All language subtitles for 09.Suteki na sen Taxi (2014)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Inilah grafik keberuntungan belahan rambut hari ini.

Apa itu keberuntungan belahan rambut?

Posisi keempat adalah

rasio belahan rambut 7-3. Bumbu keberuntunganmu adalah gula.

Berikutnya, posisi keempat adalah

rasio belahan rambut 8-2. Alat tulis keberuntunganmu adalah penghapus.

Omong-omong, kita bertiga memiliki

- rasio belahan rambut 4-6. - Kamu benar.

Tata rambut seperti ini belum disebutkan.

Di posisi kedua adalah rasio belahan rambut 9-1.

Mungkin kita yang paling beruntung hari ini.

Terakhir, di posisi pertama adalah

rasio belahan rambut 6-4.

Luar biasa. Kita bertiga menjadi nomor satu hari ini.

Semua yang kamu lakukan akan berjalan lancar.

Berusaha keraslah dalam pekerjaan dan percintaan.

Kantong keberuntunganmu adalah kantong plastik.

Kantong keberuntungan? Itu menyesatkan.

Benar, kita harus membeli kantong plastik.

Aku akan membelinya nanti.

- Manajer, boleh pakai kamar kecil? - Silakan.

Yang paling malang adalah tata rambut yang disisir ke belakang.

Kukira ini adalah peringkat garis belahan rambut.

Kenapa disisir ke belakang?

Nasibmu yang paling malang hari ini.

Semua tidak akan berjalan lancar hari ini.

Sebaiknya tetaplah berada di rumah hari ini.

Menu pencuci mulut keberuntunganmu adalah kue keju.

Kampung halaman keberuntunganmu adalah Osaka.

Disisir ke belakang juga sial kemarin dan dua hari lalu.

Benarkah?

Peringkat keberuntungan ini sebenarnya cukup akurat.

Keberuntunganku sangat buruk belakangan ini.

Apa yang kamu bicarakan? Itu tidak mungkin akurat.

Tidak, itu sangat akurat.

Apa kamu ingin tahu betapa sialnya aku belakangan ini?

Aku pergi ke kedai ramen di dekat sini hari ini.

Aku memesan semangkuk ramen dan ada serangga di daging panggangnya.

Jadi, aku memanggil pelayan

- lalu... - Eda Wakare.

Ada serangga di bahumu.

Kini kalian bisa lihat betapa sialnya aku.

Ini hanya kebetulan.

- Singkirkan itu. - Tidak mau!

Tunggu. Itu menjijikkan!

Tidak, aku juga tidak mau melakukannya.

- Kanna, bantu aku singkirkan ini. - Ada di mana?

- Sebelah sini. - Maksudmu ini?

Ini hanya masalah kecil.

Sudah.

Astaga! Panas!

- Singkirkan ini! - Benar, bukan? Sudah kubilang.

- Cepat singkirkan ini! - Aku mau keluar.

- Hati-hati. - Bantu aku menyingkirkan ini!

- Natsuki, tambahkan gulanya. - Baiklah, segera.

Hei, singkirkan ini!

Sudah kubilang singkirkan ini!

"Episode 9 Pilihan dosa dan hukuman"

Aku sudah memutuskan.

"Kartu pemilihan Yamate"

Aku tidak akan kalah.

Baiklah.

Ini dia.

"Pilihan A"

Bagus, ayo.

Aku mengandalkanmu!

Cepat!

Cepat!

Cepat, nomor tujuh!

Susul dia. Cepat!

Susul dia!

Tidak.

Nasibku sangat sial.

Bisa dibilang aku selalu sial.

Bagaimana aku bertahan hidup bulan ini?

- Ini hari jadi hubungan kita. - Ya.

Apa yang kalian tertawakan?

Kamu ingin pergi ke mana?

Apa? Sudah cukup!

"Swalayan Mitsu Di sini dijual perangko"

Selamat datang.

Baiklah.

Keluarkan semua uang yang ada di mesin kasir.

Keluarkan sekarang juga! Masukkan dalam kantong.

Cepat!

Sudah kubilang cepat!

Astaga!

Apa?

Apa yang kamu lakukan? Itu sakit!

Apa? Beraninya kamu.

Biar kuperingatkan, kamu akan menyesal telah membuatku marah.

Beraninya kamu!

Ayo tunjukkan! Kemarilah!

Astaga! Kenapa ini terjadi padaku?

Kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka?

Aku baik-baik saja.

Segera hubungi polisi.

Berhenti di sana!

Apa yang ingin kamu lakukan?

Siapa orang ini?

"Taksi Keputusan"

"Penuh"

Apa yang terjadi?

Tidak ada apa-apa.

