All language subtitles for 01.Suteki na sen Taxi

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Permisi. Kamu sudah memutuskan?

Bisa beri waktu sebentar lagi?

Aku sudah menunggu lama.

Tunggu sebentar. Aku hanya butuh sesaat lagi.

Silakan panggil aku jika kamu sudah memutuskan.

Tunggu.

Aku sudah memutuskan.

Hidup ini penuh persimpangan.

Dalam kehidupan sehari-hari,

kita menemui ragam persimpangan dan harus membuat keputusan.

Kamu mau pesan apa?

Tunggu sebentar.

Aku harus memilih antara kedua ini.

"Mont Blanc, Mill Crepe"

Keputusan ini akan membawa dampak besar pada masa depan seseorang.

Ini bukan urusan hidup dan mati.

Kalau begitu, panggillah aku jika sudah tahu mau pesan apa.

Tunggu.

Kamu sudah putuskan?

Kamu merekomendasikan apa?

Mohon tunggu.

- Manajer. - Apa ini sepopuler itu?

- Manajer, kamu tidak tahu? - Aku belum pernah dengar.

- Manajer. - Natsuki, kamu pernah dengar ini?

- Kamu membicarakan apa? - Drama ini.

"Polisi kriminal mengungkap kebenaran"

- Ini? Tentu saja. Ya. - Semua menonton ini?

Benar. Manajer, apa yang akan kamu rekomendasikan?

Secara pribadi, aku lebih suka "The Merciless Warfare" ini.

Apa itu?

Aku bukan membahas drama.

Maksudmu kamu merekomendasikan menu apa?

Aku rekomendasikan semuanya.

- Semuanya? - Ya.

Semuanya.

Apa itu?

Kita tidak bisa mengulang jika membuat keputusan salah.

Itulah kehidupan.

"The Criminal Police"

Manajer bilang dia rekomendasikan semua dalam menu.

Begitu, ya. Kalau begitu,

apa yang kamu rekomendasikan dari rekomendasinya?

Mohon tunggu sebentar.

- Manajer. - Itu drama tentang apa?

Dia seorang polisi dan juga kriminal.

Jadi, dia seorang polisi yang melakukan tindak kriminal.

- Tidak, bukan begitu. - Bukan?

- Dia polisi yang hebat. - Manajer?

- Rasa keadilannya tinggi. - Rasa keadilan?

Tapi dia juga melakukan rangkaian kejahatan serius.

Begitu. Dia seorang kriminal yang menjadi polisi.

- Tidak, bukan begitu. - Bukan?

Dia memang selalu menjadi polisi.

- Dia selalu jadi polisi? - Benar,

tapi dia juga orang yang jahat.

Aku tidak mengerti.

- Manajer. - Ada apa?

Dia seorang kriminal, tapi juga seorang polisi.

Begitu. Kriminal yang pura-pura menjadi polisi.

- Tidak, bukan itu. - Apa? Aku salah lagi?

Apa? Aku sungguh tidak paham.

Lupakan itu sebentar.

Apa rekomendasimu dari semua yang terekomendasi?

Jika ada yang bertanya apa rekomendasiku,

aku akan bilang yang ini, "Planet of the Elders".

- "Planet of the Elders"? - Aku bukan membahas drama.

Ini soal menu?

Itu tertulis di halaman terakhir menu.

Baiklah.

Apa itu drama fiksi ilmiah?

Manajer bilang itu tertulis di halaman terakhir menu.

"Set hidangan rekomendasi manajer"

Jika kamu bisa mengulang waktu ke momen

saat kamu membuat keputusan penting,

momen mana yang akan kamu datangi kembali?

Aku adalah sang protagonis dalam kisah ini.

Aku bisa kembali ke masa pada saat orang membuat keputusan penting.

Kamu sudah putuskan?

Baiklah.

Satu es kopi.

Kita mendapat laporan dari Polisi Daerah Metro.

Tindak kejahatan terjadi di area Shibuya.

Tiga orang dilaporkan terlibat

dalam perampokan toko perhiasan. Mereka memakai topeng.

Tolong utus anggota kita ke TKP.

Menurut laporan, ketiga perampok ini berjenis kelamin pria.

"Episode 1 Keputusan pria dan wanita"

Maaf.

Permisi.

Selamat datang.

Aku Murakami. Aku sudah pesan meja untuk pukul 9 malam.

- Kamu Murakami? - Ya.

- Mohon tunggu sebentar. - Ya.

"Selasa, 14 Oktober"

Murakami, kamu memesan meja untuk dua orang, ya?

Temanmu sudah menunggu. Silakan lewat sini.

Murakami, ini kali pertama kamu kemari, ya?

Ya.

Aku merasa pernah melihatmu.

Benarkah?

Mungkin aku keliru.

Maaf soal itu.

Silakan sebelah sini.

Terima kasih banyak.

Selamat menikmati.

Apa kamu sudah menunggu lama?

