Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped by @TteokbokkiSubs Synced by @SULTAN_KHILAF
Ko Mun-yeong.
Lepaskan aku.
Kumohon dengarkan aku…
Ada tiga pasang sayap.
Kupu-kupu mutan seperti itu
hanya ada satu.
Bros yang dirancang khusus oleh ibuku.
Kenapa kupu-kupu itu
di mural Sang-tae?
Bukan begitu.
Ini tak seperti yang kau pikirkan.
Saat aku bertanya, kau seharusnya langsung bilang tidak.
Aku tidak akan kabur.
Tolong berhenti mengikutiku.
Aku perlu waktu untuk berpikir.
Kita bicara nanti.
Pak Lee.
Bisakah kau periksa keadaan Mun-yeong?
Kuceritakan detailnya nanti.
Tolong bantu aku.
Ya?
Cepat kemari.
Dia sembunyi di bawah wastafel dan tak mau keluar.
Kenapa dia begitu lagi?
Kenapa ibu kupu-kupu
dan anak kupu-kupu ada di sana?
Kenapa ada di muralku?
Seseorang menggambarnya.
Astaga. Tidak boleh.
Sang-tae.
Ayo keluar. Ya?
Kupu-kupu yang membunuh Ibu datang mengejarku.
Ia datang mengejarku
sampai ke sini…
Kupu-kupu itu
bukan kupu-kupu ibu dan anak,
tapi kupu-kupu mutan dengan tiga pasang sayap.
Mutan?
Bukan kupu-kupu yang kulihat?
Ya.
Meski terlihat berbeda, mereka termasuk varian yang sangat umum.
Aku pernah melihatnya di taman rumah sakit.
Aku tak pernah melihatnya.
Kau tak melihat dengan jelas karena takut.
Sepertinya seseorang menggambarnya di muralmu
karena terlihat menarik dan unik.
Kenapa dia mencoret-coret lukisan orang lain?
Tidak sopan sekali.
Benar juga.
Aku akan menangkap pelakunya, lalu memarahinya.
Ayo keluar.
Kupu-kupu yang berbeda?
Sang-tae.
Kau sudah janji denganku.
Kau tak akan kabur
meskipun kupu-kupu muncul.
Ya. Aku sudah berjanji.
Karena janji bukan tisu bekas ingus,
aku tak akan kabur.
Namun, kepalaku menjadi sakit saat melihat kupu-kupu.
Aku bisa melawannya jika kau sedikit membantuku.
Ya.
Kau keren sekali.
Moon Sang-tae!
Karena dirimu, adikmu tak bisa bekerja,
dan aku tak bisa menyiapkan makan siang.
Kau merepotkan sekali.
Maafkan aku.
Bisa temani Sang-tae hari ini?
Permintaan maaf saja tak cukup.
Kau harus menjadi asistenku hari ini.
Ayo.
Apa kau akan memberiku upah?
Tergantung hasil kerjamu.
Lagi-lagi tergantung hasil kerjaku.
Aku harus melepas tasku lebih dahulu sebelum mengenakan ini.
- Astaga. Lepaskan. - Ya. Astaga.
Astaga.
- Bagaimana cara menghapusnya? - Aku tak tahu.
Kenapa kalian berkerumun?
Ini. Katanya bukan Sang-tae yang menggambarnya.
Dia berteriak agar gambar ini dihilangkan. Kami mau menghapusnya.
Ya, lebih baik begitu.
BAB 14 TANGAN DAN SANG MONKFISH
RUANG DIREKTUR
Aku sudah melihat kupu-kupu itu.
Sepertinya ada seseorang yang iseng saat aku tidak di sini.
Aku akan memeriksanya.
Kenapa Kepala Perawat di sana?
Cobalah baca buku Penulis Ko saat waktu luang.
Tidak. Aku tidak suka buku seperti itu.
Aku suka kisah cinta tragedi, atau novel horor.
Dia suka? Aku memberikan Ibu Dooly
kepada Sang-tae sebagai hadiah.
Aku dan Sang-tae lumayan dekat belakangan ini.
Kalian bertiga berkemah naik mobil kemah?
Putriku…
Meskipun Penulis Ko melewati semua kesulitan itu,
dia tumbuh dengan baik.
Kenapa tak ada? Aku yakin tadi di sini.
Kenapa tak ada?
Aku yakin ada di sini!
Aku yakin ada di sini!
Mati.
Matilah… Dasar monster!
Kau
akan berakhir seperti ibumu.
