Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
EPISODE 11
Siapa kalian?
Sepertinya kalian bukan polisi.
Mungkin kalian penjahat.
Kau mau apa?
Aku sudah menyelamatkanmu dari polisi.
Bisa dibilang, kita sekutu.
Kudengar kau terkenal di daerah kumuh.
Bisa segalanya dan mau melakukan segalanya.
Kau tak punya rumah,
tidur di dalam mobil,
dan hidup dari melakukan perintah orang lain.
Tak tahu wajah orang tuamu
dan hidup dalam keterpurukan.
Dan kini kau hampir mati.
Kau tak merasa hidup ini terlalu kejam?
Akankah kau mendapatkan
transplantasi organ itu?
Kau baru saja
melukai perasaanku.
Aku mungkin menggunakan kekurangan orang, tapi tak melukai mereka.
Kau berengsek.
Aku tak sama denganmu.
Aku tak pernah salah.
Kau sudah berdoa?
JEONG TAE-EUL
Apa ini?
Kau sampai mengedit fotoku untuk membohongiku?
Orang ini adalah kau.
Lebih tepatnya, kau dari dunia lain.
Namun, hidupnya berbeda denganmu.
Dia sehat dan dibesarkan dengan penuh cinta oleh orang tuanya.
Ini wajah orang tuamu.
Mungkin kau tak pernah lihat.
Ternyata kau bukan wanita yang aku temui di Gedung KU.
Kau punya kembaran?
Aku bisa berikan hidup baru untukmu.
Jika mau,
kau hanya perlu mengangguk.
Keberuntungan datang
di depan matamu.
Sepertinya dia senang.
Punya segalanya.
Menyebalkan.
Aku benar-benar terluka.
Pangeran Buyeong, yang juga dikenal sebagai Profesor Lee Jong-in,
ditemukan meninggal di rumahnya kemarin malam.
Sampai sekarang, pihak Istana belum menginformasikan alasan kematiannya.
Seluruh hak pemeriksaan kasus ini ada di bawah pimpinan Raja Lee Gon,
dan Raja Lee Gon juga
akan langsung turun dalam seluruh proses penyelidikan.
Aku kembali ke Amitabha
Yang membimbingku ke tanah suci
Aku kembali ke dua bodhisatwa
Di kiri dan kanannya
Aku kembali
Selamat tahun baru, Baginda.
Kita berkumpul untuk mendoakan mendiang
Reinkarnasi yang baik
Dan secepatnya
Bisa mencapai Nirwana
Dipimpin oleh Raja Lee Gon
Dari Kerajaan Corea
Pemakaman untuk Pangeran Buyeong
Keluarga Kerajaan
Perdana Menteri Koo.
Untuk menghormati kontribusi
- Dan jasa kepada negara - Barusan kau tersenyum.
- Semoga jiwa Pangeran Buyeong... - Sungguh?
Beristirahat dalam damai Dan mencapai Nirwana
Ternyata menyenangkan melihat
kesedihan Lee Gon.
Perdana Menteri Koo, Tim Sekretaris Grup KU baru saja datang
sekitar dua jam lalu.
Katanya harus disampaikan kepadamu hari ini.
Taruh saja di situ.
Aku mau istirahat, jangan ganggu.
Baik.
Tim Sekretarisku pandai bekerja, 'kan?
Tapi tamu yang meninggalkan payung itu datang beberapa hari lalu.
Wajahnya sangat mirip dengan Lee Lim saat masih hidup.
Jadi, ibu pikir
mungkin dia punya anak.
Ternyata perkataan Ibu benar?
PRESIDEN TRUMP MENGINJAKKAN KAKINYA DI KOREA UTARA
PRESIDEN TRUMP MENGINJAKKAN KAKINYA DI KOREA UTARA
Ada apa sebenarnya
di antara dua hal ini?
Ponsel 2G-ku sudah kukirim lewat paket kepadaku sendiri sebelum masuk penjara.
Jika penerima tak bisa dihubungi,
mereka akan bolak-balik, dan akhirnya menyimpannya di kantor pos.
Pasti mereka masih bolak-balik.
