Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by Netflix & Synced by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
LOKASI, KARAKTER, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
Kenapa? Kau tak percaya diri?
Jika bukan begitu...
Bekerjalah denganku, Noh Ae-jeong.
Jika kau tak menolakku, bantu aku naik.
EPISODE 4
- Apa ini? - Aku basah kuyup.
Sial.
Yang benar saja.
Ae-jeong.
Yeon-woo?
Sedang apa kau di sini?
Ada pekerjaan. Sekarang aku mau pulang.
Kenapa pakaianmu?
Aku mau ke toilet sebentar.
Apa? Hei, tunggu!
Kenapa air mancur itu tiba-tiba menyala?
Sial.
Bekerjalah denganku, Noh Ae-jeong.
Dia selalu mengatakan hal penting di dekat air.
IBU
Sepertinya telepon penting. Jawab saja.
Tak apa-apa.
Jadi, kau bilang kau bekerja dengan Ae-jeong. Kau sutradara?
Bukan, aku penulis.
Kau pasti pernah dengar namaku.
- Apakah kau... - Ya, benar.
Jika kau cari namaku di internet, maka kau akan menemukan...
Pak Cheon Eok-man?
Kau akan mengajar kelas spesial di SMP Hanbak, 'kan?
Apa? Hanbak?
Aku guru penanggung jawabnya. Terima kasih.
Berkat Ae-jeong, sekolah kami dikunjungi olehmu.
Ae-jeong berkata begitu?
Kalian pasti akrab.
Kau memanggil dia dengan namanya.
Ternyata kau tak tahu.
Aku sudah mengenalnya sejak lama.
Aku belum memperkenalkan diri.
Namaku Oh Yeon-woo dan aku tinggal bersama Ae-jeong.
Tinggal bersama Ae-jeong?
Aku senang bisa bertemu denganmu, Pak Cheon.
Ya, aku juga.
Maaf.
Aku terlalu lama, ya?
Tidak. Kami baru saja berkenalan dan bersalaman.
Benarkah?
Aku pulang lebih dahulu.
Apa? Tunggu, pembicaraan kita belum selesai.
Kenapa dia?
PUTRAKU
Boleh kusajikan makanan utamanya?
Ya, bawa ke sini.
Astaga. Ada pesan masuk.
Astaga!
Katanya ibu mertua kepala sekolahnya meninggal.
Pantas saja. Mustahil putraku tak datang tanpa alasan.
Putraku bekerja sebagai guru yang dikelola yayasan kami,
jadi, kurasa dia harus menghadiri pemakaman.
Bagaimana jika lain kali kita makan bersama di rumahku?
Mungkin Pak Anggota Majelis bisa...
Ada rumor
bahwa kau tak bisa mengontrol putramu.
Ternyata itu benar.
- Apa? - Jangan terlalu pedulikan hari ini.
Aku tidak berniat
menggunjingkan Cheonmyeong Entertainment kepada suamiku.
Dia memang begitu. Berkata seperlunya, lalu pergi.
Bagaimana bisa dia meninggalkanku padahal pekerjaanku banyak?
Mungkin dia sibuk.
Tidak. Dia bukan orang yang bertindak mengandalkan logika.
Dia orang yang bertindak semaunya.
Sejak dahulu aku mengenalnya,
- dia menang menyebalkan. - Ae-jeong.
Kalian pasti akrab.
Apa?
Katamu, "Sejak dahulu aku mengenalnya."
Maksudku, dari awal bertemu dia sudah seperti itu.
Dia juga bilang bahwa kalian kenal sejak lama.
Apa?
Kalian bicara apa lagi?
Tentang kelas spesial. Aku berterima kasih kepadanya.
Kelas spesial?
Aku baru ingat tentang itu.
Begini...
Yeon-woo, mungkin ini terdengar menyebalkan.
Tapi bisakah kita cari orang lain untuk kelas spesial itu?
Seperti yang kau lihat, dia bisa tidak sopan.
Bagaimana bisa orang yang tak sopan mengajar di depan anak-anak?
Walaupun terkenal, seseorang harus tetap sopan.
Kau yakin itu alasannya?
Tentu saja.
Baik, akan kubatalkan jika itu mengganggumu.
Benarkah? Kau yakin?
Tentu saja.
Terima kasih, Yeon-woo.
- Sungguh terima kasih. - Apa?
- Kalian pulang bersama? - Ibu!
Astaga. Apa kalian sedang berkencan?
Kalian mau mandi?
Kalian mau ke sauna tanpa aku?
Tidak bisa, Ibu. Aku juga harus pergi bersama.
- Ayo pergi bersama. - Apa? Tentu.
Ayo, kita pergi.
Ha-nee, kau kenapa?
- Kenapa kalian bersama? - Apa?
Haruskah kuanggap ini dua persennya?
Apa? Dua persen?
Bukan apa-apa. Selamat beristirahat.
- Tunggu aku. - Apa itu tadi?
Bukankah hari ini kau libur?
Ya, aku ke sini untuk beristirahat.
- Selamat bekerja. - Ha-nee, makanan datang.
- Ini dia. - Sepertinya enak.
Ini punyamu, Ha-nee.
Ae-jeong, saat kau hampir membunuh ibu
dan mempertanyakan alasan Yeon-woo pindah,
ibu merasa sangat bersalah.
Tapi hari ini ibu aku meyakini sesuatu.
Ibu, bekerjalah saja jika mau membual.
Aku mau keluarkan keringat dahulu.
- Baik. - Ya.
Jangan terlalu lama, kau akan kehabisan tenaga.
Kau bertanya, apa yang ibu yakini?
Ibu yakin telah membuat pilihan terbaik.
Ibu, berhentilah. Yeon-woo merasa tak nyaman karena itu.
