Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle Indonesia dapatkan di IDFL.ME
[Tahun ketiga masa pemerintahan Kaisar Gojong]
[Pihak Liberal dan Konservatif dalam persaingan yang sengit di Joseon]
[Para Sarjana Konfusian yang mendukung kebijakan penyetaraan Kaisar Gojong...]
[ditembak satu per satu oleh penembak misterius yang menggunakan senapan jenis baru... ]
Dia... pasti akan muncul.
Kita pasti akan menangkapnya hari ini!
Ingat ini baik-baik!
Dia adalah seorang penembak!
Dia menggunakan senapan Barat!
Jangan goyah!
Selama kalian memiliki keberanian, kalian bisa menangkapnya!
Tuanku!
Kami telah menemukan lokasinya.
Bergerak!
'Mari kesampingkan perbedaan dan mari lindungi Joseon!'
Jangan tertipu oleh kata-kata itu.
Mereka tidaklah berusaha melindungi Joseon!
- Di Joseon... - Kalian pergi ke sana! Dan ke sana!
- Siap! - Siap!
Yang ingin mereka lindungi sebenarnya adalah kekuasaan mereka sendiri!
Memperdayai rakyat...
Itulah yang mereka bisa!
- Setuju! - Setuju!
Satu-satunya cara agar Joseon bertahan adalah dengan penyetaraan!
Perhatikan bagian pertama dari penjelasan ini!
Perhatikan apa yang terjadi pada politik pintu tertutup!
Joseon harus membuka pintu itu pada dunia!
Kita juga harus merangkul cara-cara baru di dunia!
- Setuju! - Setuju!
- Kita harus melakukan itu! - Setuju!
Joseon harus meninggalkan cara-cara tradisionalnya.
Masa depan Joseon tergantung pada seberapa aktif kita mempersiapkan diri
...menerima cara-cara baru di dunia.
Masa penyetaraan Joseon akan mengantar kita pada era baru.
Dan hadirin sekalian, kita harus menyambut era baru ini!
Harus ada yang merintis hal itu!
Mari bersatu!
Mari kita ciptakan Joseon baru!
Joseon harus...
- Senapan! - Guru!
Guru!
Awas, senapan!
Lari!
Bagaimana ini? Guru!
- Anda tidak boleh meninggal seperti ini! - Guru!
- Guru! - Guru!
Tuanku!
Tuanku!
Tuanku!
Tuanku. Anda baik-baik saja?
Subtitle Indonesia oleh Leavest orang-gak-penting.blogspot.com
Joseon Shooter
:: Episode 1 ::
Hanya dalam satu bulan, kita telah kehilangan tiga nyawa!
Song Ha, Jeol Gang, dan belum lama ini, Hyeon Am!
Mereka adalah para sarjana yang kubawa ke dalam Istana!
Mereka adalah orang-orang yang diperlukan untuk mendorong penyetaraan!
Namun!
Apa yang kalian lakukan?
Bicaralah, Penasehat Kim.
Bukankah kau bertanggung jawab pada penyelidikan ini?
Yang Mulia.
Kami sedang berusaha semampu kami.
Kita akan segera menemukan pelakunya, anda tidak perlu khawatir.
Tidak perlu khawatir?
Hanya itu yang bisa kau katakan padaku?
[Kim Byung Jae: Penasehat Negara, Pihak Konservatif]
Kalian ingat ini baik-baik.
Pelakunya pasti akan ditangkap.
Dan jika ada komplotannya di antara kalian...
...kalian pasti akan terungkap!
Aku... akan membuktikan sumpah ini!
Yang Mulia, Anda benar.
Silakan lakukan.
Kami akan berusaha sebaik mungkin.
- Kami akan melakukan yang terbaik! - Kami akan melakukan yang terbaik!
Siapa yang tersisa sekarang?
Oh Kyung Lee Nam Joo, Yang Mulia.
Namun, keberadaannya tidak diketahui.
Maafkan hamba, Yang Mulia.
Meskipun hamba telah mengirimkan anak buah hamba di hari kematian Hyeon Am...
...dia... sudah menghilang.
Segera temukan dia. Dan lindungi dia.
Juga... temukan pelaku secepatnya.
Baik, Yang Mulia.
Ingat ini baik-baik.
Ini titah dariku.
Ini adalah tindakan dari orang-orang yang telah melanggar titahku.
