All language subtitles for XX1.ME-[The-Liquidator-SD.360p]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

INDOXXI Support dengan like & share :)

PLEASE...

NO RESYNC

NO RE-UPLOAD

NO DELETE-CREDIT

SELAMAT MENONTON

Pusat Komando, tersangka telah terlihat.

Segera kirim bantuan!

Mohon kirimkan lokasinya.

Tersangka di Jalan Raya 7 arah utara.

Dia sedang ke arah selatan menuju taman hiburan.

Minggir!

Pak, kau tak boleh masuk ke situ!

Pak, apa yang anda lakukan?

Berhenti!

Mundur! / Letakkan pisaunya!

Lepaskan dia! Lepaskan dia!

Bukan urusanmu!

Membujuk anak dibawah umur memakai narkoba...

tak ada yang bisa menyelamatkanmu sekarang.

Minggir!

Menyingkir!

Jangan mendekat!

|

|

t|

te|

ter|

terj|

terje|

terjem|

terjema|

terjemah|

terjemaha|

terjemahan|

terjemahanb|

terjemahanbr|

terjemahanbro|

terjemahanbrot|

terjemahanbroth|

terjemahanbroth3|

terjemahanbroth3r|

terjemahanbroth3rm|

terjemahanbroth3rma|

terjemahanbroth3rmax|

terjemahanbroth3rmax

t e r j e m a h a n b r o t h 3 r m a x

t e r j e m a h a n b r o t h 3 r m a x

t e r j e m a h a n b r o t h 3 r m a x

t e r j e m a h a n b r o t h 3 r m a x

SANG PEMBASMI

Siapa saja tolong aku!

Tolong!

Tolong aku!

Kau sudah bangun?

Ponselmu ada dalam kotak ini. Kau boleh telpon ambulans atau polisi.

Tapi kau harus mendapatkan kata-sandinya lebih dulu.

Terlihat familiar bagimu?

Kata-sandinya

adalah akar jumlah kuadrat semua jawabannya

di dalam buku latihan ini. / Tolong aku!

Jangan bergerak.

Satu...

Dua...

Tiga...

Jangan buang-buang tintamu.

Bagiku butuh waktu 5 jam untuk bisa menjawabnya.

Kau bisa menjawab lebih cepat dariku. 2 jam kurasa cukup.

Omong-omong, kau boleh membulatkan jawaban akhirnya.

Semoga berhasil.

Anak itu sudah diurus, tapi dia masih memaksa minta ganti rugi karena penyerangan.

Admin, petugas daerah setempat, atau polisi marinir.

Pilihlah salah satu. / Tolong pilihkan untukku.

Ini dia.

Seperti kau memang sudah memilihkan buatku, Kapten Yang.

Bicaralah padanya.

Kau ada di lift turun.

Dengan tiap pintunya, bisa kau rasakan sendiri.

Masuklah lebih dalam ke hipnotis.

Kau berada di lantai dasar sekarang.

Pintunya telah terbuka.

Apa yang kau lihat?

LAB PSIKOLOGI KRIMINAL

Saudara ketigaku.

Tanya dia mengapa menyuruhmu melakukan pembunuhan.

Aku tak bisa, dia akan membunuhku! / Shh...

Tak apa, tak apa.

Katakan padanya, "kau tak bisa mengendalikanku lagi."

Katakan!

Pergilah, kau tak bisa memaksaku membunuh lagi!

Ya, begitu. / Aku tak mau membunuh lagi!

Lebih keras! / Aku tak mau membunuh lagi!

Lebih keras lagi! / Jangan pukuli aku, sakit!

Jangan takut! / Tolong! Tolong!

Jangan takut padanya! / Sakit!

Lawanlah, bung! / Jangan pukul aku!

Lawan, cekik dia!

Ya, begitu, cekik dia!

Jangan takut, cekik dia! / Tolong!

Ya, begitu! / Tolong! Tolong aku! Sakit!

Lakukan begitu.

Bro! Bro! Bro!

Kau memang aktor yang hebat.

Kau membuatku kelelahan, bung.

Jika memang kau mengalami skizofrenia,

kau akan melihat halusinasi atau mendengar suara-suara.

Tapi untuk berinteraksi dengannya seperti itu...

mustahil.

Halusinasi akan kakakmu tak bisa menyentuhmu,

ataupun bisa menimbulkan rasa sakit padamu.

Kau cuma mengarang cerita soal kakak ke-3mu ini.

Omong-omong, aku bukan ahli psikolog.

Dan kau bukan di hipnotis sungguhan.

Sudah cukup melihatnya?

Apa Yang Xuewu yang menyuruhmu?

Ya.

Kapten Yang selalu membicarakanmu.

Dia bilang kau luar biasa.

Nama korbannya Wei Mingjun. Dia Guru Matematika di SMP Qiwen,

dan wali kelas sekolah SMA kelas 2, tahun ke-2. Dia ditemukan tewas di aula pertemuan sekolah.

Diyakini pembunuhnya

memukul Wei dengan benda tumpul di luar sekolah itu,

lalu memindahkan ke TKP dengan kendaraan.

Katakan sesuatu yang tak ada dalam berkas ini.

Sebulan sebelum pembunuhan, seorang siswanya melakukan bunuh diri.

Namanya Yu Guang. Kondisinya kurang sehat di sekolah.

Terakhir kali dia di kelas matematika. Wei sering menunjuk Yu untuk menjawab pertanyaan di kelas.

Jika Yu keliru jawab, dia disuruh berdiri di lorong.

Selama tengah hari sebulan terakhir.

Yu menyerahkan [..] kertas kosong. Dia menarik [..] semua nilai rata-rata kelas

ke [..] nilai kelasnya. Wei melempar buku latihan itu pada Yu

di tengah-tengah kelas.

Dia menyuruh Yu menyelesaikan semua latihannya malam itu.

Kalau tidak, besok dia tak boleh masuk kelas.

[..] ayah,

Yu mengurung diri di kamarnya malam itu

dan terus menyalakan lampu semalaman.

Menurut rekaman CCTV,

pada jam 4 pagi,

Yu melompat dari jendelanya di lantai 17.

Seketika itu juga dia meninggal.

Karena tekanan dari opini publik,

pihak sekolah mengecam Wei Mingjun.

Mereka mengambil lagi bonusnya, dan memberi nilai buruk pada berkasnya.

Tapi itu belumlah cukup.

Para netizen terus mengerjar dia.

Menurut keluarganya Wei,

rentetan ancaman terus masuk di ponselnya

dalam seminggu terakhir.

Namun, dia memutuskan tidak menghubungi polisi. Dia memutuskan tutup mulut.

Berharap kemarahan itu akan surut seiring waktu.

Begitu saja? / Hanya itu yang kami dapat sekarang ini.

Pembunuhnya adalah pria, usia 25 sampai 35 tahun.

Tingginya antara 1,7 sampai 1,85 meter.

Berat 80an, bertubuh tegap.

Itu saja?

Itu saja yang bisa kukumpulkan dari infomu.

Terima kasih Pak Fang. Sampai ketemu lagi.

Mungkin sebaiknya kita tak bertemu.

Bertemu denganmu berarti ada orang lain lagi yang mati.

Sungguh menjengkelkan!

Pria, bertubuh tegap.

Bagaimana bisa memindahkan pria 40 tahunan bila dia tak bertubuh tegap?

Ini bukan pembunuhan balas dendam!

Lebih perhatikanlah keluarga anak itu.

Mengapa?

Prinsip Exchange Locard. (Ilmu forensik)

Prinsip Exchange Locard.

Si pelaku kejahatan

akan mengambil sesuatu dari TKP

dan juga meninggalkan jejak di sana.

