Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Akulah pelakunya.
Kamu bilang kamu pelakunya?
Yang benar saja!
Pelakunya adalah aku.
Beraninya kamu bicara tanpa seizinku
dan bertingkah seolah kamulah pelakunya.
Siapa pelakunya?
Beraninya kamu mengabaikanku dan pura-pura menjadi pelaku.
Aku juga pelakunya!
Siapa kamu?
Aku rekan polisi.
Rekan polisi.
Seorang pria yang mengaku rekan polisi tiba-tiba muncul.
Apakah dia seorang polisi atau seorang kriminal?
Sebelum itu, apa dia seorang teman atau lawan?
Adakah yang tahu kebenarannya?
Drama ini sangat aneh.
Omong-omong, di mana Kanna?
- Dia sedang cuti. - Begitu.
Dia menghadiri reuni sekolah di kampung halamannya.
Reuni sekolah?
Aku menjadi teringat.
Sudah lama sekali aku tidak mengunjungi kampung halamanku.
Dulu aku sangat nakal saat masih tinggal di sana.
Sepertinya aku semakin bijaksana sekarang.
- Kamu sedang berharap, ya? - Apa?
Bahwa aku akan mendengarkan kisahmu dan masa lalu gemilangmu?
Sama sekali tidak. Kenapa kamu tanyakan itu?
Aku merasa kalau kamu sangat ingin
aku mendengarkan semua kisah dan masa lalu gemilangmu.
Sama sekali tidak.
Tidak ada yang bisa kusombongkan.
Tapi kamu menyombongkannya.
- Kamu ingin aku mendengarnya? - Tidak juga.
Aku hanya memikirkan masa-masa sekolahku
dan insiden yang terjadi saat itu.
Misalnya, ada 50 lawan 50...
Tunggu dulu.
Jangan mulai bicara sendiri.
Aku belum memutuskan ingin mendengarnya atau tidak.
- Nishikou dan aku... - Hentikan.
Kamu sedang baca apa?
Ini?
Ini fitur istimewa dalam simbol energi.
Simbol energi?
Jika kamu jadikan gambar torii ini sebagai screensaver-mu,
akan ada energi kuat yang melindungimu dari hal buruk.
Aku suka hal-hal spiritual,
khususnya simbol energi.
Eda Wakare, kamu sungguh menyukai hal semacam ini?
Dan kini aku berada di salah satu persimpangan.
Haruskah aku memilih untuk berkata aku menyukai ini
meskipun dia mungkin akan menertawaiku?
Atau haruskah aku bohong dan berkata aku tidak tertarik?
Tapi berbohong itu tidak baik.
Omong-omong, insiden serupa juga pernah terjadi.
Kamu sungguh menyukai hal semacam ini?
Tentu saja tidak.
Aku menyesal setelah berbohong.
Aku harus jujur dengan perasaanku.
Tidak masalah jika aku akan ditertawai
karena inilah diriku apa adanya.
Ya, aku suka.
Benarkah?
Apa pendapatmu tentangku jika kujawab begitu?
Apa?
Aku hanya ingin membela diriku, untuk berjaga-jaga.
Tiba-tiba aku takut dan menanyakan hal ini untuk lihat reaksinya.
Aku memang pengecut.
Aku tidak bisa jujur mengakui hal-hal yang kusukai.
Seorang pria sepertiku tidak layak mendatangi simbol energi.
Aku sangat menyukai hal ini.
Simbol energi membangkitkan rasa ingin tahu seseorang.
Benar, bukan?
Aku memutuskan untuk memotret tempat ini.
Kirimkanlah fotonya padaku jika kamu potret.
Ternyata tidak ada masalah.
"Episode 7. Pilihan antara kebohongan dan kebenaran"
Kamu sudah dengar?
- Tentang apa? - Tentang Mari.
- Dia kenapa? - Dia akan menikah.
Benarkah?
Oonishi Mari, 27 tahun, lajang.
Bukan hanya karyawan di sekitarnya,
bahkan karyawati junior pun mengaguminya.
Suatu hari, sebuah rumor tentang dia
akan menikah menyebar di perusahaan.
- Benarkah itu? - Ya.
Siapa pria itu?
Kamu harus merelakannya jika sudah tahu siapa pria itu.
- Siapa? - Naito Akira.
Naito Akira sering dijuluki pangeran di bidang TI.
Dia adalah CEO sebuah perusahaan start-up.
