Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by ®iQIYI [ Dinner Mate - MBC ]
Synced by ParkMinYoung℠
PUSAT OPERASI
Astaga, Operasinya sudah selesai?
Maafkan aku
Jika ini surat terakhir ibu untukmu,
ibu tidak akan sempat mengatakan ini kepadamu.
Maafkan ibu
karena sudah hidup dengan melupakan bahwa kau yang terpenting di hidup ibu.
Ibu menyayangimu.
THE GREAT GATSBY
Ibuku ingin memberitahuku sesuatu,
tapi aku menyuruhnya menunggu sampai lain kali.
Lain kali.
Aku tidak tahu ini kali terakhir aku bersamnaya.
Tapi ibuku,
pasti tahu itu kali terakhir kami bersama.
Dia menulis dia menyayangiku,
bahwa dia menyesal.
Tapi tidak bisa kudengar secara langsung.
Aku juga tidak bisa mengatakannya.
Aku yakin dia tahu.
Dia tahu perasaanmu.
Aku yakin dia tahu perasaanmu.
Aku butuh waktu lama untuk menyiapkannya pemakamannya.
Kau sebaiknya pulang.
Tidak
Terima kasih telah menghubungiku.
Kurasa aku tidak bisa meninggalkannya.
Begini..
maksudku kau sebaiknya pulang dan berganti pakaian.
Kalau begitu, beri aku waktu satu jam. Aku akan cepat.
Baiklah.
Halo?
produser Woo. Kau tahu,
Hae-kyong tidak menjawab teleponnya.
Ahh.. itu..
karena ibunya Hae-kyong
meninggal.
- Apa? - Baru saja.
Dia sedang menyiapkan pemakaman.
Bagaimana dengannya? Dia baik-baik saja?
Tidak! Dia tidak kelihatan baik-baik saja.
- Begini - Apa? Ada Apa?
Bukan apa-apa. Aku akan segera kesana.
THE GREAT GATSBY
Kemana dia pergi?
Kenapa kau disini?
Sudah kubilang jangan muncul di depan rumahku.
Bisahkah kita,
bicara sebentar?
- Aku harus pergi - Do-hee, tunggu.
Beri aku 30 menit.
Tidak, 10 menit. Kumohon.
Mari bicara.
Silakan.
Aku baru menyadari betapa takutnya
pasti kau
atas semua perbuatanku kepadamu.
Aku juga sadar bahwa aku sudah gila.
Pemikiran
bahwa hubungan kita benar-benar berakhir
membuatku kehilangan kendali.
Aku pasti sudah gila.
Aku benar-benar akan berobat.
Aku tidak mengatakan ini untuk memikatmu kembali
karena hubungan kita benar-benar berakhir.
Tapi Do-hee
Aku tidak ingin
menjadi kenangan buruk bagimu.
Jadi, bisakah kau membantuku?
tolong jangan terlalu membenciku.
Hae-kyong.
- Kau - Baik-baik saja?
Iya.
- Ayo - Hae-kyong, tunggu sebentar.
Ada apa?
Ini tidak penting.
Sebentar saja.
Diman Do-hee?
Dia pulang untuk berganti pakaian.
Kapan?
Dia akan segera kembali.
Geou-u
Apa?
Dimana Jung Jae-hyuk?
Ahh.. Itu...
Kau tahu dimana dia, bukan?
Begini..
Benar bukan?
Jae-hyuk.
hilang.
Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?
Dia tidak menjawab teleponnya.
Jangan kehilangan dia. Jadi dia tetap di sisimu
apapun yang terjadi.
Jika tidak, kauakan menyesal.
Hae-kyong.
Hei. Pergi dan cari Jung Jae-hyuk dahulu.
Tidak. Kau harus menelepon polisi dahulu.
Aku akan ke rumah Do-hee.
- Tidak, Dokter Kim. - Hae-kyong.
Hae-kyong.
Hae-kyong.
Kenapa kau pergi tanpa memberitahuku?
Kenapa kau tidak menjawab teleponmu?
Kenapa kau membuatku khawatir?
Aku pulang untuk berganti pakaian.
Jae-hyuk datang ke rumahku.
Lantas, kau seharusnya segera meneleponku. Kau tidak takut?
Bagaimana jika sesuatu terjadi kepadamu lagi?
Tidak. Aku mengusirnya.
Aku akan segera kembali kesini. Jadi aku ingin memberitahumu langsung.
