All language subtitles for Orient Kyuukou Satsujin Jiken Part 1

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Karya Asli: AGATHA CHRISTIE Alur Cerita: MITANI KOKI

[Shimonoseki, 1933]

- Oh, terima kasih. - Apa yg ini?

Sungguh, kami sangat berterima kasih.

Berkat Tuan Suguro, kasus penting itu terpecahkan.

Bukan apa-apa.

Yang mulia Jenderal pun tersanjung.

Aku hanya memakai sedikit sel-sel kecil kelabu di kepalaku.

Aku tak menyangka kasus bunuh diri itu disamarkan sebagai kasus pembunuhan.

Sebuah kasus yg aneh, bukan?

Jika Tuan tanya aku, itu hanya kasus kecil.

Kenapa keretanya begitu lama?

Sepanjang berangkatnya tepat waktu, tak apa.

Apa Tuan sudah makan asinan ikan buntal?

- Tidak. - Ikan di sini cukup lezat.

Aku akan membelikannya untuk Tuan di toko. Makanlah di atas kereta.

Tidak perlu. Aku tidak terlalu suka ikan asin...

[Suguro Takeru, Detektif Swasta]

Jangan sekarang. [Suguro Takeru, Detektif Swasta]

Saat semuanya selesai. Saat semua kita dapatkan.

Maka...

Mari kita pergi. Sudah saatnya.

Aku benci laut. Hanya bau amis ikan.

Kata Nyonya, ingin melihat laut, kan?

Mari bergegas.

[Stasiun Shimonoseki]

Ya ampun.

Apa ada kesulitan, Madame?

Aku menaruh tiketku di suatu tempat. Tapi...

Selalu saja seperti ini...

Aku benci diriku sendiri...

Mungkin Anda masukkan ke dalam sesuatu?

Mungkin ini...

[Perjanjian Baru]

Ketemu!

Tampaknya Tuhan sedang menjagamu.

- Kelihatannya ada masalah. - Apa itu?

Aku membelikanmu tiket. Tapi, tampaknya semua kamar sudah habis dipesan.

Habis dipesan!?

Ini sedikit tak biasa, di tahun ini.

Apa masih ada tempat di gerbong biasa?

Apa tidak akan membuatmu lelah?

Aku sudah terbiasa bepergian dengan kereta api.

"Jalur 2..."

"Orient Express tujuan Tokyo, akan berangkat pukul 10:40 pagi."

"Mohon diingat dan jangan sampai ketinggalan kereta."

Permisi.

Permisi.

Bagaimana caranya makan ini?

Aku tidak tahu.

Apa itu asinan ikan buntal?

Itu rasanya enak saat dipanggang.

Kupikir begitu.

Kamukah itu, Tuan Suguro!

- Tuan Baku! - Lama tak berjumpa.

Sedang apa kamu di kota kami?

Aku baru saja menuntaskan tugas di Kokura, dan sekarang kembali ke Tokyo. [Baku, Eksekutif Departemen Kereta Api]

- Apa kamu naik Orient Express? - Benar.

Aku juga!

Ini akan menjadi perjalanan yg menyenangkan.

Sebenarnya aku mau bersantai sejenak di Hakata. Tapi...

...aku dipanggil mendadak.

Sebuah insiden yg agak serius telah terjadi.

Selalu saja pekerjaan dan pekerjaan ya.

Tak ada pilihan lain karena kamu detektif andal di negeri ini!

Hentikanlah itu. Mungkin keberhasilanku hanya kebetulan.

Sudah waktunya.

Hampir terlupa. Karena kamu adalah eksekutif Departemen Kereta, ada permintaan untukmu.

Aku siap melakukan apa pun untukmu, kawan.

Sebenarnya, aku tak mendapat karcis pulang dengan kamar.

Aku tak percaya. Tidak mungkin habis semua di tahun ini.

Dengan bantuanmu, mungkin bisa melakukan sesuatu?

Kami tak boleh membiarkan detektif terkenal Suguro tinggal di gerbong biasa, kan?

Serahkan saja padaku.

Ini asinan ikan buntal...

Kalau mau, terimalah.

Oh, tak perlu sungkan. Niatmu saja sudah cukup.

Baiklah... ayo pergi.

- Oh, Miki! - Oh, Tuan Baku.

Temukan kamar untuk lelaki gagah ini.

Ini mendesak.

Dia temanku yg penting.

Tuan Suguro Takeru. Apa kamu kenal namanya?

Tuan Suguro... detektif? [Miki Buichi, Kondektur Orient Express]

Tepat sekali, aku detektif.

Berikan ia No. 12.

Kami punya kamar cadangan untuk saat-saat seperti ini.

Aku sangat menghargai bantuanmu.

- Maaf, Tuan Baku. - No.12 sudah terpesan juga?

- Maafkan aku. - Ada apa?

Apa ada konferensi? Atau pesta besar-besaran?

Tidak, kebetulan...

...ada banyak penumpang...

...yg akan berangkat bersamaan pagi ini.

Ah, kurang mujur. Bagaimana dengan kamar kelas 2?

Sayang sekali, semua kamar kelas dua sudah penuh.

Ha? Tidak mungkin!

Permisi.

- Ya. - Namaku Baba. [Baba Maiko, Kamar Kelas 2 No.4]

Nyonya Baba, bukan? [Baba Maiko, Kamar Kelas 2 No.4]

Coba saya lihat... Oh! Kamar Nyonya di Kelas 2 No.4.

Silakan melalui pintu di ujung itu.

Dengan begitu, saya tak enak...

...harus meminta detektif andal Jepang, Tuan Suguro...

...untuk bersedia berbagi kamar dengan orang lain.

- Kurasa aku harus naik gerbong biasa. - Jangan begitu!

Akan buruk untuk tubuhmu. Duduk begitu sepanjang malam.

Tidak apa-apa. Aku akan cari caranya.

Apa semua penumpang sudah datang?

- Belum... - Hah? Siapa yg belum datang?

Tuan Miyamoto, kamar kelas 2 No.2 masih...

Bagus! Bawakan koper-koper Tuan Suguro ke Kamar No. 2.

Oh. Tapi...

Kalau bertemu si Miyamoto, katakan saja, "Kau telat" atau semacam itu.

Apa itu boleh, Tuan?

Ini sudah mau berangkat. Dia takkan datang.

Miyamoto Musashi ini terlambat menepati janji.

Alasan yg bagus.

Silakan naik. Jika butuh apa-apa, temui saja aku.

Terima kasih banyak.

- Miki! - Baik, Tuan.

Izinkan saya bawakan kopernya, Tuan.

Silakan naik di sini.

Silakan lewat sini.

- Tuan Kondektur. - Ya?

Boleh kugunakan jamban setelah kereta berangkat?

Tentu, Tuan. Silakan dipakai.

Tuan Suguro, lewat sini.

- Terima kasih banyak. - Saya permisi. [Hotoda Tamio, Kamar Kelas 2 No. 1]

Sebelah sini.

- Permisi. - Silakan. [Makuuchi Heita, Kamar Kelas 2 No.2]

Tunggu... [Makuuchi Heita, Kamar Kelas 2 No.2]

Permisi... apa Tuan-tuan tidak salah masuk kamar?

Tidak, karena kamar lainnya tak ada yg kosong...

...lelaki ini akan tidur di kamar ini.

Tuan Suguro, silakan ambil ranjang atas.

Terima kasih sudah mengantarku.

Lelaki ini adalah Tuan Suguro Takeru.

- Eh? - Semoga menyenangkan.

Kita akan berangkat sebentar lagi.

Terima kasih untuk saran tadi.

Kuharap kita akan rukun sepanjang perjalanan kita.

Silakan.

Anda baik-baik saja?

Aku belum pernah sekali pun naik tangga.

Tuan... Tuan...

Kalau mau, aku akan tidur di ranjang atas.

Itu akan sangat membantu! Terima kasih banyak.

Jika kamu mau, boleh ambil asinan ikan buntal ini.

Tidak, terima kasih.

Wabi-Sabi Subs presents: PEMBUNUHAN DI ORIENT EXPRESS ~Malam Kesatu~ Alih Bahasa oleh ahsanba

Ini pertama kalinya dalam hidupku, aku berbagi kamar.

Aku sering berbagi kamar di medan perang.

Aku adalah orang yg tidak cocok menjadi tentara.

Tampaknya Tuan adalah orang terkenal. Para penumpang membicarakanmu.

Sayang sekali, hingga 2 tahun lalu, aku sedang di Manchuria, jadi...

Aku hilang kontak dengan dunia luar.

Kupikir aku mulai terkenal 2 tahun lalu.

Maaf.

Aku Noto Iwao Staf Umum Angkatan Darat. [Noto Iwao, Kamar Kelas 1 No. 5]

[Noto Iwao, Kamar Kelas 1 No. 5]

Namaku Suguro Takeru. [Noto Iwao, Kamar Kelas 1 No. 5]

[Noto Iwao, Kamar Kelas 1 No. 5]

Saya permisi.

[Masuda Etsuo, Kamar Kelas 2 No.1]

- Tuan Besar memanggilmu. - Baik.

Ini Makuuchi.

Ini Lobster Homarde Thermidor.

Wow! Tampaknya lezat...

Seperti inilah seharusnya perjalanan kereta.

Jika saja aku bakat menulis.

Oh, apa maksudmu?

Tidakkah pemandangan ini luar biasa indah?

Orang-orang yg tak saling mengenal akan menghabiskan malam bersama-sama.

Mereka akan makan dan tidur di bawah atap yg sama.

Dan sesampainya di Tokyo, mereka akan mengambil jalan sendiri-sendiri...

...dan tak pernah bertemu lagi. Sebuah pertemuan sekali seumur hidup.

Cocok menjadi judul untuk novel, kan?

Hanya saja, cerita itu akan berbeda jika terjadi kecelakaan.

Tuan Suguro!

Maka, semua orang di sini akan saling berdekatan pada satu poros dalam hidup mereka.

Dengan begitu, terciptalah belenggu kematian.

Jangan katakan hal-hal yg tidak waras.

Maaf.

Memang benar...

Orang-orang dari semua lapisan masyarakat berkumpul di sini.

Ini adalah perdagangan modern Jepang yg baik.

- Boleh aku duduk di sini? - Silakan.

Terima kasih. Namaku Hazama. [Hazama Saisuke, Kamar Kelas 1 No. 12]

[Hazama Saisuke, Kamar Kelas 1 No. 12]

- Aku Hotoda. Senang berkenalan. - Senang bertemu. [Hazama Saisuke, Kamar Kelas 1 No. 12]

Aku sales mobil di Hakata.

Aku sales pena.

Haruskah aku juga?

Seperti kata orang, "Perjalanan terasa pendek jika banyak kawan," kan?

Namaku Masuda.

Haruskah kusampaikan profesiku?

- Tidak usah. - Tolong bawakan air ke kamarku nanti.

Oh, dan juga jus jeruk.

[Nyonya Bangsawan Todoroki, Kamar kelas 1 No. 11]

Tuangkan dalam gelas besar. [Nyonya Bangsawan Todoroki, Kamar kelas 1 No. 11]

[Nyonya Bangsawan Todoroki, Kamar kelas 1 No. 11]

Dia Nyonya Besar Todoroki, kamu kenal?

Tidak.

Kalau tidak salah, almarhum suaminya adalah anggota parlemen.

Apakah benar ia berdansa bersama Itoo Hirofumi...

...saat dirinya masih muda?

Jangan sampai kulit kering saat perjalanan kereta. Tidak bagus untuk kecantikan Anda.

Sebab itu saya selalu membawa botol semprot kapanpun saat bepergian.

Tiap 5 menit.

Saya permisi dulu.

Oh, Anda sudah mau pergi?

Saya akan kembali ke kamar. Bagaimana dengan Anda?

Oh, saya juga.

Saya akan menjumpai Anda besok.

Saya permisi.

Oh! Jika Anda tak memiliki botol semprot, sediakan handuk basah di samping tempat tidur.

- Apa ada sesuatu? - Tidak, sama sekali tidak.

Permisi, Tuan. Ini Lobster Homarde Thermidor untuk Tuan.

- Permisi. - Ya?

Ini pertama kalinya aku melihat suguhan yg ceroboh. [Hirudegawa Sumiko, Kamar Kelas 1 No. 3]

Apa kamu punya cuka anggur?

Maafkan saya! Saya akan membawakannya segera.

Siapa pasangan itu?

Oh, aku yakin si suami seorang diplomat. [Tuan Muda Ando, Kamar Kelas 1 No. 9]

Mereka sering memakai kereta ini.

Dia punya istri yg menawan. [Nyonya Muda Ando, Kamar Kelas 1 No. 9]

Perjalanan akan menyenangkan saat bepergian dengan orang-orang seperti itu ya.

[Todo Osamu, Kamar Kelas 1 No. 7]

Di mana kamu menemukannya?

Tergeletak di lantai. Mungkin terselip lewat celah bawah pintu.

Mintakan daftar penumpang pada kondektur.

Bagaimana caranya?

Pokoknya cari dan serahkan padaku.

Kerjakan.

Baik.

Aku malu mengatakan kata-kata kasar tentang penumpang. Tapi, dia jelas berwajah jahat.

Mukanya seperti baboon liar. Cukup tercela.

- Sekali pun dia berpakaian rapi. - Itu sebabnya dia tampak lebih berbahaya.

Jika ini sangkar yg indah...

...dia mirip binatang buas yg memamerkan taringnya melalui jeruji besi.

Permisi, Tuan.

Tuan Suguro. Ada kamar yg tersedia... No. 6

- Eh? - Itu kamar pribadi yg kugunakan.

Kamu tak perlu begitu.

- Aku akan pindah ke gerbong biasa. - Aku tak ingin menyulitkanmu!

Tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa.

Baiklah, jika dirimu memaksa...

- Silakan nikmati perjalananmu. - Terima kasih.

Aku pergi dulu. Sampai jumpa besok.

- Di mana koperku? - Sudah saya pindahkan.

Permisi.

Tuan Detektif Suguro Takeru.

[Nyonya Hatori, Kamar Kelas 1 No. 8]

Saya langsung mengenal Anda. Wajah Tuan berulang kali terlihat di surat kabar. [Nyonya Hatori, Kamar Kelas 1 No. 8]

Mungkinkah Tuan sedang mengejar pelaku?

Tidak, tidak juga.

Putriku, Anda tahu, ia menyukai novel-novel detektif...

Baru membaca separuh buku, biasanya dia bisa menebak pelakunya.

Katanya, "Aku ingin menjadi detektif atau penyelidik"...

...tapi, saya katakan, "Hentikan itu."

Lagi pula, novel tidak sama dengan kasus asli, saya benar, kan?

Itu tak kusarankan.

Baiklah. Semoga perjalanan Anda indah.

Boleh kupinjam pemantiknya?

Namaku Todo.

Maaf. Tapi...

...kamu adalah Tuan Sugino, kan? Detektif?

Tidak, tepatnya namaku Suguro.

