Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku bernama Li Zhuifeng, dan
mengikuti perang lebih dari 30 tahun untuk
membuka dan memperluas wilayah demi negeri Shenzhou.
Orang-orang menyebut aku sebagai Dewa Perang.
Tapi hari ini terkepung oleh puluhan ribu orang Shaman
di kota Beipo ini.
Aku
minta maaf kepada kalian.
Kalian semua hebat-hebat begitu.
Saudara-saudara,
kalian mengambil langkah pergi terlebih dahulu.
Nangis saja kalau mau.
Hari ini aku membolehkan kalian menangis.
Panglima, ada sesuatu yang terjadi.
Kota Beipo
Panglima,
Shaman sepertinya mengirim lagi lebih banyak pasukan.
Dilihat dari jumlah api unggun,
jumlah pasukannya lebih dari seratus ribu orang.
Bagus sekali.
Impasse Rescue
Bagus sekali.
Tak menyangka para kepala suku
bisa tiba begitu cepat.
Katanya yang dikepungi oleh Guru
adalah Dewa Perang Li Zhuifeng.
Maka aku memimpin sekelompok tentara untuk
menuju ke sini dalam perjalanan malam.
Ya betul.
Aku juga takut datang terlambat sehingga
saat membagikan daging dari Li Zhuifeng,
jadi tak ada yang termasuk untukku.
Minum!
Sudah kenyang semua?
Ya, sudah kenyang.
Jadi berangkat saja kalau sudah kenyang.
Kalian delapan orang bergegas keluar dari empat pintu,
Lalu menyampaikan situasi di sini
kepada Jenderal Huang Zizai yang ada di kota Gandang.
Katakan!
Katakan saja, anakku...
yang selanjutnya giliran tergantung padamu.
Tertawa buat apa?
Dia memang menantuku.
Apakah tidak betul panggilnya begitu?
Betul!
Ya, ayo ikut belajar.
Anakku,
yang selanjutnya tergantung padamu.
Oke.
Buka gerbang kota!
Guru,
ada orang kavaleri keluar dari empat kota Beipo.
Guru,
jangan-jangan mereka niat keluar dari pengepungan malam ini?
Berapa banyak orangnya?
Delapan orang kavaleri .
Bagus,
selayaknya disebut sebagai tentara milik Dewa Perang.
Ayo maju.
Panglima, kami tinggal satu orang saja.
Jangan begitu gugup.
Pas seperti yang aku katakan,
orang yang punya kekuatan sesamaku
pantas bukan orang bodoh.
Sampaikan kepada semua orang untuk bertidur cukup.
Shaman tidak akan menyerang kota dalam sepuluh hari.
Ya, Jenderal Huang
Ketika Panglima Li keluar berberang,
dia menyuruhi kita tunggu kabarnya.
Tapi sekarang kita
apa benar-benar tak berbuat apa-apa?
Kamu bisa membaca buku seperti aku.
Kamu!
Bagaimana Panglima Li?
Anakku,
yang selanjutnya tergantung padamu!
Bagus
Bagus sekali.
Di mana Panglima Li sekarang?
Kota Beipo.
Pengepungan oleh seratus ribu orang Shaman.
Seratus ribu!
Diangkat keluar dan
membuat pemakaman yang baik.
Kami pergi!
Tunggu tunggu.
Ke mana kalian?
Tentu saja untuk lepaskan pengepungan.
Kota Beipo adalah kota yang ditinggalkan.
Kotanya kecil dan jelek,
tak ada orang dan makanan.
Panglima Li pasti dalam situasi yang sangat tidak aman.
Aku bertanya padamu.
Berapa banyak tentara yang kita miliki sekarang?
Lima ribu kavaleri dan dua pulun ribu infanteri.
Apakah kamu tahu bahwa ratusan kavaleri Sha Man
dapat mengalahkan seratus ribuan orang jika mengepung,
dan ribuan kavaleri dapat menyerbu sejauh ratusan mil jika menyibak.
Datangnya seperti langit jatuh, perginya seperti petir kilat.
Lebih dari dua puluh ribu orang milik kami,
bagaimana bisa mengusir Sha Man.
Huang Zizai,
apa maksudmu?
Tidak menolong.
Apaan?
Dewa Perang
Sebelum panglima pergi,
dia memberi aku papan perintah ini.
Aku membuat perintah sekarang buat semua orang di kota Gandang.
Jika ada orang yang bertuntunt menolon, akan dihukum sesuai dengan hukum tentara.
Ya.
Mundur!
Bergagas pergi ke kota ibu bagian timur Luoyang.
dan kirimkan kepada departemen tentara.
Oke sip.
Seratus ribu.
Yanqu
Kamu orangnya jago cuek kebaikan orang lain padamu.
Ayahku menjodohkanku denganmu sebelum pergi.
Kamu bisa saja tak jadi pergi menolong hari ini.
Yanqu.
Dengarkan penjelasanku dulu.
Apa lagi yang bisa kamu jelaskan?
Kamu niat menunggu ayahku terjebak tewas oleh Sha Man,
lalu kamu naik jabatan pemimpin di kota Gandang ini.
Ayo, lakukan.
Kamu ikut denganku.
Sha Man ada lebih dari seratus ribu orang
mengepung kota Beipo
sama seperti ember besi.
Tentara kavaleri kami
bagaimana ibisa berlari keluar.
Tapi aku dengar bahwa dia kena panah dan keluar.
Panah ini adalah panah khusus dari Raja Sha Man.
Raja Sha Man disebut juga sebagai pemanah di Mobei,
tidak pernah kalah.
Jadi aku berani menetukan bahwa
dia sengaja memanah tentara kavaleri terluka kami
tanpa mematikannya.
Tujuan akhirnya
adalah mengepung benteng untuk memusnahkan kekuatan bantuan musuh.
Mengepung benteng untuk memusnahkan kekuatan bantuan musuh?
Li Zhuifeng seolah mata kambing ini.
Apakah cukup untuk makan jika semua orang Shaman keluar?
Yang aku mau
adalah seekor kambing lemak,
yaitu Shenzhou (Divine Land).
Jika kita menggunakan
tentara di kota Gandang untuk pergi menolong,
mereka pasti akan membunuh di jalan.
Kota Gandang adalah
penghalang terakhir dari hinterland Shenzhou.
Jika kota Gandang dipatahkan,
maka tentara kavaleri dari Shaman akan langsung masuk
sehingga ke ibu kota bagian timur (Luoyang)
Jadi
Jadi ayahku.
Panglima Li adalah Dewa Perang di Shenzhou.
Jika dia terjatuh, maka akan mengejutkan negara
dan juga membangkitkan daya Shaman.
Maka
aku akan berusaha keras untuk menolong Panglima Li.
