All language subtitles for Dil Dhadakne Do (2015)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan Oleh : ~o0o~ Ackiel Khan feat Galank87 ~o0o~

IDFL� Subs Crew http://IDFL.me

Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More --- http://IDFL.ME ---

Diterjemahkan Oleh : Ackiel Khan feat Galank87

Dunia dipenuhi dengan berbagai macam makhluk.

Tapi spesies paling aneh...

...Adalah manusia.

Waktu berlalu begitu saja bagi sebagian makhluk.

Tapi manusia masih membaginya ke dalam tahun, bulan, dan hari.

Dan terbentuklah kalender.

Mereka beranggapan waktu bisa terulang.

Dan mereka juga bilang hari ultahku bisa kembali datang.

Apakah waktu bisa terulang atau tidak...

..Seluruh momen istimewa manusia...

..Bisa berbalik arah dan datang kembali setiap tahun.

Semua barang ini adalah hasilnya.

Ini hadiah dan juga undangan..

..Ulang tahun pernikahan ke-30.

Hari ulang tahun pernikahan Tuan dan Nyonya Mehra.

Salah satu pasangan elit paling populer di Delhi.

Keluarga Mehra.

Ini Tn. Kamal Mehra.

Pebisnis sukses..

...Yang membangun istana megahnya dari nol.

Ia selalu mengatakan berulang kali, khawatir ada yang lupa.

Tn. Mehra sering menyebut dirinya sebagai 'Ciptaan sendiri'.

Heran, jika ada yang bisa menciptakan dirinya sendiri...

...Lalu kenapa dia tak menjadikan dirinya sedikit lebih baik?

Tapi mau gimana lagi?

Jaman sekarang, 'Lebih baik' tak diukur...

..Dengan kecerdasan, kejujuran atau keberanian.

Tapi dengan hal lain.

Itu hanya bisa diukur dengan uang.

Pukulan yang bagus, Kamal!

Hanya jika kau setepat ini juga bertransaksi dengan Suri.

Kalah-menang itu biasa, Lalit.

Hanya orang yang sedang diujung tanduk yang perhitungan.

Ayolah!

Minumlah bir bersamaku.

Aku ada janji makan siang dengan istriku.

Dan aku selalu tepat waktu.

Sampai jumpa.

Ini istrinya, Neelam Mehra.

Tn. Mehra takkan makan siang bersamanya, dia hanya dijadikan alasan.

Sebenarnya, mereka sudah lama tak pernah makan siang bersama.

Awal mula kisah mereka cukup romantis.

Neelam yang berusia 18 tahun kabur...

..Dan menikahi Kamal yang berusia 22 tahun.

Bergulirnya waktu, Mereka mencapai sukses luar biasa.

Tapi kehilangan satu sama lain.

Oia, info ini bersifat rahasia.

Di depan semua orang, Mereka adalah pasangan harmonis.

Pasangan idaman.

Kau tahu tidak, Kamal sedang di Taiwan..

..Untuk urusan kerja minggu lalu.

Coba tebak, siapa yang juga sedang rapat...

..Di Taiwan di minggu yang sama?

Jangan bilang!

Radhika?!

Dia memang sialan!

Dan Kamal...

Untuk apa mengemasi barang...

...Jika tak mau memakainya?!

Kami sedang membicarakan dirimu dan Kamal.

Benarkah?

Hal termanis darinya..

...Mengadakan pelayaran.

Suamiku bahkan tak ingat..

..Hari ultah pernikahan kami.

Mau kuajari agar suamimu ingat?

Pembantuku kabur lagi.

Lagi? Kau apakan mereka?!

Ya, Ayesha?

Tante Deeya masih belum konfirmasi.

Aku tahu, Ma.

Tapi kamarnya tak bisa di-pending.

Undangan yang bagus.

Untuk merayakan 30 tahun pernikahan Kamal dan Neelam..

Kami mengharap kehadiran kalian..

..Untuk berlayar bersama kami selama 10 hari ke Turki dan Yunani.

Sama seperti hidup kami, perjalanan ini...

..Takkan lengkap tanpa kehadiran kalian.

Kabir Mehra.

Ayesha Mehra.

Anak pertama Neelam dan Kamal.

Tapi namanya tak dimasukkan seperti adiknya dalam undangan.

Kenapa begitu?

Karena tradisi dari bangsa kami setelah menikah...

..Seorang anak perempuan sudah jadi milik keluarga lain.

Anak laki-laki boleh terus melajang.

Dia tetap bagian keluarga.

Dan setelah 21 tahun kelahiraannya..,

...Ayesha menikah dan pindah ke Mumbai.

Hidup layaknya wanita pada umumnya.

Tapi Ayesha bukan tipikal wanita pada umumnya.

Segera setelah pernikahannya...,

..Dia merintis bisnisnya, 'Portal Perjalanan Online'.

Sekarang, bisnisnya adalah yang terbesar ke-2 di pasar.

Sama seperti Papanya, dia juga berjuang sendiri.

Perbedaannya, dia tak mengumbarnya.

Dan ini, Kabir Mehra.

Anggota termuda dari Keluarga Mehra.

Pemuda, atau berkah dari Tuhan.

Lagipula, Dia akan meneruskan nama keluarganya.

Minggu lalu, dia berusia 25 tahun.

Anak kesayangan Mamanya.

..Dan pewaris tunggal seluruh kekayaan Papanya.

Jadi, dia pangeran dan juga putra mahkota.

Tapi apa itu cukup?

Hanya waktu yang akan menjawab pangeran ini pantas gelar itu atau tidak.

Demikianlah, rekan-rekan semua.

Kurasa sudah cukup jelas...

..Kalau kita bisa merilis..

..Sebuah produk berkualitas..

..Untuk pasar Asia Selatan.

Dan bagaimana caramu bersaing dengan produk-produk China?

Nah, Kurasa...

..Itu bukan urusan kita.

Lagipula, kualitas produk kita lebih baik..

..Dan harganya lebih terjangkau.

Itu baru bisa terjadi..

..Jika fungsi harga penjualan dan biaya produksi..

..Berada di kisaran itu.

Mata Uang Rupee India selalu berubah-ubah.

Mana kemungkinan terburuknya?

Jika dollar naik..

..Harga kebutuhan pokok juga akan naik.

Bukankah begitu?

Sebenarnya, Anda sangat benar.

Kita juga harus pertimbangkan hal itu.

Besok ku berikan revisi proposalnya.

Anda benar.

Apapun bisa terjadi.

Bukankah tahun depan Anda ikut Pemilu di Sri Lanka?

Kebijakan bisa saja berubah...

..Seiring Pemerintahan yang baru.

Dan lalu konsesi pajak..

..Yang Anda berikan pada kami..

..Mungkin juga berubah.

Kita harus mempertimbangkannya juga.

Anda benar sekali, Tn. Mehra

Seperti biasa.

Ya Tuhan!

Aku suka sekali gambar Pluto itu.

Kau menggantungnya kemarin.

Bukankah itu yang terbaik?

Dia manis sekali.

Apa itu Pluto?

Itu planet.

Dari dulu.

Dulu.

Pluto itu anjing kami.

Pluto itu saudara kami.

Saudara.

Apa dia sepertimu?

Kenapa tak ada yang cerita kalau..

..Sepupu Manav itu sangat manis?

Kapan kau akan kembali ke Delhi, Kabir?

Besok, setelah rapat.

Kenapa?

Kenapa buru-buru?

Tinggallah lebih lama.

Kau masih naik pesawat itu?

Bahkan sekarang aku sendiri yang menyetir, Tante.

Kau pernah berjanji kau akan ikut.

Lalu ada apa?

Bagaimana mungkin?

Aku punya penyakit vertigo.

Belum lagi...

..Kalau aku pergi sehari saja..

..Rumah ini pasti berantakan.

Kudengar...

..Papamu mau jual pesawat itu?

Ya.

Jangan mengingatkanku.

Aku bisa saja bunuh diri di sini.

Ayesha, tolong carikan solusi..

..Agar Papa tak jadi menjualnya.

Kabir!

Aku tahu pesawat itu adalah cinta sejatimu.

Tapi Ayka perlu pengurangan aset.

Itu investasi mati.

Kau tahu...

Saat aku menikah...

..Aku begitu malu di hadapan mertuaku.

Tak usah bicara soal bisnis.

Bilang 'ya' atau 'tidak' saja, Aku sungkan.

Tapi jaman sudah berganti.

Ma, ceritakan kisah itu.

Saat Mama bertemu Maharaja Jodhpur.

Kau tahu...

...Kabir pun merasa namaku..

..Harusnya juga ada di undangan itu.

Aysh...

Undangan itu dari Keluarga Mehra.

Kau bukan Keluarga Mehra lagi.

Kau Keluarga Sangha.

Dan tolong beritahu Kabir...

...Cara bersikap dengan Nitya?

Mereka bukan anak-anak.

Aku tahu.

Tapi dia sepupuku.

Dan adikmu...

Anak manja!

Manja atau tidak, Kabir tetap teman baikku.

Kami bertemu 5 tahun yang lalu.

Dan tak terpisahkan sejak itu.

Oh Ya... Aku lupa memperkenalkan diri.

Lagipula, akupun dari keluarga ini.

Halo, tampan!

Dan secara kasar boleh dibilang..

..Satu-satunya yang normal di keluarga ini...

..Hanya aku.

Pluto Mehra.

Ayesha kecewa...

..Namanya tak dicantumkan di undangan.

Bagaimana rapatmu?

Papa sudah melakukannya via Skype.

Oh..

Betapa rendah hatinya anakku ini!

Seperti aku.

Kurasa Ayka tak membutuhkanku.

Apa maksudmu?

Perusahaan itu milikmu.

Kau putra kami.

Siapa lagi yang akan mengurusnya?

Aku tak tahu.

Mungkin Papa bisa cari orang lain yang lebih mampu.

Ada apa?

Ini.

Ini tak berlemak.

Tidak mungkin.

Jangan bohong.

Kau ingin Roti Keju panggang?

'Hot Chocolate Fudge' dari Nirula?

Apa Mama mendengarku?

Kurasa aku bukan dari keluarga ini.

Jika kau bukan dari sini...

...Kenapa kau dilahirkan di sini?

Itu hanya akal-akalan Mama.

Baiklah.

Jika kau ingin..

...Satu hal sekarang.

Kau mau apa?

Terserah.

Terserah, katakan?

Aku ingin Papa tak menjual pesawat itu.

Ini sangat berminyak.

Siapa yang mau memakannya?

Ada apa lagi?

Hanya ini.

Hanya ini?

Bagus.

Terima kasih.

Sunnil.

Ya, Tuan?

Ambilkan buah.

Sudah ku bilang beritahu mereka di pagi hari...

...Menu apa yang kau mau.

Ini bukan hanya soal aku.

Menurutmu kau mau makan ini?

Selamat atas 'turunnya' berat badanmu.

Berikan yoghurt-nya.

Ayesha kecewa..

..Karena namanya tak ada di undangan.

Oh ya?

Dia yang siapkan segalanya, bukan aku.

Jika kita cantumkan nama Ayesha...

..Maka nama Manav juga.

Dan lalu semua orang akan mengira...

..Dia yang membiayai pelayarannya.

Membingungkan.

Sudah ku bilang dia akan kecewa.

Maka, bicaralah padanya.

'Mother India'.

Semuanya, tolong.

Akan ku jual beberapa sahamku.

Apa?

Aku perlu membeli sesuatu.

Oh Sungguh?!

Sepatu dan Tas 'Louis Vuitton'...

..Itu tak cukup?

Sekarang kau juga mau pabriknya?

Aku ingin membelikan putraku hadiah..

..Kalau kau tak keberatan?!

Hadiah apa?

Pesawat yang kau jual.

Ma!

Kau tak punya malu?

Aku tak bilang apa-apa.

Ada apa denganmu, Kabir?

Jangan bawa-bawa dia dalam hal ini.

Di usiamu...

..Aku terbiasa naik bus untuk bekerja.

Jalan kaki, saat tak ada uang.

Sampai sepatuku lusuh!

Aku dulu bekerja keras, Kabir.

Sungguh? Lalu?

