Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sudah kubilang akhirnya sama.
Tapi kau bilang kepadaku bahwa akhir bisa berbeda.
Aku ingin percaya itu benar.
Aku belum pernah sangat berani dalam hidupku.
Maksudku,
aku menyukaimu, Nona Woo Do-hee.
Kau baik-baik saja?
Ya. Ini hanya luka kecil.
Kau mau
makan malam denganku?
[ Produser Park Jin-kyu 2N BOX ]
[ Episode 17 ]
Jadi, mereka baru saja naik ke atap?
Benar. "Ikuti aku ke atap."
Itu yang kau katakan saat mau berkelahi.
Kenapa mereka lama sekali?
Bagaimana jika terjadi sesuatu?
- Haruskah kita naik? - Ya, ayo.
- Hei. - Apa?
- Kau bisa ikut dengan kami. - Benar.
Biarkan mereka berkelahi.
- Enyahlah. - Baiklah.
Sial.
Aku masih merasa kita harus pergi.
Jadi, kau tidak mau ini?
- Entahlah. - Biar kuubah pertanyaanku.
Kau mau ini?
Entahlah.
Jawabanmu ambigu.
Karena aku tidak yakin dengan diriku.
Apa masalahnya? Setidaknya, jelaskan kepadaku.
Eun-seo.
[ Nomor yang Anda tuju sudah tidak aktif. ]
[ Silakan periksa nomornya dan hubungi lagi. ]
[ Mari berhenti bertemu. ]
[ Semuanya berakhir sama. ]
Entah kau pergi atau ditinggalkan.
Kalau begitu, aku tidak mau memulai dari awal.
[ Aku berorientasi masa depan, bukan? ]
Kurasa ini tidak akan berakhir baik denganmu.
Bagaimana kau bisa menyimpulkan itu bahkan sebelum kita mulai?
Karena tidak ada rahasia di antara kita.
Kau tahu tentang masa laluku yang memalukan.
Kau melihatku saat aku terpuruk.
Tapi keadaan di kehidupan nyata berbeda. Aku yakin kau tahu itu.
Tentu saja ini kehidupan nyata. Apa kita di realita virtual?
Pokoknya, jawabanku tidak.
Baiklah.
Kenapa kau langsung menyerah?
Aku tidak menyerah. Aku mengerti jawabanmu.
Kau menolak memberi kita kesempatan,
tapi interpretasiku adalah kau tidak menolakku.
Astaga. Kenapa kau menginterpretasi itu sesukamu?
Itu berdasarkan pengamatanku.
Kau mau pamer bahwa kau psikiater?
Bagaimana aku bisa melewatkannya?
- Aku dokter yang cukup kompeten. - Aku tahu.
Jadi, kau harus menerimaku.
Apa? Kenapa aku harus melakukan itu?
Jawabanku tidak.
Maksudku, terima aku di acaramu.
Kau memohonku tampil di acaramu. Kau tidak membutuhkanku sekarang?
Ada banyak psikiater di Korea.
Benar. Tapi hanya ada satu Kim Hae-kyong.
Aku selalu bertanya-tanya
bagaimana bisa kau begitu percaya diri.
Tidak, aku tidak percaya diri. Aku berusaha menempel kepadamu
agar punya kesempatan untuk berada di sisimu
sampai kau setuju.
Tunggu.
Coba kulihat.
Sudah.
Beruang?
Kau dan seleramu.
Tolong hormati seleraku.
Ganti dengan yang baru saat itu lepas atau basah.
Ini.
Apa yang harus kulakukan?
[ Ya. Aku terkenal membosankan. ]
[ Astaga. ]
[ Kau tampak mudah marah. ]
[ Benar. Aku mudah marah. ]
[ Akan kutunjukkan seburuk apa perangaiku hari ini. ]
[ - Aku akan mencabut semua rambutmu. - Hei, ini rambutku. ]
[ - Astaga. Hei. - Sakit. ]
[ Rambutku rontok, Bung. ]
[ Maafkan aku. ]
[ - Aku sangat menyesal. - Hei! ]
[ Aku akan cepat sembuh agar bisa kembali seperti baru! ]
[ Aku akan cepat sembuh agar bisa kembali seperti baru! ]
[ - No-eul, lekas sembuh. - Dia cantik. ]
[ - Bagaimana dengan acaramu? - Bisa jelaskan soal skandal itu? ]
[ Dia tidak meminjam uang. Kenapa dia harus menjelaskannya? ]
[ Aku akan cepat sembuh agar bisa kembali seperti baru! ]
[ Hidupnya berat karena ibunya. ]
Aku selalu ingin menanyakan ini.