Pukul berapa seharusnya kita bertemu?

- Pukul 9 malam. - Sekarang pukul berapa?

"Pilihan A"

Coba kulihat.

Ini pukul 9 lewat 21 malam.

Kenapa kamu masih bertanya apa aku menunggumu lama?

20 menit.

Aku tiba 5 menit sebelumnya, jadi, aku menunggu 26 menit.

Begitu, ya.

Respons apa itu?

Seharusnya kamu mengabariku kalau kamu akan terlambat.

Aku ingin datang secepatnya, aku tidak terlalu memikirkannya.

- Apa itu tidak apa-apa? - Kenapa kamu tidak minta maaf?

- Apa? - Kamu tidak minta maaf, bukan?

- Itu... - Kamu harus minta maaf dulu.

Kamu seharusnya tanya apa aku menunggu setelah itu.

Begitu. Maafkan aku.

Hideki, kamu tidak pernah meminta maaf.

Aku baru meminta maaf, bukan?

Kamu minta maaf setelah kusuruh.

Maafkan aku.

Kembali ke hal lebih penting...

Tunggu. Apa-apaan itu?

Kamu terlambat dan berani bilang, "Kembali ke hal lebih penting."

Tidak, bukan begitu.

Akan lebih masuk akal jika aku yang mengatakan itu.

Itu tidak patut dikatakan orang yang datang terlambat.

Kenapa kamu mengatakan itu?

Aku sudah minta maaf.

Aku janji tidak akan terlambat lagi.

Kamu sudah membuatku menunggu lama.

Apa?

Aku harus mengatakan ini, aku sudah menunggumu lama.

Apa maksudmu?

Delapan tahun.

Kamu menyuruhku menunggumu menjadi aktor terkenal.

Hal ini lagi?

Sebenarnya, aku tidak ingin membahas ini.

Tapi kapan kamu akan menjadi terkenal?

Aku berpeluang berperan dalam drama belum lama ini, bukan?

Kamu tampil di layar hanya selama lima detik.

Itu sekitar 10 detik.

Tidak ada bedanya.

Itu dua kali lebih lama dari lima detik.

Penampilanmu di layar hanya hitungan detik, bukan menit.

Kamu tampil memohon nyawamu diampuni, lalu seketika dibunuh.

Aku menyuruh temanku menonton, tapi kamu dibunuh dalam lima detik.

- Sepuluh detik. - Terserah.

Setelah drama itu selesai, mereka mengirimiku surel

menanyakan apa kamu sungguh muncul dalam layar.

Aku sangat malu,

maka kujawab bahwa aku salah mengira drama lain.

Kamu mendecak?

Kita akhirnya berpeluang makan bersama,

tapi kamu terus mengkritikku.

Ini salahmu karena membuatku menunggu lama.

Dan ini tidak ada kaitannya dengan drama, bukan?

Kamu membuatku menunggu dalam dua hal itu.

Baiklah, aku mengerti. Sudah cukup.

Kamu mau ke mana?

Ke kamar kecil.

"Taksi Keputusan"

- Kenapa kamu tidak makan? - Aku sedang makan.

Tapi kelihatannya kamu sama sekali tidak makan.

Itu tidak benar.

Sampai kapan kamu akan merajuk?

- Aku tidak merajuk. - Kalau begitu, mulailah makan.

Aku akan makan. Jangan ganggu aku.

- Sikap macam apa ini? - Aku tahu.

Kita selalu bertengkar setiap kali bertemu.

Ayo putus saja.

Lebih baik seperti itu. Kita bukan pasangan serasi.

Apa yang kamu bicarakan?

Kamu pasti jengkel menghadapi wanita yang mudah marah.

Aku juga benci diriku seperti ini. Aku selalu mudah marah.

Kurasa kamu butuh wanita yang lebih lembut dan patuh.

Tolong tenanglah.

Kita berdua telah salah memilih orang.

Terima kasih sudah memerhatikanku selama ini.

- Aku tidak paham maksudmu. - Selamat tinggal.

Kaori, kumohon jangan pergi.

Maafkan aku. Tolong tunggu sebentar.

Kaori.

- Pak, aku sungguh menyesal. - Tidak apa-apa.

Ini kecerobohanku.

Pak.

- Sekarang aku ingat. - Apa?

Kamu yang ada dalam drama "The Criminal Police", bukan?

- Aku penggemar drama itu. - Aku hanya tokoh tidak penting.

Kamu terlihat keren saat memohon ampun.

Terima kasih.

Meski kamu dibunuh dalam 3 detik, aku tidak bisa melupakanmu.

Sepuluh detik.

Kumohon tunggu. Bisakah kamu memberiku tanda tangan?

Kaori!

- Kumohon jangan pergi. - Lepaskan aku.

- Tolong dengarkan aku. - Jangan ganggu aku.

Permisi.

Tidak, ini salah paham. Kaori.

Tunggu. Ada apa, Pak?

