Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Benda itu sangat menakutkan.
Hanya memikirkannya saja...
sudah membuatku merinding.
Awalnya tidak takut.
Lalu rasa takut itu semakin kuat...
dan kuat.
Dan benda itu selalu menatapku.
Apakah "benda" yang kau maksud itu?
Benda itu adalah boneka milik Lady Nid.
Sebuah boneka monyet.
Benar!
Suaranya itu...
masih terngiang di kepalaku.
Setiap kali memikirkannya,
aku jadi merasa takut.
Kau harus rileks dan tetap tenang.
Yang kau lihat itu mungkin perwujudan rasa takutmu sendiri.
Dia ada di mana-mana.
Dia bisa di mana saja.
Dia mengikutiku,
dan selalu mengawasiku.
Nyonya.
Aku tak bisa bekerja di sini lagi.
Aku dihantui.
Aku melihat monyet.
Dia ada di mana-mana.
Dan dia mengikutiku.
Aku ingin berhenti.
Jika kau mau berhenti...
aku tak bisa menahanmu.
Jika begitu...
Aku mohon pamit.
Chai!
Ya, Nyonya.
Tolong beri tahu Wan
untuk cari pembantu baru.
Baik, Nyonya.
Ibu?
Kisah yang diceritakan Nn. Phon.
Apa itu benar?
Hantu itu tidak ada.
Monyet ini akan menemanimu.
Tapi...
Tapi apa?
Pembantu itu mengatakan padaku...
Berhenti bicara omong kosong, Nid.
Ibu bilang hantu tak ada.
Ibu akan cari pembantu baru untukmu.
Kini tidurlah.
Tutup matamu.
Kemudian...
ada seorang wanita lain.
Seorang wanita?
Kau pernah bertemu dengannya?
Tidak.
Aku tak pernah kenal...
atau melihatnya.
Dia sangat menakutkan.
Aku tak bisa menggambarkannya.
Saat kuberi tahu orang lain,
mereka pikir itu omong kosong...
dan aku berhalusinasi.
Mereka pikir aku berkhayal.
Apa itu sindrom FTD?
Demensia frontotemporal adalah kelainan otak turunan.
Sindrom ini langka sekali terjadi pada anak kecil.
Apa ada orang lain di keluargamu yang menderita demensia?
Jelas bukan di keluargaku.
Di kemudian hari, dia bisa lupa, bingung, dan berhalusinasi.
Terkadang dia mungkin melihat teman khayalan
atau sesuatu yang membuatnya takut.
Kalian berdua harus bersabar dan memahami kondisinya.
Beberapa orang lolos dari penderitaan...
dengan menghentikan waktu di dunia mereka sendiri.
Tak peduli betapapun dunia luar berubah...
mereka...
masih hidup pada waktu...
di mana mereka merasa...
bahagia.
Tapi pada akhirnya...
walaupun dunia telah berhenti...
rasa sakit...
masih mengikuti kita.
BAB 1
Apa kau Joy?
Benar.
Maaf!
Kurasa aku tak perlu bicara banyak tentang cara bersikap di rumah ini.
Sebelum kau datang ke sini,
aku yakin kau sudah membaca tugas seorang pembantu dengan saksama...
yang dibutuhkan di rumah ini.
Selain itu, hafalkan saja aturan rumah ini,
dan lakukan tugasmu sebaik mungkin.
Yang terpenting,
jangan ikut campur urusan orang lain.
Aku yakin kau tahu maksudku.
Ya.
Jangan khawatir, Ny. Wan.
Aku tahu cara bersikap.
Aku merasa lega...
kau orang yang cepat belajar.
Selain tugas rumah, kau harus mengurus Lady Nid.
Dia sakit
jadi tak bisa keluar,
dan dia tak pernah keluar.
Perkenalkan dirimu kepada Lady Nid.
Halo, Lady Nid.
Namaku Joy.
Apa yang kau gambar itu?
Jangan hiraukan itu.
Lady Nid menderita penyakit kejiwaan.
Dia selalu berpikir melihat sesuatu.
Baik.
Kau akan tinggal di pondok ujung jalan.
Aku akan minta Chai mengantarmu.
Besok sampai jangan terlambat.
Nyonya tak suka keterlambatan.
Baik.
Jangan lupa aturannya:
jangan ikut campur urusan orang.
Baiklah.
Inilah tempat tinggalmu.
