Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Beberapa abad sebelum aku lahir, Dewa memerintah dunia.
Iblis terpenjara di teluk.
Masa itu penuh kedamaian.
Raja Kera lahir di zaman itu.
Kabarnya dia Dewa terkuat.
Dengan keperkasaan dan kemampuan tak terkira.
Tapi semuanya berubah.
Raja Kera hilang, diusir musuhnya, tak pernah kembali.
Semua kebaikan terpaksa sembunyi dan para siluman mengambil alih.
500 tahun yang lalu, kekacauan berkuasa.
Para Dewa menghilang.
Tapi aku percaya pada Raja Kera.
Kadang saat kau menunggu sesuatu seumur hidupmu,...
...saat dia muncul, kau merasa takut.
Para Pejuang sudah tiba.
Saatnya menemukan Raja Kera.
Selamat datang. Nama saya...
Kami sangat bersemangat...
Baik. Aku sebenarnya bukan seorang pelayan.
Na Ninekah Alookah Enumbah Kudantai Calaporeekah.
Na Ninekah Alookah Enumbah Kudantai Calaporeekah.
Dunia kita berada dalam masa tergelap.
Kekuatan siluman berkuasa dan semua Dewa mati atau sembunyi.
Apa yang kalian tahu tentang Raja Kera?
Kera Sakti pelindung para Dewa dan petarung yang hebat.
Dia bisa memanggil awan dan terbang menaikinya.
Memperbanyak diri jadi sepasukan. Mengecil seukuran semut, semaunya.
Dia dihancurkan berabad-abad lalu.
Mana mitos dan mana yang benar?
Ini mahkota Raja Kera.
Beberapa catatan kuno menyebut Siluman tidak membunuh Kera Sakti.
Melainkan menguburnya di batu.
Butuh waktu lama mencarinya.
Tapi kami percaya dia ada di sini, di lembah ini.
Sekarang, misi kalian...
Maaf.
Kau sudah selesai?
Terima kasih Tehnya.
Pergilah dan lanjutkan belajarmu.
Misinya menemukan Kera Sakti dan bebaskan dia dengan mahkota.
Setelah dia dibebaskan?
Temukan perkamen suci dan bawa ke Pegunungan Barat.
Di sini.
Dengan perkamen itu kita bisa kalahkan kejahatan di dunia.
Mulai malam ini, Gaxin, kau kuberi nama baru.
Nama barumu adalah Tripitaka.
Tripitaka?
Itu nama suci yang hanya diketahui para Dewa.
Saat mendengarnya mereka akan sadar kau yang terpilih.
Iblis menemukan kita.
Katakan di mana mahkotanya.
Sembunyilah. Ayo!
Ini mustahil. Aku Tripitaka. / Kau bukan siapa-siapa.
Dimana mahkotanya?
Dewamu telah meninggalkanmu.
Pemberontakanmu tak berarti.
Nikmati hadiah perpisahan ini.
Aku harus bagaimana?
Kau harus tetap hidup.
Kau tahu segalanya.
Temukan Raja Kera.
Ambil ini.
Harapan tak boleh sirna.
Kunjungi agen bola terpercaya Vivobetting.org
Tidak!
Kau yang kucari!
Kau di sini selama ini.
Kenapa baru sekarang?
Bangunlah!
Kera Sakti!
Bangun!
" Legenda Baru Kera Sakti " Alih bahasa: Nerdian
Akhirnya kutemukan tempat Raja Kera dipenjara.
Tapi mahkota yang bisa melepasnya direbut Siluman.
Aku sendirian.
Sang Cendekiawan merawatku sejak bayi, mengajariku segalanya.
Dan kini dia sudah mati.
Ini, Nak. Sepertinya kau lapar.
Yang bisa kulakukan hanya memegang teguh petuahnya.
Harapan tak boleh sirna.
Tapi sulit memiliki harapan saat perutmu kosong.
Apa?
Boleh aku minta makanan?
Entahlah. Bolehkah?
Boleh aku pesan makanan?
Ya, silahkan.
Aku baru melihatmu. Siapa kau?
Hei, kemari!
Permisi.
Aku lihat yang terjadi.
Sudah kubilang kalau kau tidak bisa bersikap baik,...
...pergi saja ke kedai teh di ujung jalan.
Kulihat Biksu itu dan aku teringat Tripitaka.
Tiba-tiba rasa laparku tidak penting lagi.
Harganya 2 Crown.
Untuk supnya.
Aku tidak punya uang.
Apa aku ini ibumu?
Aku tidak tahu.
Aku tak pernah tahu ibuku.
Ini bukan panti amal. Kau harus bayar.
Bisa cuci piring? / Ya, aku bisa.
Kuhapus hutangmu dengan upahmu.
Pengganti makananmu.
Terima kasih.