Aku merasa ada lalat di mobil ini.

Maafkan aku.

Kamu tidak merasa aku terus terkena lampu merah?

Kamu benar.

Itu karena aku.

Benarkah?

Aku sangat sial hari ini.

Tidak ada yang berjalan lancar.

Aku juga sangat sial.

- Benarkah? - Ya.

Tapi kamu tidak mungkin bisa sesial aku.

Apa kamu ingin tahu insiden malang yang kualami?

Ya.

Aku pergi ke kedai ramen tadi siang.

Aku memesan semangkuk ramen dan menemukan serangga di dalamnya.

Serangga itu ada dalam daging panggangnya.

Hal itu selalu terjadi padaku.

Tapi masih ada lagi.

Aku segera memanggil pelayan

usai menghempaskan mangkuk ke meja dan berkata, "Permisi."

Karena mangkuknya kuempaskan, serangga itu terbang.

Saat si pelayan datang, serangganya sudah tidak ada.

Aku hanya menyuruh pelayan untuk menambahkan minumanku.

Dia menuangkan air ke gelasku yang sudah penuh

dan airnya tumpah.

Si pelayan lalu menatapku layaknya aku ini orang aneh.

Itu mengerikan.

Kamu memakan semangkuk ramen tadi?

Ya, aku tidak punya pilihan selain memakannya.

Tapi kukeluarkan daging panggangnya.

Begitu.

Aku membeli hamburger dan saat hendak kumakan,

dagingnya terjatuh ke lantai.

Aku tidak punya pilihan selain memakan roti dan seladanya saja.

Hari ini juga ada serangga di bahuku.

Aku menduduki permen karet tadi.

Saat aku pergi ke kamar kecil hari ini,

tidak ada tisu dalam gulungannya.

- Aku juga mengalaminya. - Benarkah?

Ya, dan saat aku mengambil gulungan tisu baru di rak,

dompetku terjatuh ke jamban.

Itu mengerikan.

Aku keluar tanpa mematikan AC hari ini.

Listrik di rumahku dipadamkan kemarin.

Aku harus bayar tagihan listrik hari ini,

tapi aku kehilangan semua uangku di judi balap sepeda.

Kenapa kamu berjudi?

Aku belum bayar sewa kamarku, jadi, aku ingin mencari uang.

Aku pun bertaruh dalam pertaruhan yang teraman.

Sulit dipercaya, yang kupertaruhkan tidak menang.

Lalu aku merampok swalayan.

Dan aku gagal lagi.

Benarkah?

- Kamu merampok swalayan? - Ya.

- Apa kamu tadi ditangkap? - Tidak.

- Apa kamu masih dalam pelarian? - Ya.

Bukankah itu buruk?

Kamu benar.

- Kenapa ini terjadi padaku? - Aku kasihan padamu.

Benar, bukan? Aku lebih sial daripada kamu.

Kurasa orang yang mengalami perampokanlah yang paling sial.

Kurasa kamu benar.

Kita sama-sama sial, jadi, aku merasa dekat denganmu.

Tapi mengalami kejadian sial karena penumpangku yang sial,

betapa sialnya aku hari ini!

Jika mau merampok taksi, setidaknya rampok taksi yang lebih beruntung.

Aku sungguh sial!

Omong-omong, apa yang kamu inginkan?

Uang?

Bawa saja aku ke area pedesaan dan berikan uangmu.

Maaf.

Lalu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?

Aku akan sembunyi untuk sementara.

Tidak mungkin. Sebaiknya kamu menyerah.

- Aku tidak mau melakukan itu. - Kamu tidak bisa kabur.

Wajahmu pasti sudah terekam kamera CCTV di swalayan itu.

Tadi aku memakai masker dan topeng.

Tidak, kamu tidak akan bisa kabur.

Jangan remehkan kemampuan polisi Jepang.

Dan kamu tidak cukup beruntung untuk kabur.

Itu sia-sia saja.

"Taksi Keputusan bisa bawa penumpang kembali ke masa lalu"

Perampokan swalayan?

Aku pergi mengejarnya, tapi dia kabur.

Kamu sudah menelepon polisi?

Panjaga toko itu semestinya sudah menghubungi polisi.

Kalau begitu, biarkan saja polisi melakukan tugas mereka.

Sebenarnya, taksi yang dinaiki tersangka

sepertinya taksi Eda Wakare.

Yang benar saja.

Tapi posisi taksinya jauh, jadi, aku kurang yakin.

Dia membiarkan tersangka masuk, tanpa mengetahui situasinya?

Eda Wakare sangat sial.

Apa tersangka memegang senjata?

- Ya, dia memegang pisau lipat. - Itu tidak baik.