- Bagaimana? - Apa maksudmu?
Maksudku, reaksi orang-orang di sekitarmu.
Mereka semua mendoakan kita bahagia.
Itu bagus.
Kapan aku bisa bertemu orang tuamu?
Tidak perlu.
Kamu sudah coba ini? Dagingnya sangat lembut.
Ini sedang kumakan, tapi tentang menemui orang tuamu...
- Tidak usah. - Tunggu.
Kita akan menikah.
Kita harus menemui mereka dan meminta restu.
Tapi...
Ada apa?
Kamu tidak pernah membicarakan keluargamu.
Ada apa?
Mari, kita akan menikah. Kita tidak boleh menyimpan rahasia.
Sebenarnya, aku...
Aku kabur dari rumah.
Kabur? Kenapa?
Ayahku selalu mabuk.
Dia akan memukuliku jika dia merasa tidak senang.
Ibuku keluar setiap malam dan tidak melakukan tugas rumah.
Itu sebabnya aku tidak ingin berada di rumah itu lagi.
Jadi, aku kabur dari rumah.
"Gambar video"
Begitu.
Karena itu aku tidak ingin kembali ke kampung halamanku.
Kini aku mengerti.
Maaf telah mengingatkanmu pada masa lalu menyakitkan.
Tidak apa-apa.
- Kini aku mengerti. - Terima kasih.
Aku sudah putuskan.
- Ayo kita pergi. - Apa?
Kita akan menemui orang tuamu.
Kamu dengar yang tadi kukatakan?
Sangat jelas, karena itu kita harus pergi.
Kenapa?
Tidak baik memiliki hubungan yang buruk dengan orang tuamu.
Menikahimu berarti mereka akan menjadi orang tuaku.
Kamu benar, tapi...
Mungkin mereka telah melakukan berbagai hal buruk,
tapi tidak ada orang tua yang tidak mendoakan anaknya bahagia.
Tidak apa-apa. Aku akan bicara dengan mereka.
Ini tempat yang menenangkan.
Hanya itu hal positif dari tempat ini.
Itu sudah cukup menjadikan tempat ini menyenangkan.
Jadi, di sinilah kamu tumbuh besar, Mari.
- Apa kita akan jalan kaki? - Kita akan menaiki bus.
Baiklah.
- Pukul berapa busnya datang? - Kita lihat saja.
Busnya baru saja pergi.
Baiklah, lalu kapan bus yang selanjutnya tiba?
Bus berikutnya akan tiba pukul 1 lewat 30 siang.
Berarti kita harus menunggu selama 30 menit.
Kita datang lain kali saja.
Tidak, kita harus melanjutkan karena kita sudah di sini.
"Stasiun Nakabushi"
Kenapa kamu memotret kami?
- Tidak. - Pembohong, kamu memotret kami.
Aku sedang memotret karena ini adalah simbol energi.
Tapi kami ada dalam fotomu.
Dia dalam masalah.
Sebaiknya abaikan saja mereka.
Kita tidak boleh seperti itu.
Cukup. Ayo ikut kami.
Aku tidak mau.
Kamu menyebalkan. Cepat ikut kami.
Hei, tunggu.
- Siapa kamu? - Apa? Apa yang terjadi?
Ini tidak ada kaitannya denganmu. Minggirlah.
Tidak bisa. Kalian semua mengeroyoknya.
- Aku kasihan pada sopir taksi ini. - Kamu benar.
Kukira kalian hanya mencari alasan.
Kamu diam saja.
Apa maumu, Bu?
Apa masalahmu?
Bisakah kita bicara?
Kamu ingin membicarakan apa, Bu?
Tunggu. Kamu tidak boleh melakukan kekerasan pada wanita.
Apa?
Kami juga wanita.
Mari, ini berbahaya. Tolong mundur.
Tidak apa-apa.
Sebaiknya para wanita saja yang bicara dalam situasi seperti ini.
Ayo kita bicara di sebelah sana.
Mari.
Tidak apa-apa, kamu di sini saja.
Bagus.
Ayo.
Ada apa dengan wanita tua ini?
Apa dia akan baik-baik saja?
Apa kamu mau permen?
Tidak usah.
Maaf karena aku lama. Kini sudah aman.
- Kamu sudah kembali. - Apa kamu baik-baik saja?
Mereka mengerti setelah aku bicara pada mereka dengan baik.
