Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
EPISODE 9
Alamatnya benar di sini.
Tapi sepertinya memang alamat palsu.
Jika terus seperti ini, butuh waktu untuk menemukannya.
Aku menjadi yakin dua hal.
Song Jeong-hye bersama Lee Lim,
dan pergi ke tempat jauh sekali pun
sangat menyenangkan jika denganmu.
Ke mana pun.
Kau les di mana sampai bisa bicara begitu?
Aku belajar sendiri.
Karena ini semua orang...
Melakukan pengkhianatan?
Kau sudah gila?
Kau pikir boleh begini?
Maksudku, karena ini orang-orang di istana menyukaimu.
Kau masih bisa bercanda walau keadaan sulit.
Seharusnya aku tak katakan itu. Kita tak punya waktu.
Itu yang kupikirkan.
Kau memikirkan banyak hal
dalam waktu yang pendek.
Kenapa bercanda begitu?
Karena hanya aku yang bisa begitu.
Maaf. Aku tak tahu kau akan kaget begini.
Itu karena aku tak tahu bagaimana harus menghiburmu.
Ada orang yang aku suka,
tapi ada sejarah pengkhianatan dalam keluarganya.
Bumimu masih datar.
Ya. Bahkan sangat amat datar.
Kurasa kau mengkhawatirkanku
karena Song Jeong-hye
berwajah ibuku.
Benar, 'kan?
Kupikir mungkin kau ingin bertemu dengannya.
Tidak sama sekali.
Sama seperti Yeong dan Eun-sup yang berbeda,
orang itu juga bukan ibuku.
Wajah hanya simbol seseorang.
Aku mau tanya satu hal.
Bagaimana Lee Gon dan Lee Lim bisa datang
ke dua dunia?
Aku sudah jawab semua pertanyaanmu,
dan akan terus begitu.
Kecuali
pertanyaan barusan.
Baiklah.
Dan apa benar kau baru sekali berpacaran?
Kecuali ini juga.
Ayo pergi.
Tiba-tiba dingin.
"Pria tak akan menarik ucapannya."
Tak ada ungkapan itu di sana?
Ada ungkapan seperti itu di sini?
Siapa gadis yang kau masakkan nasi steik?
Katanya hanya tanya satu.
Kau belum jawab sama sekali.
Aku siswa Akademi AL.
Hanya kau wanita di hidupku.
Kau cepat tanggap.
Dan kau tidak.
Kau keren pakai seragam militer.
Kenapa pegang tanganku?
Kau masakkan itu untuk Koo Seo-ryeong?
Jangan-jangan kau cuci beras pakai seragam?
ROTI
Hampir saja terlambat.
Dengarkan aku. Kau harus ingat ini.
Setiap pagi aku makan roti dari sini.
Roti di sini rasanya mirip dengan roti di Istana.
Kenapa aku harus ingat itu?
Aku orang sibuk. Kenapa mengajakku?
Kau sibuk, tapi mengoles selai dengan rapi.
Roti harus dengan selai.
Kenapa kau panggil aku?
Dimakan biasa juga sangat enak. Ingat itu juga.
Dan ingat perkataanku sekarang baik-baik.
Mulai hari ini,
kau harus menjadi Pedang Abadi.
Kau sudah gila pagi-pagi.
Coba berputar.
Sepertinya itu jas Yeong.
100 persen kasmir.
Pedang Abadi?
Siap.
Aku tadinya tak mau pamer,
tapi aku cukup ahli atasi masalah di Pusat Layanan Publik.
Apa perintahmu, Baginda?
Kau sudah pulang?
Sudah makan?
Aku sudah sering kirim baju, kenapa masih pakai itu?
Hemat uangmu.
Ibu tak pakai baju mahal saat punya besan konglomerat.
Itu sudah lama.
Benar.
Ibu sudah masak ikan.
Makan satu sendok saja dengan ibu.
Sudah terlalu malam untuk makan.
Hanya satu sendok, ya.
Tapi Ibu.
Ibu benar tak mengirimiku koran?
Itu asin. Makan dengan nasi.
Ibu tak kirim. Koran apa itu?
Tak apa-apa.
Mungkin sekretarisku salah.
Memang banyak dokumen datang.
Tak ada masalah di rumah?
Ya, tak ada.
Tapi...
Lee Lim yang sudah mati itu,
apa dia punya anak rahasia?
Jangan bicara aneh.
Dia mati setahun setelah pengkhianatannya tanpa punya anak.
Ya.
Tapi tamu yang meninggalkan payung itu
datang beberapa hari lalu.
