Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle Indonesia dapatkan di IDFL.ME
Ucapkan salammu. Dia Tuan Hanjo.
Ya. Senang bertemu Anda.
Tuan Muda...
Soo In.
Tuan Muda Yoon Kang...
Bagaimana ini...
Bagaimana bisa...
Apa yang sedang kau katakan?
Hah?
Omong kosong apa yang sedang kau katakan?
Apa maksudmu kau bukan Yoon Kang?
Aku bisa melihat dengan mataku bahwa kau memang Tuan Muda.
Tuan Muda siapa maksudmu?.
Ini jelas bahwa dia salah mengira dirimu sebagai orang lain.
Ya. Maaf.
Ayo pergi sekarang.
Kakak, tunggu sebentar. Biarkan aku mengatakan satu hal lagi.
Biarkan aku mengatakan satu hal lagi. Satu hal lagi.
Apa yang terjadi?
Tak ada. Tak perlu khawatir.
Tuan Choi, Kau memang keterlaluan.
Bubuk mesiu beterbangan.
Kakak, Dia benar-benar sangat mirip.
Mata, hidung dan bahkan suaranya sama seperti Tuan Muda.
Itu benar. Dia benar-benar sangat mirip.
Tapi dia membantahnya, kan?
Orang itu dari Jepang.
Dia besar di Osaka. Dia lahir di sana.
Kami memastikan semua dokumennya melalui konsulat Jepang.
- Tapi dia... - Hentikan. Kenapa kau terus seperti ini?
Tuan Muda Yoon Kang telah meninggal.
Kau melihatnya, kan?
Dengarkan aku. Ayahku berusaha lebih keras daripada aku agar bisnis ini berhasil.
Dia menaruh semua perhatiannya pada bisnis ini.
Jika kau bersikap seperti ini, semua usaha itu akan lenyap.
Oleh karena itu Soo In, sadarlah.
Sadarlah dan bantu aku kali ini.
- Park Yoon Kang? - Ya.
Pria itu masih tersimpan di hatinya.
Namun, Dia meninggal 3 tahun lalu.
Apa dia terlihat sangat mirip denganku?
Ya. Kalau kupikir, kalian terlihat sama.
Begitukah?
Apa kau mengenalnya?
Tidak. Aku bertemu dengannya hanya sekali saat dia datang mencariku.
Kau sangat mengesankan.
Kau masih mengingat dengan jelas wajah yang kau lihat hanya sekali 3 tahun lalu.
Biasanya, kau perlu menemuinya beberapa kali agar bisa mengingat wajahnya.
Itu tepat setelah kematian Ayahnya.
Aku menghadapi seseorang yang baru kehilangan Ayah.
Karena itu aku masih mengingat wajahnya.
Sepertinya dia meninggalkan kesan mendalam.
Sepertinya ini hanyalah sedikit dari kemampuan seorang pengusaha.
Soo In ingin meminta maaf.
Saya telah menyakiti perasaan Anda.
Saya salah mengira Anda sebagai orang lain.
Tak apa. Aku bisa memahami bahwa kau bersikap begitu setelah ditinggal mati kekasihmu.
Apa kau sungguh ahli mesiu?
Entah kenapa saat melihatmu, kau tampak seperti gadis yang tak bisa apa-apa.
Apa maksud Anda?
Jika Anda bersedia, saya bisa mendemonstrasikannya sekarang juga...
Lupakan leluconku.
Jika kau ingin menunjukkan sesuatu,
tunjukkan ledakan sebenarnya padaku di jalan masuk ke tambang emas.
Itu bukan hal yang sulit.
Kapan kita bisa melakukan itu?
Persediaan bubuk mesiu belum cukup untuk melakukannya.
Beri aku waktu sekitar 15 hari.
Di Joseon, Kau perlu memperoleh ijin untuk membeli bubuk mesiu.
Kalau begitu, mulai sekarang kami yang menyediakan bubuk mesiunya.
Kami bisa mendapatkannya dalam beberapa hari melalui konsulat.
Mari negosiasikan prasyaratnya pada saat itu.
Dan tanda tangani kontrak resminya setelah peledakan berhasil.
Kalau begitu, sampai jumpa lagi.
Kanemaru, ayo kembali.
- Kakak. - Jangan khawatir.
Kami akan mengurusnya.
Kami akan mencari ahli baru dalam rentang waktu itu.
