Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BADAN PERFILMAN, MEDIA PRESS, RADIO & TV
ASIAN UNION
JAYWALK STUDIO
iQIYI MOTION PICTURES
t e r j e m a h a n b r o t h 3 r m a x
Tn. Zhu, Tn. Zhu...!
Sadarlah, waktunya sudah habis.
Aku sudah siap. / Pasang sayapnya.
Apa ini? / Otot dada palsu.
Tak ada yang bisa melepas ini.
Lemnya amat kuat. Jika ini terkelupas, tak se-inchipun bulu bakal tumbuh lagi.
Apa? Tak berbulu?
Lihat 'kan, apa kubilang?
Telpon siapa itu? / Pasti punyaku.
Ini Momo. / Harap tenang!
Halo, Momo?
Apa! Kau sudah selesai belanjanya?
Secepat itu?
Aku bukan pembeli yang cepat. Kamunya yang di toilet lama.
Aku sudah ganti baju dengan yang baru.
Baik, baik, baik. Oh, untuk jaga-jaga, kita ketemuan di lobby lantai 1.
Aku akan segera ke sana.
Baik, cepatlah. Harga baju ini 5.550 Yuan.
Selesai! Semua kembali kerja!
Waktu habis!
Perhatian, perhatian. / Target sedang menaiki lift.
Ganti ke mode "muatan".
Jangan ada yang masuk lift.
Kita naik lift lain.
Semuanya naik ke lantai atas sekarang.
Cepat, cepat, cepat!
Kita kemana?
Tiantian, aku sudah lihat di toko franchise.
Bajuku harganya... 5.550 Yuan.
Sungguh tawar-menawar yang bagus.
Halo.
Bajunya sama! Banyak sekali yang beli diskonan.
'KELEBIHAN MUATAN"
Oh tidak! Isinya 'kan cuma kita berdua!
Tadi tak kelebihan muatan saat aku masuk.
Bagaimana mungkin? Akhir-akhir ini aku lagi diet.
Hasilnya memang efektif.
Lihat 'kan? Kamu saja masih kelebihan muatan.
Sudah kubilang aku sedang diet. Pasti alarmnya keliru.
Sudah normal lagi. Nona, tak apa, masuklah. Alarmnya sudah mati.
Aku ingat masih ada barang yang harus aku beli.
Kau pergilah duluan.
Ramping dari luar, gembung di dalam.
Tapi dia nampak sungguh menawan, kayak dewi.
Aku juga bisa jadi dewi, kau lihat?
Baju sama, rambut sama.
Untung saja, tak ada orang disini.
Apa aku sudah tak waras?
Ada kereta dan kuda putih.
Yang kurang cuma seorang pangeran.
Pangeran! Tembakkan panah Asmaramu
untuk membuka hati sang dewi.
Karena kau sudah melintasi ruang dan waktu dan mendarat di depan Nona Momo.
Bola-bola bunga akan berhamburan di langit. 99.999 kelopak mawar
akan berjatuhan.
Sungguh amat romantis!
Apa aku menembaknya terlalu awal? / Kau menembak terlalu awal!
Sekarang, aku harus bagaimana? / Cepat! Ambil tindakan perbaikan.
Kau menembak terlalu awal!
โช Sayang jadilah pacarku
โช Jadilah pacarku
โช Kau pencuri yang nakal
Aku alergi serbuk-sari bunga.
Biarkan aku keluar.
โช Labu dan kereta sudah siap
โช Akulah pangeranmu
Ya Tuhan, aku merasa pusing!
Ini bukan pusing biasa, tapi pusing karena cinta.
Itu kekuatan ajaib dari senyawa dopamine.
Dewimu sedang menunggumu di bawah.
Pergilah. / Tidaak!
TUAN SOMBONG & NONA CURIGAAN
PASIEN ANUS RAWAT INAP
Petik bunga krisan di bawah pagar timur
mataku menatap lembut pada bukit selatan.
Sakit! Siapa itu? / Hey ganteng, apa masih sakit?
Xiao Jianjun! Aku tak sekarat! Kenapa kirim bunga krisan?
Kau tak ada kerjaan lain apa? / Apa kau tak paham?
Ini dinamakan "mengisi bentuk dengan bentuk".
Kau sungguh menjengkelkan!
Tidak, tidak, terlalu rendah. Cepat, aku butuh bantalan.
Ini dinamakan "Kau menuai yang kau tanam", tahu?
Tapi serius,
kau harus meminta ibumu membayar biaya rumah sakit.
Kurasa 10 juta sudah cukup.
Bukankah kau sudah mendesain satu Aplikasi?
Sekarang kau bisa meneruskannya.
Tak mungkin, tak akan kubiarkan ibuku tahu soal ini.
Aku menarik uang tunai untuk membayar tagihannya.
Ibuku pasti memeriksa kartu kreditku. / Omong-omong...
300.000 untuk upacara melamar,
kapan kau akan melunasinya padaku? / Bukankah sudah aku bilang?
Akan kubayar 30.000 perbulan. Dengan begitu ibuku tak curiga.
Ibumu sungguh ketat mengawasimu.
Ibumu telpon.
Tutup, tutup. / Halo?
Bibi, ini Jianjun.
Kenapa ponsel anakku selalu mati? / Apa? Zhu Hou mematikan ponselnya.
Aduh! / Ya benar.
Dia sedang
perjalanan kapal selam ke laut dalam.
Tak ada sinyal di dasar laut.
Dia memang tak pernah dewasa!
Aku harus pergi. / Jianjun, katakan yang sebenarnya.
Apa dia bikin masalah lagi? / Tenanglah.
Zhu Hou akhir-akhir ini tak bikin ulah.
Dia sedang mengembangkan sebuah Aplikasi.
Kau harus luangkan waktu ngobrol dengannya.
Tak sopan!
Kau belum pergi juga? Cepat sekali kau kembali.
Bantu aku menggaruk ini.
Gatal sekali! / Apa yang diinginkan si mesum ini?
Kamu mau uangnya atau tidak?
Jika mau uangnya, tolong garukkan, cepat. / Bagaimana dia tahu aku kesini karena uang?
Kenapa ragu-ragu?
Jika kau mau uangnya, kamu harus layani aku.
Ini sudah keterlaluan!
Tenanglah, jangan mikir macam-macam.
Garuklah, aku kegatelan ini, cepat!
Cepat.
Ya, agak ke bawah.
Ya, ya! Situ!
Lebih keras!
Ya, ya! Jangan berhenti, lebih keras, lebih keras!
Lebih baikan?
Hantu!
Sekarang kau lihat. Orang secantik aku menderita alergi parah karena bunga-bungamu.
Sekarang ibuku tak mengenali aku. Katakan, aku ini hantu apa?
Ternyata kamu yang mengoyak dadaku! Dan merusak upacara lamaranku!
Apa yang kamu lakukan kesini?
Baju itu harganya 5.500.
Sama ongkos obat dan ganti rugi. 24.300, tanpa nego, ayo bayar.
24.300? Kamu tahu, berapa biaya kubayar untuk upacara lamaran itu?
Bunganya saja harganya lebih dari 20.000, dan kamu lancang sekali menagih uang.
Keluar sebelum aku panggil satpam! Sekarang! Cepat!
Kamu mau panggil satpam atau pengasuhmu?
Panggil satpam, kenapa? / Kau kira karena kau pakai sayap,
membuatmu kayak malaikat? Jelas kau kayak kodok terbaring disini dengan perutmu.
Kau anggap dirimu itu Pangeran Kodok?
Lihat popokmu itu. Masih mengira bisa melamar orang dengan begitu?
Ini bukan popok bayi! / Lalu itu apa?
Ini popok... dewasa!
Jadi kamu mulai pakai popok dewasa. Apa ibumu tahu, anak mama?
Kuperingatkan ya, jangan panggil aku anak-mama! Aku benci kata itu!
Anak mama! / Katakan lagi!
Anak mama!
Anak mama! Anak mama! / Ayo katakan lagi kalau berani!
Anak mama! Anak mama! / Baik, kau memang berani, aku pergi.
Anak mama! Anak mama!
Dengar, tak ada gunanya mengikutiku.
Tak akan kuberi sepeserpun.
Kamu mau pura-pura bodoh?
Apa ibumu yang pegang rekening bank-mu? Dasar anak mama.
Kuperingatkan ya, jangan panggil aku begitu.
Aku punya uang, akan kutunjukkan. Bagaimana bisa aku tak punya?
Kartu gold, 100.000.
Kartu platinum, 250.000.
Kartu black, belum pernah lihat 'kan? Kamu cuma orang udik.
Tak akan kuberi uang, kamu mimpi saja!
Hey!
Kau mau pukul aku? Ayo, pukul saja!
Kuberi kesempatan. / Kamu sendiri yang bikin gara-gara.
Hey, kamu ngapain? / Berikan itu! / Lepas! / Berikan!
Ayo berikan! / Lepaskan! / Ayo berikan! / Kemari kalau berani!
Darahnya mengalir mundur!
Ayo! Ayo!
Tidak, jangan, darahnya mengalir mundur! / Lepaskan, banyak orang disini!
Hey! Kau ini ngapain? / Lepas!
Berikan padaku! Berikan padaku!
Tidak!
Nih rasakan! Nih rasakan!
Kau gila?