Jika itu memang taksi Eda Wakare, kamu benar.

- Kita telepon saja dia. - Apa dia akan menjawabnya?

Permisi sebentar.

"Dari Kafe Choice"

Halo?

Kamu gagal merampok swalayan,

jadi, hukumanmu tidak akan berat jika kamu menyerahkan diri.

Jadi, serahkanlah dirimu.

Hei, apa ini?

- Apa maksudmu? - Brosur ini.

Apa ada yang istimewa dari taksi ini?

Ya.

Apa maksudnya ini? Apa aku sungguh bisa kembali ke masa lalu?

- Ya. - Taksi ini luar biasa.

Ya, kamu benar.

Kalau begitu, tolong bawa aku kembali ke masa lalu.

Tapi kamu tidak punya uang untuk membayar ongkosnya, bukan?

Maka aku tidak bisa membawamu kembali ke masa lalu.

- Kenapa? - Kenapa kamu berkata begitu?

Aku seorang perampok.

Aku tidak perlu bayar.

Menurutmu untuk apa aku memegang pisau?

Apa?

Hentikan omong kosong ini, bawa aku kembali ke masa lalu.

Soal itu, kamu ingin kembali ke masa apa?

Biar kupikir dulu.

Aku ingin kembali ke masa sebelum aku berjudi.

Jika aku tidak kalah taruhan, aku tidak akan merampok swalayan.

Kembalilah sebelum aku kalah taruhan.

Sebelum kamu kalah?

Aku mengerti! Aku tahu hasil dari balapan itu,

jadi, aku hanya perlu beli yang menang.

Aku akan mampu mendapatkan uang.

Baiklah, sudah kuputuskan.

Karena balapannya dimulai pukul 13.00,

- kembalilah ke pukul 12.50. - Aku tidak bisa melakukan itu.

Aku tidak bisa pura-pura tidak melihat ini terjadi.

Kamu ingin membatalkan kejahatanmu dan mencari uang dengan curang.

Biarkan aku melakukannya, aku sudah sangat sial.

Tidak, nilai moralku tidak memperbolehkanmu melakukan ini.

Kubilang, bawa aku kembali ke masa lalu.

Itu berbahaya.

Seorang perampok tidak peduli soal moral.

Bawa aku kembali atau aku akan menikammu.

Tunggu sebentar.

Jika kamu mengancamku seperti ini untuk mendapatkan uang,

kamu mungkin bisa mendapatkannya.

Tapi jika mau kembali ke masa lalu seperti ini, tidak akan bisa.

Apa maksudmu?

Kamu pakai pisau untuk mengancamku membawamu ke masa lalu,

itu berarti

aku harus memilih antara kematian atau membawamu ke masa lalu.

Benar.

Aku tidak mau mati, jadi, akan kubawa kamu ke masa lalu.

Tapi setelah kita sampai di masa lalu,

senjata yang kamu pegang ini akan kembali ke posisi semula.

Kamu tidak akan memegang pisau lipat itu lagi.

Itu artinya, setelah kembali,

kamu tidak akan memegang senjata lagi.

Kamu tidak punya apa-apa untuk mengancamku nanti.

Kita akan seimbang.

Dan kamu akan berutang uang yang banyak untuk ongkos taksi ini.

Apa kamu sanggup membayarnya?

Tidak.

Maka kita tidak akan kembali.

Aku akan mampu membayarmu jika memenangkan taruhan itu.

Tidak, itu curang, aku harus menghentikanmu.

Kamu tidak akan punya senjata pada saat itu.

Tapi sekarang aku punya pisau untuk mengancammu membawaku ke masa lalu.

Tapi itu hanya manjur saat ini.

Kamu akan membawaku ke masa lalu atau kamu akan mati.

Kamu akan membawaku ke masa lalu, bukan?

Tapi jika kamu kembali, kamu akan menghadapi pilihan

antara membayarku atau ditangkap.

Aku menjadi bingung.

Polisi pembajak, kamu dikepung.

Letakkan senjatamu dan keluarlah.

Diam!

- Tolong aku! - Tenanglah.

- Polisi sandera, kamu akan selamat. - Polisi kriminal!

Apa Eda Wakare akan baik-baik saja?

"Laporan Khusus"

"Tersangka perampokan bank dalam pelarian dengan membawa senjata"

Mereka bilang tersangka kabur dengan membawa senjata.

Mengerikan.

Apa itu tersangka yang bersama Eda Wakare?

Tidak.

- Berarti masih aman. - Tidak, itu tidak baik.

Benarkah?

Hentikan omong kosong ini, bawa saja aku ke masa lalu.

Tidak bisa.

Berarti tidak apa-apa jika aku menikammu?

