Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
- Cut. - Matikan! Matikan semuanya!
Astaga.
Muntahkan, Jae-hyuk.
Ada stroberi di kuenya. Kau sudah menelannya?
- Apa dia alergi? - Ya, dia alergi stroberi.
Kau membawa obatnya. Di mana?
Jika ada obat alergi, dia harus meminumnya sekarang.
Di mana?
- Tasnya... - Di mana?
Di mana?
Tasnya. Ambil tasnya.
Pak Jung, jangan panik. Bernapaslah.
Teruslah bernapas.
Teruslah bernapas.
- Baik. Berikan kepadaku. - Air?
- Di sini. - Astaga.
Minumlah. Minum airnya.
Bagaimana kondisimu?
Kau langsung membaik setelah minum pil tempo hari.
Kau baik-baik saja?
Aku masih merasa dia harus ke rumah sakit.
- Tunggu. - Apa kau bodoh?
Kenapa tidak melihat makananmu?
Sepertinya ini pernah terjadi.
Apa dia memakannya sebanyak waktu itu?
Ya, dia makan sepotong kecil stroberi dalam es serut.
Kondisinya membaik 30 menit kemudian.
Mari kita awasi dia. Tapi dia harus ke rumah sakit.
Bisakah kalian membantuku?
- Ya, kau harus membantu. - Aku?
- Berdiri, Pak Jung. - Baiklah.
- Hei. - Berdirilah.
Teruslah bernapas. Kau baik-baik saja?
- Bantu aku. - Tunggu. Berikan tasnya.
Terima kasih.
Biar kubantu. Hati-hati dengan kakimu.
Tunggu, Pak Jung.
Kau menjatuhkan ini.
Itu pasti terjatuh dari tas.
Cepat pergi. Telepon aku di rumah sakit.
Baiklah. Kami akan pergi. Aku akan meneleponmu.
Terima kasih atas bantuanmu hari ini.
Tentu.
Aku akan meneleponmu, Nona Jin.
Produser Woo, ikutlah denganku.
Baiklah.
Kau tahu kau amat mengacau, bukan?
Kenapa kau gagal memeriksa ini?
Maaf saja tidak cukup!
- Produser Woo. - Apa?
Baik, Bu.
Kenapa kau membawa kue stroberi untuk acara hari ini?
Kau bahkan tahu dia alergi stroberi.
Benar. Aku benar-benar lupa.
Kau beruntung dia minum obat dan ada dokter.
Kau tahu ini bisa menjadi bencana yang lebih besar?
Aku tahu.
Bagaimana kau akan memperbaiki ini?
Aku akan bertanggung jawab dan menangani acaranya.
Maafkan aku.
Hei, bukan itu yang penting sekarang.
Bagaimana dengan Jung Jae-hyuk dan Kim Hae-kyong?
Kau melihat wajah dokter Kim saat dia melihat foto itu tadi?
Lebih menakutkan melihat wajahnya daripada melihat Jae-hyuk pingsan.
Aku sudah bicara dengan Jae-hyuk.
Dia akan kembali ke Amerika setelah acara ini.
Benarkah? Dia akan kembali?
Ya.
Astaga, terserahlah.
Melihat kalian berempat membuatku sangat gelisah. Aku tidak tahan.
Bagaimanapun, kau harus meminta maaf kepada pemirsa.
Mari tunda acaranya sekarang.
- Baiklah. - Pergilah.
Enyahlah, Berengsek.
Jangan minum susu stroberi.
Astaga.
Aku tidak naik mobil kemari. Antarkan aku.
Produser Woo tampak seperti orang yang berbeda tadi.
Kudengar mereka lama berpacaran.
Seperti sudah menikah sepuluh tahun.
No-eul.
Aku sudah tahu hubungan mereka di masa lalu.
Jangan pakai itu untuk melawannya.
Aku tidak peduli.
Benarkah?
Aku senang kau tidak peduli soal itu.
Aku pasti akan sedih jika kau marah setelah melihat
bagaimana dia mengurus Pak Jung.
