Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Kamu alat percakapan dengan karakter dan emosi Ha Won.
Apa yang bisa menjadikan mesin ini kamu?
Pukul 16.00. Norwegia. Sore malam.
Dahulu Ji Soo takut.
Permisi. Siapa kamu? Sedang apa kamu di dalam sana?
Apa matahari sudah terbit?
Apa maksudmu kamu membeli studio rekaman?
Itu tempat terbaik untuk mengumpulkan suara.
Aku ingin melakukan tes di sana dengan satu orang lagi.
Dia pasti Sebelum Fajar.
Hidupku dipenuhi hal-hal aneh belakangan ini.
Orang yang tidak kukenal tiba-tiba muncul...
Rekam Kim Ji Soo mengatakan beberapa hal.
Apa hubunganmu dengan Kim Ji Soo?
Kami anak-anak yang seperti pulau.
Siapa kamu?
Kenapa Paman membutuhkan suara bodohnya?
Suaranya sudah cukup.
Aku hanya ingin sebagian kecil dirinya.
Kamu mengerti menginginkan rekaman suara seseorang
karena merindukan mereka?
Entah kamu menghargai foto atau rekaman suara,
kurasa itu sama saja.
Haruskah aku membuat mereka berdua bertemu?
Ha Won, bukan?
Aku tidak bisa menemuinya.
"Pada episode 'A Piece of Your Mind' sebelumnya"
Aku merasa kasihan kepada Ha Won.
Menurutmu bagaimana dia bertahan selama 10 tahun?
Kurasa mungkin saja jika dia menjadi pusat hidupnya.
Aku akan mendengarkan semua yang ingin kamu katakan.
Suamiku... Dia membuat kesalahan.
Berapa kali harus kukatakan bahwa itu membuatku menderita
dan itu terlalu sulit bagiku?
Itu masalahmu sekarang.
Ibu Won yang kurindukan.
Bolehkah aku
meminta maaf mewakilinya?
Halo? Ji Soo?
Ada apa?
Saljunya terlalu lebat.
Tunggu. Ji Soo.
Halo? Ji Soo.
Aku takut.
Aku akan berhenti menunggu.
"Episode 3"
Kamu sudah lama tidak kemari...
"Satu daun"
"Jatuh di bahu"
Jika kamu ingin membeli piring, seharusnya beli sendiri.
Kenapa menyuruhku melakukannya?
Kenapa kamu menyeretku ke dalam urusan kalian...
Aku tidak bisa tidur saat malam. Itu...
Sangat sulit untuk melupakannya dan sekarang... Kenapa...
Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?
Aku mendengar suaranya setiap malam.
Dia gemetar karena takut, bilang dia ketakutan.
Aku tidak bisa melakukan apa pun untuknya.
Aku tidak bisa melakukan apa pun selain mendengarkannya.
Kamu tidak tahu seperti apa rasanya!
Cutilah.
Apa Ha Won menyuruh kembali?
Untuk apa lagi kali ini? Apa yang dia mau dariku kali ini?
Seo Woo, jangan lakukan ini.
Maaf sudah melibatkanmu.
Tapi
tolong jangan salahkan pamanku.
Jika kamu sesedih ini, bayangkan bagaimana perasaannya.
Di mana dia?
Bagaimana aku tahu?
Entahlah.
Aku serius.
Dia tidak bisa ditemukan.
"77-30 Wokin 4-gil, Dahulu, 47-341 Wokin-dong, Jongno-gu"
Kutaruh kotaknya di sini saja?
"Untuk Moon Soon Ho"
"Untuk Moon Soon Ho"
"Dari Kim Ji Soo"
Seharusnya tidak kutinggalkan di sana.
Jika melihatnya, dia akan patah hati.
"Dari Kim Ji Soo"
Aku bisa merasakan rasa sakitnya.
"A Piece of Your Mind"
"Han Seo Woo"
Apa yang dia lakukan?