Wajahnya sangat mirip dengan Lee Lim saat masih hidup.
Jadi, ibu pikir
mungkin dia punya anak.
Ibu, jangan bicara begitu kepada siapa pun.
Raja belum punya keturunan.
Tapi ada anak dari pengkhianat?
Jika rumor itu keluar dari mulut Ibu,
karierku akan tamat.
Putri Ibu Perdana Menteri.
Aku ganti baju dulu.
Ya.
Ibu tak bilang kepada siapa pun. Hanya kepadamu.
Ibu tak akan bicara lagi.
YEONGSIN DRAGON MELIHAT HARAPAN UNTUK BISBOL MUSIM GUGUR
Diam di sini dulu.
Ibu akan jemput lagi.
Ibu akan segera kembali.
Ini hari keenam pemakaman mendiang Raja.
Raja Lee Gon yang sudah dilantik
memulai tugas pertamanya dengan melakukan
- upacara adat berduka selama 26 hari. - Ayah...
Rakyat melihat dengan sedih
- upacara adat raja kecil ini. - Ayah...
Ayah...
Bunga plum hitam berlatar putih...
- Ayah... - Orang-orang,
suara tangisan...
Anak yang menangis itu
benar-benar kau?
Kau benar-benar
Lee Gon?
Dia dengar tangisanku.
Sudah banyak orang
yang datang ke dunia ini.
Jawab aku.
Lepaskan, kecuali kau mau mati.
Aku yakin sesuatu.
Kau alasan aku harus kembali ke duniaku.
Mungkin saja aku
adalah rajamu.
Boleh kutanya
apa ada yang kau ingat selain suara tangisan itu?
Mungkin tempat
atau orang.
Bantu aku,
dan aku akan membantumu.
Karena aku orang yang terdekat
dengan sesuatu yang sedang kau cari.
Kau mau bantu aku?
Jika begitu, pergi dari sini.
Kau juga.
Jika aku melihatmu lagi, aku akan masukkan kau ke penjara
karena pistol tanpa izin.
Jangan khawatir.
Dia pergi sebagai polisi,
dan teman dekat seseorang.
- Tapi Baginda... - Aku tahu.
Lee Lim yang membawanya, seperti pria waktu itu.
Dia hanya ingat logo itu.
Mungkin dia pindah waktu kecil.
Kenapa bawa anak kecil ke sini?
Pasti yang Lee Lim butuhkan
adalah orang tuanya.
Entah orang tua di dunia ini, atau dunia sana.
Aku akan cari tahu selama di sini.
Kenapa tak masuk? Di sini dingin.
- Kita ke... - Aku bertemu Eun-sup tadi.
Tapi ternyata bukan Eun-sup.
Kurasa kau sudah tahu.
Sin-jae,
kau tahu sampai mana?
Bagaimana denganmu?
Sejauh apa kau pergi?
Apa fiksi ilmiah yang kau katakan...
adalah si berengsek itu?
Kau percaya semua perkataan dia?
Ya.
- Aku percaya. - Kenapa?
- Percaya apa? - Semua.
Percaya semuanya.
Aku akan jelaskan semua yang bisa kujelaskan kepadamu.
Sebenarnya aku butuh bantuan...
Kau kelihangan ibumu?
Aku akan temukan dia.
Sin-jae...
Sin-jae...
Dokter!
Dokter, dia bangun. Anakku bangun!
Kau bisa lihat ibu?
Kau kenal ibu?
Anakku, Sin-jae...
HASIL AUTOPSI
- Bersulang! - Bersulang!
Kau sudah berusaha, Eun-sup.
Selamat sudah jadi rakyat biasa.
Terima kasih, Semuanya.
Kalian merayakan ini di hari libur kalian.
Astaga,
dagingnya sangat indah.
Daging sapi ini enak sekali.
Bagaimana bisa?
Kau hanya perlu balik daging sapi sekali.
- Selamat makan, Pak. - Ya.
Makanlah.
Tae-eul, kenapa kau tak makan?
Kau juga makanlah.
Selamat.
Kenapa? Aku lebih tua dua tahun darinya.
Benar.
Ya, itu benar.
Tapi apa Sin-jae akan datang?
Aku coba hubungi lagi.
Dia harus datang. Ini daging sapi.
Kau sudah terima pesan Jangmi?
Kita merayakan kelulusan wajib militer Eun-sup.
- Kau di mana? - Eun-sup!
Selamat, Eun-sup!
Ya, aku bisa lakukan apa pun sekarang.
Semua milikku.
2.7182818284590452353602874
7135662497757147...