Kau akan keluarkan aku?
Ya, tentu saja.
Karena mayat pasti dikeluarkan.
Ada produk yang kau cari?
Jika kulitmu kering,
kau bisa coba produk ini.
Sekarang?
Di luar sangat kering, 'kan?
Ini Golden Time Mist Ampoule. Bisa tutup mata sebentar?
Nanti saja.
Jika kau semprot sesudah cuci muka, kulitmu akan lembab dan...
Jangmi. Dia baru keluar, sebelah kiri.
Warna bajunya mirip kau.
Baiklah.
Silakan naik. Jangan difoto.
Kau menculik dia?
Bukan, aku menangkapnya.
Sebentar.
Aku polisi.
Maafkan aku.
Terima kasih kerja samamu.
Dan aku mau ini satu.
Benar-benar melembapkan.
Aku membawa Pakaian Kerajaan untuk upacara Tahun Baru,
sekalian untuk mengunjungimu.
Apa ini sudah harinya?
Satu-satunya hari dalam setahun
di mana PM Koo dan Baginda bergadang bersama.
Kau jelas ke sini karena tak nyaman di sana.
Aku? Hanya karena PM Koo?
Tidak sama sekali.
Kau datang tepat waktu.
Aku sudah menunggumu datang.
Gamhongro ini sudah pas diminum sekarang.
Baginda sudah keluar dari ruang kerja?
Ya, dia tepat waktu hari Kamis.
PM Koo hanya cantik,
tapi sisanya tak ada yang baik.
Dia seperti rubah.
Sebenarnya dia tak secantik itu juga.
Ya.
Aku tahu semuanya.
Dia sehat-sehat saja.
Aku sudah memberinya obat penenang dan infus vitamin.
Lalu Profesor Hwang berkata
dia akan langsung datang jika autopsi Pangeran Buyeong sudah selesai.
Aku mencintaimu.
Aku benar-benar
sangat mencintaimu.
Aku bisa tahu.
Dia bukan datang dari dunia lain,
tapi dari waktu yang berbeda.
Mungkin
dari hari saat aku memutuskan
tentang banyak hal.
Jadi, aku dicampakkan?
Menyebalkan. Awas sampai kau datang.
TIM FORENSIK, GYEONG-RAN
Ini aku.
Sudah dengar?
Jang Yeon-ji bunuh diri di penjara.
Bunuh diri?
Ya.
Barusan aku dihubungi tim forensik Seongdong-gu.
Sebentar.
Jang Yeon-ji bunuh diri.
Coba lanjutkan.
Katanya hari itu mati listrik. Jadi, tak ada CCTV menyala.
Kau tak pergi dan berbuat hal aneh kepadanya, 'kan?
Katanya kau sudah ke sana.
Kau tahu hampir tak ada orang yang bunuh diri di penjara.
Jadi, hati-hati karena bisa saja kau diperiksa atas pemaksaan.
Terima kasih, Gyeong-ran.
Sampai nanti.
Jang Yeon-ji disingkirkan untuk menghindar.
Ayo pergi.
Ke mana?
Itu bukan yurisdiksi kita.
Bukan.
Ayo cari Song Jeong-hye.
Bisa saja ada nomor walinya di pekuburan.
Siapa Song Jeong-hye?
Ibu Lee Ji-hun.
Anak di tempat pekuburan waktu itu.
Jika dia ibu Lee Ji-hun...
Ya.
Wajahnya sama dengan ibu Lee Gon.
Karena itu, kemungkinan besar dia bersama Lee Lim sekarang.
Aku sudah ke alamatnya, tapi tempat itu lapangan kosong.
Sebentar.
Dari kantor manajemen.
Halo?
Kau yang hubungi aku?
Ya.
Aku Letnan Jeong Tae-eul, Kepolisian Jongno.
Begitu.
Aku sudah cari yang kau minta.
Tapi tak ada nomor telepon wali Lee Ji-hun.
Biaya perawatannya juga selalu dibayar lima tahun sekali di muka.
Dengan uang tunai.
Aku tak menduga itu.
Jika begitu, aku mau lihat CCTV di sini.
