All language subtitles for Legend of Yang Jian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Menurut legenda, adik Kaisar Giok, Peri Yun Hua,

dipenjara di bawah Gunung Taohua...

karena melanggar hukum Langit dengan jatuh cinta kepada manusia.

Putranya, Dewa Erlang, harus dilahirkan sebagai bayi,

diturunkan untuk menaklukkan demon.

Dia perlu bereinkarnasi seribu kali...

sebelum bisa diterima oleh Kekaisaran Surgawi.

Sekarang, kita akan membahas...

tentang reinkarnasi terakhir Dewa Erlang.

Yang Jian Legend

Desa Huyang

>Dewa Erlang...

>mengunjungi dunia manusia.

>Empat laut terhubung ke Langit,

>sembilan harimau tidur bersama.

>Dewa Erlang...

>bereinkarnasi ke dunia manusia.

>Ayah!

>Di awal musim gugur,

>diberkatilah Huyang!

>Bagaimana? Nyonya Hei sudah melahirkan?

>Bayinya perempuan.

>Di desa ini,

>sepertinya hanya istri Tukang Kayu Li yang tersisa.

>Mari kita periksa.

>Apakah Dewa Erlang akan turun hari ini?

>Ya.

>Bagaimana?

>Anaknya mungkin meninggal.

>Kita harus bagaimana? Tolong pikirkan sesuatu.

>Kau harus menyelamatkan anak itu!

>Anak itu adalah Dewa Erlang!

>- Nyonya Li! - Nyonya Li!

>Kau harus melahirkan anak itu!

>Apa yang kau lakukan?

>Tukang Kayu Li, dengarkan aku.

>Anak itu adalah reinkarnasi Dewa Erlang.

>Setelah berusia 20 tahun, dia bisa membantu desa kita...

>untuk menyingkirkan Demon Mo!

>Dengar, aku tidak punya waktu untuk ini!

>Pergi!

>- Ayah. - Ini harapan terakhir kita.

>Apa kau sudah selesai?

>- Dia harus melahirkan! - Jangan pukul dia!

>Jangan pukul ayahku!

>- Jangan pukul ayahku! - Kau menyebalkan sekali!

>Dia sudah melahirkan.

>- Bagaimana? - Laki-laki atau perempuan?

>Ibu dan anaknya baik-baik saja. Anaknya perempuan.

>Syukurlah.

>Ayah, jangan khawatir.

>Seorang bayi laki-laki akan dilahirkan.

>Dewa Erlang takkan berbohong kepada kita.

>Dia pasti lahir di tempat lain.

>Ya.

>Demon Mo datang!

>Lari!

>Ayah!

>Ayah!

>Dewa Erlang.

>Di awal musim gugur,

>dia akan bereinkarnasi...

>dan turun ke Huyang.

>Sampai hari ini,

>kenapa semua bayi yang lahir adalah perempuan?

Dua Puluh Tahun Kemudian

>Cepat!

>Kau tak boleh membawanya.

>- Kau tak boleh membawanya. - Lepaskan!

>Jangan sakiti dia.

>Sudahlah.

>- Kau akan menarik perhatian seseorang. - Diam.

>Dia menggigitku.

>Beraninya kau menggigitku.

>Aku akan menghancurkan semua gigimu!

>Berhenti!

>Demon telah merajalela selama 20 tahun.

>Orang-orang menderita.

>Beraninya kau merampok orang tua dan gadis muda...

>di siang bolong!

>Kau menabur garam pada luka.

>Itu tidak bisa diterima.

>Dari mana asalmu?

>Sebutkan namamu!

>Aku Dewa Erlang,

>Yang Jian.

>Siapa kau mencoba membual?

>Ambil punyaku.

>Beraninya kau merebut makanan dewa!

>Kau tidak mau hidup?

>Kau tahu siapa dia? Dewa Erlang!

>Aku tak merebutnya, dia memberikannya kepadaku.

>Ya, Kakak Huan Ling, aku memberikannya kepadanya.

>Memberikan apa?

>Beraninya kau mengambilnya!

>Beraninya kau mengambilnya!

>Jangan sampai aku melihatmu lagi!

>Wanita gila, tunggu saja!

>Cukup, Kakak Huan Ling. Lupakan.

>Semuanya.

>Dewa Erlang menunjukkan rahmatnya dan menyingkirkan pengganggu.

>Ini beberapa jimat suci yang dibuat oleh Dewa Erlang.

>Ini bisa memberi keberuntungan dan umur panjang.

>Lima pembeli pertama akan mendapat diskon 20 persen.

>Omong kosong.

>Kami juga punya Jimat Pasangan yang bisa membantu dalam hal percintaan.

>Jangan pergi!

>Aku belum selesai!

>Kakak Huan Ling, Dewa Erlang juga mengatur urusan percintaan?

>Apa yang kau tahu?

>Kenapa kau pengecut sekali?

>Kau dewa atau apa?

>Aku tak bilang bahwa aku Dewa Erlang.

>Kaulah yang terus mengatakannya.

>Itu tak mungkin salah. Kau akan menjadi dewa besok.

>Makan dan tidurlah yang nyenyak malam ini. Jangan pergi ke mana-mana.

>Paham?

>Ya.

>Kenapa aku tidak bisa menjualnya?

>Pasti karena kurang bergaya.

>Aku akan meminta Tukang Kayu Li untuk mengubahnya.

Aku Dewa Erlang

>Aku Dewa Erlang.

>Kakak Huan Ling.

>Kenapa kau belum tidur?

>Kau benar-benar berpikir aku adalah Dewa Erlang?

>Jika aku bilang begitu, itu benar.

>Jika aku dewa,

>kenapa aku ada di sini?

>Untuk menaklukkan demon...

>dan kembali ke Kekaisaran Surgawi bersama ibumu.

>Aku harus menaklukkan 1.000 demon agar diterima oleh Kekaisaran Surgawi.

>Apakah penting menjadi dewa?

>Berhenti bicara omong kosong.

>Bagaimana kau bisa menyelamatkan ibumu jika tidak menjadi dewa?

>Bagaimana kalau aku membunuhmu dan kau bisa menjadi roh?

>Namun, aku selalu memperlakukanmu sebagai ibuku.

>Bodoh, aku bukan ibumu. Aku menemukanmu di jalan.

>Itu sebabnya namamu Yang Jian.

>Begitu rupanya.

