Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle Indonesia dapatkan di IDFL.ME
Hanya dalam satu bulan, kita telah kehilangan tiga nyawa!
Mereka diperlukan untuk mendorong penyetaraan dan mengubah Joseon!
Seberapa sulit untuk membangun sebuah era baru?
Kau sudah menemukan keberadaan Park Jin Han?
Mulailah dengan menyingkirkan dia.
Akhirnya kita bertemu.
Tidak ada senjata di Joseon yang dapat mengalahkan senapan.
Sampaikan pada sang penembak itu. Aku ingin bertemu dengannya.
Jangan sembarangan menuduh orang!
Mengenakan topi jaring di satu kesempatan dan mengenakan pita di kesempatan lain...
- Kalian berdua terlihat sangat mirip. - Itu tak ada hubungannya dengan saya.
Astaga. Aku akan pergi ke biro polisi sekarang.
Tolong jangan pergi.
- Kalau begitu, mari pergi bersama. - Tidak perlu. Mana mungkin aku pergi denganmu?
Awas, senapan!
- Kita juga jadi targetnya. - Kenapa kita?
Sepertinya karena buku itu.
Terkadang sebuah buku dapat membalikkan dunia.
Ambillah. Kami tak ada hubungannya dengan buku itu.
Kami hanya mengantarkannya!
Ayah...
Jatuhkan senapanmu.
Kau tak bisa lari lagi.
Panah!
Ayah.
- Ikuti aku lewat jalan setapak. - Baik, Tuan.
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Subtitle Indonesia oleh Leavest orang-gak-penting.blogspot.com
Joseon Shooter
:: Episode 3 ::
Jadi, kami dikejar saat berusaha mengantarkan sebuah buku.
Bagaimana dengan bukunya?
Sudah diambil olehnya.
Begitu.
Omong-omong, bagaimana kau kenal Yoon Kang?
Itu...
Kami hanya teman minum di rumah gisaeng.
Untuk sekarang sudah tidak apa-apa.
Tolong diobati dengan benar di Biro Pengawal Istana nanti.
Terima kasih.
- Berikan dia kuda. - Baik.
Ikuti saya.
Soo In...
Ternyata kau punya kepribadian yang berani.
Ya?
Soo In? Maksud Anda siapa...
Aku sudah jadi seorang penyidik selama bertahun-tahun.
Mana mungkin aku tak mengenalimu?
Orangtuamu pasti mengkhawatirkanmu.
Sebelum pulang, belilah pakaian baru di pasar.
Katakan pada mereka, kau diinterogasi semalaman di biro Pengawal Istana...
...mengenai Guru Hyeon Am.
Tuan...
Jangan pernah terlibat hal berbahaya lagi.
Beritahu Yoon Kang juga.
Baik.
Hati-hati di jalan.
Anda baik-baik saja?
Dia orangnya.
Kemungkinan dia orangnya.
Sang penembak yang dikatakan pria itu...
Dia memang benar-benar cepat dan kuat.
Ini, peganglah.
Terima kasih.
Benar-benar...
Wajahku masih memerah...
...karena berbohong terang-terangan di depan Ayahmu...
Sudah terlanjur basah. Jangan terlalu dikhawatirkan.
Yang jelas, ini sangat mengejutkan.
Ayahku bukan orang seperti itu.
Tuan Muda, bagaimana bisa kau tak tahu tentang ayahmu sendiri?
Harusnya kau lebih mengenalnya dibanding siapapun.
Kita sudah sampai. Kau akan baik-baik saja?
Ya...
Masuklah duluan. Mereka akan salah paham jika kita masuk bersamaan.
Baik. Permisi...
Nona!
Soo In!
Ibu...
- Tolong dengarkan aku dulu... - Diam!
Ibu... Ibu!
Itu benar, Bu. Aku ada di biro Pengawal Istana.
Kenapa seorang gadis ada di Biro Pengawal Istana?
Mereka menanyaiku tentang Guru Hyeon Am semalaman.