PUSAT SENI SEOUL KONSER SABTU
Ada polisi yang datang ke panti jompo.
Katanya sudah diselesaikan tanpa masalah.
Tapi Jang Yeon-ji membuat masalah dan dipenjara.
Layanan ponselnya sudah dibatalkan,
tapi kami masih mencarinya.
Dan...
Apa?
Kim Gi-hwan menghilang.
TUTUP
Aku masih mencarinya.
Retakan...
Aku sangat membencinya.
Artinya fungsi ponsel ini
hanya untuk terima telepon.
Bunuh dirimu sendiri.
Ini perintah bunuh diri.
DIVISI KEJAHATAN KEKERASAN SKUAD TIGA
INFO PRIBADI LEE SANG-DO (45 TAHUN)
Ini penyelidikan kita berdua.
Mencoba menggoyang walau ikut tergoyang.
Mencapai keseimbangan dengan meretakkannya...
Bukannya kau istirahat hari ini?
Katanya kau akan main golf.
Ya, nanti siang.
Tim Hukum Grup KU berkata ingin bertemu denganmu.
Kau main golf dengan mereka?
Grup KU berjanji akan mempekerjakan satu juta orang
di semester pertama tahun depan.
Kita berperang, tapi Raja yang mendapatkan semuanya.
Kita harus selesaikan masalah ketenagakerjaan.
Jika itu alasannya, tak perlu bertemu.
Katanya kau penasaran dari mana asal foto Anggota Kongres Park Cheol-ung?
Kapan kau luang?
Pimpinan Choi menyuruhmu menjenguknya.
Mungkin dia bosan.
Malam ini.
Langit menganugerahi kita hati,
dan tanah
membantu arwah.
Matahari dan bulan terbentuk,
gunung dan sungai terbentuk,
lalu petir menyambar.
Orang bijak...
Orang bijak...
Orang bijak...
Orang bijak...
Orang bijak tergerak
mengalahkan kejahatan di gunung dan sungai.
Paman.
NOMOR PRIVAT
Yang Mulia.
Apa kau mengerti
arti tulisan di Pedang Empat Harimau ini?
Ya, itu tugas-tugas raja.
Lalu apa kau
akan melakukan semua tugas itu?
Orang bijak tergerak
mengalahkan kejahatan di gunung dan sungai.
Peganglah dengan bijak
dan lakukan hal yang benar.
Kau ingat suaraku?
Aku ingat suaramu.
Bersembunyilah dengan lebih baik.
Barusan saja aku tahu
bahwa kau ada di Republik Korea.
Kau datang dengan sepatu yang aku belikan, PM Koo.
Sepatu ini menjadi tren karena kau beri ke banyak wanita.
Katanya mantan suami bisa saja berguna.
Ternyata benar.
Mungkin salamku terlambat.
Terima kasih untuk foto Anggota Kongres Park.
Bagaimana KU bisa dapat foto itu?
Kau memang...
Jangan bertanya tentang itu.
Mana ada istri yang menyadap 24 jam telepon suaminya?
Kenapa kau memanggilku?
Itu sudah jelas.
Aku berharap akan ada imbalan setelah memberikan foto itu.
Bagaimana jika remisi Natal?
Aku bersikap baik.
Kau tak tahu
Santa tak beri hadiah kepada anak
yang mencuri, menggelapkan, dan mencuci uang serta hartanya.
Aku kecewa.
Padahal aku sudah banyak sumbang ke sekolah keagamaan.
Aku sudah lihat fotomu dan Raja.
Kau terlalu menempel padanya.
Perdana Menteri yang menyadap Istana?
Itu pengkhianatan.
Jangan mengancamku.
Aku masih simpan semua hasil sadapanku.
Terowongan Guyeon.
Itu yang paling buruk.
Kau menakutkan.
Aku hanya khawatir kepadamu.
Kau sungguh mau menjadi Ratu?
Tak boleh?
Keserakahan adalah emosi paling jujur.
Apa yang salah dengan jujur pada emosiku?
Dulu aku mau menjadi penyiar berita,
mau menikah dengan konglomerat,
dan mau menjadi Perdana Menteri.
Sekarang aku mau menjadi Ratu.
Ratu tak punya masa jabatan.
Raja Kerajaan Corea menerima permintaan rakyat,
dan mengizinkan susunan kabinet ini.
Aku...
sudah berjalan jauh.
Aku merangkak dari bawah.
Bagaimana bisa kau sangat ambisius?
Karena aku jujur,
baik untuk keserakahanku dan ambisiku.
Jangan bermimpi bisa bebas saat hari Natal,
tunggu saja hari Waisak.