>Setelah menjadi dewa,

>kau akan melupakanku.

>Setiap orang dilahirkan dengan sebuah misi.

>Misimu adalah untuk menaklukkan demon.

>Misiku...

>adalah untuk melepas kepergianmu.

>Aku masih tak percaya bahwa aku adalah Dewa Erlang.

>Aku tak merasa berbeda dari orang lain.

>Kakak Huan Ling.

>Kakak Huan Ling.

>Bisakah kau tak berisik?

>Kau ingin dipukuli lagi oleh wanita itu?

>San Er, buka pintunya.

>Sudah kubilang jangan berisik!

>- Itu bukan aku. - Aku sudah memintamu...

>Jangan berisik.

>San Er, cepat.

>Itu benar-benar bukan aku.

>Kakak, ada biji kurma.

>Siapa?

>Siapa itu?

>Siapa di sana?

>Di masa-masa kekacauan,

>dia membelah Langit dan Bumi untuk membentuk Yin dan Yang.

>Dengan tiga mata kekuatan Langit,

>dia adalah Dewa Erlang yang perkasa.

>Semuanya.

>Desa Huyang diserang oleh Demon Mo setiap tahun.

>Kita sudah bertahan selama dua puluh tahun.

>Hari ini,

>Dewa Erlang akan menyelamatkan orang-orang dari penderitaan!

>Ini lagi?

>Kudengar dewa turun di tanggal tertentu.

>Kurasa hari ini.

>Jika dia benar-benar Dewa Erlang, aku adalah Kaisar Giok.

>Kakak, berapa lama lagi?

>Aku takut ketinggian.

>Berhenti membual.

>Waktunya telah tiba.

>Mari kita sambut Dewa Erlang.

>- Dia benar-benar menyalakannya. - Itu terlihat sungguhan.

>Aduh!

>Dia pembohong.

>Yang Jian, kau baik-baik saja?

>Pembohong!

>Mungkin aku salah menghitung.

>Ini belum waktunya.

>Pembohong!

>Demon Mo datang!

>Lari!

>Yang Jian, lari!

>Ayo.

>Cepat.

>Kakak.

>Turunkan aku.

>Diam.

>Tinggalkan aku.

>- Turunkan aku! - Diam!

>Kakak, apa yang kau lakukan?

>Biarkan aku keluar!

>Aku tidak ingin kehilangan anggota keluarga lagi.

>Kakak Huan Ling!

>Kembali!

>Kakak Huan Ling!

>Sekarang!

>Kakak Huan Ling, lari!

>Aku akan menahannya!

>Siapa yang menyuruhmu keluar?

>Yang Jian!

>Yang Jian, ambil garpu rumputnya!

>Mata Ketiga?

>Panas!

>Panas!

>Panas!

>Yang Jian.

>Lihat.

>Dia benar-benar Dewa Erlang!

>Tidak salah lagi.

>Cepat sembah Dewa Erlang!

>Dewa Erlang yang mahakuasa.

>Maafkan ketidaksopanan kami.

>Tolong berkati kami.

>Terpujilah Dewa Erlang.

>Menyingkir!

>Dewa Erlang.

>Maaf telah menyinggungmu.

>Kau murah hati.

>Tolong maafkan kami.

>Tolong maafkan kami.

>Kenapa kau berkedip?

>Tiga mata itu bagus?

>Aduh!

>Sakit, Kakak!

>Aku hampir menjadi buta.

>Apa yang kau lakukan?

>Demon itu sudah mati, bukankah seharusnya kau menjadi dewa?

>Lihat, ada seseorang di sini.

>- Di mana? - Itu sungguhan.

>- Ya. - Siapa itu?

>Itu seorang perempuan, aku belum pernah melihatnya.

>Apa yang terjadi?

>Kenapa ada wanita hamil di dalam perut Demon Mo?

>Apakah dia dari desa kita?

>Kurasa dia orang luar. Aku belum pernah melihatnya.

>Cepat panggil tabib.

>Itu dia?

>Kenapa dia ada di sini?

>Itu benar-benar Zhi Xuan.

>Kakek, kau salah orang lagi.

>Aku tidak salah.

>Dia kakakku.

>Dia demon.

>Kau harus membunuhnya.

>Kakak.

>Bunuh dia!

>Bukankah kau menyuruhku menaklukkan demon?

>Kenapa sekarang menyuruhku membunuh manusia?

>Di atas piring bambu yang diukir oleh ayahku,

>tertulis bahwa Erlang akan diangkat ke Langit setelah menaklukkan demon.

>Namun, kau masih ada di sini.

>Ini menunjukkan bahwa demon itu masih hidup.

>Namun, dia manusia.

>Semua orang yang dimakan Demon Mo hilang. Hanya dia yang masih ada di dalam.

>Ini membuktikan bahwa dia adalah wujud demon yang sebenarnya.

>Bunuh dia! Apa yang kau lakukan?

>Kau masih ingin menjadi dewa?

>- Kau masih ingin menjadi dewa? - Cukup!

>Bunuh dia sendiri jika kau mau.

>Lagi pula, aku tak perlu menjadi dewa.

>Zhi Xuan.

>Zhi Xuan, aku adikmu, Su Wu.

>Zhi Xuan, bangun!

>Ambil air minum.

>Kakak.

>Zhi Xuan.

>Zhi Xuan.

>- Dia benar-benar demon. - Demon!

>Kakek, ini air minumnya.

>Lari!

>Demon, keluarlah!

>Keluar!

>Keluar!

>Keluar!

>Keluar!

>Keluar!

>Demon tidak memiliki emosi.

>Bersimpati dengannya hanya akan menghancurkan masa depan kelangitanmu.

>Kau benar.

>Aku seharusnya tidak memaksamu.

>Temui aku jika kau sudah menyadarinya.

>Kakak Huan Ling.

>Kau sudah menyadarinya?

>Ya.

>Berbaliklah.

>Apa yang kau sadari?

>Aku ingin membunuh demon itu!

>Kau bisa menaklukkan demon,

>tetapi kita harus memiliki perjanjian.

>Baik.

>Pertama, kau harus mendengarkan segala ucapanku.

>Kedua, menaklukkan demon adalah prioritas utamamu.

>Meskipun itu mengorbankan nyawaku, kau harus menaklukkan demon.

>Terakhir,

>setelah kau menjadi dewa,

>jangan lupakan aku.

>Baik.

