Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Hubungi aku.
Ayo kita perbaiki.
Ini aku.
Kau mau aku bagaimana?
Terkenal dengan ketampanannya silahkan sampaikan sepatah kata.
Perwakilan Soo Kwon Soo dipersilahkan bicara.
{Ini yang terakhir.
Ayo kita coba lagi.
Balaslah.
Terserahmu.
Walau sudah sering kukatakan, aku paling benci orang yang berlagak senior.
Seperti seorang teman, saudara kandung, dan seorang Oppa.
Bersikaplah dalam suasana bebas dan nyaman.
Ayo kita semangat.
Hari ini mulai seperti naik sepeda.
Bukankah dulu juga seperti ini.
- Dengan... - Percaya diri.
Bersikap...
Profesional.
AYO KITA LALUI JALAN ITU!
Ayo kita lalui jalan itu.
Berisik sekali.
Kalian keluarlah.
Dari tim sutradara film.
Cha Jung Won. Mohon kerjasamanya.
Halo saya dari tim programer film, Shin Min Jae.
Saya lahir tahun 99.
...tahun kelinci. - Tahun 99.
Tahun lalu baru ujian, terima kasih.
Halo, saya di tim perancanaan Oh Sun Young.
Aku akan bekerja keras. Mohon kerja samanya.
Cantik sekali. Sudah punya pacar?
Untuk sekarang belum ada.
Untuk sekarang.
Kalau begitu, kapan terakhir kali pacaran?
Katakanlah..
Kami penasaran.
Sun Yong.
Sun Yong.
Aku mencintaimu.
Menikahlah denganku.
Mereka berdua putus tadi pagi.
Telponnya tak diangkat. Pacarnya mencari tiap tempat didekat kantor.
Entah karena dia beruntung.
Mereka kenapa?
Sedang berdoa kah?
Sudah baikan kah?
Sedang apa mereka? Mau ciuman.. ciuman.. ciuman..
Lepaskan.
Apa itu? Ya, tangkap.
Apa itu, kenapa ditangkap?
Dia melarikan diri.
Dia melepaskan jaketnya.
Ada-ada saja mereka.
Datang lagi.
Ada-ada saja.
Tas dan jaket tentu saja harus dibawa.
Benar.
Ada apa dengan pria itu. Memalukan saja.
Aku sekali saja dengar kata putus, semua perasaanku langsung hilang.
Kau lagi apa?
Serius mau begini?
Tolong angkat telponya.
Aku tak bisa bekerja dalam keadaan begini.
Kau jahat!
Bertahun-tahun!
Maafkan aku T_T
Kau bersalah padaku.
Berapa kali harus ku bilang. aku tidur dirumah.
- Kau tak mau menemui Soo Jung? - Kau sudah gila.
Kau yakin?
Ya pasti.
Kaget daku. Kau siapa?
Kenapa? Ada wanita?
Halo. / - Ada kucing.
Seorang wanita seperti kucing?
- Sudahlah, aku keluar sekarang. - Si brengsek ini.
Dasar.
Sejak tanda tangan kontrak katanya bermasalah terus, sudah 4 bulan ditunggu.
Tapi tak dibolehkan melihat keadaan rumah, mana boleh begitu.
Maafkan, saya lagi ada masalah.
Lagi pula tiap rumah juga sama. Tolong dimaklumi sedikit bisakah?
Sudah berapa kali seperti ini.
Mana ada orang mau kontrak rumah tanpa melihat dulu.
Asal tau saja kalau begini terus aku tak bisa bantu lagi.
Jae Hoon?
Benarkan kau Lee Jae Hoon?
Bagaimana bisa..
Bagaimana bisa bertemu ditempat seperti ini.
Apa-apaan? Ini aku Jung Soo.
- Relawan di Pelayanan Hati. - Park Jung Soo.
Kim Jong Soo.
Ya, aku ingat. Maaf tak mengenali kau berbeda sekarang.
Berat badanku bertambah kan?
Kau juga tahu akhir-akhir ini menghibur diri dengan minum.
Kau juga mau minum ternyata.
Melelahkan bukan?
Hei.
Mau lihat foto anak ku?
Aku masih ada sedikit waktu.
Coba lihat ini.
Bagaimana?
Anak-anak memang...
Sama sekali tak mirip aku kan?
Kata orang anak lelaki memang mirip ibunya.
Orang-orang bilang aku tampan alami.
Kenapa anakku... /- Tidak, anakmu..
Tampan dan tampak lucu.
Mirip denganmu. /- Benarkah?
Mirip apanya?
Tapi kau sungguh pandai mengurus dirimu.
Pasti istrimu mengurusmu dengan baik. Aku dengar kabar kau menikah.
Kami batal menikah.
Terjadi begitu saja.
Kau benar-benar luar biasa.
Irinya aku. Bagaimana bisa kau begitu?
Tak menikah, benar. Sekarang tak menikah sedang tren.
Kerja bagus. Hidup seperti ini saja sudah nyaman.
Setiap hari tak perlu tertekan.
Kau tak punya anak kan? Tak punya anak malah lebih baik.
Jangan khawatir. Aku tak akan memberitahu alumni kita.
Tidak, bicarakan saja. Beritahu dengan keren.
Apa salahnya berkeliaran bebas sendirian.
- Terima kasih. - Tunggu sebentar.
Lain kali ayo minum bersama. Kau tahu nomor ku kan?
Aku segera tiba pak.
Telpon aku.
Nanti pulang kerja aku jemput.
Kau bilang akan teriak jika aku tak masuk, makanya aku terpaksa naik.
Ini terakhir kalinya. Lain kali jangan datang lagi, paham?
Hei.
Kau mau bertingkah begini terus?
Ini hari pertamaku masuk kerja.
Apa kau tahu betapa malunya aku karena kau semalam?
Baiklah, aku memang salah. Lain kali aku tak akan begitu lagi.
Bukankah kau mau menikah? Ayo kita menikah.
Tinggal bersama saja sudah pasti banyak hal yang akan tejadi.
Kalau begini terus bagaimana bisa aku mempercayaimu.
Kapan aku bilang aku ingin menikah denganmu?
Dan juga jangan percaya padaku. Aku juga tak pernah mempercayaimu sekalipun.
Hei, kau pikir bisa putus sesuka hatimu.
Kau juga selingkuh sesuka hatimu.
Aku juga ingin melakukan dengan sesuka hatiku.
Hei, kau juga bertemu pria lain. Bukankah kita sama saja.
Saat itu kita sudah putus, dasar bego.
Kau harusnya kurangi sifat pemarahmu itu.
Kalau begitu terus kau bakal jadi perawan tua.
Hei!
Selamat pagi semua...
Kenapa kau? /- Halo.
Dari mana kau kenal wanita seperti kucing?
Kau sudah datang.
Memang cuma kucing.
Yang kemarin kita bicarakan tolong bawa kesini.
Ketua tim Lee.
Seharusnya di acara semalam sudah saling berkenalan.
Kalian berdua menghilang ditengah acara.
Walaupun aku hidup lebih lama dan lebih tahu..
Tak mungkin.. Kalian berdua sudah...
Tidak kan? Duduklah.
Bukan tipeku.
Tentu saja cuma bercanda.
Tak ada minuman?
Mohon kerjasamanya. Ayo kita berusaha.
Baiklah.
Aku juga mohon kerjasamanya.
Hanya bercanda. Tolong bimbingannya.
Ternyata kau orang yang menarik.
Ini perancanaan yang sudah lewat tiga bulan.
Yang diatas empat bulan baru di setujui.
Untuk hari ini selesaikan saja perencaan itu sebelum pulang kerja.
Besok baru di ditinjau, selesaikan saja sampai saat itu. / - Terimakasih.
- Bisakan? - Ya.
Kau dulu kerja periklanan di TV. Apa bisa terbiasa pekerjaan seperti ini?
Mencari kerja juga tak mudah. Saya malah bersyukur.
Keinginan untuk balikan dengan pacarmu tidak ada?
Melihatnya sampai bertingkah begitu, bisa saja cuma salah paham.
Dia bilang di acara alumni bertemu dengan mantan pacarnya dulu.
Keesokan harinya dia menghilang sampai jam 2 pagi tanpa kabar.
Dia bilang dia tertidur.
Entah itu dimotel atau dirumah. Sayapun tak tahu.
Tadi ku dengar kau juga langsung bertemu pria lain.
Langsung?
Lalu menurutmu berapa lama kita harus menunggu sampai boleh bertemu orang baru?