- Lalu, bagaimana denganku? - Tunjukkan padanya bahwa kau mempersiapkan diri.
Jangan buat dia meragukanmu.
Subtitle Indonesia oleh Leavest orang-gak-penting.blogspot.com
IDFL SubsCrew
Kau bukan Park Yoon Kang lagi.
Park Yoon Kang telah mati di sungai Joseon yang dingin.
[3 tahun lalu, Jepang] Kau sudah terlahir kembali.
sebagai orang yang tak pernah bertemu siapapun dan tak pernah berhubungan dengan siapapun.
Itulah jalanmu menuju balas dendam.
Dia memang Tuan Muda Yoon Kang.
Kau juga bilang begitu waktu itu.
Kali ini berbeda. Tak mungkin aku salah.
Kau juga mengatakan hal yang persis sama.
Kau memang...
Nona, kumohon hentikan.
Jika Nona terus seperti ini, Tuan Muda Yoon Kang tak tenang di alam sana.
Katanya, orang yang masih hidup harus melupakan mereka yang sudah meninggal
agar mereka bisa tidur tenang di alam sana.
Mungkin Dia masih hidup.
Nona bilang Dia tertembak.
Ya, tapi aku tak bisa memastikan apa Dia sudah meninggal.
Aku tak melihat saat Dia menemui ajalnya.
Aku akan memastikannya.
Aku akan mencari tahu dengan cara apapun.
Tuan Muda!
Tuan Muda... Tuan Muda Yoon Kang...
Nama saya Park Yoon Kang.
Namaku Hasegawa Hanjo.
Pergilah ke konsulat Jepang sekarang juga.
Temui Hane dan cari informasi tentang Hanjo.
Kampung halaman, orang tua dan saudara kandungnya.
Cari tahu semuanya sebisamu.
Baik.
Son Taek Soo telah sepenuhnya menghilang.
Tampaknya dia tak mendapat 1000 nyang juga.
Itu yang Dia butuhkan untuk bertahan hidup.
Lupakan tentang Dia. Hentikan saja.
Apa maksudmu 'hentikan'? Kita membutuhkannya untuk...
Hentikan.
Biarkan saja Dia.
Bagaimana dengan Yeon Ha?
Aku masih belum...
Aku membuat gosip untuk saat ini
bahwa seorang bangsawan mencari gadis budak yang bisa baca dan tulis.
Cari tahu melalui cara lain juga.
Fokus saja pada hal itu mulai sekarang.
Lalu bagaimana dengan sang penembak?
Tak perlu mencarinya lagi.
Kita akan bertemu dengannya segera.
Membuat biro pemerintah yang baru.
Benar, Yang Mulia.
Pengadilan Istana tidak bisa berbuat apapun karena para pejabat.
Kau benar. Lalu apa?
Untuk memastikan bahwa mereka tidak bisa mencari tahu,
kita harus membentuk biro pemerintahan yang baru.
Melalui biro ini, kita bisa berhubungan dengan negara lain
dan mendatangkan senjata dan teknologi baru mereka.
Bagaimana menurutmu?
Itu ide bagus.
Namun, saya tidak yakin apakah kita bisa melewati keberatan para pejabat.
Yang Mulia, kami mohon berikan titah Anda.
Anda tidak bisa dibatasi selamanya oleh mereka.
Baiklah. Mari lakukan ini.
Juru Tafsir Jung, buatlah perencanaan untuk biro baru.
Baik, Yang Mulia.
Saya akan melakukan yang terbaik.
Bebanmu menjadi semakin berat, Juru Tafsir Jung.
Hamba malu dengan perkataan anda.
Hanya ini yang bisa hamba lakukan.
Berhati-hatilah.
Kau mungkin bisa menjadi sasaran mereka.
Aku tak ingin lagi kehilangan abdiku yang setia.
Baik, Yang Mulia.
Hei, Kau.
Bagaimana bisa Kau keluar dari sana?
Saya baru membahas sesuatu terkait penafsiran.
Baik. Kau datang ke sini tidak untuk menemui Yang Mulia, kan?
Mana mungkin saya berani menemui Yang Mulia secara langsung?
Itu benar. Seharusnya memang begitu.
Seorang juru tafsir tak seharusnya duduk bersama Yang Mulia dan membahas tentang politik.
