Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Hei, bocah.
Kemari.
Aduh. Aku ada di sini, aku ada di sini.
Kamu adalah iblis kera, Sun Wukong yang dikurung oleh Buddha?
Iblis apaan?
Apakah kamu tidak salah?
Tidak sopan.
Maaf telah mengganggu.
Hei! Hei!
Kemari, kemari.
Jangan pergi.
Kemari, kemari.
Aku mencari Sun Wukong. Kamu bilang kamu bukan.
Apa-apaan? Aku adalah Sun Wukong.
Kamu bilang kamu bukan.
Kapan aku bilang aku bukan?
Tadi kamu bilang kamu bukan.
Apakah kamu tidak salah?
Nah, ucapan inilah.
Akulah.
Kemari.
Aku adalah Sun Wukong.
Tapi aku bukan dikurung oleh Buddha.
Lima ratus tahun yang lalu,
Buddha menyuruhku menunggu di sini.
Buddha ingin aku menunggu kehadiran seseorang.
Kemudian,
Buddha ingin aku menemani orang ini
pergi mengambil kitab suci.
Orang itu adalah aku.
Bisakah jangan merusak suasana?
Maaf. Kamu teruskan.
Demi janji ini,
aku di sini
sungguh telah menunggu sangat lama.
Tapi aku mempercayainya.
Dia juga sangat mempercayaiku.
Jika di dalam hatimu memiliki Buddha,
aku memutuskan
untuk mengeluarkanmu dari sini.
[Dalam , Sun Wukong yang menemani Biksu Tang mengambil kitab suci ke Barat. ]
[Melewati 9981 kesulitan, pada akhirnya diberi gelar Buddha yang dinobatkan]
[Yang disebut sebagai “Buddha” maksudnya adalah “Orang yang mendapat pencerahan sempurna”]
Sun Wukong, kamu kerasukan iblis. Cepat hentikan!
Siapa yang masih berani menghentikanku?
Tears of No Regret
Wukong.
Kenapa matamu mengeluarkan asap hitam?
Kamu tidak mengenali guru, kah?
Kamu sekarang sangat menakutkan.
Setelah kamu mendapatkan kitab suci, tidak ada yang dilakukan setiap hari.
Dunia ini tetap sama, tidak berubah.
Polusi di mana-mana dan berantakan.
Aku pukul kamu penipu ini hingga mati.
Tunggu.
Kamu telah dikendalikan iblis, tenanglah.
Wukong.
Kenapa kamu ingin membunuhku?
Kenapa ingin membunuhmu?
Kamu sadarlah.
Yang ingin aku bunuh adalah kamu.
Tidak disangka masih ada cara ini.
Iblis ingin memanfaatkan Wukong untuk membunuhku.
Bagaimanapun juga aku adalah gurunya.
Dia pasti tidak akan sungguh membunuhku.
Tunggu dia tenang dulu akan sadar.
Untung aku memahami kera busuk ini.
Guru tidak akan menyalahkanmu.
Wukong, selamatkan aku.
Wukong, selamatkan aku.
Kaburlah. Kamu kabur lagi saja.
Anggap kamu hebat.
Hal kita bicarakan nanti.
Apakah bisa mengatasinya terlebih dahulu?
Ada bau iblis.
Bau iblis yang sangat menyengat.
Tubuhmu sendiri juga ada.
Apakah kamu tidak menciumnya?
Mana ada?
Datang lagi.
Wukong, selamatkan aku.
Selamatkan kamu?
Aku sama sekali tidak bisa melihat. Bagaimana aku menyelamatkanmu?
Kenapa tempat ini begitu akrab?
Apa lagi yang sedang kamu lakukan?
Kamu merasa tempat ini akrab ya?
Masih ada yang lebih akrab bagimu.
Raja iblis banteng.
Siluman laba-laba.
Siluman tengkorak putih.
Sudah mengingatnya, kan?
Sun Wukong,
perjalanan ke Barat
justru karena kamu, kami tidak bisa menangkap Tang Sanzang.
Sudah 300 tahun,
aku lihat apakah kali ini apakah kamu bisa melindunginya atau tidak?
Kamu tidak bisa membunuh mereka.
Lihat siapa aku.
Kamu sudah tidak bisa mengingatku.
Dialah orangnya.
Kamu meninggalkanku begitu saja.
Bunuh dia!
Semua hutangmu padaku sudah bisa dihapus.
Bunuh dia!
Kamu baru bisa membebaskan diri dariku.
Bunuh!
Bunuhlah.
Membunuh tanpa penyesalan.
Wukong.
Kamu harus bertahan.
Keluarlah.
Menunggumu
sudah tiga ratus tahun.
Ucapan yang pernah kamu katakan,
sudah kamu lupakan.
Siapa kamu sebenarnya?
Kenapa memaksaku membunuh Tang Sanzang?
Kamu menipu orang,
harus membayar hutang.
Menyuruhmu membunuh dia,
tidak bisa menjadi Buddha.
Aku adalah Buddha.
Buddha yang dinobatkan.
Kamu mengajariku
jalan menuju ketenaran, semuanya adalah debu belaka.