Aku pacarnya.

- Pacar? Sungguh? - Ya.

- Kaori! - Hei.

- Kami hanya bertengkar. - Tunggu!

Kaori!

Kaori!

Permisi.

Permisi. Bisakah kamu ikuti tak... Mobil yang di depan itu?

Ya, Pak.

"Kembali"

Tolong kencangkan sabuk pengaman demi keselamatanmu.

Jangan khawatir. Aku sudah kencangkan sabuk pengaman.

"Tolong dengarkan aku"

Sepertinya kamu punya penyesalan.

Apa?

Kamu bilang ingin mengikuti mobil di depan.

- Apa? - Bukan apa-apa.

"Mobil 'tak' di depan."

Kamu ingin bilang, "Ikuti mobil di depan."

Kamu justru berkata, "Ikuti tak... Mobil itu."

Awalnya kamu ingin bilang "taksi", bukan?

Karena itu menjadi "Tak... Mobil itu."

Itu tidak penting.

Ya, itu tidak penting.

Orang jarang berkata, "Ikutilah mobil di depan."

Biasanya ini hanya terdengar dalam drama-drama.

Mungkin aku tidak berpeluang mengatakan itu dalam hidupku.

Sayang sekali kamu mengatakan kalimat itu dengan gagap.

Itu tidak masalah bagiku.

Ya, itu bukan hal yang layak diucapkan.

Tapi sulit untuk melupakan insiden yang tidak terduga.

Saat kamu pulang dan mandi,

mungkin kamu merasa malu mengatakan "Tak... Mobil itu."

- Tolong diam sebentar. - Baiklah, maafkan aku.

Jangan tersinggung.

Tapi kamu akan tidak pernah melupakan pacarmu.

Pacarmu ada di mobil yang di depan, bukan?

Dari mana kamu tahu itu?

Seorang wanita berlari keluar dari sebuah restoran

mengabaikan seorang pria yang mencegahnya dan menaiki taksi.

Dan pria itu kini mengikutinya.

Ini jelas pasangan yang sedang bertengkar.

Apa kamu melakukan kesalahan?

Bisa dibilang begitu.

- Kamu tidak setia? - Tidak, aku terlambat ke kencan.

Kenapa dia marah hanya karena itu?

Tidak, ada faktor lain juga di balik ini.

Jadi, datang terlambat itu adalah awal efek timbal balik.

Kamu benar.

Begitu.

Andai aku minta maaf,

keadaannya tidak akan menjadi seperti ini.

Sulit untuk saling jujur

setelah menjalin hubungan yang lama.

Kamu sangat benar.

Orang berkata wanita yang menjauh itu lebih penting.

Wanita yang ini tampak penting.

Karena itu aku ingin mengejarnya. Tolong mengebut.

Baiklah...

Maafkan aku, tapi mobil ini sudah melaju cepat.

Aku khawatir terlalu sulit untuk mengikuti mobil itu.

Tidak, kamu harus mengikuti mobil itu.

Meski kamu berkata begitu, aku tidak bisa berbuat apa pun.

- Aku mohon. - Mobilnya sudah tidak terlihat.

Yang benar saja.

Aku bisa berbuat apa?

Keselamatan yang utama. Aku tidak bisa mengebut.

Benarkah? Apa yang terjadi?

Aku salah memilih taksi.

Aku terus melakukan kesalahan hari ini.

Kurasa kamu sudah membuat keputusan yang tepat.

Kamu mungkin melakukan kesalahan dalam hal lain,

tapi kamu sudah memilih taksi yang tepat.

Apa maksudmu?

Kenapa kita tidak kembali?

Kita mau kembali ke mana?

Restoran tempatmu tadi berada.

Meski aku kembali ke sana, aku bisa berbuat apa?

Kamu akan kembali ke restoran tempat pacarmu berada.

Dia sudah tidak ada di sana.

Maksudku kita kembali ke masa dia berada di restoran.

Apa yang kamu bicarakan?

Inilah tugas taksi ini.

Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.

Kalau begitu, akan kujelaskan.

Hidup kita penuh dengan persimpangan.

Apa kamu mengerti konsep ini?

Ya.

Mulai dari pekerjaan, rumah,

apa yang kamu makan untuk makan malam,

hingga ucapanmu pada pacarmu yang marah,

kita membuat keputusan dalam hidup

dan semua keputusan kita akan menentukan masa depan kita.

Memang kenapa?

Taksiku bisa bawa penumpang kembali ke persimpangan pilihan mereka

dan membuat mereka mengulang kembali keputusannya.

Apa maksudmu?

Kamu baru bertengkar dengan pacarmu.

Aku akan mengirimmu kembali untuk mencegah pertengkaran kalian.

Kamu bisa memilih untuk minta maaf padanya.

Tentu saja, kamu juga bisa berkelana kembali

dan memilih untuk tidak menemuinya.