Ayo pergi ke gereja, bukan kuil.
Sebelum itu, laksanakan kesepakatan yang tim hukummu tawarkan.
Satu lagi.
Ada kiriman dari ibuku, padahal dia tak kirim.
Kau diancam?
Mungkin ini negosiasi.
Lacak orang-orang yang terlibat di pengkhianatan 25 tahun lalu.
Negosiasi apa dengan pelaku pengkhianatan?
Kau mau tangkap pengkhianat itu untuk jadi Ratu,
tapi kau suruh aku
yang melakukannya?
PM dengan sisa jabatan satu tahun mengejar pengkhianat?
Jika ada rumor itu, karierku selesai.
Lakukanlah ini sendiri.
Jika setidaknya mau ke kuil.
Kau minta tolong dengan cara begini?
Maka berjanjilah kita akan ke kuil.
Aplikasi ini pintar.
Ia merekomendasikan kesukaan Pak Lee meski aku hanya beberapa kali pesan.
Selamat makan.
Terima kasih.
Kau sudah di mana?
Aku di sini...
Aku di sini.
Di sini,
di sebelahmu.
Kau menemukanku dengan cepat.
Ini tempat pacaran terkenal.
Kau sering ke sini di dunia sana?
Tentu saja.
Sudah kuduga.
Dengan siapa?
Menteri dan Wakil Menteri Tanah,
Infrastruktur, dan Transportasi, empat sekretaris,
wali kota, direktur, dan kepala seksi Seoul...
Ayo makan.
Pasangan di Republik Korea pacaran di tepi sungai.
Jika putus, didorong ke sungai.
Sangat indah.
Alkohol, bintang, air, ayam,
dan rasa cemburumu.
Sempurna.
Makan ini dan semangatlah.
Selamat jalan.
Kau bilang tiap Jumat menerima laporan negara,
dan hari ini Kamis.
Kau ingat itu?
Syarat macam apa itu?
Kau tahu kau sangat menyebalkan?
Aku bisa dihukum karena bocorkan informasi kasus dengan memberikan ini.
Tapi sepertinya jawaban masalahnya memang ada di dunia sana.
Di sini dia sudah meninggal.
Dia putra dari Lee Gu-yong.
Baginda!
Aku sudah tahu jawabannya.
Aku pernah bertemu dia.
Kau pernah bertemu Lee Sang-do?
Lee Sang-do
masih hidup?
Biar aku yang urus ini.
Ada tugas untukmu.
Aku akan biarkan Yeong di sini, dan bawa Eun-sup ke sana.
Apa maksudmu?
Sekarang Lee Lim
ada di Republik Korea.
Seharusnya kau tak pergi
karena dia di sini.
Aku harus pergi dan menjaga gerbang itu.
Dia harus tertangkap
di duniaku.
Maka itu Yeong tetap di sini.
Dalam keadaan terburuk,
satu-satunya orang yang bisa membunuhnya
hanya Yeong.
Ternyata
ini sungguh masalah hidup mati.
Maaf telah membuat masalah
di duniamu.
Aku pura-pura baik-baik saja,
tapi sebenarnya tidak.
Kau segera kembali, 'kan?
Aku segera kembali.
Seperti dari Hannam-dong ke Itaewon.
Secepat itu.
Jangan.
Jangan dekati aku.
Itu tak boleh terjadi. Aku sulit memanjangkannya.
Aku tak pernah panjangkan rambut.
Bisa saja kau panjangkan saat cuti.
Aku akan bilang kau malas potong.
Haruskah aku potong kepalamu?
Bukan rambut yang aku potong, tapi kepalamu.
Jangan katakan semua yang ada di kepalamu.
Klik, klik, klik.
Kau hidup untuk hari esok, 'kan?
Orang yang hidup untuk hari esok,
akan mati oleh orang yang hidup untuk hari ini.
Wakil Kapten Seok, pergi ke hutan bambu lapangan kuda sekarang
Baginda akan menunggu di sana.
Pergilah dengan sedikit orang, dan jangan merasa penasaran.
Jangan bertanya tentang apa pun.
Ini perintah Raja.
Baginda!
Kapten Jo!
Dia salah satu pelaku pengkhianatan.
Tahan dia di tempat paling bawah istana,
dan jangan sampai ada catatan atau membahas dia
dengan siapa pun.
- Baik, Baginda! - Baik, Baginda!
Jangan kau pikir ini akhir segalanya.
Akhir dari kalian
bahkan belum dimulai.
Ini pantas,
dan layak untukmu.
JO YEONG
Kenapa aku seperti masuk militer lagi? Astaga.
