All language subtitles for A Piece of Your Mind ep 1.NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Kamu ingat lagu ini?

"Je te veux" oleh Erik Satie.

Lagu ini digubah pada tahun 1891...

Berhenti.

Hentikan musiknya.

"Ha Won"

Siapa kamu?

Aku Ha Won.

Bukan.

Jika aku tanya Ha Won siapa dia,

dia seharusnya kesal dan bertanya

apa ada yang salah denganku. Begitulah reaksi Ha Won,

bukan "Aku Ha Won."

Dengarkan.

Kamu alat percakapan dengan karakter dan emosi Ha Won.

Jadi, kamu harus melakukan percakapan seperti dia.

Kamu lebih buruk dari Siri.

Aku menyinggung perasaanmu, bukan?

Perasaanku juga sakit.

Kenapa dia tidak masuk? Ini sudah berhari-hari.

Tolong tanyakan satu per satu.

Cukup.

Astaga. Ada apa?

Aku yakin mendengar suara Kepala Ha Won.

Dia di sana.

Aku belum pernah melihatnya.

Kalian membuat sesuatu lagi?

Kapan kalian akan membaginya dengan kami?

Ini masih belum cukup bagus.

Hadirilah rapat.

Mereka menghubungkan DNA dan bidang medis

untuk menciptakan "obat jaringan".

- Ini. - AH

- memakai AI - Terima kasih.

dan memimpin industri penelitian medis.

Hentikan.

Singkirkan citraku.

Rumah sakit meminta kita memasukkannya.

Singkirkan.

Aku akan menggantinya dengan citra Pak Kim.

Dan memimpin industri penelitian medis.

Yang sebelumnya tampak jauh lebih baik.

Tapi itu tampak bisa dipercaya.

Apa akurasi untuk evaluasi psikologis?

93 persen.

Jika AI bisa mendiagnosis pasien dengan akurasi 93 persen,

itu sama saja yang terbaik di dunia.

Apa? Karakter dan emosimu?

Yang benar saja. Mirip saja tidak.

Dengar.

Sampai sekarang, komputer diadaptasi

bagi mereka yang menggunakan emosi orang biasa.

Tapi kamu memasukkan emosi seseorang ke sana.

Ini pencapaian besar. Sungguh.

Tapi tidak bisa begitu.

Satu-satunya cara adalah melalui dialog.

Itu tidak akan berhasil denganku, kupikir akan berhasil denganmu.

Itu tidak akan berhasil. Aku membawanya ke mana pun

dan bicara dengannya empat hari berturut-turut.

Kita belum menemukan titik reaksi.

Benar. Apa sebenarnya titik reaksi?

Kapan dan bagaimana, kapan itu akan menjadi dirimu?

Apa yang akan membuat mesin ini menjadi kamu?

Dia akan menemukannya sendiri.

Jika kita tidak tahu titik reaksinya,

ini barang gagal.

Semoga berhasil.

"A Piece of Your Mind"

"Episode 1"

Ada apa?

Aku mengikuti suara musik.

Induk semang yang serakah menyingkirkan studio ini.

Mari mulai lagi dari sini.

Semoga harimu menyenangkan.

Biarkan pintunya terbuka agar orang-orang bisa mendengarnya.

Ini lagu terakhir yang kami rekam di sini.

Selamat tinggal.

Hujan turun.

Aku ingin tinggal lebih lama.

"Dijual atau disewa"

Petirnya sangat keras.

Pukul 16.00.

Ini masih sore, tapi sudah gelap.

Norwegia.

Oslo.

Hutan dalam perjalanan pulang sekolah.

Sore yang gelap.

Kamu ingat?

Ji Soo dahulu takut.

Saat kami berjalan melewati hutan dalam perjalanan pulang sekolah,

pukul 15.20.

Hari menjadi gelap dalam sekejap.

Ji Soo menamainya

- sore malam. - Sore malam.

"Koleksi peralatan makan"

"Jika tertarik pada barangnya, silakan hubungi nomor di bawah"

Jadi, apa titik reaksinya?

- Petir. - Petir...

Petir? Itu sangat aneh.

Dia melakukannya dengan caranya.