Sini berikan! / Tidak!
Pastinya tidak! / Ayo!
Apa yang kamu lakukan? / Ini nyangkut! / Apanya? Berdiri!
ini nyangkut! Nyangkut di resleting.
Tolong diputus saja. / Jangan bergerak! Nyangkut! Nyangkut!
Anunya nyangkut!
Dengar, sungguh ini terbelit, lihat.
Turun dariku.
Zhu Hou
aku kesini sekarang karena ada hal penting yang ingin kukatakan padamu.
Katakan.
Aku tak mau... / Banyak kembang disini, nanti kau kena alergi.
Aku tak mau pergi sampai terima uangku.
Hari ini batas waktunya.
Cepat, pergi, pergi. / Apa?
Pergi dari sini. / Aku tak akan kemana-mana.
Tidak, aku tak mau pergi sampai terima uangku.
Baik.
Akan kubayar. / Baguslah!
Jangan, Momo. Kamu terlalu baik untuk ditipu.
Kau ini gila ya. / Pergi dari sini!
Terima kasih.
24.300. Kamu memang malaikat!
Bagaimana aku menerimanya?
Sinyalnya lemah. Aku akan mendekat ke jendela.
Zhu Hou, tolong duduklah.
Lebih baik aku berdiri saja.
Kalaui begitu aku katakan saja.
Ketika aku pergi ke Kanada sebagai mahasiswi pertukaran pelajar,
aku bertemu denganmu.
Kau ngejar-ngejar aku dari Kanada sampai Beijing.
Selama 3 bulan ini,
kamu dengan baik menjaga diriku.
Aku sungguh terharu. / Akhirnya aku menyentuh hati sang dewi.
Aku tahu yang sedang kau pikirkan. Tapi, saat kau terjun dari balkon untuk melamarku,
akhirnya aku memahamimu.
Seorang pria dewasa
tak akan berbuat seperti itu.
Kamu masih bocah.
Jadi aku tak lagi ragu,
telah aku putuskan untuk meninggalkanmu.
Bagus!
Bagus!
Aku tak bermaksud apa-apa.
Transfernya sudah selesai. Terima kasih, nona!
Sesuatu yang baik terjadi pada orang yang baik.
Orang akan dipertemukan oleh takdir.
Terima kasih dan selamat tinggal. Aku akan pergi dulu.
Apa kita berdua sungguh berakhir?
Benarkah? Kita hanya bisa berteman saja?
Jika kau tak mau berteman,
kita boleh saja jadi orang asing.
Terima kasih telah menjagaku selama 3 bulan ini.
Kau tak perlu mengembalikan uang itu.
Aku... / Aku tahu yang ingin kau katakan.
Jangan telpon aku lagi
dan jangan mencariku.
Kenapa kamu tak mau berhenti! / Pak, kau harus bayar biayanya.
Mana kartuku?
Tempat sampah. Tempat sampah. Mana Tempat sampahnya, taruh kembali!
Di sana.
Pak, anda belum bayar biaya rumah sakit selama 3 hari.
Menurut kebijakan rumah sakit, anda harus segera meninggalkan rumah sakit ini.
Aku tak punya apa-apa lagi.
Ya Tuhan!
Bisakah Kau lebih kejam lagi?
Kau mem-bullyku!
Nenek, aku telah transfer uang padamu.
24.300. Hari ini batas akhirnya.
Jika nenek tak membayarkannya hari ini, mereka tak bisa mengoperasi matamu.
Nannan, kau sudah pulang. / Ya aku pulang.
Kenapa kamu senang sekali? / Karena kulitku menebal.
Aku sudah bayar biaya operasi mata nenekku.
Apa kamu agak baikan? / Tentu, aku beli obat alergi.
Da-dah. / Nannan, aku sudah selesai baca buku yang kau pinjami.
Ini dia. / Cepat sekali kau bacanya.
Makasih.
Nannan sudah pulang. / Ya pak.
Bu Wang. / Nannan, kubuatkan sup kacang merah untuk obat pembengkakan.
Minum ini yang banyak ya? / Makasih Bu Wang, anda baik sekali.
Aku mau jemput cucuku. / Baik, makasih Bu Wang.
Halo. / Hai.
Tang Nannan, kamu belum nulis apapun selama berhari-hari.
Kau sudah kehilangan satu kerjaan besar senilai lebih dari 20.000 Yuan.
Jika kau berhenti meng-update novel harian online-mu,
maka tamatlah dirimu. / Aku tahu ini,
aku sedang minum obat alergi selama beberapa hari ini.
Jadi aku belum punya energi untuk menulis sesuatu.
Aku tahu itu memang tak mudah,
tapi sebagai editormu, kuharus mengingatkanmu
jika kau tak berikan kemampuan terbaikmu sekarang,
kamu akan kehilangan kesempatan di masa depan nanti.
Kamu dengar tidak? / Aku tahu.
Aku akan bekerja lebih giat.
Aku pergi dulu.
Nenek, aku akan berusaha semampuku.
Nenek juga harus pulih secepatnya ya?
Terasa agak enakan sekarang.
Kebakaran hebat melanda kota.
Matahari dan bulan tak lagi bersinar.
Nannan yang berani maju dengan gagah berani
dan menghentikan semua penderitaan.
Dia tak menyadari bila siluman Zhu Hou yang jahat menurunkan hujan beracun dari langit
dengan cepat membuat wajah Nannan bengkak.
Zhu Hou kemudian muncul dengan wujud aslinya.
Dia sebenarnya cuma kera yang mengendarai babi.
Nannan sang pemberani mengeluarkan pedangnya
dan menusuk sang musuh tepat di pantatnya.
Hahaha...
Aku bukan pengemis!
Siapa itu! Kenapa lancang sekali!
Dasar tak punya moral! Sungguh keterlaluan!
50 sen!
Tang Nannan, kau tak bisa lolos kali ini! Aku akan membunuhmu!
Tang Nannan, berhenti!
Berhenti!
Kau terluka?
Akhirnya aku menemukanmu!
Akhirnya aku menemukanmu!
Ada apa?
Oh, ya ampun! Itu 'kan cuma 50 sen?
Apa kau harus berbuat begini?
Nona, jangan sentuh dia, ini penipuan.
Waspadalah, dia akan menyalahkanmu.
Dia penipu. Aku tak menjatuhkanmu.
Bukan aku, sungguh aku tak melakukannya.
Lepaskan. / Tang Nannan!
Bagaimana kamu tahu namaku?
Ini aku.
Zhu Hou?
Pelan-pelan.
Berapa tingkat hilang ingatannya?
Kau bohong padaku 'kan? / Semuanya punya tingkat hilang ingatan.
Yang kualami cuma lebih serius.
Aku tak bisa mengingat lebih dari 3 angka, jadi aku menulis semua kata-sandiku
di buku catatan. Dan kau membuangnya bersama ponselku!
Kartu gold, 100.000. Kartu platinum, 250.000.
Kartu black, tak pernah lihat 'kan? Kau cuma orang udik.
Kau cuma lamban saja. Kau tak mengerti angka 'kan?
Apa maksudmu lamban?
Itu tak ada hubungannya dengan IQ-ku. Yang kumaksud ingatanku.
Kamu tak ingat alamatmu sendiri 'kan?
Apa maksudmu? Aku pemilik rumah ini.
Aku cuma keliru memasukkan kata-sandi.
Jadi aku ini lupa kata-sandinya. Memang apa masalahnya?
Memang kenapa kalau lupa kata-sandi?
Berhenti! Berhenti!
Berhenti! / Sungguh aku pemilik rumah itu.
Berhenti!
Kau bilang kamu tak bisa pulang,
dan kau tak bisa mendapat KTP baru ataupun kartu kredit.
Apa kau punya teman yang bisa kau tumpangi menginap?
Sahabatku Xiao Jianjun, tapi dia ada di Brazil.
Aku tak bisa menghubungi dia.
Sudah, sudah.
Kamu harusnya perlakukan aku dengan baik. Kau tak tahu yang telah kualami minggu lalu.
Aku sendiri tak sanggup membicarakannya.
Aduh, aduh, aduh! / Banyak sekali debunya! Amat berdebu!
Lalu apa rencanamu?
Sampai Xiao Jianjun kembali, sungguh aku tak bisa pulang,
tapi tempatmu...
juga tak masalah.
Tak mungkin. / Aku kedinginan beberapa hari ini.
Kepalaku sakit. Bokongku sakit.
Sakit dimana-mana.
Tunggu, tunggu, tunggu.
Tolong! Tolong! Lepas! Lepas!
Kamu pergi atau tidak? / Tidak, aku tak mau.
Kenapa kau tak mau pergi? Ini rumahku!
Kemana dia?
Kubiarkan kau lolos malam ini.
Tapi cuma malam ini.
Baguslah!
Kasur ini nyaman banget!
Aku belum tidur selama berhari-hari.
Ini nyaman banget!
Aku kehilangan muka.
Kehilangan uang. Kehilangan pacar.
Semua ini salahmu!
Ini tak ada gunanya! Aku masih marah.
Ada apa? Apa bunga krisan tumbuh dari bokongmu? / Kau tak akan tahu
betapa enaknya bisa duduk.
Hey, aku keliatan!
Ini hadiah juara dua yang kumenangkan.