>Aku berjanji kepadamu.

>Mari kita pergi.

>Baik.

>Kakak Huan Ling.

>Demon itu telah melarikan diri.

>Bagaimana kita bisa menemukannya?

>Kita tak tahu dia pergi ke mana, tetapi kita tahu tempat asalnya.

>Ya, kita bisa menemui Paman Su.

>Namun,

>Paman Su sudah meninggal.

>Siapa bilang kita tak bisa bertanya kepada orang yang sudah meninggal?

Memanggil reinkarnasi Hua Tuo,

Tabib Zhang.

>Tuan Huang.

>Bagaimana putraku?

>Denyut nadinya tidak teratur.

>Saraf Xuanmai mengendalikan rasa sakit.

>Titik Shenmen adalah aura seseorang.

>Qi dan darahnya tidak cukup.

>Penyakitnya...

>Tolong katakan.

>Apakah putraku bisa diselamatkan?

>Aku akan pergi sekarang!

>Jangan biarkan dia lari!

>Tolong ampuni aku!

>Kau siapa?

>Jangan marah.

>Tolong tenang.

>Apakah kita mempekerjakan seorang pendeta Tao?

>Tuan.

>Aku Tian Yuan.

>Bolehkah aku mencobanya?

>Anakku sedang sekarat.

>Lebih dari seratus tabib gagal menyembuhkannya.

>Kau hanya seorang pendeta Tao, kau bisa menyembuhkannya?

>Lebih dari seratus tabib gagal menyembuhkannya.

>Bagaimana kau yakin putramu benar-benar sakit?

>Manusia dan Roh, dengarkan aku.

>Matahari terbit dari timur.

>Kejahatan, pergilah!

>Mulut mengembuskan api pegunungan.

>Jimat terbang bersinar di pintu.

>Demon disebutkan di sejarah.

>Sembuhkan wabah dengan waktu...

>dan ambil vajra ini!

>Master, bagaimana putraku?

>Jangan khawatir.

>Jangan panik.

>Penyakit Tuan Muda Huang mungkin tak disebabkan penyakit.

>Apa maksudmu?

>Penyakit ini disebabkan oleh karma di kehidupan sebelumnya,

>itu juga disebut takdir karma.

>Tidak ada yang bisa menyembuhkannya.

>Kita hanya bisa mengikuti kehendak Dewa,

>lalu penyakitnya akan sembuh dengan sendirinya.

>Tolong katakan dengan jelas.

>Pergilah 250 kilometer ke barat dari sini.

>Wanita pertama yang kau temui adalah istri yang dijodohkan untuknya.

>Biarkan mereka segera menikah, lalu penyakitnya akan sembuh.

>Baik.

>Putraku akan diselamatkan.

>Aku tidak berani berbohong.

>Ayahku bilang ada sebuah hutan aneh di padang pasir ini.

>Itu ada di persimpangan Yin dan Yang.

>Orang yang baru saja meninggal akan berkumpul di sana.

>Yang Jian!

>Kakak Huan Ling.

>Kita sudah berjalan selama empat jam.

>Mungkin mereka sudah pindah tempat.

>Biarkan aku beristirahat sebentar.

>Kau telah menjadi dewa.

>Kenapa kau masih sangat lemah?

>- Bangun! - Biarkan aku beristirahat sebentar.

>Bangun!

>Kakak Huan Ling.

>Lihat itu.

>Semua jejak kakinya berkumpul di sini.

>Ini pasti gerbang ke dunia roh.

>Tidak ada apa-apa di sana.

>Cobalah melihat dengan mata ketigamu.

>Ayahku bilang, Mata Ketiga bisa melihat semua makhluk di enam dunia.

>Apakah kau melihat Paman Su?

>Ayo.

>Di sana penuh roh.

>Roh-roh itu akan kembali untuk bereinkarnasi.

>Itu benar-benar ada di sana.

>- Itu... - Kau masih ingin menaklukkan demon?

>Ya.

>Kalau begitu, pergilah!

>Paman Su.

>Paman Su.

>Paman Su.

>Cepat.

>Cepat!

>Cepat!

>Paman Su!

>Kau siapa?

>Beraninya kau menerobos masuk Dunia Roh!

>Aku akan segera pergi. Maaf.

>Kau tak bisa datang dan pergi sesukamu di Dunia Roh.

>Maafkan aku.

>Yang Jian, apa yang kau lakukan?

>Kau melihat Paman Su?

>Ada pria hitam dan pria putih.

>Mereka ingin menangkapku!

>Pria hitam dan pria putih?

>- Di mana? - Maafkan aku.

>Beraninya kalian!

>Dia Dewa Erlang!

>Berlututlah segera dan tunggu perintahnya!

>Berhenti bicara!

>Percaya atau tidak, dia akan mengubah kalian menjadi abu!

>Suara apa itu?

>Dewa Erlang?

>Ayo.

>Aku Dewa Erlang.

>Kau Dewa Erlang...

>yang dingin dan keras,

>memalingkan kepalanya untuk menyembunyikan lukanya,

>dan tenang saat menghadapi kematian?

>Ya, itu aku!

>Berpura-pura menjadi dewa, itu dosa, bawa dia pergi!

>Aku Dewa Erlang!

>Aku benar-benar Dewa Erlang!

>Aku Dewa Erlang!

>Aku Dewa Erlang!

>Aku benar-benar Dewa Erlang!

>Kenapa dia begitu sombong saat memperkenalkan dirinya?

>Aku Dewa Erlang!

>Aku benar-benar Dewa Erlang!

>Kau menghalangi tugas resmi dan berpura-pura menjadi dewa.

>Itu dosa yang tak termaafkan!

>Dosa yang tak termaafkan?

>Tolong minta Lonceng Langit untuk memanggil Pelahap Jiwa.

>Apa yang kau lakukan?

>Apa?

>Lonceng Langit hilang!

>Kotaknya kosong!

>Jangan terlalu berlebihan!

>Master Erlang, itu hanya kesalahpahaman.

>Lihat.

>Terima kasih telah memberiku penampilan baru.

>Di mana Paman Su?

>Aku sudah membawanya ke sini.

>Su Wu, kemarilah!

>Ayo!

>Silakan bertanya kepadanya.

>Paman Su.

>Ini aku, Yang Jian.

>Wanita di dalam Demon Mo benar-benar kakakmu?

>Ya.

>Mana mungkin aku tak mengenali kakakku sendiri.