Itu tidak baik.

Kalau begitu, bawalah aku ke masa lalu.

Baiklah.

Kalau begitu, pakailah ini.

Apa ini?

- Perlukah aku memakai ini? - Ya.

Kita akan kembali ke masa lalu. Tolong tonton ini.

- Apa ini? - Pemberitahuan.

Tolong tekan tombol putarnya.

Terima kasih atas perhatiannya.

Tolong tonton video ini demi keselamatanmu.

Kamu diwajibkan menonton video ini.

Kencangkan sabuk pengamanmu.

Tolong kencangkan sabuk pengaman seandainya terjadi guncangan.

Jangan pernah lepas sabuk pengaman bahkan saat kamu tidur.

Nikmatilah perjalananmu.

Perlukah aku menonton ini?

Apa yang kamu lakukan?

Diamlah dan kemudikan mobil ini.

Kamu tidak lihat sudah ada penumpangnya?

Diamlah dan jalan.

Yang benar saja.

Keluar dari mobil jika tidak ingin terluka.

Diamlah jika tidak ingin mati.

Cepat jalan!

Diamlah jika kamu tidak ingin mati.

Cepat jalan!

Apa itu pistol sungguhan?

- Kamu ingin coba? - Tidak usah.

Cepat!

Baiklah, aku akan jalan. Maaf, ini terlalu mendadak.

Jadi,

bisa kamu biarkan aku memahami situasinya dulu?

Apa?

Pertama-tama, kamu siapa?

Tidak penting aku ini siapa.

Kamu memegang pistol, berarti kamu sudah melakukan hal buruk.

Itu benar.

- Apa kamu merampok bank? - Benar, tapi aku gagal.

Jadi, kini aku melarikan diri. Cepatlah jalan!

Baiklah, aku akan jalan.

Satu pertanyaan lagi, apa kalian saling kenal?

Tidak, ini kali pertama kami bertemu.

Berarti

kalian berdua telah melakukan dua kejahatan berbeda.

- Ya. - Benar.

Begitu, ya.

Berarti perampok swalayan dan perampok bank

ada dalam taksi ini.

Sulit dipercaya.

Jika kamu kembali lebih cepat, hal ini tidak akan terjadi!

Jangan salahkan aku. Akulah korbannya sejak awal.

- Kalian sudah selesai bicara? - Ya, aku akan jalan sekarang.

Kamu duduklah di depan.

Cepat. Jika tidak, akan kutembak wajahmu.

Ya, Pak.

Berikan juga pisau lipat itu.

Cepat. Atau akan kutembak wajahmu.

Ya, Pak.

Kamu mencoba merampok toko dengan memakai ini?

Ya.

Kamu ceroboh.

Jika dipikirkan lagi, mungkin kamu benar.

Di mana kamu beli ini?

Sebenarnya itu curian.

Sepertinya dia ingin memakai pemotong kertas ini

untuk merampok swalayan.

Dengan memakai ini?

Dia gagal dan masuk ke taksi ini.

- Apa kamu menertawaiku? - Sama sekali tidak.

Kamu menertawaiku. Kamu percaya aku bisa membunuhmu?

Maaf. Tapi kamu tidak bisa membunuhku lagi

karena kamu tidak memegang pisau lipatnya lagi.

Begitu, ya.

Biar kujelaskan.

Situasinya sudah berubah setelah pria ini masuk

dan mengambil pisaumu.

Kini kita seimbang. Tolong jangan lupakan ini.

Sial.

Kita berdua kini menjadi sandera.

- Kamu sungguh sial. - Ya, aku sungguh sial.

- Tidak, akulah yang sial. - Kenapa?

Aku bertemu dua perampok dalam waktu singkat.

- Sungguh sulit dipercaya. - Kamu benar.

Saat aku gagal merampok bank, kukira nasibku sial,

tapi sebenarnya aku yang paling beruntung di antara kalian, ya?

- Kamu benar. - Bisa dibilang kamu beruntung.

Begitulah. Ayo jalan.

Baiklah. Kamu mau ke mana?

Di depan sana mungkin ada banyak polisi.

- Ayo putar balik dulu. - Baiklah.

Apa kamu ingin ke arah sana?

Ya.

Maaf. Jika kita ke arah sana,

kita akan melewati swalayan yang tadi kucoba kurampok.

- Benarkah? - Ya.

Seharusnya itu aman.

Itu hanya kasus perampokan swalayan kecil.

Benarkah?

- Jadi, ayo putar balik. - Baiklah.

"Isi"

Omong-omong, untuk apa kacamata ini?

Tolong kembalikan itu padaku.

- Ini. - Baiklah.

- Terima kasih. - Ya.

Sekarang aku merasa lapar.

