Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Shirube, kamu terlalu banyak mengonsumsi gula.
Benarkah?
Takarannya selalu sebanyak ini. Bukan begitu, Manajer?
Sebenarnya kamu menghabiskan semua gula di kedai kami.
- Apa aku pakai gula sebanyak itu? - Ya.
Kamu pakai gula di kopi, teh,
dan bahkan di roti panggangmu.
Bagaimana bisa makan roti panggang tanpa gula?
"Toilet"
- Manajer. - Ya?
Kamu kehabisan tisu toilet. Jangan lupa ganti gulungannya.
Maafkan aku.
Tinggal satu gulung tisu lagi. Sudah saatnya membeli banyak.
Kamu benar. Terima kasih sudah mengingatkanku.
- Akan kubeli nanti. - Terima kasih.
Apa ada keperluan lain yang harus kamu beli?
Coba kulihat.
Bisakah kamu beli sekotak susu dan sekantong gula?
Baiklah.
Aku tidak pernah dapat tisu toilet keberuntungan.
Apa itu tisu toilet keberuntungan?
Aku selalu dapat gulungan tisu yang sudah hampir habis.
Ini menandakan nasibku sial dalam hal tisu toilet.
Eda Wakare, kamu sudah baca edisi terkini mingguan "Strong"?
Belum.
Aku akan pergi ke swalayan.
Aku bisa beli edisi terkini di sana.
Terima kasih.
Jika butuh waktu 30 detik untuk ganti segulung tisu toilet,
sebulan mengganti gulungan akan habiskan waktu 2 menit.
Setahun akan butuh total 24 menit.
Jika aku hidup selama 80 tahun, 24 kali 80 adalah 1.920 menit
yang berarti 32 jam.
Ini waktu yang kusia-siakan karena mengganti gulungan tisu.
Ini sama dengan satu hari dan delapan jam.
Sebuah keluarga umumnya ganti tisu toilet sekali dalam 3 minggu.
Ini sudah sepertiga dari waktu yang kupakai, yaitu hanya 10 jam.
Berarti 22 jam hidupku
akan tersia-siakan untuk mengganti gulungan tisu toilet.
Dunia ini tidak adil.
Eda, kamu lupa menutup keran lagi.
Maafkan aku.
Kamu mau ke mana?
- Ke 30 menit yang lalu. - Baik.
Pak,
bisa bawa aku jalan-jalan sebelum kita mulai kembali?
- Tidak masalah? - Tentu saja.
Kita mau pergi ke mana?
Kalau begitu...
"Episode 8 Pilihan suami dan istri"
Kita bisa melihat dengan jelas dari sini.
Ya. Ini indah sekali.
Maaf aku sudah memaksamu ikut denganku.
Tidak apa-apa.
Aku punya sesuatu yang enak di taksi.
Seseorang memberiku ini. Ini sushi inari.
- Kamu suka sushi inari? - Aku sangat suka.
Syukurlah kamu suka.
Kalau begitu, permisi, aku mau ambil satu.
Silakan.
Silakan dimakan.
Ini favoritku.
Enak.
Lezat.
Aku baru satu kali mendaki Gunung Fuji.
Apa kamu mendaki sampai ke puncaknya?
Ya, dan itu saat aku masih sangat muda.
Aku mendaki gunung ini bersama istriku.
Bersama istrimu? Luar biasa.
Perjalanannya sulit.
Kami bahkan bertengkar saat pendakian.
Benarkah?
Kami tidak saling bicara
sepanjang jalan mulai dari pos ke-8 hingga puncak.
Apa itu karena situasi kalian yang terlalu canggung?
Tapi kami melupakannya begitu tiba di puncak gunung.
Saat kita melihat
keindahan alam dengan mata kita sendiri,
kita akan berpikir bahwa kecemasan tidak sepadan dibandingkan itu.
Itukah yang kamu rasakan?
Maaf. Ini sangat enak.
Jika diingat-ingat, itu adalah kenangan yang bagus.
Istrimu seperti apa?
Dia istri yang baik.
Tapi kadang cukup ceroboh.
Tapi itu juga bisa dibilang menggemaskan.
Kurasa kamu benar.
Tapi, dia tidak pernah mengeluhkan apa pun
dan sudah bersamaku selama 50 tahun.
Selama 50 tahun?
Aku beruntung, bukan?
