Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
eng sub by ewangtlex Diterjemahkan oleh Haniz
SELAMAT MENYAKSIKAN
Balas sms ku
Sopirnya menatapku dengan aneh.
50 meter lagi sampai tujuan.
Menginap disini?
Kalo begitu, semoga beruntung.
Apa...
Selamat datang di DIAW DOI.
Tidak seperti yang di iklan.
Halo.
Oh, aku kena kutu air.
Kata dokter, gak boleh kena air.
Okay, ayo ku antar check in.
Ikut denganku.
Ayo, sini.
Apa kau tak apa2?
Aku tak apa2.
Ah, sudahlah.
Kamarmu di sebelah kanan.
Seram ya?
Yeah.
Itu mainanku.
Udah mendingan, kan?
Saya nurut bapak saja..
Kamu beruntung kesini pas musim sepi.
Aku jadi bisa melayanimu dengan baik.
Lapar? Ambil saja makanan di pantri.
Aku akan ke kuil dulu.
Ada perayaan ya?
Ada pemakaman.
Sepupuku.
Dia tenggelam di kanal sebelah sana.
Kau bisa dengar airnya?
Butuh seharian untuk menemukan tubuhnya.
Jasadnya membengkak dan membusuk. Bau sekali.
Cukup, terima kasih untuk detailnya.
Aku mau masuk ke kamar.
Selamat malam.
Terima kasih.
waktu itu dia sedang cari kodok.
malah dia yang bengkak seperti kodok...
Lin!
Apa kabar?
Kenapa sih kamu lama baru nelpon?
Maaf.
Itu kamarmu ya?
Model kamar pedesaan.
Dari hawanya sih...
Aku yakin ada yang pernah mati disitu.
Hentikan!
Kau menakutiku.
Sial. Aku lupa membawa jimat Buddha ku.
Apa yang harus kulakukan?
Tonton aja The Ghost di TV
agar kau tak kesepian.
Sialan kau!
Disini sinyalnya jelek.
Lin!
Semoga beruntung, kawan.
Ada pemakaman.
Tenggelam di kanal sebelah sana.
Jasadnya membengkak, bau sekali.
Wahai roh penunggu hutan, Tolong lindungi aku...
Ya amplop!
Kau! Tetap diatas sana.
Jangan turun kesini.
Hei, pegangan yang erat!
Jangan... sial!
Kabuuur!
Tolong aku, Tolong!
Tolong!
Ada tokek...
Ah, lupakan.
Maaf, sudah mengganggumu.
Maksudmu tokek ini?
Seram sekali!
Ngapain sih aku disini?
Kenapa kau tak mau pergi?
Pergilah. Aku akan memberi sesajen buatmu!
Gak usah lebay.
Hai.
Mestinya kamu bilang kalo lebih senang tidur di luar.
Hujan2an dan kedinginan.
tipe gadis outdoor. Hi, Pud. Gimana semalam?
Apakah tidurmu pulas?
Aku tidak tidur sedikitpun.
Aku terjaga semalaman.
Ada yang menyalakan tv kencang sekali.
anak2 sekarang tidak punya sopan santun.
Kalo kencang berarti tv bisa nyala...
Kau sedang membicarakanku ya?
Hei dengar ya, ngomong saja langsung, tidak usah menyindir.
Ya benar, maksudku memang kau.
Aku kehujanan berjalan ke kamarmu dan mengetuk pintumu
-agar kau memelankan tv mu. -Itu kau ya?
-Benar sekali. -Kenapa kau tidak menunggu sebentar?
Waktu aku membuka pintu tak ada orang, jadi kukira...
itu adalah orang yang berniat jahat. Aku tak bisa tidur semalaman.
Aku juga jadi gak bisa.
Bagus. Kita seri.
-Seri gimana?! -Well.
Aku tak bisa tidur. Kau tak bisa tidur. Kita seri.
Jangan gila ah.
Sarapan yang ringan dulu.
Ini akan membuatmu tetap ramping.
Cuacanya sedang bagus, tenangkan diri kalian.
Aku akan bernyanyi untukmu.
Tenang2, kita warga thailand memang kurang sopan
santai, gak usah kepo
Pud!
BAB? waktunya kurang tepat,
Gak ada air.
Perhatikan rokmu, nona
Aku gak mau jadi kepo
Perhatikan rokmu, sopanlah sedikit
Perhatikan baik2, aku merasa beruntung sekali
Tenang2, kita warga Thailand memang kurang sopan
Hi, aku mau ke Kew Mae Pan.
Semoga berhasil, nak.
Bisa kita pergi sekarang?
Tidak, tidak bisa.
Aku menjemput pria itu.
Itu disana.
Apakah ada transportasi lain?
Tidak ada.
Dengar... Aku...
Hi Omm, aku sedang menunggumu.
Apa? Kau tidak jadi datang?
Okay, fine.
Dengar, aku ingin pergi ke Kew Mae Pan.
Bolehkah aku ikut denganmu?
Kau terdengar putus asa.
Boleh atau tidak?
Dua ribu baht.
-Seribu. -Dua ribu.
Harga final.
Dasar pelit.
Kenapa kau sangat terburu2!
Sial.
Jangan menyampah.
Pakailah jaketku.
Terima kasih.
Sudah cukup hangat?
Lin.
I love you, babe.
Romantisme sampah. Jadi pingin muntah.
Aku takkan pernah bisa melupakan kilauan di matamu.
Brengsek.
Kau.
Hey.
Teganya kau melakukan ini padaku.
-Tenanglah. -Kenapa kau melakukan ini padaku?
-Ambil napas yang dalam. -Aku tak akan menangis lagi!
Kalo begitu hentikan.
Kau mempermalukan dirimu sendiri.
Bagaimana aku bisa sampai begini?
Jadilah pacarku.
Tapi ibumu tak menyukaiku!
Serius, memangnya apa yang salah dengan bisa melihat hantu?
Kau memberitahunya kalo kau bisa melihat hantu?
Iya.
Berapa banyak pria yang sudah mencampakkanmu gara2 ini?
Mereka semua jadi takut.
Mulai sekarang, rahasiakan hal itu.
Ini Gett, teman baikku,
yang akan dengan mati2-an menjagaku dari segala hal.
Dengar...
Menurutku...
Jangan beritahu siapapun kalo kau bisa melihat hantu, okay?
Itu benar.
Hidup jadi lebih mudah, setelah itu Aku mengikuti saran temanku.
Sampai aku bertemu pria ini.
-Apa yang kau lakukan disini? -Namanya Tor.
Dia kakak kelas di universitasku.
Pria paling keren di kampus.
Kau tak harus bekerja seperti ini.
Sial.
Tolong, aku ingin pulang.
Babe, I love you.
Cut, cut, cut!
Bagus sekali!
Dia membuat hatiku merekah setiap kali kami bersama.
Mereka sudah bilang cut.
Oh, sebentar.
Yang ini gosong.
Cuma dikit, aku tak keberatan.
Ayolah. Gantian dong.
Aku sudah kelaparan.
Nih buatmu.
matang dan enak.
Aku pergi kebelakang dan si gadis katering merebut peranku.
-Tor. -Apa?