>Namun, kau sudah tua.

>Bagaimana bisa kau punya kakak semuda itu?

>Nama kakakku adalah Zhi Xuan.

Ketika berusia 17 tahun,

dia pergi ke Kuil Chiwu untuk menjadi biarawati.

Wanita di dalam Demon Mo terlihat mirip seperti dia...

>ketika dia berusia 17 tahun.

>Kuil Chiwu?

>Paman Su bilang, kakaknya pergi ke Kuil Chiwu...

>untuk menjadi biarawati.

>Kau tahu tempatnya?

>Kakak.

>Kakak Huan Ling.

>Kakak Huan Ling!

>Tolong!

>Diam!

>Diam!

>Kau tidak ingin hidup?

>Dia calon istri Tuan Muda.

>Kau tidak tahu?

>Sudah berkali-kali aku menyuruhmu menghormatinya!

>Apa kau bodoh?

>Dia kabur!

>Tangkap dia!

>Siapa yang menyuruhmu lari?

>Bos!

>Sialan kau.

>Tangkap dia!

>Baik.

>Kau masih mau lari?

>Kakak, hormati dia.

>Kakak!

>Kau lihat apa? Bawa dia!

Tiga Hari Kemudian

>Lapor!

>Tuan, mereka telah membawa pulang gadis itu.

>Bagus.

>- Cepat suruh mereka masuk. - Baik!

>Minta putraku ke sini sekarang.

>Keterlaluan!

>Kenapa kalian memperlakukan seorang gadis seperti ini?

>- Cepat lepaskan dia! - Gadis ini...

>Kau tak mendengar perkataan Tuan? Lepaskan dia sekarang!

>Baik.

>Hentikan dia!

>Jangan lari.

>Hati-hati!

>Tuan Muda, hati-hati.

>Hentikan dia!

>Cepat, di sana!

>Tak berguna!

>Nak, kau baik-baik saja?

>Ya.

>Master.

>Jika kubiarkan wanita kasar dan biadab itu menikahi putraku,

>keluargaku takkan memiliki kedamaian.

>Dia jodoh untuk putramu.

>Itu sudah ditakdirkan.

>Kita tak bisa melakukan apa yang kita inginkan.

>Jika kau benar-benar ingin menyelamatkan putramu,

>kau harus mengikuti kehendak Dewa.

>Bagaimana menurutmu?

>Ayah, aku menyukainya.

>Beraninya kau!

>Kau tahu siapa adikku?

>Dengarkan aku. Adikku adalah Dewa Erlang!

>Beraninya kau merundungku!

>Kau tidak ingin hidup?

>Lepaskan aku!

Bungkukan kedua untuk orang tua.

Suami dan istri saling membungkuk.

Kakak Huan Ling.

Kau tidak mau menikah denganku?

Kakak Huan Ling.

Bukankah kau selalu ingin bersamaku?

Tidak.

Kakak Huan Ling.

Kakak Huan Ling.

Kakak Huan Ling.

Kakak Huan Ling.

Kakak Huan Ling.

Bukankah kau selalu ingin bersamaku?

Kakak Huan Ling.

Pada Hari Pernikahan

>Bagus.

>Itu kabar baik.

>Ayo, minum lebih banyak.

>Minumlah sampai mabuk.

>Selamat, Tuan Huang.

>Putraku akan menikah hari ini.

>Di hari pernikahannya,

>kuharap kalian semua minum sampai mabuk!

>Baiklah, minum sampai mabuk!

>Pengantin barunya datang!

>Terima kasih.

>Terima kasih.

>Selamat.

>Kau beruntung.

>Bungkukan pertama untuk Langit dan Bumi!

>Bungkukan kedua untuk orang tua!

>Suami dan istri saling membungkuk!

>Yang Jian.

>Selamatkan aku!

>Dia membuat keributan di sini.

>Konyol sekali!

>Cepat usir dia.

>Lepaskan dia!

>Kau siapa?

>Aku suaminya!

>Suami?

>Omong kosong!

>Apa buktinya?

>Ada tanda lahir berbentuk elang di punggungnya!

>Pelayan.

>Ketika membantunya mengganti pakaian,

>apakah kau melihat tanda lahirnya?

>Tuan, dia memang memiliki tanda lahir.

>- Itu benar. - Dia benar-benar memilikinya.

>Tuan Muda.

>Aku ingin mengatakan sesuatu.

>Ketika membersihkannya tadi,

>aku sudah memeriksanya sendiri,

>dia masih perawan.

>Nona.

>Dia masih perawan.

>Mana mungkin dia istrimu.

>Itu berarti kau berbohong.

>Dia demon!

>Tangkap dia!

>Demon.

>Beraninya kau muncul di hadapanku!

>Jangan menghalangiku!

>Sebaiknya kau cepat pergi.

>Jangan memaksaku untuk menaklukkanmu!

>Baik.

>Baik.

>Akan kuperlihatkan kekuatan sejatiku.

>Menembus titah Dewa, dengan gunung tenar. Matahari dan Bulan bersatu.

>Tak bisa diprediksi ke mana udara datang dan pergi.

>Udara terhubung ke Langit, udara terhubung ke Dewa.

>Pergilah semua roh jahat.

>Yang tak bisa melihatku akan buta, yang tak bisa mendengarku akan tuli.

>Mereka yang berani bersekongkol melawanku akan menderita!

>Ayah!

>Apa yang kau lakukan?

>Istriku!

>Istriku!

>Lapor!

>Tuan, aku sudah mencari ke mana-mana.

>Aku tak bisa menemukan Yang Mulia Tian Yuan.

>Tak berguna!

>Dia benar-benar pembohong!

>Ayah, tenang.

>Jangan sampai jatuh sakit...

>karena aku.

>Nak.

>Kaulah yang jatuh sakit!

>Tidak apa-apa.

>Pengawal!

>Ya.

>Tangkap beberapa tabib lagi.

>Tak peduli berapa uang yang harus dikeluarkan,

>aku harus menyembuhkan putraku.

>Ya.

>Huang Fu.

>Pergilah dahulu.

>Ayah.

>Setelah bertahun-tahun,

>kau telah mencari semua tabib.

>Namun, pada akhirnya, itu tidak berhasil.

>Aku paham penyakitku sendiri.

>Pikiranmu kacau.

>Pikiranku kacau?

>Huang Yi Jiao.