Entah kenapa aku harus mendengar hal seperti itu darimu.
Jangan pernah membuatku cemburu dengan hubungan mereka lagi
kecuali kau ingin melihatku sangat marah.
Jika kau tidak mau mengantarku, katakan saja.
[ Hae-kyong ]
[ Hae-kyong ]
[ Do-hee ]
Kau baik-baik saja? Apa dia memarahimu habis-habisan?
Ya, sungguh.
Aku mungkin bisa dipecat karena ini.
Lantas, kau bisa lebih sering bersamaku.
Kalau begitu, apa aku harus mengundurkan diri?
[ Pelan-pelan. ]
Satu masalah saja sehari.
Telepon aku setelah selesai. Ayo makan malam.
Baik. Akan cepat kubereskan pekerjaanku dan meneleponmu.
Baiklah.
[ Jung Jae-hyuk dahulu adalah pasienku. ]
[ Dia mengalami kekurangan kasih sayang yang parah di masa kecilnya, ]
[ yang membuatnya sangat manja dan obsesif. ]
[ Dia terutama sangat terobsesi dengan... ]
[ Miliki Hatiku ]
[ Miliki Hatiku ]
[ Miliki Hatiku ]
[ - Cut. - Matikan! Matikan semuanya! ]
Astaga. Lihat itu.
Hei, ini aku.
[ Rumah Sakit ]
[ Hai, Bu. ]
Ya. Baiklah.
Baiklah. Terima kasih. Sampai jumpa.
Maafkan aku. Aku ditelepon.
Kau yakin tidak perlu ke rumah sakit?
Nona Nam ingin kau diperiksa menyeluruh.
Astaga, aku baik-baik saja sekarang.
Ini hanya reaksi alergi.
Aku akan sembuh setelah minum pilnya.
Dan Do-hee merawatku dengan baik. Jadi, aku baik-baik saja.
Nona Nam akan memarahi kami.
Lantas, bagaimana jika kutelepon Nona Nam? Apa itu tidak apa-apa?
Benarkah?
Aku akan pergi sekarang. Aku harus pergi ke suatu tempat.
Baiklah.
- Dah. - Dah. Terima kasih.
Dah.
Dia sungguh baik-baik saja?
Dia tampak baik-baik saja.
Hei, kurasa hubungan Produser Woo dan Reporter Jung cukup serius.
Tidak, kurasa mereka sudah tidak berpacaran.
Tidak.
Hei, kurasa ini bukan akhir bagi mereka.
Kau tidak paham?
[ Hubungan tidak pernah benar-benar berakhir. ]
Kenapa ini rumit sekali?
Aku sangat terkejut saat menonton acara itu.
Jadi, mungkin saja ada kecelakaan besar.
Tapi Produser Woo mengetahuinya dengan cepat dan mencegahnya.
Entahlah.
Apa maksudmu?
Dia bisa saja mati.
Ini kemenangan bagi Pak Jung.
Kemenangan?
Semacam itu.
Dokter Kim, beberapa pasien tidak tahu ini hari liburmu,
jadi, aku menjadwalkan mereka untuk besok atau lusa.
Dan ini berita yang paling penting.
Kita mendapat balasan
dari biro jodoh internasional Kim Jin-seob.
Mereka bilang tidak bisa memberikan nomor telepon wanita itu.
Tapi jika ada yang ingin kau sampaikan,
kau bisa melakukannya lewat agensi.
Tapi apa rencanamu?
Begini,
aku ingin memberi tahu wanita itu tentang kondisi Pak Kim
agar dia bisa memutuskan sendiri.
[ Psikiater Kim Hae-kyong ]
Mereka tidak mau menjodohkannya dengan riwayat penyakit mentalnya.
Bisa dipahami jika agensi itu mundur karena mereka bertanggung jawab.
Tapi aku penasaran bagaimana perasaan wanita itu soal ini.
Jika mereka saling menyukai,
wanita itu mungkin bersedia memahaminya dan mencari cara bersama.
Itu yang kupikirkan.
Dokter Kim, menurutku, kekuatan cinta sungguh luar biasa.
