Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪ Embun di tepi cakrawala yang membeku ♪
♪ Awan membentuk angsa ♪
♪ Arak dan orang rupawan di festival Chongyang ♪
♪ Relasi bagai kampung halaman ♪
♪ Ornamen anggrek ungu, jepit krisan kuning ♪
♪ Membangkitkan kenangan lama ♪
♪ Keinginan yang dipaksakan berakhir tragis ♪
♪ Nyanyian menyayat hati ♪
♪ Bubuk wewangian lama masih sama ♪
♪ Tak perlu membenci ♪
♪ Banyak cerita selama musim semi ♪
♪ Semakin kacau saat musim gugur ♪
♪ Selimut dingin, bantal yang kesepian ♪
♪ Menanti arak pereda kesedihan ♪
♪ Impian juga berakhir hampa ♪
♪ Bertahan tanpa impian ♪
=Titik Rindu=
=Episode 02=
Ini Chiyansha.
Akhirnya sampai.
Seharusnya Fei Kou'er ada di depan.
Ayo.
=Daerah barat, Chiyansha=
Pakaian kalian terlalu mencolok.
Tunggu aku sebentar.
=Luo Muye, Menteri Chiyansha=
=Duan Yan, Putra raja Wei Nan=
Kulihat,
Pangeran Duan langsung ke Guzi mengambil lukisan Shanhe,
bukankah lebih baik?
Untuk apa merepotkan diri,
datang ke Chiyansha?
Jujur pada Menteri,
orang Guzi punya sifat brutal.
Meski aku selamatkan lukisan Shanhe,
tapi tak bisa terburu-buru serahkan lukisan,
hanya bisa memohon bantuan Anda.
Chiyansha jauh dari perselisihan.
Jika mendekati Guzi,
menjadi musuh Dasheng,
akan menimbulkan bencana.
Menteri.
Dasheng lenyapkan keluarga Duan,
aku tak punya jalan lain.
Jika Menteri bisa selamatkan nyawaku,
bantu aku berdamai dengan orang Guzi,
syarat terserah padamu.
Lagi pula,
Kaisar Dasheng tak kompeten,
pejabat kuat memimpin.
Persaingan internal saja sudah rumit,
tak perlu khawatir.
Setelah orang Guzi mendapat lukisan Shanhe,
akan mudah menyerang balik selatan.
Nantinya,
jangankan mutiara Qing,
bahkan seluruh Li Du,
akan jadi wilayah Chiyansha.
Membicarakan imbalan,
Menteri kenalkan lukisanku,
jadi yang pertama?
Pangeran Duan pintar berbisnis.
Besok,
akan kuberitahu hal ini pada Kaisar.
Aku,
berterima kasih pada Menteri.
Aku punya rumah di kota.
Pangeran Duan boleh tinggal di sana.
Jika ada informasi akan kuberitahu.
Tabib Kou,
tampilan ini pasti dipercaya.
Perjalanan selama sebulan yang sulit,
perjalanan menyusahkan.
Kami sudah lama tak dikenali,
ceroboh pada tampilan.
Tapi Saudara Kou masih sama,
apakah ada trik?
Sepertinya Saudara Kou tak mau mengajariku.
Aku penasaran,
bagaimana Saudara Kou menjaga penampilan.
Jadi aku meramal,
tebak apa yang dikatakan?
Dia bilang hati yang baik,
tak bermuka dua.
Tunduk.
Hari ini berlakukan aturan!
Semua barang hanya boleh masuk, tak boleh keluar!
Periksa!
Tak boleh, tak bisa keluar lagi.
Datang beberapa hari lagi.
Cepat pulang.
Tak bisa.
Datang beberapa hari lagi.
Tak bisa.
Pulanglah.
Kumohon Tuan.
Pulanglah.
Saudara Kou.
Ramalan bilang,
kau hebat, berhati lembut.
Sayangnya banyak berpikir,
pendiam, keras kepala.
Jika tak keberatan padaku,
bisa banyak bicara padaku.
Aku sangat memahami kekhawatiran orang.