Nyawa hamba taruhannya, Yang Mulia.
- Hati-hati. - Aku akan datang lagi lain kali.
Kenapa Anda sudah lama tidak berkunjung, Tuanku?
Cari kesemua tempat.
Setidaknya kita harus menemukan petunjuk kecil.
Tak peduli seberapa remehnya rumor tentang penembak itu...
...kalian tetap harus memastikannya!
- Siap! - Siap!
Jangan khawatir.
Aku akan mengambil bunga itu dari mulutmu dengan rapi.
Santai saja dan tutup matamu.
Sekarang, sekarang...
Semoga kalian semua membayar untuk pakaian nona itu.
Dasar tak tahu malu! Ini!
Ini!
- Ini! - Ini!
Apa yang kau lakukan?
Apa kau belajar mengayun pedang untuk bermain trik sulap?
Apa hebatnya sebilah pedang?
Jika bisa menghasilkan uang dari mengayunkannya...
...bukankah itu cukup?
Bisakah kau berhenti?
Jika sudah selesai bicara, aku akan pergi dulu.
Permisi.
Jangan pergi kemanapun seenakmu!
Ada banyak kasus berbahaya di Ibukota!
Ya, aku tahu.
Aku juga tahu Ayah sudah berpatroli selama sebulan...
...karena kau masih belum menangkap penembak itu.
Jangan cemaskan anakmu yang tak berguna ini.
Pergilah tangkap penjahat itu.
Aku permisi dulu.
Setidaknya jangan berpikir untuk bertindak gegabah.
Tindakan itu tak sesuai dengan status sosialmu.
Ini...
Ambillah.
Melihatmu menyamar sebagai seorang sarjana...
Kurasa itu bisa berbahaya.
Ambillah.
Kau tidak tahu apa yang mungkin terjadi di kota saat ini.
Terima kasih.
Tak perlu.
Berhati-hatilah, Tuan Sarjana.
Ya. Sampai berjumpa kembali, Nyonya.
- Ah! - Whoa!
Kau tidak apa-apa?
Maafkan aku. Apa sakit sekali?
Kurasa baru kali ini kita bertemu.
Dasar.
L e a v e s t
- Kudengar Oh Kyung sering datang ke sini. - Itu benar.
Tapi, akankah dia muncul di sini?
Orang-orang bilang bahwa Oh Kyung target pembunuhan berikutnya.
Tapi untuk memastikan, tolong berikan ini padanya saat dia datang.
Mengerti.
Kalau begitu, permisi...
Whoa!
Oh, kita bertemu lagi.
Baiklah, apa kau baik-baik saja tadi?
Aku baik-baik saja.
Kenapa denganmu!
Aku mengikutimu sebentar.
Dari gibang* hingga kemari.
* Tempat gisaeng menghibur bangsawan
Kudengar itu adalah tindak kejahatan jika para sarjana terlalu sering ke sana.
Dan kau akan dikeluarkan jika bertemu pihak berwenang.
Si... siapa kau?
Kenapa kau...
Aku penasaran.
Sebenarnya apa yang dilakukan pria mencurigakan yang berpistol ini.
Pengembara sepertimu sepertinya bukan seorang penembak.
Lalu siapakah dia?
- Lepaskan aku! - Baik.
Kami membutuhkan orang sepertimu.
Seorang mata-mata di Ibukota yang menyampaikan informasi!
Sampaikan ini pada sang penembak itu.
Aku ingin bertemu dengannya.
Jangan sembarangan menuduh orang!
Kau mau ke mana?
Brengsek...
Sialan...
Kenapa kau...
Lepaskan!
Berhenti! Atau kami akan membawa kalian ke biro polisi!
Kalian tunggu apa? Tangkap mereka!
- Siap. - Siap.
Apa? Astaga...
[Biro Polisi]
Duduk. Duduk.
Hei, hei, hei. Duduk.
Duduk kubilang.
Siapa orang-orang itu?
Setengah dari mereka adalah penipu dan setengahnya lagi adalah kuli angkut.
Kudengar mereka seperti itu karena merasa jenuh.
- Jenuh karena apa? - Berjuang mencari nafkah.
Ayo masuk.
Dasar...
Baiklah. Kau bilang kau menemukan petunjuk tentang penembak itu?
Ya, orang itu...
Aku takkan melepaskannya jika bertemu dengannya lagi!
- Biarkan saja. - Apa?