Kami belum pernah dengar hal ini sebelumnya.

Dan kau?

Kau ingin beli pesawat itu dari kita?

'Cerdas' sekali kau, Neelam.

Aku juga punya hak.

Terserah diriku, mau ku apakan uangku, oke.

Uangmu?

Kau memilikinya...

..Berkat hasil jerih payahku.

Aku!

Dan aku membantumu.

Diamlah.

Jangan bicara padaku seperti ini.

Para manusia diberkahi bahasa.

Itu berkah yang bisa membuat mereka mengungkapkan perasaan...

..Pikiran, pendapat, dan emosinya.

Tapi ironisnya, terlepas dari kekuatan ini...

..Kesalahpahaman seperti mereka...

..Tak bisa ditemukan dalam hewan yang tak bisa bicara.

Jika ada begitu banyak kesalahpahaman dalam satu keluarga saja...

..Bagaimana bisa orang mengharapkan perdamaian dunia?

Apa ini, Amrish?

Jika aku tak melakukan pemeriksaan..

..Kalian pasti sudah mengirimnya?

Apa ini akhir dari Ayka?

Kau pengawasnya.

Beginikah caramu mengawasi?

Tuan...

Aku dengar kabar dari Bank.

Kabar buruk.

Mereka tak mau ambil risiko lagi.

Rekeningnya sudah habis.

Dan semua orang yang menghutangi kita sudah menelepon.

Sial.

Bagaimana bisa mereka begitu?

25 tahun kita kerjasama dengan mereka...

...Beginikah cara mereka hargai persahabatan kita?

Apa yang mereka inginkan?

Apa perlu ku pasang tulisan...

...Kalau Ayka sudah bangkrut?!

Aku bisa menundanya.

Tapi kita tetap harus bayar.

Bagaimana lagi?

Semuanya baik-baik saja.

Aku baik-baik saja.

Aku baik-baik saja.

Oh, Kamal akan sangat kecewa.

Kami rindu kalian semua.

Nanti ku beritahu dia.

Baiklah.

Daah.

Daah.

Keluarga Kumar tak bisa ikut.

Bagus.

8.000 Euro terselamatkan.

Haruskah bersikap begitu?

Perusahaan sedang kritis.

Bunga bank makin besar tiap harinya.

Jadi, maafkan aku sudah bersikap kasar.

Menurut Prem, aku harus bicara pada Lalit.

Lalit Sood?

Kau akan jual sahammu?

Untuk kerjasama?

49%.

Hartanya masih berlimpah.

Kau harus memanfaatkan...

...Orang semacam Lalit.

Beri dia sesuatu yang dia butuhkan.

Tapi apa?

Dia itu punya segalanya.

Kecuali seorang menantu.

Putrinya, Noorie...

Pertunangannya kandas.

Aku pernah cerita.

Kenapa, apa yang dia lakukan?

Siapa yang peduli!

Dia satu-satunya pewaris Lalit Sood.

Apa Kabir mengenalnya?

Mereka pasti pernah bertemu.

Apa yang kau pikirkan?

Kabir dan Noorie?

Tidak, sebenarnya...

...Itu bukan ide yang buruk.

Oia, Naina Sood pasti...

...Sedang sedih sekarang.

Haruskah ku undang mereka?

Bagaimana dengan Vinod?

Jika kita menelepon mereka...

..Vinod akan kecewa.

Tak usah mengkhawatirkannya.

Dia pernah selamat dari serangan jantung.

Dia pasti bisa melalui ini juga.

Hai Naina!

Apa kabar?

Sangat baik.

Oke, Aku menelepon untuk mengundangmu...

..Ke perayaan ultah pernikahan kami.

Dan kami akan berlayar.

Kami ingin mengundang kalian semua.

Kak Ayesha!

Aku kesitu!

Selamat Datang!

Halo, Sayang!

Hai, Tante Saira!

Hey, Nak!

Ayo!

Pluto Mehra.

Kemarilah.

Kenapa dia diikat?

Aturan kapal.

Pluto yang malang!

Acara yang luar biasa, Kabir.

Beri selamat pada Ayesha, Om Jamaal.

Dia yang atur semuanya.

Kakakmu itu jenius.

Top 10 Enterpreneur versi Majalah Forbes.

Selamat, Kamal.

Tahun depan, giliran putraku.

Dia baru saja menyelesaikan bisnis luar biasa di Mumbai.

Kau pasti sudah melihatnya, Jamaal.

Dia itu 'Singa'!

Benarkah?

Bagus, Kabir.

Aku bangga padamu!

Kau benar-benar sudah melupakan Delhi dan kami semua.

Sama sekali tidak, Om Amrish!

Berkunjunglah ke rumah kami.

Tentu saja.

Aku sangat bahagia Om bisa ikut.

Tn. Kamal sendiri yang langsung mengundangku dan Sunny.

Aku harus ikut.

Kuharap Sunny juga bisa ikut.

Berapa banyak baju ganti yang kau bawa?

Cukup, tidak?

Keluarga Chaddha kecewa.

Mereka tak diundang.

Bukankah mereka itu temanmu, Indu?

Tak semuanya bisa diundang.

Mereka mengundang anjing.

Dia bersikap lebih baik daripada Keluarga Chadda.

Naina! Halo!

Ya Tuhan!

Senang sekali kalian semua bisa ikut.

Sedang apa mereka di sini?

Selamat datang, Lalit.

Ini luar biasa, Kamal.

Mengesankan.

Halo, Kamal.

Apa kabar?

Sangat baik, seperti biasa.

Noorie!

Dia masih sangat kecil saat terakhir kali kita bertemu.

Benar 'kan, Neelu?

Ayo, nikmati minumannya.

Nanti ku susul.

Ayo ayo... Silakan...

Itu tidak gampang.

Tapi dia akan belajar.

Prem...

Dengar...

Lalit Sood sudah datang.

Beri dia kamar terbaik.

Jangan sampai ada yang tahu.

Jangan sampai kacau, oke?

Kau tunggu apa lagi?

Pergilah!

Ada apa, Papa?

Kenapa Papa bicara begitu pada Om Prem?

Dia itu adik Papa, bukan asisten.

Jangan bodoh.

Kurasa kau perlu minum.

Ayo.

Kami semua mengkhawatirkanmu.

Senang sekali melihatmu kembali beraksi, Tuan.

Ini berkah Tuhan...

..Aku bisa seberuntung ini.

Kau tak tahu saja soal jantungnya.

Aku baru saja selesai melakukan ECG.

Dimana Kau melakukannya?

Di Bombay.

Aku mau tahu apa kau langsung melakukannya atau tidak.

Bagus sekali.

Apa kau tahu kalau Kamal juga mengundang Keluarga Sood?

Keluarga Sood?

Kata orang, Indra pencium anjing sangatlah kuat.

Tapi saat itu menyangkut urusan menemukan masalah,

..Manusia juga tak kalah.

Bukan hanya mengantisipasi bahaya lebih awal...

..Merekapun sudah siapkan reaksinya juga.

Ironisnya, Ancaman terbesar manusia...

..Adalah manusia lainnya.

Untuk melindungi dirinya...

Mereka mengubah kebiasaannya untuk menyesuaikan kelasnya.

Dan mereka agak mirip seperti bunglon.

Misalnya...,

Vinod Khanna dan Lalit Sood berjabatan tangan.

Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya ini pertunjukan kekuatan.

Istri mereka saling membalas senyum.

..Tapi sebenarnya sedang memperlihatkan gigi taringnya.

Anak-anak mereka diharuskan jaga jarak.

Tapi sebenarnya saling dekat satu sama lain.

Hasrat adalah sifat alamiah manusia.

Saat orang lain melakukannya, orang-orang menyebutnya munafik.

Dan saat mereka sendiri melakukannya, mereka sebut itu pengalaman.

Jadi, maksudku...

Tuan dan Nyonya Mehra itu adalah orang-orang berpengalaman.

Perhatian.. perhatian.

Hari ini, kalian semua...

...Sahabat-sahabatku...

..Berada di sini malam ini.

Apa yang bisa ku katakan.

Aku merasa sangat senang!

Neelu, istriku yang cantik.

Saat pertama berjumpa denganmu...

..Aku bukanlah siapa-siapa.

Dan bahkan hari inipun, tanpamu...

..Aku takkan jadi siapa-siapa.

Tak tahu mau bilang apa lagi...

..Aku mencintaimu, Neelu.

Ayo!

Itu kawanku!

Tenang, Vinod.

Tuhan sudah begitu baik.

Satu-satunya harapan kami adalah..

..Putri...

..Dan menantu kami...

..Akan segera memberi kami cucu!

Mari bersulang!

Bersulang!

Mari kita makan malam!

Kau tahu, Vinod baru saja terkena serangan jantung.

Aku tahu...

Kalau kami tahu Keluarga Sood juga ikut...

..Kami pasti takkan ikut.

Tante Vandana, mungkin Mama lupa.

Bagaimana mungkin?!

Semua orang tahu persaingan kami dengan Keluarga Sood.

Vinod takkan sanggup bersama Lalit Sood.

Ma, tolong tenang.

Mereka ada di dekat sini.

Rana, tolong!

Neelu harusnya memberitahu kami.

Sekarang, apa salahku?

Harusnya kau perbaiki bajumu itu.

Sudah.

Itu bukan masalah besar.

Aku tak dilibatkan dalam pendataan undangan.

Tampaknya Neelam yang melakukan semuanya.

Kamal...

Tak masalah.

Kita bisa menolerir istri kita bertahun-tahun.

Kami bisa menolerir Keluarga Sood selama 2 minggu!

Ayolah, kawan!

Ini acaramu.

Bersulanglah!

Ayo Ny. Smita, Anda harus minum!

Mau ku ambilkan?

Aku punya penyakit radang sendi.

Aku tak bisa memegang gelas terlalu lama.

Akan ku bantu.

Aku suka ini, Tante Neelam.

Ini sangat menarik!

Terima kasih!

Hadiah ultahku.

Wow!

Kau sudah bertemu Kabir?

Ya.

Kabir!

Kemari, Nak.

Kau sudah bertemu Noorie?

Ya... Hai.

Hai...

Sekarang, dia tanggung jawabmu.

Bersenang-senanglah.

Terima kasih.

Jadi, apa kabar?

Apa kabar?

Tunanganku mencampakkanku.

Semua orang menertawakan keluargaku.

Dan Mamaku menyalahkanku.

Memangnya kau belum tahu hal ini?

Belum.

Tunanganku, Jai pergi ke Goa.

Mantan tunangan.

Mantan tunanganku, Jai...

..Pergi ke Goa untuk berpesta.

Di sana dia bertemu seorang 'hippie', jatuh cinta...

..Dan terjadilah.

Buruk sekali.

Kabar itu langsung masuk berita di halaman depan koran 'Delhi Times'.

Berita utama.

Noorie Sood...

.."Tidak begitu Hippie!"

Si Jai itu telah mempermalukan kami.

Begitulah kata orang-orang.

Lihatlah, beberapa temanku sendiri...

...Mereka suka membahas masalah orang lain.

Aku mengadakan acara 'Mata ki Chowki' bulan depan.

Tuhan hanya memberi kami seorang putri.

Setidaknya calonnya harusnya baik.

Dia pasti yang terbaik.

Kuberitahu, Naina...

Noorie akan mendapatkan Pria yang lebih baik dari Jai.

Percayalah.

Makan malamnya enak, bukan?

Kau sudah coba udangnya?

Rasanya nikmat!

Apa kau perhatikan...

...Noorie dan Kabir sangat dekat.

Apa Naina cerita sesuatu padamu?

Tenanglah...

Ini baru sehari.

Ya.

Baru sehari.

Tapi kita sudah 30 tahun.

Waktu berlalu begitu cepat.

Untuk apa kau berakting?

Tak ada yang lihat.

Baiklah.

Semua orang memuji ide pelayaranmu ini.

Selamat.

Namamu harusnya ada di undangan.

Kenapa kau tak mengatakannya?

Kumohon...

Pesan sendiri saja.

Kenapa kau selalu ambil jatahku?

Karena saat kau merasa jengkel...

..Rasanya makin enak!