Pakai jaket anti peluru begitu tiba.
Ini untuk lindungi Baginda, bukan dirimu.
Lindungi dengan seluruh tubuh dan nyawamu. Paham?
Bagaimana setipis ini bisa menahan peluru?
Apa aku harus pakai tiga lapis?
- Kapten Jo? - Ya.
Maksudku, kenapa?
Kau langsung mau pulang?
Kapan aku bisa melapor keadaan kepadamu?
Aksen Korea Utara?
Apa itu Korea Utara?
Daerah Utara?
Itu...
Winter is Coming.
Universitas Pyongyang?
Seok Ho-pil?
Mungkin dia nonton serial Amerika.
Wakil Kapten Seok,
perkataanku ini adalah rahasia.
Baik, Baginda.
Pertama, pasang batas pengaman di hutan bambu.
Berjagalah mulai hari ini sampai ada perintah lagi.
Tangkap siapa pun yang datang.
Terlebih lagi pria tua umur 70-an.
Yang kedua, bawa semua rekaman CCTV
dari acara yang kudatangi satu tahun ini.
Secepatnya.
Maaf, Baginda, tapi...
apa kau yang memberi perintah kepadaku,
bukan Kapten Jo?
Dia mengurus sesuatu lebih penting.
Ya, Baginda.
Yeong, datang dengan bawa laptopmu. Punyamu. Paham?
"Ya, Baginda!"
Harusnya begitu. Dengan kata-kata.
Ya, Baginda!
Kepala Wanita Istana, Baginda datang.
Kau tahu aku sudah kembali?
Raja sudah kembali ke istana, tapi kau tak datang untuk melihatku.
Apa kau melihatku saat kau pergi, Baginda?
Aku sudah kirim Wakil Kapten Seok,
dan dapat laporan kau sudah kembali.
Aku juga sudah melihatmu.
Sudah, pergilah.
Astaga.
Lihat wajahmu mengerut.
Jangan-jangan setiap hari kau bergadang mencemaskanku?
Begitukah?
Astaga.
Aku sangat nyaman karena kau tak ada.
Aku tidur cepat dan nyenyak.
Kau akan sibuk karena tugas yang tertunda.
Silakan pergi sekarang.
Kenapa suruh aku pergi terus?
Kenapa tak bertanya?
Jika kau tanya aku dari mana,
aku akan beri tahu semuanya.
Aku tahu semuanya.
Aku tahu
ke mana kau pergi.
Kau mengejar takdirmu, 'kan?
Ini hanya rahasia Baginda dan aku, 'kan?
- Baginda. - Lanjutkan saja.
Baik, Baginda.
Ayo kita selesaikan.
Baginda, apa ada yang ingin kau katakan...
Tak ada.
Astaga!
Harusnya kau hati-hati.
Teganya kau
meski kau tak punya
nyali
maupun kemampuan?
Sampai ada perintah lagi, tahan dia di rumah
dan dia dilarang masuk ke istana.
Dia dilarang berhubungan
dan bertemu dengan siapa pun.
KANTOR KEPOLISIAN SEOUL JONGNO
Sin-jae cuti?
Ya, 21 hari sekaligus.
Kau juga tak tahu?
Aku akan coba telepon dia.
Apa ada masalah di rumah?
Mungkin ibunya lagi...
Kau!
Aku hanya khawatir.
Perasaanku begitu.
Sin-jae.
Bu, aku Detektif Jeong.
SIN-JAE
Aku tahu ini hari keberuntunganku.
Ada tamu penting datang sebelum buka.
Detektif Kang, apa kau punya masalah?
Kesedihan akan jadi setengah jika dibagi.
Mau berbagi denganku?
Jika mau berbagi, bagilah kacang kepadaku.
Camilan di sini sangat mahal.
Aku sedih karena kau khawatir soal harga camilan.
Kenapa kau sangat baik hati?
Terima kasih karena sudah datang kepadaku.
Kau membuat keputusan baik.
Hal semacam ini
bisa menenangkanmu saat sulit. Ini.
Beli camilan sepuasmu dengan ini.
Ini.
Apa bisa dicicil tiga bulan?
Kurangi ini. Aku belum buka.
Jika begini, kenapa datang?
Ada seseorang yang panggil aku kakaknya.
Dia sangat pintar, dan juga gigih.
Dia tak akan bisa menemukanku jika aku di sini.
Halo.
Bawa kacang ke ruang sembilan.
Kau butuh apa lagi?
Biarkan aku di sini beberapa hari.
Aku ambil cuti,
tapi tak punya tujuan.
