All language subtitles for Joseon Shooter E04.LIMO

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Subtitle Indonesia dapatkan di IDFL.ME

Dia akan segera tiba.

Lihatlah baik-baik...

...bagaimana ayahmu akan mati.

Kau hanya umpan.

Dia akan ditembak oleh penembak lain saat dia berlari untuk menangkapku.

Tepat di depan matamu.

Ayah! Ayah!

Itu Gunung Baek.

Ingat baik-baik...

...ada dua penembak yang tersisa.

Kita juga berdua. Ini pertarungan seimbang.

Aku akan berjalan lurus.

Ya, kalau begitu aku akan berjalan memutar dari belakang.

Aku akan menyerang dari belakang.

- Hati-hati. - Ayah juga.

Tujuan kita adalah Gunung Hwagye.

Sekarang, berangkat!

Ini sudah hampir waktunya ayahmu tiba.

Keluarlah!

Putrimu ada di sini!

Kemari dan bawalah dia!

Aku tahu kau ada di sini!

Lalu apa yang kau takutkan?

Subtitle Indonesia oleh Leavest orang-gak-penting.blogspot.com

Ayah!

Ya, Yeon Ha.

Kau baik-baik saja?

Yeon Ha!

- Kakak! - Yeon Ha.

Sekarang, kita pergi.

Ayo pergi.

Pergilah duluan. Aku akan mengejar mereka.

Ayah, mari pergi sama-sama.

Jangan khawatir.

Ayah yang harus pergi. Aku yang akan...

Pergi!

- Ayah! - Ayah!

Ayah!

Ayo, Yeon Ha.

Apa kalian mendengarku?

Membunuh Park Jin Han bukanlah tujuan kita.

Kita harus membuat Yang Mulia bertekuk lutut di hadapan kita.

Agar dia takkan pernah bisa menentang kita.

Baik, Tuan Kim.

Saya akan mempersiapkan itu.

Jika kau bergerak sendirian, itu akan terlalu terang-terangan.

- Kalau begitu... - Fokuslah pada penyelesaiannya saja.

Saya akan menangani Peradilan Istana

Saya akan menangani para pejabat.

Saya akan membuat mereka diam terlebih dulu.

Pastikan tak ada kesalahan.

Jika ada satu saja kesalahan, mungkin kita akan menghadapi hukuman mati.

Baik, Tuan.

Selamat datang kembali.

Tentu.

Itu... Tuan Muda dari istri kedua ada di sini.

- Bagaimana kabar... - Cukup.

Kudengar kau sudah mampir.

Ya. Aku mampir langsung setelah kembali dari Jepang.

Ayah sedang keluar, jadi aku pergi tanpa menemui Ayah.

Jadi, kenapa datang lagi?

Apa kau punya alasan khusus sampai harus bertemu denganku?

Tentu aku harus memberi salam...

Kau tak perlu melakukan itu.

Kau mengoceh 'revolusi' setiap kali kau membuka mulutmu.

Jadi, kenapa kau merepotkan diri pada tata krama dan adat kuno?

Bukankah kau berpikir semuanya perlu diubah dan dibolak-balik?

Pergilah.

Lakukan apapun yang kau mau dan lihat apakah dunia berubah sesuai rencanamu.

Sudah wajar... anak dari selir selalu tak menurut.

Jangan mengkhayal dan menganggap dirimu sebagai perintis.

Sebenarnya, kau hanya pecundang yang iri pada apa yang dimiliki oleh anak sah.

Tanamkan itu dalam pikiranmu.

Saya tak pernah menemui beliau dengan nyaman.

Beliau... selalu kasar pada saya.

Itu sudah wajar baginya.

Putranya mengambil jalan yang tidak dia inginkan.

Bagaimanapun, kupikir ini ide bagus, menyembunyikan identitas keluargamu untuk sementara.

Meski sebagai putra selir...

...jika kau memimpin 'Penyetaraan' sebagai putra dari Penasihat Negara Kim Byung Jae...

...tak seorangpun akan percaya padamu.

Lalu...

Aku akan memperkenalkanmu sebagai pewaris keluarga yang sudah hancur.

- Aku juga akan berkata begitu pada Juru Tafsir Jung. - Tapi, Guru...

Hanya sementara. Sampai orang-orang menyadari tujuanmu yang sebenarnya.

Bertahanlah hingga saat itu.

Soo In!

- Benarkah itu? - Ya.

