Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN_KHILAF
Kamu tidak bisa menemuinya?
Tidak, tidak pernah.
Aku hanya ingin sebagian kecil dirinya.
Itu bukan apa-apa.
Aku belum pernah bertemu dengannya,
tapi dia memasuki hatiku.
"Kim Ji Soo"
"Kim Ji Soo"
Kenapa kamu melakukannya?
Maafkan aku.
Kalian berdua teman lama, jadi...
Teman...
Kamu tahu apa?
Aku hanya...
Apa Ha Won memintamu?
Aku tidak mengenalnya. Aku sungguh tidak mengenalnya.
Aku hanya
ingin melakukan sesuatu untukmu.
Kamu tahu apa hal terakhir yang dia katakan kepadaku?
"Telepon aku saat kamu menderita."
Aku menderita,
tapi tidak meneleponnya.
Tidak akan. Tidak akan pernah. Kamu tahu kenapa?
Karena...
"Episode 2"
"77-30 Wokin 4-gil"
"Sebelum Fajar, Mereka tidak bertemu"
Sebelum Fajar. Mereka tidak bertemu.
Kurasa ini yang terbaik.
Seharusnya aku tidak melakukan apa pun.
Bagaimana mereka...
"Input eksternal"
Ini panggilan terakhir untuk Lee Han Sol
dengan penerbangan ke...
Permisi.
Silakan menuju gerbang 10
di lantai tiga segera.
Halo?
Kamu di mana?
Aku
di Wokin-dong, Jongno-gu.
Ini dia Ha Won.
Apa ini tempatnya?
Ya.
Tempat apa ini?
Saat kita bertelepon,
alamatnya menarik perhatianku.
Bukankah terasa hangat?
Ini rumah Korea pada umumnya.
Berapa lama kamu di Seoul?
Aku tidak di Seoul.
Kamu dari mana?
- Kuliah. - Dari Amerika?
Kamu ingin menemuiku, jadi, aku pergi di tengah kuliah.
Kurasa ada hal penting yang ingin kamu sampaikan.
Kita bernapas dulu sebelum itu.
Aku baik-baik saja sekarang.
Mari kita lakukan. Jika tidak, ibumu akan memarahiku.
Kubilang aku baik-baik saja.
Aku tahu taman di sini. Ayo.
Ibumu selalu bilang
bahwa kamu tidak boleh tinggal di Seoul
karena tubuhmu akan terkena ruam.
Kamu harus tinggal di sekitar pohon.
Itu hanya sebentar saat aku kecil. Aku baik-baik saja sekarang.
Jadi, apa yang ingin kamu katakan?
Nanti saja.
Kamu dan aku selalu penasaran
seperti apa Korea.
Kita hanya bisa membayangkannya, tapi kita di sini bersama sekarang.
Pelan-pelan saja.
Kamu punya cukup waktu?
Ya.
- Mau ke tempat itu? - Ada tempat yang mau kamu kunjungi?
Tempatmu ingin pergi.
Aku?
Satu daun jatuh di bahu
tanpa mengeluarkan suara.
Kosmos menyentuhku.
Rasanya sangat ringan.
"Matahari terbenam di Misiryeong", bukan?
Indah.
Won, lihat.
Kita selalu membayangkan tempat ini bersama.
Aku senang datang ke sini bersamamu.
Kurasa aku bisa mengatakannya sekarang.
Aku akan menikah.
"A Piece of Your Mind"
Jadi, dia kabur?
Dia bukannya kabur.
Itu sama saja. Apa itu perlu?
Dia berubah pikiran dan mencampakkan Ha Won.
Ini konyol.
Apa Ji Soo mencampakkannya?
Aku akan menanam banyak herba di sini
dan membuat teh dengan daun
- untuk pelanggan kita. - Tidak mungkin kamu memberitahuku.
Setelah putus dengan Kim Ji Soo, Ha Won menyuruhku...
Aku tercengang.
Nenekku seorang diplomat.
Dia merasa bersalah karena tidak berdaya untuk orang Korea
yang mengalami ketidakadilan di luar negeri.
Tapi sekarang berbeda.