Ngomong-ngomong...

Om Jamaal sangat terkesan dengan artikelmu di Forbes.

Sungguh, Aysh...

Apa yang kau lakukan untuk perusahaanmu...

..Aku takkan bisa melakukannya.

Tentu saja kau bisa.

Dan lagipula...

Tak seorangpun selain Om Jamaal yang peduli soal itu.

Semua orang hanya ingin aku segera punya anak.

Ya, itu akan berhasil juga.

Tak akan.

Aku pakai Pil KB.

Kalau kau cerita, kubunuh kau.

Paham?

Manav tidak tahu?

Si Bos!

Halo, Kabir...

Aduh..

Lihatlah, anjingmu duduk di mana.

Pluto, hus...

Hus...

Hus...

Pluto, pergilah.

Ayo... Ayo kita berenang.

Kenapa kau biarkan dia di ranjang?

Menjijikkan sekali.

Daah, Kabir.

Lihatlah bulu anjing ini.

Seolah kita sedang di kandang anjing.

Ini dia.

Sebuah kisah baru dimulai.

Ini disebut cinta pada pandangan pertama.

Apa itu cinta pada pandangan pertama?

Kau melihat seseorang...,

..Sebuah reaksi kimia bergerak menuju otak...,

..Aliran darah bergerak cepat di pembuluh darah..,

...Ada sensasi yang datang di sekujur tubuh...

...Sehingga detak jantungmu meningkat.

Itu memang tak tampak.

Tapi mereka berdua sedang mengalami hal itu sekarang.

Lihatlah...

Saat dia kemari...,

..Dia kesana.

Kamipun juga bersikap begitu di awal.

Permulaan kisah cinta baru.

Seseorang tak butuh bicara.

Matalah yang berbicara.

Tubuh juga berbicara.

Baik kau maupun aku, takkan dengar apa-apa.

Tapi dua orang ini sedang melakukan percakapan itu.

Selamat pagi! Ini Kapten yang berbicara.

Kita hampir sampai di pelabuhan Izmir.

Dan menurut prediksi, Kita akan tiba pukul 9 pagi.

Silakan...

Oh tidak, Silakan!

Silakan.

Kau datang duluan.

Terima kasih.

Sama-sama.

Si Rana Khanna kelihatan pintar.

Pakai baju apa kau?!

Aku baru bangun.

Terus? Ini bukan kamarmu!

Lihatlah Noorie...

Mama ingin aku berpakaian seperti Noorie?

Kalau kau tidak dandan, Bagaimana kau akan dapat gebetan?

Para gadis seusiamu sudah biasa begitu.

Apa katanya?

Warna bajumu bagus.

Dengar, ada 'Turkish Hamam' yang asli di sini.

Kau ingin ikut kami?

Tidak.

Aku punya penyakit asma.

Uapnya membuatku...

Aku tidak bisa.

Dia bahkan punya asma.

Masa kuliah sudah berakhir, Divya.

Apa rencana karirmu kedepan?

Entahlah.

Aku suka beberapa hal, tapi...

Seperti apa?

Kau suka tidur.

Kau bisa jadi pasien yang koma.

Halo, anak-anak!

Maaf!

Ku pinjam dulu kakak kalian sebentar.

Ada apa?

Tante Saira barusan memberitahuku kalau Amira sedang hamil.

Itu bagus!

Namanya IVF.

Kita harus mencobanya juga.

Bicaralah pada Tante Saira.

Ayo kita temui dokter Amira...

..Saat kita sudah balik.

Oke?

Ya.

Kita harus melakukan ini, Aysh.

Ya... Oke.

Mama.

Kenapa Mama tak menceraikan Papa?

Pertanyaan macam apa itu?

Dengar...

Aku tahu apa yang sudah Papa perbuat.

Setiap pernikahan pasti ada masalah.

Jika ada hubungan gelap atau hal lain...

...Bukan berarti kau harus menyerah...

...Dan pergi begitu saja.

Tapi kenapa tidak?

Karena itu tidak mudah.

Tetap bersama dan menyelesaikan masalah itu memang sulit.

Tapi juga hal yang seharusnya dilakukan.

Pernikahan bukan perlombaan yang harus segera diselesaikan.

Jika seseorang tak bahagia, maka kenapa tidak...

Ada apa denganmu?

Apa kau bertengkar dengan Manav?

Bukan bertengkar, tapi kami tidak cocok.

Ayesha, aku tak ingin mendengarnya!

Manav adalah pria yang baik.

Dia juga mapan.

Kau punya segalanya yang kau mau.

Punya segalanya yang ku mau?

Jika itu masalahnya, kenapa Mama tak menikahkanku...

..Pada Mall saja?

Kau sudah gila?

Hanya karena perusahaanmu sukses..

...Bukan berarti otakmu jadi tak beres.

Lupakan soal karirmu.

Fokuslah pada rumah tanggamu.

Kami, para binatang, juga melatih anak kami.

Seekor singa mengajari anaknya berburu.

Seekor burung mengajari anaknya terbang.

Tapi saat mereka dewasa...,

...Mereka harus hidup mandiri.

Entah mengapa orang tua India, tak bisa menerima..

...Kalau keturunan mereka mampu...

...Mandiri dalam hidupnya.

Kabir.

Ya.

Aku sudah pesan satu meja di klub malam untuk kalian.

Manis sekali.

Tolong ajak Noorie juga.

Tolong.

Mereka tetap terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka..

..Lebih lama dari yang dibutuhkan.

Kau mau pergi begini..

..Atau masih mau pakai baju lagi?

Mana jaketmu?

Jika ada yang menganggap jaket bisa menyelesaikan masalah...,

...Sayang sekali, mereka salah.

Lepaskan jaketmu.

Ma, tolong!

Tolong apanya?

Pakailah lipstick setidaknya.

Mau atau tidak...,

..Doktrin mereka tak pernah usai.

Jauhilah anak Lalit Sood.

Mengerti?

Tak perlu mengucapkan hai, halo.

Papa...

Bersulang!

Tapi bisakah macan tutul menghilangkan tutulnya?

Lakukanlah semaumu, tapi anak jaman sekarang...

..Akan ikuti naluri mereka sendiri.

"Para gadis yang bergembira."

"Para gadis yang berseri-seri."

"Seseorang yang kalian gilai."

"Gadis lucu."

"Para gadis yang periang."

"Apa yang mereka inginkan?"

"Apa di balik hati mereka?"

"Apa yang tersembunyi dalam detak jantungnya?"

"Mimpi apakah di matanya?"

"Apa yang jiwa mereka inginkan?"

"Ku dengar tubuhku bicara padaku."

"Melompat, bergoyang, dan ikuti irama lagu."

"Yeah yeah yeah yeah..."

"Ku dengar tubuhku bicara padaku."

"Melompat, bergoyang, dan ikuti irama lagu."

"Yeah yeah yeah yeah..."

"Wanita suka bergoyang."

"Bergoyanglah..."

"Setelah melangkah maju ke depan."

"Bergoyanglah..."

"Setelah punya gaya baru."

"Bergoyanglah..."

"Setelah mengubah gaya."

"Jadi, jangan ragu-ragu."

"Bergoyanglah..."

"Nikmatilah hidup."

"Bergoyanglah..."

"Minuman kehidupan, minumlah."

"Bergoyanglah..."

"Inilah yang kita inginkan."

"Jadi, jangan malu-malu lagi."

"Setiap saat ada pesta."

"Ada banyak lagu dan kegembiraan."

"Setiap momen, kehidupan menghiburku."

"Tubuhku seperti menghilang."

"Hatiku seperti tersesat."

"Hal manis tampaknya membuatku tertarik."

"Ku rasakan getaran di dalam."

"Sensasi muncul."

"Seolah setiap ku bernafas."

"Terbuai dengan suatu hal yang tersembunyi."

"Ku dengar tubuhku bicara padaku."

"Melompat, bergoyang, dan ikuti irama lagu."

"Yeah yeah yeah yeah..."

"Ku dengar tubuhku bicara padaku."

"Melompat, bergoyang, dan ikuti irama lagu."

"Yeah yeah yeah yeah..."

"Wanita suka bergoyang."

"Bergoyanglah..."

"Setelah melangkah maju ke depan."

"Bergoyanglah..."

"Cobalah gaya baru."

"Bergoyanglah..."

"Setelah mengubah gaya."

"Jadi, jangan ragu-ragu."

"Bergoyanglah..."

"Nikmatilah hidup."

"Bergoyanglah..."

"Minuman kehidupan, minumlah."

"Bergoyanglah..."

"Inilah yang kita inginkan."

"Jadi, jangan malu-malu lagi."

Siapa lelaki tadi?

Yang mana?

Hai!

Hai!!!

Kalian luar biasa!

Terima kasih!

Kalian jangan tersinggung...

Tapi...

Maukah kau keluar bersamaku...

...Untuk minum atau makan malam...

...Mungkin?

Mungkin.

Jadi, haruskah ku tunggu atau...

Terserah dirimu.

Daah.

Daah!

Butuh harimau betina untuk menemukan harimau jantan.

Kabir!

Kabir, kawan...

Aku tertidur, Orang-orang ini membangunkanku.

Kau bisa tidur nyenyak saat kau sudah mati.

Hey! Kurasa sampanyenya..

...takkan datang.

Sabar! Nanti datang juga.

Ini.

Oh tidak... Tak apa-apa.

Apanya yang tak apa-apa?

Tampaknya kau tak enak badan.

Tidak juga.

Tak apa-apa.

Lagipula, aku tak suka pakai jaket kakek seperti ini.

Apa katanya, 'Jaket kakek'?

Noorie, Kaulah bintangnya!

Berbicara soal bintang...

Apa ada yang tahu Nakshatra?

Kawan, apa itu Nakshastra?

Perbintangan.

Lihatlah...

Centaurus.

Setengah manusia, setengah kuda.

Ia punya 11 bintang.

1, 2, 3, 4...

Aku tak bisa lihat apa-apa.

Dan lalu kau lihat kakinya turun.

Kalian bisa lihat bentuknya?

'Ptolemy' yang memenukannya.

Itu berasal dari Mitologi Yunani.

Aku bosan.

Menjijikkan sekali!

Harusnya ada yang beritahu.

Ayolah, Divya!

Aku sungguh minta maaf... / Di sepatuku!

Aku merasa tak enak badan.

Jangan di sini.

Di tepi kapal.

Di tepi kapal.

Diamlah Manav, kau terlalu serius!

Divya, itu 'epic' sekali!

Tidak!

Itu 'epuke'!

Kawan, Aku suka sepatumu!

'Vomitino'? (Vomit : Muntah)

'Louis Voui-ton'?

Ayolah, Kabir.

Kau sungguh mengganggap ini lucu!

Divya, kau makan apa tadi?

Tidak!

Kau makan penutup apa?

'Barf-i'? (Barf : Muntah)

Istanbul!

Ada banyak keajaiban dalam nama ini.

Apapun bisa terjadi di sini.

Istanbul!

Indah sekali!

Siap?

Senyum!

Halo!

Sekali lagi.

Namaste...

Tuan, Anda tak boleh di sini.

Aku hanya ingin bertemu..

Hey!

Hey!

Hey!

Hai!

Mau apa kau?

Makan siang.

Ya atau tidak?

Ya.

Di mana?

Taksim Square. Pukul 01:30.

Kau masih ingat peraturannya?

Siapa bilang aku akan pergi?

Mulai lagi?

Aturannya, kami tak boleh berhubungan dengan tamu secara pribadi.

Jadi jika kau tak bisa menghindari latihanku...

...Setidaknya kecilkan suaramu.

Kabir Mehra.

Farah Ali. Senang berjumpa denganmu.

Aku juga.

Ayo!

Berapa lama kau akan berlayar?

10 hari.

Ups!

Kita tak punya banyak waktu.

Jadi, cepat katakan segala hal tentangmu.

Kau duluan.

Baiklah.

Aku dari Delhi.

Aku dari London.

25 tahun.

25 tahun.

Pebisnis.

Artis.

Aku punya satu saudari.

Aku punya dua saudari.

Aku punya seekor anjing.

Aku ingin punya anjing.

