Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tidak.
-=Happy End=-
Lakukan. Lakukanlah sekarang.
Aku tak bisa melupakanmu.
Aku benci sendirian...
Hei, kau masih belum puas?
Ya.
Dengar. Kenapa kau tak segera menyelesaikannya?
Ini bukannya perpustakaan.
Ini tempat berbisnis. Dan kau memakai jas.
Astaga, ini bukan untuk amal.
Di mana harus kuletakkan buku ini?
Kau berubah pikiran?
Ya.
Bukunya tak bagus?
Buku ini lebih tepat dinamakan kisah misteri daripada kisah cinta.
Kuyakin kau juga tahu.
Tapi kisah cinta yang sebenarnya, itu menyedihkan dan menyayat hati.
Buku seperti itu sangat bagus.
Kau terlalu pemilih.
Hidup memang seperti itu. Sini, coba kulihat.
Langsung ke tengah. Di tengah, yang sebelah kanan...
...di mana referensi buku SMA semuanya menumpuk di sana.
Jika kau ambil 4 langkah di atas, semua buku misteri kususun di sana.
Letakkan semua bukunya di sana. Dan buku yang kau lihat sebelumnya.
Kau cuma ingin membeli buku itu saja?
Kau tak perlu membeli buku itu karena sudah sering kau lihat.
Kurasa aku harus membacanya sedikit lagi.
Lagipula, kau sudah hampir selesai membaca semuanya.
Di sana tak ada kursi, kakimu pasti kesakitan.
Oh, Tn. Seo! Aku lupa!!
Ini waktunya Yun untuk makan. Biar kuberi makan dulu.
Tak apa-apa, nanti saja di rumah.
Itu cuma sebentar.
Baiklah, sayang, ayo kita makan dan menonton pertandingan.
Tunggu sebentar!
Min-ki...apa ini kau?
Lee Miyoung? Kau ini Miyoung, kan?
Kau tinggal di sini?
Ya. Aku tinggal di sini sudah selama beberapa bulan.
Kau tinggal di sini? / Ya.
Di apartemen mana? Oh! Apa ini bayi laki-laki?
Bukan, ini perempuan. Aku tinggal di sini sudah selama beberapa bulan.
Aku tinggal di apartemen 909.
Benarkah? Dunia memang sempit.
Kurasa begitu.
Kapan-kapan, perkenalkanlah aku pada suamimu.
Baiklah, kapan-kapan, kita harus makan malam bersama.
Tinggal di sini? / Ya.
Ibu.
Ini anakku, Kim Ji-hoon. Sekarang, sapalah Paman ini.
Halo!
Oh, dia sangat tampan.
Tunggu sebentar. Ayah sedang membuatkanmu susu.
Apa?
Tunggu dulu!
Jangan!
Berikan foto ini padaku, oke?
Astaga! Kau punya foto lebih banyak dariku.
Apa ini?
Itu hal yang pernah kau tulis.
Kau menyimpannya selama bertahun-tahun ini?
Kau tahu, aku takkan pernah melepaskan cincin ini.
Jadi, kau bisa datang ke rumahku saat aku tak ada.
Apa itu kau? Jam berapa tadi kau masuk ke rumah?
Kita bicarakan nanti saja.
Oh, kau sudah lapar. Ini sudah waktunya makan.
Ini dia susu lezatnya.
Bayiku...bayi manisku.
Berhentilah memasak dan mari kita makan.
Kami sudah membahas masalah investasi di lembaga kami.
Maaf, aku pulang terlambat.
Apa yang kau lakukan semalaman? Ada apa dengan suaramu?
Kurasa aku kehabisan suara di karaoke. Kau tak mau susumu, sayang?
Terima kasih sudah mendaftar di Group Dong-Bu.
Silakan masukkan nomor aplikasi Anda.
Kami minta maaf. Anda tak bisa diterima saat ini.
Kami selaku Grup Dong-Bu cuma menerima pelamar yang memenuhi syarat di setiap...
Bagaimana jika kau lihat yang satu ini?
Penulis buku ini dulunya pernah tinggal di sebelah rumahku.
Dia membuang sejumlah bukunya saat dia pindah.
Ada beberapa buku kisah cinta di sini.
Seorang penulis yang menjual buku-bukunya.
Oh, buku ini. Siapa penulisnya?
Min-ki!
Permisi. Barang yang ke-17 ini apa?
Jamur.
Mana yang terlihat lebih baik?