- Apa? - Suguro. Su-gu-ro.

Tuan Sugino, aku adalah laki-laki yg suka bicara langsung.

Aku mau berbicara terus terang. Aku ingin kamu bekerja untukku.

Maaf. Tapi, aku menangani kasus-kasus...

...hanya dari orang-orang terbatas.

Kebetulan, perutku sudah terisi banyak.

Ah, sudahlah.

Kamu lihat, aku punya uang.

Uang yg banyak.

Tapi, meski kamu berhasil berbisnis, selalu ada musuh yg akan muncul.

Aku juga punya satu musuh.

- Hanya satu? - Apa maksudmu?

Dari sudut pandangmu tentang musuh, tidak mungkin jumlahnya cuma satu.

Dalam hal ini, tak peduli berapa banyak jumlah musuh.

- Masalahnya adalah nyawaku. - Ada seseorang mengancam nyawamu?

Aku...

...adalah pria yg cukup bisa menjaga diri.

Ini untuk jaga-jaga.

Kudengar kamu laki-laki yg mau bekerja dengan imbalan uang yg banyak.

Maaf, Tuan Todo. Tapi, aku tak merasa mau mengabulkan harapanmu.

Sebutkan tawaranmu.

Tampaknya Tuan tak mengerti.

Aku hanya menerima kasus yg buatku menarik.

ยฅ 2.500.

ยฅ3.050. Itu tawaran terakhirku.

Kenapa kamu tidak tertarik?

Maaf kalau aku bersikap egois. Tapi...

Aku sama sekali tidak suka mukamu itu!

Saya sudah memindahkan bagasi Anda, Tuan.

- Terima kasih banyak. - Tunggu sebentar.

- Tapi, Anda tak perlu... - Tidak apa-apa.

- Aku membawa banyak. - Terima kasih. Tapi, saya...

Tak perlu berbicara formal.

Kamu harus membaca buku karangan Hori Tatsuo.

Oh, Tuan Detektif.

Dia mau meminjamkan buku Hori Tatsuo. Tapi... [Kureta Sonoko, Kamar Kelas 2 No. 4]

[Kureta Sonoko, Kamar Kelas 2 No. 4]

...aku sudah membacanya. [Kureta Sonoko, Kamar Kelas 2 No. 4]

Anda harus memperjelasnya.

- Silakan. - Oh, senangnya.

Aku juga punya banyak obat susah tidur.

Jika mau bicara berdiri, cari tempat lain!

Oh, kami mohon maaf, Tuan Todo.

Aku tahu laki-laki itu memang aneh.

Dia jelas bertampang kriminal.

Anda harus berhati-hati, Tuan Detektif.

- Kalau begitu saya pinjam ini. - Silakan dibaca.

Selamat malam, Tuan Detektif.

Semoga malam ini indah, Nyonya.

Maaf untuk hal tadi, Tuan. Silakan lewat sini.

Aku ingin tidur lelap malam ini. Jadi, obat tidur akan berguna.

Oh, saya bisa membawanya nanti.

Bukan untukku. Untuk Nyonya Hatori.

Oh, baik...

Silakan lewat sini, Tuan.

Silakan.

Aku jelas akan tidur lelap di kamar yg bagus ini.

Saya harap demikian, Tuan.

Silakan hubungi saya jika Anda perlu sesuatu.

- Terima kasih. - Selamat malam, Tuan Suguro.

Halo, Tuan. Namaku Hotoda.

Kutebak kamu adalah Detektif Suguro...

- Apa yg bisa kubantu? - Jika kamu tertarik...

...bagaimana kalau kita pergi minum?

Seperti kata banyak orang, lebih baik banyak kawan saat bepergian, kan?

Aku akan senang mendengar cerita-cerita kasusmu atau yg lain.

Aku cukup kelelahan malam ini.

Maafkan aku, mungkin lain kali.

"Apa ada masalah, Tuan Todo?"

"Tuan Todo?"

"Maaf. Aku bermimpi."

"Aku bermimpi buruk."

"Apa Anda butuh sesuatu?"

"Tidak, terima kasih."

Selamat tidur, Tuan Todo.

Anda memanggil saya, Nyonya Besar Todoroki?

"Nyonya Hatori?"

"Nyonya Hatori!?"

- "Ini sama sekali tidak lucu!" - "Ada apa, Nyonya?"

Ada laki-laki di kamar tidurku!

Ah, tidak...

Saat aku bangun, ada laki-laki di sudut kamar.

- Tidak salah! Aku jelas melihatnya! - Tapi...

Cepat periksa sekarang!

- Boleh saya masuk? - Mungkin dia masih di sana, jadi...

- ...berhati-hatilah. - Baik.

Kamu harus paham.

Tak ada laki-laki selain suamiku yg melihat wajah tidurku, tak sekalipun!

Biarkanlah aku tidur!

Kira-kira di mana kita berada?

Saya dengar seseorang berkata, mungkin kita di sekitar Sekigahara.

Apakah kita bisa kembali ke Tokyo hari ini?

Butuh waktu tiga hari bagi bantuan untuk datang. Itu yg dikatakan Kondektur.

Hari ini perayaan kehamilan 5 bulan putriku...

Seharusnya kami sudah ke kuil untuk berdoa.

Mereka semua menungguku di Tokyo.

Aku ada janji bertemu seseorang hari ini.

Tampaknya, lebih baik menyerah saja.

Apa ada cara menghubungi seseorang?

Saudariku di Tokyo mungkin akan khawatir.

Tuan Kondektur di sini, saudara sekalian.

Apa yg sedang terjadi!?

Apa kita akan terdampar selamanya di sini?

Saat ini Masinis kereta ada di luar, sedang memeriksa kondisi salju.

Mohon untuk menunggu sedikit lagi.

Apa pun itu, tolong beri tahu kami agar kami merasa tenang.

Kami punya hak untuk tahu.

Saya mengerti.

Kami akan berusaha sebaik mungkin.

Tuan Suguro, bisa Anda ikut sebentar?

Lewat sini.

Ada terjadi sesuatu!

Ada masalah apa?

Boleh kupinjam kamar tidurmu?

Oh, tentu.

Kereta berhenti karena salju ini.

Itu saja sudah masalah serius. Tapi sekarang...

- Tapi sekarang? - Ah, mengerikan.

Tolong beri tahu apa itu.

Seorang penumpang terbujur kaku di ranjangnya.

- Bukan hanya itu, dia ditikam. - Oh.

Tuan Suguro, kami butuh bantuanmu!

Aku tak bisa membantu menggerakkan kereta ini...

...tapi, untuk ini, kurasa aku bisa memberi sedikit layanan.

- Aku tahu aku bisa mengandalkanmu! - Jadi, siapa yg telah dibunuh?

Dia Dokter Suda, yg naik di gerbong lain.

Halo.

Kuperkirakan waktu kematiannya antara jam 12 tengah malam hingga jam 2 dini hari.

Mungkin sekitar jam 1 dini hari.

Jam 1...

Ini pelayan Tuan Todo, penemu mayatnya.

Katakan pada Tuan Suguro apa yg terjadi.

Aku datang untuk membawakannya obat. Tapi...

...tak ada jawaban saat kuketuk pintu.

Karena pintu terkunci dengan rantai...

Aku menyangka dia mengalami kejang atau semacamnya...

...jadi aku memanggil Kondektur untuk membuka pintu ini.

Apakah rantai pintu masih terpasang dari dalam?

Benar, masih.

Apa ada kemungkinan bunuh diri?

Ada 10 tikaman lebih pada mayatnya jadi tak mungkin bunuh diri.

Jangan muntah di sini!

Maaf, Tuan.

Seperti apa keadaan jendela saat kamu memasuki kamar ini?

Jendelanya terbuka.

Itu saja. Terima kasih.

Tolong jangan beri tahu penumpang lainnya dulu.

Aku mengerti.

Bisakah kamu panggil sekretarisnya?

Tentu.

Berarti pelakunya lari lewat sini.

Kamu tahu jam berapa kereta berhenti?

- Miki. - Ya.

- Jam berapa kereta ini berhenti? - Sekitar tengah malam lewat 30 menit.

Pelakunya membuat seolah-olah ia lari melalui jendela ini.

Tapi, tak ada jejak kaki di salju.

Mungkin sudah hilang karena hujan salju?

Meski jendela terbuka semalaman...

...ada sedikit salju yg menumpuk dalam kamar.

Mungkin saat itu, jendela terbuka...

...salju tiba-tiba berhenti.

Lalu, apa maksudnya?

Ada kesalahperhitungan besar pada jejak si pelaku.

Salju ini.

Karena salju ini, kereta berhenti...

...dan membuatnya mustahil turun di stasiun berikutnya.

Selain itu, salju berhenti setelah kejahatan dilakukan...

...karena itu ia tak dapat lari keluar.

Itu berarti?

Bisakah seseorang keluar dari gerbong kamar ke gerbong biasa?

Tidak bisa. Lorongnya dikunci.

- Aku mengerti. - Jadi itu berarti...

- Kamu tahu? - Tidak tahu.

Pelakunya ada di antara kita.

Sekarang ini, dia ada di dalam kereta ini!

Ada 12 luka tikam.

Dua di antaranya luka ringan.

Kelihatannya ada setidaknya 3 luka fatal.

Ini tikaman acak, kan?

Pelakunya adalah wanita. Laki-laki tidak akan menusuk seperti itu.

Nyawa Tuan Todo telah diincar.

- Bagaimana kamu tahu? - Dia mengatakannya sendiri.

Aku mengerti, jadi pelakunya adalah pembunuh bayaran?

Kalau dilihat, pembunuhan ini dilakukan cukup amatir.

Dan aku juga menemukan sesuatu yg aneh...

Dua dari luka ini dan ini...

Meski kedua luka cukup dalam hingga menembus arteri...

...tak banyak darah yg keluar.

Memang sangat menarik.

Apa itu artinya?

Dia ditikam berkali-kali meski dirinya sudah tewas.

Tampaknya ada kebencian yg begitu dalam.

Benar.

Bukan hanya itu keanehannya.

Luka ini...

...jelas dilakukan oleh orang dengan tangan kanan.

Namun, luka ini...

...hanya bisa dilakukan oleh orang kidal.

- Apa artinya itu? - Meski begitu, misteri terbesarnya adalah...

...mengapa si korban tidak membela diri.

Bagaimana kamu tahu?

Dia sendiri yg memperlihatkannya padaku tadi malam.

Tuan-tuan, mari kita olah fakta-faktanya.

Pelaku kita ini memiliki kekuatan laki-laki...

...berjiwa selemah wanita...

...cara memegang yg biasa dan cara memegang yg kidal.

Orang seperti apa itu?

Apa stasiun terakhir kali kereta ini berhenti?

- Uh... Miki! - Baik!

Maibara, Tuan.

Jam berapa?

- Uh... Miki! - Baik!

Saya rasa sekitar pukul 11 lewat 45 menit, Tuan.

Itu berarti, pelakunya naik di Maibara.

- Keputusanmu terlalu cepat. - Aku pria yg tak sabaran.

Apa yg sedang Anda-anda lakukan di sini?

Kami mengharapkanmu!

- Kamu baik-baik saja? - Saya baik-baik saja, Tuan.

Tolong bawakan daftar penumpang dan sketsa rancangan gerbong kamar padaku.

Oh... baik, Tuan.

Apa artinya ini?

Tuan Todo telah tewas.

- Tewas? - Begitulah.

Lalu, siapa pembunuhnya?

Menurutmu dia dibunuh?

Tolong tunggu sebentar. Sebelum itu...

- ...apa hakmu untuk... - Aku yg secara resmi...

...meminta Detektif Suguro Takeru menyelidiki kasus ini.

Apa Tuan sudah puas?

Aku menduga dia tewas karena surat.

- Surat? - Surat ancaman.

Apa Anda mau melihatnya?

Bawakanlah padaku.

Entah kelihatannya mencurigakan, kawan muda itu.

Mari kita kembali memeriksa lokasi kejadian.

Aku mengerti. Jelas sekali.

Inilah yg menjelaskan mengapa dirinya tak membela diri.

Ada racun di dalam?

Ini obat tidur.

Tampaknya ia tertidur.

Ada jejak sesuatu yg terbakar.

Oh, kamu benar.

Jangan sentuh itu!

Saputangan wanita.

Pasti ketinggalan dari si pelaku!

Pelakunya wanita, aku tahu itu.

Petunjuk yg cukup menyenangkan, kan?

Dan untungnya, ada inisial di sini.

"N"...

Bagus! Ayo kita segera periksa daftar penumpang.

Ada juga ini...

Pembersih pipa tembakau.

Mungkin dipakai si korban?

Ya. Tapi, korban merokok sigaret.

Aku juga telah menemukan sesuatu.

Berhenti pukul 1:15.

Mungkin itu waktu kejadian pembunuhan?

Mungkin saja. Tapi sekali lagi, mungkin juga tidak.

Baiklah. Aku juga akan coba mencari sesuatu.

Apa ada sesuatu?

Ada terlalu banyak petunjuk di dalam kamar ini.

Ini daftar penumpang dan sketsa rancangan gerbong kamar.

Terima kasih. Maaf selalu mendesakmu. Tapi...

Tolong beri tahu pelayan nyonya bangsawan itu untuk memberikan kotak topinya padaku.

Apa dia punya kotak topi?

Tolong, ini mendesak.

Oh, tentu, Tuan.

Maaf sudah membuatmu menunggu.

Dia ditikam lebih dari 10 kali.

Ini pertama kalinya aku melihat mayat.

- Di mana surat ancamannya? - Oh, ini.

Terima kasih.

"Kau tak bisa lari dari organisasi."

"Sekaranglah waktunya untuk pengkhianat menerima kemurkaan Tuhan".

Jadi begitu! Ini organisasi kriminal.

- Organisasi apa itu? - Aku tidak tahu.

Bisakah kau diam?

Tapi, apa tidak tercium bau dunia gelap?

Aku tidak tahu hal itu. Tapi, Todo cukup ketakutan.

Ini tidak ditulis oleh satu orang.

Setidaknya melibatkan dua orang atau lebih.

Itu pasti organisasi kriminal.

Apa profesi Tuan Todo?

Dia bisa disebut pengusaha. Dia memiliki hubungan dagang di Yokohama.

Dia pasti menyeberang ke daerah bahaya.

- Seperti apa kehidupannya yg dulu? - Itu...

Sebenarnya aku tidak terlalu tahu. Oh...

Karena laki-laki itu penuh kerahasiaan.

Hanya saja...

Dia mungkin berasal dari Tohoku.

Bagaimana kamu tahu?

Karena terlalu menyulitkannya saat dialeknya terlontar.

Kamu sangat tak menyukai Tuan Todo, kan?

Memang tidak etis mengatakan ini di depan orang yg meninggal. Tapi...

Aku membencinya.

Karena dia tak bisa dipercaya...

...kejam dan--.. aku--...

...bisa merasakan dia orang yg berbahaya.