Adegan pelukan itu ditulis untukku.
Iya benar, sini kupeluk.
Sampai nanti.
Kalo kita sudah selesai, biar ku antar kau pulang.
Siapa yang mengira kalo si pria keren akan menyukaiku!
Kami pacaran selama tiga tahun.
Setelah lulus, dia menjadi superstar.
dengan jutaan follower.
Dan aku?
Seratus orang menelponku tiap hari.
Ada yang bisa kubantu, bu?
Ya amplop.
Apa kau kedinginan?
Tidak.
Sialan.
Setiap hari, aku merasa semakin tidak nyaman.
-Karena aku terus melihat hantu. -Lin.
Lin. Sekarang bagaimana?
Katakan padaku, ada apa?
Aku tidak bisa memberitahunya, kan?
Kau sudah bertingkah aneh. Aku sudah muak.
Tor!
Lagi pula, memberitahunya takkan merubah apapun
Siapa dia?
Adikku.
Ah, adikmu.
Adik apanya!
Bedebah!
Apa yang akan kau lakukan?
TOR berkencan dengan lawan mainnya.
Ayolah.
Itu kan bukan salahmu.
Tor bukanlah siapa2 saat mulai pacaran denganmu.
Menangislah yang keras, lalu jadilah tangguh.
Jangan perlihatkan padanya kalo kau sedih.
Apa kau baik2 saja?
DELAPAN CARA MENYEMBUHKAN PATAH HATI
Terus?
Akan ku akhiri ditempat semua dimulai.
Dan itu di...
San Francisco.
Lin. Kau kan belum pernah ke luar negeri.
Yang benar saja. Katakan dimana.
Kau sudah sampai.
Nih.
Gak usah.
Dengar...
-Habis ini kau mau kemana? -Aku?
-Aku... -Ijinkan aku ikut denganmu.
Ayo berangkat, pak sopir.
LOW SEASON
KAMI BUTUH SINOPSISNYA
DAN SKETSA KARAKTERNYA HARUS SIAP BESOK!
Bukain.
Apa kita sudah mau sampai?
Kenapa? Sudah mual?
Aku sih asik ajah.
Nih biar gak pusing.
plester?
Kamu gak tahu? tempel di pusarmu dan kau takkan merasa pusing.
Omong kosong.
Apaan tadi.
Terserah kau saja.
Sebentar.
Ada pohon tumbang di tengah jalan.
Kami perlu bantuan.
Baiklah.
Ambil yang itu.
KAU TAKKAN MERASA KESEPIAN, KARENA AKU DISINI BERSAMAMU.
Bareng2. Geser kesana.
Bawa ini.
-Sampai jumpa. -Bye.
Ayo berangkat.
Tunggu sebentar.
Baru beberapa kaleng sudah mabok. Apa kau bisa jalan?
Naik.
-Kami sudah siap! -Tunggu!
Apa lagi?
Itu.
Ayah sama anaknya.
Dimana?
Ayo ikut kami.
Masih muat kok.
Dan anakmu itu
Anak yang manis.
Ayo berangkat sekarang.
Apa?
Kau tak punya perasaan.
Pria kejam.
Membiarkan mereka kedinginan.
Hey. Siapa namamu?
Lin.
Kenapa?
Okay, karakter utama wanita nya bernama "Rain."
Dia datang saat musim hujan. Usianya 24, berasal dari Bangkok.
Manis, tapi benar2 ngeselin.
Dia tak berhenti mengoceh ketika sedang mabok.
Selera berpakaiannya itu...
benar2 kacau dari atas sampai bawah.
Intinya : dia wanita eksentrik.
Eksentrik dan mudah dibodohi.
Dasar tempat bobrok.
Coba bilang ini tempat kamp atau tempat rehab.
Tempat bobrok yang masih menghasilkan uang buatmu.
Masalahnya adalah,
Kita sudah menyiapkan tempat untuk enam orang, tapi cuma dia yang datang.
Hey. Apa kau suka kamarmu?
Yeah.
Bagus.
Perhatian!
Dengarkan, guys!
Besok aku mau menenun.
Kalian masaklah sendiri.
Lebih baik aku tidur.
Noon, jangan bermalas2-an.
Tidur terus akan membuatmu capek.
Kau harus bangun dan bersantai.
Hair of the dog (minuman).
Omm, nih.
-Dikembalikan? -Ya.
-Ini juga. -Iya, benar.
-Pud. -Ya?
Kau itu anak orang kaya.
Dengan kamera mewah dan laptop mahal.
Tapi kau harus minjam sabun, shampoo, dan pasta gigiku.
Semua barang2 pribadiku.
Fine. Kalo begitu lain kali kau bisa menjemput tamu2 mu sendiri.
Aku tak mau melakukannya lagi.
Dan bangunlah atap. Disini panas sekali.
Hmm.
Sikat, sis.
Yang dihidangkan disini organik semua.
Dan rasanya enak, karena Aom adalah koki yang handal.
Yep, karena aku menaburkan MSG di semua masakan.
Apa? MSG?
Iya dong. Memangnya kau kira bagaimana bisa sampai enak?
Jadi makanannya bukan produk organik?
Itu organik.
MSG kan dibuat dari singkong.
Singkong kan tanaman, jadi MSG nya itu organik.
Tolonglah hambamu Ya Tuhan.
Jadi itu penyebab rambutku rontok.
Gak usah lebay.
-Kalian bisa diam gak, biar aku bisa makan? -Tak apa2, Pud.
Ibuku bilang, kalo berdebat saat makan kau bisa dapat pacar cantik.
Kalo gitu sana makan ditempat lain.
Tidak. Aku mau makan bersamamu.
-Gak mau. -Ya sudah.
Yang sopan.
Yang ini gosong.
Guys...
-Apa? -Kita ini dimana?
Whoa!
Kepalanya cedera.
Pud, dia tanggung jawabmu.
Gadis ini kondisinya serius.
Kau jaga dia, Pud.
Disini gak ada sinyal ya?
Ada. Tapi cuma beberapa operator.
Yang pasti bukan punyaku.
Sudah selesai.
Terima kasih.
Ayo, tumpahkan
Apa?
Ugh.
Hanya orang2 patah hati yang pergi sendirian di musim sepi liburan.
Terima kasih.
Perhatikan pria yang wajahnya seperti orang ngantuk itu.
Dia bilang datang mau mencari tempat untuk membuka kafe.
Suatu malam dia mabok berat dan membuat pengakuan sambil menangis.
Gadis yang dia pacari selama tujuh tahun mencampakkannya demi teman baiknya sendiri.
Kasihan sekali.
Dia menangis sangat keras sampai2 wajahnya mengkerut.
Dan si pria tampan yang artistik itu?
Dia adalah calon suamiku.
Namanya Omm.
Dia programer komputer dari Bangkok.
Dia dan mantannya bekerja di perusahaan yang sama
Lalu mantannya itu dikirim untuk perjalanan bisnis ke luar negeri.
Tapi dia malah mencampurkan bisnis dan kesenangan.
Kecantol sama pria bule, bam!
Dia sangat terluka. Aku datang ke atas sini dan membuka kamp ini.
Untungnya, dia bertemu denganku.
