All language subtitles for Love in Between Indo ep 3

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

=Dasheng, Zhongdu, Istana=

Sepagi ini,

Ajudan tak melayani Yang Mulia,

mau pergi ke mana?

Ayo,

ikuti aku.

=Kaisar Xiao Ming=

=Pei Jinghuan, Pejabat Wei Ning Dasheng=

Yang Mulia

lebih baik Anda lebih berhati-hati.

Hati manusia sulit ditebak.

Jelas-jelas Pejabat Jing An yang hilangkan lukisan Shanhe,

sejak awal sudah dikirimkan.

Tapi Ajudan,

kenapa malah menambah prajurit,

dan keluar istana?

Ajudan ini,

tak bisa menjaga Yang Mulia.

Hamba,

hormat pada Yang Mulia.

Tuan,

sudah mati.

Ajudan sudah tak ada.

Tuan Pei membunuh pelayanku.

Yang Mulia,

perkataanmu ini,

sudah menfitnahku.

Semua yang kulakukan,

untuk rakyat Yang Mulia.

Rakyatku?

Rakyatku?

Benar.

Untuk rakyat Yang Mulia.

Sekarang dalam bahaya.

Meski Pejabat Jing An ternama,

prajurit hebat.

Tapi kali ini kehilangan lukisan Shanhe adalah dosa besar.

Jika Yang Mulia tak hukum berat, untuk apa ada aku?

Jadi mohon pada Yang Mulia,

beri hukuman.

Pejabat Jing An bertahun-tahun menjaga daerah utama.

Meninggalkan keluarga.

Menang dalam perang.

Tapi hamba ingat,

sepuluh tahun lalu.

Ala Guzi merampok Kaisar.

Saat itu,

Pejabat Jing An melawan perintah,

prajurit tak bergerak.

Akibatnya kaisar mati di kelompok Guzi.

Pemberontak seperti ini,

jika tak dimusnahkan,

pasti jadi halangan Dasheng.

Satu bulan.

Satu bulan lagi.

Baik.

Satu bulan.

Yang Mulia baik hati.

Baik pada bawahan.

Hamba temani Yang Mulia,

tunggu sebulan lagi.

Tapi saat itu,

jika lukisan Shanhe tak bisa kembali,

maka hamba,

akan membantu Yang Mulia,

mengambil kembali hak prajurit Jingbei.

♪ Embun di tepi cakrawala yang membeku ♪

♪ Awan membentuk angsa ♪

♪ Arak dan orang rupawan di festival Chongyang ♪

♪ Relasi bagai kampung halaman ♪

♪ Ornamen anggrek ungu, jepit krisan kuning ♪

♪ Membangkitkan kenangan lama ♪

♪ Keinginan yang dipaksakan berakhir tragis ♪

♪ Nyanyian menyayat hati ♪

♪ Bubuk wewangian lama masih sama ♪

♪ Tak perlu membenci ♪

♪ Banyak cerita selama musim semi ♪

♪ Semakin kacau saat musim gugur ♪

♪ Selimut dingin, bantal yang kesepian ♪

♪ Menanti arak pereda kesedihan ♪

♪ Impian juga berakhir hampa ♪

♪ Bertahan tanpa impian ♪

"Titik Rindu" Sub by WeTV & Ripped by skysoultan

♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔ =Episode 04=

Dua Iblis, cepat pergi.

Sudah tak sempat, kau duluan.

Kau mau apa?

Jangan urus aku, lanjutkan rencana.

Aku ulur waktu, kau urus Luo Muye.

Percaya padaku.

Ternyata kau.

Tabib.

Jangan mengagetkanku.

Ayo.

Aku mau selamatkan guruku.

Meributkan apa?

Jika mau, aku yang pergi.

Dia akan baik-baik saja.

Bagaimana bisa?

Meski Duan Yan dan Tiga Iblis kejam,

tapi dia akan baik-baik saja.

Bagaimana kau tahu?

Tabib diculik bukan kecelakaan, dia merencanakannya.

Ini tulisan guru.

Kau tak membohongi kami?

Terserah percaya atau tidak.

Sumpah gelas pecah.

Jika kau berbohong,

mulai sekarang di mana pun kau,

akan menjadi musuh Zhengyang, Shen Manqing.

Terserah.

Lakukan sesuai rencana awal.

Yang Tuan lihat benar,

ini raja serigala salju.

Serigala dari tempat terdingin.

Dahinya merah, tubuhnya putih.

Dia roh yang turun dari langit,

simbol hidup abadi.

Keberadaan yang lebih suci daripada gunung salju.

Pendahuluku bilang.

Dia menyuruh pemburu terhebat,

menyergap selama 10 hari 10 malam di gunung salju,

berjuang 10 hari 10 malam.

Baru bisa membunuhnya.