Omong-omong, Ha Won akhirnya sendirian
dengan alasan yang sama dan nenekku membawanya kemari.
Begitulah dia menjadi pamanku.
- Aku pernah cerita tentangnya. - Ya, dia sangat kompeten.
Saat kali pertama melihatnya...
Dia dan aku seumuran.
Aku memanggilnya Won atau Paman.
Terkadang, orang itu atau hei. Itu semua mengindikasikan dia.
Secara spesifik, kita akan terus
membahas arsitektur CMOS.
Teknologi yang mengizinkan sirkuit daya rendah
untuk membentuk komponen ini.
Saat kalian memberikan daya rendah
melalui sirkuit...
Dia kuliah di Amerika
saat ditelepon Ji Soo dan dia naik pesawat berikutnya.
Dia tinggal di Seoul sejak.
Di mana itu?
"47-435 Wokin-dong, Jongno-gu"
Paman?
Soon Ho.
Aku menyaksikan kebajikan dari rasa sukanya yang gigih.
Itu alamat pengirimannya.
Sampai mana aku tadi?
Astaga, kenapa aku menangis karena ini?
Di mana kamu tinggal?
Itu rahasia.
Apa hubungan alamatmu dengan penelitian ini?
Di mana kamu bersama Kim Ji Soo?
Oslo. Seoul.
Gangneung.
Kapan kamu pergi ke Gangneung bersamanya?
Kami putus di sana,
dan aku tinggal di sana sendirian beberapa bulan setahun setelahnya.
- Tahun berapa tepatnya? - 2013.
2013?
Saat itulah kamu mengembangkan alat pelacak.
Hei, tempat tinggalmu rahasia,
tapi saat aku bertanya di mana kamu bersama Kim Ji Soo,
kamu memberitahuku segalanya.
Aku bisa mendapatkan semua informasi
jika aku bertanya tidak langsung dengan mengaitkannya ke Kim Ji Soo.
Kurasa ada kaitannya dengan titik reaksi.
Coba ubah kata sandinya.
Ada masalah lain?
Tidak apa-apa selama bukan perangkatmu.
Bagilah dengan rumah sakit
usai melatih dengan pasien virtual dan meningkatkan keakuratannya.
Tapi kamu butuh pasien sungguhan untuk memeriksanya
guna meningkatkan keakuratannya.
Jadi, kamu harus
membuang ini.
Mari kita akhiri tes tidak resmi di sini.
- Apa? - Apa?
Dia mengobrol denganku
dan menjawab semua pertanyaan bodohku.
Berpikir kamu akan membuangnya,
aku merasa agak sedih.
Apa?
Karena ini untuk pengobatan.
Untuk pengobatan?
Bagaimana menurutmu?
Aku menyukainya.
Cobalah melakukan mixing dengan ini.
Apa?
Aku? Aku masih...
Kamu perlu pengalaman untuk berkembang.
Pendengaranmu bagus, jadi, aku berharap banyak kepadamu.
Terima kasih.
Rasanya aneh karena kita semua ada di sini.
Jika aku ikut juga, kita akan punya tim orisinal lagi.
Apa yang studio katakan kepadamu?
Mereka sudah menjelaskannya?
Belum.
Kami sedang syuting pertunjukan langsung pekan ini.
Lalu?
Datanglah jika kamu ingin menonton.
Tempat ini kecil, tapi bagus untuk menangkap suara.
Itu akan membantumu.
Baik.
"Sebelum Fajar, Mereka tidak bertemu"
Sebelum Fajar tidak datang lagi?
Permisi.
Apa dia bilang dia menderita?
Dia menderita, tapi tidak mengatakannya.
Itu artinya dia menderita.
Aku tidak akan mencampuri hubungan mereka lagi.
Pesan minuman jika kamu mau. Aku tidak minum.
Aku juga tidak.
Aku merasa kasihan kepada Ha Won.
Aku sama sekali tidak kasihan kepadanya.
Dia sangat mirip denganku.
Dalam hal apa?
Dia percaya itu ada padahal tidak ada.
Aku andal dalam hal itu.