Apalagi
dia termasuk calon ayah mertuaku,
masak aku tak menolongnya.
Aku pergi memasak mie untukmu.
Zizai?
Zizai?
Surat Bercerai
Huang Zizai!
Kamu melarikan diri.
Aku tidak akan memaafkanmu.
Tempat Cai Shiji
Tolong!
Tolong!
Ada orang gak?
Tolong!
Apa yang terjadi padanya?
Disengat oleh kalajengking.
Mana yang disengat?
Bagian dada.
Mungkin disengat oleh kalajengking jantan.
Kamu menolong tidak?
Ayo, kak.
Apa yang sedang kamu terburu-buru?
Kali sebelumnya kamu bilang agak terlambat.
Kali ini kamu bilang lagi terlalu awal.
Kita ini sedang membuat perampokan.
Kenapa begitu banyak ketidakpentingan yang terjadi.
Tujuan ini pada kali ini
lebih tampan dari kali sebelumnya.
Jangan tergila-gila padanya.
Bocah ini dikit hebat ya.
Ayo kita bersama
Jangan sok keren di sana adik kedua.
Cepat bantu ke sini.
Astaga!
Adik Ketiga.
Ada pasir beralir!
Cocokkah kamu lepaskan celana saat ini?
Jangan omong kosong, cepat bantu.
Pegang dengan keras!
Jangan berbuat jahat seperti ini lagi setelahnya!
Bangun, adik.
Sayang.
Apa tuh?
Sayang.
Maju!
Bisakah kita menjadi lebih fokus pada
merampok uang
dan tak merampok perasaan orang?
Bukan urusanmu!
Adik Kedua.
Adik Kedua, Adik Kedua.
Bisakah lebih fokus?
Ada kabar!
Menurut laporan dari penyelidiki.
Tak ada gerakan apa pun di kota Gandang.
Apaan?
Raja Shaman memerintahkan kamu untuk menarik semua pasukan.
Diperintahkan untuk kembali ke kemah.
Tim penyelidik dan aku terus tinggal di sini.
Ya.
Tak jadi menolong Dewa Perang ini?
Kenapa ini lagi?
Hayo, makanlah!
Ini mungkin juga
termasuk makanan yang terakhir.
Panglima.
Apa yang dimasak dalam panci?
Ini
Bagus.
Ada daging dan sayuran.
Ayo duduk dan makan bersama.
Dewa
Panglima.
Shaman ini
berserang atau tidak?
Kamu mau berserang tidak?
Tentu saja mau.
Serang ke sana dengan penuh keras
lalu tewas,
juga lebih baik daripada kelaparan mati di sini.
Ya ya betul.
Akan cepat.
Paling terlambat akan beberapa hari ini.
Cai Shiji
Ayo pergi pergi pergi.
Cepat pergi,
Cepat, cepat.
Kamu berani memainkan wanita!
Bukankah kamu juga sama,
Kamu sama banyak menggoda orang juga.
Hari ini aku nekad akan membunuhmu.
Hebat ini.
Tuan jenderal, Tuan jenderal.
Kamu mendingan perhatikan dirimu dulu.
Apa lagi yang bisa dilihat oleh Tuan?
Jenderal,
kamu datang ke sini untuk menemukan seseorang?
Mencari seseorang dan menyelamatkan orang juga.
Tetapi kamu akan menghadapi bahaya besar?
Bahaya besar?
Apa bahaya besar itu yang akan aku alami?
Sekarang jadi berlaku kataku.
Yanqu. Coba dengarkan penjelasanku.
Jelaskan pada raja neraka saja.
Bos ini dan istrinya bertengkar lagi.
Biarkan.
Yanqu
Dengarkanlah penjelasanku!
Aku tak mau mendengar.
Habis?
Bukan yang kamu pikirkan itu.
Aku punya alasan yang tak dapat terucapkan.
Semua omong berbohong.
Itu kedua orang tidak lokal.
Hentikan!
Satu gadis datang juga?
Waduh.
Siapa kamu?
Aku istrinya.
Apaan?
Apaan!
Dia menolong aku.
Maka aku akan menikahinya sebagai balasan.
Kamu!
Huang Zizai!
Dasar kamu.
Hentikan.
Siapa yang berani mempermasalahkan adikku?
Kak, kamu jangan membuat keribetan.
Apa yang terjadi ini?
Ups, kamu cuma tahu tanya terus.
Bukankah kamu bisa lihat sendiri?
Mana mungkin aku bertanya kalau aku punya mata.
Baik.
Hentikan!
Siapa yang berani membuat masalah di Cai Shiji.
Cepat pergi.
Ups, pergi, Gembala Tua.
Di mana adik kedua?
Di sini.
Pergi!
Bawa pergi!
Tidak bisa.
Pergi.
Ayo, pukul!
Tunggu tunggu.
Kok bisa langsung naik pukul tanpa bertanya-tanya.
Iya juga.
Mana perundang-undangan di sini?
Perundang-undangan?
Di tempat Cai Shiji ini,
Aku bernama Wu Liutian yang berhak memutuskan segalanya.
Ayo, pukul!
Siapa berani?
Dewa Perang
Tunggu sebentar.
Papan perintah dari Dewa Perang
kok ada di tanganmu?
Aku jenderal asisten dari Panglima Li, namaku Huang Zizai.
Diperintahkan oleh Panglima Li,
Aku bertugas untuk mendominasi seluruh wilayah barat laut.
Aku putri dari Panglima Li, namaku Li Yanqu.
Diperintahkan oleh Panglima, aku mengurus jenderal asisten Huang Zizai.
Aku bernama Wu Liutian, selaku pemimpin Cai Shiji.
Tak tahu Jenderal Huang ada di sini.
Mohon maafkan.
Yang ketidaktahuan tidak bersalah kok.
Cepat berdiri.
Itu
Buat apa Jenderal Huang datang ke sini?
Oh, tempat sini.
Adakah tempat makan
di tempat sini?
Aku kelaparan.
Tolong bicara Jenderal Huang.
Sebenarnya aku.
Masakannya datang!
Nona,
Ikan ini adalah yang paling segar.
Ikan yang segar terutama lihat sini.
Tamu datang dari jauh.
Oh, ada banyak pasir di baju ini.
Tanggalkan dengan cepat dan aku mencuci untukmu.
Keluarlah!
Yuk yuk yuk.
Jenderal Huang, tolong lanjutkan.
Hi, Tuan Yinhe
apakah mau berhutang lagi?
Aku menyaksikan bintang-bintang tadi malam,
ada yang trakdir aku makan hari ini.
Ternyata begitu ya.
Berapa banyak orang yang kamu miliki?
Sembilan puluh enam orang termasuk aku.