Benarkah? Itu bagus.
Terima kasih sudah menyelamatkanku.
Tidak masalah, aku senang kamu baik-baik saja.
Maaf. Kalian mau ke mana?
Kami akan pergi ke rumah orang tuanya.
Aku sungguh berterima kasih atas bantuanmu.
Jika kalian tidak keberatan, bagaimana jika kuantar ke sana?
- Apa kamu yakin? - Tentu saja.
Setidaknya, itu yang bisa kulakukan untuk membalasnya.
Kalau begitu, ayo.
Baiklah.
Silakan masuk.
Kalian sungguh menyelamatkanku.
Aku selalu menganggap hal terburuk yang bisa terjadi di dunia ini
adalah jika pria tua ditindas oleh wanita yang lebih muda.
Dan aku hampir mengalaminya tadi.
Mungkin aku akan berakhir seperti itu juga
jika dia tidak ada di sana.
Untunglah mereka orang-orang yang berakal sehat.
"Privat"
Mereka pasti punya kebaikan.
Kamu benar.
Ada orang-orang yang dulunya seorang gangster,
tapi menjadi sosok terkemuka setelah mereka tumbuh.
Kamu benar.
Tapi belakangan ini sepertinya
orang cukup berkata mereka gangster dan bisa mendapatkan bantuan.
Kamu benar.
Aku sungguh tidak bisa menerima ini.
Para guru, pemilik perusahaan, atau orang yang dulunya gangster
hanya perlu melakukan hal yang tidak terlalu serius
dan itu akan dilebih-lebihkan seolah mereka lakukan hal hebat.
Kamu benar.
Orang yang selalu melakukan pekerjaan serius
lebih hebat, bukan?
- Ya, kamu benar. - Benar, bukan?
Entah kenapa orang-orang seperti itu selalu dipuji.
Aneh.
Mereka hanya berubah dari orang yang bertingkah buruk menjadi normal.
Itu bukan hal hebat, itu biasa saja.
Pak, apa kamu mengalami suatu hal di masa sekolah?
- Apa? - Kamu tampak gelisah.
Tidak terjadi apa-apa.
- Apa dulu kamu ditindas? - Apa?
Tidak.
Begitu, ya.
Tapi aku tidak menyadari masih ada orang seperti itu saat ini.
Kamu benar.
Dulu orang seperti itu sangat banyak.
Ya.
Aku benci orang seperti mereka.
Mereka selalu menyuruh orang lain membelikan roti.
Kenapa bukan mereka saja yang beli?
Sebenarnya, mereka tidak ingin memakan roti itu.
Mereka hanya ingin menunjukkan
bahwa orang akan membelikan roti jika mereka ingin.
Itu masih dianggap wajar
jika mereka berkata ingin roti kacang merah atau roti kari,
tapi mereka biasanya hanya katakan permintaan sederhana
seperti ingin roti manis atau gurih.
Jika rotinya tidak sesuai dengan selera mereka,
mereka akan marah.
Mereka keterlaluan. Orang-orang ini...
Pak, apa dulu kamu menuruti perintah mereka?
Tidak.
Omong-omong, asalmu bukan dari sini, ya?
Kamu benar, aku kemari untuk waktu pribadi.
Kenapa kamu memilih area pedesaan seperti ini?
Tempat kita berada tadi adalah simbol energi.
Aku ingin memotretnya.
Tempat ini adalah lokasi energi?
Ya, bahkan majalah berkata begitu.
Meski aku lahir di sini, aku tidak tahu hal itu.
Rumor berkata jika fotonya dipakai sebagai screensaver,
hal-hal buruk akan sirna.
- Benarkah? - Ya.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Sama-sama. Akulah yang harus berterima kasih.
Aku akan berada di sini untuk sementara.
Jika kalian butuh tumpangan, silakan menghubungiku.
Terima kasih.
Maaf.
Dulu aku tidak melakukan perintah gangster.
Kalau begitu, ayo.
Baiklah.
Ada apa?
Kurasa lebih baik kita tidak melakukan ini.
Tidak apa-apa. Aku menemanimu.
"Pilihan A"
- Sayang. - Apa?
Sebaiknya kita masuk dan minum secangkir teh.
Tentu.
Aku pulang.
Sudah lama aku tidak bertemu kalian.
Mari!
Begini...
Ada apa?
Keluar.
Ayah bilang keluar.