Kenapa Anda sangat membenciku?
Aku tahu kau akan meninggalkan Hae-kyong.
Kau sama sepertiku.
Kalau begitu, tidak bisakah Anda memahamiku?
Untuk apa aku melakukannya?
Aku hanya memikirkan diri sendiri. Kau juga.
Bisakah kau pergi sekarang?
Kalau begitu, aku akan pergi.
[ "Kisah Penyintas Kanker", "7 Kebiasaan Penyintas Kanker" ]
[ Bu Lee ]
Kau sudah tiba.
Hai.
[ Klinik Psikiatri Relax ]
Dokter Kim, kenapa kau memberiku kopi? Ini sungguh mengejutkan.
Ini.
Astaga, kenapa ini manis sekali?
Kenapa membeli kopi manis? Tumben sekali.
Dokter Kim, aku butuh persetujuanmu.
[ Produser Woo Do-hee ]
Aku bicara dengan siapa?
Dokter Kim!
Kau menunggunya menelepon?
Siapa?
Wanita yang makan daging perut denganmu.
Tunggu. Ini biasanya saatnya kau memarahiku.
Kurasa aku benar.
Tunggu. Kau sungguh mengencani wanita itu?
Astaga, dasar berandal. Hentikan.
Kosongkan jadwalku untuk janji rutin.
Janji? Janji apa?
Aku mungkin mendapat tawaran.
Apa? Kau mungkin mendapat tawaran?
Soal apa ini?
Astaga.
Aku boleh masuk, bukan?
Tentu saja.
Kenapa kau kemari?
Kurasa ibumu sakit.
Kau menemui Bu Lee Mun-jeong?
Aku berpapasan dengannya.
Setidaknya kau harus meneleponnya. Aku datang untuk mengatakan itu.
Sampai jumpa.
Masuklah.
- Hai. - Hai.
Astaga, kau bau.
Dia datang.
- Apa? Hei. Produser Woo. - Ini Produser Woo.
Apa? Ada apa? Apa aku melakukan kesalahan?
- Siapa yang menang kemarin? - Menang apa?
Kemarin kau berkelahi dengan Dokter Kim.
Itu?
[ Ruanganku. ]
Itu.
Produser Woo.
- Produser Woo! - Produser Woo, siapa yang menang?
Sial.
Kurasa dia kalah.
- Tidak mungkin. - Dia kalah.
Sudah kubilang istirahat di rumah. Tapi kau bekerja dan melawan perintahku.
Aku tetap harus bekerja.
Tapi setelah melawan perintahku, kau berkelahi dengan Dokter Kim.
Soal apa itu?
Begini,
dia ingin tampil di acara itu.
Dia benar-benar menawarkan diri untuk tampil.
Di acaramu? Benarkah?
Ya.
Kau membuat acara untuk mantan kekasih?
Acara untuk mantan kekasih?
Mungkin akan asyik ditonton.
Ayolah, Ah-yeong.
Apa yang ingin kau lakukan?
Entahlah.
Jika kau tidak tahu, siapa yang tahu?
Entahlah. Terserah!
Beraninya kau membentakku?
Ini dari CEO-mu.
Jika kau merusak acara karena hubungan pribadi, kubunuh kau.
Sebagai temanmu,
kubunuh kau jika kau terluka karena pekerjaan.
Pada akhirnya, aku akan mati di kedua skenario itu.
Jika kau ingin hidup, pikirkan baik-baik
yang mana yang tidak akan terlalu menyakitimu.
Ah-yeong.
Apa?
Mau makan siang daging babi goreng?
Aku setuju.
[ Royal Taste, Daging Babi Goreng ]
Kau siap?
Aku siap.
Kalau begitu, mulai.
Mulai.
Ini.
Aku sedang terburu-buru, jadi...
Kau akan langsung memakannya?
Astaga, makanannya enak.