- Apa? - Astaga.
Itu luar biasa.
Astaga.
[ Aku hampir selesai bekerja. Kau di klinikmu? ]
[ Aku akan menjemputmu. ]
[ Tidak, aku akan pergi ke klinikmu. ]
[ Produser Woo tampak seperti orang yang berbeda tadi. ]
[ Kudengar mereka berkencan bertahun-tahun. Seperti menikah sepuluh tahun. ]
[ - Ya, Dokter Kim. ] - Pulanglah.
[ Apa? Sifku belum selesai. ]
Kau mau bekerja lembur?
Dia cepat dan gesit.
[ Restoran Tiongkok Heehee ]
Baiklah.
- Dah. Baik. - Selamat menikmati.
Kau yakin ini akan cukup?
Tiba-tiba aku ingin jjajangmyeon.
Ada restoran enak di dekat sini.
Kau harus membuat jjajangmyeon-mu diantar.
Dengan begitu, rasanya autentik.
Sering beli makanan pesan antar?
Ya.
Aku makan makanan pesan antar selama tiga atau empat hari sepekan.
Sesering itu?
Aku tahu ini mudah,
tapi meski itu makanan sederhana, kau harus mencoba memasak...
Ibuku tidak memarahiku soal caraku makan lagi.
Dan kurasa kau tidak tahu ini.
Zaman sekarang, kau bisa memesan semua diantar.
Kau bisa memesan daging babi panggang dan memakannya sendiri.
Bagaimana mereka mengantarkanmu daging babi panggang?
Astaga. Kau dalam masalah besar.
Kau sepertinya tidak paham dunia yang kau tinggali.
Ini. Makanlah perlahan.
Omong-omong,
apa kau sadar
kau belum menatapku sejak masuk?
Kau selalu curang.
Dasar psikiater. Bagaimana kau bisa menyadari semuanya?
Aku bahkan akan menyadarinya meski bukan dokter.
Semua terlihat di wajahmu.
Aku tahu kau tidak tahu harus bagaimana.
- Tadi, aku... - Tadi,
kau bekerja dengan baik.
Kau mengurusnya dia dengan baik sehingga itu tidak parah.
Kau jauh lebih baik dariku, yang seorang dokter.
Bagus.
Jadi, jangan khawatir dan nikmati makananmu.
Terima kasih.
Tapi lain kali saat kau terkejut dan bingung karena insiden,
aku ingin kau hanya memegang tanganku.
Aku tidak memegang tangannya.
Jika itu yang kau katakan,
aku akan menerimanya.
Ini. Buka yang lebar.
Enak, bukan?
Bu, aku sangat merindukan semur kimchi-mu.
Enak sekali.
Datanglah sesekali dan makan di sini. Jangan makan sendirian.
Baiklah.
Jadi, kau dan Do-hee memutuskan untuk bekerja sama?
Ya.
Bagaimana dengan wanita itu?
Namanya Jin No-eul atau Sin No-eul?
Kau dekat dengannya?
Tidak, kami bertemu kali pertama untuk acara ini.
Begitu rupanya. Begitukah? Astaga.
Dia tampak sangat kurus dan lemah.
- Bu. - Ya?
Aku sungguh minta maaf membahas ini saat makan.
Do-hee tetap segalanya yang kuinginkan.
Tapi kurasa Do-hee benar-benar sudah muak denganku.
Jadi, aku juga berusaha melupakannya.
Kenapa kau melakukan itu?
Aku sangat mengenalnya.
Lihat bagaimana dia berlari ke arahmu saat kau makan kuenya.
Hanya saja dia belum mengatasi kemarahannya.
Aku hanya ingin melakukan apa yang Do-hee inginkan.
Baiklah. Kau harus makan yang banyak, ya?
- Baiklah. - Ini. Ini dia.
- Itu terlalu banyak. - Makanlah yang banyak. Ini.
[iQIYI Ver] MBC E21 'Dinner Mate' -โฅ Ruo Xi โฅ- Synced with Subcake Android
Jika kau tidak nyaman dengan acara ini, aku akan berhenti.