Anggap saja itu tak pernah terjadi...
...jika tidak, justru kau akan berhadapan dengan penembak sesungguhnya.
- Kau sebut dirimu polisi... - Memangnya polisi punya nyawa cadangan?
Ada hal-hal yang harus kau hindari.
Dia mempunyai senapan jenis baru.
Berbeda dengan senapan kuno.
Ini 100 kali lebih kuat dan lebih cepat. Lebih baik kau menghindarinya.
Bagaimana jika aku menangkapnya?
Nah...
Aku akan memberimu Myungeori!
Memangnya Myungeori itu milikmu?
Justru mau kuberikan karena bukan milikku!
Apa yang kau lakukan?
Kau yakin tahu caranya menghindar...
Senapan baru itu mungkin lebih lamban darimu!
Aku pergi.
Whoa!
Sampaikan ini pada sang penembak itu.
Kau mau ke mana?
Apa yang terjadi?
Tidak tahu. Aku tak mau membicarakannya.
Karena itu, sudah hentikan.
Aku tidak tahan lagi karena ini membuatku ketakutan!
Pagi ini Nyonya mencari Nona.
Kau tahu betapa terkejutnya aku?
Kau tahu seberapa deras keringatku saat kau berkeliaran?
Astaga!
Nona...
Apa ini?
- Oh... aku dapat dari seseorang. - Dari siapa?
Hye Won.
Jadi, Kau mengambilnya begitu saja?
Itu karena aku juga takut!
Apa kau tahu betapa takutnya aku saat mencari Guru Oh Kyung?
Rasanya penembak itu seperti bayangan yang mengikutiku.
Karena itu, kumohon berhentilah.
Apa hebatnya buku itu...
Kau mau bicara sembarangan?
Itu buku Guru Hyeon Am.
Guru mempercayakannya padaku.
Aku harus menyampaikannya.
Aku bicara begitu karena khawatir!
Bagaimana jika kau bertemu dengan penembak itu?
Hei, jangan bicara begitu!
Mengerikan.
Jika gerakan pencerahan ini berjalan...
...kita semua akan digulingkan dari istana!
Apa hanya itu?
Bahasa halusnya adalah, untuk mengubah kesejahteraan nasional dan kekuatan militer.
Siapa yang akan menanggung semua itu?
Pada akhirnya, itu berarti menjadikan bangsawan seperti kita jatuh miskin!
Tak ada lagi yang bisa dipandang.
Kali ini, tolong buat keputusan.
Jika kita memanggil Dae Won segera...
[Kim Jwa Young, Pemimpin Pihak Konservatif] Jangan gegabah.
Seberapa sulit untuk membangun sebuah era baru?
Ini berarti menorehkan cara hidup berbeda.
Itu pekerjaan berat.
- Akan tetapi... - Berikan waktu.
Agar Yang Mulia akan menyadarinya sendiri.
Saat Yang Mulia melihat bahwa Oh Kyung terbunuh...
Yang Mulia akan mundur sedikit.
Baiklah... apa masih ada yang ingin kalian sampaikan?
Tentang Park Jin Han...
Dia adalah kepala pengawal istana yang ditunjuk langsung oleh Yang Mulia.
Dia sangat giat dalam menyelidiki kasus ini.
Jika kita membiarkannya, dia bisa curiga...
Itu... sesuatu yang harus diurus.
Jika ada orang-orang yang menentang...
Bereskan mereka.
Baik, Tuanku.
Ayo, silakan diminum.
Apa berjalan lancar?
Butuh waktu beberapa hari.
Saya minta maaf.
- Sekarang... kau yang akan bertanggung jawab. - Baik.
Kau sudah menemukan keberadaan Park Jin Han?
- Ya. - Mulailah dengan menyingkirkan dia.
Oh Kyung... target berikutnya.
Ya, mengerti.
[Kantor Pengawal Istana] Senapan ini, Tuan.
Ini satu-satunya senapan modern dari jenisnya di Joseon.
Ini senapan Amerika yang digunakan pada tahun 1811.
Seperti yang Anda alami, senapan ini kuat dan mematikan.
Tidak perlu menyalakan api atau mesiu seperti pada senapan kuno.
Bahkan jika terendam air, senapan ini bisa langsung menembak lagi.
Adakah senjata yang bisa mengalahkannya?
Tidak ada senjata di Joseon yang dapat mengalahkannya, Tuan.
