kim Ok-hee

Selamat tinggal, Nenek.

Kandidat Shin Ji-sun menang pemilihan setelah mengalahkan Joo...

...yang mundur sebelum penghitungan suara.

Walau Kim diketahui sebagai dalang dibalik Yayasan Ok-hee...

...jaksa penuntut mulai menyelidikinya.

Buku Harian Joo Sang-sook Yang Bijaksana Di Penjara

2 Tahun Kemudian

Sarapan!

Kau merasa tidak nyaman Nam menjadi wali kota...

...yang kalah darimu dengan hanya 8 suara?

Tidak sama sekali.

Jika dia menang, akan kubelikan dia satu liter bir untuk merayakan.

Kami harus saling bantu agar Kota Hyuntan berkembang, 'kan?

Model rambutmu tampak bagus.

Andai Hyuntan terpuruk.

Kenapa bilang begitu?

Jika kau benci presiden, kau ingin negerinya hancur?

Kau punya berapa raket? Kau mau jadi pemain nasional?

Kau bukan pengangguran?

Bagaimana pertunjukanku kemarin?

Bagus, 'kan? Aku bisa segera jadi vokal utamanya.

- Kenapa tak berhenti saja? - Apa?

Kau berlagak hebat, bertingkah seakan paling keren.

Jika Ibu beli tiket, percuma saja.

Tidak mungkin! Semua bilang menyukainya.

Mungkin itu hanya 32 anggota klubmu.

Kalau begitu, beri aku uang untuk kursus akting.

Aku juga.

Aku harus beli makan siang di pengangkatan ketua klub badminton.

Aku tidak punya uang.

Bagaimana hasil bukumu?

- Untuk biaya rumah sakit Seul-ki. - Dia sudah pulang dari RS.

Aku memberinya beasiswa seumur hidup.

- Apa? Bagaimana dengan kami? - Apa? Bagaimana dengan kami?

Anak dan ayahnya sama saja. Kalian mirip sekali.

Kalian itu mampu dan seharusnya bisa beri kontribusi bagi masyarakat.

Bagaimana jika aku mati lebih dahulu?

Kalian akan pakai pinjaman dan punya banyak utang.

Kalian akan dijual ke kapal udang.

Dan organ kalian akan dijual.

Makan sampah, dikurung seperti budak.

Jika tak mau hidup seperti itu, mulai waspada dan hidup yang benar.

Aku pergi dahulu. Makan saja sisanya.

Semurnya terlalu lama dimasak.

Itu Kandidat Joo!

Bagaimana perasaanmu dalam pencalonan Wali Kota Seoul?

Mereka memutuskan tak menyebut soal hukuman penjaramu.

Jadi, jika kau bisa santai membahas topik tertentu...

Kau sudah berubah.

Pikirmu orang tak akan tahu?

Maksudku santai saja, karena ini debat pertamamu.

Percayalah padaku.

Aku ini granat publik.

Dia seharusnya beli sepatu baru.

Kau sudah lihat tulisanku?

Aku memberimu dorongan.

Tn. Kim.

Jaga agar media tetap netral.

Setelah kau jadi bintang, kau fokus pada acara ini...

...dan menutupi kemampuanmu untuk bekerja dengan baik.

Aku lebih suka kau bohong.

Selamat siang.

Aku Kim Joon-young. Ini debat ketiga pemilihan Wali Kota Seoul ke-38.

Ini 10 hari menjelang pemilihan, kampanye pun memanas.

Kandidat independen diberi peluang untuk menunjukkan kebijakannya.

Buat dia menghasilkan banyak uang.

Kami begitu miskin sampai menambal celana dalam.

Kumohon, jangan biarkan dia mengomel soal kebenaran.

Telingaku hampir berdarah.

Ibuku sakit jantung karena Sang-sook.

Lakukan sesuatu dengan mulutnya. Aku sudah muak dengan mulutnya.

Dia tak memberiku 300.000 dolar untuk menyelesaikan wajib militer.

Dia janji memberiku 3 juta dolar.

- Kembalikan dia seperti dahulu lagi. - Aku mohon.

Halo, aku kandidat Wali Kota Seoul, Joo Sang-sook.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.