Tapi...

- Bagaimana mengatakannya? - Hoon.

Apa?

Karena sudah canggih, aku ingin menanyakan sesuatu.

Kamu masih mencintai Kim Ji Soo?

Laboratorium AH menggabungkan dan menarik pola

dari matematika, obat, sains, dan kemanusiaan.

Ini telah mengembangkan sistem jaringan terlinear khusus.

Waktu telah berlalu

dan kerinduan terhadap dirinya telah sedikit berubah.

Kecuali perasaan agak hampa ini,

semuanya masih sama.

Pak Park.

Pohon-pohon ini bagus sekali.

Makin lama makin bagus.

Astaga!

Kamu baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Astaga. Kalian pasti tidak baik-baik saja.

Astaga. Pasti aku tidak fokus.

Aku tersandung apa?

Berdiri, Kawan-kawan.

Astaga, aku tidak berdaya.

Melelahkan sekali.

Hai, Paman.

Apa?

Kapan Paman datang?

"Video Praktik Piano Ji Soo 1998"

"Video Praktik Piano Ji Soo 1998"

Kapan Nenek meninggalkan Oslo?

Dia di sana dari tahun 1997 hingga 2005.

Astaga.

Astaga.

Nenek bilang dia di Afrika sepanjang waktu.

Aku punya banyak pekerjaan.

Sinar UV tidak main-main di peternakan.

Sinarnya menembus apa pun. Semua melanin...

Dahulu kulitku ini sumber kecantikanku.

Jangan duduk di ambang pintu.

Tidak ada ruginya lagi aku di sini.

Sudah berapa tahun Soon Ho bekerja di peternakan?

- Delapan tahun. - Sembilan tahun.

Benda itu menguranginya satu tahun. Sembilan tahun.

Paman, apa mungkin aku bisa pergi ke Seoul?

Aku ingin meninggalkan tempat ini.

Kamu bilang tidak mau meninggalkan peternakan.

Semua itu sudah berlalu.

Mungkin ada pekerjaan untukmu.

Apa? Di mana?

Kamu membeli studio rekaman?

Itu tempat terbaik untuk mengumpulkan suara.

Aku ingin melakukan tes di sana dengan satu orang lagi.

Benar, kamu tidak boleh berbagi. Jangan membuka isi kepalamu.

Aku juga tidak akan membaginya.

Siapa itu?

Paman ingin aku bertemu dengan Kim Ji Soo?

Baiklah.

Aku akan menampar wajahnya begitu bertemu dengannya.

Lalu aku akan tanya bagaimana rasanya melewatkan

Mark Zuckerberg dari Korea dan merekam raut wajahnya.

Soon Ho, itu bukan perbandingan yang tepat.

Dan aku merasa kamu akan benar-benar menamparnya.

Ini yang harus kulakukan.

Apa imbalanku?

Ada seseorang yang cocok dengan Ji Soo.

"Dijual atau disewa"

Bisa minggir?

- Kemarikan. - Tidak apa-apa.

Kamu berkunjung ke lantai berapa?

Lantai dua.

Aku meninggalkan kaktus di sini karena ada di sini sebelum pindah,

tapi mereka mungkin akan membuangnya saat studio dibersihkan,

jadi, aku datang mengambilnya.

Begitu rupanya. Kamu bekerja di studio.

Kamu ingin aku meletakkan ini di mana?

Di sana.

Apa yang kamu lakukan di studio?

Aku adalah penata suara.

Ada seseorang yang cocok dengan Ji Soo.

Aku suka aroma kekosongan.

Tidak banyak studio rekaman hanya untuk musik klasik.

Aku tidak mengerti kenapa mereka menutupnya.

Hanya untuk musik klasik? Kenapa?

Tapi siapa bilang itu tutup?

Tidak mungkin.

Kami tidak akan menutupnya.

Aku manajer baru di sini.

Tidak mungkin.

Apa?

Kukira itu akhirnya, tapi ternyata bukan.

Benar, bukan? Bisakah aku tetap bekerja di sini?

Kamu mengambil jurusan apa saat kuliah?

- Pemrosesan data. - Astaga.