Benarkah? Kapan ibu pernah membuat orang lain tak nyaman?
HARI INI, PUKUL 17.27
Halo? Ini Ryu Jin.
Halo?
Seharusnya itu nomor Pak Oh.
PENCARIAN: RYU JIN
Jadi, Ryu Jin ini yang menjawab telepon?
Jika benar Ryu Jin yang ini,
berarti koneksi ibuku hebat sekali.
Sepertinya ibu akan mati karena nenekmu.
Ibu.
Apa?
Apa Ibu pernah berpacaran dengan seseorang?
Apa?
Maksudku, apa Ibu pernah merayakan hari jadi,
menonton bioskop bersama, dan berpegangan tangan?
Pernah melakukannya?
Tentu saja pernah.
Benarkah? Dengan siapa?
Pria lebih muda?
Sebentar.
Kau...
punya pacar? Benar, 'kan?
Apa?
Kau sudah punya pacar padahal baru pindah sekolah?
Lalu dia lebih muda darimu?
Bukan begitu, Ibu.
Ha-nee, jika dia lebih muda darimu, bukankah dia anak SD?
Benar, 'kan?
Beri tahu ibu nama, nomor ponsel, makanan kesukaan, dan jumlah saudaranya.
Ibu akan tahu apa dia cocok denganmu. Firasat ibu kuat.
Tidak, justru sangat lemah.
Kau tak mau beri tahu ibu?
Baiklah.
Ibu harus menggelitikmu.
Tidak, jangan.
- Beri tahu ibu. - Berhenti.
Baiklah.
Ibu akan menggelitik lebih keras.
- Siapa dia? - Berhentilah.
- Aku sangat penasaran. - Berhenti!
Kadang hubungan memang bisa gagal.
MASTER PERINGKAT
Apa kau mengenal Nona Noh Ae-jeong?
Aku putri Noh Ae-jeong, Noh Ha-nee.
- Kita akan mulai. - Baik!
Segera mulai.
Tiga, dua, satu...
Mulai.
Kembali di segmen ketiga Salam Malam Hong Yun-hwa.
Ini saatnya Master Peringkat, dan sudah bergabung hari ini
adalah satu-satunya pacar nasional.
Dia juga akan segera menaklukkan Hollywood.
Sambutlah, Ryu Jin!
Halo.
Kami sudah mengundangmu sejak satu tahun lalu.
- Kenapa lama sekali? - Maaf soal itu.
Tapi saat ini benar-benar waktu yang tepat.
Jika kau di Hollywood, pasti akan sulit bertemu denganmu.
Omong-omong, sebegitu berharganya mengundang dia saat ini.
Jadi, kami sudah siapkan episode spesial.
Bagus!
Bagus! Bereaksilah seperti Hollywood.
- Bagus! - Bagus!
Baiklah.
Bagus sekali. Suasananya sangat bagus.
Sebelum masuk ke segmen, mari kita dengarkan lagu lebih dahulu.
Reaksi Hollywood-mu bagus.
Terima kasih.
Terima kasih. Ini naskah hari ini.
Apa peringkat hari ini?
Lima situasi paling menakutkan bagi pria.
Sepertinya menarik.
3. MENGHADAPI ANAK YANG TIDAK PERNAH AKU TAHU
Sebentar.
Apa kau Ryu Jin sang aktor?
Kenapa kau tak membalas?
Kau sungguh tak mengenal Noh Ae-jeong?
Pak Ryu, coba lihat.
Situasi ini sangat menakutkan.
Hanya yang bersalah yang akan merasa takut.
Pak Cheon! Ada apa denganmu?
Kenapa kau melepaskan Hollywood, dan mau menerima kontrak yang aneh itu?
Bukankah kau ingin sampai ke puncak?
Sampai di puncak dan membalas dendam, seperti yang kau mau.
Biarkan aku urus semua sendiri. Berhenti meneleponku.
Keterlaluan.
Namaku Oh Yeon-woo dan aku tinggal bersama Ae-jeong.
Kenapa tiba-tiba suaminya ada di sana?
Ae-jeong!
Dia juga lebih muda darinya.
Pria arogan.
Kenapa dia diam saja saat istrinya
punya utang sebanyak itu?
Siapa dia sebenarnya?
SD ILWOO
Hai, Tae-hwan.
Aku Dae-o. Oh Dae-o kelas 6-2.
Sudah lama sekali.
Aku dengar kau bekerja di kepolisian?
Pasti mudah bagimu mencari informasi seseorang.
Itu ilegal?
Halo, Bu. Aku Dae-o, teman Chang-sik.
Teman saat SMP. Kau tak ingat?
Kudengar Chang-sik bekerja di Badan Pusat Statistik.
Dia tinggal di Seoul, namanya Oh Yeon-woo.
Bukan penghulu, tapi guru.
Guru.
Bu, sekali lagi. Bukan penghulu,
tapi guru.
Ayolah. Apa kau lupa
kita berteman dan bermain sepak bola setiap pagi?
Aku dengar ayahmu bekerja di Badan Intelijen Nasional.
Apa?
Dia sudah meninggal?
Karena apa?
Aku turut berduka cita.
Apa...
Kali ini apa?
Aku tak mau mengorbankan tidur atau kesehatanku,
jadi, urus pembayaran anggota pusat kebugaran, pijat, dan terapi fisik.
Insentif sepuluh persen dari total penjualan tiket.
Batas revisi hanya tiga kali.
Makananku harus organik
dan aku tak mau bekerja saat tingkat debu tinggi.
Aromanya enak.
Aku sudah masukkan semua syarat ke kontrakmu.
Benarkah? Aku cek dahulu.
Harusnya aku sadar saat kau kabur kemarin.
- Apa maksudmu? - Aku mengenalmu.
Kau pasti merasa menyesal karena menerima tawaranku begitu saja.