Tinggal saja perintah dari Jenderal Huang.
Agak kurang sedikit.
Aku punya rencana
dapat membuat Jenderal puas hati.
Kamu bisa-bisa menguping.
Aku seorang peramahl.
Apakah aku perlu menguping?
Aku langsung jadi tahu sebelum meramahl.
Kamu!
Berhenti.
Kalau kamu telah tahu.
Apa rencananya Tuan?
Ayo, makan dan sambil bahas.
Makan dan sambil bahas.
Silakan, Jenderal Huang.
Para warga di Cai Shiji
Aku Huang Zizai, utusan khusus yang dikirim oleh kerajaan.
Hari ini aku datang
untuk memberitahu semua orang satu kabar baik.
Dewa Perang Li Zhuifeng
mengalahkan musuh Shaman di Kota Beipo
dan menangkap raja Shaman Mo Hayan.
Kerajaan menugaskan aku ke sini kali ini untuk
Mengadakan perlengkapan militer
Baik sapi atau domba,
kain
ataupun padi-padian,
akan diadakan dengan harga 30% lebih tinggi dari harga pasar.
Siapa pun yang ikut pergi ke kota Beipo bersamaku,
akan mendapat harga lebih tinggi 50%.
Bagus bagus.
Yang setuju akan pergi ke sana dan mendaftarkan nama.
Aku tidak punya apa-apa.
Bisakah aku menyediakan dua unta?
Bisa, namamu siapa?
Aku ingin mendaftar.
Tapi bisakah memberi aku uang dulu?
Kenapa?
Karena aku punya kekuatan penuh.
Sebelah sana.
Uangnya aku bisa kasih ke kamu.
Tapi kamu terlalu kecil,
tak bisa ikut pergi.
Aku tidak bisa ikut pergi,
maka aku tak akan mendapat uangmu.
Jika aku tak ada uang,
maka penyakit ibuku tak akan dapat diobati.
Kalau ibuku karena ini terjadi apa-apa,
apakah kakak bisa bertanggung jawab?
Ini...
Ya baiklah. Jadi setuju.
Siapa namamu?
Xiao Huzi
Bagaimana kalau kita juga ikut pergi?
Untuk apa ikut pergi?
Begitu banyak orang,
seharusnya ada seorang yang jago masak kan?
Iya juga sih.
Orang-orang sudah dipanggil pergi.
Warung makanku ini juga tak akan ada orang kunjungi.
Baik ya.
Apakah kamu
lagi menginginkan si gadis manja itu - si cowo ganteng itu.
Sekarang jumlah totalnya
tiga ratus dua puluh delapan orang yang mendaftar.
Mengapa tak sampai 500 orang?
Jenderal tidak tahu,
Cai Shiji termasuk tempat yang dingin dan buruk lingkungannya,
juga adalah tempat untuk mengeluarkan tahanan oleh kerajaan.
Jadi populasinya memang tidak banyak.
Tempat ini tempat untuk mengeluarkan tahanan,
maka tak tahu apakah Jenderal Huang berani menggunakan orang-orang yang agak khusus?
Apa orang-orang khusus yang dimaksudkan?
Kalian terus menggali di sana seperti orang bodoh,
akan tidak ada habisnya apalagi lelah juga.
Nah ini.
Pernahkah kalian melihat ini?
Setelah nanti,
aku akan menaruhnya di sana,
kemudian menyalakan kawat panduan ini.
Dengan suara �Beng�,
batu ini akan terjatuh dengn otomatis.
Uangnya aku tidak ingin.
Tolong beri aku tepuk tangan yang meriah pada saat itu ya.
Cuan Tianhou (Weather monkey)
Jangan omong berbual.
Keledai atau kuda
akan jelas tahu jika ditarik keluar.
Ya betul.
Buktikan saja
Berambat!
Seharusnya tidak begituan kok.
Sudah.
Bangun semua.
Jenderal Huang seorang utusan khusus dari kerajaan
memiliki pesan kepada kalian.
Secara singkat,
Kota Beipo meraih kemenangan besar,
maka kaisar membebaskan kejahatan di mana-mana.
Tentara yang mengikutiku ke kota Beipo
akan dapatkan kembali kebebasan.
Bagus.
Ikut aku semua.
Baik, ayo pergi.
Pemimpin Wu, ada masalah.
Seseorang membuat masalah di penjara.
Apa itu?
Kenapa kamu mudah kalah?
Hayo.
Bagus.
Diam semua.
Siapa mereka?
Pencuri gurun terkenal di barat laut.
Wanita ini adalah kepala mereka dengan nama
Hu Liuniang,
Dengan gelarnya sebagai Kucing Hitam Berekor Dua.
Wanita ini bertindak kejam,
adalah tahanan penting bagi kerajaan.
Ditangkap olehku beberapa hari yang lalu.
Dengan kekuatanmu sendiri masak bisa.
Kalau bukan karena puluhan ribu orang Shaman
berserang ke pondokku,
bagaimana aku bisa jatuh ke tanganmu?
Sepertinya kamu tidak setuju dengan situasi sekarang ya?
Ayo
Buka belenggunya!
Tidak perlu.
Jika aku membiarkanmu pergi,
maukah kamu mematuhiku?
Asalkan kamu membiarkanku membunuh orang Shaman,
maka aku jadi milikmu.
Lepaskan!
Jenderal Huang,
dia seorang tahanan penting bagi kerajaan.
Tidak bisa membiarkannya pergi.
Lepaskan orang!
Ya.
Sekarang tujuh ratus sembilan puluh empat orang.
Jadi tujuh ratus sembilan puluh lima orang kalau tambah aku.
Sudah lumayan banyak.
Oh ya pak,
kamu sendiri tahu akan berbahaya kalau ikut pergi,
kenapa masih nekad pergi?
Hi, Jenderal Huang,
apakah kamu apa yang
dikejar oleh seorang peramal?
Ubah nasibnya walau bertentangan dengan tuhan.
Aku tidak setuju.
Mereka sekelompok tahanan, jadi dapat ikut pergi.
Kenapa kami tidak boleh pergi?
Kalian berdua boleh pergi.
Tapi dia
sama sekali tidak boleh.
Aku nekad selalu melangkahimu.
Ke mana saja suamiku pergi aku pun akan ikut juga.
Ini seharusnya kok.
Kapan aku jadi suamimu?
Dia telah mencium dada adikku.
Apa?
Apaan itu?
Betul.
Yanqu.
Huang Zizai!
Dasar kamu jorok!
Yanqu.
Jenderal Huang.
Hal sesepele ini biar aku yang urusin.
Sayang.
Baiklah,
Jenderal Huang.
Kami berdua juga mau ikut.