Bahkan untungnya lagi aku ini seorang gadis muda yang mempesona.
Jadi kami saling menghibur satu sama lain.
Kalo gak ada aku, dia pasti sudah bunuh diri.
Benar.
Duduk sini.
Mungkin tidak semuanya terluka.
Semuanya, percayalah. Perhatikan.
Pria yang disana itu.
Yang matanya sayu itu.
Mantannya adalah sutradara film indie.
Dan dia adalah penulis skenario.
Skenario yang dia tulis menang penghargaan di film pacarnya dan mereka pun pacaran.
Tapi entah bagaimana, si sutradara akhirnya berkencan dengan aktornya.
Jangan beritahu dia kalo aku yang bilang.
Dia sangat kecewa, sampai2 pindah ke film mainstream.
Datang kesini untuk melakukan riset.
Dia mau menulis film horor.
Yang benar saja, dia kan tak perlu jauh2 kesini hanya untuk itu.
Mantannya itu lebih menakutkan dari hantu manapun.
Dia tidak berbicara pada siapapun saat pertama kali datang.
Semua orang patah hati itu sama semua.
Dengar. Cewek disebelah ini...
Yang ini... dia itu secantik putri Elsa.
Dia mewarnai sebagian rambutnya.
Dan memegang pisau.
Dia ini orang normal.
-Potong terus. -Mau lagi?
Yep.
Untuk memuaskan dahaga mu.
-Siap? -Siap.
Ayo kita mulai.
Satu, dua, tiga.
King!
Aku dapat king!
Hey.
Itu artinya aku bisa memberi perintah, kan?
Katakan saja.
Okay. Omm, kau jadi perempuan.
Hey!
Kau sudah gila. Itu tidak masuk akal.
Pria macho sepertiku?
Ayolah. Cepat!
Ayo, jadilah perempuan.
Kurang ngondek.
Lebih menggoda lagi.
Noon!
Perhatikan, aku akan menjadi jalangmu!
Baiklah, Omm.
Sudah cukup. Aku tak tahan melihatnya.
-Satu ronde lagi. -Satu lagi?
-Satu lagi. -Ayolah.
Sini. Sini.
Masing2 satu.
Ayo cepat.
Baiklah.
Kau yang terakhir.
Dasar cewek berbulu!
Aku itu sexy tau!
Ayo
Satu, dua, tiga.
Rasain kau, Noon.
Sepertinya mau hujan. Ayo kita masuk.
-Sudah hujan ini. -Tunggu.
Aku dapat king. Kita tetap disini saja.
Kenapa aku harus melakukan itu?
Kalian boleh tinggal sebulan disini, gratis.
Aku ikut.
Menurutku itu bukan ide yang bagus.
Kamu bisa sakit.
Itu bukan urusanmu.
Aku akan ikut bermain.
Ayo katakan.
Apa perintahmu?
Aku punya ide.
Aku memerintahkanmu untuk
menangkap air hujan dengan mulutmu.
Lalu isikan ke gelas sampai penuh.
Hey, aku menang.
Noon, kau harus meminumnya!
C'est la vie.
Disini kita cuma bisa nongkrong bareng orang2 gila.
Tak apa2.
Itu tak masalah buatku.
Sepertinya Noon sudah terlalu lama pergi ke toilet.
Benarkah?
Dia kan cuma buang air, Vittaya.
Kau itu paranoid sekali.
Memangnya dia kenapa?
Sepertinya dia terlihat cukup waras.
Waras? Kau tak tahu dia.
Itu dia.
Sepertinya aku mencium masalah.
Ayo kita lihat.
Tolong aku! Guys?
Ngapain kamu di atas situ?
Keluarkan aku dari sini.
Kan pintunya di situ.
Aku ingin keluar lewat sini. Tolong aku.
Aku akan menolongmu, Noon.
Anak baru, bantu aku.
Tunggu sebentar.
Kalo kau merusak pintunya, bagaimana kita menggunakan toiletnya?
paksa lagi.
Kalian tak berguna.
Ambilkan aku kursi, Vittaya.
Keluar, keluar, keluar.
Elsa yang malang.
Tahan napasmu.
Bawa ini, Vittaya.
Cuma gitu doang.
Sekarang mundur.
-Nah gitu -Dia sudah keluar.
Sudah.
Sekarang buka pintunya.
Brengsek.
Serius nih, untuk apa kau menaruh tangga di dalam toilet?
Tangga apa? Itu kan rak baju.
Dan Oscar diberikan padamu untuk kategori orang bodoh terbaik.
Aku tak mau piala Oscar.
-Yakin? -Aku mau nya Nat.
Sudah, hentikan.
Semuanya, waktunya tidur. Aku pergi dulu.
Tolong jangan, Noon.
Vittaya, atasi ini.
-Gimana? -Dasar bedebah.
Kau bajingan, kau mengejutkanku di hari pernikahanku!
Di depan semua orang!
Kau mempermalukanku di depan semua orang.
Kau ini sedang mabok.
Ku antar kau ke tempat tidur.
-Kau mencampakkanku, Nat. -Ayo.
Ayo kita tidur.
Yeah, ayo kita tidur.
Selamat tidur, Omm.
Apa ini kamp khusus buat orang patah hati?
Yeah. Apa kau termasuk?
MANA SINOPSISNYA?
AKU PERLU SEKARANG!
Sial!
Wea a koh wea er jae
Wea a koh wea er jae
Sarapanmu.
Lin.
Ngapain kamu komat kamit? Sarapan dulu.
Aom...
Wea a koh wea er jae
Apa itu artinya?
Buatkan sesajen untukku.
Siapa yang bilang begitu padamu?
Makan dan cuci piringmu, okay?
Tunggu.
Dimana... semua orang?
Mereka sudah berangkat. Kau mau ikut?
Atau kau boleh tinggal disini sendirian.
Whoa.
Gadis kota gak pernah naik motor, ya?
Tiap hari!
Hey.
Hati2 dong.
Sudah. Ini jalannya yang jelek.
Duduk yang benar.
Kau yang nyetirnya yang benar.
Apa kau saja yang nyetir?
Aku gak bisa.
-Awas! -Ugh.
Pelan2.
Kau membuang2 waktuku.
Kau kan yang mengajakku ikut.
Awaass...
Sial.
Pud.
Hey.
Kau tak apa2?
Aku tak bisa berdiri.
Maaf, maaf.
Ayo sini.
Pelan2, Lin.
Eh, awas2...
Apa kau terluka?
Iya.
Helmku! Ini barang langka.
Ya Tuhan.
Aku tak apa2 kok.
Kau tak apa2, Si Tua?
Ya amplop...
Hey.
Awas, hati2.
Lin.
Celaka.
Omm akan membunuhku.
Sekarang gimana?
Kita harus memperbaikinya.
Gosok itu.
Bagian dalamnya juga.
Yang atas nya juga.
-Okay. -Terus keringkan.
Ini sudah kedelapan kalinya.
Ayolah, Si Tua.
Ayo.
-Tidak berhasil. -Tentu saja tidak.
Ini sudah tidak bisa diperbaiki.
Hey.
Kau mau kemana?
Tunggu aku.
