Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Benar.
Aku anak itu, Lee Sung Hoon..
Dari 20 tahun yang lalu.
Terima kasih telah membuat hidup-ku,
Berarti...
Direktur Oh Joon Gyu.
Kau...
Kau...
Bagaimana bisa?
Ambilkan kunci cadangan!
Baik!
Ayah!
Ayah, kau baik-baik saja?
Jae Joon!
Ayah!
Cepat siapkan ruang operasi. Cepat!
Ya.
Apa yang kau lakukan?
Apa yang telah kau lakukan?
Ayah...
Ayah...
Cepat bawa dia.
Aku tidak akan pernah memaafkan-mu.
Tidak akan pernah.
Aku hampir selesai. Kau bisa pergi sekarang.
Semuanya akan baik-baik saja.
Aku merasa terganggu ada kau menonton seperti itu.
Baiklah.
[ Episode 19 ]
Bagaimana Direktur??
Dia akan baik-baik saja.
Maaf telah berkata begitu padamu tadi.
Apa ini yang kau rencanakan selama ini?
Katakan padaku!
Dari awal, Kau memang ingin ayahku mati kan?
Aku tidak tahu dia akan pingsan.
Pembohong.
Lalu, kenapa kau mengunci pintu-nya?
Aku tidak ingin ada gangguan.
Untuk apa?
Untuk membunuh ayahku?
Soo Hyun.
Lalu, apa?
Sudah ku katakan!
Aku hanya ingin dia minta maaf.
Omong kosong.
Jika aku tidak menerobos masuk tadi, ayahku pasti sudah mati.
Dan kau lah yang jadi pembunuhnya.
Kau anggap...
Dirimu dokter dengan jiwa sekotor itu?
Ada orang yang sekarat di depan-mu. Kenapa kau malah diam saja?
Kau bukan-lah dokter. Kau pembunuh.
Kau benar.
Aku bukan dokter.
Aku hanya seorang pembunuh, Yang dibutakan oleh dendam.
Tapi, bisa-kah kau memahami perasaanku?
Memahami-mu?
Yang kau rasakan sekarang,
Sama dengan yang kurasakan 20 tahun lalu, Saat ku kehilangan
Kedua orang tua ku.
Jadi, bisa kau pahami..
Kenapa aku melakukan ini..
Dan kenapa aku harus berdarah dingin begini?
Kau melakukan kesalahan padaku,
Dan sekarang kau meminta simpati-ku?
Aku tidak bisa melakukan itu.
Tinggalkan RS ini sekarang.
Sekarang.
Baiklah.
Terima kasih.
Aku tidak tahu apa yang terjadi,
Tapi, jika dia tidak segera di beri pertolongan pertama tadi,
Dia akan sangat fatal.
Pak.
Ada rumor lucu yang menyebar.
Ini tidak benar, kan?
Rumor lucu apanya?
Mereka bilang kau itu anak...
Dari pasien yang meninggal dalam kecelakaan medis
Jadi kau mau balas dendam pada Direktur?
- Itu tidak mungkin. - Itu benar.
Hah?
Ini bukan rumor. Itu kebenaran.
Pak..
Aku akan segera pergi.
Aku tidak pernah suka tempat ini.
Aku harap kau selalu terus belajar...
Agar kau bisa jadi dokter yang sangat hebat.
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku cuma mau menyerahkan surat pengunduran diri-ku.
Pergilah sekarang.
Aku tidak pernah ingin melihatmu lagi..
Tidak pernah.
Jangan pernah dekati RS kami lagi.
Dia akan segera bangun.
Terima kasih.
Kenapa kau melakukan itu?
Aku sudah tidak sabar melakukannya,
Selama 20 tahun ini.
Jadi..
Kau sudah merasa lebih baik?
Balas dendam-ku gagal.
Ku pikir kau bukannya gagal.
Kau menyerah, karena kau mencintai dulpari.
Itu tidak benar.
Tidak usah bohong.
Aku tahu kau yang melakukan CPR untuk menyelamatkan Direktur?
Katakan padanya yang sebenarnya dan minta maaf-lah,
Atau dia akan terus salah paham padamu dan benci padamu selamanya.