Dia tidak tahu kata sandiku.
Aku di studio sekarang.
Rekaman suara Kim Ji Soo belum tiba.
Jika kamu beri tahu kata sandinya, aku akan mengunduhnya dan pergi.
Menyerahlah, Ha Won.
"Kim Ji Soo"
"Hapus"
"Folder ini kosong"
Aku sudah menghapus rekaman suaranya dari komputer.
"Pesan Baru"
"Surel Anda sudah dikirim"
Ya, Ibu.
Aku meninggalkan semuanya di sana.
Karena Ji Soo
menyukai Norwegia.
Apa yang kamu lakukan?
Aku tidak bisa membangunkanmu karena kamu tidur.
Apa? Aku tidak tidur.
Kamu tertidur.
Apa yang kamu lakukan? Jangan sentuh komputerku.
Kita lanjutkan atau tidak?
- Lanjutkan. - Tidak. Kubilang tidak.
Aku yakin ini komputer studio.
Aku sering menggunakannya.
Aku menyewanya seharian ini.
Silakan pergi.
Dia bertanya apa harus menghapus fail suara yang dipulihkan.
Hapus semuanya.
Baiklah.
Itu demi kebaikan semua orang.
Beri tahu Ha Won
bahwa Ji Soo sudah meninggal
dan berhentilah terobsesi kepadanya dengan suara bodohnya.
Melakukan itu tidak akan mengembalikan dia
dan berhentilah berperilaku mengerikan.
Aku akan memberitahunya.
Tasku.
Ini berbeda dari perkataanmu.
Kamu bilang akan melihatnya
dengan rasa iba dari jauh.
Aku hanya ingin melihatnya dari jauh.
Aku ingin melihat wajahnya dari jauh.
- Kenapa dari jauh? - Jika aku terlalu dekat,
dia akan melihat aku mengasihaninya.
Dia akan melihat ekspresi itu di wajahku.
Aku melihatnya dengan rasa iba.
Sampai jumpa.
Ha Won.
Selamat siang.
Kita harus bicara.
Apa orang yang mau kamu tes adalah Kim JI Soo?
- Biar aku saja. - Pada orang mati
tanpa izinnya, belum lagi walinya?
- Kenapa? - Tanpa alasan.
Aku hanya perlu melakukan sesuatu.
Aku melakukannya untukku.
- Tidak akan terjadi hal buruk. - Sebaiknya tidak.
Lihat dirimu. Kamu mengidap insomnia lagi?
Tidak. Aku tidur
sebentar tadi.
Aku sudah menghapus rekaman suaranya dari komputer.
Ada acara apa? Kamu bersama siapa semalaman?
Bukan begitu. Aku tertidur di studio.
Wanita gila itu...
Kenapa kamu tidur di sana? Kamu tidak bisa menelepon?
Sampai nanti.
Kamu tidak pulang setelah bilang kamu murung dan gelisah.
Kamu tidak merasa kami akan khawatir?
Kami mencemaskanmu semalaman.
Maaf.
- Aku lapar. - Sampai nanti.
Semoga harimu menyenangkan.
Astaga.
- Astaga. - Aku lupa.
- Lakukanlah sendiri. - Kenapa kamu tiba-tiba...
- Kamu lupa pengisi dayamu? - Ya.
Chang Sup, biar aku saja.
Baiklah.
Kamu tahu cara melakukannya?
Tentu saja, aku melakukan ini untuk ayahku setiap pagi.
Seo Woo, aku akan pergi ke pasar. Bereskan jika sudah selesai.
Aku sudah selesai. Ayo.
Pergilah lebih dahulu. Aku perlu bicara dengannya.
Baik, sampai jumpa.
Bicara soal apa? Bodoh.
Setelah kuhitung sampai lima.
Satu...
Beri tahu dia dahulu sebelum kamu tepergok.