Itu semua gara-gara aku.

Andai saja aku tak melakukan hal tak berguna...

Andai saja kami tidak pergi keluar...

Jadi, sedari tadi kau berdiri berjaga di depan pintu?

Ya. Aku terlalu gelisah sampai aku tak bisa duduk tenang di kamar.

- Kakak? - Ya.

- Tolong bawa aku... - Itu bisa berbahaya.

Para prajurit juga pergi ke sana. Kita cukup sampai di dekatnya saja.

Aku hanya ingin memeriksa apa mereka masih hidup.

Kakak...

Aku sudah mengajarimu cara menunggang kuda, kan?

Terus ikuti jalan yang lebar.

Kau akan bertemu Pengawal Istana saat kau dekat dengan gerbang kota.

Gunung Baek. Katakan itu pada mereka.

- Kakak... - Jangan khawatir.

Akan kupastikan untuk kembali bersama Ayah.

Kau percaya padaku, 'kan?

Ini.

Pegangan yang erat.

Ayah!

Ayah!

Ayah baik-baik saja?

Aku tak apa-apa.

Aku masih sanggup.

Kenapa kau kembali? Bagaimana dengan Yeon Ha?

Jangan khawatir. Aku mengirimnya pulang dengan kuda.

Siapa sebenarnya mereka?

Aku masih belum tahu.

Kurasa mereka terkait dengan Kelompok Pedagang Gyeonggi.

Aku masih menyelidikinya.

Kelompok Pedagang Gyeonggi...

Aku melukai tangan kiri salah satu dari mereka.

Pasti akan ada bekas lukanya.

Dia adalah penembak yang mencoba membunuh Soo In dan kau saat itu.

Tolong bertahanlah sebentar lagi.

Yeon Ha sudah pergi, jadi para pengawal istana akan segera kemari.

L e a v e s t

Mereka masih mencarinya.

Kukira semua orang sudah turun dari gunung sekarang.

Kurasa ada yang tidak beres.

Kita tunggu dulu.

Yeon Ha!

- Yeon Ha... - Kakak...

- Kau baik-baik saja? Apa kau terluka? - Aku tak apa-apa.

Kakak, bagaimana dengan para prajurit?

Kakak dan Ayah masih bertarung. Kita harus menolong mereka secepatnya!

Aku akan berlari mengejar mereka ke gunung.

Kita tak punya waktu lagi.

Maafkan aku.

Keluargaku mengalami semua kesulitan ini karena aku.

Kenapa Ayah berkata begitu tiba-tiba?

- Tolong hentikan. - Tidak.

Itu benar.

Ibumu meninggal karena aku.

- Ayah! - Aku ingin menyelamatkannya.

Tapi...

...itu tak berjalan sesuai rencanaku.

[13 tahun lalu, sebuah kota dekat Sungai Aprok] Katakan padaku.

Apa alasanmu tidak menyerang para pencuri itu setelah mengepung mereka di gunung?

Mereka memiliki tawanan.

Saya tidak bisa membiarkan tawanan yang tak berdosa mati.

Omong kosong!

Kau pikir aku tak tahu kalau dia adalah keluargamu?

Tuan! Itu yang selalu saya lakukan sekalipun dia bukan keluarga saya.

Diam! Bereskan mereka sebelum Gubernur tiba di sini.

Jika tidak, kau dan anak buahmu akan dihukum di pengadilan militer.

Tuan.

Mulailah penyerangan dua jam lagi.

Tuan, mereka menyandera istri Anda.

Aku akan menyelamatkannya.

Aku berlari padanya.

Aku merasa terdesak, jadi aku pergi dengan tergesa-gesa.

Itulah kesalahanku.

Kita mendapatkannya!

Istriku!

Istriku!

Apa kau memang...

Jangan sentuh dia!

Istriku!

Malam itu... untuk pertama kalinya aku menyesal menjadi seorang prajurit.

Untuk pertama kalinya...

Aku menangis semalaman.

Kenapa...

Kenapa Ayah baru mengatakannya padaku sekarang?

Kenapa Ayah membiarkanku membencimu?

Alasan apa yang kubutuhkan?

Pada akhirnya, aku tetap tak sanggup menyelamatkan ibumu.

Jika aku tak dihukum, setidaknya dengan cara itu, aku takkan mampu menanggungnya.

Maafkan aku. Ampuni aku.

Maafkan ayahmu.