"Nama Eda Wakare Durasi Tidak terbatas"

"Taksi Keputusan"

Tapi ongkosnya tidak murah.

Makin jauh kamu kembali, maka semakin mahal ongkosnya.

"Taksi Pilihan bisa bawa penumpang kembali ke masa lalu"

"Mustahil kamu bisa mengulang waktu"

Apa kamu serius?

Ya.

Tapi meski kamu bisa kembali ke masa lalu,

tidak ada jaminan kamu akan dapatkan yang kamu inginkan.

Itu bergantung pada pilihan yang diambil penumpang.

Kamu akan melakukan apa?

Jika memang mungkin, aku ingin kembali ke masa lalu.

Sesuai keinginanmu.

Lokasinya adalah restoran itu.

Bagaimana dengan waktunya?

Jika kamu kembali ke masa kamu tidak terlambat kencan,

biayanya akan cukup mahal.

Bagaimana jika sebelum kamu tiba?

Baiklah.

Itu berapa lama?

30 menit yang lalu.

Kalau begitu, ongkosnya lumayan rendah.

Apa kamu mau permen?

Apa ada sesuatu di dalamnya?

Tidak, ini hanya permen biasa.

Kita sudah tiba.

- Benarkah? - Ya.

Kamu bingung karena kamu tidak merasa

kita berkelana melewati waktu, ya?

Ya, dalam benakku

kukira akan ada semacam lorong waktu yang panjang.

Lorong waktu yang tidak memiliki penghujung.

Ya, itulah maksudku.

Begitu.

Tidak ada hal itu. Maaf atas pengalaman membosankan ini.

Meski palsu,

apa lebih baik jika menambah efek suara?

"Sampai jumpa di restoran pukul 9 malam dan jangan terlambat"

Mereka pergi.

Ongkos taksinya

10.000 yen sudah cukup.

10.000 yen?

Menurutmu itu mahal?

Perjalanan waktu itu dikenai tarif yang mahal.

Apa kita benar-benar ada di masa lalu?

Lihat saja sendiri.

- Apa aku benar? - Ya.

Kamu bisa membayarku setelah kamu pergi ke restoran itu

dan memastikan bahwa kamu ada di masa lalu.

Aku akan menunggumu di sini.

Baiklah.

Permisi.

- Selamat datang. - Baiklah...

Aku Murakami. Aku sudah pesan meja untuk pukul 9 malam.

- Kamu Murakami? - Ya.

- Mohon tunggu sebentar. - Ya.

- Kamu pesan meja untuk dua orang? - Ya, benar.

Temanmu sudah menunggumu.

- Baiklah. - Silakan.

Murakami, ini kali pertama kamu kemari?

Tidak, aku... Ya, ini yang pertama kali.

- Aku merasa pernah melihatmu. - Benarkah?

Mungkin aku keliru. Maaf.

Silakan sebelah sini.

Maaf sudah membuatmu menunggu.

"Pilihan B"

Maaf aku tidak menghubungimu sebelumnya.

- Kamu kenapa? - Apa?

Kenapa kamu tidak bicara? Ada apa?

Apa?

Hal pertama yang kamu lakukan usai melihatku adalah minta maaf.

Kenapa kamu begitu bersemangat meminta maaf hari ini?

- Benarkah? - Ya.

Kamu selalu membuat orang menunggu dan tidak pernah meminta maaf.

Karena itu aku ingin minta maaf.

Kenapa kamu bicara seolah kamu yang lebih unggul?

Tidak.

Bukan seperti itu.

Aku selalu membuatmu menungguku.

Aku merasa bersalah padamu.

Memang benar aku sudah menunggumu.

Apa?

- Delapan tahun. - Kamu benar.

Aku bilang akan menjadi terkenal dan ingin kamu menungguku.

Tapi delapan tahun sudah berlalu.

Kamu benar. Aku terus membuatmu menunggu.

Aku sungguh tidak ingin mengatakan ini,

tapi kapan kamu akan menjadi terkenal?

Kamu membahas ini lagi.

Aku sudah berpeluang tampil dalam sebuah drama.

Kamu muncul di layar hanya selama lima detik.

Sebenarnya, itu... Kamu benar.

Kukira seharusnya itu lebih lama.

- Kenapa sesingkat itu? - Tentu saja singkat.

Kamu muncul, memohon ampun, lalu langsung dibunuh.

Aku suruh temanku menonton drama yang diperankan pacarku.

Aku tidak menyangka kamu akan tampil selama lima detik saja.

Sepuluh... Kamu benar.

Setelah drama itu selesai, temanku bertanya apa kamu sungguh muncul.

Aku terlalu malu berkata bahwa kamu mati dalam lima detik.

Aku merasa malu dan membalas

bahwa aku salah mengira drama lain.

Aku tidak bisa lolos dari ini.

Benar, ada yang telah menonton dramaku itu.

Permisi.

Sebentar. Ada yang bisa kubantu?

Ya, aku ingin tahu apa kamu mengenalku.