Jika kau ambil cuti, berliburlah ke tempat hangat.
Astaga.
Astaga.
Mau ke mana?
Ke gereja
untuk ibadah malam.
Harusnya kau minta uang kepadaku.
Sial.
JO YEONG
Kemarin seseorang berkata,
"Yeong mudah ditebak. Aku pintar matematika."
Dan kau suruh aku bawa laptop ini seperti kau akan bisa membukanya.
Itu salah paham jika aku terlihat seperti tak bisa membuka ini.
Aku hanya sedang memeriksa keamanan istana.
Baiklah.
Tapi ada apa di dalam laptop sampai kau sangat ingin membukanya?
Baginda, PM Koo sudah datang.
Evaluasi akhir tahun.
Sudah waktunya?
Ya. Setahun berlalu dengan cepat.
Ada camilan yang kau mau?
Ubi.
Aku sedang diet.
Baiklah.
Halo, Baginda.
Selamat datang.
Keamanan istana diperketat.
Jadi, Kapten Jo akan selalu bersamaku.
Seperti yang kau tahu,
kita akan bergadang karena kumpulan laporan selama setahun.
Baik, Baginda.
Sin-jae? Dia tak datang.
Bukankah dia kerja? Kenapa cari di sini?
Itu rahasia negara.
Jika dia datang, telepon aku.
Baiklah. Tae-eul!
Bukankah belakangan ini
sikap Eun-sup aneh?
Eun-sup? Benarkah?
Aku tak merasa begitu.
Rasanya
wajahnya tak setampan dulu.
Dia menjadi jelek.
Lalu ada apa dengan rambutnya?
Seleramu aneh.
Lain kali kita bertemu di hotel saja.
Jika begini, hubungan Na-ri dan Eun-sup akan menjauh.
Ada hal apa?
Tolong jual ini.
Katanya kau tahu tempat jual yang bagus.
Ya, aku tahu.
Karena terlalu sering, pemilik tokonya pikir aku polisi korup.
Aku akan jual ini, tapi biarkan aku di hotel juga.
- Aku perlu tempat sembunyi. - Baginda tak ada...
Tapi ada kau.
Kau mau apa dengan menjual sapi emas ini?
Aku perlu pemasukan
untuk bisa berpindah.
MULAI
MOBIL TES MENGEMUDI
Tes dimulai dari sekarang.
- Kau tak punya SIM? - Selamat, kau lulus.
KARTU JAMINAN SOSIAL SIM
Aku sudah pernah tes.
Biasanya aku berhasil jika ikut tes.
Nilai CSAT-ku juga sempurna.
Aku tak tahu ujian apa itu,
tapi kenapa tak ada SIM jika sudah tes?
Aku tak bisa belok kanan dan kiri.
Seorang pria harus selalu lurus.
Aku punya banyak alasan.
Tapi bagaimana kau akan pergi jika kanan dan kiri saja tak tahu?
Jika kau pikir ini liburan ke luar negeri, kau salah.
Jika kau buka mulut pasti...
Haruskah aku potong lehermu?
Jika pita suaramu hilang...
Kau!
Hei.
Aku tahu kau peduli pada Raja Arthur,
tapi kau takkan setulus aku pada adik-adikku.
Raja Arthur berkata...
ini cara untuk melindungi adik-adikku.
Apa kau baik-baik saja, Jo Eun-sup?
Jika anggaran pendidikan mau dipertahankan,
harus ada perubahan pada anggaran kesehatan.
Apa ini harus dipilih?
Kementerian berpendapat anggaran kesejahteraan harus dikurangi
dan meningkatkan anggaran lain seperti teknologi dan layanan.
Demi keuntungan nasional.
Pendidikan dan kesehatan adalah hak rakyat.
Aku akan lewati itu.
Ada anggaran tambahan
5,2 triliun won untuk pemulihan daerah bencana.
Ya, itu dinyatakan sebagai zona bencana khusus
dan kami berusaha mengembalikannya seperti keseharian dulu.
Baiklah.
Turis waktu itu sudah kembali?
Apa kau bosan?
Dia sudah kembali ke kesehariannya.
PENJARA DONGNAE
Semoga waktunya di sini menyenangkan.
Kemampuanku bertambah jika makan makanan pedas,
dan juga jadi lebih cepat.
Yeong, ayo makan.
Bagaimana bisa makan ubi tiga kali sehari?
Usaha tak akan berkhianat.
Ubi harus dimakan dengan kimchi.
KIMCHI LEZAT
Kau tahu kombinasi ini?
Kepala Wanita Istana sering memberiku ini.