Bagaimana dengan baju ini? Katakan!
Apa yang terjadi dengan pakaianmu...
...kenapa tiba-tiba mengenakan pakaian baru?
Itu karena...
...bajuku ketumpahan tinta.
Itu benar! Tanyakan saja pada Tuan Park!
Itu benar, Bu...
Maafkan aku. Ibu pasti sangat khawatir.
Bagaimana bisa tak ada satu hari pun tanpa ada angin ribut?
Kenapa kau selalu terlibat dalam setiap masalah?
Maafkan aku, Bu.
Mulai sekarang aku takkan membuat perkara lagi.
- Yang Mulia. - Apa yang terjadi pada Oh Kyung?
Maafkan hamba.
Bahkan Oh Kyung... pada akhirnya...
Apa rencanamu sekarang?
Hamba akan menangkapnya.
Meski itu berarti hamba harus mempertaruhkan nyawa hamba untuk itu...
Hamba pastikan untuk menangkapnya.
Tentu... tangkap dia.
Jika tidak, para sarjana bahkan takkan pernah bisa menyerukan kata 'Penyetaraan.'
Baik, Yang Mulia.
Ini buku Hyeon Am yang Anda sebutkan.
'Kesetaraan bagi semua orang'...
Hyeon Am ingin membalikkan dunia.
Bagus.
Tuanku, Tuan Kim Byung Jae ada di sini.
Suruh dia masuk.
Perkenalkan dirimu. Dia adalah Penasihat Negara.
Nama saya Choi Won Shin.
Dialah yang mengurus masalah ini.
Kau harus mengenalnya.
Baik.
Jadi, apa sekarang Yang Mulia terlihat akan berhenti bersikap keras kepala?
Sepertinya belum.
Kelihatannya beliau belum berkeinginan untuk membelokkan tekadnya.
Beliau telah memberikan Park Jin Han 200 prajurit tambahan.
Yang terpenting, beliau memberi kekuasaan untuk mengatur petugas dari kesatuan polisi juga.
Park Jin Han... dialah masalahnya.
Kelihatannya Yang Mulia berharap penuh pada Park Jin Han.
Yang Mulia berkeyakinan kuat pada dia untuk mengungkapkan semuanya.
Singkirkan Park Jin Han.
Dia bukan sasaran yang mudah.
Pastikan kau bersiap-siap sebelum melaksanakannya.
Baik, Tuan.
Mata-mata di dalam sudah bergerak.
Kita pergi ke sana segera setelah mendengar keberadaan Oh Kyung...
...tapi sang penembak sudah di sana.
Saya mendengar dari informan saya, tak satu orangpun yang mencurigakan semalam.
Semuanya tetap di pos masing-masing.
Kalau begitu pasti salah satu dari penjaga di dekat kantorku.
Periksa daftar nama orang-orang yang tugas jaga kemarin.
Baik.
Kita harus memasang jebakan.
Kita harus membuat Park Jin Han keluar dari biro Pengawal Istana sendirian.
Saya akan menyelidiki latar belakangnya.
Saya juga akan mencari tahu di mana keluarganya berada.
- Cepat. - Baik.
Di sini jadi terasa sepi.
Biasanya kita berkumpul di sini setiap hari.
Bahkan Guru Oh Kyung sudah tewas.
Sekarang, semua orang takut meninggalkan rumah mereka.
Ayo pergi sekarang.
Kalian hendak ke mana?
Berarti... ini benar-benar akhir dari Joseon.
Kau!
Aku meninggalkan Jepang segera setelah mendengar kabar duka tentang Guru Hyeon Am.
Aku juga telah mendengar kabar tentang Guru Oh Kyung di perjalanan.
Ya, itulah yang terjadi pada akhirnya.
Karena itu semuanya jadi tercerai-berai.
Maka dari itu, kita harus berkumpul bersama lagi.
Kirimkan pesan. Beri tahu semua orang bahwa aku sudah kembali.
