Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dar
Subtitle oleh: ~ Dark
Subtitle oleh: ~ DarkS
Subtitle oleh: ~ DarkSm
Subtitle oleh: ~ DarkSmu
Subtitle oleh: ~ DarkSmur
Subtitle oleh: ~ DarkSmurf
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfS
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSu
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub I
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub In
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Ind
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indo
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indon
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indone
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indones
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Apaan?
Bagaimana ini? Bukankah itu Yeong Sook?
Sialan!
Lagi? Lagi?
Apa?
Kau lagi?
Si cebol!
Lihat apa?
Aigoo!
Waktu kecil tidak seperti begini.
Semakin gede jadi semakin bandel.
Kampret! Coba lihat tampang brengseknya itu!
Perek satu ini...
Dasar perek! Mati saja sana!
-= Young Hot Blood / Blood Boiling Youth =-
Dasar cabul!
Sial banget!
Tangan cewek satu itu benar-benar gede!
Kenapa tidak bisa aku?
Dasar orang-orang tolol!
Taruh dulu ke atas
pakai punggung tangan.
Kemudian?
Ceweknya memukul tangannya.
Coba pukul!
Tidak bisa begitu.
Tidak bisa?
Tapi...
Dia sama sekali tidak bergerak.
Bagaimana?
Balikkan tanganmu.
Masih ada jurus jitu seperti ini ternyata.
Mari ktia taruhan!
Yang kalah harus jalan sampai ke ujung kereta.
Kain, gunting, batu!
Coba kulihat!
Keparat ini, ngapain kau?
Diamlah kau!
Brengsek, masih malas-malasan?
Apaan sih?
Terongnya jatuh.
Terongnya jatuh!
Kerjakan dengan benar!
Kenapa dia setiap hari lari-lari?
Di hari yang begitu panas.
Kalian kenal dengan Hang Tae Kyo yang duduk di SMA kelas 3?
Tahu.
Anak itu beberapa hari yang lalu mondar-mandir di depan rumah bordil
dan ditahan polisi.
Masih ketawa?
Suruh dia rapikan rambutnya!
Begitu berantakan.
Bukan kebebasan bergaya rambut.
Kunyuk ini...
kau potonglah rambutmu, mengerti?
Hari ini adalah pendidikan mengenai seks.
Coba lihat tampang kalian yang kegirangan itu.
Ini adalah artikel yang kugunting dari koran kemarin.
Seorang profesor dari Rusia mengatakan,
Seorang pria sampai dia mati
sanggup melakukan sebanyak 4000 kali.
Dengan kata lain,
melakukan sebanyak 4000 kali.
Tentu saja tidak tertutup kemungkinan 'tidak sanggup'.
Mengerti?
Dengan kata lain, sekalipun menggunakan tangan,
juga harus dihitung.
Mengerti?
Kang Choong Gil!
Kunyuk, sedang apa kau di sana?
Kau itu paling mencurigakan, tahu?
Jangan-jangan kau sudah 4000 kali?
Palsu ini!
Pernah lihat?
Jangan membaca buku atau menonton film yang bisa merangsang secara emosional.
Pintu harus selalu terbuka. Ini penting sekali.
Yang juga berarti hal di mana kita harus berhati-hati adalah
alat kelamin pria.
-=Jam 6, Hotel=-
Tulis apa?
Tidak apa-apa.
Sebuah undangan, ya?
Kau harus hati-hati terhadapnya.
Kenapa?
Cewek-cewek yang pergi dengannya,
yang dibohongi bukan hanya satu atau dua.
Ya, kan?
Dibohongi apa?
Sekalipun kau memiliki pertahanan yang kuat,
kau tidak akan berdaya di hadapannya.
Kau akan ke sana?
Memangnya aku sudah gila?
Aku bukan cewek gampangan.
Aku tahu.
Kau waktu SMA kelas satu duduk di kelas 3-3, dengan nomor urut 27.
Kursi nomor 4 dari jendela.
Ekspresi wajahmu selalu terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
Memandang ke luar jendela...
Dari pertama kali melihatmu,
dalam satu hari setidaknya 3 kali aku memikirkanmu.
Memangnya gosok gigi?
Kenapa menatapiku sedemikian rupa?
Karena kau sungguh cantik.
Tidak sanggup rasanya jika mataku tidak menatap wajahmu.
Aku mana cantik.
Cewek-cewek yang jauh lebih cantik dariku juga masih banyak.
Aku selalu merasa...
dalam diri setiap orang, pasti ada bagian yang cantik.
Cantik karena elegan...
Cantik karena montok...
Cantik karena pintar.
Orang yang memiliki siku begitu putih,
hanya ada kau seorang.
Ada apa?
Kepalaku agak sakit.
Wah, siapa ini?
Berdiri dengan benar!
Sudah pernah kuperingatkan kau supaya jangan muncul di depanku.
Bangsat!
Oppa!
Yeong Sook minta supaya Oppa segera ke sini.
Selamat makan!
Kenapa kau ganggu dia?