Buka harga.

100 Tael emas.

Kau tahu 100 Tael emas,

bisa membeli berapa kepala?

Kudengar Nyonya Xue Ji,

tertarik pada kulit serigala salju.

Seluruh bangsawan di Chiyansha, menginginkan kulit serigala ini.

Tuan.

Anda merasa berapa harganya?

Aku beli.

Aroma apa ini?

Tuan.

Ini aroma serigala salju yang asli.

Tapi Anda tenang,

agar nyonya cantik bisa pakai kulit serigala ini,

aku akan gunakan trik rahasia hilangkan bau,

dua jam lagi kuantarkan ke Pangeran.

Menteri bilang,

Nyonya Xue Ji memang mau kulit serigala ini.

Mau malam ini.

Chou Nu'er,

utus pengawalmu mengantar pengusaha ini,

harus diantarkan dalam dua jam.

Orangnya ditangkap.

Bagus.

Pengawal.

Tuan.

Beritahu Menteri,

hari ini,

aku bawa kulit serigala ke sana.

Baik.

Kudengar kau tak bisa bela diri dan seorang tabib.

Tak pernah disiksa, 'kan?

Tuan menangkapku juga tak berguna,

yang mau datang, sudah datang.

Siapa?

Yang mau merebut lukisan.

Kusarankan cepat katakan,

daripada disiksa.

Tangan yang datang akan jadi tulang,

pedang pemberani mengalahkan iblis.

Pangeran tak tahu, 'kan?

Tuan ini kelihatan ahli bela diri,

pasti tahu.

Kedua Tuan sepertinya punya salah paham pada

seni bela diri pusat.

Aku tabib yang lemah,

sudah bersiap berjuang untuk hidup.

Apalagi pendekar ahli bela diri,

yang mendambakan dunia.

Sekarang Tuan sulit luar dalam,

dalam kesusahan,

apakah belum sadar?

Kurang ajar!

Pangeran tenang.

Tak ada gunanya,

kau mengulur waktu.

Aku mengulur apa?

Aku mau sarankan kedua Tuan,

pikirkan baik-baik Luo Muye ini.

Dia serakah pada harta.

Apakah karena beberapa harta karun,

bersedia membahayakan dirinya?

Dengan mudah menemuimu dengan orang Guzi?

Bahkan jika itu benar,

penjaga yang dia utus untuk Tuan,

sungguh bisa membuat

Tuan keluar dari Chiyansha dengan selamat?

Yang terpenting,

Tuan tak khawatir,

dia bekerja sama dengan orang Guzi,

membunuh di tempat umum?

Kepercayaan Tuan pada Luo Muye, datang dari mana?

Ini uang muka yang diberi Duan Yan.

Kau pantas mendapatkannya.

Aku tak mau.

Kulit serigala milikmu, uang tentu saja milikmu.

Pegang.

Bukankah kau berutang banyak pada bordil?

Kau tak perlu urus,

kuantar kulit serigala untuk Xue Ji.

Pendekarmu,

hanya ancamanmu saja.

Kami tak pernah mendengar orang seperti ini dalam masyarakat.

Tapi aku tahu,

kau yang memberi ide.

Aku juga tahu,

dua orang yang melawan Nyonya Xie hari itu,

bela dirinya bagus.

Kalian punya orang yang mau curi lukisan,

jurus terbangnya bagus.

Yang kukatakan benar, 'kan?

Mereka bertiga,

digabung juga bukan lawanku.

Aku sudah katakan semuanya.

Tuan membuang banyak energi di diriku, juga sia-sia.

Lebih baik pikirkan,

bagaimana menghadapi

ahli bela diri pusat yang datang untuk lukisan Shanhe.

Pengawal.

Pukul dia.

Lapor!

Pangeran.

Lapor dari Menteri.

Kulit serigala harus sampai di kediamannya malam ini.

Istana mengutus orang mengawasi kediaman menteri.

Menteri bilang,

masalah utus prajurit mengantar kita ke Guzi,

akan dia bicarakan pada Kaisar.

Dan lagi,

utusan Guzi sudah sampai Chiyansha.

Menteri bertanya kapan bertemu Pangeran.

Beritahu menteri,

malam ini,

kubawa kulit serigala menemuinya.

Baik.

Lapor!

Pangeran, toko kebakaran.

Kulit serigalanya?

Tak ditemukan.

Api besar, tidak ada yang berhasil keluar dari toko.

Pangeran, bagaimana aku menjawab menteri?

Bagaimana menjawab?

Bagaimana aku menjawabnya?

Kalian...

kalian merusak hal besarku!

Pangeran tenang.

Luo Muye seharusnya tak tahu kabar ini.

Ada yang aneh di sini,

kulit serigala pasti masih ada.