Tak perlu. Tolong CCTV di tempat parkir saja.
- Kami akan ke kantormu. - Baik.
Harusnya CCTV di sini.
Kita tak tahu wajah wanita itu.
Aku tahu wajahnya.
Namun, siapa Lee Lim?
Orang yang awali semua ini.
Dan sepertinya
orang yang membawamu ke dunia ini.
Ini ada di dalam jaket.
Aku tak mencari itu. Untukmu saja.
Lindungi milikmu dengan itu.
Kau tahu mobilku di mana, 'kan?
Mobil dan semua di dalamnya untukmu.
Tapi...
jangan lupa beri makan Luna.
Kau mau mencuri apa lagi?
Kau
percaya Tuhan ada?
Maka, aku akan dihukum.
Tapi kenapa tali yoyomu
berwarna merah?
Aku menyambungnya.
Dari mana kau belajar itu?
Sambung lagi. Itu hampir putus.
Aku pergi.
Baik. Selamat jalan.
Dia sampai mengabaikan anaknya
dan mengabdikan diri kepada Istana.
Tapi kenapa keluarga kerajaan memakai ini?
Dan lihat perabotan rumahnya. Astaga.
Kau lihat berita hari ini?
"Meninggal pada usia 76.
Menjalani hidup dengan taat dan sederhana, mengabdi untuk negara dan Istana."
Dia memang taat,
tapi kenapa mereka bilang dia sederhana?
Kalian sudah peras dia sampai hampir berusia 80 tahun.
"Sederhana"?
Ya, terpaksa sederhana.
Ayahku terpaksa sederhana.
Ini Tahun Baru. Aku mau ke sana.
Se-jin merindukan Ayah.
Kirim Se-jin saja, tapi kau tak boleh ke sini.
Kau tak boleh ke Kerajaan Corea.
Ada apa dengan Ayah?
Putra tertua Ayah adalah aku.
Aku penerus takhta kerajaan jika Ayah tak ada.
Ayah akan membiarkan
Gon memiliki semua harta itu?
Ayah katakan sekali lagi.
Ayah takkan biarkan kau
mendekati Istana, apa pun yang terjadi.
Matikan teleponnya.
Aku bisa pakai rumah ini, 'kan?
Rumah di LA sedang dibereskan,
dan aku akan tutup rumah sakitku sebelum pindah ke sini.
Aku akan menjadi dokter keluarga kerajaan,
dan mengatur yayasan.
Lakukan pengumuman Direktur RS Kerajaan,
dan penerus takhta kerajaan sekaligus.
Seung-heon.
Ya, Baginda.
Kau tak bisa masuk ke Kerajaan Corea.
- Baginda. - Dan kau tak bisa
jadi penerusku.
Penerus takhta kerajaan setelah aku adalah Se-jin.
Mana bisa begitu?
Jangan sesukamu!
Setelah 49 hari selesai, kau harus pergi dari sini.
Martabatmu sebagai keluarga kerajaan akan aku pertahankan.
Gon.
- Kau! - Ada orang di luar?
Mulai sekarang sampai 49 hari,
laporkan pergerakan Lee Seung-heon, putra sulung Pangeran Buyeong.
Dan setelah 49 hari selesai,
keluarkan dia dari negara ini.
- Baik, Baginda. - Baik, Baginda.
Tunggu, Baginda.
Baginda.
Minggir!
Dengarkan aku dulu! Baginda!
Baginda.
Autopsinya
sudah selesai?
Beri tahu hasilnya.
Alasan kematiannya adalah tekanan pada lubang pernapasan.
Dia dicekik dengan sangat kuat.
Ada ini juga pada badan korban.
Seseorang memakaikannya setelah dia meninggal.
Tak diragukan lagi, para Pengawal Istana yang tewas
ditusuk dengan pedang yang sangat tajam.
Lee Lim
tak ingin bersembunyi,
atau menyembunyikan apa pun.
Dia
memanggilku dengan darah ayahku,
dan menantangku dengan darah pamanku.
Lee Lim.
Astaga!
Baginda.
Kapan Baginda datang?