Aku harus bertanggung jawab atas acara ini sebagai produser,
tapi aku juga harus bertanggung jawab atas hubungan kita.
Ini tidak nyaman,
tapi aku tidak mau kau melepaskan acaramu dan hal lain demi aku.
Aku akan berusaha menahannya.
Kau agak keren.
Kau baru tahu?
Sudah lama sekali.
Astaga. Seharusnya aku tidak berlagak keren di depannya.
Seharusnya aku melarang dia melanjutkan acara itu.
[ Kau menjatuhkan ini. ]
Itu pasti terjatuh dari tas.
Bedebah itu, Jung Jae-hyuk. Kenapa dia membawa fotonya?
Menyebalkan sekali.
Yang benar saja. Kenapa dia membawa fotonya?
Sial.
Do-hee...
Pak.
[ Astaga, kau membuat banyak kemajuan. ]
Kurasa kami bisa mengurangi obatmu.
Benarkah? Terima kasih.
Ini semua berkat kau.
Tidak sama sekali.
Kurasa ini semua berkat pacarmu.
Astaga.
Kau akan kembali selamanya?
Para gelandangan tidak menetap di satu tempat selamanya.
Ada banyak hal yang terjadi.
Tapi aku merasa jauh lebih baik melihatmu.
Mari minum bir malam ini.
Aku agak sibuk.
Pergi berkencan?
Tidak. Bukan begitu.
Omong-omong, aku dalam perjalanan ke kantor. Sampai nanti.
Sampai jumpa.
Nona Nam.
- Do-hee. - Ya?
Kau tahu apa yang kualami sejak kita mulai
dari basemen sampai tempat kita sekarang, bukan?
Tentu saja.
Karena kau tahu, soal "Miliki Hatiku"...
Kita tidak akan membatalkan acara itu untuk sementara.
[ Iklan produk? ]
Ya. Iklan produk.
Akhirnya kita mendapat tawaran.
- Astaga. - Asyik!
Aku belum pernah melakukannya.
- Aku juga. - Ini bagus.
Menciptakan kehebohan bisa jadi sejauh ini.
Tapi
menurutmu itu tidak apa-apa?
Kita mengunggah permintaan maaf
dan buat episode spesial untuk yang berikutnya.
Mau mengundurkan diri saja?
Aku akan melakukan yang terbaik.
Omong-omong, apa produknya?
Sesuatu seperti ginseng merah, kosmetik, atau mobil sport?
Sebuah sanggraloka dan lapangan permainan penyintasan.
Ayo pergi dan rekam vlog lokakarya.
Mari tunjukkan kerja sama tim hebat di balik "Miliki Hatiku".
Lebih baik menunjukkan kemampuanmu saat kau dikritik.
Nona Nam, kita tidak akan bekerja
dan menyunting video bahkan selama lokakarya, bukan?
Lokakarya.
Ini tempatmu bekerja.
Ayolah.
Aku mengenalnya, bukan?
Siapa?
Tidak, aku belum pernah melihatnya.
Astaga, tapi dia punya karisma luar biasa.
Benar, bukan? Itu kekasihku.
Dia kekasihmu?
Kenapa kau kemari?
Kau mau makan malam denganku?
Aku ada janji.
Bersama Keanu.
Apa pekerjaanmu?
Aku mendengarkan kisah orang-orang
dan juga bicara dengan mereka.
Itu yang kau lakukan sekarang.
Kenapa kau datang dengan rapi?
Daun bawang?
Untuk membuatku terkesan?
Mari tinggal bersama.
Kenapa kau sangat terkejut?
Tinggal bersama tidak rumit.
Itu makan daging bersama
dan membuat bungkusan seperti sekarang.
Itu saja.
Yang ini.
Aku suka daging mereka. Astaga.
Permisi, bisa pesan sebotol soju?
Baiklah.
Terima kasih.
Biar kutuangkan.
Aku tidak bisa minum alkohol.
[ Soju ]
[ Hanya ada daging Korea. ]
Kenapa kau tidak bisa mulai tinggal denganku sekarang?