Lebih baik begini.
Jadi, dia bisa cepat melupakan semua tentangku.
Aku ke sini, mau mengucapkan selamat tinggal sebelum aku pergi.
Kau mau pergi?
Aku...
Tidak ingin jadi dokter lagi.
- Kenapa? - Aku tidak memenuhi syarat-nya.
Aku jadi dokter hanya untuk balas dendam.
Aku juga tidak pernah punya rasa kewajiban..
Untuk mengobati pasien.
Kupikir kau hanyalah orang asing saat pertama kali kita bertemu,
Tapi semakin aku memikirkannya...
Aku menyadari..
Aku-lah orang asing yang sebenarnya.
Kau mengajari-ku pelajaran yang berharga.
Setiap dokter yang tidak menghormati..
Nyawa pasien adalah orang asing.
Jika memang begitu caramu berpikir,
Kau sebaiknya tetap di sini.
Lalu suatu hari nanti, dulpari akan mengerti dirimu.
Aku bahkan tidak bisa memaafkan diri-ku sendiri.
Aku tidak akan kembali ke RS ini lagi.
Bisa aku meminta bantuanmu?
Apa?
Soo Hyun...
Dia sungguh menyukai-mu.
Maaf...
Tapi aku sudah menemukan Jae Hee.
Aku tidak bisa menceritakannya, tapi aku sudah menemukan dia...
Jadi, aku tidak peduli pada wanita lain.
Hanya dia yang ada di pikiranku.
Jadi, aku menolak permintaanmu.
Jadi, aku bisa minta sesuatu yang lain?
Bisa kau...
Menjadi temannya dan menjaga-nya?
Hmm..
Menjadi teman?
Aku mohon padamu.
Ayah!
Kau baik-baik saja?
Ada apa? Kau mencari seseorang?
Dr Han.
Dimana Han Jae Joon?
Dia tidak lagi di sini.
Bawa dia ke sini.
Aku mau memberitahunya sesuatu.
Lupakan saja!
Kau tergeletak pingsan, Tapi dia malah menonton saja!
Itu tidak benar.
Dia menyelamatkan hidup-ku.
Ini semua demi Soo Hyun.
Bawa dia ke sini.
Itu tidak mungkin.
Cepat.
Dia tidak bilang apapun tentang itu padaku.
Itu tidak benar...
Dimana Jae Joon?
Kau bohong kan!
Cepat.
Nomor yang anda tuju...
[Oh Soo Hyun]
[Dokter bedah jantung, Han Jae Joon]
[Dokter bedah jantung, Han Jae Joon]
Jae Joon!
Maaf.
Maafkan aku.
Direktur sedang dalam perawatan intensif untuk pemulihan.
Han Jae Joon pasti memberi pukulan yang dahsyat padanya.
Mereka akan segera memilih seseorang,
Untuk jadi acting direktur baru.
Harus begitu.
Hari Operasi VIP kita semakin mendekat.
Mereka butuh pemimpin nanti.
Jasadnya tidak ketemu?
Aku kan sudah menembaknya.
Kau harus menemukannya.
Ya, Pak.
Cha Jin Soo kemungkinan masih hidup.
Tetap-lah waspada.
Ya, Pak.
[Rumah Sakit Myung Woo]
Aku mengambil posisi ini dengan berat hati,
Karena Direktur yang sedang sakit.
Aku akan melakukan yang terbaik mengganti perannya ini,
Agar semua urusan berjalan lancar,
Sampai dia sembuh nanti.
Katakan padaku, berapa banyak orang yang kau butuhkan di cabang...
Dan pasang pengumuman.
Baiklah.
Dr Oh... Tunggu.
Ya, Nyonya Direktur.
Kau bisa bersikap seperti biasa saja.
Maka, aku akan jadi manajer Dept bedah jantung yang baru?
Ya.
Aku sungguh menyesal mendengar tentang Dr Han.
Pergilah.
Ya.
[Moon Hyung Wook, Manager Bedah Jantung]
Padahal aku sudah pernah dapat posisi ini,
Tapi rasanya masih luar biasa.
Selamat, Profesor.
Maksudku, Manajer Moon.
Cukup berlebihannya.