Tapi bagaimana kamu bisa bekerja di bidang ini?

Aku juga belajar musik dan bidang teknik

- pada dasarnya... - Bagaimana dengan usiamu?

Usiaku 29 tahun.

Ini tidak bagus. Usia 29 tahun itu masalah terbesar.

Mereka pikir hidup mereka yang terburuk di dunia ini.

Mereka lebih buruk dari orang berusia 39 dan 49 tahun.

Mereka yang paling sering mengeluh, berkata sudah sangat tua.

Mereka pikir hidup mereka berakhir begitu berusia 30 tahun.

Bisakah aku tetap bekerja di studio?

Kita bahas itu nanti.

Astaga, punggungku.

Bisakah kamu membelikanku peralatan makan?

"Penginapan Eunjoo"

Ada apa dengan peralatan makannya?

Dia bisa membelinya sendiri. Kenapa menyuruh orang lain?

Rasanya aneh.

Terima kasih.

Itu bukan masalah besar.

Bagaimana dengan pekerjaan?

Kakak tetap di sana?

Terima kasih atas makanannya.

Dia tidak menyuruh kakak berhenti datang.

- Astaga. - Ini.

Halo?

Ya.

Apa?

Aku akan segera keluar.

Kakak harus keluar sebentar.

Ada apa?

Ini tidak biasa. Penjualnya datang ke sini sendiri.

- Siapa? - Kim Ji Soo.

- Kakak mengenalnya? - Tidak.

Apa sup hari ini?

Sup taoge.

Dengan tahu?

Terserah.

- Apa? - Astaga.

Itu bukan apa-apa.

Hanya orang asing yang mendaki bukit.

Tapi anehnya,

dia memasuki hatiku.

Nona Kim Ji Soo?

Aku sangat bersyukur

dan tidak mau ini pecah.

Ini peralatan makannya.

Simpan saja.

- Kenapa? - Itulah kehidupan.

Banyak hal yang tidak bisa kamu jelaskan.

Tapi dia ada.

Kim Ji Soo benar-benar ada.

Kamu mengenalnya?

Dalam imajinasiku.

Aku hanya membayangkannya selama sembilan tahun.

Kenapa?

Karena aku mendengar tentangnya selama sembilan tahun.

Lalu?

Itu saja.

Aku tidak peduli dengan peralatan makan itu.

Kamu tidak peduli dengan itu, tapi Nona Kim rapi mengemasnya.

Dia naik bus dan mendaki bukit dengan boks berat.

Dia berterima kasih sepenuh hati setidaknya 100 kali sebelum pergi.

Jangan memperlakukan peralatan makannya seperti itu.

Ini.

Apa ini?

Dia bilang kamu akan tahu. Jadwal rekaman?

Aku tidak tahu para penyanyi ini.

Apa? Kamu tidak akan merekamnya jika tidak mengenal mereka?

- Tetap harus. - Pekerjaanmu banyak.

Ya.

Aku akan bekerja keras.

Hai.

Hai. Kamu juga. Hai.

Hai.

- Halo. - Siapa yang menduga?

Tidak kusangka kita bisa rekaman di sini lagi.

Benar, bukan?

- Turunkan keseimbangan selonya. - Baik.

Apa yang terjadi di sini?

Astaga. Apa yang terjadi di sini?

Lagi?

Sebelum Fajar.

Tolong bersihkan sebelum kamu pergi.

"Sebelum Fajar, tolong bersihkan sebelum kamu pergi"

Sore malam.

"Sore malam"

Kamu luar biasa.

Sungguh.

Permisi. Siapa kamu? Sedang apa kamu di sana?

Apa matahari sudah terbit?

Apa masalahnya?

Lihatlah jaraknya.

Dia pasti Sebelum Fajar.

- Apa ini? - Permisi.

Benar.

Aku selalu ingin bersih-bersih, tapi lupa.

Biar kubereskan.

Bukankah kamu menyewanya sampai sebelum fajar?

Sampai pukul 4.00.

Kamu tahu ini pukul berapa?

Aku sangat sibuk.

Aku tiba di sini pukul 8.30 tepat,

jadi, tolong bersihkan sebelum itu, ya?

Pukul 8.30.