Ikan bakar.

Kebab Jumbo.

Aku bisa bersalto.

Aku bisa menerbangkan pesawat.

Kau bisa naik sepeda?

Aku punya tanda lahir di kaki kananku.

Aku punya bekas luka di kaki kananku.

Tanganku patah saat usia 8 tahun.

Kakiku patah saat usia 16 tahun.

Tak punya tato.

Satu tato.

Di mana?

Kau terlalu buru-buru!

Demokrasi!

Diktator!

Apa? Sungguh?

Jangan menghakimi!

Satu pacar serius.

Satu pacar serius.

Kriket.

Basket.

Aku suka 'video games'.

Aku benci 'video games'.

Apa? Lemah!

Aku bisa mengalahkanmu dalam balapan sepeda.

Kau boleh mencobanya.

Ku pertaruhkan kotak golfku.

Papamu ingin Lalit Sood berinvestasi di Ayka.

Untuk apa kau memikirkannya?

Untuk apa dia mengundangnya?

Astaga, semoga saja tidak.

Si Lalit Sood itu burung bangkai.

Dan Papamu itu elang.

Mereka sangat cocok.

Kenapa bukan kita saja yang berinvestasi di Ayka?

Dengan begitu, perusahaan masih dipegang keluarga.

Kau sudah gila?

Aku tak ingin berkaitan lagi dengan...

...Papa dan adikmu.

Tapi...

Saat menyangkut dirimu...

..Itu beda lagi.

Kumohon, Manav.

Jangan.

Hari ini sibuk sekali, Aku sangat lelah.

Kumohon.

Kumohon.

Hey...

Kemarilah.

Pluto...

Hey!

Pluto!

Hai!

Hai!

Hai!

Hai, Pluto!

Hai, tampan!

Saat aku sendirian...

...Kapanpun ku mendengar musik...

Diam-diam aku menuju mic...,

...Menghidupkannya...

Menyiapkan segalanya dan jingkrak-jingkrak.

Naik turun....

Kenangan yang indah!

Diamlah!

Ibuku pernah bilang...

...Kau terlahir untuk menari.

Ya.

Aku terlahir untuk menari.

Dan kau...

...Terlahir untuk bisnis?

Begitulah kata keluargaku.

Maksudnya?

Begitulah yang ku dengar sejak aku masih kecil.

Lalu?

Aku selalu diberitahu kalau aku...

...Harus jadi ibu rumah tangga yang baik.

Benarkah?

Keluargaku sangat kolot.

Lalu?

Bagaimana kau membujuk mereka?

Aku tak bisa.

Jadi, aku kabur.

Apa maksudmu kabur?

Kabur dalam arti sebenarnya?

Ya.

Rumahku di Birmingham.

Di malam hari, ku kemasi barangku..

..Menyimpan 200 pound yang ku punya...

..Di sakuku.

Dan aku naik kereta ke London.

Apa?

Kau tinggal di mana?

Aku punya beberapa teman di sana.

Jika aku beruntung, akan ada sofa...,

..Kalau tidak, ya hanya bangku taman.

Tapi aku cukup beruntung.

Dan uang?

Aku bekerja.

Pelayan.

Bartender.

Begitulah caraku menabung.

Dan membiayai sekolah dance-ku.

Farah Sang Pemberani...

Jika kau di posisiku kau pun pasti takkan takut.

Kau sanggup loncat dari sini...

Dan lalu... tenggelam atau berenang, Sayang.

Di saat para wanita harus berlari..,

...Ada juga yang bersembuyi.

Demi hidup yang mereka inginkan.

Para gadis sering tak punya pilihan.

Cukup menarik, jika seorang pria bertemu wanita...,

..Keluarganya tak mempermasalahkannya.

Sebenarnya, mereka bahagia.

Dia sudah dewasa.

Tapi jika wanita bertemu pria...,

..Keluarganya serasa dipermalukan.

Logika macam apa ini?

Tak bisa ku mengerti.

Astaga!

Ma?

Kemana saja kau semalaman?

Aku hanya jalan-jalan.

Jalan-jalan apa?

Pakaianmu?

Aku bersama teman.

Kami mengobrol.

Itu saja.

Siapa temanmu itu?

Siapa temanmu itu?

Kabir.

Tadi malam...

...Noorie ada di kamar Kabir.

Bagaimana kau tahu?

Naina yang memberitahuku.

Dia sangat kecewa.

Itu kabar baik, Neelu!

Apa yang kau lakukan?

Dia sangat kecewa!

Aku sudah jelaskan padanya.

Jika anak-anak ingin bersama, maka...

..Kita tak keberatan.

Tentu saja.

Kita tak masalah.

Untuk apa mereka keberatan?

Noorie putri Lalit Sood satu-satunya.

Dan karir Kamal sedang menurun sekarang.

Menjalin hubungan dengan kita akan menguntungkan mereka.

Ayolah, Lalit!

Pikirkan keuntungan kita.

Apa?

Noorie harus menikah.

Ayolah, Naina.

Ayolah.

Jika kita harus menolong mereka...

...Apa salahnya?!

Kau hanya...

Ayolah, percayalah!

Kau mau bawa aku kemana?

Ikut saja denganku.

Kau membuatku grogi, Noorie.

Duduklah.

Kenapa?

Duduklah!

Jika ada yang bertanya, Jawab saja semalam aku bersamamu.

Kumohon!

Wow, Nona Noorie!

Itu gawat darurat.

Diamlah!

Jangan beritahu siapapun, oke?

Jangan khawatir.

Rahasiamu aman bersamaku.

Terima kasih!

Sekarang, dengarlah.

Jika ada yang bertanya...

..Katakan saja aku sedang tak enak badan, jadi aku pergi.

Mau kemana kau?

Hey...

Sedang apa kau?

"Pertama kalinya."

"Saat ku tatap matamu."

"Dengarkan aku, Sayang."

"Inilah alasan aku tercipta untukmu."

"Aku tahu, menemukanmu adalah tujuanku."

"Aku bicara pada hatiku dan berkata, Sayang."

"Jangan tinggalkan jalan ini."

"Hal ini tak disengaja."

"Tapi hatiku..."

"...Berteriak kencang."

"Yang terjadi, terjadilah."

"Tak ada ketakutan, baik atau buruk."

"Yang terjadi, terjadilah."

"Jadi, kau dengar kata hatimu?"

"Jadi, sudah kau pilih jalanmu?"

"Ya, ku dengar kata hatiku."

"Ya, sudah ku pilih jalanku!"

"Pertama kalinya."

"Saat ku tatap matamu."

"Dengarkan aku, Sayang."

"Inilah alasan aku tercipta untukmu."

"Ku tahu kau ikuti kata hatimu."

"Aku tahu kau sedikit gila."

"Kita bicara cinta saat kita bertemu."

"Dan semua ucapanmu jadi begitu manis."

"Tapi hatiku..."

"...Berteriak kencang."

"Yang terjadi, terjadilah."

"Tak ada rasa takut, baik atau buruk."

"Yang terjadi, terjadilah."

"Jadi, apa kau dengar kata hatimu?"

"Jadi, sudah kau pilih jalanmu?"

"Ya, aku dengar kata hatiku."

"Ya, sudah ku pilih jalanku!"

"Bak gelombang yang saling bertabrakan."

"Detak jantung kami terjalin."

"Kami terus berlari, Tapi perlahan kehilangan..."

"...Hati dan pikiran."

"Bagaimana dan kenapa kami sudah begitu dekat."

"Mungkin tampak seperti hal tak penting."

"Sesaat kau haus."

"Dan akupun juga rindu."

"Aku tahu, menemukanmu adalah tujuanku."

"Aku bicara pada hati dan berkata, Sayang."

"Jangan tinggalkan jalan ini."

"Hal ini tak disengaja."

"Tapi hatiku..."

"..Berteriak kencang."

"Yang terjadi, terjadilah."

"Tak ada rasa takut, baik atau buruk."

"Yang terjadi, terjadilah."

"Jadi, apa kau dengar kata hatimu?"

"Jadi, sudah kau pilih jalanmu?"

"Ya, aku dengar kata hatiku."

"Ya, sudah ku pilih jalanku!"

Kapal kami tak terlalu jauh dari Mesir.

Jadi kau bisa kemari.

Lagipula, akhir-akhir ini aku sering sakit.

Entah kapan aku bisa jalan-jalan begini lagi.

Datanglah kalau kau sempat.

Itu akan membuatku bahagia.

Baiklah, Nak.

Sampai jumpa.

Ayolah, Om Amrish.

Tidakkah itu berlebihan?

Jaman sekarang, untuk bertemu anak...

..Harus perlu sedikit sandiwara.

Sudah lama kau tak jumpa Sunny, 'kan?

Ya.

Jadi, dia di Mesir sekarang?

Ya. Mesir.

Lihat...

Apa itu pacarnya?

Siapa yang tahu?

Mana mungkin dia beritahu ayahnya.

Hey...

Terima kasih sudah mengundang kami.

Apa yang kau katakan, kawan.

Dengar...

Boleh aku bicara jujur?

Tentu saja, Lalit.

Tak ada rahasia di antara kita.

Berapa persen saham Ayka yang ingin kau jual?

Prem sudah cerita.

49%.

Aku tidak bahagia...

...Tapi hanya itu cara mempertahankan bisnisku.

Dan bagaimana jika ku sarankan...

..Kita bawa persahabatan kita ini...

..Ke jenjang yang lebih tinggi?

Anak-anak cukup dekat.

Ya, akupun memperhatikan.

Bagus!

Noorie gadis yang sangat baik.

Jadi seperti kataku...

...Saham itu...

...Kenapa tidak aku saja yang membelinya?

Apa?

Jika Kabir dan Noorie sungguh ingin bersama...

..Maka bisnis akan tetap milik keluarga.

Kabir dan Noorie?

Wow!

Hidup selalu memberi kita kejutan, Lalit!

Benar sekali!

Bersulang!

Bersulang!

Selamat pagi!

Selamat pagi!

Sarapan?

Tidak.

Aku harus mengajari anak-anak menari pukul 10.

Ayolah, Farah Sang Pemberani...

Bilang saja kau sakit.

Apa kau tak bisa cuti sakit?

Tentu saja bisa!

Tapi tak dibayar.

Kalau begitu, aku yang akan bayar.

Uang tak bisa membeli segalanya, Mehra.

Satu hari saja, Ali.

Tetaplah di sini.

Kau tahu...

Beberapa orang sebenarnya menikmati apa yang mereka lakukan.

Jelas, kau bukan salah satunya.

Makan siang?

Aku yang traktir.

Tidak bisa.

Aku punya komitmen keluarga.

Kau mau ikut bersamaku?

Makan siang bersama keluargamu?

Ya.

Kenapa aku harus sendirian?

Kau yakin?

Ya.

Ayo, ikut.

Kau juga harus bertemu mereka.

Mau ikut?

Baiklah.

Ya!

Kau menyelamatkanku!

Jika mereka mengundangmu, Kau harus pergi.

Bagus! Terima kasih.

Kita harus membuat tamu kita merasa nyaman.

Jadi, menghadiri pesta..

..Masih dalam batas wajar.

Oke?

Terima kasih!

Sudah ku bilang ini bukan pesta bertema.

Maaf.

Aku harus melakukan ini.

Apa kau tahu itu serangan jantung?

Tidak.

Berkat mukjizat tuhan lah...

..Vandana tidak jadi 'janda-janda' sekarang.

Janda.

Boleh minum?

Ya.

Aku sedikit latihan.

Dan mengontrol dietku.

Beritahu Neelu untuk mengontrol dietnya juga.

Kebiasaan makannya sangat tidak sehat.

Dan menginginkan tubuh seperti usia 24 tahun di usia lanjut...

..Sangatlah sehat.

Halo, cantik!

Kabir, kemana saja kau?

Farah, ini kakakku, Ayesha.

Semua orang bilang kalau Papa yang memberi kami uang..

..Dan kau ingin membangun..

..Apa yang sudah kami bangun.

Kau perlu melihat para pemimpin hebat.

..Dan belajar dari mereka.

Siapa gadis yang bersama Kabir?

Oh!