Apakah setidaknya harus menunggu satu bulan dulu?
Atau satu tahun?
Aku tak paham dengan orang yang buat aturan begitu.
Karena berpisah dan bertemu orang baru itu..
Bukanlah hal yang mudah.
Memang benar.
Kalau boleh tahu kamu lahir tahun berapa?
Aku tahun 85.
Saya juga tahun 85.
Kita sebaya, bicara saja dengan nyaman. Aku tak terlalu merisaukan itu.
Tetap saja.
Aku 85 di awal.
Bulan Januari.
Katakan dengan jujur.
Apa?
- Kau sudah menelponnya kan? - Tidak kataku.
Kau camkan ini, sekali saja wanita berpaling itu tandanya berakhir.
Saat mereka minta putus, itu tandanya mereka sudah bersiap-siap.
Kau ini benar-benar..
Hei.
Dia juga pasti seperti itu.
Aku dengar dia juga cepat berpaling.
Iya kan?
Saat wanita mulai berpikir ingin menikah..
Mulai saat itulah kau harus menghapus riwayat masa lalumu..
Jangan sampai ada yang tersisa.
Selalu dalam posisi bersiap setiap waktu itu namanya kegigihan.
Dasar brengsek.
Selingkuh itu suatu kebiasaan. Sulit dihilangkan..
Itu sama sekali bukan kesalahan. Kau juga sudah tahu kan?
Sialan, ku pikir ngomongin aku.
Jangan karena dia terus mengejarmu kau jadi kasihan, itu hanya akan menyulitkanmu.
Lelaki seperti itulah yang nantinya datang bawa air keras kemudian pisau..
Di berita yang begitu juga sempat hebohkan.
Kau harus hati-hati.
Tapi Oppa satu itu juga luar biasa.
Apa yang dipikirkannya sampai beraninya mengejar dan memohon.
Pria zaman sekarang ini kan selalu dimanja...
"Anakku sayang" oleh ibunya.
Kalau zaman dulu entah miskin atau kaya..
Selalu diajarkan tanggung jawab.
Sekarang ini yang penting jadi orang sukses.
Anak-anak yang cuma jadi pajangan kelurganya begitu banyak.
Makanya saat menikah pun..
Biaya hidup maunya sama rata.
Tapi tugas rumah dikerjakan oleh wanitanya.
Di kantor kita siapa saja yang masih bujangan?
Ketua tim Lee dan..
Tim CG Teknisi Kang.
Katanya Teknisi Kang.
Punya pacar pria.
Penampilan saja yang baik.
Ketua tim Lee sebulan lalu batal menikah.
Sampai sudah mengajukan surat pengunduran diri dan berhenti kerja..
Tapi Ketua Seo takut ketua tim Lee bunuh diri makanya ditahan tetap kerja.
- Mereka berdua satu kampus. - Orang dalam.
Hei, cepat buat keputusan.
Jadi kau mau atau tidak?
Kalau dia tidak beda jauh dari umurmu.
Bisa jadi dia masih 20-an. /- Ya, malah lebih bagus.
Dasar cabul.
Rasanya ada bau tak sedap darimu.
Terlalu suram, dan mengganggu.
Makan saja makananmu.
Putriku, ayah masih dikantor.
Ayah juga sangat merindukanmu.
Jangan bangunkan ibumu.
Oh hai sayang.
Kau menemukan uang di kulkas?
Berapa banyak? 500 ribu.
Tidak, mana mungkin aku sembunyikan uang darimu.
Sayang, bukan aku..
Kalau pulang kerumah matilah aku ni.
Wanita satu ini macam anjing pelacak saja.
Kau belum pulang?
Ya.
Kau tak perlu menunggu sampai Daepyo pulang duluan.
Biasanya saat tak banyak kerjaan pun dia jarang pulang.
Ada gosip dia takut istrinya.
Apa ketua tim Lee sudah pulang?
Sepertinya ini waktunya dia minum-minum.
Dia tak angkat telponnya kan?
Belakangan ini dia suka minum malam-malam.
Apa yang mau kau katakan pun dia tak akan ingat.
Kau pulang saja cepat.
Aku pulang dulu. Sampai ketemu besok.
Ya. Hati-hati dijalan.
Aku mencintaimu.
Maaf salah kirim.
Kenapa aku harus minta maaf? Dasar sialan.
Aku sudah pastikan dari CCTV dari lorong.
Di besarkan hanya akan buat aku lelah. Aku tak akan lapor polisi.
Kau mengaku saja dengan jujur lalu minta maaf padaku.
Sejujurnya dirumah itu bukan cuma aku yang datang dan pergi.
Sampai saat ini termasuk aku sudah berapa banyak pria yang kau kencani.
Bukannya kau tinggal disana selama 10 tahun.
Sebenarnya apa yang mau kau bilang?
Kan yang masuk ke rumahmu tak terhitung jumlahnya.
Sialan, seharusnya aku tak pernah bertemu wanita murahan sepertimu.
Baiklah.
Seperti yang kau bilang aku banyak kenal pria yang ini dan itu.
Ini berdasarkan katamu.
"Itumu" sangat kecil.
Bahkan jari jempol kakimu lebih besar.
Hei.
Dasar sialan.
Kenapa HP-ku tak kau ambil?
Kau bilang kalau aku ambil kau akan membunuhku. Kau tak ingat?
- Kenapa tak kau bunuh saja aku? - Hanya batal menikah sekali.
Wanita bukan segalanya. /- Sudah dulu.
Kesini kau.
Tidak, bukan aku yang pelihara.
Tiba-tiba saja masuk kerumahku.
- Di lantai 18? - Ya. Lantai 18.
Tapi kenapa menelpon kami?
Katanya telpon disini aku baca di internet.
Sudah telpon pusat pengendali binatang?
Pusat pengendali binatang? /- Ya. Itu tugas mereka.
Sialan.
Ibu, itu bukan masalah utamaku.
Masalah rumah sudah buat aku jengkel. Jangan ditambah lagi.
Kenapa Ibu mau datang ke Seoul?
Ibu, kalau soal pria kapan pun aku mau pacaran aku bisa cari.
Ibu saja yang merasa malu. Aku tak masalah sama sekali.
Ibu, pria dikantor ku semuanya sudah menikah.
Ya, ada beberapa. Yang satu suka sesama pria, satu lagi yang batal menikah.
Entahlah, pasti ada alasannya kenapa bisa batal.
Karena di kecewakan.
Benar.
Tapi...
Makan?
Ibu, nanti aku telpon lagi.
Itu sudah pecah.
Pecah sudah pasti.
Aku rasa pasti karena ikan besar.
Sungguh.
Sebesar itu sudah pasti Hiu, ikan besar apanya.
- Ini makanlah. - Kau sudah datang.
Apa itu?
Jagung dari mana?
Entahlah, karena minum terus aku tak ingat.
Itu bisa jadi umpan ikan.
Harusnya bawa yang sudah matang.
Cuma becanda.
Ini bukan hasil curian kan?
Kau pikir dia ini apa.
Mana kita tahu apa yang diperbuatnya, dia saja bahkan tak ingat.
- Apa ada bukti pembeliannya? - Lupakan saja.
Jangan, jangan...
Diamlah. Kau mau bawa pulang ini?
- Tentu saja. - Oke.
Ayo kita bagi sama rata.
Itu sangat enak.
Bawa pulang untuk istrimu.
Kau tak boleh berpikiran seperti kau berumur 20-an.
Saat muda cuma kesalahan, semakin bertambah umur bisa jadi kasus.
Hilang kesadaran itu hal yang serius. Tak boleh diremehkan.
Tak minum lagi. Aku akan coba berhenti.
Ada-ada saja.
Mana bisa kau berhenti.
Jangan ambil lagi.
Ada apa?
Ada riwayat telpon, tapi aku tak ingat.
Mungkin kau salah tekan.
Sial. Aku menelponnya selama dua jam.
Nomor itu..
- Bukankah Soo Jung? - Bukan.
Setiap mabuk aku hanya kirim pesan. Tapi tak pernah dibalasnya.
Lalu siapa? Jelas bukan dia yang menelpon duluan.
Kau sungguh tak ingat sudah bilang apa saja?
Bisa gila aku.
Kalau begitu..
Coba periksa dari Kakao Talk.
Sekarang semua memakainya. Lihat foto profil kau bisa tahu itu siapa.
- Apa itu? - Dasar bodoh.
Kesinikan HP-mu.
- Malah aku telpon. - Matikan.
Matikan.