Para pengawal istana ada di sini.

Aku akan membawa mereka.

Itu mereka!

Mereka berjalan ke arah sini.

Kita tak punya panah lagi.

Jika mereka menemukan gua ini, itu akan membahayakan kita.

Kita bisa menanganinya satu lawan satu. Kita bisa bertahan sedikit lebih lama.

Aku yang akan mengurus mereka.

Akulah sasaran mereka.

- Ayah... - Kita tak perlu mati bersama-sama!

Aku tak apa-apa sekarang.

Bahumu sudah menjadi lebar, jadi sekarang aku bisa merasa tenang.

Kurasa aku bisa tenang jika aku menyusul ibumu sekarang.

Tolong hentikan.

Dengarkan aku!

- Harus ada yang merawat Yeon Ha! - Ayah!

Pastikan Yeon Ha tidak terlalu sering menangis.

Aku tak mau. Aku berjanji pada Yeon Ha bahwa kita akan kembali bersama-sama!

Aku takkan pernah pergi sendirian!

Maafkan aku.

Di sana.

Ayah!

Ya, ini aku.

Dugaanmu memang benar.

Karena itu kau harus mati.

Ayo pergi.

Ayah!

Ayah.

Ayah!

Ayah...

Ayah! Bangun, Ayah!

Ayah!

Ayah... kumohon, kumohon buka matamu, Ayah!

Yeon Ha menunggumu!

Masih ada hal yang ingin kukatakan...

Masih banyak hal yang belum sempat kukatakan padamu, Ayah!

Kumohon bangunlah, Ayah!

Ayah!

Ayah...

Ayah... Tidak...

Ayah!

Pengkhianatan Tingkat Tinggi?

Benar, Yang Mulia.

Anak buah Park Jin Han baru saja datang dan mengungkap semuanya.

Bersama dengan tewasnya Park Jin Han...

...dia berani menuduh Pangeran Heungseon sebagai orang di balik sang penembak.

Kepala Pengawal Istana memberi saya perintah rahasia.

Saya disuruh membuat bukti palsu, lalu menyuruh saya menyelinap ke kediaman Pangeran Heungseon

...dan menguburkan bukti palsu itu di sana.

Dia bilang Pangeran Heungseon satu-satunya orang yang mengendalikan sang penembak.

Dia bilang Pangeran Heungseon harus mati untuk memuluskan jalan Yang Mulia.

Itulah yang dia katakan.

Tidak mungkin.

Park Jin Han bukan orang seperti itu.

Itu adalah kebenaran yang sudah terungkap, Yang Mulia.

Hamba mohon berikan titah sekarang.

Hukum mendiang Park Jin Han sebagai seorang pengkhianat...

...dan hukum semua anggota keluarganya juga.

Tunggu.

Aku akan mencari tahu tentang hal ini.

Ini bukan hal yang bisa ditunda-tunda, Yang Mulia!

Ini tentang Pangeran Heungseon! Beliau adalah ayah Yang Mulia!

Tidak seharusnya seorang anak melindungi orang yang berusaha membunuh ayahnya!

Hal ini harus diputuskan malam ini juga!

Hamba mohon beri kami titah sekarang juga!

Tolong, ikuti kata mereka. Kumohon, lakukan apa yang mereka inginkan.

- Ratuku... - Jika Yang Mulia tak melakukannya...

...mereka pasti akan menggulingkan pemerintahan dengan alasan ketidakberadaban.

Yang Mulia, mereka sudah menguasai Joseon selama lebih dari 100 tahun.

Merekalah yang berkuasa untuk mengangkat raja baru dan menyingkirkannya sesuka mereka.

Hampir semua pejabat juga terkait dengan mereka.

Tolong mengalahlah untuk sementara waktu.

Jangan ditunda-tunda.

Kita akan sibuk mulai hari ini karena akan menyambut para tamu.

Ya.

Pertama, kita harus menyiapkan pakaian pemakaman.

Ya.

Berhenti menyalahkan dirimu sendiri.

Ini terjadi bukan karena dirimu.

Yoon Kang!

Bagaimana dengan Yeon Ha?

Dia akhirnya tertidur subuh tadi.

Gadis yang malang...

Tuan Muda...

Kau mengalami masa yang berat.

- Kenapa kau keluar? - Aku harus menyiapkan pemakaman.

Tolong tetaplah di dalam. Kami saja yang membuat persiapannya.