Cara terbaik untuk menemukan jejak bukti ini

adalah mengembalikannya ke TKP.

Si pelaku lebih peduli pada keadaan

ketimbang hasilnya.

Dia mencari kesenangan dari seni-sandiwaranya.

Yang paling penting,

bagaimana bisa seseorang men-solasi kacamatanya

mendesain ritual serumit itu?

Jadi kisaran berapa pelaku yang bertindak begitu?

Pria. Umur 25 - 35 tahun.

Tingginya antara 1,7 - 1,85 meter

Bertubuh tegap.

Pada acara hari ini, kami mengundang orang tua Yu Guang

juga Kepala Sekolah Liao untuk jadi tamu pada acara kita.

Kita harap acara ini memberikan penjelasan untuk...

Syukurlah! Akhirnya ada keadilan di dunia ini!

Tunggu, tenanglah... / Siapa pahlawan yang telah membalaskan demi putraku itu?

Girlie.

Sini, Girlie.

Girlie.

Girlie!

Girlie!

Girlie!

Girlie.

Girlie!

broth3rmax

Berita kita kali ini adalah Guo Guilan,

usia 60 tahun. Seminggu lalu,

dia tinggal bersama putranya di apartemen berkamar 2 di gedung 7 Fumin Estate.

Dia sudah tinggal disini lebih dari 30 tahun.

Bagaimanapun, kota memasukkan Fumin Estate ke dalam rencana pengembangan kota.

Saat perusahaan pengembang datang untuk bernegosiasi ganti rugi pemindahan dengan para penghuni,

putranya Guilan mengusir ibunya dari rumahnya

agar dia bisa menerima biaya ganti rugi untuk dirinya sendiri.

Wanita tua tak punya rumah ini harus tidur di lorong jembatan selama seminggu.

Teganya kau membiarkan ibumu di luar seperti ini? / Aku menyesal sekarang?

Kau boleh kembalikan aku lagi ke rahimmu!

Beraninya kau mengatakan itu? Semua ini demi uang yang kecil itu?

Pria di pintu itu adalah korban.

Baguslah.

Satu lagi bajingan berkurang.

Itu sudah tak berguna.

Kau melewatkan semua petunjuk yang ada di depan hidungmu.

Cairan apa yang ada dalam kantong air itu?

Cuma air biasa.

Agak kusut [..]

Isinya?

Gosong!

Apa kalian ngobrol lupa matikan kompor?

Aku cuma menambahkan air saja, masih bisa dimakan kok.

Putrimu? Dia lebih tua dari yang kukira.

Aku istrinya.

Ya enggak lah. Aku bukan seperti itu.

Dia 13 tahun, aku adopsi dia.

7 tahun lagi aku 20.

Saat itu kami akan menikah.

Kau tak perlu menambahkan air. Biarkan saja mendidih.

Latihlah suamimu dengan baik. Kau akan menikmati hasilnya dalam 7 tahun.

Pak Fang,

kami sudah ada hasil analisis isi cairan itu.

Isi utamanya adalah air.

ada juga sisa-sisa kalsium, garam anorganik, glukosa, hormon,

juga urea dan asam urat.

2 yang terakhir berasal dari kotoran korban.

Perlu kujelaskan padamu?

Aku tak paham.

Kau sebut dirimu wanita?

Itu cairan ketuban.

Dari wanita hamil?

Ya betul.

Cairannya mengandung semua itu

dari cairan ketuban dalam perut wanita hamil.

Anak itu secara harfiah di kembalikan ke dalam rahim.

Tadinya aku khawatir kalau-kalau air hujan akan menyapu barang bukti.

Bunga yang diawetkan. Tak bisa menemukan kebenaran tanpa menghormati yang mati.

Biarkan saja disitu, jangan dipindah.

Jejak kaki?

Jangan dipindah senternya!

Kita sudah membersihkan TKP.

Bagaimana kita tahu ini milik pembunuh itu?

Ini cuma jejak kaki yang tertempel di tanah.

Jejak kaki seperti ini terbentuk saat orang menginjak air

lalu tertempel di kaki saat menginjak tanah.

Setelah tindak kejahatan itu,

hanya 3 jenis orang yang bisa menginjak air.

Satu, orang yang memang ke sini.

Tapi dia hanya anak kecil usia 5 tahun.

Dua, polisi...

tapi polisi basah kuyup di sini.

Walau mereka menginjak cairan tubuh,

tak akan menghilangkan jejaknya.

Jadi pasti ini jejak si pembunuh.

Dia susah payah begini untuk menciptakan TKP serumit ini.

Tentu saja dia akan berhenti dan melihat.

Dia ingin kembali

dan mengunjungi lagi prestasinya berulang kali.

Dia ingin melihat satu maha karyanya terakhir kali.

Ini bukan karya dia yang terakhir.

Pria.

Tinggi 1,7 - 1,85 meter.

Berat 80 kilogram. Umur 25 - 35.

Tubuh tegap.

Apa kau membawa pistol?

Polisi!

Kakimu...

Kulihat hujan deras di luar.

Aku mengkhawatirkan barang bukti nanti tersapu hujan.

Tak apa, aku akan selesaikan pecahan ini.

Mungkin aku masih bisa satukan lagi ini. / Sudahlah.

Itu mustahil.

Kenapa kau melibatkanku dalam kasus ini?

Kau punya kekuatan mistis melawan kejahatan!

Aku lagi nyetir, bro.

Kurasa kita bisa gabungkan kasus kantong air

dan kasusnya Wei Mingjun jadi satu.

Apa kau ingat hilangnya Li Yi dari beberapa tahun lalu?

Ada beberapa kesamaan.

Biarkan saja dia bawa. Kita sudah mendapat banyak uang!

Ambil uangnya dan bunuh si keparat itu!

Si pembunuh dengan sengaja memilih korban yang secara umum dibenci masyarakat.

Dia pahlawan yang main hakim sendiri.

Apa kau sungguh ingin menangkap orang yang seperti itu?

Tukang main hakim sendiri...

Main-main ikan lagi?

Apa sudah kerjakan PR-mu?

Kenapa kau keluar larut malam ngurusi kasus orang lain?

Aku seorang polisi.

Kau cuma suka sama wanita itu.

Bisa tidak kita ngobrol biasa saja?

Kukasih tahu, wanita ini mungkin saja tampak baik, tapi dia punya maksud tertentu.

Kau tak bisa atasi dia.

Kamu terlalu sering nonton opera sabun. (sinetron)

Dimana dia menemukan gadis cilik itu?

Beberapa tahun lalu, seorang pria bernama Li Yi memerkosa seorang gadis cilik.

Apa kau tahu kasus itu?

Itu kasus besar saat itu. / Waktu itu memang gampang menangkap Li Yi,

tapi butuh setahun untuk membuat dia dihukum.

Keluarganya Li Yi menyuap ayahnya korban,

yang mengubah kesaksiannya di pengadilan. / Kemari kau!

Liao Yafan adalah korban.

Ketika Li Yi dibebaskan,

ibunya Yafan jadi gila.

Yafan juga makin depresi.

Bayangkan seorang gadis cilik mencoba bunuh diri 2 kali.

Itulah saat Fang Mu menyarankan untuk membawa dia ke rumahnya.

Awalnya Yafan menolak,

namun Fang Mu kemudian bilang padanya

kalau dia akan menikahi dia bila dia sudah dewasa nanti.

Itu menarik sekali.

Berubah bagaimanapun aku nantinya, pokoknya kau akan menjagaku.

Aku akan menjagamu.

Tapi bisakah kau berhenti bicara soal suami dan istri?

Aku ingin mereka semua tahu

bila kau adalah suamiku.

Kau telah bunuh bajingan itu demi aku.