Kamu boleh pergi.

Oh... apa aku...

...tersangka?

Mungkin kamu salah satunya, jika kamu meraung-raung sedih...

...karena kematian Tuan Todo.

Jika ada sesuatu, panggillah aku kapan saja.

Dia pemuda yg baik.

Pada akhirnya, kita menjadi tak tahu banyak tentang orang yg bernama Todo.

Apakah ini yg Anda minta, Tuan?

Arloji saku yg rusak...

Saputangan dengan inisial...

Pembersih pipa tembakau.

Kita masih belum tahu keaslian semua ini.

Namun, bukti inilah satu-satunya yg bisa menentukan keasliannya.

Apa yg bisa didapat dari kotak topi itu?

Aku menggunakan ini saat merawat kumisku.

Pelakunya mungkin membakar kertas ini.

Mungkin ada sesuatu yg tertulis di sini yg dapat menunjukkan hubungan...

...antara si pelaku dan korbannya.

Karena itu dia mencoba menyingkirkannya.

Ini akan muncul sekejab.

Jangan sampai berkedip.

"Kau... Goriki Seiko"...

Aku mengerti. Jadi itu rupanya.

"Goriki Seiko..." aku pernah dengar itu...

Inilah yg menjelaskan semuanya.

Identitas laki-laki ini...

...juga penyebab ia harus dibunuh!

Hah? Goriki... Goriki...

Sial... apa itu...

Aku ingat sesuatu. Tapi...

Apakah ada hubungannya dengan Kolonel Goriki?

Itu terjadi 5 tahun lalu.

Putri Kolonel diculik...

Ia ditemukan tewas meski uang tebusan telah dibayarkan.

Sebuah insiden yg mengguncang ya.

Goriki Seiko...

...adalah nama sang korban, berumur sekitar 7 tahun saat kematiannya.

Benar sekali...

Istri sang Kolonel mengalami keguguran saat itu karena terguncang...

...dan ia pun meninggal. [Istri Kolonel Mendadak Meninggal, Bersama Janinnya)

Kemudian, Kolonel itu sendiri tidak tahan dengan kesedihan dan bunuh diri dengan pistol.

Jika ingatanku benar...

...pelayan wanita keluarga Goriki pun meninggal.

Dia dicurigai sebagai pelakunya...

...dan bunuh diri sebagai bentuk protes terhadap kepolisian.

Aku hanya ingat betapa menyedihkan kisah itu.

Tapi, apa hubungannya dengan kasus ini?

Beberapa saat setelah kejadian, sekelompok penculik ditangkap.

Pemimpinnya adalah Kasahara Kenzo. Juga dikenal sebagai KasaKen.

Dia terkenal di masyarakat bawah.

Karena tak cukup bukti, ia dibebaskan.

Ada rumor bahwa ia menyogok hakim.

Tapi, dunia mengetahuinya.

Bahwa dia... sudah jelas pelaku sebenarnya!

Jadi kamu mengatakan bahwa orang itu adalah Todo?

Dia mengubah namanya...

Mengambil uang yg dirampok dari Kolonel Goriki, dan membangun bisnis.

Namun, balas dendam akhirnya tercapai kemarin.

Itu berarti, seorang penumpang di kereta ini...

...berhubungan dengan relasi keluarga Goriki?

Mungkin orang itu adalah pelakunya.

Jadi maksudmu, ini bukan organisasi kriminal?

Lalu kenapa pelakunya...

...membakar surat yg hanya bertuliskan nama orang dari keluarga Goriki?

Kenapa ya...

Itu karena ia tak mau ikatannya dengan keluarga Goriki diketahui.

Oh, begitu!

Jadi pelakunya memiliki hubungan dengan keluarga Goriki!

Lalu, bagaimana cara kita meneruskan penyelidikan?

Satu-satunya yg bisa kita lakukan adalah mendengar apa yg mereka katakan.

Tampaknya kamu sudah menyiapkannya.

Silakan.

Kalau begitu, saya akan memanggil orang pertama.

Pertama, aku ingin mulai denganmu.

Saya, Tuan?

- Kalau begitu, perlihatkan kartu identitasmu. - Ah, baik.

Saya khawatir tak bisa berkata banyak.

Berapa lama kamu melakukan pekerjaan ini?

Akan genap 30 tahun, Tuan.

Kamu dari Shimonoseki?

Benar.

Ada sebuah foto di sini.

Itu putri saya, Tuan.

Ia meninggal 5 tahun lalu karena demam tinggi.

Ah, maafkan saya.

Saya tak menyangka akan ditanya seperti itu.

Jam berapa Todo memasuki kamarnya?

Setelah ia makan malam, jadi...

...sekitar pukul 9:30 malam.

Apa ada orang yg masuk kamarnya?

Tampaknya pelayannya, Tuan Masuda, dan sekretarisnya, Tuan Makuuchi.

Lalu terakhir kamu melihat Tuan Todo pukul 9:30, kan?

Aku mendengar suaranya.

Saya rasa sekitar pukul 00:40...

Dari kamar Tuan Todo, saya mendengar erangan...

Saya mengetuk pintunya dan dari dalam saya mendengar...

..."Aku bermimpi".

Aku juga mendengarnya.

Saat itu, ada bel yg berdering, kan?

Itu dari Nyonya Bangsawan.

Ini mengindikasikan pembunuhan terjadi...

...pukul 1:15.

Di mana kamu saat itu?

Aku ada di kursi kondektur.

Sepanjang waktu?

Saya sempat ke gerbong sebelah.

Alasannya?

Berbagi info operasional dengan kondektur gerbong lain.

Itulah yg terjadi, Tuan.

Berbicara tentang pukul 1:15...

...Nyonya Hatori juga membunyikan bel.

Ini bukan lelucon!

Aku memang ingat kegaduhan itu.

Ternyata Nyonya itu salah.

Apa kamu...

...melihat seseorang di koridor tengah malam tadi?

Saya melihat seorang wanita.

Tampaknya ia menuju kamar kecil di ujung gerbong.

Siapa itu?

Saya tak tahu sejak punggungnya menghadap saya.

Ia berpakaian kimono cerah dengan bordir naga di punggungnya.

Jam berapa itu?

Saya rasa... sekitar pukul 1:30 dini hari.

Ada lagi?

Eeh... Oh!

Kolonel Noto keluar dari kamar Tuan Makuuchi...

Tampaknya mereka mengobrol hingga larut malam.

Kolonel Noto kembali ke kamarnya.

Saya rasa itu jam 2 lewat.

Setelah itu, tak ada yg keluar dari kamarnya.

Terima kasih.

Apakah cukup membantu, Tuan?

Cukup banyak membantu.

Saya akan memanggil Tuan Makuuchi.

Bagaimana cara saya menjelaskan pada para penumpang?

- Aku akan ikut. - Baik, Tuan.

Tampaknya dia kawan yg jujur.

Kurasa dia jauh dari kriteria tersangka kita.

Bahkan orang yg jujur...

...bisa melakukan kejahatan.

Tapi, kesaksiannya sangat logis.

Terlalu logis, kalau kukatakan.

Apa itu masalah?

Biasanya, saat seseorang menceritakan peristiwa yg diingatnya...

...ia takkan menceritakan secara berurutan.

Biasanya, berupa sebagian-sebagian secara acak.

Tuan Miki menceritakan apa yg terjadi dengan sangat berurutan.

Maaf memanggilmu lagi. [Makuuchi Heita, Sekretaris Todo]

Kami telah menemukan identitas majikanmu.

Eh?

Apa kamu ingat insiden yg berkaitan dengan putri Kolonel Goriki?

Aku ingat.

Tersangka kasus itu adalah Kasahara Kenzo. Atau dikenal sebagai KasaKen.

Tidak mungkin...

Kamu tidak tahu?

Jika aku tahu...

Aku takkan menjadi sekretaris untuk orang seperti itu.

Bagaimana kamu tahu?

Ada surat ancaman di kamarnya.

Tapi, itu sudah ku...

Meski begitu, aku tak percaya.

Hal semacam itu...

- Kamu tampaknya kesal. - Tentu saja kesal!

Karena aku sangat mengenal istri Kolonel Goriki.

- Kamu mengenal keluarga Goriki? - Tidak, tidak...

Tidak seberapa kenal. Tapi...

Saat aku bekerja di sebuah yayasan amal...

...aku bertemu dengannya berkali-kali.

Karena Nyonya adalah Kepalanya.

Dia orang yg baik.

Wanita yg terfoto di sini adalah Nyonya. Di sampingnya adalah aku.

Dia memang cukup cant--

KasaKen adalah pelaku sebenarnya.

Sudah jelas bahwa dia yg membunuh gadis itu.

Jika diberi kesempatan, apa kamu mau membunuhnya sendiri?

Tentu saja.

Tetapi, aku bukan pembunuhnya.

Bisa kamu ceritakan apa yg terjadi semalam?

Apa yg terjadi saat terakhir kamu bertemu dengan si korban?

Apa sekitar jam 11?

Aku memastikan jadwal di Tokyo padanya.

- Setelah itu? - Setelah itu...

Aku berbicara dengan Kolonel Noto.

Apa dia temanmu?

Tidak, tidak juga. Kami baru bertemu kemarin.

Ia sangat berpengalaman dan cukup terhormat.

Aku belajar hubungan internasional darinya.

Apa kamu keluar dari kereta tadi malam?

Benar...

Apa mungkin di Stasiun Otsu...

Aku dan Kolonel pergi keluar untuk merenggangkan kaki.

Tetapi, di luar sangat dingin.

Kami langsung kembali ke dalam.

Apa pintu itu terkunci saat kamu keluar?

Itu terkunci...

Tampaknya baut ada di tempatnya.

Oh, saljunya turun lebat...

Mungkin itu yg Anda maksud dengan "terkunci"...

Apa kamu menempatkan lagi baut itu saat kembali?

Apa aku... menempatkannya kembali?

Sebenarnya, aku, tidak...

Tidak bagus.

Aku orang terakhir yg lewat pintu itu. Tapi...

Apakah sudah kumasukkan...

Tunggu sebentar... Apa itu berarti...

...pelaku kejahatannya dari sana?

Setelah itu, apa kamu melihat orang lain di koridor itu?

Ada wanita yg melewatinya.

- Kamu lihat wajahnya? - Wajahnya tidak kulihat.

Terakhir...

Apa kamu merokok dengan pipa?

Aku tidak merokok. Kolonel yg merokok.

Itu saja.

Tolong beri tahu pelayan itu untuk datang.

Baik.

Meski begitu...

...aku terkejut.

Entah bagaimana Todo adalah KasaKen.

Memang mengejutkan...

...dunia itu kecil.

Kamu langsung menemukan kerabat keluarga Goriki ya?

Tapi, aku tidak merasa dia pelakunya.

Kenapa tidak?

Karena tangannya yg kecil itu.

Bagaimana menurutmu?

Dia terlalu banyak bicara.

Dalam kebanyakan kasus, pelaku sesungguhnya akan berbicara berlebihan.

Untuk melindungi dirinya.

[Masuda Etsuo, Pelayan Todo]

Silakan sebelah sini. [Masuda Etsuo, Pelayan Todo]

Aku permisi.

Berapa lama kamu bekerja untuk Tuan Todo?

Setahun, Tuan.

Pernahkah kamu mendengar dari Tuan Makuuchi tentang identitas majikanmu?

Itu baru saja kudengar.

Kesanmu?

Kehidupan masa lalu majikanku tidak menjadi perhatianku.

Kapan terakhir kali kamu melihat Tuan Todo?

Terakhir aku melihatnya saat ia terbaring di ranjang pagi ini.

Mungkin kata-kataku tak cukup.

Kapan terakhir kamu melihatnya masih hidup?

Sekitar jam 11 tadi malam.

Apa yg terjadi selama itu?

Tidak ada yg aneh, seperti biasa, Tuan.

Bisakah kamu perinci lagi.

Seperti biasa, aku menyiapkan kebutuhannya untuk istirahat malam.

Haruskah kuperjelas lagi, Tuan?

Aku melipat pakaiannya, menyiapkan obat dan topi tidurnya.

Apa ada sesuatu yg tak biasa?

Tidak ada.

Apa dia gugup atau meninggikan suaranya atau yg seperti itu?

Dia gugup dan meninggikan suaranya.

Namun, dia memang seperti itu.

Obat apa itu?

Obat untuk membantunya tidur, Tuan.

Tolong ceritakan kegiatanmu tadi malam.

Aku terus berada di kamarku.

Kamarku No. 1, Tuan.

Dengan siapa kauberbagi?

Aku yakin namanya Tuan Hotoda.

Dari Kyushu.

Apa yg kau lakukan di kamarmu?

- Aku membaca buku. - Buku apa itu?

Buku karangan Tanizaki Junnichiro.

Kapan kamu tidur?

- Aku tidak tidur. - Kenapa tidak?

Karena geretak gigi Tuan Hotoda terlalu keras.

Aku tak sempat tidur semalaman.

Selama itu, apa dia keluar dari kamar?

Hanya sekali.

Aku yakin dia mencoba mengundang Anda, Tuan.

Oh, benar.

Selebihnya, dia tidak sekali pun meninggalkan kamar.

Untuk pertanyaanku yg terakhir...

- Kamu merokok pipa? - Tidak.

Kamu boleh pergi.

Mungkin ini kurang sopan. Tapi...

Apa itu?

Nyonya Hatori, entah mengapa merasa gelisah.

Katanya ia tahu ada pelaku.

Ia melihat orang yg bertanggung jawab kasus ini.

- Tolong panggilkan. - Baik.

Entah kenapa, aku mencurigainya.

- Apa dia pelakunya? - Bagaimana menurutmu?

Bagiku, tampaknya ia mengatakan yg sebenarnya.

Rinciannya tidak bertele-tele.

Meski begitu, dia tidak terlalu banyak bicara.

Itu juga hal yg buruk?

Tampak dia sedang menyembunyikan sesuatu dariku.

Tapi, dengan ini...

...sudut pandang organisasi kriminal terdengar lebih masuk akal, kan?

Todo mengkhianati organisasi itu, menjadi incaran pembunuh bayaran.

Karena itu, dia merasa gugup.

Apa kamu mengabaikan keluarga Goriki?

Itu tak ada hubungannya.

Sekarang siapa yg berkuasa di sini?

Aku punya informasi yg sangat penting.

Aku ingin bicara dengan orang itu secepatnya.

Akulah orangnya.

Tenanglah dan dengarkan.

Ada pembunuhan tadi malam.

Lalu... aku melihat pembunuhnya.

Aku sedang tidur di tempat tidurku...

Tiba-tiba aku terbangun. Keadaannya gelap gulita. [Nyonya Hatori, wisatawan]

Lalu, ada seorang laki-laki berdiri di sudut kamar.

Aku sangat ketakutan!

Aku terus saja berpura-pura tidur. Bahkan sampai tak bisa menjerit.

"Bagaimana kalau dia membunuhku," bisikku, gemetar.