Ibuku
dibunuh.
Kupu-kupu itu…
Kupu-kupu itu membunuh ibuku.
Kupu-kupu itu membunuh ibuku.
Aku mencintaimu, putriku.
Kau adalah diriku yang lain.
Maafkan aku.
Aku benar-benar bersalah. Maafkan aku.
Dia tepat di depan mataku,
tapi aku tak sadar.
Aku menitipkan Sang-tae kepada wanita itu
dan bahkan berterima kasih.
Semua salahku. Jangan salahkan dirimu sendiri.
Karena identitas Do Hui-jae terkuak,
kita harus segera menemukannya.
Aku akan meminta polisi untuk menyelidikinya.
Ambil saja cuti untuk sementara.
Jagalah Sang-tae dan Penulis Ko.
Kenapa dia terus bertahan di rumah sakit untuk waktu yang lama
di tempat yang dipenuhi kamera pengawas ini?
Menyenangkan sekali.
Pak Dae-hwan.
Sekarang…
aku…
sudah tak ada penyesalan.
Tak ada penyesalan?
Bukankah kau mencintaiku?
Jika kau mencintaiku, tak boleh begini.
Seharusnya kau menyesal
setelah membunuhku, Sayang.
Adakah yang ingin kau katakan?
Sudah 20 tahun…
Aku sudah menunggu selama 20 tahun.
Sayang sekali.
Apa kau tahu alasanku
terus menyelamatkanmu?
Karena melihatmu menderita dalam waktu yang lama
dan sekarat seperti ini…
sangat menyenangkan.
Aku sangat kesulitan.
Tempat ini dipenuhi kamera pengawas.
Aku juga harus mengelabui O ji-wang, tua bangka yang cerdik itu.
Benar-benar…
menegangkan sekali.
Tidak boleh.
Jangan…
Kumohon…
Mun-yeong…
Putri kita yang cantik?
Dia tumbuh besar dengan baik.
Kau tak tahu.
Betapa hati-hatinya aku merawat dan melindungi dia.
Kudengar kau ingin mati?
Aku akan membantumu.
Lepaskan aku! Aku akan membunuh kalian!
Lepaskan!
Buktikanlah
bahwa kau bukan pengecut.
Aku telah berusaha keras membesarkannya dengan sempurna.
Belakangan ini
dia mengecewakanku.
Apa kau tahu cara membuat anak mematuhi orang tuanya?
Jika kau merebut kebahagian anakmu,
dia akan menjadi sangat patuh kepadamu.
Jangan… Kumohon…
Selamat tinggal.
Tidak…
Tidak…
Mun-yeong…
Mun-yeong.
Mun-yeong!
Mun-yeong?
Mun-yeong.
Mun-yeong?
- Ada apa? - Apa?
Aku hanya ingin memeriksa keadaanmu.
Keadaanku selalu buruk.
Kau datang hanya untuk menanyakan itu?
Bukan begitu.
Aku juga sekalian ingin memeriksa
kemajuan penulisanmu.
Kukirim naskahnya lewat surel tadi pagi.
Begitu?
Sudah ada drafnya? Sesuai harapanku.
Saat fokus, kerjamu cepat sekali.
Bagaimana ceritanya? Seru?
Luar biasa?
Karyaku selalu luar biasa.
Benar juga.
Pergilah.
Aku lelah karena begadang menyelesaikan naskah. Aku mau tidur.
Baiklah. Kau sudah bekerja dengan baik.
Selamat beristirahat. Aku pamit.
Ya.
Astaga.
Sama sekali tidak baik-baik saja. Kondisinya sangat buruk.
Aku baru sekarang melihatnya tersenyum kepadaku.
Perasaanku tidak enak.
Aku akan menunggumu di sini.
Cepat kemari, dan ceritakan semuanya.
Baiklah.
Aku akan segera ke sana.
Gang-tae!
Aku dapat uang 30,000 won dari hasil kerja paruh waktuku.
Bukan, ini bungkus camilan.
Ini uang saku. 10,000 won untukmu,
dan 10,000 won untuk Mun-yeong.
Sisanya milikku.
Tak perlu. Kau bisa memilikinya.
Kau tak mau uang saku?
Sang-tae. Aku akan mengantarmu pulang ke rumah atap kita.
Bisakah kau tinggal di sana untuk sementara waktu?
Aku sendirian? Kenapa?
Kalian bertengkar?
Kau bertengkar dengan Mun-yeong?
Ya.
Dia sangat marah
karena aku melakukan kesalahan.