Sebulan setelah Li Yi dibebaskan,

dia menghilang di depan rumahnya. Jejaknya benar-benar tak ada.

Tak ada bukti langsung,

tapi Fang Mu adalah tersangka utamanya.

Bagi dia ini pukulan berat.

Dia harus mengajukan pemindahan dari kesatuan.

Matanya hanya menjadi hidup

ketika dia berada di suatu TKP.

Dia seperti singa

yang berubah menjadi kucing!

BAHAYA: LISTRIK TEGANGAN TINGGI

Apa yang kau lakukan?

Kau bisa melihat rumahnya dari sini.

Tolong aku! Siapa saja?

Kumohon tolong aku! Tolong!

Tolong!

Setengah bulan lalu, kebakaran terjadi di Fudu Huacheng.

Penghuninya bernama Hou Yongmei terjebak di dalam rumahnya.

Ketika pemadam kebakaran tiba,

mereka terhalang oleh mobil van putih Jinbei plat nomor A3589E.

Mereka butuh hampir satu jam

untuk menemukan pemiliknya Wu Zhaoguan yang mabuk,

untuk memindahkan mobil vannya. Mereka sudah melewatkan masa penyelamatan kritis.

Api sudah diluar kendali.

Aku tak bermaksud begitu! Sumpah!

Telponlah penyelamat. / Ini 119.

Tolong aku. / Dimana lokasimu?

Fidi Huacheng, Blok H, lantai 9, 933.

Cepatlah!

Apa penyebab kebakaran? / Tolong cepatlah!

Aku tak bermaksud begitu!

Waktumu kurang dari 5 menit.

Sungguh aku tak bermaksud begitu!

Ayo, cepat! Cepat!

Ayo, cepat!

Tempat ini lagi? Dobrak gerbangnya!

Kemarin malam, hal yang hampir sama terjadi

pada Wu Zhaoguang,

pemilik mobil plat nomor A3589E.

Mobil van ini lagi?

Apa kau tak punya aturan parkir? Kenapa van ini disini lagi? Mana pemiliknya?

Apa kau mendapatkan petunjuk dalam mobilnya korban?

Bukti sudah dibersihkan.

Fang Mu!

Fang Mu!

Mengapa dia dipanggil ke sini?

Sudah jelas, dia ingin memanfaatkan kasus ini untuk membersihkan namanya di kasus lama.

Pastinya orang lokal. Dia sudah tinggal disini lebih dari 10 tahun.

Itu sebabnya dia tahu area sekitar TKP dengan baik.

Jadi siapapun pekerja imigran dari luar kota

bisa dikesampingkan sebagai pelaku.

Dia tak bertindak di area pedesaan.

Dia sengaja memilih area berpenduduk padat.

Setiap korbannya sedang menjadi sorotan berita kontroversial.

Dan mereka semuanya mati dengan cara rumit, secara dramatis

menurut pemikiran si maniak ini,

ini sebuah permainan.

Ini belumlah berakhir.

Dia akan keluar untuk mempertontonkan pembunuhan yang mengherankan lagi.

KOMEN PARA NETIZEN

Para target pembunuh, semuanya terlibat kejadian kontroversial di berita-berita.

Dia memilih tempat umum untuk lokasi kejahatannya

untuk mendapat sensasi sebesar mungkin.

Metodenya akan makin meningkat.

Pembunuhnya adalah pria. Jadwal hidupnya fleksibel.

Kemungkinan dia terawat dengan baik

dan berselera bagus pada penampilan bajunya.

Kemungkinan bersikap sopan terhadap gadis.

Dia belumlah mencapai puncak yang dia cari.

96001

Ujung rantai ini berkarat.

Lama disimpan di ruangan yang lembab.

Kami telah menganalisa tulisan tangan itu, itu tulisannya Wei Mingjun

dari waktu siang sebelum dia mati.

"XCXJ09718425"

Fang Mu, ayo berangkat.

Berapa nomermu saat di pendidikan kepolisian?

X01339.

Aku X99348.

"X99348"

Itu mungkin kebetulan saja.

XCXJ09718425

Itu nomer berkasnya Liao Yafan

kasus pemerkosaan. / Angka-angka di lampu depan...

96001

itu nomer indukku sewaktu di SMA.

Dia mengejar diriku.

Dia tahu semua mengenai aku,

dia meninggalkan petunjuk

agar aku bisa menemukan dia.

Sejam lalu, suatu aplikasi pesan online

muncul pesan polling survey oleh "Cahaya Kota"

"Bagaimana pendapat kalian tentang pengacara yang kejam

yang menjebak Yuan?"

Pesan ini segera mendapat 100.000 balasan.

2 bulan lalu, Ny. Hu berusia 67 tahun

berada di bus 208.

Saat dia turun dari bus di terminal, dia pingsan.

Qi Yuan seorang mahasiswi menggunakan ponselnya sendiri

untuk menelpon ambulans.

Seminggu kemudian, putranya Ny. Hu, Xiong, menelpon Qi Yuan,

menuntut biaya pengobatan Ny. Hu padanya,

yang totalnya 130.000 yuan.

Awal bulan ini, Pengadilan Sipil Wilayah He Ping memerintahkan bahwa

Qi Yuan harus bertanggung jawab 40%.

Dia harus ganti rugi pada Ny. Hu sebesar 52.000 Yuan.

Qi Yuan, kau menghadapi situasi yang sama lagi, apa kau masih mau membantu orang lain lagi?

Aku tak mau lagi.

Itu dia pengacaranya Hu, Ren Chuan.

Pak pengacara, saat kau membela Ny. Hu,

apa kau tak khawatir bila menyusahkan para orang-orang baik suka menolong?

Orang baik suka menolong?

Di jaman sekarang ini,

apa orang semacam itu masih ada?

Lihatlah wajah ini.

Arogan,

sombong.

Membunuh seorang pengacara elit yang mewakili masyarakat yang paling berkuasa

itu lebih memuaskan dari pada membunuh seorang wanita tua.

Seandainya aku jadi pembunuh itu,

aku juga akan memilih dia.

Apa yang terjadi sekarang?

para netizen memposting polling pada aplikasi pesan bervariasi.

Ada di semua microblog, lingkar-pertemanan dan akun media sendiri.

Sempurna.

Tempatkan Ren Chuan dalam tahanan perlindungan, kita pakai dia sebagai umpan.

Aku seorang pengacara!

Aku bisa tuntut kalian semua!

Aku meminta perlindungan!

Kutinggalkan kalian untuk bicara.

Apa kita saling kenal?

Aku tahu dirimu, dari TV.

Cobalah. / Aku lagi tugas.

Maaf.

Mohon mengertilah. Menunggu kematian itu tak terelakkan.

Kau tak akan mati, kau dikelilingi oleh polisi.

Baguslah.

Aku tak paham. Kenapa si maniak ini menjadikan diriku target?

Keputusan pengadilan itu,

berasal dari komite hukuman.

Pengacara kecil seperti aku ini bisa berbuat apa?

Biar kujelaskan begini.

Tahun ini, sebuah media legal terkemuka

menerbitkan sebuah artikel,

yang diberi judul "Aktifitas Hukum Tak Boleh Dibatasi oleh Opini Publik".

Pengadilan mengumpulkan hakim tiap hari

dan mengajari mereka agar tak goyah oleh opini publik.

Mereka harusnya melawan jika dianggap perlu.

Kasusnya Qi Yuan menjadi perdebatan sengit.

Ini menimbulkan reaksi besar di masyarakat. Jadi mereka membuat contoh dari Qi Yuan.

Apa yang telah kuperbuat hingga membuat kesal si maniak itu?

Hakim dan si wanita tua itu tak ada masalah, namun aku berjuang demi nyawaku.

Itu sudah cukup.