Naik pedati, ayo naik.
Hi, Cuan Tianhou.
Buat apa kamu ikut ramai-ramai di sini?
Lihat nggak?
Semua bahan peledak di kendaraan.
Kita pergi untuk menyampaikan salam ke kelompok tentara
bukan untuk ikut berperang.
Bahan peledak memikul pada orang,
Kemudian kembang api memikul pada langit.
Bisakah bahan peledak dan kembang api sama?
Bos
Menurutku,
asal memahami kebenaran perdamaian,
maka sama saja kok.
Benarkah, Jenderal Huang?
Ups, Gembala Tua.
Apa yang bisa kamu seorang buta lakukan?
Bukankah kamu bilang kambing-kambing ini
Semua anakmu dan tak dapat dibunuh?
Kambing-kambingku akan menghasilkan susu,
bisakah kamu?
Dasar otak jorok.
Benar-benar omong kosong.
Aku memang kurang baik sebelumnya.
Tapi setelahnya aku akan selalu ikutmu.
Pak,
kamu cukup pintar.
Bagaimana kamu bisa melakukan ini?
Aku mengatakan kepadanya bahwa umurmu akan tak lama
agar dia tahu menghargai
Hari-hari denganmu.
Kamu.
Jenderal,
Waktunya tiba,
mari kita berangkat.
Berangkat yuk.
Pasukan pendahulu kota Beipo sebesar
delapan ratus orang selesai berkumpul di sini.
Berangkat!
Delapan ratus prajurit menuju ke kota Beipo.
Artileri berjajaran dan berlarian di tepi utara.
Cai Shiji
Artileri takut menabrak prajurit ,
Prajurit takut memukul senjata artileri.
Delapan ratus Prajurit
Menuju ke kota Beipo.
Artileri berjajaran
dan berlarian di tepi utara.
Artileri takut
menabrak prajurit ,
Prajurit takut
memukul senjata artileri.
Berani juga tak bertindak apa pun di kota Gandang.
Li Zhuifeng, kamu sangat memandang rendah
kemampuanku sebagai raja suku Shaman.
Ada panah, ada panah.
Bersembunyi, cepat.
Cepat.
Cepat sembunyi.
Cepat sana.
Berhati-hatilah Jenderal.
Suku Shaman punya pasukan dengan jumlah seratus ribu lebih.
Tiap orang satu panah yang ditembak,
jadi bisa mengisi penuh kota Beipo.
Mundur.
Mundur.
Guru,
kenapa tidak membobol kota sekarang?
Sekarang membobol kota, Li Zhuifeng tentu akan berusaha untuk melawan,
maka dia akan mengorbankan diri untuk menjaga daerahnya.
Jika mengepungnya sehingga dia bisa menyerah dengan sukarela,
Ini untuk rakyat-rakyat di Shenzhou
akan menjadi sebuah pukulan yang berat.
Cara menggunakan tentara,
ambil niat hatinya dulu.
Ingat, tiap hari seratus ribu panah setelahnya.
Jadi tugas utama bagi kita sekarang adalah
bagaimana menjaga rahasia ini.
Ups
Betapa susahnya untuk menyembunyikan delapan ratusan orang ini?
Jenderal Huang.
Siapa yang membiarkanmu masuk?
Kok malah jadi gugup?
Aku datang untuk mengundang kamu ke pesta api unggun.
Pesta api unggun?
Benar-benar enak.
Semua orang dapat dibagi setelah masak matang.
Ayo, Huzi.
Terima kasih.
Jenderal Huang.
Ayo cicipi kaki kambing yg dipanggang aku.
Siapa yang membolehkan kalian menyalakan api?
Mulai hari ini, tidak izin untuk menyalakan api di malam hari.
Dan tidak boleh bersuara apapun.
Padamkan!
Padamkan semua.
Apa yang terjadi dengan Jenderal Huang?
Beristirahatlah di tempat.
Kemari, lepaskan!
Jenderal Huang,
di belakang lereng bukit, patroli Shaman ditemukan.
Pergi dan lihat.
Oke siap.
Mengapa ada prajurit Shaman?
Itu bukan prajurit
Itu prajurit yang dikalahkan.
Betul sih.
Prajurit yang kehilang helm dan baju besi.
Aku mengambil orang-orang aku dan membantai mereka.
Tunggu
Sebelumnya sudah berjanji padaku akan
selalu mengikuti perintahku.
Hal ini tidak sesederhana itu.
Kita harus membuat rencana dulu.
Lihat siapa itu?
Siapa orang tuh?
Aduh.
Jangan rebut kambingku.
Kambingku, aduh.
Ya Tuhan.
Apakah kalian sebutaku?
Kambing ini dijual ke pasukan bantuan Shenzhou.
Kambingku.
Pak tua,
apa yang baru saja kamu katakan?
Tuan,
aku seorang lansia yang buta.
Kambing ini telah dipesan oleh orang.
Apalagi uangnya sudah dikasih ke aku.
Jika kambingku dirampok pergi oleh kalian,
ini sama seperti mengambil nyawaku juga ya.
Siapa yang membeli kambingmu?
Pasukan bantuan dari Shenzhou.
Katanya pasukan ini menuju untuk menyelamatkan kota Beipo.
Bawa kami untuk melihatnya.
Tuan, tolong tanya
siapa dengan kalian?
Jangan khawatir, Tuan.
Kami
sekelompok pedagang.
Kami niat juga menjual barang
kepada pasukan bantuan Shenzhou.
Tapi kini
tak dapat menemukan mereka.
Menurutmu?
Hayo, baik baik.
Jadi aku membawa kalian pergi.
Kalian ikut aku.
Hampir akan tiba, akan cepat tiba ya.
Jangan-jangan kami terjebak oleh pak tua itu.
Tidak akan terjadi.
Kemana dia tuju?
Gak baik, ujung lereng pasir.
Kita tiba.
Pasukan bantuan Shenhou jadi berada di belakang lereng ini.
Pimpin jalannya.
Di mana pasukan bantuan Shenzhou?
Pasukan bantuan di mana-mana saja.
Apakah kalian tidak bisa melihat sendiri?
Kamu!
Gembala Tua.
Jangan kemari.
Jangan kemari.
Gembala Tua!
Gembala Tua!
Gembala Tua!
Gembala Tua!
Suatu saat,
aku membawa satu tim
untuk menyerlinap base camp .
Dengan suasana gelam malam,
kami diam-diam
menuju ke sebelah pemimpin musuh.
Aku membuka tirai dengan lembut,
berjalan diam-diam ke tempat tidur dari pemimpin itu,
Lalu dengan perlahan ambil pisau dan
menarikan keluar pisaunya.
Dengan bersuara klik.