- Aku di sini sendirian? - Ya.
Mungkin ada yang rusak di sana-sini.
Jika kau lihat ada yang rusak, laporkan padaku.
Akan kuperbaiki.
Kau bisa di sini sendirian?
Apa?
Ya, aku bisa.
Chai.
Mengapa...
pembantu di rumah ini sering berganti-ganti?
Itu seragammu.
Jangan lupa untuk sudah siap besok pagi.
Aku pergi dulu.
Aku dapat pekerjaan.
Pekerjaan apa?
Pembantu di rumah orang asing?
Kau akan jadi pembantu di sana?
- Kenapa? - Kenapa kau mau jadi pembantu?
Kecuali...
Ya...
mari minum denganku.
Ini Joy, Nyonya.
Halo.
Kau pernah kerja di mana saja?
Aku pernah bekerja di rumah orang asing.
Sepertinya pekerjaan yang bagus.
Kenapa kau berhenti?
Majikanku kembali ke negaranya.
Rumahnya pun dijual.
Untungnya, aku diberi tahu rumah ini butuh seorang pembantu.
Jadi, aku dapat pekerjaan baru.
Berapa anggota keluargamu?
Empat orang. Aku, ibu, ayah, dan sepupuku.
Kau tahu tugasmu di rumah ini?
Ya, Nyonya.
Aku berjanji akan melakukan yang terbaik.
Aku takkan mengecewakan Nyonya.
Kita lihat saja nanti.
Jangan dijatuhkan lagi, Lady Nid.
Aku tak bisa menangkapnya dengan cepat.
Ayo tidur. Ini sudah saatnya tidur siang.
Ayolah.
Ayo tidur siang.
Ayolah. Ayo tidur.
Ayo.
Di sini.
Boleh aku tidak tidur siang, Nona...
Namaku Joy.
Kau harus tidur siang.
Tutuplah matamu.
Pilihlah tempat di cabang itu
Rasakan embusan angin dan istirahatlah
Tidurlah di sini
Di sarang ini
Rasakan embusan angin dan istirahatlah
Tidurlah di sini, di sarang ini
Maafkan aku!
Kau baik-baik saja?
Kau baru di sini?
Ya.
Namamu?
Namaku Joy.
Joy.
Bhorn, kau adakan konser lagi?
Ayolah, Ny. Wan. Aku hanya mau ciptakan tempat kerja yang ceria.
Joy, kau tahu tarian ini?
Menyodok dan menyentak
Tidak, aku tak bisa menari.
Kau ketinggalan zaman.
Joy!
Joy.
Bagaimana Lady Nid?
Maaf, apa?
Suatu hari, akan kubuang ponselmu.
Tunggu, Ny. Han. Ini belum lunas. Jangan dibuang.
Tak seru jika tak berisik.
Kenapa harus berisik sekali?
Ambillah, Joy.
Ini dari Nyonya.
Bukankah dia berikan itu padamu?
Nyonya Wan diabetes.
Dia suntik setiap hari, jadi tak bisa makan itu.
Dia ingin kita berbagi.
Bhorn sudah makan banyak.
Lihatlah aku ini.
Terima kasih.
- Cepat. - Ya.
Permisi.
Permisi.
Permisi.
Silakan.
- Cepat! - Ya.
Jangan terlalu dekat!
Apa ibumu pernah mengajakmu keluar?
Tidak.
Dan ayahmu?
Tidak.
Kau tak pernah keluar?
Jika ada kesempatan, kau mau pergi ke mana?
Ke mana saja, yang penting aku bisa keluar.
Lady Nid.
Tiup yang lembut.
Barusan kau melihatnya juga?
Bisa bacakan buku ini untukku?
Tentu saja.
Pada suatu masa, ada sebuah keluarga petani.
Mereka punya dua putri...
dan keduanya saling menyayangi.
Walaupun mereka tidak kaya,
mereka punya kehidupan bahagia.
Suatu hari...
keduanya dipaksa untuk berpisah.
Mereka sangat sedih.
Kau akan jadi pembantu di sana?
Kenapa kau ingin menjadi seorang pembantu?
Kecuali...
Lady Nid.
Lady Nid!
Nona Joy.
Aku sungguh melihatnya.
Ada wanita lain tinggal di rumah ini.
Itu benar.
- Aku lihat... - Nid.
Berhenti bicara.