Dia tak seharusnya membujuk Yang Mulia untuk melakukan sesuatu yang sembrono.
Maaf, tapi tampaknya ada suatu kesalahpahaman.
Kesalahpahaman?
Ini kesalahpahaman.
Maka, aku perlu lebih mencari tahu tentangmu.
Ini. Ini usulan kontraknya.
Silahkan dilihat.
Baik.
Berarti sekarang, kita tinggal mengatur proses peledakan.
Apa persiapannya berjalan lancar?
Ya. Persiapannya berjalan lancar.
Karena Kau sudah di sini, bagaimana jika makan siang dulu.
Tidak, terima kasih. Aku ingin berkeliling di Ibukota hari ini
dan mencari bisnis lain yang bisa dilakukan.
Kami bisa menyiapkan barangnya.
Tidak. Apa maksudmu?
Ini bukanlah barang yang kau miliki.
Apa maksudnya itu?
Ada penawaran dari tempat lain.
Dan juga ada usulan untuk menambang Gunung Gwang.
Aku terus mencari perjanjian kontrak yang lebih baik.
Meskipun punyamu adalah yang terbaik saat ini.
Kalau begitu, aku pergi.
Permisi.
Saya tahu jalanan sekitar Ibukota.
Jika Anda tidak keberatan...
Tidak, aku tak membutuhkanmu.
Aku cukup mengenal jalanan di Ibukota.
Tetap saja, saya lebih memahaminya daripada Anda.
Ada tempat-tempat yang justru akan sulit ditemukan oleh Anda.
Benarkan, Kak?
Entahlah. Tapi, Tuan Hanjo bilang dia tak membutuhkanmu...
Tolong setujui saja.
Sepertinya dia ingin menebus kesalahannya kemarin.
Dan juga, akan tidak nyaman jika berkeliling Joseon dengan sesama orang Jepang.
Ya. Itu benar.
Jika itu yang kau inginkan, baiklah.
Akan lebih baik jika kau tak merepotkanku.
Jangan khawatir. Waktu Anda takkan tersia-siakan bersama saya.
Mari pergi.
Ayo.
Bagaimana jika Dia membuat kesalahan lagi?
Jangan khawatir.
Dia tak sekanak-kanakan itu.
Untuk beberapa hari kedepan
sebisa mungkin, kita harus mencegahnya untuk menghubungi pengusaha lain.
Ya. Aku juga akan membantu Ayah.
Kau bilang kau berasal dari Osaka.
Apa kau tinggal di sana sejak lahir?
Ya.
Apa orang tuamu tinggal di sana juga?
Lalu, rumahmu di Osaka sebelah mana?
Apa semua saudaramu tinggal di sana juga?
Jika aku bilang, apa kau akan tahu tempatnya?
Apa?
L e a v e s t
Ini bumi.
Daratan yang kita tinggali sebenarnya seperti ini.
Dan bumi berputar seperti ini setiap hari.
Aku tahu.
Apa?
Para budakpun juga sudah tahu hal semacam itu.
Ya.
Sepertinya kau sudah tahu.
Jika kau ingin mencari sesuatu, aku bisa membantumu.
Sebenarnya, semua barang di sini palsu.
Jika berkenan, aku bisa mengantarmu ke tempat yang menjual barang asli.
Berhentilah memperdayaiku.
Memperdayai?
Apa bukan itu?
Saat pertama kali melihatku, kau memanggilku Tuan Muda.
Sekarang kau mengajakku berkeliling sebagai alasan
dan kau terus melirik padaku dan berbisik.
Apa?
Kau tertarik padaku karena aku dari Jepang?
Apa yang ingin kau perbuat padaku?
Apa yang kau bicarakan?
Soo In, ini sangat penting.
Bantu aku kali ini.
Aku hanya berusaha lebih mengenal orang yang akan bekerja sama denganku.
Siapa bilang kita akan bekerja sama?
Apa?
Kau mungkin sudah lupa, tapi kita tak perlu saling bertemu jika peledakan gagal.
Jika kau memang berencana bekerja denganku
maka, kau harus segera mempersiapkannya daripada sekedar jalan-jalan saja.
Bukankah kau harus begitu jika kau ahli mesiu?
- Aku akan mempersiapkan nanti. - Nanti.
Jika aku sudah memusatkan pikiran, takkan butuh lama untuk mempersiapkannya
karena aku sudah ahli.