Apa yang terjadi kepadamu?
Aku tidak keberatan mengetahui setiap masa lalumu.
Aku akan tinggal bersamamu
setelah selesai mengurai ikatan
dan mendapatkan ketenangan hati.
Kita semua punya cerita dan riwayat masing-masing.
Aku juga punya banyak hal di masa laluku.
Sejarah yang rumit dan mengharukan.
Ini bukan tentang penyelesaian untuk seseorang yang dahulu kucintai.
Ini soal mengakhiri kebencianku terhadap seseorang.
Kita akan tinggal bersama nanti.
Silakan datang dengan tangan kosong.
Astaga, kau minum sebanyak apa semalam?
Kau tidak berdaya.
Aku...
CEO seharusnya tetap diam di acara seperti ini.
- Kalian bersenang-senanglah. - Apa?
CEO seharusnya mentraktir di acara seperti ini.
Nona Nam! Astaga, berapa banyak yang dia minum?
Masuk dan muntahkanlah.
Astaga, ada apa dengannya?
Omong-omong, kau yakin Dokter Kim tidak bisa ikut?
Tidak bisa, dia sangat sibuk.
Astaga.
Halo.
Apa yang terjadi? Kau bilang tidak bisa datang.
Tidak bisa kulewatkan.
Bagus. Jumlah kita ganjil dan harus genap
untuk bermain nanti.
Byung-jin ikut denganku. Byung-jin!
Astaga.
- Halo. Aku asistennya. - Halo.
- Byung-jin, kau di sini. - Ya.
Kurasa jumlah kita tetap ganjil.
Aku bisa menjadi wasit.
- Ayo masuk. - Baiklah.
Ada yang bisa kubantu?
Bagaimana kita akan membagi timnya?
Bolehkah aku menjadi wasit juga?
Kenapa dia seperti Michael Jackson?
Ayo.
- Siap? - Baik.
Ayo maju!
Ayo kalahkan mereka.
Dor!
Baik!
Ayo!
Hei! Pergilah lebih dahulu!
- Lindungi aku! - Jangan pergi.
Astaga!
Lindungi aku!
Lari!
Hei, ayo. Teman-teman!
- Lepaskan aku! - Sial!
Sial!
Lari.
- Dengar, Nona Nam datang. - Astaga, ini gila.
Ada apa dengannya? Apa yang dia makan semalam?
Hei. Satu, dua, tiga.
Kejar mereka!
Sudah kubilang, lindungi aku!
Kau saja lebih dahulu!
[ Berdiri ]
- Siapa kau? - Aku harus bagaimana?
Sembunyi! Cepat!
Tunggu.
[ Byung Jin membunuh satu orang. ]
- Di mana dokter Kim? - Dokter Kim...
Entahlah.
Di mana Dokter Kim?
Entahlah.
Aku tidak pernah jujur kepadamu,
jadi, aku tidak bisa menembakmu.
Letakkan senjatamu, So-ra.
Hatiku terlalu sakit.
Kenapa sakit?
Karena sekarang kita berdua,
aku ingin jujur.
Tunggu. Aku harus mematikan kameraku.
Tunggu sebentar.
[ So-ra membunuh satu orang. ]
Bagus!
Kenapa aku berdebar?
[ Byung-jin dan So-ra tewas. ]
- Astaga, bedebah. - Astaga.
- Sial. - Kenapa kau datang ke sini?
Aku mencari Dokter Kim.
Aku bersembunyi dengan baik.
Kemarilah, akan kulindungi.
Tidak!
Tolong aku! Cepat!
[ Jae-hyuk membunuh satu orang. ]
Aku akan membunuh kalian semua!
Astaga. Maafkan aku, Pak Jung.
[ Hae-kyong membunuh rekan setimnya. ]
Sial.
Tunggu, Do-hee. Kenapa?
[ Do-hee membunuh satu orang. ]
[ No-eul membunuh satu orang. ]
Sial.
Aku sudah mati, kau tahu?
Aku tidak akan pernah kalah.
