All language subtitles for 10.Suteki na sen Taxi (2014)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Zakuro?

Siapa kamu? Apa kamu polisi intel?

Tidak, aku hanya

opsir polisi biasa.

Maksudmu, opsir polisi yang paling tidak menonjol?

Apa ini?

Polisi Kriminal!

Siapa kamu?

Apa kamu polisi intel?

Tidak.

Aku

hanyalah kriminal biasa.

Maksudmu kriminal yang paling tidak menonjol?

Polisi Kriminal, bertahanlah!

Polisi biasa, sepertinya aku sudah tamat.

Tolong dengarkan keinginan terakhirku.

Apa? Katakanlah padaku.

Tolong berikan aku rokok.

Maaf, aku tidak merokok.

Omong-omong, merokok di luar itu melanggar peraturan.

Sesuai dugaanku tentang opsir polisi biasa.

Polisi Kriminal!

"Produksi Televisi Kanto"

"Drama Baru"

Pria yang seharusnya sudah tewas

bangkit secara ajaib.

Kadang menjadi opsir polisi, kadang dia seorang kriminal.

Apa dia seorang polisi? Apa dia seorang kriminal?

Apa dia manusia? Apa dia robot?

"The Criminal Polisi Musim 2"

Drama baru "The Criminal Police" akan segera hadir.

Luar biasa. Masih bisa ditonton.

Acara ini akan berlanjut.

Apa pun bisa terjadi.

Kamu sudah memutuskan?

Mohon tunggu.

Aku sudah menunggu lama.

Hanya tinggal dua pilihan lagi.

Panggillah aku jika kamu sudah memutuskan.

Shirube, selamat datang.

- Selamat datang. - Halo.

Eda.

Ya.

Terima kasih untuk tiga bulan yang lalu.

"Tiga bulan lalu"

Kamu ingin gaya rambut seperti apa?

Coba kupikir dulu.

Seperti ini.

"Shirouchi Takeshi"

- Maksudmu seperti ini? - Ya, seperti ini.

Begitu.

Apa ada gaya rambut lain yang kamu inginkan?

Gaya rambut lainnya? Tidak, aku ingin seperti ini.

- Seperti ini? - Ya.

Bagaimana jika yang itu?

Tidak.

Atau apa kamu ingin mencoba gaya rambut itu?

Tidak.

Yang ini saja.

Begitu.

Kini aku berada dalam salah satu persimpangan.

Pelanggan ini tampak sangat berbeda dari model itu.

Meski gaya rambutnya sama seperti sang model,

mereka akan tampak sangat berbeda.

Dan pelanggan ini akan menyalahkan aku

bukan karena penampilannya.

Aku ingin mencegah hal ini terjadi.

Tapi aku mungkin menyakitinya jika aku berkata jujur.

Tapi kejahatan yang kejam sungguh ada.

- Pak. - Ya?

Aku seorang profesional, jadi, sangat mudah bagiku

untuk memberimu potongan rambut ini.

Tapi

lihatlah dirimu di cermin.

Meski gaya rambut kalian sama,

kamu tidak akan mirip seperti model di majalah ini.

Karena wajahmu berbeda dengan model ini,

hasil akhirnya akan sangat berbeda dengan wajah sang model.

Jika kamu bisa memahami ini,

aku akan dengan percaya diri memberimu gaya rambut ini.

Jika tidak,

kusarankan kamu memilih gaya rambut ini

yang lebih cocok untukmu.

Bagaimana menurutmu?

Kalau begitu, aku ingin gaya rambut itu.

Baiklah.

Maaf.

Hei.

- Hei. - Ya?

Aku ingin gaya rambut ini.

- Maksudmu gaya rambut ini? - Ya.

Baiklah.

"The Criminal Police" akan tayang musim gugur ini.

Apa pendapatmu?

Lumayan.

Hasilnya bagus.

"Episode 10 Pilihan aku dan kamu"

Namaku Tokida Mao.

Aku punya pacar. Kami sudah bersama selama 5 tahun.

Dia seorang peragu, tapi juga serius dan baik hati.

Ada sesuatu yang harus kudiskusikan dengannya.

Karena itulah aku di sini.

Sebenarnya, aku berniat untuk berganti pekerjaan.