Kita mau kemana?
Sudah, ikut saja.
Ini kita lagi mendaki atau apa?
Sedang apa sih dia?
Panjat saja.
Sini tanganmu.
Sekarang lewat mana?
Lewat sana.
Awas licin.
Siaal..
Harus difoto sekarang ya?
Sini kutolongin.
-Kenapa senyum2? -Gak apa2.
Hati2.
Ikuti aku.
Jangan jatuh lagi.
Kau bisa merusak padinya.
Apa kita sudah hampir sampai?
Rumahnya Karay sudah dekat.
Semua orang pindah agar tinggal dekat jalan.
Kecuali dia.
Dia berjiwa bebas.
Karay!
Kau tak apa2?
Tidak, aku tak bisa melakukan ini!
Sialan!
Bersihkan dirimu, aku akan memeriksa rumahnya.
Karay!
Karay!
-Tidak ada orang? -Dia mungkin sedang pergi ke kota.
Apa yang akan kita lakukan?
Entahlah.
Kenapa kau ingin bertemu pria ini?
Dia bisa melihat hantu. Sangat cocok untuk risetku.
Kau kan bisa memintaku.
Kau juga bisa melihat hantu?
Tidak.
Apa yang kau lihat tadi pagi?
-Bukan apa2. -Dan kemarin waktu di mobil,
Pada siapa kau melambai?
Aku tak ingat. Aku sedang mabok.
Dasar keras kepala.
Kalo kuberitahu, apa kau akan percaya?
Aku belum pernah melihat hantu, Kalo sudah melihat baru percaya.
Kau hanya bisa melihat mereka kalo mereka mau.
Mereka akan sangat suka orang sombong sepertimu.
Oh benarkah? Kau pikir aku takut?
Eh buseeett...
Hei pria tangguh, itu cuma ayam jago!
Tunggu sampai kau melihat hantu beneran.
Yah, doi nelek.
Darimana ayam itu tadi?
Nih.
Sana mandi dan ganti baju.
Apa kau yakin dia takkan keberatan?
Jangan khawatir, Karay orangnya baik.
Minggir.
Jangan ngintip.
Memangnya ada yang bagus?
Dasar pintar ngomong.
Kau terlihat cerah.
Maksudmu cantik.
Itu kan makanan anak2.
Ayolah. Ini cukup mengenyangkan.
Lagipula itu bukan makanan sungguhan.
Kau boleh makan ini.
Apa kau dapat sinyal?
Yeah.
Bolah kupinjam?
Ya.
AKU SANGAT SENANG BERSAMA KALIAN SEMUA.
Hey.
-Mau apa kau? -Nepok nyamuk.
Yang bener?
Iya, kau kira aku mau menamparmu?
Apa itu?
Bukan apa2.
Bukan apa2? Itu fotoku.
Mau kau apakan fotoku?
Jadi referensi buat karakter utamaku.
Coba aku lihat.
Apa ini? Tokoh wanita utamamu sangat tidak keren.
Aku menggunakan kepribadianmu, tak ada yang kuubah.
Aku hapus.
Jangan!
Kau lihat? Sudah kuhapus.
-Ada apa? Mau ngeluarin bom? -Tidak.
Kentutmu tadi lumayan dahsyat. Mau kutemani?
Gak usah.
-Apa kau tahu dimana toiletnya? -Tidak, memangnya dimana?
Tidak ada. Mereka tidak pakai toilet disini.
Kau harus menggali lubang, dan ee' disitu.
-Udah mau meledak ya? -Iyak, bambank!
-Apa kau yakin berani sendirian? -Diam kau.
Mana cangkul?
Cangkul.
Pud! Pud!
-Pud! -Ada apa? Nyangkut?
Aku tidak mengerti.
Hello.
Ini Lin.
Lin, ini Karay.
Pacarmu?
Dasar playboy.
Pacarmu gonta ganti terus.
Terakhir kemarin rambutnya pendek.
Guyonanmu mudah ditebak.
Kan kau yang bilang aku ini kolot.
-Mungkin. -Memangnya dia tadi dari mana?
Oh... dia mau BAB.
Mungkin dia habis nginjak kotorannya sendiri.
Bukan kotorannya sendiri.
Dia habis nginjak...
Benar, kan?
Kau darimana saja? Kami seharian menunggumu.
Aku ada di kuburan.
-Mendoakan para leluhurmu? -Memakan sesajen orang2.
Tentu saja tidak! Untuk apa aku melakukan itu!
Ada yang harus kukerjakan disana.
Seperti orang yang sudah mati.
Kau bilang apa?
Kau bertingkah aneh.
-Karena dia itu... -Aku apa?
Diluar sini dingin. Ayo kita masuk.
Ayo, Lin.
Aku senang kau datang.
Hey.
Lewat sini.
Apa pacarmu baik2 saja?
-Api! Api! -Becanda.
Lewat sini.
Mari, mari.
Ikuti aku.
Gadis ini edan.
Aku tak tahu kalo kau suka orang aneh.
Silahkan, silahkan.
Yang sopan.
Ini... mengingatkanku...
akan istriku.
Baju itu.
Aku yang merajutnya sendiri.
Lalu dimana istrimu?
Meninggal.
Buddha suci(nyebut).
Sangat menyakitkan kalo ingat hari terakhir kami bersama.
Bagaimana dia meninggal?
Terlindas truk.
Aku takkan pernah melupakan kejadiannya.
Pada hari itu...
ke-empat anak kami di dalam truk.
Ban kami kempes.
Jadi kuminta istriku
untuk menggantinya.
Ketika dia menggantinya,
Aku memasukkan gigi mundur.
Tak sengaja.
Sengaja dong.
Sekarang aku merindukannya.
-Omong2... -Apa?
Jangan khawatir soal baju nya.
Aku sudah mencuci bersih noda darahnya.
-Aku akan melepasnya. -Tidak, jangan!
Kau hanya akan membuatku makin merindukannya.
Pud. Cepat tanyakan yang ingin kau tanyakan padanya.
Agar kita bisa cepat pulang.
Pulang kemana?
Kita akan menginap disini.
Apa?
Kau kenapa sih?
Aku ingin pulang.
Makan malam dulu.
Hasil alami.
Kelihatannya enak.
Jangkrik dan belut.
Mana piringmu.
Tidak, aku tidak lapar.
Tapi kau harus makan,
atau dia juga takkan makan.
Adat lokal. Tuan rumah harus mempersilahkan tamunya makan duluan.
Menurutku dia harus membakar dupa dulu.
Omong kosong, dia itu bukan hantu.
Cuma becanda!
Kau menakutiku.
Hey, aku punya jimat.
Dia cuma menggodamu.
Dan sekarang,
untuk menghormati tradisi leluhur.
Hmm.
Cheers.
Cheers.
Jangan hina apa yang tak kau percayai.
Kau adalah subyek sempurna untuk risetku.
Ceritamu sangat jelas sekali.
Tentu saja.
Karay.
Coba ceritakan kisah hantu lainnya.
Gimana kalo pengalaman pribadimu?
Okay.
Ini adalah kisah nyata yang terjadi di desa ini.
Ada sekelompok anak2 desa.