Maaf, Pak, Bu, boleh aku sela sebentar?
Siapa kamu?
Senang bertemu kalian. Aku pacar Mari.
Namaku Naito Akira.
Mari bercerita tentang kalian.
Dia takut untuk kembali.
Kurasa dia pasti alami banyak pengalaman menyedihkan di sini.
Pengalaman menyedihkan?
Tapi apa pun yang terjadi di masa lalu,
kalian berdua tetap sangat penting bagi Mari.
Sebenarnya, Mari ingin berbaikan dengan kalian.
Kalau begitu, bukankah kamu tidak seharusnya bicara duluan?
- Maaf. - Tunggu dulu.
Mari tidak melakukan kesalahan.
Lalu itu salah siapa?
Berdasarkan situasi pada saat itu,
kalian berdua juga ikut bertanggung jawab.
Kami...
Pak, kudengar kamu memukuli orang setelah mabuk.
Bu, kamu abaikan tugas rumah dan selalu pergi bersenang-senang...
Apa?
Baiklah! Ayo kita keluar dan bicara.
Aku bahkan tidak minum miras.
Aku juga tidak pernah memukul siapa pun.
Istriku melakukan tugas rumah setiap hari.
Apa?
Dialah yang selalu bersenang-senang setiap hari
setelah bergabung dengan geng sepeda motor.
Dia sering dibawa ke kantor polisi
dan pada akhirnya pergi dari rumah.
Dia bahkan sudah lama tidak menelepon kami.
Akira, ayo pergi. Mereka mungkin terkejut.
Tunggu. Pak, maafkan aku. Apa yang sebenarnya terjadi?
Beraninya kamu bertanya!
Keluar!
Apa ini? Ini berbeda dari ucapanmu.
Maafkan aku.
Kamu mengerikan.
Akira, tunggu! Kumohon dengarkan aku!
"Jika kamu butuh taksi, pilihlah Taksi Keputusan"
Halo, aku penumpangmu yang tadi.
Ya, bisakah kamu datang sekarang?
Mari.
"Kuroaksan"
Mari? Maksudmu...
Ya, dulu dia ketua geng pertama kami.
Benarkah?
Dulu ada sekelompok perempuan brutal yang berkendara ugal-ugalan.
Mereka adalah geng Kuroaksan.
Ketua pertama mereka adalah Oonishi Mari.
Aku ketua pertama Kuroaksan, Oonishi Mari.
Senang bertemu kalian!
Senang bertemu kalian!
Dia pensiun setelah lulus SMA
dan tiba-tiba menghilang.
Bahkan saat ini, warga lokal masih menganggapnya wanita terkuat.
Aku tidak tahu dulu dia orang yang sangat hebat.
Apa maumu, Bu?
Kalian bahkan tidak tahu yang kalian bicarakan.
Kalian dari Kuroaksan, bukan? Kamu dari kelompok mana?
Kenapa aku harus memberitahumu?
Aku tanya baik-baik. Akan kubunuh kamu jika tidak mengatakannya.
Apa yang kamu lakukan?
Jawab aku atau aku akan marah.
Kelompok sembilan.
- Siapa ketuanya? - Siapa kamu?
Aku yang bertanya. Jawab aku! Aku akan memukulmu, Bocah!
Ketuanya Yoko!
Yoko? Aku tidak kenal dia.
Sudahlah. Beri tahu saja pada ketuamu
jika kamu bertengkar dengan ketua Kuroaksan generasi pertama.
Lalu tanyakan padanya apa tidak masalah jika terbunuh?
Ketua?
Oonishi Mari, ketua pertama?
Beraninya kalian sebut namaku.
Akan kucungkil bola mata kalian, Berengsek.
- Maafkan kami! - Maafkan kami!
Pergilah dan jangan kembali lagi.
- Ya, Bu. - Ya, Bu!
Akan kupenggal kepala kalian jika melihat ke belakang.
- Maafkan kami! - Maafkan kami!
Ayo berangkat!
- Ya, Bu! - Ya, Bu!
- Apa kamu akan menikah? - Ya.
Sepertinya hal itu mustahil sekarang.
Begitu, ya.
- Aku pergi dulu. - Baiklah.
Ibu.
Maafkan aku.
Jika kamu sempat, kembalilah lagi.
Maafkan aku.
"Taksi Keputusan"
Maaf membuatmu menunggu.
- Kamu mau pergi ke mana? - Ke terminal bus.