=Chiyansha, Lapangan Jam Air=
Saudara Kou.
Lihat bunga itu, indah.
Pasti bagus jika kau pakai.
Mau coba?
Guru.
Fei Kou'er pria, kenapa pakai bunga?
Banyak orang,
cepat pergi.
Pantas.
Murid bodoh.
Jual bunga.
Tuan beli bunga.
Memang bagus,
sayangnya tak tahu berikan pada siapa.
Tuan bisa menunggu Nyonya Xue Ji,
berikan bunga padanya.
Nyonya Xue Ji adalah wanita cantik.
Siapa Nyonya Xue Ji?
Dia wanita cantik nomor satu di Chiyansha.
Bahkan Kaisar menyukainya.
Sayangnya belakangan ini terjadi masalah.
Hari ini mau berdoa di tebing Moni.
Apa yang terjadi pada Nyonya Xue Ji?
Tak tahu.
Nenek tak memberitahuku.
Nyonya Xue Ji datang.
=Xue Ji, Permaisuri Chiyansha=
Yang Mulia.
=Sudah sampai Chiyansha=
Sudah tahu.
Di sini tak seperti di pusat.
Semuanya hati-hati.
Ada berapa tamu?
Sebelah sini.
Ayo silakan.
Silakan.
Makan atau menginap?
Menginap.
Empat kamar.
Perak dibayar Nyonya Shao.
Nyonya Shao,
aku mau jalan-jalan,
pergi dulu.
Empat kamar.
Jika tak ada urusan jangan ganggu.
Baiklah.
Changge,
aku keluar sebentar,
kau temani tabib.
Tamu mau pesan apa?
Bisnismu sangat bagus.
Setelah melihat bos, aku tahu alasannya.
Tuan pandai bercanda.
Bos.
Hitungan ini salah.
Benar.
Tuan juga pengusaha?
Aku tabib.
Penjualan kecil,
biasanya dihitung detail.
Bagus sekali.
Aku pusing menghitungnya,
mau cari orang untuk bantu.
Diundang wanita cantik, tak bisa kutolak.
Tuan mengerti tulisan Chiyansha,
apa sebelumnya pernah datang?
Saat kecil pernah.
Pantas saja.
Aku kenal semua orang pusat yang ke sini.
Tapi tak pernah ada orang seperti Tuan.
Ada apa?
Lelaki sejati lahir ke dunia,
harus baca buku bijak,
menjadi mulia.
Guru menyuruhku mengikutimu.
Hari ini,
aku harus mengataimu dengan baik.
Jangan hanya belajar Fei Kou'er yang suka bermain.
Lihat apa yang dilakukan dua pendekar?
Mereka lakukan hal penting.
Anda?
Apa yang Anda lakukan?
Makan kismis.
Mau?
Apa enak?
Coba saja.
Sudah tahu jelas masalah aturan?
- Bicarakan di kamar. - Baik.
Kata pengusaha lokal, Chiyansha dan Guzi mau baikan.
Guzi tak pernah berurusan dengan kita.
Nantinya pengusaha pusat,
pasti akan sedih.
Pangeran pusat,
di saat seperti ini malah datang ke Chiyansha.
Jika tak ada persekongkolan.
Aku tak percaya.
Pria busuk, tidak beres.
Makan sayurmu.
Wanita Chiyansha halus.
Dibanding wanita cantik di pusat,
sedikit berbeda.
Tuan,
belakangan ini aku mengambil pelayan,
kebetulan kubawa,
bagaimana jika kuperlihatkan?
Boleh!
Aqing!
Ke sini!
Ke sini!
Sini.
Anak ini,
di pusat,
hanya barang kelas rendah.
Wanita cantik ini sangat...
Tuan.
Jika kalian suka,
lain kali kubawa barang kelas atas
untuk kalian nikmati, bagaimana?
Aqing,
pulang beritahu ketua,
tuanmu akan pulang setelah minum arak.
Pergi.
Anak ini,
memang keras kepala.
Ayo kedua Tuan.
Ayo.
Minum.
Ayo.
Minum, ayo.