Kamu sungguh melakukannya.
Aku sudah tahu siapa kamu.
Heng!
Tahu.
Apa yang bisa diubah?
Aku tahu tidak bisa mengubah sekarang ini.
Kalau begitu aku akan mengubah masa lalu.
Kamu jangan berharap untuk melarikan diri.
Guru, kamu harus bertahan.
Aku akan kembali ke 300 tahun yang lalu sekarang.
Hei!
Pisang ini milikku.
Di sini sungguh adalah 300 tahun yang lalu?
Apakah kamu kelaparan hingga bodoh?
Jangan bergerak.
Apa yang sedang kamu lakukan? Tenanglah.
Aku mencarimu ada urusan darurat.
Kamu ini,
hanya berjalan lambat beberapa langkah.
Tadi masih baik-baik saja.
Tiba-tiba begitu buru-buru. Ada apa sebenarnya yang ingin kamu lakukan?
Kalau begitu aku katakan padamu.
Aku baru kemballi dari 300 tahun mendatang
untuk menyelamatkanmu.
Jangan menakutiku.
Belum berjalan tiga langkah,
tiga ratus tahun dari mana?
Kamu lihatlah jika tidak percaya.
Bunuh dia!
Bunuh dia!
Kamu baru bisa membebaskan diri dariku.
Bunuh!
Wukong, kamu harus bertahan.
Aku kembali ke sini dari 300 tahun mendatang
adalah untuk mencarimu.
Mencariku?
Sungguh?
Iya.
Hei!
Cepat pergi.
Bukankah tadi kamu bilang pelan-pelan?
Dialah orangnya.
Bunuh Tang Sanzang.
Ah, kamu mengenalnya?
Dia adalah iblis roh kebencian
yang ingin membunuhmu setelah 300 tahun mendatang.
Ternyata adalah perangkap jahat.
Ingin aku masuk ke dalam perangkap.
Aku masih ingin meneruskan perjalanan mengambil kitab suci.
Hei...! Hei!
Tidak disangka tempat ini ada jalan masuk tidak ada jalan keluar.
Tampaknya harus memikirkan cara lain.
Jika tidak bisa keluar, hanya bisa bertarung.
Bertarung saja.
Hei! Apakah kamu bisa kungfu?
Apakah bisa menang darinya?
Apa yang sedang kamu lakukan?
Aku tadi itu dinamakan kesalahan sesaat.
Penampilannya sama, tapi aku merasa
malah seperti dua orang.
Pasti bermasalah. Dia sedang berpura-pura.
Hei! Sadarlah.
Hei! Sadarlah.
Siapa kamu?
Kamu sudah sadar?
Kera?
Kamu mengenaliku?
Beraninya masuk ke tempat dewa bungaku, dasar kera!
Lihat bagaimana aku mengatasimu.
Jangan, jangan, jangan, jangan.
Siapa kamu?
Sedang apa kamu di sini?
Datang dari mana?
Apa yang sedang kamu lakukan?
Interogasi aku? Aku datang menyelamatkanmu.
Apakah ingin mati?
Namaku Sun Wukong,
mendapat gelar sebagai Buddha yang dinobatkan.
Berasal dari Negara Aolai,
bagian Tenggara
lubang pertama dari lubang ke-72 Gunung Huaguo.
Buat apa datang kemari?
Datang mencarimu.
Aku menunggu selama bertahun-tahun.
Akhirnya ada yang bilang datang membawaku pergi.
Kapan kita meninggalkan tempat ini?
Sekarang juga. Ikut pergi denganku.
Aku menunggu selama bertahun-tahun, akhirnya bisa keluar untuk bermain.
Apakah ingin mati?
Nona,
kenapa kamu berubah menjadi begitu cepat?
Kamu ingin menipuku keluar dari sini.
Pasti ada tujuan lain, betul tidak?
Kamu tunggu di sini dengan tenang untuk mati.
Hei! Kembali, kembali.
Aku masih belum makan.
Aku sangat lapar.
Niu Lang mencium Vega.
Vega malu.
Bilang kamu sangat jahat.
Hei, berakting terus tetap drama ini.
Sangat membosankan.
Sangat membosankan.
Di antara kita, selamanya tidak akan ada perubahan.
♫ Terima kasih padamu ♫
♫ menggandeng tanganku ♫
♫ membuatku memiliki rasa terharu yang dipahami ♫
♫ Impianmu, rasa sakitku ♫
♫ masing-masing akan saling mengerti ♫
♫ Rasa terharu yang indah ♫
♫ Saat angin berhembus, kita menerobos bersama-sama ♫
♫ Tidak ragu meskipun berpisah dan jauh ♫
♫ Pejamkan mata dan rasakan saat kamu berada ♫
♫ Mengenang sebuah lagu lama ♫
♫ Terima kasih padamu ♫
♫ menggandeng tanganku ♫
♫ membuatku memiliki rasa terharu yang dipahami ♫
♫ Impianmu, rasa sakitku,masing-masing akan saling mengerti ♫
♫ Rasa terharu yang indah ♫
♫ Saat angin berhembus, kita menerobos bersama-sama ♫
♫ Tidak ragu meskipun berpisah dan jauh ♫
♫ Pejamkan mata dan rasakan saat kamu berada ♫
♫ Mengenang sebuah lagu lama ♫
Nona,
apakah aku bisa obrol denganmu?