Tunggu! Kita harus pergi bersama.
Bagaimana jika kau tersesat?
Apa hakmu melakukan ini?
Apakah ada hukum yang menyatakan hanya pihakmu yang bisa menemui Hanjo?
Apa aku perlu melakukan ini jika ada hukum seperti itu?
Tolong pergilah.
Antar mereka keluar dari kota.
Ingat ini.
Pengusaha Soon Do takkan pernah lupa pada kebaikan dan kedengkian.
Aku tak takut terkena masalah nantinya.
Baiklah, kalau begitu.
Tempat ini bagus.
Struktur bangunannya terlalu rumit.
Ada banyak pintu saat masuk tadi. Untuk gudang, ini agak...
Aku suka tempat ini.
Sudah kuputuskan untuk memakai tempat ini.
Sepertinya kau menyukai tempat yang mengerikan.
Mengerikan?
Maksudku, tempat ini bagus dan nyaman.
Silahkan pergilah
karena pekerjaanmu sudah selesai.
Permisi.
Ini.
Ini hadiah cinderamata dari Joseon.
Maukah kau mencobanya?
Sudahlah.
Permisi.
Kumohon pakailah.
Park Yoon Kang!
Yoon Kang. Yoon Kang.
Apa ini?
Menyingkir.
Apa? Katakan maaf?
Kemari, Petugas Han.
Soo In, bagaimana...
Bagaimana bisa Yoon Kang...
Apa Park Yoon Kang lagi?
Kau kira aku Park Yoon Kang juga?
Kenapa kau tidak memanggil namaku? Ini aku. Jung Hoon.
Seorang polisi.
Kita sering berkeliling mengejar orang.
Kau bercanda, kan?
Wajahku berubah sedikit karena aku mengalami masa-masa sulit.
Hentikan omong kosong ini!
Apa...
Dia bukan Tuan Muda Yoon Kang.
Dia orang Jepang.
Mana mungkin? Wajahnya mirip dengan Park Yoon Kang...
Singkirkan tanganmu.
Aku takkan memaafkanmu kalau kau berbuat seperti ini lagi.
Mengerti?
Baik.
Maaf.
Aku hanya...
Kau juga harusnya tak memanggilku dengan nama Joseon itu.
Ayo pergi.
Orang itu memang...
Soo In, apa yang terjadi?
Apa maksudmu 'Dia orang Jepang'? Mereka sangat mirip.
Bukankah kau melihatnya memakai topi jaring itu?
Tapi Dia membantahnya.
Dia bilang dari Jepang.
Tidak mungkin.
Dia pasti Yoon Kang.
Ada apa?
Tak ada.
Sepertinya ada orang Joseon yang mirip denganku.
- Ayo pergi. - Baik.
Aku sudah tak tahu lagi.
Entah berapa kali kuperhatikan, mereka memang mirip.
Tapi jika kupikir lagi, itu tidak mungkin.
Kau mungkin akan tahu dengan sekali lihat, Yeon Ha.
Kau mungkin akan langsung mengenalinya.
Aku bergegas ke sana karena mengira itu Yeon Ha.
Aku ke sana karena mereka bilang Dia budak yang bisa baca dan tulis.
Dan saat melihatnya, aku kabur.
- Jadi? - Aku berusaha kabur, tapi Dia terus mengikutiku.
Dia bilang Dia akan melakukan apapun yang diperintahkan.
Kurasa pemiliknya kejam. Dia memohon untuk dibawa pergi.
Bagaimana ini?
Beri dia uang dan suruh dia pergi.
Ini bukan waktu yang tepat untuk mengambil budak.
Tapi, kita akan membutuhkan orang seperti dia di gudang.
Aku tak bisa melakukan semuanya sendirian.
Aku harus mencari Yeon Ha saat pagi dan harus mengurusmu saat malam.
Aku juga harus bangun dini hari untuk memasak.
Baiklah. Terima saja.
Baik.
Tuan mau menerimamu.
Berikan salam.
Ikuti aku.
Apa ada kabar tentang Yeon Ha?
Kurasa agak sulit untuk mencarinya seperti ini.
Entah itu petugas patroli atau biro kepolisian...
Kurasa kita harus bekerja sama dengan biro pemerintahan.
Maaf.
Tak apa.
Kau mau pergi sekarang?
Benar.