>Apakah kau tahu berapa banyak uang yang dimiliki keluarga kita?

>Bahkan dewa tidak bisa menghabiskan uang kita!

>Ayah! Aku tidak tertarik dengan uang!

>Apa?

>Dasar bodoh!

>Pikiranmu yang kacau!

>Kau adalah putraku.

>Jika kau mati,

>tidak seorang pun akan mewarisi usaha keluarga besar kita.

>Aku ingin kau berumur panjang.

>Bahkan lebih lama dari dewa!

>Pengawal!

>Bawa anakku ke kamarnya.

>Jangan sentuh aku!

>Persiapkan kudanya! Aku ingin pergi!

>Kau mau ke mana?

>- Aku ingin menikahi wanita itu! - Anakku.

>Kau menjadi bodoh karena tamparanku?

>Pendeta Tao itu, Tian Yuan, adalah pembohong.

>Kau ingin menikahi wanita itu? Dia tidak bisa menyembuhkanmu!

>Aku tidak ingin menyembuhkan penyakitku atau menyimpan uang di rumah!

>Aku ingin bersama dengan wanita yang kucintai!

>Yi Jiao, kau gila?

>Kau akan mati!

>Alih-alih hidup tanpa cinta,

>lebih baik mati demi cinta.

>Kau!

>- Pengawal! - Ya.

>- Cepat kejar dia! - Ya!

>Jika kau tidak bisa mendapatkannya kembali,

>aku akan membunuhmu!

>Jalan manusia samar, jalan Dewa tidak mudah,

>jalan Roh menarik.

>Sebagai manusia, kita harus aman.

>Tao Langit tidak terbatas.

>Tao berada di dalam bunga dan pohon.

>Kalian masih perlu memahami dan mempraktikkan Tao.

>Selesai.

>- Ayo. - Ayo.

>- Master. - Master.

>Master.

>Qing Feng, Ming Yue.

>Sejak kapan kalian berdua menjadi begitu rajin?

>Master, kenapa kami tidak bisa pergi ke belakang gunung?

>Ya, sejak zaman kuno,

>para master Taoisme dahulu berlatih Tao di belakang gunung.

>- Jika kami juga bisa... - Omong kosong!

>Bagian belakang gunung adalah tempat terlarang untuk Kuil Chiwu.

>Dilarang masuk tanpa izin!

>Tempat terlarang apa?

>Jelas kau tidak ingin kami melihatnya.

>Kurang ajar!

>Kalian masih memiliki pikiran yang mengganggu.

>Kalian berdua dihukum untuk menyalin Kitab Suci Duren sebanyak 49 kali!

>- Master! - Master.

>Ini semua salahmu.

>Apakah kau tahu hanya ada murid perempuan sebelum ini?

>Benarkah?

>Seorang murid perempuan pergi ke belakang gunung untuk berlatih Tao.

>Entah apa yang terjadi...

>dan itu menjadi tempat terlarang untuk Kuil Chiwu sejak saat itu.

>Di mana para murid perempuan lainnya?

>Bagaimana aku tahu?

>Malam ini,

>kita akan tahu setelah memeriksanya di Paviliun Kitab Suci.

>Kita belum selesai menyalin kitab sucinya.

>Jika kita ditemukan oleh Master...

>Apa yang kau takutkan? Aku akan membantumu menyalinnya.

>"Enam puluh tahun lalu,"

>"ada seorang wanita bernama Zhi Xuan di Desa Huyang."

>"Dia tidak bisa cocok dengan manusia sejak muda."

Dia membenci dunia.

Dia ingin menjadi dewi.

Jadi, dia pergi ke Kuil Chiwu untuk berlatih Tao.

Karena dia berbakat dan cerdas,

masternya memuja dia.

Suatu hari, Zhi Xuan pergi ke belakang gunung untuk berlatih Tao.

Dia dilahap oleh demon.

>Bagus, kalian terang-terangan melanggar hukum!

>- Jalan manusia samar. - Jalan manusia samar.

>- Jalan Langit tidak mudah. - Jalan Langit tidak mudah.

>- Jalan Roh menarik. - Jalan Roh menarik.

>Terus!

>- Hati para bangsawan itu tulus. - Hati para bangsawan itu tulus.

>- Jangan biarkan itu menjadi tragis. - Jangan biarkan itu menjadi tragis.

>- Kuharap semua orang akan berlatih Tao. - Kuharap semua orang akan berlatih Tao.

>- Jangan merusak keseimbangan ekologis. - Jangan merusak keseimbangan ekologis.

>Kenapa kalian berhenti?

>Apa yang baru saja kau katakan?

>Suamiku?

>Itu sakit, Kakak Huan Ling.

>Dengar.

>Kita kakak-adik. Jangan bercanda.

>Kau menemukanku di jalan. Kita bukan saudara kandung.

>Selain itu, aku berkata begitu untuk menyelamatkanmu.

>Aku...

>Apa kesepakatan pertama kita?

>Mendengarkanmu semua ucapanmu.

>Dengarkan baik-baik.

>Jangan pernah memiliki perasaan untukku.

>Pelajarilah dari orang tuamu!

>Kakak, aku sungguh tidak pernah memiliki perasaan kepadamu.

>- Benarkah? - Ya.

>Bagus.

>Berjalanlah.

>Baiklah.

>Kakak, pernahkah kau mendengar tentang Kuil Chiwu?

>Kuil Chiwu?

>Jangan halangi aku menaklukkan demon!

>Dasar tidak tahu berterima kasih.

>Kau sudah mati jika dia tidak menyelamatkanmu!

>Tidak perlu menyelamatkanku.

>Biarkan kubantu!

>Kakak!

>Aku tidak butuh bantuanmu!

>Kejar demon itu!

>Kalian tak perlu mengejarnya.

>Demon itu terluka.

>Sulit untuk pulih dalam tiga hari.

>Juga, tolong segera pergi.

>Jangan menghalangiku menaklukkan demon lagi.

>- Kami juga datang menaklukkan demon. - Ya.

>Kau bahkan tidak bisa mengendalikan petirmu.

>Kau masih mau menaklukkan demon?

>Kau akan mati.

>Petir?

>Petir yang kupancarkan tadi?

>Ya.

>Petir yang membakar pedang terbangku.

>Ayo. Mari menaklukkan demon.

>Kami tidak butuh bantuanmu.

>Dengar, jangan meremehkan orang.