Diam! Ini momen yang berharga.
Aku juga perlu senang senang begini!
Ayo kita beri tepuk tangan!
Terima kasih, semuanya!
Setelah kita selesai mengoperasi Perdana Menteri nanti,
Departemen bedah jantung..
Pasti akan langsung jadi sorotan dan dapat dana yang besar.
Hei, apa yang kau lakukan?
Hah?
Maaf, aku ada shift malam kemarin.
Jadi...
Sebagai manajer kalian semua...
Ku rasa semua beban ini tertumpu padaku.
Kalian semua harus bekerja sama denganku,
Dan melakukan yang terbaik,
Jadi, kita bisa membanggakan Myung Woo!
[Dulpari] Jadi, kita bisa membanggakan Myung Woo!
Kalian mengerti maksud-ku, kan?
Hei, kau mau kemana?
Hal aneh apa yang Jae Hee bertahu padamu?
Itu tentang transplantasi ginjal-nya.
Kau yang mengambil ginjal ayah-nya?
Jika memang begitu,
Dia pasti sungguh mencintaimu.
Jika dia sudah tahu hal itu,
Kenapa dia masih mencarimu?
Apa maksudmu?
Dia sudah tahu selama ini?
Dia bilang, awalnya dia merasa tidak percaya diri,
Untuk bertemu denganmu.
Di tambah juga, Dia kira kau menyukaiku.
Maaf telah membuatmu kecewa,
Tapi, aku memang tidak ada perasaan padamu.
Terima kasih telah memberitahuku itu,
Tapi menurutku...
Jae Hee ingin mengirim dirimu ke sisi-ku.
Kenapa kau bohong padaku?
Bohong?
Kau sudah tahu sejak lama,
Kalau aku-lah yang mentransplantasi ginjal ayahmu padamu.
Tidak peduli kapan aku tahu itu...
Kau bilang kau baru tahu..
Dan tidak bisa memaafkanku karena telah menyembunyikannya.
Kau juga meminta dulpari menjaga-ku.
Kau sengaja melakukan ini semua.
Kau pura pura marah agar aku bisa menyingkir darimu,
Benar.
Aku begitu karena Aku tidak menginginkan mu lagi.
Kenapa?
Kan sudah ku bilang padamu.
Cinta-mu... itu munafik.
Yang kau sebut cinta itu..
Sebenarnya hanya rasa bersalah dan tanggung jawabmu atas kematian ayahku.
- Jae Hee... - Sudah kubilang jangan sebut namaku.
Apa kau tahu...
Bagaimana rasanya..
Teringat pada kematian ayahmu Sepanjang waktu?
Aku sudah berusaha keras melupakannya.
Tapi. bagaimana aku bisa lupa, kalau ada dia dalam tubuhku ini?
Setiap napas yang ku hirup..
Penuh penderitaan dan rasa bersalah.
Tapi...
Lebih menyakitkan lagi saat aku memikirkan semua ini adalah salahmu.
Kau masih tidak mengerti?
Aku akan mengatakan ini dengan jelas untuk terakhir kalinya..
Aku..
Tidak pernah tulus mencintaimu dari hati-ku.
Pergilah jika kau sudah mengerti.
Lalu, apa ini?
Aku akan selalu mengingat setiap moment..
Yang aku lalui bersamamu selama sebulan terakhir ini.
Terutama saat...
Kau memeluk-ku erat di kantor.
Aku merasa sangat senang saat itu.
Aku yakin kau sudah tahu identitas-ku yang sebenarnya
Tanpa aku memberitahumu,
Dan aku menyangkalnya.
Dengarkan!
Hoon.
Alasan-ku ingin melakukan ini sendirian...
Adalah karena ibumu.
Jika kau..
Melakukan operasi itu dan ada sesuatu yang tidak beres,
Tidak ada orang yang akan merawat Ibu-mu.
Tatap mataku dan jawab.
Apa kau tidak mencintai-ku?
Kau bersungguh sungguh?
Ya.
Katakan sekali lagi.
Kau bersungguh sungguh?
Jawab aku.
Kau bersungguh sungguh?
Ya, aku menyukaimu!
Aku mencintaimu!