Biarkan pintunya terbuka agar orang-orang bisa mendengarnya.

Seo Woo!

Kamu menemukannya.

Karena resital.

- Biar aku saja. - Tidak apa-apa.

Nenekku merawat pohon-pohon ini selama lebih dari 30 tahun.

Dia melakukannya sendiri? Luar biasa.

Dia mendedikasikan dirinya pada apa pun yang hidup.

Berapa orang yang datang?

Ruang tamu selalu penuh.

Terkadang, beberapa orang harus duduk di halaman.

Itu lebih besar dari dugaanku.

Ini seperti acara keluarga.

Saat nenekku menjadi diplomat,

dia biasa mensponsori anak-anak Korea yang amat berbakat

dan mengadakan resital. Dia pasti menyukainya.

Nenekmu melakukan banyak hal baik.

Benar.

Jika dia menabung semua uang itu, aku akan punya gedung.

Dia bersikeras bahwa mereka saudara dan keluarga,

tapi tidak sama.

Aku hanya menganggap satu paman keluargaku,

dan yang lainnya adalah orang asing bagiku.

Kenapa hanya dia?

Karena dia tampan dan sukses.

Aku tidak percaya kamu tertipu. Aku bercanda.

Aku punya sejarah spesial dengan pamanku.

Aku belum pernah menemui orang yang menyokong orang.

Dia luar biasa.

Bagaimana menurutmu? Kamu lebih memercayaiku sekarang?

Jadi, aku berpikir...

Rekam Kim Ji Soo mengatakan beberapa hal.

- Tapi kenapa? - Bagaimana aku tahu?

Aku bahkan tidak tahu apa gunanya ini.

Jika kamu merekam seseorang dengan ini,

akan mengesankan orang itu di sebelahmu.

Benar.

Orang itu pasti ingin mendengar suaranya seperti dia ada di sana.

Siapa? Kenapa?

Aku harus tahu sebelum melakukannya.

Seseorang

- merindukan Kim Ji Soo. - Siapa?

Hentikan pembahasan ini.

Aku tidak cukup dekat dengannya untuk merekam suaranya.

Haruskah cukup dekat?

Kamu bisa beli peralatan makan lagi. Beli secara langsung.

Dan mengobrollah sebentar, lalu pergi,

"Astaga. Suaramu bagus sekali." Dan rekamlah.

Kamu merekam suara orang jika itu bagus?

Aku bukannya mau mendapatkan nomor telepon.

"Aku menyukaimu. Boleh kuminta suaramu?" Haruskah bilang begitu?

Lakukan saja.

Meja putar musik?

Itu sudah sangat kuno.

Entah apa masih berfungsi.

Apa hubunganmu dengan Kim Ji Soo?

Kami anak-anak yang seperti pulau.

Siapa?

Kamu bertanya soal aku dan Kim Ji Soo.

Sudah berapa lama kalian saling mengenal?

Kami hanya dua anak Korea di Norwegia

yang bertemu saat masih muda.

Mereka masuk SMP,

lalu masuk SMA.

Mereka bertemu segera setelah matahari terbit

dan berpisah setelah matahari terbenam.

Mereka menghabiskan waktu 24 jam bersama saat masa polar.

Mereka benci matahari terbenam melebihi apa pun.

- Ga. - Gya.

- Geo. - Gyeo.

- Go. - Gyo.

- Goo. - Gyoo.

Satu daun

jatuh di bahu

tanpa mengeluarkan suara.

Kosmos menyentuhku.

Itu sangat ringan.

Bahasa yang mereka pakai menjadi rahasia mereka

dan menyatukan anak-anak yang seperti pulau.

Siapa kamu?

Perkenalkan dirimu dahulu.

Maka aku akan menjelaskan hubungan itu.

Kenapa kamu bersembunyi...

Ada apa dengan suaranya? Kenapa kamu membutuhkannya?

Kamu tidak berencana menemui Ji Soo?

Bagaimana?

Aku tidak yakin.

Sepertinya dia akan melakukannya, tapi di saat yang sama, tidak.

Kenapa Paman menyuruhku melakukan hal seperti ini?