Jadi, semalaman kau buat permintaan yang membuatku kesal.
Benar, 'kan?
Hai, Tae-hwan. Ayolah, Kawan.
Halo, Bu.
Kenapa hanya aku yang merasa tersiksa?
KONTRAK SKENARIO
Kau gila?
Kenapa aku buang waktu memikirkanmu semalaman?
Jadi, pikiran berengsekmu bahkan tak memikirkan ini semua?
Kau tak berterima kasih kepadaku?
Apa katamu?
Kau tak lihat ini? Aku belum cap suratnya.
Kini kita akan bekerja sama,
jadi, kenapa tidak saling menunjukkan rasa terima kasih?
Baik. Maafkan aku.
Aku terlambat berterima kasih.
Memang.
Terima kasih sudah meneken kontrak dengan studio film kami,
Penulis Cheon yang Hebat.
- Sudah, 'kan? - Hanya begitu?
Memang ada apa lagi?
Coba pikirkan baik-baik. Pasti ada lagi.
Apa?
Katanya kau mengundangku untuk kelas spesial di sebuah SMP.
Kau tahu aku sangat kesal saat mendengarnya?
Baiklah. Akan kulakukan.
Setidaknya itu yang bisa kulakukan
karena pria yang tinggal bersamamu berterima kasih...
Tak perlu.
Kenapa?
Lupakan semua yang kau dengar kemarin.
Kelas spesial itu akan diajar oleh orang lain.
Aku bisa melakukan itu.
Ini urusan pribadiku.
Aku tidak mau...
Maksudku, sebaiknya aku tidak melibatkanmu dalam urusan pribadiku.
Seharusnya hubungan kita profesional.
Kau benar.
Semoga berhasil, Pak Cheon. Sampai jumpa pada rapat berikutnya.
- Kapan? - Apa?
Aku harus tahu kapan kau menghubungiku...
Aku orang sibuk. Banyak jadwal yang harus diatur.
Baiklah. Kau sangat sibuk, 'kan?
Tapi saat ini pekerjaanku sangat banyak.
Aku akan hubungi jika semua sudah selesai.
Kenapa pekerjaanmu sangat banyak?
Mencari artis, investor, sutradara, staf...
Pokoknya pekerjaanku banyak, jadi, jangan menekanku.
Baiklah. Omong-omong,
siapa yang menyutradarainya?
Kau hanya perlu menulis skenario dan pergi.
Kenapa mau tahu?
Kata siapa aku akan pergi? Aku pemilik karyanya.
Sudahlah!
Aku akan bahas dengan investor dan mengabarimu.
Investor?
Hei!
Kau mau bertemu preman itu?
- Sungguh? - Hei!
Jangan menyebut investor kita preman.
Kau sudah gila. Mana bisa kau ke sana sendiri?
Ini kontrak kita dengan Pak Cheon.
Baguslah aku menunggu.
Kau juga mengajak tamu tak terduga.
Pak Cheon cukup tertarik pada investasinya.
Lebih dari seharusnya.
Bukan tertarik.
Meskipun seperti ini,
aku pria pekerja keras..
Aku mau tahu uang apa yang dipakai untuk berinvestasi dalam karyaku.
Kau pasti paham.
Bisakah kau diam?
Tak perlu khawatir.
Aku tak akan berinvestasi dengan uang haram.
Omong-omong, awalnya kau selalu menolak tawaran kami.
Kenapa tiba-tiba berubah pikiran?
Alasannya sederhana.
Aku pikir
ceritaku bisa menjadi cerita orang lain.
Bolehkah kuberikan saran?
- Silakan. - Sepertinya
bukan hanya menulis skenario,
tapi aku harus menyutradarai sendiri film ini.
Tunggu.
Apa yang kau katakan?
Ini adalah ceritaku.
Itu sebabnya tak ada orang di industri film Korea
yang akan bisa menyutradarainya sebaik aku.
Bagaimana pendapatmu, Nona Noh?
Aku?
Sepertinya
kau sangat mengenal Penulis Cheon.
Jawablah.
Bisakah aku memercayai Penulis Cheon
untuk bekerja sebagai sutradara?
Tiga, mulai.
Pak Cheon...
- Kau akan menikah denganku? - Tentu.
- Dae-o! - Dae-o, astaga!
Kami dahulu memimpikan hal yang sama.
Astaga.
Kami teman yang didorong oleh hasrat kami.
- Kau baik-baik saja? - Tunggu.
UNIVERSITAS HANKUK
Syukurlah masih terekam. Tolong pegang ini.
- Bukan ini yang penting. - Mau kutelepon ambulans?
Sial. Kupikir aku merusak semuanya.
Dasar bodoh.
Kecintaannya pada film.
- Sepuluh menit lagi. - Sudahi saja.
Dia sutradara yang bertanggung jawab.
Ae-jeong, bisakah kita minum-minum saja?
- Apa? - Lampunya menyala.
- Lampunya menyala. - Sudah menyala!
- Bagus! - Itu Dae-o!
- Dae-o... - Itu Dae-o?
Terima kasih.
Dan membuat hal tak mungkin menjadi mungkin.
- Ya! - Bagus!
- Oh Dae-o. - Oh Dae-o!
- Oh Dae-o. - Kau yang terbaik.
- Oh Dae-o. - Ayo, selesaikan ini!
Kau yang terbaik.
Jika dia masih sama seperti dahulu,
kau bisa memercayainya.
Dalam ingatanku,
dia sutradara yang hebat dan berbakat.
Baiklah.
Lalu hanya tersisa satu misi lagi.
Membuat Ryu Jin bermain di film ini.
Apa?
Siapa?
Ini pasti lelucon.
Bagaimana bisa orang yang akan ke Hollywood bermain dalam film kita?