Entahlah. Aku sangat kaget.
Baginda, barusan di taman...
Maafkan aku, tadi aku melamun.
Wakil Kapten Seok.
Aku akan tinggalkan istana.
Aku akan pergi sebentar, tapi bisa saja menjadi lama.
Aku tak bisa dihubungi,
- dan umumkan bahwa aku... - Baginda.
Kau harus lihat ini.
Berita soal ketidakhadiranmu di istana sudah tersebar sejak pagi.
Semua media merilis berita ini.
Ini pasti sengaja, Baginda.
Perdana Menteri Koo
menarik tali kendali,
dan membuatku tak bisa bergerak.
- Telepon kantor PM sekarang. - Ya.
Aku dari Istana. Baginda mau berbicara.
PM Koo tak masuk
karena sakit?
Baiklah.
- Baginda. - Aku dengar.
Cari dan hubungkan aku dengan dia.
Baik.
Wakil Kapten Seok.
Bawakan catatan harian tim pengawal Pangeran Buyeong kepadaku.
Dari enam bulan terakhir.
Baik, Baginda.
APOTEK JEONGMO
Obat malam mengandung obat tidur. Jadi, hati-hati mengantuk.
Siapa kau?
Kenapa mengikutiku?
Ini bukan kali pertama, 'kan?
Jawab itu.
Jadi, kita sama-sama nyaman.
Bagus.
Tangkapan bagus.
Dengarkan aku.
Botol itu menandakan ini kekerasan khusus.
Kau pegang dompetku. Jadi, ini juga perampokan.
Tanganku berdarah. Jadi, kau melukaiku.
Jadi, yang aku lakukan sekarang adalah melaksanakan tugas.
Sial.
Sial.
Benar.
Kau tak boleh dibunuh.
Siapa yang bilang begitu?
Siapa orang baik itu?
Ada seseorang
yang selalu di sampingmu.
Siapa kau sebenarnya?
Ini akan berbunyi
jika kau lepaskan aku.
Tapi tak akan berbunyi
jika kau tangkap aku.
Selamanya.
Aku penasaran.
Siapa yang bayar pulsanya?
Kau tak akan bisa tangkap aku.
031G 7370
031G 7370
Sekarang, tulis proses penangkapan. Tulis kapan, dan bagaimana penangkapannya.
Baik.
Pada 30 Januari, kami mengintai toko kosmetik di dekat Stasiun Jongno.
Letnan Jeong Tae-eul disemprot mist dengan mata terbuka.
Jangmi.
PADA 30 JANUARI, KAMI MENGINTAI
Letnan Jeong Tae-eul disemprot mist dengan berani...
Jangmi?
Sin-jae! Ada apa?
Sin-jae!
Astaga!
Silakan duduk.
Ada apa?
Siapa orangnya?
Katakan kepadaku
dan akan aku hilangkan dia dari dunia ini.
Aku siapkan mobil. Bersihkan lukanya dan temui aku di luar.
Baik.
Seharusnya kau ke rumah sakit. Kenapa ke kantor?
Jangan ajak aku bicara.
Ini.
Periksa sidik jarinya.
Abaikan sidik jariku waktu periksa.
Ini?
Ya, hal yang sama.
Juga datang kepadaku.
Ayo ke rumah sakit.
Ayo. Tanganku sakit.
Benar-benar!
Jangmi, gerak cepat.
Baik!
Aku salah arah.
Harusnya menghindar ke kiri, tapi malah ke kanan.
Baiklah.
UNIT GAWAT DARURAT
Jangan hubungi ibuku.
Kepala Park juga.
Jangan cerita kepada Jo Yeong
dan siapa pun.
Jangmi sudah tahu ini semua.
Benar juga.
Kau jadi seperti terluka.
Ada apa sebenarnya?
Apa maksudnya ponsel itu datang kepadamu?
Pasti bedebah itu.
Orang yang membawaku, Lee Lim.
Dia mengirim seseorang.
Katanya akan ada telepon yang masuk ke sana.
Kira-kira apa tujuannya mendekatiku?
Benarkah akan ada telepon?
Ajak dia bertemu jika mau mengobrol.