Lalu aku berpikir...

Dia takkan mendapatkan perhiasanku.

Karena, aku menempatkannya di dalam kaus kaki di bawah bantalku.

Aku belajar itu dari putriku.

Di mana aku tadi?

Saat Anda menyadari ada seorang pria di kamar.

Aku sangat ketakutan.

Lalu aku mengumpulkan keberanian dan memanggil Kondektur.

Aku membunyikan bel. Terus kubunyikan. Tapi, ia tak datang.

Kupikir, mungkin Kondekturnya sudah dibunuh.

Lalu, akhirnya Kondektur muncul.

Aku nyalakan lampunya, dan dia bertanya "Apa yg terjadi".

Lalu? Apa ada orang di kamar itu?

Tidak ada. Sampai-sampai bawah kursi pun kulihat.

Jelas, laki-laki itu berhasil kabur.

Seperti apa laki-laki itu?

Siapa? Kondekturnya?

Tidak, laki-laki yg ada di kamar Anda.

Bagaimana aku bisa tahu? Aku bilang...

Aku takut sekali. Aku tetap diam dan terpejam.

Jadi Anda tak melihat penyusupnya?

Aku tidak melihatnya.

- Anda tidak melihatnya? - Bisa dikatakan "Kenyataannya" aku melihatnya.

Kupikir dia laki-laki yg di kamar sebelah.

Itu siapa-nama-yang dibunuh.

Karena kamu tahu, pintu penghubung kamar tidak terkunci.

Jam berapa Anda melihat orang itu?

Siapa yg tahu.

Itu informasi yg penting.

Karena aku tak mampu melihat jam.

Saat itu sudah malam. Kira-kira, malam hari.

Perkiraannya terlalu kasar.

Bagaimanapun, tak diragukan lagi ada seorang pria di dalam kamarku!

Aku punya bukti.

Bukti!?

Pagi ini, aku menemukan ini di lantai sudut kamar.

- Ini... - Apa kamu mengenalinya?

Ini kancing dari seragam kondektur.

Kita periksa Miki nanti.

Itu bagus.

Madame...

Sebenarnya kita masih belum selesai......

Ya ampun.

Ada beberapa pertanyaan yg ingin kuajukan.

Pintu menuju kamar berikutnya, mengapa tidak terkunci?

- Siapa yg mengatakannya? - Itu Anda, baru saja.

Itu terkunci.

Yang mana yg benar?

Maksudku sebelumnya itu terkunci.

Siapa namanya? Wanita pemalu yg menjadi pekerja gereja.

- Nona Kureta. - Benar!

Itu tak terkunci saat aku meminta Nona Kureta memeriksa pintu.

Kenapa Nona Kureta di dalam kamar Nyonya?

Anda ingin aku menjelaskannya?

Iya, tolong jelaskan.

Dia datang untuk meminta obat tidur lalu kuberikan obat itu.

Kusuruh dia mengambilnya di dalam tasku.

Secara kebetulan, aku memintanya memeriksa apakah pintu itu terkunci.

Kenapa Anda tak memeriksanya sendiri?

Karena aku sudah di atas tempat tidur.

Saat kuingat, aku merasa kasihan padanya.

Sebelumnya ia salah masuk ke kamar sebelahku.

Ke kamar Tuan Todo?

Ia sangat kesal.

Tampaknya laki-laki itu berbicara sesuatu yg agak vulgar padanya.

Anda takkan mendengar kata-kata itu dariku. Jadi bayangkanlah sendiri.

Akan kubayangkan.

"Apa yg kau mau? Kalau ingin aku, aku bisa menemanimu kapan pun."

Kata-kata jahat seperti itu.

Apa Anda ingat insiden penculikan yg melibatkan putri Kolonel Goriki?

Aku ingat.

Ada apa dengan itu?

Bagaimana dengan tersangka kasus itu?

Laki-laki yg entah langsung dibebaskan, kan?

- Siapa namanya tadi? - KasaKen.

Benar! KasaKen. Aku terkejut.

Dia jelas yg menculiknya.

Suatu hari, dia akan dihukum.

Dia menerima hukuman kemarin.

Apa maksudmu?

Tidak, jangan-jangan...

- Laki-laki itu... - Benar.

Jadi itu sebabnya.

Kupikir begitu, sejak awal.

Bahwa dia memang bertampang kriminal.

Apakah Anda mengenal anggota-anggota keluarga Goriki secara pribadi?

Tentu saja tidak.

Mereka sangat kaya, kan? Mereka berstatus sosial tinggi.

Dunia mereka berbeda dariku.

Anda sangat membantu. Terima kasih banyak.

- Apa ada yg lain? - Tidak, terima kasih.

Aku masih ingin berdiskusi.

Tidak usah, terima kasih.

Ngomong-ngomong, Madame...

Apa Anda memiliki gaun merah sutra?

Pertanyaan yg aneh. Aku tidak punya gaun itu.

Aku memang punya dua gaun, satu berwarna merah muda dan satu berwarna putih.

Itu hadiah untuk putriku.

Tapi, ada apa?

Wanita yg mengenakan gaun merah, berkeliaran di koridor saat akhir tengah malam.

Aku yakin itu bukan aku.

Oh, Madame.

Nyonya lupa saputangan Anda.

Itu bukan milikku.

Tapi, inisialnya "N"...

Namaku memang "Noriko". Tapi...

Aku tak memakai saputangan terlalu mewah seperti itu.

Lagi pula, saputangan hanya untuk mengelap hidung, kan?

Itu memang agak melelahkan.

Memang benar ada seseorang di dalam kamarnya, kan?

Karena tampaknya ia adalah wanita yg sangat memaksakan asumsinya...

...aku tak bisa memperoleh petunjuk.

Ini memang melelahkan.

Tetapi, kesaksiannya mengembalikan lagi teori kejahatan dengan faktor eksternal.

Setelah pelakunya membunuh KasaKen, dia kabur keluar melalui kamar Nyonya Hatori.

Itu tidak mungkin.

Kau kenapa?!

Selalu saja tidak setuju denganku!

Karena... itu tidak masuk akal, kan, Tuan Suguro?

Bagaimana menurutmu, Tuan Suguro?

Ini bukan kancingku, Tuan.

Semua kancingku masih terpasang.

Tidak perlu khawatir. Ini hanya khayalan dari wanita tua.

- Lalu kancingnya? - Ada banyak kancing seperti itu di luar.

Dia pasti memungutnya dari tempat lain.

- Itu saja, Miki. Kamu boleh pergi. - Baik.

Saya akan pergi. Mohon izin.

Dengan begitu, apa yg akan kita lakukan?

Nona Kureta. Langsung saja ke sini. [Kureta Sonoko, Pekerja Gereja]

Silakan duduk.

Anda keberatan jika diberi pertanyaan?

Tolong tunggu sebentar. Saya harus mempersiapkan diri.

- Atau nanti saja? - Ah, tidak...

Saya tak mau merepotkan orang.

Saya siap.

- Nama Anda. - Kureta Sonoko.

- Pekerjaan? - Saya membantu urusan Gereja.

Di Shimonoseki.

- Apa tujuan Anda bepergian? - Untuk jalan-jalan.

Saya punya adik perempuan di Tokyo.

Apa yg terjadi tadi malam?

- Saya bukan pembunuh! - Tidak, Nona...

Kami memang bergiliran menanyai setiap penumpang.

Tampaknya, Nona...

...adalah orang terakhir yg melihat Tuan Todo masih hidup.

Eh?

Anda salah memasuki kamarnya, kan?

Saya tidak masuk!

Saya mengetuk pintunya. Saya keliru menyangka kamarnya dengan kamar Nyonya Hatori.

Lalu dia keluar.

Apa Anda benar-benar melihatnya secara pribadi?

Iya.

Lalu, apa yg terjadi selanjutnya?

Saya masuk ke kamar Nyonya Hatori. Dan mendapat beberapa obat...

...lalu kembali ke kamar saya.

Menurut Nyonya Hatori, Anda memeriksa pintu penghubung kamar apakah itu terkunci?

- Ya. - Bagaimana itu?

- Bagaimana apanya? - Cara Anda menguncinya.

Ya. Kulakukan seperti ini.

Tolong diulangi lagi.

Kulakukan seperti ini...

Oh, apa seperti ini? Tidak! Seperti ini...

Seperti ini! Begini!

Jadi dalam posisi menyamping, Nona membuatnya tegak?

Ya! Kurasa...?

Lalu, Anda kembali ke kamar sendiri. Nona masih ingat itu pukul berapa?

Pukul 11:25.

Bagaimana kau tahu dengan jelas?

Karena itu kebiasaanku melihat jam.

Kemudian apa?

Saya tidur hingga pagi.

Boleh ditunjukkan posisi kamar Nona?

Yang ini.

Dengan siapa Nona berbagi kamar?

Nona Baba. Wanita yg cantik dan baik hati.

Apa Nona Baba meninggalkan kamarnya saat larut malam?

Sekali pun tidak!

Bagaimana kau tahu jika kau sedang tidur?

Saya tidur ringan.

Apa kau punya gaun sutra merah?

Tidak.

- Apa kau ingat kasus Kolonel Goriki!? - Maaf...

Bisa tolong dipelankan?

Apa... Anda... tahu... kasus Kolonel Goriki?

Terima kasih banyak.

Bi-... bisa saya kembali sekarang?

Kami sangat berterima kasih atas kerja sama Anda.

Silakan.

Aku tidak merasa ia tipe orang yg bisa membunuh.

Ada wanita yg terlihat tak tega membunuh serangga. Tapi, ternyata membunuh suaminya.

Aku sudah menemukan beberapa fakta penting kasus ini.

Tentang kunci, kan?

Aku sangat ingat cara mengunci di kamarku.

Ubah kesamping untuk mengunci. Ubah jadi tegak lurus untuk membukanya.

Saat Nona Kureta menguncinya, sebenarnya dia membuka kuncinya.

- Astaga wanita itu... - Jika begitu...

Maka, cerita Nyonya Hatori tentang laki-laki yg sembunyi di kamarnya tak sepenuhnya bohong.

Tuh, kan?

Tuan Suguro...

Aku sudah menyusun kejadian sesuai urutan kesaksian mereka.

- Kamu mau mendengarnya? - Baiklah.

Itu akan sangat membantu.

Maaf... atas kebiasaanku yg teliti.

Coba lihat. Akan kubacakan.

Sekitar pukul 11 malam...

Masuda, si pelayan laki-laki menyiapkan obat tidur dan meninggalkan kamar Todo.

Pukul 11 lewat...

Makuuchi mengunjungi Todo di kamarnya.

Sekitar pukul 11:25...

Nona Kureta melihat Todo secara langsung.

Pukul 11:45...

Kereta ini berhenti di Maibara.

Jam 12 lewat 30 menit.

Kereta berhenti karena longsoran salju.

Pukul 00:37...

Todo bermimpi buruk dan memanggil kondektur.

Jam 1 lewat 15 menit.

Arloji Todo terhenti.

Kemungkinan itu adalah waktu kejadian pembunuhan.

Pukul 1:17...

Nyonya Hatori melihat seorang laki-laki di kamarnya dan memanggil kondektur.

- Cukup luar biasa, Dokter. Sangat jelas. - Oh, terima kasih.

Ini sudah jelas, kan?

Sesuai perkiraanku, pelakunya berasal dari luar kereta.

Waktu pembunuhan adalah pukul 1:15.

Pelakunya kabur melalui kamar Nyonya Hatori.

Todo dibunuh oleh seseorang dari dunia hitam.

Namun, jika itu benar... kemana pelakunya menghilang?

Aku masih merasa dia ada di antara para penumpang.

Jika itu masalahnya, pasti si sales mobil!

Orang Kyushu biasanya cepat marah!

Dia pasti seorang gangster.

Tidak salah lagi. Dialah pelakunya!

Tapi, si pelayan laki-laki bersaksi bahwa dia tak sekali pun meninggalkan kamar.

Berarti, dia juga termasuk!

Itu sulit dipercaya.

Bagaimana menurutmu, Tuan Suguro?

Semakin kupikir tentang kasus ini...

...semakin sederhana yg kudapat.

[Todoroki Natsu, Nyonya Bangsawan]

Silakan.

Silakan.

Jika Anda tak keberatan, kami ingin berbicara satu per satu.

Kami akan memanggilmu nanti. Maaf ya.

Dengan berhentinya kereta dan terjadinya insiden dalam perjalanan Nyonya...

...terimalah permohonan maaf saya.

Aku sempat mendengar bahwa telah terjadi pembunuhan.

Aku tentu saja, mendengarnya dari para penumpang.

Jika Anda merasa pertanyaanku menyinggung. Aku mohon maaf sebelumnya.

Apakah Nyonya tinggal di Tokyo?

Benar.

Aku menghabiskan masa-masa tuaku dengan berkeliling negeri bersama pelayanku.

Boleh kutanya apa yg Anda lakukan setelah makan malam?

Aku langsung beranjak tidur setelah makan.

Aku membaca hingga pukul 11 malam lalu mematikan lampu.

Aku sulit tidur jadi aku membunyikan bel dan memanggil pelayanku.

Tolong panggil pelayanku.

Baik, Nyonya Besar.

Aku ingat saat itu pukul 00:45.

Pelayanku memijatku.

Dan membacakan sebuah buku untukku agar aku tertidur.

Aku tak ingat jam berapa dia meninggalkan kamarku.

Apakah saat itu kereta berhenti?

Benar.

Kebetulan, Madame, apakah saputangan ini milik Anda?

Tidak.

Ada huruf "N" di sini. Aku percaya nama Anda adalah...

- ..."Natsu"... - Itu bukan milikku.

Boleh kutanya tentang insiden Kolonel Goriki?

Aku dengar dari Nyonya Hatori...

...pria yg terbunuh itu adalah pelaku di balik insiden itu.

Kelihatannya begitu.

Aku sangat mengenal Kolonel Goriki beserta keluarganya.

Nyonya mengenal mereka secara pribadi?

Istri sang Kolonel, Soneko adalah putri baptisku.

Ibu kandung Soneko adalah seorang aktris.

Awashima Yachiyo...

Aku dan dirinya telah berteman sejak hari-hari muda kami.

Awashima Yachiyo... aku ingat dia.

Ia adalah aktris yg luar biasa.

Ia pernah memerankan Lady Macbeth...

...ia jauh lebih hebat daripada aktor lainnya.

Apakah dia sudah meninggal?

Kini kesehatannya tidak cukup baik.

Kudengar ia selalu terbaring di tempat tidur.

Jika tak salah ingat...

...tampaknya istri Kolonel Goriki punya saudara kandung...

- ...apa aku benar? - Tentang itu...

Apa hubungannya dengan situasi sekarang?

Ada kemungkinan bahwa pelaku yg membunuh Todo itu terlibat langsung dengan keluarga Goriki.

- Astaga! - Bagaimana, Nyonya?

Selain Nyonya Goriki, apakah Awashima Yashiko memiliki anak lainnya?