Masa kau tidak tahu?
Adikku setelah diputusin olehnya tidak pulang ke rumah sudah ada 6 bulan.
Bukankah dia mencari uang untuk operasi plastik?
Itu karena...
aku merasa malu.
Mie-nya dah lembek.
Kau masih di sini?
Aku khawatir terjadi apa-apa padamu.
Hyeong itu entah kenapa suka cari aku.
Kami kenal baik.
Ayo!
Mau ke mana lagi?
Bereskan sebentar!
Sudah pulang?
Kami juga butuh tidur.
Oppa, kau tidak berencana mau pulang?
Ada orang di rumah?
Sudah datang?
Apa kabar?
Bawa apa lagi?
Tidak usah bawa apa-apa lain kali.
Dulu...
ayah si Choong Gil
membantu menyiram kebun buah keluarga kami.
Itu sangat melelahkan.
Jadi aku bawa beberapa buah
untuk kalian cicipi bersama.
Sudah matang sekali.
Jika butuh bantuan kerja fisik, panggil saja aku.
Di rumahmu tidak ada laki-laki.
Belum pernah lihat kau pakai jepit rambut bunga ini sebelumnya.
Aku...
...permisi dulu ya.
Silakan.
Lain kali baru aku mampir lagi.
Duh, gantengnya diriku.
Hyeong, aku sudah datang!
Sudah datang ya?
Pu--pu--punyaku!
Itu punyaku!
Ini adalah paketku.
Makan dulu baru pergi!
Tidak usah!
Setidaknya sarapan dulu!
Tidak usah ngurusin dia. Tidak sopan.
Choong Gil...
Paman sekarang sedang berada di Brazil yang letaknya di belahan bumi yang lain.
Tempat ini benar-benar terasa bagaikan Nirwana.
Bacanya begitu tanpa perasaan.
Aku setelah lulus juga harus berlayar.
Kau sudah janji.
Dulu kau bilang mau bawa serta aku.
Berita menggemparkan!
Ada seorang siswi baru pindahan dari Seoul.
Dibandingkan dengan Jeong Yoon dan Yoo Jin,
masih lebih cantik yang ini.
Serius?
Eonnie sudah tiba!
Eonnie!
Apa kabar?
Apa kabar?
Kau dicari Yeong Sook.
Ayo cepat!
Ada apa? Ada apa? Ada apa?
Ada apa Yeong Sook? Ada apa?
Katanya kau pintar sekali merayu cewek-cewek.
Cewek yang diajak pergi olehmu,
diajak ke base-mu.
Tapi...
kenapa
tidak merayuku?
Nanti ketemu
di base
jam 8.
Bilang apa dia?
Katanya nanti ketemuan di base.
Kau mau ke sana?
Apaan sih?
Itu...
Choong Gil mendadak ada urusan mendesak.
Dia memintaku menyampaikan pesan ini padamu.
Tunggu sebentar!
Yeong Sook, kenapa?
Kenapa aku dihajar?
Kampret ini!
Berani-beraninya...
Bangsat!
Kenapa
tidak boleh aku?
Darah...
Itu...
siswi pndahan baru...
tolong bantu aku cek dong!
Lebih baik khawatirkan dulu nilaimu!
Dasar kunyuk satu ini.
Ayo ikut aku!
Pegang!
Guru!
Coba lihat tampang dia yang berpura-pura sakit.
Coba lihat!
Masih berani pura-pura sakit?
Tulang ekorku.
Tulang ekor.
Dasar kunyuk satu ini.
Kau sengaja dapat nilai nol ya?
Iya.
Aku sengaja.
Apa?
Ini...
Sebenarnya
kakekku pada zaman Jepang
ditangkap oleh Jepang karena gerakan independennya.
Disiksa sampai mati.
Saat itu dia bilang,
Sampai kita mati
harus membenci orang Jepang.
Setelah bilang itu, beliau meninggal.
Aku sebagai cucunya
mana boleh menulis huruf Jepang?
Pegang!
Pegang, kunyuk!
Lalu nenekmu itu gerakan anti Amerika?
Kurang kerjaan ngarang-ngarang!
Sakit!
Itu...
Dia lahir di sini.
Demi sekolah, dia pindah ke Seoul.
Ayahnya adalah seorang pemilik pabrik.
Terus kenapa dia pindah balik ke sini?
Katanya sih gara-gara sakit.
Mananya?
Penyakit paru-paru.
So Hee? (honomin dengan kata 'hujan').
Kenapa memangnya kalau hujan?
Matahari bersinar kok!
Hei! Hei!
Berikan padaku!
Mau ditempelin ke mana?
Sini.
Kau tidak tahu jika di sini adalah teritori Nonggo?
Ngapain kau ke mari?
Kampret.
Kau mau adu jotos denganku?
Kenapa? Takut ya bajingan.
Menarik.
Kalah.
Kau tidak apa-apa?
Aku tidak kalah.
Yeong Sook...
Kenapa kau tidak nongol kemarin?