Aku sungguh iri padamu.
Kalian berdua adalah pasangan yang penyayang.
Pasangan penyayang?
Tapi aku
tidak pernah ungkapkan aku menyukai atau mencintainya.
Tidak sekali pun?
Tapi dulu berbeda.
Bagaimana cara mengatakannya, ya?
Dulu para pria tidak perlu mengatakan itu.
Seperti itulah situasinya dulu.
Ya, kamu benar.
Tapi
aku tetap berharap bisa mengatakan aku mencintainya sekali saja.
Hanya ini penyesalanku.
Para wanita sangat berharap
bisa mendengar kata-kata itu dari pasangan mereka.
Para wanita sangat berharap
bisa mendengar kata-kata itu dari pasangan mereka.
Kurasa aku harus mengatakannya lantang agar dia tahu.
Kamu benar.
Aku akan memakan yang terakhir ini.
Silakan.
Enak, bukan?
Sangat enak.
Aku setuju.
"Toko miras dan makanan"
"Majalah Mingguan Shounen Strong"
"Pilihan A"
"Sebenarnya kamu adalah hantu"
Permisi, apa kamu punya majalah mingguan "Shounen Strong"?
Yang baru terbit hari ini?
Jika tidak ada dalam rak, berarti sudah habis terjual.
- Begitu, ya. - Ya.
Sial!
Terima kasih.
Selamat datang.
Itu sungguh cocok untukmu.
Silakan lihat di cermin.
Apa yang harus kulakukan?
Aku juga suka baju ini.
"Rumah Sakit Universitas Akikado"
"Sayama Taizo"
Nenek.
Yu, kakekmu sudah...
Tidak mungkin.
Dia bilang ingin tidur sebentar.
Jadi, Nenek pergi mengambil baju dari penatu.
Tapi saat Nenek kembali...
Kakek.
Untunglah dia meninggal dengan damai.
Kakek, ini Yu.
Kami baru saja membicarakanmu.
Dan kamu tiba setelah itu.
Andai aku tiba lebih awal.
Tidak apa-apa.
Kamu sudah menjenguk kakekmu setiap pekan.
Dia pasti sangat gembira.
Sebenarnya aku ingin menunjukkan ini pada kakek.
Apa itu?
Ini majalah bulan ini. Ini gambarku.
Itu kamu. Luar biasa.
Seharusnya aku tiba lebih awal.
Kakek, kamu lihat? Ini Yu.
Dia hebat, bukan?
Dia hebat, bukan?
"Taksi Keputusan bisa bawa penumpang kembali ke masa lalu"
Bertahanlah, Polisi Lugu!
Polisi Kriminal, pelakunya bukan aku.
Aku tahu bukan kamu pelakunya, Polisi Tidak Bersalah.
- Akulah pelakunya. - Begitu, ya.
Polisi Tidak Bersalah!
Aku melakukannya lagi. Aku ini kriminal.
Semua orang adalah kriminal.
Tahan!
Seharusnya kamu tidak melupakanku.
Kaki tangan polisi.
Pertama, jika orang melakukan kejahatan,
kedua, aku bisa mengurangi hukuman mereka,
ketiga, aku dekat dengan...
Tidak mungkin!
Kaki tangan polisi!
Korban, tidak bersalah dan kaki tangan.
"The Criminal Police"
Aku adalah seorang kriminal!
Luar biasa.
Aku menanti episode selanjutnya.
"The Criminal Police" terus melakukan kejahatan.
Aku tidak pernah melihatnya berperan sebagai opsir polisi.
Tidak, dia mengeluarkan tanda pengenal polisinya.
- Aku kembali. - Selamat datang.
Aku tidak bisa percaya ini.
Itu yang terburuk.
Manajer, ini bon
- dan kembaliannya. - Terima kasih.
Eda Wakare, aku tidak mendapatkan 1 jilid mingguan "Shounen Strong".
Terjual habis, ya?
Sebenarnya ada satu lagi, tapi seseorang terus membacanya
dan tidak mengembalikannya saat kutunggu.
Ada orang yang baca seluruh majalah di toko.
Aku pergi ke toko lainnya, tapi tidak mendapatkannya juga.
Saat aku menyerah dan ingin kembali, hal ini terjadi.
Apa yang terjadi?
Pakaianku tersangkut di sepeda di depan toko itu.
Ini yang terburuk.