Kenapa kau setuju waktu preman itu memberikan syarat tak masuk akal?
Dia bukan preman, dia investor.
Dia investor yang percaya kepadaku.
- Aku tak mau mengecewakan dia. - Kau...
Pokoknya kita harus coba dahulu.
Kau memihak dia?
Kau sangat kekanakan-kanakan. Kita semua di pihak yang sama.
Kau memang bodoh.
Apa? Bodoh?
Dia musuh yang akan menyiksa kita dengan kekuatan uangnya.
Orang yang bisa berhubungan dengan Ryu Jin dan merayunya adalah aku.
Tunggu.
Kau masih berhubungan dengan Ryu Jin?
Ya.
Kenapa kau baru bilang sekarang?
Aku sedang bingung bagaimana bisa menghubunginya.
Jika begitu, cepat atur waktu untuk bertemu dia.
Cepat! Sekarang!
Benar kataku, 'kan?
Aku yang ada di pihakmu, bukan dia.
Langitnya bagus sekali.
Jadi, mulai sekarang bilang kepadaku jika kau mau bertemu dia.
Terlebih pada malam hari.
- Diam. - Baik.
Aku harus foto untuk mengingat momen ini.
Tanggal 20 April 2020.
Langit waktu Produser Noh Ae-jeong mulai berkarya.
Aku benar-benar bersemangat.
Aku pikir memproduksi film hanya mimpi untukku.
- Selamat! - Selamat!
- Selamat datang. - Senang kau datang.
Mengejutkan melihatmu di sini, Pak Oh.
Kau akan berhenti mengajar dan meneruskan bisnis keluarga?
Tidak. Aku mau bertemu kalian, juga ada permintaan.
- Yeong-seon. - Ya.
Kudengar di perusahaanmu banyak pemilik kanal YouTube terkenal.
- Tentu. - Bisa kenalkan kepadaku?
Sebentar.
Pak Oh, ada pemilik kanal YouTube yang kau suka?
Bukan begitu.
Aku mau undang untuk kelas spesial di sekolahku.
- Astaga. - Sudah kuduga.
- Kau mau kencan buta? - Kencan buta?
Sepupuku melihat fotomu di buku kelulusan SMA kita,
dan sudah sekitar setahun menyukaimu.
Putri tunggal Ma Dong-sik,
anggota majelis terkuat kedua.
Ibumu juga pasti suka.
Maaf, tapi bisakah kubalas kau dengan hal lain?
Kau akan menyesal. Sepupuku sangat cantik.
- Mau lihat fotonya? - Coba lihat.
Ada wanita yang kusuka.
- Apa? - Siapa?
- Siapa dia? - Siapa?
- Siapa dia? - Sungguh?
- Lain kali saja. - Mana fotonya? Dia cantik?
- Tentu. - Ada apa denganmu?
- Lihat fotonya. - Baik.
- Lain kali saja. - Baiklah.
BAR SUKEY
Kapan kita bisa mengumpulkan uang untuk tes DNA dengan menjual ini?
Aku benci menjadi miskin.
Bagaimana dengan pria yang kau telepon waktu itu?
Dia belum membalas pesanmu?
Ya. Dia tak membalas.
Aku pikir aku akan dapat jawabannya. Dasar sampah!
- Jangan! - Sialan.
Dasar pengecut.
Tapi bisa saja ada hal lain di dalamnya.
Tak ada. Itu hanya sampah.
Tapi, jika terus mencari, mungkin kita menemukan sesuatu.
Ha-nee.
Apa? Kenapa?
Jin, aku mau bicara.
Ini nomor yang sama dengan nomor pria kemarin.
Kira-kira dia mau bicara apa, ya?
Mungkinkah orang ini ayahmu?
Haruskah kita telepon dia lagi dan bertanya?
Sepertinya dia tahu sesuatu.
Bertanya apa?
Kau tahu, dia menyukai perempuan di kelas sebelah.
Dia akan mulai bergerak.
Hei, apa yang kau bicarakan?
Apa perempuan yang kau sukai benar di kelas sebelah?
Benar. Tentu saja.
Masuklah untuk makan tteokbokki.
Hampir lupa.
Jika kalian menjual botol kosong itu, 10 persennya milikku.
Itu komisi untukku.
Yang benar saja. Bibi Sook-hee.
Bibi Sook-hee, itu tidak banyak. Tolong pikirkan lagi.
Aunt Sook-hee. Ayolah, itu tidak adil!
PUTRAKU
PUTRAKU
Kau baru pulang?
Kau sudah makan malam?
Ya, dengan temanku.
Omong-omong, bagaimana Ayah bisa kenal ibunya Ha-nee?
Begini...
Aku ingin minta tolong.
Jangan ganggu ibunya Ha-nee.
Dia ibu dari sahabatku.
Bagus.
Jangan ganggu aku dan pergilah.
Aku membuat karya seni dengan berolahraga.
Satu lagi, Jin.
- Ini dia. - Hei.
Ada apa denganmu? Apa ini?
Jin.
Apa ini?
Aku mencari ini semalaman, sungguh.
Itu skenario karya debutku.
Lalu?
Jangan bilang begitu. Kau membuatku sedih.
Lap keringatmu.
Maksudku, aku tak perlu menulis skenario dari awal.
Aku sudah punya konsep.
Ini juga karyaku sendiri.
Aku sudah memikirkannya.
Aku tak punya alasan untuk menolak Ae-jeong.
Jadi, kau akan bekerja dengan Noh Ae-jeong?
Ya.
Bagaimana dengan Hollywood?
Kau bilang akan sukses di sana,
bahkan berkata akan membuat Ae-jeong berlutut.
Bukankah kau bilang kau akan membuat dia menangis darah?
Apa aku pernah sekejam itu?