Kalau tak salah...

- ...ada putri kedua. - Ada adik bungsu?

- Tapi, aku tak ingat banyak. - Apa Nyonya tahu namanya?

Aku sudah lupa.

Cukup, kita sudahi saja.

Aku merasa lelah.

Siapa namamu?

Namaku Suguro Takeru. Senang berkenalan dengan Nyonya.

Aku ingat Anda sekarang.

Anda adalah detektif terkenal.

Kurasa sudah ditakdirkan menjadi seperti ini.

Mohon permisi, Tuan-tuan.

- Akan saya antar ke kamar Anda. - Aku bisa jalan sendiri!

Uruslah urusan kalian sendiri!

Maafkan saya, Nyonya.

Dia memang menakutkan.

Meski begitu, jika dia sangat berkaitan dengan keluarga Goriki...

...sangat tidak mungkin kalau dia pelakunya.

Aku setuju.

Hanya saja, kata-kata terakhirnya menggangguku.

Apa maksud perkataannya dengan "Ditakdirkan menjadi seperti ini"?

Terima kasih atas waktu luangnya, Tuan Muda Ando. [Tuan Muda Ando, diplomat)

Apa Tuan mengetahui kejadian tadi malam?

- Tentu saja. - Sehubungan dengan masalah itu...

...kami sedang menanyai semua penumpang.

Aku sangat mengerti situasi ini. Hanya saja, aku dan istriku...

...mungkin takkan banyak membantumu.

Kami berdua tidur dan tidak mendengar apa-apa.

Apa Anda tahu tentang si korban?

Tampaknya, dia tersangka dalam kasus Kolonel Goriki, kan?

Apakah Tuan sangat mengenal anggota keluarga Goriki?

Aku tak pernah bertemu mereka.

Bisakah Tuan menunjukkan lokasi kamar Anda?

Ini dan di sini.

Kami menggabungkan kamar-kamar ini.

Pukul berapa Tuan kembali ke kamar?

Aku tidak ingat waktunya.

Setelah makan malam, aku dan istriku bermain kartu sebentar di kamar kami...

Setelah itu, kami pergi tidur.

Itu saja.

Tolong katakan tujuan apakah Tuan bepergian.

Aku seorang diplomat. Pekerjaanku membuatku sering bepergian.

Apakah istri Tuan menemani Anda saat bekerja?

Tidak selalu.

Buku pengenal yg Anda berikan ini adalah paspor, kan?

Apa Anda membawa buku ini meski saat bepergian dalam negeri?

Kadang-kadang kubawa.

Aku ingin mewawancarai istri Anda.

Tidak perlu.

Dia hanya akan mengulangi kata-kataku.

Mungkin itu benar. Tapi...

...aku masih ingin mendengar langsung dari istri Anda.

Kubilang, itu tak perlu.

Ini soal formalitas, Tuan. Cobalah untuk mengerti.

Tak mungkin juga dia.

Orang seperti itu tak mungkin pembunuhnya!

Ada noda di bagian ini...? [Ando Ryoko]

Ini adalah paspor istrinya. Noda pada namanya... "Ando Ryoko"...

Kamu benar.

Kenapa dengan itu?

Aku cenderung memikirkan hal-hal kecil.

Berdasarkan penampilan Tuan Muda itu...

Aku percaya dia adalah tipe yg menaruh perhatian pada masalah kerapian.

Karena itu, aku terganggu dengan noda kecil ini.

Mungkin istrinya adalah wanita yg teledor?

Dengan pria seperti itu?

Istri yg semrawut tak cocok untuknya.

Berarti mungkin pejabat-pejabat ceroboh yg membuat noda itu.

Tak perlu repot-repot untuk hal kecil.

Maaf sudah merepotkan hingga datang kesini.

Saya diberi tahu, Anda ingin menemui saya? [Nyonya Muda Ando, Istri Tuan Muda Ando]

Ini takkan lama. Silakan duduk.

Saya permisi.

Aku punya satu pertanyaan.

Apakah Nyonya mendengar atau melihat apa pun yg berkaitan dengan kejadian tadi malam?

Saya tak mendengar dan melihat apa-apa.

Saya minum obat tidur dan terlelap.

Terima kasih banyak. Anda boleh pergi.

Itu saja?

Kata mereka ini takkan lama.

Oh, tunggu sebentar.

Tuan, apakah Anda merokok pipa?

Aku merokok cerutu.

Kenapa bertanya hal seperti itu?

Saat menyelidiki sebuah insiden, terkadang Anda harus bertanya segala hal.

Contohnya, gaun warna apa yg Nyonya pakai?

Kau mau kasar?

Warnanya merah muda keputihan.

Ini pertanyaan yg lucu. Apa itu penting?

Sangat penting, Nyonya.

Aku takkan mempersulit Anda lagi. Anda boleh pergi.

Memang wanita yg mempesona.

Tapi, tampaknya itu sangat tidak membantu sama sekali.

Memang benar.

Dua orang yg tak melihat dan tak mendengar...

...apa pun.

Ini.

Jadi... siapa berikutnya?

Kolonel Noto. Katanya dia bekerja sebagai Staf Umum Angkatan Darat.

Kelihatannya dia kawan yg berat.

Aku menduga orang Kyushu itu. Apa dia masih belum dapat giliran?

Jangan terburu-buru dulu.

Kami sudah menunggu Anda. Silakan, di sini.

[Noto Iwao, Kolonel Angkatan Darat]

Anda bepergian ke Shimonoseki?

Aku ada urusan di Kokura.

Urusan Gudang Senjata Angkatan Darat Kokura?

- Ya. - Aku juga di sana hingga kemarin.

Ada insiden sedikit di sana.

Bisa kita persingkat ke masalah ini?

Apa Anda mengenal penumpang wanita bernama Nona Baba?

- Kenapa? - Berdasarkan fakta-faktaku...

...tampaknya wanita itu sangat mungkin menjadi pelaku.

Si korban ditikam 12 kali. Sangat tidak mungkin cara pembunuhan itu dilakukan laki-laki.

Belum terhitung pembunuhan emosional. Aku merasakan sebuah ambisi.

Di antara para penumpang, yg sangat menggambarkan si pelaku...

...adalah Nona Baba.

Bagaimana menurut Anda tentang dia?

Kenapa tanya aku?

Anda mengatakan bekerja sebagai Staf Umum Angkatan Darat.

Anda ahli mengamati manusia, kan?

Apa menurut Anda dia tampak tak terkait dengan insiden itu?

Ini bodoh.

Insiden terjadi pukul 1:15 dini hari...

Apa yg sedang Anda lakukan saat itu?

Saat pembunuhan, aku sedang bercakap-cakap dengan sekretarisnya.

Aku yakin, Makuuchi.

Apakah pintunya terbuka saat kalian bercakap-cakap?

Benar. Aku sedang merokok dengan pipa.

Karena sebagian orang terganggu bau rokok...

...pintu itu harus kubuka.

Saat itu, apa ada seseorang melewati koridor?

Aku ingat seorang wanita lewat.

Dia mengenakan semacam gaun merah.

Hanya sekilas jadi aku tak dapat melihat sepintas wajahnya.

Apa kita selesai?

Apa Anda ingat kasus Kolonel Goriki?

Sebuah peristiwa yg tragis.

Apa Anda tahu Kolonel Goriki?

Tentu saja aku tahu. Kudengar dia orang yg baik.

Dan dia disukai banyak orang.

Dia juga prajurit yg hebat, kan?

Dia dianugerahi Orde Layang-layang Emas Kelas Kedua. (Medali tertinggi untuk keberanian dalam militer)

Otak dari insiden itu adalah orang yg dibunuh tadi malam.

Aku sudah dengar.

Jika kamu tanya aku...

Ini perkara karma untuk orang jahat.

Aku pun berpikir begitu.

Jika dari awal, dia dibawa ke hakim juri, dia pasti dijatuhi hukuman mati.

Aku mengerti.

Aku percaya sidang oleh juri adalah sistem yg paling bijaksana dari semua, bukan begitu?

Pertanyaanku sudah selesai.

Kalau begitu, boleh kuberi secuil informasi padamu?

Oh, silakan.

Saat aku beranjak pergi untuk ke kamar sendiri dari kamar Makuuchi...

Boleh?

Kamarku di sini.

Laki-laki kamar ini mengintip dari pintunya.

No. 12!

Dia langsung menutup pintu saat melihatku.

Terlihat aneh, kan?

Terima kasih atas informasi Anda yg berharga.

Kolonel Noto merokok dengan pipa. Dia satu-satunya yg mengaku tanpa kutanya.

Memang mencurigakan.

Kemungkinan besar dia berhubungan dengan Kolonel Goriki.

- Mencurigakan, kataku! - Ya. Tapi...

Dia mengatakan tak mengenalnya dengan baik.

Terlebih lagi dia bahkan tahu tentang medali, kurasa dia sangat mengenalnya.

Dia pelakunya!

Tentang Nona Baba, apa itu tadi?

Itu adalah pertanyaan terpenting.

Aku ingin melihat apakah keduanya saling mengenal.

Kemungkinan besar pria itu pelakunya!

Tapi, laki-laki gagah dan rapi seperti dia...

Kira-kira apa dia mampu menikam mayat dengan sembrono?

Itu masalahnya.

Selanjutnya, haruskah kita panggil orang Kyushu itu?

Simpan dulu yg menyenangkan untuk nanti.

Mari kita jernihkan masalah ini dengan kawan kita dari kamar No. 12.

Apa yg dilihatnya saat larut malam...

Aku menggebu-gebu ingin tahu.

Halo.

Senang mengenal kalian. Namaku Hazama.

Aku asumsikan kamu sudah tahu masalah pembunuhan itu.

Tentu saja. Karena itu Anda menanyai semua penumpang, kan? [Hazama Saisuke, sales pena]

Hatiku berdebar-debar menunggu dipanggil.

Aku percaya kamu adalah sales pena.

- Tidak, itu salah. - Salah?

Kurasa lebih baik aku menceritakan semuanya padamu.

Aku adalah ini.

Kamu detektif!?

Kita sama, bukan, Tuan Suguro?

Tuan Todo menyewaku untuk melindunginya.

- Oleh Todo? - Ya.

Hidupnya sedang diincar.

Jika kamu sedang melindunginya...

...kenapa tidak memilih kamar di sampingnya?

Aku tak bisa mengambilnya karena sudah terpesan.

Hanya No. 12 yg tersedia.

Biasanya kamar itu digunakan oleh kondektur.

Apa Todo mengatakan sesuatu tentang orang yg mengincar nyawanya?

Ya. Katanya, orang itu kecil, gelap dengan suara bernada tinggi seperti suara perempuan.

Kecil, gelap dan suara bernada tinggi?

Apa kamu sudah dengar identitas asli Todo?

Aku terkejut.

Jadi dia mungkin dibunuh seseorang yg berhubungan dengan keluarga Goriki?

Bisa kamu ceritakan apa saja kegiatanmu semalam?

Iya.

Kamu tidak tidur?

Aku sudah terbiasa dengan pekerjaan.

Aku sedang mengawasi koridor dari kamarku.

Itu yg dilihat Kolonel Noto.

Cocok dengan ceritanya.

Apa ada orang yg mencurigakan?

Tidak ada.

Selama saat itu, aku sering melihat kondektur.

Setidaknya, tidak ada yg datang dari gerbong lain.

Meski saat kita di Maibara, tak ada yg masuk lewat pintu belakang.

Aku yakin itu.

Itu saja.

Ngomong-ngomong, kamu merokok pipa?

Aku tak merokok pipa.

Detektif merokok sigaret, kan?

Jangan ragu bertanya apa saja. Aku bersedia bekerja sama.

Aku permisi.

Tidak, aku merasa dia bukan pelakunya.

- Berdasarkan apa? - Perasaanku.

Apa dia benar-benar detektif?

Kelihatannya benar.

Hanya saja...

...tentang apakah Todo benar mempekerjakannya...

...agak dipertanyakan.

- Kenapa begitu? - Todo...

...memintaku untuk menjadi pelindungnya.

Saat itu, dia tak menyebut kawan kita ini.

Berarti, apa yg dikatakannya tentang mengawasi koridor semalaman itu bohong?

Aku tidak tahu.

Yang semakin membingungkanku adalah...

...jika ia benar berbohong...

...maka itu akan menjadikan Kolonel Noto pun berbohong.

Baiklah, akhirnya ini dia, permintaan besar Tuan Baku.

Munculnya orang Kyushu.

Selamat siang. Aku Hotoda Tamio. [Hotoda Tamio, sales mobil]

Tuan Hotoda, apa yg menjadi pekerjaanmu?

Aku seorang sales mobil di Hakata.

Apa tujuanmu bepergian ke Tokyo?

Setiap kali mobil baru masuk ke Tokyo, aku yg menguji mobil-mobil itu.

Yang jelas, cara terbaik melihat kelayakan mobil adalah dengan mengendarainya.

Hanya itu caranya.

Aku tak tahu apa sama dengan wanita.

Kamu tahu kejadian semalam?

Laki-laki yg dibunuh itu adalah kawan yg hina, kan?

Sejak awal juga dia terlihat mencurigakan.

Aku bisa langsung tahu.

Apa kamu tahu insiden Kolonel Goriki?

Tidak!

Tapi... jika insiden 15 Mei, aku mungkin tahu. (Percobaan Kudeta Nazi)

Saat itu, kebetulan aku di Tokyo...

Kita sisihkan dulu topik itu.

Putri Kolonel Goriki diculik...

Oh, aku ingat sesuatu seperti itu...

Pelaku dalam insiden itu adalah Todo.

Kalau begitu wajar kawan kita itu dibunuh.

Jika aku tahu, mungkin aku sendiri yg menikamnya sampai mati.

Kamu sudah bertemu anggota keluarga Goriki?

Tidak.

Aku tidak bertemu Kolonel, istrinya atau pun saudari istrinya.

Tentu saja putrinya termasuk.

Kamu sangat mengenal keluarga Kolonel ya?

- Apa maksudmu? - Katamu...

...kamu tak tahu banyak tentang kasus penculikan.

Apa salahnya aku menyebut "istri"?

Kalau ada putri, tidak aneh kalau mengasumsikan ada pula ibunya.

Bagaimana dengan "saudari istrinya"?

Hei, kamu tahu, itu yg disebut... Apa itu namanya?

Hanya cara bicara! Itu cara orang Kyushu bicara.

Kamu tak perlu mempersoalkan apa yg kami katakan.

Bisa kamu ceritakan kegiatanmu semalam?

Sepanjang malam aku di kamarku.

Selain itu, aku pergi ke kamarmu.

Kamu berbagi kamar yg sama dengan pelayan Todo, kan?

Dia kawan yg aneh. Dia kutu buku.

Apa dia meninggalkan kamar?

Tidak.

Jam berapa kamu tidur?

Aku tidak bisa tidur.

- Kamu tidak tidur? - Karena kawan kita itu...