Aku harus memohon maaf seharian.
Sudah kubilang jangan bertengkar.
Lebih baik ciuman daripada bertengkar.
Setelah berbaikan, aku akan menghubungimu.
Ayo pergi.
Kau harus mengatakan bahwa kau bersalah.
Lakukanlah dengan penuh hormat.
Dia pasti akan memaafkanmu.
Ya.
MEJA PERAWAT LANTAI SATU
Siapa yang menggambar kupu-kupu?
Perawat O.
Sampai kapan Kepala Perawat mengambil cuti?
Semoga dia tak kembali.
Dia ambil cuti lima hari.
Mungkinkah dia merasa stres
karena Pak Dae-hwan meninggal?
Entahlah.
Aneh sekali.
TANGGA LOBI LANTAI SATU
Kenapa rekaman tangga lobi tidak ada?
Aku menyimpannya secara terpisah karena mau kukirim ke suatu tempat.
- Dikirim ke mana? - Kau tak perlu tahu.
Bisa kita bicara sebentar?
Ya.
Pengunduran diri?
Kenapa? Kepala Perawat sakit?
Cepat atau lambat, kau akan mengetahui alasannya.
Meskipun sulit,
untuk sementara, kau bisa ambil alih pekerjaan kepala perawat
karena kau yang bekerja paling lama di sini.
Pastikan para pasien tidak panik.
Baik.
Aduh.
Mohon bantuannya.
Direktur.
Ya?
Jika ada masalah yang mengganggu pikiranmu,
minumlah miras bersama ibuku seperti masa lalu.
Jangan dipendam seorang diri.
Aku akan melakukannya
setelah menjadi pengangguran.
Pengangguran?
Apa dia mau pensiun?
Tidak mungkin.
Kenapa nasib buruk bisa terjadi…
Apa ini
nasib buruk?
Jika bukan nasib buruk, lalu apa?
Setelah mengetahui semua ini,
kau akan tetap menemani Mun-yeong?
Ya.
Mun-yeong…
Dia hanya Ko Mun-yeong bagiku.
Bukan putri Do Hui-jae.
Penulis Do Hui-jae
berasal dari keluarga yang berkarier di dunia medis.
Tanpa alasan yang jelas,
dia berhenti kuliah kedokteran di tahun ketiga,
dan memilih menjadi penulis.
Setelah menikah, dia memutus hubungan dengan keluarganya.
Dia mengurung diri dalam kastel ini, dan hanya menulis novel.
Selama sepuluh tahun mengenal Mun-yeong,
hanya itu saja yang kuketahui.
Tanpa tahu apa yang dialami Mun-yeong waktu itu,
orang-orang dari berbagai penerbit terus berdatangan
mengganggu Mun-yeong.
Mereka semua meminta jilid terakhir
Pembunuhan Penyihir dari Barat
yang ditulis oleh ibunya.
Dasar bedebah.
Lantas bagaimana nasib jilid terakhir itu?
Kau tahu bukunya tak pernah rilis
karena naskah terakhirnya juga ikut menghilang.
Ko Mun-yeong.
Benarkah ibuku…
membunuh…
ibumu?
Kupu-kupu yang terus mengganggu Sang-tae
dan membuat hidupmu menderita…
adalah ibuku?
Pasti salah.
Aku pasti salah, 'kan?
Itu tidak mungkin terjadi.
Sejak kapan kau tahu semua ini?
Belum lama ini.
Ko Mun-yeong.
Dengarkan aku.
Kau berbeda dengan ibumu.
Sampai akhir ajalku
aku tak akan meninggalkanmu.
Bagiku,
kau hanya Ko Mun-yeong
yang kukagumi sejak kecil.
Munafik.
Dasar rubah licik sialan. Dia mengabaikanku lagi.
Jae-su. Ayo makan mi instan.
Sang-tae.
Benarkah kau tinggal di sini untuk sementara waktu
karena Mun-yeong sangat marah kepada Gang-tae?
Aku mencium adanya aroma kebohongan.
Telur setengah matang untukmu. Telur yang matang untukku.
Kurasa mereka mengirimmu kemari
agar bisa bermesraan dan menikmati waktu berdua
tanpa adanya gangguan darimu.
Jae-su.
Benar? Menurutmu juga begitu?
Ekspresinya sedih. Dia terlihat sedih.
Apa?
Wajah Mun-yeong…
Ekspresinya…
Dia terlihat takut,
dan sedih.
Kenapa begitu?