Dan ponselku tertinggal di rumah karena aku terburu-buru kemari.
Maafkan aku.
Maaf karena aku membentakmu.
Aku khawatir sesuatu mungkin terjadi kepadamu.
Aku bahkan tidak bisa bernapas.
Aku merasakan hal yang sama.
Saat ditelepon Byung-jin pagi ini,
aku merasakan hal yang sama.
Aku sangat mencemaskanmu,
sampai tidak bisa bernapas.
Sudah selesai. Jangan pergi kemana pun tanpa aku mulai sekarang.
Mulai sekarang, Percayalah padaku dan tetap bersamaku.
Mengerti?
Baiklah.
Aku tidak punya pilihan lain sekarang.
Maafkan aku
karena terlalu lama.
ANDA INGIN MENGHAPUS FOTO?
ANDA INGIN MENGHAPUS FOTO?
MENDIANG KIM HONG-TAK, MENDIANG LEE MUN-JEONG
Ibu, aku akan segera datang.
Bisakah kamu menyapa ibuku?
Dia sangat ingin bertemu denganmu.
Maafkan aku.
Aku akan
sering datang juga.
MENDIANG KIM HONG-TAK, MENDIANG LEE MUN-JEONG
Kenapa No-eul tidak datang hari ini?
Dia syuting di daerah pedesaan hari ini.
Tapi bukankah kita harus meneleponnya? Dia memiliki hubungan spesial dengannya.
Ahh.. Itu..
Kenapa kita harus meneleponnya?
Setelah putus, kau sama saja dengan orang asing.
Begitukah? Tapi kenapa mereka terus bergandengan tadi?
Apa? Kau sungguh tidak tahu?
- Apa? - Tidak mungkin.
Astaga, panas sekali. Hari ini panas.
Kenapa mereka terus bergandengan tangan?
Aku penasaran.
Ikut denganku. Aku akan mengantarkanmu.
Kita tidak bisa selalu bersama.
Kau sebaiknya pulang sekarang.
Pulang dan tidurlah.
Kau terlihat kelelahan. Mengerti?
Kalau begitu, hubungi aku saat kau tiba di rumah.
Baiklah.
Sampai jumpa.
Ayo.
Halo, Hyun-u.
Itu hari yang berat.
Tidak apa-apa.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Aku di klinik.
Aku sudah memberitahu stafku.
Jika kau beritahu yang kau butuhkan, akan kusiapkan.
Baiklah.
Hyun-u
Terima kasih.
Tentu.
"DIA DAN MEJA" OLEH LEE MUN-JEONG.
KLINIK PSIKAITRI RELAX
Maaf, kami tutup sampai hari ini.
Namaku Kim Hyun-u.
Dokter Kim tidak memberitahumu?
Benar juga. Dokter Kim Hyun-u?
Baiklah.
Tapi, bukankah kau pernah datang ke klinik kami?
Ingatanmu bermasalah.
Kau tidak langsung mengenaliku.
Kau mengingatkanku kepada Dokter Kim.
Mana rekam medis Pak Jung Jae-hyuk?
Baiklah.
Disini.
Apakah dia sungguh akan dirawat di klinik kami?
Ya.
Apa dia setuju dengan itu?
Sepertinya begitu. Dia ingin melakukan itu.
Dokter tidak boleh memilih pasien mereka.
Benar.
Produser Woo masih cuti sampai hari ini, bukan?
Ya.
bagaimana dia tahu ini akan terjadi dan cuti tepat 3 hari?
Sejak kapan mereka berpacaran? Awalnya mereka saling membenci.
Orang yang saling membenci cenderung akan menjadi pasangan.
Itu rumus cinta.
KERIPIK KENTANG
Makanlah, So-ra.
Rumus cinta.
Apa maksudmu?
- Dia ada dipikiranku. - Ada apa dengannya?
Pejamkan matamu.
- Dia kenapa? - Selamat menikmati.
Hae-kyong.
Hae-kyong.
Hae-kyong.
Kau baik-baik saja?
Tidak, aku tidak boleh diam saja seperti ini.
- Apa yang kau lakukan? - Astaga.
Begini..
Aku menekan bel dua kali, tapi tidak ada yang menjawab.
dan aku khawatir.
Aku menelepon Byung-jin dan dia memberitahu kode sandi kunci pintumu.
Sepertinya kau tertidur pulas.
Aku hanya..
Aku hanya melihatmu tidur, itu saja.
Aku serius.