Hei, carilah tempat untuk mampir.

Ada sebuah swalayan di depan.

Benarkah?

Kalau begitu, belikanlah sesuatu untukku.

- Aku? - Ya.

- Itu... - Apa?

Itu swalayan yang tadi kucoba kurampok.

Benarkah?

Kurasa sebaiknya aku tidak kembali ke sana.

Apa? Kamu tidak berguna.

- Kalau begitu, kamu saja. - Aku?

Belilah roti dan nasi kepal.

Baiklah.

Kamu ingin roti apa?

Sesuai seleramu saja.

Ini sulit.

Jika tergantung padaku, kamu pasti akan protes.

Jadi, tolong berikan instruksi yang spesifik.

Pak,

apa kamu selalu melakukan ini?

Apa maksudmu?

Kedengarannya kamu selalu mengerjakan perintah orang lain.

Tidak!

Aku hanya ingin menghindari masalah dengan bertanya

kamu ingin roti apa sebelum aku membelinya.

Baiklah! Pergi saja.

Kalau begitu, jangan mengeluh setelah aku membelinya.

Tidak akan. Tunggu.

- Kamu sudah memutuskan? - Tidak, bukan soal itu.

Aku tidak bisa membiarkanmu pergi.

Kami akan tamat jika kamu pergi dan menghubungi polisi.

- Tidak akan. - Sungguh?

Jadi, kamu apa? Kamu akan pergi sendiri?

Ya.

Tapi itu juga tidak boleh.

Aku sedang diincar oleh polisi.

Begitu.

Kalau begitu, pergilah dengan sang sopir.

Maka dia tidak akan bisa menghubungi polisi.

Begitu, ya.

Tapi kamu pasti akan kabur sendirian.

Tidak akan.

Tidak, kamu pasti kabur karena kamu saja berani merampok swalayan.

Kamu tidak bisa dipercaya.

Benar, itu suatu kemungkinan.

Apa yang kamu lakukan?

Lalu apa yang harus kita lakukan?

Bagaimana jika kita semua yang pergi?

Aku tidak bisa menghubungi polisi dan dia juga tidak bisa kabur.

Kamu benar.

- Kubilang aku tidak bisa ke sana. - Kamu benar.

Kamu sungguh tidak berguna!

Aku tidak mau disebut tidak berguna oleh orang sepertimu.

Terserah.

Apa ada tempat lain yang bisa kita datangi?

Ada sebuah restoran keluarga di dekat sini.

Selamat datang.

Di sini sangat ramai.

Kita akan menunggu lama.

Silakan menulis namamu di sini dan menunggu sebentar.

Permisi. Berapa lama kami harus menunggu.

Sekitar 30 menit.

Apa yang harus kita lakukan?

Ayo pergi.

Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?

Apa di sini ada restoran kendara lewat?

Itu terdengar bagus.

Ada kedai hamburger di depan.

- Itu restoran kendara lewat? - Ya,

Ayo kita ke restoran itu.

Baiklah.

"Restoran kendara lewat Emperor Hamburger"

Selamat datang. Kamu mau pesan apa?

Satu set burger keju dengan es kopi.

Dan satu set hamburger dobel. Kamu ingin minum apa?

Jus sayuran dan nuget ayam.

Jus sayuran dan nuget ayam.

- Baiklah. - Lalu, aku ingin...

Satu set hamburger teriyaki.

- Baiklah. - Untuk minumannya, aku ingin...

Hidup ini penuh dengan persimpangan.

Kini aku berada di salah satu persimpangan itu.

Minuman apa yang paling cocok dengan set hamburger teriyaki?

Apakah jus jeruk atau es kopi?

Karena aku memesan makanan berkalori tinggi,

kurasa aku akan memesan teh oolong.

- Kamu masih memutuskan? - Maaf.

Untuk minumannya, aku ingin es kopi.

Meski aku membayar makanannya,

jangan bilang aku yang traktir makanan ini.

Memang benar.

Aku tidak punya pilihan selain mentraktir dia.

Tapi aku sungguh tidak ingin mentraktirmu.

Kenapa?

Dia memegang pistol, jadi, aku terpaksa menurutinya.

Sedangkan kamu tidak memegang senjata.

Dan kamu bukan teman kami.

Aku tidak perlu mentraktir orang asing.

Aku tidak punya uang, meski aku ingin membayarnya.

Kalau begitu,

aku masih tidak percaya kamu masih memesan satu set burger.

Kalau memang begitu,

aku sungguh tidak bisa berkata bahwa kamu tidak punya uang.

Meski seperti itu, kamu bahkan menambah nuget.

Kamu orang yang tidak tahu malu.