Kau memberiku yang biasa, tapi kau membeli yang keju.
Kau tahu aku suka daging babi goreng keju.
[ Daging babi goreng, daging babi goreng keju ]
[ Daging babi goreng, daging babi goreng keju ]
Aku mau daging babi goreng.
Mari makan makanan yang lebih enak lain kali. Aku janji.
- Baiklah. - Aku serius.
Baiklah.
Aku pesan dua daging goreng.
Dahulu, aku tidak bisa memesan ini karena harganya sedolar lebih mahal.
Itu kisah yang menyedihkan.
Kau mau satu lagi?
- Bu. - Tidak apa-apa.
Aku hanya memberitahumu bagaimana keadaannya saat itu.
Bagaimana perutmu?
Kenyang.
Bagaimana denganmu?
Kau memang wanita gila dari Ssangmun-dong.
Tentu saja.
Halo, Ah-yeong.
Aku akan pergi sekarang.
Tunggu.
Sampai jumpa.
Kau datang untuk makan?
Tidak. Untuk mencarimu.
Aku kemari untuk berjaga-jaga. Aku sungguh tidak tahu kau ada di sini.
Bagaimana tanganmu? Tidak apa-apa?
Ya, tidak apa-apa.
Kau melihatnya hari itu. Ini goresan kecil.
Kau baik-baik saja?
Aku?
Masih agak sakit.
Kurasa akan membaik setelah kau ke rumah sakit denganku.
Bisakah?
[ Nasi kepal dengan telur ikan pollock panggang ]
[iQIYI Ver] MBC E17 'Dinner Mate' -โฅ Ruo Xi โฅ- Synced with Subcake Android
[ Dokter Kim, aku tidak bisa menghubunginya, jadi, aku bertanya. ]
[ Dia di rumah sakit. ]
Sudah sembuh dengan baik.
Anda tidak perlu kembali sekarang.
Begitu rupanya. Terima kasih.
Tentu.
Dia kanker perut stadium empat.
Dia bisa dioperasi,
tapi untuk saat ini, aku tidak bisa menjanjikan apa pun.
Apa maksudmu operasinya mungkin tidak berjalan lancar?
[ Bangsal Umum A ]
Kau di sini.
Kenapa Anda tidak memberitahuku?
Ibu bertanya apa kau bisa menemani ibu ke rumah sakit. Ibu bilang ibu takut.
Anda seharusnya memberitahuku Anda sakit.
Bahwa Anda menderita kanker!
Anda bisa memberitahuku sebelum aku mengetahuinya.
Ibu senang melihatmu marah.
Ibu rasa kau mengkhawatirkan ibu.
Astaga. Anda tahu betapa egoisnya Anda?
Ya.
[ "101 Resep Rumahan Sederhana" ]
Ibu tidak pernah mengerti kenapa orang membaca buku seperti ini.
Tapi kini, ibu rasa ibu tahu kenapa para ibu selalu membahas makanan.
Ada lebih dari 100 resep di buku ini.
Tapi ibu sadar ibu tidak tahu makanan apa yang kau suka.
Ibu, tidak makan denganku?
Tidak, ibu tidak lapar.
Ibu sedang melakukan hal penting sekarang.
Saat ibu dipulangkan,
mari makan bersama.
Ibu ingin memasak untukmu sebelum terlambat.
Mari bicara setelah Anda boleh pulang.
Saat itu masih belum terlambat.
Kau sebaiknya pergi. Busku akan segera tiba.
Aku lapar.
Ayo makan.
Restoran kari kesukaanmu. Itu dekat dari sini.
Aku sudah makan bersama Ah-yeong.
Sekolah kita ada di sekitar sini.
Mari ke sekolah. Kita sudah lama tidak ke sana.
Untuk apa? Kau harus pergi.
Do-hee.
Ibuku
sakit parah saat itu.
Segalanya terjadi begitu cepat,
dan aku merasa sangat gelisah. Itu alasanku tidak bisa memberitahumu.
Aku mengatakan yang sebenarnya.
Tentu.
Aku tahu kau harus pergi tanpa sepatah kata pun
karena semua terjadi begitu cepat
dan karena ibumu.
[ Dia cemas kau tidak meneken formulir persetujuan operasi. ]
[ Untunglah kau setuju. ]
[ Tapi ]
tidak akan ada yang berubah.