Jika mereka tidak datang, ancam mereka bahwa kita akan minum-minum gratis atas nama mereka*.
Artinya mereka sudah dianggap meninggal.
Dasar...
Bergembiralah.
Saat kita berkumpul dan bertatap muka, keberanian kita akan kembali.
Bukankah begitu cara kita memulai semuanya dari awal?
Ya, kau benar.
Baik, kami akan berkeliling sekarang juga.
Bagus. Jika kalian telat, aku akan minum-minum gratis atas nama kalian.
Baiklah. Mari pergi sekarang.
Nyonya Kim sedang naik pitam.
Di kala dulu...
IDFL Subscrew
L e a v e s t
Apa yang sedang Nona pikirkan?
Tidak, bukan apa-apa.
Aku ingin mencari udara segar.
Kenapa dengannya?
Apa yang kau lakukan di sana?
Kau di sini.
Aku hanya...
...ingin tahu apa kau baik-baik saja.
Ya?
Bukunya. Kau bilang buku itu penting.
Aku khawatir kalau kau murung karena hal itu.
Tentu saja itu membuatku sedih.
Tapi, tak ada yang lebih penting daripada nyawa manusia.
Aku yakin mendiang Guru juga akan mengerti.
Apa kau bermaksud masuk ke taman tanpa izin pemiliknya dengan alasan itu?
Maaf. Aku hanya...
Kalau kau baik-baik saja, aku pergi sekarang.
Tunggu.
Kalau kau penasaran, silakan lihat-lihat.
Waktu itu kau bilang ada banyak benda-benda menarik.
Tak apa-apa kalau ingin melihat-lihat hari ini.
Jadi, bumi ini berputar dengan matahari sebagai pusatnya?
Ya.
Seseorang bernama Galileo di Italia bahkan dihukum mati setelah mengutarakan teori itu.
Menghukum mati hanya karena itu?
Itu benar!
Dia bisa saja menyelamatkan nyawanya jika dia menyangkal teorinya, tapi dia menolak hingga akhir.
Ternyata ada juga orang aneh sepertimu di Italia.
- Apa? - Tidak, bukan apa-apa.
Eee...
Terima kasih.
Aku merasa seperti orang bodoh karena tidak mengucap terima kasih sebelumnya.
Aku berhutang budi padamu.
Bagaimana agar aku bisa membalas budi...
Tak perlu, buat apa balas budi segala...
Tetap saja, jika ada yang bisa kulakukan...
Ehm...
Kalau kau benar-benar ingin, aku bisa memberitahumu cara membalas budi.
Cara seperti apa...
Jadi, misalnya...
Nona! Nona Soo In!
Tolong kemari! Lihat, siapa yang datang!
- Apa kabarmu baik? - Kakak!
Aku baru saja menemui orang tuamu.
Mereka menyuruhku untuk tinggal di sini seperti sebelumnya.
Tentu kau harus tinggal di sini.
Masih banyak yang harus kupelajari dari Kakak.
Tapi, sekarang kamarmu ditempati Tuan Muda Yoon Kang...
Silakan gunakan kamar Guru!
- Aku? - Tentu saja. Kakak murid pertama guru.
Silakan masuk.
Mari berteman, Yoon Kang.
Senang berkenalan denganmu.
Kita berdua berhutang budi pada keluarganya.
Kau benar.
Permisi...
Barang-barang milik Guru masih di sini.
Ya, kami tak membuang satu benda pun.
Menutup pintu seperti orang tak terpelajar saja...
Pria dan wanita harusnya dipisahkan.
Tak perlu keluar segala, Kak.
- Aku permisi dulu. - Baik, terima kasih.
Jangan sungkan. Istirahatlah, Kak.
"Kakak" di tiap akhir kalimat...
Tampaknya ini akhir dari era pedang.
Kenapa Anda tiba-tiba berkata begitu?
Aku hanya... punya pikiran seperti itu.
Lalu apa yang akan terjadi pada kita?
Bagaimana dengan orang yang telah memegang pedang sepanjang hidupnya?