Aku sedang
memikirkan beberapa hal.
Ah.
Memikirkan hal.
Katakanlah. Mungkin aku bisa membantumu.
Aduh, kamu tidak mengerti.
Tidak ada salahnya juga jika katakan padaku.
Eh. Sejujurnya, meskipun aku kurang mengerti tapi aku bersedia mendengarkannya.
Dia bilang...
Dia bilang dia ingin membawaku pergi dari sini.
Keterlaluan.
Kera itu bahkan mengungkit permintaan seperti ini.
Di sini sangat bagus.
Ada bunga dan rumput.
Menurutku,
kamu tidak seharusnya meninggalkan tempat yang begitu indah.
Iya.
Eh. Apapun lengkap di sini.
Lebih bagus berkali lipat dibandingkan dunia luar.
Iya.
Kenapa harus keluar?
Betul.
Dia ingin membawamu keluar dari sini.
Adalah pemikiran sembrono dia sesaat.
Kami datang dari Dongtu.
Kami ingin pergi mengambil kitab suci.
Apa kamu bisa biarkan kami pergi dari sini?
Kakak Biksu,
kalau begitu kamu pergi dulu.
Ah.
Jaga dirimu baik-baik.
Kalau begitu aku pergi dulu.
Iya.
Tetap berada di sini saja.
Nona,
kamu belum katakan padaku, aku seharusnya keluar dari mana?
Ingin memaksanya keluar
hanya ada satu cara ini.
Wukong,
kamu tetap di sini dan lindungi dia.
Aku memiliki tanggung jawab yang berat.
Pergi sendiri juga tetap harus pergi.
Kenapa mengikutiku?
Apa yang sedang kamu lakukan?
Jika kamu katakan padaku lebih awal,
apakah aku akan menyalakan api?
Aku membawanya keluar demi kamu.
Demi aku?
Aku tahu kamu melindungiku seperjalanan.
Kamu memiliki kekuatan supranatural. Aku hanya orang biasa.
Aku memang seharusnya berterima kasih atas bantuanmu padaku.
Aku pergi ke Barat untuk mengambil kitab suci
adalah demi mendapatkan kitab asli untuk membebaskan semua makhluk hidup dari penderitaan.
Demi ini,
betapa susah dan bahaya aku tidak takut.
Siluman ingin aku mati, ingin memakanku.
Aku mati tanpa penyesalan tapi aku tak boleh mati.
Aku katakan padamu. Tidak peduli betapa bahaya 300 tahun mendatang,
aku tidak akan terjebak di tempat ini karena takut.
Jangan sentuh.
Biarkan aku melihatnya.
Kenapa kalian berdua bertengkar?
Bisakah biarkan orang lain tidur?
Saat kamu kemari,
apakah tidak menyadari hal khusus?
Tidak.
Ini sudah terbakar seperti ini.
Apakah kamu tidak menyadarinya?
Kamu yang belum bangun atau aku yang belum bangun?
Bukankan sini baik-baik saja?
Hei, sedang apa kamu?
Hei, tempat kamu ini tempat apa?
Sudah terbakar masih bisa tumbuh.
Begitu hebat.
Sebenarnya aku tahu api ini kamu yang menyalakannya.
Katakan padaku kenapa kamu melakukannya?
Untuk membawamu pergi dari sini.
Apakah kamu tahu
kenapa aku tidak bisa ikut pergi denganmu?
Karena aku takut.
Sejak aku punya ingatan,
aku selangkahpun tidak pernah meninggalkan tempat dewa ini.
Karena aku sama sekali tidak tahu dunia di luar
seperti apa.
Jadi aku setiap hari
hanya bisa melihat wayang kulit untuk memahaminya.
Jadi aku takut.
Aku takut dunia luar berbeda dengan sini.
Aku takut jika suatu hari nanti aku meninggalkan tempat ini,
aku tidak bisa kembali lagi.
Bagaimanapun juga tempat ini segalanya lengkap.
Omong kosong.
Satu pisang saja tidak ada di sini.
Makanlah.
Kamu menyuruhku makan. Kamu sendiri tidak makan.
Aku tidak suka makan pisang.
Omong kosong.
Kalau begitu apa kamu suka ikan mas?
Aku sangat menyukainya.
Kalau begitu saat kamu senang, apa yang kamu pikirkan di hatimu?
Menurutku,
setiap bintang yang ada di langit bisa mengeluarkan kembang api.
Aku tahu.
Apa yang ingin kamu lakukan padaku?
Lihat aku.
Aku ingatkan padamu.
Aku adalah orang dunia surgawi.
Aku adalah sebuah Bintang Keberuntungan.
Jika kamu memperlakukanku dengan tidak baik,
kamu akan sial.
Kamu berkata bahwa dirimu adalah Bintang Keberuntungan,
tapi kamu bahkan tidak tahu
apa kemampuanmu yang sebenarnya.
Kemampuan apa?
Aku tanya padamu.