Aku selalu berlari ke arahnya, memimpikannya,
terlalu memikirkannya,
dan mencurahkan hati dan jiwaku ke dalamnya.
Tapi selama lebih dari 10 tahun, dia...
Siapa yang cintanya tidak berbalas zaman sekarang?
Mereka kompetitif bahkan tentang cinta.
Mereka berdebat tentang siapa yang lebih mencintai.
Mereka mengukur dan menimbang cinta meski itu tidak bisa diukur.
Tapi dia bilang sebagian dirinya sudah cukup.
Kurasa dia memberitahumu berbagai hal selagi bersembunyi.
Menurutmu bagaimana dia bertahan selama 10 tahun?
Aku penasaran.
Bukankah mungkin jika dia berharga baginya?
Kurasa mungkin saja jika dia adalah pusat hidupnya.
Kamu tahu satu kata saja bisa membuat orang terus hidup.
Satu kata.
Ada sesuatu yang menurutku akan membuatku terus bertahan
selama sekitar tiga tahun jika seseorang mengatakan itu.
Sesuatu yang tidak pernah dikatakan orang kepadaku.
"Tinggallah."
Agen real estat meneleponku beberapa kali
untuk menjual unit semibasemen.
Aku akan langsung menjualnya jika bukan karenamu.
"Seo Woo."
"Tinggallah"
Aku akan pergi.
Baiklah, sampai jumpa.
- Sekarang, selonya. - Baiklah.
"Seo Woo."
"Tinggallah."
Aku penasaran apa tugas Ha Won berikutnya.
Sepertinya tidak ada.
Benarkah? Dia bilang begitu?
"Restoran"
Kudengar kamu menderita.
Kudengar kamu menderita.
Kudengar kamu menderita.
Kamu sudah bertahun-tahun tidak menelepon
dan hal pertama yang kamu katakan...
Aku sudah menyuruhmu meneleponku.
Aku tahu kamu tidak bahagia bahkan dari belakang.
Kenapa kamu berlari begitu kencang? Kamu tidak berlari sebaik itu.
Sudah lama.
Aku tidak menderita.
Lalu kenapa kamu kabur?
Karena kamu tiba-tiba muncul.
Lalu bagaimana lagi aku harus muncul?
Won, aku tidak bisa bicara sekarang.
- Kita bicara nanti... - Nanti kapan?
Mari bicara lagi 20 menit lagi.
"Ha Won"
Tunanganku mengenalmu.
Tampaknya dia terganggu olehmu.
Siapa dia sampai dia mengenalku?
Dia bersamaku sejak kamu pergi.
Jadi, kamu mengenalnya di Norwegia?
Siapa yang mungkin...
Bisakah kamu tidak mencari tahu?
Kumohon.
Kamu mencintainya?
Begini,
aku merasa seperti berkembang saat bersamanya.
Kami saling memahami secara musikal...
Jadi,
kamu mencintainya?
Ya.
Tolong hormati keputusanku.
Tentu saja.
Tapi
kamu menikah.
Aku akan terus mencintaimu seperti biasanya.
Kenyataan bahwa aku mencintaimu
tidak akan memengaruhi hidupmu.
Aku tidak akan pernah mengganggu hidupmu, jadi, jangan khawatir.
Tolong hormati keputusanku juga.
Aku yakin kamu akan baik-baik saja.
Harus.
Tapi
telepon aku saat kamu menderita.
"Ji Soo"
Tentu. Rekaman suara, alamat pengiriman...
Semua itu kamu.
Kenapa?
Untuk menyegarkan
ingatanmu.
Untuk meneleponku saat kamu menderita.
Aku ingin melakukannya sekali setiap 10 tahun
dan kamu memergokiku sejak awal.
Kamu dan "menderita"-mu.
Aku tidak bisa bilang aku bahagia,
tapi aku juga tidak bisa mengatakan aku menderita.
Aku cukup menderita dan bahagia.
Tidak masuk akal.
Aku baik-baik saja.
- Ji Soo. - Lain kali aku tidak akan kabur.
Mengerti?
Ji Soo.
"Ji Soo."
Sudah lama sekali...
Hei. Aku baik-baik saja.
Jangan khawatir.