>Dia adalah Dewa Erlang.

>Istri, sulit sekali menemukanmu!

>Kami ingin menaklukkan demon, kami tidak punya waktu untukmu.

>Apa yang sedang kau lakukan?

>Asalkan kau bersedia menikah denganku,

>aku bisa menjanjikanmu apa pun.

>Apakah kau tahu seberapa kaya keluargaku?

>Bahkan dewa tidak bisa menghabiskan semua uangnya.

>Kau sudah selesai?

>Aku tak menghajarmu begitu keras hari itu karena khawatir kau akan mati.

>Siapa yang berani memukul Tuan Muda?

>- Tuan Muda. - Cobalah sentuh aku!

>Enyahlah sekarang juga!

>Jika tidak, aku akan menyetrummu hingga menjadi abu!

>Kau begitu picik.

>Beraninya kau menyebut dirimu sebagai Dewa Erlang.

>Nona.

>Jika kau sungguh ingin menaklukkan demon, nikahilah dia.

>Apa urusanmu?

>Ketika aku berurusan dengan demon tadi,

>aku memperhatikan reaksinya ketika dia menyentuh pembakar dupa.

>Apa hubungannya dengan ini?

>Demon itu takut terhadap emas.

>- Takut terhadap emas? - Ya.

>Untuk menaklukkan demon ini,

>kau harus menangkapnya...

>dan mencabut jantungnya.

>Apa hubungannya dengan pria penyakitan ini?

>Kaulah yang penyakitan!

>Jika apa yang dia katakan itu benar,

>kau bisa membuat jaring emas untuk menangkapnya.

>Lalu, kau bisa membunuhnya.

>Berapa banyak tahil emas yang dibutuhkan untuk membuat jaring emas?

>Tiga ribu tahil.

>- Sebanyak itu? - Sebanyak itu?

>Tiga ribu tahil bukan masalah.

>Ya.

>Itu sebabnya aku katakan, kau harus menikah dengannya.

>Jangan menyetujuinya.

>Dasar pengecut!

>Menaklukkan demon adalah masalah besar.

>Bagaimana kau bisa dipengaruhi oleh masalah cinta?

>- Dasar pria jahat! - Berhenti berdebat!

>Aku berjanji.

>Jangan!

>Kita berdua bertarung dengan adil dan jujur!

>Kakak Huan Ling!

>Yang Jian, apa kesepakatan kedua kita?

>Menaklukkan demon adalah prioritas utama kita.

>Bagus.

>Kalau begitu, sudah diputuskan.

>Bagus!

>Cepat! Buat draf dokumen pernikahan dan kembali untuk mengambil emas!

>- Ya, Tuan Muda! - Ya, Tuan Muda!

>Baiklah.

>Aku punya rencana.

>Aku membutuhkan kerja samamu.

>Kau tidak senang?

>Aku akan membunuhmu hari ini!

>Lakukan dengan benar.

>- Selamat tinggal, Tuan Muda. - Selamat tinggal, Tuan Muda.

>Yang Jian!

Dewa Erlang

>Yang Jian!

>Kau luar biasa!

>Turun!

>Apa yang sedang kau lakukan?

>Lihat.

>Jaring emas yang aku rajut.

>Belum pernah melihatnya sebelumnya?

>Zhi Xuan.

>Saatnya mengakhiri ini semua.

>Tuan Muda, istirahat sebentar.

>Aku tidak lelah.

>- Huang Fu. - Ya, Tuan Muda?

>Huan Ling dan yang lainnya pergi ke mana?

>Mereka pergi ke sana.

>- Huang Fu. - Ya?

>- Aku ingin bertanya sesuatu. - Silakan.

>Siapa yang menurutmu lebih tampan,

>aku atau si Yang Jian?

>Tuan Muda, kau tampan.

>Benarkah?

>Ya.

>Menurutku juga begitu.

>Ini untukmu.

>Kenapa?

>Dewa tidak bisa memiliki jimat?

>Jimat Pasangan?

>Aku sudah memikirkannya sejak lama.

>Ini mungkin satu-satunya berkat yang bisa kau gunakan di Dunia Langit.

>Manusia seperti kita membutuhkan jimat untuk kekayaan dan keamanan.

>Apakah kau menyesal?

>Apa?

>Kapan aku menyesal?

>Kenapa kau berkedip? Percaya atau tidak...

>Istriku!

>Istriku!

>Istriku, kau pasti lapar.

>Aku telah memanggang kelinci liar untukmu.

>Aku tidak mau makan.

>Apakah kau mau makan?

>Tidak?

>Dia tidak mau makan, kau saja.

>Aku tidak tahu namamu. Siapa namamu?

>Aku Huang Yi Jiao.

>Huang Yi Jiao?

>Ketika aku lahir,

>rambut kepalaku hanya sedikit.

>Ayahku menamaiku itu.

>- Aku akan memanggilmu Yi Jiao. - Baiklah.

>Asalkan bersedia menikah denganku, kau bisa memanggilku apa saja.

>Apa yang kau lakukan?

>Jika kau berani memperlakukanku dengan buruk kelak,

>aku akan menendangmu seperti tadi.

>Baiklah.

>Kau bisa menendangku sebanyak yang kau mau.

>Aku pasti akan memperlakukanmu dengan baik.

Hari Pertempuran

>Huang Gui.

>- Apakah sudah selesai? - Ya.

>Perlahan.

>Tuan Muda!

>Panah sudah siap!

>Baiklah!

>Namun,

>bagaimana kau bisa yakin demon itu akan lari ke jaring emas ini?

>Pertanyaan bagus.

>Itu demon yang haus darah.

>Kita membutuhkan umpan sekarang.

>Mengumpannya dengan darah segar.

>Ketika demon masuk ke dalam jangkauan jaring emas ini,

>mantra itu akan membuat jaring emas menjebaknya.

>Pada saat itu, kau menggunakan Mantra Lima Petir...

>untuk menusuk jantungnya.

>Lalu,

>dari kalian berdua...

>siapa yang mau menjadi umpan?

>Biarkan aku menjadi umpan.

>Istriku, tidak!

>Kau akan memiliki bekas luka.

>Huang Gui.

>Tuan Muda.

>Aku memberimu kesempatan. Kau menjadi umpan.

>- Aku takut. - Tidak perlu takut.

>- Aku takut darah. - Dasar pengecut!