Kau benar-benar tidak sadar. Jadi, aku ingin menunggu sambil memasak.
Aku tidak memandangimu tidur, menyentuh, menusuk, atau mencubitmu.
Jangan khawatir.
Aku tidak keberatan jika kau melakukannya.
Dan saat memasak,
kau harus menaikan rambutmu.
Biar aku saja.
Apa yang kau buat?
Mi.
Apa?
Aku menanyakan apa yang kau sukai kepada Byung-jin.
Dokter Kim, kau harus makan sesuatu.
Tidak, terima kasih.
Aku tidak berselera makan.
Tapi kau belum makan sama sekali selama 3 hari ini.
Aku ingin makan mi?
Mi?
Semangkuk mi yang tidak enak.
Ibu bilang akan membuatkannya untukku.
Aku tidak benar-benar mengatakan ingin mi.
Kau mau mi bimbim?
Aku seharusnya membeli mentimun.
Kukira kau mau mi hangat.
Tidak apa-apa. Bukan begitu.
Aku juga tidak yakin mau mi seperti apa.
kapan itu akan selesai? Aku lapar.
Itu.. Sedikit lagi. Duduk dan tunggulah.
- Ya? - Baiklah.
Kenapa? Ada apa? Kenapa kau tertawa?
Ini dia.
Ada apa?
Apa itu?
Rasanya
aneh.
Benar.
Rasanya sangat tidak enak.
- Kau harus berhenti memakannya. - Tidak.
Tapi
aku menyukainya.
Apa maksudmu?
Ibumu
tidak pernah benar-benar memasak.
Tapi terkadang dia memasak mi.
Belakangan ini,
ayah sangat menginginkan mi itu.
Saat harus makan mi kuah yang tidak enak,
dia bilang itu sangat lezat.
Aku bersyukur.
Memilikimu di sisiku.
Aku benar-benar sendirian sekarang,
tapi kau tidak membuatku merasa seperti itu.
Ini benar-benar
resep yang cukup bagus
ini memang menenangkan orang.
Syukurlah.
Tapi
kau sungguh tidak bisa memasak.
Astaga, kau serius?
Tidak, aku hanya bercanda.
Aku akan mengingat ini untuk waktu yang lama.
Aku akan mengingat makanan yang kau masak untukku.
Kalau begitu, bisakah kau
mengingatnya bahwa itu enak?
Baiklah.
Aku akan mengubah ingatanku sedikit.
Itu enak.
Itu sangat enak. Aku memantraimu.
Hae-kyong, kau cenggeng sekali.
Tidak...
Kurasa kimchinya pedas.
Apakah sepedas itu?
Ayo, makanlah.
KREATOR SUKSES, MENCIPTAKAN KONTEN ADALAH KUNCI.
Pak Kim.
Halo. Kau disini. Lama tidak bertemu.
Aku keluar kota untuk pemotretan.
Benar, karena itu kau tidak datang ke pemakaman.
Pemakaman?
Hei, bukankah kita terlambat? Pukul berapa ini?
Siapa yang meninggal?
Ibunya Dokter Kim.
Apa?
Astaga.. kau!
Apa? Apa salahku kali ini?
Entahlah, tapi kurasa kau membuat semuanya menjadi rumit.
Astaga.
Sial.
Apa salahku? Astaga.
PSIKIATER KIM HAE-KYONG
Kau kelihatan lebih baik daripada dugaanku.
Aku tidak yakin.
Fakta bahwa dia telah tiada belum meresap di benakku.
Karena kami telah lama berpisah.
Sulit untuk menyadari itu meski kalian sering bersama.
Seiring berjalannya waktu kau akan merasakan kekosongannya.
Seiring waktu berlalu lagi, kekosongan itu akan dihapus.
Kau harus beristirahat. Kau menjalani kehidupan yang sibuk.
Apa aku sedang menjalani konseling.
Bukankah seharusnya kau menjalani konseling?
Kau mungkin tahu kau menderita banyak gejala.
Sudah membaik.
Kau ingat apa yang paling penting saat menyembuhkan
hati seseorang?
Hati cinta.
Pantas saja kau masuk kelas teratas ke Universitas kami.
Kau tahu para juniormu membenci
filosofi sampahmu itu, bukan?
Aku seharusnya mengambil jurusan filosofi. Dengan begitu, aku pasti populer.
Aku akan ke klinik sebentar.
Tunggu akau, aku akan segera kembali.
Kenapa kau disini?