Kita adalah orang dengan jalan yang berbeda.
Apa?
Kau milik Gwang Sik.
Kata siapa?
Dia dan aku hanyalah sekutu.
Kau tidak datang karena takut pada Gwang Sik?
Yeong Sook...
Ini bukanlah cinta,
tapi ancaman.
Apa?
Tuh lihat, kau mau pukul aku lagi kan?
Hei!
Kang Choong Gil!
Apa kabar?
Sedang apa kau dengan Yeong Sook ku?
Tidak apa-apa.
Kalau sudah selesai ngomong, ayo jalan!
Waspadalah!
Selamat jalan!
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dar
Subtitle oleh: ~ Dark
Subtitle oleh: ~ DarkS
Subtitle oleh: ~ DarkSm
Subtitle oleh: ~ DarkSmu
Subtitle oleh: ~ DarkSmur
Subtitle oleh: ~ DarkSmurf
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfS
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSu
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub I
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub In
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Ind
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indo
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indon
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indone
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indones
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Guru, aku...
Sana!
-=Tidak ingin mencintaimu dalam keegoisan. Choong Gil. Ketemuan jam 6 nanti=_
Apaan sih?
Di sana juga masih banyak tempat.
Kau sedang menunggu So Hee?
Dia tidak akan datang.
Dia bilang begitu?
Tidak akan datang?
Ngomong dong!
Dia ada bilang kenapa?
Apanya dia yang membuatmu suka padanya?
Kecantikannya.
Rambutmu...
Kenapa makan jjajangmyeon ku?
Dia dari bagian olah-raga?
Di sekolah kita mana ada yang namanya bagian olah-raga?
Terus kenapa dia setiap hari lari-lari keliling lapangan?
Mungkin dia terpilih ikut marathon kali.
Choong Gil,
bagaimana menurutmu?
Dia suka oppa sepupunya.
Tapi itu tidak diperbolehkan.
Oleh karena itu, demi menyembunyikan perasaannya, dia lari-lari setiap hari.
Gadis gila.
Kau hebat sekali.
Bukankah itu So Hee?
Sibuk semalam?
Hei, ada yang kelupaan.
Lagi ngapain?
Ngepel.
Sudah lihat masih tanya?
Karena anak sulung mau pulang,
jadi semuanya dibersihkan.
Sampai anjing juga demikian.
Apanya?
Kalau makan jangan berbunyi.
Ibumu tidak pernah mengajarimu ya?
Ibuku kalau makan juga bunyi.
Dasar kampret.
Lihat bapaknya juga tidak nyapa.
Kau terlalu memanjakannya,
makanya dia jadi kurang ajar begitu.
Membuat dia--
Kau tidak mau pulang?
Kalau sudah selesai makan, cepat pulang!
Sana!
Pergi!
Kau yang tulis!
Kenapa datang ke sini?
Gila kali ya?
Pada kesempatan sekarang ini,
kami telah mengundang Guru Lee Jong Pal dan Guru Kim Na Yeong
untuk menyanyikan sebuah lagu bagi kita.
Kunyuk ini!
Cium sekali!
Lanjut!
Jangan teriak-teriak!
Siswi pindahan dari Seoul
SMA Hongseong-nong
maskot baru...
bidadari baru...
Siapa gerangan?
Choi So Hee!
Ayo keluar!
Nyanyi!
Mari kita bertepuk tangan yang meriah!
Park Yeong Sook!
Jangan...
Park Yeong Sook!
Sudah! Sudah!
Cukup! Cukup!
Ayo cepat bubar semuanya!
Karena Jaksa kami sudah pulang.
Nak, coba cicipi ini!
Biar aku sendiri saja.
Coba lihat ingatanku ini.
Aigoo, Pak Jaksa...
Mari kita bersulang!
Bersulang apaan, bersulang?
Dia baru sampai hari ini, pasti masih cape.
Setelah selesai makan, kau beristirahatlah!
Baik.
Aku masuk duluan.
Iya.
Masuk dan beristirahatlah!
Jaksa kau suruh minum?
Sekarang sudah mulai sok?
Benar-benar tidak tahan dengan sikapmu.
Tidak tahan ya pulang saja sana!
Aigoo...
Hebohnya.
Ayo jalan!
Ngapain kau di sini,
Kunyuk!
Ini pesta Hyeong-mu jadi pejabat. Ngapain kau di sini?
Aku barusan beristirahat sejenak.
Sejenak?
Hari Sabtu kau tidak usah ke sekolah.
Kenapa?
Apanya kenapa?
Bantu kerja!
Bukankah Hyeong sudah pulang?
Memangnya aku pembantu?
Kau pergi ke sekolah juga bukan mencari ilmu.
Setiap hari kejar-kejar cewek.
Memangnya kau lihat sendiri?
Urusi saja dirimu sendiri! Ngapain ngurusin orang lain.
Kebanyakan minum ya kau?
Sudah mabuk ya?
Salah paham.
Aku dari tadi baca buku terus.
Choong Gil suka apa?
Coba tulis beberapa!