Sama seperti di tahun 1811.
Musuh mampu menjangkau jarak yang tidak bisa dicapai oleh busur ataupun senapan kuno.
Sementara 350 prajurit Joseon tewas, di pihak musuh hanya tiga orang yang tewas.
Jika Anda berhadapan dengan penembak itu lagi, sebaiknya Anda menghindar.
Sejauh ini Anda beruntung, Tuan.
Apa malam ini Ayah tidak pulang juga?
Ini sudah sepuluh hari.
Apa Kakak tidak khawatir?
Khawatir tentang apa? Ini baru sepuluh hari.
Dulu saat bertugas di perbatasan, Ayah tidak pulang selama 10 bulan.
Di hari aku dilahirkan, dan saat kau lahir, juga...
Hanya ada pembantu.
Tetap saja, saat itu kondisi Ibukota tidaklah seburuk ini.
Ayah pasti sedang menangani kasus besar.
Kudengar ada seorang penembak berkeliaran. Ayah tidak sedang mengejarnya, kan?
Sudah selesai.
Ini, lihatlah.
Kali ini apa?
Coba tebak.
Kendi?
Hei, ini burung hantu.
Mana mungkin itu burung hantu? Kelihatannya lebih seperti kendi.
Biasanya, saat burung hantu melipat sayapnya...
...dia terlihat seperti kendi.
Dan lihat. Matanya ada di sini, dan telinganya mencuat ke atas...
Lupakan saja. Buatkan burung hantu dengan sayap yang mengembang.
Sayap?
Baik, kali ini benar-benar selesai. Coba lihat.
- Hoo! Hoo! - Kubilang yang sayapnya mengembang!
Dia pasti sudah pulang!
Ayah!
Oh!
Ayah baik-baik saja?
Tentu saja. Apa kau juga, Yeon Ha?
Ya.
Siapa itu?
Bawa dia masuk!
Ayah!
Ayah!
- Yeon Ha, masuklah. - Baiklah.
L.e.a.v.e.s.t
Akhirnya kita bertemu.
Kemarilah!
Berhenti!
Minggir!
- Dia di sana! - Ya, Tuanku!
Di rumah ini.
- Cari ke semua penjuru. - Siap.
- Pergi selidiki! - Siap.
Ada perlu apa, Tuan?
Minggir. Kami pengawal istana.
- Ada masalah apa? - Pria yang kami kejar bersembunyi di sini.
Kami akan menggeledah kediaman ini.
Tempat ini milik Wakil Ketua Pedagang di Gyeonggi.
Anda tidak diperbolehkan menggeledah tanpa surat perintah.
Singkirkan pedang kalian.
Berhenti.
Siapa yang sedang Anda kejar?
Seorang penembak yang mengenakan topi jerami.
- Kalau begitu... - Apa Anda mau bekerja sama?
Ya. Jika dia orangnya, kami juga tidak akan menyambutnya.
Buka semua pintu di kediaman ini!
Buka semua kotak yang bisa menjadi tempat persembunyian manusia.
Silakan dicari.
Dia tidak ada di sini.
Tak ada apapun, Tuan.
Maaf atas ketidaknyamanan ini.
Yang terpenting sudah tak ada kesalahpahaman di antara kita.
Terima kasih atas kerja sama Anda.
Tidak perlu. Anda telah bekerja keras hingga larut malam.
Mohon berhati-hatilah.
Permisi...
Tolong jangan terlalu tersinggung.
Terus terang saja.
Baiklah.
Jika kau berkata begitu, aku harus.
Masuklah, Ayah.
Saya rasa dia meninggalkan jejak palsu, Tuan.
Berpencar dan lanjutkan pencarian!
- Berdiri di depan semua pintu keluar! - Siap!
Tolong jangan pergi sendiri lagi, Tuan.
Saya yakin... dia mengincar anda.
Keluarlah.
Sekalipun kau sedang dikejar...
...jangan datang ke sini.
Jika kau membuat kesalahan yang sama sekali lagi...
Aku takkan mengampuni seorangpun dari kalian.
Saya minta maaf.
Pergilah sekarang.
Para pengawal telah pergi.
- Apa kau mengerti? - Kemasi yang diperlukan saja.
- Ya. - Baiklah.
Kau, juga!
Berbahaya tinggal di rumah ini!
Aku akan tetap di sini.