Kenapa ekspresinya seperti itu?
Kenapa kau kemari?
Ju-ri memintaku menemuimu.
Katanya kau terlihat sangat kesulitan.
Aduh.
Psikiatri tak semudah yang kupikirkan.
Kenapa? Kau sungguh berpikir untuk pensiun?
Tampaknya sebentar lagi, aku harus pensiun dengan sukarela.
Aku tak bisa melakukan apa pun setelah ditusuk dari belakang
oleh orang kepercayaanku.
Kau selalu bilang begitu, tapi kau baik saja sampai sekarang.
Kenapa tiba-tiba seperti ini?
Aku terlalu banyak berlagak.
Aku sengaja memberikan resep
kepada Penulis Ko dan Sang-tae
untuk menahan mereka di sini.
Sebaliknya, itu malah menjadi racun.
Aku harus bagaimana?
Aku merasa bersalah kepada mereka.
Apa aku bertambah tua dengan percuma?
Orang dewasa tak selalu benar.
Kita pasti akan terus melakukan kesalahan.
Dokter tak bisa selalu menolong orang.
Kau bukan Tuhan.
"Tidak apa-apa merasa tidak baik-baik saja."
Itu tertulis jelas di sana.
Sun-deok.
Apa kau mau menggantikanku menjadi direktur?
Astaga. Persetan.
- Aku sudah pulang. - Ya, silakan masuk.
Menu makan malam hari ini nasi kepal.
Aku suka nasi kepal.
Apa kau mau membagikan nasi kepal kepada tetangga?
Banyak sekali.
Setelah membuat sebanyak ini, aku akan membekukannya.
Ini cocok sekali dimakan saat malas
karena tinggal dipanaskan saja.
Besok aku harus mengantarkan ini ke rumah Penulis Ko.
Apa? Kenapa kau pergi ke sana?
Kudengar Sang-tae akan tinggal di sini untuk sementara waktu.
Bukankah itu sudah jelas?
Pasti ada sesuatu yang terjadi di antara Gang-tae dan Mun-yeong.
Mereka tak mungkin makan dengan benar.
Aku tak tahu apa yang terjadi,
tapi saat mengalami kesulitan,
makanan yang membuatmu bisa bertahan, bukan kekuatan mentalmu.
Bu…
Aku sangat mengagumi dan mencintaimu.
Ada apa denganmu?
Pilih salah satu. Kau mau makan,
menangis, atau menyatakan cinta.
Ini enak.
Untukmu.
Setelah kau selesai makan, bisakah kita mengobrol?
Ya.
Apa aku boleh masuk?
Ya.
Silakan duduk.
Baik.
Aduh. Aku tiba-tiba menjadi gugup.
Ya.
Apa yang ingin kau bicarakan?
Apa dia sungguh baik-baik saja?
Ya? Apa maksudmu?
Dia datang ke rumah sakit tadi pagi,
dan tiba-tiba pulang ke rumah.
Dia bahkan tak menjawab teleponku.
Aku sangat mencemaskannya.
Apa kau tahu apa yang sedang terjadi?
Menurutku ini bukan urusanmu.
Bagaimana bukan urusanku?
Ju-ri.
Hentikan.
- Apa? - Sampai kapan
kau akan terus memikirkan Moon Gang-tae?
Aku mengerti.
Aku juga terus cemas dan sedih
tiap memikirkannya.
Bukan.
Maksudku Mun-yeong.
Apa Mun-yeong baik-baik saja? Aku terus mencemaskannya.
Aku suka.
Ya. Sebenarnya aku juga
suka…
Mun-yeong.
Astaga. Bagus sekali.
Persahabatan kalian sangat…
Aduh. Perutku terasa tak nyaman.
Aku undur diri.
Selamat beristirahat.
Apa kau baik-baik saja?
Hubungi aku jika kau bosan.
JU-RI
Aku juga menderita
sepertimu.
Aku menyangkal karena tak ingin memercayainya.
Bagaimana bisa
hal seperti ini terus menimpaku?
Aku terus menyalahkan diri sendiri.
Namun, itu tak ada gunanya.
Saat melihatmu
tersenyum kepadaku
aku menjadi lupa segalanya.
Aku melupakan
kupu-kupu
dan ibuku.
Dunia terasa milik berdua.
Mun-yeong…
Kau tak bersalah.
Kita semua…
tak bersalah.
RUMAH SAKIT JIWA OK
Apa kau mau minum miras denganku?
Aku tak mau minum dengan orang tua.