Apa tingkat paling beruntung bagi seseorang?
Semua harapan menjadi kenyataan.
Yaitu apa yang diharapkan semuanya terpenuhi.
Kenapa di tempat dewa tidak ada pisang?
Karena kamu tidak suka memakannya.
Jadi kamu tidak akan memikirkannya.
Ini adalah tempat dewa yang kamu bayangkan.
Tentu saja segalanya lengkap.
Jadi meskipun aku membakarnya,
yang penting kamu masih membayangkannya,
dia akan kembali seperti semula secara otomatis.
Semua yang ada di sini adalah palsu.
Apa yang kamu katakan sebenarnya?
Lihatlah aku.
Kamu bicara mengikutiku.
Aku paling benci bunga teratai.
Aku paling benci…
Tapi aku tidak benci bunga teratai.
Kamu bicara mengikutiku.
Aku paling benci bunga teratai.
Baiklah, baiklah. Aku mengucapkannya.
Aku paling benci bunga teratai.
Aku paling benci ikan mas.
Aku paling benci kolam.
Aku paling benci pohon.
Aku benci segala yang ada di sini.
Aku paling benci ikan mas.
Aku benci kolam.
Aku benci pohon.
Aku benci segala yang ada di sini.
Yeah.
Bukalah matamu.
Mari lihatlah tempat dewamu lagi.
Kenapa bisa seperti ini?
Kenapa bisa seperti ini?
Jalan menuju ketenaran, semuanya adalah debu belaka.
Sepucuk bunga.
Sebatang pohon.
Sebuah hutan.
Bahkan seekor ikan.
Kamu tidak pernah sungguh memilikinya.
Semua hanyalah tipuanmu terhadap dirimu sendiri.
Jadi,
hanya dengan meninggalkan tempat ini,
pergi ke dunia luar,
kamu baru akan memiliki kehidupan yang sesungguhnya.
Apakah kamu bersedia melangkah keluar dari sini
atau lebih suka berada di sini
menjadi orang bodoh yang menipu diri sendiri?
Hmm!
Kamu pilih sendiri saja.
Tanggalkan bajumu dan keringkan dulu,
jika tidak akan sakit.
Aku hidup atau mati, kamu tidak perlu peduli.
Lagi pula kamu sudah bilang
semuanya adalah palsu.
Sungguh sangat sial.
Hujan terus sejak keluar.
Sekarang dari hujan deras menjadi hujan es.
Nona surgawi,
bukankah kamu bisa mewujudkan harapan menjadi kenyataan?
Bisakan menyuruh Dewa Langit memberikan sedikit cahaya kepada kita?
Bukankah menyuruhku keluar merasakan kehidupan nyata?
Kenapa aku harus seperti dulu,
menipu diri sendiri?
Hei, hei, hei. Mau ke mana?
Ke toilet. Tidak masalah, kan?
Oh, tidak masalah.
Keluar begitu lama,
tidak ada yang bagus dilihat,
tidak ada yang enak dimakan,
tidak ada apapun.
Hei, ini adalah kehidupan yang kamu suruh aku rasakan?
Tidak mengalami penderitaan,
bagaimana bisa tahu bagusnya rasa senang?
Betul tidak?
Selalu merasa ditipu.
Bisakah kamu turun dan jalan sendiri?
Berat sekali.
Tidak mengalami penderitaan,
bagaimana bisa tahu bagusnya rasa senang?
Nona,
kamu sangat cerdas,
memiliki pemahaman.
Kalau begitu Guru,
bagaimana jika kamu juga memahaminya?
Tidak perlu.
Kenapa?
Aku tahu.
Bunga ini kamu yang memetiknya.
Orang ini kamu yang membawanya.
Ini karena sebab dan akibat.
Kakak Biksu,
jika ada sebab akibat,
apakah akan ada karma?
Bisa.
Aduh. Jalan gunung begitu bahaya.
Kalian masih berani kemari.
Belum mulai merampok sudah bertemu dengan mangsa.
Hari ini aku ingin merampok.
Nona,
kamu tidak perlu takut.
Ada dia di sini.
Apapun yang dilakukan mengandalkan sebuah tongkat.
Menurutku tongkat itu tidak sanggup lagi.
Bagaimana kamu menunjukkan kemampuanmu?
Tidak akan begitu sial, kan?
Tunggu, tunggu.
Tiga orang.
Satupun jangan lepaskan.
Hei, kamu seperti ini sangat bahaya.
Tidak bisa dengar apa yang kamu katakan.
Aku bilang,
kamu seperti ini sangat bahaya.
Aku tahu.
Aku mengerti.
Hei, apa yang ingin kamu lakukan?
Melakukan jual beli.
Jual beli?
Hei, apa saja yang dijual?
Penggal kepala, potong tubuh, potong pinggang, menarik tubuh menjadi 5 bagian.
Kami tidak akan membiarkan satu orang pun yang hidup.
Begitu banyak barang,
kamu mau yang mana?
Eh, bisakah jika tidak memilihnya?
Bisa.
Langsung dikubur saja.
Tinggalkanlah kejahatan dan menjadi Buddha.
Kamu salah.