Aku yang akan melakukannya.

Aku belum berbuat apa-apa untuknya.

Setidaknya... aku sendiri yang akan melakukan kewajiban terakhirku.

Siapa kalian? Aku dari Satuan Kepolisian Wilayah Barat!

Ini perintah Yang Mulia!

Park Jin Han dan putranya akan dipenggal atas tuduhan pengkhiatan tingkat tinggi...

Putrinya akan menjadi budak. Ini adalah titah Yang Mulia!

- Bawa keluar para terdakwa! - Siap!

- Bangun! - Siapa kalian?

- Keluar! - Siapa kalian?

Apa yang terjadi?

- Kakak Soo In! - Cepat!

- Yeon Ha! - Kak Soo In!

Kak Soo In! Kak Soo In!

Tolong hentikan. Pasti ada yang salah. Pengkhianatan tingkat tinggi?

Minggir!

- Soo In! - Kak Soo In!

Yeon Ha!

- Kak Soo In! - Ayo pergi!

- Kak Soo In! Kak Soo In! - Yeon Ha!

Kak Soo In!

Nama saya Park Yoon Kang.

Saya putra dari Kepala Pengawal Istana Park Jin Han.

Benarkah?

Aku sudah mendengar tentang ayahmu.

Aku turut berduka, dia harus menghadapi kemalangan karena penembak itu.

Jadi, apa alasanmu datang ke sini menemuiku?

Saya datang ke sini untuk mencari penembak yang membunuh ayah saya.

Kenapa kau mencari dia di sini?

Ayah saya berkata dia curiga terhadap Kelompok Pedagang Gyeonggi.

Jika Kelompok Pedagang Gyeonggi terlibat...

...tak mungkin jika Anda tidak tahu.

Lalu... apa maksudmu akulah yang mengendalikan para penembak itu?

Kau benar-benar tak mengenal kami.

Jika kami mengumpulkan semua pedagang di Kelompok Gyeonggi, akan ada ribuan pedagang.

Selain itu, semua cabang dikelola secara mandiri.

Aku beri tahu kau bahwa ini bukanlah perkumpulan dimana ketua bisa tahu setiap detailnya.

Tolong pergilah. Hentikan interogasimu yang sembrono.

Kalau begitu, bantu saya!

Jika Anda tak bersalah, maka bantu saya.

Biarkan saya mencari dan menemukan dia!

Ayah saya meninggalkan bukti.

Beliau melukai lengan penembak itu dan meninggalkan bekas luka padanya.

Siapkan jawaban anda sampai saya kembali.

Jika Anda menolak saya lagi, saya akan menganggap anda sebagai pelakunya.

Saat itu... saya akan mulai dengan memeriksa tangan anda lebih dulu.

Kalau kita membiarkannya, dia akan menjadi masalah besar.

Aku harus menyelesaikan sisanya.

Pelabuhan Milson di Kuil Chunil.

Segera setelah kau bertemu Yoon Kang, datanglah ke sana.

Akan kusiapkan perahu.

Terima kasih, Kak.

Sampai jumpa di sana.

Maaf.

Seorang polisi tak bisa membantu masalah ini...

Selain itu, ini masalah pengkhianatan.

Aku mengerti.

Tunggu.

Pesannya akan segera disebarkan.

Kau harus meninggalkan gerbang kota sebelum itu.

Aku mengerti.

Apa yang sedang terjadi?

- Mohon bantuannya. - Ya.

Saya akan siapkan pakaian pemakaman dan membawakannya pada Anda.

- Tentu. - Jaga diri Anda baik-baik.

Nona Soo In!

Kau harus lari sekarang juga.

Ho Kyung sudah menyiapkan perahu untukmu.

Aku tak bisa percaya ini.

Ayah... Ayah melakukan pengkhianatan?

Bagaimana dengan Yeon Ha? Apa yang terjadi padanya?

Dia sudah diseret ke istana.

Jangan. Semua prajurit dari istana sedang mencarimu.

- Aku tak peduli! - Tuan Muda!

Lepaskan aku. Ayahku meninggal saat mencoba menyelamatkan Yeon Ha.

Tapi kau ingin aku kabur dan meninggalkannya?

Tuan Muda, kalau kau tertangkap, kau akan mati.

Yeon Ha akan jadi budak, tapi kau akan dipenggal!

Jadi kumohon! Bersembunyilah untuk sementara waktu.