Ini semua salah wanita yang baca seluruh majalah itu.
Aku kesal sekali.
Tapi ini tidak berkaitan dengan wanita itu.
Kamu tidak berpikir bahwa membaca majalah di toko
menghalangi orang lain untuk membelinya?
- Seharusnya dia tidak lakukan itu. - Kamu benar.
Jika orang tidak membaca majalah itu di sana,
pakaianku pasti tidak akan berakhir seperti ini.
Silakan jawab teleponmu.
Halo? Ya?
Yuka!
Sudah lama sejak kita terakhir bertemu.
Ada apa?
Tidak masalah. Kamu ingin pergi ke mana?
Baiklah, aku akan ke sana, Yuka.
"Rumah Sakit Universitas Akikado"
Selamat siang.
Sudah lama sejak kita terakhir bertemu.
Apa yang terjadi?
Kakekku meninggal.
- Kapan itu terjadi? - Baru saja di rumah sakit.
Kalau begitu...
Aku turut berduka.
Bisakah kamu membuat kakekku hidup kembali?
Apa?
Maaf, aku tidak bisa melakukan itu.
Tapi aku bisa membantumu kembali ke masa
kakekmu masih hidup.
Berarti tidak mustahil bagiku untuk mencegah kematiannya?
Berapa usia kakekmu?
Sekitar 80 tahun.
Begitu, ya.
Bagaimana dia meninggal? Karena kecelakaan atau penyakit?
Paru-parunya lemah.
Semakin memburuk minggu ini dan dia harus diopname.
Begitu.
Jika dia meninggal karena kecelakaan,
kamu bisa mencegah kematiannya
dengan membuat keputusan berbeda di masa lalu.
Tapi jika karena usia tua, itu akan sangat sulit.
Kamu mungkin tidak bisa apa-apa meski kamu kembali ke masa lalu.
Setidaknya biarkan aku bertemu dia sebelum dia meninggal.
Itu bisa dilakukan.
Kita akan kembali ke masa sebelum kamu ke rumah sakit.
Kamu hanya perlu pergi ke sana sedikit lebih cepat.
- Kalau begitu, kuserahkan padamu. - Baiklah.
Jadi, kamu ingin kembali ke pukul berapa?
Setengah jam yang lalu.
Setengah jam. Lokasinya?
Kimuraya di jalan Yamanoki.
Baiklah.
Silakan pakai ini.
Semoga kamu bisa mengobrol dengan kakekmu.
- Maaf. - Ya?
Apa ini?
Ini topi pelindung sinar matahari para penjelajah waktu.
Bukankah ini untuk perlindungan sinar ultraviolet?
Tidak, ini untuk menjelajahi waktu.
"Kembali"
Baiklah, kita sudah sampai.
Ongkos taksinya 29.400 yen.
Mahal.
Tolong kembalikan topinya.
"Membayar"
Aku sungguh tidak ingin mengatakan ini,
tapi taksi ini membuatmu bisa bertemu orang yang sudah meninggal.
Tidak mahal untuk hal semacam itu.
Kamu benar.
- Boleh bayar pakai kartu kredit? - Ya, bisa.
Terima kasih banyak.
"Pilihan B"
"Rumah Sakit Universitas Akikado"
Ayo buka jendelanya dan biarkan udara segar masuk.
Cuaca hari ini sangat bagus.
Mungkin kita bisa melihat Gunung Fuji dari sini.
Ya.
Lihatlah.
Kita sungguh bisa melihatnya.
Dulu kita pernah mendaki Gunung Fuji.
Ya, kamu benar.
Sudah berapa tahun lamanya?
Kita ke sana setelah menikah.
Berarti sudah 50 tahun lalu.
Sudah selama itu?
Itu kenangan yang indah.
Kita bahkan bertengkar di sana.
- Kita bertengkar? - Ya.
Kita tidak saling bicara
di lintasan dari pos ke-8 hingga puncak gunung.
Benarkah?
Kita akan mendakinya lagi jika keadaanmu sudah membaik.
Kakek.
Yu.
Sayang, Yu datang.
Syukurlah, aku tepat waktu.
Apa maksudmu tepat waktu?
Bukan apa-apa.
Bagaimana keadaan Kakek?
- Dia baik hari ini. Ya, bukan? - Ya.
Aku senang.
Jendelanya terbuka. Nenek tidak kedinginan?