Tidak akan ada hal seperti ini.
Semua ucapanmu hanya menipu orang.
Aku tidak akan salah.
Baik. Kalau begitu aku dengarkan kamu.
Aku bunuh dia terlebih dahulu.
Aku baru meninggalkan kejahatan.
Kamu lihat apakah aku bisa menjadi Buddha.
Jangan menyentuhnya.
Sun Wukong.
Kamu adalah Sun Wukong, Raja Kera Sakti
yang mengacaukan Kerajaan Langit.
Hei, bukankah kamu kebal terhadap senjata,
hidup abadi?
Kamu lihat, kamu juga bisa berdarah.
Ini semua tipuan.
Aku tidak akan menipu orang.
Aduh, kamu jangan bicara lagi.
Jika tidak, darah yang mengalir akan semakin banyak.
Tidak separah itu.
Tidak separah ini, kah?
Ini sangat menakutkan.
Kenapa bisa seperti ini?
Iya, kenapa bisa seperti ini?
Pisauku sekecil ini,
pancuran darahmu lebih tinggi dari pohon.
Kamu berniat untuk mempermainkanku, kah?
Sun Wukong, Sun Wukong.
Kamu ini kera berengsek.
Beraninya mempermainkanku.
Semuanya harus mati.
Kakak Biksu,
jika ada sebab akibat,
pasti akan ada karma.
Kenapa semakin aku mendekati Bintang Keberuntungan,
kekuatan supranatural semakin lemah
dan juga semakin sial?
Nona surgawi.
Kamu akhirnya sadar.
Aku jadi lega jika kamu baik-baik saja.
Kamu yang mengantarku pulang?
Iya.
Kakak Biksu,
kamu sangat baik.
Aku ingin menasihatimu.
Kelak kamu harus mengendalikan
emosimu dengan baik.
Biksu tidak akan berbohong.
Tentu saja.
Kalau begitu berarti kamu meremehkanku.
Tidak.
Maaf.
Mungkin aku salah paham padamu.
Tentu saja.
Jadi kamu dari awal sudah membenciku.
Kenapa kamu tidak bicara?
Aku… aku sungguh sangat takut.
Kamu tidak melakukan hal apapun yang membuatku membencimu.
Apa yang kamu takutkan?
Lagi pula, aku hanya seorang gadis.
Apa yang perlu ditakutkan?
Kamu sungguh sangat menakutkan.
Waktu itu, semua bandit itu…
Namo Amitabha Buddha.
Apa yang aku lakukan terhadap mereka?
Kamu lupa?
Aku hanya ingat para bandit itu melukai Sun Wukong.
Waktu itu aku sangat marah dan membenci mereka.
Kemudian setelah itu…
Apa yang terjadi setelah itu?
Ada apa dengan setelah itu?
Tunggu. Tadi kamu bilang
kamu membenci para bandit itu?
Betul.
Siapa suruh mereka menindas Sun Wukong.
Sebenarnya,
awalnya
aku keluar bersama Sun Wukong,
aku merasa ditipu dia.
Hingga suatu saat
aku lihat diamengorbankan dirinya demi aku.
Ternyata,
aku sungguh tidak salah mempercayai orang.
Meskipun dulu
aku bisa mewujudkan harapan menjadi kenyataan,
- Tampaknya dia meninggalkan tempat dewa - tapi itu semua
- mulai dari mewujudkan harapan menjadi kenyataan - hanya ilusi.
- menjadi benci dan ingin seseorang mati. - Meskipun aku tidak memiliki apapun sekarang.
Menurutmu, apakah ini takdir?
Kamu ini kenapa seperti ini?
Aku sedang berbicara denganmu.
Kenapa kamu lari ke sana?
Kamu ini sungguh menyebalkan.
Nona surgawi,
aku mencari kera masih ada urusan.
Kamu istirahatlah dengan baik. Aku pergi dulu.
Kera itu.
Dia,
aku mengantarnya kembali ke kamar.
Bagaimana dengannya?
Aku ingatkan padamu. Nona ini sangat hebat.
Jika dia sungguh ingin melawanmu,
kamu sama sekali tidak bisa menahannya.
Dia baik-baik saja. Kenapa dia ingin melawanku?
Apakah kamu tidak bisa melihatnya?
Sifat iblis dia telah keluar.
Apa ekspresimu ini?
Kamu kira aku menakutimu?
Aku tahu.
Kamu menempatkannya di sisimu karena ingin menemukan
penyebab dia menjadi iblis.
Kamu ingin membantunya.
Aku datang untuk menyelamatkanmu.
Kamu ingin menyelamatkannya.
Aku memang datang untuk menyelamatkanmu.
Tidak. Kamu pasti akan menyelamatkannya.
Kamu lihat aku.
Bicaralah.
Masih bicara. Bahaya telah datang.
Cepat bawa Bintang Keberuntungan pergi dari sini.
Tampaknya situasi tidak baik.
Aduh, bisakah kamu jangan mengeluarkan suara seperti ini?
Aku bersiul untuk membuat suasana menjadi nyaman.
Baiklah jika tidak bersiul.
Kita cepat pergi dari sini.