Aku ingin bertanya dahulu sebelum membuangnya.
Kenapa kamu membuangnya?
Mari kita coba keluarkan saat hujan.
Hujan meremajakan pohon.
Ini tumbuh dengan baik saat mendapatkan air hujan.
Bagaimana jika ada yang mencurinya?
Bukankah lebih baik jika seseorang mencurinya
dan menyelamatkannya daripada ini mati?
- Halo. - Kamu bisa mengantar?
Tentu saja.
Kurasa dia tidak mengingatku.
Anda mau sesuatu?
- Aku ingin sesuatu yang kecil. - Lihat ke sana.
Santai saja.
Halo, aku Han Seo Woo.
Halo, Seo Woo.
Apa itu Seo Woo?
Halo.
Aku langsung mengenalimu saat kamu masuk.
- Kamu tidak ingat aku? - Halo?
Ya?
Pak Choi memeriksa rekaman sonata selo
dan menyetujuinya,
jadi, kukirimkan berkasnya.
Aku yang melakukan mixing,
tapi Pak Choi bilang itu bagus.
Bisakah kamu mendengarkannya?
Ini kali pertamaku melakukan mixing.
- Selamat. Akan kuperiksa. - Selamat untuk apa?
Aku akan bertanya kepadanya begitu kamu selesai menelepon.
Seo Woo, ada yang bilang dia akan meneleponmu.
Baiklah.
Baiklah. Sampai jumpa.
Kamu sudah menutup teleponnya? Aku merasa tidak enak.
Han Seo Woo. Han...
Seo Woo. Kudengar aku harus memberi selamat.
Apa maksudmu, bagaimana aku tahu?
Sudah kubilang. Ini dunia yang sempit.
Bisakah kamu kemari jika tidak sibuk?
Alamatnya adalah...
Aku ingin memastikan sesuatu.
Bisakah aku tetap bekerja di studio?
Bahkan saat kita tidak ada jadwal rekaman.
Kebanyakan studio memiliki seseorang seperti itu.
Aku tidak tahu.
Tolong katakan kepadaku
agar aku tahu apakah aku bisa menginvestasikan diri pada studio.
Kurasa semua pribadi bagimu.
Tentu saja. Tiap hal, tiap sudut adalah milikku saat bekerja.
Baiklah. Kalau begitu, masuk akal jika kamu ingin tahu.
Tunggu sebentar.
Hei.
Suruh dia untuk tinggal.
Baiklah.
Tinggallah.
Apa?
Dia bilang tinggallah.
Tinggallah di studio.
Apa itu Ha Won juga?
Seluruh duniamu dipenuhi Ha Won, bukan?
Aku penting baginya.
Tidak ada yang bisa penting baginya dalam tingkat pribadi.
Ayo.
"Ji Soo"
Hei.
Aku sedang mencuci baju, jadi, aku tidak bisa menjawab.
Ada apa?
Ji Soo bahkan mencuci pakaian sekarang?
Aku kehabisan kata-kata, aku tidak bisa menahan tawa.
Kamu menelepon tanpa alasan, bukan?
Benar.
Kamu datang.
"Ji Soo"
"Sindongmun"
Kamu mengirimiku pesan baru?
Tiba-tiba
menjadi gelap dan mulai hujan, bukan?
- Ya. - Itu juga pesanku.
Matahari terbit dan terbenam,
angin berembus dan hujan turun. Semuanya.
Semua yang kamu lihat, dengar, dan perhatikan. Semuanya.
Pesanku adalah berbahagialah di mana pun kamu berada.
Ini dari Kang In Wook.
Apa ini satu-satunya hari kita bisa merekamnya di sini?
- Ya. Mungkin. - Berapa waktu kita?
Satu jam. Sulit menyewa tempat ini.
Tolong rekam itu untukku sekarang.
Seo Woo!
Seo Woo. Bisakah kamu cari pianonya saja?
Ya.
Cari aku.
Apa itu bukan suara seseorang?
Tetaplah di sini.
In Wook.
Jika aku bisa minta maaf...
Kepada siapa?
Kamu mau ke Oslo?
Haruskah?