Nenek ingin membiarkan udara segar masuk.
- Kamu kedinginan? - Tidak.
Apa Kakek kedinginan?
Lumayan.
Kalau begitu, akan kututup.
Kakek, lihat, ini aku.
Kamu tampak cantik.
Aku berusaha yang terbaik.
Begitu.
Jadi, percayalah padaku.
Kakek selalu yakin padamu.
- Benarkah? - Tentu saja.
Aku menjadi lega.
- Ada apa? - Bukan apa-apa.
Nenek mau ke mana?
Nenek mau mengambil baju dari penatu.
Nanti saja Nenek ambil.
Jika tidak Nenek ambil, itu akan menyusahkan orang lain.
Tidak apa-apa, duduklah saja.
Hanya saat ini kita bisa mengobrol.
"Hanya saat ini?"
Tidak apa-apa, biar aku saja yang ambil pakaiannya.
Nenek duduklah dan mengobrol dengan Kakek.
Sungguh? Kalau begitu, tolong bantuannya.
- Ada apa? - Entahlah.
- Hei. - Ada apa?
Aku ingin makan sushi inari.
- Sushi inari? - Ya.
Aku harus bagaimana?
Aku bisa membuatnya jika di rumah.
Tapi sudah waktunya makan malam jika nanti aku kembali.
Begitu, ya.
Tunggulah sehari lagi. Aku akan membuatkanmu besok.
Akan kubawakan besok.
Akan kunantikan besok.
Kini aku mau tidur sebentar.
Baiklah.
Istirahatlah sebentar.
Sushi inari yang kusukai
aku akan memakannya besok.
Terima kasih.
Kakek sedang tidur.
Begitu, ya.
Dia meninggal pukul 15.28.
Aku senang bisa bertemu dia untuk terakhir kalinya.
Ya.
Kakekmu
sangat berharap kamu datang dan menemuinya.
Dia meninggal begitu mendadak.
Nenek benar.
Jika tahu dia akan segera pergi,
nenek pasti akan segera membuatkan sushi inari untuknya.
Sushi inari?
Kakekmu berkata
dia ingin makan sushi inari.
Tapi jika nenek membuatnya,
akan tiba waktunya makan malam begitu nenek kembali.
Jadi, nenek berkata akan membuatkannya besok.
Lalu dia...
Ternyata begitu.
Nenek sungguh berharap
bisa membuatkannya sushi inari sebelum dia meninggal.
Kakek sangat menyukai sushi inari.
Nenek, ayo kita buat sushi inari untuk Kakek.
Kita akan buat sushi itu untuk dimakan Kakek.
- Bagaimana caranya? - Itu...
Aku punya ide.
Tolong tunggu sebentar. Aku harus menelepon.
"Taksi Keputusan bisa bawa penumpang kembali ke masa lalu"
Polisi korban, bertahanlah! Polisi korban!
Polisi kriminal, aku menjadi korban lagi.
Kenapa aku selalu menjadi korban?
Polisi korban!
- Kamu... - Tidak.
Bukan aku pelakunya. Percayalah padaku.
Aku tidak bersalah. Aku tidak bersalah!
Diamlah.
"The Criminal Police"
Hei, Polisi tidak bersalah.
Bertahanlah, Polisi tidak bersalah!
Polisi kriminal.
Pelakunya bukan aku.
Orang ini adalah pelakunya?
- Tidak, dia tidak bersalah. - Kenapa?
Itu karena dia polisi tidak bersalah.
Begitu, ya.
Apa yang kamu bicarakan?
Polisi tidak bersalah!
- Aku kembali. - Selamat datang.
- Aku seorang kriminal! - Manajer,
ini bon dan kembaliannya.
Eda Wakare.
- Kamu mendapatkannya? - Ini jilid terakhir.
Begitu.
Di mana orang yang membaca majalah di toko itu?
Apa? Tidak ada yang membaca majalah tadi.
Begitu.
- Ada apa? - Bukan apa-apa.
Kamu bisa baca duluan.
- Sungguh? - Ya.
- Kalau begitu, kubaca dulu. - Baiklah.
Halo? Bagaimana keadaannya?
Kamu tiba tepat waktu? Aku senang.
Kamu bisa kembali lagi.
Aku akan menjemputmu.
"Rumah Sakit Universitas Akikado"
Baiklah.