Ya... kemungkinannya ada dua.
Melepaskan pedang, atau...
...mati dengan pedang.
Apa bisnis Ayah berjalan lancar?
Ayah terlambat, aku jadi khawatir.
Kami mengobrol tentang ini dan itu, jadi aku pulang terlambat.
Untuk sementara ini, jangan keluar terlalu malam.
Akhir-akhir ini keadaan berbahaya karena sang penembak itu.
- Penembak? - Ya.
Kudengar bahkan sang penembak muncul di Pelabuhan Mapo kemarin.
Bahkan beberapa pedagang yang lewat melihat penembak itu.
Ternyata sudah seperti itu...
Sepertinya Biro Pengawal Istana juga tak punya solusi.
Bahkan saat prajurit terbaik mereka berkumpul...
...mereka tetap tak bisa menangkap sang penembak itu.
- Apa Ayah sedang tidak sehat? - Aku baik-baik saja.
Bahuku sedikit pegal.
- Mau kuberi pijatan? - Tidak, ini tak apa-apa.
Kau pasti lelah. Pergilah ke kamarmu dan istirahat.
Baik.
- Tidurlah lebih cepat, Ayah. - Tentu.
Kau bangun pagi.
Ya. Apa tidurmu nyenyak semalam?
Ya.
Kau mau pergi ke mana sepagi ini?
Aku ada pertemuan.
Jika Soo In mencariku, tolong katakan padanya.
Baik.
'Soo In, Soo In,' di tiap akhir kalimatnya...
Tuan Muda!
Dia baru saja pergi, di sana!
Eee, bukan Tuan Muda Ho Kyung, maksud saya, Tuan Muda Yoon Kang.
- Aku? - Ya, Nona ingin bertemu Anda.
- Membalas budi? - Ya.
Aku sudah memikirkan sesuatu untuk membalas budi.
Aku tak melakukan hal ini untuk semua orang...
Akan ada gerhana bulan total malam ini.
Aku akan menunjukkan sesuatu yang menakjubkan saat itu.
Apa?
Di langit yang gelap tanpa cahaya bulan, aku akan menyalakan kembang api.
Kau akan tersentuh saat melihatnya.
Kau juga tahu cara menangani bubuk api?
Sedikit.
Ah, apa kita harus mengajak Yeon Ha juga?
- Apa? - Dia pasti menyukainya.
Tapi, dia hampir terkena flu.
Dia sudah batuk-batuk pagi ini.
- Benarkah? - Ya.
Kita berdua saja yang pergi...
Baik, aku mengerti.
Ayo pergi.
Yeon Ha...
Dia bilang itu bukan flu. Dia batuk-batuk karena debu.
Begitu?
Syukurlah!
- Kita pergi sekarang? - Ayo.
Apa?
Kau berbohong karena ingin meninggalkanku di rumah, kan?
Tidak, aku hanya khawatir.
Kau bisa terkena flu karena udara malam yang dingin.
Kakak bilang apa?
Ayo, cepat!
Oh, ya. Ayo berangkat!
Aku jadi lebih senang karena mengajak Yeon Ha keluar.
Yeon Ha yang sangat sehat, yang bahkan tak terkena flu...
Kakak, kau ini memang!
Itu memang dia! Dia pedagang dari Yeojoo.
Pedagang... Apa dia anggota kelompok pedagang?
Ya. Saya tidak tahu marganya...
...tapi dia dipanggil Jong Tae. Dia berandalan yang bahkan belum berumur 20 tahun.
Dia mengoda semua gadis dan menggunakan tinjunya pada semua pria.
Dia terkenal buruk!
Yeojoo di bawah kendali kelompok pedagang Gyeonggi.
Kelompok Pedagang Gyeonggi....
Tapi...
Ada apa?
Jong Tae dipastikan sudah meninggal 5 tahun lalu.
Apa maksudmu?
Saya melihat dia dibungkus tikar jerami dan dipukuli.