Apa yang mesti kulakukan?

Apa aku harus ke stasiun TV? Apa ku juga harus menangis di depan kamera?

Bekerja samalah dengan kami.

Bentuk 2 tim.

Bergiliran mengawasi Ren 24 jam penuh.

Fang Mu,

kau memimpin tim A.

Lebih baik aku bunuh diri

sebelum si maniak itu [..]

Akan kulawan bajingan itu sampai mati.

Aku rindu ibuku...

Pak Fang Mu. / Apa kau mengerti penderitaanku?

Diantara yang di SMA-mu,

149 diantaranya masih ada di kota ini. Diantara teman kelas akademimu, 110 masih tinggal disini.

Terima kasih.

Aku akan keluar sebentyar.

Kemana... kau mau kemana?

Bagaimana denganku nanti bila kau pergi?

Siapa yang akan melindungiku?

"Sang Cahaya Kota" menginginkanku mencari dia.

Kau kenal dia?

Tidak, tapi tak lama lagi aku kenal.

Lalu kenapa kau harus temui dia? Banyak polisi disini, tangkap saja dia!

Kalian punya senjata, kau bisa bunuh dia.

Tembak saja di tempat, persetan dengan hukuman percobaan. / Dengar, Ren Chuan.

Kau harus bunuh dia! / Dengarkan aku!

Aku jadi gila disini! / Dengar!

Aku tak akan lama.

Hey kalian, sudah kubilang berkali-kali,

kalian harus pelan-pelan mengerjakannya. Begitulah caranya.

Lama tak jumpa. / Lama tak jumpa, Fang Mu.

Kau mau beli apa, kawan?

Memang apa maumu disini brengsek?

Kamu kemana saja?

"Jiang Ya"

Kami sudah tutup.

Apa yang kamu lakukan disini?

Kenapa aku tak boleh disini? Aku sudah kerjakan PRku.

Aku tanya mengapa kamu disini? / Kenapa aku tak boleh disini?

Aku beli tanaman dan ikannya di akuarium dari sini.

Aku memang selalu kesini.

Kau kenal pemiliknya?

Ya.

Kau tahu,

si pemilik perangainya lebih baik darimu.

Jiang Ya! Bos!

Pelankan suaramu. Ada orang yang tidur di atas.

Siapa? / Puteri Tidur.

Itu beracun!

Jangan takut, Erbao.

Kenapa kau ini? Kenapa jahat sekali?

Kau memang gila.

Halo?

Target si pembunuh sesungguhnya adalah Ny. Hu!

1 tim diatas dan yang lainnya di bawah.

Yang Xuewu yang pimpin. Yang lain, masuk ke mobil kalian!

Apa yang terjadi? / Jangan khawatir, Chief,

kami telah mengevakuasi para tetangga sini. / Nyalakan kameranya di TKP!

Inilah yang terjadi. Pada jam 7 malam ini, putranya Ny. Hu, Xiong Kun,

pulang setelah minum bersama teman-temannya. Lampu ponselnya dinyalakan dan melihat...

ada tali panjang di lantai. Ujung talinya terpasang di penyimpan-sake.

Dia buka peyimpan-sake itu dan menemukan alat yang mirip detonator di dalamnya.

Saat itulah dia menelpon polisi. / Berikan ponsel pada Chief.

Chief! / Begitulah yang terjadi.

Tampaknya ada sesuatu yang luput dariku. Dia menarget Ren Chuan dengan polling itu

dan sekarang dia ingin bunuh orang lain? Ini berlawanan dengan modusnya.

Itu cuma dugaanmu! Spekulasimu tak mendasar

dan kami menghadapi situasi sebenarnya yang tak terpecahkan disini.

Yang mana yang harus kupercaya?

Tn. Fang Mu, apa kita meremehkan orang ini?

Tetap angkat ponselnya, aku tak bisa melihat!

Yang,

bagaimana keadaan Ren Chuan?

Dia baru saja tidur.

Kumohon pada pemerintah, tolong selamatkan aku!

Orang lain tetap di luar.

Tolong selamatkan aku!

Apapun yang perlu kalian lakukan, tolonglah aku! Kuakui aku memeras gadis itu!

Tolonglah aku!

Sudah beres. / Jangan cemas, bu. Sudah berakhir.

Jangan masuk dulu.

Biar kulihat isi botol Coke itu.

Boleh kubuka ini? / Tentu, sekarang sudah aman.

Itu berisi bensin.

Seberapa kuat ledakannya? / Tak besar juga. / Isi bensinnya cuma menyulut api 'kan? Bukan meledak.

Ya benar.

Sesuai dugaanmu, dia meluaskan metodenya untuk lebih merasakan sensasinya.

Masalahnya, dia belum melakukan itu. Dia cenderung seperti biasanya.

Apa menurutmu dia akan mengulang dirinya seperti ini?

Tapi tak terjadi apa-apa pada Ren Chuan.

Ren Chuan!

Dia menghilang! Ayo berpencar!

Perhatian, semua unit. Masuklah login ke forum "City Daybreak".

Sang Cahaya Kota aktif kembali.

Komputernya selalu terhubung.

Kita hanya perhatikan yang di sekitar dia pada saat itu.

Dapat, sinyalnya dari Jalan Zaoyang!

Jalan Zaoyang, cepat!

Aku yang paling dekat. Pegangan.

Tunggulah dalam mobil, jangan kemana-mana.

Apa yang kamu lakukan?

Aku akan tetap disini, menunggumu.

Kunci lokasi ponselku, aku akan masuk.

Ya betul.

broth3rmax

Polisi!

Jangan bergerak!

Polisi!

Tolong panggilkan penjinak bom!

Sang Cahaya Kota sedang mencermati polling surveynya.

Saat dia mencapai 100.000 perespon,

dia akan meledakkan bomnya.

Hati-hati!

Sang Cahaya Kota sedang mengawasi. Jika kau memutuskan daya ataupun koneksi internetnya

dia akan meledakkan bomnya.

Pengamanan internet, kunci alamatnya Cahaya Kota!

Alamat IP-nya dienkripsi, kami butuh waktu untuk meretasnya.

Kirim pemadam kebakaran dan tim Penjinak Bom.

Tim Penjinak Bom meluncur. Akan tiba dalam 10 menit.

Fang Mu, kita tak akan berhasil pada tingkatan ini.

Selamatkan dirimu dan tutup tempat ini, Cepat!

Kunci, cepat!

Buka pintunya!

Kenapa juga kau kesini? Pergilah!

Mi Nan!

"JIKA KAU MENGAKU MEWAKILI KEADILAN, JANGAN SERET ORANG TAK BERSALAH DALAM MASALAH INI"

Berhentilah memilih, tolonglah!

"JIKA KAU MENGAKU MEWAKILI KEADILAN, JANGAN SERET ORANG TAK BERSALAH DALAM MASALAH INI"

Pollingnya sudah berhenti, Mi Nan.

Bagaimana dia bisa membawamu? / Saat kau pergi, kulihat semua polisi pergi.

Kukira mereka meninggalkankanku sebagai umpan,

makanya aku lari.

Lalu aku bertemu seorang polisi. Dia bilang akan memindahkanku ke suatu tempat.

"2 Menit Lagi Koneksi Akan Terputus"

Segeralah mengungsi!

Semuanya mundur di belakang garis pembatas.

Ini makin cepat!

Dimana penjinak bomnya? / Fang Mu! Fang Mu!

Dimana mereka?

Bisa terlambat ini brengsek!

Mereka tak akan bisa sampai, Fang Mu! Fang Mu! / Kami disini, kami ada disini.

Tidak, tidak, tidak.

Kita tak akan selamat!

Fang Mu.