Ini nenekku.
Ini sopir taksi yang kuceritakan pada Nenek.
Dia bisa bawa kita kembali ke masa sebelum Kakek meninggal.
Sebelum dia meninggal?
Artinya aku bisa membawa kalian kembali ke masa lalu.
- Masa lalu? - Ya.
Mobil ini bisa melakukan hal itu.
Berarti mobil-mobil masa kini memiliki fungsi seperti ini.
Sebenarnya, itu karena mobilku istimewa.
Kita akan kembali ke masa sebelum Kakek meninggal
dan membuatkannya sushi inari.
- Sungguh? - Ya.
Sushi inari?
Nenek ingin
membuatkan sushi inari untuk Kakek sebelum Kakek meninggal.
Begitu.
Dia suka makan sushi inari.
Begitu.
Ini sungguh mengharukan.
Nek, kamu harus memastikan
Kakek dapat memakan sushi inari buatanmu.
- Apa itu bisa terjadi? - Tentu saja.
Berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk buat sushi inari?
Sekitar 30 menit.
Ayo kembali ke masa satu jam agar waktu kita lebih banyak.
Kamu benar.
Kalian juga butuh waktu untuk pulang, jadi, butuh satu jam.
Apa yang harus kami lakukan dulu?
Kita akan kembali ke masa satu jam itu dulu.
Aku akan mengantar Nenek pulang untuk membuat sushi inari.
Baiklah.
Setelah itu, aku akan mengantarmu kembali ke rumah sakit.
Terima kasih.
Itu bagus.
Aku sungguh tidak tahu bagaimana membalas kebaikanmu.
Aku tidak bisa meninggalkan orang yang sedang kesulitan.
Tapi kami masih tetap harus membayar, ya?
Kenapa kamu harus berkata begitu?
Aku akan memberikanmu diskon.
Terima kasih.
Terima kasih banyak.
- Kamu lihat? - Ya.
Kamu lihat? Nenek juga memakai ini.
Ini berguna.
Benar, bukan?
Tidak, ini untuk menjelajahi waktu.
Tidak sama, ya?
"Kembali"
"Membayar"
Kita sudah sampai.
Kalian silakan kembali ke bangsal dulu.
Tolong kembalikan topi pelindungnya.
Setelah menemui kakekmu, Nenek akan pulang sendirian.
- Aku akan mengantarmu pulang. - Baik.
Silakan kembali ke bangsal sekarang.
Ayo.
Yuka, tunggu.
Kamu bisa bayar ongkosnya nanti dengan kartu kredit.
Ongkos taksinya? Ya.
Bicaralah lebih pelan. Aku memberimu diskon.
Cepat bawa nenekmu ke rumah sakit.
- Baik, terima kasih. - Sama-sama.
Jika kamu sampai ke kamar, ada perhentian waktu untuk kalian.
Berdirilah di posisi mereka.
Apa?
Nek, ayo.
Nenek.
Singkirkan saja benda itu dan tirulah posenya.
Kamu tampak cantik.
Aku berusaha semampuku.
Begitu.
Nenek.
Baiklah.
Kek, apa kamu ingin makan sushi inari?
Sudah lama sekali sejak aku terakhir makan sushi inari.
Aku akan pulang dan membuatkannya untukmu.
- Maaf sudah merepotkan. - Bukan masalah.
Nenek, hati-hati.
"Taksi Keputusan"
Ayo berangkat.
Apa Kakek dan Nenek selalu bertengkar?
Ya, dulu saat kami masih muda.
Seringkali karena aku.
Begitu, ya.
Ada kalanya kami tidak saling bicara selama seminggu.
Siapa yang akan mengalah pertama jika kalian bertengkar.
Nenekmu.
Itu karena nenek sangat baik.
Kadang dia agak ceroboh.
Tapi untunglah Kakek dan Nenek tidak berpisah.
Jika kalian berpisah, maka tidak akan ada ayah dan aku.
Kamu benar.
Kakek harus berterima kasih pada Nenek nanti.
Kamu benar.
Aku pernah mengusulkan agar kami berpisah,
tapi dia meminta maaf dengan tulus setelah itu.
Pada akhirnya, aku memaafkannya.
Begitu.
Dia berubah sepenuhnya setelah itu.
Dia tidak pernah membicarakan perasaannya sebelumnya.