Aku tidak pernah membencimu...
Tapi, ini waktu yang sulit bagi-ku!
Aku selalu memikirkanmu setiap hari.
Aku selalu bermimpi, Kita bisa hidup bersama bahagia selamanya.
Lalu, kenapa?
Aku pikir aku harus melakukannya.
Lalu, menghalangmu menjadi dokter yang sesungguhnya.
Aku pikir...
Kau akan lebih baik tanpa aku..
Dan lebih aman.
Maaf~
Aku tidak pernah tahu, aku akan menempatkan-mu dalam bahaya.
Memangnya apa salahmu?
Karena aku memilih pilihan yang salah.
Pilihan yang salah apanya?
Aku sangat menyesali semua ini.
Kau ingin bertemu Park Hoon kan?
Dulu..
Aku tak pernah menduga tindakkan-ku ini membahayakanmu.
Aku bahkan tidak bisa berpikir dengan benar.
Yang kupikirkan, aku sangat merindukanmu.
Maafkan aku, Hoon.
Aku tidak pernah tahu...
Aku akan membuatmu dalam bahaya begini.
Aku begini...
Karena aku hanya ingin..
Bertemu denganmu...
Sekali saja.
Jang Seok Joo berjanji padamu dan ibumu?
Aku takut kau khawatir, jadi aku tidak memberitahumu.
Maaf.
Tidak apa.
Aku yang bodoh, membiarkan-mu pergi begitu saja.
Aku mau menemui sekretarisnya besok.
Sekretaris Jan Seok Joo?
Aku pikir kita bisa bekerja sama..
Mengatur strategi Jika aku bisa meyakinkan dia.
Kau yakin bisa melakukannya?
Aku harus mencoba.
Kita harus coba semua cara.
Baiklah.
Apa? Mengkhianati Perdana Menteri?
Jang Seok Joo bukanlah orang yang tepat,
Untuk memimpin Negara kita ini.
Aku yakin kau tahu, orang lain lebih baik melakukannya..
Jika kau mau membantu kami,
Kita bisa menghentikannya.
Memang aku selalu menolongmu,
Tapi aku hanya-lah seorang 'prajurit.'
Prajurit sangat menghargai sesuatu,
Yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Kau bisa menebaknya?
Itu adalah kesetiaan.
Begitu juga..
Dengan semua agen yang melayan PM.
Orang seperti apa, Jang Seok Joo yang kau tahu itu?
Jika dia memang begitu,
Dia tidak akan mempertahankanku selama 20 tahun ini.
Kesetiaan, kan?
Jika hal sangat penting,
Lalu, kenapa kau menyelamatkan-ku dan menjaga Ibuku?
Dia juga menyuruhmu melakukan itu?
Aku anggap tindakan itu sebagai pembayaran utang.
Aku akan lupakan yang kau katakan ini,
Jangan rencanakan sesuatu yang konyol lagi.
Berkonsentrasilah pada persiapanmu untuk operasi nanti.
Halo, ini Jang Seok Joo.
Ini dari Presiden kita, PM.
Ya, Presiden?
Bagaimana perasaan-mu hari ini?
Tidak terlalu buruk.
Rencananya, aku mau mengunjungimu besok.
Besok?
Ya.
Kau kan ada di Rumah sakit.
Jadi, aku harus mengunjungimu.
Baiklah.
Kita tidak usah lama menunggu lagi.
[Survey peringkat keberhasilan pencalonan untuk pemilihan presiden berikutnya]
[PM Jang Seok Joo: 31%]
Sepertinya kau tetap bisa dapatkan apa yang kau mau,
Jika pemilu-nya diadakan sekarang.
Hasil pemilu itu..
Seperti fenomena alam.
Kepantasan dan kelayakan akan mengalahkan..
Orang yang tidak punya hal itu.
Banyak orang-orang bodoh yang menerima..
Hasil survey begini,
Padahal belum tentu di pemilihan nanti, dia bisa terpilih.
Kita tidak butuh angka-angka ini..
Agar kita bisa memastikan menang.
Kita butuh banyak uang...
Agar bisa menutup mulut mereka.
Atau...