Dia terlibat perkelahian karena wanita di kedai minum dan akhirnya dia membunuh seseorang.
Kirim prajurit ke Yeojoo sekarang juga.
- Pastikan tentang kematiannya! - Baik.
Ini, pegang tanganku. Ini terlalu curam.
Yeon Ha, kau juga!
Le.av.est
IDFL.SubsCrew
Dilihat dari sini, bahkan Seoul terlihat seperti seukuran telapak tangan.
Ya, kecil sekali.
Bahkan daratan Joseon sangat kecil.
Apa kau pernah ke berbagai tempat di Joseon?
Tidak. Tapi, aku melihatnya di bola dunia.
Begitu.
Omong-omong, apa doamu di kuil tadi?
Doaku. Aku punya impian yang ingin kuwujudkan.
- Impian? - Ya.
Guruku yang memperlihatkan bola dunia padaku.
Aku sangat terkejut saat pertama kali melihatnya.
'Seekor katak dalam tempurung tak mengenal lautan.'
'Serangga musim panas tak mengenal es.'
Saat itulah aku mengerti apa maksud kalimat itu.
Di hari itu, aku menemukan harapanku.
Aku memiliki impian untuk pergi sampai ke ujung laut itu.
- Ke ujung laut? - Ya.
Wanita era Joseon butuh keberanian hanya untuk meninggalkan gerbang kota.
Bukan dunia yang seperti itu...
...tapi dunia yang membebaskan kita pergi kemanapun dan melakukan apapun semau kita.
Tinggal di dunia seperti itu adalah impianku.
Bagaimana denganmu? Apa impianmu?
Eee...
Aku belum pernah memikirkan hal seperti itu.
Aku sudah cukup sibuk menjalani hidup...
Kalau begitu, kenapa tidak dipikirkan mulai sekarang?
Apa?
- Yah... - Cepatlah.
Impian...
Apa kau sudah memikirkan sesuatu?
Ya.
Apa itu?
- Itu... - Kakak!
Gadis ini...
Baik, kau yang memulainya.
Aku datang...
Kemari kau!
Ini! Rasakan!
Tunggu. Tunggu, tunggu.
Tunggu.
Kemari, jangan seperti ini. Keluarga kita harus menyatukan kekuatan.
Apa?
Ayo! Ayo!
Ini asyik sekali!
Teruskan, teruskan!
Jong Tae...
Jong Tae...
Itu benar.Saya dengar dia adalah pedagang di Yeojoo.
Saya pernah mendengar nama itu.
Saya dengar dia dipukuli sampai meninggal dan dibuang.
Saya tidak mendengar berita apapun setelah itu.
Berarti seseorang mungkin menyelamatkannya sebelum dia meninggal.
Seperti yang anda tahu, kami memiliki aturan ketat dalam kelompok pedagang ini.
Jika ada yang membantu seseorang yang dipukuli sampai mati, dia juga takkan bisa menghindari kematian.
Saya yakin tak seorangpun berani menyelamatkannya.
Jika Jong Tae memang telah diselamatkan, maka dia akan menjadi sangat setia.
Jong Tae akan melayaninya sebagai tuannya dan tunduk terhadapnya.
Yah... Saya rasa itu memungkinkan.
Tapi, hal seperti itu tidak terjadi.
Khususnya di Kelompok Pedagang Gyeonggi.
Sudah selesai. Aku hanya tinggal menyalakannya.
Omong-omong, apa kau yakin akan mendapat sumber api dari sana?
Tentu saja! Perhatikan dengan seksama.
- Sekarang, lebih dekat. - Lebih dekat.
Aku sudah pernah melihatnya.
Kita lakukan lagi.
Kali ini jangan terkejut.
- Bulannya tertutup. - Wow, luar biasa.
Apa masalahnya?
Aku tak tahu. Aku yakin perbandingannya tepat.
Oh, bulannya terlihat tinggal sedikit.
Bulannya akan menghilang sebentar lagi.