Bodoh. Kenapa malah kau speaker?
Halo.
Halo?
Halo.
Ya.
Saya Lee Jae Hoon. Kamu siapa?
Silahkan bicara.
Halo.
Siapa...
Nama saya Lee Jae Hoon.
Kamu siapa? Silahkan bicara.
Apa ini Soo Jung?
Kau Soo Jung kan?
Soo Jung..
Jae Hoon sangat..
Jadi maksudmu..
Saat ibunya ingin menjemur baju baru berdialog..
Dan melihat anaknya lalu berkata Oke Boy begitukan?
Tidak, setelah ibunya menjemur baju..
Belakangan ini anakku suka belajar.
Semua ini berkat Oke Boy.
Setelahnya baru dia suka.
Dan di belakang anaknya sedang memegang buku.
Saat berputar sudut, bukunya berubah jadi Oke Boy.
Bukankah lebih baik produknya yang muncul lebih dulu.
Aku rasa tak ada perbedaan besar.
Bagaimana bisa ini terlihat seperti barang untuk pelajar.
Sudah jelas seperti iPad tebal dan jelek begini.
Lihat saja tebalnya.
Apa ini? Siapa yang mengotori ini?
Oh Sun Young menurutmu bagaimana?
Menurutku berdasarkan gambaran kuat untuk seorang pelajar.
Perkembangan memang sangat dibutuhkan.
Karena tidak ada orangtua yang mau belikan anaknya permainan.
Menurutku pendapat Lee Timjang-nim sangat bagus.
Benar, karena aku baik.
Aku bilang pendapatku yang baik.
Benarkan?
Pendapatku.
Iyakan?
Jadi apa saja yang kau bicarakan?
2 jam itu waktu yang lama.
Kau tak mengatakan hal yang tak seharusnya kan?
Soal Soo Jung misalnya.
Kau ini.
Kalaupun begitu, tapi dia telihat terlalu tenang.
Mungkin saja dia juga tak ingat sudah telponan denganmu.
Mana mungkin.
Ya sudah, tanya saja. Akhir-akhir ini kau berkelakuan buruk.
Tak ada yang akan kau sesali.
Kalau berbuat salah minta maaf saja.
Seharusnya dari awal jangan kau telpon..
Totalnya 420500 won.
Bayar.
Oh Sun Young pergi kemana?
Pergi ke lokasi di Cuncheon.
Katanya ada yang bermasalah, setelah makan siang langsung pergi.
Sendirian? /- Bersama Doo Yoon sekalian belajar.
Kapan baliknya?
Secepat apapun kemungkinan waktu pulang kerja, karena di Cuncheon.
Apa ada yang harus dikerjakan?
Tidak, lanjutlah.
Kamu masih belum pulang.
Katanya kau pergi ke Cuncheon.
Kenapa telponnya tak diangkat?
Semuanya bilang setelah pulang kerja telpon dari Timjang-nim jangan diangkat.
Karena dia menelponnya saat mabuk.
Kan masih bisa telpon diwaktu siang.
Katanya siang hari juga kadang kau minum-minum.
Maaf.
Aku pulang dulu.
Itu..
Tidak jadi.
Ya, aku pulang dulu.
Itu...
Apa kemarin kita telponan saat subuh?
Pintu ini kenapa?
Apa itu? Kau habis minum?
Apa yang kalian lakukan berduan?
Baguslah, sangat bagus...
Ayo.
Ayo kita keronde kedua. / - Kau mabuk.
Matikan ini.
Ayo pergi. /- Aku pulang duluan saja.
- Jangan, ayo ikut saja. - Biarkan saja dia pergi.
Dia mau pergi selingkuh. /- Apa-apan kau ini.
Dia bilang jangan bilang siapa-siapa.
Katanya kau pernah selingkuh.
Kau bilang aku berselingkuh?
Bukan, anak ini yang.. Jadi maksudku..
Pacarku selingkuh..
Dengan orang yang namanya Goo Sang Won..
Bagaimana bisa dia selingkuh dariku dengan anak bawah umur pula..
Aku tak pernah bilang kau selingkuh. Cuma cepat berpaling saja.
Setelah putus bertemu orang baru, bagaimana bisa itu disebut cepat berpaling.
Bukan pasangan menikah juga.
Tapi tanpa berkata putus lebih dulu, bukankah itu sama saja?
Tidak..
Bukankah saat selingkuh juga tak kasi tahu lebih dulu?
Sama sajapun.
Beras yang dimasak apa namanya bukan nasi?
Mana HP-mu? Dimana?
Kenapa? Mau nelpon siapa?
Mau lapor polisi? Menurutku kau yang lebih bermasalah dari dia.
Setelah bersama orang lain itu namanya berakhir..
Kenapa masih butuh kalimat lagi? Apa lagi mau dikata.
Sebentar, kau diam dulu.
Tapi.. apa sebegitu pentingkah?
Kenyataan bahwa aku tak begitu tentu saja penting...
Setiap buka mulut yang keluar pasti kebohongan..
Itu bukan bohong. /- Bohong. Wanita kenapa selalu begitu?
Tukang selingkuh. /- Sangat mabuk orang ini.
Tolong jangan berisik. /- Maaf.
Kenapa bisa rusak begini? /- Kenapa lagi, sudah jelas tadi kau yang melemparnya, nyuk.
Aku mau putus dengannya.. Kau, kau..
Jangan halangi aku.
Pergilah. /- Toiletnya dimana?
Diluar, toiletnya sebelah kanan lantai dua.
Ini memalukan, tak bisa begini.
Kau sialan.
Orang satu ini kenapa? Mengganggu saja.
Maafkan kami. /- Aku juga mau duluan.
Malu rasanya tak sanggup lagi disini.
Tapi.. biarkan aku mengatakan ini..
Kau tak mengenalku dengan baik. Aku harap kau tak sembarangan berkata tentangku.
Benar, sama juga dengan saat kau telponan siang tadi..
Di parkiran kantor.
Aku hanya bicara apa adanya.
Tapi yang ketua tim bicarakan itu sama sekali tidak benar.
Dan juga aku..
Hanya bicara dengan ibuku..
Bukankah beda jika dengan rekan kerja?
Karena dia pantas digitukan? Sudah sepantasnya?
Kalau begitu maksudmu..
Kemarin kau sangat mabuk dan menelponku.
Bolehkah aku ceritakan itu dengan rekan kerja dikantor?
Karena sudah sepantasnya.
Hei.
Kenapa?
Serius mau kau ceritakan?
Aku pulang dulu, sampai besok.
Serius mau kau ceritakan?
Kau kan memang begitu.
Apanya yang begitu. Harganya mahal ini, lepas.
Tolong laporkan polisi.
Apa yang terjadi?
Aku lagi ditoilet sedang buang air, dan pria ini masuk kedalam..
Lalu mendengarkan suaraku sedang buang air.
Itu membuatku takut. /- Aku juga tak tahu.
Setelahnya baru aku sadar.
Tapi kan kau mendengarnya seperti orang cabul.
Awalnya kau masuk mendengarnya makanya kau diam saja.
Hei...
Kau bisa membedakan suara wanita atau pria saat buang air?
Yang bisa bedakan suaranya angkat tangan.
Sudah berhentilah, kunyuk.
Kau berapa umurmu?
Aku nenekmu, dasar kunyuk.
Dasar kau sialan.
Aku juga tak akan mengalah.
Berhentilah, kunyuk.
Ayo lapor kepolisi, dasar brengsek.
Dia orang baik. Ini hanya salah paham.
Dia terlalu banyak minum.
Minum ini, santai saja. Besok kan harus masuk kantor.
Tak ada taksi disini.
Padahal terus aku periksa.
Disini semuanya kedai minum nanti juga akan datang.
Mungkinkah tentang kemarin kau sama sekali tidak ingat?
Paginya baru tahu setelah periksa telponku.
Karena bicara sembarangan tentang mantanmu..
Maafkan aku.
Dari awal..
Aku mau minta maaf padamu, tapi anak ini...
Tak ada yang dibicarkan juga, hanya menangis saja.
Selama 2 jam?
Kenapa tak kau tutup telponnya?
Kau bilang tak ada yang mau mendengarmu, aku jadi kasihan.
Taksi.
Bangunlah.
Ayo pulang. /- Setelah mengantarku apa yang kalian berdua lakukan?
Bawa pulang ini. Minumlah.
Sebentar lagi taksiku juga datang, kau bisa pulang sendiri kan?
Mau minum bersama?
Tiap hari kau begini?