Mereka berlarian masuk ke hutan.
Dan mereka menantang kepercayaan lokal:
"Jangan pernah bersiul di hutan."
Karena siulan
adalah cara para roh
untuk saling memanggil.
Kemudian anak2 itu berlari dan berlari,
bersiul sepanjang jalan.
Mereka terus bersiul, sampai akhirnya bertemu dengannya.
-Bertemu apa? -Sebuah mulut tanpa wajah.
-Hantu mulut yang membalas siulan. -Lalu bagaimana dengan anak2 itu?
Semuanya hilang. Tinggal si mulut tanpa wajah.
Kau lihat?
Itulah yang kau dapat kalo kau tidak menghormati mereka.
Sekarang aku mengerti. Aku suka ceritamu.
Aku harus menulisnya.
Kau tak apa2?
Sini kubantu.
-Hey. -Apa?
Matamu.
Oops.
Sekarang apa lagi?
Sini kubantu.
Kau tak apa2?
-Karay. -Apa?
Gadis ini bisa melihat hantu.
-Kau -Apa?
Beritahu aku.
-Apa ada hantu disini? -Ya.
Benarkah?
Kau melihat mereka, kan?
Siapa mereka?
Pud.
Ayo pergi.
Kau sudah dapat banyak cerita.
Kenapa kau sangat gelisah?
-Aku pingin pipis. -Apa?
-Aku harus pipis. -Kau kan baru saja BAB.
Baiklah.
Aku akan menemanimu.
Gak usah.
Ayo cepat.
Kami akan segera kembali.
Jangan keluar lagi ya.
Sudah sana.
-Aku tadi bohong. -Huh?
Aku sebenarnya mau bilang...
kalo Karay itu...
Jaga mulutmu!
Membicarakanku dibelakang lagi.
Gak kok.
-Cantik sekali. -Apanya?
Apa maksudmu?
Sawahnya cantik sekali.
Aku mengabdikan hidupku di sawah itu.
Besok.
Saat kau pergi ke pasar.
bilang ke tukang sayur dekat kuil...
katakan padanya,
Saat padi nya telah menua
agar membawa orang untuk memanennya.
Lalu membagikan berasnya
kepada penduduk desa.
Beras di sawah ini
bebas bahan kimia.
Aku ingin agar warga makan beras yang bersih dan bergizi.
Kenapa kau tak memanennya sendiri?
Aku tak bisa.
Kenapa?
Aku harus berkumpul dengan keluargaku.
Oh.
Sayang sekali.
Benar.
Sangat disayangkan.
Tolong lakukan seperti...
yang sudah kukatakan padamu.
Dia bilang terima kasih.
Baiklah.
Kau tidur disini, Pud.
Dia tidur disana.
Lalu bagaimana denganmu?
Gampang, tak perlu mencemaskanku.
Okay.
Aku ingin tidur disini.
Karay.
Apa para hantu takkan terganggu kalo dia tidur disini?
Tidak, tidak apa2.
Ayolah.
Kalo hantu nya bilang boleh, berarti ya boleh.
Sudah, tidur saja.
Mimpi yang indah.
Kumohon, tolong hentikan.
Karay.
Lin.
Karay.
Karay.
Karay.
Karay.
Kabur ahh...
Karay.
Pud. Sini.
Lari. Lari.
-Karay... -sudah meninggal.
Huh? Apa kau sudah tahu?
-Kenapa kau tak memberitahuku? -Sudah kucoba.
"Karay,
Lama tak bertemu.
Kau bahkan makin lucu.
Karay,
Aku suka cerita hantumu."
Jangan senang begitu! Ayo lari!
Jangan ketakutan begitu.
-Cuman pohon. -Sepertinya dia sudah lama meninggal.
-Bisa kita bicarakan ini ditempat lain? -Memang kenapa?
Kalian teman baik 'kan? Jangan tinggalkan dia sendirian.
-Karay! -Kau sudah kelewatan!
Kita pergi sekarang! Lewat sini.
Tunggu.
Ayo cepat.
Hey.
Tetap di dekatku.
Ouch.
Hati2.
Aku capek.
Ayo kita istirahat.
Kau haus?
Terima kasih.
Kita kehabisan air.
Tak masalah.
Kita akan menemukan sungai.
Kau dengar itu?
Awas, hati2.
Itu sungai nya.
Hati2.
Hey.
-Jangan bergerak. -Kenapa?
Ada lintah!
Ada satu disini!
Darimana asalnya mereka?
Mereka satu klan!
Tolong aku! Mereka menghisap habis darahku!
-Jangan memukulku! -Berdiri yang tenang!
Ada di putingku.
-Sudah hilang. -Berikan kayu nya.
-Buka baju mu. -Apa?
Aku akan menyingkirkan mereka.
Jangan lihat.
Lalu bagaimana aku membuang mereka?
Aku akan melakukannya sendiri.
Hey.
Lintahnya makin banyak di air.
Sial!
Hey.
Kau mau kemana?
Lintah sialan.
Mereka masih di badanku.
Masih!!
Dahan bodoh!
Bawa tasmu.
Tunggu aku.
Hati2.
Pud!
Aku tak sanggup lagi.
Apa kau terluka?
Aku lapar.
Oh.
Gimana nih...
Okay.
Sini kubantu.
Jongkok.
Satu...
dua, tiga.
Pegang dahannya.
Aku mau jatuh!
Tahan.
Lin.
Lin. Kakiku!
Aduh kaki ku. Lagi.
Satu, dua, tiga.
Sial.
Lin.
Kau lemah sekali.
Dan kau berat sekali.
Coba lagi.
Kau lihat itu, sepertinya jauh lebih mudah.
Yang itu tidak enak. Yang ini rasanya terbaik.
Tapi yang itu lebih masak.
Harusnya kau tak memakan pisang yang sudah masak.
Buahnya terlalu lembek.
Yang ini lebih baik.
Yummy.
Mulutmu penuh air liur.
Kita mengambil pisang ini dengan penuh perjuangan.
Biarkan pisang itu
dimakan hewan liar.
Well...
kita sudah menjelajah jauh hari ini.
Aku bisa menjadi pelari maraton.
Kau lumayan tangguh.
Well...
Maaf sudah menempatkanmu dalam bahaya.
tak apa2.
Aku senang kok.
Mau berlari lagi?
Cuma becanda.
Lin. Lin.
Ini sudah gelap.
Tak mungkin aku akan menginap disini.
Kita harus pergi dari sini.
Lewat sini.
Ada yang datang.
Sedang apa kau?
Ada yang bersiul.
Apa kau tidak ingat?
Cerita tentang siulan.
-Ceritanya Karay. -Jangan pernah bersiul dihutan.
karena itu adalah cara para roh
saling memanggil satu sama lain.
Kenapa kau tak mau melepaskanku, Karay?
Lari, Lin.
Kita harus berlari lagi!
Jangan lewat sini.
Awas!
Hati2.
Sepertinya lewat sini.
Kenapa kau berlari?
Apa itu hantu?
Hantu apa?
Kenapa kau kabur?
Kau bersiul, jadi aku membalas siulanmu.
Kukira kau butuh bantuan.