Hae-kyong sedang keluar.
Masuklah.
Dia dimana?
Dia bilang akan segera kembali. Tunggulah di dalam.
Sudah kubilang tunggu di dalam sini.
Dia akan segera kembali.
Omong-omong,
apa menurutmu Jung Jae-hyuk akan membaik?
Aku harus berusaha.
Aku memakai pakaian ini kembali hanya untuk menyembuhkannya.
Aku sendiri berpikir
dia harus dirawat di rumah sakit.
Mari beri dia waktu.
Dia memiliki keinginan untuk sembuh.
Dia mungkin akan membaik lebih cepaat dari dugaan kita.
Bagaimana jika bukan itu yang terjadi dan malah sebaliknya?
Kalau begitu,
Aku mungkin aku harus berhenti menjadi Dokter selamanya,
atau dia harus dirawat di rumah sakit. Jika keduanya tidak terjadi,
dia bisa berakhir di penjara.
Dia juga diberikan obat.
Mari beri dia kesempatan lagi.
Baiklah.
Aku akan pergi.
Baik. Astaga, aku merasa canggung tidur dibawah atap
setelah sekian lama.
Omong-omong, kau sungguh baik-baik saja?
Tentu saja.
Aku juga punya klinik dan rumah yang bagus.
Bukan, maksudku tentang hubunganmu dengan Jung Jae-hyuk.
Apa kecelakaan itu..
Kondisiku membaik.
Aku menyembuhkan dan memulihkan diriku.
Dengan hati penuh cinta.
EPISODE SELANJUTNYA AKAN SEGERA TAYANG ^_^
Kau melarang orang-orang menghubungiku?
Aku baru mengetahui kalau ibu meninggal,
beberapa saat lalu.
Aku sangat tidak fokus.
Semua orang juga sangat terkejut.
Hae-kyong yang tidak ingin aku tahu.
Aku mungkin bukanlah orang yang penting dalam hidupnya lagi,
Tapi aku menyukai ibu.
Teganya dia melakukan ini kepadaku.
Kubilang aku menerima semuanya tanpa ada perasaan.
Aku bahkan bilang kepadanya dia tidak perlu
peduli kepadaku.
No-eul.
Bagaimana kau bisa menerima tanpa ada perasaan?
Apa menurutmu masuk akal semuanya merasa baik-baik saja?
hanya karena kau menerima semuanya?
Saat pria dan wanita putus,
kita semua menjadi kekanak-kanakan, tidak tahu malu, dan hancur.
Memangnya kau siapa? bisa waras dan bersikap seolah baik-baik saja.
Kau bahkan tidak baik-baik saja.
Aku tahu aku tidak berhak mengatakan ini,
tapi biar kusampaikan pendapatku
demi masa lalu kita.
Kau sangat cantik
dan luar biasa.
Karena itulah aku kesal
saat kau berada di dekat Hae-kyong.
Berhenti bersikap seolah kamu baik-baik saja.
Disini tidak ada yang baik-baik saja,
setelah putus.
Tapi tetap saja,
aku sangat menyukai ibu.
Aku tahu.
Aku tahu.
Hae-kyong melakukan kesalahan dengan itu.
Tapi jangan panggil dia dengan ibu.
Do-hee.
Hei.
Aku tidak membuatnya menangis.
Aku akan pergi.
Tidak, tunggu. Aku akan mengantarmu pulang.
Tidak apa-apa. Bicaralah dengannya dulu.
Kenapa kau disini No-eul?
Nona Jin, pukul dia sekali lalu pergi.
Sekali saja.
Tapi jangan terlalu lama disini. Aku keberatan dengan itu.
Apa maksudmu?
Kalian boleh bicara hari ini.
Selesaikan, ya?
Astaga. Do-hee, kau luar biasa.
Aku memang hebat.
Tidak.
Aku mempercayai diriku dan Hae-kyong.
Tentu saja.
Apa yang terjadi?
Brengsek.
Lihat siapa yang bicara.
Kenapa kau tidak memberitahu tentang kematian ibu?
Itu ibu mantan pacarmu.
Aku tidak perlu memberitahumu.
No-eul.
Aku sangat menghargai kau turut berduka untuknya.
Aku yakin ibu juga akan menghargainya.
Tapi sekarang,
apapun yang terjadi kepadaku atau kau,
tidak ada yang bisa kita lakukan satu sama lain.
Benar kita tidak melakukan apa pun.
Kita bisa berteman saja.