Ini tidak mengejutkan. Kenapa kalian berkencan diam-diam?
Karena itu yang diinginkan Eun Joo.
Yang benar saja.
Tidak semua orang berkencan dengan cara yang sama.
Sama seperti semua orang terlihat berbeda.
Kami punya cara sendiri untuk berkencan.
Kenapa kami harus mengikuti orang-orang?
Kalian berkencan diam-diam, tapi kamu bermulut besar.
Tiga, empat, lima.
"Satu daun"
"Jatuh di bahu"
"Tanpa mengeluarkan"
"Suara"
"Kosmos"
"Menyentuhku"
"Itu sangat..."
Eun Joo.
Jika kamu
tidak tetap berhubungan, bertemu, atau bahkan berniat bertemu
selama 10 tahun,
dan sudah seperti orang asing selama itu,
bisakah kamu lebih sedih
daripada orang yang menghabiskan 10 tahun bersama orang itu?
Apa ada orang seperti itu?
Ya.
Ada.
Itu langka.
Sangat langka.
Astaga, panas.
Pak Kang.
Apa studionya kosong?
Ya.
Biarkan aku menggunakannya 10 menit saja.
Jika aku bisa minta maaf...
Kepada siapa?
Bagaimana jika aku bisa minta maaf kepada Won?
- Aku bisa menelepon... - Tidak perlu minta maaf.
- Astaga, maafkan aku. - Tidak apa-apa.
Kamu orang Korea?
Kamu tidak menjawab, jadi, aku tidak berpikir begitu.
Itu bagus.
Kamu tidak mendengar apa pun.
Apa itu tadi?
Kurasa aku mendengar sesuatu.
Boleh kuunggah ini di laman media sosialku?
Tentu.
Bukankah ini tantangan itu?
Jika ditandai, kamu harus unggah tujuh foto hitam putih
kehidupan sehari-harimu tanpa penjelasan.
Kamu ditandai?
Begitukah?
Jejak-jejak keseharian Ji Soo yang terakhir.
Di mana ini?
Apa di Seoul?
Tempat ini...
Ini dia Ha Won.
"Homestay Eunjoo"
Kudengar Hyung Suk bekerja di AH sekarang.
Itu bagus.
Semua alumni kita
sukses kecuali kita.
Dia bisa bekerja dengan ahli seperti Moon Ha Won dan Kim Hoon.
Yang benar saja. Kudengar hampir mustahil untuk melihat wajah mereka.
Katanya mereka punya laboratorium rahasia di hutan.
Bukankah itu keren?
Kudengar itu semua bohong. Tidak ada yang tahu
apa yang mereka lakukan.
Aku ingin makan sup daun lobak kering.
Menyegarkan sekali.
Di mana Paman?
Bagaimana jika dia duduk di depan rumah orang asing,
...kelaparan selama empat hari...
Hei, Ha Won.
Kenapa Paman tidak menjawab telepon?
Dari mana saja Paman selama ini? Aku
sangat khawatir.
Yang benar saja.
Apa ini? Tidak ada yang bisa dimakan.
Periksa lemari pembeku.
Paman hanya punya bagel.
Aku baik-baik saja.
Hanya itu yang kubutuhkan.
Kita dapat desain terkait MMI.
Ini bukan versi akhirnya.
Kami memeriksanya sekarang sesuai instruksi Stephan.
Kamu butuh bantuan untuk itu?
Itu pasti menyenangkan.
Aku akan mengirimkan berkasnya. Terima kasih.
Kamu sudah menemukan Kim Ji Soo?
- Belum. - Jika terus bicara dengannya,
kamu akan menemukan titik reaksi nanti.
Kamu pasti ingin tahu apa kamu ada di titik reaksi itu.
Tidak.
Itu hanya masalah lanjutan.
Aku hanya ingin mendengar apa pun dari suaranya.
Buang itu.
Kamu pulang lebih awal.