Jangan mendesakku! Itu sebabnya ini tidak menyala!
Apa yang sudah kulakukan...
Tolong nyalakan korek api. Gelap, aku tak bisa melihat.
Baiklah.
Jan Yi... kita pergi sekarang.
- Ya? - Aku sedikit kedinginan. Mungkin aku sedikit flu.
Benarkah? Kalau begitu kita kembali.
Nona, kami akan menunggu di kuil.
Kenapa? Sebentar lagi ini siap.
Tak apa-apa. Aku sudah melihatnya tahun kemarin.
Dia juga merasa kedinginan.
Baik, aku mengerti.
Ayo, Nona.
Apa yang salah...
Mungkinkah ini basah karena embun malam?
Begitukah?
Kita mengeluarkan semua ini waktu kita menunggu gerhana.
Biar kulihat.
Lihat ini. Ini basah.
Kau benar. Bagaimana ini...
Dalamnya mungkin belum basah.
Kita buang yang bagian luar dan mencobanya lagi.
Ya.
Berhasil!
Kita berhasil!
Terima kasih. Ini semua berkatmu.
Aku tak banyak membantu.
Nona!
Nona Yeon Ha...
Aku tak bisa menemukannya.
Apa maksudmu?
Dia pergi ke kuil, tapi orang-orang di sana bilang dia belum datang.
Dia berjalan di depanku...
Dia benar-benar pergi ke arah sana mendahuluiku.
Yeon Ha!
Yeon Ha!
- Yeon Ha! - Nona!
Yeon Ha!
Yeon Ha!
Yeon Ha!
Yeon Ha!
Kakak! Kakak!
Kakak! Kakak!
Yeon Ha!
Bagaimana dengan Yeon Ha? Di sebelah sana tak ada juga?
- Itu... - Ini milik Yeon Ha.
Pulanglah. Aku akan mencarinya.
- Aku akan mencarinya bersamamu. - Tolong, pulanglah.
- Kau bisa terluka juga. - Tidak, aku baik-baik saja.
- Ayo cepat kita temukan Yeon Ha. - Nona...
...tolong turuti perkataan Tuan Muda.
Kita hanya akan memperlambat langkahnya.
Kumohon, pulanglah.
Aku pasti akan menemukan Yeon Ha.
Dia adalah putri dari Park Jin Han.
Jaga dia.
Dia harus tetap hidup sampai kita menangkap Park Jin Han.
Baik, Tuan.
Siapa yang hilang?
Namanya Yeon Ha, gadis yang tinggal di rumahku.
Tolonglah, Kak, kirimkan beberapa orang ke Kuil Heungin di gunung, kumohon.
Tidak mungkin kalau sekarang. Aku tak bisa melakukannya selarut ini.
Kenapa tidak? Tolonglah.
Kita akan mencarinya saat pagi tiba.
Orang-orang yang mencarinya akan memutari tempat yang sama dan kelelahan di malam hari.
Tenanglah. Tenangkan dirimu dan pulanglah dulu.
Beri tahu aku kalau hingga pagi masih belum ada kabar darinya.
Aku akan menyiapkan orang.
Kakak!
Jangan khawatir. Dia akan baik-baik saja.
Aku pasti akan menemukannya besok.
Yeon Ha! Yeon Ha!
Yeon Ha!
Le@vest
Bagaimana hasilnya?
Kita harus memberi tahu Tuan Park.
Kurasa dia bukan tersesat.
Cepatlah. Waktu kita tidak banyak.
Putrimu ada padaku.
Siang ini. Datanglah sendirian.
Jika tidak, putrimu akan mati.
- Siapa yang meninggalkan ini? - Seorang gelandangan.
Pria dengan topi jerami memberinya uang dan menyuruhnya mengirimkan itu.
- Kau boleh pergi sekarang. - Baik.
Ayah, ini Yoon Kang.
Ayah...
Yeon Ha...
Di mana kau?
Saat Yeon Ha menghilang, kau ada di mana?
Aku ada... di dekatnya.