Kita tidak bisa berteman karena putus?
Kita tidak tinggal di era Victoria. Jangan terlalu kaku.
Mungkin suatu hari kita bisa berteman. Tapi tidak sekarang.
Kita saling tidak nyaman.
Dan yang terpenting,
aku tidak ingin membuat Do-hee khawatir.
Kau sudah banyak berubah, Hae-kyong.
Kau menjadi sangat kejam.
Kurasa begitu.
- Halo - Kau sudah sampai di rumah?
Tentu saja.
- Sudah? - Ya
Aku baru sampai di rumah.
Lalu kenapa kau bicara pelan-pelan?
Ini sudah larut malam. Aku harus bicara pelan-pelan.
- Kau membuatku kaget. - Kau pindah kemari?
Maksudku aku mau bilang aku baru akan pergi sekarang.
Itu maksduku. Aku pergi sekarang.
Apa yang kau lakukan?
Kau tidak melihat No-eul pergi kan, bukan?
Sudah.
Meski dia tidak melihatku.
Kenapa kau tidak pergi?
Kau tidak mempercayaiku?
Tidak. Aku baru mau pergi, tapi...
atau karena
kau tidak mau pulang?
Bukan begitu.
Kau mau tetap disini?
Maaf. Ini ibuku.
IBU
- Hei. - Diman kau sekarang?
Aku bekerja lembur hari ini.
Ibu rasa ada pencuri di rumah.
- Apa? - Maksud ibu,
ada yang memporak-porandakan rumah ini.
Ibu rasa ada pencuri.
Tidak, bukan pencuri.
Itu putri ibu. Aku yang melakukannya.
Aku sedang membersihkan rumah tadi.
Hei! Kau sebut ini rumah? Ini kandang babi!!
Pulang sekarang juga!
Baiklah.
Aku mendengar semuanya. Kau harus pulang, bukan?
Ya.
Apa kau sungguh harus pulang?
Ya, aku sungguh harus pulang kali ini.
Tunggu disini. Aku akan mengantarkanmu pulang.
Waktu yang tepat, bu.
Sayang sekali.
Aku pulang.
Kau tahu sekarang jam berapa?
Ayolah. Aku lelah. Nanti saja.
- Wo Do-hee - Apa?
- Apa kau... - Tidak.
- Apa maksudmu, tidak? - Ibu mau tanya apa?
- Ibu rasa jawabannya tidak. - Ayolah. Ada apa dengan ibu?
Aku sangat lelah. Pulanglah.
Ibu tidak bisa pulang selarut malam ini. Ibu akan menginap?
Ibu tidak boleh tidur disini.
Naik taksi saja.
- Siapa itu? - Tidak.
Kubilang tidak.
Kenapa kau terus bilang tidak?
Yang benar saja! Aku sangat lelah. Aku akan tidur.
Aku mau mandi.
Ada apa dengannya?
Ini.. Untukmu.
- Ponsel? - Ya.
Kita bertemu setiap hari di pagi dan malam hari,
tapi itu tidak cukup.
Apa?
Kau punya ponsel?
Aku sudah bertahun-tahun tidak menggunakannya
dan aku baru saja menghidupkannya.
Kita tidak bisa saling menghubungi saat ingin menyusun rencana
dan itu membuatku sangat frustasi.
Selama ini kau punya ponsel?
Orang macam apa...
Kuharap kita bisa saling menghubungi saat ingin menysusn rencana.
Aku ingin mengirim pesan seperti, "Sampai nanti" dan "Tunggu aku".
Itu sebabnya aku menghidupkannya lagi.
Kau melakukannya karena aku?
Aku tidak akan bialng tidak.
Beri aku jawaban yang jelas.
Aku benci jawaban yang tidak jelas.
Berikan nomor teleponmu.
Jadi aku bisa datang dan pergi, Sesuai keinginanmu.
Sebaiknya dengarkan kata-kataku
Hai, Bu-nam
Kau hanya terlihat keren di kantor.
Aku suka glitter.
Banyak yang harus kita bahas, bukan?
Benarkah? Entahlah.
Aku tidak ingat.
Tunggu.
Jadi Jae-hyuk diam-diam menerobos ke rumahmu,
kau merahasiakannya dari Dokter Kim,
dan saat Dokter Kim mengetahuinya,
dia memukul Jae-hyuk di kliniknya.
Kau tidak pernah mengecewakanku, A-yung.