Minum.
Adik,
baik hati memperingatimu.
Menteri demi melindungi
pangeran pusat kalian,
mulai memeriksa tim pengusaha pusat.
Kusarankan jangan buru-buru.
Setelah yang marga Duan pergi,
kakak akan membantumu mengurus masalah penjualan ini.
Ayo, minum lagi.
-Ayo. -Mari.
=Nyonya Xie, Tiga Iblis=
=Chou Nu'er, Tiga Iblis=
=Gui Tongzi, Tiga Iblis=
Berapa tamu?
Ayo silakan.
Berapa tamu?
Makan atau menginap?
Bos mau bawa aku ke mana?
Kau akan tahu nanti.
Orang istana Zhengyang,
masuk kamar orang lain tanpa ijin?
Hal penting di depan.
Kenapa kau malah minum arak?
Pendekar jangan lupa, aku pencuri.
Sudahlah.
Hal penting mendesak.
Kita kumpulkan dulu
berita yang kita dengar siang tadi.
Jika beritanya tak salah,
besok malam,
utusan Guzi tiba di Chiyansha.
Mulai besok, seluruh kota diawasi.
Semua orang pusat di Chiyansha,
akan diperiksa ketat.
Bagianmu?
Duan Yan bergabung dengan Menteri Chiyansha, Luo Muye.
Begitu Duan Yan sampai Chiyansha.
Dia dipersilakan Luo Muye tinggal di rumah pribadinya.
Juga dijaga ketat.
Ini berarti lukisan Shanhe,
mungkin ada pada mereka.
Orang Guzi menjadi tim,
bertindak kejam.
Jika kita mau mengambil lukisan Shanhe dari mereka,
kemungkinan menang kecil.
Sepertinya kita harus segera bergerak,
dapatkan lukisan Shanhe sebelum mereka tiba.
Kau tenang saja.
Sebelum kau periksa jelas,
peta kediaman Duan Yan,
aku dan Changge tak akan bertindak sembarangan.
Lebih baik kau cepat sadar,
segera ke kediaman Duan Yan,
bersiap untuk mencuri lukisan.
Aku bisa menemanimu.
Tak perlu.
Aku tak perlu bantuan.
Ini masalah besar,
kau harus mendengar senior.
Cerewet.
Jangan bicara pada orang mabuk.
=Chiyansha, Kediaman Duan Yan=
Di sini ada prajurit yang menjaga,
tak mungkin dekati kamar saat siang.
Besok harus mengunjungi Menteri,
tuan istirahatlah.
Istirahatlah.
Gula bayberry.
Kau...
Ayo.
Bertaruh!
Buka!
Buka!
Tetapkan taruhan!
Chiyansha tak hanya ramai saat siang,
kehidupan malam juga berlimpah.
Benar.
Malam baru namanya kehidupan.
Mari.
Silakan duduk, Tuan.
Oh iya.
Tadi siang jalanan sangat ramai,
apa yang terjadi?
Nyonya Xue Ji keluar,
tentu saja semuanya mau lihat.
Kenapa hari ini Nyonya Xue Ji keluar?
Pangeran kecil menderita penyakit aneh,
terus pingsan.
Jadi setiap musim baik,
nyonya selalu berdoa di tebing Moni.
Mari, Tuan.
Silakan.
Cukup serius juga.
Kudengar pejabat tinggi di sini,
hormat pada nyonya ini.
Tentu saja.
Nyonya Xue Ji ini kesayangan kaisar.
Jika Chiyansha,
tidak ada senyuman Nyonya Xue Ji,
maka seperti dunia tanpa matahari.
Semua orang baik padanya,
terutama,
Menteri Luo Xiangye yang serakah.
Kalau begitu,
jika bisa bertemu Nyonya Xue Ji,
aku bersedia lakukan apa pun.
Tuan sangat lucu.
Jangankan kau,
bahkan jika pangeran ingin menemuinya,
juga tak bisa.
Aku tabib, bisa sembuhkan penyakit.
Pangeran bisa apa?
Dia punya apa untuk hibur Nyonya Xue Ji?