Lancang sekali kamu taruh di bokongmu!
Memang lomba apa yang hadiahnya bantal?
Pekerjaanmu membuatku penasaran. / Ini hadiah juara 2 untuk menulis dongeng tidur.
Aku bahkan benci menyentuhnya. Gara-gara kau taruh di pantatmu!
Sepenting itukah buatmu? Ya ampun!
Aku tadi tak tahan kentut disitu.
Kenapa kau menciuminya? Idih, kau suka.
Aku sudah cukup baik membiarkanmu tinggal disini.
Aku tidur di ruang tamu, kuberikan kasurku padamu. Kenapa kau lakukan ini padaku!
Dasar bodoh.
BULAN OKTOBER
TANGGAL 5
TANGGAL 6
TANGGAL 7
TANGGAL 8
Kamu yang menulis buku-buku ini? Kenapa judulnya amat vulgar?
Ini patah.
Sudah nemu tempat yang cocok buat bukumu.
Baguslah!
Apa yang kau lakukan!
Aku sedang megembangkan Aplikasi. Aku butuh komputermu.
Tapi aku masih harus nulis 6.000 karakter lagi.
TANGGAL 9
TANGGAL 10
TANGGAL 11
Setiap kali kau bernapas
cobalah angkat bokongmu agak tinggi
dan turunkan bagian tengah saat menghembuskan napas.
TANGGAL 12
TANGGAL 13
TANGGAL 14
TANGGAL 15.. 16.. 17.. DEADLINE.
โช Aku si burung, burung kecil
โช Aku cinta kamu, aku cinta kamu
โช Kau tak tahu betapa aku mencintaimu
โช Aku rindu, aku rindu, aku rindu, aku merindukanmu
TANGGAL 19.. 20.. 21.. 22..
TANGGAL 23.. 24.. 25..
Sayuran diskon. Semua seharga 1 sampai 2 Yuan.
Coba lihat. Semuanya masih segar.
Pelan-pelan. / Permisi!
Jangan dorong-dorong, sudah cukup.
Sudah, sudah, jangan dorong-dorong.
Kenapa kalian maksa begitu? Dasar orang-orang bodoh.
Sayurannya layu begitu. Kayak sampah.
Hey tuan, jangan bilang begitu.
Itu sangat menyinggungku. Tak baik membicarakan orang begitu.
Kamu yang bilang.
Dasar brengsek!
Siapa itu? / Untung aku sudah berlatih.
TANGGAL 26.. 27.. 28.. 29..
Apa kau suka?
Coba pakai saja.
Lihat label harganya?
2.980 Yuan.
Tang Nannan, jangan membosankan begitu.
Menurut prinsipku,
seorang wanita bisa saja miskin atau jelek, tapi dia tak boleh miskin, jelek
dan hidup bertahan begitu.
Apa menurutmu semua orang sepertimu?
Menghabiskan uang ibumu, tinggal di rumah ibumu, mengendarai mobil ibumu,
pakai lantai keramik mewah milik ibumu cuma untuk suara gema kualitas baik.
Tak semua orang sepertimu.
Aku punya seorang nenek yang harus diurus.
Kau kira semua orang bisa menghabiskan uang ibunya?
Dasar anak mama!
Aku tak terima.
Apa yang kau lakukan? / Diam! Kau harus kubawa masuk.
Tidak! aku mau muntah. Lepaskan!
Aduh! Aduh! / Turunkan aku!
Kau gila ya?
Kau mencakarku, kau ini kucing ya? / Sudah hentikan atau kugigit!
Memang kenapa, Tang Nannan?
Apa kau semiskin ini?
Makan makanan tak enak, pakai baju jelek.
Yang kau punya cuma sifatmu itu. Dari ketiga kriteria, kau cuma punya 1.
Apa menurutmu hidupmu itu menarik? Kau tahu apa yang dikatakan tetangga tentang dirimu?
Mereka anggap kau ini sangat kasihan.
Aku tak sekasihan sepertimu!
Bajuku dari toko jalanan. Lihatlah yang kamu pakai.
Semuanya pemberian, dan beraninya kamu bicara begitu padaku!
Bocah miskin. / Hey, memang kenapa kalau pemberian?
Ini semua ada kisahnya, toko jalanan...
Memang apa kisahmu?
Tunggu sebentar, Tang Nannan.
Kau dulu enggan beli baju seharga 2.000.
Bagaimana mungkin kau beli baju seharga 5.500?
Ayo katakan! / Kau bilang hanya ingat 3 digit angka.
5.550 itu 4 angka, paham?
Kamu pasti keliru. Cepat bawa sayurannya!
Tang Nannan, kembali! Kembali!
Zhou Hou, biar kujelaskan. / Minggir! Aku ingin lihat
seperti apa sih baju seharga 5.500 itu.
Yang ini?
Yang ini, huh? Minggir sana!
Coba kulihat. Merk apa ini? 5.500?
Ini harganya 60 di toko jalanan.
Kamu menagihku lebih dari 5.500.
Ini bukan baju toko pinggir jalan.
Ini "imitasi kualitas tinggi".
Tang Nannan, jika orang hilang tangannya karena mengambil sesuatu,
kau harus siap diamputasi kedua tanganmu.
Kuakui aku salah,
tapi gara-gara kena alergi, aku kehilangan pekerjaan penting.
Sungguh, aku sungguh membutuhkan uang itu, pada saat itu.
Aku tak punya pilihan lain.
Aku sungguh merasa malu.
Maka kubiarkan kamu tinggal disini.
Aku berhutang uang padamu.
Pastinya nanti kulunasi. / Jika kamu jadi aku,
apa kau percaya dengan ucapanmu?
Jangan bicara soal nanti, sekarang. Ayo bayar.
Percaya atau tidak, aku tak punya uang.
Terserah padamu. / Kamu mau bersikap masa bodoh?
Apa yang kamu lakukan?
Aku bisa bela diri wanita.
Jangan cari kesempatan dariku! / Hey!
Bisanya kau berpikiran seperti itu?
Cari kesempatan?
Da-dah.
Jangan kira bisa keluar sebelum kau kembalikan uangnya.
Buka pintunya!
Hahaha...
Sofa jelek, kenapa bisa dia tidur disini?
Sakit semua! / Aku mau ke kamar mandi.
WC.
Ponselmu jatuh.
Hey, editormu Tiantian menelpon.
Sial! Sial! Dia menekanku lagi.
Halo, sayang. / Tang Nannan.
Lanjutkan, lanjutakan.
Apa kamu mengulur-ngulur waktu? / Tidak, aku sedang mengetik sekarang, dengar.
Apa kau mau pergi ke Konperensi Asosiasi Penulis?
Acara Konperensi Asosiasi Penulis.
Ya betul.
Menurutmu aku bisa ke sana?
Pakai kail atau pakai tongkat? Aku sudah berusaha mengikutkanmu.
Aku perjalanan menuju rumahmu sekarang.
Bersiaplah berangkat bila aku sudah sampai.
Ingat! Ini semua demi buku barumu,
Ini semua demi buku baruku.
Cepatlah tuan, cepat!
Kenapa kau begitu gembira?
Apa konperensi penulis itu sungguh penting?
Cuma nama-nama hebat yang ada di literatur online
yang mampu menghadiri konperensi ini.
Hidup akan berubah dramatis
karena konperensi ini.
Itu sempurna karena
jika kau tak membayarku, tak akan kubiarkan kau merubah hidupmu.
Kau sungguh mengira aku menyerah segampang itu?
Tentu saja tidak.
Jadi kurasa kau akan kesini dan ambil kuncinya.
Kenapa aku mau ambil kuncinya. Pintunya 'kan terbuka.
Aku mengunci kita di dalam.
Tak akan semudah itu kuberikan ini padamu. / Berikan kuncinya!
Tak akan! / Berikan!
Jangan memaksaku. Jika paksa aku lagi... / Sini berikan!
Apa yang kau lakukan? / Lepas!
Bagaimana bisa orang lain membawa kunci rumahmu?
Kenapa tidak? Aku wanita tinggal sendirian.
Jika aku tak punya kunci cadangan pada teman kondisi darurat,
tak ada yang tahu kalau aku mati.
Baik, biar kujelaskan. / Dia memasukkan kunci dalam celananya.
Hentikan.
Aku tahu aku datang di saat tak tepat,
tapi kalian bisa pura-pura aku tak ada disini.
Teruskan saja, jangan hiraukan aku.
Jelaskan pada temanmu!
Tang Nannan. Tang Nannan.
Itu sebabnya kamu tak ingin aku mendudukinya. Kamu punya uang simpanan rahasia.
Ini hanya untuk kondisi darurat. Kartu kredit cadanganku.
Kamu akan belanja pakai kartuku, jadi berhematlah.
Kuberikan kartuku, kau berikan kuncinya.
Aku tak bisa pergi lebih jauh lagi. Ini penghargaan Oscar literatur online.
Mereka semua nama-nama terkenal. Kita pulang saja ya.
Kamu ini takut apa? Aku ada disini.
Yue Guan, Guan Pingchao,
Hong Niangzi, GaoLouDaSha MeiMeiMao.
Sheng Jie, Chu Xidao,
Zhuang Qin, Yin Yangyan,
semua bintang-bintang hadir disini.
Halo editor Ma. Ma Weiwei sudah datang.