Tapi kau bahkan tak tahu kalau adikmu menghilang?
Apa saja yang kau lakukan?
Katakan.
Di mana kau letakkan akalmu...
...sampai kau tak tahu bahwa adikmu menghilang?
Sudah kubilang, untuk berhati-hati.
Aku khawatir kalau hal ini mungkin akan terjadi.
Itu sebabnya aku harus menyembunyikan kalian berdua di rumah orang lain!
Maksud Ayah, orang-orang itu... orang-orang itu menculik Yeon Ha?
Ayah...
Ya. Orang-orang itu menculik Yeon Ha.
Mereka menyuruhku untuk datang menyelamatkannya sendirian.
Kapan? Di mana?
Kau tak perlu tahu! Aku akan mengurusnya sendiri!
Mengurusnya sendiri? Apa yang akan Ayah lakukan?
Apa Ayah... akan melakukannya lagi, begitu?
Tolong beri tahu aku.
Apa Ayah akan melakukan hal itu lagi seperti pada Ibu?
Apa Ayah juga akan mengumpulkan prajurit dan pergi ke sana?
Apa Ayah akan kehilangan Yeon Ha, seperti Ayah kehilangan Ibu?
- Yoon Kang! - Di mana?
Katakan padaku. Kali ini aku takkan menyerahkan hal ini pada Ayah.
Aku yang pergi. Aku yang akan menyelamatkannya!
Ada orang di luar?
Ayah!
Bawa dia pergi.
- Kurung dia di penjara sampai besok. - Ayah!
- Sekarang! - Baik.
Lepaskan. Lepaskan!
Ayah. Ayah!
Ayah!
Ayah, tidak! Jangan Yeon Ha!
Aku tak bisa kehilangan dia seperti Ibu! Ayah!
Tuan Muda!
- Lepaskan aku! - Silakan pulang sekarang.
- Ayah! Ayah! - Sekarang!
Lepaskan! Lepaskan aku!
Tidak! Ayah!
Ayah!
Lepaskan! Kubilang, lepaskan!
Buka! Buka pintunya!
Ayah! Ayah!
Ayah!
[13 tahun lalu, kota di dekat Sungai Aprok]
Cari rumah Park Jin Han! Tangkap keluarganya!
Bagaimana dengan Ibu?
Jika mereka tak melihatku, mereka akan menggeledah rumah.
Ibu.
Itu rumahnya!
Yoon, pastikan dia tak menangis, ya?
Ibu...
Berhenti.
Ini bukan tempat yang patut dimasuki para pencuri seperti kalian!
- Bawa dia. - Baik!
Ibu...
Tuan!
Istri Anda dalam masalah.
Para pencuri yang telah kabur menculiknya.
Mereka meminta pengejaran dihentikan.
Dia menyuruh kita untuk tidak mengikuti mereka lagi.
Barulah mereka akan membiarkan Ibu hidup.
Mereka akan melepaskannya.
Ayah, kumohon, lakukan apa yang mereka minta.
Jika tidak, Ibu akan mati.
Tetaplah di rumah.
Ayah! Tidak!
Kumohon jangan kejar mereka! Ayah!
Ayah!
Tolong hentikan!
Tidak! Ayah!
Ini adalah tempat pertemuan.
Tim 1 akan menuju ke arah timur lereng gunung.
Tim 2 akan masuk ke gunung.
Baik.
Jika kita kehilangan dia kali ini, takkan ada lagi kesempatan.
Kita akan menangkap penembak itu kali ini.
Kumpulkan semua prajurit sekarang juga!
Prajurit, bersiaplah!
Ayah...
Sudah kubilang jangan mengikuti mereka!
Ibu meninggal karena Ayah!
Ayah yang membunuh Ibu!
Ayah yang membunuhnya!
Semua prajurit akan pergi bersama-sama.
Baik.
Tolong bebaskan aku!
Tolong lepaskan aku!
Apa kau ingin melihatnya lagi?