Kau tak sopan sekali dengan ayahmu.
Ada apa? Kenapa tiba-tiba begini?
Karena kau tak pernah mau bermain denganku.
Sejak kapan kau memperhatikanku?
Kau selalu bersama pasien
saat aku merengek untuk bermain.
Aku selalu tak bisa memperhatikan orang terdekat.
Tolong mengertilah.
Kau mau soju atau bir?
Makgeolli.
Baiklah.
Cha-yong.
Maafkan ayahmu.
Ada yang ingin kukatakan
Kepadamu
Ada yang ingin kukatakan
Kepadamu malam ini
Akan kuberikan
Segalanya kepadamu
Akan kuberikan
Hatiku yang penuh cinta
Demi dirimu
Akan kulakukan segalanya
Akan kupersembahkan bintang-bintang
Untuk kau genggam
Ada yang ingin kuberikan
Kepadamu
Ada yang ingin kuberikan
Kepadamu malam ini
Astaga. Jae-su…
Jae-su mendengkur sangat keras. Berisik sekali.
Ya ampun.
Apa?
Kenapa dia tak menghubungiku?
Apa mereka belum baikan?
Jika mereka belum baikan, aku tak bisa pulang.
KO MUN-YEONG
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Astaga. Haruskah aku mengunjungi rumahnya?
Perawat Nam. Aku mau pesan kopi.
- Apa kau juga mau? - Aku mau Americano dingin.
Aku mau latte.
Baiklah.
Americano dingin dan latte.
Selesai dipesan.
Perawat Moon tak terlihat sejak kemarin.
Dia sedang ambil cuti.
Apa?
Tiba-tiba?
- Begitu? - Memangnya kenapa?
Aku ingin berterima kasih kepadanya untuk kejadian beberapa hari lalu.
Aku berniat mentraktirnya makanan enak.
Traktirlah saat dia kembali.
Tidak ada telepon untukku, 'kan?
Telepon dari…
ayahmu?
Ya.
Jika ayahmu menelepon, kami harus bagaimana?
Tolong…
beri tahu aku.
- Aku akan memberitahumu. - Terima kasih.
Selamat bekerja.
Astaga.
Mungkinkah dia ingin mendonorkan hatinya?
Aku tak tahu.
Kenapa Perawat Moon tiba-tiba mengambil cuti?
Ko Mun-yeong.
Tolong buka pintunya.
Banyak kejadian aneh
yang terjadi di sekitar ayahmu.
Karena itulah aku tahu
bahwa ibumu
masih hidup.
Bu Ok-ran.
Apa pasien itu ibuku?
Karena itukah
kau menghampiriku malam itu?
Bukan.
Kepala perawat
di rumah sakit kami.
Apa?
Park Haeng-ja.
Dia menghilang
setelah menggambar kupu-kupu
di mural Sang-tae.
Tak mungkin.
Dia ibuku?
Meskipun sudah 20 tahun berlalu,
dan dia mengganti seluruh wajahnya sekali pun,
mustahil aku tak mengenalinya.
Bahkan ayahmu,
dan Direktur O
yang sudah lama mengenalnya pun
tak sadar sama sekali.
Nona Ko Mun-yeong.
Jika memungkinkan, Direktur ingin bicara dengan wali pasien.
Tidak mungkin.
Bros kupu-kupu di ruang bawah tanah juga lenyap.
Padahal aku yakin ada di sana.
Berarti Ibu pernah kemari.
Dia berada di samping Ayah,
dan juga di samping kita.
Dia menyaksikan semuanya.
Pergi! Kau harus pergi dari rumah ini.
Cepat pergi dari sini!
Ko Mun-yeong.
Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian.
Aku janji akan melindungimu.
Tidak. Kau tak bisa melindungiku.
Kumohon pergi dari sini dan lindungi Sang-tae!
Pergi dari sini! Kumohon!
Pergi dari sini!
Kumohon pergilah.
Cepat pergi.
Ini permintaanku.
Kumohon.
Ini aku, Sang-tae.
Apa Mun-yeong baik-baik saja?
Apa dia masih marah?
Kalian belum berbaikan?
Mun-yeong
sedikit sakit.
Sakit?
Bagian mana yang sakit? Apa tubuhnya yang sakit?
Saat tubuhmu sakit, kau akan menangis.
Saat hatimu sakit, kau akan merengek seperti anjing di dalam tidurmu.
Apa dia mengeluarkan suara seperti merengek?
Ya.