Kenapa Paman membutuhkan suara bodohnya?

Video sudah cukup.

Aku hanya ingin...

Aku hanya ingin

potongan kecil dirinya.

Di mana kamu sekarang?

Cari aku.

Aku hanya ingin sebagian kecil dirinya.

Halo.

Halo.

Kamu sudah selesai?

Tidak. Aku tidak bisa melihat dengan baik. Lampu tidak menyala.

Biasanya berfungsi jika kamu memukulnya beberapa kali.

Aku akan beri tahu manajernya nanti saat dia datang.

Sial.

Astaga.

Aku tidak bisa melihat sama sekali dalam gelap.

Aku juga tidak bisa melihat di bioskop.

- Kamu bisa lihat? - Ya.

Aku terbiasa dengan kegelapan.

- Lewat sini. - Aku bisa melihat itu.

Cari aku.

Permisi.

Pukul berapa kamu datang hari ini?

Aku datang lebih awal karena kudengar kosong.

Sekitar pukul 19.00?

Jadi, kamu di sini semalaman.

Benar.

Kukira aku mendengar suara yang mirip.

Dia bersembunyi, jadi, aku tidak bisa lihat wajahnya.

- Dia bersembunyi? - Ya.

Di peternakan manajer.

Dia memintaku merekam sesuatu.

Ada di ruangan dengan meja putar musik kuno.

Tidak ada tempat bersembunyi untuk orang, tapi dia bersembunyi.

Kapan Nenek meninggalkan Oslo?

Dia di sana dari tahun 1997 hingga 2005.

Apa katanya?

Mencarinya. Dia menyuruhku mencarinya.

Apa yang kamu katakan sampai dia mau kamu mencarinya?

Aku bertanya di mana dia dan dia menyuruhku mencarinya.

Kenapa kamu menanyakan keberadaannya?

Karena dia bersembunyi saat bicara denganku.

Itu aneh.

Aneh sekali.

Hidupku dipenuhi hal-hal aneh belakangan ini.

Orang-orang yang tidak kukenal tiba-tiba muncul

dan membuat permintaan aneh.

Maaf. Kamu sedang bekerja.

Waktu adalah uang.

Bekerja keraslah.

Permisi. Apa kamu

mengerti keinginan merekam suara seseorang

karena kamu merindukan mereka?

Itu tidak terlalu biasa,

tapi aku mengerti.

Entah kamu menghargai foto atau rekaman suara,

menurutku itu sama saja.

Selamat malam.

- Kurasa tidak apa-apa. - Jangan lakukan itu.

Dia aneh.

Kenapa seorang wanita menjual peralatan makan?

- Rekamlah. - Tidak.

Ini semua hanya taktik.

Seo Woo yang bodoh karena terjebak di tengah.

Katakan siapa kamu sebenarnya.

Siapa itu? Teman sekelas di departemen kami...

Dasar anak nakal!

Kubilang letakkan piring di wastafel.

Aku sudah selesai mencuci piring. Sial.

Aku merekam suaranya atau tidak?

"Sepotong, sepotong"

"Sepotong, sepotong"

Buka jendelanya saat sinar matahari masuk, ya?

Jangan tutup gordennya.

Di sana juga hujan seharian, bukan?

Kincir di bawah bukit dibanjiri.

Ruang pemanas dan ladang berantakan.

Kami baik-baik saja karena di tempat tinggi.

Seo Woo. Sekelompok anak muda datang hari ini,

berfoto dan berlibur. Itu tampak menyenangkan.

Kamu juga harus berkencan.

Kamu harus berkencan selagi masih muda.

Sudah kubilang ya.

Buka jendelanya saat sinar matahari masuk, ya?

Jangan tutup gordennya.

Di sana juga hujan seharian, bukan?

Kincir di bawah bukit dibanjiri.

Ruang pemanas dan ladang berantakan.

Kami baik-baik saja karena di tempat tinggi.

Seo Woo. Sekelompok anak muda datang hari ini,

berfoto dan berlibur. Itu tampak menyenangkan.

Aku memprogramnya agar hanya kamu dan aku yang bisa bicara dengannya.

Itu entah kesalahan sederhana atau kamu salah.