Kita perlu acara yang menggemparkan
Agar bisa dapatkan perhatian dari mereka.
Seperti pertemuan tingkat tinggi antara Korea Utara dan Korea Selatan?
Betul.
Kenapa kau di sini?
Aku yakin kau ke sini..
Bukan memuji kehebatan politik-ku.
Kembalikan Ibu-nya Park Hoon.
Kenapa aku menuruti-mu?
Jika tidak..
Kita tidak bisa mengoperasi...
Presiden seperti yang kau inginkan.
Memangnya apa hubungannya?
Kau perlu wortel dan cambuk,
Untuk membuat kuda berlari.
Hidupnya telah dipertaruhkan selama ini.
Dia tidak akan mendengarkan ancamanmu lagi.
Jadi, sekarang cambuk tidak berguna lagi,
Berarti beri dia wortel?
Biarkan saja dia bersama Ibunya.
Lagian..
Dengan begitu, kau bisa mengawasi nya terus..
Selama yang kau inginkan.
Tapi, aku tidak nyaman melakukan itu.
Ingatlah.
Kau...
Tidak punya siapapun lagi..
Selain Park Hoon.
Presiden akan datang?
Benar.
Dia mau mengunjungi PM besok.
Dia mungkin ingin melihat...
Tim kita mengoperasi PM. Kau harus lebih bersiap siap.
Ini akan jadi suatu kehormatan bagi keluarga-ku,
Untuk berjabat tangan dengan presiden.
Sebenarnya..
Saat aku bertemu nanti..
Aku mau memintanya berfoto bersamaku!
Bagus kan!
[Dr. Han Seung Hee]
Hei, ini aku.
Pulanglah.
Ada apa?
Ibumu..
Ada di sini.
Ibu...
Ibu, makanan ini terlihat lebih enak dari yang sebelumnya, kan?
Terima kasih.
Ibu, ini Jae Hee.
Dia pacar-ku.
Pacar?
Dia cantik kan?
Kau cantik.
Ibu juga cantik.
Tentu saja dia cantik. Dia kan Ibuku.
Sampai nanti.
Kau mau menemui presiden?
Ide brilian kan?
Jika kita memberitahu rencana-nya Jang Seok Joo,
Dia pasti bisa menjamin keselamatan kita.
Para anak buah jang Seok Joo akan berjaga nanti.
Dan juga akan banyak pengawal Presiden nanti.
Kau yakin bisa bicara dengannya?
Aku akan coba melepaskan diri dari pengawasan mereka.
Tapi, bisa kau yakinkan dulpari?
Maksudmu Dr Oh?
Kita akan butuh bantuannya Agar bisa bertemu dengan Presiden.
Bagaimana perasaan-mu sekarang?
Yah, aku mulai bosan di sini..
Karena aku merasa baik-baik saja.
Tapi, kenapa kau ke sini?
Kau kan bisa menelpon-ku saja.
Aku ingin menemui seseorang.
Siapa?
Dr Park Hoon.
Dr Park Hoon?
Benar.
Dia yang akan mengoperasi jantung-ku.
Aku ingin bertemu dengannya secara pribadi.
Tapi, dia belum tahu kalau kau yang sebenarnya akan di operasi.
Bagaimana jika beritanya menyebar?
Kita kan sudah berusaha keras merahasiakan hal itu.
Aku sangat kuatir akan menyebar.
Begitu ya?
Sekarang, aku mau..
Berkeliling dulu di RS ini.
Tentu saja.
Aku akan memanggil mereka.
Ada anggota lain yang mengawasi Park Hoon dan Han Seung Hee kan?
Ya, Pak.
Sebenarnya..
Akan bahaya kalau dia bicara pada presiden.
Kau sendiri pergilah ke sana.
Ya, Pak.
Senang bertemu denganmu, Dr Oh.
Terima kasih Pak, baru belakangan ini aku menerima posisi ini.
Ini kamar pasien-nya.
Apa?
Kau kehilangan Park Hoon?
Maafkan aku, Pak.
Dimana presiden?
Hoon..
Harus berbicara dengan presiden.
Memangnya bisa membuat mereka bicara secara diam diam?
Tolong-lah, aku mohon padamu.