Dia merengek.
Bagaimana ini?
Apa tali lehernya belum lepas?
Kau hanya perlu memotong tali lehernya.
- Sang-tae. - Ya?
Sang-tae.
Kau…
Kau sedang menangis?
Tidak.
Aku baik-baik saja.
Dia akan baik-baik saja.
Kau tak perlu cemas.
Pengantaran makanan.
Biarkan aku yang mengantar.
- Kau mau mengantar? - Ya.
Bukankah kau dilarang ke sana sebelum Gang-tae memanggilmu?
Benar. Kau tak perlu ke sana.
Aku dan Seung-jae akan mengantar dan segera kembali.
Aku ada kerjaan.
Biar aku saja yang pergi.
Bu. Apa kau bisa membuat bubur?
Bubur yang dimakan saat sakit.
Kenapa bubur?
- Silakan. - Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Kenapa belakangan ini Perawat Moon tak terlihat?
- Dia ambil cuti. - Begitu?
Padahal aku mau memperlihatkan ini.
Astaga. A-reum cantik sekali.
Apa dia baik-baik saja di Amerika?
Aku ingin segera keluar dari rumah sakit dan menemuinya.
Tolong panggil aku jika Perawat Moon sudah kembali.
Perawat Moon sangat populer di antara para pasien.
Benar. Perawat Nam juga pernah menyukainya.
Permisi. Kami dari kepolisian.
Kami ingin bertemu Direktur O.
Mari kuantarkan. Sebelah sini.
Ada apa? Kenapa polisi kemari?
Apa mereka datang karena Bu Ok-ran?
Sang-tae. Pelan-pelan.
Tunggu aku. Hati-hati.
Astaga.
Sang-tae!
Kenapa kau membawa Sang-tae? Aku tak mau dia khawatir.
Aku selalu tertipu dengan kebohonganmu,
tapi aku tak mau membiarkannya kali ini.
Apa maksudmu?
Cepat bereskan, kita bicara di luar.
Aku bisa gila jika terlalu lama di sini.
Mun-yeong. Apa kau sakit?
Kau tak lapar?
Aku membawakanmu bubur.
Aku tak membelinya.
Ini bubur sayur buatan Bu Sun-deok.
Pergilah.
Pergi dari sini, Sang-tae.
Kau harus makan buburnya supaya cepat membaik.
Mun-yeong suka telur puyuh, 'kan?
Aku akan menyuapimu.
Karena sedang sakit,
kau boleh makan disuapi seperti bayi.
Sang-tae.
Ya?
Maafkan aku.
Aku bersalah.
Tolong maafkan kau.
Maaf?
Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf.
Saat meminta maaf, tak boleh memalingkan muka.
Tidak sopan jika kau memalingkan muka.
Ini. Ayo dimakan.
Tolong maafkan aku.
Ya. Aku akan memaafkanmu jika kau makan ini. Ayo dimakan.
Mun-yeong. Tanganku pegal. Ayo dimakan.
Bagus. Pintar sekali.
Kau makan dengan baik.
Kau pintar sekali.
Bagaimana jika kita makan tiga suap lagi?
Saat sakit kau harus mengunyah dengan benar
supaya tak salah cerna.
Kau pintar sekali.
Ayo dimakan. Bagus.
Jangan bertengkar dengan Gang-tae.
Berbaikanlah.
Lebih baik ciuman daripada bertengkar.
Kau mengerti?
Jangan menangis.
Rupanya kau sakit sekali.
Kau pasti sakit sekali.
Aku suapi lagi.
Maafkan aku, Sang-tae.
Ya. Aku akan memaafkanmu
karena kau mau makan ini.
Dua suap lagi. Sisa dua suap lagi. Ayo dimakan.
Kau pintar sekali.
Kupu-kupu itu
digambar di mural Sang-tae.
Ko Mun-yeong
kabur ketakutan setelah melihatnya.
Sedangkan kau terus bertahan di sampingnya
dengan wajah yang kalut.
Apa kupu-kupu itu
ibu Mun-yeong?
Setelah memeras otak semalaman memikirkan kemungkinan itu,
rupanya aku benar
- Jangan sampai Sang-tae… - Tak akan.
Aku tak sebodoh itu.
Terima kasih,
dan maafkan aku.
Gang-tae.
Ya?
Akui saja.
Lebih nyaman jika mengakuinya.
Apa?
Bahwa kau lemah.
Kau sama sekali tak kuat.
Kau sangat lemah.