Tapi kini dia mengatakan hal-hal seperti
"Aku suka kamu" dan "Aku cinta kamu" setiap hari.
Kurasa seperti ini lebih baik.
Benarkah?
Aku akan merasa cemas jika dia tidak mengatakannya.
Apa Kakek baik-baik saja?
Ya.
Apa?
Di mana sushi inarinya?
Aku harus bagaimana? Aku tidak punya cukup gula.
Gula?
Kenapa ini harus terjadi di saat seperti ini?
Jangan cemas.
Aku akan segera membeli gula di swalayan.
- Tolong tunggu di sini. - Apa itu tidak apa-apa?
Kamu sudah banyak membantuku.
Tidak apa-apa. Aku pergi dulu.
Terima kasih.
"Sebenarnya kamu adalah hantu"
Aku mau beli ini.
Begitu.
- Eda Wakare? - Natsuki.
- Sedang apa kamu di sini? - Aku harus beli sesuatu.
Permisi. Apa kamu punya gula?
Ada dalam rak.
- Tidak ada gula di sini. - Berarti sudah habis terjual.
Ada keperluan lain yang harus kamu beli?
Bisakah kamu belikan sekotak susu dan sekantong gula?
Natsuki!
Natsuki, apa kamu tadi beli sekantong gula?
Ya.
Bisakah kamu berikan itu?
Kenapa?
Maaf, aku akan membayarmu.
Tapi kamu bisa membeli sekantong di toko.
Sudah habis terjual. Ini kantong terakhir. Kumohon.
Maafkan aku. Aku sungguh terburu-buru.
Apa?
- Apa? - Simpanlah kembaliannya.
Hei!
Apa yang dia lakukan? Dia juga hanya memberiku 500 yen.
Nek, aku sudah beli gulanya.
Terima kasih!
Sial!
"Saiyama Taizo"
Silakan.
- Sushi inari. - Baiklah.
Aku akan menutup pintunya.
Kamu membuat banyak sushi.
Aku terlalu bersemangat.
Itu bagus. Ayo berangkat.
Aku tidak akan bertahan jika lahir di era Kakek.
- Maaf sudah buat kalian menunggu. - Selamat datang kembali.
Cepat sekali.
Ini sushi inarinya.
Ini.
Baiklah.
- Lihat? - Itu terlihat menakjubkan.
Kamu banyak membuatnya.
Aku membuatnya lebih banyak kali ini.
Enak.
Karena masih segar.
Lezat.
Nek, kamu sungguh jago memasak.
Ini enak.
Lezat.
Kamu makan banyak hari ini.
Kek, rasanya sangat lezat, ya.
Aku agak mengantuk.
Apa Kakek akan tidur sekarang?
Kakek mengantuk karena merasa kenyang.
Begitu.
Tapi aku masih ingin mengobrol dengan kalian berdua.
Ada apa?
Kamu pasti merasa kelelahan.
Aku sudah banyak mengobrol dengan Yuka.
Masih banyak yang ingin kubicarakan.
Nenek tadi pergi membuat sushi,
jadi, dia tidak sempat mengobrol dengan Kakek.
Apa kamu baik-baik saja?
Ya.
Kakek sudah banyak mengobrol dengan nenekmu.
Karena kami sudah bersama selama 50 tahun.
Begitu.
Kita masih bisa mengobrol besok.
Kita akan selalu bersama.
Kakek benar.
Kek, aku sangat senang bisa mengobrol dengan Kakek.
Kakek juga senang.
Mengobrollah dengan Kakek di lain waktu.
Baiklah.
Selamat tidur.
Aku akan mengambil cucian di penatu.
Baiklah. Sayang,
tidurlah.
Baik.
50 tahun berlalu begitu cepat.
Ya, kamu benar.
Aku sangat bahagia.
Ya, sangat bahagia.
Sayang,
selamat tidur.
Selamat tidur.
Semua berjalan baik?
Kamu banyak membantu kami. Terima kasih banyak.
Itu bukan masalah. Bagaimana dengan Kakek?
Dia sudah tiada.
Begitu.
Tapi akhirnya kami bisa membuatnya makan sushi inari.
Kurasa kini dia tidak punya penyesalan.
Itu bagus.
Ini...
Aku terlalu banyak membuatnya.
Jika kamu mau...
Apa kamu yakin?
Sushi inari buatan nenekku sangat lezat.