Aku berjalan dari Laut Utara.
Desa kami diserbu.
Aku tak punya tujuan dan tak bisa berharap banyak.
Hatinya suci dan berani seperti angin.
Aku mempercayakannya padamu.
"Tolong jaga bayiku."
"Dia tenang dan tidak pernah menangis."
Padamkan teploknya. Kau tak kuupah menangis semalaman.
Tambahkan tuaknya.
Tolong.
Baik, Tuan.
Maaf, aku...
Ada apa ini?
Aku tak sengaja.
Tuan ini bisa minum tuak sepuasnya malam ini, di sini.
Kau baik sekali, Nyonya.
Bodoh.
Kenapa kau di sini?
Maaf, aku masih syok.
Anak manja.
Nyonya masih ingat seperti apa rasanya?
Sebelum para Dewa menghilang?
Kau kira umurku berapa?
Maaf. Aku tidak tahu kenapa mengatakan itu.
Aku ini bodoh.
Kau tahu cara menjaga diri.
Tak banyak gadis seusiamu bisa bertahan di tempat seperti ini.
Aku selalu merasa takut.
Kita semua takut.
Tapi itulah dunia kita saat ini.
Kita hanya bisa berusaha.
Apa menurut Nyonya Dewa bisa kembali?
Orang bijak pernah berkata, "Harapan tak boleh sirna"
Ayo.
Kita punya tugas.
Kunjungi agen bola terpercaya Vivobetting.org
Kau tahu lagu Tarian Bulan?
Lagu pengantar tidur?
Benar.
Itu yang sering Ibumu nyanyikan saat kau kecil?
Benar. Dia menyanyikannya setiap malam.
Akan kumainkan khusus untukmu.
Dua, tiga, dan...
Berhenti!
Seseorang telah mencuri milikku.
Kalian akan kusiksa sampai barangku kembali.
Dimana barangku?
Apapun yang terjadi, kami bisa menolong anda.
Gadis itu pelakunya!
Gadis yang mana?
Gadis pelayan itu.
Dimana dia?
Tuanmu pasti ingin tahu ada siluman baru di kota.
Ini menantang baginya.
Kau cuma mau duduk dan minum teh tanpa peduli?
Ya.
Aku hanya ingin milikku kembali!
Kembalikan mahkota emasku dan aku pergi dengan damai.
Seorang gadis mencurinya!
Kau akan aman disini.
Ini biaramu?
Kau bisa menyebutnya begitu.
Dulu ini tempat sembahyang dan belajar ilmu.
Kini kami hanya bermeditasi.
Merenungkan nasib dunia.
Dan ketidakmampuan kita untuk berbuat sesuatu.
Tolong, aku harus ke hutan. Bisakah kau menolongku?
Sebaiknya kau menunggu.
Kau tidak paham.
Siluman itu takkan berhenti sampai dia menemukanku.
Apa yang dia inginkan darimu?
Bukan aku yang dia inginkan.
Tapi ini.
Kitab suci menulis tentang Dewa yang akan memakai mahkota itu.
Raja Kera itu nyata dan aku tahu tempatnya.
Tolong, aku tidak punya waktu menjelaskannya.
Aku harus ke hutan.
Jika kau ingin keluar, kau harus menyamar.
Cepatlah.
Apa yang kau lakukan?
Ada siluman di kota.
Warga butuh bantuan kita. / Kau bisa apa?
Memohon siluman pergi? Berdoa dia tak membunuhmu?
Kami akan berusaha membantu sebisa kami.
Tunggu!
Siapa kau, Nak?
Aku murid baru.
Dimana dia?
Katakan atau kubumi hanguskan desa busuk ini!
Aku tidak tahu, sumpah!
Tinggalkan desa ini, Siluman.
Pergi.
Kali ini aku tahu persis harus kemana dan harus bagaimana.
Sudah selesai main-mainnya?
Aku Raja Kera.
Demi tujuh neraka, kau siapa?
Aku adalah mimpi buruk.
Mimpi buruk?
Tidak, kuberi tahu siapa kau.
Kau hanya gangguan sesaat di pikiranku...
...sebelum mataku terpejam karena wajah jelekmu itu.
Dan tiga detik lagi kau akan terlempar dengan jentikan jariku.
Biksu, jika kau bisa bertarung atau punya senjata, ini saatnya.
Aku tidak bisa itu. Maaf.
Aku punya ini.
Baiklah, siluman tak berotak. Mari lihat kemampuanmu.
Kau harusnya tetap di gunung, Raja Kera.
Ini baru permulaan.
Tolong, Kera Sakti.
Aku bukan musuhmu.
Kau siapa?
Aku...
Aku Tripitaka.
Dan aku butuh bantuanmu.
Kunjungi agen bola terpercaya Vivobetting.org
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.