Baiklah.
Di mana pacarmu?
Apa terjadi sesuatu?
Ya.
Apa? Dulu kamu seorang gangster?
Ya.
Kamu sama sekali tidak mirip.
Kurasa begitu.
Jadi, pacarmu marah karena kamu membohonginya?
Ya.
Begitu, ya.
Seharusnya beri tahu dia sejak awal.
Aku takut dia akan membenciku jika tahu.
Karena itu aku tidak memberitahunya.
- Apa dia akan membencimu? - Tentu saja.
Aku mengerti perasaanmu.
Semua ingin merahasiakan perbuatan mereka di masa lalu.
Omong-omong, aku bukan menyiratkan
bahwa melakukan perintah orang lain di masa lalu.
Baiklah.
Aku tidak mengerjakan perintah seseorang,
Baiklah.
Omong-omong,
kamu sungguh mengacaukan urutannya.
Urutan?
Seharusnya kamu minta maaf pada orang tuamu dulu
dan memberi tahu mereka kalau kamu akan menikah.
Aku tahu, seharusnya aku melakukan itu.
Tentu saja,
Siapapun akan marah jika salah mengira orang berperilaku buruk.
Kamu benar.
Aku salah.
Apa kamu ingin kembali
ke rumah orang tuamu lagi?
Ini sudah terlambat.
Tidak.
Apa maksudmu?
Kalau begitu, biar kujelaskan.
"Taksi Keputusan bisa bawa penumpang kembali ke masa lalu"
Benarkah?
Tentu saja. Kamu harus membayar jasa ini.
Kamu ingin kembali ke pukul berapa?
Saat aku tiba di rumah orang tuaku.
Baiklah.
Apa itu 30 menit yang lalu?
Ya.
"Tanggal, Waktu"
- Maaf, Pak. - Ya?
Aku hanya ingin tanya,
jika taksi ini bisa bawa aku kembali ke masa saat aku masih remaja
dan membuatku bisa memulainya kembali?
- Itu sudah berapa tahun lamanya? - Sepuluh tahun lalu?
- Itu bisa dilakukan. - Sungguh?
- Tapi aku tidak mengusulkan itu. - Kenapa?
Bagaimana cara mengatakannya, ya?
Situasimu saat ini
adalah hasil dari banyak faktor di masa lalu.
Dan tentu saja di antaranya adalah faktor baik dan buruk.
Ya,
Jika kembali ke masa 10 tahun lalu dan tidak bergabung dalam geng,
maka bukan hanya masa lalu geng yang akan berubah,
tapi akan banyak juga perubahan dalam hidupmu.
Kamu bisa berakhir mengalami kehidupan yang lebih buruk.
Kehidupan yang lebih buruk?
Jika kamu benar-benar ingin mengubah hidupmu,
kamu juga harus mempersiapkan dirimu menghadapi risikonya.
Begitu, ya.
Dan kamu akan butuh 1,7 juta yen untuk itu.
Kembali saja ke 30 menit yang lalu.
Baiklah.
Terima kasih atas perhatianmu.
Silakan menonton video ini untuk keselamatanmu.
Kamu diharuskan menontonnya.
Kencangkan sabuk pengamanmu.
Kencangkan sabuk pengaman agar aman jika mobil berguncang.
Jangan pernah dilepas bahkan saat kamu tidur.
Jangan keluarkan kepala dari jendela
saat kamu menjelajahi waktu.
Apa aku sungguh harus menonton video ini?
Aku merasa penumpang akan merasakan
sedang berkelana menjelajahi waktu dengan ini.
Berarti aku tidak perlu menontonnya.
Bisakah kamu mulai jalan?
Baiklah.
"Taksi Keputusan"
Kita sudah tiba.
Benarkah?
Aku merasa...
Kamu tidak merasakan apa pun, ya?
Ya.
Itu karena mobil ini bekerja dengan baik.
- Benarkah? - Ya.
Jika kamu mengendarai mobil yang mengeluarkan bunyi aneh,
orang-orang akan menertawaimu.
Maaf.
Ada perhentian waktu untukmu di sana.
Kamu cukup menyingkirkannya dan berdiri di posisinya
dan waktu akan dimulai kembali.
Baiklah.
Tapi ini tidak disebutkan di DVD tadi.
Jadi, aku hanya perlu berdiri di sana?
Ya.