Baiklah, aku akan membayarmu nanti.

- Kapan kamu akan membayarku? - Nanti.

- Kurasa kamu tidak akan bayar. - Kubilang akan kubayar.

Aku tidak bisa mempercayai orang yang berusaha merampok swalayan.

Tidak ada yang perlu kukatakan.

Dia bilang akan membayarmu, bisakah kamu berhenti mengusiknya?

Benar, bukan?

- Apa kamu mau nuget? - Ya!

Baiklah, jangan bergerak!

Luar biasa! Kamu mengambilnya!

- Bagus! - Ya!

Kalau begitu, cepat, kita harus menelepon polisi.

Apa yang kamu katakan?

Tapi kamu sudah mengambil pistol dari perampok ini.

Tapi aku juga perampok. Kamu tidak boleh hubungi polisi.

Dan set hamburger itu kamu yang bayar.

Tidak apa-apa, bukan?

Berarti kamu harus membayarku sekarang.

Tadi aku mentraktirmu karena kamu memegang senjata.

Kini kita seimbang, jadi, tolong bayar.

Cukup, kenapa obrolan ini sangat memusingkan?

Dia tetap harus bayar.

- Makanan ini kamu yang traktir. - Apa?

Sudah kubilang, makanan ini kamu yang traktir.

Ini tidak ada kaitannya denganmu.

Diam. Lakukanlah perintahku atau aku akan menembakmu.

Baiklah.

Baiklah. Jangan bahas ini lagi.

Jadi, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?

- Kembali. - Ke mana?

Ke masa sebelum aku kalah taruhan.

Kita sedang membahas ini sebelum pria ini datang.

Begitu.

- Apa maksudmu? - Aku membahas taksi ini.

Apa yang kamu bicarakan?

Taksi ini bisa membawa penumpang kembali ke masa lalu.

Ke masa lalu?

Aku malas menjelaskannya, baca saja brosurnya.

Brosur?

Maksudku brosur yang ada di sini.

Yang ini.

Bacalah, ada penjelasan detail di sana.

- Maksudmu yang ini? - Ya, yang ini.

Berhasil kudapatkan!

Ini hebat! Jangan bergerak.

- Maaf. - Apa?

Kamu sudah dapat pistolnya, lalu berikutnya kamu mau apa?

Apa maksudmu?

Kamu sudah dapat pistolnya. Kamu ingin kami melakukan apa?

Pertama, bayar set hamburger tadi dan ongkos taksinya.

- Lalu? - Hubungilah polisi.

Kalian akan tetap di situ dan aku akan hubungi polisi.

Berarti jika kami kabur, kamu akan menembak kami?

Aku tidak akan membunuh kalian, akan kubiarkan kalian hidup.

- Kamu tidak akan membunuh kami? - Ya.

Kami akan berusaha kabur meski tangan dan kaki kami terluka.

Kami akan berusaha kabur meski kami bisa bergerak.

- Benar, bukan? - Ya.

Jika kita tidak akan dibunuh, kami akan berusaha kabur.

Begitu.

Jika kamu tidak akan menembak kami, tidak perlu memegang pistol itu.

- Benarkah? - Ya.

Satu lagi, jika kami menyerangmu, kami bisa rebut pistol itu.

- Kami tidak akan dibunuh. - Kamu benar.

Tapi ditembak itu sangat menyakitkan.

Itu lebih baik daripada ditangkap.

Apa kamu masih bernyali untuk menembak kami?

Kamu tidak berani menembak, bukan?

Aku yakin kamu tidak bernyali.

Apa yang akan kamu lakukan?

Mungkin aku tidak bernyali untuk menembak kalian,

tapi aku juga tidak akan biarkan kalian mendapatkan pistol ini.

Lalu apa yang akan kamu lakukan?

Aku akan membuat semuanya seimbang.

Seimbang?

Berarti kita harus menyingkirkan pistol ini.

Baiklah, sekarang kita seimbang.

Itu adalah akibat dari permasalahan kita.

Jadi, apa yang akan kalian lakukan sekarang?

Mau memutuskan siapa pemenangnya lewat perkelahian?

Baiklah.

Kita tidak seimbang.

Benar.

Astaga, apa yang telah kamu lakukan?

Baiklah, masuk ke mobil.

Sial!

Kita kembali ke posisi semula.

Kamu benar.

Apa kamu ingin makan hidangan pencuci mulut?

Hidangan pencuci mulut?

Ya, tadi kita hanya makan makanan gurih.

Kini aku ingin makanan manis.

- Benar, bukan? - Ya.

Apa ada tempat yang menjual makanan pencuci mulut?

Ada sebuah kafe di depan. Kadang aku ke sana.