Beritahu Kanemaru, aku akan keluar kota.
baik.
Semoga harimu menyenangkan, Tuan Hanjo.
- Ya. - Semoga selamat sampai kembali, Tuanku.
Panggil aku Tuan Hanjo.
Baik, Tuanku Tuan Hanjo.
Tuan Hanjo saja.
Baik, Tuan Hanjo.
Jaga kesehatanmu.
Dia bahkan melambaikan tangan pada pekerjanya.
Benar. Dia orang yang baik.
Kau takkan dipukuli lagi.
Ya ampun, malangnya dirimu.
Tolong singkirkan tanganmu.
Juga, terima kasih atas kebaikanmu.
Baiklah. Astaga, panasnya.
Ayo masuk.
Bawa penembak lainnya.
Pergilah ke sana dan tunggu kedatangannya.
Dan juga cari tahu pada siapa dia bekerja.
L.e.a.v.e.s.t
Bersihkan.
Jadi, kalian tidak tahu sama sekali?
Yang Mulia mengeluarkan titah
tanpa seorang pejabatpun yang tahu.
Sepertinya Yang Mulia mempersiapkan diri untuk pertarungan besar.
Ya. Saya rasa begitu.
Sepertinya Yang Mulia telah banyak berubah beberapa tahun belakangan ini.
[Biro Perincian Pembaruan]
Kami menambahkan beberapa hal berdasar pada apa yang Anda miliki.
Baiklah. Terima kasih.
Namun, apa mungkin untuk membuat biro seperti ini?
Itu berarti Pengadilan Istana dijadikan seperti orang-orangan sawah.
Para pejabat...
Yang Mulia sudah bertekad.
Mari percaya pada beliau.
Ya. Baiklah.
Kau sudah bekerja keras.
Setidaknya, biarkan aku membayarmu untuk minum teh.
Terima kasih untuk tehnya, Tuan.
Kalian memang...
Tak apa.
Kalau begitu, sampai jumpa lagi.
Tak seorangpun yang kesetiannya pada Yang Mulia melebihi Ayahmu.
Dia sudah berbuat banyak dan khawatir tak sanggup berbuat lebih banyak.
- Berarti Dia suka melakukannya. - Dia perlu tahukapan harus berhenti.
Kita pernah punya 18 gudang penyimpanan. Lalu sekarang?
Hanya rumah kosong yang tersisa.
Mungkin akhirnya kita akan menjual rumah ini.
Tidak mungkin. Ayah takkan berbuat sejauh itu.
Ayahmu menghabiskan seluruh uangnya untuk Kelompok Liberal
dan putrinya menghabiskam seluruh uangnya di Pelabuhan Jemulpo.
Bu, aku hanya beli-beli 1 bulan sekali.
Sudahlah.
Tapi, dari mana saja kau seharian?
Kupikir sudah tak ada lagi yang bisa dibeli di sana.
Bukan karena itu.
Kak Hye Won meminta bantuanku, jadi aku menemani tamunya berkeliling.
Menemani tamunya berkeliling? Siapa?
Dia rekan bisnis kak Hye Won.
Aku perlu ke sana setelah matahari terbit.
Sekarang pria ini...
Ayo pergi.
Ayo kembali dan tetap waspada.
Benar.
Kau pasti akan lelah.
Kau perlu kembali dan bersiap diri setelah pencarian yang panjang.
Siapa kau?
Kau tak mengenaliku.
Kau menjual adikku sebagai budak.
Kau membunuh ayahku di atas batu itu.
Berarti Kau putra Park Jin Han?
Benar.
Aku Park Yoon Kang, putra dari Park Jin Han.
Bagaimana kau...
Kau...
Aku masih bertahan hidup.
Aku merasa bersalah, jadi aku tak boleh mati.
Sekarang giliranmu.
Siapa kau?
Apa Kau penembak yang membunuh Ayahku?
Omong kosong.
Jika aku orang itu, kau pasti sudah mati.
Orang itu?
Siapa Dia?
Kau pikir kau bisa berbuat sesuatu jika tahu siapa Dia?
Bicaralah.
Siapa yang membunuh Ayahku?
Siapa yang memerintah Dia untuk melakukan itu?
Kali ini sungguhan.
Bicaralah.
Jangan bertindak bodoh. Selamatkan saja dirimu sendiri.
Kau tak perlu menanggung beban itu!