Ayo, ayo.
Ini Ma Weiwei, Editor Ma.
Orang yang selalu memblokir penerbitannya bukumu.
Dengarkan aku. Kamu harus membuat kesan yang baik di depan dia hari ini.
Terima kasih semua atas kedatangannya. / Editor Ma, lama tak jumpa. / Lama tak jumpa.
Ingat, kau adalah penjilat. Kamu penjilat, aku penjilat.
Kamu penjilat, aku penjilat. / Aku penjilat.
Aku penjilat. Aku penjilat. / Ayo, ayo, ayo...
Kamu berhutang biaya editor untuk beberapa bulan.
Editor Penjilat, halo.
Editor Penjilat, halo. Aku...
Maaf, aku...
Editor Ma, senang bertemu denganmu. Aku Penjilat.
Maaf, aku... / Weiwei.
Lama tak jumpa. Lama tak jumpa. / Guru Yue Guan, Kak Pingchao.
Terima kasih kalian datang, terima kasih banyak!
Aku sungguh merasa terhormat.
Kenapa kau terus menelponku?
Aku harus menjilat keberuntungan sekarang. Jangan ganggu aku, aku tutup ya.
Tunggu, jangan ditutup.
Tang Nannan, kirimi aku fotomu.
Foto apa?
Foto pose "S"mu.
Aku sudah lama menghapusnya.
Untuk apa kamu butuh foto itu?
Berfotolah pose "S" disini?
Aku mohon.
Berfoto pose "S" disini?
Apa kamu gila? / Kamu tak mau berfoto?
Maka kurasa aku akan menguras kartu kreditmu.
Tunggu! / Acara ini didukung oleh para menggemar dan pembaca
itulah yang membuat kesuksesan kalian jadi mungkin. / Permisi, bisa minta tolong fotokan? Terima kasih.
Tentu. / dan membuat konperensi ini jadi mungkin.
Katanya artikel itu seperti pegunungan, kita tak mau melihat yang datar...
datar, datar, yang datar.
Menulis harus ada puncak dan lembahnya.
Alur cerita utama akan berliku dan bergerak.
Maka kalian bisa menarik pandangan pria...
Maka kalian bisa menarik pandangan pembaca.
Sehingga kalian akan mencapai keabadian.
Hey, itu salah.
Apanya yang salah?
Kukatakan yang sebenarnya. Kupakai tubuhmu sebagai kata sandi.
Apa maksudmu memakai tubuhku sebagai kata sandi?
Halo, kartu kredit itu masih aktif.
Silahkan atur 6 digit angka kata-sandi sebelum penggunaan pertama.
6 digit angka?
Boleh aku pakai 3 digit angka? Aku tak bisa mengingat 6 digit angka.
Tidak, pak. Harus 6 digit angka.
6 digit angka, 6 digit angka. Kenapa harus 6 digit angka? Aneh sekali!
Ibuku punya perusahaan lingerie.
Aku bisa beritahu ukuran wanita hanya dengan melihat fotonya.
Enam-nol, enam-nol. Khawatirnya aku tak bisa mengingat kata sandinya,
jadi aku pakai ukuran tubuhmu sebagai referensi.
Tapi tadi kupakai fotomu untuk memasukkan kata sandi
tapi tetap saja keliru. / Akhirnya kalian akan disambut oleh...
90, 60, 90 / bunga-bunga dan tepuk tangan.
Apa? Halo?
Halo? Aku tak bisa dengar dengan jelas!
Terlalu berisik! Bisa kau katakan lebih keras? / Akan kukatakan sekali lagi!
Dengarkan baik-baik! Ukuranku adalah 90, 60 90.
Aku tak memakai bra hari ini, jadi dadaku ukurannya 89, 89, 89!
Aku...
aku pakai bra tanpa tali.
Model "U'.
Jadi dia tak pakai bra, huh?
Editor Ma, Editor Ma. Sungguh aku minta maaf!
Ponselku tadi baterainya habis. / Style-mu sungguh memalukan.
Tak cocok dengan kantor penerbitan kami yang stylenya pesta remaja.
Selamat malam.
broth3rmax
Akan kuhajar kau nanti habis-habisan. Atau akan kukentuti kau sampai sekarat.
Zhou Hou! / Selamat datang kembali.
Ayo keluar! / Selamat datang kembali, sayang.
Sebenarnya apa yang kamu lakukan?
Tutup pintunya. / Kenapa aku harus menurutimu, ini'kan rumahku.
Nyamuk nanti masuk.
Aku akan berurusan denganmu setelah kututup pintunya.
Pakailah.
Itu milikmu. / Kau sungguh membelikan ini untukku?
Bukan cuma itu.
Ikuti aku.
Apa kau suka?
Kulit asli?
Aku tahu kamu suka tidur di sofa, maka kupilihkan yang istimewa hanya untukmu.
Aku suka tidur di sofa?
Itu hanya karena kamu merebut kasurku.
Aku tak punya pilihan lain. Bagaimana kamu saja yang tidur disini?
Ini pertama kalinya kamu perlakukan aku begitu baik.
Berapa harganya ini?
Tak mahal. Aku tahu daya belimu,
maka aku pilihkan yang benar-benar murah.
Kau tahulah, aku tak gampang mengingat angka.
Baik.
Akan kuperiksa sendiri.
Kamu terharu.
Aku tahu kebaikanku akan berdampak bagi orang lain.
Mohon jangan menangis. Entah aku harus bagaimana jika kau menangis.
Berjanjilah.
Kenapa kau menyerangku?
Kau tak tahu yang kau omongkan?
Aku tak tahu harus bagaimana?
Tadinya 20.000 dalam kartu kreditnya. Sekarang cuma tinggal 37 sen.
Bagaimana nanti aku menghadapi penagih hutang? Bagaimana aku bisa hidup?
Kau mau apa?
Zhu Hou!
Dimana kamu?
Terima kasih, pak Liu.
Aku tak bisa menghajarmu sampai mati. Tapi aku bisa menulisi dirimu sampai mati.
Daging Segar Kecil, huh?
Akan kutulis artikel tentang memperkenalkan 10 cara memakan daging segar.
Semua pembaca akan senang menjilat layarnya.
Aku akan update terus cara memakan yang baru tiap hari.
Pastinya ada cara membuatmu ngiler.
Bicara soal makanan sekarang aku jadi lapar.
Ini pastinya enak!
Beruntungnya!
Zhu Hou.
Kau tak bisa kemana-mana, diam saja!
Panas, panas, panas!
Tang Nannan, apa yang kamu lakukan? Lepaskan, lepaskan!
Daging segar.
Jangan! Turunkan! Jangan sentuh aku! Jangan sentuh!
Lepas! Jangan sentuh aku!
Jangan sentuh aku! Tidak! Tidak!
Jangan!
Tang Nannan!
Apa yang sedang kau lihat?
Mulutmu berair.
Kamu memang jago juga!
Mie instan ini harganya 2,5 jadi senilai 250 bila kau yang membuatnya.
Kenapa kamu makannya begitu?
Apa kau tak bisa agak anggun seperti aku?
Begitu lembut.
Sangat segar berair.
Itu sungguh daging segar.
Eh, aku ngapain? Apa fantasi-seksku datang lagi?
Cepat, makan mie-nya!
Aku tak boleh ke situ.
Aku tak boleh kesitu, ini salah. Aku punya prinsip.
Tang Nannan, kamu sungguh tak waras.
Terserahlah. Aku tak peduli.
Kamu sedang apa?
Apa kamu kelaparan?
Tang Nannan, bayar sewanya atau pindah.
Tang Nannan tak ada disini.
Nanti kuberitahu dia kalau pulang.
Kamu siapa? Dia sudah kuberitahu, sewanya ini cuma untuk 1 orang.
Masih banyak yang mau menyewa lebih tinggi. / Jangan konyol begitu.
Bukan 2 orang yang tinggal disini. Aku ini kepribadian alternatifnya Tang Nannan.
Halo, aku Tang Beibei. Senang berjumpa denganmu.
Kamu ini ngomong apa?
Ingat saja, bayar sewanya sebelum akhir pekan atau kamu keluar.
Aku tak sebaik ibuku.
Tang Beibei, dengarkan aku.
Kita harus bagaimana?
Kita hanya punya 200 saja.
Kita harus menghemat.
Uang itu untuk diterima, bukan disimpan.
Gantikan aku. Aku mau ke toilet dulu. / Baiklah.
Kartu anda. / Terima kasih.
PARKIR VALET
PARKIR KHUSUS VIP
Dasar tengik! Menyerobot parkirku.
Bisanya kau nyetir begitu? Kau membuat pacarku ketakutan!
Bisanya kau nyetir begitu? Apa kau tak lihat tadi aku yang mundur kesini?
Dengar ya.
Akan kuberi 200. Carilah tempat parkir biasa.
Aku mau parkir VIP yang ini.
Jangan ganggu aku dan pacarku. / Apa kau gila?
200?
Mobil bobrok begini? VIP?
Tak usah berlagak sok kaya.
Ambil uang ini.
Dan menyingkir dari sini.
Terserah kaulah.
Ayo kita pergi. / Kau telah membuatku ketakutan!