Terima kasih banyak.
Sampai bertemu lagi, Eda Wakare.
Yuka, kini kamu harus menjaga nenekmu.
Ya.
Terima kasih.
Kamu mau pergi ke mana?
- Ke 30 menit yang lalu. - Baik.
"Tanggal, Waktu"
Pak,
bisa bawa aku jalan-jalan sebelum kita mulai kembali?
- Tidak masalah? - Tentu saja.
Kita mau pergi ke mana?
Kalau begitu...
"Kembali"
"Membayar"
Kita sudah sampai. Omong-omong,
aku melihat Gunung Fuji yang indah hari ini
dan mendengar banyak kisah mengharukan tentangmu.
Jadi, kamu tidak perlu bayar ongkos.
Istrimu dan...
50 tahun begitu cepat berlalu.
Kamu benar.
Aku sangat bahagia.
Hei.
Ya?
Aku mencintaimu.
Aku tahu.
Benarkah?
Aku juga mencintaimu. Kamu tahu itu?
Aku tahu.
Lagi pula, kita sudah bersama selama 50 tahun.
Kamu benar.
Sushi inari tadi sangat lezat.
Aku senang.
Sayang,
selamat tidur.
selamat tidur.
"Pilihan Z"
"Stan taksi"
Eda Wakare.
Kamu menakutiku! Misako?
Sudah lama kita tidak bertemu.
Kini aku bekerja di rumah sakit ini.
Misako, ini tidak baik. Ada hantu di sini.
- Hantu di mobilku. - Apa yang kamu bicarakan?
Aku membawa pria tua kemari, lalu dia menghilang.
Dia adalah hantu.
Aku tidak demam.
- Kamu baik-baik saja? - Tentu saja!
Aku sungguh membawa seorang pria tua kembali kemari.
Dia menghilang setelah kami tiba di sini.
Kami bahkan makan sushi inari bersama.
Lihat...
Ternyata begitu.
Kalau begitu, ayo masuk dulu.
- Aku tidak mau masuk ke sana. - Tidak apa-apa.
Aku sungguh baik-baik saja.
Ada bulu mata.
Sudah kubilang jangan sentuh aku.
Mereka sudah bersama selama 50 tahun.
Pak tua itu membicarakan kenangannya yang berharga bersama istrinya.
Itu manis sekali.
Saat aku mengantarkannya ke rumah sakit,
aku bilang padanya kalau mereka adalah pasangan yang penyayang.
Aku bahkan merasa hangat dan tidak fokus.
Karena dia menceritakan banyak kisah mengharukan, aku bilang padanya
kalau dia tidak perlu membayarku.
Tapi saat aku berbalik,
dia tidak ada di jok belakang lagi.
Pak tua itu adalah hantu.
Apa ini cerita horor?
Entahlah. Menurutmu apa?
Kamu bertanya padaku?
Entah apa aku harus merasa terharu atau takut.
Certaku masih belum selesai.
Benarkah? Tolong lanjutkan.
Aku sangat ketakutan.
Lalu aku turun dari mobil dan melihat sekeliling.
Tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang memperhatikanku.
Saat berbalik, ada seorang wanita berpakaian putih.
Wanita itu adalah dokter kenalanku.
Begitu.
Sebenarnya, aku ingin
Ada apa? Ini menjadi sedikit menakutkan.
mengenalkannya pada Shirube.
Dia orang yang kamu ceritakan. Tolong kenalkan dia padaku.
Ayo kita atur kencan buta suatu hari nanti.
Sebenarnya ini kisah apa?
- Natsuki, maaf untuk hari ini. - Tidak apa-apa.
Ayo kita ceriakan suasana hati kita lagi.
Shirube, kamu terlalu banyak menggunakan gula.
Sebenarnya ini semua salahmu.
Sudah cukup.
Ini kesalahan Shirube. Lihatlah!
Lihatlah ini!
Bisakah kamu memberiku kompensasi untuk ini?
Biar dia saja yang membeli gulanya.
Perampok swalayan.
Aku akan menikammu, apa sekarang kamu takut?
Itu bisa jadi masalah.
Jika kamu tidak ingin terluka, keluarlah dari mobil ini!
Diamlah jika kamu tidak ingin mati.
Apa benda itu sungguhan?
- Kamu ingin mencobanya? - Tidak usah.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.