Kenapa aku harus membuang ini? Tidak apa-apa.
Kamu sangat rakus.
Aku akan membelikannya dan menyumbangkannya kepadamu.
Kamu ingat hari ini ulang tahun ibumu?
- Sial. - Dasar berandal.
Telepon dia sekarang.
Bagaimana kamu mengingat semua itu?
Aku hanya mengingat semuanya.
Aku ingat begitu saja.
Mungkin karena kamu sangat mencintaiku.
Hentikan itu. Aku dibayar untuk melakukan ini.
- Dingin. Masuklah. - Baiklah.
Tinggalkan mantelmu. Aku akan menyetrikanya.
Kamu kerja sangat keras untuk dapat pekerjaannya. Jangan asal berbusana.
Kamu tidak boleh terlihat ceroboh.
Kamu akan membuat orang tuamu terlihat buruk.
Ibu.
Selamat ulang tahun. Tentu saja,
Aku ingat.
Kamu tidak boleh terlihat ceroboh. Jangan buat orang tua tampak buruk.
"Choi Soo Ji"
Terima kasih, Eun Joo.
Kamu minum-minum?
Hei. Kamu mau ke mana?
Eun Joo akan membunuhnya.
Kenapa...
"Bank Nonghyup"
Hei.
Ambillah.
Ambillah.
Aku membawanya seperti ini di bus agar tidak kusut.
Ambillah.
Bodoh. Setelah semua penyiksaan yang kamu tahan...
Eun Joo tampak kelimpungan
kamu meninggalkan seragammu.
Kamu tahu apa artinya saat dia membuat sup pollock kering?
Kamu tahu kebenaran di balik itu?
Dia selalu membuatnya jika Chang Sup minum.
Kamu marah karena dia mengganti menunya?
Kamu sangat menyedihkan.
- Mereka punya alasan. - Apa kamu tahu?
Apa Chang Sup dan Eun Joo sungguh...
Biarkan saja. Pura-pura bodoh saja.
Itu belum terlalu lama.
Aku merasa sangat terkhianati.
Mereka menghubungkan AI, data, DNA, dan ilmu medis
untuk membuat "obat jaringan".
Obat jaringan adalah
adalah program yang mengingat riwayat medis setiap individu
dan mengklasifikasinya
menurut pola psikologis untuk mendiagnosis mereka.
Kim Hoon?
Itu memberikan kerahasiaan penuh
dan menggunakan data besar untuk mengevaluasi...
Aku penasaran apa pekerjaannya.
Ini diagram alir.
Rekam Kim Ji Soo mengatakan beberapa hal.
Kamu mengerti menginginkan rekaman suara seseorang
karena merindukan mereka?
Entah kamu menghargai foto atau rekaman suara,
kurasa itu sama saja.
Suaranya.
Riwayat pribadi.
Dan Ha Won mungkin Moon Ha Won.
Ini bukan sekadar rekaman sederhana.
- Siapa kamu? - Perkenalkan dirimu dahulu.
Kalau begitu, akan kujelaskan hubungan kalian.
Di mana
kamu sekarang?
- Cari aku. - Cari aku.
Kamu mau ke studio?
Sebenarnya begitu, bukan?
Sebenarnya begitu, bukan?
Kamu, Ha Won, di peternakan yang menyuruhku mencarimu.
Tapi Ha Won tidak ada di sana. Tidak ada,
tapi aku berbincang dengan kata-kata dan suara Ha Won.
Bagaimana mungkin?
Karena kamu Moon Ha Won.
Itu sebabnya kamu membutuhkan suara Ji Soo, bukan?
Taksi.
Ini aku.
Bagaimana kabarmu?
Kamu tahu kafe itu, bukan?
Aku meninggalkan bunga di sana.
Aku baik-baik saja. Aku akan memeriksa kafe.
Itu hanya suara Ji Soo.
Fungsinya adalah layanan percakapan yang kita tahu.