Coba tebak apa yang terjadi menurut kalian?
Aku berkekuatan keras sehingga pegangan pisaunya patah.
Jadi apalah namanya Dewa Perang apa
semua omong kosong.
Baiklah.
Kemampuan Shaman selesai ditunjukkan.
Bekerja yuk.
Panglima.
Busur kami ditarik rusak.
Apa gunanya dengan panah ini?
Cepat atau lambat aku akan mengembalikannya.
Kenapa tentara kita tidak memasuki kota?
Lihatlah dengan saksama.
Itu adalah bendera milik Shaman.
Aduh,
Bukankah mengalahkan Shaman dengan hebat?
Benar
Jenderal Huang,
ada apa dengan ini?
Iya juga?
Kami sebenarnya menang
atau kalah?
Hasil menang dan kalah tidak diketahui
Tapi Dewa Perang dari Shenzhou
Dikepungi di dalam kota Beipo oleh seratus ribu orang Shaman.
Apaan?
Seratus ribu!
Habis habis.
Kami datang di sini bukan untuk mengirim makanan,
tapi untuk mati.
Jenderal Huang, kamu ini
bukankah menyampaikan keputusan yang palsu?
Iya juga.
Kami lebih baik mati di lubang tambang.
Kami tidak ingin mati di tangan Shaman.
Ya betul.
Kami pergi.
Benar benar, kami pergi.
Pergi.
Siapa yang berani pergi dari sini?
Aku akan membunuhnya jika ada yang bertindak pergi.
Ya ya.
Lepeskan pisaunya.
Maaf para kawan.
Ini aku Huang Zizai yang menipu kalian.
Yang terperangkap sekarang adalah
Dewa Perang kita.
Jika kehilangan jaga-jaga,
Shenzhou kami juga akan dalam bahaya.
Jadi pastikan untuk mencari peluang
Dan menyelamatkan Dewa Perang kita.
Lalu kenapa kamu tidak mencari
garnisun di kota Gandang,
malahan mencari kami orang biasa saja?
Karena ada puluhan ribu orang di kota Gandang.
Jika kehilangan jaga-jaga, orang-orang di kota ini
tentu akan dibantai habis oleh Shaman.
Kami sesama mereka orang biasa.
Kenapa kami harus mati sia-sia.
Betu juga.
Maaf semuanya.
Ayo pergi semua.
Matinya tak akan sampai.
Ada pemakaman di dekat Kota Beipo.
Ada sebuah terowongan di pemakaman yang dapat
mengarah langsung ke kuil buruk di kota Beipo.
Temukan saja pemakaman itu dan masuk ke terowongan,
maka dapat mencapai kota Beipo untuk menyelamatkan Dewa Perang.
Ya, Gembala Tua.
Kamu seorang buta lebih hebat omong kosong
daripada aku yang bermata dengan fungsi normal.
Diamlah.
Saat itu
kamu masih dalam rahim ibumu.
Itu hanyalah cerita
yang terjadi pada dua puluh tahun yang lalu.
Raja Shaman Tua meninggal karena sakit.
Putranya, Mo Hayan, kemudian menaiki tahtanya.
Yaitu raja Shaman sekarang.
Untuk membangun mausoleum untuk ayahnya,
Kota Beipo
dia menangkap semua pemuda kuat di Kota Beipo
Aku salah satunya
Pemakaman itu berisi banyak perhiasan emas dan perak
Raja Shaman takut ketinggalan berita,
maka menggali mata kami semua
Beberapa dari kami diracum membisu dengan obat racun.
Kemudian aku mendengar kabar bahwa Raja Shaman
ingin kami semua ikut dimakamkan bersama
Maka aku dengan beberapa saudara
membahas untuk menggali satu terowongan secara diam-diam
Pada akhirnya, aku adalah satu-satunya yang hidup.
Kota Beipo menjadi kota hantu juga.
Gembala Tua,
Bisakah kamu menemukan pemakaman itu?
Tak masalah.
Tapi aku tidak tahu jalan masuk pemakaman itu.
Masalah ini
Biar aku yang menyelesaikannya.
Persis di sini.
Pak,
apakah kamu yakin?
Walaupun Shaman termasuk suku khusus.
Tetapi makamnya dibangun dengan gaya Shenzhou.
Jika pemosisiannya benar,
seharusnya di sini.
Jenderal Huang,
Percaya padaku.
Sudah waktunya bagiku
untuk menunjukkan kekuatan diriku sendiri.
Nanti jika ada suasa �bong�
Kita jadi bisa masuk.
Tunggu.
Dengan suara �bong�, kita memang bisa masuk.
Tapi Shaman juga akan ikut datang.
Bagaimana menurutmu?
Gali.
Betul.
Bukankah kami di Cai Shiji
selalu melakukan penggalian?
Saudara-saudara,
pegang alat dan menggali.
Kami bertiga bersaudara yang beda marga.
Aku pandai menggunakan pisau besar.
Adik ketiga pandai menggunakan pisau ganda.
Dan adik aku yang kedua ini
sebagai pemanah pertama di Shenzhou,
aha, tentu saja, dia juga pandai tidur.
Namun setelah kami bersumpah menjadi saudara,
Kami bertiga berjanji akan
menjadi perampok-perampok yang terkenal.
Kalian perampok terkenal
kok bisa datang ke gurun ini?
Tidak.
Tersesat di jalan.
Jenderal Huang, sudah selesai.
Pergi.
Rasanya agak familiar.
Hi,
Kamu orangnya tidak takut mati.
Bagaimana jika ada hantu di dalamnya?
Sayang, aku menunggumu di dalam.
Tunggu
Tentu aku yang masuk dulu.
Aku bosnya.
Saya tidak pergi.
Jenderal Huang, semua orang tidak ingin pergi,
terus ragu-ragu.
Akan ada pria pemberani di bawah pahala.
Aku tahu kalian takut.
Tetapi aku memberri janjian yang pasti.
Yang telah aku janjikan pada kalian sebelumnya akan aku capai untuk kalian.
Baru saja kalian mendengar apa
Yang dikatakan oleh Gembala Tua.
Ada banyak harta emas dan perak di dalamnya.
Aku berjanji padamu.
Setelah Panglima Li diselamatkan,
harta karun di dalamnya adalah milik kalian semua.
Karena semua orang teah ada di sini.
Kenapa tidak bertaruh saja.
Bagus.
Tampaknya Shenzhou telah mengambil tindakan.
Kami bahkan sampai tidak sadar.
Ayo, berserang ke kota.
Ya.
Guru,
kota Beipo kecil ini
sudah hampir akan jatuh di tangan kita.
Keberhasilan untuk mematahkan kota bisakah diberikan kepadaku?