Aku tidak mau berkelahi denganmu.
Aku juga.
[ A-yung membunuh satu orang. ]
Beraninya dia.
Bagus, Nona Nam!
Kita menang!
[ Tim Biru Menang. ]
Kenapa kau membeli banyak sekali?
Kita tidak akan pernah menang tanpamu, Nona Nam. Benar?
- Ini. Pukullah. - Di sini?
Berat sekali. Hei, ambilkan ini untukku.
Semangkanya.
Astaga, bahuku.
Dokter Kim, bisa berikan ini kepada Nona Jin di luar?
Kurasa kakinya tergores saat pertandingan.
Apakah parah?
Kurasa lebih baik dokter yang melakukannya.
Akan canggung bagiku untuk melakukannya.
- Aku tahu caranya, tapi... - Baiklah.
Kelihatannya sakit.
Kau tidak mau keluar?
Kenapa repot-repot? Mari bersiap.
Siapkan semuanya sekarang.
Hei, kau sungguh tidak akan pulang?
Sudah kubilang.
Aku tidak bisa kembali ke rumah itu kapan pun aku mau.
Kau bilang ayahmu menyuruhmu kembali.
Omong-omong, kau baik-baik saja sekarang?
Apa maksudmu?
Kau sudah melupakannya?
Kau terlihat santai.
Aku mengurusnya.
Apa itu sakit?
Kakiku sakit sekali.
Coba kulihat.
Hae-kyong.
Jika baik-baik saja, aku pergi.
Apa kau pernah mencintaiku?
Kau sungguh mencintaiku?
Ya.
Sebesar apa cintamu kepadaku?
Katakan.
Tolong katakan sebesar apa cinta Kim Hae-kyong kepadaku.
Bisakah?
No-eul.
Aku senang mendengarmu
memanggilku seperti itu.
Aku sangat mencintaimu.
Aku sangat terluka
dan sangat lama merasa sedih.
Dan
aku sudah benar-benar pulih.
Aku baik-baik saja sekarang.
Kau juga akan
baik-baik saja.
Kuharap kau bisa tinggal lebih lama.
Aku hampir tidak bisa meluangkan 10 jam hari ini.
Saat kembali, aku harus lembur setiap hari.
Maafkan aku.
Lain kali aku akan tinggal lebih lama.
Hati-hati di jalan.
Aku akan meneleponmu.
- Sampai jumpa. - Dah.
Dah.
- Kalian berpacaran, bukan? - Apa?
Maksudku kalian berdua. Kalian berpacaran, bukan?
Ya.
Sudah kuduga! Kenapa kau tidak memberitahuku?
Seharusnya aku menembakmu hari ini.
Maaf.
Tapi selamat.
Aku merasa kau menemukan jodohmu kali ini.
- Firasatku mengatakan... - Tidak.
Firasatmu tidak pernah benar.
- Kau senang? Aku iri kepadamu. - Do-hee.
Terima kasih sudah menyelamatkanku hari itu.
Aku hanya melakukan yang seharusnya.
Jika bukan karenamu,
aku bisa saja mati.
Tidak seburuk itu.
Aku serius.
Aku bisa saja mati.
Lupakan saja.
Semua itu sudah berlalu.
Ini salahku karena tidak membuang kuenya.
Maafkan aku.
Pakai ini.
Di sini dingin. Kau bisa terserang flu.
Aku baik-baik saja.
Aku akan pergi.
[ Ayo main satu ronde lagi! ]
[ Ayo! ]
[ - Ayo mulai. - Satu. ]
- Dua. - Tiga.
- Empat. - Lima.
Baiklah.
- Produser Woo, ayo. - Kau kalah.
Mari bermain permainan kesetiaan kali ini.
Kalau menyangkut kesetiaan, Produser Woo yang terbaik.
Permainan ini untuk mahasiswa.
Mahasiswa?
Siapa bilang di atas 40 tahun tidak bisa main permainan alkohol?
Ada apa? Apa ini soal meminumnya sekaligus?
- Itu mudah. - Jangan.