Aku sudah melupakanmu.
Itu tidak benar.
Jangan bilang ini berakhir. Hubungan kita belum selesai.
Do-hee.
Aku tidak punya apa-apa saat itu.
Hanya kau alasanku untuk tetap hidup.
Kini aku bisa membuatmu bahagia. Aku serius.
Aku bahagia bersamamu yang tidak punya apa-apa saat itu.
Tapi sekarang,
aku bahagia tanpamu.
Tolong lepaskan aku.
Ayah.
[ Kim Hong-tak ]
Aku bawa buku penulis favorit Ayah.
Ini buku Penulis Lee Mun-jeong.
[ "Dia dan Meja" ]
Ayah harus makan lagi.
Tidak apa-apa. Ayah sudah selesai.
Apa ada hal lain yang ingin Ayah makan?
Aku akan keluar dan membelinya.
Ibumu
tidak pernah benar-benar memasak.
Tapi terkadang dia memasak mi.
Belakangan ini,
ayah sangat menginginkan mi itu.
Jangan terlalu membenci ibumu.
Dia hanya belum tahu banyak hal.
Dia akan menyesal tidak memasak mi itu
untukmu.
Terserah. Aku bahkan tidak mau memakannya.
Maaf, Nak.
Maaf karena ayah tidak bisa mengisi peran ibumu.
Bagaimana Ayah tahu?
Bagaimana Ayah tahu dia akan menyesalinya?
Katakan.
Apa yang harus kulakukan
dengan penyesalan Ibu sekarang?
Kenapa Ayah tidak memberitahuku soal ini?
Seharusnya Ayah memberitahuku.
Apa yang harus kulakukan sekarang?
Kau sudah makan?
Ayo makan pangsit.
Pangsit.
Kukira kau suka pangsit.
Aku suka pangsit.
Tapi wajahmu memberitahuku hal lain.
Kau tampak sangat sedih sekarang.
Putriku sangat menyukai pangsit.
Putrimu?
Dahulu selera makanan kami sangat mirip.
Kau bilang dahulu.
Bagaimana dengan sekarang?
Kau tidak tinggal dengannya lagi?
Tentu saja. Dia tidak akan tinggal denganmu di jalanan.
Di mana dia sekarang?
Dia sudah pergi.
Ke tempat yang jauh.
Bersama istriku.
Maaf.
Tidak perlu. Bukan seperti itu.
Mereka benar-benar pergi.
Meninggalkanku.
Kenapa? Kenapa mereka meninggalkan keluarga?
Dahulu, mereka punya alasan bagus untuk pergi.
Itukah alasanmu menjadi gelandangan?
Kenapa kau harus memilih payung toserba dari semua tempat?
Aku menunggu seseorang.
[ "Pasien Tewas karena Overdosis Obat Psikiatri" ]
[ Pada tanggal 17, ]
[ seorang pasien yang menderita depresi mengakhiri hidupnya. ]
[ Dia meracuni dirinya sendiri ]
[ dengan obat beresep dari psikiaternya. ]
[ Ini menyebabkan kehebohan. ]
[ Pihak berkabung menuduh psikiater ]
- Dokter Kim Hyun-ho? [ - berlebihan meresepkan ]
- Bawa dia masuk. [ - obat tidur ]
[ dan obat penenang atas permintaan pasien. ]
[ Mereka mendakwanya atas pancingan untuk bunuh diri. ]
Kenapa kau berhenti bekerja dan tiba-tiba belajar di luar negeri?
Aku ingin menjadi orang yang lebih baik.
Orang baik.
Mendapat gelar master di Amerika tidak membuatmu lebih baik.
Kau lucu.
Aku ingin kembali ke cinta pertamaku dengan percaya diri.
Kau tidak percaya diri saat itu?
Kau menjadi reporter setelah melalui banyak kesulitan.
Geon-u, jangan membicarakan ini.
Baiklah.
Omong-omong, apa hubunganmu dengan Dokter Kim dan Nona Jin?
Kami teman.
Itu sederhana.
Bagaimana kau bisa mengenal mereka berdua?
Satunya adalah rival dan satu lagi penolong.