โช Demi kamu, โช kuanggap semua pria adalah pesaing dalam cinta
โช Demi kamu, โช kuanggap mereka semua sampah
โช Demi kamu,
โช dalam histerisku, aku berjanji
โช Demi kamu,
Tos dulu!
Sungguh aku kagum padamu. Kamu begitu pintar!
Kau menghasilkan 35.800 cukup untuk sewa kontrakan sertahun!
3 minggu lalu, aku salah satu orang bodoh yang menghambur-hamburkan uang.
Baik.
Kalau begitu sekarang kau akan kuberi hadiah, bersulang!
Bersulang!
โช Demi kamu, โช dalam histerisku, aku berjanji
โช Demi kamu
Ini, pegang ini.
โช Orang selalu terlambat menyadari
โช Selalu ada jejak kaki yang dalam dan dangkal
โช Kita berjalan melalui jalan berangin โช dalam kehidupan
โช Cinta terletak antara โช penerimaan dan penolakan
โช Seberapa jauh seorang pria bisa pergi
โช sebelum dia belajar mengetahui โช yang benar dan salah
โช Walau aku melupakan seluruh dunia
โช aku tak akan melupakan senyum di wajahmu
โช Karena aku punya keyakinan dalam hatiku
โช Aku tak takut akan terluka
โช Karena aku peduli padamu
โช Tak akan pernah kukatakan selamat tinggal
โช Seiring waktu berlalu
โช aku menunggumu muncul
โช Jalan ini sesungguhnya bergerak maju
โช melampaui keangkuhan dan prasangka
โช La la la la la la la la
โช La la la la la la la la
Tuan.
Apa? / Permisi, sekarang sudah siang.
Kami sudah tutup dari tadi. Maaf, kalian harus pergi.
Omong-omong, ini tagihan anda dan kembaliannya.
Tiga puluh ribu...
35.762
Semua minuman kalian malam ini aku traktir!
Semua barang sudah dikemasi.
Tak peduli apakah kau Tang Nannan atau Tang Beibei,
atau siapapunlah. Tak peduli berapa kepribadian yang kau punya.
Jika kau tak bayar sewa, maka diusir.
Apa yang harus kita lakukan?
Hey.
Hey.
Keluarkan semua kepribadianmu
dan kumpulkan mereka bersama. Kita akan pindah bersama.
Aku capek sekali. Kenapa kau beli sofa semahal ini?
Jika kartu kreditku masih ada uangnya, aku masih bisa membawa ini dalam sakuku.
Berhenti, berhenti, berhenti, taruh ini.
Aku tak kuat lagi. Aku tak sanggup lagi.
Pak, kau menjatuhkan tasmu.
Sana ambilkan tasnya.
Kau saja yang ambil tasnya.
Sofaku, uangku.
100.000 RMB?
Nannan, coba pikirkan lagi.
Apa kau punya semacam...
uang simpanan untuk darurat,
kayak tabungan pribadi atau lainnya?
Ya!
Aku punya simpanan lemak pribadi. Banyak malahan, kau mau?
Kau boleh ambil sebanyak kau mau.
Ya ampun...
Biar kucoba lagi. Apakah mungkin
kamu tiba-tiba lupa dimana menaruhnya?
Karena itu sudah lama sekali. Apa menurutmu kamu akan mencarinya?
Jika kau tak menemukannya, mungkin saja sudah dimakan tikus.
Tikus terbesar di dekatku adalah dirimu.
Kamu sendiri mirip tikus.
Aku kasih tahu ya, andai aku memang punya simpanan uang,
kenapa aku mau memberitahukanmu?
Kau kira aku gila? Kau kira aku bodoh?
Tang Nannan, kamu sangat membosankan.
Kukatakan yang sebenarnya, aku tak peduli dengan uang bodohmu.
Aku sepenuhnya peduli padamu tapi kau tetap tak percaya aku.
Bagaimana kita bisa jadi teman?
Kita memang tak bisa berteman.
Seorang gadis sepertiku yang telah menabung bertahun-tahun
namun masih tetap lebih sedikit dibanding uangmu yang kau hamburkan untuk merayu gadis-gadis.
Apa aku layak jadi berteman dengan bocah kaya sepertimu?
Kita telah melalui banyak hal bersama.
Sudah jelas kalau kita ini berteman. Dan kamu tetap saja bicara ngawur padaku.
Kita, berteman? Aku cuma memberimu makan dan menaungi atap di atas kepalamu
dan baju di punggungmu. Jika kau merasa salah sangka,
kau boleh pulang dan menangislah pada ibumu.
Kenapa kamu menggantungkan pada diriku? / Tang Nannan, aku tak suka kamu seperti ini.
Apakah salahku bila ibuku punya uang? Sejak awal kamu berprasangka buruk padaku.
Apapun yang kulakukan, di matamu aku tetap salah.
Kukasih tahu ya, kurasa sudah cukup!
Aku tak tahan bicara denganmu lagi!
Kembalikan! / Minggir!
Kau merasa sudah muak? Aku juga sudah merasa muak.
Bawalah kesombongan arogan dan sampah-sampahmu
dan pergilah dari sini! / Baik! Tang Nannan,
Sekarang aku tahu kamu itu serakah.
Kau kira bisa mengambil keuntungan dariku bila tinggal bersamamu.
Sekarang kamu sadar tak bisa, maka kamu ingin aku pergi.
Baik, aku pergi, siapa peduli?
Kembalikan! / Apa?
Hadiah juara-2 ku.
Simpan saja!
Andai aku bisa masuk ke rumahku, kau kira aku mau tinggal bersamamu?
Kuberitahu yang sebenarnya, tak ada pria yang mau denganmu.
Tak bisa membuka pintumu sendiri, huh?
Ajaklah aku ke sana.
Lewat sini.
Ini rumahnya.
Apa yang akan kau lakukan?
Hey! Kamu mau apa?
Jangan!
Jianjun! / Zhu Hou!
Jianjun! / Zhu Hou!
Kusangat merindukanmu. Kamu kemana saja kemarin-kemarin?
Aku tak bisa menemukanmu dimana-mana, makanya aku tinggal disini menunggumu.
Kau tahu apa yang telah kualami tanpa dirimu?
Aku kedinginan dan kelaparan.
Selamat ya, kamu akhirnya selesai dengan kehidupan yang itu.
Dasar ngambekan!
Tang Nannan, kau mau kemana? Kamu akan tinggal di mana nanti malam?
Tang Nannan. / Dimana kamu nemu gadis seperti itu?
Punya jimat?
Gadis? Lebih kayak pria.
Gara-gara dia aku masuk rumah sakit.
Dia orangnya!
Aku tak tahu kalau dia begitu cantik.
Apa kau yakin dia bukan tipemu?
Tentulah. / Dan kamu tak mau dia menjadi tipemu?
Bagus sekali! Biar aku saja yang memacari dia.
Tak mungkin, Xiao Jianjun. Dengarkan aku.
Xiao Jianjun! Pakailah baju.
Xiao Jianjun! Dia itu gadis tak baik.
Xiao Jianjun!
Kuncinya.
Ini dia.
Tuan, pintunya sudah diperbaiki. Aku pergi dulu.
Hai.
Nannan. / Oh Tuhan! Kau tak apa-apa?
Biar kutenangkan diri dulu.
Kau tak apa-apa? / Nannan.
Aku baru mengetahui bakatmu
melebihi penampilanmu.
Xiao Jianjun, kau memang brengsek!
Kau cuma mengingikan yang aku inginkan.
Kamu sungguh menginginkan Tang Nannan?
Kurasa cara bicaranya lebih baik darimu, dan dia juga jauh lebih ganteng.
Salah satu rencanaku adalah
aku ingin mengatakan yang sebenarnya.
Aku tak tahu cara bicara manis pada gadis.
Tandatanganmu sangat cantik.
Sama seperti dirimu.
Masuklah.
Silahkan.
Keselamatan diutamakan. Pasang sabuk pengamanmu.
Biar kupasang sendiri.
โช..
Bukan aku.
Sungguh bukan aku.
Tadi itu tak sengaja,
aku makan sesuatu yang tak sehat kemarin.
Maaf.
Ini otomatis.
Hey, motorku!
ISTANA WAYANG
Nannan, bagaimana kamu bisa menjadi penulis drama.
Aku menulis tentang pengalamanku di Weibo. Banyak orang yang melihatnya.
Dan diketahui oleh seorang sutradara.
Lalu diadaptasi ke dalam sebuah sandiwara.
Banyak orang yang datang kesini.
Sebenarnya, tidak juga.
Kebanyakan tiketnya itu hadiah.
Tak apa, ini 'kan sandiwara pertamamu.
Tapi aku yakin... / Yakin apa, Xiao Jianjun?
Kamu ngapain? / Kenapa kesini?
Tanganmu bau, apa kau ee' di celana?
Omong-omong, Jianjun.
Bukankah biasanya kau pergi ke klub-malam dan KTV (karaoke)?
Ada apa hari ini? Kamu kesini menonton sandiwara?
Nannan yang menulis cerita sandiwara ini.
Dia yang mengundangku kemari. Apa? Kau tak tahu itu?
Aku memang tak tahu. Jika aku tahu, aku tak akan kesini.
Ini buang-buang waktu saja.
Jika buang-buang waktumu, kamu boleh pergi.
Maaf.
Ini tempat dudukku. / Aku punya tiketnya.