Jika minta maaf pada pemandangan, lakukan saja di sini.
Bagaimana jika aku
bisa minta maaf kepada Won?
Kamu tidak berhubungan dengannya.
Aku tahu alamat surelnya.
- Aku bisa menelepon... - Tidak perlu minta maaf.
Berapa kali harus kukatakan, itu membuatku menderita
dan itu terlalu berat bagiku?
Ji Soo. Ini bukan masalah selama kamu tidak keberatan.
Ini tidak layak membuat kita
seperti ini.
Ini masalahmu sekarang.
Aku melihatmu masuk.
Kamu tahu tempat ini?
Ini kafe favoritku. Bagus, bukan?
Kamu terlihat seperti mengamati seseorang.
Aku mengamati orang-orang.
Aku suka melakukan itu.
Sendirian?
Mungkin seseorang akan datang.
Aku tidak tahu.
Aku akan pergi ke meja lain.
Sebenarnya, aku punya kabar gembira.
Studio menyuruhku terus datang.
Selamat. Aku tidak akan ke sana lagi.
Kamu sudah selesai?
Mulai sekarang, aku akan menikmati kopi dan musik di pagi hari,
alih-alih bersih-bersih.
Seperti yang seharusnya.
Kamu lihat di sana?
Di sanalah Ha Won merindukan Ji Soo.
Dan aku hampir menemukan Ha Won.
Ada yang ingin kamu tanyakan kepada Ha Won?
Tidak.
Aku hanya ingin melihatnya dari jauh.
Dari jauh?
Aku ingin melihat wajahnya dari jauh.
Kenapa dari jauh?
Jika aku terlalu dekat, dia akan tahu aku mengasihaninya.
Dia akan melihat raut wajahku.
Aku ingin melihat wajahnya dari jauh.
"Jadi, begitulah penampilan orang yang melakukan hal seperti itu."
Aku hanya akan melihat wajahnya. Aku tidak akan menanyakan apa pun.
Kuharap kamu bekerja sangat lama di tempat yang memintamu tinggal.
Terima kasih.
Bekerjalah di sini.
Katamu kamu sedang menunggu seseorang.
Kurasa orang itu tidak akan datang.
Aku yakin dia akan datang. Aku akan...
Ada banyak tempat lain di dekat sini tempat aku bisa bekerja.
Kenapa aku sedih mendengar tidak akan menemuinya lagi?
Won,
kamu mau ke Norwegia?
Kapan?
Besok juga boleh.
Kenapa?
Aku butuh bantuanmu.
Aku ingin kamu melakukan sesuatu.
Apa itu?
Kamu hanya perlu mengatakan satu hal.
Apa itu?
Akan kukatakan sekarang.
Begini...
Tidak apa-apa. Beri tahu aku.
Katakan kepadaku dan aku akan membantumu.
Seharusnya aku diam saja. Maaf.
- Aku akan meneleponmu lagi... - Ayo pergi besok.
Aku akan membantumu lalu kamu bisa memberitahuku.
Baik. Mari bertemu di kafe.
Aku tahu.
Tempat kamu melarikan diri.
Sampai jumpa besok pagi...
Tidak perlu minta maaf.
Berapa kali harus kukatakan, itu membuatku menderita
dan itu terlalu berat bagiku?
Lupakan saja. Tidak.
Aku akan meneleponmu malam ini setelah memikirkannya lagi.
Apa yang kamu pikirkan?
Mungkin ini terlalu berat bagimu...
Sampai jumpa besok.
Kamu mau ke kafe?
Ya.
Kamu mau menunggu di dalam?
Terima kasih.
Pergilah.
Aku akan tetap di sini dan mencari tahu kenapa.
Aku minta maaf sekali lagi soal tempo hari.
Tolong hubungi aku atau kirimi aku pesan saat kamu punya waktu.
"Aku minta maaf sekali lagi soal tempo hari"
"Aku di dekat sini"
Aku di dekat sini.
Di sini.
Ini bisa menjadi hadiah atau gangguan.
- Apa itu? - Tanaman.
Simpan jika kamu bisa menanamnya.
Jika tidak, siram sedikit selama beberapa hari.