Sudah bukan di umur 20-an lagi, tapi nampaknya kau sangat menderita.
Seperti orang yang pertama kalinya berpacaran.
Sudah cukup berpengalaman juga.
Aku malah semakin hari semakin tak mengerti..
Setelah bertemu muka dan berbicara pasti bisa tahu dia seperti apa.
Jadi menurutku sangat disayangkan juga orang yang pacaran agar bisa menikah.
Kau tak pernah menyukai seseorang dengan tulus kan?
Aku tak punya khayalan tentang cinta.
Pepatah zaman dulu memang tak ada salahnya.
Semakin banyak mengenal pria makin lebih baik.
Lelaki ini, dan itu. Yang seperti itulah.
Sepertinya selama ini kau hanya bersama dengan pria aneh.
Aku rasa aku biasa saja.
Bukankah wanita juga sama saja?
Apa kau tak tahu?
Wanita juga sama, seperti pria yang semuanya sama saja.
Makanya saat berharap juga..
Tak perlu merasa kecewa. Begitulah.
Bukannya aku mau menyinggung..
Tapi kasihan juga kau.
Kalau begitu Timjang-nim pasti berpikir kau berbeda dengan orang yang seperti itu?
Bukankah sudah jelas.
Bertemu dengan wanita yang tulus dicintai..
Pacaran, lalu menikah..
Seumur hidup saling melengkapi sampai dihari tua.
Bukankah itu yang namanya kebahagian dalam hidup?
Kau mabuk?
Tidak juga.
Ayo kita main bermain kata..
Selanjutnya..
Cabe. /- Soju.
Bukannya cabe?
Minumlah. /- Sudah jelas cabe.
Kenapa bisa salah terus.
Aku akan mulai duluan.
Cemilan.
Bagaimana bisa tahu?
Minumlah.
Cepat mulai.
Tidur kan?
Tidur kan?
Bukan, coba lagi.
Tidur benar kan, ajushi?
Serius?
Seperti ini.
Terlihat.
Menyerah.
Bukankah terlihat? /- Sudah, jangan main lagi.
Ayo lanjut.
Kenapa rasanya aku sangat mabuk ya?
Tolong tambah lagi sojunya.
Maaf.
Kalau begitu..
Coba tebak satu kata lagi.
Perhatikan baik-baik.
Terlalu panjang.
Terlalu panjang, /- Makanya perhatikan baik-baik.
Aku ingin..
Bersama denganmu.
Tidur denganmu.
Aku ingin cuci muka.
Kenapa?
Oh Sun Young.
Hei.
Halo. Aku temannya Sun Young.
Senang berjumpa denganmu.
Silahkan duduk.
Terlambat sedikit saja kau..
Aku hampir mau berhubungan seks dengannya.
Dia biasanya tak mabuk seperti ini.
Apa aku mabuk? /- Ayo, bangunlah.
Saat mabuk begini jangan terlalu percaya kata-katanya..
Jangan terlalu di pikirkan. /- Apa maksudmu?
Kurangi minummu. /- Dia yang ingin berhubungan seks denganku lebih dulu..
Dasar orang cabul.
Kan aku bilangnya cuci muka.
Ingin berhubungan seks katamu?
Aku tak akan tidur, apalagi denganmu.
Tentu saja tak boleh.
Tak akan tidur, tidak akan...
Kau bukan tipeku.
Padahal kau adalah tipeku.
Serius? /- Tidak, dia cuma mabuk.
Ayo kita keluar bersama saja dulu.
Oh Sun Young.
Kesini. Jangan lakukan itu.
Jangan lakukan itu. Jangan.
Ya Tuhan.
Kamu tak apa-apa?
Jangan, Ya Tuhan.
Jangan lakukan itu.
Ya Tuhan.
Seseorang tolong aku.
Aku sudah baikan dengan pacarku.
Dasar sinting.
Sebenarnya aku sangat berterimakasih padamu. Walaupun aku tak terlalu ingat he he..
Terimakasih karena mau angkat telpon dan menemaniku minum he he..
Setelah kenal ternyata kau baik juga. Kedepannya ayo kita saling akur. He he?
Baca He He sekali saja aku sudah benci.
Dia manusia atau robot? /- Apa kau tak terlalu sensitif?
Hanya karena mengirim He He dua kali dia jadi tidak baik?
Tapi dia sungguh berterimakasih atau mau coba sekali denganmu?
Kau ini seperti investigasi saja.
Saat sedang tak sadar sana sini ditelpon, lalu besoknya menyesl. Cuma begitu.
Lihat saja.
Kerjaanmu bagaimana? /- Setiap pagi saat bangun rasanya mau mati.
Saat pulang cuma berbaring dan istirahat saja.
Beda dengan saat terakhir kali kau datang kan? Walaupun tiap hari berberes..
Saat pulang berantakannya tak pernah ada habisnya.
Han Jin.
Han Jin.
Buat beli susu. /- Minta bibi tambah lagi.
Ayahnya tak mau bantu? /- Serius kau tanya?
Saat urusan dapur kalau aku minta bantu dia cuma mau lakukan satu hal..
Antara buang sampah atau bersih-bersih. Dia pilihnya bersih-bersih.
Dan saat aku tanya mau ganti popok anak atau cuci piring. Dipilihnya cuci piring.
Dia cuma mau melakukan yang mudah saja.
Bagaimana bisa kusuruh dia.
Tapi tetap saja kau telihat lebih baik.
Kau mengolokku ya?
Kau masih telihat sama seperti dulu. Seperti anak gadis.
Apa terlihat begitu? /- Bohong saja.
Hei..
Kau tadi malam sangat luar biasa, kau serius tak ingat apapun?
Tadi malam? /- Ya.
Aku begitu? /- Ya.
Aku telpon nanti kalau sudah ingat.
Han Jin, bibi pulang dulu. /- Sampai jumpa bibi.
Dasar gila, tadi malam gara-gara kau. /- Ada apa, kunyuk?
Ayo keluar merokok. /- Mulai hari ini aku akan berhenti.
Byeol-ku beri syarat jika mau balikan aku harus berhenti merokok.
Dia yang selingkuh, kenapa dia yang minta syarat?
Sudah berumur juga, kau pun berhentilah.
Itu namanya berhenti? Cuma gantikan nasi dengan roti.
Halo.
Aku balikan lagi dengan Byeol.
Apa kau tidak apa-apa?
Tadi malam entah apa yang terjadi dengan kita..
Bukankah kalian berdua merasa lebih akrab?
Biasanya minum-minum bersama juga bisa bikin kita lebih dekat lagi.
Beraninya kau merokok. Bukankah kau tahu merokok dikantor dilarang.
Daepyo-nim kan juga merokok. Katanya rokok elektrik tak masalah.
Kalau merasa tak adil kau buka perusahaan sendiri saja.
Ayo keluar. /- Kemana? Kenapa?
Kau minum saja teh nya dulu.
Aku mau minum kopi. /- Kau kan sedang merokok, nyuk.
Kenapa kau ngeliat gitu?
Orang berdua itu.
Permisi.. Tapi..
Mungkinkah tadi malam aku ada buat kesalahan?
Apanya?
Aku ingat mengantar Byung Chul pulang, tapi setelahnya...
Kita terlalu banyak minum, ya kan? Aku juga tak terlalu ingat.
Sepertinya aku tak cocok dengannya.
Siapa? Oh Sun Young? Setelah aku pergi ada yang terjadi?
Terjadi apanya.
Ya, keberadaan nya memang tak buat orang merasa nyaman.
Tapi sepertinya dia bukan gadis nakal.
Kau tak pantas bilang begitu. Kau tadi malam tak ingat apapun kan?
Tentu saja ingat, nyuk. Ke Sungai Han minum, lalu ke karaoke juga.
Sudahlah.
Kau sementara waktu jangan minum disekitar sini, ke restorannya pun jangan.
Kenapa? /- Lebih baik tidak tahu.
Bibi, pesan makananan nya.
Kau hari ini tugas ke lokasi kan? /- Ya. Rekam sedikit adegan.
Biar aku saja yang pergi.
Kau yang pergi? /- Ya, aku lagi malas dikantor.
Kalau aku malah terima kasih.
Bibi.
Sekitar 10 menit lagi kami sampai.
Baik.
Tim syuting dan model nya sudah tiba lebih dulu.
Penanggungjawabnya diganti Oh Sun Young. Semoga semua berjalan lancar.
Dikantor tak banyak meja, sangat kecil. Satu orang mengerjakan banyak hal.