Hei, di mana dia?
Siapa?
Hei, dia pergi ke mana?
Ayo.
Cepat pergi dari sini.
Sungguh sangat gelap.
Aku tidak bisa melihat apapun.
Wukong, cepat.
Buka mata api emas dan lihatlah.
Jalan lewat mana?
Kenapa mukamu begitu hitam?
Buka mata api emas dan lihatlah harus lewat mana?
Bicaralah. Siapa kamu?
Aku adalah roh kebencian.
Kamu jangan menakutiku, roh kebencian.
Buat apa menakutiku?
Roh kebencian.
Adalah roh kebencian yang dikatakan Wukong.
Wukong.
Aduh.
Maaf.
Sungguh ada roh kebencian.
Jangan terlalu panik.
Kenapa aku tidak melihat roh kebencian?
Buka mata api emasmu.
Bagaimana?
Bawa Bintang Keberuntungan pergi dulu.
Baik.
Tidak. Mati, aku juga ingin mati bersamamu.
Hari ini bukan mati bersama,
melainkan pergi bersama. Ayo.
Aku...
Ayo.
Ayo.
Kita pergi lewat pintu belakang.
Ayo.
Sebelah sini. Cepat.
Pergi lewat sana.
Sebelah sini juga ada.
Ayo.
Bunuh dia!
Bunuh dia! Kamu baru bisa membebaskan diri dariku.
Bintang Keberuntungan.
Bintang Keberuntungan, kamu lihat siapa aku.
Sun Wukong.
Bintang Keberuntungan.
Akhirnya menemukan kalian.
Selamat datang di dunia surgawi.
Lihat pandangan matamu,
sepertinya menganggapku sebagai musuh.
Jika kamu orang surgawi,
katakan padaku kenapa setelah Bintang Keberuntungan keluar
akan menjadi semakin sial?
Kenapa roh kebencian ingin mengejarnya?
Kenapa roh kebencian tidak membunuhnya,
melainkan ingin merasuki tubuhnya
sehingga dia menjadi semakin gila?
Kenapa dia bisa menjadi roh jahat?
Apa kamu berani mendengar jawaban sesungguhnya?
Aku hanya ingin mengetahui kebenaran.
Bintang Keberuntungan
adalah sumber roh kebencian.
Orang yang ada di hadapanmu
sebenarnya kebencian pertama di dunia.
Dengan kata lain adalah sumber dari semua kebencian.
Kalau begitu kenapa dia bisa menjadi Bintang Keberuntungan?
Karena orang surgawi.
Dunia surgawi selalu mempertahankan kestabilan langit dan bumi.
Energi positif dan negatif saling menyesuaikan, kebaikan dan kejahatan ada awal dan akhir.
Yang tidak berdaya adalah
kebencian tidak diatasi,
usaha apapun
tidak bisa sepenuhnya teratasi.
Tapi orang surgawi tidak ingin membunuh makhluk hidup.
Jadi kami memberikan dia kemampuan untuk mewujudkan harapan menjadi kenyataan.
Menjadikannya sebagai Bintang Keberuntungan
untuk menyembunyikan kebenciannya.
Jika demikian, kenapa masih ada roh kebencian?
Saat kemampuan segel tempat mewujudkan harapan menjadi kenyataan
semakin melemah seiring berjalannya waktu,
kebencian pada tubuh Bintang Keberuntungan akan keluar
membuat kebencian baru tumbuh.
Kalian bisa membawanya keluar
karena aku tahu segel kekuatan
paling lama bisa bertahan lagi selama 300 tahun.
Setelah 300 tahun,
tempat mewujudkan harapan menjadi kenyataan akan hilang secara otomatis.
Pada saat itu,
roh kebencian yang tak terhitung jumlahnya
akan mencarinya seperti tadi.
Membuatnya menjadi roh kebencian
yang kamu temui di masa depan.
Aku sudah membawanya kemari.
Sekarang apa yang harus kulakukan?
Mengambil hatinya.
Dia akan menjadi tanpa cinta, tanpa dendam, tanpa sakit, tanpa air mata,
tanpa hutang, tanpa balas budi.
Karena semua telah dikosongkan.
Bodhi memang bukan pohoh, dari mana mengosongkannya?
Mengambil hatinya?
Apa yang akan terjadi dengannya?
Kamu takut dia mati?
Sun Wukong, kamu tidak pernah takut terhadap apapun.
Kamu bahkan takut membunuh seorang roh jahat.
Kamu peduli padanya.
Kamu bermurah hati.
Aku tidak.
Yang kamu ambil hanyalah hatinya.
Tidak akan mencelakai dia.
Tapi dia mulai saat itu adalah orang yang tidak memiliki masa lalu.
Dia akan melupakan segalanya.
Apa kamu pernah bertanya padanya apakah dia bersedia?
Tapi jika kamu tidak bersedia,
kalau begitu biarkanlah gurumu mati.
Wukong.
Kamu ada harapan apa?
Apa gunanya memiliki harapan?
Lagi pula juga tidak bisa terwujudkan.
Aku bantu kamu mewujudkannya.
Kalau begitu tahun ini aku ingin menikah.