[ 2N BOX ]
[ ASMR Mencuci Rambut ]
Hari ini, kami melakukan ASMR pada kepala botak.
Baiklah.
Lihat ini.
[ Anehnya, ini asyik. ]
Tembak aku lebih keras.
[ Anehnya ini adiktif. ]
Kau tidak kepanasan?
[ Ini lumayan. ]
[ So-ra dengan Pak Gurita? ]
[ CEO 2N BOX Nam Ah-yeong ]
Tidak, bukan ini.
Kita butuh lebih banyak faktor kelas B.
Apa lagi?
Mari kita ubah.
[ - Kenapa aku masih menonton ini? - So-ra cantik. ]
[ - Ini lucu. - Apa yang terjadi? ]
Aku harus berdiri.
- Berdiri. - Baiklah.
Dasar berengsek!
Bagus sekali!
Bagaimana keadaan Ibu?
Dia akan baik-baik saja.
Terima kasih sudah bertanya.
No-eul. Kau tidak perlu khawatir dengan apa yang terjadi.
Ini antara aku dan Ibu.
Ibu menyukaiku.
Siapa yang melakukan ASMR secara langsung?
Kita dapat lebih dari lima juta suka.
Itu tidak mudah dicapai pada siang hari kerja. Bagus.
Kau sudah memutuskan proyek berikutnya, Produser Woo?
"Proyek berikutnya"? Bukankah itu sudah beres?
Proyekmu dengan Nona Jin dan Reporter Jung.
Bukankah kau membahas itu dengan Dokter Kim di atap waktu itu?
Benar. Berikan kabar terbarunya.
Apa kata Dokter Kim?
Aku akan bergabung dengan acaramu
bersama Produser Woo.
Apa?
Kau bilang tidak akan pernah melakukannya saat kuminta.
Aku punya alasan.
Apa itu?
Bukankah kau menolaknya karena tidak menyukai Produser Woo?
Bukannya aku tidak menyukai Do-hee.
Apa? "Do-hee"?
Maksudku, aku tidak membenci Produser Woo.
Maksudmu dia alasanmu melakukannya?
Hae-kyong.
Ini akan tidak nyaman. Tapi aku hanya akan memikirkan diriku sendiri.
Aku tidak peduli dengan pendapat orang lain.
Aku juga akan melakukan itu.
- Apa? - Astaga!
- Mustahil. - Lakukan acara itu dengannya.
Benar. Lupakan soal vlog.
Kita sudah punya pertunjukan besar di depan mata kita.
Benar, bukan?
Aku juga berpikir begitu.
Itu sebabnya aku menyiapkan ini.
Acaraku berikutnya
[ "Miliki Hatiku" ]
disebut "Miliki Hatiku".
Psikiater misterius yang tampan bernama Kim Hae-kyong.
Serta Jin No-eul, pakar kencan yang muda dan cantik.
Cinta dan makanan mereka.
Makan dan cinta.
"Makan dan cinta" atau "makan dan buang air besar"?
Begini...
Aku akan tetap pada rencana awal.
[ Klinik Psikiatri Relax ]
Sampai jumpa.
[ Produser Woo Do-hee ]
Halo. Ini Kim Hae-kyong.
Halo?
Hai, Dokter Kim.
Ini Woo Do-hee dari 2N BOX.
Aku ingin mengundangmu ke acara kami. Mari kita rapat.
Aku harus memberitahumu tentang konsep isinya
dan mengatur jadwal syutingnya.
Kapan kau luang?
Rapat?
Tunggu sebentar.
[ Olahraga pukul 17.00, reuni sekolah pukul 19.00 ]
Kurasa hari ini aku senggang.
Hari ini?
Ya.
Maaf aku tidak memberitahumu lebih awal.
Bahwa Kim Hae-kyong akan tampil di acara ini
atau bahwa dia menyukaimu?
Aku bisa tahu apa yang dipikirkannya hanya dengan melihat tatapannya.
Dia tertarik kepadamu.
Jika kau tidak nyaman bekerja denganku...
Tidak.
Aku baik-baik saja. Aku tidak keberatan.
Baginya, aku orang yang jahat.
Aku meninggalkan pria yang bersabar menghadapiku
dan mencintaiku selama 8 tahun.
Kisah cinta pertama semua orang seperti dongeng.