- Produser Woo, jangan... - Habiskan!
- Produser Woo yang terbaik! - Baik! Ayo main sekali lagi!
Mari bermain jujur atau tantangan kali ini.
Jika kau suka seseorang di sini, minumlah.
Satu, dua, tiga!
- Aku tidak. - Di mana Nona Jin?
Tampaknya dia agak sakit. Dia pergi berjalan-jalan.
- Apa? - Siapa yang kalah?
- Kalau begitu... - Bukankah kau yang kalah?
- Kurasa begitu. - Nona Nam.
- Nona Nam, minumlah. - Bagus.
- Baiklah. - Ada apa dengan tangannya?
Jangan mengecewakan kami, Nona Nam.
- Ya? - Nona Nam, kau harus minum.
- Jae-hyuk. - Ya?
- Tolong aku. [ - Jangan minum. ]
[ Hae-kyong ]
Luar biasa.
- Apa dia melihatku di suatu tempat? - Dia minum dengan cepat!
Kau baik-baik saja?
Ayolah. Kau mau ke mana?
- Mari bermain lagi. - Tidak ada waktu istirahat.
Tidak ada waktu istirahat.
[ - Baik, Pak. ] - Apa yang kau lakukan?
- Kenapa kau tidak memberiku? - Aku akan berhenti minum sekarang.
- Baiklah. - Astaga!
Nona Nam, hentikan.
- Kau seharusnya membantuku. - Untuk apa?
- Minta So-ra menyuapimu. - Aku juga mau.
[ - Aku akan memeriksanya nanti. ] - Kenapa diambil dengan tangan?
- Astaga, lihat dia. - Mari bersulang.
Bersulang.
Bersulang.
- Minumlah sampai habis. [ - Baik. Jangan khawatir. ]
Bersulang.
- Kalian hebat. - Mari minum.
- Hei. [ - Keluar, biar kuperiksa. ]
Kau baik-baik saja?
Di mana beondaegi?
Di lemari pembeku.
Masak saja beondaegi-nya.
- Kau mau ke mana? - Kau bisa memasaknya?
- Nona Nam, kau tampak mabuk. - Aku baik-baik saja.
- Kau baik-baik saja? - Ayo.
Ayo ambil makanannya.
Bawakan beondaegi jika ada.
- Tetap di sini. - Masak saja beondaegi-nya.
Kau mau ke mana?
[iQIYI Ver] MBC E22 'Dinner Mate' -โฅ Ruo Xi โฅ- Synced with Subcake Android
Bagaimana kau bisa datang?
Mari bicara.
- Baiklah. - Ayo.
Aku mengantar Byung-jin dan kembali.
Kenapa?
Aku merasa tidak nyaman.
Kau tidak perlu menjelaskan
- yang kau lakukan dengan Nona Jin tadi. - Aku harus.
Aku ingin menjelaskan.
Aku juga tidak mau kau berduaan dengan Jung Jae-hyuk.
Membayangkannya saja membuatku marah.
Bukan karena aku tidak memercayaimu.
Aku hanya merasa seperti itu.
Jadi, aku ingin tahu setiap detail kecil tentangmu
dan menjelaskan semua tentangku.
Kalau begitu, silakan jelaskan. Aku akan mendengarkannya.
Aku mencintaimu.
Aku menyadari
bahwa aku belum mengatakan itu.
Itu hal yang norak, sulit, dan serius untuk dikatakan,
tapi hanya itu yang menjelaskan kenapa aku seperti ini sekarang.
So Do-hee,
percayalah kepadaku.
Baiklah. Aku akan percaya.
Tidak ada yang bisa berpura-pura tidak ada yang terjadi di masa lalu.
Jadi, aku akan melakukan yang terbaik
untuk memanfaatkan momen ini.
Hei.
Kau minum-minum.
Kau tidak bersamaku,
jadi, aku sedih.
Kalau begitu, kau akan kembali besok sore?
Ya.
Besok kau mau ke bioskop?
Tidak banyak film menarik untuk ditonton belakangan ini.