Apa itu?
Wanita yang kulihat itu...
mirip wanita di foto ini.
Dari mana kau dapat foto ini?
Aku menemukannya di lantai saat membersihkan perpustakaan.
Wan, Bhorn, bawa Nid ke kamarnya.
Baik, Nyonya.
Wanita ini tak penting.
Jadi, kau mau tahu...
siapa wanita ini?
Dia pembantu yang dulu bekerja di sini.
Pergilah istirahat.
- Aku bilang pergi! - Baik.
Kau terlihat cantik hari ini, Nyonya.
Hanya kau orang yang memujiku.
Jika Tuan di sini,
dia juga akan memujimu.
Kau tahu bahwa...
sudah berhari-hari dia tak pulang.
Karena dia tidak...
tertarik padaku.
Itu tidak benar.
Kau sangat cantik.
Tak mungkin Tuan tak melihatnya.
Kau punya segalanya, Nyonya.
Tidak.
Cinta...
Aku tak pernah melihatnya di rumah ini.
Ada cinta di rumah ini, Nyonya.
Semua orang di rumah ini mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
Tuan pasti sibuk dengan pekerjaannya.
Jangan marah, Nyonya.
Baik, Pak!
Aku segera ke sana.
Baik, Pak.
Ayahku mengurusnya untukmu.
Aku sungguh ingin tahu...
adakah masalah yang bisa kau urus sendiri?
Kau mau ke mana?
Aku mau mengurus masalah sendiri.
BAB 2
Nyonya Wan.
Orang yang bernama Ploy ini....
bagaimana dia mati?
Apa kau sudah lupa?
Jika kau mau bekerja di sini, jangan ikut campur urusan orang lain!
- Bhorn. - Ya?
Setelah selesai, bawa ke meja.
Ya.
Bhorn.
Apa?
Bisa beri tahu aku?
Memberitahumu apa?
Tentang Ploy.
Tidak ada apa-apa.
Dia dulu kerja di sini.
Tiba-tiba dia pergi. Kurasa itu lima tahun yang lalu.
Dia menghilang sejak itu.
Hei.
Lagi pula,
tak ada yang pernah melihat apa yang kau lihat semalam itu.
Tapi Lady Nid melihatnya juga.
Jangan percayai Lady Nid.
Dia masih anak-anak.
Mungkin dia hanya bicara dengan ibu peri-nya.
Jangan bilang karena kau sering bersamanya
dia jadi berhenti melihat ibu peri.
Aku pergi.
Kau bisa ceritakan soal Ploy?
Itu sudah lama sekali.
Ceritakan saja yang kau ingat.
Sejauh yang kuingat...
saat itu, Ploy hanya seorang pembantu
yang dipekerjakan Nyonya untuk bekerja di rumah ini.
Ploy menjaga Nyonya dengan sangat baik.
Dia sangat mengenal Nyonya.
Saat tak ada orang di rumah,
Nyonya selalu minta Ploy menemaninya.
Ploy...
menghilangkan kesepiannya
dan membuatnya lupakan kesedihan.
Bahkan Wan dan Bhorn
yang mengabdi lebih lama,
tak bisa menyainginya.
Bagi Nyonya,
Ploy bukan hanya seorang pembantu,
namun juga pendamping.
Tapi pada akhirnya...
Apa yang terjadi pada akhirnya?
Ploy meninggalkan rumah ini...
tanpa beri tahu siapa pun.
Dari mana kau dapat gambar ini?
Dari mana kau dapat ide ini?
Kau dapat dari mana?
- Ibu menyakitiku. - Siapa yang suruh gambar?
Siapa yang menyuruhmu?
Jangan gambar ini lagi.
Ibu mau buang ini semua.
Jangan pernah menggambar ini lagi.
Jangan pernah gambar ini lagi!
Siapa yang suruh gambar?
Katakan!
Gambar apa ini, Lady Nid?
Siapa yang suruh menggambarnya?
Merah adalah Nyonya.
Hitam adalah Tuan.
Siapa yang biru itu?
Pembantu itu.
Maafkan aku, Ploy.
Sejak hari itu...
sampai saat ini,
yang bisa kulakukan...
hanyalah minta maaf.
Tak ada yang inginkan seperti ini.
Maafkanlah aku, Ploy.
Kenapa kau kemari?
Aku melihat...
Aku baru saja melihat...