Bagaimana kau bisa meringkasnya hanya dengan tiga kalimat?
Dasar gila...
Beraninya kau membiarkannya melakukan itu. Kau seharusnya membunuhnya.
Kurasa aku yang gila.
Aku yang mengizinkan dia bekerja disini agar kau bisa menemuinya lagi.
Kau sungguh tidak tahu dia orang aneh?
Kurasa tidak akan ada yang berubah meski kau tahu.
Aku marah, malu dan kesal.
Tapi disaat yang sama aku merasa kasihan dengan penyakitnya.
Astaga, dasar bodoh.
Jadi, Dokter Kim baik-baik saja?
Hae-kyong kesyanganku...
Keluar! Kubilang, keluar!
Katanya dia kenal Dokter yang bisa bantu Jae-hyuk. Jadi aku tidak perlu cemas.
Orang gila macam apa yang mau membantu bedebah sepertinya?
Bagaimana harimu kemarin?
Kemarin?
Begini..
Aku berusaha keras untuk menerima.
bahwa aku sakit keras
dan yang kulakukan selama ini
salah.
Gangguan delusional adalah
penyakit
saat delusi menyebabkan masalah.
Tapi begitu delusinya pecah,
itu menyakitkan.
Itu sangat menyakitkan.
Anggap saja ada seorang wanita yang kehilangan bayinya.
Dan dia memiliki delusi bahwa bayinya masih hidup.
Setiap hari dia memegang boneka dan berkata,
"Bayiku".
Itu penyakit.
Itu harus disembuhkan.
Tapi saat delusinya pecah,
dia akan sedih.
Itu akan sangat menyakitkan.
Dokter,
Kalau begitu,
bukankah hidup dalam delusi
membuatku lebih bahagia?
Mungkin saja.
Mungkin itu alasan orang ingin tetap berada di dalam delusi.
Tapi jika ingin hidup di dunia nyata,
Kau harus keluar dari dunia palsu. Bukankah begitu?
Menurutmu,
apa dunia palsuku, Dokter?
Dunia tempat kau tidak bisa hidup tanpa Do-hee.
Dunia tempat kau tidak berharga tanpa pengakuan dari ayahmu.
Saat ini di dunia nyata, aku melihat
seorang pemuda cerdas dan tampan di depanku.
Ada banyak hal yang bisa kau lakukan di dunia ini.
Dokter.
Menurutmu aku bisa melakukannya?
Mari kita coba.
Baiklah.
Terima kasih, Dokter.
Kau bilang akan memberiku berita, tapi aku belum mendengar darimu.
Kau akan menjadi orang yang pertama tahu saat aku punya pacar.
Tapi kapan?
Tunggu. Kau sudah punya?
Suatu hari nanti.
Ini tidak bagus.
Kudengar Dokter Kim membantumu saat kau dalam kesulitan
karena skandal utang itu.
Kau putus dengan Dokter Kim karena utang ibumu?
Kukira kau sepakat kau tidak akan menulis artikel tentang Dokter Kim.
Setidaknya biarkan aku menulis artikel eksklusif
tentang skandal utang ibumu.
Mungkin wawancara eksklusif dengan ibumu akan menjadikan tajuk utama luar biasa.
Terserah kau saja. Aku tidak peduli jika kau menulis tentang Dokter Kim
Atau mengunjungi ibuku.
Apapun itu, begitu artikelnya diterbitkan, kau akan terkenal.
Kita berdua hidup dari perhatian.
Mari kita buat kekacauan bersama.
- Dasar.. - Kenapa kau
tidak menerima saja berita yang kuberikan kepadamu?
Kau tahu aku sudah melalui banyak hal.
Aku bisa mengusikmu jika itu yang kamu mau.
Kapan kau selesai bekerja?
DO-HEE
Ini baru jam makan siang.
Aku bosan.
DO-HEE
Pulanglah lebih awal.
Ini hari pertamaku bekerja setelah 3 hari cuti.
Baik. Hubungi aku jika sudah selesai.
Apa yang harus kulakukan sampai malam?
Baiklah.
Baik, mari kita lakukan.
HAE-KYOUNG
Kau senang?
Ya.
Aku iri kepadamu.
Hei, kurasa aku harus mulai memakai aplikasi kencan.
Mungkin aku bisa menemukan takdirku disana
tanpa harus tahu nama dan profesinya.
Ayolah.
Akan ada kemungkinan besar kau bertemu dengan penipu,
pria yang sudah menikah, dan pembunuh, So-ra.