Kalau kau tertangkap, siapa yang akan jadi tempat Yeon Ha bersandar...

Itu pelakunya!

Lewat sana.

Dia tak ada di sini.

Mereka sudah pergi.

Berbaris.

Kami harus memeriksa wajah kalian sebelum kalian bisa pergi.

Kita terperangkap.

Pergilah duluan.

- Apa? - Lewatilah gerbang itu duluan.

Aku akan menerobos gerbangnya. Jika harus pergi, aku akan melakukannya.

- Tuan Muda... - Cepat!

Dia orangnya!

L.e.a.v.e.s.t

Ayo cepat!

Lewat sini, cepat.

Kalian pergi ke arah sana. Sisanya ikuti aku.

Baik!

Mereka sudah pergi.

Maafkan aku.

Gara-gara aku...

Tolong jangan berkata seperti itu.

Ayo cepat. Kita harus sampai di pelabuhan sebelum semuanya terlambat.

Omong-omong...

Jika aku naik perahu itu, aku akan pergi ke mana?

Ke kuil terpencil dekat Chungju.

Ho Kyung tahu tentang kuil itu.

Seberapa jauh tempat itu?

Lebih dari beberapa ratus li* jauhnya.

*ketetapan saat ini 1 li = 500 meter.

Lalu... kapan aku akan bertemu denganmu lagi?

Aku ingin bersamamu setiap hari.

Aku ingin berbincang denganmu setiap malam.

Itulah impianku yang pertama... sejak aku dilahirkan.

Tuan Muda...

Tapi... sekarang itu hanya akan tinggal jadi mimpi.

Aku masih belum yakin...

...apa yang sebenarnya terjadi padaku.

Ini... terasa seperti mimpi buruk.

Ayo cepat.

Itu dia.

Kurasa itu perahunya.

- Permisi, Sarjana Kim Ho Kyung... - Oh, apa kalian orangnya?

Ya, tapi di mana dia...

Kalian mungkin tidak berpapasan.

Tadi dia khawatir, jadi dia pergi ke arah sana untuk mencari kalian.

Apa?

Silahkan naik dulu. Kita tak bisa tinggal terlalu lama.

Tuan Muda...

Aku akan melindungi Yeon Ha.

Aku pasti akan menyelamatkan dan merawatnya.

Tolong ambil ini.

- Ini... - Ya.

Ini akan membantumu menemukan jalan.

Dimanapun kau berada, kompas ini akan menuntun jalanmu.

Hati-hati. Pastikan kau bertahan hidup.

Sampai kita bisa bertemu kembali.

Saat kita bertemu lagi...

...kita takkan terpisahkan.

Seperti mimpimu, kita akan bersama setiap hari.

Nona...

Berjanjilah padaku...

...bahwa kau akan tetap hidup.

Aku berjanji, aku akan terus bertahan hidup.

Aku pasti akan kembali.

Tolong... jaga kesehatanmu.

Soo In! Soo In!

Tembak!

Soo In, cepat!

Larilah sekarang! Cepat!

Tuan Muda!

Tuan Muda!

Tuan Muda!

Tuan Muda!

Tuan Muda...

Tuan Muda...

- Aku harus ke sana. - Soo In!

Kita harus menyelamatkannya. Dia ditembak oleh senapan.

Dia jatuh ke air.

Ada banyak prajurit.

Kalau kau ke sana, kau akan tertangkap juga.

Tuan Muda...

Benarkah itu?

Ya.

Tertembak oleh prajurit dari istana...

Lalu, bagaimana dengan mayatnya?

Kami tak bisa menemukannya.

Pengadilan Istana juga sudah menyerah dan pergi.

Ya Tuhan... sungguh malang...

Saya khawatir pada Soo In.

Dia menyaksikan kematian Yoon Kang di depan matanya.

Karena itu, kenapa kau menyerahkan hal semacam itu pada Soo In?

Bagaimana jika dia dibawa ke pengadilan istana juga?

Tolong hentikan. Bagaimana bisa kau mengungkit hal itu sekarang?

Ini tentang pengkhianatan. Keluarga kita bisa dihancurkan juga!

Istriku!

Aku baru saja menyimpannya dalam hatiku...

Aku baru saja memperlihatkan hatiku padanya.

Tidak sejauh ini.

Aku tak bermaksud mengirim dia sejauh ini.

Seberapa jauh tempat itu?

Lebih dari beberapa ratus li jauhnya.