Kamu mengubah hidup Ji Soo menjadi data
dan meletakkan suaranya di atasnya.
Apa yang kamu bayangkan?
Percakapan dengan Ji Soo yang asli.
Apa?
Kukira kamu mungkin punya peralatan pengawas.
- Bahkan tidak ada pemanas di sini. - Bukankah dingin?
- Ya. - Tapi kamu tetap tinggal di sini?
Dingin sekali.
Aku harus membeli kompor.
Kamu bisa menyuruh kota menyalakan gasnya.
Mereka akan segera datang jika kamu menelepon mereka.
Aku akan melakukannya.
Di sini teraman.
Tidak ada yang tahu tentang tempat ini.
Bisa ceritakan kepadaku saat kali terakhir kamu melihatnya?
Dia datang ke studio sebelum pergi ke bandara.
Dia berteriak kepadaku
pada hari kalian berdua tidak bertemu.
Dia pasti merasa tidak enak.
Ji Soo tidak akan pernah berteriak.
Maksudku dia tidak mengutuk atau meninggikan suaranya.
Dia berbicara dengan nada yang lebih tinggi dari biasanya.
Kamu tahu ini sulit kubicarakan.
Kudengar kamu orang terakhir yang bicara dengannya.
- Begini... - Aku takut.
Kamu mau minum?
Aku hanya punya air dan kopi.
Bagaimana kamu hidup dengan itu?
Kamu harus makan dengan baik saat keadaan sedang sulit.
Jika tidak, itu terlalu sulit.
Jika
kami bertemu berkat kamu,
menurutmu apa yang akan dia katakan kepadaku?
Jika...
Aku tahu tidak ada gunanya berandai-andai, tapi jika kalian
bertemu karena kegapilanku,
mungkin dia akan memberitahumu semua yang mengganggu pikirannya
dan merasa beban itu terangkat, lalu tidak pergi ke Norwegia.
Mengenai alat makannya.
Entah kamu menyukainya,
untuk apa kamu menggunakannya, betapa enak rasa makanan di atas...
Mungkin dia akan menyombongkan betapa indah alat makannya.
Mungkin
dia akan bertanya kenapa kamu memilih Seo Woo untuk membelinya
dan memujimu karena andal menilai orang.
Aku harus menggunakannya dengan baik.
Dia meneleponku dari Norwegia
dan bilang dia senang sudah pergi.
Saat di sana, dia bingung kenapa hidup seperti itu,
dan itu terasa katartis.
Dia bilang
itu adalah jalan yang biasa kalian ambil bersama.
- Na. - Nya.
- Neo. - Nyeo.
- No. - Nyo.
Noo.
- Ga. - Gya.
- Geo. - Gyeo.
- Go. - Gyo.
Dia bilang itu amat menyenangkan
dan dia sangat bahagia,
serta dia merasa bisa menjadi kuat sekarang.
Ji Soo.
Aku akan memberitahunya itu.
Ada apa dengan cuacanya?
Hari sudah gelap, seolah-olah sudah malam.
Hari ini, cuaca akan berawan
dan diprediksi turun hujan.
Ji Soo.
Ya, aku Kim Ji Soo. Silakan bertanya.
Kamu mau meminjamnya?
Aku bisa mengubah suaranya jika itu membuatmu takut.
Tidak apa-apa.
Ini masih tahap pengujian, jadi, tidak ada penyuara telinga.
Kamu bisa pasang penyuara telinga mana pun.
Kali terakhir Ji Soo berada di studio...
- Lagi... - Tidak.
Dia tidak membawa sesuatu?
Itu masih dibungkus di studio.
Astaga. Aku benar-benar lupa.
Astaga.
Ini foto yang kuambil pada tahun 2012 di Misiryeong.
Aku membawanya sejak itu.
Aku senang bisa memberikan ini kepadamu.
Tolong simpan ini.
Misiryeong.
Tahun 2012.