Jika dia berencana menikahiku,

ini mungkin bisa memengaruhi masa depan kami.

Kini aku berada dalam salah satu persimpangan hidupku.

Dia sudah datang.

Kamu tidak perlu mengantarku.

Apa kamu sudah menunggu lama?

Tidak.

Apa kamu sudah memutuskan?

Tolong tunggu.

Hidup ini penuh dengan persimpangan.

Ini hanya hidangan pembuka. Berapa lama kamu harus memilih?

Hidangan pembuka sangat penting.

Ini seperti upacara pembukaan.

Upacara pembukaan Olimpiade Sochi

berlangsung 2 jam 48 menit.

Baiklah, aku mengerti.

Permisi.

Kami ingin pesan dua hidangan pembuka ini.

Maaf.

Ada apa?

Sebenarnya, aku...

- Aku sedang bicara padamu. - Aku sudah memutuskan.

"Pilihan A"

Aku tidak ingin memilih pencuci mulut yang salah.

Kamu selalu seperti ini.

Apa maksudmu?

Kamu ragu-ragu dan tidak bisa memberi keputusan.

Aku bukan seorang peragu.

Aku menggunakan banyak waktu bukan karena aku ragu.

Lalu apa alasannya?

Pencuci mulut adalah sesuatu yang kamu makan usai menu utama.

Pencuci mulut yang kamu makan sebagai penutup

akan membentuk kesanku akan keseluruhan makan malam.

Orang selalu berkata bahwa bagian akhir adalah segalanya.

Itulah yang disebut ragu-ragu.

Kamu seperti ini sejak kita mulai berpacaran.

Jika aku tidak memberimu petunjuk,

kamu tidak akan mengutarakan perasaanmu padaku.

Pacarku sangat kesal.

Kadang aku bertanya-tanya apa kamu menyukaiku.

Kenapa kamu berpikir begitu?

Karena kamu selalu seperti ini.

Kamu tidak pernah beri tahu yang kamu pikirkan dan aku tidak tahu.

Sama seperti hari ini. Mulai dari restoran hingga makanan,

semua aku yang tentukan.

- Tidak, bukan begitu. - Jelas seperti itu.

Aku bukannya tidak bisa memberi keputusan.

Kamu lebih tahu

soal restoran-restoran yang bagus.

Kamu tidak akan membuat keputusan yang salah.

Aku hanya membiarkanmu yang memberikan keputusan.

Kamu sangat menyebalkan.

Kamu selalu mencoba memberi alasan seperti itu.

Aku tidak memberi alasan.

Tidak masalah jika kamu tidak tahu tentang sesuatu.

Jika kamu ingin pergi ke suatu tempat

aku akan ikut denganmu karena aku pacarmu.

Meski itu adalah keputusan yang salah

aku tidak akan menyalahkanmu karena itu keputusan kita berdua.

Jika pacarmu menyebalkan,

memberi banyak penjelasan hanya akan memperburuk suasana.

Maafkan aku.

Aku harus minta maaf dulu, lalu...

Kamu pasti berpikir bahwa semua akan selesai setelah minta maaf.

Ini akan berakhir seperti ini.

Tidak.

Kamu harus benar-benar memikirkan itu.

Kamu tidak pernah mendengarku.

Dalam situasi seperti ini, aku harus tetap diam

sampai semua amarahnya reda.

- Kamu mau ke mana? - Aku mau ke kamar kecil.

- Aku belum selesai bicara. - Aku akan segera kembali.

Lebih baik memberi dia waktu untuk tenang di saat seperti ini.

Aku sudah memahami ini setelah bersamanya dalam waktu lama.

Di momen seperti ini, sebaiknya menjaga jarak.

Ini cara terbaik untuk menenangkannya.

Saat aku kembali, dia akan tersenyum lagi.

Wanita itu emosional.

Mereka berbeda dengan pria, kadang mereka tidak masuk akal...

Di mana dia?

Apa?

Maaf karena meninggalkanmu. Aku enggan selesaikan makan malam.

Kita putus saja.

Itu akan lebih baik untuk kita berdua.

Selamat tinggal. Terima kasih untuk semuanya.

Pak...

Maaf. Aku akan segera kembali.

- Aku akan menutup pintunya. - Baik.

Kamu mau pergi ke mana?