Ini sangat penting.
Tentang apa semua ini?
Aku yakin ini tidak akan membahayakan RS kok.
Aku akan sangat menghargai-nya jika kau bisa melakukannya.
Apa ini kantor-nya?
Benar.
Silakan masuk ke dalam.
Tutup!
Aku Park Hoon, Presiden.
Kau dokter yang akan mengoperasi Perdana Menteri kan?
Aku mau memberitahumu sesuatu.
Aku?
Aku ingin cuma kau yang dengarkan ini, Presiden.
Itu tidak mungkin.
Lagian, tentang apa ini?
Tenang-lah saja. katakanlah sekarang.
Baiklah.
Operasi utama itu...
Ah, kau di sini rupanya!
PM Jang.
Oh, kalian sudah bertemu!
Ini kepala dokter bedah-nya, Dr Park Hoon.
Dia masih tetap ke RS,
Walau pun Ibunya sakit.
Oh, begitu.
Oh ya...
Tolong lakukan yang terbaik pada Perdana Menteri nanti.
Apa apaan ini?!
Maaf.
Kau tahu kan kalau semua yang kita kerjakan,
Selama 10 tahun ini akan berakhir sia sia?
Maafkan aku.
Maaf tak akan menyelesaikan apa pun!
Kau...
Sengaja melakukannya.
Kau sengaja biarkan dia lolos!
- PM... - Lalu,
Bagaimana dia bisa lolos, hah?
Aku selalu curiga ada sesuatu...
Antara kau dan dia.
Aku menyuruhmu membunuhnya, tapi kau malah biarkan dia kabur.
Selain itu,
Aku menyuruhmu membunuhnya, tapi kau malah merawatnya selama 20 tahun ini!
Tapi, semua itu kan tidak perlu...
Diam!
Kau juga bilang sesuatu...
Selama penyelidikan.
Aku ini punya teman jaksa! Jadi aku tahu.
Perdana Menteri!
Aku sudah melayanimu lebih dari 20 tahun.
Tapi, kau ragu pada kesetiaan-ku?
Kesetiaan apanya?
Jujurlah.
Jujur! Kau jujurlah saja!
Kau begini karena kau cuma mau jadi...
Pengawal Presiden..
Kalau aku jadi presiden nanti kan!
PM!
Lakukan saja yang ku suruh!
Aku akan terus memaafkanmu untuk semuanya ini,
Sampai hari itu tiba!
Tapi setelah hari itu,
Kau harus lakukan pekerjaanmu dengan benar!
Mengerti?
Halo, Presiden.
Aku ingin pindahkan operasinya ke RS Universitas Min Gook.
Tapi, operasi-nya minggu depan.
Kenapa kau berubah pikiran?
Direktur di Myung Woo kan sedang sakit.
Anaknya juga sedang di penjara.
Tapi kau bilang, kita akan melakukannya disana.
Aku mulai...
Meragukan Myung Woo.
Menurutmu kita perlu membunuh mereka?
Ini cuma pengorbanan kecil untuk hasil yang besar.
Aku ingin menyatakan...
kalau Merdana Menteri tidak ada hubungannya dengan masalah ini.
Kau juga bilang sesuatu...
Selama penyelidikan.
Aku ini punya teman jaksa! Jadi aku tahu.
Halo, aku pulang dari sekolah.
Jang Seok Joo melihat-mu?
Apa yang kau beritahu pada presiden?
Tidak ada.
Lalu, kenapa kau malah santai begini?
Presiden ingin pindah ke RS Universitas Min Gook
Untuk operasi nya sekarang!
Itu tidak akan terjadi.
Apa?
Operasinya tidak akan bisa dilakukan di tempat lain.
Hanya aku yang bisa melakukannya.
Apa maksudmu?
Aku akan jelaskan nanti,
Tapi, aku ingin kau melakukan sesuatu untukku.
Aku? Apa itu?
Begini...
Apa yang kau katakan padanya?
Memangnya kenapa?
Apa yang kau katakan padanya...
Sampai dia pindah ke RS lain?
Dia tidak akan pergi ke RS lain.
Dia cuma punya 1 minggu lagi.