Aku kenal.

Dia penari di Club 'Cha Cha Cha'.

Dia luar biasa.

Oh! Kurasa aku pernah melihatnya.

Tapi dari luar.

Hey Kabir, apa kabar?

Baik, bro.

Ada apa?

Siapa gadis itu?

Kenapa semua orang menanyakan dirinya?

Semua siapa?

Naina Sood.

Dia hanya teman... Kenapa?

Tidakkah kau berpikir, bukan sepantasnya...

..Membawa dia ke pesta?

Tidak, kurasa tidak.

Noorie bisa mempermasalahkannya.

Noorie?

Naina sudah memberitahu kami.

Memberitahu apa?

Noorie ada di kamarmu?

Sekarang, jangan pura-pura.

Kami tahu semuanya.

Ma... Noorie itu...

...Dari keluarga terhormat.

Begitu juga kau.

Apa?

Apanya yang lucu?

Apa ini lelucon?

Kabir, ini masalah serius!

Keluarga Sood juga cemas.

Papa, tolong!

Lalit sudah bicara sendiri padaku.

Aku bilang padanya aku akan bicara padamu.

Baiklah, katakan...

Apa tujuanmu bersama Noorie?

Tujuanku?!

Ya, tujuanmu!

Apa sudah ada yang bicara pada Noorie?

Aku yakin orang tuanya akan bicara padanya.

Bagus.

Karena dia tak tertarik...

..Memiliki masa depan denganku.

Maka, buat dia tertarik!

Tapi akupun tak tertarik.

Apa kau masih ingin pesawat itu?

Katakan...

Kau ingin pesawat itu atau tidak?

Papa mau menyuapku?

Kabir, jangan bodoh.

Tidak, ada apa?

Apa Lalit Sood mau berinvestasi di Ayka?

Ya!

Kalau pernikahan ini terjadi...

...Dia akan membeli 49% saham di Ayka.

Kendali perusahaan tetap di tangan kita.

Tetap di tanganmu!

Ini sempurna!

Dan...

Kita tak harus menjual pesawat itu.

Kau bisa memilikinya.

Milikmu sendiri!

Kau boleh bawa teman-temanmu.

Terbang bersama Noorie juga!

Noorie adalah gadis yang baik.

Papa, sedang apa kalian di sini?

Semua orang mencarimu.

Ada apa?

Begini saja...

Biar aku bicara pada Noorie.

Bagus.

Soal apa?

Beritahu kakakmu.

Ma, tolong...

Sudah ku bilang.

Biar aku bicara dengan Noorie dulu.

Ma!

Kabir dan Noorie...

Apa yang kalian lakukan?!

Apa yang kami lakukan?

Kabir, kau sudah gila?

Sudah gila?

Mereka tercipta satu sama lain!

Papa juga bilang begitu soal Manav dan aku.

Dan sekarang aku ingin bercerai.

Apa katanya?

Kemari.

Sedang apa kau?

Ada Sunny di sini.

Ya Tuhan!

Itu yang ku mau.

Ada apa?

Kau membuatku takut.

Aku membuatmu takut?

Ya!

Aku membuatmu takut!

Dan apa yang kau lakukan?

Jangan dengarkan mereka.

Kau tak kenal mereka.

Bisakah kau lupakan mereka sesaat saja?

Bagaimana mungkin?

Mereka melakukan segala hal demi kepentingan mereka.

Kabir!

Apa kau sungguh menginginkan pernikahan ini?

Apa kau sungguh menginginkan perceraian ini?

Ayesha pernah mengatakan ini sebelumnya?

Dia pernah bilang kalau dia sedang punya masalah.

Masalah apa?

Aku tak tahu.

Aku tak bertanya.

Kau tak bertanya?

Kau bahkan tak bertanya?

Apa kau tuli?

Aku mengatakan apa yang seharusnya ku katakan.

Setiap pernikahan punya masalah.

Tak perlu membesar-besarkan, bangkitlah.

Nasihat yang bagus, Neelam.

Dia bangkit menuju perceraian.

Jika kau lebih paham, kau saja yang bicara.

Dia juga putrimu.

Kenapa kau terus menceramahiku?

Haruskah ku suruh Prem bicara padanya?

Mereka cukup dekat.

Itu ide yang sangat 'hebat'!

Maka, dia akan beritahu lndu dan seluruh radio...

..Akan menyiarkannya di Delhi.

Dia hanya perlu alasan untuk membicarakanku.

Kurasa itu ide yang 'luar biasa'!

Ny. Neelam akan sangat senang, Sunny.

Dia sudah menanyakanmu 2 kali.

Sampai kapan kau akan bekerja, Papa?

Apalagi yang bisa ku lakukan?

Pensiun.

Aku di sini.

Bagaimana mungkin aku keluar?

Bagaimana perasaan mereka.

Mereka sudah memperlakukan kita seperti keluarga.

Siapa yang mau bawa manajer dalam pesta pelayaran?

Ayesha! Lihatlah...

Dramanya berhasil!

Ya.

Jangan terlalu lama.

Mereka sedang menunggu.

Hai.

Hai.

Kupikir kau tak bisa datang.

Maaf sudah mengecewakanmu.

Tidak, sama sekali tidak.

Senang melihatmu datang.

Om Amrish sangat merindukanmu.

Penampilanmu oke.

Berbeda.

Ya.

Terima kasih!

Hal lainnya, oke?

Sempurna.

Dan suamimu...

Manav.

Manav.

Maaf... Bagaimana kabarnya?

Dia baik.

Aku sangat beruntung, semoga saja.

Itu bagus.

Ya.

As-ta-ga!

Kapten Sunny Gill!

Bagimu, Tuan Kapten.

Tn. Kapten Sunny Gill!

Kau takkan pernah tahu bagaimana rasanya..

...Saat kau sendiri yang mengubahnya.

Sunny Gill.

Ada masa di mana Sunny dan Ayesha begitu dekat.

Sahabat.

Sebenarnya, Sunny lah yang memberiku pada Ayesha.

Masa-masa itu.

Sunny, Ayesha dan Kabir.

Itulah duniaku.

Lalu Sunny pergi jauh.

Ayesha menikah.

Keluarga barunya tak menginginkanku.

Dan aku jatuh ke tangan Kabir.

Hari ini, sekali lagi, kami semua bersama.

Dan harapanku adalah...

..Selamanya akan tetap seperti ini.

Tuhan memberkatimu!

Kau sudah jadi jurnalis sukses.

Aku iseng-iseng baca artikelmu...

..Tapi itu membuatku depresi.

Pertumpahan darah, peperangan...

...Tulislah juga berita baik!

Aku menulisnya dengan harapan suatu hari nanti...

..Beritanya akan makin membaik.

Neelu!

Lihat ini.

Ini cantik!

Ini dari Mesir.

Bagus... Terima kasih.

Sama-sama.

Dan juga...

Terima kasih atas ceknya.

Jaman sekarang, siapa yang mau balas budi.

Itu juga dengan bunganya, Amrish!

Aku takkan pernah bisa membalas kabaikan...

..Yang sudah kalian berikan padaku.

Oh ho! Kemarilah...

Kau sudah ku anggap anakku.

Sekarang bersiaplah.

Saatnya menunjukkan Punjabi kita!

Oke!

Daah, Nak!

Kenapa kau ambil uang darinya?

Dia memaksa, jadi ku ambil saja.

Kenapa?

Dia anak yang baik.

Aku senang dia sukses sekarang.

Aku tahu kalau dia memang berbakat.

Aku senang, aku sempat menyekolahkannya ke Amerika.

Kau menyekolahkannya?

Sejauh yang ku ingat...

..Kau punya alasan lain.

Neelam.

Maa, kami telat.

Sebenarnya, Kami menunggu teman-teman kami.

Mereka tinggal di sini, di Kusadasi.

Sandhya.

Naren.

Hai!

Dan ini Guler.

Oh ya.

Guler.

Halo...

Hai!

Guler.

Gyuler.

Gyuler...

Itu lebih baik.

Ayo?

Di mana Noorie?

Jangan tanya!

Kau tahu bagaimana anak-anak itu.

Dia meninggalkan kita...

..Dan pergi dengan anak mereka, Kabir.

Ma!

Jangan cemaskan soal Manav dan aku.

Kami baik-baik saja.

Aku tak tahu mengapa aku mengatakan itu semua.

Bagus.

Kurasa aku sangat kecewa dan..

..Jangan sekarang, Ayesha.

Nanti kita bicarakan lagi.

Ny. Smita...

Manav...

Namaste.

Dia seorang jurnalis.

Dia yang menulis 'The Geographic'.

Itu sangat terkenal.

Kau mungkin pernah membacanya?

Papa...

Tolong.

Tak apa-apa.

Biarkan dia pamer, itu wajar.

Ya, tapi setidaknya jangan di depanku.

Hai.

Hai.

Istriku, Ayesha.

Mereka dulunya teman baik.

Dulunya, maksudnya?

Tak apa-apa.

Dia pergi ke Amerika.

Kau kuliah di mana, Nak?

Yale, Tante.

Oh!

Omku pernah ambil hukum di sana.

Angkatan '68'... mungkin '69'.

Akankah dia menggantungnya di dinding?

Kau bisa menggantung karpet di dinding, 'kan?

Kurasa kau tak mengerti seni.

Makanya kau mau menggantung karpet!

Permisi.

Itu kisah yang luar biasa.

Terima kasih.

Terima kasih sudah mendengarkan.

Neelam...

Duduklah bersama kami.

Mereka pasti akan ambilkan kursi.

Tidak, tak apa-apa.

Sungguh, tak apa-apa.

Aku hanya ingin pinjam suamiku sebentar.

Tentu saja.

Sayang...

Apa kau harus melakukan ini di pesta pernikahan kita?

Kenapa, apa yang ku lakukan?

Kumohon jangan mempermalukanku, Kamal.

Kau lengket pada Guler seperti lintah.

Kau sudah gila?

Mereka itu tamu kita.

Aku hanya bersikap ramah.

Kaupun juga.

Kau tahu, Noorie dan aku bersama?

Lalu, kenapa kau melamarnya?

Aku?

Om Kamal cerita pada orang tuaku.

Maaf?

Orang tuamu sudah bicara dengan orang tuaku?

Terserah, Kabir.

Kau harusnya menolak.

Tidak.

Berkat Noorie, semua orang jadi mengira...

...Dia di kamarku setiap malam.

Terima kasih...

..Sudah jaga rahasia.

Tapi sekarang cukup.

Kita bukan anak sekolahan lagi.

Tak peduli apa kata keluargaku.

Aku peduli, Sayang.

Sayang-sayangan?!

Kalian benar-benar saling suka.

Wow!

Kisah kalian seperti Romeo dan Juliet.

Keluarga bermusuhan, Ending yang tragis.

Itu buruk sekali, kawan!

Tapi seandainya ku bilang...

..Kalau kisahmu bisa berubah menjadi bahagia...

....Bagaimana?

Dengan bertunangan denganku.

Maaf?

Tidak, tidak... Sebentar. Dengarkan aku dulu...

Hanya untuk saat ini.

Mama, Papa, Om, Tante, Semuanya bahagia!

Lalu...

Beberapa bulan kemudian...

Aku akan mencampakkanmu.

Bagus!

Sebentar, sebentar...

Lalu...

Kau menangis, berteriak, pingsan...

Ingin bunuh diri...

Pastinya!

Orang tuamu akan lakukan apapun untuk menyelamatkanmu.

Benar, 'kan?

Lalu...

Kau bilang...

"Aku ingin bersama Noorie."

Itu saja.

Bagi orang tuamu, dia akan jadi...

...Ksatria Penyelamat!

Itu bagus!

Dan bagaimana dengan orang tuamu?

Apa maksudmu menggagalkan pernikahan?

Undangan sudah dicetak.

Aku harus bagaimana?

Noorie mencintai orang lain.

Siapa?

Dia mencintai Rana.

Rana Khanna?

Karena masalah keluarganya, Dia setuju.

Tak masuk akal!

Akan ku telepon Naina sekarang.

Ini bukan salah Noorie, Ma!

Ini salahku.

Begitu bodoh.