- Aku... - Apa yang kau lihat?
Aku melihat...
Dari mana kau dapat itu?
Lady Nid.
Kau pergilah.
Baik.
Kau hebat.
Apa Nyonya mengajarimu?
Tidak, Tuan.
Tuan mau minum teh?
Nyonya menyuruhmu kemari?
Ini sudah menjadi tugasku.
Aku mengerjakan semua yang diperintahnya.
Jadi, perintahku tidak penting?
Aku pembantu-mu.
Aku setia melayani semua majikan di rumah ini.
Kau hanya berusaha senangkan dia.
Jika itu benar, kenapa aku membawakan Tuan teh?
Aku lihat Tuan bekerja lembur hampir setiap malam.
Minumlah. Tuan akan merasa lebih santai.
Selamat menikmati!
Aku iri padamu
karena punya istri cantik dan sempurna seperti Uma.
Akulah yang beruntung menikahi Nirach.
Aku iri kepadamu.
Nirach, kau harus lebih sering mengajak Uma ke acara sosial.
Kapan kalian akan punya bayi?
Kalian sudah lama menikah.
Kalian pasti sudah punya anak!
Ya, aku rasa itu akan...
Sebentar lagi.
Mungkin setelah malam ini.
Bersulang lagi.
Kau tahu betapa pentingnya ini bagi masa depan karierku.
Aku takkan bicara.
Aku mohon, Uma. Bicaralah pada ayahmu.
Tuan, maukah kau menyesap tehmu?
Tuan keberatan jika aku pinjam buku itu?
Tidak, silakan.
Pembantu yang kau ceritakan kemarin.
Siapa dia?
Ploy.
Ploy...
Kau pernah bertemu Ploy?
Kalian sering bertemu?
Di mana dia sekarang?
Ploy, ambilkan aku teh.
Tuan,
ada yang mau kukatakan padamu.
Ada apa, Ploy?
Aku hamil.
Apa itu benar?
Ya.
Hal penting apa yang ingin kau katakan padaku?
Uma,
ada yang ingin kusampaikan.
Ploy hamil.
Menurutku itu bagus.
Jadi, di rumah kita...
akan ada seorang anak.
Bagaimana menurutmu?
Kau hebat.
Kau kemari tanpa apa-apa...
Apa lagi yang kau mau?
Uma.
Pada suatu masa, ada sebuah keluarga petani.
Mereka punya dua putri...
dan keduanya saling menyayangi.
Walaupun mereka tak kaya,
mereka punya kehidupan yang bahagia.
Suatu hari...
keduanya dipaksa untuk berpisah.
Mereka sangat sedih.
Apa kau Ploy?
Ya.
Kau cantik sekali.
Tidak mungkin Tuan tak melihatnya.
Kau punya segalanya, Nyonya.
Cinta.
Aku tak pernah melihatnya di rumah ini
Ini sudah tugasku.
Aku mengurus semua yang dia tugaskan padaku.
Aku pembantu-mu.
Aku setia melayani semua majikan di rumah ini.
Ada cinta di sini, Nyonya.
Semua orang di rumah ini mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
Tuan pasti sibuk bekerja.
Jangan marah, Nyonya.
Orang yang bernama Ploy ini, bagaimana dia mati?
Dia dulu kerja di sini.
Tiba-tiba dia pergi. Kurasa itu lima atau enam tahun lalu.
Sejak itu dia menghilang.
Burung kenari kuning kecil
Di mana kau akan tidur malam ini?
Kau boleh tidur.
Di mana saja
Pilihlah tempat di cabang itu
Rasakanlah embusan anginnya
Dan istirahatlah
Tidurlah di sini
Di sarang ini
Burung kenari kuning kecil
Di mana kau akan tidur malam ini?
Kau boleh tidur
Di mana saja
Pilihlah tempat di cabang itu
Rasakan embusan angin dan istirahatlah
Tidurlah di sini
Di sarang ini
Kakak, apa yang terjadi padamu?
Pergi!
Joy minta pergi ke pasar dengan Bhorn.
Apa yang kita butuhkan malam ini?
Kau tahu Tuan menganggap pesta ini serius, bukan?
Ya, aku tahu.
Aku sudah pesan makanan dari hotel.
Untuk hidangan dan minumannya akan dibuat oleh Bhorn.
Joy, kau ingat sudah berapa lama kau menemuiku?