- Bagaimana jika ke sana? - Sebuah kafe?

Kue keju di sana cukup populer.

Benarkah? Aku suka kue keju.

Kalau begitu, kamu harus mencobanya.

Baiklah, ayo ke sana.

Tapi sebelum kita ke sana...

- Aku yang traktir. - Terima kasih.

Terima kasih.

Omong-omong, apa maksudmu dengan kembali?

Sepertinya taksi ini bisa kembali ke masa lalu.

- Benar, bukan? - Ya.

Apa ini?

Silakan baca brosur ini.

"Taksi Keputusan"

Begitu, ya.

Taksi ini hebat.

- Baiklah, ayo kita kembali. - Ke mana?

Sebelum aku merampok bank.

Jadi, aku tidak akan melakukan kejahatan.

Kamu benar.

Maaf.

Pukul berapa kamu merampok bank?

Pukul 13.40.

Itu setelah aku merampok swalayan.

Bisakah kita kembali sedikit lebih awal dari itu?

- Tidak. - Kenapa? Kumohon!

Yang benar saja.

Kamu sudah merebut pistolku dan mengancamku.

Untuk apa aku melakukan ini pada orang sepertimu?

Bagaimana cara mengatakannya?

- Itu hanyalah lelucon. - Lelucon?

Itu lelucon? Jika kamu tidak melakukan itu

pistol itu tidak akan dibuang.

Permintaan ditolak. Ayo kita kembali.

Apa kita akan pergi ke kafe itu?

Kita akan kembali dulu, lalu kita pergi ke kafe.

Begitu.

Baiklah, sudah kuputuskan. Ayo kembali.

Baiklah.

"Waktu, Tanggal"

"Waktu"

"Kembali"

Apa kita sudah di masa lalu?

Ya.

Kalian tidak merasa sedang menjelajahi waktu, ya?

Tidak terasa seperti melewati dimensi lain, ya?

Semua orang berkata begitu.

Tapi model terkini tidak memberikan nuansa menjelajahi waktu.

Ini sama seperti mesin waktu.

Jika berfungsi baik, kalian tidak akan merasa menjelajahi waktu.

Ini bisa kembali ke sama lalu dengan tenang.

Begitu, ya.

Tapi aku juga bisa mengeluarkan efek suara

bagi mereka yang ingin merasakan perjalanan menembus waktu.

Tapi itu hanya untuk menimbulkan semacam suasana.

Berarti kami tidak perlu memakai benda ini, bukan?

- Ya. - Yang benar saja.

Kalau begitu, apa yang sudah kita lakukan dari tadi?

Aku merasa janggal karena benda ini hanya melindungi mata.

Banyak pelanggan yang menginginkan benda ini.

Ya, tapi hanya melindungi mata terdengar tidak masuk akal.

Apa?

Kamu tidak berpikir itu aneh?

Bagian tubuh kita yang lain juga butuh perlindungan,

misalnya telinga kita.

Jadi, kenapa hanya mata saja yang dilindungi?

Kamu sungguh jeli.

Waktu di ponselku tidak berubah.

Tentu saja.

Ingatanmu juga tidak akan berubah.

Hal-hal dalam mobil ini juga tidak akan berubah.

Begitu.

Waktu di luar adalah pukul 1 siang lewat 40 menit.

Kita harus kembali ke masa sebelum kamu merampok bank.

Ini tidak bisa dipercaya.

Kalian akan tahu waktunya setelah pergi ke kafe

atau bertanya pada orang di jalan.

Kalau begitu, ayo kita ke kafe itu.

- Ya, ayo. - Baiklah.

Tunggu.

Bagaimana jika kita tidak kembali ke masa lalu?

- Jika tidak? - Ya.

Jika begitu, aku akan membunuhmu.

- Boleh? - Tidak masalah.

- Maaf. - Apa?

- Bagaimana denganku? - Aku juga akan membunuhmu.

Tunggu dulu. Ini tidak ada kaitannya denganku!

Kamu juga harus ikut bertanggung jawab.

Tanggung jawab apa?

- Tunggu, kamu yakin ini aman? - Ini bukan masalah!

Benarkah?

Ya, kamu juga harus bertanggung jawab.

Bertanggung jawab?

Sudahlah.

Maksudnya jika dia bohong, tidak apa-apa jika dia dibunuh.

- Tidak apa-apa, bukan? - Ya.

Selamat datang.

Silakan duduk.

Terima kasih.

Aku mau pesan kue keju dan es kopi.

- Baiklah. - Bagaimana dengan kalian?

- Aku ingin pesan yang sama. - Aku juga.

Baiklah. Mohon tunggu sebentar.

- Ya. Permisi. - Ya?

Sekarang pukul berapa?