Kenapa kamu ceroboh sekali?

Kamu salah sendiri.

Sudah kubilang,

itu tidak bisa dipakai untuk terapi jika tidak bisa membatasi akses.

Aku memprogramnya ulang. Seharusnya sudah tidak masalah.

Gunakan itu. Cobalah bicara jika kamu bisa.

Maksudmu aku bisa bicara dengan itu atau tidak?

Sial.

- Astaga. - Kirimkan alamatnya

ke tempat aku trima paket. Aku akan melakukannya.

Kenapa kamu membuatnya rumit?

Kamu harus menerimanya di tempat yang biasanya.

Hei. Kirimkan alamat di Seoul.

Seo Woo bilang dia akan melakukannya.

"77-30 Wokin 4-gil"

Apa yang kamu lihat?

Pohon.

Melihat sesuatu yang berwarna hijau menenangkanku.

Aku akan menghalangi pandanganmu jika duduk di sini.

- Aku duduk di samping saja? - Tidak apa-apa.

Kamu bekerja di dekat sini?

Ya, beberapa halte dari sini.

Aku meminta bertemu untuk membeli lagi.

Kamu suka peralatan makannya?

Ini juga cocok dengan makanan tradisional Korea.

Mau kukirimkan ke alamat yang sama?

Tidak. Jangan ke sana. Jangan bawa sendiri kali ini. Berat.

Di mana alamatnya?

Apa, ya? Ini untuk teman.

Aku akan mencatatnya.

"Resep"

"Resep, Nama, Kim Ji Soo"

Ini resepku.

Aku tahu. Aku juga tahu obat.

Aku juga pernah menemui psikiater. Hanya sekali.

Itu sama seperti flu biasa zaman sekarang.

Di mana aku harus menulisnya?

Akan kukirimkan kepadamu.

Benar. Itu sangat sederhana. Ada apa denganku?

Saat merasa frustrasi, aku ke tempat tertinggi di kota.

Melihat ke bawah itu menenangkan.

Kata orang, saat astronaut melihat Bumi dari angkasa,

mereka mendapatkan pandangan hidup baru.

Semua kekhawatiran mereka tampak sepele.

Karena itu aku menjual peralatan makan.

Setelah sesiku,

aku merasa harus melakukan sesuatu.

Jadi, aku mengunggah foto peralatan makan yang kusayangi.

Saat kukirimkan kepadamu,

itu kali pertamaku meninggalkan rumah dalam tiga bulan.

Permisi.

Apa?

Kamu tahu, seperti a-e-i-o-u.

Konsonan, vokal, kalimat.

Kalimat apa? Omongan Paman tidak masuk akal.

Aku akan mengirimkan surel.

Aku tidak tahu sekalipun melihatnya.

Periksa surelmu. Itu akan menjelaskan semuanya.

Sampaikan itu saat kamu merekam suaranya.

Apa itu tadi?

Ayo.

Won, lihatlah langit-langit.

Sungguh menenangkan.

Masuklah.

Berdirilah di depan mikrofon.

Aku?

Katakan apa pun yang kamu inginkan.

- Lalu? - Aku akan merekamnya.

Jika ada yang merindukanmu, akan kujual dengan harga tinggi.

Tidak ada orang seperti itu.

Bukankah setidaknya ada satu orang yang merindukan orang tertentu?

- Entahlah. - Jangan terlalu memikirkannya.

Kamu tidak perlu melakukannya jika tidak mau.

Apa yang harus kulakukan?

Pertama, mari mulai dengan dasar. Ga, na, da, ra, dan seterusnya.

Kamu bisa mulai setelah kuberi aba-aba.

Ga.

Gya.

- Geo. - Geo.

- Gyeo. - Gyeo.

- Go. - Go.

- Gyo. - Gyo.

- Goo. - Goo.

- Gyoo. - Gyoo.

Bukankah itu ga, na, da, ra?

Mari kita lakukan sesuatu yang lebih panjang kali ini.

Aku akan memberimu kalimat. Tunggu.

Satu

daun

jatuh di bahu

tanpa membuat

suara.

Kosmos

menyentuhku.

Rasanya

sangat ringan.