Ikutilah mo...

Taksi yang di depan.

Ya, Pak.

- Apa yang terjadi? - Apa?

Rasanya cukup jarang mendengar orang berkata

"Ikuti mo... Taksi di depan."

"Penuh"

Kamu benar.

"Ikuti mo... Taksi di depan."

biasanya kita dengar dalam drama atau film.

Apa kamu sedang mengejar kriminal?

Tidak.

Lalu apa yang terjadi?

Kamu bisa ceritakan padaku jika tidak keberatan.

"Taksi Keputusan"

Begitu.

Dia pergi saat kamu ke toilet.

Ya, aku sungguh tidak tahu apa alasannya.

Alasannya sangat sederhana.

Karena kamu terlalu lamban memesan makanan.

Itukah alasannya?

Benar.

Dia sudah putuskan harus makan apa dan ingin segera makan.

Tapi, pacarnya tidak bisa memutuskan ingin makan apa.

Kalian bertengkar karena ini.

Tapi kamu justru meninggalkannya dan pergi ke kamar kecil.

Jadi, tentu saja dia akan marah dan pergi.

- Apakah karena itu? - Ya.

Kamu bisa menelepon dan menanyakannya.

Aku sudah telepon dia, tapi dia tidak mau jawab.

Bisakah kamu mengemudi lebih cepat?

Kurasa kita tidak bisa mengikuti mobil itu lagi.

- Kenapa? - Karena

saat kamu bilang, "Ikuti mo... Taksi di depan."

"Mo... Taksi" itu sudah hilang dari pandangan.

Benarkah?

Kukira kita akan melihat "mo...taksi" itu kemudian.

Tapi ternyata aku tidak bisa melihat "mo... taksi" itu.

Bisakah kamu hentikan itu?

Tolong berhenti meniru ucapanku yang gagap tadi.

Maaf.

Kamu sebenarnya ingin bilang "Ikuti mobil di depan", bukan?

Itu cukup memalukan, ya?

Omong-omong, kamu ingin pergi ke mana?

Apa kamu ingin kembali?

Apa maksudmu kembali?

Maksudku kembali ke restoran yang tadi.

Restoran itu?

Maksudku kembali ke restoran sebelum pacarmu pergi.

Apa? Apa maksudmu?

Kalau begitu, biar kujelaskan.

Tahukah kamu jika hidup kita penuh dengan persimpangan?

Aku tahu itu.

Mulai dari pekerjaan, rumahmu

yang kamu makan saat makan malam

hingga saat kita mengatakan "mobil" atau "taksi"

kita membuat keputusan dalam hidup kita dan

keputusan yang kita ambil itu, menentukan hidup kita.

Taksiku bisa bawa penumpang kembali ke persimpangan keputusan mereka

dan membuat mereka bisa mengambil keputusan ulang.

Apa maksudmu "membawa penumpang kembali"?

Aku tidak ahli menjelaskannya, baca saja brosur di sini.

"Taksi Keputusan bisa bawa penumpang kembali ke masa lalu"

"Tentang perhentian waktu penumpang"

"Taksi Keputusan"?

Kamu ingin apa? Apa kamu ingin kembali?

Kamu sungguh orang yang ragu.

Tidak, aku tidak ragu-ragu.

Hanya saja aku baru diberi tahu sesuatu

yang mustahil terjadi.

Apa ini?

Apa aku memang bisa...

Itulah yang disebut ragu.

Apa kamu ingin berbaikan dengan pacarmu?

Tentu saja aku mau.

Tapi meski kita bisa kembali ke masa lalu

apa yang harus kulakukan?

Itu sangat mudah.

Pesanlah makanan dengan cepat layaknya pria sejati.

Wanita akan kecewa jika kamu tidak memerhatikan hal detail.

Begitu, ya.

Jadi, bagaimana jika kamu kembali dan mencobanya?

"Masa kini, Masa lalu"

"Kembali"

"Tanggal, Waktu"

- Suara apa itu? - Maksudmu ini?

Itu suara kita sedang menjelajahi waktu.

Suara kita sedang menjelajahi waktu?

Kini kita kembali ke masa lalu.

Ini adalah jenis mobil generasi kelima.

Sepertinya tipe terbaru generasi keenam tidak mengeluarkan suara ini.