Aku melakukan semua ini demi perusahaan.

Tapi aku sungguh jatuh cinta padanya.

Aku hanya ingin dia bahagia.

Hanya itu yang ku inginkan.

Oh, anakku...

Oh, anakku...

Aku salah.

Kita harus bagaimana, Papa?

Kau harus jual pesawat itu.

Tidak.

Tidak!

Tentu saja tidak!

Hanya itu yang bisa kita lakukan untuknya.

Kau tampak sangat bahagia.

Aku sedang memikirkan masa depan kita yang indah.

Aku melihat begitu banyak janji di kapal ini.

Tapi saat perjalanan ini selesai...

Poof.

Lenyap!

Kau alergi terhadap percintaan?

Aku praktis saja.

Praktis!!!

Jadi yang mereka ajarkan padamu di London itu...

..Adalah jadi praktis?

Kau tahu, sangat penting...

..Bagi setiap orang untuk jadi praktis!

Jika Shah Jehan praktis...,

..Siapa yang akan membangun Taj Mahal?

Apa yang kau lakukan?

Katakan kau mencintaiku.

Apa?

Katakan kau mencintaiku.

Tidak.

Katakan.

Tidak!

Katakan!

Kabir, hentikan. Aku benar-benar geli.

Tidak!

Katakan!

Aku mencintaimu!

Mungkin saja kau di sebarang kapal...

..Tapi ia takkan berlayar tanpa diriku.

Mengagumkan!

Terima kasih!

Siapa selanjutnya?

Aku!

Cium aku!

Ada pertanyaan?

Siapa yang melakukan ini?

Omong kosong apa ini?

Siapa yang melakukannya?

Jangan tertawa, Jamaal.

Ini omong kosong!

Aku menunggu.

Bhabhi Ji!

Vinod, jangan ikut campur.

Itu hanya bercanda.

Bhabhi ji, itu hanya bercanda.

Perbuatan anak-anak.

Ini sangat salah, siapapun yang melakukannya.

Jangan melakukannya lagi.

Oke? Selesai?

Sekarang, minumlah!

Baiklah sekarang, sebuah lagu untuk pasangan tuan rumah!

"Aku akan menari Bhangra."

"Kau juga mulai menari Giddha."

"Ayo, kita semarakkan perkumpulan ini."

"Dan ajak semua orang untuk bersenang-senang."

"Aku merasa seperti mengambil..."

"...Bulan dan bintang untukmu."

"Bulannya, akan ku letakkan di tanganku."

"Di rambutku, akan ada bintang bertaburan."

"Halo Halo..."

"Saat kau mengetuk pintu."

"Ye lo Ye lo..."

"Ada banyak kegembiraan."

"Halo Halo..."

"Tampaknya kau terlalu terbuai."

"Ye Lo Ye Lo..."

"Tuan, kendalikan dirimu!"

"Jantung berdetak sangat cepat."

"Gelang kaki dari Amritsar berbunyi."

"Malam ini begitu menyenangkan, Sayang."

"Mari kita berbaur bersama."

"Jantung berdetak sangat cepat."

"Gelang kaki dari Amritsar berbunyi."

"Malam ini begitu menyenangkan, Sayang."

"Mari kita berbaur bersama."

"Tatapan matamu..."

"...Sangat menyiksaku."

"Saat kau menatapku begitu..."

"...Seolah ada anak panah menembus hatiku."

"Tanpa minum, aku sudah mabuk."

"Hanya kecantikanmu yang ku butuhkan."

"Bagaimana bisa semua baik-baik saja..."

"..Saat mereka gelisah karenamu."

"Halo Halo..."

"Hati saling terpaut."

"Ye Lo Ye Lo..."

"Berbicaralah."

"Jantung berdetak kencang."

"Gelang kaki dari Amritsar berbunyi."

"Malam ini begitu menyenangkan, Sayang."

"Mari kita berbaur bersama."

"Jantung berdetak kencang."

"Gelang kaki dari Amritsar berbunyi."

"Malam ini begitu menyenangkan, Sayang."

"Mari kita berbaur bersama."

"Entah mengapa..."

"...Gadis gila ini sangat bahagia."

"Bisakah pemasalahan ini..."

"..Dijelaskan padaku."

"Hal yang mereka inginkan..."

"..Adalah menemukan pria dan wanita impian mereka."

"Itulah yang terjadi di sini."

"Sekarang, kau sudah mengerti?"

"Sekarang, aku tahu."

"Lirik yang kau nyanyikan."

"Lebih sulit menjaganya..."

"..Daripada mendapatkannya."

"Halo Halo..."

"Tak usah pedulikan yang ku katakan."

"Ye Lo Ye Lo..."

"Tetap jaga hubungan denganku."

"Jantung berdetak kencang."

"Gelang kaki dari Amritsar berbunyi."

"Malam ini begitu menyenangkan, Sayang."

"Mari kita berbaur bersama."

"Jantung berdetak kencang."

"Gelang kaki dari Amritsar berbunyi."

"Malam ini begitu menyenangkan, Sayang."

"Mari kita berbaur bersama."

Ini dia!

Beyonce-nya Delhi!!!

Tante lndu!!!

Kau luar biasa!

Kaulah bintangnya!

Untuk apa kau di sini juga, Putlu?

Mau kemana lagi aku setelah Mama menari?

Diamlah!

Tante lndu, kau luar biasa!

Terima kasih!

Bagus sekali!

Aku terbawa suasana.

Aku takkan pernah begini di Delhi.

Apa kata orang-orang nanti?

Mereka takkan berpikir apa-apa.

Kami siap dengan bakatmu.

Mungkin kau siap...

..Tapi apa kata orang nanti?

Kau harus pindah sekarang.

Ini soal imejmu!

Kau selalu membesar-besarkan masalah.

Membesar-besarkan?

Sungguh?

Ya... Serius.

Lihat, berita yang kau tulis mengenai wanita...

Kalian seolah membuat...

..Wanita di sini selalu tak aman.

Hasil tiap survey tampaknya begitu.

Dan itu bukan hanya soal keamanan..,

Itu juga soal persamaan hak.

Benar, setiap hal terus berubah.

Perlahan tapi pasti, setiap hal terus berubah.

Keluargaku sendiri misalnya...,

..Sampai generasi Papaku, tak ada wanita yang pernah bekerja.

Tak pernah!

Tapi ku ijinkan Ayesha untuk menjalankan bisnisnya.

Kau mengijinkan Ayesha?

Ya!

Dan kenapa dia perlu ijinmu?

Kau tahu maksudku.

Tidak, Aku tak paham maksudmu.

Mengijinkan seseorang berarti kau...

..Memposisikan diri sebagai orang yang berhak mengendalikan.

Dan itu bukan persamaan.

Tapi, terima kasih.

Kau baru saja membuktikan maksudku.

Bersulang!

Aku mencintaimu.

lndu!

Sunny!

Apa itu?

Apa?

Apa pentingnya bersikap begitu pada Manav?

Kenapa menyudutkannya?

Maksudku, apa pentingnya?

Dan dia boleh begitu padamu?

Baiklah.

Aku masih bicara denganmu.

Kau ingin bicara apa?

Kau ingin bicara apa?

Aku tahu kau jual perhiasanmu...

..Untuk merintis bisnismu.

Tanpa bantuan siapapun.

Lihatlah apa yang sudah kau capai.

Dan aku sungguh bangga padamu!

Itu saja.

Dia pikir dia siapa?

Bisa-bisanya dia menceramahiku soal dirimu?

Dia pasti mengira perlakuanku tak baik padamu.

Menyebalkan!

Begitulah sifat jurnalis.

Mereka tak bisa tenang.

Bagi mereka, semuanya soal hitam-putih.

Tak bolehkan aku berkomentar soal pekerjaan istriku?

Apa aku tak berhak berpendapat?

Kita pasangan suami istri, sialan.

Aku berhak.

Aku ingin bercerai.

Dan saat aku bilang kalau aku mengijinkanmu...,

Ini tak berarti bahwa...

Aku ingin bercerai.

Apa?

Kau ingin bercerai.

Karena pendapat bodoh itu?

Karena aku tak mencintaimu.

Aku sudah berusaha, Manav.

Tapi aku tak bisa pura-pura lagi.

Aku tak bisa.

Aku sudah berusaha.

Aku minta maaf.

Maaf, aku tak bisa mencintaimu.

Aku minta maaf.

Kau harusnya bicara padaku.

Aku juga Mamamu.

Jangan pernah sungkan.

Apa masalahnya?

Aku tak mencintai Manav.

Dan takkan mungkin pernah.

Tapi...

Apa masalahnya?

Kami tak cocok satu sama lain.

Kami tak harmonis.

Tak harmonis? Bagaimana mungkin?

Kalian berdua masih muda...,

Sama-sama sukses...,

Sama-sama orang Punjab...

Kalian suka bermain 'Squash'.

Tennis.

Ya Papa, tapi...

Kami sangat berbeda.

Manav itu suamimu.

Bukan saudara kembarmu.

Pernahkah dia memukulmu?

Ya Tuhan!

Tidak, Ma!

Apa dia pelit?

Kau melarang bisnisnya?

Apa dia selingkuh?

Tidak!

Manav pun takkan bahagia bersamaku.

Itu keputusanku, Aysh.

Setiap pernikahan pasti punya masalah.

Cepatlah punya anak, Semuanya akan membaik.

Kau benar.

Saat kau jadi ibu..,

..Semua masalah ini akan hilang.

Kalau aku tak bahagia dalam hubungan ini...,

Maka, punya anak pun...

..Akan sama saja.

Aku mengkonsumsi pil KB.

Apa?

Di sini bukan tempatnya berbicara masalah ini.

Maaf.

Kau benar.

Ini hanya antara Manav dan aku.

Kita keluarga!

Kita di sini untuk merayakan ultah pernikahan kami.

Apa kata para tamu nanti jika mereka dengar hal ini?

Pernahkah kau memikirkannya?!

Tak boleh ada perceraian dalam keluarga ini.

Dan takkan pernah.

Kau paham?!

Sekarang katakanlah, ini takkan terjadi lagi.

Aku sedang bicara denganmu, Ayesha.

Jawab aku!

Aku minta maaf, Papa.

Aku tak bisa melakukannya.

Jadi kau akan pergi?

Kenapa kau melakukan ini pada kami?

Jangan kira kau bisa kembali pada kami.

Itu bukan rumahmu lagi.

Kami tak mau mendukung omong kosong semacam ini.

Baiklah.

Baiklah.

Baiklah.

Mau kemana kau?

Ayesha!

Kabir.

Pergi dan bawa dia kemari.

Ya, Papa.

Aku sudah mencarinya...

...Tapi tidak ketemu.

Oke.

Ya, aku masih mencari.

Di mana Ayesha?

Dia sangat sedih.

Dia sedih?

Kenapa?

Papa, bagaimana bisa kau bilang' kalau dia tak boleh pulang?

Aku melakukan itu demi kebaikannya.

Itu demi kebaikannya.

Kalau Ayesha tidak boleh pulang..,

..Maka aku tak bisa tinggal di situ juga.

Sandiwara apa ini?

Ini bukan sandiwara.

Lalu apa? Pemerasan emosional?

Kau sedang menekanku?

Papa terlalu egois.

Kalau begitu, pergilah.

Pergi.

Kita lihat saja bagaimana nasibmu.

Kau bahkan tak bisa mengurus pekerjaan sehari saja.

Apa pencapaian dalam hidupmu?

Katakan?

Adakah?

Tak ada!

Kau beruntung, Aku jadi Papamu.

Pergilah.

Cobalah bekerja di luar.

Dalam 2 hari kau pasti balik lagi.

Dasar bodoh.

Orang-orang berkata begitu bukan berarti mereka marah.

Dia benar.

Apa pencapaianku?

Apa aku punya?

Kau punya ini...

...Dan ini.

Ambil keputusan dari hati.

Pikiranmu akan cari jalan keluarnya.

Apakah sesederhana itu?

Tidak.

Dibutuhkan juga kerja keras.

Akankah sepatuku rusak?

Apa?

Kau jatuh cinta, Sayang!

Diamlah.