Oke,
Aku di sini
menunggu kabar baik darimu.
Berangkat.
Tak boleh sentuh.
Eh, apa mereka akan hidup kembali?
Siapa dengan mereka?
Ini milikku.
Jangan rebut.
Pak, apa yang terjadi?
Udara disini tidak bagus.
Hentikan semua.
Seperti kataku sebelumnya, asal Panglima Li diselamatkan
baru harta emas dan perak sini milik kalian semua.
Ada yang tidak patuh akan dihukum sesuai dengan ketentuan.
Gembala Tua.
Ya.
Pimpin jalannya.
Oke.
Di sini kalian dengan mata yang norma fungsi
tak sekuat seperti aku yang membuta.
Jenderal Huang, pas di sini.
Pergi.
Bunuh!
Hancurkan musuh.
Cepat.
Bunuh.
Bunuh!
Jenderal Wu, jaga gerbang kota.
Ya.
Tuan Yinhe, sembunyikan dulu.
Panglima
Bunuh.
Liuniang
Liuniang.
Kebencian tidak bisa menyelesaikan masalah.
Itu karena kebencianmu tidak cukup besar.
Panglima
Ayah.
Ayah
Ayah
Ayah
Panglima
Panglima
Ayah
Panglima
Ayah
Jenderal Huang, gerbang pintu kota diperbaiki.
Oke,
Terbangun ya
Terbangun, terbangun.
Aku datang terlambat.
Tolong Panglima memberi hukuman.
Pasukan bantuan sudah tiba belum?
Ada apa dengan mereka?
Mereka adalah delapa ratus prajurit yang dikumpulkan olehku
untuk datang menyelamatkanmu.
Selamatkan aku?
Bagaimana aku memberi tahumu ketika aku pergi.
Tapi Anda adalah Dewa Perang di Shenzhou.
Jika terjadi apa-apa...
Diamlah.
Aku minta maaf.
Peranglah yang membuat aku menjadi Dewa Perang.
Aku ingin melepaskan topi Dewa Perang dengan cepat.
Begini saja,
dunia ini akan
dalam suasana perdamaian.
Ayah
Panglima
Ayah
Panglima
Bagaimana?
Dia hanya kehilangan banyak darah,
jadi koma.
Tugas semua orang sudah selesai.
kalian dapat melindungi Panglima Li kembali ke kota.
Apa?
Apakah kamu tidak ikut dengan kami?
Jika kita semua pergi,
Shaman akan berbalik untuk menyerang kota Gandang.
Saat itu rakyat di kota Gandang akan
menderita dalam bencana.
Tapi dengan kekuatanmu sendiri,
bagaimana bisa menjaga kota yang rusak ini?
Kota Beipo meskinpun agak rusak,
Bagaimanapun juga termasuk tanah Shenzhou.
Maka harus menjaganya.
Jangan sok pintar.
Menghadapi seratus ribu tentara Shaman,
kamu tidak punya peluang.
Terkadang,
peluang itu perlu kita nunggu dengan sabar.
Aku percaya pasukan bantuan dari Shenzhou
akan segera tiba.
Aku tidak peduli.
Aku ingin kamu mengikuti aku pergi.
Angsa
Kalian bisa pergi.
Tetapi aku tidak bisa.
Aku seorang prajurit dan tidak punya pilihan.
Bagus Jenderal Huang.
Baik kesulitan apa pun yang akan mendatang, aku menemanimu
untuk melawan musuh di sini.
Lebih berarti daripda menggali mineral di dalam gua tambang.
Aku juga tak jadi pergi.
Aku juga mau bersama sayangku
baik bahaya atau gimananpun.
Aduh.
Adikku yang bodoh ini.
Ini bukan permainan anak-anak.
Kamu pergi saja.
Kamu masih belum menikah kan?
Apa itu katamu?
Kita bertiga
berlutut di depan dewa dan mengatakan
hidup dan mati akan selalu bersama.
Aku ingin pergi,
Tapi adik kedua tertidur lagi.
Jika aku pergi sendiri
tentu akan tersesat
Jangan lihat aku.
Aku datang di sini untuk membunuh orang Shaman
bukan untuk menyelamatkan Dewa Perang apalah.
Sayang,
kita pergi tidak?
Lihat situasinya dulu.
Kamu pergi tidak?
Sini rumahku, masih bisa kemana saja aku?
Aku jadi tak pergi juga.
Yanqu,
sekarang hanya kamu yang bisa melindungi
mereka yang terluka dan Panglima Li kembali ke kota.
Aku tidak
Sayang,
aku berjanji padamu
selama pertempuran ini selesai,
aku berjanji akan menikahimu.
Tetapi hal terpenting sekarang adalah mengirim ayah ulang.
Harus hidup kembali.
Aku tidak ingin menjadi janda.
Sayang.
Percayakan padamu.
Ingat, aku bosnya.
Ok kakak.
Kita pergi.
Kalian semua baik-baik saja.
Kembali tidur selama tiga hari tiga malam dan
makan sepuasnya.
Xiao Huzi, pergilah.
Kak,
aku tidak bisa pergi.
Aku sudah mengambil uangmu.
Kata ibuku,
Jadilah manusia yang jangan memberi janjian yang palsu.
Aku pasti akan kembali untuk menyelamatkanmu.
Yang berdusta akan menjadi anjing bodoh.
Oke,
Yang berbohong akan berubah jadi anjing.
Kota Beipo ini walau kecil
tapi ada empat gerbang pintu.
Kami harus memblokir tiga pintu ini,
dan cuma tinggal satu pintu dibuka.
Tapi kota Beipo adalah sebuah kota sampah,
tak ada benda padat yang menghalangi gerbang,
Eh iya sih.
Andai saja Cuan Tianhou ada di sini akan baik.
Dengan suara ledakan �bong�
semuanya jadi selesai.
Katakan saja
mana pintunya diledak?
Apakah Cuan Tianhou?
Ya, Gembala Tua.
Oke baik.
Hayo, Liuniang.
Tuan Yinhe.
Angsa liar terbang akan tinggal suaranya.
Orang lewat akan tinggal namanya (maksudnya: membuat nama baik di belakang orang)
Tim pertama:
Siap!
Memanah!
Tim kedua:
Siap!
Memanah!
Bisakah kamu tetap diam?
Seperti kata kakakmu,
kamu adalah pemanah pertama di Shenzhou.
Jangan dengarkan omong kosong kakakku.
Aku seorang pemanah pertama di dunia ini.
Kamu!
Jenderal,
Apa yang kamu pikirkan?
Tadi malam pengepungan kota oleh Shaman gagal,
Aku kira malam ini
Mereka akan datang untuk membalas dendam.
Trik apa yang dimiliki sang jenderal?