Aku takkan lari.
Kalau begitu Yeon Ha juga akan tetap disini!
Kau pikir dia akan aman tanpa kehadiran kakaknya?
Sebenarnya kita akan ke mana?
Saya tidak berhak untuk meminta bantuan.
Kenapa Anda berkata begitu, Tuan? Kami menyambut Anda.
Beri salam. Beliau juru tafsir istana, Tuan Jung Hwe Ryung.
Nama saya Park Yoon Kang.
Nama saya Park Yeon Ha.
Maaf merepotkan Anda.
Kau pandai bertutur kata. Selamat datang.
Ayahmu dan aku adalah teman dekat.
Kami pergi ke Yuan dalam operasi militer bersama dan terjebak dalam pertempuran.
Ayahmu, yang melindungi bangsa ini, menyelamatkan hidupku.
Aku sedang membayar hutang itu sedikit, jadi anggap saja seperti rumah sendiri.
Ya, terima kasih.
Nyonya, Nona Soo In datang!
Ya, silakan masuk.
Ayah saya sudah cerita banyak tentang Anda.
Maaf atas ketidaksopanan saya.
Anda menyerupai seseorang yang saya kenal.
Kau... pria mana yang kau kenal?
Karena dia terlalu sering melihat Anda, Tuan, melihat lelaki muda membuatnya terkejut.
Jangan berkata begitu.
Soo In, antar mereka keliling rumah.
Apa?
Ya.
Ini kamar Anda.
Yeon Ha akan tinggal dengan saya di rumah.
Ya, terima kasih.
Silakan beristirahat.
Tunggu...
Ada apa?
Apa mungkin... kita pernah bertemu sebelumnya?
Apa maksud...
Saya yakin ini pertama kalinya bertemu Anda.
Hanya saja... kau bilang aku menyerupai seseorang yang kau kenal.
Aku juga merasakan hal yang sama.
Eee, mungkin kita pernah berselisih jalan.
Y... ya, bisa jadi! Permisi...
Tapi!
- Ya? - Sebenarnya aku mirip siapa?
Itu membuatku penasaran.
- Itu... - Oh, tidak! Tidak!
Pertanyaan yang tak berguna.
Tidak sama sekali. Aku tidak sengaja bertemu pria rewel belum lama ini.
Dia pria rendahan dan sulit diatur. Aku sampai tidak berani bicara dengannya!
Mengingat dia membuatku geram!
Apa?
Yah... dia tidak ada hubungannya dengan Anda, Tuan Muda Yoon Kang.
- Permisi... - Baiklah.
Tapi tetap saja, membandingkanku dengan pria rewel!
- Wajahmu berbunga-bunga. - Apa?
Bukankah dia begitu tampan?
Bibir yang tegas dan mata yang tajam...
Jika Nona berdandan dengan benar, kurasa kau bisa menarik perhatiannya.
Bukankah begitu?
Menarik perhatian apanya?
Kenapa? Apa kelihatannya dia tidak tertarik pada Nona?
Apa? Hei!
Tidak apa-apa. Aku pergi.
Hei... berhenti!
Ibu.
Apa maksud Ibu aku berbuat begitu seolah tidak menyukainya?
Aku tidak bermaksud begitu! Aku tidak melakukan apa-apa.
Apa maksudmu?
Bukankah kau tercengang saat melihat Tuan Muda Yoon Kang?
Beraninya kau berperilaku seperti itu di depan Kepala Pengawal Istana?
Beliau adalah orang yang menyelamatkan nyawa ayahmu.
Jangan melakukan apapun yang membuatnya merasa tidak nyaman.
Yang benar saja! Apa yang ibu mau?
Aku sudah menahan diri sebisanya!
Memangnya aku gisaeng*?
* Wanita penghibur
Haruskah aku menyanyikan sebuah lagu?!
Astaga. Siapa itu?
- Ini aku. - Kenapa kau bersembunyi di sana?
Oh, itu...
Aku tidak bersembunyi, tapi sedang berjalan-jalan di sekitar rumah dan...
Tempat ini terpisah dari rumah!
Hanya wanita yang diperbolehkan berjalan di sekitar sini!
Kau tidak tahu itu?
Tidak... Aku hanya...
Aku melihat banyak hal-hal menarik di sini!
Jika kau melihat hal menarik di kamarku, apa kau akan masuk juga?