>Berkorban untuk Keluarga Huang bukan masalah.

>Ayo!

>Dengar.

>Jika kita berhasil kali ini,

>kau akan menjadi pemimpin mereka.

>Huang Fu!

>Ya?

>Mulai sekarang,

>Huang Gui adalah pemimpinmu!

>Apa?

>Tuan Muda, aku akan melakukannya sendiri.

>Baiklah.

>Tuan Muda.

>- Ini sudah cukup, 'kan? - Sepertinya sudah.

>Tidak.

>Dasar tidak berguna!

>Huang Fu!

>Kau masih menjadi pemimpin!

>Apakah kau dengar?

>Tuan Muda.

>Tuan Muda.

>Darah!

>Ini sudah cukup.

>Kau yang menjadi umpan.

>Apa?

>Istri, apa yang kau lakukan?

>Untuk keselamatanmu.

>Demi keselamatanku?

>Kami akan kembali untuk mempersiapkan serangan.

>Kau tetap di sini.

>Saat demon itu muncul, pancing dia ke jaringnya.

>Kami akan bertindak sesuai rencana dan menaklukkannya.

>Ayo.

>Aku takut.

>Tuan Muda, berkorban untuk Keluarga Huang bukan masalah.

>- Semangat! - Tidak!

>Aku takut sekali.

>Tempat ini sangat luas.

>Bagaimana kita bisa yakin bahwa darah akan menarik demon itu?

>Itu Jimat Penguat Aroma yang digambar oleh Huan Ling.

>Dalam satu jam,

>demon itu pasti akan tertarik oleh darahnya.

>Lihat!

>Yang Jian!

>Huan Ling!

>Di mana kalian?

>Selamatkan aku!

>- Tuan Muda! - Tuan Muda!

>- Kita harus bagaimana? - Kita harus bagaimana?

>Kita harus memikirkan cara untuk menangkap demon itu.

>Pertama, kita perlu menarik perhatiannya.

>Biarkan aku saja!

>Berikan jimatnya!

>Kakak Huan Ling!

>Bidik aku!

>Huan Ling!

>Kemari!

>Sekarang!

>Lepaskan panah!

>- Tidak. - Tidak.

>- Nona ada di sana. - Tidak.

>Minggir!

>Kau gila?

>Yang Jian, apa yang kau lakukan?

>Yang Jian!

>Wu Wang Zi, sekarang!

>Yang Jian.

>Kau baik-baik saja?

>Orang aneh bermata tiga, kau cukup menakjubkan.

>Kenapa ada anak kecil?

>Itu anak Zhi Xuan.

>Anak itu akan mati.

>Ini anak demon.

>Itu akan membawa bencana bagi orang jika kita membiarkannya hidup.

>Lagi pula, anak itu sekarat.

>Kau ingin memusnahkan semuanya?

>Yang Jian.

>Yang Jian, kau tidak boleh mati, kau dengar?

>Kau tidak boleh mati.

>Kakak Huan Ling.

>Kali ini,

>demon itu sudah mati.

>Yang Jian!

>Yang Jian, bangunlah.

>Bangunlah.

>Kita sudah sepakat...

>bahwa menaklukkan demon adalah prioritas utama kita.

>Kenapa kau menghentikan panahnya?

>Kenapa kau tidak mendengarkanku?

>Aku tanya kepadamu!

>Tubuhnya mati,

>tapi jiwanya telah menjadi dewa.

>Dia akan kembali ke Kekaisaran Surgawi.

>Yang Jian, dengarkan baik-baik.

>Kau telah melanggar dua kesepakatan pertama kita.

>Jika kau melanggar kesepakatan terakhir,

>aku takkan memaafkanmu walaupun aku mati.

>Kau dengar aku?

>Perlahan.

>- Tuan Muda, kau sungguh berani. - Biar kubantu membersihkannya.

>- Apakah kau terluka? - Tidak.

>Kenapa kau penuh debu?

>Ketika dewa naik ke Dunia Surgawi,

>dia akan kehilangan semua kenangan di dunia manusia.

>- Tidak apa-apa. - Lupakan saja.

>Dia pasti akan melupakanku.

>Tidak apa-apa.

>Huan Ling, kau baik-baik saja?

>Demon itu sudah mati.

>Kita harus mengucapkan selamat tinggal.

>Aku masih harus melakukan upacara agar jiwa demon itu mendapatkan kedamaian.

>- Sampai jumpa lagi. - Sampai jumpa lagi.

>Ayo, Istriku.

>Zhi Xuan.

>Lama tidak berjumpa.

>Ya.

>Lama tidak berjumpa.

>Enam puluh tahun telah berlalu.

>Aku hanya tidak menyangka...

>kita akan bertemu seperti ini.

>Aku tidak punya pilihan lain.

>Kau menyegelku dalam bayangan selama 60 tahun...

>agar anak kita tidak dilahirkan?

>Kelahiran anak surgawi diam-diam hanya akan menghancurkan kita berdua.

>Untuk mempertahankan posisi dewamu,

>bagaimana kau bisa membunuh begitu banyak orang?

>Siapa pun yang tahu tentang kita...

>harus dibunuh.

>Namun, anak kita...

>tidak bersalah.

>Sejak awal,

>kita berdua...

>telah melakukan kesalahan.

Kau masih ingat...

hari-hari yang kita habiskan di belakang gunung Kuil Chiwu?

>Kau bilang kau tidak suka kelalaian di Kekaisaran Surgawi...

>dan merindukan kehidupan manusia.

>Namun, sekarang,

>untuk mempertahankan posisi dewamu,

>kau memilih ada nyawa yang dikorbankan.

>Benarkah ini yang kau inginkan?

>Cinta antara manusia dan dewa...

>takkan pernah berhasil.

>Karena manusia dan dewa tidak boleh jatuh cinta,

>kenapa selalu manusia yang dihukum,

>alih-alih dewa?

>Semua ada aturannya. Manusia dan dewa berbeda.

>Ya.

>Manusia dan dewa berbeda.

>Akulah yang lupa tentang itu.

>- Akulah yang lupa! - Diam!

>Bahkan binatang takkan membunuh anak mereka sendiri.

>Kau tidak layak menjadi dewa!

>Kurang ajar!

>Akulah putra Kaisar Giok, Jin Wu!

>Aku takkan membiarkanmu, manusia biasa, untuk berperilaku kejam!

>Zhi Xuan.