Tapi hanya kisahku yang kejam.
Orang bilang tidak ada yang ditakdirkan untuk menderita. Jadi, apakah itu artinya
kebetulan aku menjadi korban?
Kisah cinta pertamaku juga kisah yang kejam.
Rupanya kau cinta pertamanya.
Sepertinya kau kenal baik dia.
Biasanya dia jarang membicarakan dirinya.
Aku kebetulan mendengar ceritanya.
Kau juga tahu kami tidak putus karena saling membenci?
Aku tahu aku orang jahat,
tapi aku selalu mencintai Hae-kyong.
Dan aku masih memohon pengampunannya.
Kau bilang telah melukainya.
Bukankah kau terlalu bangga karena melakukannya?
Aku hanya memberitahumu
bahwa mantan pacarnya masih menyukainya.
Aku egois.
Kau juga harus begitu.
Jadi, kalian ada rapat hari ini?
Ya. Jika kau luang hari ini...
Aku ada janji hari ini.
Pak Jung memberitahuku secara singkat tentang apa itu.
Kalau begitu, sampai jumpa.
Kau sudah mau pulang?
- Aku bekerja di luar hari ini. - Itu tidak ada di jadwalmu.
Sekarang ada. Ini rapat dengan 2N BOX.
Rapat dengan 2N BOX? Tunggu.
Dokter Kim.
Kau berencana membalas dendam kepada Produser Woo?
Jangan konyol.
Ini semua karenamu.
Kau seharusnya memberitahuku siapa Produser Woo.
Ayo, Byeong-jin.
Silakan pulang cepat hari ini.
Tapi aku sudah bilang kepadanya
siapa Produser Woo.
Apa salahku?
Apa Produser Woo menuntutnya?
Kau lama menungguku?
Bagian dalam gedung sebenarnya cukup rumit.
Aku turun agar kau tidak tersesat.
Begitu rupanya.
Kami selalu menjemput orang yang mengunjungi kami untuk kali pertama.
Jadi, kau selalu melakukannya untuk yang baru datang.
Ayo, Dokter Kim.
Baiklah.
Bagaimana lukanya?
Berkat kau, ini terlindung dengan baik.
Ini kami.
Mau masuk?
Aku juga kreator acara ini.
Aku ingin ikut rapat.
Tentu.
Kenapa tidak?
Baiklah, kalau begitu.
Acara ini sebagian besar tentang terapi makanan Dokter Kim
dan psikoanalisis tentang makanan.
Setiap pekan, kita memilih hidangan untuk tema utama,
berbagi kisah pendengar tentang makanan,
menganalisis kisah itu, dan membicarakannya dengan santai.
Begitu rupanya.
Kedengarannya bagus.
Ini akan ditayangkan sepekan sekali dan waktu tayang 20 menit.
Aku sengaja mengatur waktu tayangnya singkat.
Dokter Kim dan Pak Jung tidak berpengalaman acara langsung,
jadi, mari pemanasan dengan satu kisah dahulu.
Kita lihat nanti apa bisa membahas. lebih banyak. Ada pertanyaan?
Belum. Bisa kuhubungi nanti jika aku punya pertanyaan?
Tentu saja.
Lantas, biar kubersihkan ruang rapat. Kau boleh pergi sekarang.
Silakan hubungi aku jika ada pertanyaan.
Karena kini kita rekan kerja, bagaimana jika kita makan malam?
Bagaimana menurutmu?
Kau mau makan malam?
Kedengarannya bagus.
Bagus. Ayo.
Ibu suka mawar.
Terima kasih.
Ini bukan apa-apa.
Hae-kyong tadi di sini.
Aku tahu.
Bu.
Aku sudah banyak berubah.
Aku yakin tidak akan meninggalkan Hae-kyong lagi.
Jadi, tolong bantu aku.
Aku tidak bisa membantu orang lain sekarang.
[ Bangsal Umum A ]
[ Reporter Jung Jae-hyuk ]
- Halo. [ - Hai, No-eul. ]
Akan ada makan bersama 2N BOX.
Aku belum mendengarnya.
Dokter Kim mendadak mengaturnya.
[ Produser Woo juga akan ikut. ]
Kita harus naik ke ring untuk bertanding.