Maafkan aku,
Tapi kau tinggal punya 1 minggu lagi.
Ini terlalu berisiko,
Tapi, kau harus pertimbangkan transplantasi ini.
Dia butuh transplantasi agar bisa tetap hidup.
Tapi ada alasan dia tidak bisa ditransplantasi-kan oragan.
Dia punya penyakit kronis,
Yang membuat dia harus terus minum imunosupresan.
Sudah kubilang aku akan mati jika aku minum imunosupresan terus.
Apa ada cara lain?
Melalui operasi Batista.
[Batista operasi: pengangkatan bagian dari ruang kiri] Melalui operasi Batista.
[Batista operasi: pengangkatan bagian dari ruang kiri] Tapi, tingkat keberhasilan terlalu rendah.
Tapi, tingkat keberhasilan terlalu rendah.
Tidak ada cara lain?
Cuma ada 1.
Ada operasi yang berpotensi berhasil,
Yang sangat cocok untuk kondisimu,
Tapi cara itu sudah lama tidak di pakai.
Apa itu?
Operasi SAVER.
[SAVER: rekonstruksi ruang kiri jantung] Operasi SAVER.
[SAVER: rekonstruksi ruang kiri jantung]
Aku telah memeriksa semua catatan medis dokter, [SAVER: rekonstruksi ruang kiri jantung]
Aku telah memeriksa semua catatan medis dokter,
Dan semua penelitian selama 10 tahun ini.
Aku belum melihat 1 kasus pun berhasil..
Atau melihat operasi itu di lakukan kembali.
Itu tidak benar.
Ada satu orang..
Yang pernah berhasil melakukannya.
Dia butuh prosedur SAVER.
Tidak ada yang lain?
Dia pasti akan segera menghubungi kita.
Tidak usah sombong.
Halo?
Ini aku, PM Jang.
Ya, Pak. Silakan bicara.
Kupikir kita akan tetap memilih di Myung Woo.
Jae Hee!
Bagaimana hasilnya?
Presiden akan datang ke sini.
Sedikit lagi, kita akan berhasil.
Semuanya akan baik-baik saja.
Aku yakin.
Ku pikir kita tidak perlu menyembunyikannya lagi. Kau setuju kan?
Ya, Pak.
Sebenarnya bukan PM Jang yang butuh di operasi.
Tapi aku.
Kau ingat..
Operasi yang kau tunjukkan dulu?
SAVER.
Ya.
Apa pasien yang melalui operasi SAVER,
Sehat setelah operasi?
Tentu saja.
Apa mungkin, aku bisa dapatkan..
Prosedur SAVER?
Seperti yang kau lihat, ruang kiri jantungmu memperbesar.
Ini disebut hipertrofi ventrikel kiri.
Aku sudah sering dengar itu,
Dari dokter keluarga-ku.
Aku tidak tertarik pada hal itu.
Berapa tingkat keberhasilannya?
Aku tidak bisa mengatakan 100%.
Aku benci saat dokter bilang begitu.
Mereka selalu bilang,
"Kami akan mencoba yang terbaik. Kita harus tetap mengawasinya."
Mereka tidak pernah yakin pada apa pun.
Hanya Tuhan yang bisa memberi tingkat keberhasilan 100%.
Apa aku akan dapat perlakuan khusus sebagai presiden?
Setelah kau masuk ruang operasi,
Kau hanya-lah seorang pasien.
Tidak lebih, tidak kurang.
Kau memang dokter sejati.
Bisa aku dengar apa yang mau kau katakan waktu itu?
Ada 3 pengawal dan agen kita
Bersama-nya di RS.
Dan juga ada tim yang menunggu di luar.
Bagaimana dengannya?
Kondisi-nya lebih buruk dari yang kita kira.
Aku ingin majukan harinya besok..
Ya.
Baik, Presiden.
Tolong tangani aku dengan baik.
Presiden!
Bisa kau bantu aku?
Cepat!
Dr Park..
Kumohon...
Cepat pindahkan dia.
Dengarkan, semua agen! Dengarkan, semua agen!
Kepala Jung!
Kau...
Tahu pasal 71, kan?