Kini kita kembali ke masa lalu.

Kini kita kembali ke masa lalu.

Baiklah, kita sudah sampai.

Tepat 30 menit. Bayar saja 10.000 yen.

Maaf. Apa kita sungguh berada di masa lalu sekarang?

Kenapa tidak kamu lihat saja sendiri?

Jika kamu tidak percaya padaku, kamu bisa bayar aku nanti.

Aku akan menunggumu di sini.

Baiklah.

Waktu masih belum berjalan.

Ada potongan gambar dirimu di posisimu yang semula.

Mulailah lagi dari waktu itu.

Potongan gambar diriku?

Kamu akan paham jika melihatnya.

Begini...

Sebenarnya, aku...

Aku sedang bicara padamu.

Itu...

Aku ingin pesan ini dan ini untuk pencuci mulut.

"Pilihan B"

Kamu jarang memutuskan sesuatu dengan cepat.

Tentu saja. Aku bukan seorang peragu.

Tapi dulu kamu ragu-ragu saat kita pesan menu pembuka.

Benarkah?

Permisi.

Aku selamat.

Aku mau pesan kue keju tanpa dipanggang.

Ya, Pak.

Omong-omong, ada yang ingin kubahas denganmu.

Apa?

Aku ingin berhenti dari pekerjaanku sekarang.

Begitu.

Seharusnya aku beri tahu kamu kalau impianku adalah membuka toko bunga.

Seorang kenalanku baru saja membuka sebuah toko bunga.

Dia bertanya apa aku ingin menjalankan toko itu dengannya.

Begitu, ya.

Apa pendapatmu? Jika aku ingin mengulang kembali

ini adalah peluang terakhirku karena aku tidak muda lagi.

Aku ingin tahu apa pendapatmu soal ini.

Bagaimana pendapatku soal ini?

Ini buruk.

Aku akan dapat masalah jika tidak merespons dengan cepat.

Tapi ini sangat berbeda dari memesan pencuci mulut.

Jika aku berkata "Itu lumayan, lakukanlah", dia tidak akan terima.

Wanita yang membuat keputusan begitu cepat

kini meragukan dirinya dalam masalah ini.

Jadi, aku harus bersikap layaknya pria sejati saat ini.

Aku harus putuskan dengan cepat untuk memperbaiki citraku.

Apa pendapatmu?

Aku tidak setuju dengan ini.

Kenapa?

Menjalankan bisnis itu tidak semudah yang kamu pikirkan.

Aku menjalankan bisnis tempat cukur selama lebih dari 10 tahun.

Aku lebih berpengalaman dalam menjalankan bisnis

dan inilah pendapatku.

Kamu jangan berhenti dari pekerjaan yang sudah lama kamu jalani

hanya karena itu adalah impianmu.

Karena itu aku ragu.

Jawabannya sederhana.

Sebagai seseorang yang lebih berpengalaman dalam bisnis,

aku ingin bilang bahwa itu tidak akan mudah.

Aku mengatakan ini padanya dengan nada serius.

Di masa lalu, aku hanya mendengarkan dia.

Meski ucapanku mungkin sedikit kasar padanya,

aku harus bersikap layaknya pria dengan mengutarakan pendapatku.

Ini demi kebaikannya.

Maaf.

Aku ingin sendirian. Aku mau pulang.

Terima kasih untuk hari ini.

Apa?

Apa yang terjadi?

Apa aku tadi terlalu kasar padanya?

Tapi dia sudah dewasa.

Seharusnya dia tidak marah karena tidak setuju dengannya.

Aku hanya melakukan hal yang dia inginkan.

Sebagai orang yang berpengalaman, aku mengutarakan pendapatku.

Ini kemajuan yang besar.

Maaf karena aku pergi lebih awal.

Setelah bicara denganmu, aku banyak berpikir.

Apa?

Kurasa kita tidak bisa bersama, selamat tinggal.

Pak...

Ada apa?

Dia meninggalkanku.

Wanita yang tadi?

Aku sudah memutuskan ingin pesan apa dengan cepat.

Lalu dia menanyakan pendapatku tentang sesuatu

dan aku mengutarakan pendapatku.

Tapi dia...

Begitu, ya.

Kini kamu ingin berbuat apa? Apa kamu ingin kembali lagi?