Tolong beritahu ibuku,

katakan padanya, aku tak sejahat seperti kata para netizen itu.

Sekarang sudah terlambat.

Sekarang, pergilah! / Keluar, Fang Mu!

Sudah lupakan tulisan itu! / Mi Nan!

Pergilah, Mi Nan!

Pergi!

Sudah tak ada gunanya sekarang.

Mi Nan!

Mi Nan!

Apa ada orang di situ?

Mi Nan! Mi Nan! Mi Nan!

Petugas Pemadam!

broth3rmax

Ya sebentar.

Fang Mu.

Masuklah.

Erbao, waktunya tidur.

Pejamkan matamu.

Naiklah ke sini.

Bagaimana kabarmu? / Aku baik.

Maaf kalau tempatnya sempit. Silahkan duduk.

Dia itu... istrimu?

Silahkan duduk.

Ini minumlah. / Sudah berapa lama dia begini?

3 tahun.

Dia sudah cukup pulih.

Apa yang terjadi?

Kena tumor. Dia butuh operasi.

Dia sudah tak sadarkan diri

sejak masuk di ruang operasi itu. / Kesalahan medis?

Rumah sakit itu tak bertanggung jawab.

Mereka cuma bilang dia harus rawat inap untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah beberapa lama, kami tak sanggup lagi membayar biayanya.

Kau baik pada istrimu.

Aku yakin suatu hari nanti dia akan siuman.

Dan Erbao?

Apa dia... anak...

Satu malam, istriku melihat ada anak sedang mencari makan dekat tempat sampah.

Dia memutuskan untuk mengadopsinya

dan memberinya nama Erbao.

Kau tak kesini jam segini

hanya untuk mendengar kisah sedihku 'kan?

Tentu tidak. Sudah 10 tahun sejak kita lulus.

Teman kelas memintaku

untuk mengadakan reuni. / Aku dulu cuma siswa sementara.

Tak akan ada yang mengingatku. / Kau ini bicara apa?

Apa kau tak ingat? Kita main basket bareng.

Itu bukan aku.

Aku tak pernah masuk lapangan basket.

Tak masalah, aku dulu memang tak terlihat,

dan kau bersinar bagaikan bintang.

Nilkai sekolah, olahraga, bikin ribut,

bahkan dalam bersenang-senang...

dalam segala hal kau unggul.

Selama masa kita di SMA,

kau yang menjadi panutan kami.

Aku juga melamar di kepolisian.

Aku lulus tes.

Tapi aku gagal dalam tes fisik.

Kenapa kau ingin menjadi polisi?

Karena dirimu.

Kau bisa melakukan apapun yang tak berani kulakukan.

Aku ingin seperti dirimu. / Kau ingin seperti diriku?

Lihatlah hidupku sekarang... / Ini bukanlah dirimu.

Kau pantas menjadi lebih dari sekedar lelaki biasa seperti sekarang.

Aku ingat alasanmu untuk menjadi polisi.

Polisi itu lentera cahaya, yang bersinar diatas kota.

Tak peduli berapa banyak kegelapan mencapai tiap sudut,

secara alami tak akan bisa menguasai!

Apa lagi yang ingin kau tahu?

Aku sudah dapat! Aku mendapat petunjuk baru!

Aku temukan sidik jari tangan kanan pada pecahan komputer dari TKP

namun tampak agak tak biasa.

Apa yang terjadi? / Pipa gasnya meletus.

Mana Jiang Ya? Mana Erbao? / Mereka pergi ke rumah sakit.

Jangan bergerak-gerak, sebentar lagi kita pulang.

Fang Mu.

Jangan bergerak! Jangan bergerak!

Bacakan ini.

Memang benar kalau aku mengabaikan Erbao... / Luka bakar tingkat 2.

Kulit telapaknya sepenuhnya kebakar di tangan kiri karena benda tajam, melukai urat nadi,

dan meninggalkan bekas luka sepanjang 5 sentimeter.

Erbao membawa air panas dan terlempar ke aquarium ikan.

Semua ikannya mati.

Dia mengambili ikannya

dan air panas itu melukai kedua tangannya.

Bisanya kau lakukan itu pada seorang anak kecil?

Itu kecelakaan.

Apa kau tahu kalau Erbao sudah memegang laptopmu? Apa alasanmu?

Aku tak tahu yang kau bicarakan. / Aku akan meminta surat ijin penggeledahan

dan kita akan tahu seberapa bersih jejakmu!

Dia sudah menghapus semua jejaknya.

Tak ada jejak sama sekali di toko ini.

Terus cari.

Baik.

Jiang Ya mengelola sebuah cafe sembari Kuliah Normal di tahun 2004.

Dia menikahi mahasiswi, Wei Wei di tahun 2007.

Setelah menikah, dia merubah cafenya menjadi toko ikan hias tropis.

Tahun 2009, Wei Wei sakit kemudian koma.

Jiang Ya sejak itu merawatnya.

Walau bagaimana tak ada catatan kriminal.

Ini jelas seperti tengah hari bolong.

Dia sungguh cocok dengan profil si Cahaya Kota.

Berbadan tegap, terawat.

Bersikap sopan. Punya bisnis sendiri, hidup sendiri.

Dia cocok dengan profil si pembunuh.

Kau bicara spekulasi disini. Tak ada bukti yang pasti.

Kenapa aku?

Kau telah mengecewakanku selama bertahun-tahun ini. / Jangan berlagak kita akrab.

Kau tak tahun apapun tentang diriku. / Apa kau seyakin itu?

Soal apa? / Bila kita orang yang sama.

Aku tak pernah membunuh siapapun. Mungkin mereka berbuat salah,

namun mereka tak pantas mati.

Jika kau terpengaruh oleh tindakan mereka,

apa kau masih tak peduli?

Bagaimana kalau mereka menyakiti

Liao Yafan?

Dalam jalan keluar legal ini

disitulah tempat kelemahan terbaca kuat.

Disaat orang berbuat jahat,

terkadang hukum tak bisa menghukum mereka.

Apa kau membicarakan dirimu sendiri?

Jangan khawatir, aku akan menghukummu cepat atau lambat.

Cepat atau lambat...

Orang suka bicara begitu disaat mereka putus asa.

Mereka menipu diri sendiri. Mereka kira masih ada harapan.

Kenyataannya adalah,

seberapa lama sebenarnya orang punya harapan?

Aku masih muda,

dan aku bisa bersabar.

Kalau begitu mari bertaruh. Apakah hukummu akan menghukumku lebih dulu

atau kau akan berubah menjadi Cahaya Kota yang lain lebih dulu? / Baik.

Kau tahu,

ketika Li Yi menghilang,

aku juga berada di TKP.

Lepaskan dia!

Aku melihat semuanya.

Aku butuh cuti beberapa waktu.

Terus awasi Jiang Ya.

Makanlah buah-buahan tiap hari. Jangan sering makan pizza.

Pada jam 7 - 9 pagi tiap hari,

telponlah aku pakai video-chat.

Dan juga...

kau dilarang pergi ke toko ikan itu lagi.

Mengapa? / Ya pokoknya tidak boleh.

Ambil jalan memutar untuk berangkat dan pulang sekolah.

Kau mengerti?

Akan kulakukan semua yang kau suruh,

tapi aku punya 1 syarat.

Apa itu?

Disaat kau pergi menyelidiki,

ajaklah Mi Nan bersamamu.

Bila kau bertemu bahaya,

hanya dia orang yang bisa menjagamu.

Apapun yang kau selidiki, aku ikut serta.

Jika kau membuat pernyataan,

paling tidak ada 2 polisi yang hadir.

Kemana tujuan kita?

Bahan bom dan alat pemicu yang digunakan dalam peledakan

tak mudah diperoleh di kota ini.