Tahun depan menjadi ibu, 3 tahun kemudian punya 2 anak, 4 tahun kemudian punya 3 anak.
Kemudian sampai tahun ke-5…
Baik, baik, baik.
Yang kamu inginkan ini aku tidak bisa membantumu.
Selain ini, apakah masih ada yang lain?
Mesti tanyakan harapanku.
Setelah kukatakan juga tidak bersedia membantuku mewujudkannya.
Aku sudah tahu akan seperti ini.
Segala yang ada di tempat dewa sudah lenyap.
Sekarang hanya sisa ini saja.
Drama ini aku sudah menontonnya bertahun-tahun.
Tapi sekarang,
aku bahkan tidak tahu
kebahagiaan yang sebenarnya itu seperti apa.
Apa yang terjadi?
Aku takut tinggi.
Jangan takut, ada aku di sini.
Bintang Keberuntungan.
Setelah malam ini,
kamu akan memiliki sebuah kehidupan
tanpa air mata dan kebencian.
Tidak peduli apakah kamu mengingatku atau tidak,
kamu harus hidup dengan baik.
♫ Semuanya memiliki hukum ♫
♫ Kembang api dalam sekejap ♫
♫ Keindahan bagaikan gelembung mimpi ♫
♫ Tiba-tiba dekat dan jauh seperti kabut dan listrik ♫
♫ Sekarang kerinduan menjadi patah hati ♫
♫ Di dunia tidak ada kekekalan ♫
♫ Saat rambut panjang beruban ♫
♫ Menuju neraka dan surga hanya dalam sekejap ♫
♫ Permulaan dan akhir takdir ♫
♫ Siapa yang tiada henti menyanyikan lagu cinta ♫
♫ Sadarilah bahwa segalanya adalah kekosongan ♫
♫ Seharusnya memutuskan pemikiran ♫
♫ Melepaskan hasil barulah cara akhir cinta ♫
♫ Harapan sihir yang tak bisa kudapatkan ♫
♫ Adalah cara akhir supaya cinta tidak pergi ♫
♫ Kebencian akan membuat orang tidak sanggup ♫
Kamu mengambil hatiku.
Orang surgawi itu jelas-jelas katakan padaku bahwa
mengeluarkan hatimu,
akan membuatmu melupakan segalanya.
Semua energi kebencianmu akan hilang.
Bagaimana mungkin seperti ini? Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin?
Bagaimana mungkin seperti ini?
Jadi…
Jadi kamu bilang kamu baik padaku,
membawaku pergi melihat Bima Sakti,
sebenarnya sedang menipuku?
Kamu menyuruhku jangan menjadi
orang bodoh yang menipu diri sendiri.
Pada akhirnya,
akulah yang menjadi lelucon besar yang ditipu kamu.
Bukan seperti ini. Bukan seperti ini.
Bukan seperti ini.
Bintang Keberuntungan.
Bintang Keberuntungan.
Bintang Keberuntungan.
♫ Sadarilah bahwa segalanya adalah kekosongan ♫
♫ Seharusnya memutuskan pemikiran ♫
♫ Melepaskan hasil barulah cara akhir cinta ♫
Jangan panggil namaku lagi.
Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi.
♫ Adalah cara akhir supaya cinta tidak pergi ♫
♫ Kebencian akan membuat orang tidak sanggup ♫
♫ Melepaskan diri dari lautan penderitaan ♫
♫ Kamu malah mengubur janji ♫
♫ Kamu membuatku menjadi gila ♫
♫ Berharap tidak kesepian lagi ♫
♫ Membayar ilusi seumur hidup ♫
♫ Pada akhirnya hanya mimpi belaka ♫
♫ Hati hancur karena telah jatuh cinta ♫
♫ Harapan sihir yang tak bisa kudapatkan ♫
♫ Adalah cara akhir supaya cinta tidak pergi ♫
♫ Kebencian akan membuat orang tidak sanggup ♫
♫ Melepaskan diri dari lautan penderitaan ♫
♫ Kamu malah mengubur janji ♫
♫ Jika tak saling berhutang di kehidupan sebelumnya ♫
♫ Kenapa kehidupan sekarang akan bertemu ♫
♫ Apakah ada jodoh di kehidupan mendatang ♫
♫ Tak berani berjanji hanya bisa minta maaf ♫
♫ Kalau begitu biarkan kehidupan sekarang menentang hukum ♫
Sun Wukong,
aku membencimu.
Aku tidak ingin kamu menjadi roh jahat setelah 300 tahun mendatang.
Kamu ikut aku pergi.
Ekspresi inilah.
Ekspresinya seperti ini juga saat dia membunuh bandit.
Akhirnya menunggumu.
Kenapa bisa seperti ini?
Kita masuk ke dalam jebakan orang surgawi.
Sun Wukong.
Ayo kita pergi melihat Bima Sakti.
Bima Sakti sungguh sangat indah.
Kamu bawa aku pergi ke sana lagi.
Bisakah?
Aku menipumu.
Aku ingin kamu tahu,
ditipu oleh seseorang yang dipercaya,
hati betapa menyakitkan.
Kenapa kamu tertawa?