- ...mataku tak bisa terpejam semalaman! - Apa maksudmu?

Geretak gigi... sepanjang malam yg kudengar "Geretak-geretak"!

Tunggu sebentar! Pelayan itu menggeretakkan gigi?

- Ya! - Ini aneh...

Pelayan itu mengatakan hal yg sama.

Hah?

Bahwa kamu yg menggeretakkan gigi sepanjang malam.

Aku tak tahu apa yg dibilang si kawan tua itu. Tapi...

...yg kukatakan tak bisa tidur itu nyata.

Itu benar-benar nyata!

Aku mau balik!

Sesukamu saja.

Kapan keretanya akan jalan? Karena ini, rencanaku berantakan!

Dia kebingungan sekali.

Aku tahu, pasti dia. Dia itu pelakunya!

Hal seperti itu biasa.

Semua kesaksian hingga kini saling berkaitan dan teratur.

Dia mulai khawatir saat ada perbedaan kesaksian dirinya dan Masuda.

Jadi siapa yg berbohong?

- Sudah jelas itu Hotoda! - Meski begitu...

Tepatnya ada berapa banyak penumpang yg berbohong di kereta ini?

Anda adalah penduduk Tokyo, bukan? [Baba Maiko, Guru Pengasuh]

Benar. [Baba Maiko, Guru Pengasuh]

Apa Anda bekerja, mungkin...?

Saya seorang pengasuh.

Apa tujuan Anda bepergian ke Shimonoseki?

Jalan-jalan.

Seorang penumpang terbunuh tadi malam.

Begitu yg saya dengar.

Jika Anda memahami sesuatu yg berkaitan tentang masalah ini...

Sayangnya saya tak bisa banyak bercerita.

Tadi malam, saya beranjak tidur lebih awal.

Apakah Anda tak terganggu dengan kejadian yg mengerikan ini?

Saya tak mengerti apa maksud Anda?

Kurasa pertanyaan itu sederhana.

Pikiran saya sama sekali tak terganggu.

Apapun itu saya tak merasa terganggu.

- Ini pembunuhan, Nyonya. - Tentu saja, itu salah.

Anda tak tampak seperti orang yg mudah tergerak hatinya.

Menarik perhatian pada kelemahan seseorang seperti meninggikan suara atau berteriak histeris...

...saya tak melakukan hal memalukan itu.

Apa Anda mengenal korban?

Saya hanya melihatnya selama waktu makan.

Apa kesan Anda terhadapnya?

Tidak ada... maaf.

Pertanyaan seperti itu tampaknya sia-sia.

Sejujurnya kesan saya padanya takkan membantu membongkar kasus ini.

Itu bukan hakmu memutuskannya!

Apa Anda tahu identitas almarhum?

Nyonya Hatori telah menceritakannya.

Bagaimana dengan Kolonel Goriki?

Itu insiden yg mengerikan.

Apakah Anda mengenal siapa pun dari kejadian itu?

Tidak.

Bagaimana rencana pernikahanmu?

Apa itu berhubungan dengan kasus ini?

Aku tak bisa menjawabnya.

Apa pendapat Nyonya dengan wanita yg berbagi kamar dengan Anda?

Ia tampak seperti orang yg sederhana dan polos.

Apa warna gaun Anda?

Berwarna cokelat.

Bukankah berwarna merah cerah?

Tidak. Itu bukan milik saya.

Berarti, milik siapa?

Apa maksud Anda?

Faktanya "Bukan milikku" berarti Anda tahu pemilik sebenarnya.

Saya sempat terbangun di tengah malam...

Karena kereta berhenti lama, saya mengintip ke koridor.

Saat itu...

Saya melihat seorang wanita berjalan, mengenakan gaun merah.

Anda tak melihat wajahnya?

Hanya punggungnya.

Terima kasih, kami tak mau mengganggu Anda lagi.

Saya permisi.

Dia wanita yg rapi dan cukup tenang.

Dia tak mungkin menjadi pelakunya, kan?

Dia tak tampak seperti wanita emosional dan menikam orang sampai mati.

Ini pertama kalinya kita sependapat!

Tetapi, saat di Shimonoseki, wanita itu bercakap-cakap dengan Kolonel Noto.

Maksudmu mereka berkomplot?

Meski saling mengenal, mereka jelas berpura-pura untuk tak saling kenal di kereta.

Memang benar. Tapi... itu maksudku, kan?

Benar.

Jika mereka berkomplot...

...seharusnya mereka saling membuktikan alibi masing-masing...

...sebenarnya apa yg terjadi?

Alibi Kolonel Noto dibuktikan oleh Makuuchi, orang asing.

Sementara alibi Nona Baba dibuktikan oleh Nona Kureta, orang asing lagi.

Dia tak ada hubungannya!

Itu menurutku.

Baiklah, mari kita lanjutkan dengan penumpang yg terakhir.

Maaf soal yg tadi. Silakan duduk.

Aku berdiri saja. [Hirudegawa Sumiko, pelayan Nyonya Bangsawan]

Nona Hirudegawa, kamu sempat ke kamar Nyonya Besar?

Aku memijatnya dan membacakan buku untuknya.

Selama waktu itu, apa kamu melihat seseorang di koridor?

- Tidak. - Contohnya...

...seorang wanita bergaun merah mungkin?

Aku tak melihat siapa-siapa.

Hanya sekali saat kembali ke kamarku untuk mengambil buku...

...aku berpapasan dengan Kondektur.

Kondektur?

Aku sempat menabraknya karena dia tiba-tiba keluar dari salah satu kamar.

Bisa kamu perlihatkan kamar apa itu?

Kamar ini.

No. 8!

Itu kamar Nyonya Hatori!

- Tolong panggil Tuan Miki. - Baik.

Apa ada sesuatu?

Kamu...

...telah membuat sebuah kesaksian penting.

- Ini dia. - Saya permisi.

- Tuan Miki. - Ya?

Kamu tahu wanita ini, kan?

Dia Nona Hirudegawa.

Akhir tengah malam, dia melihat seorang kondektur keluar dari kamar Nyonya Hatori.

Eh, tidak...

Itu pasti bukan saya.

- Boleh kukatakan sesuatu? - Apa itu?

Orang yg kulihat... bukan orang ini.

Ada berapa banyak kondektur gerbong ini?

Hanya saya, Tuan.

Orang yg kulihat itu kecil dan gelap.

Dia berkumis tipis.

Saat bertubrukan dengannya, dia minta maaf dengan suara tipis, seperti suara wanita.

Aku yakin bukan orang ini.

Laki-laki kecil, gelap dan bersuara wanita...

Pergi kemana dia?

Tak terlihat seperti lari keluar karena tak ada jejak kaki di salju.

Apa mungkin dia bersembunyi di suatu tempat yg tak terpikirkan orang dalam kereta ini.

Tak ada tempat seperti itu.

Atau dia memang tidak di sini sejak awal?

Penumpang yg menyamar!

Tadi malam, dalam kereta ini...

Ada dua orang tak dikenal.

Kondektur palsu dan wanita bergaun merah.

Jika salah satu penumpang sedang menyamar...

...seragam kondektur dan gaun merah pasti ada di gerbong ini.

Itu akan menjadi pembuktian yg jelas!

Periksa semua koper penumpang.

Segera!

Mari kita tebak.

Kemungkinan besar gaun itu di dalam koper laki-laki...

...sementara seragam kondektur di koper Nyonya Hirudegawa.

- Dia pelakunya!? - Tidak juga.

Jika dia pelakunya...

...mungkin seragamnya akan terlihat di dalam kopernya.

Jika dia bukan pelakunya...

...maka seragamnya sudah pasti akan di sana.

Tolong jelaskan lebih rinci.

Bagaimanapun, ayo periksa kopernya.

Ah, kemana Miki pergi...

Seseorang!

Tolong geser!

- Ada apa? - Lewat sini! Cepat!

Di mana Anda menemukannya?

Di tas kosmetikku.

Meski aku terlihat seperti ini, sebenarnya aku mudah pingsan.

Sejak kecil, aku pingsan saat melihat darah.

Saat itu juga, waktu ada tikus di depan rumahku...

Bagaimana menurutmu, Dokter?

Coba kulihat.

Tampaknya darah manusia.

Bisa kamu bandingkan dengan luka pada mayat?

Tentu saja.

Tuan dan Nyonya, tolong kembali ke kamar kalian.

Permisi.

Nyonya, aku yakin Anda sangat kaget.

Aku akan membawakan Anda biskuit dan teh.

Miki, kamu di mana?!

Aku sedang tak nyaman minum teh!

Madame, maaf melakukan ini di waktu yg tak tepat. Tapi...

...bolehkah kami memeriksa koper Anda?

Tunggu. Kenapa aku?

Kami akan mulai memeriksa semua koper para penumpang.

Baiklah.

Kalau begitu, lakukan.

Miki, kau di mana!

- Ada masalah, Tuan? - Mulai sekarang...

Kita akan periksa koper semua kamar.

Saya mengerti. Permisi, Nyonya.

- Aku mau di koridor. - Baik.

Putriku akan terkejut saat dirinya mendengar tentang hal ini.

Lagi pula, Anda jarang menemui kasus pembunuhan secara langsung, bukan?

Ini. Coba lihatlah.

Yang ini putriku dan yg ini cucuku.

Kan? Mereka sangat menggemaskan.

Benar-benar sebuah keluarga idaman.

Tuan Suguro, di dunia juga ada pembunuhan yg dapat diampuni...

...itu menurutku.

Apapun kasus itu...

...pembunuhan adalah perbuatan jahat.

Begitu menurutmu...

Ya.

Kami sudah selesai.

Tidak ada seragam kondektur atau pun gaun merah.

Terima kasih banyak.

Wah... pemeriksaan koper. Akhirnya kita semakin serius ya?

Laki-laki itu telah menghancurkan kehidupan Soneko dan keluarganya.

Aku sangat membencinya hingga ke ubun-ubun.

Aku ingin membunuhnya dengan kedua tanganku.

Aku bersimpati dengan Anda.

Mengejutkan, tangan-tangan ini tak berdaya.

Ini hal yg membahagiakan ataukah menyedihkan?

- Kamu baik-baik saja? Bisa? - Iya, Tuan. Bisa.

Maaf sudah merepotkan. Tapi, bisakah Nona memeriksa Nyonya Hatori?

Dia sangat terguncang setelah menemukan senjata pembunuhan.

Saya mengerti.

Silakan buka tas saya, lagi pula kuncinya rusak.

Baik.

Mengapa Anda menyuruhnya untuk menjauh?

Apa maksudmu?

Anda ingin berbicara sendirian dengan saya, bukan?

Mari kita ke koridor.

Tuan Suguro...

Jika Tuan tak mengatakan niat aslimu...

...Tuan hanya akan membuang-buang waktu.

Di pelabuhan Shimonoseki...

Aku mendengarmu berbicara dengan Kolonel Noto.

Jangan sekarang...

Saat semua berakhir...

Saat semua kita dapatkan...

Apa maksudmu dengan itu?

Menurutmu kami mendiskusikan rencana pembunuhan?

Aku satu-satunya yg bertanya.

- Aku tak bisa menjawabnya. - Kamu menolak menjelaskannya?

Jika Tuan memilih kata itu maka "Menolak" adalah jawabanku.

Apa hubunganmu dengan Kolonel Noto?

Aku tak begitu mengenalnya.

Pembersih pipa tembakau ditemukan di lokasi kejadian.

Satu-satunya penumpang yg merokok pipa adalah Kolonel Noto.

Tidak masuk akal.

Sulit dipahami, hal seperti itu berkaitan dengan kejahatan ini.

- Dia bukan orang seperti itu. - Baru saja...

...Nona mengatakan tak begitu mengenal Kolonel Noto, kan?

Tidak ada juga.

Jika kamu temukan itu di sini...

...maka aku akan dinyatakan bersalah, kan?

Aku sudah mencocokkan kesaksian dengan kawan kita ini dan...

...yg menggeretakkan gigi adalah aku.

Kamu?

Tampaknya yg kukatakan tadi itu salah.

Aku tidur seperti kayu. Jelas, aku tidak dengar apa-apa.

Itu yg sebenarnya terjadi.

Kamu benar-benar setia melayani Nyonya Besar...

Aku terkesan.

Terima kasih.

Aku yakin kamu juga ahli masak, kan?

Sampai sekarang, semua Nyonya yg telah kulayani mengatakan hal yg sama.

Tak ada juga di sini.

- Yang ini juga. - Baik.

Permisi.

Itu seragam perusahaan kami!

Satu kancing hilang.

Aku tak tahu apa-apa!

Aku tak meletakkannya di sana!

Kenapa ini ada di sana?

Laki-laki yg memakai seragam ini keluar dari kamar Nyonya Hatori...

...dan menubruk Nona Hirudegawa.

Dia kebetulan lewat di depan kamar. Pintunya terbuka dan tak ada orang di dalam.

Itu pasti kamar si wanita yg ditabraknya.

Dia mengendap-endap masuk, melepas seragamnya dan menyembunyikannya dalam koper.

Selalu pintar seperti biasa!

Selanjutnya gaun itu, bukan?

Katamu, seharusnya ini ada di koper penumpang laki-laki.

Hanya menebak. Itu sesuatu yg akan kulakukan jika aku pelakunya.

Tetapi, tampaknya berada di tempat lain.

- Itu telah hilang ya? - Sementara ini...

...mari kita kembali ke gerbong restoran. Dingin sekali di sini.

- Miki. - Baik.

Beri Tuan Suguro sesuatu yg hangat.

Baik. Segera, Tuan. Permisi.

Kamu boleh duluan. Aku mau mengambil rokok.

Aku akan ke ruang makan.

Tak perlu khawatir.

Kita telah sampai pada tahap akhir kasus ini.

Ini adalah tantangan dari si pelaku.

Si pelaku berani berbuat nekat?

Tak salah lagi ini senjata pembunuhan.

Jujurlah denganku, Tuan Suguro...

...apa yg kamu rencanakan selanjutnya?

Aku sudah buntu.

Sudah kubilang tadi, kan?

Yang bisa kita lakukan adalah...

...menelaah kesaksian mereka.

- Tapi bagaimana... - Pertama-tama...

...perkiraan waktu kematian.

Jam berapa arloji korban berhenti?

Jam 1 lewat seperempat.

Kita perkirakan itu adalah waktu kematian.

Tetapi, apa kita benar-benar yakin dengan jam itu?

Apa maksudmu?

Cobalah ingat kesaksian Tuan Makuuchi.

Mungkin ia berasal dari Tohoku.

Karena itu mengganggunya jika dialek aslinya terlontar.

Pukul 00:37, saat Todo mengalami mimpi buruk, ia memanggil kondektur dan berkata...

"Maaf. Aku bermimpi."

Aku tahu!

Tidak tahu.

Aku menyadari itu adalah dialek Hakata.

Lalu, menurutmu apa artinya?

Itu adalah... suara si pelaku!

Pukul 00:37, saat itu Todo sudah tewas!