Aku punya tiketnya.
Maaf, kursi ini memang milikmu. Aku harus tampil, sampai nanti.
Permisi. / Setelah pertunjukan nanti ya.
Lihat jendela di sana, itu arah timur.
Telur yang indah adalah mentari.
Kita bersama, Telur dan Tomat.
Kedengarannya seperti hidangan yang enak.
Tomat?
Kenapa kamu dipanggil Tomat?
Lupakan saja namamu.
Aku bersedia meenggunakan isi protein tinggiku
untuk memperbaiki penyesalanmu.
Baik, aku tak akan menamakan diriku Tomat lagi.
Akan kuganti namaku. Apel Cinta.
Dialognya ini sungguh vulgar.
Kamu sungguh menyepelekan Tang Nannan.
Pastinya ini akan lebih vulgar lagi.
Tunggu.
Telur dan Tomat, kalian tak bisa bersama.
Apa yang terjadi?
Ada apa? Ada apa?
Talinya macet, tak bisa turun.
Brokoli sedang menggoda Tomat.
Dia sedang nyangkut.
Tang Nannan, aku kesini untuk menyelamatkanmu.
Kau akan kutarik ke atas.
Brokoli. / Pergilah!
Brokoli,
teruskan sesuai naskah.
Telur yang lugu, kamu tak tahu 'kan?
Tomat itu sedang kacau.
Dia punya putri yang tak sah.
Namanya Tomat Ceri.
Maaf.
Akan kuasapi kau sampai mati.
Sejujurnya. Brokoli,
walaupun kau memisahkan aku dan Telur,
kau dan Bunga-kol tetap tak bisa bersama.
Mengapa?
Apa kau buta? Karena kalian itu kakak beradik.
Lepas.
Tidak, tidak, tidak.
Ini konspirasi.
Mari kita tinggalkan tempat ini bersama-sama. Bel siang telah berbunyi.
Ayo kita ke kereta hamburger
untuk mendapatkan makan siang gratis.
Tak mungkin, lepaskan aku, dasar Kubis tolol.
Mustahil.
Selamatkan aku, cepat!
Shakespeareku.
Bagus!
Itu tak terduga, tapi bisa dimengerti.
Bagus! Inilah seni! Aku takjub! Bagus!
Luar biasa!
Luar biasa! Sungguh bagus!
Luar biasa! Sungguh bagus!
Nannan!
Nannan, si bodoh ini terlahir dengan otak miring.
Aku tak serendah level dia. / Tadi, aku harusnya
jatuh ke panggung lalu mati.
Aku baru tanyakan pendapat penonton.
Mereka menganggap pertunjukannya bagus.
Sungguh? Tak ada yang mengolok-olok?
Semuanya bertepuk tangan.
Tunggu disini sebentar.
Aku akan ambil mobilnya. / Baiklah.
Ibu, lepaskan aku. / Diam! Aku kasih tahu ya
Xiao Jianjun itu seorang playboy. Aku tak mau melihatmu dianiaya olehnya.
Apa aku tak sedang dianiaya sekarang?
Turunkan aku.
Zhu Hou! / Tolong! Selamatkan aku!
Berhenti! / Ayo bayar ongkosnya.
Apa yang kau lakukan? Becakku! / Aku menyita kendaraan ini!
Ambil kembaliannya! / Tidak, akan kuberi kembaliannya.
Terima kasih bibi, simpan saja kembaliannya!
Kau bilang padaku kau tak suka dia. Kenapa kau bertengkar denganku?
Ini sangat kekanak-kanakan.
Dia bukan pacarmu. Kenapa aku tak boleh bersamanya.
Ketika kau melihat orang lain membawa permen, kau sendiri tak suka permen,
tapi kau tetap menginginkan permen itu dan menjilatinya.
Menjilati? Kalian ini bicara apa?
Menurutmu becak bobrokmu itu bisa lebih cepat dari mobil sportku?
Aku tak bisa ngebut,
tapi ini bisa sembunyi.
Sudah sudah!
Ibu!
Nannan, Nannan!
Ada apa dengan dirimu dan Xiao Jianjun? Kalian sungguh perlakukan aku kayak permen.
Kau kira bisa menjilatiku kapanpun kau mau?
Kau ini bodoh ya? Bisa tidak pakai otak sekali saja?
Apa kau tahu kenapa Xiao Jianjun dan aku mau membahayakan nyawa kami?
Semua ini karena, sebenarnya aku suka... / Awas!
Kau tak apa-apa? / Wajahku! Wajahmu tak apa-apa 'kan?
Apa otakmu yang tak apa-apa?
Kau tak apa-apa?
Nannan?
broth3rmax
Kau memandangiku selama setengah jam. Apa kau mau tanya sesuatu?
Siapa dia?
Halo. / Nona Tang. Dunia ini begitu luas
dan kamu kebetulan sekali menabrak mobilnya Jiang Hai.
Kamu ini tak ada usaha ya? / Itu memang kecelakaan.
Kecelakaan? Beijing itu luasnya 80.000 km persegi.
Ada 30 juta orang dan 4 juta mobil,
dan dia secara kebetulan menabrakmu?
Kamu itu memang gigih ya.
Aku sudah menikah dengan Jiang Hai,
tapi kamu masih tak bisa melupakannya. / Nona Fang, biar kuperjelas dulu.
Kamu memang kaya, tapi itu bukan berarti kau boleh menghina orang lain.
Kau ingin perjelas ini?
Bagus, jam 7 malam hari Jumat.
Hotel Xinggong. Datanglah jika kau punya nyali.
Jangan bilang aku tak memperingatkanmu.
Berpakaianlah resmi. Aku khawatir mereka tak memperbolehkanmu masuk.
Hahaha...
Ayo kita berangkat, cantik.
Kemana?
Kukira itu sudah selesai. Bahkan seorang wanita cantik sepertimu
tak cukup membuat sepasang jadi mempesona.
Oleh karena itu, kamu harus cari seorang yang ganteng,
mempesona dan kaya berjalan bersamamu.
Kamu benar sekali. Aku harus cari Xiao Jianjun.
Kenapa mencari keledai bila kau sudah menungganginya? Aku disini untukmu.
Nona Fang. Aku tak menyangka kita akan ketemu lagi.
Nona Tang, kau takut padaku
hingga harus bawa 2 pengawal?
Dua? Dua apanya?
Halo, aku Zhu Hou. Pacarnya Tang Nannan.
Dia cuma pelawak.
Akulah pacarnya Tang Nannan.
2 pacar, huh? Aku rasa itu cocok dengan moralmu.
Bukankah begitu, Jiang Hai?
Nona Fang, kamu memang suka membuat lelucon.
Mereka berdua adalah pelamarku.
Ini pelamar pertama, Xiao Jianjun. Yang ini pelamar kedua, Zhu Hou.
Aku sampai disini 50 menit lalu. Lalu dia kemana?
Kenapa aku jadi yang kedua?
Aku yang pertama. / Bisa tidak kalian berhenti bertengkar, kalian yang pertama, paham?
Qiqi, kita bersama banyak kenalan disini.
Mari kita duduk dan ngobrol-ngobrol.
Baik.
Jagalah pasangan wanitamu, anak-anak.
Xiao Jianjun, dengar ya, aku yang pertama. / Kau bisa diam tidak?
Aku yang pertama, walau bagaimana, aku tetap yang pertama.
Apa yang kau lakukan? / Terima kasih.
Minggir sana!
Kau membunuhku!
Nona Tang. Bajumu itu sewa ya?
Hati-hati jangan sampai ternoda, kalau tidak kau tak bisa mengembalikannya.
Nona Fang, aku selalu menganggap
kau cuma memandang gadisnya pria lain. Aku tak tahu kalau kau juga memperhatikan bajunya juga.
Jiang Hai, aku mengkhawatirkanmu.
Istrimu tak berhenti menatap 2 cowok ganteng di sampingku ini.
Nannan! Kau ini bicara apa? Dia terlalu tua buatku.
Jangan bicarakan Bibi Fang begitu.
Dia terlihat agak muda.
Dia masih terlihat 40 tahun kok ketika dia sudah mencapai usia menopaus.
Omong-omong, dimana kamu suntik kolagen?
Hasilnya sungguh bagus.
Kolagen bisa saja dibeli dengan uang
tapi masa muda tidak.
Jadi mengenai hal ini, aku harus berterima kasih padamu Nona Tang.
Kau telah serahkan 5 tahun paling berharga dalam hidupmu
melatih Jiang Hai-ku
agar menjadi suami yang luar biasa.
5 tahun!
Jiang pastinya juga banyak berkorban.
Ginjalnya harus disuntik dari semua seks.
Yaitu dirimu, Bibi Fang, semua orang, harus tahu.
Sebenarnya, coba pikirkan.
18 tahun sungguh usia yang terbaik.
Aku mengendarai sepeda.
Kau memegang buku Inggrismu di belakang.
Tak ada kelulusan bisa melupakan perasaan itu.
Tn. Jiang Hai.
Ya!
Usia 18 tahun adalah perasaan terhebat!
Apanya yang terhebat? Kamu ini bicara apa?
Jiang Hai, Jiang Hai, lupakan saja.
Sulit memang bagi seorang pria tinggal bersama keluarga istrinya.