Kau dalam kondisi gawat, kawan!

Aku takkan menyiakanmu.

Segera setelah pertunangan diumumkan...,

...Aku akan mencampakkanmu.

Selama itu, maka...

Waspadalah!

Maaf, tak bermaksud merusak rencanamu.

Rencana apa?

Kau mau melompat, 'kan?

Dengar, kau benar.

Aku tak sepantasnya bicara begitu pada Manav.

Itu tak sopan.

Itu pernikahanmu.

Salah atau benar...

..Itu bukan urusanku.

Aku hanya ingin bilang...

..Aku takkan mengulanginya lagi.

Aku sungguh minta maaf.

Teman?

Aku tetap ingin melompat.

Ayo, Pluto.

Ayo, Sayang.

Ayo!

Sepertinya, dia tetap ingin di sini.

Pluto...

Kau mengingatkanku soal dirinya.

Ada apa, kawan?

Manusia sangat aneh.

Suatu hal yang mereka katakan...

..Sering ditujukan untuk orang lain.

Dan percakapan yang harusnya dihindari..

..Selalu dari hati datangnya.

Tapi, itu satu-satunya hal yang penting.

Sekarang, bagaimana caranya menjelaskan pada mereka..

..Bahwa jika kau mencintai seseorang...,

..Tunjukkanlah.

"Tak ada jalan, dekat atau jauh..."

"..Yang tak memiliki tikungan."

"Hati ini ingin melepasnya."

"Tak perlu menyusun kembali sesuatu yang sudah hancur."

"Saat kau berjalan di jalan."

"Akan kau temui banyak persimpangan."

"Di setiap langkah, kita temukan cinta."

"Dan juga kesedihan."

"Tapi masih, hidup ini.."

"...Untuk sesaat saja..."

"...Takkan pernah berhenti."

"Gelombang waktu ini.."

"..Untuk sesaat saja.."

"..Takkan pernah berhenti."

"Kesendirian ini..."

"Menjadi udara yang ku hirup."

"Aku tak tahu harus bagaimana."

"Benang ini kusut."

"Benang ini kusut."

"Luruskanlah."

"Ikuti kata hatimu."

"Ia pasti berkata benar"

"Ada kegelisahan dalam harapanku."

"Sebuah mimpi yang bersandar pada mata yang tertutup."

"Keinginan yang lama ku pendam.."

"..Sekali lagi, ia bangkit."

"Jalan manakah yang ingin kau tempuh."

"Kenapa kau tak tahu, betapa gilanya hatiku ini."

"Tapi masih, hidup ini..."

"..Untuk sesat saja..."

"...Takkan pernah berhenti."

"gelombang watku ini.."

"..Untuk sesat saja.."

"..Takkan pernah berhenti."

"Kesendirian ini..."

"..Menjadi udara yang ku hirup."

"Aku tak tahu harus bagaimana."

"Benang ini kusut."

"Benang ini kusut."

"Luruskanlah."

"Ikutilah kata hatimu, wahai Pemimpi."

"Ia pasti berkata benar."

Pelayaran ini menghabiskan banyak uang.

Si Anju itu pemabuk berat!

Dia bisa habiskan satu kotak sampanye setiap malam.

Apa itu?

Untuk meringankan beban tagihan ini.

Kenapa kau tak umumkan pertunangan Kabir?

Masih menunggu ahli perbintangan dari Keluarga Sood.

Kau percaya ini?

Belum ada yang percaya.

Kalau Lalit Sood akan berinvestasi di perusahaan kita.

Kabar ini akan membuat mereka diam.

Kau sudah beritahu lndu soal pertunangan itu?

Belum!

Dia tak bisa mengendalikan perutnya.

Maka saatnya memberinya kabar baik.

Noorie ini...

..Sangat pintar.

Kenapa?

Dia sudah menaklukkan hati Kabir.

Kabir dan Noorie?

Aku tak mengatakan apa-apa.

Aku hanya mencemaskan Divya.

Anak itu harus segera berubah.

Caranya berpakaian, caranya bersikap...

Aku sangat terkesan dengan anakmu, Rana.

Tapi lihatlah, dia justru memuntahinya.

Apa?!

Ya.

Masalah itu sudah selesai bagiku.

Aku sudah melupakannya.

Bagaimana Sunny menurutmu?

Sangat tampan..

..Dan berbeda.

Apa yang beda?

Semua pria ingin istri yang baik.

Aku akan bicara pada ny. Neelu.

Soal apa?

Soal perjodohan Divya dan Sunny.

Bukankah Divya masih terlalu muda?

Muda apanya?

Seusia itu, Mamamu sudah punya 2 anak.

Bicaralah pada Neelu.

Beritahu Prem agar bicara pada Amrish.

Kudengar Sunny itu jurnalis yang cukup terkenal.

Aku tahu.

Divya punya kesempatan jalan-jalan..

Apa kalian tak ada kerjaan lain?

Plis!

Tak usah ikut campur urusan anak kalian.

Biarkan dia hidup.

Carilah pekerjaan!

Apa dia sudah gila?

Siapa yang mau memberi kita pekerjaan?

Ya.

Ya ya, sebentar.

Hey!

Mereka sedang membicarakan pernikahanmu dan Divya.

Apa?

Ya.

Begitulah.

Ngomong-ngomong, aku suka pakaianmu.

Jadi... Dengan Divya?

Plis, Sunny.

Apa kata mereka?

Ini tidak lucu.

Jangan pedulikan mereka.

Jika ada yang bertanya, bilang saja tidak.

Katakan saja... Tidak!

Kenapa?

Aku bahkan tak kenal Divya.

Mungkin saja dia gadis yang baik.

Dia itu sepupuku!

Terus?

Apa urusanmu?

Kau sudah menikah.

Aku takkan menikah, jika kita masih bersama.

Kita akan menikah, kalau kau mau menunggu.

Tapi kau justru terima lamaran saat itu.

Itu hal terbaik darimu.

Beraninya kau?

Apa yang kau lakukan?

Aku terima lamaran orang lain?

Aku terima!

Kau sungguh ingin membicarakan hal ini sekarang?

Ya, kurasa ini waktu yang tepat, bukan?

Kau tak ingin memberitahu orang tuamu.

Mereka takkan pernah setuju.

Dan kau tahu itu.

Lalu, apa rencanamu?

Kita kabur saja?

Apa lagi yang bisa kita lakukan?

Kau sudah gila?

Bagaimana Ayahku menghadapi orang tuamu?

Dan apa kata mereka soal diriku?

Mereka sudah tahu soal kita.

Tolong.

Apa yang kau pikirkan, Sunny?

Kenapa Papa menyekolahkanmu ke Amerika?

Bukan untuk sekolah, tapi agar bisa jauh dariku!

Apa dia memberitahumu?

Tentu saja tidak.

Lalu, bagaimana kau tahu?

Karena aku kenal betul Papaku!

Ayesha!

Kalau begitu, katakan...

Bagaimana dia membujukmu untuk menikahi Manav?

Dia tak perlu hal itu.

Karena kau ikuti keinginannya.

Kau tahu, Ayesha Itu bukan masalahi.

Semua orang bersalah, kecuali kau.

Apa kau ingat...

Berapa kali aku meneleponmu?

Aku terus bilang padamu...

...Orangtuaku yang memaksaku...

Kumohon kembalilah,...

Kenapa kau tak kembali, Sunny?

Ayesha!

Aku ini anak manajer Papamu!

Aku ingin menjadi orang sukses.

Orang sukses agar orangtuamu bisa menerimaku.

Tidakkah kau mengerti?

Dan kenapa kita bicarakan hal ini sekarang?

Manav orang hebat.

Kau bahagia.

Apa gunanya ini...?

Inilah tempat terbaik untuk makanan laut.

Kau suka ikan?

Kau akan menyukainya.

Tak ada ikan untukmu!

Kau akan ikut denganku ke 'King's Bar'.

Aku ingin memperkenalkanmu pada Farah.

Farah?

Jangan telat.

Aku serius.

Kau baik-baik saja?

Ya.

Sampai ketemu di sana.

Aku ingin pergi ke King's Bar.

Divya, ayolah.

Sampanye atau aku.

Pilih salah satu.

Diamlah!

Jangan kejam, Rana.

Apa itu tadi?

Itu bukan apa-apa.

Jangan main-main denganku, Ayesha.

Kau tak tahu betapa sulitnya...

...bagiku untuk menemuimu lagi.

Jadi, kenapa kau datang?

Pilihan apa yang kupunya?

Ayahku bersikap seolah ini adalah liburan terakhirnya.

Ayah?

Ya...

Tak apa-apa, itu tak masalah.

Maafkan aku.

Jadi, begitu saja?

Ya, begitu saja.

Pergi... Hiduplah membujang dengan kekasihmu.

Lakukanlah semaumu.

Itukah yang kau pikirkan?

Itulah yang kudengar, jadi itulah yang kupikirkan.

Bagaimana bisa orang yang cerdas menjadi sangat bodoh?

Kau yakin tak mau minum?

Mau racun?

Mau ku tampar?

Ternyata kalian di sini!

Hai!

Ayo, makan malamnya sudah siap.

Ayo.

Kami tidak lapar.

Sebenarnya kami tak nafsu makan.

Bagus sekali.

Benarkah?

Kabir...

Dasar anak licik!

Kapan hari besar itu?

Maaf... Hari besar apa?

Akting yang bagus, Ayesha!

Kami sudah tahu tentang itu.

Dia akan menikah!

Kau akan menikah?

Dengan siapa?

Dengannya!

Kabir...

Itu tidak benar, Tante Saira.

Siapa yang bilang?

Tantemu, Indu!

Tak bertunangan, mereka berencana langsung menikah.

Apa?

Ayo, mari kita rayakan!

Kurasa itu bagus sekali kalau...

...mereka tak perlu bertunangan.

Itu buang-buang waktu.

Jangan lakukan itu kawan, Itu jebakan!

Farah!

Farah...

Tolong berhentilah.

Kumohon!

Kau baik-baik saja?

Tidak.

Aku tak baik-baik saja.

Apa itu tadi?

Dengar, aku minta maaf... Aku tak tahu.

Kalian tak saling bicara atau bagaimana?

Kau akan menikah?

Tidak, sayang.

Panjang ceritanya.

Aku tidak tuli, Kabir.

Aku dengar perkataan Tantemu.

Tolong dengarkan aku juga!

Memang benar kalau Noorie dan aku akan bertunangan.

Tapi itu ada alasannya.

Farah, kumohon tunggu dulu!

Aku takkan menikah!

Beritahu Noorie kalau kau ini brengsek!

Farah, tolong dengarlah...

Untuk apa?!

Kita bertemu, aku menyukaimu, kita sudah bersenang-senang.

Aku baik-baik saja.

Lalu aku mencintaimu, aku ingin bersamamu.

Untuk apa berbohong?

Kau mempermainkanku, Kabir.

Apa yang terjadi?

Tak ada apa-apa...

Noorie mencintai Rana, bukannya aku.

Mereka berhubungan.

Aku cuma ingin membantu mereka.

Selanjutnya yang kutahu,...

...Papa menyuapku dengan pesawat agar aku menikahinya.

Dan kau setuju?

Apa kau ini bodoh?

Bagaimana dengan mereka?

Mereka itu orangtua kita?

Apa aku ini aset?

Kupikir aku bisa memberi mereka pelajaran.

Jika mereka bisa memanfaatkanku demi perusahaan,...

...Akupun bisa memanfaatkan mereka demi pesawatku.

Jadi apa bedanya antara kau dan mereka?

Ayesha, ayolah!

Hentikan bicara soal moral.

Kau juga akan melakukan hal yang sama.

Tidak! Aku takkan begitu.

Jika aku tak menyetujuinya, maka ku beritahu mereka.

Oh benarkah?

Apa kau sudah beritahu mereka soal undangan itu?

Kabir!

Itu bukan hal penting.

Bisakah kau bersikap dewasa?

Apa yang kau lakukan?

Apa yang ingin kau lakukan?

Berpikirlah.

Kami takkan menikah!

Ada kesalahpahaman.

Kau tak percaya padaku?

Aku tak tahu, kau itu Keluarga Sood.