Dan suruh dia ajak teman tercantiknya.
Kita tangkap keduanya.
Apa yang sedang kita kejar
dan ke mana tujuan kita?
Aku juga belum tahu pasti.
Maka itu, aku akan terus maju.
Katanya kita akan sampai jika terus maju.
Jika berjalan sekuat tenaga.
- Siapa yang bilang? - Alice di Negeri Ajaib.
Sepertinya kau bohong, tapi aku tak pernah baca itu.
Aduh, sakit.
CATATAN HARIAN TIM PENGAWAL PANGERAN BUYEONG
Baginda, maafkan aku.
PM Koo tak bisa dihubungi sama sekali.
Dia tak keluar dari rumahnya,
dan menerima semua laporan lewat dokumen elektronik.
Haruskah kukirim orang?
Tak perlu.
Dia sedang membalasku dengan cara aku lakukan.
Mungkin dia punya tempat yang ingin dia capai.
Kita tunggu saja.
CATATAN HARIAN TIM PENGAWAL
BUSAN, DAERAH KUMUH, TOKO BUKU EOSU
"Daerah kumuh.
Toko Buku Eosu."
Hanya itu tempat yang dia kunjungi di Busan.
Apa arti petunjuk
dari langkah Paman Buyeong?
Akan aku cari tahu segera.
Langkah yang kau ambil
dengan mempertaruhkan hidupmu, itulah takdir.
Dia tahu aku akan memeriksa catatan harian ini.
Tim Satu. Ambil senjata dan ikuti aku.
Ya, Baginda.
Tim Satu, siapkan senjata.
Aku bertanya untuk menyelamatkan nyawa, bukan karena tak tahu.
Kau tahu Toko Buku Eosu?
Yang pertama mengaku akan selamat,
dan yang diam
akan dipenggal.
Aku tak tahu apa-apa. Sungguh.
Aku tak pernah ke toko buku.
Kau tak bisa membunuhku
karena kau butuh aku agar bisa sampai ke Pangeran Geum.
Hal apa pun yang kau tahu
tak bisa membawaku kepada Lee Lim.
Karena kau tak tahu banyak tentang itu.
Dan yang paling penting,
aku tak mau tahu apa-apa darimu sekarang.
Maka, tarik pelatuknya.
Lakukanlah!
Bunuh aku jika kau bisa!
Ya, aku akan membunuhmu.
Baginda, selamatkan aku.
Orang-orang berengsek itu membohongiku.
Aku mau kembali.
Aku akan kembali.
Sudah terlambat. Kau sudah mati di duniamu.
Kau pasti tahu karena kau melakukan itu dengan tanganmu.
Karena kesalahanmu mengacaukan kedua dunia,
kau akan tetap berada di sini.
Apa? Tolong ampuni aku, Baginda.
Ampuni aku.
Ampuni aku, Yang Mulia!
Jangan bunuh aku!
Ampuni aku, Yang Mulia!
Penggal? Jangan bohong.
Hukum penggal sudah hilang dari Kerajaan Corea sejak lama.
Kurasa kau lupa karena kau anak buah pengkhianat.
Perkataan Raja
adalah hukum.
Para pengawal, dengar aku.
Pengkhianat Kim Gi-hwan yang memilih diam
akan dipenggal.
Ini perintah Raja.
Berita sela.
Baru saja juru bicara Istana mengumumkan
bahwa salah satu pelaku pengkhianatan, Kim Gi-hwan telah ditangkap.
- Juru bicara Istana - Mereka akan memenggalnya?
- juga berkata - Astaga.
Kim Gi-hwan akan dipenggal
- Kejam sekali. - mengikuti Hukum Khususdari Raja.
Ini berarti dia akan dieksekusi berdasarkan Hukum Kriminal.
Eksekusi akan dilakukan tengah malam ini.
Hukum Khusus ini belum pernah digunakan
sejak Raja Lee Gon naik takhta.
Ini kali pertama hukum tersebut digunakan dalam 62 tahun.
Kau masakkan itu untuk Koo Seo-ryeong?
Jangan-jangan kau cuci beras pakai seragam?