Menurutku ketiganya bagus. Kurasa yang kotak-kotak ini sangat bagus untuk Anda.
Karena pulang duluan, harusnya kau yang ambil bayi kita, paham?
Yun...
Halo?
Siapa itu?
Penelepon aneh.
Kemarilah sayang... Kau merindukan Ayahmu?
Kutahu itu salah jika aku melakukan ini.
Akupun tahu kalau tak ada waktu mengeluh seperti ini.
Orang lain akan terluka, tapi seperti orang bodoh...
...aku coba menahan diri, tapi tak bisa.
Tak apa-apa.
Sayang, bisa kau matikan TV-nya?
Akupun ingin seperti itu...
...tapi aku tahu kalau itu takkan berhasil pada akhirnya.
Kenapa kau memilihku? Itu butuh waktu lagi untuk kita berdua, kan?
Aku selalu ada di sampingmu saat kau menginginkannya.
Untuk merasakan, untuk menyentuh, untuk berbicara...
Bisakah kau matikan!
Karena aku takut...
...meski kita kehilangan kesempatan ini, janganlah lakukan apapun dengan gegabah.
Siapa itu?
Halo? Halo?
Sudah ditutup.
Sayang? Apa yang terjadi padamu?
Apa sinetron itu begitu menarik? Siapa kau ini, Ibu rumah tangga?
Sudah kubilang aku sedang menunggu telepon...
...dan kenapa kau tak mau lihat bayi kita saat dia menangis!
Kenapa bukan kau saja yang mengurusnya?
Aku sedang bekerja!
Kenapa kau harus bawa pulang pekerjaanmu itu?
Apa? Karena aku harus melakukannya. Kau pikir aku mau bekerja di rumah?
Dan juga aku harus mengurus bayi kita?
Halo?
Ya...ya, tunggu sebentar.
Ini untukmu.
Halo? Ya.
Hei, kau menontonnya? Tak bisa berbuat apapun selain menangis.
Mereka harusnya berakhir bahagia.
Haruskah kita menelepon stasiun TV-nya?
Halo? Apa ini waktu yang buruk untuk membicarakan hal ini?
Ya, sepertinya begitu.
Aku paham kalau kau ingin santai untuk sementara waktu.
Tapi bukankah ini terlalu berlebihan?
Kau bahkan tak membuat lamaran pekerjaanmu, kan?
Katakanlah sesuatu.
Airnya sudah mendidih.
Aku keluar untuk mencari uang.
Jika kau ingin tetap diam di rumah sepanjang waktu.
Maka itu menjadi tugasmu untuk mengurus masalah dapur.
Apa kau tahu toko mana yang jual jus dengan harga terbaik?
Atau toko yang jual roti terbaik? Dan kapan saatnya mengangkat panggangan?
Kau benci pikirkan hal itu, kan?
Kau membencinya, itu sebabnya kau tak mau mulai bekerja lagi?
Kenapa kau duduk di sana dan bersikap seperti pecundang?
Bora! Kau tak perlu mengingatkanku kalau kaulah yang mencari uang.
Jadi? Aku tak tahu apa yang terjadi denganmu.
Kau terus membeli buku bekas ke Taman Pagoda sepanjang hari.
Kenapa kau membicarakan hobiku?
Lagipula, namanya bukan Taman Pagoda. Tapi Taman Tapkol!
Aduh! Tunggu...kepalaku.
Kau tahu apa yang kusuka saat ngeseks denganmu?
Kau lembut.
Memangnya aku ini apa? Seorang relawan? Lembut?!
Karena mereka belajar secara langsung dari Guru ahlinya...
...jadi anak-anak tak merasa takut belajar bahasa asing.
Malah mereka merasa senang... Bagaimana menurut Anda?
Jika Anda mengatakan "Lingkaran", anak-anak tak terlalu mengerti.
Tapi jika Anda mengganti kata lingkaran menjadi kata gunting.
Lalu, katakan saja pada mereka itu bundaran.
Mengenai lingkaran. "Donggurami" adalah "Lingkaran". "Kawi" adalah "Gunting"...
"Jareugi" adalah "Silet", mereka tak pelajari ini di Korea.
Mereka cuma belajar mengenai "Lingkaran" dan "Gunting".
Mari kita pikirkan lagi agar bisa buat keputusan.
Baik./ Dan dia ini desainer internet di lembaga kami.
Kim Il-Bum.
Halo. / Halo.
Aku lupa mengatakan hal ini.