Langsung hadapai mereka saja.
Lawan saja.
Tapi kalau langsung melawannya juga harus ada caranya.
Delapan ratus melawan seratus ribu,
mana mungkin dapat melawan?
Jenderal Huang,
bisakah biar aku yang bertangung jawab atas pertarungan malam ini?
Guru,
Tolong berikan aku kesempatan sekali lagi.
Kepala Suku Kiri,
Menang dan kalah biasa saja bagi tentara.
Kamu tak usah selalu terganggu dalam hati.
Amati musuh di samping saja.
Langitnya bulat dan tanahnya kotak
Peraturannya sembian bab.
Aku mendirikan altar hari ini.
Berbagai hantu bersembunyi.
Angin bertiup
Prajurit hantu tiba dengan cepat.
Cepat cepat biu biu
Apa yang dia katakan?
Mereka lagi membahas mengajak prajurit hantu.
Prajurit hantu
Lihatlah, Guru.
Lindungi Guru dengan cepat.
Mundur.
Lindungi Guru.
Jenderal Huang kembali.
Sayang,
Panggil aku jenderal,
Jenderal Huang.
Jenderal telah bekerja keras.
Rencana yang bagus diambil oleh Tuan.
Ada apa dengan ini, Tuan?
Tak berbuat jahat, maka tak takut hantu datang untuk mengetuk pintu.
Jenderal Huang, silakan.
Pak, mohon
Tuan Yinhe benar-benar peramal yang hebat.
Makan makan.
Roti panggang dihidangkan pada malam ini.
Ayo
Ayo
Nah, untukmu.
Sayang,
kasih aku satu.
Aku mengirimkan beberapa makanan
untuk Jenderal Huang dan lainnya.
Ya kamu pergi.
Menurutku,apakah kamu
ingin menggoda pria tampan sini lagi
Kok situasi sekarang masih bicara kayak gitu.
Cepatlah pergi.
Hi adik, ini untukmu menghilangkan rasa kering.
Bisakah aku memanggi kamu sebagai ibuku.
Ah?
Ibu,
Aku takut, aku mau pulang.
Anak,
Jangan nangis.
Gembala Tua,
Ah?
Ya, Liuniang
Kamu jago juga memelihara kuda ya?
Ya bisa kok.
Kasihan tidak ada bahan rumpuk sekarang,
kuda ini kelaparan mati.
Buat apa kamu memotong itu?
Omong apalah yang tidak berguna.
Kamu kemari.
Lihat kah garis ini?
Potongnya dengan satu pisau.
Tahu saja kamu tidak sanggup.
Aku mencari sitrimu saja.
Berhenti.
Waoh ternyata kamu bisa ya.
Coba kamu lihat ini.
Tolong potong sepuluh sesuai dengan bentuk ini.
Aku coki bukan tukang kayu.
Apa yang mau lakukan sebenarnya?
Lakukan saja tanpa banyak omong kosong.
Perkenalkan kamu seorang gadis cantik setelahnya.
Oke sip.
Cuan Tianhou,
Konsultan militer mencarimu
Konsultan militer?
Yaitu Tuan Yinhe.
Cepatlah.
Kapan dia menjadi konsultan militer
Bekerja keras.
Mungkin saja bisa naik jabatan sebagai jenderal.
Guru,
Ini dimungut tadi malam
di depan kedua pasukan.
Guru,
ini adalah senjata pisau Pengawal milik raga Shaman tua.
Siapkan kuda.
Ya.
Bisakah bereskannya?
Tidak masalah.
Tapi Jenderal Huang,
Setelah halnya diselesaikan,
bisakah kamu mengangkat aku sebagai seorang jenderal.
Ok tidak masalah
Guru,
Takutnya ada penipuan di dalamnya.
Aku bawa orang masuk.
Yuk.
temukan saluran penyamaran secara berpisah.
Ya.
Berhenti.
Ini takdir dari Tuhan.
Hebat, Jenderal Hou
Habis tuh.
Tak bisa keluar lagi.
Tak tahu selanjutnya apakah masih ada tipuan yang mantap, Tuan?
Pertarungan pada akhirnya tergantung pada kekuatan
bukan tipuan.
Shaman dua kali kalah dari kita.
Itu karena mereka meremehkan kita.
Tapi mulai hari ini,
perang yang sebenarnya akan segera dimulai.
Jenderal Huang,
Ini beberapa peta pertahanan kota yang aku rancang.
Perintahkan seseorang untuk mengaturnya.
Lakukan segalanya dulu, kemudian ikut takdirnya.
Bukankah Tuan bilang akan mengubah nasibnya walau bertentangan dengan tuhan.
Tuan Yinhe,
siapa kamu sebenarnya?
Bagaimana kamu bisa sangat tahu raja Shaman?
Sebenarnya aku adalah
Bekerja lebih keras ya.
Terbalik.
Terbalik.
Apa terbalik?
Gambar terbalik.
Jenderal Huang,
barang yang kamu minta tiba.
Jenderal Huang,
apa yang mau kamu lakukan?
Banyak yang tersia-sia.
Betul sih.
Ini perintah dari Tuan Yinhe.
Ayo lakukan saja .
Semangat.
Hi bro, kamu tariknya dengan keras dunk.
Jenderal Huang.
Ada masalah, Jenderal Huang.
Jenderal Huang
Ada apa, Gembala Tua?
Hu Liuniang membawa orang miliknya
keluar kota.
Apa?
Pergi.
Pergi dan lihat.
Apa yang terjadi memang di sini?
Jenderal Huang,
malam ini
Hu Liuniang dengan orangnya
mengambil kuda tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Siapa yang menjaga gerbang hari ini?
Ini aku.
Kenapa kamu tidak menghentikan mereka?
Tertidur.
Kamu
Kak,
apakah nyai kecil ini melarikan diri?
Jangan berkata begitu.
Dia pasti pergi menyrlinap ke kamp musuh.
Hu Liuniang berasal dari Central Plains.
Dia dijual ke luat barat sejak usia dinidan
Mengalami penderitaan apa adanya.
Kemudian,
dia menikahi seorang pedagang dan
melahirkan satu anak.
Kehidupannya termasuk lumayan bahagia juga.
Tapi tak menyangka,
dalam satu perjalanan bisnis,
Ketemu prajurit berjalanan dari Shaman,
Keluarganya baik yg muda ataupun yg tua
semua mati di bawah pedang Shaman.
Dia dapat hidup setelah diperkosa.
Setelah itu,
Dai mengumpulkan
orang-orang yang juga dianiaya oleh Shaman
dan membentuk kelompok di tempat.
Dia bersumpah akan membunuh semua orang Shaman.
Liuniang.
Tembak!