- Apa? - Hei.

Kini aku ingat. Kamu tampil dalam drama "The Criminal Police".

- Aku penggemar drama itu. - Terima kasih.

Benar, bukan?

Kamu tampak keren saat memohon ampun atas nyawamu.

- Benar, bukan? - Ya.

Meski kamu dibunuh dalam waktu tiga detik

aku tidak lupa penampilanmu.

- Sebenarnya itu 10 detik. - Lima detik.

Apa pun itu, kamu bisa memerankan

aksi menyedihkan itu selama beberapa detik.

Kurasa tidak semua aktor bisa melakukan itu.

Jika kamu tidak keberatan, aku bisa beri tanda tangan.

- Benarkah? - Tentu saja.

Aku akan pergi mengambil kertas.

Tidak masalah.

Kamu lihat?

Itu hebat.

Sebenarnya, ini tidak spektakuler.

Tapi kamu tampak begitu gembira.

Benar, Kaori.

Selain makan malam denganmu hari ini,

aku juga ingin memintamu untuk menikahiku.

Sekarang?

Bukankah kamu harus memilih waktu yang lebih baik untuk hal ini?

Aku membuat kesalahan lagi.

Tapi aku sangat bahagia.

Itu berarti...

Terima kasih.

Permisi, boleh aku minta segelas bir lagi?

Ya, Pak. Silakan tunggu sebentar.

- Ada apa? - Bukan apa-apa.

Sepertinya kamu gusar.

Hei, ada apa?

Aku sungguh baik-baik saja.

Tidak, justru sebaliknya. Kamu tampak aneh.

Kaori.

Hei, kamu yang...

Apa kamu ingat padaku? Kita bertemu di pesta lajang.

Pesta lajang?

Kamu...

Kaori.

Aku bukan orang yang kamu pikirkan.

Kamu tidak ingat padaku?

Begitu, ya.

Kamu mabuk saat itu dan mengoceh

tentang pacarmu

yang seorang aktor yang tidak akan pernah menjadi terkenal.

Hei!

Begitu, ya. Baiklah.

- Bukan seperti itu. - Kamu tidak perlu jelaskan.

Tunggu!

Permisi, aku sudah bawa kertas...

- Tunggu! - Bagaimana tanda tangannya?

Kamu sungguh kembali ke masa lalu, bukan?

Baiklah, tolong bayar ongkosnya sebesar 10.000 yen.

Kumohon dengarkan aku!

Jalanlah saja.

Tolong dengarkan aku.

Jalan saja.

Baiklah.

Apa yang terjadi?

Jangan ganggu aku.

Bagaimana bisa aku melakukan itu?

Kamu belum bayar ongkos taksi untuk perjalanan sebelumnya.

Kamu benar-benar kembali ke masa lalu, bukan?

Andai aku tidak berkelana ke masa lalu.

Jangan berkata begitu.

Aku mengirimmu ke tempat yang kamu inginkan.

Setelah itu, pilihannya ada di tangan penumpang.

Ongkosnya 10.000 yen, ya?

Terima kasih.

Apa yang terjadi?

"Kamu salah paham"

"Tolong dengarkan penjelasanku"

Pacarmu tampak sangat sedih.

Sebelumnya kamu mengejar dia, kali ini dia yang melakukannya.

Sepertinya kamu membuat keputusan yang sangat berbeda.

Kamu membuat pacar yang baik hati menangis.

- Pacar yang baik hati? - Ya.

Kamu benar.

Pria sepertiku bukan pasangan yang tepat baginya.

Karena itu lebih baik dia mencari kebahagiaan dengan orang lain.

Benarkah?

Pasti akan menyenangkan jika kamu melamarnya tadi.

Aku memang sudah melamarnya.

Aku memesan tempat di restoran mahal dan membeli cincin.

Tapi dia berkencan dengan pria lain

dan menghinaku.

Apa maksudmu?

Adalah hal biasa bila wanita

mengoceh soal pacar dan suaminya.

- Itu hal biasa. - Benarkah?

Aku akan memberikan contoh.

Temanmu mengajakmu menghadiri sebuah pesta lajang

karena mereka kekurangan orang.

Tapi kamu sudah punya pacar. Bagaimana responsmu terhadap ini?

"Pilihan-pilihan umum"

A, menolak ikut dan beri tahu mereka kalau kamu punya pacar.

Orang akan berkata kamu bukan orang yang fleksibel.

B, jika kamu dekat dengan temanmu,

kamu akan memaksakan diri untuk hadir demi temanmu.

Yang mana yang akan kamu pilih?

- Aku akan memilih B. - Ya.

Kamu menghadiri pesta itu.

Orang-orang di sana mungkin tahu kamu punya pacar.

Obrolannya menjadi kurang menarik dan semua merasa

sesuatu harus dilakukan untuk memperbaiki

suasana pesta.

Saat itu, seseorang bertanya tentang pacarmu.