Kau selagi masih muda pergilah ke Norangjin.
Bisa belajar sangat menyenangkan.
Aku pernah 3 tahun disana.
Keluar dari situ.
Keluar kataku.. Keluar..
Kekiri, nyuk. Di kananmu.
Periksa cahaya nya.
Saat ini nampaknya studio agak sulit soalnya banyak yang booking.
Setelah disini baru banyak masalahnya.
Kau kenapa tak pakai sendal? /- Tak ada sisa nya lagi.
Aku tak apa-apa..
Kekecilan, kaki ku sakit.
Bagus.. Oke. Bagaimana sekarang?
Tunggu dulu.
Bayangan disitu bisa dihilangkan?
Pergi bawa alatnya kesini.
Alatnya belum dikeluarkan dari mobil.
Doo Yoon kau saja yang ambil. /- Bisa katakan bagaimana bentuknya?
Sulit dijelaskan. /- Aku pergi ambil dulu.
Kamera nya..
Aku tahu biar aku saja yang ambil.
Sudah bekerja keras semuanya..
Kau punya pengalaman jadi staf di lapangan?
Kau terlihat seperti sudah terbiasa dengan apa yang dikerjakan.
Di perusahaan tempat kerjaku sebelumnya aku dekat dengan asisten produsernya.
Siapa orangnya? Dengar dari namanya saja aku pasti kenal.
Kenapa bertanya sampai segitunya. Sudah jelas itu pasti pacarnya.
Tapi sekarang dia tak kerja dibidang ini lagi.
Kenapa? /- Dia sudah meninggal.
Bunuh diri.
Orang yang aku kenal juga bunuh diri, orang yang sama kah?
Benarkah?
Kau keluar merokok saja dulu.
Aku tidak merokok. /- Keluar. Mulailah merokok.
Di tim ini ada Byung Chul juga. Orang seperti Byung Chul.
Tolong bon nya. /- Ya.
Timjang-nim terima kasih makanannya.
Timjang-nim sepertinya juga ikut minum. Rumahmu dimana? Biar aku antar.
Tapi ini biayanya melebihi anggaran kita, bagaimana ini?
Timjang-nim yang bayar tagihannya.
Hal seperti ini kurang berhasil..
Sebenarnya aku juga selalu mengingatkan agar tak perlu..
Tapi dari dulu dia memang selalu bayar tagihan makan dan traktir minum..
Sesama priapun aku rasa dia orang yang lumayan.
Tapi entah bagaimana bisa mengalami hal seperti itu.
Biasanya pria yang dianggap baik oleh pria lain memang tak populer diantara wanita.
Begitukah?
Terima kasih.
Lee Jae Hoon Timjang-nim: Sedang apa?
Sudah tidur?
Kau tidak diluar minum kan.
Ya, minum.
Kau mau minum kopi?
Kita bisa bicara saja.
Aku cuma bilang tidak sedang minum, bukannya hari ini belum ada minum.
Setiap hari minum seperti ini. apa masih bisa bangun?
Saat keadaan sadar, aku tak sunggup.
Bangunlah, biar aku bantu carikan taksi.
Apa kau suka aku?
Kau mau pulang kerumah, atau menunggu disini sampai pagi?
Kalau tidak, ya sudah.
Uang dari hasil tabungan dan pinjaman aku beli rumah..
Undangan pernikahan sudah tersebar.
Karena biaya pernikahan sudah disiapkan. Aku sungguh bertekad ingin hidup baik.
Lembur pun tanpa ada yang minta, setiap malam aku lakukan..
Karena setiap hari sibuk terus dan merasa bersalah..
Tanpa berpamitan aku berangkat pagi-pagi setelah menyiapkan sarapan..
Suara TV keras sekali.
Sebenarnya aku juga tak terlalu ingat.
Seperti kata orang...
Dari pada bersama orang yang mencintainya..
Wanita akan lebih bahagia jika bersama orang yang dia cintai..
Aku pikir aku pria itu.
Tunggu dulu.
Pergelangan tanganku patah.
Peringkatnya, apa yang terjadi?
8 dibanding 1... /- Bukankah ini lucu?
Kalau begitu iklan yang kita buat bisa tayang di TV?
Lihat di internet dulu, kalau reaksinya lumayan yang paling bagus akan tayang di TV..
Kondom bertuah ternyata ini.
Walaupun bukan tugas yang mudah..
Diantara semua merek harimau, kita yang paling kuat..
Karena kali ini ada karyawan baru..
Kalau memungkinkan ayo kita cari inspirasi baru..
Itu hari Sabtu.
Mau kemana tujuan kita? /- Gunung Cheong.
Ayo mendaki dan mengaum seperti harimau.
Makan sepuasnya.
Bukankah ini gila? Kenapa harus mendaki segala.
Dengan semangat juang bersama, ayo kita coba saja.
Semangat juang apanya, bisa-bisa berantakan semuanya.
Kondom. Iklan kondom
Tim perencana, kami percaya dengan kemampuan kalian.
Apa lagi yang bisa dilakukan dengan kondom.
Bercinta. Melindungi ''cabe mu.''
Dasar gila.
Semuanya, fighting.
Obrolan grup nya terlalu sepi, karena ada rapat aku permisi dulu.
Fighting!
Hati-hati. Bukankah dulu juga ada yang salah kirim di grup.
Merinding!
Aku pikir grup satunya lagi. /- Ayo makan siang.
Mau makan apa hari ini? /- Seperti biasa.
Makan apa ya?
Kemarin Lee Timjang-nim banyak minum, haruskah aku telpon agar bangun?
Apa kalian minum bersama kemarin? Apa yang terjadi?
Tidak. Kami tak minum bersama. Apa ada yang terjadi?
Jatuh entah dimana sampai tangannya patah. Saat subuh heboh di bawa kerumah sakit.
Kau ikut makan siang jugakan? /- Ya.
Halo.
Kamu baik-baik saja?
Aku masih ada kerjaan, sebentar lagi pulang.
Apa ada yang perlu ku bantu?
Maafkan aku tentang tadi malam. Hal seperti itu tak akan terulang lagi.
Karena hal itu pun buat aku menyadari banyak hal.
Sudah waktunya aku berhenti dan sadar diri.
Biarkan saja.
Mau makan bersama?
Tolong, sebotol soju.
Tidak, jangan bawakan.
Tolong bawakan.
Disini semuanya minum soju.
Terima kasih.
Bajumu sepertinya semuanya model seperti itu.
Kenapa memangnya? Kan cantik.
Menurutmu orang tak melirik. Mereka melihatnya.
Aku memakainya agar cantik dipandang orang. Lagian bukannya aku tak pakai baju.
Dengar. Seperti film 300 spartan, muncul pria berotot..
Prianya terdiam dan disitu ada berbagai pintu harimau.
Seperti di adegan film pria itu berteriak "Sparta" dan menendang..
Dari bawah tiba-tiba pria itu muncul dan terbang..
Dan yang paling mirip dengan Trampolin yaitu kondom..
Jadi pria itu menendang ke arah lubang. Dan lubang itulah ibaratnya wanita.
Sajang-nim.
Bagaimana? Bukankah bagus? /- Tolong sebotol sojunya lagi.
Masalah kerjaan, seharusnya bicara dikantor saja.
Terimakasih.
Lenganku sakit. Kau saja yang tuangkan.
Kau kenapa tidak mau menikah?
Bukannya tidak mau, tapi tidak bisa. Karena tidak ada yang bisa dipercaya.
Apa karena tidak bisa melupakan mantanmu yang bunuh diri itu?
Soal itu aku cuma bohong.
Kenal dengan orang seperti itu pun tidak pernah.
Orang tak bertanya ini dan itu rasanya lebih mudah.
Aku tak akan beritahu siapapun soal tadi malam.
Aku juga tak bilang kau harus membicarakannya.
Kau luar biasa.. hebat..
Apa kau sudah gila makanya hidup seperti ini?
Kau ini dasar... Jangan sembarangan bicara.
Lagi-lagi kau mabuk.
Kau kenapa?
Baiklah, yang kau katakan memang benar.
Ayo terus terang saja.
Kenapa kau melakukan itu padaku?
Aku kenapa?
Kau buang minumnya dibelakangku.
Aku ke toilet sebentar.
Iyakan? Kau ingat semuanya. Kau sengaja melakukannya kan?
Ada apa denganmu? Apa kau menggodaku agar..
Kehidupan kantormu jadi lebih mudah?
Apa-apaan itu. Kau bahkan tidak menyukaiku..