Kami mengirim laporan kemajuan anak-anak di setiap minggunya melalui e-mail.
Anda menggunakan internet, kan?
Jangan tersenyum pada semua orang.
Ya? / Tn. Seo ada di sini.
Apa? / Dia sedang menunggu di lobi.
Bilang padanya agar menunggu. Aku masih belum selesai di sini.
Ada apa?
Kurasa kita tak bisa makan malam hari ini.
Oh ya...sapalah suamiku.
Anda ingin minum teh? / Tidak, terima kasih.
Apa yang kau lakukan di sini?
Apa pekerjaanmu sudah selesai?
Kau mengenalnya, kan? Dia adalah Kim Il Bum.
Halo. Lama tak bertemu.
Senang bertemu denganmu. Aku sering dengar tentangmu.
Kau sudah banyak membantu.
Ah, tidak, aku selalu mendapat keluhan.
Bagaimana kalau kita makan malam? Bagaimana menurutmu?
Il-Bum, bagaimana menurutmu?
Aduh bagaimana ini, aku sudah punya janji.
Oh...sayang sekali.
Sepertinya kau lelah belakangan ini...
Apa kau selalu melepaskan sepatumu di kantor?
Astaga, kau ada bakat untuk menjadi sopir taksi.
Oh, kanfas remnya sudah aus.
Kapan terakhir kalinya kau mengganti rem?
Sebenarnya, remnya tak ada masalah bagiku.
Wanita cenderung menginjak rem berlebihan jadi kanfas cepat aus.
Kubilang tak ada masalah!
Kalau ke bengkel kecil biayanya sekitar 25.000 won.
Dan kalau di bengkel resmi biayanya sekitar 30.000 won.
Kau memang perhitungan.
Kau mau pergi atau tidak?
Perhatikanlah ke depan, ke jalan!
Aku takkan pulang terlalu malam.
Galank87 AKA Battosai212 IDFLโข SubsCrew
Bukalah! Bukalah!
Buka pintunya, brengsek!
Kenapa kau tak pergi keluar untuk membeli mie?
Aku ke sini karena ingin bertemu denganmu lagi.
Lihat!
Kau suka?
Ada apa dengan kuncimu?
Aku janji akan membawanya lain kali...
Ah...
Tanganku sakit!
Coba kulihat...
Berapa yang Anda butuhkan? / Beri saja sepuluh.
"Lamaran Kerja"
Jangan pergi...Bora, kumohon...
"Penerimaan Gerbang Tol"
Hei, kenapa kau tak menjawab? Aku khawatir.
Apa kau sakit?
Kau baik-baik saja?
Tak ada yang bisa kulakukan untukmu. Kaupun tahu itu.
Pernahkah aku minta sesuatu padamu?
Kapan kita bisa memulai untuk saling bertemu lagi?
Aku suka saat aku ke sini. Aku merasa bebas.
Kenapa? Ada yang terjadi?
Kenapa kau membeli sikat gigi?
Sikat gigi?
Sikat gigi baru yang di sana!
Kenapa kau membelinya? / Aku baru saja membelinya.
Bangunlah, kumohon!
Kubilang padamu pada saat pertama kali aku ke tempatmu...
...kalau sebaiknya tak ada satupun barangku ada di sini.
Baik, aku mengerti! Aku tahu! Sekarang bangunlah!
Aku cuma ingin menggunakan semua barangmu seolah kita ini sahabat.
Jangan bilang kalau kau terluka dengan hal ini.
Aku baik-baik saja. Lupakan saja.
Apa yang akan kita lakukan?
Apa yang harus kita lakukan?
Ini terasa lucu.
Apa kau lelah? Hah?
Bora Choi...
Bora Choi, apa kau menikmati hidupmu?
Oh, sup ini sangat enak. Kau ingin mencobanya?
Apa kau tak lapar?
Bagus?
Bagus? Bagus?
Hei, kau baik-baik saja?
Di situ tak ada buku kisah cinta. Bukunya ada di sebelah sini.
Sekarang ruangan itu untuk buku misteri.
Bayi kita akan segera bangun. Aku sudah siapkan susunya...
...jadi bisa kau panaskan nanti.
Aku pergi sekarang. Kau tak mau melihat wajahku?
Ya sudah, aku pergi dulu.
Bora! Choi Bora.
Bisakah kami mengembalikannya ke Seoul dalam keadaan hidup?
OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now
www.fmsubs.com
www.fmsubs.com
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.