Mulai sekarang, sampai Presiden bangun nanti,
Aku, Perdana Menteri Jang,
Akan mengambil perannya sebagai presiden...
Sesuai..
Dengan Pasal 71.
Hubungi para sekretaris dan menteri sekarang...
Suruh ke Blue House segera.
Lalu, bagaimana dengan kondisi presiden?
Ini harus tetap di rahasiakan.
Ya, Pak.
Dr Park, apa yang terjadi?
Aku butuh bantuan kalian dengan cepat, Perawat Min.
Memangnya ada apa mendadak begini?
Tutup mulutmu, Fokus lah saja!
Baiklah.
Cuci tanganmu dengan cepat!
Semuanya sudah siap.
Mari kita mulai...
Prosedur SAVER.
Messer
Presiden sedang ada di rumah sakit?
Dia sedang menjalani operasi yang darurat.
Jadi, RS mana dia?
Dia ada di RS Universitas Myung Woo.
Bagaimana jika ada sesuatu yang tidak beres?
Apa maksudmu itu?
Kan seandainya saja...
Bagaimana jika ada sesuatu yang tidak beres,
Selama operasi?
Apa itu yang kau inginkan?
Tenang, tenanglah semuanya!
Hukum kan sudah memberitahu kita...
Apa yang harus kita lakukan.
Jika presiden yang tidak mampu memimpin negara,
[Keterangan: dikarenakan mengundurkan diri, sakit, atau di penjara] Jika presiden yang tidak mampu memimpin negara,
[Keterangan: dikarenakan mengundurkan diri, sakit, atau di penjara]
Maka PM akan mengambil perannya. [Keterangan: dikarenakan mengundurkan diri, sakit, atau di penjara]
Maka PM akan mengambil perannya.
[Pesan Baru]
Operasinya sukses, seperti yang kau inginkan.
Jika BIS-nya di antara 40 dan 60, dia akan tetap dalam keadaan koma.
[BIS: index bispektrum, digunakan untuk memantau kedalaman anestesi] Jika BIS-nya di antara 40 dan 60, dia akan tetap dalam keadaan koma.
Jika BIS-nya di antara 40 dan 60, dia akan tetap dalam keadaan koma.
Kalau angkanya diatas 80, dia akan bangun.
Jika dilihat dari angkanya sekarang,
Semuanya berjalan sesuai rencana.
Jika suatu saat angkanya mencapai 80,
Lalu tiba tiba jatuh ke 40,
Maka perlu di anastesi kembali.
Kau tahu...
Siapa raja favorit-ku...
Dari dinasti Joseon?
Raja Sejo.
[Nama raja] Tae-Jung-Tae-Sci-Moon-Dan-Sci.
Ada nama Raja Sejo disana.
Kau tahu tentang dia?
Dia membunuh keponakannya...
Untuk dapatkan takhta.
Pria itu tahu apa yang dibutuhkannya.
Jadi apa yang ada dipikirannya?
Dia tahu perbedaan antara pantas dan layak.
Itu..
Bukan tentang seberapa kuatnya dirimu.
Tapi, kau harus tahu
Cara menginjak orang yang layak,
Agar bisa jadi orang yeng terkuat. Kau dengar?
Keponakan? Itu bukan sesuatu yang berharga.
Kau harus menghancurkan yang lemah,
Ketika kau ada kesempatan,
Dan saat kau semakin kuat.
Itu-lah hukum alam dan rencana hidup!
Tapi, dia jelas tidak tahu itu.
Ketidaktahuannya itu membuat dia jadi begini sekarang.
Hei bajingan.
Kau harusnya sudah memecatku,
Saat kau tahu tentang kasus suap-ku,
Selama pemilihan itu.
Kau pikir aku akan menurut...
Dan melakukan apa yang disuruh padaku,
Jika dipertahankan olehmu?
Tidak mungkin.
Kita akan..
Segera mengadakan pemilu.
Kau harus tetap istirahat sampat saat itu tiba.
Aku akan mensukseskan pertemuan tingkat tinggi,
Dengan Korea Utara dan membuat warga bodoh kita terkesan.
Lalu...
Aku akan membuatmu tidur selama lamanya.
Kau mengerti?
[Episode terakhir besok]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.