Enak sekali.
Yeong.
Ayo cepat habiskan.
Ya, Baginda.
Kenapa kau tak makan?
Jika terus makan ubi, aku bisa gemuk.
Baginda tak akan menikah?
Kedua kalimatmu tak berhubungan.
Kenapa?
- Kau mau menikah denganku? - Bolehkah?
Tidak.
Aku sudah melamar seseorang.
Apa agenda selanjutnya?
Astaga.
Dunia ini sangat keras.
Kami sudah tutup.
Kau harus buat janji dulu.
Dia tamuku. Kau boleh pulang.
Baik.
Manisannya tak berfungsi?
Apa kau baru sadar itu sekarang?
Silakan duduk.
Aku mau tidur.
Boleh minta obat?
Tak bisa tanpa pemeriksaan.
Jangan buat aku jadi dokter bodoh. Duduk.
Aku bukan dokter yang akan berkomentar tentang mimpimu.
Jadi, kau bisa tenang.
Lebih baik cepat didiagnosa dan minum dosis yang tepat.
Sama seperti flu.
Bisa kenalkan aku kepada dokter yang bodoh?
Alkohol sudah tak berfungsi lagi.
Kau yakin?
Mungkin alkoholnya kurang?
Apa kau benar dokter?
Astaga.
Luar biasa.
Astaga.
Tony...
Eun-sup.
Cepat lepas.
Raja tak pakai barang bersama dengan siapa pun.
Kau pelit sekali.
Aku juga mau perawatan wajah.
Tapi...
bagaimana kau tahu kode ponsel Yeong?
Begini.
Kau masih belum temukan kode laptop Yeong?
Haruskah aku coba?
Aku hargai keinginan mencobamu.
Sistem keamanan Istana sulit dilalui.
Jika bisa, bangunkan aku.
Lalu akan aku berikan ini.
Milik kerajaan, hanya untuk Raja,
untuk merawat wajah Raja.
Baik.
Aku berhasil.
J dan 13 buah angka nol.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan,
sembilan, sepuluh, sebelas, dua belas. Tambah satu nol lagi.
"Jo" triliun dan "Yeong" nol.
Kita tak punya foto bersama.
Sekarang di luar sangat dingin.
Mulai hari ini, tumbuhlah di sini.
Kau tanam apa?
Bibit bunga yang kubeli di Kerajaan Corea.
Tapi ia tak tumbuh.
Apa ia pemalu?
Bunga, dengarkan aku.
Aku Rajamu.
Tumbuhlan dengan besar dan kuat.
Mekarlah dengan cantik
di halaman kekasih kesayanganku. Ini perintah Raja.
Kau masih tetap bilang ini kali pertamamu berpacaran?
Tentu. Itu takkan pernah berubah hingga kehidupan berikutnya.
Apa bibit bunga yang aku sebar di ruang aneh itu...
sudah mulai tumbuh?
Aku sudah bilang.
Di tempat itu tak ada angin, matahari, dan waktu.
Siapa tahu saja.
Sudah berlari sampai ujung?
Aku sudah coba, tapi tak sampai ujung.
Aku tak bisa lama di sana.
Di dalam sana sehari,
sama dengan dua bulan di luar.
Jadi,
kau tak akan menua di sana.
Tunggu.
Bisa saja aku lebih tua darimu?
Pantas saja akhir-akhir ini kau terlihat lebih muda.
Walaupun aku hidup abadi di sana,
aku akan tetap menemuimu.
Jika aku terlambat, artinya aku sedang di jalan.
Jangan pikir untuk datang, tapi pikir untuk pergi bersama.
Jangan pergi sendiri.
Aku akan sangat merindukanmu.
Apa kau
tak bisa pergi denganku?
Apa kau tak bisa tinggal
bersamaku di duniaku?
Aku tambahkan satu syarat lagi dari 17.
Dilarang mengajak aku pergi.
Di sini bagaimana?
Ayahku,
Na-ri,
dan kantor polisi?
Jika kau begitu, aku harus apa?
Apa itu?
- Agar aku tak bisa bicara? - Agar aku tak bisa bicara.
Jika banyak yang ingin kau katakan,
kau lakukan hal ini.
Hukum Kerajaan Corea...
Aku harus menaati hukum.
Karena aku adalah polisi.
Aku
melihat hal indah lagi.
Apa ini?
Apa aku salah lihat?
Toko Buku Haesong.
27 Mei 2022.
2022...
Apa ada kesalahan?
Hari itu Jeong Tae-eul
tak pakai baju itu.
Apa ini?