Aku akan berada di dekat sini, jadi, jika kamu dalam masalah,
hubungi saja aku.
- Kalau begitu, ayo pergi. - Baiklah.
- Tunggu. - Apa?
Aku akan masuk duluan. Tolong tunggu aku di sini.
- Apa kamu akan baik-baik saja? - Ya.
Aku ingin bicara pada mereka duluan.
Begitu, ya. Baiklah.
Maaf. Tunggulah di sini sampai aku menyuruhmu masuk.
"Pilihan B"
- Sayang. - Apa?
Sebaiknya kita masuk dan minum secangkir teh.
Tentu.
Aku pulang.
Sudah lama sekali kita tidak bertemu.
Mari!
Ayah. Ibu. Maafkan aku!
Aku sudah menyusahkan kalian dan tidak pernah pulang.
Aku datang untuk memohon ampun.
Aku tahu ini sangat mendadak,
tapi kurasa tidak baik jika kita meneruskan hubungan seperti ini.
Aku sungguh menyesal.
Mari,
ayo kita masuk dulu.
- Apa kamu sehat? - Ya.
Begitu. Bagaimana pekerjaanmu?
Kini aku bekerja di perusahaan TI di Tokyo.
Baiklah.
Aku sungguh menyesal.
Akhirnya kamu pulang.
Ayah kira kamu tidak akan pernah kembali.
Berapa lama kamu akan tinggal di sini?
Aku harus kembali hari ini karena aku masih harus bekerja.
Begitu.
Aku punya satu permintaan.
Aku tahu ini sangat egois,
tapi maukah kalian merahasiakan soal masa laluku padanya?
- Baiklah. - Sungguh?
- Kamu yakin ini tidak masalah? - Ya.
Kalau begitu, Ayah akan menuruti permintaanmu.
Terima kasih.
Di mana pacarmu?
Dia sedang menunggu di luar. Aku akan menyuruhnya masuk.
Akira!
Tolong izinkan kami menikah.
Tolong bahagiakan putri kami.
Terima kasih!
Ini sangat berbeda dari dugaanku.
Benarkah?
Orang tuamu sangat baik.
Oonishi!
Aku ketua Kuroaksan ke-9, Kuroda Yoko!
Senang bertemu kamu!
- Senang bertemu kamu! - Senang bertemu kamu!
Ada apa ini? Kumohon jangan...
Para anggota muda tadi telah melakukan hal yang kurang ajar.
Tidak apa-apa.
Apa kamu kenal dia?
Tidak.
Dia adalah ketua pertama kami.
Kami sungguh menyesal!
Yang benar saja.
"Ketua pertama"?
Kami sangat bangga dengan legenda tentang dirimu.
- "Legenda"? - Ya.
Pertama adalah legenda bekal makan siang.
Ketua dari geng musuh mengajak berkelahi.
Kakak tertua membawa sang ketua itu keluar
dan mengalahkannya sebelum bekal itu dipanaskan selama 10 detik.
Lalu dia mengambil bekal itu dan pergi.
Maaf sudah menunggu.
Berikutnya adalah legenda duel ulang tahun.
Kapan pun dia berulang tahun,
dia akan mengalahkan orang sejumlah umurnya.
Banyak sekali legenda tentangnya.
Hei, yang benar saja!
Minggir!
"Penjemputan"
Jadi, anak-anak itu datang untuk minta maaf.
Itu karena aku berkata pada mereka kalau aku ketua yang pertama.
Begitu, lalu kamu ingin kembali ke pukul berapa?
Kembali saja saat aku bertemu para gangster itu.
Itu sejam yang lalu.
"Tanggal, Waktu"
"Waktu"
Dilarang merokok dalam taksi.
Saat darurat, kencangkan sabuk pengaman dan awas guncangan.
Tidak perlu.
Aku sudah menontonnya.
Nikmatilah perjalananmu menjelajahi waktu.
Begitu, ya.
Baiklah kalau begitu.
Tunggu sebentar.
"Kembali"
Apa ini?
Apa kini kamu merasa seperti berkelana menjelajahi waktu?
Mobilnya sudah bersih. Ayo.
Terima kasih atas perhatianmu.
Ini sungguh tempat yang menenangkan.
Busnya sudah tiba. Ayo cepat.
Hei, Kamu.
Pak, maafkan aku. Kamu harus menghadapinya sendiri kali ini.
Apa kamu mendengarku?
Kenapa kamu memotretku?