Ji Soo, terima kasih untuk dua hadiah itu,
foto dan tanamannya.
Aku baik-baik saja.
Seo Woo kuat seperti kerbau.
Ini bukan apa-apa.
Aku lebih menghargai berbagai hal.
Dan
banyak hal menyenangkan juga terjadi.
Aku hanya ingin memberitahumu hal-hal bahagia,
jadi, aku selalu mencari hal bahagia dalam hidupku dengan teliti.
Tapi hal paling membahagiakan dalam hidupku saat ini...
Akan kuberi tahu nanti.
Bagaimana jadinya jika kita
lebih saling mengenal?
Mungkin sulit mengetahuinya sekarang,
tapi mari belajar perlahan seiring waktu.
Tentu. Baiklah.
Kamu tahu ini di mana?
Di sini.
Aku berdiri di sini dan Ji Soo berjalan dari sana.
Kamu tinggal di mana?
Kenapa kamu ingin tahu?
Aku harus tahu untuk tahu keberadaan Ji Soo.
Itu konyol.
Kenapa kamu ingin tahu?
Benar, bukan?
Aku hanya ingin tahu.
Kamu lihat kursi di bawah lampu jalan di sana?
Jika kamu ke arah kiri,
itu rumah pertama dari tikungan itu.
Aku tinggal di semi-basemen.
"Penginapan"
Dia sudah pergi.
Kenapa
aku bersembunyi?
Mungkin tubuhmu bereaksi karena ada alasan.
Di sini.
Dia membawanya pulang setelah bertemu denganmu.
Apa yang dia kenakan?
Itu juga?
Ya. Aku ingin tahu.
Dia memakai mantel dan sepatu bot. Sepatu bot panjang.
Ji Soo selalu memakai sepatu bot.
Dia memakai sarung tangan kulit cokelat meskipun tidak dingin.
Mungkin agar kardusnya tidak terjatuh.
Kenapa kamu ingin tahu semuanya?
Ini caraku merindukannya.
Ji Soo.
Dia ingin tahu segalanya tentangmu.
"Aku merindukanmu."
"Aku mencintaimu. Aku menyukaimu."
Satu kalimatnya mencakup itu semua.
Kalimat yang unik baginya.
"Aku ingin tahu."
Kemarilah.
Di sampingmu?
Sudah datang.
Ini dia.
Kamu benar. Ini dia.
Kami menonton ini sejak kecil.
Aku tidak tahu apa itu.
Aku hanya memberitahumu, Ji Soo.
Aku sangat suka
melihat dia.
Dia ingin berada di posisimu,
mendengar apa yang kamu dengar,
dan merasakan yang kamu rasakan.
Aku sangat suka melihatnya seperti ini.
Aku terpesona dengan penampilannya saat dia ingin lebih mengenalmu.
Aku tidak tahu apa ini.
Itu cinta yang tidak berbalas.
Apa itu tadi?
Itu cinta yang tidak berbalas.
Itu cinta yang tidak berbalas.
Apa itu tadi?
Itu cinta yang tidak berbalas.
Bagaimana bisa kamu jatuh hati kepadanya karena merindukanku?
Seo Woo, kamu sangat...
Kenapa kamu terkejut sekali?
Siapa ini?
Astaga. Kamu tidak sehat, bukan?
- Apa sudah mati? - Apa eukaliptus sudah mati?
- Tidak. - Apa?
- Tidak. Maksudku... Euca... - Benar.
Calyp kita yang malang sekarat. Ini amat merepotkan.
Apa akan hidup jika aku menyiramnya sekarang?
Seharusnya kamu segera menyiramnya. Selamatkan.
Apa yang terus kamu katakan?
Maksudku, tolong selamatkan.
Astaga. Malangnya.
Cium aromanya.
Ini aromanya. Enak, bukan?
Kamu bisa tahu apa itu hidup dengan menyentuhnya?