Kau seperti itu. Begitu juga dengan Mun-yeong.
Orang-orang lemah biasanya akan berpura-pura kuat.
Aku kasihan.
Karena kau sangat lemah,
kau tak bisa mengabaikan orang-orang yang lemah sepertimu.
Kalian saling menarik seperti magnet karena ingin bersandar
dan mengandalkan satu sama lain.
Makanya kalian harus bersatu.
Orang-orang yang lemah harus bersatu
supaya tak terkalahkan.
Ada pepatah yang mengatakan,
"Bersatu kita teguh,
bercerai kita runtuh."
Begitu kata Presiden Kim Dae-jung.
Rhee Syng-man.
Bukan Presiden Kim Dae-jung.
Masa? Begitukah?
Aku salah lagi.
Dia makan bubur lima sendok.
Aku menyuapinya.
Terima kasih.
Kau hebat sekali.
Apa Mun-yeong melakukan banyak kesalahan?
Apa?
Dia meminta maaf kepadaku.
Dia terus menangis sambil meminta maaf.
Aku bilang akan memaafkannya jika dia mau makan bubur,
dan dia mau makan.
Jadi, aku memaafkan.
Begitu?
Ya. Aku memaafkannya.
Kau memaafkannya?
Tapi…
Apa kau juga sakit?
Sang-tae.
Tolong peluk aku sekali saja.
Sini.
Tolong…
tepuk punggungku juga.
Ya.
Sang-tae.
Ya?
Aku takut.
Kau takut?
Kau merasa takut karena kau seorang adik.
Apa kau akan melindungi kami?
Aku akan melindungimu. Aku kakakmu.
Aku walimu.
Untunglah.
Aku senang karena kau adalah kakakku.
Jangan abaikan teleponku, atau aku akan kesal.
Baiklah.
Hubungi aku jika Mun-yeong sudah membaik.
Tugasku harus diperiksa.
- Kuhubungi nanti. - Ya.
- Kami pamit. - Hati-hati.
Ya.
TANGAN DAN SANG MONKFISH
"Dahulu kala,
bayi yang cantik terlahir
di keluarga yang kaya raya.
Sang ibu sangat mencintai anaknya
yang cantik dan berkulit putih bagai bunga magnolia.
Sang ibu bahkan bersumpah
dan menjanjikannya matahari dan bulan.
Sang ibu sangat senang
ketika anaknya mulai makan.
'Anakku,
mulai sekarang ibu akan menyuapimu
buka mulutmu lebih lebar.
Coba buka mulutmu.'
Sang ibu berlari menghampiri anaknya
ketika melihatnya mulai berjalan.
'Anakku,
ibu akan menggendongmu.
Ayo cepat naik ke punggungku.'
Sang ibu melakukan semua yang diperlukan
untuk membesarkan anaknya dengan sempurna, lalu dia berkata,
'Anakku yang kucintai.
Ibu harus beristirahat.
Mulai sekarang
tolong sediakan aku makanan.'
Lalu anak itu berkata,
'Ibu. Aku tak punya tangan.
Tanganku menghilang
karena tak pernah digunakan.'
'Kalau begitu,
tolong gendong aku, anakku.
Kakiku sakit.'
Lalu anak itu berkata,
'Ibu, aku tak punya kaki.
Aku tak pernah menginjak tanah
karena kau terus mengendongku.
Namun, aku memiliki mulut yang sangat besar.'
Kemudian, dia membuka mulutnya yang sangat lebar.
Sang ibu sangat marah dan membentak,
'Setelah kuperhatikan, kau bukan anakku yang sempurna.
Kau hanya monkfish bermulut besar tak berguna.
Kau adalah kegagalan
yang hanya bisa menerima dan tak bisa memberi apa pun.'
Sang ibu membuang anaknya ke laut.
Setelah hari itu, saat cuaca buruk dan angin laut berembus kencang,
para pelaut sering mendengar suara tangisan anak itu.
'Ibu.
Ibu.
Apa salahku?
Tolong
bawa aku kembali.
Tolong
bawa aku
dan kembalilah.'"
Buku ini satu-satunya karyamu yang gagal,
tapi ini buku yang paling kusuka.
Karena kau seorang penulis, kau juga pasti tahu.
Semua yang gagal
harus dibuang.
PEMBUNUHAN PENYIHIR DARI BARAT JILID KE-10
KRITIKUS BAJINGAN
Sudah lama tak berbicara.
Aku ingin membayar
utangku kepadamu.