Dia tak akan menggunakan perantara yang beresiko mengungkap identitasnya.

Dia pastinya pergi ke suatu tempat yang dia kenal

dan membeli bahannya sendiri.

Tempatnya cukup dekat baginya untuk pergi ke sana dan kembali di hari yang sama

dan dia harus menjauhi jalan raya untuk menghindari kamera CCTV lalu lintas.

Hanya 1 tempat yang cocok dengan kriteria itu.

Tambang Batubara Dajue di Wilayah Wei. Daerah asal Jiang Ya.

Apa kau tahu mengapa aku melamar di akademi kepolisian?

Untuk bisa pamer seragam pada teman-teman sekelasmu?

Ya betul.

Aku kehilangan ayah saat masih kecil.

Ibuku membuka toko kecil-kecilan.

Para preman dan penjahat tengik itu

mengganggu ibu karena tak ada pria di sana.

Mereka mengambil barang tanpa membayar.

Tiap hari, aku berdoa agar segera cepat dewasa.

Segera tumbuh kuat.

Menjadi lebih lelaki dari para pria.

Aku masuk ke akademi.

Namun saat aku pulang di hari libur pertama dengan memakai seragam,

aku melihat para preman itu lagi

dan impian itu tiba-tiba berakhir.

Lebih melelahkan menjadi orang baik ketimbang jadi orang jahat.

Memang benar. Itu sebabnya orang yang betul-betul baik susah dicari.

Orang yang bersifat baik

punya kebaikan dalam gennya.

Orang seperti dirimu.

Dengar...

Bisa tidak kau tak berlagak seperti Jiang Ya

dan bicara seolah kau mengenalku? Kau tak tahu apa-apa.

Aku tak mengerti, Fang Mu.

Kenapa kau maksa bertingkah seperti orang brengsek?

Apa kau takut orang lain akan menganggapmu adalah orang baik?

Karena sebenarnya aku memang brengsek.

Tunggu.

Kapan kau berhenti memanggilku "Pak Fang"?

Saat aku bisa melihat dalam hatimu,

Fang Mu.

Mie nya jadi dingin, makanlah.

Kau makanlah, aku tak lapar.

Mie nya memang sudah dingin.

Makan saja, jangan hiraukan aku.

Mie nya sudah dingin ini.

Sudah jangan menjengkelkan begitu!

Tn. Jiang,

istrimu telah dibawa polisi.

Tn. Jiang,

bolehkah aku...

minta gajiku bulan ini?

Akan kutransfer uangnya ke rekeningmu besok.

Terima kasih, bos.

Fang Mu?

Permisi, kemana pria yang menginap sini tadi malam?

Dia pergi pagi-pagi. Dia menyuruh kami agar tak menggganggumu.

Ketika kau bilang Jiang Ya, untuk sesaat aku tak tahu siapa yang kamu maksud.

Orang-orang di desa ini

semua memanggil dia Mutt.

Ayahnya Mutt dulu kerja di penambangan.

Dia menikah dengan ibunya Mutt selama lima, enam tahun,

tapi mereka tak pernah punya anak.

Dia tak bisa hamil.

Ketika musim dingin satu rombongan opera datang ke desa ini.

Saat mereka pergi,

ibunya Mutt akhirnya bisa hamil.

Semua orang di desa mulai menggunjingkannya. Mereka bilang ayahnya Mutt pasti pemain opera itu.

Dia sudah hamil, mereka berbuat apa selanjutnya?

Mereka harus membesarkan anak itu, rasanya anak itu tak mirip ayahnya sama sekali.

Tapi setelah itu,

Mutt yang malang ditampar setiap 3 hari dan benar-benar dihajar tiap 5 hari.

Bahkan saat Mutt mulai sekolah, ayahnya masih tak mau memberinya nama.

Ibunya menabung setiap sennya

dan menaruh seluruh harapannya pada anaknya.

Dia lulus ujian perguruan tinggi, namun ibunya kemudian pergi

dan gantung diri.

Ini tempatnya.

Tak ada debu di gembok ini

dan lubang kuncinya tak berkarat.

Bahan peledak amonimum nitrat.

Pria. Mati selama paling tidak 15 tahun.

Retak pada dagu manjadi abu-abu kecoklatan.

Retak lingkar kepala di atas alis.

Kemungkinan karena benda tumpul.

Hantamannya sangat fatal. Mayat ini...

kemungkinan ayahnya Jiang Ya, yang diduga kerja di luar kota.

Halo? / Taruhan kita ini belum berakhir.

Tapi sepertinya

aku yang menang. / Bagaimana dirimu bisa seyakin itu?

Bisanya kau tinggalkan gadis itu sendirian.

Apa kau tak tahu ada orang jahat di mana-mana?

Kuperingatkan kau. / Terlambat basa-basinya.

20 menit. Tebaklah aku berada dimana.

Apa kau akan menangkapku lebih dulu, atau kau yang berubah jadi Cahaya Kota yang lain duluan?

Xuweu! Cepatlah ke kamar 716

di penginapan Tianfu Holiday! Cepetan!

Mana gadis yang menginap disini? Dia pergi siang bolong dan kau tak melihat apa-apa?

Fang... Fang Mu... / Apa yang terjadi?

Jiang Ya menculik Mi Nan.

Sekarang belum 20 menit. Mereka mungkin belum jauh.

Dia bilang kalau aku akan tahu tempat dia berada.

Tenanglah. / Aku harus kemana? Berpikirlah!

Aku harus kemana? / Memangnya dia mungkin dimana?

Hey. Ada apa?

broth3rmax

Fang Mu!

Aku kesini untuk menyerahkan diri.

Apa yang kalian lakukan? Hentikan!

Turunkan senjata!

Kau adalah seorang polisi.

Bahkan pada akhirnya, dia tak akan percaya pelakunya adalah aku.

Tembaklah aku! Bahkan kau sendiri tak bisa melindungi putrimu.

Lelaki macam apa kau ini?

Tembaklah aku, maka kau akan menjadi si Cahaya Kota.

Tembaklah aku!

Ayo tembak!

Tembaklah, dan aku akan mati membawa rahasiamu.

Semua akan berakhir.

Fang Mu! Jangan terpancing jebakannya!

Fang Mu, dia berusaha memprovokasi dirimu!

Jika kau menembak, maka dia yang akan menang!

Tolong jagalah istriku.

Kita telah bawa Jiang Ya ke tahanan, tapi masih tak punya bukti apapun untuk menuduhnya.

Kita lihat saja apakah kau bisa membuat dia mengaku.

Fang Mu.

Kukira kita hanya berdua saja.

Istrimu sudah siuman, dan dia menelpon polisi.

Atau aku harus mengatakan...

selama ini dia memang sudah tersadar.

Pertama kali aku pergi ke tempatmu

selagi kita berbincang...

Aku dulu siswa sementara.

Tak ada yang bisa mengingatku.

Itu merupakan reaksi refleks karena ketakutan.

Namun seseorang menjadi tak sadarkan diri untuk merasakan ketakutan.

Kapan kau bangun?

Aku tak tahu kapan aku terbangun.

Aku hanya merasa seperti

aku berada dalam sebuah mimpi yang teramat lama.

Dalam mimpiku, ada suara yang terus bicara padaku.

Aku telah memasukkan kembali bajingan yang menghina ibunya ke dalam rahim.

Dia sepenuhnya telanjang

dalam posisi yang fatal.

Aku ingin menghindar.

Aku ingin menghindar dari suara itu.

Pada saat aku meninggalkan rumahnya,

api sudah membakar alisnya.

Kenapa kau tak menghiraukanku?

Bila kau tak mau mendengarkan, maka aku akan berhenti bicara.