Aku cuci beras, lalu pakai seragam.
Kau bilang
hanya pakai seragam pada waktu terhormat?
Memang benar.
Contohnya, saat melamar seseorang.
Waktu itu kau asal saja.
Bukan asal, hanya terburu-buru.
Melamarmu adalah salah satu hal terbaik yang aku lakukan di sini,
dan aku menunggu jawabanmu. Cerita PM Koo hanya bercanda.
Lamaran apa itu?
Kau tak tanya apa aku mau jadi ratumu. Kau memaksaku untuk itu.
Jadi, apa jawabannya?
Kau mau?
Kubunuh kau.
Aku tanya, apa kau mau?
Jika aku bilang tak mau,
apa ini hari terakhir kita?
Kau menolakku?
Tidak hari ini.
Aku sudah berpikir.
Aku mau hidup hanya untuk hari ini
dan tak memikirkan hal lain.
Seolah ini satu-satunya hari biasa
saat kita diizinkan menjadi skandal.
Itu cocok untuk kita.
Ayo kita begitu.
Pada saat seperti ini
biasanya orang menjanjikan cinta abadi.
Tapi
kita hanya hidup untuk hari ini?
Ya.
Tak ada hari esok bagi kita.
Jadi, aku mau hari ini sangat panjang.
Aku genggam tanganmu
karena aku hanya hidup hari ini.
Hanya hidup hari ini, tapi hanya bergenggaman tangan?
Kau tahu yang dimaksud "skandal"?
Waktu di istana, kau bahkan tinggalkan aku sendiri.
Seharusnya kau menahanku.
Aku berbaik hati kepadamu waktu itu.
Lain kali, aku tak akan begitu lagi.
Aku bilang tak ada lain kali. Kita hanya hidup hari ini.
Aku harus mengajarimu dari mana?
Kau!
Berhenti di sana.
Aku orang yang pintar jika kau mengajariku dengan rinci.
Aku tahu kau dengar semuanya.
Tae-eul!
Permisi!
Sebentar.
Ada perlu apa?
Salam kenal.
Aku PM Kerajaan Corea, Koo Seo-ryeong.
Permisi.
Tolong perlihatkan identitas pengenalmu. Aku polisi.
Bukannya biasanya polisi yang memperlihatkan itu duluan?
Kau seperti pelaku kejahatan, bukan polisi.
Aku Letnan Jeong Tae-eul dari Kantor Polisi Jongno.
Ternyata kau benar polisi.
Ini kali pertama aku ditanya begini.
KARTU TANDA PENDUDUK KOO EUN-A, 820726
Sebutkan tanggal lahirmu.
26 Juli 1982.
Apa aku berbuat salah?
Tidak, pemeriksaan selesai.
Kau boleh pergi.
Aku sangat berdebar melakukan ini.
Selamat bekerja.
Aku ambil yang ini, dan tolong kembalikan yang itu.
Baik.
KOO EUN-A, 820726-20 BOMUN-DONG 6-GA, 486? 466? UNIT 303
AYAH
Ayah.
Aku di jalan. Sampai bertemu di supermarket.
Ayah, apa cairan yang muncul saat memanggang jamur?
Jamur pinus?
Ini jamur tiram.
Tae-eul.
Kau harus makan ini agar sehat.
Ayo pergi.
Ayah, yang benar saja.
Apa?
Kita akan makan daging, kenapa beli ayam?
Itu bisa dimakan besok.
Tak apa-apa, beli saja!
- Astaga. - Kembalikan!
Selamat datang.
Boleh lihat menunya? Aku baru kali pertama ke sini.
Silakan.
Sudah datang?
57247093699959574966967627
72407663033547594571382179
3.481 detik.
Aku melewatkan awalnya,
tapi kali kedua...
Dia pikir kau pergi diam-diam lagi...
121 detik.
Lalu 841 detik.
Dan 961 detik.
Lalu 2.209 detik.
Dan terakhir...
Waktu berhenti bertambah
berdasar akar kuadrat bilangan prima.
Waktu akan berhenti selama sehari pada kali ke-62 jika terus begini.