Ada apa denganmu?
Karena kau menyebalkan.
Menurut wanitapun sangat memalukan hanya karena wanita jalang..
Kau bertingkah seperti ini..
Bertingkah seolah kau pemeran utama.
Menurutku kau mirip anjing yang dibuang orang. Kenapa?
Memeluk pria lain setelah kau mabuk seperti itu..
Itu tandanya kau menggoda mereka.
Sudah berumurpun.. Kau ini sungguh menyedihkan.
Kasihan sekali kau.
Kau juga bujangan yang menyedihkan.
Sekali lihat juga tahu "Ajusshi."
Kau pikir cuma aku sendiri yang menua?
Bagaimana bisa pria dan wanita disamakan.
Tentu sama. Kau pikir itu berbeda?
Kau sungguh orang yang mudah bilang cinta dan mudah ingin berpisah juga..
Berbohong juga mudah bagimu kan?
Kenapa?
Dasar..
Dari awal mana ada yang mudah..
Saat putus dengan pacar pertamaku kalimat darinya teringat olehku hingga saat ini..
Bagi kalian..
Semua wanita yang tak mau tidur dengan kalian, selain cinta pertama cuma mengganggu.
Dasar, tangan sudah begitu saja.
Kenapa? Kamu tidak apa-apa? /- Ya.
Kau akhir-akhir ini sedikit aneh. /- Aku kenapa?
Kau sama sekali tidak pernah bicara tentang Soo Jung, iya kan?
Bukan dia yang mulai, tapi kau.
Apa mungkin kau balikan lagi dengan dia?
Kenapa aku harus balikan dengan dia.
Tak baik kembali dengan orang yang telah pergi.
Ketika menjalin hubungan saat seseorang ingin mengakhiri pasti ada alasannya.
Tandanya hanya itu satu-satunya jalan. Cinta itu tentang waktu?
Itu semua hanya omong kosong.
Kalau kau.. Hubunganmu baik-baik saja?
Kali ini rasanya kami akan benar-benar putus.
Dia bertanya apa kepalanya besar. Aku sudah bilang tidak.
Tapi dia terus memintaku jawab dengan jujur.
Jadi aku bilang biasa saja.
Yang artinya tidak kecil, jadi dia bertanya apa maksudku kepalanya besar.
Jadi aku bilang tidak besar, tapi bukankah tidak kecil juga.
Bukan juga itu kuis. Tapi seharian bicara tentang itu terus aku jadi kesal..
Jadi aku bilang setidaknya otakmu tak sebesar ini.
Sampai saat ini dia tak menelponku lagi.
Kau benar-benar tak akan bisa menikah.
Benar. Kau tak akan bisa menikah.
Saat lelah begini bernafaslah dari hidung.
Fighting!
Perjalanannya masih panjang. /- Benar. Pekerjaan juga masih banyak.
Cuma dia sendiri yang bersemangat. /- Bikin pusing saja.
Kalau lelah, bagaimana kalau kita berteriak bersama.
Ayo, jalan terus. Ayo..
Setidaknya begini saja pasti bisa..
Jangan salah paham. Terlalu mengabaikan orang-orang akan berpikir aneh.
Apa kau tahu?
Kau sungguh tak pintar berbohong.
Lalu kau sendiri?
Aku tentu saja ahlinya.
Apa maksudnya ini?
Cuma bantu dorong.
Apa sebaiknya aku jalan didepan saja. Kau mau berpegangan tangan denganku?
Sepertinya kau benar sudah gila.
Apa aku harus bersandar begini? Tapi kenapa tanganmu terus gemetaran.
Tak gemetaran.
Terimakasih tidak menceritakan tentang itu dengan siapapun.
Jika tanganmu tak terluka begini sudah pasti aku akan cerita.
Akupun separuhnya kebohongan dan separuhnya lagi tulus.
Akupun punya seseorang yang aku anggap lebih baik kalau dia.
Siapa? Si asisten produser itu?
Dia tak pernah bilang ayo kita putus.
Tiba-tiba saja tak pernah kasi kabar. Dan itulah akhirnya.
Karena rasanya sangat sulit setiap hari hanya bergantung pada minum..
Sampai-sampai men-stalker dia.
Seseorang berkata jika kita membiarkannya suatu saat nanti dia yang datang sendiri.
Setelah sebulan kemudian ternyata benar dia menghubungiku tapi tak aku angkat.
Bukannya katamu rasanya sulit? Tapi kenapa?
Karena aku pikir lebih baik jika tak mendengar kabarnya.
Tapi kadang aku penasaran juga..
Bagaimana hidupnya. Sudah menikahkah dia.
Entah. Mana ku tahu.
Dari mana saja? Kalian berpacaran? Cepat sedikit.
Tidak seperti itu.
Ayo, 1..2..3.
Yahoo..
Tambah dengan sedikit cinta.
Saya pesan satu.
Heo Kwon Soo dasar brengsek. Jangan cuma menghabiskan untuk hal ini..
Daripada hamburkan uang untuk ini, lebih baik naikkan gaji karyawan. Dasar sialan.
Benar. Dasar sialan.
Katanya makan malam sekantor itu tradisi lah, omongkosong.
Jika gajiku kurang 10rb saja, aku akan berhenti dan lebih baik kerja di toserba saja.
Dasar kau ini. /- Kalau itu benar.
Apa sebaiknya aku berhenti bicara hyung? /- Tidak, lanjutkan saja.
Kau pikir aku akan berkata begitukan, dasar bodoh.
Makanya kau harus bersikap baik dengan istrimu.
Hyung, kau saat ini banyak minum. /- Lepaskan, aku sama sekali tidak mabuk.
Biarkan aku, biarkan saja.
Terbalik. /- Halo.
Kau pikir kau siapa sampai aku harus lapor semua yang aku lakukan?
Hyung, itu istrimu. Istrimu kataku.
Aku orang yang dapat libur wamil pun, bahkan tak melapor pada ibuku.
Putraku tiba-tiba demam.
Aku tinggalkan kartu, kalian bersenang-senanglah.
Pulanglah cepat. Istrimu menunggu.
Hati-hati dijalan.
Cepatlah pulang.
Tapi.. apa tak apa kita-kita saja yang bersenang-senang?
Aku merasa ada yang tak beres.
Di toilet ada temanku.
Oh Sun Young. Kau tak...
Maaf.
Oh Sun Young.
Apa yang kau lakukan disini?
Minta rokok.
Mulai muncullah kebiasaan burukmu. Kau tak apa-aoa?
Tadinya aku sudah berhenti. Orang tua pria itu tidak suka wanita yang merokok.
Tapi perutku rasanya..
Sepertinya aku terlalu banyak minum, rasanya mabuk.
Tunggu disini. Aku beli obat untukmu.
Kenapa?
Kau tidak apa-apa?
Aku tidak mabuk.
Kamu sudah mabuk.
Sudah kubilang aku tidak mabuk.
Hei.
Kau pasti sudah gila.
Dengan begini baru kita bisa saling bersentuhan..
Dan saling berdebar, bukankah begitu?
Menurutku saat pria dan wanita saling begini yang menarik..
Saat sudah pacaran jika kau membosankan dan ganggu lebih baik aku pergi saja.
Lihat aku. Kau hanya pura-pura mabuk kan?
Sejujurnya aku sedikit penasaran..
Penasaran apa?
Jika saat itu kita ciuman, bagaimana rasanya?
Kau ini memang mabuk atau hanya pura-pura mabuk?
Ini menyenangkan. Ini sangat menyenangkan.
Sudah waktunya pergi.
Oh Sun Young. Kau menyukaiku, kan? /- Tidak.
Kau tidak menyukaiku? /- Tidak suka.
Kau jelas-jelas..
Menyukaiku.. /- Tidak suka.
Kau tidak menyukaiku? Atau hanya karena kau mabuk.
Aku tidak menyukaimu, kenapa tanya terus.
Kau jujur atau bohong?
Kau jujur atau bohong?
Entahlah.
Aku juga tak menyukaimu, aku membencimu.
Saat ada orang disampingku, aku tak bisa tidur.
Mungkin karena terlalu lama sendirian.
Saat muncul perasaan tak nyaman, tak bisa tidur disamping pria.
Tampaknya banyak masalah.
Kau suka makan apa?
Aku?
Dulu saat dirumah ibuku pernah masak kimchi jighe. Sangat enak.
Jadi setiap ingin makan itu, aku cari direstoran terkenal..
Tapi rasanya tidak sama. Karena aku tidak bisa makan pedas.