Baiklah, kalau begitu.
Kursi ini kosong?
Kenapa kau kemari selarut ini?
Aku ingin berkencan denganmu.
Apa?
Tapi
kau bahkan tidak tahu siapa aku.
Katamu kau Keanu.
Meskipun aku tidak tahu banyak tentangmu,
aku tahu kau orang baik.
Aku juga tahu aku menyukaimu.
Tapi aku tidak sehebat itu.
Aku yakin dengan apa yang kulihat
dan apa yang kudengar.
Aku tidak peduli
tentang masa lalumu.
Apa kau pernah membunuh seseorang?
Benarkah?
Tidak mungkin.
Kalau begitu, tidak apa-apa.
Ini. Pegang tanganku.
Kuberi waktu sepuluh detik.
Sepuluh, dua, satu, selesai.
Kau percaya kepadaku?
[iQIYI Ver] MBC E18 'Dinner Mate' -โฅ Ruo Xi โฅ- Synced with Subcake Android
Kita belum dapat dagingnya?
Ayo, Produser Woo. Makanlah.
Lihat betapa senangnya dia.
Silakan makan, Dokter.
- Bersulang. - Mari makan.
- Ini bagus. - Kerja bagus, semuanya.
Astaga, No-eul! Bagaimana kau tahu?
Kalian makan malam tanpa aku?
Tidak mungkin. Silakan duduk.
Aku ingin duduk di samping Produser Woo.
Baiklah.
Tentu.
Boleh aku duduk di sini?
Seharusnya kau meneleponku.
Maafkan aku. Semua terjadi begitu cepat.
Begitukah?
Kau tidak bermaksud mengecualikanku, bukan?
No-eul.
Aku membantu karena pulang cepat hari ini.
Aku tidak tahu kau akan datang dengan staf 2N BOX.
Ini bagus. Sampai jumpa.
- Jangan ganggu aku. Ayo. - Baiklah.
Ini daging lagi.
Terima kasih.
Omong-omong, apa ini kali pertamamu tampil di sebuah acara?
Ya.
Acara kita akan sangat sukses. Bukankah begitu?
Hanya Dokter Kim yang bisa memberi saran medis dan perbincangan makanan.
Benar sekali.
Dan hanya Produser Woo yang bisa merekrut
seseorang yang sangat kompeten.
Fakta bahwa makanan bisa meredakan gejala depresi
tidak terbukti secara ilmiah.
Seperti kata Pak Jung, terapi makanan
hanya salah satu metode terapi.
Itu bukan resep medis.
Jika bukan resep medis,
kenapa kita butuh panelis dokter?
Jika acara ini hanya tentang berbagi informasi medis,
seharusnya aku satu-satunya panelis.
Bagaimana, Produser Woo?
Maukah kau membuat acara medis denganku?
Kedengarannya bagus.
Sudah ada banyak acara medis.
Dan akan sulit menarik banyak penonton.
Benar. Aku yakin itu sulit.
Tapi menurutku, Produser Woo lebih suka
acara spontan dan provokatif daripada acara ilmiah dan profesional.
No-eul, kau benar-benar memahaminya.
Kelas B, spontan, provokatif, dan Do-hee.
Semuanya sinonim.
Apa? Itu benar.
Kalau begitu, aku akan ke toilet secara spontan.
Ada apa denganmu?
Apa? Kenapa kau terus mengomeliku hari ini?
- Kau mabuk? - Yang kukatakan itu benar.
- Hai, Teman-teman. - Hei!
- Kau tiba! - Ya.
Bagaimana kau bisa datang?
Aku mengundangnya.
Omong-omong, di mana Produser Woo?
Dia pergi ke toilet.
- Toilet? - Ya, dia pergi ke toilet.
Permisi sebentar.
Kau juga mau ke toilet?
Omong-omong, Dokter Kim, bagaimana kau mengenal Geon-u?
Kami sudah lama berteman dekat.
Sudah lama? Bagaimana bisa?
Begini...
Kami sudah lama kenal.
Geon-u.
Jangan beri tahu Do-hee
kita sepupu.
Kenapa tidak?
Dia bukan orang yang akan merasa tidak nyaman dengan itu.
Bukan itu alasannya.
Do-hee berpikir
aku hanya mahasiswa miskin.