Ini yang terakhir kalinya
Bicaralah.
Tembak aku.
Cepat!
Kalau begitu... akan kulakukan sendiri.
Tidak.
Tidak.
Tidak. Tidak. Tidak.
Bangunlah.
Kubilang bangun!
Bicaralah padaku.
Kubilang bicaralah. Bicara!
Aku melukai tangan kiri salah satu dari mereka.
Pasti akan ada bekas lukanya.
Pada akhirnya, kau tetap memberitahuku.
Aku akan cari tahu sisanya.
Kami berpisah di Gunung Baek.
Harusnya Dia tiba jauh lebih awal daripada Kami.
Kami pikir Dia mendatangi Anda.
Aku menyuruhnya untuk menunggu di sini.
Dia bukanlah orang yang akan menghilang setelah mengetahui itu.
Sepertinya Moo Duk dalam masalah.
Tuan Hanjo.
Ya.
Urus barang-barangku di luar.
Baik.
Selamat datang kembali.
- Ya. - Kami sudah memulai renovasi gudangnya.
Maukah kau melihatnya?
Begitukah? Aku akan mengganti baju dulu.
Baik.
Tak peduli berapa kali kupikirkan, Dia memang Park Yoon Kang.
Lalu kenapa Dia tak mengenaliku?
Yoon Kang telah meninggal. Mana mungkin orang meninggal bisa mengenaliku? Tak mungkin.
Apa pria Jepang itu reinkarnasinya? Apa?
- Tuan. - Kau mengagetkanku.
Seseorang menyuruh saya menyerahkan ini.
Mayat penembak?
Siapa Dia?
Ini airnya,
Ini lebih kecil dari yang diduga.
Ini cukup besar.
Ahli mesiumu memang tak berbuat apa-apa setiap hari.
Lalu, apakah ini gudang mesiunya?
Ini tak boleh basah.
Jika pendemonstrasian gagal, kesepakatan kita berakhir.
Kau mungkin sudah tahu itu.
Jangan khawatir.
Kami akan mempersiapkan dengan baik.
Namun, kenapa kau sangat tak menyukai Soo In?
Lalu kenapa jika suka atau tidak suka?
Masalahnya adalah apakah aku bisa mempercayainya atau tidak.
Setelah bubuk mesiunya tiba, di mana kau akan menyimpannya?
Tak bisakah kita menyimpannya saja di sini?
Pemerintah takkan mengijinkannya.
Kau tak boleh menyimpan bubuk mesiu dengan jumlah besar di Ibukota
karena Ibukota adalah tempat tinggal Kaisar.
Lalu?
Kami mempunyai gudang tepat di luar Ibukota.
Periksalah dan jika kau suka, kau bisa menyimpannya di sana untuk saat ini.
- Itu membuat repot. - Kau benar.
Apa yang akan kau lakukan?
Mari kita lihat, barangkali bisa digunakan.
Ya. Mari pergi.
Dia merusak suasana hatiku.
Kenapa Dia meremehkan orang seperti itu?
Pesan ini memang ditujukan untuk saya.
Jika mayat penembak ditemukan lagi, itu semua berkat saya.
Anda tak boleh menarik kata-kata Anda saat penghargaan diberikan.
- Saya hanya memastikan janjinya... - Cepat jalan.
'Cepat jalan.'
Jika dulu janji ditepati, aku akan merasa lebih terjamin.
Mayatnya benar-benar ada.
Dia penembak.
Dia tak memiliki bekas luka.
Dia bukanlah penembak yang diceritakan Kepala Pengawal Istana.
Kepala Pengawal Istana menebas perutnya tepat sebelum Beliau meninggal.
Ada banyak darah saat itu.
Bercak darah takkan mudah dihapus dengan air.
Berarti Kepala Pengawal Istana menebas pria ini dan ditembak oleh penembak lain.
Mungkin...
jika dia memang penembak yang saat itu.
Lalu siapa yang membunuhnya?
Apakah penembak lainnya?
Apakah si penembak lainnya adalah yang kutemui terakhir kali?
Berarti aku bertarung dengan penembak itu?
Tolong diamlah.
- Kita harus membawa mayat ini. - Ya.
Kita harus membawanya.
Apa yang kau lakukan?
Bawa dia.
- Hah? - Cepat.
Mana bisa aku membawanya sendirian? Dasar...