Aku mengerti. Aku akan pergi.
Oh, ya.
Maaf atas kejadian tadi.
Kudengar kau dimarahi oleh ibumu.
Kau bersembunyi dan menguping juga?
Tidak, itu karena aku sedang jalan-jalan...
Bagaimanapun, aku minta maaf.
Aku juga tak ingin membebani orang lain.
Tapi karena ayahku adalah seorang pejabat pemerintah...
Jika kau ingin bicara panjang lebar, sebaiknya pergi saja.
Aku mengerti. Permisi.
Dasar pemarah...
Dia membuat seolah aku melakukan kejahatan serius.
Apa katamu?
Tidak, tidak!
Apa-apaan...
Terima kasih.
Aku sangat takut dan khawatir. Ayah akan baik-baik saja, kan?
Jangan khawatir. Dia pendekar pedang terbaik di Joseon.
Tapi orang itu punya senapan! Kau melihatnya sendiri!
Yeon Ha. Pedang bukanlah satu-satunya senjata di luar sana.
Tahu cara memenangkan segala jenis pertarungan juga merupakan kemampuan.
Dia akan baik-baik saja.
Kau percaya padaku, bukan?
Baiklah, kalau begitu.
Terima kasih untuk minumannya.
Kau mau pergi ke suatu tempat?
Ya, aku akan bertemu Jung Hoon.
Pulanglah lebih awal. Kita menumpang di rumah orang.
Juga jangan membuat keributan di tengah malam.
Baiklah. Aku mengerti.
Lea vest
Kembali lagi?
Y... ya. Aku sedang memeriksa.
Dia belum datang, ya?
Belum.
Tapi, aku mendengar desas-desus tentangnya.
- Ya? - Seseorang melihatnya di Banchon.
Tampaknya dia cukup tidak takut untuk melakukan kegiatan di sana...
Hei!
[Banchon]
Siapa kau?
[Oh Kyung - Lee Nam Joo] Siapa kau? Kenapa mengikutiku?
H... Hyeon Am...
Guru Hyeon Am...
Apa katamu?
- Saya murid Guru Hyeon Am. - Jangan berbohong padaku!
Aku hampir kenal semua wajah murid Guru Hyeon Am!
Ini benar. Nama saya Soo In.
Saya putri dari Tuan Jung Hwe Ryung!
Anda tidak mengenali saya?
Kita sudah pernah bertemu beberapa kali.
Apa maksudmu? Kau seorang sarjana.
Ini karena saya memakai pakaian sarjana.
Coba lihat.
Sekarang aku tahu...
Kau melalui banyak kesulitan untuk mencariku?
Saya mencari Anda ke semua tempat yang bisa saya pikirkan.
Baik. Bagaimana dengan bukunya?
Tadinya saya belum yakin, jadi saya meninggalkannya di rumah.
Silakan ikuti saya.
Beliau meminta saya untuk memberikannya pada Anda.
Beliau berpesan begitu sebelum meninggal.
Aku tidak bisa pergi sekarang. Ada pertemuan rahasia.
Semua orang sedang menungguku.
- Kalau begitu... - Datanglah ke Paru besok.
Jika kau melewati jalan utama, ada sebuah pohon pinus besar.
Tunggu aku di sana. Apa kau bisa?
Ya, saya bisa.
Baiklah. Aku mohon bantuanmu.
- Jadi kau pindah? - Ya.
Aku tinggal di rumah orang lain. Sungguh sial!
Aku mengerti. Aku gembira mendengar kalian semua selamat.
Kau senang tinggal di sana? Kudengar Tuan itu punya seorang anak perempuan.
- Dasar kau ini... - Kenapa? Tidak ada, ya?
Dia punya temperamen buruk.
- Tapi, bukankah dia cantik? - Entahlah!
Katakan saja.
Yah... dia lumayan cantik.
- Seberapa cantik? - Sangat cantik.
Tapi sudah kukatakan, dia sangat pemarah.
Bagaimana bisa kau menilai orang dari sifatnya sementara hati orang bisa berubah?
- Bagaimana dengan wajah mereka? - Itu tidak berubah.
Itu sebabnya aku bisa mengenalmu setelah tidak bertemu beberapa hari.
Baiklah, aku mengerti. Aku paham.
Angkat gelasmu.
Aku harus datang mengunjungimu kapan-kapan...