Apa yang akan kamu lakukan?

A, menunjukkan kamu cinta pacarmu dan membuat mereka terdiam.

B, mencoba bersikap aman dengan ceritakan kelemahan pasanganmu.

Mana yang akan kamu pilih?

- B. - Benar, bukan?

Kamu sangat cerdik.

Orang dalam situasi ini akan mengurangi pertahanan mereka.

Kenapa ini bisa terjadi?

Kamu harus melihatnya dari sudut pandang orang lain.

Omong-omong, apa ini sungguh tidak apa-apa?

Dalam tingkat ini

pacarmu mungkin membuat keputusan yang gegabah.

Keputusan yang gegabah?

Ada apa?

"Aku kecewa pada diriku. Kita putus saja"

- Pak. - Ya?

Boleh aku kembali sekali lagi?

Boleh. Inikah yang sungguh kamu inginkan?

Ya.

Kamu bisa kembali.

Jika berakhir sama, ongkos taksinya...

Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi.

Tidak akan ada kembalian uang jika kamu kembali ke masa lalu.

Baiklah.

Berapa lama kita bisa kembali ke masa lalu? Coba kulihat.

Sisa uangku hanya 13.000 yen.

Begitu. Aku hanya akan meminta 10.000 yen.

Kita akan mundur 30 menit.

Baiklah. Aku mengandalkanmu.

Apa kamu mau permen?

Itu hanya permen biasa, bukan?

Tapi ini berbeda dari yang tadi kuberikan padamu.

Yang ini rasa mint.

Baiklah, kita sudah sampai.

Kamu benar, kurasa lebih baik jika ada efek suara.

"Selasa, 14 Oktober"

Baiklah.

- Ongkosnya 10.000 yen. - Baiklah.

Ini dia.

Baiklah. Jumlahnya sudah pas.

- Lakukanlah yang terbaik. - Terima kasih.

Omong-omong,

ada perhentian waktu di tempat kamu duduk.

Duduklah di sana.

- Perhentian waktu? - Ya.

Itu penanda tempat yang ingin kamu ulangi lagi.

Apa maksudmu?

Aku sangat malas menjelaskannya. Baca saja instruksinya sendiri.

"Tentang perhentian waktu penumpang"

Sudahlah. Kamu masuk saja dan kamu akan mengerti.

Panas.

Hei, kamu yang...

Kamu ingat aku? Kita bertemu di pesta sebelumnya.

Pesta?

Kamu...

Kaori.

Aku bukan orang yang kamu pikirkan.

Kamu tidak ingat padaku?

Begitu.

Kamu mabuk saat itu dan kamu mengoceh

tentang pacarmu

seorang aktor yang tidak pernah menjadi terkenal.

Hei!

Ya.

Aku Murakami, pacarnya,

dan aktor yang tidak akan menjadi terkenal itu.

"Pilihan B-B"

Aku Kanezaki.

Bukan seperti itu. Aku bisa menjelaskannya.

Tidak usah. Aku mengerti.

Soal pesta lajang itu...

Kamu menghadirinya karena temanmu bilang mereka kekurangan orang.

Kamu tidak bisa menolak dan terpaksa ikut.

Ya.

Kamu pergi ke sana dan ternyata tidak tahu harus bicarakan apa.

Tapi kamu merasa tidak ingin merusak suasana pesta itu.

Jadi, kamu mulai mengoceh tentang pacarmu.

Apa aku benar?

Ya, kamu sangat benar.

Setelah kupikir-pikir

tidak mungkin Kaori menjalin hubungan dengan orang ini.

Permisi.

- Aku sudah bawa kertas. - Ya, tanda tangan?

- Apakah boleh? - Tentu saja.

Terima kasih.

- Apa orang ini terkenal? - Ya.

Dia aktor dalam drama "The Criminal Police".

Aku penggemar drama itu.

Benarkah? Itu tentang apa?

Pada dasarnya,

tokoh protagonis dalam drama ini adalah polisi sekaligus kriminal.

Atau haruskah kukatakan kriminal sekaligus polisi?

Aku tidak mengerti, tapi kedengarannya menarik.

Tentu saja, itu memang menarik.

- Ini. - Terima kasih.

Aku ingin menempelkan tanda tangan ini di pintu.

- Boleh. - Terima kasih.

Kamu hebat.

Ya, dia juga berkata,

meskipun pacarnya tidak terkenal, dia sangat berbakat.

Kamu berkata begitu?

Aku lupa.

Dia mabuk saat itu.

Kukira dia hanya mengoceh, ternyata dia memuji pacarnya.

Dan aku menjadi bosan padanya.

Kalau begitu, permisi.

Benarkah?

Sudah kubilang, aku tidak ingat yang kukatakan.

"Murakami Hideki"

Apa?

Kadang dia melakukan kejahatan, kadang dia melawan kejahatan.

Identitas sebenarnya adalah

seorang polisi dan juga kriminal.