Sebelum gelap,

jika aku tak melihat kulit serigala,

emas ini,

kubawa mati.

Hormat pada Nyonya.

Bangun.

Nyonya.

Bulu serigala ini dari mana?

Beberapa hari lalu kudengar kulit serigala salju berharga,

jadi menyuruh orang mencari.

Baru saja katakan pada Kaisar,

Pangeran Duan dari pusat itu,

mengantarnya ke sini.

Menteri lihat,

apakah ini harta dunia?

Apa pangeran, mengatakan sesuatu pada Nyonya?

Hanya mengatakan masalah pria,

menyuruhku memujinya di depan Kaisar.

Menyuruh Kaisar membantunya mengenai masalah Guzi.

Tak tahu orang Guzi mau memakannya atau bagaimana,

lagi pula aku tak tertarik mengurus itu.

Hamba, masih ada urusan dengan Kaisar.

Hamba permisi.

Nyonya!

Pangeran kecil sudah sadar.

Benarkah?

Dasar Duan Yan, berani mengkhianatiku.

Tak tahu diri!

Kau...

Bukankah kau orang Duan Yan?

Untuk apa datang?

Kenapa Tuan takut?

Kau mau apa?

Lukisan Shanhe.

Aku tak ada lukisan Shanhe.

Tuan jangan takut,

aku bukan mau mengambil nyawamu.

Aku mau mengantarkan, lukisan Shanhe.

Apa maksudmu?

Aku punya dua adik yang suka harta.

Beberapa bulan lalu,

kudengar Duan Yan gunakan 300 Tael emas,

untuk keamanan lukisan Shanhe.

Demi 300 Tael emas ini,

aku mengantarnya ke Chiyansha.

Tapi pangeran menginginkan kulit serigala,

langsung bersedia

berikan 100 Tael emas untuk pengusaha kaya Chiyansha.

Langsung antarkan ke istana.

Kulit serigala itu,

ternyata dia yang antar!

Aku setia pada Menteri.

Tapi kehilangan 100 Tael emas,

lebih kasihan pada diriku.

Kau mau...

Tuan berikan aku 300 Tael,

aku bisa bantu Tuan mengambil lukisan Shanhe.

Tuan hanya perlu bilang pada Duan Yan,

anak Xue Ji sudah sadar,

kaisar senang.

Hanya begini,

menyetujui saran Menteri.

Asalkan bisnis Duan Yan dan Guzi berhasil,

kaisar akan menyuruh prajurit Chiyansha,

membantu perjalanan.

Besok jam 12:45.

Tuan hanya perlu lihat,

sandiwara yang kumainkan.

Semuanya,

berjalan sukses.

Pangeran.

Semua ini dalam rencana tabib,

meski sudah kusiksa,

dia tetap tak mau bicara.

Malam ini takutnya...

Lapor!

Pangeran.

Tuan Luo Muye bilang pangeran kecil sadar,

kaisar senang.

Asalkan bisnis Duan Yan dan Guzi berhasil,

menyuruh prajurit Chiyansha membantu perjalanan.

Tuhan menolongku.

Kapan?

Besok jam 12:45.

Tabib.

Katakan rencanamu.

Kalian hanya ada empat orang.

Kau di tanganku,

apa bisa menang?

Aku tau kau tak akan bilang.

Begini saja.

Kita bertaruh.

Bertaruh apa?

Besok jam 12:45.

Kami dan Guzi akan berbisnis,

di waktu yang sama,

kau akan mati.

Kau rasa,

temanmu akan menyelamatkanmu,

atau merebut lukisan?

Mereka hanya ada tiga orang,

sama-sama jam 12:45.

Ini berarti,

nyawamu dan lukisan Shanhe,

hanya bisa pilih satu.

Sesuai dengan rencana awalmu,

mereka bertiga,

harus bekerja sama.

Agar bisa berhasil merebut lukisan.

Jika mereka berpencar menyelamatkanmu,

rencana,

pasti gagal.

Kau tebak mana yang mereka pilih?

Aku bertaruh mereka akan menyelamatkanmu.

Kau tampan dan pintar,

para pendekar itu,

pasti tak rela kau mati.

Maka biarkan mereka selamatkan kau di tempat eksekusi.

Pikirkan caranya.

Pikirkan caranya.

Pikirkan caranya.

Pikirkan caranya.

Pikirkan caranya.

Pikirkan caranya.

Kakak.

Bantu aku cari orang.

Gambar wajahnya, semakin cepat semakin baik.

Baik.

Sudah.

Minggir.

Melakukan kesalahan apa?

=Pengumuman pemenggalan=

Kalian semua keluar.

Baik.

Tolong selamatkan guruku.

Bai Mo melihat pengumuman.

Gurunya akan dipenggal besok

jam 12:45, apa ini benar?