Bawahannya sering ke sini,
mencari info barang berharga dengan pengusaha,
untuk membuat Nyonya Xue Ji senang.
Tapi orang pusat sangat lucu.
Barang bagus,
tak mudah ditemui.
Orang Guzi akan datang,
seluruh kota diperiksa ketat.
Pengusaha pusat yang kaya
sudah kabur semua.
Sini Tuan.
Cicipi cemilan daerah barat kami.
Kudengar,
menteri kalian ada hubungannya dengan ini?
Menteri kami,
kasihan melihat pangeran.
Jadi menyuruh nyonya memujinya di depan kaisar,
membantunya membuka jalan.
Tuan kelihatan senang.
Ayo, pergi main judi.
Tabib belum kembali?
Pergi berjudi.
Bagaimana penyelidikan kalian?
Besok siang,
Duan Yan meninggalkan kediaman
menemui Luo Muye.
Ini kesempatan satu-satunya.
Lukisan Shanhe di kediaman Duan Yan?
Benar.
Tapi prajurit menjaga kamar,
tak bisa masuk sendirian.
Jadi besok...
Besok kalian tak perlu pergi,
aku saja.
Kenapa kau begitu lagi?
Tunggu di penginapan, siapkan kereta kuda.
Tak bisa.
Kita harus mencuri lukisan ini bersama.
Kediaman Duan dijaga ketat,
seseorang tak bisa ambil lukisan itu.
Aku tak pernah gagal.
Hari itu di kediaman Xiao Zong juga tak gagal?
Jika semua akademi tahu bisnismu dengan Wen Siyuan,
tak tahu bagaimana pemikiran mereka.
Tidak apa jika Nona Shen tak percaya,
malah mengancamku?
Hal ini memang bahaya,
senior lepaskan aturan berkerja sama denganmu,
masih cerewet apa?
Kedua pendekar mau mengantar nyawa,
aku tak akan menghalangi.
Tapi tiga penjaga Duan Yan,
bukan orang biasa.
Aku adalah pencuri, nyawaku tak berharga.
Kedua pendekar dari akademi ternama,
jika mati dibunuh iblis,
sungguh disayangkan.
Siapa tiga penjaga yang kau maksud?
Apa kalian,
pernah mendengar nama tiga iblis?
Tiga iblis ini,
awalnya berada di wilayah Xue,
di luar namanya terkenal jahat.
Duan Yan menyewanya dengan uang.
Bela diri tiga iblis hebat.
Gui Tongzi lebih hebat lagi,
Pernah membantai keluarga He Xicui sendirian.
Kedua pendekar tak takut,
aku yang takut.
Sudah tahu.
Katakan rencanamu.
Dengan bela diri tiga iblis,
jika mereka muncul bersama,
kita bukan lawan mereka.
Jadi harus buat mereka berpisah,
agar bisa dapat lukisan Shanhe.
Besok Duan Yan akan mengunjungi Luo Muye,
tiga iblis pasti akan menjaganya.
Mungkin satu dari mereka yang menjaga kediaman Duan.
Kalian lihat,
kediaman Duan dan Luo Muye berjarak sepuluh mil.
Datang dan pergi,
perlu sepuluh menit.
Kediaman Duan dijaga ketat.
Kamar pencuri Duan di tengah,
tak bisa memanjat dinding.
Aku akan menyamar jadi pelayan, masuk dengan panjat dinding.
Paling cepat, juga perlu waktu lima menit.
Tak tahu lukisan Shanhe disembunyikan di mana.
Tapi lukisan pasti disembunyikan di tempat terkunci.
Membuka kunci,
perlu dua menit lebih.
Begitu mencuri berhasil,
keluar dari zona aman,
perlu dua menit lebih.
Perkiraan sepuluh menit.
Duan Yan mengunjugi Luo Muye,
tak mungkin langsung pulang, 'kan?
Jadi kita punya kesempatan.
Tapi ada kemungkinan.
Katakan,
aku dan Changge harus buat apa?
Ayo bertaruh!
Bertaruh!