Tentu saja aku ingin kembali lagi.

Tapi apa yang bisa kulakukan setelah aku kembali?

Kamu harus mendengar saran wanita di saat seperti ini.

Saran wanita?

Omong-omong, apakah gadis itu karyawan baru?

- Maksudmu Kanna? - Ya.

Ya, dia baru mulai minggu ini.

- Skak. - Aku dapat satu.

Itulah yang terjadi.

Begitu, ya.

Apa pendapat kalian?

Aku agak malu. Ini pertama kali kita bertemu.

Pertama, pacarmu sebenarnya

ingin kamu mendengarkan dia.

Tapi aku sudah mendengarkan dia.

Dia ingin mendengarkan pendapatku soal itu,

jadi, aku ingin dia memahami pemikiranku.

Lalu aku beri tahu dia pendapatku

sebagai pemilik bisnis yang lebih berpengalaman.

Di situlah kamu gagal.

Pacarmu tidak ingin kamu memberi pendapat

sebagai pemilik bisnis yang lebih berpengalaman.

Dia pasti ingin kamu mendukung dia sebagai pacarnya.

Sebagai pacarnya.

Kurasa pacarmu

sudah buat keputusan saat dia mengatakan itu padamu.

Tapi dia tetap saja merasa cemas.

Jadi, dia menginginkan dukungan pacarnya.

Tapi kamu justru beri pendapat sebagai pemilik bisnis.

Karena itulah dia merasa kecewa.

Dia pasti merasa meski kamu ragu

dan tidak bisa memberi keputusan dengan cepat,

kamu tidak akan pernah menentang keputusannya.

Dia mengira kamu pacar yang diam-diam mendukungnya.

Tapi kamu tiba-tiba mengatakan semua ini padanya.

Tentu saja dia akan merasa kecewa padamu.

Begitu, ya.

Bagaimana dengan ini, Shirube?

Sebaiknya kamu menyerah sekarang.

Permisi.

- Kalian sudah selesai bicara? - Ya.

Kalau begitu, ayo pergi.

Kamu harus menyerah dulu. Tunggu, Shirube!

"Kembali"

Kita sedang kembali ke masa lalu.

Aku harus mendukungnya sebagai pacarnya.

Seorang kenalanku baru membuka sebuah toko bunga.

Dia bertanya apa aku ingin menjalankan toko itu dengannya.

Begitu, ya.

Apa pendapatmu?

Jika aku ingin memulai dari awal,

inilah peluang terakhirku karena aku tidak lagi muda.

Kurasa itu bukan ide yang buruk.

- Benarkah? - Ya.

"Pilihan B-B"

Tapi menjalankan bisnis tentu saja tidak mudah.

Tapi kurasa kamu sudah tahu soal ini.

Karena itu kamu cemas dan ingin mendiskusikannya denganku.

Jika kamu sungguh ingin melakukan ini,

aku akan mendukung sebagai pacarmu.

Terima kasih.

Berhasil!

Syukurlah. Aku menjadi lega.

Aku akan istirahat sejenak sampai mulai bekerja di toko itu.

Bisakah kamu libur beberapa hari juga?

Kenapa?

Mungkin aku tidak lagi punya liburan yang cukup

setelah toko bunga itu buka.

Begitu, ya. Aku bisa meluangkan waktu untuk ini.

Ayo bepergian ke suatu tempat.

Ayo.

Sebaiknya kita ke mana?

Kadang kamu harus membuat keputusan.

Jika aku tidak beri keputusan dengan cepat,

situasi yang sudah kuupayakan dengan keras akan berantakan.

Ada tempat yang ingin kamu datangi?

Ini tidak bagus. Sebenarnya, tempat mana pun tidak masalah.

Tapi aku tidak bisa bilang ini. Jadi, akan kuberikan jawaban aman.

Bagaimana jika pemandian air panas.

Kita bisa mendatangi tempat seperti Hakone.

Pemandian air panas? Aku sudah ke sana belum lama ini.

Ini tidak bagus. Apa yang harus kulakukan?

Aku harus memikirkan ide.

- Bagaimana jika Okinawa? - Okinawa?

Ini pasti ide yang cukup bagus. Para wanita suka pergi ke Okinawa.

Kurasa kita harus ke Okinawa saat liburan panjang.