Tulis 100?
Bukankah ini model baru?
Hei!
Ini apa?
Milik siapa ini, kau tahu?
Mana kutahu?
Jangan-jangan Yeong Sook?
Kunyuk satu ini...
Bukan, kan?
Seharusnya.
Mau ke mana kau?
Ini punyamu?
Kenapa?
Tidak suka?
Kali ini saja ya!
Bukankah itu si So Hee?
Ada apa?
- Mana? Mana? - Di sini, sini, sini.
Ini bukannya lintah?
Jika racunnya menyebar bisa bahaya.
Sedang apa kau ini?
Jangan bergerak!
Dasar perek!
Akhirnya dia sedot juga.
Dasar kunyuk satu ini!
Mau ada racun dari mana?
Paling pintar kalau cari kesempatan.
Ikut aku! Ikut aku! Ikut aku kataku!
Tidak usah banyak bacot!
Bukan hal yang serius.
Ketua kelas!
Bawa dia ke klinik!
Ayo naik!
Di sini sulit cari transportasi.
Kenapa sepatunya kau bawa masuk?
Bau sekali.
Katanya takut kelihatan orang lain?
Yang seharusnya tahu sudah tahu.
Tiap kali selalu...
Makanan.
Mana mungkin tiap hari mau ada banchan?
Dengan gaji seorang guru.
Memangnya aku bilang apa?
Yang penting dinikmati dulu!
Hari ini si Choong Gil
benar-benar berani.
Melakukan apa saja yang dia inginkan.
Benar-benar berbeda dengan seseorang.
Apanya yang berani?
Si kunyuk satu itu.
Aku malah merasa kunyuk satu itu begitu menarik.
Mana ada semenarik itu.
Kita ngomong secara blak-blakan saja.
Kita takut kelihatan orang lain,
Jalan pun harus jauh-jauh.
Karena sedang diperhatikan oleh murid-murid.
Diperhatikan oleh murid-murid?
Kalau begitu kita sudahi saja hubungan ini!
Kenapa mendadak seperti begini?
Kalau begitu, mulai sekarang
aku juga akan terang-terangan.
Ayo, kalau begitu!
Baiklah.
Kapan?
Sedikit panas.
Pintunya harus dibuka sedikit.
Begitu saja tidak tahan?
Apanya tidak tahan?
Baunya juga tidak menyengat.
Guru Lee Jong Pal benar-benar memiliki kemampuan membuat orang merasa jengkel.
Hal seperti ini...
Ayo dong!
Ayo!
Jangan bergerak!
Pagi sekali sudah datang?
Kangen padaku?
Apaan ini?
Hari itu tidak sempat mengucapkan terima-kasih.
Sebuah hadiah.
Masalah sepele seperti itu.
Sapu tangan?
Tidak mirip.
Satu tangan adalah hadiah perpisahan.
Oh ya?
Keren sekali!
Barang ini lagi trend di Seoul.
Setiap cowok ganteng pasti punya satu.
Terima kasih.
Bagaimana?
Sebagai balas budi,
bagaimana kalau kau traktir aku makan jjajangmyeon saja?
Aku baru saja makan.
Kalau begitu, ke bioskop saja.
Kau di Seoul, apa yang kau kerjakan di waktu senggang?
Sesekali main sepatu roda.
Sepatu roda?
Di sini tidak ada lapangan sepatu roda.
Semuanya masih dalam bentuk tanah liar.
Mana mungkin di sini bisa tidak ada lapangan sepatu roda?
Bertebaran di mana-mana tuh!
Selama ada lantai yang licin-licin sudah bisa kok!
Ini adalah tempat yang licin-licin.
Mainlah dengan gembira!
Kau tidak apa-apa?
Sakit sekali pasti. Sini!
Mau pergi makan dulu?
Kau suka motor?
Sedikit badung memang.
Jika jalan-jalan naik motor pasti menyegarkan ya?
Ayo, kubonceng kau!
Serius?
Kau bisa naik motor?
Siapa dulu aku?
Aku adalah Kang Choong Gil.
Naik saja langsung!
Ayo!
Sekarang aku sudah mengerti.
Tentang?
Si Yeong Sook.
Orang itu harus memiliki lingkungan.
Kasihan sekali.
Itu karena dia memiliki rasa setia kawan yang tinggi.
Katanya dia menyukaimu.
Jangan mengatakan sesuatu yang sangat menakutkan.
Itu kan karangan orang-orang.
Tambahkan sedikit ikan terinya!
Apaan sih?
Cepat tambahkan!
Kupingmu budeg ya?
Cepat tambahkan!
Cepetan!
Tidak bisa dibuka!
Sudah kubilang tidak bisa dibuka!
Kau kenapa?
Karena kau cantik.
Biar aku saja!
Kau jangan bergerak.
Makan yang banyak ya!
Terima kasih.
Cinta
adalah saling mendekatkan diri.
Ayo makan!
Cantik sekali.
Mau jalan sekarang?
Kenapa begitu buru-buru?