Darah.
Aku mendengar dari Jan Yi.
Berhentilah sekarang. Bagaimana bisa kau melakukan peledakan?
Aku tak bisa berhenti sekarang. Ini hanya beberapa hari.
Aku melakukannya demi Kak Hye Won.
Aku juga dengar ini karena Tuan Muda Yoon Kang.
Apa seseorang yang mirip dengannya lagi?
Tapi, itu bukan Dia.
Dia hanyalah mirip.
Jika dia memang Tuan Muda Yoon Kang,
jika dia masih hidup,
kenapa Dia tak menghubungimu hingga sekarang?
Ya, tapi...
Aku takkan menyuruhmu melupakannya
tapi tolong jangan lakukan hal berbahaya. Ini demi Ayahmu.
Kumohon.
Sebagai wanita, kau melakukan pekerjaan yang cukup sulit.
Dari luar aku memang wanita.
Tapi aku tak pernah hidup sebagai wanita.
Saat bepergian, aku membawa lebih banyak barang daripada pria.
Kau memang pengusaha sungguhan.
Ya.
Aku sudah menjalani bisnis ini sejak aku dilahirkan.
Sejak kapan kau memulai bisnis, Tuan Hanjo?
Aku tak yakin mulai kapan.
Aku meninggalkan tanah kelahiranku dan membeli sebuah perusahaan...
Siapa kalian?
Ada seseorang yang menginginkan kepalamu.
Siapa?
Soo Do?
Kau tak perlu tahu.
Orang ini tak ada kaitannya.
Dia dari Jepang.
Aku tahu.
Aku hanya akan membawamu.
Ayo pergi.
Berhenti.
Aku akan jalan sendiri.
Hati-hati saat Kau kembali.
Le.@vest
Nona.
Ada petugas polisi.
Apa Dia Yeon Ha?
Ya. Kurasa kami sudah menemukannya.
Ada beberapa kabar.
Dikatakan bahwa ada beberapa orang yang menjual budak ke Qing (Cina).
Salah satu budak yang mereka bawa adalah Yeon Ha.
Kau yakin?
Ya. Orang yang memberi informasi memastikannya setelah melihat gambar Yeon Ha.
Lalu, di mana Yeon Ha sekarang?
Katanya Dia akan menuju Qing besok memakai kapal di Pelabuhan Mapo.
Jangan khawatir. Aku akan mendapatkannya.
Aku pasti akan membawanya.
Siapa pria yang kemarin itu?
Bukankah dia sangat mirip dengan Yoon Kang?
Jika Yoon kang masih hidup, Dia pasti akan langsung pergi menyelamatkan Yeon Ha.
Saya kembali.
Moo Duk telah tewas.
Penembak tak dikenal telah membunuhnya.
Polisi telah membawa mayatnya.
Di mana?
Bagaimana dengan tugasmu?
Ini informasi tentang Hanjo.
Tuan.
Ada apa?
Nona bilang Dia baru saja diserang.
- Hye Won. - Ayah.
Apa kau terluka?
Aku baik-baik saja.
Tuan Hanjo sudah menyelamatkanku.
Itu terjadi begitu saja.
Terima kasih.
Silahkan masuk.
Tak perlu. Aku pergi saja sekarang.
Paling tidak minum teh dulu.
Aku akan mempersiapkannya.
Sudahlah, tak apa.
Kau mungkin terkejut tadi. Istirahatlah.
Kalau begitu, permisi.
Hati-hatilah.
Ya. Aku memang perlu berhati-hati sekarang
jika ingin melakukan bisnis di tempat berbahaya seperti Joseon.
Terima kasih banyak.
Apa yang terjadi?
Kami diserang saat di perjalanan menuju gudang mesiu.
Jika bukan karena dia, pasti aku sudah dibunuh.
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku ingin menemuimu sebentar saja.
Aku ingin menanyaimu untuk terakhir kalinya.
Aku lelah, jadi tolong pergilah.
Kumohon beritahu aku.
Apa kau memang bukan Tuan Muda Yoon Kang?
Bukankah aku sudah bilang bahwa aku bukan dia?
Tapi bagaimana bisa kau sangat mirip? Kalian berdua sangat mirip.
Wajahmu, suaramu dan tatapan itu.
Wajahmu sama persis dengan Dia yang kuingat selama 3 tahun ini.