- Maksudmu sekarang? - Ya.

Sekarang pukul 1 lewat 40 menit.

Begitu, ya. Terima kasih.

- Benar, bukan? - Ini sungguh terjadi.

Luar biasa.

Berarti aku telah bebas.

Sebenarnya, situasinya tidak seperti itu.

Apa?

Apa?

Tangkap.

Kemarilah!

- Apa kamu Kubo? - Apa?

Apa kamu Kubo?

- Apa kamu Okubo? - Ya.

Syukurlah rencana ini berjalan lancar.

Manajer, terima kasih.

- Apa yang sebenarnya terjadi? - Apa kamu ingin tahu?

- Kita telepon saja dia. - Apa dia akan menjawabnya?

Permisi. Aku mau jawab telepon.

"Menelepon Kafe Choice"

Ingatanmu tidak akan berubah.

Hal-hal di dalam mobil juga tidak akan berubah.

Begitu.

Waktu di luar adalah pukul 1 lewat 40 menit.

Kita harus kembali ke masa sebelum kamu merampok bank.

Ini tidak bisa dipercaya.

Kalian akan tahu waktunya setelah mendatangi kafe itu

atau bertanya pada orang di jalan.

Apa mereka membicarakan kafe ini?

- Natsuki, hubungilah polisi. - Baik.

Kanna, ubah jam itu menjadi pukul 1 lewat 40 menit.

Baik.

Manajer, bagaimana denganku?

Kamu duduk saja di sini dan jangan bergerak.

Dimengerti.

Kamu tidak mematikan telepon tadi?

Aku tidak mematikannya, tapi menjawab panggilan itu.

Begitu.

Mereka bisa mendengarmu

saat kamu menerobos masuk dengan senjata.

Kamu sungguh membuatku cemas.

Kukira hanya ada tersangka perampokan swalayan.

Ternyata tersangka perampokan bank muncul tidak lama kemudian.

Aku juga sangat cemas.

Jika Kubo tidak ada di sana,

kita tidak akan bisa terus berkomunikasi.

- Ini semua berkat Kubo. - Memang benar.

Kubo, terima kasih banyak.

Di grafik kemujuran belahan rambut hari ini,

kantong keberuntungan kita adalah kantong plastik.

Kamu benar, jika Kanna tidak keluar membeli kantong plastik,

kita tidak akan tahu bahwa dia merampok swalayan.

Itu memang sangat akurat!

Dan mereka bertiga

punya tata rambut arah belakang yang dinyatakan jadi yang tersial.

Itu berarti... Jangan bilang...

Hei, dari mana asalmu?

Di mana?

Kampung halaman yang mujur.

Siap?

Osaka.

- Tunggu, di mana itu? - Gunma.

Okayama.

Sepertinya bagian itu tidak akurat.

Kenapa kamu tidak katakan Osaka saja?

Maaf.

Kita akan berpura-pura kampung halamanmu adalah Osaka.

Selamat datang.

Selamat datang.

- Apa kalian masih buka. - Ya. Silakan duduk.

Kamu ingin memesan apa?

Apa kamu mau?

Manajer!

Kudengar kue keju di sini sangat enak.

Maksudmu kue keju?

Dia Aiko.

Kamu sudah pernah ke Osaka?

- Belum. - Belum pernah sekali pun?

- Dotonbori? - Ya.

- Tolong minta tanda tangannya. - Baiklah.

Suruh dia menulis "Kafe Choice".

Kamu ingin "Kafe Choice"? Baiklah.

Pergilah.

Asyik!

- Boleh minta tanda tanganmu? - Ya.

Tolong tulis "Kafe Choice" di sini.

Ini hebat.

Manajer, di mana aku harus menaruh tanda tangan ini?

Kita harus gantung di tempat yang mudah dilihat.

Ada apa?

Sepertinya kampung halaman Aiko adalah

Osaka.

- Kampung halaman yang mujur. - Maaf.

Ada apa?

Meski kita dapat tanda tangannya,

tapi kita salah mengira dia sebagai orang lain.

"Untuk Kafe Choice Numakoshi Hiromi"

Numakoshi Hiromi? Siapa itu?

Dia wanita yang membuka toko kostum di dekat sini.

Dia berkata selalu dikira sebagai Aiko.

Numako.

Tapi dia sangat jago memberikan tanda tangan.

"Drama ini fiksi."

Terima kasih sudah memilih Taksi Keputusan.

Kini aku berada dalam salah satu persimpangan itu.

"Mengundurkan diri dari "Taksi Keputusan?"

"Eda Wakare, sampai jumpa"

"Kebenaran akhirnya terungkap"

Tolong buat keputusan yang terbaik.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.