Santai-santai dulu sejenak baru jalan.
Kau memiliki kemampuan yang bisa membuat orang menjadi tergila-gila.
Apaan sih?
Anjrit!
Sejak kapan aku... Ternyata... Sebenarnya...
Aku mau pulang.
Tunggu sebentar!
Kau kira aku itu cewek murahan?
Bukan begitu.
Itu tadi bukan perbuatanku.
Kau dari awal sudah begitu.
Tidak, dengarkan dulu penjelasanku!
Dasar cabul!
Kau itu benar-benar memalukan.
Kukira kau memiliki ketulusan terhadapku walaupun hanya sesaat.
Ditambah, celana yang kau kenakan itu...
benar-benar norak!
Ambil bekalnya!
Tidak usah.
Tidak ada selera makan.
Sejak kapan kau makan karena berselera?
Ambil!
Hari ini adalah hari menjual sapi.
Apaan? Si gila ini.
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
D
Di
Dit
Dite
Diter
Diterj
Diterje
Diterjem
Diterjema
Diterjemah
Diterjemahk
Diterjemahka
Diterjemahkan
Diterjemahkan
Diterjemahkan o
Diterjemahkan ol
Diterjemahkan ole
Diterjemahkan oleh
Diterjemahkan oleh:
Diterjemahkan oleh:
Diterjemahkan oleh:
Diterjemahkan oleh: ~
Diterjemahkan oleh: ~
Diterjemahkan oleh: ~ t
Diterjemahkan oleh: ~ to
Diterjemahkan oleh: ~ tot
Diterjemahkan oleh: ~ toto
Diterjemahkan oleh: ~ totor
Diterjemahkan oleh: ~ totoro
Diterjemahkan oleh: ~ totoro
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Sudah waktunya kita menunjukkan sedikit perkembangan.
Hei!
Jangan-jangan kau ada orang lain?
Jika ada?
Awas saja!
Ada kemungkinan dia bisa mati.
Kau yang seharusnya waspada dulu!
Jika diteruskan seperti ini, kau bisa mati konyol!
Sialan!
Barangmu jatuh.
Terima kasih.
Bukankah kau punya penyakit paru-paru? Kok masih merokok?
Omo! Ini kenapa bisa ada di sini? Punya ayahku kah?
Pintar berpura-pura juga kau ternyata.
Ayo kita bicara sebentar di luar!
Perek satu ini...
Tidak apa.
Perek, nyalimu cukup besar juga!
Kalian tunggu di luar!
Kuharap kau berpura-pura tidak melihatnya.
Apaan?
Yang kau lihat tadi itu.
Aku ingin tetap di sini.
Kau harus menolongku.
Aku?
Kenapa aku harus?
Bangsat.
Apa katamu?
Tunggu sebentar!
Ngapain kau?
Bangsat!
Hei! Katanya Jeong Sook memukuli So Hee di WC!
Tidak usah menggunakan senjata.
Oke.
Lepaskan!
Bajupun sampai kau copotin?
Minggir!
Maaf terlambat.
Pak Kepala Sekolah.
Terima kasih.
Hari itu selamat sampai ke rumah?
Hari itu minum-minum agak...
Silakan duduk!
Lebih kurang sudah paham situasinya bukan?
Gara-gara anak-anak berantem, kau menjadi ikut susah.
Karena ini bukan anak-anak yang berkelahi.
Selama 33 tahun aku menjabat,
pertama kali aku melihat seorang siswi membawa barang seperti itu ke sekolah.
Barang itu bisa dijadikan senjata.
Mau memamerkan jika kau itu putri seorang pembuat peta?
Ayah Pal Poong!
Barusan kau bilang apa?
Sudah selesai bicara? Aigoo...
Kau sudah lupa saat kau ke rumahmu membawa gentong tinja?
Begitu punya sedikit uang, lagakmu benar-benar berlebihan.
Menjadi tidak manusiawi.
Apa?
Barusan kau bilang apa?
Yang keluar dari mulutmu itu adalah kata-kata?
Seorang janda.
A--apa? Janda?
Iya, janda!
Iya, aku janda... Janda.
Lalu? Mau apa kau? Dasar pengemis!
Brengsek! Cukup!
Kenapa? Putri seorang pembuat peta adalah sesuatu yang patut dibanggakan?
Sekolah bobrok ini. Keluarkan saja aku!
Yeong Sook! Yeong Sook!
Park Yeong Sook, sedang apa kau?
Sedang apa?
Park Yeong Sook!
Terima kasih atas bimbibanganmu selama ini.
Mau ke mana kau?
Yeong Sook!
Kau kenapa nangis?
Ada yang kelupaan?
Mari kita lihat, yang harus dipersiapkan hari ini adalah...
Kertas warna, gunting, jangka. Yang mana?
Tidak usah.
Jangka ya?
Kenapa?
Aku masih punya satu.
Ayo!
-=Siswa yang tidak membawa perlengkapan, Kang Choong Gil=-
Choong Gil datang dan nitip ini.