Kau tak mungkin orang lain.
Apa kau akan terus membantahnya?
Apa kau tak mengenaliku?
Aku bukan Dia dan aku tak mengenalmu. Berapa kali harus kukatakan ini?
Tolong pergilah sekarang.
Lalu, bagaimana dengan Yeon Ha?
Apa yang kau bicarakan sekarang?
Yeon Ha.
Apa kau akan mengatakan tak mengenalnya juga?
Dia akan naik kapal di Pelabuhan Mapo besok malam.
Dia akan dijual ke Qing.
Dia menunggu diselamatkan kakaknya dari perbudakan
dan di sana dia tetap berharap.
Lalu apa urusannya denganku?
Aku tak perlu tahu entah dia akan dijual ke Qing atau Jepang.
Tolong pergilah.
Kali ini aku mendengarkanmu karena kasihan.
Tapi, jangan pernah mendatangiku lagi.
Aku tak punya waktu untuk mendengar omong kosongmu.
Itu adalah terakhir kalinya.
Jika dia mengabaikan Yeon Ha
berarti Dia memang bukan Tuan Muda.
Aku bukan Dia.
Tak peduli berapa kali kau menyebut nama Yeon Ha,
Aku bukanlah Park Yoon Kang.
Maka, aku akan berhenti.
Sekarang... Aku akan melupakanmu Tuan Muda.
Haruskah kau ikut?
Ini mungkin berbahaya, jadi biarkan polisi yang mengurusnya.
Aku ingin memastikan sesegera mungkin
apakah Dia Yeon Ha atau bukan
dan bagaimana keadaannya.
Aku lebih suka kau tak melakukannya.
Kak Ho Kyung.
Ini bukan pertama kalinya Kau menghampiri bahaya karena Yeon Ha.
Aku tak ingin melihatmu kecewa lagi.
Kumohon, Kak.
Ini terakhir kalinya. Biarkan aku pergi kali ini saja.
Malam ini di Pelabuhan Mapo.
Yeon Ha.
Dia tak mungkin mengabaikan adik kandungnya.
Saya yang akan ke sana.
Tidak. Aku akan memastikannya sendiri.
Lalu, apa yang dilakukan Hanjo sekarang?
Dia sedang minum-minum.
- Bagus. Bagus. - Cicipi ini juga.
Ini manis. Manis!
Ini. Kau harus minum juga.
- Ini. - Sudah cukup.
Ini. Sekarang kau tambah minumnya.
Habiskan.
Panasnya.
Kita sampai.
Perhatikan dengan baik.
Mungkin ini terakhir kalinya kalian melihat daratan Joseon.
Kakak...
Ini arak yang kubawa dari Jepang.
Cobalah.
Habiskan semuanya.
Ini manis. Rasanya enak.
Begitukah?
Ini, segelas lagi.
Ini.
Seseorang mengintai di luar.
Berhatil-hatilah.
Kenapa kau datang jauh-jauh kemari?
Aku terlalu khawatir.
Apa kita hanya perlu menunggu di sini?
Bukankah kita perlu berkeliling...
Akan lebih mudah kehilangan Dia jika seperti itu.
Ada banyak penjaga dan gudangnya juga dilindungi.
Akan lebih baik untuk membawanya saat mereka akan naik kapal.
Jangan khawatir. Aku pasti akan menyelamatkan Yeon Ha.
Polisi ada di sana.
Soo In juga ada di sana.
Bagaimana dengan orang-orang kita?
Mereka mencari ke semua tempat di sekitar dermaga.
Tangkap siapapun yang wajahnya ditutupi.
- Baik. - Ingat ini.
Jika Hanjo muncul, dia adalah Park Yoon Kang
Kau harus memastikannya.
Baik.
Subtitle Indonesia oleh Leavest IDFL.ME
Dapatkan juga subtitle di orang-gak-penting.blogspot.com
Joseon Shooter
Apa kau biasanya tak mempercayai orang?
Ada orang-orang yang kupercayai. Aku hanya tak mempercayaimu.
Tiba-tiba aku menyadari betapa rupawannya dia, meskipun kau mungkin tak bisa melihatnya.
Ini seperti mengubah Joseon sepenuhnya.
Sepertinya aku perlu bertemu dengannya.
Jika Hanjo memang Park Yoon Kang, Dia takkan bisa mengabaikan adiknya.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.