Kau sangat kejam. Seperti orang gila.
Kau sangat ingin membalas dendam, ingin mencekiknya.
Kenapa kau begini?
- Apa? - Kenapa kau marah?
Kau tak suka aku kerja dengannya?
Bukan begitu.
Aku tak peduli kau bekerja dengan Ae-jeong atau tidak.
Kau juga, bergabunglah dengan kami.
Film lokal terakhir sebelum ke Hollywood.
Kau serius? Kenapa aku mau bekerja dengan...
Maksudku, proyek ini terlalu kecil. Ayolah, kau harus rasional.
Bergabunglah.
Tidak.
Sejujurnya,
tak ada orang lain yang lebih memahami skenario ini daripada kau.
Kau tahu betapa sulitnya aku saat menulis ini.
"Aktor yang sangat setia, Ryu Jin.
Memutuskan bermain dalam film yang ditulis dan diproduksi alumni Universitas Hankuk."
Citramu pasti akan sangat membaik.
CINTA ITU TIDAK ADA
Kau tak ingat? Dahulu Ae-jeong adalah junior favoritmu.
Sepertinya kau ingat.
Ryu Jin, ayo kita buat film yang keren bertiga.
Ayolah.
Mari kerja bersama.
Apakah hanya itu alasanmu?
Apa?
Apa tak ada alasan lain selain menyelesaikan ceritamu?
Aku tak tahu.
Tapi Ae-jeong kesusahan.
Investornya hanya mau berinvestasi jika aktornya kau.
Jika bukan kau dan aku,
dia tak akan bisa mencapai impiannya memproduksi film.
Bagaimana?
Kita pura-pura tak tahu saja?
Jin, bergabunglah.
Kau bilang mau membalas dendam.
Tapi malah menjadi bersimpati?
Apa maksudmu? Aku tak bersimpati.
Apa kau masih punya perasaan pada Ae-jeong?
Apa maksudmu? Kataku bukan itu alasannya. Berhenti bertanya begitu.
Jika saja...
Ae-jeong tidak menghilang waktu itu,
bagaimana kalian sekarang?
THUMB FILM
Tapi...
kenapa pemilik gedung membiarkan kita masuk?
Tiba-tiba dia telepon dan bilang boleh pakai tempat ini.
- Apa? - Jadi, aku masuk.
Pemilik gedung tak akan mengizinkan masuk tanpa alasan.
Sudahlah, pakai saja.
Apa di sini Thumb FIlm?
Siapa itu?
Apa ada Noh Ae-jeong?
Aku Noh Ae-jeong.
- Ini untukmu. - Ini...
Aku saja.
- Tolong tanda tangan. - Baik.
Pakai jarimu saja.
- Terima kasih. - Siapa...
Tunggu. Siapa yang mengirim ini?
- Siapa yang mengirim? - Siapa?
- Apa ini? - Ada kartunya.
Ada kartunya.
- Cepat baca. - Astaga.
Ada kartunya.
KAU DAN AKU
"Kau dan aku."
Bukan hal seperti itu.
KOO PA-DO DARI NINE CAPITAL
Tinggal tiga hari untuk selesaikan misimu.
Semoga berhasil membuat Ryu Jin bermain di film kita.
Kau sudah datang.
Astaga. Kenapa kau sangat terburu-buru?
Aku belum mandi dan sikat gigi...
Dengarkan aku, Pak Cheon.
Aku masih bicara.
Sekarang kita akan buat rencana untuk melawan
Sutradara James Caramel dalam mendapatkan
aktor Korea terbaik, Ryu Jin.
Rencana apa?
Sekarang kita hanya punya karya asli dan proposal,
tapi belum punya skenario.
Apa ini? Apa maksud decakanmu barusan?
Inilah perbedaan kau dan aku.
Perbedaan profesional dan amatir.
- Apa ini? - Jika penasaran buka saja.
PESAN BARU PENGIRIM: CHEON EOK-MAN
CINTA ITU TIDAK ADA
Astaga!
Hebat. Apa ini?
Skenario sudah selesai?
Karya ini dari awal adalah skenario film.
Tapi aku menambahkan perasaanku dan membuatnya menjadi novel.
Kau benar-benar hebat.
Aku sangat khawatir karena belum ada skenario.
Hebat.
Bagaimana?
Sudah paham perbedaan profesional dan amatir?
Kau memang hebat.
Astaga.
Sangat bagus.
Hanya perlu revisi sedikit.
Apa? Revisi apa?
Aku sudah menulisnya.
Bagian 8, 14, 37, dan 55.
Revisi bagian tokoh utama pria sedikit saja.
Tak masuk akal.
Hei, Ae-jeong.
Aku tak suka tiba-tiba diminta melakukan revisi begini.
Aku orang yang menulis dalam kesendirianku.
Aku tak bisa jika ada yang melihatku.
Aku tahu itu.
Sungguh, tapi tokoh utama pria tak sekeren di skenario yang kau berikan.
Tokoh utama pria kurang keren?
Bagian mana?
Menurutku sudah sangat keren dan sempurna.
Kenapa kau marah begitu?
Aku hanya memberi tahu dari sudut pandang wanita.
Jangan tersinggung.
Dalam karya seperti ini, daya tarik tokoh utama pria sangat penting.
Mungkin kau tak paham karena kau tak keren.
Apa?
Aku tak keren?
Sungguh tak masuk akal.
Kau tidak tahu aku jeli dalam menemukan pria keren?
Jadi, percayalah kepadaku, dan revisi ini sedikit.
Benar.
Kau punya memang punya mata yang hebat.
Karena itu kini kau tinggal dengan orang keren.
Apa?
Tapi suamimu yang keren itu punya daya tarik yang aneh.
Sebenarnya kau bicara apa?