Katanya hari ini kau membuat onar.
Baru berapa hari kau balik...
sudah bikin onar lagi?
Ibu! Eonnie kumat lagi.
-=Apotik=-
Kau habis dari mana?
Habis membantu ayahku.
Sekarang ini Yeong Sook sedang berada di base kita.
Ngapain dia di situ?
Kau jangan ke sana!
Firasatku mengatakan akan terjadi sesuatu.
Aku harus membantu ayahku. Aku duluan!
Kau jangan ke sana ya!
Jangan ke sana!
Tidak ke sana!
Ingat ya!
Sudah mendingan?
Tidak usah khawatir!
Kenapa? Choi Gwang Sik mengasarimu?
Berapa kali kau dijotos olehnya?
Sudah ah! Lepaskan!
Bangsat itu main tangan dengan cewek?
Kau toh tidak akan membantuku membalas dendam.
Aku boleh nongkrong di sini kan?
Mau pulang rasanya sedikit...
Boleh.
Lalu apa rencanamu?
Ini masih dipikirkan.
Sebentar lagi kita akan lulus SMA.
Sudah ah! Toh aku tidak berniat sambung kuliah.
Kau tidak mau lanjut kuliah?
Waktu kecil prestasi sekolahmu bukannya cemerlang?
Waktu itu mana ada yang namanya nilai jelek?
Aku waktu itu nilaiku jelek-jelek semua.
Dulu aku sering menyalin PR-mu.
Kau begitu pintar, kau pasti sanggup mengejar mereka.
Sudahlah. Hanya kau yang berpendapat seperti ini.
Aku serius.
Kau pulanglah!
Memangnya kau menemaniku bermalam di sini?
Jangan membanyol!
Aku pulang dulu. Kau beristirahatlah!
Hati-hati di jalan!
Iya.
Tunggu!
Dengarkan dulu penjelasanku!
Minggir!
Kau mau ke mana?
Kutanya kau mau ke mana?
Aku mau ke mana tidak ada urusannya denganmu.
Kau habis bertemu dengan si kunyuk Choong Gil itu?
Minggir! Aku sudah cape.
Kalian berdua habis ngapain?
Dasar kampret!
Habis ngapain?
Iya, habis ngapian?
Kenapa memangnya?
Hyeong, ayo ke sini minum segelas!
Ini orang benar-banar alkoholis.
Ini celana atau rok?
Cocok dipakai buat kerja.
Celananya bisa buat berangin-angin. Bagaimana?
Lumayan bagus. Beli di mana?
Tidak tahu. Nemu di rumah. Kenapa?
Aku juga mau beli satu.
Salah makan obat lagi dia?
Anak muda seusia dia memang begitu semuanya.
Choong Gil, masalah besar! Murid SMA Gong-go sedang menuju ke mari!
Hei, Gwang Sik... Sepanjang sejarah
Hei, Gwang Sik... Sepanjang sejarah
orang-orang dari sekolahmu tidak pernah menginjakkan kaki ke tempat ini.
Mau apa kau datang ke sini?
Kau berniat melanggar aturan, bangsat?
Cukup! Serahkan Kang Choong Gil padaku!
Dan aku akan pergi tanpa banyak bacot.
Choong Gil adalah siswa sekolah kami. Tentu saja tidak boleh diserahkan padamu.
Dia sudah mengganggu pacarku.
Sebagai seorang pria. Bukankah seharusnya bertanggung-jawab?
Choong Gil, benar begitu?
Te--tentu saja tidak benar.
Bangsat!
Apa? Gara-gara dia mau berkelahi? Begitu?
Dasar gerombolan bangsat ini.
Kenapa? Mau coba satu ronde?
Iya, ayo!
Berantem?
Aku menyaksikannya sendiri!
Ayo!
Sudah menyusahkan.
Aku duluan.
Tidak akan ada apa-apa.
Cepat ke sini!
Anu... Choong Gil dia sekarang...
Bangsat!
Yeong Sook...
Untuk apa kau datang ke mari?
Mau apa kau?
Kau tidak bisa lihat sendiri?
Setelah mengganggumu, bukankah dia harus membayar hutangnya?
Ngomong apaan kau? Dasar bangsat!
Sudah kubilang, aku tidak melakukan apa-apa--
Pergi!
Cepat!
Mau kabur ke mana kau? Berhenti kau!
Tahu ini apa, bukan?
Jika kau berani maju selangkah, langsung kusiram.
Jika kau mau siram, silakan. Aku jalan dulu!
Masih ingat ini?
Waktu SD saat aku menangis karena tidak membawa jangka,
kau berikan padaku.
Iya, masih ingat.
Waktu itu, kenapa kau berikan padaku?
Karena aku punya dua. Jadi kau kukasih satu.
Oh ya?
Aku minta maaf atas kejadian hari ini.
Ke depannya tidak akan ada kejadian seperti ini lagi.
Sekarang, kau bisa pulang sendiri kan?
Aku pergi dulu.
Hei, Yeong Sook!
Kenapa kau bisa menyukaiku?