Rasanya

sangat ringan.

Kamu tahu kalimat tadi? Kamu hafal.

Aku belajar bahasa Korea di Norwegia memakai puisi dan novel Korea.

Akan kukirim mangkuknya setelah tiba di rumah.

Alamatnya.

Di dekat kafe.

Aku belum pernah ke rumahnya.

"Kim Ji Soo"

Aku sudah mengirimkannya.

Baiklah. Sampai jumpa.

"Han Seo Woo, 47-341 Wokin-dong, Jongro-gu"

Ha Won, bukan?

Apa Ha Won menyuruhmu melakukan ini? Semuanya?

Ha Won, bukan?

Apa Ha Won menyuruhmu melakukan ini? Semuanya?

Aku tidak tahu siapa dia.

Alamat yang kamu kirimkan kepadaku...

Hanya Ha Won dan aku yang tahu alamat itu.

Aku tidak tahu.

Bagaimana dengan alamat ini?

Siapa yang tinggal di sini?

Atasanku.

Siapa nama atasanmu?

Moon Soon Ho.

Maka bukan dia.

Benar. Itu tidak masuk akal.

Aku hanya terlalu sensitif.

Dia tidak akan pernah melakukan itu.

Kamu baik-baik saja?

Seo Woo.

Siapa itu tadi?

Jantungku.

Aku tidak bisa mengatasi ini.

Aku sudah menghabiskan kebohonganku untuk seluruh hidupku hari ini.

Hei. Siapa itu?

Kim Ji Soo.

Apa? Kamu gila?

Kenapa kamu membawanya ke sini?

Bagaimana dengan Ha Won?

Ha Won mengatakan kepadanya, "Ini aku, Ha Won."

Saat melihat alamatnya, dia tanya, "Ha Won menyuruhmu, bukan?"

Dia bilang itu alamat yang hanya diketahui mereka berdua.

Tidak.

Kalimat yang dia hafal dan alamat yang dia tahu.

Dia mengirimkan semua pesan yang bertuliskan, "Cari aku."

Dia harus menunjukkan wajahnya sekarang.

Kenapa dia tidak datang?

Kenapa kamu membawanya ke sini?

Siapa Ha Won?

Kenapa?

Dia menyuruhku mencarinya.

Benarkah? Kepadamu?

Dia sudah gila.

Itu sebabnya kamu membawa Ji Soo kemari.

Aku tidak tahan.

Kamu bodoh.

Aku tidak akan melakukan apa pun untukmu lagi.

Jangan memintaku melakukan apa pun lagi.

Satu daun

jatuh di bahu

tanpa...

Aku selesai setelah mengirimkan ini.

Membuat suara.

Kosmos...

Nada suaranya makin rendah.

- Menyentuhku. - Apa?

190Hz, tanpa bas.

Sekitar 55 desibel.

Itu

sangat ringan.

Suaranya terdengar depresi.

Kamu benar.

Jawab saja dengan akal sehat.

Studio rekaman ini ada hubungannya dengan pria bernama Ha Won.

Mulai dari merekrutku hingga detail kecil.

Entah sudah berapa lama dia merencanakannya,

tapi dia melakukan semuanya sambil bersembunyi.

Dia sangat teliti.

Semuanya mengarah kepada gadis itu, Kim Ji Soo.

Dia sangat merindukannya.

Tapi Ji Soo depresi.

Karena itulah...

Bagaimana jika aku membuat mereka berdua

bertemu? Bagaimana menurutmu?

Apa yang kulakukan? Apa aku hanya menjadi orang yang suka ikut campur?

Benar, bukan?

Biasanya aku tidak terlibat dalam urusan orang lain.

Kenapa kamu ingin melakukan itu untuk mereka?

Kamu tidak ingat kesan pertama semua orang, bukan?

Mungkin tidak.

Aku juga. Aku tidak ingat semuanya.

Tapi ada beberapa orang yang kali pertama kamu temui,

tapi kamu ingat cara orang itu membuka pintu dan masuk,

apakah mereka duduk atau berdiri,

atau bagaimana kalian mulai berbincang.

Waktu tidak bisa menghapus saat kali pertama kalian bertemu.