Tentu saja.
Pohon menunjukkannya dengan jelas saat menginginkan air.
Kamu tahu istilah "layu"?
Itu yang pohon ini katakan sekarang. Bayangkan betapa sakitnya itu.
Astaga. Tolong selamatkan itu.
Kapan kamu membeli ini? Aku belum pernah melihatnya.
Ini hadiah, tapi aku benar-benar lupa.
Apa yang harus kulakukan?
Baik, mari kita selamatkan.
Apa itu mungkin? Bisakah kita menyelamatkannya?
Begitulah pohon. Pohon bertahan bahkan dengan sedikit cinta.
Pohon tidak membiarkan usahamu sia-sia.
Itu sebabnya aku menyayangi pohon.
Mari kita berusaha sekuat mungkin.
Aku hampir tidak menyentuhmu.
Ji Soo memintaku menyelamatkannya.
Eu itu... Eucal... Itu...
Jadi, kamu meminjamiku agar aku terus bicara dengannya.
- Aku mengluarkannya. - Aku tidak berharap banyak.
Kamu mungkin tidak menduga aku mengobrol dengannya di mana pun.
Pikirkan baik-baik ucapanmu yang membuatnya keluar.
Aku bicara dengan Ji Soo, bukan? Sebenarnya begitu, bukan?
Bisa ceritakan detail di mana dan bagaimana
Ji Soo keluar?
- Apa yang kalian bicarakan... - Jadi, begitu rupanya.
Ini bukan Ji Soo.
Ini alat percakapan dengan karakter dan emosi Ji Soo.
Kenapa kamu membuat ini?
Banyak kegunaannya.
Ini bisa memberikan terapi psikiatri,
mencegah demensia,
dan kamu bisa bicara dengan orang yang kamu inginkan untuk pengobatan.
Ini untuk pengobatan.
Ini mengobati siapa?
Ini tes prosedural.
Dan
setidaknya ini membantuku.
Di mana dia bereaksi kepadamu?
- Di studio. - Cinta yang tidak berbalas.
Apa katanya?
Aku tidak ingat.
Bukan di sana.
Di sini.
Lakukan itu dengan tanganmu.
Rasakan denyutmu di sana, dan fokuslah.
- Cinta yang tidak berbalas. - Jadi,
kenapa kamu ingin tahu?
Ini prinsip node sinus. Prinsip detak jantung.
Satu tempat membawa semuanya.
Satu potongan teka-teki penetu yang membuat Ji Soo menjadi dirinya.
Jika kamu terus bicara dengannya, dia akan menemukannya sendiri.
Kami menyebutnya sebagai titik reaksi.
Apa itu...
Jika kamu menjelaskan apa yang kamu bicarakan,
aku bisa mengekstrapolisasi.
Aku membicarakan banyak hal di studio, lalu dia keluar.
Banyak hal? Apa?
Hanya... Banyak hal. Sebagian besar tentang aku dan perasaanku.
Aku tidak bisa memberitahumu.
Perasaan macam apa?
Ada sesuatu yang hanya dibicarakan Ji Soo dan aku.
Itu kelanjutan dari sesuatu yang kami bicarakan selama ini.
Kubilang aku seperti ini, jadi...
Aku sangat suka melihatnya seperti ini.
Kubilang aku merasakan ini dan itu karena ini dan itu...
Aku terpesona dengan penampilannya saat dia ingin lebih mengenalmu.
- Itu cinta yang tidak berbalas. - Jadi, dia bilang begitu.
Kamu bilang kamu merasakan ini dan itu
karena ini dan itu,
jadi, dia bilang... Apa?
Dia bilang itu begini dan begitu. Dia memberiku diagnosis yang jelas.
Dia bilang itu begini dan begitu.
Tiga kata.
- Bagaimana cuacanya? - Rata-rata.
Kamu sungguh menulis itu.
Kenapa kamu menulis itu?