Lalu... kapan aku bisa bertemu denganmu lagi?

Ini seperti mimpi.

Mimpi yang sangat buruk.

Ini terasa seperti mimpi buruk.

Aku ingin bersamamu setiap hari.

Aku ingin berbincang denganmu setiap malam.

Itulah impianku yang pertama... sejak aku dilahirkan.

Apa kita sia-sia menyelamatkannya? Dia terlihat seperti sudah mati.

Aku sependapat. Apa yang akan kau perbuat sekarang?

Apa maksudmu? Dia masih hidup.

Kita akan membawanya bersama kita sampai dia terbangun.

Kita sedang dalam perjalanan ke Jepang sekarang.

Setelah kita naik kapal besar di pelabuhan Jemulpo, kita akan berpisah dengan Joseon.

[Kim Ok Gyun] Itulah indahnya hidup.

Jika dia terbangun di Pelabuhan Jemulpo, dia akan tetap di Joseon.

Jika dia terbangun setelah itu, dia akan turun di Jepang.

Jika dia ditakdirkan untuk tetap hidup, inilah cara dia bertahan hidup.

Bangunlah dimanapun yang kauinginkan.

Karena aku sudah menyelamatkanmu, aku akan merawatmu untuk sementara waktu.

Leavest IDFL SubsCrew

Joseon Shooter

[Tiga tahun kemudian, Pelabuhan Jemulpo] Banyak sekali yang berubah.

Ya, memang banyak yang berubah.

Akan lebih banyak lagi kapal yang datang. Sekarang adalah era perdagangan.

Kita harus pastikan untuk mengambil kesempatan ini juga.

Omong-omong, orang seperti apa Yamamoto itu?

Dia mengendalikan kekuasaan bisnis di daerah Kansai di Jepang.

Dia juga punya pengaruh kuat di Pemerintahan Jepang.

Jika kita bekerja sama denganya dan memperluas bisnis kita...

...tak ada yang perlu kita takutkan di masa depan.

Lalu, bagaimana dengan orang yang datang ke Joseon hari ini?

Dialah penguasa sebenarnya yang diberi kekuasaan penuh oleh Yamamoto.

Kudengar dia seorang pria bernama Hanjo.

Hanjo...

Nasib kita ada di tangannya.

Bisa dibilang begitu.

Lalu, bagaimana dengan Hye Won?

Di dermaga. Sepertinya dia menunggu soerang pria yang sangat penting.

Omong-omong, apa Nona harus datang ke sini setiap bulan?

Kenapa aku tak datang? Banyak kapal yang datang dari Jepang.

Tapi Nona bisa saja melewatkannya sesekali.

Jangan berkata seperti itu. Banyak hal yang berubah setiap hari di tanah asing.

Hal-hal baru semakin membanjiri bahkan dalam sebulan saja.

Apa yang akan Nona beli kali ini?

Ada sesuatu... yang benar-benar berharga.

Sesuatu yang sangat kuinginkan.

Apa itu?

Soo In!

Tuan Muda!

Apa kau bertemu dengannya? Sudah kau periksa?

Sudah ada di kapal yang datang hari ini.

- Benarkah? - Ya.

Kita akan membuat kesepakatan segera setelah bongkar muatan selesai.

Akhirnya datang juga.

Cepat, Kak!

Baik, aku datang.

Minggir!

Siapa orang-orang itu?

Entahlah. Mereka terlihat seperti pekerja buruh.

Mungkin mereka memiliki masalah di antara mereka sendiri.

Subtitle Indonesia oleh Leavest IDFL.ME

Dapatkan juga subtitle di orang-gak-penting.blogspot.com

Joseon Shooter

Namaku Hasegawa Hanjo. Panggil saja Hanjo.

Bahasa Koreamu sangat fasih. Dari mana kau belajar cara menembak?

Kenapa aku harus memberitahumu hal itu?

Tuan Hanjo!

Apa yang salah dengannya? Aku tak boleh menyentuh gisaeng di Joseon?

Kami memulai sebuah kerjasama dengan manusia.

- Bukan dengan hewan yang tak tahu tata krama. - Hewan? Berani sekali.

Entah bagaimana, Hanjo terlihat tidak asing.

Permisi. Aku hanya akan bertanya satu hal.

Mari berhadapan dulu untuk memulai pertarungan.

Menjadi sang pemenang. Itulah yang ingin kupastikan.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.