Kamu seharusnya teriak.
Kamu seharusnya kesakitan.
Aku ingin kamu kesakitan.
Baik.
Kalau begitu kamu pergi mati sekarang.
Dia bukan Bintang Keberuntungan lagi.
Wukong, kamu lihat.
Kali ini giliran aku melindungimu.
Guru tidak bisa menemanimu melanjutkan perjalanan.
Begini juga bagus.
Kelak,
kamu tidak perlu begitu bersusah payah.
Guru.
Tidak bisa membunuhku.
Kamu selamanya tidak bisa menyelamatkan Tang Sanzang.
Bintang Keberuntungan,
jalan menuju ketenaran, semuanya adalah debu belaka.
Biarlah aku yang menanggung kebencianmu.
Sun Wukong,
kenapa kamu begitu bodoh,
mengorbankan diri sendiri
menghisap semua roh kebencian?
Aku tidak pantas mendapatkannya.
Aku tidak pantas mendapatkannya.
Jika baik padamu adalah salah,
kalau begitu aku selamanya tidak ingin benar.
Masih ada hal terakhir yang harus dilakukan.
Bunuhlah aku.
Bunuhlah aku.
Tidak.
Aku tidak bisa melakukannya.
Kamu tidak membunuhku,
roh kebencian itu akan mencelakai manusia lagi.
Tidak.
Sun Wukong.
Kenapa kamu melakukannya?
Kenapa kamu melakukannya?
Guru.
Kamu masih hidup.
Sungguh bagus sekali.
Wukong.
Sun Wukong.
Sun Wukong.
Sun Wukong.
Orang surgawi itu mengira memanfaatkanmu
membawa Bintang Keberuntungan keluar dari tempat mewujudkan harapan menjadi kenyataan
bisa membuat roh kebencian menyatu dengan tubuhnya.
menjadi roh kebencian yang sangat ganas.
Tapi dia tidak menyangka
kamu bahkan di saat krisis menanggung serangan untuk dia
membuat Bintang Keberuntungan memiliki cinta di hati.
Jadi roh kebencian itu tidak bisa menyatu dengan tubuhnya.
Sun Wukong.
Kamu bukan kera, juga bukan kera sakti.
Kamu sekarang adalah
Buddha yang dinobatkan.
Buddha yang dinobatkan.
Bintang Keberuntungan,
segala sesuatu dinamis dan tidak statis.
Jalan menuju ketenaran, semuanya adalah debu belaka.
Mengerti.
Jika manusia terlalu terobsesi terhadap karma sebab dan akibat,
hanya akan menyebabkan diri sendiri ditelan oleh kegelapan.
Saatnya melepaskan, seharusnya berani untuk melepaskannya.
♫ Meminjam sinar matahari pagimu membangunkan kantuk ribuan tahun ♫
♫ Biarkan aku berkelana memahami suka dan duka yang tak berujung di dunia ♫
♫ Perang di mana-mana memuaskan keinginan, tak terobsesi pada siapa pun ♫
♫ Armor emas meninggalkan kesepian ♫
♫ Meminjam ucapan gigaumu jatuh ke dalam Bima Sakti ♫
♫ Biarkan aku pernah memiliki juga menantikan kenangan menghilang ♫
♫ Senyuman sekilas dalam dunia manusia mengukir namamu dan namaku ♫
♫ Tak berlindung pada Buddha, cinta dan dendam menyatu di telapak tangan ♫
♫ Pedang ungu juga tak bisa mengiris waktu kembali ♫
♫ Jika malam hari, harap nyalakan sebuah sumbu lampu ♫
♫ Relakanlah aku menerangi misteri di depanmu♫
♫ Juga tak bisa kembali lagi terhadap sumpah itu ♫
♫ Jika pedang ungu juga tak bisa menggambarkan masa lalu ♫
♫ Jika malam hari kamu tak bisa temukan bintang ♫
♫ Relakanlah aku pergi mencari harapan di dalam hati ♫
♫ Mengendalikan nafsu, cintamu yang telah menghilang ♫
♫ Meminjam tema dalam hidupku mengungkapkan misteri sekali lagi ♫
♫ Biarkan kamu membanggakan diri kemudian bermusuhan dengan dunia ♫
♫ Kabut hujan yang penuh dengan cinta, setetes air mata menghentikan niat yang muncul ♫
♫ Pejamkan mata apakah bisa dengar dengan tenang lagi ♫
♫ Siapa bersedia berubah menjadi debu ♫
♫ Tak peduli kasih sayang yang tak harus ada ♫
♫ Kubur di dalam hati, memutuskan perasaan untuk mendapatkan ketenangan ♫
♫ Penghiburan yang sulit didapatkan, kamu sejak awal bukan kamu lagi ♫
♫ Siapa rela berubah menjadi debu ♫
♫ Pergi mengikuti angin, tak meninggalkan jejak ♫
♫ Keras kepala dan sulit diatur tak dapat melawan keluhan ♫
♫ Tak salahkan takdir, hanya salahkan pemandangan 500 tahun ♫
♫ Tak salahkan takdir, hanya salahkan pemandangan 500 tahun ♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.