Terima kasih atas semua yang kau perbuat demi aku.

Tapi

kau telah berubah, Jiang Ya.

Aku ketakutan dengan dirimu yang sekarang.

Dengar.

Mereka semua ketakutan.

Mereka semua takut pada si Cahaya Kota.

Ada sesuatu yang membuat kami penasaran.

Jiang Ya,

kapan kau menjadi Cahaya Kota?

Mutt.

Mutt.

Mutt!

Mutt!

Mutt!

Apa saat kau melihat mayat ibumu?

Apa saat kau mengambil kapak itu

dan mengayunkannya pada ayahmu?

Dia tidak...

dia...

Detektif Fang,

kau baru saja mengisahkan sebuah cerita 'kan?

Cerita akan selalu sekedar jadi cerita,

sama seperti mimpi.

Cerita itu cuma omong kosong dari khayalan seseorang.

Sama seperti ucapan wanita tak sadarkan diri yang bermimpi.

Itu tak mungkin diakui di pengadilan.

Benar 'kan?

Kau selalu jadi orang elit.

Kau tak mengerti mengapa orang lain menyukai kota ini.

Kota ini memberi dia kesempatan baru dalam hidup.

Memberi dia wanita yang dicintai dan perasaan stabil.

Itu sebabnya dia menginginkan yang terbaik untuk kota ini.

Dia ingin semua orang setara.

Dia ingin semua orang saling bersikap baik. Untuk mendapatkan itu,

sedikit pembersihan rumah (kota) harus dilakukan.

Benar 'kan?

Pada awalnya,

dia mengira idolanya yang akan melakukannya.

Namun kemudian dia sadar bila yang disebut idola ini sama seperti orang lain.

Pengecut, egois.

Dia tak pantas membawa namanya.

Sang Cahaya Kota akan lebih milih mematikan dirinya

dari pada hidup di dunia yang tak adil.

Di masa lalu, dia menaruh harapannya pada orang lain.

Sekarang dia melakukannya untuk dirinya sendiri.

Aku jamin

bahwa kalian akan tahu lebih jelas Cahaya Kota dari sekarang!

Dan aku akan jauhkan cahaya itu.

Apa aku pernah bilang bila aku ingin menyerahkan diri?

Itu cuma bercanda saja.

Hukumlah aku!

Aku telah mematikan kamera di ruang introgasi. Aku akan cari bukti dari dalam dirinya!

Lawan kita bukanlah Jiang Ya.

Tapi hati dan pikiran kota ini! Kita ini polisi.

Jika polisi sendiri tak mentaati hukum, lalu siapa lagi yang mau taat?

Berapa lama lagi kita bisa menahan Jiang Ya? / Hukumannya karena menghalangi kerja polisi adalah 10 hari.

Sekarang adalah hari terakhir.

Bebaskan dia untuk saat ini. Dia tak akan lari.

Fang Mu.

Kita tak mendapat bukti baru untuk kasus Yafan.

Tes DNA pada mayat yang kautemukan di Luoyang

telah dipastikan itu adalah ayahnya Jiang Ya.

Namun batas waktu kasus itu telah kadaluarsa.

Aku telah mengajukan permohonan pada Pejabat Terkait untuk membukanya kembali.

Fang Mu.

Kau dengar aku?

Kita mendapatkan motifnya, namun tak mendapat bukti.

Kita akan cari buktinya.

Kita akan menyelesaikannya.

Sudah tak ada gunanya.

Dia terlalu waspada.

Fang Mu, kau seorang polisi.

Jangan buat dirimu terbelenggu begini.

Memang,

aku seorang polisi.

Halo?

Aku sedang berdiri di atap sekarang.

Selangkah lagi, maka aku akan sampai di tanah.

Katakan.

Katakan kalau kau menginginkan aku mati.

Satu kalimat saja, maka kau akan mendapatkan keadlian.

Kau tak ingin mengatakannya?

Hanya ini kesempatanmu untuk membunuhku.

Kau akan melakukan apapun yang kuminta?

Keinginanmu adalah perintah bagiku.

Katakan saja.

Kalau begitu dengarkan baik-baik.

Berdiri saja di situ, jangan melompat.

Kau tahu kau telah mencapai ujung jalan.

Jika kau melakukan pembunuhan lagi, kau tak akan bisa lolos dengan aman.

Kau ingin aku

menjadi korban terakhirmu.

Kau sedang merekam ini.

Jika kuminta kau melompat,

rekaman itu akan diunggah di internet.

Kau bisa menghancurkan seorang polisi

dan hukum tak bisa berbuat apa-apa.

Kau ingin mengorbankan hidupmu

sehingga si "Cahaya Kota" itu

akan menjadi legenda.

Tetaplah hidup.

Aku bukan hanya ingin kau hidup.

Aku akan menggunakan metode polisi

untuk melenyapkan dirimu.

Jambret! Tolong!

Dia menjambret tasku! Tasku!

Hentikan dia! / Kau buta ya?

Maaf, polisi.

Memang kenapa kalau kau polisi? Ini adalah kekerasan polisi!

Ayo bayar, sekarang! / Lepaskan aku! / Tidak! / Lepas!

Akan kutuntut kau!

Kau pikir kau jagoan?

Kekerasan polisi! / Kenapa kau pukuli dia?

Seorang polisi... memukuliku!

Polisi ini memukuliku. / Aku berusaha menangkap jambret.

Rekam dia di kamera!

Dia menghalangi tugas polisi!

Bayarlah sekarang! / Unggah videonya!

"Berita hangat hari ini: Detektif menabrak mobil dan memukuli sopirnya."

"Komentar para netizen"

Cafe Sculpting in Time (Mengukir waktu)

Anda ingin minum apa, pak? / Kopi.

Tanpa gula, tanpa krim. / Segera, pak.

Kenapa kau memanggilku mendadak begini?

Kau yang mengatur kecelakaan itu.

Apa kau tahu? / Ya.

Memang mudah dilihat kalau orang gendut itu sedang berakting.

Apakah dia informanmu?

Ren Chuan dan Yafan mati di bawah pengawasanku.

Aku harus akhiri ini.

Aku sedang menunggu dia menangkapku.

Aku khawatir kalau dia tak muncul. / Apa kau begitu ingin membunuhnya?

Siapa yang tak ingin?

Dirimu tidak?

Apa kau tahu mengapa Jiang Ya menjadi seperti ini?

Menghilangnya Li Yi...

itu ada kaitan dengan dirimu.

Dengar, aku agak mabuk malam itu.

Dan aku ingin memberi pelajaran bajingan itu.

Tapi aku tahu aku tak memukulinya sampai mati.

Aku tak ada kaitan dengan menghilangnya dia. Tak ada sama sekali.

Kau tak sendiri malam itu.

Jiang Ya juga ada di sana.

Dia mengira kau adalah diriku.

Dia ingin menyelesaikan pekerjaanku, makanya dia membunuh Li Yi.

Ini kopinya, pak. / Terima kasih.

Sejak itu dia mengawasiku

menungguku menyerang lagi.

Dia melihatku menemui seorang pria paruh-baya.

Sebagaimana dirinya,

rasa hausnya untuk membunuh makin tak terpuaskan.

Maka dia menyelesaikannya dengan tangannya sendiri.

Kau mengatakan bahwa...

aku merubahnya menjadi Sang Cahaya Kota.

Kita yang merubahnya.

Aku merasakan bahwa

kau akan berbuat sesuatu, tapi aku tak mengatakan apap-apa.

Begitulah kita menciptakan dia.

Kita secara tak langsung memotivasi kebenciannya.

Kau ingin mengubur kebenaran.

Itu sebabnya kau melibatkanku dalam kasus ini.

Kau ingin menggabungkan kasusnya Li Yi dengan kasus pembunuhan lainnya.