Benar! Pelaku kita berdialek Hakata!

Sehubungan dengan arloji...

...sebagian bukti kemungkinan besar adalah palsu. Itu berarti...

Kurasa kita malah harus meragukan orang dengan alibi dimulai pukul 1:15.

Siapa itu?

Itu berarti...

- ...seluruhnya. - Seluruhnya!?

Benar. Seluruh penumpang!

Tiap-tiap alibi mereka telah diverifikasi oleh kesaksian masing-masing penumpang lainnya.

Lalu siapa pelakunya?

Bukti-bukti lain yg tertinggal di lokasi kejadian.

Saputangan dan pembersih pipa tembakau.

Kolonel Noto sendiri mengakui ini sebagai barang miliknya.

Tentang ini...

Ada dua wanita yg memiliki nama yg sama-sama berawalan "N".

Hatori Noriko. Nyonya Besar Todoroki Natsu.

Tapi, tak satu pun dari mereka memilikinya.

Karena ini adalah bukti yg palsu, pemiliknya segera muncul.

Ini adalah bukti yg asli, karena itu pemiliknya tak muncul.

Dengan begitu, ini adalah bukti kunci.

Aku mengerti.

Dan juga...

...saputangan mewah dengan nama awalan yg terlupakan...

...siapa yg paling mungkin menjadi pemiliknya di antara para penumpang?

Itu berarti Nyonya Muda Ando.

Tapi, nama Nyonya itu adalah Ryoko.

Begitupun nama di paspor.

Benar. "Ando Ryoko".

Tetapi, itu bukan benar-benar "Ryoko". Namun...

..."Namiko" barangkali?

Cobalah diteliti lebih dekat.

Huruf "Nami" di "Nami-ko" adalah "Ryo" dengan "sanzui". ( Radikal 85 ใ€Žๆฐตใ€ )

Dengan tipuan menghilangkan "sanzui" dengan noda minyak...

..."Nami-ko" dengan mudah tertulis "Ryo-ko".

Aku mengerti. Itu sengaja dikaburkan.

Sampai tak terpikirkan! Maksudmu Nyonya Muda itu pelakunya?

Coba diingat kata-kata Nyonya Besar Todoroki.

Dia adalah ibu baptis dari istri Kolonel Goriki, Soneko.

Ibu Nyonya Goriki adalah sahabat baiknya.

Tapi, ia tak ingat saat ditanya tentang adik bungsu Nyonya Goriki.

Apakah itu mungkin?

Nyonya bangsawan itu telah melihat...

...adik dari Nyonya Goriki di kereta ini!

Aku berani bertaruh bahwa istri Tuan Muda Ando adalah "Namiko", adik bungsu Nyonya Goriki Soneko.

Seperti yg Anda katakan.

Aku adalah adik bungsu Goriki Soneko.

KasaKen adalah orang yg membunuh keponakan kecilku dan kakakku.

Dan membuat kakak iparku mati.

Di dalam kereta ini, mungkin akulah orang yg memiliki motif terkuat...

...untuk membunuh laki-laki itu.

Tetapi, Anda mengatakan bukan pembunuh...

...apakah itu benar?

Aku bersumpah.

Meski aku ingin membunuhnya, aku tak pernah mendekatkan jariku padanya.

Aku juga bersumpah. Istriku tak ada hubungannya dengan pembunuhan ini.

Aku bersumpah demi kehormatanku.

Lalu untuk apa Anda mengutak-atik paspor?

Tuan Suguro, tolong pertimbangkan posisi istriku.

Aku dan istriku tak tahan terjebak dalam permasalahan hina polisi.

Kalau begitu, bagaimana Anda menjelaskan munculnya saputangan di lokasi pembunuhan?

Saputangan itu bukan milikku.

Kamu ingin aku percaya?

Ya.

Jika begitu, lakukan ini. Bekerjasamalah dengan penyelidikan.

- Bekerja sama? - Motif kasus ini...

...terletak pada masa silam.

Orang yg Anda cintai telah musnah...

Hidup Anda ditimpa kesedihan di usia muda...

Tragedi 5 tahun lalu.

Apa yg ingin Tuan katakan?

Ingatlah sebisa mungkin...

...orang-orang dari keluarga Goriki.

Mereka semua telah meninggal dunia.

Kolonel, kakakku...

Dan juga keponakanku Seiko.

Ia gadis yg selalu riang... Memintaku mengkeritingkan rambutnya...

Kami semua mencintai anak itu.

Ada lagi yg meninggal, bukan?

Pelayan wanita kami, Sayuri.

Polisi menginterogasinya.

Mereka percaya bahwa dirinya berhubungan dengan kasus itu.

Lalu beserta reputasinya yg hancur, ia gantung diri di kantor polisi.

Apa nama terakhir Nona Sayuri?

Aku tak ingat.

Apakah almarhum putri...

...memiliki asisten pengurus anak?

Ada.

Ia memiliki ijazah perawat.

Namanya...

Maaf. Itu sudah lama sekali...

Sudah cukupkan saja.

Baiklah, Madame...

Dari sini...

...tolong ingat baik-baik jawaban Anda untuk pertanyaanku berikutnya.

Baik.

Di dalam kereta ini...

Selain Nyonya Besar Todoroki...

...adakah orang lain yg Anda ingat?

Cobalah ingat baik-baik.

Mungkin juru masak dan sopir...?

Tak ada satu pun.

Contohnya, apakah ada pengajar pribadi di rumah itu saat Anda di sana?

Ada satu.

Apakah seorang wanita?

Dia beruban dan berperawakan kecil.

Namanya?

Takada... benar...

Nona Takada. Dia adalah guru yg disiplin.

Berapa umurnya?

Dia tampak cukup tua.

Apakah ada di antara para penumpang?

Ti-tidak.

Aku tidak akrab dengan satu pun para penumpang.

Tolong kembalikan saputanganku.

Apakah ini, Madame?

Akhirnya, Anda mengakuinya.

Orangtua sepertiku butuh waktu untuk mengingat.

- Silakan duduk. - Tidak, terima kasih.

Apa yg ingin kamu tanya lagi?

"Kenapa saputangan ini ada di lokasi kejadian", kan?

Benar sekali.

Aku tidak tahu kenapa.

Memang benar, dengan segala hormat, Nyonya Besar...

...seberapa jauh harus kupercaya jawaban Anda?

Kamu meragukan kata-kataku?

Tidakkah Nyonya merahasiakan dari kami bahwa Nyonya Muda Ando adalah adik Nyonya Goriki?

Ibunya adalah temanku.

Tentu saja aku mau melindungi keluarga temanku.

Tidakkah Anda pikir seseorang harus bekerja sama untuk menegakkan keadilan?

Aku percaya keadilan sesungguhnya telah ditegakkan.

Astaga.

Saputangan ini adalah milikku.

Itu saja yg perlu kukatakan. Permisi.

Boleh aku bicara?

Orang itu tak mungkin membunuh Todo. Tidak mungkin di seusia itu.

Bagaimana kalau itu luka yg ringan?

Ah, Kolonel, tunggu sebentar.

- Kolonel! - Suguro...

Baba Maiko tak ada sangkut pautnya dengan kasus ini.

Aku asumsikan Anda telah berbicara dengan Nona Baba.

Jangan libatkan dia lagi.

Kalau begitu, izinkan aku bertanya, Kolonel.

Apa perkataannya padamu yg kudengar di Pelabuhan Shimonoseki...

...apa itu?

Aku tak bisa menjawabnya.

Sekarang, Nona Baba adalah tersangka utama.

Kau tak punya alasan meragukan dia.

Pada saat putri muda keluarga Goriki diculik...

...Nona Baba telah bekerja sebagai guru pengasuh di keluarga Goriki, kan?

Apa!?

Seberapa banyak yg kau tahu?

Setidaknya...

Aku tahu lebih jauh dari yg kaukira.

- Tuan Miki. - Ya!

Tolong panggil Nona Baba.

Baik, Tuan.

Itu benar. Saya mengabdi di rumah Goriki sebagai guru pengasuh.

Nona...

Kita tak punya pilihan. Dia sudah mengetahuinya.

Aku senang Anda bekerja sama.

Meski begitu, dirinya belum tentu terlibat dalam kasus ini.

Aku tak bertanya padamu, Kolonel.

Tidak apa-apa.

Baiklah... Nona Baba.

Anda tentu tahu bahwa Nyonya Muda Ando adalah adik Goriki Soneko, bukan?

Nyonya Muda itu?

Astaga.

Anda sudah pasti tahu.

Memang benar saya merasa pernah melihat Nyonya Muda di suatu tempat.

Tapi, kurang yakin.

Selain itu, saya terlalu sibuk dengan masalah lain...

Masalah lain apa itu?

Seperti yg Anda tebak, saya dan Kolonel memiliki hubungan.

Bahkan bersama-sama sepanjang waktu di Shimonoseki.

Cukup.

Aku punya seorang istri.

Kami sedang membicarakan perceraian.

Saat permasalahanku selesai, aku akan melamar Nona Baba.

Apa Anda sudah mengerti?

Kenapa tidak Anda katakan begitu?

Ini waktu yg sensitif bagi kami. Kami harap kamu mengerti.

Mari pergi, Kolonel.

Kolonel Noto!

Anda juga sangat mengenal Kolonel Goriki, kan?

Tentu saja.

Dia adalah prajurit seperjuangan.

Ia telah menyelamatkan nyawaku.

Saat kuasumsikan Nona Baba terlibat dalam kasus ini...

Aku sudah mengira sejak awal, dia pasti pernah jadi pengasuh keluarga Goriki.

Tetapi, ini berbeda sekali dari apa yg dikatakan Nyonya Muda.

Beruban dan berperawakan kecil.

Lalu aku langsung teringat...

Nyonya Muda tak bisa langsung memikirkan namanya...

...dan tanpa sadar terlontar, "Nona Takada".

- Karena itu, aku yakin. - "Nona Takada"?

Namanya adalah "Baba". Jadi nama pertama yg muncul di kepala Nyonya Muda adalah...

..."Takada".

Takadanobaba! (Wilayah di Shinjuku, Tokyo)

Tapi, sekarang ada 4 orang yg berkaitan dengan keluarga Goriki.

Nyonya Besar Bangsawan, Nyonya Muda...

Baba Maiko dan Kolonel Noto.

Jika kita hitung, semua ada lima!

Kamu jangan lupa Tuan Makuuchi.

Dia berutang budi pada Nyonya Goriki.

Enam orang!

Jika terus seperti ini, aku takkan terkejut jika semua penumpang memiliki kaitan dengan keluarga Goriki!

Bercanda. Aku bercanda.

- Tak ada lagi yg perlu kukatakan. - Tidak...

...masih ada lagi.

Apa lagi?

Kebenaran.

Kebenaran?

Jangan berdusta.

Katakan semuanya padaku.

Kamu bicara seperti polisi saja.

Polisi selalu bilang... "Mau bicara tidak?"

Tampaknya kamu pernah diinterogasi polisi.

Tidak...

Kamu adalah sopir pribadi keluarga Goriki...

...benar begitu?

Apa!?

Kenapa harus kuberi tahu jika kamu sudah tahu?

Benarkah begitu?!

Putri muda itu sangat menggemaskan, bukan?

Dia sangat erat denganku.

Dia selalu duduk di tempat sopir, menyetir dan meniruku.

Selalu tertawa.

Lalu si bangsat itu...

Tapi, aku tidak membunuh dia!

Kembalilah ke kamarmu.

Aku bukan pelakunya! Aku tak ada hubungannya dengan ini!

Itu berarti tujuh.

Apa ini kabar baik?

Kamu tak perlu terkejut dengan satu ini.

Tuan Miki!

- Ya, Tuan? - Panggil Nona Kureta dari kamar No. 4.

Baik, Tuan.

Apa benar... tidak mungkin!

Kelihatannya tidak mungkin... tapi, ini kebenarannya.

Aku sudah dengar tentang pekerjaan Nona untuk Gereja.

Iy-iya.

Kupikir hal itu, bagaimanapun, pembunuhan adalah sebuah dosa.

Laki-laki yg terbunuh itu adalah orang jahat.

Tentu saja.

Dia adalah penjahat yg menjijikkan.

Tapi, hanya karena dia jahat...

Ditikam hingga mati... di tempat tidurnya yg keras di dalam kamar...

...apa menurutmu itu benar?

Tapi, laki-laki itu..

Menurutmu Tuhan akan mengampuni itu?

Nyonya Muda... juga Nona Baba telah mengakuinya.

Ini juga akan membuatmu lapang, jika Nona katakan semuanya.

Karena Anda...

...adalah asisten pengurus anak almarhum Nyonya, kan?

Apa benar!

Anak itu adalah malaikat.

Seorang malaikat yg mungil...

Lalu, Nyonya...

Bayi yg seharusnya lahir...

Itu saja.

Aku tak memiliki pertanyaan lagi.

Nona Kureta, mari.

Mari.

Kamu tahu betul ya?

Aku tahu semuanya.

Aku tidak percaya.

Maaf mengganggumu, Tuan?

Kurasa ini waktu yg paling baik untuk segera memberitahumu yg sebenarnya.

Kamu sangat bijaksana.

Aku sudah berkata bohong.

Aku memang memiliki ikatan cukup dalam dengan keluarga Goriki.

Apa!?

Di medan perang, aku menjabat sebagai Pengurus Logistik untuk pasukan Kolonel Goriki.

Setelah itu, aku mengabdi sebagai kepala pelayan keluarga Goriki di Yokohama.

Terima kasih telah memercayaiku.

Kumohon, Hotoda tidak melakukannya.

Dia takkan menyakiti seekor lalat.

Mungkin dia terlihat seperti laki-laki jahat, tapi, dia orang yg sangat baik.

Aku permisi.

Ini celaka.

Sebuah perkembangan yg mengejutkan...

Sembilan dari 12 penumpang...

...memiliki hubungan dengan keluarga Goriki.

Siapa berikutnya. Aku takkan terkejut lagi.

Tampaknya jawabannya akan muncul dari sisi lain.

Apa yg terjadi di kereta ini?

- Ada keributan besar, kan? - Apa yg bisa kami bantu?

Sejauh ini apa temuanmu?

- Siapa yg memintamu bertanya? - Tidak...

Ini kepentingan profesiku.

Menarik kesimpulan. Aku hanya menarik kesimpulan.

Tapi, kamu tidak akan berpikir kami semua berhubungan dengan keluarga Goriki, kan?

Ada kemungkinan besar.

Tidak, tidak mungkin. Bagaimana bisa seperti itu?

Tidak mungkin ada kebetulan seperti itu!

Kamu...

...tampaknya tidak tahu poin terpenting dalam insiden ini...

Jadi, kamu mau mengatakan aku juga memiliki kaitan dengan keluarga Goriki?

Tuan Miki!

Ya, Tuan?

Foto itu.

Akhirnya...

...aku telah sampai pada kebenaran.

Hazama, maafkan aku.

Apa kau...