Wajar bila merasa keliru.
Ayo, makan kolagennya.
Ini rasanya enak!
Bahkan ini yang paling enak! Bagus untuk ginjal!
Ayo, makan lagi!
Ini enak juga, ayo cobalah.
Sayang, kau tak apa-apa?
Maaf, maaf, maaf.
Dasar kalian orang udik!
Kalian tahu berapa harga baju bulu ini?
Walau kau menjual 10 ginjalpun kau tak akan mampu membelinya.
Sayang, hidungmu...
Kenapa dengan hidungku?
Hidungku!
Sayang! Sayang! / Sungguh menyenangkan!
Sayang!
Jiang Hai, 2 tahun lalu
kau memberiku buku tabungan senilai 100.000.
Kau bilang kau ingin membayarnya untuk ketenangan pikiran.
Sekarang 2 tahun itu telah berlalu,
apa pikiranmu sudah tenang?
Sekarang kamu punya rumah dan mobil,
tapi apa kau punya impian lamamu dan harga diri?
Jika ini kehidupan yang kau inginkan,
maka kuharap kau bahagia. Sekarang kita impas.
Ambil uang ini dan jagalah ginjalmu.
Akhirnya aku bisa membalikkan keadaan,
dan aku tak akan pernah menoleh ke belakang.
Hari ini luar biasa.
Tunggu aku, aku akan ambil mobilnya.
Biar kau kuantar untuk bersenang-senang.
Ayo kita berdansa.
Pergilah, kami akan tunggu disini, cepat.
Ayo kita pergi.
Apa ini tak masalah? / Kamu takut apa? Dia pergi ambil mobil. Tak usah khawatir.
Ayo, cepat. Bisnya datang.
Saat pertama kali aku datang ke Beijing, aku ingat aku amatlah miskin.
Aku tak punya uang untuk makan.
Lalu kenapa kamu tinggal di Beijing?
Demi Jiang Hai.
Demi si brengsek itu.
Dia waktu itu tidaklah brengsek.
Kami teman sekelas yang tumbuh bersama.
Kau bisa bilang kami adalah sepasang kekasih masa kecil.
Kemudian, aku ingin mendaftar kuliah.
Untuk menyelamatkan biaya kuliahku,
nenekku mengorbankan segalanya.
Keluarganya dia jauh lebih miskin dariku.
Mereka tak ingin dia kuliah di universitas.
Aku tak bisa berpisah dengan dia,
maka kuberikan padanya semua uang kuliahku.
Sekarang bila aku mengingat itu,
aku merasa sangat menyesal pada nenekku.
Aku berbohong padanya mengenai aku mau kuliah ke universitas,
yang sebenarnya aku bekerja
untuk membantu Jiang Hai.
Aku kerja sebagai guru les.
Aku pasang iklan
dan menjual barang di pinggir jalan.
Aku lakukan segalanya.
Dilarang pasang iklan!
Serahkan iklannya!
Nyonya.
Apa yang kau lakukan?
Jika kau memerasku, aku harus bayar dengan nyawaku!
Terima kasih. / Ini satu lagi.
Terima kasih, terima kasih.
Jika aku punya makanan enak,
akan kusisihkan buat dia. Jika aku punya barang bagus,
yang kupikirkan pertama adalah dia.
Makan ini selagi masih panas. Bajumu kurang tebal, nanti kau kedinginan.
Tak usah, tak apa. / Balutkan ini.
Balutlah. / Baik, baik, baik.
Aku tahu, aku tahu! Pulang, pulanglah. / Jangan lupa istirahat.
Da-dah. Da-dah. / Da-dah.
Kalian makanlah.
Ayo, ayo, ayo.
Apa enak?
Kami sepakat bila setelah dia lulus dan mendapat kerja,
dia akan membayari kuliahku.
Akhirnya dia lulus
namun kemudian dia bertemu dengan istrinya yang sekarang ini,
putri semata wayang seorang bos batu bara.
Setelah itu dia memberiku
buku tabungan senilai 100.000 RMB
dan meminta maaf padaku.
Dia bilang akan menggandakan yang pernah dia hutang.
Aku tak tahu
kau punya
kisah cinta yang dangkal.
Sekarang aku punya alasan untuk menghinamu.
Jangan menghiburku. Banyak orang punya cerita begitu.
Aku ingat tahun itu, ketika aku mempostingnya di internet,
itu mempengaruhi perasaan banyak orang,
dan aku punya banyak penggemar.
Dan kemudian entah bagaimana aku menjadi
penulis di internet.
Setelah itu, aku bersumpah
akan menjadi penulis terkenal seperti Tangjia Sanshao,
mencapai puncak kesuksesan, dan membuat Jiang hai menyesal.
Namun setelah 2 tahun,
aku masih saja Tang Nannan yang sama.
Gadis konyol! Siapa yang tidak pernah
jatuh cinta dengan orang brengsek dikala mudanya,
jika kau terus memikirkan orang yang salah,
kau hanya terkungkung pada masa lalu.
Terima kasih. / Untuk apa?
Untuk tumpangan becakmu.
Untuk kecerobohanmu. Untuk prinsipmu sendiri yang tak kau mengerti.
Untuk membuka mataku. Dan terima kasih
karena membantuku akhirnya kubisa menyingkirkan Jiang Hai dari hidupku.
Sama-sama. Bukankah kau juga membantuku
menghapus Momo dari ingatanku?
Jadi kita impas. / Jangan sebut-sebut itu, paham?
Kosongkan ingatanmu,
lalu simpanlah aku di dalam situ.
Aku bisa atasi prasangka buruk, naif dan kekanakan,
tapi aku tak bisa terima pacarku tak bisa mengingat nomer telponku,
ulang tahunku dan setiap orang yang kita... / Aku janji akan mengingatnya.
Setiap hari yang kuhabiskan waktu bersamamu
adalah hari peringatan.
broth3rmax
Rencana penerbitan bukumu telah ditunda
karena kami berencana mempromosikan salah satu buku barumu.
Au belum menulis buku baru, Editor Ma.
Buku yang ini!
Bahkan sudah kami selesaikan sampulnya.
Kita tak bisa terbitkan buku ini. Aku sambil iseng menulisnya.
Kumerasa ini tak pantas diterbitkan.
Kenapa kau ingin menerbitkannya. Apa ini?
Tang Nannan.
Sandiwara yang diadaptasi dari buku ini sangat populer di internet.
Membuat bukumu juga populer.
Lebih dari 100.000 salinan sudah dipesan duluan,
jadi ini harus diterbitkan.
Terserah kamu suka atau tidak,
tidak diperhitungkan.
Ini rancangan proposal untuk buku baru yang berbeda.
Coba bacalah.
"10 tempat penuh dengan daging segar."
Memang apa ini? / Ini buku perjalanan.
Kuberi waktu 1 tahun, jalan-jalan keliling dunia.
Kami akan bayar semua biayanya.
Maksudmu... aku bisa jalan-jalan ke seluruh dunia?
Terima kasih, Editor Ma!
Kau harus lihat tampang mukamu!
Duduklah. / Tentu!
Halo, aku berniat mau menelponmu.
Aku baru dapat kerjaan impianku.
Sepertinya memang ditakdirkan untukku.
Kamu akan pergi selama setahun. / Aku akan bepergian setahun penuh.
Mengunjungi tempat-tempat yang mempesona. Melihat pemandangan yang mendebarkan.
Nannan.
Kau tahu aku sedang mendesain sebuah Aplikasi.
Aku selalu ingin mendirikan perusahaanku sendiri secara mandiri.
Akhir-akhir ini, aku mendapat kesempatan unik
untuk memecah es itu, namun jika kuluncurkan Aplikasi itu,
aku harus tinggal di Beijing.
Aku tahu.
Aku tahu kau punya hal penting untuk dikerjakan sekarang.
Jadi tinggal saja di Beijing dan tunggulah aku, bagaimana?
Cuma setahun saja kok.
Aku akan kembali sebelum kau menyadarinya.
Aku tak tahan berpisah denganmu. / Tak apa.
Aku ada telpon.
Halo, ibu. / Nannan.
Nenek baik-baik saja, jangan khawatir.
Benarkah? Apa dia bisa melihat dengan jelas?
Apa nenek nyaman?
Nannan. / Ibu.
Ada yang ingin kukatakan padamu.
Kata dokter ada komplikasi.
Umurnya paling lama setahun lagi,
lalu dia nanti akan benar-benar buta.
Lebih diperhatikan lagi istirahatnya ya.
Nenekmu membicarakanmu tiap hari.
Kau harus pulang
dan menemaninya selagi dia masih bisa melihat.
Baik, ibu pergi dulu. Harus mengurus nenekmu.
Tak perlu dikhawatirkan.
Besok kita akan mengunjungi nenekmu.
Zhu Hou.
Nenek yang merawatku dari aku kecil.
Dia banyak berkorban demi aku,
dan dia tak pernah meninggalkan kota kelahirannya.
Aku ingin mengajaknya keliling dunia.
Selagi dia masih bisa melihat, aku ingin
menunjukkan padanya betapa indahnya dunia.
Jadi aku harus meninggalkanmu selama setahun.
Maafkan aku. / Jika begitu keadaannya,
aku akan ikut denganmu.
Akan kujaga dirimu dan nenekmu.