Pada akhirnya, waktu di duniaku dan Jeong Tae-eul
akan berhenti selamanya.
Baginda.
Kami menemukan Toko Buku Eosu.
Ini pemilik toko buku itu.
Ternyata dia masih hidup.
Beri aku perintah.
Beraninya kau...
Baginda!
Selama ini dia masih hidup.
TOKO BUKU EOSU
Malam ini,
kita akan serang Toko Buku Euso, sarang para pelaku pengkhianatan.
Semuanya sudah siap. Haruskah ditangkap hidup-hidup?
Bunuh mereka.
Kenapa yang muncul sama terus?
Ini dia.
Datanglah kepadaku.
Sial.
Toko buku?
Aku?
Kenapa?
Dia bertingkah?
Dia sudah tak berguna.
Kau harus menjaga toko buku itu.
Benar kataku.
Ada yang harus aku bawa?
Kapan aku ke sana? Harus apa aku di sana?
Karena ini...
aku bilang tak tahu isi pikiran seseorang.
Periksa luka bekas peluru di bahu kirinya.
Tak ada luka, Baginda.
Delapan.
Kunci mobil.
Mereka yang berwajah sama...
mencuri hidup
orang yang berwajah sama.
Wakil Kapten Seok.
Pergi dari tempat ini,
dan kumpulkan semua Pengawal Istana.
Perintahkan seluruh unit infanteri dan unit kavaleri untuk bersiap.
Bertahanlah. Tunggu aku, Letnan Jeong Tae-eul.
Aku akan ke sana.
Aku pasti akan menemukanmu.
Berdirilah di suatu tempat.
Kenapa kau ada di sini?
Cepat kabur.
Aku memberi tahu bahaya
dan mengusir musuh.
Apa?
Tapi ternyata kau
ada di dunia ini juga.
Aku hanya satu.
Waktu itu aku ke dunia lain.
Aku berusaha mengembalikan keseimbangan.
Musuh terlalu banyak.
Kau...
Ada apa ini?
Siapa kau?
Cepat kabur!
Dia sudah bangun. Tangkap!
- Dasar... - Jangan sampai dia kabur!
Sial. Ponselku.
Jika mau ke Seoul...
ISTANA BUSAN
Apa?
"Istana Busan"?
Ini Kerajaan Corea?
Semua anak buah
di toko buku dan gedung utama dibunuh.
Aku pikir dia raja yang baik.
Ternyata keponakanku adalah Raja yang bisa membunuh juga.
Kami kehilangan wanita itu. Maafkan kami.
Sekitar empat orang sedang mengejarnya...
Dia pasti menuju ke Istana Utama.
Tangkap dia.
Mayatnya pun pasti akan Lee Gon selamatkan.
Tangkap walau harus membunuhnya.
Ada yang harus aku tukar dengan wanita itu!
- Baik, Yang Mulia. - Baik, Yang Mulia.
SELAMAT TINGGAL
TELEPON NOMOR INI UNTUK MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU KEPADA RAJA
Tinggalkan pesan tahun baru 2020 untuk Raja setelah nada berikut.
Lee Gon.
Ini aku,
Jeong Tae-eul.
Mungkin sulit dipercaya,
tapi sekarang aku ada di Kerajaan Corea.
Seseorang sedang mengejarku.
Aku sekarang
sedang menuju ke istana
dengan secepatnya.
Aku sedang menuju ke sana...
Pesanmu sudah direkam.
Terima kasih.
Jadi, tolong cari aku
saat kau dapat pesan ini.
Lindungi dia!
Dia calon ratu Kerajaan Corea!
Dia wanita yang kucintai.
Kenapa luka itu muncul?
Bunuh saja aku!
Kami masing-masing memiliki separuh barang yang kami inginkan.
Siapa nama aslimu?
- Dรฉjร vu? - Aku melihat diriku barusan.
Na-ri!
Kenapa kau mengira aku orang lain?
Jadi, jika kau kalah, gerbang itu menutup.
Jika gerbang itu menutup,
kurasa itu takdir.
Aku akan membuka semua gerbang di semesta.
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.