Rencanamu adalah membungkam dia untuk selamanya

saat dia mendatangimu. / Apa itu keliru?

Aku yang harus dihukum demi dirinya?

Itu tak masuk diakal! Apa itu sepadan?

Apa memang sepadan?

Serahkan pistolmu.

Fang Mu.

Akulah Sang Cahaya Kota!

"Hari ini, kau adalah sang Cahaya Kota, tetapkan pilihanmu"

"Polisi itu bukanlah sang Cahaya Kota."

Pak.

Kami sudah tutup untuk hari ini.

Buatlah satu ruang.

Kau akan mendapat satu teman baru.

Sampaikan berita pada setiap seksi. Ini perburuan manusia seluruh kota.

Ya, pak! / Chief Liu!

Chief Liu! Chief Liu! Mohon beri keterangan mengenai kasus ini.

Menurutmu apakah perlu untuk membatasi penggunaan senjata?

Apa ada peraturan yang ditetapkan untuk senjata api?

Mohon komentarnya.

Beberapa bulan lalu, Kapten Yang Xuewu

diumumkan otaknya mati.

Kami sudah berusaha untuk menangkap Fang Mu.

Kami tak berkomentar untuk masalah lain. / Pak!

Pak! / Mohon tolong dia.

Aku tahu apa rencana dia.

Dia memilih jalannya sendiri.

Dia akan terbunuh!

Saatnya kau berkenalan lagi.

Akulah Sang Cahaya Kota.

Kau mencoba membuatku gusar.

Kau rubah dirimu menjadi umpan agar aku tersangkut kail lagi.

Benar 'kan?

Pada saat ini,

akulah Sang Cahaya Kota.

Aku memberimu kesempatan untuk menjadi dirinya.

Tapi sekarang, bahkan kau tak pantas mencemari nama itu!

Apapun yang kau lakukan sekarang,

semua orang akan beranggapan

bahwa kau cuma satu atau 2 orang peniru.

Benar 'kan? Mutt?

Jangan panggil aku

Mutt!

Yang di kolam itu adalah Li Yi.

Kau orang berikutnya yang akan lenyap.

Jiang Ya.

Hentikan saja.

Sekarang saatnya sang Cahaya Kota menghilang.

Kau tahu bila aku tak bisa berhenti.

Aku memulai ini karena aku mengidolakanmu.

Tapi sekarang aku tahu bagaimana rasanya diidolakan.

Aku tak bisa.

Aku tak bisa kembali menjadi normal lagi.

Aku harus tunjukkan pada Wei Wei dan dirimu

dan semua orang

bila akulah orang paling berkuasa di kota ini.

Inilah yang kugunakan untuk pembunuhan pertamaku.

Harus kuakui...

sebenarnya aku tak mau membunuhmu.

Tapi selalu tiba saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal.

"Percaya padaku."

Fang Mu.

Fang Mu.

Fang Mu mengirim ini pada kita.

Dia ingin kita semua melihatnya,

termasuk dia.

Apa semuanya hadir disini?

Chief Liu, Xuewu, Mi Nan,

semua tim,

dan Jiang Ya.

Pada saat kalian melihat ini,

mungkin aku sudah mati.

Satu jam dari sekarang,

aku akan berada di Cafe Sculpting in Time di Jalan Hefei Utara,

untuk menemui Yang Xuewu

dan menembak dirinya.

Menembakkan peluru pada jarak sedekat itu...

rasanya akan sangat sakit

walau memakai rompi anti peluru.

Maafkan aku, kawan!

Jiang Ya, inilah perangkap yang disiapkan oleh Chief Liu, Xuewu, dan aku untuk dirimu.

Saat aku membunuh Yang Xuewu di depan umum,

video itu akan mengalihkan perhatian masyarakat.

Aku tahu kau akan geram padaku.

kau akan mengira aku menghancurkan nama Sang Cahaya Kota.

Itu sebabnya kau akan berupaya sekuat tenaga untuk membunuhku.

Selama penyelidikanku di Luoyang,

kutemukan kamar bawah tanah di rumah lamanya Jiang Ya.

Disitulah tempat ayahnya disembunyikan.

Pada mayat itu,

ada banyak bekas luka,

yang baru dan yang lama.

Luka yang terakhir kemungkinan dari 3 atau 4 tahun lalu.

Kemudian penyiksaannya dihentikan.

Itu berarti dia telah menemukan target baru.

Target itu adalah Li Yi.

Jiang Ya menyimpan dia bagai sebuah piala berharga.

Dia kemungkinan di suatu tempat di kota ini,

tersembunyi dalam sebuah rubanah.

Tempatnya kemungkinan dekat dengan tokonya.

Jika kalian bisa menemukan rubanah itu,

disitulah kalian akan menemukan mayatku.

Kalian akan temukan petunjuk paling penting di sana.

Sebelum dia membunuhku, aku akan cari cara

untuk mengambil sesuatu,

semisal dagingnya, secara cepat

sebagai barang bukti.

Kalian akan temukan potongan bukti itu di dalam tubuhku.

Omong-omong...

ini amat sangat penting bila

kalian lakukan otopsi mendalam terhadap mayatku,

terutama dalam perutku.

Jiang Ya,

terlalu banyak orang telah mati.

Terutama...

Yafan.

Secara tak langsung aku bertanggung jawab

atas perubahan di dirimu.

Itulah sebabnya aku berharap

aku bisa menangkapmu secara hukum

bukan dengan metodemu.

Bagaimanapun,

aku masih seorang polisi.

Kami memecahkan kasus dan melakukan penahanan.

Pengadilan tak membuat keputusan

untuk membalas dendam para korban.

Itu untuk mencegah hati nurani kita jadi terbelok.

Itu memberikan harapan pada mereka yang di kegelapan

yang masih percaya adanya cahaya.

"Sang Cahaya Kota" si Pembunuh Ditangkap

Kita tak bisa menyangkal bahwa pencarian keadilan memberi kebangkitan pada Jiang Ya.

Apakah tindakannya sungguh dilakukan demi keadilan,

atau itu membengkokkan keadilan secara alami?

Apa satu-satunya cara membuat keadilan sejati?

Mungkin kita semua ingin melakukan

seperti yang diperbuat Jiang Ya.

Tapi aku ingin mengatakan pada semua warga kota kita

bahwa melawan kekerasan dengan kekerasan

dan mempercayai kekerasan

hanya akan melahirkan lebih banyak kebrutalan.

Jika timbangan keadilan kehilangan keseimbangannya,

maka...

aku bersedia menjadi bagian terkecil untuk bisa menyeimbangkannya.

Apa terdakwa ada kata terakhir yang ingin disampaikan?

Aku telah kalah.

Dia lentera cahaya sesungguhnya yang menerangi kota ini.

Bunga yang diawetkan. Tak bisa menemukan kebenaran tanpa menghormati yang mati.

Ketika kau bertemu bahaya,

hanya dia yang bisa menjagamu.

Jangan buat dirimu terbelenggu begini.

Fang Mu.

Apa kau sudah menangkap dia?

Kami telah menangkapnya.

Bagaimana kau bisa menduga [..]

Kita mendapat sinyalnya!

Aku hanya lupa ganti baju.

Bisa tidak kau mengatakan sesuatu yang enak didengar sekali-kali?

Aku punya pertanyaan terakhir, lalu kita bisa menutup kasus ini untuk selamanya.

Boleh. / Terakhir kali dalam videomu

memang apa maksudnya?

Mi Nan...

sudah itu saja.

broth3rmax, 8 Januari 2018

DIPERSEMBAHKAN BAGI MEREKA YANG MEMEGANG LENTERA CAHAYA DI KOTA KITA

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.