>Takdir kita telah berakhir.

>Setelah jiwamu menghilang,

>kau tidak perlu bereinkarnasi...

>atau menderita lagi.

>Cepat!

>Perlahan.

>Itu si pendeta Tao.

>Kenapa kau ada di sini?

>Bukankah kau seharusnya berada di Kuil Chiwu?

>Huan Ling.

>Aku ingin bertanya.

>Itu istriku. Tanya aku jika ada pertanyaan.

>Menurutmu...

>apakah cinta antara manusia dan dewa...

>akan berhasil?

>Kenapa kau menanyakan ini?

>Bukankah kau selalu menyukai Yang Jian?

>Apa yang kau bicarakan?

>Kenapa kau membicarakan titik lemah seseorang?

>Ayo.

>Aku memang menyukainya. Lalu, kenapa?

>Apakah kau tidak merasa kasihan?

>Sejak dilahirkan,

>kau tidak ditakdirkan untuk bersama dengan orang yang kau cintai.

>Kenapa kasihan?

>Cinta belum tentu berhasil.

>Lagi pula, dia telah menjadi dewa sekarang.

>Mungkin...

>dia telah melupakanku.

>Namun, ini bagus juga.

>Dia takkan terlalu sedih.

>Mulai hari ini dan seterusnya,

>aku juga ingin mulai melupakannya.

>Juga menjadi istri yang baik.

>Benar.

>Cinta antara manusia dan dewa...

>hanya akan membawa penderitaan.

>Satu-satunya solusi tepat adalah saling melupakan...

>dan mengucapkan selamat tinggal.

>Anak Zhi Xuan...

>juga separuh dewa, 'kan?

>Bagaimana kau tahu?

>Ketika Yang Jian lahir,

>tubuhnya bersinar.

>Sinar pelangi.

>Sinar pelangi?

>Kau benar.

>Cinta antara manusia dan dewa hanya akan membawa penderitaan.

>Zhi Xuan...

>kasihan sekali.

>Awalnya,

>aku ingin melepaskanmu...

>untuk membantuku membunuh Zhi Xuan.

>Namun, sekarang,

>aku tidak punya pilihan lain.

>- Cepat! - Lindungi Nona Huan Ling!

>Huang Fu, Huang Gui!

>Kau ingin membunuh kami?

>Kau pikir ketika orang mati, mereka tidak meninggalkan jejak?

>Kau benar.

>Orang akan meninggalkan jejak setelah mati.

>Aku tahu kau pernah ke gerbang Dunia Roh.

>Hari ini, aku akan membiarkanmu merasakan arti sebenarnya dimusnahkan.

>Binatang ini disebut Pelahap Jiwa.

>Huang Hu, Huang Gui!

>- Itu melahap jiwa. - Huang Fu, Huang Gui!

>Setelah jiwanya dilahap, itu akan menghilang di dalam Enam Dunia.

>Jiwanya takkan bereinkarnasi lagi.

>Kau...

>Apakah kau tidak takut terhadap karma?

>Enam puluh tahun lalu, aku membunuh sepuluh orang di Kuil Chiwu.

>Bukan masalah jika aku membunuh kalian berempat hari ini.

>Sebenarnya kau siapa?

>Sekarang giliranmu.

>Huan Ling, hati-hati!

>Huang Yi Jiao!

>Menjadi kaya bukan hal yang buruk.

>Pria penyakitan.

>Karena kau ingin mati, aku akan memusnahkanmu.

>Tidak perlu memusnahkanku! Aku akan melakukannya sendiri!

>Huang Yi Jiao!

>Huang Yi Jiao!

>Alih-alih hidup tanpa cinta,

>lebih baik mati demi cinta.

>Dasar pria penyakitan.

>Huang Yi Jiao.

>Kenapa kau begitu bodoh?

>Huan Ling.

>Takdir kita...

>juga harus berakhir.

>Manusia bodoh mati demi cinta lagi.

>Menurutmu aku hanya punya satu cara...

>untuk menghilangkan jiwa?

>Saat itu, aku juga menyegel Zhi Xuan dalam bayangan ini.

>Sayang sekali dia memiliki kebencian dan berubah menjadi demon.

>Itu sebabnya dia berakhir seperti itu.

>Namun, kau wanita pintar.

>Yang Jian telah bangkit ke Dunia Surgawi dan menjadi dewa.

>Kau seharusnya tidak memiliki kebencian sekarang.

>Aku tidak menyangka kau dan Zhi Xuan...

>memiliki akhir yang sama.

Nak, kau telah turun untuk menaklukkan demon seribu kali.

Sekarang, kau bisa menjadi dewa sejati.

Apakah kau bersedia menyerahkan penderitaan di dunia manusia...

dan menjadi dewa sejati?

Ada orang yang tidak rela kau lepaskan.

Aku terlahir sebagai dewi.

Ini tidak bisa diubah.

Namun, untuk menjadi manusia bisa menjadi pilihanmu yang lain.

Karena seorang manusia...

bisa memiliki...

cinta.

>Serahkan Huan Ling!

>Huan Ling sudah tidak ada lagi.

>Kakak.

>Jangan cemas.

>Kita berdua dewa.

>Jangan menyakiti keharmonisan kita untuk cinta manusia.

>Hentikan omong kosongmu!

>Cinta antara manusia dan dewa adalah dosa di Kekaisaran Surgawi.

>Karena kedua masalah manusia kita telah diselesaikan,

>mari kita tutup mulut,

>kembali ke Kekaisaran Surgawi, dan menjadi dewa bersama.

>Jangan lupa aku masih memiliki darah manusia di tubuhku!

Apa itu...

kebencian?

Kenangan yang tidak bisa dilupakan?

Mungkin...

seseorang yang tidak bisa dilupakan?

Apakah kau menyesal?

Jika Zhi Xuan memiliki kebencian,

kalau begitu,

aku bisa memilikinya juga.

>Karena kau ingin mati,

>aku akan membiarkanmu melihat...

>kekuatan dewa sejati.

>Kakak Huan Ling?

>Jangan lupakan aku.

>Kakak Huan Ling!

>Akulah putra Kaisar Giok, Jin Wu.

>Kau tidak berani membunuhku.

>Jika membunuhku,

>kau takkan bisa kembali ke Kekaisaran Surgawi.

>Bukan masalah jika aku tidak bisa kembali ke Kekaisaran Surgawi seperti itu!

.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.