Pecundang itu bersikap aneh belakangan ini. Dia terus mengejekku.
- Mungkin dia menyukaimu. - Hei!
Kenapa?
Tunggu.
IBU
Halo, ibu.
Kenapa ibu tidak pulang? Sedang apa ibu disini?
Mari kita pergi malam ini.
- Kemana? - Kencan buta.
- Apa? - Kencan buta.
Kencan buta? Kenapa?
Katamu kau tidak punya pacar.
Akan ada di kafe tepat di depan gedung ini jam 7 malam.
Aku ada janji sore ini.
- Dengan siapa? - Bukan urusan ibu.
- Apa dia pria? - Bukan.
Lalu apa masalahnya?
Jam 7 malam.
Dia orang yang ceria sepertimu.
Dia pria yang sangat optimis yang merupakan spesialis di bidangnya.
Dia pria yang sempurna untukmu. jam 7 malam.
Jangan sampai lupa, ya?
Ibu!
Ibu tidak punya kontaknya, temui dia langsung dan minta maaf,
jika kau harus pergi.
Astaga, aku tidak percaya ini.
PANGERAN PAYUNG
PANGERAN PAYUNG
A-YUNG
Halo
Ini canggunng. Berbicara denganmu di telepon.
Ini juga canggung bagiku.
Dimana kau?
PEMBERITAHUAN PERUBAHAN JAM KERJA.
Bu Nam. Kenapa kau kemari?
Omong-omong, apa pria tunawisma mengunjugi tempat ini?
Pria tunawisma?
Kami tidak punya pasien bernama Pria Tunawisma hari ini.
Bagaimana dengan Keanu?
Keanu?
Keanu, seperti Keanu Reeves?
Lupakan saja.
Rambutnya tebal
dan dia agak tampan.
Meskipun dia terlihat seperti gelandangan,
tubuhnya sangat berotot.
Ototnya besar sekali.
Aku?
Apa aku seperti itu?
Kau bukan hanya lulus dari sekolah kedokteran,
tapi kau dokter sungguhan?
PSIKIATER KIM HYUN-RU
Dan kau seorang psikiater?
Kim Hyun-u, Keanu.
Kim. Ki...
Kim Hyun-u.
Namamu Kim Hyun-u?
- Ya - Kau seorang psikiater?
Ada lagi yang belum kau ceritakan?
Tapi bukan berarti aku penasaran dengan masa lalumu.
Sudah kubilang aku tidak peduli selama kau bukan pembunuh.
Tapi
kau yang memakai pakaian dokter
tidak terlihat menarik sama sekali.
Apa kau lebih menyukaiku
saat aku tidak punya uang,
tidak pernah berganti pakaian,
dan kotor karena tidak pernah mandi?
Aku benci pria yang suka pamer.
Aku benci mereka.
Kurasa ucapanku membuatmu kesal,
A-yung.
Aku penasaran apa itu?
HAE-KYONG
HAE-KYONG
- Hai. Kau pasti Nona Woo Do-hee? - Ya. Hai.
Astaga.
Ibuku menyuruhku datang kesini jam 7 malam,
jadi aku datang,
tapi aku seharusnya tidak ada disini.
Aku datang karena tidak punya kontakmu.
Maaf, tapi aku tidak bisa melakukan kencan buta.
- Sebenarnya, aku punya... - Kau punya pacar.
Apa?
Hae-kyong. Kau bilang akan menunggu di rumah.
Aku ingin mengejutkanmu.
Aku akan terlambat 30 menit. Aku masih di kantor
Tolong tunggu aku.
Dan ini sangat mengejutkanku.
Jadi, kau punya pacar.
Ya.
Aku baru mau mengatakannya.
Ini pacarku. maafkan aku.
- Aku Kim Hae-kyong. - Senang bertemu denganmu.
Silakan duduk.
- Tapi... - Duduklah.
Silakan duduk.
Sebenarnya,
aku juga punya pacar.
Apa?
Bagaimana jika minum es kopi?
Kalian berdua kelihatan perlu sesuatu untuk mendinginkan diri.
Tentu.
Aku punya pacar,
tapi belum me,beri tahu orang tuaku tentang dia.
Aku hanya berpura-pura punya kencan buta,
lalu menemui pacarku diam-diam.
Maafkan aku.
Aku punya cerita yang sama.
Bagaimana bisa mirip?
Aku belum memberi tahu ibuku tentangmu.