Aku tidak menduga dia akan memberi respons ini.

Ini tidak bagus. Aku kehabisan ide.

Sebenarnya, pergi ke pemandian air panas tidak buruk.

Tolong sepakat denganku!

Apa kamu ingin pergi ke rumah orang tuaku?

- Apa? - Rumah orang tuaku.

Kamu selalu bilang ingin ke sana, tapi belum pernah sama sekali.

Kamu benar.

Orang tuaku juga ingin bertemu kamu.

Aku tidak menyangka dia mengajakku ke rumah orang tuanya saat ini.

Tentu saja aku tahu harus ke sana suatu hari nanti.

Tapi dia mengusulkannya tiba-tiba dan aku agak terkejut.

Terlalu sulit bagiku untuk pergi ke rumah orang tuanya tiba-tiba.

Aku akan ke sana kelak, tapi tidak sekarang.

Jadi, inilah yang akan kulakukan.

Rumah orang tuamu, ya?

Aku akan membuat situasi ini dulu.

Bisakah kita pergi di lain waktu?

Kurasa dia akan berpikir bahwa aku bersedia pergi.

Begitu, ya.

Baiklah, lain kali.

Jawablah aku.

Apa pemikiranmu soal masa depan kita?

- Apa? - Masa depan kita.

Ini dia. Rumah orang tua dan masa depan.

Perpaduan ganda.

Soal ini...

Saat aku menghadiri pernikahan Risa, dia tampak sangat gembira.

Tentu saja dia akan senang.

Aku juga belum banyak berpikir soal masa depan kita hingga kini.

Tapi aku sudah mencapai usia untuk memikirkan hal ini.

Apa yang harus kukatakan?

Begitu, ya.

- Apa maksudmu dengan itu? - Apa?

Apa maksudmu dengan reaksi itu?

Ini tidak bagus. Seharusnya aku tidak bilang begitu.

Terdengar seolah itu tidak ada kaitannya denganmu.

Aku tidak bermaksud begitu.

Lalu apa maksudmu saat kamu bilang, "Begitu?"

Ini tidak bagus. Seharusnya aku tidak bilang begitu.

Maksudku bukan begitu.

Maksudku, "Aku tidak tahu soal itu".

Cukup, aku mengerti.

Tidak, aku bukannya tidak pernah memikirkan masa depan kita.

Cukup.

Maaf, aku harus pergi.

Terima kasih atas hari ini.

Maaf aku pergi lebih awal.

Tapi, usai bicara denganmu tadi, kini sudah jelas bahwa

meski kita terus bersama, kita tidak punya masa depan.

Selamat tinggal.

Itulah yang terjadi.

Apa kalian mengerti?

Begitu, ya.

Apa pendapatmu soal itu?

Apa maksudmu?

Apa kamu ingin menikahi dia?

Soal ini...

Meski aku tidak tahu kapan kami akan menikah...

Di sanalah kamu gagal.

- Berapa usia pacarmu? - Usianya 33 tahun.

Tentu saja akan berakhir seperti ini.

Tapi aku tidak bisa langsung menikahinya.

Kurasa pacarmu memahami ini.

Meski dia paham

jika kamu tidak bilang ingin menikahinya

dan membuatnya merasa tenang, tentu saja dia akan cemas.

- Benarkah? - Ya.

Meski kamu seorang peragu

kamu harus beri tahu dia hal ini sebagai pria sejati.

Kuserahkan padamu.

Begitu, ya.

Kini aku mengerti.

Aku ingin melamarnya.

Meski aku berpikir untuk melamarnya suatu hari nanti,

aku selalu menundanya.

Ini waktu yang bagus untuk melakukan itu.

Kini kamu begitu bersemangat. Boleh aku ikut denganmu?

- Saat aku melamar dia? - Ya.

Aku ingin melihatnya langsung.

Tidak, sepertinya aku tidak bisa mengajakmu.

Kamu sudah memikirkan langkah selanjutnya?

Aku sudah tahu semua strategimu.

- Maaf. - Kalian sudah selesai bicara?

Kalau begitu, kita akhir saja permainan ini.

Jadi, kamu akan melamarnya?

Ya.

Kamu sudah berupaya keras.