Pria keren macam apa
yang diam saja melihat istrinya punya utang 1,05 miliar won?
Aku sungguh tak paham.
Sudahlah. Aku berkata begini karena kau bilang matamu hebat.
Aku hanya bingung kenapa wanita bermata jeli bisa berakhir begini.
Ada apa denganku?
Kau tak tahu apa-apa tentang hidupku.
Maksudku...
Keadaanmu sedang sial sekarang.
Apa?
Sial?
Maksudku...
Bukan begitu maksudku.
- Jadi... - Astaga.
Bukan itu maksudku. Biar kujelaskan.
Aku sudah pernah merasakan hal yang lebih sulit dari ini.
Tapi aku tak pernah berpikir bahwa diriku menyedihkan.
Jadi...
Jangan salah paham, dan dengarkan aku.
Salah paham?
Aku salah paham bagaimana?
Tiap pagi aku berangkat kerja sambil mengantar anakku.
Saat malam kami berkumpul dan bercerita di meja makan.
Akhir pekan kami habiskan dengan membicarakan masa depan.
Itu kebahagiaan terbesar dalam hidupku.
Tapi kau tahu apa hingga bicara begitu?
Kenapa aku bicara begitu, ya?
Sudahlah. Aku mau pergi.
Aku akan begadang untuk membuat proposal.
Aku akan kirimkan skenario ke agensi Jin. Agar kau tahu saja.
Ae-jeong, ayo kita revisi.
- Mari... - Tidak, kau penulisnya.
Aku terlalu berlebihan. Lupakan revisinya. Tak perlu.
Tunggu, mari revisi adegannya. Ae-jeong!
Kita bisa merevisinya.
Aku juga mau hidup begitu, Berengsek!
Sial.
BANGSAL UMUM A
RUANG VIP
Ibu, apakah hal ini perlu?
Kau pikir aku begini karena aku mau?
Tapi kau tak perlu sampai mengubah surat wasiat.
Aku tak mengubahnya.
Aku hanya pura-pura mengubahnya.
Jika dia tahu aku sakit parah,
mungkin dia akan mengabulkan permohonanku karena kasihan.
Agar dia tak bisa tinggal sendiri, aku beli semua rumah studio di Seoul.
Bahkan aku juga membeli yayasan sekolah tempat dia bekerja.
Kau pikir aku tak bisa bersandiwara begini?
Bu, putramu datang.
Sebentar.
Kau juga datang, Pak Yoon.
Ya.
Aku dapat kabar bahwa keadaan ibumu sangat buruk.
Putraku.
- Kau sudah datang? - Ya.
Bagaimana keadaan Ibu?
Sejak kemarin, keadaan ibu buruk.
Jadi, akhirnya...
- Yeon-woo. - Ya.
Bisa ambilkan air?
Baik.
Ini airnya.
Pak Yoon.
Sekarang putraku sudah datang.
Tolong bacakan surat wasiat
yang sudah diubah.
Baik.
Astaga.
Aku akan bacakan surat wasiat
dari Bu Joo Bo-hye
- yang diubah hari ini... - Tak perlu.
Aku akan menyetujui semua keputusan Ibu,
sekalipun Ibu mendonasikan semuanya ke masyarakat.
Hei! Kenapa ibu mau melakukan itu?
Kali ini aku hampir tertipu.
Yeon-woo.
Maafkan aku waktu itu.
Aku sudah datang hari ini, jadi, jangan marah lagi.
Ayo kita keluar dan makan bersama.
Maafkan aku, aku ada urusan.
Lain kali saja.
- Ibu. Maafkan aku. - Astaga.
Kau.
Apa ini karena wanita itu?
Apa kau melakukan ini kepada ibu
karena wanita itu?
Yeon-woo.
Apa yang baru saja kau katakan?
Wanita itu...
hamil.
Apa...
Baiklah.
Yeon-woo, apa ada masalah?
Tak ada apa-apa.
Aromanya enak sekali.
Benar, 'kan?
Aku ingin menyiapkan makanan menyehatkan bagi semuanya.
Kau kenapa?
Tak apa-apa.
Kecemasanku baru saja bertambah.
Kau belum buat PR?
Ke mana Ae-jeong?
Ae-jeong? Dia terlambat hari ini.
Haruskah aku mengantarkan camilan kepadanya?
Benarkah? Kau mau?
Aku juga! Aku juga mau pergi.
DATA PENULIS
DITULIS DAN DISUTRADARAI OLEH CHEON EOK-MAN
Berengsek.
Siapa kau berani menghakimi hidupku?
Sub by Netflix & Synced by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Sudah berapa lama dia begini? Makan pun tidak.
Apa hubungannya denganku?
Apa ini?
Waktunya sangat tak tepat.
THUMB FILM
Bagaimana di sekolah hari ini?
Tak ada apa-apa, tapi banyak PR.
- Kau banyak PR? - Ya.
Sudah aku perbaiki. Bacalah.
CINTA ITU TIDAK ADA
Ibu.
Ha-nee?
Ha-nee. Yeon-woo.
Kenapa kalian ke sini?
Kau belum makan, 'kan?
Astaga.
Putriku.
Putriku.
THUMB FILM
Sudah lama sekali tak makan daging.
Aku menahan diri agar Ibu bisa makan banyak.
Memang hanya putriku yang ingat ibu.
Kau hebat.
Memang.
Tak ada anak sebaik Ha-nee.
Ibu sangat beruntung. Ada dua orang
yang selalu memedulikan Ibu.
Tiap pagi aku berangkat kerja
- sambil mengantar anakku. - Ha-nee, semangat.
- Semangat! - Ibu juga.
- Semangat! - Semangat!
Saat malam kami berkumpul dan bercerita di meja makan.
Akhir pekan kami habiskan dengan membicarakan masa depan.