Cara mereka mendaki bukit.

Orang seperti itu cenderung bertahan dalam hidupku untuk waktu lama.

Ji Soo seperti itu. Aku ingin membantunya.

Kamu selalu menatap orang dengan terang-terangan seperti itu?

Apa aku melakukan itu?

Alasanmu menarik.

Itu persuasif.

Apakah itu meyakinkan?

Saat kamu bersimpati...

Saat kamu bersimpati tanpa alasan yang jelas,

itu karena lapisan citra yang berkumpul seiring waktu.

Aku tidak pernah memikirkan kesan pertama yang kamu sebutkan.

Aku ingat jelas saat kali pertama melihatmu.

Aku juga.

Aku melihatmu di sini.

Kamu di dalam dan aku di luar sini.

Lihat? Kamu tidak ingat.

Kurasa aku hanya lewat.

Haruskah aku minta mereka berdua bertemu?

Bagaimana jika bertemu hanya membuat mereka makin tersakiti?

Kalau begitu, itu takdir mereka.

Buka jendelanya saat sinar matahari masuk, ya?

Jangan tutup gordennya.

Di sana juga hujan seharian, bukan?

Kincir di bawah bukit dibanjiri.

Ruang pemanas dan ladang berantakan.

Aku tidak bicara dengan orang yang tidak tahu musik.

Pak. Bukan begitu.

Ya. Dia di sini. Musisi itu.

Sejak kapan Seo Woo menjadi musisi?

Halo. Biar kujelaskan.

Aku tidak peduli dengan alasanmu.

Kamu bisa mengirim pesan bahwa rekamannya dibatalkan.

Apa aku salah?

Studio kami sudah tutup, jadi, kami pikir

semua yang dijadwalkan sebelumnya sudah dibatalkan.

Aku sudah cukup dengar.

Ada jadwal lain.

Begitu. Jadi, dia melakukan itu, tapi bukan ini?

Aku akan segera menelepon Pak Choi.

Pak, kumohon.

Selesaikan sekali rekam.

Kamu ingin aku melakukannya?

Bicara dengan Jin Moo soal mixing.

- Mari akhiri saja... - Aku akan melakukannya.

Aku akan mendiskusikan mixing dengan Pak Choi,

- dan jika dia bilang itu buruk... - Hapus.

Dan kami tidak akan merekam lagi.

Ini sangat menghina.

Lebih menghina untuk kembali.

Halo.

Apa yang kamu lakukan?

Apa?

Aku akan menemui Kim Ji Soo.

Kamu bilang tidak akan melakukan apa pun.

Suruh Ha Won datang.

Hei! Kamu baik-baik saja?

Ada apa dengannya?

Kepala. Ini Hoon.

- Hei. - Soon Ho menyuruhmu meneleponnya.

Dia tahu kamu tidak menjawab teleponmu selama ini.

Pasti mendesak jika dia meneleponku.

"Han Seo Woo"

Halo.

"Han Seo Woo"

Anda sendirian?

Kurasa dia belum datang.

Anda mau memesan lebih dahulu?

Tentu.

Ji Soo.

- Ji Soo? - Ya, Seo Woo.

Aku agak terlambat.

Di mana kamu?

Kurasa aku melihat seseorang.

Aku tidak boleh menemuinya.

Apa orang yang tidak bisa kamu temui?

Ha Won, bukan?

- Kamu tidak boleh menemuinya? - Tidak, tidak pernah.

Jangan menoleh ke belakang.

Lari.

Itu bukan apa-apa.

Aku belum pernah bertemu dengannya,

tapi dia

memasuki hatiku.

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

"A Piece of Your Mind"

Seharusnya aku tidak melakukan apa pun.

Ada yang ingin kamu tanyakan kepada Ha Won?

Aku ingin melihatnya dari jauh.

Aku tidak akan kabur lain kali.

Lain kali? Kapan?

Jika aku bisa minta maaf...

Sudah kubilang, tidak perlu minta maaf.

Sudah kubilang berkali-kali, ini terlalu berat bagiku.

Menurutmu bagaimana mereka bertahan 10 tahun?

Mari kita pergi besok.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.