Ini cukup merepotkan.
Aku sangat mahir dengan tanaman.
Kalau begitu, ini hadiah. Semuanya milikmu.
Apa yang kamu lakukan di dekat sini?
Ada yang harus kuputuskan.
Aku akan pergi sendirian.
Aku takut, tapi aku akan pergi.
Aku khawatir kamu takut.
Aku akan baik-baik saja.
Aku memperoleh keberanian saat memberitahumu.
Ceritakan lebih lanjut.
Aku akan mendengarkan semua yang ingin kamu katakan.
Aku menerima hadiah dan segalanya. Katakan apa pun yang kamu mau.
Tidak apa-apa jika itu tentang hal yang membuatmu kesal.
Sebelum
aku bertemu dengan suamiku,
dia melakukan sesuatu...
Dia membuat kesalahan.
Setelah aku mengetahuinya,
terlalu sulit bagiku untuk bertahan.
Seluruh duniaku terbalik dalam sekejap.
Ini...
Rasa sakit ini adalah
hal baru bagiku.
Ini
terlalu...
Kamu tidak pergi ke gunung, bukan?
Aku menyuruhmu pergi ke tempat tinggi.
Melihat ke bawah itu menenangkan.
Kamu bisa berteriak selantang mungkin.
Kamu mau berteriak di sana?
Ini kedap suara, jadi, yang terbaik menghilangkan stres.
Ada hal tertentu yang ingin kamu dengar
dan bukan hal-hal bodoh ini, bukan?
Satu hal yang kamu rasa akan membuat semuanya hilang.
"Tidak apa-apa."
"Ini bukan apa-apa."
Semua orang membuat kesalahan.
Alam pun membuat kesalahan.
Orang tuaku
tewas dalam kebakaran hutan.
Aku tidak biasa mengatakan ini kepada orang-orang.
Alam pun membuat kesalahan.
Tidak apa-apa. Ini bukan apa-apa.
Tunggu sebentar.
"Sebelum Fajar. Tolong bersihkan sebelum kamu pergi"
"Sebelum Fajar. Tolong bersihkan sebelum kamu pergi"
"Sore malam."
Bahkan benda-benda berjatuhan.
Hanya ada aku dan mesin. Aneh sekali, bukan?
Apa ini?
Ini?
Kurasa Sebelum Fajar menulis ini.
Entah apa pekerjaannya.
Ini diagram alir.
Fajar?
Aku memanggilnya "Sebelum Fajar"
karena dia menyewa tempat ini empat jam pagi-pagi sekali.
Aku bertemu dengannya kemarin
di kafe yang selalu kita datangi.
Dia bilang tidak akan datang lagi.
Dia tiba-tiba bertanya apakah aku menderita,
jadi, aku bertanya-tanya kenapa.
Jadi, ini caranya tahu.
Kamu bilang tidak pernah melihat Ha Won, bukan?
Ya. Aku melihatnya dari belakang dari jauh. Itu saja.
Kurasa kamu akan melihatnya.
Mungkin kamu sudah melihatnya.
Apa?
Syukurlah.
Apa ada masalah?
Aku tidak bisa berkonsentrasi.
Aku tidak bisa menjadwal ulang lagi.
Satu lagu lagi dan kita selesai.
Kenapa kamu pergi?
Kenapa?
- Santai saja. - Terima kasih.
Ini tidak bagus.
Bagus. Itu bagus.
Kurasa dia juga tidak datang hari ini.
Pada akhirnya dia akan datang.
Setelah itu, aku akan bersaksi betapa kamu lama menunggu.
Pastikan mendapatkan yang sepadan.
Kamu harus melakukannya. Kamu sudah berjanji.
Baiklah.
Bulannya besar malam ini. Seperti mengarah ke kita.
Buat permohonan.
Dia akan datang.
Halo?
Di sini
begitu memesona.
Menyenangkan sekali.
Setelah berada di sini, entah kenapa aku hidup seperti itu.
Semua kecemasanku hilang.
Di mana kamu?
Aku berada di jalan yang selalu kulalui bersama Won.
Di Norwegia?
Bagaimana aku bisa melupakan tempat ini?