Bertaruh kecil!
Baik, bertaruh kecil!
Bertaruh kecil, menang kecil.
Kecil!
Kecil!
Tetapkan taruhan!
Aku bertaruh pola dadu urutan.
Tak percaya!
Tak mungkin semudah itu!
Benar!
Aku yang buka.
Kau siapa?
Anak nakal, kau siapa?
Benar, kau siapa? Kau siapa?
Atas dasar apa?
Siapa kau?
Anak nakal dari mana?
Kau mengerti aturan?
Bos.
Ini saudaraku.
Karena saudara Tuan,
jangan permalukan dia.
Benar-benar Hunjianglong. (Pola dadu urutan)
Bagus, bagus.
Benar-benar Hunjianglong. (Pola dadu urutan)
Mari, mari.
Semuanya jangan merusak suasana.
Lanjutkan.
Bertaruh denganku.
Bertaruh minum arak?
Besar atau kecil?
Kecil.
Besar atau kecil?
Besar.
Siapa kau?
Zuo Qingci.
Apa hubunganmu dengan Wen Siyuan?
Dia hanya majikanku.
Tak mungkin tanpa alasan suruh aku lindungi tabib.
Aku tak tahu soal itu.
Aku hanya pengusaha.
Empat angka satu.
Langit penuh bintang. (Pola dadu kembar satu)
Apa kau tahu,
di tempatku ini disebut apa?
Pintu belakang.
Berapa yang diberikan Wen Siyuan?
Konyol.
Kau pakai jarum kualitas tinggi.
Jarang ada yang bisa memberi resep obat.
Tak mungkin hanya 200 perak.
Kau peduli sekali padaku.
Apa mungkin kau...
Simpan tipu muslihatmu.
Keluar gerbang besok,
kutunggu 10 mil dari gerbang Kota Xi.
Kami tak sempat mengurusmu.
Kalian sudah mau bertindak?
Jangan buru-buru.
Aku belum lihat kecantikan Nyonya Xue Ji.
Saat melihat merpati,
ingat,
aku sedang menunggumu.
Kecil!
Yang kecil!
Aku besar!
Tetapkan taruhan!
- Kecil! - Besar!
Kecil!
Buka!
Guru, kau taruhan dengan pencuri?
Biaya perjalanan pulang kita masih aman, 'kan?
Besok, lakukan sesuatu untukku.
Kediaman Duan Yan dan lapangan jam air
terpisah oleh satu jalan.
Besok Pendekar Shen parkir kereta di pinggir pasar lapangan jam air.
Isi kereta adalah baju.
Masukkan baju kita bertiga ke sana.
Ingat, jangan tinggalkan kereta kuda.
Ini tempat kita bubar.
Sangat penting.
Jangan ada kesalahan.
=Jam 9:45 Pagi=
Bos, pesan segelas teh.
Baik, sebentar.
Aku awasi gerbang kediaman Duan Yan.
Begitu Duan Yan pergi,
aku beraksi.
Tapi tiga iblis yang berjaga
mungkin menugaskan banyak penjaga di dalam.
Pendekar Yin bantu aku masuk dari barat.
Lalu sembunyi di atap utara,
mengalihkan penjaga.
Apa pun yang terjadi, jangan keluar.
Aku bisa atasi sendiri.
Jika lancar, aku akan kembali ke kereta
setengah jam setelah tengah hari.
Ingat.
Kita hanya punya sepuluh menit.
Setelah sepuluh menit,
kalian berdua bubar,
jangan khawatirkan aku.
Hari itu di kediaman Xiao Zong juga tak gagal?
Dia tidak menyangkal mencuri pisau Guihong.
Apa dia ada hubungan dengan Shang Wan?
Jika lukisan Shanhe di tangannya...
Serahkan uang yang kau curi dariku tadi!
Siapa yang curi uangmu?
Masih berani membantah?
Di mana uangnya? Cepat kembalikan!
Mau kami membuatmu ingat?
Lepaskan.
Kau bajingan pembuat masalah.
Lihat sikapmu pada orang tua.