Dia bukan hantu.
Memangnya apa yang kau lakukan disini?
Mengambil rebung.
Jalan utama ada di sebelah sana.
Aku mau pulang. Ibu sudah menunggu.
Terima kasih.
Terima kasih. Hati2, nak.
Sama2.
Tunggu, Boonrod.
Kau tahu Karay, kan?
Iya.
Bilang ke Kepala desa agar ke rumah Karay besok.
Jangan sampai lupa, okay?
Okay.
Ayo, Lin.
Yeah.
Lin.
Ada mobil lewat.
Lihat, ada bintang jatuh.
Whoa, aku baru saja melewatkannya.
Terima kasih.
Terima kasih banyak.
Pud!
Kalian darimana saja? Semua orang sangat khawatir.
Mereka pergi mencari kalian.
Aku tahu kau bisa pulang sendiri. Tapi kenapa kau mengajak gadis ini?
Coba lihat keadaanmu. Habis dari neraka atau darimana?
Kami sedikit berpetualang. Akan kuceritakan kalo mereka kembali.
Mungkin tidak malam ini.
Mereka sudah berhenti mencari kalian, dan malah melihat bintang.
-Kukira mereka sangat khawatir. -Aku harus pergi.
Mau lihat bintang?
-Bukan, nonton drama Korea. -Oh.
-Bye. -Yep.
Kau kan lewat sana.
Oh, iya. Bye.
Yang ini sangat nyata sekali, Ann.
Kalo kau tahu bagaimana aku dapat ide untuk plot ceritanya,
kau pasti akan terkejut.
Ya, pasti.
Hantu yang bersiul, serius?
Berikan aku cerita yang lebih realistis
dan langsung kirimkan weekend ini!
Okay, Ann.
Kaget aku!
Ini aku.
Ada apa?
Boleh aku meminjam telponmu?
Aku ingin menelpon ibuku.
Telponku gak dapat sinyal.
Tentu.
Terima kasih.
Hi, Mom.
Gak usah teriak2 ke aku.
Aku lagi di Chiangmai.
Jangan di duduki!
Apa ini?
Krim pelembab wajah dengan ekstrak alami.
Rahasia kecantikanmu.
Tokoh wanita utamamu seorang blogger kecantikan?
Bukan.
Lalu apa ini?
Aku yang menulisnya.
Wow, aku sudah nongkrong bareng blogger kecantikan!
Itu sumber utama pendapatanku.
Gini sis,
kulitku sangat kering, Apa kau punya rekomendasi?
Hmm.
Dengan wajah seperti itu, kusarankan potong saja kepalamu.
Itu sangat kasar.
Taruh itu.
Dengerin, sis.
Ini adalah yang terbaik.
Ini adalah serum medis terbaru.
Satu solusi untuk semua masalah kulit.
Cukup satu tetes saja di jari manismu.
Ini membantu mengencangkan pori2
dan mengurangi munculnya titik hitam.
Perawatan khususku hanya untukmu.
-Apa kau sudah cuci tangan? -Belum.
-Aku mau lihat2. -Huh.
Whoa!
Kau punya banyak koleksi film.
Yang ini sangat kuno sekali.
Aku suka. Filmnya lucu.
Ini film indie?
Kau tak pernah mendengar judulnya?
Hmm.
Mungkin aku pernah melihat posternya di bioskop khusus film indie.
Yeah, terlihat sangat familiar.
-Apa kau yang menulis naskahnya? -Bagaimana kau tahu?
Dari senyum lebarmu itu.
Yeah, aku yang menulisnya.
Nama sutradaranya ditulis sangat besar.
Tapi nama penulis naskahnya sangat kecil.
Perlu mikroskop untuk melihatnya.
Pakai kaca pembesar sudah bisa.
Kudengar sutradaranya sangat cantik.
Bolehkah aku?
Tentu.
Ini juga.
-Agar kau tetap hangat. -Mulai lagi nih.
Kenapa tidak?
Jadi, sejak kapan?
-Sejak kapan apanya? -Sejak kapan kau bisa "melihat"?
Sejak aku lahir.
Oh.
Pasti sangat sulit untukmu.
Kenapa kau tersenyum?
Gak apa2.
Tak ada yang pernah bilang begitu padaku.
Mereka biasanya berpikir aku ini aneh.
Karena mereka tidak melihat apa yang kau lihat.
Dan...
saat kau melihat hantu, kenapa kau taruh tanganmu begini?
Aku merasa aman kalo memegang jimatku.
Tapi aku lupa membawanya. Jadi sepertinya itu sudah kebiasaanku.
Oh, begitu.
Mau dengar musik?
Kenapa kita harus keluar lewat jendela?
Biar cepet aja.
Hey.
Lagu apa yang kau cari? Biar kucarikan.
Kau pasti takkan tahu.
Lihat, Pud. Langitnya penuh bintang.
Indah, bukan?
Ini sangat menyenangkan.
SUDAH DULU KERJANYA, KAPAN KITA BISA MAKAN MALAM?
AKU TAK LAGI KESEPIAN DI GUNUNG KARENA ADA PRIA KEREN INI!
Berat banget.
Apa kau tidur pulas?
Uh-huh.
-Kau berputar kemana2 saat tidur. -Aku?
Waktunya sarapan.
Tunggu.
Kalo kita muncul bersamaan, apakah mereka akan berpikiran aneh?
Tentu saja.
Apa kau punya ide?
Omm.
Kita harus membayar tagihan.
Kali ini lebih mahal dari bulan kemarin
yang tamunya malah lebih sedikit.
Hai, kalian.
Darimana kalian?
-Kangen ya? -Dikit.
Jadi? Gimana?
-Ceritanya panjang. -Ceritanya panjang?
Ampun deh. Aku gak mau dengar.
Okay.
Aom, sini.
Semalam Omm dimana? Dia tidak ikut melihat bintang dengan kami.
Sepertinya dia menghabiskan malam di Pai.
Menurutku dia punya simpanan di sana.
Aku bisa mendengarmu.
Omm, kau bisa menceritakan semuanya padaku.
Oh yeah!
Si Tua ku.
Ada dimana?
Oh.
Kalian berdua jangan cuma bilang 'Oh'.
-Nanti segera kembali kok. -Pulang sendiri?
Tenang, aku akan memastikannya. Tapi hari ini aku boleh pinjam Si Muda mu?
-Aku mau mengajak tamu ku jalan2. -Siapa tamu mu?
Ini.
Ya ampun, Pud.
Apa patah hatimu sudah sembuh?
Tamu? Yang benar saja!
Dia pasti habis dicampakkan.
Sudah pasti seratus persen.
Lupakan saja dia.
Coba perhatikan mereka berdua.
Apa kalian saling suka?
Sudah seratus sepuluh persen pasti.
Ayo.
Selamat datang di kantorku.
Aku jadi iri.
Semua orang juga.
Coba ceritakan tentang naskah film yang kau buat.
Ini adalah sebuah genre film baru.
Gini, ada sepasang kekasih yang sudah pacaran lama sekali.
-Tapi cinta selalu mendapat halangan. -Kurasa begitu.
Suatu malam, si pria mendapati kekasihnya sedang melepas kepalanya dari tubuhnya.