Itu kebahagiaan terbesar dalam hidupku.
Tapi kau tahu apa hingga bicara begitu?
CINTA ITU TIDAK ADA
CHEON-SU, KATAKAN KAU MENCINTAIKU
SELESAI
CINTA ITU TIDAK ADA
Kau bahkan tak bisa minum alkohol.
Ada masalah?
Jin.
Sepertinya
aku benar-benar
membuat kesalahan.
Apa maksudmu?
Aku sudah merevisi skenarionya,
menjadikan dia produser,
bahkan mengantarkan makan malam.
Aku melakukan semuanya.
Harusnya aku tak lakukan itu semua.
Harusnya aku tak bertemu Ae-jeong lagi sejak awal.
Jika tahu aku akan goyah lagi begini,
aku tak akan melakukannya.
Jin.
Kenapa kami menjadi begini?
Aku dan Noh Ae-jeong...
Kenapa kami menjadi begini?
Jin.
Kenapa kami menjadi begini?
Jin.
Menurutmu,
kenapa Dae-o dan aku menjadi begini?
Kau tahu, 'kan?
Beri tahu padaku.
Kenapa kau diam saja dari tadi?
Tak ada yang bisa kukatakan.
Demi siapa kau tak bicara begini?
Demi aku atau Dae-o?
Apa kau tak peduli padaku?
Halo. Aku Ryu Jin.
Ya, baiklah.
Apa? Teleponnya dimatikan?
Apa kata pria itu?
Dia minta bertemu
malam ini.
Di tempat yang aku mau.
Benarkah?
Ya. Kandidatnya ada dua.
Hari ini salah satunya akan aku eliminasi.
Halo. Permisi...
Halo. Di mana manajer Ryu Jin?
Coba ke Tim Manajemen.
Baik, terima kasih.
Tim Manajemen.
- Halo. Permisi. - Sebentar.
- Apa kau tahu... - Apa katamu?
Halo.
Di mana manajer Ryu Jin?
- Itu aku. Siapa kau? - Astaga, halo.
Kau sibuk, 'kan?
Jadi, aku sudah siapkan minuman untukmu.
Silakan minum ini dahulu.
- Ini dia. - Terima kasih.
Aku Noh Ae-jeong dari Thumb Film.
Aku punya skenario yang cocok dengan Ryu Jin.
Skenario kali ini sangat bagus.
Jadi, jika kau
- bisa melihatnya... - Tinggalkan di sini.
Terima kasih minumannya.
Skenario kami kali ini sangat menarik.
Karakternya sangat cocok dengan Ryu Jin.
- Penulisnya... - Baik.
Ya, tapi sekarang aku sibuk. Nanti saja.
- Kenapa... - Jika kau baca,
kau pasti akan berubah pikiran.
Ini sangat menarik.
Aku pergi dahulu. Terima kasih.
Satu lagi.
Tolong bilang ke Ryu Jin, Produser Noh Ae-jeong datang ke sini.
Harus.
Noh Ae-jeong.
Terima kasih.
Terima kasih. Bersemangatlah.
- Aku Noh Ae-jeong. - Noh Ae-jeong.
Itu namaku.
Terima kasih.
- Noh Ae-jeong. - Ya, Noh Ae-jeong.
- Noh Ae-jeong. - Noh Ae-jeong.
Aku Noh Ae-jeong.
Halo.
Halo.
Astaga.
Di mana Produser Noh?
Dia bilang hari ini ada acara di sekolah anaknya.
Begitu rupanya.
- Ini untukmu. - Terima kasih.
Duduk saja dahulu.
Silakan.
Baiklah.
Ini.
Astaga, aku belum memperkenalkan diri.
Halo, aku bekerja dengan Nona Noh.
Namaku Choi Hye-jin.
Waktu itu aku ke konser buku juga.
Begitu rupanya.
Aku penggemarmu.
Ya. Salam kenal.
Sepertinya aku sangat beruntung.
Aku baru masuk kantor, dan bisa bekerja denganmu.
Lalu bertemu juga dengan Produser Noh yang hebat.
Permisi. Sepertinya
kau sangat dekat dengan Produser Noh.
Sebenarnya aku baru beberapa bulan di sini.
Tapi kami melalui banyak kesulitan bersama.
Jadi, kami sangat dekat.
Kau juga pasti pernah bertemu keluarganya.
Contohnya, suaminya.
Tentu saja. Tapi bukan suaminya.
Karena dia tak punya.
Aku pernah bertemu Ha-nee dan ibunya.
Dia tidak punya suami?
Sepertinya aku pernah lihat.
Aku kurang tahu. Tapi tak mungkin begitu.
Dia membesarkan Ha-nee sendiri.
Dia wanita yang sangat hebat.
Dia ibu tunggal dan bekerja.
Tapi dia tak pernah mengeluh
dan bekerja keras sebagai produser dan seorang ibu.
Aku sangat menghormati Produser Noh.
Salut.
Tunggu.
Dia tidak punya suami?
Kau yakin?
Hye-jin.
Aku sudah ke Ssong Entertainment dan menyerahkan skenario.
Baiklah. Kita tunggu.
Baik. Dah.
Kasihan anakku.
Halo.
Halo.
Kenapa kalian di sini?
Apa ada masalah?
Begini, kenapa kau begitu tak tahu malu?
Apa? Apa maksudmu?
Jika dari awal tak bisa, jangan berlagak.
Kenapa sok kenal dengan Cheon Eok-man?
Aku tak bisa membela diri tentang ini.
Maafkan aku. Aku akan...
Jika begitu, harusnya kau cari pengganti.
Hanya kelas kita yang tak ada guru spesial.
Apa?
Benar. Dia mengkhianati kepercayaan kita.
Sejak nenek Ha-nee mengatakannya, aku sudah merasa aneh.