Aku menundanya berulang kali dan kini aku tahu bahwa

semua kegagalan disebabkan oleh kecemasannya akan masa depan.

- Begitu. - Ya.

Semua masalah akan teratasi jika saling berbagi masa depan.

Kurasa aku melihatmu punya harapan baru sekarang.

- Benarkah? - Ya.

Sebelumnya kamu pria yang tidak bisa memutuskan ingin makan apa.

Kurasa keputusan ini harus dilakukan oleh pria.

Baiklah, mari kita manfaatkan kesempatan ini.

- Ayo kita kembali. - Ya.

"Waktu, Tanggal"

Kini kita kembali ke masa lalu.

Gawat.

Apa itu?

- Mereka polisi lalu lintas. - Polisi lalu lintas?

Mereka mengatur perjalanan waktu.

Mereka mengatur perjalanan waktu?

Gawat.

Apa itu?

- Mereka polisi lalu lintas. - Polisi lalu lintas?

Mereka mengatur perjalanan waktu.

Mereka mengatur perjalanan waktu?

- Permisi. - Ada apa?

Kamu sudah melebihi batas kecepatan.

Benarkah?

Seharusnya kamu tahu.

Kamu sudah melewati batas.

Maafkan aku.

Pak, maaf, tapi ini aturan kami.

Tidak apa-apa.

Shirube Michio.

Melebihi laju 30. Mendapat surat tilang perjalanan waktu warna merah.

Baiklah, mulailah mentransfernya.

Aku sungguh menyesal.

Eda, maafkan aku.

SIM perjalanan waktuku sudah ditangguhkan.

SIM perjalanan waktumu ditangguhkan?

Ini berarti bahwa SIM-nya

untuk perangkat menjelajahi waktu telah ditangguhkan.

Ini sama seperti SIM menyetir. Jika ditangguhkan

maka pengemudi dilarang menyetir selama 90 hari

berdasarkan UU lalu lintas perjalanan waktu.

Berarti aku tidak bisa kembali lagi.

Aku sungguh menyesal.

Kamu bahkan sudah memutuskan untuk melamar dia.

Tentu saja, aku bisa menyetir tiga bulan lagi?

Setelah tiga bulan?

Itu berarti aku dan pacarku tetap putus selama itu?

Tapi kamu bisa kembali ke masa itu.

Tapi...

Aku sungguh menyesal.

Aku akan kembalikan ongkos perjalanan tadi.

Jadi, tunggulah selama tiga bulan.

Baiklah.

Ada yang ingin kukatakan padamu.

Ada apa?

Ada banyak aturan menyebalkan untuk Taksi Keputusan.

Jika aku tidak menyetir selama tiga bulan, izinku akan dicabut.

Aku dalam masalah. Bisakah kamu membantuku

sampai aku bisa menyetir lagi?

Bagaimana aku bisa membantumu?

- Kamu jadi sopirnya. - Sopir taksi? Aku?

Kumohon.

Semua uang yang kamu dapat selama itu akan jadi milikmu.

Tapi tidak apa-apa jika aku mengemudikan taksimu?

Kamu hanya perlu isi formulir dan memberi stempel pribadimu

lalu mengikuti dua kursus untuk perjalanan waktu.

Begitu, ya.

Aku akan menghargainya seumur hidupku!

"Tutup sampai pemberitahuan selanjutnya. Dari Eda Wakare"

Jika kamu tekan tombol ini, ini akan menyala.

Tampilan paling atas adalah waktu terkini.

Tampilan di bawah adalah waktu yang ingin didatangi penumpang.

Begitu, ya.

Kamu pernah menonton "Back to the Future"?

Tidak.

Boleh aku tahu kamu ingin pergi ke mana?

Kamu ingin kembali ke mana?

Kamu harus sopan.

Baiklah.

Boleh aku tahu kamu ingin pergi ke mana?

Apa pekerjaanmu?

Tipe rumah apa yang ingin kamu huni?

Tadi kamu makan malam apa?

Apa yang kamu katakan pada pacarmu yang marah?

Terima kasih banyak.

Pilihlah pilihan yang terbaik.

Apa kamu mau permen?

Apa kamu mau permen?

Lumayan, itu cocok untukmu.

Terima kasih.

Dan tiga bulanku yang luar biasa sebagai sopir taksi pun dimulai.