Hampir dua tahun.
Bagaimana kondisimu?
Adakah hal aneh yang ingin kau katakan?
Tak ada, aku baik-baik saja.
Sejauh yang kulihat, kondisimu stabil.
Menurutku itu bagus.
Dan...
bagaimana kabar ibumu?
Dia baik.
Belum lama ini aku dapat pekerjaan baru.
Kenapa berhenti dari pekerjaan terakhir? Bisa ceritakan?
Lepaskan aku!
Jangan sakiti aku!
Lepaskan aku!
Majikanku kembali ke negaranya.
Rumahnya pun dijual.
Apa kau masih menderita insomnia?
Tidak.
Tidurku normal.
Apa kau masih punya perilaku berulang?
Tidak.
Aku juga tak mengalami kecemasan.
Permen sangat membantuku.
Jika keadaan berlanjut seperti ini, kurasa akan bagus.
Sekarang sudah dua tahun.
Aku akan menyesuaikan obatmu.
Minumlah secara teratur.
Ya, pasti.
Dokter, apa aku cukup baik untuk merawat anak-anak?
Anak-anak? Apa kau akan punya anak?
Tidak.
Aku menemukan kakakku.
Dia perlu bantuanku merawat anaknya.
Aku senang kau menemukan kakakmu.
Menurutku seharusnya tak ada masalah.
Lain kali ajaklah kakakmu menemuiku.
Pasti.
BAB 3
Kenapa kau lama sekali?
Dasar tak berguna.
Joy, jika kau sudah selesaikan tugasmu, bantulah aku bersiap untuk malam ini.
Kita harus cepat.
Baik.
Ke mana kau tadi?
Dia menunggu lama sampai mengeluh.
Apa yang kau beli?
Aku pergi ke kuil dan rumah sakit.
Itu sebabnya aku beli banyak.
Aku harus segera menggunakannya.
Sangat bahagia
Kebahagiaan tertulis di wajah
Sampai aku tidur
Aku pasti akan mati bahagia
Mati bahagia
Malam panjang akan jadi seperti mimpi
Hadiah untuk hidup yang panjang Dan menyenangkan
Cahaya berkilauan dan berpijar
Sungguh sebuah pesta malam yang meriah
Menyanyi dan bermain selamanya
Malam panjang akan jadi seperti mimpi
Sebuah hadiah untuk hidup yang panjang Dan menyenangkan
Sayang
Aku tak akan melepaskanmu
Tak peduli hari apa pun dan kapan pun
Tahanlah aku untuk tetap menemanimu
Sangat bahagia
Kebahagiaan tertulis di wajah
Sampai aku tidur
Aku pasti akan mati bahagia
Mati bahagia
- Ada kembang apinya? - Ya.
Astaga. Aku tak menduga pestanya semeriah ini.
- Meriah sekali. - Ya.
Aku melihat orang asing. Kau bisa bahasa Inggris?
Tidak bisa.
Aku juga tidak bisa.
- Chai. - Apa?
Kisah yang kau ceritakan tentang Ploy,
hanya itu yang kau tahu?
Ya.
Kau baik-baik saja?
Apa kau mencari ini?
Ya.
Tarik napas dalam-dalam.
Kau bilang tak tahu apa-apa soal Ploy.
Hai. Apa kabar?
Makanan sudah siap.
Kau mau menambahkan sesuatu, Nyonya?
Sesaat lagi, sajikan anggur yang disiapkan Tuan.
Suruh Chai menyiapkan mobil.
Beberapa tamu perlu diantar malam ini.
Baik, Nyonya.
Di mana Joy?
Membantu Bhorn di dapur. Sebentar lagi dia keluar.
Kau terlihat cantik malam ini.
Bagaimana kau tahu aku suka merah?
Kau pakai merah.
Menurutku...
warna itu terlihat kuat padamu.
Lagi pula, ini ulang tahunmu.
Terima kasih sudah mengatur pesta ulang tahunku, Nirach.
Aku harus bayar berapa?
Kau sudah bangun?
Apa kabar?
Bagaimana?
Kau tahu...
seharusnya...
kau tak membohongiku.
Kau yang membantu Chai membungkus mayat Ploy.
Diamlah, Bhorn.
Astaga. Di sana terdengar menyenangkan.
Aku segera kembali.
Chai!
Kenapa kau tidur?
Chai.
Astaga!
Chai.