Apa alasannya?
Alasannya baru muncul setelah aku menyukaimu.
Aku... hatiku juga pernah tergerak karenamu.
Tapi ayahku suka sekali mampir ke rumahmu.
Kukira beliau mempunyai hubungan khusus dengan ibumu, jadi aku membuang jauh harapanku.
Oh ya?
Aku sampai hal itu juga tidak menjadi halangan bagiku.
Apa katamu?
Kubilang, kau menyerah itu benar.
Sudah gosong tuh!
Aku pulang sekolah!
Choong Gil...
ayahmu sudah pulang.
Apa katamu?
Setelah 8 tahun berada di luar, akhirnya ayahmu kembali.
Dan juga, mulai sekarang...
di rumah ini tidak akan ada Ibumu lagi.
Apa katamu, Nek?
Anak malang. Kau masih punya Nenek.
Ini siapa?
Si Choong Gil.
Choong Gil, anak kesayanganku. Ayo!
Choong Gil!
Pergi kau!
Ada apa?
Kau pacarnya Choong Gil?
Dia telah menyentuh pacarku.
Aku juga mau menagih hutang yang sama.
Rasanya tidak enak jika punya hutang.
Kukira film apaan.
Jika sampai ditonton oleh murid, bisa terjadi apa-apa.
Kau dengar suara apa barusan?
Tidak ada.
Kedengaran kan?Ayo kita lihat! Ada apa?
Sampai jumpa lagi.
Hei! Siapa kalian?
Berhenti!
Kau kenapa?
Kau suka padaku?
Ya.
Kalau begitu, kau harus bunuh Gwang Sik.
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dar
Subtitle oleh: ~ Dark
Subtitle oleh: ~ DarkS
Subtitle oleh: ~ DarkSm
Subtitle oleh: ~ DarkSmu
Subtitle oleh: ~ DarkSmur
Subtitle oleh: ~ DarkSmurf
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfS
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSu
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub I
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub In
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Ind
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indo
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indon
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indone
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indones
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Apaan? Cutter?
Kau datang untuk membunuhku?
Kalau begitu tunggu apa lagi?
Tusuk!
Mulai sekarang...
hitung dari 1 hingga 50.
Mulai!
Satu...
Lanjut!
Dua...
Tiga...
Lihat tuh mukanya. Sepertinya habis dihajar orang.
Kampret!
Hei, Cho Gwang Sik! Kau benar telah menyentuh So Hee?
Kenapa? Tidak boleh?
Tentu saja tidak. Dia itu pacarku.
Hah! Bangsat ini. Terus kenapa memangnya?
Dasar sinting! Memangnya langsung bisa dalam waktu sehari atau dua hari?
-=Hongseong - karcis K.A. Seoul=-
Lama tidak berjumpa.
Bangsat itu datang mencariku kemarin.
Mau membunuhku katanya. Bawa pisau juga dia.
Kuganggu siswi pindahan Seoul itu.
Prinsipku adalah, hidup itu tidak boleh punya hutang.
Kau datang untuk menceritakan hal tidak penting ini?
Pergilah!
Bagiku, ini semua sudah menjadi masa lalu.
Oh ya? Kalau begitu biar kubunuh saja dia.
Hei! Apa sebenarnya yang kau mau?
Jika kau begitu terus, antara kita cukup sampai di sini saja.
Karena bangsat itu kau mau mengalah?
Jika iya, kau bersedia melupakan semua ini?
Pertanyaan terakhir, sekalipun hanya sesaat...
kau sama sekali tidak pernah menyukaiku?
Iya, tidak pernah.
Baiklah.
Benar katamu.
Sekarang kau dan aku adalah sekutu.
Banyak sekali yang datang.
Ayo cepat kita selesaikan.
Cho Gwang Sik!
Keluar!
Kang Choong Gil, aku tidak boleh menyentuhmu.
Lebih baik kau pergi saja.
Selama aku tidak menyentuh So Hee, kan?
Iya.
Ya sudah. Sana!
Lagipula, adikmu kabur dari rumah bukan karenaku.
Sekarang sudah jam berapa?
Jika kau mau sesuka hatimu, pindah dari sini saja. Ngapain juga pulang?
Kenapa ini? Lampu bukannya dihidupkan.
Keluar!
Akhir-akhir ini kau ngapain saja?
Bangun!
Mukamu kenapa?
Seharian tahunya cuma menguber cewek. Sekarang malah berantem lagi.
Hebat! Kau pikir kau itu keren begitu?
Kau bisa berubah menjadi preman kalau begitu.
Kunyuk ini! Apa gunanya menempelkan foto ibumu?
Kau membongkar kamarku? Kenapa kau bongkar kamar orang sesuka hatimu?
Dasar kampret!
Ayah, punya hak apa kau mengguruiku?
Anjing yang lewat depan rumah saja bisa ketawa.
Apa katamu?
Memang salah yang kukatakan?
Karena Ayah tidak pernah di rumah, ibuku baru kabur.