Sudah temukan ponselnya?
Masih dalam pencarian.
Ada hal lain juga yang sedang aku cari.
Kau tahu, Kang Sin-jae.
Dia mendatangi tempat pekuburan putra Song Jeong-hye.
Dan polisi yang datang ke panti jompo
bernama Jeong Tae-eul.
Ternyata dia polisi yang menangkap Jang Yeon-ji.
Dia juga cari ponsel Jang Yeon-ji.
Kang Sin-jae...
Kesalahan yang aku lakukan.
Jeong Tae-eul.
Langkah yang tak aku buat.
Jangan khawatir, aku akan menemukannya.
Haruskah aku kubur mereka berdua?
Singkirkan Jang Yeon-ji,
dan jangan lakukan hal lain.
Aku harus pergi lagi.
Sepertinya keponakanku akan tahu kali ini.
Laporan tentang toko buku yang kau cari, Baginda.
Tak ada satu pun toko buku terdaftar yang bernama Toko Buku Haesong.
Aku sudah cari di internet dan toko buku bekas, tapi tak ada.
Dan ini
kumpulan video CCTV dari semua acara yang kau perintahkan.
Terima kasih.
Cari lagi toko buku itu,
termasuk toko yang sudah tutup juga.
Baik, Baginda.
Tempo hari, dia ada di Republik Korea.
Jika waktu berhenti lagi,
dia di Kerajaan Corea.
Hari ini kami tutup...
Benarkah? Maafkan aku.
Pintunya terbuka.
Ya, ada paket yang akan datang.
Aku akan carikan buku yang kau mau.
Tidak perlu.
Tadinya aku mau habiskan waktu membaca buku kedokteran.
Kami tak punya buku itu.
Karena tak ada yang cari.
Begitu.
Tapi...
apa kita pernah bertemu sebelumnya?
Aku tentu pernah melihatmu
karena kau keluarga kerajaan.
Aku sering melupakan itu.
Terima kasih.
Kau selalu datang ke sini tiap tahun tanpa janji.
Karena kau selalu di sini setiap tahun, seperti sudah berjanji.
Sudah dapat bukti?
Aku sudah temukan tandanya,
tapi jawabannya tak indah. Jadi, aku sedang kesulitan.
Kau pasti bisa menyelesaikannya.
Kau selalu begitu.
Apa kau
percaya takdir?
Itu pertanyaan sulit untuk orang sains.
Memang sulit.
Orang-orang biasanya mengusir atau menghadapi takdir.
Haruskah aku menentangnya?
Tak ada yang tahu jalan kehidupan.
Tapi jika ada tempat yang ingin kau raih
meski
hidupmu terancam bahaya,
itulah yang disebut takdir.
Langkah yang kau ambil
dengan mempertaruhkan hidupmu, itulah takdir.
Apa kau punya tempat yang ingin kau raih?
Ya.
Ada.
Jika begitu, kau hanya perlu pergi ke sana tanpa menantangnya.
Aku harap ada wanita cantik menunggumu di sana.
Kau harus menikah tahun ini.
Jika sudah temukan jawabannya,
aku akan menemuimu bersama wanita yang percaya bumi itu datar.
Baiklah.
Aku menantinya, Baginda.
Akhirnya matahari pertama tahun ini terbit.
Letnan Jeong Tae-eul,
selamat Tahun Baru.
Akhirnya
Lee Lim datang ke Kerajaan Corea.
TAHUN BARU 2020
Itu Raja!
Dia
pasti sedang memperhatikanku.
Tapi dia tak ada di video.
Kenapa begitu?
Apa yang aku lewatkan?
Jadi
kau tak akan menua di sana.
Ini...
tak masuk akal.
Mustahil.
Dia...
menunda waktu dengan berada di tempat itu.
Dia tak menua.
Manusia yang hampir abadi.
Ternyata itu hal
yang ingin dia capai.
Keabadian.
Pengkhianat,
Lee Lim!
"Pengkhianat Lee Lim." Ini benar?
Kau masih hidup.
Aku menantikan pertemuan kita lagi.
Mereka yang berwajah sama...
Dulu kau tanya sejauh apa aku pergi, 'kan?
...mencuri hidup...
Aku pernah memanggil nama yang aku ingat.
...orang yang berwajah sama.
Lee Gon.
Ada sesuatu yang aku tak tahu?
Kau bisa melakukan ini?
Bagi beberapa orang, itu memberi mereka keberanian menghadapi takdir.
Pangeran Geum!
Kau sungguh bisa meninggalkan segalanya
dan menjadi Ratu Kerajaan Corea?
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.