Bagaimana dengan peluncuran Aplikasimu di Beijing?
Jika kau tinggalkan sekarang, mungkin kau tak akan punya kesempatan lagi.
Kamu mudah sekali ditipu!
Dengarkan aku.
Ada orang yang memulai pekerjaan untuk mewujudkan impiannya,
tapi mengapa
seorang bocah kaya seperti aku mau peduli? Itu cuma khayalan sementara.
Bagaimanapun, ibuku 'kan orang kaya. Aku bisa pikirkan itu nanti saja.
Jadi sudah ditetapkan.
Sayangku.
Pak, apa anda tahu ukuran cincin nyonya?
Pak, apa sudah diputuskan?
Ya.
Maaf, nomor yang anda hubungi sedang diluar area.
Maaf, nomor yang anda hubungi sedang diluar area.
Tang Nannan, buka pintunya!
Buka pintunya, Tang Nannan!
Dimana dia? Kemana dia perginya? / Dia tak keluar selama beberapa hari.
Tang Nannan!
Buka pintunya, Tang Nannan!
Tang Nan...
"Zhu Hou
aku telah pergi."
"Saat kau baca surat ini, mungkin aku sudah terbang ke luar negeri bersama nenekku
naik pesawat luar negeri."
"Sementara menunggu perjalananku,
aku tersiksa oleh penderitaan berpisah denganmu."
"Waktu-waktu bersamamu adalah yang paling membahagiakan dalam hidupku."
"Aku suka betapa sombongnya, keras kepala dan kekanakannya dirimu."
"Sangat menyakitkan pergi meninggalkanmu,
tapi aku harus pergi."
"Hari itu, kau bilang itu hanya khayalan sementara,
tapi kau tahu tidak?
Kau sungguh tak pandai berbohong."
"Kau telah membantuku melupakan Jiang Hai dalam hidupku,
dan juga membuatku memahami satu hal."
"Menghentikan impianmu demi cinta
akan membuatmu kehilangan harga diri."
"Zhu Hou,
terima kasih telah mengorbankan karirmu untuk ikut bersama kami,
tapi aku tak mau menjadi Jiang Hai bagi dirimu,
yang merampas masa depanmu atas nama cinta,
dan menghancurkan impianmu dengan tanganku sendiri."
"Aku tak punya keberanian untuk meninggalkanmu jika kukatakan ini padamu secara langsung."
"Maafkan aku karena mengucapkan selamat tinggal dengan cara seegois ini."
"Selamat tinggal, Zhu Hou."
"Aku akan kembali dalam setahun,
andai kita bisa bertemu kembali."
"Kuharap aku bisa menjadi Tang Nannan yang lebih baik lagi,
dan kau akan menjadi Zhu Hou yang lebih kuat dan lebih mandiri."
"Aku mencintaimu."
Tn. Zhu, di Apple APP-store dan android APP-store
kita saat ini di peringkat satu. Bulan ini, tercatat peringkat 2 yang di download
lebih dari 3.460.000 kali. Tingkat penyusupan 12,46%
dengan pengguna paling aktif. 23.564.600
53,77% pengguna melakukan pembelian aplikasi.
Keuntungan naik 12%. / Maksudmu kita menang.
Ya. / Tulis itu dalam laporan.
Akan kubaca di pesawat.
Tn. Zhu, penerbangan ke Milan telah dipesan.
Organizer konperensi Internet
telah menyiapkan untukmu sebagai pembicara utama
pada forum pengembang pada hari kedua. / Sudah kubaca draft-mu, agak kurang tepat.
Tapi kita tak punya waktu memperbaikinya.
Akan kutulis sendiri.
Ibu,
sedang apa ibu disini?
Aku kesini cuma untuk melihat bagaimana usia-setahun perusahaan internetmu
kinerjanya melampaui perusahaan lingerie-ku yang usianya-20 tahun.
Ini baru permulaan.
Setelah 2 tahun, keuntungan kami
akan lebih tinggi dari seluruh grup bisnisnya ibu.
Kalau begitu aku tak perlu membayari kartu kreditmu?
Aku agak kecewa.
Ibu tahu hari ini akan tiba. Harusnya ibu bahagia.
Bahagia.
Apa kau masih menunggu dia?
Ya. Aku akan menunggu dia selamanya.
Diriku dan perusahaan kami sebenarnya masih terlalu muda.
Selain itu, ini tentunya yang membuat perekonomian Cina melesat.
Kami adalah kecepatan negara Cina.
Jadi, sebelum aku akhiri pidato ini,
ada satu hal lagi yang ingin kubagi dengan kalian semua.
Banyak orang menganggap perusahaan kami sukses,
tapi aku akan bilang itu hanya permulaan saja.
Pasar Cina akan datang jauh melebihi bayangan kalian.
Akan kutunggu kalian di sana.
Terima kasih. Terima kasih banyak.
Tn. Zhu, perusahaanmu sungguh bagus, kerjaan fantastis menurutku
namun aku khawatir
bila kerjamu lebih dari 16 jam perhari.
Kurasa kau perlu bersantai.
Kau bisa menikmati perjalanan berkeliling sekitar sini.
Verona tak jauh dari sini.
Dan di sana ada rumah Juliet dan Romeo.
Oh, benarkah?
Kau tahu, seorang temanku menulis naskah berdasarkan kisah mereka.
Dan
aku menyukainya.
Rasanya agak pahit.
Maaf, maaf, maaf.
Apa kau akan ke gereja? / Tidak, kami akan ke rumah Juliet.
Sekarang festival ciuman tahunan bagi para kekasih.
Markland.
Sampai jumpa. / Sampai jumpa.
Kau bisa kesana melihatnya.
RUMAH JULIET
Tunggu.
Telur dan Tomat, kalian tak bisa bersama.
Tanggal 28? Itu hari ini.
Nannan.
Nannan.
Nannan. Tang Nannan!
Semua harap maju ke depan, ayo maju.
Festival ciuman akan dimulai.
Tang Nannan! Tang Nannan!
100 tahun lalu, Romeo menyatakan cintanya pada Juliet disini.
Tang Nannan! Tang Nannan!
Tang Nannan! Tang Nannan!
Tang Nannan! Disini. Tang Nannan!
Tang Nannan. Tang Nannan.
Tang Nannan. Tang Nannan. Tang Nannan.
Tang Nannan.
Tang Nannan. Tang Nannan.
Disini! Tang Nannan. / Tang Nannan...
Tang Nannan. Tang Nannan.
Tang Nannan!
Tang Nannan...
Tang Nannan...
Apa kau tahu?
Tiap hari, tiap jam, tiap menit
aku merindukanmu.
Aku bekerja keras tiap hari,
tapi bukan demi uang.
Untuk impianku.
Kau tak bisa terima bila pacarmu tak bisa mengingat
nomer telpon dan ulang tahunmu.
Maka lihatlah, aku sudah mentatonya di tanganku.
Jika suatu hari,
jika suatu hari aku mengalami kecelakaan
dan kehilangan tangan kananku,
aku masih punya tangan kiri, dengan begini aku tak akan lupa.
Bagaimana denganmu?
Apa kau sudah melupakan aku?
Sayang, sana pergilah.
Ayo pergilah.
โช Aku menyadari saat kuingat kembali
โช ketika aku terpuruk โช sebenarnya aku bahagia
โช Hanya dengan melalui masa-masa sulit itu,
โช cinta terletak antara penerimaan dan penolakan
โช Dan jalan ini memang panjang
โช dan aku kesini untuk menyadari sesuatu
โช Walau aku melupakan seluruh dunia,
โช aku tak akan melupakan senyum di wajahmu
โช Karena aku punya keyakinan dalam hatiku,
โช aku tak takut akan terluka
โช Karena aku peduli padamu,
โช aku tak akan mengucapkan selamat tinggal
โช Seiring waktu berlalu,
โช tapi kau akhirnya bisa melewatinya
Itu milikmu.
โช Jalan ini maju ke depan
โช karena kesombongan dan prasangka
โช La la la...
โช La la la...
Bagaimana mungkin aku lupa?
Tak akan pernah kulepaskan lagi.
Aku juga.
Saatnya telah tiba.
Lonceng telah berbunyi.
Semuanya berciuman! / โช aku tak takut akan terluka
โช Karena aku peduli padamu,
โช aku tak akan mengucapkan selamat tinggal
โช Seiring waktu berlalu,
โช tapi kau akhirnya bisa melewatinya
โช Jalan ini maju ke depan
โช karena kesombongan dan prasangka
โช La la la...
โช La la la...
โช La la la...
โช La la la...
โช La la la...
โช La la la...
...JANGAN KE MANA-MANA DULU
broth3rmax, 23 Nopember 2017
Suaranya menggema. / Ya!
Indahnya. Lihat di sana.
Ada rumah di puncak gunung itu.
Kemana kamu?
Terima kasih Pak Liu.
Keluarlah.
Mengerikan!
Terima kasih.
Sama-sama.
Kita semua korban kekerasan dalam negri.
Kita harus saling melindungi.
Bagaimana bisa wanita ini
menggila begitu mudahnya?
Tunggulah di lingkungan ini dan ujilah ketidakwarasanmu.
Jangan ngobrol.
Jadi kita, para pria,
harus belajar bersabar.
PLEASE NO RESYNC/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.