Kau bilang guruku ditangkap ada dalam rencana,

sekarang dia mau dipenggal.

Saat tabib ditangkap, kau di sana.

Kau tak selamatkan dia, dan menulis surat palsu.

Masih berani bilang tak berbohong?

Kau sudah lupa dengan sumpah di atas gelas pecah?

Kalian tak selamatkan guruku, aku selamatkan!

Tabib tak boleh mati difitnah.

Besok jam 12:45,

Duan Yan berbisnis dengan Guzi.

Ini strategi Duan Yan.

Apa guruku akan mati?

Kalian tak mau lukisan Shanhe?

Kau berbohong.

Untuk apa berbohong?

Bela diri punya aturannya,

tak libatkan orang tidak bersalah.

Dia harus kita selamatkan.

Ini.

Apa ini upacara pusat kalian?

Upacara apa?

Upacara bertengkar.

Membuat keributan apa?

Kalian menindas,

aku tak bisa diam saja.

Guruku hampir mati,

kalian bertengkar?

Aku selamatkan gurumu.

Jika kau pergi,

hanya mengantar kematian.

Zhengyang tak korbankan orang tak bersalah,

memilih mati mulia daripada hidup rendah hati!

Lukisan Shanhe hilang, negara hancur,

yang dikorbankan hanya satu orang?

Jadi maksudmu?

Tak selamatkan tabib?

Mencuri lukisan penting, tak bisa selamatkan di saat bersamaan.

Sia-sia mempercayaimu,

tak disangka kau tak berperasaan.

Lukisan Shanhe harus dicuri, ini rencana Zuo Qingci!

Kenapa kau membantuku?

Mereka menindas.

Tidak.

Karena aku mau membalasmu.

Aku yang tak jelaskan pada mereka.

Tapi sepertinya, aku sudah membalasmu.

Aku mau kau lakukan sesuatu untukku.

Jika berhasil, kau akan kubebaskan.

Benarkah?

Apa akan terjadi sesuatu pada Tabib Zuo?

Cepat.

Tak sempat, kau duluan.

Kau mau apa?

Jangan urus aku, lanjutkan rencana.

Aku ulur waktu, kau urus Luo Muye.

Percaya aku.

Tidak akan.

Menteri.

Lukisannya?

Orang Guzi akan segera sampai.

Jangan sampai ada kesalahan.

Menteri tenang saja.

Duduklah.

=Jam 12:30=

Bagus.

Berikan bir untuk pangeran.

Silakan Pangeran.

Kenapa?

Pangeran merasa ada masalah pada arak?

Menteri banyak berpikir,

mereka banyak pengalaman, terbiasa berhati-hati.

Tak perlu banyak bicara.

Kau,

minum araknya.

Baik.

Tuang arak.

Menteri.

Silakan.

Aku selidiki dulu.

Aku minum arak rajun, tak bisa mencium aroma.

Tidak apa, 'kan?

Tidak apa.

Ternyata kau wanita.

Ini untukmu.

Bisa buat suaramu mirip Nyonya Xie untuk sementara.

Tapi harus cepat,orang Guzi segera tiba.

=Mendekati jam 12:45=

Utusan Ala Guzi tiba!

=Jam 12:45= Utusan Ala Guzi tiba!

Ini Pangeran Duan dari pusat.

Lukisan Shanhe,

dibawa olehnya.

=Mendekati jam 12:45=

Kenapa jam 12:45 belum sampai?

=Lukisan Shanhe=

Bekerja keras menyatukan keduanya,

apa tak seharusnya minum dulu?

Silakan pangeran.

Kurang tarian wanita.

Bocah, apa yang ingin kau sampaikan pada pendekarmu?

Belum tentu mereka bisa dengar.

=Jam 12:45=

Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

♪ Menanti musim dingin ♪

♪ Sedalam apa pun hanyalah mimpi ♪

♪ Semenarik apa pun tak melebihimu ♪

♪ Bibir saling menyentuh ♪

♪ Mampir ke atap rumahku ♪

♪ Tolong muncul di hadapanku ♪

♪ Sampaikan pesanku ♪

♪ Angin yang bersiul ♪

♪ Terlalu memahamimu ♪

♪ Hingga meninggalkan kenangan ♪

♪ Satu perkataan menjadi ♪

♪ Sebuah dinding ♪

♪ Meninggalkan rahasia ♪

♪ Sembilan keinginanku ♪

♪ Tak kuceritakan semuanya padamu ♪

♪ Gunung tak berbentuk ♪

♪ Jangan halangi irama musik ♪

♪ Tangisan sepanjang malam ♪

♪ Dalam gelap ♪

♪ Berharap amarah ini ♪

♪ Tak membangunkanku ♪

♪ Menantikan akhir yang makmur ♪

♪ Meninggalkan lentera kertas ♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.