Baiklah. Jadi tidak mudah menyingkirkan Park Jin Han dengan senapan?
Maafkan saya. Kami akan menyiapkan lagi.
Biarkan dia.
Membereskan Dia bukanlah urusan mendesak.
Singkirkan dulu Oh Kyung.
Juga... kudengar saat itu Hyeon Am sedang menulis sebuah buku.
Mungkin dia sudah menyelesaikannya sebelum meninggal.
Cari dan bawakan untukku.
Ya.
[Hyeon Am, sarjana penyetaraan] Ambillah.
- Ini... - Aku hampir menyelesaikannya.
Kau mau membacanya?
Apa tidak masalah jika saya menjadi orang pertama yang membaca ini?
Tidak masalah. Setelah kau selesai, antarkan pada Sarjana Oh Kyung.
Kurasa sebaiknya meninggalkan buku itu padanya.
Dia akan segera melayani Yang Mulia.
Guru, apa maksudnya itu?
Lalu, apa Anda berencana menghadiri pertemuan besok?
Guru, itu berbahaya. Anda sudah menghadapi dua kali upaya pembunuhan...
Jangan khawatir.
Mereka takkan mudah menemukan tempat pertemuan digelar.
- Akan tetapi... - Bahkan jika terjadi sesuatu...
Aku telah meninggalkan buku itu padamu, bukan?
Aku juga meninggalkannya pada murid seperti dirimu.
- Hati-hati di jalan. - Terima kasih.
Apa kau tak pernah dihukum karena selalu berbau arak?
Entahlah... orang juga bertanya-tanya apa bau itu dari mulutku karena bauku memang seperti arak.
Jika aku kepala polisi, aku akan langsung memecatmu!
Selama ada perempuan dan arak, aku akan bahagia dimanapun berada.
Dasar. Akan kubunuh...
Lepaskan. Menyerang polisi adalah tindak kejahatan.
Menyerang apanya?
Hei, sudah terlambat. Pulanglah.
Baiklah. Sampai jumpa.
Baiklah. Hati-hati!
Ah, sial.
Ya memang, pulang sepagi ini.
Tuan.
Tuan, kami menemukan Oh Kyung.
- Benarkah? - Ya, Tuan.
Orang-orang di Angol melapor bahwa mereka melihat dia di sana.
- Apa yang mereka lakukan sekarang? - Satu orang mengawasi Oh Kyung...
...dan yang lain kembali untuk memberikan laporan.
Dasar bodoh!
Kenapa hanya satu orang yang mengawasinya?
Aku akan pergi duluan.
Bawa pengawal lainnya dan susul aku!
Ya, Tuan.
Aku sedang mencarimu.
Di mana dia sekarang?
Apa yang kau bicarakan?
Si penembak itu.
Sudah kubilang aku bukan dia! Itu bukan aku!
Tolong minggir.
- Aku bukan dia. - Jika bukan kau...
Bagaimana dengan pistol itu?
Ini hanya...
Singkirkan pistolmu.
Singkirkan itu dan ikut aku ke biro polisi dengan tenang.
Maka aku akan membiarkanmu hidup.
Bukan aku! Aku tidak terlibat sama sekali!
Ikuti aku jika kau tidak bersalah! Kenapa tidak bisa?
Aku punya alasan, itu sebabnya.
Kuhitung sampai tiga.
Satu...
Jangan lakukan itu! Tolong menyingkir!
Ini berbahaya!
Dua...
Jangan bertindak bodoh!
Ini pistol. Senjata seperti pedang takkan bisa menghentikannya!
'Senjata seperti pedang'?
Bisa.
Jangan!
Subtitle Indonesia oleh Leavest IDFL.ME
Dapatkan juga subtitle di orang-gak-penting.blogspot.com
Joseon Shooter
Bahkan jika kuletakkan topi padamu dan memutarimu sekali...
Kau terlihat sangat mirip dengannya.
Pikirkan saja semaumu!
Astaga. Kenapa kau sangat membenciku?
Di mana kau letakkan tanganmu?
Matahari akan segera terbenam.
- Tolong singkirkan tanganmu. - Ya ampun. Pegangan yang erat.
Park Yoon Kang. Mencoba mempermainkanku...
Bagaimana kau akan mengatasi ini?
- Saya sendiri yang akan maju. - Awas, senapan!
Kita harus menemukan buku Hyeon Am meskipun sampai ke ujung dunia.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.