Maafkan aku. Sungguh.
Kau tak kasihan kepada mereka?
Maafkan aku. Aku sungguh tak bisa membela diri.
- Bagaimana ini? - Maafkan aku.
"Halo.
Halo."
Tidak. "Halo.
Aku putri Noh Ae-jeong, Noh Ha-nee..."
"Noh Ha-nee.
Alasan aku ingin bertemu..."
KOO PENAKUT
Ha-nee. Ibumu dalam masalah.
Kelas kita tak ada guru spesial. Para ibu dan murid marah.
Ibumu sedang dimarahi!
- Seharusnya kami tak percaya kau. - Aku tahu.
Maafkan aku.
Kenapa menjanjikan hal yang tak bisa kau tepati?
- Dasar tak tahu malu. - Maafkan aku.
- Maafkan aku. - Bagaimana anak kami?
- Cukup bicaranya. - Ayo tanggung jawab.
Kau bisa apa sekarang?
- Penuh, ya. - Baik.
- Isi penuh. - Baik.
KENAPA TAK MENJAWAB? TOLONG JAWAB BESOK
Siarannya akan mulai.
Dimulai.
Astaga. Ada wanita lucu bernama Noh Ae-jeong.
- Siapa? - Seorang produser datang
dan menyebut namanya berkali-kali.
- Katanya aku harus bilang... - Dia juga akan segera...
- ...bahwa dia datang. - ...menaklukkan Hollywood.
- Sambutlah, Ryu Jin! - Apa dia terkenal?
- Ini naskah hari ini. - Astaga.
- "Noh Ae-jeong"? - Lima situasi
paling menakutkan bagi pria.
Ulangi setelahku.
- Temanya sangat menarik. - Benar, 'kan?
Bagaimana pendapatmu tentang ini?
Setelah membacanya, menurutku nomor tiga...
- Pak, maaf. - ...yang paling menakutkan.
- Bisakah kau temui aku sekarang? - Yang ketiga, "Menghadapi
anak yang tidak pernah aku tahu."
Benar sekali. Jika tiba-tiba...
- Itu konyol. - ...ada anak yang muncul...
Sekali saja. Datanglah ke SMP Hanbak kelas 7-3.
Sekarang.
Aku tak pernah membayangkan itu.
Tentu saja.
Kalau begitu...
Kau sakit?
- Kwae-nam. - Ada apa?
Berapa umur murid kelas 7?
Kelas 7? Umurnya 14 tahun.
- Kenapa? - Undangan pernikahan dari mantan pacar.
Jin.
Jadi, 14 tahun. Dan 14 tahun lalu...
Benar, 'kan? Seperti itu, 'kan?
Kau cari apa? Mau ke toilet?
Jin! Ada apa denganmu? Jin!
Kau mau ke mana? Tunggu!
Tunggu sebentar.
Kau ada pemotretan! Mau ke mana?
Jin!
Harusnya pembicaranya dariku saja.
- Benar. - Ya.
- Ayo, bawa pulang anak kita. - Maaf.
- Ayo. - Aku akan mengurusnya.
Sebentar. Permisi sebentar.
- Kau... - Siapa dia?
Sebentar.
Apa yang kau lakukan? Kau gila? Hei!
Kau tak bisa begini.
Maafkan aku. Aku salah tanggal.
Aku lupa ada syuting.
Baiklah. Aku hubungi lagi nanti.
Dah.
Ada apa denganmu? Lepaskan.
Lepaskan aku.
Dae-o! Ada apa denganmu?
Hei, Dong-chan. Ulur waktu sebisamu.
Aku akan bawa pembicara lain...
Kau tahu di mana kelas 7-3?
Hei.
Lepaskan aku.
Kubilang lepaskan!
Sial! Lepaskan aku!
Hei!
Kau sudah gila? Ada apa denganmu?
Aku sangat kesusahan karenamu.
Sekarang situasi sudah sangat buruk. Kenapa tiba-tiba datang dan begini?
Kenapa kau mendadak datang dan berbuat seperti ini?
Itu yang ingin kutanyakan kepadamu.
- Apa? - Kau yang tiba-tiba datang.
Yang benar saja.
Jika kau mau bicara aneh, pergi saja.
Aku sangat sibuk.
Kau tiba-tiba datang,
dan menggoyahkan aku. Apa kau tak paham?
Kau...
Apa yang kau lakukan?
Siapa kau?
Suami, pacar, saudara, atau keluarga?
Jika bukan salah satunya, jangan ikut campur.
Di mana, ya? Aku yakin menyimpan skenarionya di suatu tempat.
BURUNG MERBAH TELINGA COKELAT
Kenapa ada lebih dari 50 folder dengan nama ini?
BURUNG KANGKOK ERASIA
Ini juga lebih dari 50 folder.
Ini semua Burung Merbah Telinga Cokelat.
Sepertinya ini.
Coba aku lihat.
Aku menemukannya.
Cinta Itu Tidak Ada
Bagus!
Aku menemukannya.
Ayo kita lihat.
Ya, benar.
Sub by Netflix & Synced by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Mana dari mereka yang harus kuakui?
Cinta pertamaku adalah wanita yang membantuku menjadi aktor.
Aku tidak akan ke Hollywood.
Katamu kau muak dan lelah terhadapnya,
tapi sebenarnya kau mencemaskannya, 'kan?
Bagaimana jika kita gagal memenuhi permintaannya?
Jadi, ada sesuatu di antara kau dan Pak Cheon?
Aku, Joo A-rin, akan menemui Cheon Eok-man.
Butuh 14 tahun bagiku untuk memberimu ini.
Segalanya tentangmu selama 14 tahun ini.
Kudengar dia bahkan bukan suamimu.
Dia ayahku.
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.