Ayo maju untuk menghdapa ke musuh.
Bunuh!
Jenderal Huang, maju dan berserang.
Tanpa perintahku,
Siapa saja tak boleh keluar kota.
Bukankah itu Gembala Tua?
Gembala Tua,
Apa yang kamu lakukan?
Apakah kamu gila?
Aku membawa kambing keluar untuk mencari makan.
Kambing lapar.
Kambing-kambingku mau makan tentara dari Shaman.
Cepat membawa kambing kembali.
Tolong kalian jaga langkah di sana.
Jenderal Huang,
terima kasih kalian membawaku pulang.
Oh ya,
Jenderal Hou,
aku pernah meminjam barangmu,
nanti kembalikan jika ada kesempatan.
Kembali!
Delapan ratus prajurit menuju ke kota Beipo.
Artileri berjajaran dan berlarian di tepi utara.
Artileri takut menabrak prajurit ,
Prajurit takut memukul senjata artileri.
Jangan melempar panah.
Aku datang untuk menemui Raja Shaman.
Aku punya hadiah untuknya.
Katanya kamu memiliki hadiah untukku?
Hadiah apa?
Apa ini?
Yang suka tidur itu
beri tahu mereka apa itu.
Kamu orangnya mencari mati.
Buta Tua, pencuri tua.
kamu mengembalikan bahan peledakku.
Kembalikan bahan peledakku!
Ya,
Padamkan kota Beipo sekarang juga.
Tuan Yinhe,
Selanjutnya harus bagaimana lagi?
Mengalami kekalahan besar.
Jenderal Wu,
Serahkan surat ini kepada Raja Shaman.
Kamu adalah saudara kandungku
Kenapa membantu Shenzhou untuk
melawan suku dirimu sendiri?
Baik suku Shaman
maupun Shenzhou,
setidaknya aku termasuk seorang manusia yang sebenarnya.
Dua puluh tahun yang lalu,
aku melihatmu membunuh ayahnya dengan kataku sendiri.
Aku tidak bisa membalas dendamku kepadamu.
Apakah kamu pikir
sekarang kamu jadi punya kemampuan ini?
Ada apa dengan ini memang?
Tuan Yinhe adalah Raja Ri Zuo Kiri (gelar bangsawan di Shaman)
Apaan?
Juga kakak kundung dari Raja Shaman.
Ah,
Ups
Sampaikan kabar kemenangan kepada ayah.
Kota Beipo
Bersiap di kerja masing-masing.
Siap bertarung.
Serangi kota.
Tembak!
Belum makan semua?
Makanan, makanan siap.
Makanan, makanan di sini kok.
Pergi, bukan urusanmu.
Kok bisa berkata begitu?
Kamu tidak makan, ada orang perlu makan.
Buat apa makan.
Maju dan bawa alatnya.
Baik.
Turunkan barang di atas untukku.
Lemparkannya!
Ini tak bisa dilemparkan.
Lemparkan!
Ke mana kamu pergi?
Aku pergi mencari jenderal Huang.
Ops.
Lanjut lemparkannya.
Digoreng,
Diledak
Dibakar
Ditumis
Dibilas
Dikukuh
Direbus dengan pelan-pelan
Dibara
Dengan panggan, rebus, goreng, merosot, merebus, tambah saus dan mengaduk campur
Dimasukan dalam minyak panas, diasamkan, dibeku, dibakar dengan bumbu-bumbu.
Jadi masakannya siap keluar dari panci.
Kenapa tak menjaga-jaga di tempat?
Ada kakakku di sana kok.
Kamu tahan saja, aku pergi ke gerbang pintu kota.
Oke sayang.
Terserah mau panggil apa.
Tembak!
Mundur dari tembok kota.
Bersiaplah untuk pertarungan jalanan.
Cuan Tianhou mundur cepat!
Ok aku menembak satu kali lagi.
Kenapa tidak membunuh aku mati.
Mau menangkap yang hidup?
Aku sebagai jenderal,
bagaimana bisa menjadi tawanan?
Memanah?
Kak, mundur.
Oke.
Lari!
Ibu.
Lari.
Temukan ibumu.
Lari.
Sayang.
Nenya
Nenya
Jenderal Huang, kamu mundur dulu.
Istri
Sayang.
Tersesat juga ya?
Namamu siapa?
Namamu siapa?
Nenya
Nenya
Tahan saja
Nenya
Nenya
Sayang,
Aku tak bisa tahan lagi.
Sebelum aku mati,
Bisakah aku mendengarkan kamu
Memanggilku sebagai istrimu?
Istri.
Nenya,
Dengan kekuatan yang aku punya.
Bunuh!
Bunuh!
Siapa namamu?
Aku Dewa Perang yang kamu
cari.
Namamu siapa, sekali lagi aku bertanya?
Dewa Perang.
Terakhir kali aku bertanya padamu, siapa namamu?
Siapa kamu?
Dewa Perang
Cepat
Ada kabar, Guru, ada masalah.
Pasukan bantuan dari Shenzhou
sudah menyerang masuk ke dalam.
Apaan?
Di mana para prajurit di luar kota?
Semua sudah tewas.
Raja Shaman, kamu menerima hukuman mati saja.
Kami menang.
Kekaisaran Shenzhou timurnya membentang di Liaodong
Utaranya sampai Padang Pasir.
Selatannya berdekatan dengan Laut Selatan
Luas geografisnya terbentang ke mana-mana.
Hanya suku Shaman yang berada di bagian barat dari Shenzhou
bertentangan dengan Shenzhou.
Maju mengalahkan mereka.
Mengalahkannya tak susah.
Yang susahnya adalah bagaimana menemukan mereka.
Tempat Shaman ini seperti sekelompok yang
tersebar di mana-mana dari Gobi Barat Luat.
Pasukan pihak kami membuat perjalanan perang yang jangka panjang sepanjang tahun.
Tapi tidak mendapatkan apa-apa.
Penyebabnya karena
kami tidak bisa menghapuskan semuanya.
Ikut aku.
Aku punya rencana.
Anggap aku sebagai umpan
Dan membujuk pasukan Shaman masuk ke dalam kota Beipo.
Kemudian kamu menyatukan kekuatan utama dari Shenzhou
untuk menghabisi mereka dengan sepenuhnya,
agar bahaya dari Shenzhou dapat dicabutkan selamanya.
Panglima.
Hal sebahaya itu,
biar aku yang melakukannya.
Jika ingin memancing ikan besar,
seharusnya menggunakan umpan besar juga.
Aku kan Dewa Perang.
Suatu hari nanti,
aku pasti juga akan menjadi Dewa Perang.
Dewa Perang
Dewa
Satu Tahun Kemudian
Kuil Dewa Perang
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.