Kau ingin melihatku kehilangan adikku juga?
Kumohon, jangan biarkan aku menyalahkan ayahku lagi.
Aku tak mau seperti itu lagi.
Aku tak sanggup menanggungnya lagi!
Aku sudah menyiapkan seekor kuda di luar.
Kuil Bongyeon di timur lereng Gunung Hwagye.
Waktu pertemuannya siang hari.
Terima kasih. Tolong jangan beri tahu Ayah.
Ayahmu sudah berangkat.
Para prajurit dan aku akan pergi sekitar satu jam lagi.
Beliau bilang takdirnya akan ditentukan saat itu.
Jadi, beliau menyuruhku mengepung gunung dan menangkap sang penembak tanpa ragu.
Maksudmu, Ayah pergi sendiri?
Seperti yang mereka inginkan...
Beliau bahkan tak mengizinkan satu prajurit pun mengikutinya.
Demi keselamatan Yeon Ha.
Karena itu aku melepaskanmu. Jadi, cepatlah tolong ayahmu.
Sehingga dia bisa selamat sampai kami datang.
Tuan Muda.
Nona Soo In!
- Apa sekarang kau sudah dibebaskan? - Kau terus menunggu di sini dari tadi?
Ya. Aku tak mungkin bisa pergi setelah melihatmu dikurung.
Apa yang terjadi?
Tuan Park pergi dengan kudanya baru saja.
Dia mau pergi ke mana sendirian?
Ke Gunung Hwagye. Itu tempat Yeon Ha berada.
- Aku akan pergi dengannya. - Apa?
Aku akan pergi menyelamatkan Yeon Ha bersama Ayah.
Bagaimana dengan para prajurit...
Mereka akan mengikuti kami. Setelah pertarungan kami berakhir.
Jangan khawatir. Aku pergi...
Tuan Muda...
Aku janji. Aku akan kembali dengan selamat.
Bersama semua orang.
Apa mungkin... Anda Tuan Park Jin Han dari Biro Pengawal Istana?
Ya.
Mereka mengubah lokasi pertemuan.
Anda harus pergi ke selatan lereng Gunung Baek.
Saya mohon cepatlah!
Jika Anda tidak segera muncul, mereka bilang akan membunuh saya dan keluarga saya.
Bagaimana kau bisa sampai di sini?
Seseorang melanggar perintahku!
Kenapa Ayah malah turun? Bagaimana dengan Yeon Ha?
Kau tak perlu tahu. Kembalilah!
Aku sudah sampai sejauh ini. Aku takkan kembali.
Pulanglah!
Mereka mengubah lokasi pertemuan. Takkan ada prajurit yang datang untuk kita!
Makanya aku akan pergi dengan Ayah!
Ini untuk terakhir kalinya.
Pulanglah!
Silakan, penggal aku.
Park Yoon Kang!
Kalau aku harus bersembunyi lagi kali ini, aku akan memenggal diriku sendiri!
Dulu aku melihat Ibu diseret pergi sementara aku bersembunyi di bawah lantai.
Dulu aku ketakukan, sehingga aku hanya bisa melihat!
Aku takut tertangkap, jadi aku menangis tanpa mengeluarkan suara.
Sekali saja sudah cukup menyakitkan.
Jika aku ditinggalkan lagi kali ini...
Aku takkan sanggup menanggungnya lagi.
Yoon Kang...
Aku ikut pergi.
Ayah memberiku pedang agar aku bisa melindungi Yeon Ha!
Apa Ayah sudah lupa itu?
Ayah memberiku pedang agar aku bisa melindungi Yeon Ha!
Baiklah, ayo pergi.
Lihatlah baik-baik...
...bagaimana ayahmu akan mati.
Kau hanya umpan.
Dia akan ditembak oleh penembak lain saat dia berlari untuk menangkapku.
Ayah! Ayah!
Ayah!
Subtitle Indonesia oleh Leavest IDFL.ME
Dapatkan juga subtitle di orang-gak-penting.blogspot.com
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.