Chai.
Joy.
Masuklah.
Kau baik-baik saja?
Kau baik-baik saja? Tenang...
Mau tambah anggurnya?
Silakan.
Kau mau tambah?
Ini, silakan.
Kau sudah dapat?
Sebentar. Ini.
Aku terlalu lambat?
Maaf, aku lambat.
Pestanya sangat menyenangkan.
Tamunya banyak sekali.
Hari ini Nyonya memakai gaun merahnya.
Dia cantik sekali.
Aku sangat menyukainya.
Para orang asing di pesta itu memakai pakaian putih mewah.
Aku mau berpakaian begitu.
Sayang kau tak bisa melihatnya.
Tapi tak apa.
Hei, dengarkan aku.
Kita bisa bersukaria bersama.
Bagaimana menurutmu? Bisa?
Bagus.
Ayo. Menghadap ke sini.
Baiklah. Apa lagu favoritmu?
Menyodok dan menyentak
Lagu itu, 'kan?
Mari kita lihat. Di mana lagunya?
Ketemu!
Menarilah denganku.
Menari.
Kau tak mau menari?
Tidak mau? Baiklah.
Aku hanya bercanda!
Hanya bercanda!
Menarilah, cepat!
Menarilah!
Kau tak suka lagu ini?
Nyanyikan!
Menari seperti ini?
Menyodok dan menyentak
Halo, Nyonya.
Halo, Nyonya.
Halo, Nyonya.
Hadirin sekalian...
Semuanya.
Aku ingin berterima kasih atas kehadiran kalian hari ini...
di malam istimewa ini,
untuk sang Istimewa-ku...
orang terpenting dalam hidupku.
Untuk istri cantikku...
Uma.
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun
Bos tidak keberatan.
Dia mau bicara denganmu.
Baik.
Aku juga.
Kau mau ke mana?
Aku mau telepon sebentar. Jaga pestanya.
Sedang apa kau?
Ya?
Tak sedang apa-apa...
Di mana Wan?
Dia bersama Chai.
Jaga para tamu ini untukku,
aku mau ke atas.
Baik.
Apa ini akan berhasil? Berapa suara yang akan dia dapat?
Bagaimana bisnismu?
Kami sedang bersiap untuk beli tanah.
Jika ada tawaran yang tak bisa ditolak, semua akan mendukungnya.
Aku tak masalah.
Nyonya, kau menatapku...
seolah ingin mengatakan sesuatu.
Ya.
Kau adiknya Ploy, bukan?
Ini surat-surat yang Ploy...
Bukan.
Itu surat-suratmu untuk Ploy saat kau masih kecil.
Ploy menyimpannya dengan baik.
Dan ini foto keluarga Ploy.
Kau juga punya salinannya, 'kan?
Sejujurnya...
jika kau mau tahu soal kakakmu itu,
kau tak perlu mengarang...
sebuah cerita konyol.
Maafkan aku, Nyonya.
Semua sudah memberitahumu...
bahwa Ploy...
meninggalkan rumah ini tanpa beri tahu siapa pun.
Aku tak tahu dia ada di mana.
Aku tak tahu dia pergi ke mana.
Nyonya, apa kau tahu...
betapa mengerikan rasanya mati kehabisan napas secara perlahan?
Aku tak tahu betapa menyakitkannya itu...
sampai Ploy ceritakan pengalamannya.
Kau sungguh kejam...
membuat Ploy mati seperti itu.
Aku sudah siapkan teh favoritmu sejak awal malam ini.
Sayang sekali...
tehnya sudah tak panas lagi.
Aku juga mencintaimu, Nyonya.
Terima kasih sudah mengurus semuanya, Pak.
Semua selesai dengan baik karenamu.
Pak,
izinkan aku menjelaskan.
Ya...
aku sudah coba bicara.
Pak...
aku tak mau naik jabatan.
Aku tak mau uang.
Aku tak mau rumah besar.
Dan aku tak mau putrimu lagi.
Sekarang aku hanya ingin minum.
Selamat ulang tahun...
Untukmu...
Ploy.
Ploy.
Ploy.
Ploy!
Ploy.
Ploy.
Ploy.
Nid.
Nid.
Bangunlah.
Nona Joy?
Bibi Joy.
Ayo kita pergi dari sini.
Tunggu aku di luar.
Terjemahan subtitle oleh Maulana
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.