Kenapa belum? Dia memintamu kencan buta?
kenapa tidak memberitahunya kau punya pacar?
- Begini... - Aku tidak mengerti.
Ini aneh. Kau malu karena aku?
Aku sangat populer diantara para ibu.
Itu bukan...
Lalu kenapa kau berbohong kepadaku dan pergi kencan buta,
tanpa sepengetahuanku saat menunggumu?
Kapan aku berbohong...
Aku masih di kantor. Tolong tunggu aku.
Kurasa aku memang berbohong.
Aku tidak tahu ikut kencan buta adalah bagian dari pekerjaanmu.
Aku sungguh tidak tahu.
Aku datang untuk memberitahunya bahwa aku punya pacar.
Kenapa kalian kemari padahal sudah punya pacar?
Begini...
Kemana dia pergi?
Setidaknya dia bisa membaca situasi.
Katakan kenapa ibumu tidak menyukaiku?
- Ada kesalahpahaman - Apa itu?
Kau ingat pasien yang kau bicarakan?
Dia ibuku.
Pasien yang mana?
Wanita yang bilang akan melakukan apapun untuk mengubah pikiran putrinya.
Aku putrinya.
Kau dokter yang hebat
dan pandai bicara.
Kurasa itu akan menyulitkan pacaramu.
Tidak mungkin. Itu tidak benar.
Aku yakin banyak wanita yang menyukaimu.
Jika putriku membawa pria sepertimu,
aku akan melakukan apapun untuk mengubah pikirannya.
Kau serius?
Begitu rupanya.
Sial.
Kukira dia jodohku.
Seharusnya aku tahu. Segalanya berjalan terlalu mudah.
Jika segalanya selalu semudah itu bagiku, aku pasti sudah menikah
dengan tiga anak.
Tidak, lima.
Kudengar semua orang punya cerita.
Aku ingin tahu ceritamu.
Kenapa kau membenciku?
Pertama, kita harus meluruskan kesalahpahaman.
Sebenarnya,
tidak ada kesalahpahaman untuk diluruskan. Itu tidak benar.
Apa aku merepotkanmu?
Kau yang menyusahkanku.
Astaga.
Yang benar saja, kenapa dia tidak menyukaiku?
Ini belum pernah terjadi kepadaku.
Dahulu aku dokter kesukaan pasien wanita.
Itu sebabnya dia tidak menyukaimu.
- Apa? - Yang paling dibenci ibuku adalah
Perselingkuhan.
Perselingkuhan?
Jika dia pikir aku akan selingkuh, karena populer,
itu kesalahpahaman besar.
Kau terus mengatakan kau populer.
Tapi itu tidak penting.
Apa yang disukai ibumu?
Mari kita kunjungi ibumu besok.
Pertama, aku akan memujimu.
Sungguh, dia harus tahu
bahwa aku bahkan sampa rela mati demi kau.
- Aku serius. - Benarkah?
Ya!
Bagaimana kau bisa begitu santai mengatakan kau rela mati untukku?
Aku tidak mengatakannya dengan santai.
Mari tetapkan sekarang untuk kunjungan besok.
Baiklah.
- Untuk kunjungan besok. - Bersulang.
Apa lagi yang dia suka?
Ayam goreng dan bir.
Ayam goreng dan bir, begitu rupanya.
- Apa lagi? - Aku.
- Kau? - Ya.
Kami punya selera yang sama.
Seleramau bagus.
Tunggu disini, aku akan segera kembali.
Baiklah.
Hei, Hyun-u.
Aku baru saja melihat Jung Jae-hyuk saat menuju ke rumah Do-hee.
Dia tampak murung.
Dia menghadapi kenyataan,
jadi, mungkin akan melukai diri sendiri.
Jangan memancingnya. Aku Akan Segera kesana.
Baiklah.
Pak Jung!
Hae-kyong!
Hae-kyong!
Hae-kyong!
Bangunlah. Hae-kyong!
Hae-kyong!
Astaga.
Ada orang disana?
Tolong!
Astaga.
Tidak! Hae-kyong!
Tolong buka matamu. Hae-kyong.
Astaga.
Tolong bangunlah.
Kumohon. Tolong kami!
Tolong!
Tolong kami!
Hae-kyong! Astaga.
Hae-kyong.
Hae-kyong!
Sub by ®iQIYI [ Dinner Mate - MBC ]
Synced by ParkMinYoung℠
DINNER MATE
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.