Kau yang seharusnya meminta maaf pada ibuku.
Keparat!
Kenapa kau tahan?
Ayo hajar! Hajar lagi!
Hajar saja aku sampai mati!
Dasar gila, ngapain kau?
Sudah gila ya?
Sampai sekarang kau masih mengira Ibu melarikan diri karena ayah?
Ibu kabur dari rumah karena selingkuh.
Ayah berbohong padamu karena takut kau terluka.
Masih belum mengerti?
Jika tidak percaya, kau lihat sendiri lemari yang ada di dalam rumah.
Bagaimana Ayah melewati hari-harinya.
Ada apa ini? Choong Gil!
Kan sudah kubuang, kenapa digantung kembali lagi?
Aigoo, benar-benar jahat!
Ibu, kembalikan! Jangan pegang!
Dasar bodoh kau! Kenapa begitu keras kepala?
Ibu!
Kau siapa?
Putramu! Putramu!
Aigoo, putraku! Kenapa tidak kasih kabar dulu?
Aku sudah pulang.
Ibunya anak-anak ke mana?
- Ha? - Ibunya anak-anak.
- Oh, itu... - Kenapa?
Mari masuk dulu ke dalam!
Kenapa?
Anakku yang malang...
Kenapa, Ibu? Ibu! Ibu! Kenapa?
Halo!
Mukamu kenapa?
Iya nih! Sampai rumah juga kau tidak mau pulang.
Sudahlah! Jangan gara-gara So Hee, kau merusak hidupmu sendiri.
Jangan cari gara-gara dengan Gwang Sik!
Sekalipun kau reinkarnasi sekali lagi, tetap saja kau bukan lawannya.
Choong Gil, Yeong Sook dia...
Yeong Sook tidaklah selemah itu.
Iya, tapi dia sama sekali tidak melawan.
Kenapa begitu?
Aku juga sedang mikir mau kasih tahu atau tidak.
Apaan sih?
Yeong Sook dia... demi menolong Choong Gil rela digebukin orang.
Ngomong apa kau?
Kenapa?
Buka matamu!
Berkedip sekalipun dia sama sekali tidak.
Dia suka apanya kau sampai rela melepaskan kedudukannya?
Sana boker!
Kang Choong Gil, aku tidak boleh menyentuhmu!
Lebih baik kau pergi saja.
Yeong Sook dia... demi menolong Choong Gil rela digebukin orang.
Brengsek!
Choong Gil!
Menurutmu aku akan melepaskan tanganku atau tidak?
Lepaskan saja, bangsat!
Choong Gil!
Yeong Sook!
Dia sudah pergi ke Seoul.
Choong Gil, aku bukannya melarikan diri...
Hari itu saat membicarakan masa lalu kita, aku jadi mengerti.
Kecuali dirimu, aku tidak pernah mengharapkan bisa menjadi apapun.
Jadi sekalipun baru dimulai sekarang, aku ingin mencari...
Karena itu, kau harus mewujudkan mimpimu.
Jangan cuma bisa mengatakan kau mau berlayar.
Gunakan buku ini dan belajarlah dengan benar.
Kau pasti bisa. Aku benar-benar yakin akan itu.
Mengerti?
Sudah lihatkan di papan tulis tertulis tanggal 31 Oktober, bukan?
Sudah!
Hari itu, jam 12:30...
aku akan menikah.
Kunyuk yang punya waktu silakan datang makan mie. Mengerti?
-=Ingin mencintaimu tanpa adanya keegoisan. Ketemu jam 6. So Hee.=-
Ini apa? Kau mau pergi?
Kau mau pergi?
Ayo kita pergi makan deokkbokki!
Aku masih belum pesan. Ada orang...
Dipesan oleh orang itu.
Dipesan oleh Kang Choong Gil.
Dia tidak bisa datang, jadi setelah selesai makan kau boleh pulang.
Aku sudah pulang!
Sudah berapa tahun kunyuk ini tidak pulang?
Tiga tahun.
Paman!
Choong Gil!
Kenapa baru pulang sekarang?
Sebentar! Ini adalah calon bibimu.
Apa kabar!
Apaan?
Rambutmu hilang ke mana?
Daya tarik keluarga. Sebentar lagi giliranmu.
Dasar! Beraneka-ragam kekecewaan.
Menilai seorang wanita tidak hanya dari wajah,
tapi juga harus dari hatinya.
Pahami hatiku.
Dalam hidupku aku pernah mengunjungi banyak tempat.
Sudah banyak wanita cantik yang kulihat.
Satu-satunya orang yang sisa hidupku ingin kuserahkan...
hanyalah dia seorang.
Aku sudah menyerahkan sisa hidupku padanya.
Sudah ah!
Kau masih ingin berlayar?
Kalau mau, bilang saja! Aku bisa membantumu.
Tidak, ada hal yang harus kulakukan.
Ngapain kau di sini dan membiarkan istrimu di sana?
Apaan sih? Dilihatin orang-orang.
Terima kasih telah menggunakan subtitle dari: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.