Kau tidur?
Pinjami aku uang untuk taksi, dan celana dalam juga.
Kau ini sebenarnya kenapa?
Tadi malam dompet dan HP-ku ketinggalan di karaoke..
Mi Young sunbae bilang dia meninggalkannya disini untungnya ada.
Seharian belum periksa HP-ku..
Itu.. tentang tadi malam..
Siapa yang mengantarku ke motel tadi malam? Apa Byung Chul?
Tadi malam aku terlalu banyak minum, tak terlalu ingat.
Iya juga. Akupun saat bangun tau-taunya sudah di rumah teman.
Kalau begitu, aku pulang dulu.
Baik, pulanglah dulu.
Bagaimana kabarmu?
Ini aku. Apa bisa bicara sebentar?
Lebih baik lagi jika bertemu muka. /- Siapa ini?
Bukankah ini telponnya Lee Jae Hoon?
Ya, benar.
Oppa sedang di toilet sebentar.
Kamu siapa? Mau disampaikan pesan?
Aku rekan kerja Lee Timjang-nim.
Masalah pekerjaan ada yang ingin aku bicarakan dengannya..
Besok saja dikantor sepertinya bisa. Sampaikan padanya tak perlu khawatir.
Aku tak tahu kata sandi rumah ini masih seperti dulu.
Setidaknya rumah harus dibersihkan.
Oppa, semua ini apa?
Oppa pelihara kucing?
Aku pikir belakangan ini sudah tak minum lagi. Menelponku pun sudah tak pernah.
Aku sangat merindukanmu.
Lepaskan aku.
Mungkinkah kau sudah ada wanita lain?
Sudah tidur dengannya?
Lebih bagus begitu. Dengan begitu kita jadi sama.
Hei.
Apa kau tahu setelah kau pergi seperti itu, orang tuaku masih di acara pernikahan?
Keluargamu bahkan tak kelihatan batang hidung.
Takutnya orang-orang tidak tahu orang tuaku menunggu sambil meminta maaf.
Aku biarkan jejakmu bukan karena tak bisa melupakanmu.
Hanya saja setelah luka sakitnya belum hilang.
Setelah semuanya. Rumah pun akan aku kembalikan.
Kau pasti sangat kecewa.
Tapi..
Aku yang paling mengerti Oppa.
Lagi pula Oppa tak akan begitu.
Apa kau sungguh yakin ingin putus denganku?
Begitu saja. Nanti saya hubungi lagi tuan rumahnya.
Park Jung Soo.
Kim Jung Soo. /- Bagaimana kabarmu?
Kenapa? Ada masalah?
Tidak.
Hei, apa kau..
Itu sangat sulit di hilangkan.
Dari golongan darah saja sudah sangat aneh.
Jadi aku melakukan tes DNA.
Dua hari lalu hasilnya keluar, ternyata dua-duanya bukan anakku.
Pasti sangat sulit bagimu.
Begitulah. Sekitar 2 hari.. Selama 2 hari hidup seperti orang mati.
Darah dikuras sampai kering. Ternyata begini rasanya..
Setelah berpikir harus kah aku bunuh diri dan mati saja..
Setelah dipikirkan lagi, sepertinya memang aku yang tak tahu.
Aku berpikir lebih baik hidup untuk diriku sendiri saja.
Setelah menenangkan diri, sekarang perasaanku jauh lebih baik.
Tapi itu hanya suasa hatimu saja, segera kau akan merasa ingin mati lagi.
Bahkan yang tak mengenalmu akan coba menghiburmu dan berkata hal jelas.
Tapi dalam hati mereka pasti meremehkan dan menganggapmu menyedihkan.
Walaupun kau rasa tidak adil, tak ada yang bisa dilakukan.
Sekarang semuanya berpikir luka dihati sudah masalah umum.
Jangan berpura-pura tegar, bodoh.
Telpon aku.. mengerti?
Ya pak, aku segera tiba.
Aku tak tahu nomormu.
Akhir-akhir ini, anakku suka belajar. Semua ini berkat Oke Boy.
Cut.
Bagus, berikutnya.
Timjang-nim, ada telpon dari daepyo-nim. Tentang masalah animal kondom itu..
Ada apa dengan itu?
Dia bertanya apa sudah ada konsep untuk itu.
Sekarang kan aku sedang syuting.
Dia apa saja kerjaan nya? Sialan, dia pergi menangkap capung?
Jika dia ingin mengembangkan perusahaan, bukankah dia juga harus bekerja..
Satu orang ditugasakan banyak hal.. Apa-apaan ini..
Makanya karyawan baru bekerja satu bulan sudah berhenti.
Pendapat Lee Timjang-nim sudah kita dengarkan. Apa yang lain ada pendapat?
Oh Sun Young. Bukankah tentang animal tugasmu bersama Lee Timjang-nim.
Selama di tim ini apa saja yang kau kerjakan?
Maaf. /- Semuanya siap siaga.
Dalam 2 hari naskah harus siap dan langsung syuting, mengerti?
Ya..
Takut ketua Lee menolak, makanya dia lampiaskan ke kita.
Sudah tahu tak punya waktu masih ingin bersantai, dia pikir dia aladin dari lampu ajaib.
Jangan terlalu dipikirkan. /- Fighting.
Sudah kubilang Lee Timjang-nim cuma dimanfaatkan.
Saat mendaki dan saat mereka berdua menghilang waktu karaoke itu juga.
Bukankah orang seperti itu ada.
Menggoda atasan pria nya dan menempel terus, wanita licik seperti rubah.
Bukannya ketua Lee balikan lagi. Jadi mereka main dua?
Menurutku bukan di grup ini.
Di perusahaan dia bekerja sebelumnya juga dia menggoda pria beistri lalu dipecat.
Dia terkenal di bidang itu, makanya dia bekerja di perusahaan kecil.
Lihat ini, komentar diinternet juga masih ada.
Sudah dibilang bukan digrup ini, dasar bodoh.
Cut.
Kenapa kau biarkan dia pergi begitu saja. Kau sudah periksa kebenarannya?
Apalagi itu sudah cerita lama.
Dia sendiri yang mau pergi. Aku sudah menahannya.
Kami tidak mendengarnya. Kami sedang bekerja.
Kalian yang paling jahat. Bersikap seolah kalian bersih.
Apa ada orang yang tak pernah bebuat salah? Haruskah aku cari tahu..
Sialan. Tunggu saja. Haruskah aku bongkar semuanya. /- Mau minum nanti?
Kesinikan.
Apanya? /- Alamat rumah Oh Sun Young.
Oh Sun Young, aku tahu kau ada didalam.
Oh Sun Young.
Kau..
Ayo kita bicara.
Jam segini bicara apanya? Lain kali saja.
Tunggu dulu. /- Lepas, pergilah.
Kau tidak apa-apa?
Daripada diam seperti ini, bukankah lebih baik jika kau melakukan sesuatu.
Oh Sun Young.
Karena dia atasanku, sulit harus menghindar setiap saat..
Jadi kami makan bersama beberapa kali.
Istrinya mengetahui itu dan menyebarkannya ke perusahaan.
Katanya aku yang menggoda nya lebih dulu.
Yang menyebar tentang itu diinternet, pria bernama Hyun Sung.
Pria yang menghilang tanpa kabar, saat itu dia pacarku.
Kukira saat dia menghubungiku aku akan senang, tapi karena tanpa kabar sama sekali..
Kukira dia marah dan salah paham mengira aku sudah bersama pria lain.
Kenapa kau masih memikirkan pria yang seperti itu..
Apa kau bersyukur padanya?
Apa kau bodoh? Kenapa kau hidup seolah kau yang bersalah.
Setidaknya tuju dia dan mengutuklah. Atau tidak tuntut saja.
Benar. "Aku merasa tidak adil. Aku tak seperti itu."
Sudah pernah aku jelaskan satu persatu ke orang-orang.
Tapi yang sudah tersebar di internet..
Setiap hari aku hapus lagi dan lagi selama bertahun-tahun.
Tapi sama sekali tak berguna.
Orang-orang bilang anggap saja itu sebagai pengalaman.
Mau dituntut pun tak ada baiknya bagi wanita.
Waktu akan menyelesaikan segalanya.
Mereka hanya menyuruhku untuk bersabar.
Minumlah.
Dari awal kau..
Sengaja begitu terhadapku. Karena aku atasanmu.
Semua itu cerita lama. Kau juga jangan lakukan apapun.
Kau juga kenapa?