Jadi, kita memulainya dari sini. Aku lupa soal ini.
Tidak.
Saat Taksi Keputusan kembali ke masa lalu,
hanya penumpang yang bisa memilih untuk ubah keputusan mereka
sedangkan sopir taksi harus lakukan hal yang dia kerjakan saat itu.
Meski aku tahu ini akan terjadi,
aku tidak punya pilihan selain menghadapi mereka lagi.
Cukup. Ikutlah dengan kami.
Jadi, Mari tidak datang untuk menolongku kali ini.
Yang benar saja. Dia memilih untuk tidak datang menolongku?
Bisakah kalian membiarkanku?
- Kemarilah! - Tunggu...
Astaga!
- Kanna. - Apa yang kamu lakukan?
Jangan sentuh pria ini.
Yang benar saja.
Beraninya kamu...
Dasar!
Sial!
Apa kamu baik-baik saja?
Kenapa kamu di sini, Eda Wakare?
Bagaimana denganmu?
Ini kampung halamanku.
Begitu, ya.
- Ya. - Kamu siapa?
Tolong tunggu sebentar.
Sakit!
Kamu dari Kuroaksan, bukan?
Tidak ada yang perlu kukatakan padamu. Panggillah ketuamu.
Kanna, tidak usah.
Kanna?
Kanna?
Apa kamu Seki Kanna?
Beraninya kamu sebut namaku.
Aku akan mencincangmu, Berengsek.
Maafkan aku.
Dia ketua keenam, Seki Kanna.
Apa?
Ketua paling kejam dalam sejarah Kuroaksan.
Sang Iblis Kanna.
Ketua keenam, Seki Kanna.
Strike!
Dia banyak meninggalkan legenda tentang dirinya,
seperti legenda boling manusia,
legenda mobil pribadi, dan masih banyak lagi.
Dia adalah wanita lain yang dianggap sebagai wanita terkuat.
Kanna.
Dulu kamu seorang gangster?
Kami sungguh menyesal!
Tolong ampuni kami!
Karena kalian juniorku, aku akan memaafkan kalian.
Eda Wakare, apa kamu baik-baik saja?
Aku tahu ini sangat egois,
tapi tolong rahasiakan masa laluku darinya.
- Kamu yakin ini tidak masalah? - Ya.
Kalau begitu, Ayah akan menuruti permintaanmu.
Akira!
Tolong izinkan kami untuk menikah.
Tolong bahagiakan putri kami.
Terima kasih!
Ini sangat berbeda dari dugaanku.
Benarkah?
Orang tuamu sangat baik.
Ya.
- Kalau begitu, ayo pergi. - Baiklah.
Masih ada waktu sebelum kereta selanjutnya tiba.
Ayah? Ibu?
Akira.
Tolong jaga putri kami.
Ya, Pak.
Kami tidak bisa berbuat apa-apa untuknya.
Dia anak yang jujur dan baik hati.
Tolong perlakukan dia dengan baik.
Pak, Bu.
Aku menantikan masa depan kita bersama.
Mari,
datanglah lagi.
Kami akan menunggumu.
Mereka orang tua yang baik.
Mereka pasti merasa seharusnya memperlakukanmu baik di masa lalu.
Jangan lakukan hal bodoh ini lagi!
Baiklah, kalau begitu aku pergi. Selamat tinggal.
Kalau begitu, jangan kembali lagi!
Sayang!
Maafkan aku.
Jangan sentuh aku.
Kubilang jangan sentuh aku.
Kalau begitu, Ayah akan menuruti permintaanmu.
Apa kamu yakin ini tidak masalah?
Kami akan menunggumu.
Tolong bahagiakan putri kami.
Ayo pergi.
Maafkan aku.
Seharusnya tidak seperti ini.
Apa?
Maaf.
Ada apa? Mari?
Yoko, sepertinya kamu bersenang-senang.
Ya.
Pak.
Mari.
Maaf, tolong bawa aku kembali ke masa lalu lagi.
Baiklah.
Apa dia mengetahui rahasiamu lagi?
Tidak, kali ini semua berjalan lancar.
Lalu kenapa kamu ingin kembali ke masa lalu lagi?
Kurasa ini belum cukup baik.
Maksudnya?
Aku membohonginya.
Aku bahkan menyuruh orang tuaku berbohong padanya.
Begitu.
Lalu apa yang ingin kamu lakukan sekarang?