Apa kamu selalu memiliki suara seceria ini?
Suaramu terdengar sangat berbeda.
Aku senang kamu pergi.
Aku bisa menangani semuanya.
Aku gadis tangguh.
Aku senang bisa datang sendirian.
Seo Woo.
Bisakah kamu menyuruh Won tidak menunggu di kafe?
Aku baru datang.
Pikirannya sangat sederhana, jadi, aku merasa dia akan terus menunggu.
Sudah kubilang, aku tidak tahu siapa dia.
Ini sangat mudah.
Ini kuis.
Aku akan meneleponmu nanti. Selesaikan kuisnya, ya?
Aku akan memberimu petunjuk.
Kamu sudah bertemu dengannya.
Aku akan meneleponmu nanti.
Tapi...
Siapa Ha Won?
Bukankah mungkin jika dia berharga baginya?
Kurasa mungkin saja jika dia adalah pusat hidupnya.
Tidak mungkin.
Aku menderita, tapi tidak meneleponnya.
Dia bilang dia menderita?
"Tinggallah."
Dia bilang tingallah. Tinggallah di studio.
Kuharap kamu bekerja sangat lama di tempat yang memintamu tinggal.
Apa kamu juga?
Nona Moon.
Sudah kubilang, aku sudah lama berhenti main piano.
Hanya kamu yang tidak tahu murid kesukaan Anda
tidak memiliki keterampilan.
Won tinggal di Seoul, tapi kulitnya baik-baik saja.
Dia sangat sehat.
Ibu Won, yang amat kusayangi
dan amat kurindukan.
Bolehkah aku
meminta maaf mewakilinya?
"Kim Ji Soo"
Dia sungguh Sebelum Fajar?
Halo?
Aku...
Aku...
Ji Soo?
Seo Woo. Apa itu masuk?
Aku takut.
Ada apa?
Salju terlalu lebat.
Kota lamaku tidak jauh dari sini.
Bisakah kamu berjalan ke jalan besar?
Aku tidak bisa bergerak sekarang.
Akan lebih baik begitu saljunya berhenti.
Kamu mendengarkan musik?
Ini menyenangkan.
Aku takut,
tapi indah.
Dahulu aku sering datang ke sini dengan Won.
Kamu sudah memanggil tim penyelamat?
Mereka pasti punya itu di sana.
Mereka dalam perjalanan.
Kalau begitu, tutup teleponnya. Simpan bateraimu.
Itu mungkin bijaksana...
Ga.
Gya.
Gya.
Geo.
Gyeo.
Ga.
- Ga. - Gya.
- Geo. - Gyeo.
- Go. - Gyo.
- Goo. - Gyoo.
- Geu. - Gi.
- Na. - Nya.
- Neo. - Nyeo.
- No. - Nyo.
- Noo. - Nyoo.
Neu.
Ga.
Gya.
Satu daun jatuh di bahu
tanpa mengeluarkan suara.
Kosmos menyentuhku.
Rasanya sangat ringan.
Satu daun
jatuh di bahu
tanpa
mengeluarkan suara.
Berhenti melihat ke luar jendela.
Lihatlah langit-langit.
Sungguh menenangkan.
Baiklah, Ji Soo.
Aku akan
berhenti menunggu.
Bertahanlah.
Tunggu. Ha Won.
Mungkin seseorang akan datang.
Ha Won.
Bertahanlah.
Ji Soo.
Halo? Ji Soo.
Aku takut.
"Kim Ji Soo"
"A Piece of Your Mind"
"Cari aku."
Tolong beri tahu Ha Won
bahwa melakukan itu tidak akan mengembalikan Ji Soo.
Kutinggalkan semuanya di sana. Kamu suka Norwegia.
Kenapa kamu tidak menjawab teleponmu?
Ha Won! Aku mengkhawatirkan Ha Won!
Apa yang kamu bayangkan?
Bicara dengan Ji Soo yang asli.
Kamu mau meminjamnya?
Dia ingin tahu segalanya jika menyangkut dirimu.
Ini caraku merindukan seseorang.
Orang yang kamu temui dan ajak bicara
terakhir.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.