Setelah sekian lama, aku akan membuatmu memegang pena lagi.
Pak Lee!
Ada masalah besar!
Pak Lee!
Lee Sang-in!
Sang-in!
Mun-yeong!
Ada apa?
Apa?
PEMBUNUHAN PENYIHIR DARI BARAT JILID KE-10 AKAN SEGERA DIRILIS
Sial. Apa-apaan ini?
PEMBUNUHAN PENYIHIR DARI BARAT KE-10 AKAN DIRILIS SANGSANGESANG
Bagaimana ini, Pak Lee?
Semua orang menanyakan apakah kita sungguh akan merilis jilid terakhir
Pembunuhan Penyihir dari Barat.
Siapa yang menerbitkan berita pertama kali?
Surat kabar tempat Kritikus Bajingan bekerja.
Kritikus Bajingan? Kritikus sialan yang didorong Mun-yeong dari tangga?
Baiklah. Terima semua telepon,
dan katakan semuanya benar.
Apa kau sudah gila?
Kau bisa masuk penjara jika ketahuan berbohong.
Jangan sampai kau menyesal.
Aku akan menanggung semuanya. Ikuti perintahku.
Aku harus menemui Mun-yeong.
Sialan. Astaga, Mun-yeong.
Datanglah kepadaku.
Ibu.
PEMBUNUHAN PENYIHIR DARI BARAT KE-10 AKAN DIRILIS SANGSANGESANG
PAK LEE
Ya.
Aku sudah melihat berita.
Aduh.
Ya. Halo.
Halo!
Apa kabar?
Baik.
Kepala Perawat cantik sekali hari ini.
Aku nyaris tak mengenalimu.
Benarkah?
Aku terlihat berbeda?
Ya.
Benar. Aku berbeda hari ini.
GANG-TAE
SANG-TAE
Kenapa kau…
Kenapa kau mengeluarkan berita seperti itu
dan memperkeruh masalah?
Kau tahu aku.
Aku tak bisa terus menunggu.
Aku tahu bagaimana cara
memprovokasi ibuku supaya datang
menghampiriku.
Mun-yeong…
Gang-tae tak bisa
menangkap kupu-kupu
karena dia
pengecut.
Aku harus melakukannya.
Ya. Kau benar.
Penulis Do Hui-jae menghubungiku.
- Dia ingin naskah. - Bertemu di mana?
Aku pergi sendiri. Kau diam di sini…
Tidak. Aku yang diinginkan ibuku.
Kalian janji temu di mana?
- Mun-yeong. - Beri tahu aku!
Sang-tae!
SANG-TAE
- Sang-tae di mana… - Perawat Moon.
Perawat Moon. Kau selalu mencari kakakmu.
Sang-tae.
Sang-tae.
Sang-tae.
Sang-tae!
Sang-tae!
Jika kau sentuh Sang-tae,
aku tak akan mengampunimu.
Pengampunan adalah untuk orang yang bersalah.
Aku tak melakukan kesalahan apa pun.
Aku harus pergi ke mana?
Kastel yang dikutuk.
Apa kau yakin bisa seorang diri?
Ya.
Tolong bawa Mun-yeong
sejauh mungkin dari sini
untuk sementara waktu.
Kalian berjanji bertemu di mana?
Apa?
Sedikit lagi sampai.
Katakan kepadaku.
Hentikan.
Hentikan mobilnya!
Ko Mun-yeong. Dengarkan aku kali ini.
Kau tak boleh ke sana.
- Berhenti! Kubilang berhenti! - Mun-yeong!
Gang-tae seorang diri.
Dia seorang diri!
- Menepi! - Mun-yeong! Tak boleh!
- Menepi! - Mun-yeong!
Menepi!
Mun-yeong!
Mun-yeong!
Ko Mun-yeong!
Sang-tae.
Sang-tae!
Sang-tae!
Sang-tae!
Sub by NETFLIX Ripped by @TteokbokkiSubs Synced by @SULTAN_KHILAF
Jangan berpura-pura.
Jangan berpura-pura tidak sakit.
Bukan hanya Sang-tae.
Kau lakukan di hadapanku.
Kenapa semua orang
bersikap baik kepadaku?
Anggap saja mimpi buruk.
Aku pasti bisa.
Putrimu…
kau anggap lukisan?
Dia tidak mau menurutiku, semuanya karena kau!
Relakan saja.
Akhir menggelikan yang kau mimpikan itu
tidak akan terwujud.
Terjemahan subtitle oleh Jessie Yobelia
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.