Lalu kepalanya melayang2
dan memakan usus ayam.
Terkadang dia juga makan kotoran manusia.
Sekarang aku malah jadi lapar.
Dasar gila.
Bagaimana kalo kisah ini?
Ini belum pernah ada yang dengar.
Ada sepasang muda mudi,
yang duduk di pinggir danau di tengah hutan.
Mereka sangat asyik mengobrol
sampai2 mereka tak tahu kalo ada wanita yang menguping.
Tapi si wanita itu tak bisa mendengar yang mereka bicarakan.
Lalu wanita itu mendekat dan mendekat.
Dan sekarang dia berada tepat di belakang pemuda tadi.
Wajahnya hampir menyentuh wajah si pemuda.
-Sudah cukup. -Terasa sangat nyata.
-Hey. -Hii.. .syerem.
Tunggu aku.
Hey, duduk yang benar.
Udaranya sangat segar!
Iya, segar sekali!
Kotoran segar.
-Enak gak? -Nih cobain.
Aku mau muntah!
Kenapa lama?
Dua, pak.
Dua puluh baht.
Hembuskanlah ke atas langit
Sejauh hatiku akan mencoba
Begitu kita saling berpandangan
Hatiku menangis tiada henti
Rindu akan wajahmu
Hembuskanlah ke atas langit
Sejauh hatiku akan mencoba
Begitu kita saling berpandangan
Hatiku menangis tiada henti
Apa itu?
-Untukku? -Ya.
Jimat ini sangat ampuh.
Pakailah dan takkan ada hantu yang berani mendekatimu.
-Dengar, bro. -Oh iya.
Aku akan memberimu sinyal.
-Begitu aku mengangguk, kau mulai bermain. -Apa kau pikir akan berhasil?
Hey, sedang apa kau disitu? Cepat kesini.
Noon.
Aku menulis sebuah lagu untukmu.
Yo, yo, yo!
Omm!
-Apa? -Kau mau kemana?
Aku mau ke Pai.
Sudahlah, lupakan wanita itu.
Ayo minum denganku.
Jadi kau memang habis dicampakkan.
Itu cuma khayalanmu
tak ada tragedi di dunia ini selain cinta.
Lalu apa masalahmu?
Kucingku mati.
Aku merindukannya. Aku tak bisa tidur disini.
Aku harus tidur ditempat lain.
-Maafkan aku. Aku tidak tahu. -Ya sudah.
Ku mulai lagi ya
Yo, yo, yo!
Sang rembulan bersinar
Hi, Rid.
Hi.
Kalungmu.
Hadiah dari Pud?
-Ayo. -Hey, hey.
Kalian berdua jangan pergi dulu.
Duduk sini.
Vittaya, tuangkan minuman untuk kami.
Kita harus merayakan pasangan baru.
Minum ini.
Pud.
Bertambah lagi pasangan disini.
Sang rembulan bersinar Ketika aku bertemu wanita bernama Noon
Hello?
Iya, Lin ada disini.
Siapa yang menelpon?
Tor.
Nanti dia akan menelpon balik.
Si Tor ini...
adalah bajingan yang menyakitimu?
-Berikan padaku. Biar kusemprot dia. -Noon.
Ini harus diselesaikan. Untuk selamanya.
Tuh kan, dia memang minta disemprot!
Dia akan berharap tak pernah dilahirkan.
-Lin. -Hello? Ini Tor ya?
Iya.
Tor?
Suaranya terdengar familiar.
Tor?
Aku Tor Nachat.
Ya amplop. Apa?
Pacarmu seorang superstar?
Hello juga.
Ini Noon. Aku temannya Lin.
Aku sangat suka sinetronmu.
Noon!
Seharusnya kau memarahinya.
-Aku tak bisa! -Berikan padaku.
Lin, kau saja.
Hello?
Lin, Apa kabarmu?
Aku minta maaf.
Itu semua salahku.
Aku tak bermaksud menyakitimu.
Aku tak pernah mencintai wanita itu...
seperti aku mencintaimu.
Apapun pendapatmu, aku akan selalu mencintaimu.
Aku khawatir padamu.
Lin, apa kau mendengarkan ku?
Iya, aku dengerin.
Sebentar.
Hello?
Kita bicara nanti kalo aku pulang.
Okay.
Terima kasih.
Apa kau tak apa2?
Soal apa?
Soal...
Kau pasti tahu...
apa maksudku.
Kalo aku membuatmu merasa tidak enak.
Aku minta maaf.
Tak perlu.
Kita ini cuma teman, kan?
Apa kau baik2 saja?
Sudah kuduga.
Motorku dipake juga.
Baiklah.
Aku mulai lagi ya.
-Yo, yo, yo! -Hey,
Apa waktunya tepat? Coba lihat dia.
Lin.
Habiskan.
Pelan2, Lin.
Semua akan berlalu. Begitulah hidup.
Ini mudah saja.
Pilih mana yang kau cintai.
Benar sekali, sis.
Tapi apa kau tahu?
Aku tak tahu harus pilih yang mana.
Aku mau tidur dulu.
Rid, ayo pergi.
Jangan pergi, Omm.
Dingin, ya?
-Aku akan mengambil kayu bakar. -Gak usah.
Tunggu disini sebentar.
Hey. Mabok apa mati?
-Aku dapat nih. -Lin, Lin, Lin.
Ini pasti cukup untuk semalaman.
Mulai terasa panas.
Vittaya.
Ayo bangun.
Bangun.
Nanti kau terbakar.
Jangan tinggalkan aku, sis.
Aduh, kepalaku berat sekali.
Hey.
Dimana pagar terasku?
Apa yang terjadi disini?
Apa apaan ini?
Ah?
Kau bahkan bisa tidur Dengan nyaman dibawah sana?
Akan kuambilkan selimut untukmu.
Selamat tinggal.
Mau lari setelah melakukan pembakaran, ya?
Kejam sekali.
Oh. terus yang semalam tidak kejam?
Baik2, okay?
Kau juga.
Bye.
Lin.
-Hey. -Mau pulang sekarang?
Kenapa kau tidak menunggu Pud?
Aku harus pergi sekarang.
Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?
Sudah, diam.
PANGGILAN TAK TERJAWAB - TOR
Hati2.
Awas!
Kenapa kau berteriak?
Kau bisa memberitahuku semuanya.
Apa kau memang bisa melihat "mereka"?
Kau tak percaya padaku.
Aku percaya.
Aku punya teman.
Dia juga sama sepertimu.
Benarkah?
Dia baru saja sembuh.
Aku tahu seorang psikiater yang bagus.
Tak usah khawatir.
Aku akan melakukan apapun untukmu.
Kita akan bahagia lagi seperti dulu.
Apa kau percaya semua itu?
Apakah anda Tor?
Putriku adalah fan beratmu.
Bolehkah dia berfoto denganmu?
Aku akan melakukan apapun untukmu.
Kita akan bahagia lagi seperti dulu.
Apa aku sudah gila?
Tidak, Lin. Kau tidak gila.
KAMP BUKIT
Ada lagi?
MOUNTAIN CAMP MUSIC FESTIVAL
Lin, kau mau pesan apa?