Mungkin tidak terlihat, tapi aku suka film klasik.
Aku punya banyak DVD film klasik di rumah.
Di rumah?
Tolong jangan salah paham. Aku tidak bermaksud seperti itu.
Kau sebaiknya pergi sekarang.
Baiklah. Aku akan pergi.
- Hati-hati di jalan. - Terima kasih.
Sampai jumpa.
Jae-hyuk.
Jae-hyuk, di mana kau?
Kita harus bicara.
[ Aku akan mendatangimu. ]
Aku tidak mau bicara.
Hei, kau tahu ini bukan salahku.
Teganya kau melakukan ini kepadaku.
[ Hei! ]
Berhenti di sana.
Kita harus bicara.
Mau makan?
Secangkir kopi?
Baiklah.
- - Tunggu sebentar.
Sangat menarik ya filmnya?
Ya.
Lebih menarik daripada ku?
Bagaimana kabarmu?
Selama beberapa tahun terakhir,
aku penasaran bagaimana aku akan berpikir saat bertemu denganmu lagi.
Aku penasaran bagaimana perasaanku
saat melihat orang yang menghancurkan hidupku
dan hidup keluargaku lagi.
Setelah bertemu denganmu,
aku merasa telah menyia-nyiakan hidupku.
Aku mengasihani diriku
karena menyia-nyiakan hidupku dengan membencimu
dan menjalani hidup yang buruk.
Jadi, aku tidak akan hidup seperti itu lagi.
Jae-hyuk.
Mari kita perbaiki.
Mari kita beri tahu orang-orang bahwa artikelmu salah.
Tolong beri tahu semua orang bahwa itu laporan palsu.
Artikel berita itu menjadikanku seorang dokter
yang membunuh pasiennya demi uang.
Keluargaku dianggap sebagai keluarga pembunuh.
Orang-orang menuding mereka dan mereka harus ke luar negeri.
Jae-hyuk, ayo perbaiki.
Kau tampil di acara TV lagi, bukan?
Tolong beri tahu semua orang
bahwa itu tidak benar.
Maaf, Pak.
Aku tidak bisa melakukan itu.
Kau tahu apa yang terjadi kepadaku.
Aku ditelantarkan oleh keluargaku dan tidak dihormati.
Aku ingin diakui...
Kau ingin diakui? Kau ingin menjaga citramu?
Itu tidak benar, Pak. Akan kulakukan semua yang kau inginkan.
Tapi bukan hal itu.
Aku tidak ingin kau melakukan hal lain.
Saat kau menyadari kau berbuat salah,
perbaiki sendiri.
Tapi jika kau tidak bisa melakukan itu,
entah apa yang akan kulakukan.
Aku tidak akan rugi apa pun.
Aku memberimu kesempatan terakhir untuk dimaafkan.
Aku sendiri kesulitan.
Tolong jangan ganggu aku.
Itu sangat menyentuh...
[ Psikiater Kim Hae-kyong ]
[ Saat kau menyadari kau berbuat salah, ]
[ perbaiki sendiri. ]
[ Tapi jika kau tidak bisa melakukan itu, ]
[ entah apa yang akan kulakukan. ]
[ Aku memberimu kesempatan terakhir untuk dimaafkan. ]
Kau sudah bangun.
Kau sudah selesai?
Ya. Kau menikmati filmnya?
Aku menyukainya.
Itu selalu menyentuh hatiku.
Ternyata kau juga suka.
Ini bukan jenis film yang kusukai. Penulis Lee Mun-jeong menyukainya.
Benar. Tentu saja.
Tipeku adalah...
Tipeku adalah...
Anggap saja kau tipe yang konservatif.
Ini saatnya aku pulang.
Benar.
- Oke. - Mari pulang
Oke.. Pulanglah dengan taksi
Aku lelah sekali.
Mari kuantar pulang.
Selamat malam. Telepon aku saat kau tiba di rumah.
Baiklah.
Ini tipeku.
[ Hae-kyong ]
Hae-kyong.
Ada apa, Do-hee?
[ Dinner Mate ]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.