Kenapa kamu ingin tahu titik reaksinya?
Ji Soo keluar. Itu yang penting.
Aku bertanya-tanya apakah itu karena aku.
Karena
Ji Soo adalah unsur yang menentukan bagiku.
Petirnya amat lantang.
Pukul 16.00. Ini siang hari, tapi gelap.
Norwegia. Oslo.
Hutan dalam perjalanan pulang dari sekolah. Sore malam.
Kamu ingat?
Dahulu Ji Soo takut.
Aku bertanya-tanya apakah aku
alasan Ji Soo juga.
Aku penasaran
apa aku menyebutkan nama Ha Won.
Ji Soo adalah petir dan gemuruh. Kamu mengerti?
Ada hal-hal yang kami tahu sejak kecil.
Tidak ada lagi yang tahu.
Mungkin aku ada dalam kata yang kamu ucapkan tanpa berpikir.
Jika kamu memberitahuku apa yang kamu bicarakan dengannya,
aku akan menerjemahkannya.
Kalau begitu,
jika memang kamu yang memancingnya keluar,
jika kamu mengonfirmasinya,
bisakah kamu melupakannya?
Kenapa aku harus melupakannya?
Ji Soo.
Emosinya
dan karakternya.
Aku tidak bisa menemuinya.
Mustahil dia akan keluar.
Ini aku.
Tok, tok, tok, tok.
Tok, tok.
Seo Woo, kamu sendirian?
Bagaimana tanaman eukaliptus itu? Bisakah kamu menyelamatkannya?
Tentu saja. Aku bisa menyelamatkannya.
Tempat itu pasti tidak ada perabotannya.
Bagaimana kamu tahu?
Suaranya menggema.
Seperti di ruangan kosong.
Aku datang lebih awal, dan ini kosong.
Ji Soo, kamu terdengar ceria. Kedengarannya berbeda.
Aku biasanya ceria.
Aku suka studio ini.
Suaranya lebih nyaman di sana.
Tempat yang bagus untuk berbagi rahasia.
Aku juga menyukai ceritamu.
Ada apa denganku? Kurasa aku ditelepon.
Ada telepon. Aku tidak bisa bicara lagi.
- Aku... - Tentang Misiryeong.
Semua orang membuat kesalahan.
Alam pun membuat kesalahan.
Orang tuaku
meninggal dalam kebakaran hutan.
Biasanya aku tidak mengatakan ini kepada orang-orang.
Aku tidak tahu harus membenci dan kesal terhadap siapa.
Untuk sesaat,
aku menderita karena itu.
Lalu untuk sementara,
aku menderita karena menyintas sendirian.
Dan sekarang,
aku hanya hidup hari demi hari.
Hari ini...
Ini musim favorit Ibu.
Sekarang...
Ini sore hari, saat kegemaran Ayah dalam sehari.
Aku harus menghargai semuanya.
Alam pun membuat kesalahan.
Tidak apa-apa. Itu bukan apa-apa.
Kenapa kamu tiba-tiba membahas itu?
Kamu ingat apa yang kamu katakan?
Kamu pikir aku sudah bertemu dengan Ha Won.
- Ya. - Kamu benar.
Dia seseorang yang kukenal.
Orang yang menyewa studio pagi-pagi sekali.
Sudah kuduga. Lalu?
Apa kamu
ingin berbicara dengan Ha Won?
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"A Piece of Your Mind"
Beginilah kamu.
Kamu penasaran dan membayangkannya.
Ini bagus. Beginilah cinta tidak berbalas.
Mengintip diam-diam.
Kenapa dua penghuni pindah bersamaan?
Beri dia kamar di ujung.
Mereka berdua seperti teman dan keluarga mereka satu-satunya...
Kamu baik-baik saja?
Aku sangat ingin bertemu denganmu.
- Selarut ini? - Setiap saat.
Setiap saat?
Apa Won tahu?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.