-Oh iya. -Sudah.
Kau yakin?
-Itu sudah banyak kok. -Biasanya juga lebih.
BAKPAU KUKUS MAE YAI
Kita makan di restoran prasmanan yuk.
Gak ah, aku gak lapar.
Yang benar saja.
Kau menghabiskan semua pesananku.
Jangan pelit sama teman dong.
Susah ngomong sama kamu.
Kok kamu sekarang tak terlihat sedih?
Apa maksudmu?
Oh, aku tahu.
Si anak gunung.
Kami cuma kenal beberapa hari.
Dia tak berarti apa2.
Cuma beberapa hari, ya?
Kau dan Tor sudah pacaran bertahun2 dan itu juga tak berarti apa2 untukmu.
Bantu aku membereskan ini.
Jangan cuma makan terus.
Mana uangnya?
Ongkosnya.
Berhenti melamun dan bayar aku.
Cowokku nungguin nih.
Dasar gadis jaman sekarang...
PEMENANG PIALA OSCAR TAHUN INI
Lin!
Noon!
Kangen kamu.
Aku juga kangen kamu.
-Apa kau kesini mau nonton konser? -Yep.
Lin.
Omm.
Omm.
Apa semua ini?
Kuberitahu kau ya.
Tadinya kan tidak ada.
Ini namanya adalah Tugu Peringatan Tragedi Percintaan.
Sebenarnya itu cuma sampah.
Bulan lalu ada seseorang yang meninggalkan sepasang sikat gigi
Jadi Omm membayangkan kisah sedih tentang sikat gigi itu.
Seakan akan sikat gigi itu adalah peninggalan cinta yang hilang.
Sejak saat itu dia meminta para tamu agar meninggalkan barang pribadi mereka.
Menarik.
Jadi menurutmu semua itu omong kosong.
Silahkan menginap ditempat lain.
Aww, jangan tersinggung dong.
Dimana yang lainnya?
Yang lainnya siapa?
Iya, yang kau maksud siapa?
Ayo kita ambil barang2 kita.
Apa kita harus membawa semua ini?
-Bawa ini. -Okay.
Iya, nyonya.
Dibawah bayang2 bintang
Hanya ada kita berdua
Omm.
Kau perlu bantuan?
Whoa, kau memakai baju ini?
Kau tahu apa artinya, kan?
Hanya perawan yang boleh memakainya.
Lalu siapa yang bilang aku bukan perawan.
Omm, ini sudah terlalu lama.
Aku tak ingin memakai baju ini lagi.
Baiklah, Aom.
Sini.
-Omm. -Sebelum aku berubah pikiran.
Ayo masuk.
Omm.
Aku akan menunggumu disini!
Hey.
Vittaya!
Bisakah kau membantuku?
Aku belum selesai bongkar2.
Aku juga belum.
Biar kubongkar dia dulu. Setelah itu aku akan membantumu.
Takkan lama kok.
Tak usah khawatir.
Dia akan datang malam nanti. Macet, kau tahu lah.
Macet apaan.
Kita kan ada di gunung.
Akan kutelpon dia lagi sekarang.
Tidak di angkat.
Ya sudah.
Kau tak apa2?
-Tentu saja. -Baguslah.
Apa yang tadi kau buang?
Kalungku.
Kenapa?
Itu kan buatan tangan dan susah didapatkan.
Benar. Pasti susah didapatkan kalo ada dibawah sana.
Sayang sekali, itu kan jimat yang ampuh.
Tapi tidak seampuh diriku.
Aku setuju.
Iya benar. Ayo kita pergi dari sini.
Hamparan bintang bertebaran di langit malam
Bersinar begitu terang di dalam pikiranku
Cepat, Noon. Kita pergi dari sini.
Sepinya didalam hatiku
Andaikan kau disini disampingku
Aduh, sial.
Bersama kita bisa melihat bintang Bersinar terang
Oh, betapa aku sangat merindukanmu
Kau itu memang bawa sial! Gara2 kau hujan turun.
Ini kan memang musim hujan.
Tak bisa berhenti memikirkanmu
Wajahmu selalu terbayang olehku Sejak hari pertama
Kenapa kau tinggal disini?
Kalo aku ingin memahami orang yang bisa melihat hantu,
maka aku harus tinggal ditempat yang ada hantunya.
Benar juga.
-Ini. -Apa ini?
Hidangan pembuka yang pas untuk kencan pertama kita.
Katak pohon panggang.
-Dimana kau menangkap mereka? -Didepan situ.
Mereka kutangkap saat sedang berlompatan.
Mungkin kau sudah terlalu lama tinggal disini.
-Aku juga punya kelelawat bakar asin. -Aku tak mau.
-Kau tak mau? -Tidak.
Pud!
Itu kan rumahku.
Sekarang aku bahkan tak bisa masuk kesana.
Dasar...
Sialan kau, Pud!
Aku akan datang dan menakutimu.
BERDASARKAN CERITA (yang hampir) NYATA
Kau melewatkan bantalannya!
Aku hampir terjungkal!
Seperti ini?
Benar.
Aku akan melompat duluan kalo terjadi sesuatu.
Tentu.
Aku akan memastikan dia aman!
Sial!
Kau tak mungkin dapat yang lebih realistis ketimbang ini.
Jalannya licin sekali!
Motornya tak bisa berhenti.
Aku belum pernah bertemu kau selama sepuluh tahun.
Apa?
Suara apa itu tadi?
Kau tidak menunggu dialognya dia.
Aku tak bisa mengimbangi kalian!
Tunggu aku!
Ulangi lagi.
-Ayo lakukan lagi. -Action!
-Mendoakan para leluhurmu? -Bukan!
Untuk makan sesajen.
Apa? Aku sudah mengatakan itu kan?
-Okay. -Sepertinya dia pergi menemui temannya.
Sekarang bagaimana?
Apa yang kau katakan?
Tidurkan gadis ini.
Apa kau ke kuburan untuk mendoakan para leluhurmu?
Kau sudah mengatakan itu tadi!
Kenapa kau mengulanginya lagi? Selesai sudah.
-Aku tak tahu kapan harus masuk. -Lakukan saja.
Aku hampir saja terbunuh kemarin.
-Tapi kau kan memang sudah mati. -Apa kau bilang?
Gadis ini memang kurang ajar!
Ngomong yang kencang. Kencang dan jelas!
Lihatlah sisi baiknya,
kalo kita tidak kabur dari hantu dan lintah,
kita takkan menemukan pohon pisang.
Maaf!
Jangan!
Kau mendudukinya.
Satu kali lagi.
Maaf, aku tidak melihatnya!
Yang ini sangat ampuh. Kau takkan takut lagi pada ha-antu.
...takut pada ha-antu.
Kau tergagap!
Yo, yo, yo!
Ton yon, ta ton yon
Hey lihatlah bulan(moon) Aku disini dengan gadis bernama Noon
Kau terlihat seperti kartun Tapi aku mencintaimu, sayangku Noon!
Tunggu!
Karay!
Kenapa kau tak berhenti berteriak dan lari saja.
-Ini gila, bung! -Dia tidak bilang "cut."
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.