Dia di antara baik dan jahat.

Dia muncul lagi hari ini.

Orang-orang menyebutnya "Kriminal...

"Acara Kuis Super Sulit"

Hei. Shirube, jangan ganti salurannya.

- Apa? - Aku sedang menonton itu.

- Kamu menonton itu? - Ya.

Tapi aku tidak mengerti inti drama itu.

Tapi drama itu cukup populer.

- Benarkah? - Ya.

Itu tentang apa?

Sang protagonis adalah polisi dan juga kriminal.

Apa maksudnya?

Apa kisahnya tentang kriminal yang menjadi polisi?

Tidak.

Dia memang seorang polisi, tapi dia jahat.

- Aku sungguh tidak mengerti. - Kamu sudah memutuskan?

Tunggu sebentar.

Maaf.

Aku tidak ingin salah memilih pencuci mulut.

Aku ingin set hidangan ini.

Kapan dia akan menentukan pilihannya?

Dia selalu seperti ini.

Dia sangat ragu-ragu.

Boleh kuganti salurannya?

Bersikap ragu artinya berhati-hati terhadap hal apa pun.

Lebih baik jika pria bersikap ragu.

Apa kamu berusaha tampak keren?

Aku bukan berusaha tampak keren.

- Kamu begitu. - Kamu yang begitu.

Tidak, ini memang sikapku yang biasa.

Maaf, boleh kuganti salurannya?

- Dia berusaha tampak keren. - Ya.

"Episode sebelumnya"

Ini mungkin menakutkan.

Tolong jangan tembak aku!

Sia-sia saja memohon ampun untuk nyawamu.

Sang pria misterius

yang mati meninggalkan sebuah pesan.

"Berita siaran langsung"

Ini adalah laporan khusus.

Beberapa pria bersenjata menduduki sebuah restoran Italia

dan menyandera beberapa orang.

Ini sedang terjadi?

Sekitar pukul 9 lewat 40 malam,

beberapa pria bersenjata masuk

ke sebuah restoran Italia bernama Fiore di Shibuya.

Dari mobil yang ditinggalkan tidak jauh dari sana, polisi menemukan...

- Aku sungguh ingin tampak keren. - Memang.

Insiden Toko Perhiasan...

Eda...

Apa ini?

Apa yang terjadi?

Aku tidak tahu.

Kudengar sebuah toko perhiasan di Ginza telah dirampok.

Para perampok itu berusaha kabur dari polisi.

Itu sebabnya banyak polisi di luar sana.

Ada banyak polisi juga saat itu.

"Saat itu"?

- Saat aku mengejarmu. - Apa?

Bukan apa-apa.

Kenapa mereka memilih restoran kami?

Hei, apa yang akan kamu lakukan?

Jika kita membuat polisi marah

kita akan dalam masalah jika mereka masuk.

Si bodoh itu!

Diamlah!

Kenapa kamu tidak memberitahuku sebelum menembak?

Itu hanya untuk menakuti polisi.

Mereka ketakutan.

Itu tidak perlu!

Kenapa kamu marah?

Itu hanya untuk menakuti mereka.

Sudah kubilang jangan membuat polisi marah.

Maaf.

Kita akan dalam masalah jika mereka menyerang kita.

Baiklah, ayo pilih orang untuk ditembak.

Apa? Kita akan membunuh sandera?

Jika kita tunjukkan bahwa kita tidak sungkan membunuh sandera

polisi akan terpaksa bernegosiasi dengan kita.

Baiklah, itu ide yang bagus.

Baik, pilihlah satu orang. Siapa saja boleh.

Semua akan baik-baik saja.

Jika kita bisa melewati ini, serahkan sisanya padaku.

Apa maksudmu?

Kita akan baik-baik saja.

Hei, kamu.

- Berdirilah. - Aku?

Berdiri!

Kenapa kamu pilih aku dari sekian banyak orang ini?

Cukup! Kubilang berdiri!

Tunggu...

- Orang ini... - Tunggu...

Kenapa? Kenapa aku?

Ini untuk negosiasi dengan polisi.

Ya.

Jika kami membunuh seorang sandera,

polisi tidak akan berusaha untuk masuk.

- Tolong kasihani aku. - Tidak.

Diamlah!

Kami hanya ingin membunuh dia.

Setelah itu, kami akan membebaskan yang lain.

Hei, kamu.

Dia seorang pahlawan.

Kenapa aku?

Karena kamu ada di sana.

Hentikan!

Kaori.

Aku tidak akan membiarkanmu membunuh Hideki.

- Kaori, jangan. - Apa yang kamu lakukan?

Jika kamu ingin membunuhnya, bunuhlah aku dulu.

Kaori!

Hei, kamu. Kamu punya pacar yang baik.

Tolong jangan tiba-tiba menembak.

Maaf.

Kalian takut sekarang?

- Hei, Kaori. - Jangan takut.

Tolong bawa dia ke polisi.