Dia tidak tahu apa-apa
tentang keluargaku
dan siapa ayahku. Kau mengerti?
Bagaimana dia bisa tidak tahu? Kalian sudah berpacaran bertahun-tahun.
Aku mengerti dia belum pernah bertemu dengan ayahmu,
tapi dia tidak pernah bertemu dengan ibumu?
Aku tidak bisa membiarkannya menemui ibuku.
Jika ya, itu hanya akan menyulitkannya.
Bagaimanapun, aku ada masalah saat itu. Aku tidak bisa memberitahunya.
Serta ibuku sangat berharap aku menjadi sukses
dan kembali ke keluarga.
- Jae-hyuk. - Jika Ibu dan Ayah
tahu bahwa aku mengencani
gadis yang latar belakang keluarganya tidak mengesankan seperti Do-hee,
mereka tidak akan pernah memahamiku.
- Tapi... - Itukah alasannya?
Produser Woo.
Geon-u, masuklah.
Baiklah.
- Do-hee. - Itu alasanmu tampak amat tidak nyaman
setiap kali membicarakan keluarga.
Itu tidak benar. Aku bisa menjelaskannya.
Aku ada masalah saat itu.
Jadi, bukan karena keluargamu menyakitimu, tapi karena
aku tidak mengesankan.
Itu tidak benar. Bukan begitu perasaanku terhadapmu!
Ibuku sakit parah saat itu.
Segalanya terjadi begitu cepat
dan aku merasa gelisah. Itu alasanku tidak bisa memberitahumu.
Aku merasa tidak pernah mengenalmu.
Do-hee, tidak ada yang bisa kulakukan saat itu!
Dasar bedebah.
Ini menyedihkan.
Ini. Lap dengan ini.
Biar aku saja.
Tunggu sebentar.
Minumlah minuman hangat ini.
Duduklah.
Tunggu di sini.
Cobalah. Ini hangat.
Makanan hangat memiliki kekuatan menghibur orang.
Saat sakit atau flu, kau makan makanan hangat.
Kau mungkin berpikir makanan hangat hanya menenangkan tubuh,
tapi itu juga menenangkan hatimu.
Saat dimasak
oleh pria tampan, itu bahkan lebih ampuh.
- Terima kasih. - Makanlah.
Rasanya enak.
Selamat menikmati.
Kau ingat peraturan kita?
Kau tidak perlu memberitahuku jika tidak mau,
tapi beri tahu aku jika mau.
Apa pun itu.
Hari ini, biar kuberi tahu sesuatu tentangku.
[ Usiaku 10 tahun saat pertama memasak nasi sendiri. ]
[ Aku selalu sendirian. ]
[ Ibuku adalah orang yang mengutamakan pekerjaan melebihi keluarga. ]
[ Dan ayahku dirawat di rumah sakit. ]
[ Aku terbiasa makan sendirian. ]
Makanannya sudah siap.
Ini.
Baiklah.
Bersulang.
[ Tapi aku belajar betapa enaknya makan dengan orang yang kau cintai. ]
[ Usai hubungan delapan tahun berakhir, ]
tidak ada yang terasa enak bagiku untuk beberapa saat.
Saat itulah aku meyakinkan diriku
bahwa aku tidak akan pernah terbiasa dengan siapa pun
dan tidak akan memulai sesuatu saat aku tahu akhirnya.
Tapi
aku terbiasa dengan seseorang yang namanya saja tidak kutahu,
aku mulai menikmati menghabiskan waktu bersamanya,
aku mulai memiliki harapan,
dan aku mulai menyukainya.
Aku mulai sungguh menyukainya.
Entah apa yang kulakukan.
Aku tidak mengenal orang yang kucintai
dan aku tidak tahu apakah cinta itu nyata.
Aku tidak yakin lagi.
Kukira setidaknya dia akan mengisi sebagian dari ingatanku,
tapi aku merasa seluruh waktu yang kulalui di usia 20-an palsu.
Aku yakin cintamu
nyata.
Meskipun dia tidak melihatnya,
kau mencintainya sepenuh hati.
Sama seperti bagaimana aku menyukaimu, bahkan sebelum dan sesudah
aku tahu siapa kau.
[ Dinner Mate ]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.