Shirube, selamat datang.

- Selamat datang. - Halo.

Eda.

Ya?

Terima kasih untuk tiga bulan terakhir ini.

Penangguhan SIM perjalanan waktuku sudah berakhir.

Begitu, ya.

Bagaimana menurutmu mengenai tiga bulan belakangan?

Itu cukup menyenangkan.

- Benar, bukan? - Ya.

Aku bertemu banyak orang dan dapat banyak pengalaman.

Itu bagus.

"Taksi Keputusan"

Jadi, kamu akan kembali ke tiga bulan yang lalu

untuk melamarnya?

Ya.

Berarti kamu akan menikah, jika semua berjalan lancar?

Kurasa begitu.

Seharusnya kamu baik-baik saja.

Ya, sebenarnya, kamu bisa ajak dia melihat batu itu.

- Maksudmu Heart Rock? - Ya.

Aku berencana mengajaknya ke sana.

Begitu, ya.

Pernikahan? Aku sungguh iri padamu.

Apa ada seseorang yang ingin menikah denganku?

- Tunggu, Shirube. Berhenti! - Baiklah.

Ada apa? Apa kamu ingin ke kamar mandi?

Tidak, tolong tunggu sebentar.

- Ada apa? - Sebentar saja.

Seharusnya aku beri tahu kamu kalau impianku adalah membuka toko bunga.

Jika aku ingin memulainya dari awal

inilah peluangku terakhir karena aku tidak lagi muda.

Maafkan aku.

Aku tidak perlu kembali lagi.

Kenapa?

Itu...

Jangan bilang kalau pacarmu...

Ya.

Lebih baik tetap seperti ini.

Apa kamu yakin ini tidak apa-apa?

Ya, ayo pergi.

Sungguh tidak apa-apa?

Ya.

Aku tidak mau semua usaha yang dia lakukan tiga bulan ini sia-sia.

Begitu.

Eda, ayo kita ke pantai.

Apa?

Bagaimana jika kita ajak seseorang?

"Nama Shirube Michio Durasi Tidak terbatas"

Shirube, jika semua tidak ingin pergi

kenapa kita tidak minum kopi saja di Kafe Choice"

Kita bisa berjalan-jalan di pinggir pantai.

Aku tidak mau.

- Aku harus mengurus toko. - Di luar dingin.

Tidak, aku ingin pergi. Aku harus pergi!

"Masa kini, Masa lalu"

Benarkah?

"Kembali"

Omong-omong, aku cukup penasaran

apa orang-orang di Kafe Choice

sudah pernah lakukan perjalanan dengan taksi ini.

Mereka semua belum pernah naik taksi ini.

Itu karena mereka tidak percaya.

Mereka tidak percaya?

Aku selalu beri tahu mereka kalau mereka bisa kembali ke masa lalu.

Mereka menertawaiku

dan berkata ini terdengar seperti dalam komik.

Aku marah dan tidak pernah membahasnya lagi.

Lalu apa yang mereka pikirkan tentang kita.

Bahwa kita hanyalah sopir taksi biasa.

"Ongkos taksi, Perjalanan waktu"

Apa?

Shirube, sudah cukup.

Maafkan aku.

- Baiklah, kamu boleh pergi. - Baik, sampai jumpa.

Eda, maafkan aku.

- Ada apa? - Aku dapat masalah lagi.

Kali ini apa lagi?

Melebihi batas kecepatan dan salah menunjukkan waktu.

Aku memasang tanda yang salah.

"Kembali, Privat"

Eda, maafkan aku.

Sepertinya kamu harus menyetir selama tiga bulan lagi.

Apa yang kamu lakukan?

Kurasa aku tidak punya pilihan.

Apa? Kamu tampak senang.

Sama sekali tidak.

"Taksi Keputusan"

"Kosong"

"Kembali"

"Masa kini, Masa lalu"

"Kembali"

"Terima kasih"

Apa pendapat kalian soal "Taksi Keputusan" ini?

Apa kalian menyukainya?

Aku sangat menyukainya.

Hidup ini penuh dengan persimpangan.

Jika kamu membuat keputusan salah di masa depan,

bagian akhirnya tidak berjalan baik.

Aku ingin mengulangnya lagi.

"Drama ini fiksi"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.