...Dewa?

Tidak.

Aku detektif.

Apa yg sebenarnya terjadi di sini?

Segera kumpulkan para penumpang.

Waktunya untuk menyelesaikan kasus ini telah tiba!

Pagi ini, Todo Osamu alias Kasahara Kenzo...

...ditemukan tewas.

Menurut Dokter Suda, waktu kematian dimulai jam 12 malam hingga jam 2 dini hari.

Seperti kalian ketahui, kereta berhenti karena longsoran salju, tengah malam lewat 30 menit.

Hal itu menjadi tidak mungkin bagi siapa pun untuk meninggalkan kereta ini.

Karena itu, tak ada jalan lain yg dapat ditarik kesimpulan.

Pembunuhnya ada di antara kita para penumpang.

Meski begitu, ada cara lain dalam melihat hal ini.

Cara lain?

Ini cerita yg sangat sederhana. Nyawa Todo telah menjadi incaran.

Dia berperawakan kecil, gelap dengan suara wanita...

...mengendap-endap masuk gerbong ini di Stasiun Maibara...

...lewat pintu yg dibiarkan terbuka oleh Kolonel Noto dan Tuan Makuuchi.

Dia telah siap, menggunakan kunci duplikat, mengenakan seragam kondektur...

...masuk kamar Todo dan menikamnya hingga tewas.

Orang itu...

...pindah ke kamar Nyonya Hatori, lewat pintu penghubung kamar...

...dan menyembunyikan pisau senjata ke dalam tas kosmetik Nyonya.

Pada saat itu, si pelaku menjatuhkan satu kancing baju.

Kemudian, ia keluar dari kamar itu...

...melepas seragamnya dan menyembunyikannya di kamar Nyonya Hirudegawa.

Lalu, dia menghilang entah kemana.

Itulah kesimpulannya.

Kami telah teryakinkan.

Seperti yg diharapkan dari seorang detektif.

Itu tidak mungkin!

Tuan Suguro, kamu salah.

Ini sulit dipercaya. Itu bukan yg sebenarnya dari insiden ini! Kau pun tahu itu!

Kamu benar.

- Apa itu? - Baiklah...

Dari kesimpulan ini, tak ada pilihan selain penyelesaian kedua.

Apa yg sebenarnya terjadi tadi malam, di kereta Orient Express spesial ini.

Pertama, aku ingin menjelaskan pada kalian semua mengenai waktu kejahatan.

Arloji ini terhenti pada jam 1 lewat seperempat.

Tapi, ini bukti yg salah.

Suguro tidak akan tertipu.

Lalu, kapan waktu kejahatan yg sebenarnya?

Suara yg kudengar dari dalam kamar pukul 00:37, bukanlah suara korban.

Aku telah menyadarinya.

Itu adalah akal muslihat si pelaku untuk menipuku.

"Aku cerdas dan angkuh."

"Karena Todo tidak berdialek Hakata..."

"...suara yg kudengar pukul 00:37 berasal dari orang lain."

"Dia pasti sudah mati saat itu!"

Itulah dugaan yg akan kupikirkan oleh si pelaku.

Tapi, Suguro tidak akan tertipu.

Sebaliknya, aku telah sampai pada kebenarannya.

Waktu kejahatan bukan pukul 00:37.

Juga bukan pukul 1:15 dini hari! Sebenarnya...

...itu terjadi jauh setelahnya.

Mungkin sekitar jam 2 dini hari.

Saat di mana tak seorang pun memiliki alibi.

Kemudian, kita dengar kesaksian para penumpang.

Ada beberapa fakta yg menarik di sini.

- Contohnya, Tuan Makuuchi. - Aku?

Saat aku berbicara tentang surat ancaman yg terbakar, katamu:

Bagaimana kamu tahu?

Ada surat ancaman di kamar Todo.

Tapi, itu sudah ku..

Sebenarnya, dia hendak mengatakan sesuatu.

Contoh, "Tapi, itu sudah ku...bakar habis."

- Jika benar begitu... - Hei, tunggu dulu...

Dalam hal ini, dia jelas si pelaku atau kaki tangannya.

Aku tidak membunuhnya...!

Selanjutnya, pelayan laki-laki.

Inilah kesaksiannya.

Aku menyiapkan obat dan topi tidur untuknya.

- Obat apa itu? - Obat untuk membantunya tidur, Tuan.

Tetapi...

Todo telah menyembunyikan pistol di bawah bantalnya.

Tak seharusnya dia mau minum obat tidur.

Dia minum obat itu dengan tidak sengaja.

Dengan kata lain, pelayan ini berbohong.

Bagaimana menurutmu?

Aku akan serahkan pada imajinasi Anda, Tuan.

Hal aneh berkenaan dengan para penumpang...

...ada orang-orang tak terduga yg membuktikan alibi lainnya.

Kolonel Noto dan Tuan Makuuchi saling membuktikan alibi mereka.

Aku hampir tak percaya dua orang ini telah saling mengenal sangat lama.

Pelayan Todo dan sales mobil dari Kyushu.

Seorang guru pengasuh dari Tokyo dan wanita yg bekerja di Gereja di Shimonoseki.

Dalam segala hal, mereka mengatakan hal yg sama.

Apa arti dari semua ini?

Diriku sendiri bertanya-tanya.

Mungkinkah...

...mereka semua terlibat dalam insiden ini...?

Tidak! Hal mustahil begitu tak mungkin terjadi. Tidak mungkin!

Tetapi...

...bagaimana kalau itulah yg sebenarnya? Bahwa kenyataannya semua orang terlibat.

Benar! Suguro akhirnya telah sampai pada kebenarannya!

Kata-kata Kolonel Noto, "Sidang oleh Juri adalah sistem yg lebih bijaksana"...

...terlintas dalam benakku.

Juri itu terdiri dari 12 orang.

Penumpang di gerbong kamar berjumlah 12 orang.

Todo telah ditikam 12 kali.

Dia juga menerima 12 surat ancaman!

Akhirnya...

...dengan ini misteri yg menggelisahkanku sejak semalam telah terpecahkan.

Yakni, mengapa kereta telah penuh dipesan di waktu yg tak biasanya ramai!?

Di kereta ini, orang-orang dari berbagai kelas berkumpul.

Tuan Baku di sini berkata...

...ini melambangkan kemegahan perjalanan kereta.

Sebuah pertemuan sekali seumur hidup.

Akan sangat cocok menjadi judul novel, bukan?

Tetapi, aku tahu bahwa ada beberapa tempat lain seperti itu.

Rumah-rumah besar kelas atas.

Contohnya, rumah besar di puncak bukit Yokohoma.

Hidup seorang laki-laki, keluarganya dan pembantu-pembantunya.

Ada sopir, guru pengasuh, pelayan wanita, asisten pengurus anak dan juru masak.

Alasanku memiliki dasar pada uraian ini.

Dan sisanya mudah.

Seperti produser yg menguji aktor berpentas...

Aku menempatkan tiap-tiap tokoh dari insiden Kolonel Goriki.

Pendamping Nyonya Besar, Nona Hirudegawa.

Aku bermain sedikit tipuan padanya.

Kamu juga pasti ahli masak, kan.

Sejauh ini, semua Nyonya yg kulayani mengatakan hal yg sama.

Tetapi, sebagai pelayan yg peduli pada kebutuhan harian majikannya...

...dia tak berkesempatan memperlihatkan keahlian kulinernya.

Kamu adalah juru masak dari keluarga Goriki, kan?

Aku langsung tahu hanya dengan melihatmu. Kamu adalah ahli masak.

Terima kasih.

Namun, ada seseorang yg tanpa bantuannya, kebenaran insiden ini takkan terungkap.

Dialah Kondektur.

Tetapi, dia adalah orang yg mengabdikan hidupnya pada kereta api.

Laki-laki yg tak bisa disuap!

Maka dia juga pasti mengenal keluarga Goriki.

Contohnya, pelayan wanita yg mengakhiri hidupnya adalah putrinya. Bagaimana?

Usia mereka sama. Tak hanya itu, dia membawa foto putri kesayangannya.

Putriku tak ada hubungannya dengan kejadian ini.

Ia telah membuktikan dirinya tak bersalah dengan kematian.

Yang mengaku dirinya detektif, Tuan Hazama.

Apa perannya? Tak ada foto pelayan.

Berarti dia berperan sebagai kekasih pelayan wanita itu.

Saat dirinya memperlihatkan foto putri Tuan Miki...

...sudah pasti, Tuan Hazama menjadi emosional.

Apa kamu... dewa?

Akhirnya, yg terakhir...

...Anda, Nyonya Hatori.

Siapa aku?

Anda memainkan peran terpenting dari semuanya.

Satu-satunya yg menempati kamar yg bersebelahan dengan Todo...

...tidak aneh jika Anda menjadi orang pertama yg dicurigai.

Nyonya harus bersaksi bahwa Anda melihat pelakunya.

Anda bahkan tak bisa membuat alibi sempurna.

Jika ini adalah pertunjukan satu malam, ini akan menjadi peran tersulit dari semuanya.

Dia harus memiliki kemampuan akting dan keberanian yg luar biasa.

Kekuatan aktingnya haruslah tak tertandingi. Tetapi...

...ada satu orang yg terhubung sempurna dengan keluarga Goriki.

Ibu dari Goriki Soneko, Awashima Yachiyo...

Aktris yg disebut-sebut sangat jenius dan misterius!

Aku selalu...

...ingin memainkan karakter yg menghibur.

Baru kali ini, aku melihat pertunjukan itu.

Anda telah melihat segalanya, Tuan Suguro.

Ya.

Aku masih bingung. Dengan kata lain, apa maksudnya?

Dengan kata lain, selain aku, kamu dan Dokter Suda...

Semua orang di sini bersekongkol untuk membunuh Todo Osamu.

Sulit dipercaya!

Ini jelas kerja sama tim yg luar biasa mengerikan.

Todo telah dibebaskan dalam pengadilan. Akan tetapi...

Tak salah lagi dia memang bersalah.

Aku telah membayangkannya.

12 orang menempatkan diri menjadi juri...

...dan menjatuhkan hukuman mati pada Todo.

Dan dengan tangan mereka sendiri, hukuman itu terlaksana!

Tiap orang telah diberi peran.

Meski saat mereka saling mencurigai dalam kesaksiannya...

...mereka berusaha menambah kebingungan untuk menghilangkan kecurigaan.

Karena salju telah menghentikan kereta ini...

...bagian-bagian rencana itu gagal...

...dan si pelaku kebingungan.

Aku tak tahu pasti.

Mungkin karena aku buru-buru memanggil...

... semua penumpang untuk diwawancarai, mereka memutuskan untuk membuang rencana?

Dan ada satu hal yg lebih penting.

Dengan mengikutkan kondektur, jumlah pelakunya bukan 12...

...melainkan 13 orang.

Itu berarti, hanya ada satu orang yg tak terlibat dalam kasus ini.

Lalu, siapakah dia?

Akhirnya aku telah sampai pada kesimpulan yg aneh.

Kupikir, orang yg paling dicurigai menjadi tersangka adalah orang yg tak ikut dalam pembunuhan ini.

Dengan kata lain...

...Nyonya Muda Ando.

"Istriku tak ada kaitannya dengan insiden ini!"

Tuan Muda itu telah bersumpah dengan kehormatannya, meninggalkan kata-kata yg sangat berkesan padaku.

Kamu benar.

Aku menikam laki-laki itu atas nama istriku.

Jam 2 dini hari, akhir tengah malam, pembunuh menjijikkan yg kabur dengan kejahatannya.

12 orang juri telah melaksanakan hukuman dengan tangan mereka sendiri!

Apakah Anda yg menjadi otak pembunuhan ini?

Aku yg memulai semuanya.

- Siapa yg merencanakannya? - Aku.

Jangan lakukan ini, Nyonya.

Jangan anggap kejahatan ini dilakukan Anda sendiri.

Aku membantu perencanaannya.

Aku juga membantunya.

Saudara sekalian...

Aku akan menceritakan semuanya pada Tuan Suguro.

Apakah kalian bersedia?

Baiklah... Ibu.

Itu semua dimulai 5 tahun yg lalu.

Di hari titik balik hidup kami...

...kami terdorong ke dalam lembah penderitaan...

Kemudian...

...kami semua bersatu padu!

[Bersambung ke Bagian ke-2]

Karya Asli: AGATHA CHRISTIE "Murder on the Orient Express"

Alur Cerita: MITANI KOKI

'Suguro Takeru' NOMURA MANSAI

'Baba Maiko' MATSUSHIMA NANAKO

'Makuuchi Heita' NINOMIYA KAZUNARI

'Nyonya Muda Ando' ANNE

'Tuan Muda Ando' TAMAKI HIROSHI

'Noto Iwao' SAWAMURA IKKI

'Goriki Soneko' KISE MICHIKO

'Goriki Taisa' KANJI ISHIMARU

'Hazama Saisuke' SOSUKE IKEMATSU

'Miki Sayuri' KUROKI HARU

'Kureta Sonoko' YAGI AKIKO

'Hirudegawa Sumiko' AOKI SAYAKA

'Polisi Shimonoseki' AIJIMA KAZUYUKI

'Goriki Seiko' KOBAYASHI SEIRAN

'Nyonya Hatori' FUJI SUMIKO

'Baku' TAKAHASHI KATSUMI

'Suda' SASANO TAKASHI

'Masuda Etsuo' KOBAYASHI TAKASHI

'Nyonya Bangsawan Todoroki' KUSABUE MITSUKO

'Miki Buichi' NISHIDA TOSHIYUKI

'Todo Osamu / Kasahara Kenzo' KOICHI SATO

Perencanaan: OTA TORU / ISHIHARA TAKASHI

Musik: SUMITOMO NOROHITO [Pembunuhan di Orient Express] (Original Soundtrack Nippon Colombia)

Referensi Terjemahan: "Pembunuhan di Orient Express" YAMAMOTO YAYOI (Hayakawa Bunko)

Pemilihan Lagu: SHIDA HIROHIDE

Supervisor Visual Efek: ISHII NORIO

Produser CG: SATO DAISUKE

Penelitian Era Sejarah: AMANO TAKAKO

Koordinator Stunt: KENMOCHI MAKOTO

Kerja Sama Bagian Teknis: BASQUE

Kerja Sama Bagian Seni: FUJI ART

Studio: KADOKAWA DAIEI STUDIO

Subtitles by WABI-SABI SUBS

Translation: EARTHCOLORS/WILKI

Alih Bahasa oleh ahsanba

Special Thanks: FURRANSU

Produser: SHIGEOKA YUMIKO / HASHIMOTO FUMI MOTOMURA TSUGIHIRO

Sutradara: KONO KEITA

Film 2015, diproduksi oleh: FUJI TV Kerja sama Produksi: KYODO TV Bekerja sama dengan: AGATHA CHRISTIE PRODUCTIONS

Drama ini hanyalah cerita fiksi berdasarkan karya asli terbitan tahun 1934

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.