Menurutmu kenapa lagi? Aku tak bisa berdiam diri.
Karena aku tidak bisa mengabaikannya.
Melihatmu seperti ini rasanya terlihat sepertiku belum lama ini.
Aku lapar, ayo kita pergi makan.
Sudah mau pesan?
Dua porsi kimchi jigge.
Dia tak bisa makan pedas. Yang satunya jangan pedas.
Ya, mengerti.
Aku tak pernah bilang aku suka kimchi jigghe.
Tak bisa makan pedas juga aku tak pernah mengatakannya.
Pernah.
Katamu kau tak ingat.
Apa aku mendengar dari orang lain.
Aku kebingungan. Benar, itu orang lain.
Aku juga sangat menyukaimu.
Aku sangat merindukanmu. Bahkan sekarangpun aku ingin memelukmu.
Seperti saat itu aku ingin melakukan itu lagi denganmu. Seks itu.
Sepertinya kau sangat mabuk.
Sama sekali tidak mabuk. /- Besok juga kau pasti tidak ingat.
Aku ingat semuanya. Saat pertama minum bersama kau yang duluan menciumku.
Saat di karaoke kita berciuman pun. Aku ingat semuanya.
Kecilkan suaramu.
Setelah kau menciumku..
Kau bilang tidak bisa tidur dengan orang lain karena terlalu lama sendiri.
Tapi disampingku kau mendengkur keras sekali. Kau kentut juga.
Hei! /- Di Seongsu-dong. Pretty motel kamar no 302.
Celama dalammu saat itu ada padaku. Jangan lari, tunggu dulu.
Uangnya disini.
Silahkan datang lagi.
Kenapa kau kabur?
Kapan aku kabur? Kau saja yang mengikutiku.
Aku tak pernah menyukaimu.
Aku cuma teringat diriku yang dulu.
Aku merasa kasihan padamu makanya bersikap baik padamu.
Cinta seorang ibu. Yang begitu kau tahu kan?
Kau juga begini bukan karena kau menyukaiku.
Jadi ini apa? Cinta seorang ayah? Sesama saudara.
Pura-pura kuat sendirian. Setelah semuanya ketahuan sibuk kabur..
Apa yang kau takutkan?
Berhenti seperti ini. Dan beranikan diri tidak bisakah?
Kau sangat yakin kau menyukaiku secepat ini?
Aku saja masih belum tahu.
Jadi bagaimana hubunganmu dengan dia?
Sudah beranikan diri mengakhiri hubunganmu? Urus saja hubunganmu.
Jangan menahanku dan bicara ini dan itu.
Apa yang kau lakukan? /- Ingin memberanikan diri.
Halo. Soo Jung ini aku..
Kesinikan hp mu..
Halo.. Tidak mau.
Nambah masalah saja. Kesinikan.
Tak ada signal. Kirim sms saja.
Kamu takkan berani, berikan saja
Tak mau..
Kembalikan.
Tak pakai kata sandi. /- Kenapa kau kekanak-anakan sekali?
Aku kekanak-kanakan?
Lepaskan. /- Kesinikan HP ku..
Aku mau beranikan diri kirim sms. /- Menyebalkan sekali.
Maaf.
Sialan. Apa-apaan kalian ini?
Maaf sekali, dia melempar hp. /- Apa yang kau lempar?
Kenapa kau melempar HP disini? /- Aku minta maaf.
Selain minta maaf bagaimana ini?
Tergores.
Ini mobil ibuku.
Apa semalam kau pulang dengan aman?
Halo..
Nanti kumpul makan malam kau datang kan?
Ngumpul buat apa? /- Katanya perpisahaan untuk Sun Young.
Dia nya datang? /- Menurutmu dia mau datang?
Makanlah.
Maaf, datang terlambat. Ku dengar ini untuk perpisahaanku.
Aku sedang minum disekitar ini, rasanya disayangakan kalau berakhir begini.
Ingin juga bicara hal-hal yang kalau dalam kondisi sadar tak bisa diucapkan.
Bukankah ini yang namanya kumpul makan malam?
Boleh aku duduk disini? /- Kalau begitu tas nya Yoon Joo...
Aigoo, maaf.
Aku mabuk sekali.
Suasananya bagus juga.
Bisa tuangkan segelas untukku?
Apa? /- Sudah banyak minum?
Ya.
Mau ku ceritakan hal menarik?
Waktu aku kecil, teman sekelasku memukul kepalaku lalu kabur, aku sangat marah..
Saat aku mau balas memukulnya, guruku lalu berkata..
Hanya karena dia memukulmu, kau mau memukulnya. Kau hanya akan jadi seperti dia.
Tak ada lagi.
Terima kasih, ayo.
Tapi kenapa kau melakukannya? /- Apa?
Lihatlah anak ini berpura-pura.
Aku cuman.. Semuanya seperti itu.. aku juga.
Apa-apaan ini..
Masalahku yang tersebar di Medsos itu katanya kau yang mencari tahu..
Pria yang beistri itu benar-benar penjahat kelamin kan?
Kenapa kau mengecualikan itu dan hanya tentangku yang kau sampaikan ke semuanya?
Itu sebenarnya...
Apa aku ada melakukan sesuatu yang salah padamu?
Sun Young, aku paham kenapa kau bertingkah begini..
Tapi dengan kau begini sama saja kau jadi seperti mereka.
Ya, benar. Tapi karena selalu diperlakukan begini sudah saatnya aku sadar.
Jadi anggap saja aku jadi manusia yang sama seperti mereka tidak apa-apa.
Apa? /- Maaf. Aku mabuk sekali.
Ada yang ingin aku tahu..
Waktu kuliah dulu kau menyukai Daepyo-nim pada pandangan pertama..
Padahal dia sudah punya pacar, tapi katanya kau mengikutinya kemana-mana.
Katanya karena itu kau tak bisa menikah.
Katanya begitu.. Tak mungkin karena itu kan?
Kata siapa? Itu tidak benar. Apa-apaan..
Itu tidak benar?
Dasar kau ini.. /- Bukan aku..
Dilebih-lebihkan saja sepertinya..
Tidak benar. Itu sangat tidak benar.
Jadi siapa ya?
Katanya disini ada yang takut dipukuli istrinya, makanya tidak menikah..
Katanya ada yang Kasim juga.. Siapa ya itu?
Ada yang pacaran dengan anak kecil juga. Dipanggil kaki listrik.
Apa yang seperti ini menyenangkan?
Semuanya sudah sulit. Tidak bisakah dihentikan saja?
Tapi katanya ada yang Gay juga ya?
Semua sudah tahu. Tidak apa-apa. /- Aku ya?
Semua sudah ketahuan. Baagaimana ini?
Tenanglah..dasar..
Tahan dia..
3 BULAN KEMUDIAN
Ajumha, ada lihat kucing tidak?
Kucing? Sepertinya tidak.
Terima kasih sudah menjaga barangku. Ku pikir kau tak akan menelpon.
Boleh aku bawa dia? /- Terserah saja.
Jangan menelponku lagi.
Tidak akan.
Minum alkohol pun seharusnya berhenti.
Sudah berhenti.
Hiduplah baik-baik.
Kau saja hidup baik-baiklah.
Jadi dia bilang mau menikah? Apa jawabanmu?
Sudah ku bilang aku putus dengannya. Dia selingkuh bagaimana bisa aku percayai.
Kau ini jangan jual mahal.
Zaman sekarang anak-anak muda jual mahal atau apalah itu..
Seharusnya yang berusaha keras yang menang. Itulah dunia sekarang.
Harus berpacaran dulu. Begitu saja tidak tahu.
Jangan cuma mau menang sendiri. Mengalahlah sedikit.
Pria zaman sekarang gampang menyerah.
Ibu, kalau mereka sebegitu cepatnya menyerah..
Apa itu?
Baru bertemu sekali saja.
Cantik begini, kenapa tak mau pulang?
Halmoeni, jangan berjualan disini.
Cuaca sedang dingin, sudah larut malam juga. Berbahaya.
Anak bujang, lama tak bertemu.
Aku sungguh penasaran ingin tahu keadaanmu.
Yang masih tersisa bungkuskan untukku.
Kau bisa sakit jika begini terus.
Lagi apa?
Sudah tidur?
Halmoeni, ini uangnya..
Aku harus pergi menemui teman. Cepat pulanglah.
Harus makan teratur. Jangan selalu minum. /- Ya
Kau mabuk? /- Tidak.
Baiklah. Mau bermain game?
Aku juga merindukanmu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.