Hei, Kaori. Kaori.

Kaori!

Kaori.

Cepat!

Hei!

Aku bisa memberimu 3.000 yen. Kembalilah sejauh yang kamu bisa.

Baiklah.

Kenapa aku harus memulai dari sini?

Memang benar, sangat jarang bisa punya kekasih yang baik.

Bagus.

Dia sedang mendoakan pacarnya.

Sudah kubilang, aku tidak ingat yang kukatakan.

Kumohon menikahlah denganku.

Baik, pilihlah satu orang. Siapa pun boleh.

Aku tidak akan membiarkanmu membunuh Hideki.

"Pilihan B-B-B"

Apa yang kamu lakukan?

Kamu ingin membunuh sandera untuk bernegosiasi dengan polisi, bukan?

Ya.

Kamu ingin menjadi sandera itu?

Jika aku tidak melakukannya, kamu akan bunuh yang lain, bukan?

Kamu lumayan keren

Tuan Pahlawan.

Kalau begitu, akan kuturuti keinginanmu dan menembakmu.

Hideki!

Aku takut.

Kaori, terima kasih.

Terima kasih sudah mengorbankan nyawamu untuk orang sepertiku.

Saat ini?

Aku sadar

sangatlah sulit mendapatkan wanita yang baik sepertimu.

Tapi pilihan ini...

Aku akan menembakmu.

Aku tidak bisa biarkan seorang wanita buat keputusan ini.

Aku akan menembakmu!

Kumohon tunggu sebentar.

- Cepat. - Baiklah.

Maafkan aku.

Pada akhirnya, aku pun tidak bisa menjadi aktor terkenal.

Aku memang mendapat peluang tampil dalam sebuah drama.

Tapi aku hanyalah pemeran yang seketika terbunuh.

Tapi lihatlah.

Aku bertahan hidup lebih dari 10 detik.

Dan pacarku juga sudah mengupayakan yang terbaik.

Jadi, apa aku sudah mencapai level protagonis?

Hideki, tidak!

Andai aku bisa mengalahkan mereka tanpa tertembak,

aku akan menjadi tokoh protagonis sungguhan.

Sudah sejak lama

dia berusaha keras untuk terlihat keren.

Aku mungkin membiarkannya hidup jika dia memohon ampun.

Hideki!

Kaori.

Kita

tidak salah memilih pasangan.

Apa yang kamu bicarakan?

Bagiku,

sangat menyenangkan bisa menjadi pacarmu.

Bagaimana denganmu?

Ya, aku juga berpikir sama.

Jadi, kamu harus tegar.

Kita tidak membuat pilihan yang salah.

Kaori, maafkan aku.

Maaf karena aku tidak meminta maaf padamu.

Hideki.

Hideki, tidak!

Hideki!

Kami mendapat laporan dari Polisi Daerah Metro.

Sebuah kejahatan terjadi di area Shibuya.

Tiga orang dilaporkan terlibat

dalam sebuah perampokan toko perhiasan.

Tolong utus lebih banyak anggota ke TKP.

Para tersangka memakai topeng.

Tolong utus lebih banyak anggota ke TKP.

Menurut laporan, ketiga perampok berjenis kelamin laki-laki.

Permisi. Maaf.

Maaf, tapi tolong jangan pergi ke restoran itu.

"Maaf, tapi tolong jangan pergi ke restoran itu"

Saling berbaikanlah.

Ya.

"Taksi Keputusan"

"Pilihan A"

"Pilihan A"

"Masa kini, masa lalu"

"Kosong"

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dalam hidup kita.

Pada akhirnya,

sang gadis menelepon polisi dan memberi tahu segalanya.

Tidak ada yang terbunuh.

Dan para kriminal itu ditangkap.

Bisa kita bilang bahwa masalah itu teratasi?

Sang pacar yang bersikap seperti tokoh protagonis

ketenarannya telah direnggut oleh kekasihnya di saat terakhir.

Mungkin tidak tepat jika mengatakannya seperti ini.

Tapi aku tidak menduga insiden besar seperti itu akan terjadi.

Sungguh.

Itu sebabnya pacarnya hanya kukenai tarif yang murah.

Akan menyenangkan jika dia adalah penumpangnya dari awal.

Mungkin aku sudah membuat keputusan yang salah.

Apa kamu sudah memutuskan?

Maaf. Ya, aku sudah memutuskan.

Kalau begitu...

Aku ingin set hidangan B yang direkomendasikan manajer.

Baiklah.

Manajer, dia sudah memutuskan

untuk memilih set B.

Yang itu sudah habis.

Penculikan?

"Eda Wakare terlibat dalam insiden penculikan"

Apa yang harus kulakukan?

Mungkin aku melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya.

Kenapa kita tidak memikirkan cara lain?

Apa maksudmu?

Pasti menyenangkan jika kamu bisa mengulang waktu.

Bukankah itu keputusanmu?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.