Bisakah kamu kembali ke satu jam yang lalu?
Boleh, tapi apa yang akan kamu lakukan kali ini?
Pertama, aku akan beri tahu dia kebenarannya.
Lalu aku akan minta maaf pada orang tuaku.
Begitu.
Mungkin dia tidak ingin menikahiku setelah itu.
Tapi aku tidak ingin membohonginya seumur hidupku.
Aku mengerti.
"Kembali"
Ada apa?
Kamu sungguh harus kembali ke masa lalu?
Kamu tidak perlu kembali untuk melakukan itu semua.
Kamu hanya perlu mengatakan yang sebenarnya sekarang.
Tapi...
Aku tidak akan bisa mencegah diriku menyusahkan orang lain.
Kamu hanya perlu minta maaf atas masalah yang kamu buat juga.
Kamu benar bahwa lebih baik untuk berkata jujur
sejak awal.
Tapi kembali ke masa lalu hanya untuk ini terdengar salah.
Jika kamu sungguh menyesali perbuatanmu pada orang tuamu
dan sudah siap berkata jujur dan minta maaf,
kamu harus jujur padanya di depan orang tuamu
dan minta maaf padanya.
Kamu benar.
Aku akan melakukan itu.
Syukurlah. Aku juga aman sekarang.
Aku juga tidak akan diserang oleh mereka lagi.
Kamu benar.
Ada apa, Mari?
Maaf karena aku tidak mengatakan yang sebenarnya.
Mungkin kamu akan membenciku setelah aku berkata jujur,
tapi tidak akan adil bagimu dan orang tuaku
jika aku menikahimu sambil terus merahasiakan ini.
Aku juga pasti akan menyesalinya selamanya.
Aku mengerti.
Aku sungguh menyesal.
Kalau begitu, ayo pergi.
Pak, ayo kita berangkat.
Sampai jumpa.
Kita mau ke mana?
Ke rumah orang tuamu.
Kita harus minta maaf.
- Kamu akan ikut denganku? - Ya.
Orang tuamu akan menjadi orang tuaku.
- Apa ini tidak masalah? - Tentang apa?
Maksudku masa laluku.
Kita harus minta maaf karena sudah menyusahkan mereka.
Bagaimana soal aku yang menjadi gangster di masa lalu?
Aku sudah menduganya sejak pertama bertemu kamu.
- Dari mana kamu tahu? - Dari mana?
Karena kamu selalu bersikap seperti itu.
Tidak mungkin.
Aku bisa tahu dulu kamu seorang gangster
dari sikapmu saat kita bertengkar.
Aku sudah menyuruhmu kirim SMS padaku jika tidak bisa datang.
Kenapa kamu tidak bisa melakukan hal sekecil itu?
Lakukanlah dengan baik lain kali. Aku mengandalkanmu.
Benarkah?
Barang-barang yang kamu pakai dan pajangan di kamarmu
semuanya menunjukkan bahwa dulu kamu adalah seorang gangster.
"Kisah Brutal", "Tanda Mafia"
Kamu melihat semuanya?
Kamu pikir sudah menyembunyikannya dengan baik?
Tapi aku tidak menyangka dulu kamu ketuanya.
Apa kalian akan pergi ke rumah orang tuanya?
Ya, tolong antar kami ke sana.
"Taksi Keputusan"
"Kita sudah kembali ke masa lalu dan mengetahui kebenarannya"
Kita sungguh tidak bisa menilai seseorang dari penampilannya.
Setelah itu, Mari minta maaf atas masalah yang dia timbulkan.
Orang tuanya juga sangat merestui pernikahan mereka.
Kita sungguh tidak bisa menilai seseorang dari penampilannya.
Benar, aku hampir lupa.
Aku sudah memotret simbol energi ini.
Tapi, kurasa ini yang harus kupakai untuk mengusir iblis.
Aku sungguh tidak menuruti perintah orang lain.
Eda Wakare, pesankan empat gelas bir untuk kami.
Aku mengandalkanmu!
Baik.
Bir...
Kakek...
Tidak mungkin.
- Kamu bisa hidupkan kakekku? - Apa?
Aku sungguh ingin makan sushi inari.
Apa yang harus kulakukan? Kenapa ini harus terjadi saat ini?
Gula?
Kamu membeli gula, bukan?
- Apa yang kamu lakukan? - Aku terburu-buru.
Tunggu!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.