Kalian jangan sembarangan.
Mana uangnya?
Jangan omong kosong!
Sudah kubilang tak ada.
Masih berpura-pura?
Perlu bantuan kami mengingatkanmu?
- Mana uangnya? - Kembalikan!
Cepat kembalikan!
- Tak mau hidup lagi, ya? - Cepat!
Jangan omong kosong.
Sudah kubilang tak ada.
Cepat!
Diam.
Berapa?
Tak banyak.
Lima Tael.
Ambil ini.
Anak nakal, awas kau!
Para saudara,
ayo minum arak!
=Zhu Yan= Kenapa kau beri mereka uang?
Aku tak mencuri.
Ini aku.
Kenapa kau datang?
Aku curiga dia orang Shang Wan.
Untuk keamanan,
lukisan kita ambil sendiri.
Harus berhati-hati, jangan sampai terjebak.
Jika lukisan ada di tangan mereka,
kita tak punya kesempatan ambil kembali.
Tapi...
Tak ada tapi.
Dengarkan aku.
Kau lindungi aku.
Ayo.
Apa yang kau lakukan?
Tunggu di sini.
Kuambil kembali uangmu.
Pergi.
- Kau... - Pergilah.
Senior.
Tunggu aku di kereta kuda.
Siapa?
Apa yang terjadi?
Menjawab Nyonya, ada suara tadi.
Ayo lihat.
Menteri.
Sudah pernah kubilang,
menyuruhmu cepat berikan hadiah besar.
Xue Ji tersenyum,
semuanya mudah diatur.
Sudah berapa lama kau sampai?
Sepertinya kau tak mendapat harta karun apa pun.
Mohon Menteri berikan waktu lagi,
aku pasti menyelesaikannya.
Baguslah jika tahu.
Jangan buang waktu di sini,
cepat cari harta karun.
Hari ini tubuhku lemah,
maaf tak bisa lama.
Aku permisi.
Ada yang keracunan.
=Mendekati jam 12:15=
Ini tempat kita bubar.
Sangat penting,
tak boleh ada kelalaian.
Ingat,
kita hanya punya sepuluh menit.
Saat melihat merpati,
harus ingat,
aku sedang menunggumu.
=Jam 12:15=
Ada banyak istri dan selir di rumah.
Hanya ada satu istri.
Kau ini takut istri.
Berhenti.
Tunggu aku sebentar.
Sini!
Katakan!
Apa kau gila?
Kecilkan suaramu.
Apa kau gila?
Kecilkan suaramu!
Kecilkan bagaimana?
Tabib bilang,
aku...
Apa kau gila?
Aku takut istri!
Takut istri!
Hati-hati kubunuh kau!
Ikuti aku!
Ikuti aku!
Tak tahan jika tak memukulmu!
Hari ini aku harus marah!
Kau berani marah?
Ayo!
Jalan dihalangi,
kita harus berputar sedikit.
Tinggalkan kereta, naik kuda.
Takut istri!
Memalukan!
Jangan keluar lagi!
♪ Menanti musim dingin ♪
♪ Sedalam apa pun hanyalah mimpi ♪
♪ Semenarik apa pun tak melebihimu ♪
♪ Bibir saling menyentuh ♪
♪ Mampir ke atap rumahku ♪
♪ Tolong muncul di hadapanku ♪
♪ Sampaikan pesanku ♪
♪ Angin yang bersiul ♪
♪ Terlalu memahamimu ♪
♪ Hingga meninggalkan kenangan ♪
♪ Satu perkataan menjadi ♪
♪ Sebuah dinding ♪
♪ Meninggalkan rahasia ♪
♪ Sembilan keinginanku ♪
♪ Tak kuceritakan semuanya padamu ♪
♪ Gunung tak berbentuk ♪
♪ Jangan halangi irama musik ♪
♪ Tangisan sepanjang malam ♪
♪ Dalam gelap ♪
♪ Berharap amarah ini ♪
♪ Tak membangunkanku ♪
♪ Menantikan akhir yang makmur ♪
♪ Meninggalkan lentera kertas ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.