Apa maksudnya itu?!

Kau tahu apa maksudku!

Kau tahu permasalahan keluarga kita.

Masalah apa?

Tantemu bertunangan dengan Omku...

...Dan sehari sebelum pernikahannya dia lari.

Itu karena Ommu....

...Berselingkuh dengan Sekretarisnya.

Jaga bicaramu, sekarang dia itu Tanteku.

Dan dia tak membeli Omku,...

...Seperti Papamu yang membeli Om Kamal demi dirimu.

Tolong rahasiakan rekeningku.

Baiklah.

Apa?

Diam!

Sial!

Ini sangat berlebihan.

Dari mana kau?

Aku dapat telepon dari Delhi.

Duduklah Kamal.

Indu...

...Apa kau melihat Prem?

Aku tak melihatnya setelah jam 10.

Jangan bilang. Dia tidur lebih awal?

Ya...

Dan aku adalah ratu malam.

Beritahu Neelu aku kembali ke kapal.

Tn. Kamal...

...Ajak Putlu denganmu.

Ayo.

Kenapa?

Ini sudah larut.

Selamat malam, semuanya.

Selamat malam, Daah!

Kabir!

Om Kamal melihatku bersama Rana...

Jadi?

Apa yang kalian lakukan?

Akan kutangani.

Dan Noorie...

...Di kapal itu ada 500 kamar.

Apa yang terjadi?

Jangan tanya.

Anda baik-baik saja?

Ambilkanlah air.

Ya, baiklah.

Bisa ambilkan aku air?

Tentu.

Om Kamal!

Tuan!

Tuan, Anda baik-baik saja?

Hubungi kapal...

...Beritahu agar mereka membuka pusat medis.

Mungkin dia terkena serangan jantung!

Cepat!

Jangan mengeluh...

...Kau paling beruntung dari kebanyakan orang!

Aku sangat setuju!

Halo...

Halo?

Ya?

Bagaimana keadaan Papa?

Kami tak tahu.

Kabir, ini semua salahku...

Papa sudah sangat stres dan aku...

Ini bukan salahmu.

Apa yang terjadi?

Dokter sedang bersamanya.

Dia minum obat anti-panik selama beberapa bulan.

Bahkan Mama pun tak tahu.

Kemarilah.

Tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Ini kasus yang parah karena gas (Udara).

Kami telah memberi sesuatu agar dia mulas.

Dia akan baik-baik saja dalam beberapa menit.

Permisi.

Kau tak tahu apa yang telah kulalui.

Apa yang telah kau lalui?

Kau!

Apa yang kau lakukan?

Hentikan!

Kau?!

Hentikan!

Pernahkah kau memikirkanku?

Haruskah aku tetap hidup dengan rasa takut...

...Kalau kau akan meninggalkanku.

Ya, tunggu sebentar.

Masuklah.

Papa baik-baik saja?

Ya, sangat baik!

Mama...

Kau membuat kami takut, Papa.

Aku senang Papa baik-baik saja.

Dengar...

...Tolong lupakanlah Noorie...

Apa?

Kenapa?

Dia tak serius dengan Kabir, percayalah.

Maksudmu?

Tapi kita sudah berjanji pada keluarga Sood.

Maaf...

Maaf untuk semuanya.

Tak perlu meminta maaf, Papa.

Sebenarnya aku tak pernah berencana menikahi Noorie.

Aku tahu tentang dia dan Rana.

Noorie dengan Rana?

Dia menyukainya.

Mereka berhubungan.

Aku cuma membantu mereka.

Jadi, maafkan aku.

Kau bilang maaf?

Begitu saja, kau bilang maaf?

Apa artinya meminta maaf sekarang?

Ini bukannya lelucon.

Ini masalah yang sangat serius.

Ya, tentu ini masalah serius.

Bagi kalian ini adalah kesepakatan bisnis, 'kan?

Ini bukan sekedar bisnis kita,...

...Ini juga demi dirimu.

Ini bukan demi aku.

Dan aku tak menginginkannya.

Apa maksudmu kau tak menginginkannya?

Sekarang Papa baik-baik saja dan kita akan bicara.

Mari kita bicara secara terbuka.

Aku tak ingin menjadi Direktur Ayka.

Aku tak cukup pandai.

Papa tahu itu.

Tapi kau bisa belajar.

Aku takkan mampu.

Aku tak punya bakat di bidang itu.

Lalu apa yang akan kau lakukan?

Aku suka penerbangan...

...Aku ingin geluti bidang itu.

Dan bisnis kita?

Haruskah kita menjual Ayka pada orang lain?

Tidak...

Berikan saja pada Ayesha yang handal dalam berbisnis.

Yang pantas untuk itu, yang layak untuk itu.

Itu disebut Ayka, 'kan?

Ayesha-Kabir.

Jadi jika kalian ingin selamatkan perusahaan...

...Lepaskan putra kalian...

...Dan bawa putri kalian pulang.

Omong kosong apa ini?

Dia sudah berumah tangga.

Dia menderita.

Apa kalian tak melihatnya?

Apa kalian tak peduli?

Tentu saja kami peduli!

Tapi apa kau tahu arti perceraian di masyarakat kita?

Itu bukan hal mudah.

Jadi jika aku melakukan hal sulit,...

...Kalian akan lebih mendukungku, begitu?

Apa yang kau bicarakan, Ayesha?

Jika kau lakukan semua ini,...

...Orang akan membicarakannya. Kau tahu itu.

Mereka juga melakukannya, kan?

Tak peduli terjadi atau tidak,...

...Itulah yang orang lakukan...

Apa yang kalian bicarakan?

Aku tak mengerti gadis ini.

Masalahnya, Neelam...

...Karena moralitas dan martabat yang kita punya,...

...Sudah tak ada lagi.

Pernikahan sudah menjadi sebuah lelucon.

Sekarang menikah...

...dan besok bercerai!

Benarkah?

Sejak kapan kalian menikah?

Dan apa moralitas dan martabat kalian?

Tolong beritahu kami.

Hentikan, Kabir!

Oh, itu memang benar.

Semua orang tahu tentang perjalanan bisnis Papa.

Papa pergi ke mana, Papa dengan siapa, apa yang Papa lakukan...

...Dan Mama berpura-pura seolah tak ada yang terjadi.

Padahal sebenarnya adalah...

...Mama tak punya tempat tujuan.

Beraninya kau?

Itulah yang sebenarnya.

Tolong pergilah.

Tidak.

Pergi dari sini.

Aku takkan ke mana-mana.

Beginikah caramu bicara dengan Papamu?

Aku juga bicara dengan Mama.

Jangan bicara padaku, Kabir.

Diam!

Tidak!

Aku tak mau melihat wajahmu!

Aku takkan ke mana-mana.

Semua di keluarga ini selalu membicarakan ini.

Tapi tak pernah bicara yang sebenarnya.

Kau mau bilang apa?

Apa lagi yang ingin kau katakan?

Aku mencintai Farah.

Dia adalah penari dan dia seorang Muslim.

Aku ingin bicara denganmu.

Farah kumohon... Aku ingin bicara denganmu.

Jangan di sini.

Lalu di mana?

Mundur, Bung.

Jangan main-main denganku sekarang!

Dengar, maafkanlah aku.

Aku mengacaukannya, oke?

Aku takkan pernah menikahi Noorie,...

...Aku cuma sedang mempermainkan Papaku.

Kumohon, maafkanlah aku.

Aku mencintaimu.

Lebih baik, permainan ini kau mainkan saja dengan Papamu.

Ini tempatku bekerja.

Pergilah!

Mereka membenci kita.

Tidak... Kurasa mereka tak membenci kita.

Kenapa kau tak meninggalkanku?

Kau dengar perkataan Kabir...

...Aku tak punya tempat tujuan.

Maukah kau memaafkanku?

Kau melupakanku, Kamal.

Maafkan aku.

Aku sangat menyesal.

Aku tak pernah melupakanmu, Neelu.

Takkan pernah.

Kenapa manusia lupa untuk saling...

...memberitahu saat mereka masih bersama?

Dan kenapa...

...mereka selalu ingat pada hal yang tak terkatakan...

...saat seseorang sudah pergi?

Kenapa hal yang benar baru datang...

...Saat sudah terlambat?

Semua orang sedang bergosip.

Tapi gadis ini tak peduli tentang dirinya sendiri...

...Atau reputasi keluarganya.

Kenapa aku harus hidup untuk melihat kejadian hari ini?

Bertahun-tahun kita telah menginvestasikannya.

Menginvestasikanku, maksudnya?

Apa aku salah bicara?

Apa aku membuatmu kesal?

Apa kau marah?

Katakanlah!

Katakan...

Aku tak diizinkan bicara di rumahku sendiri.

Jadi katakanlah sesuatu...

Kenapa kau diam?

Baiklah.

Jika aku membuatmu kesal, maka kumohon...

Maafkanlah aku.

Jika ini masih tak cukup, maka aku akan....

Aku akan bunuh diri!

Apa ini membuatmu bahagia?

Mama, ayolah...

Manav...

Inilah yang dia inginkan!

Ny. Smita...

Tante...

Itu pisau mentega.

Apa?

Itu pisau mentega.

Kabir!

Ambillah ini.

Ini akan lebih baik.

Peganglah seperti ini...

Dan potonglah seperti ini.

Memanjang.

Beraninya kau bicara pada Mamaku seperti itu?

Aku cuma membantunya...

Kabir!

Minta maaflah.

Sekarang.

Maaf...

Ini konyol!

Ini pernikahanku.

Dan ini masalah pribadi keluargaku.

Kurasa sudah cukup.

Mama.

Kita harus pulang.

Ayo.

Ayesha, kemasi tasmu... Ayo kita pergi.

Manav, aku tak bisa pergi.

Ini ulang tahun orangtuaku.

Ayesha...

Jangan buat aku memaksamu, oke?

Ayo kita pergi.

Hei!

Tenanglah, jagoan.

Diam!

Ini masalahku dan istriku.

Bangun!

Manav, jangan bertingkah.

Bangun!

Manav... Hentikan!

Bangun!

Papa!

Kau pikir apa yang kau lakukan?

Walau kau cuma mengacungkan jarimu pada putriku...

...Akan kupotong lenganmu dan membuangnya ke laut.

Mengerti?

Tolong bawa anakmu dan pergilah secepat mungkin.

Silakan pergi.

Kau membuat kesalahan, Tn. Kamal.

Aku membuat kesalahan beberapa tahun yang lalu.

Papa!

Papa...

Maafkan Papa.

Papa sangat menyesal.

Bukankah ini kamarnya Farah?

Dia sudah pergi.

Dia dipecat.

Dia turun sejam yang lalu.

Aku ingin turun.

Maaf Tuan, kapal ini sudah berlayar.

Halo, Nona!

Aku ingin turun.

Maaf, Tuan.

Anda tak bisa turun.

Aku tak perlu kembali lagi.

Aku cuma ingin turun.

Ya, tapi kapal ini sudah berlayar...

Tidak, Nona, kau tak mengerti.

Ini keadaan darurat, aku ingin turun.

Hentikan kapal ini dan biarkan aku pergi.

Ini menyangkut keamanan.

Ku jamin aman.

Biarkan aku pergi!

Ada masalah apa, Tuan?

Ini keadaan darurat.

Ini sangat penting dan aku harus pergi sekarang.

Tolong hentikan kapal ini.

Hentikan kapal ini!

Tuan, tenanglah.

Jangan menyuruhku tenang!

Katakan padanya!

Apa yang kau lakukan?

Farah sudah pergi dan mereka tak membiarkanku pergi.

Jadi turun saja di pelabuhan berikutnya.

Pelabuhan berikutnya adalah Yunani.

Mana bisa aku menemukannya, Sunny?

Apa maksudmu?

Dengar, tenanglah.

Jika ada keadaan darurat di kapal,...

...Mereka pasti punya prosedurnya.

Mereka takkan menghentikan kapal ini tanpa alasan.

Mengerti?

Aku menyayangimu.

Ayesha akan bercerai.

Bersiaplah.

Kita harus lakukan ini sekarang.

Permisi, semuanya.

Tolong perhatiannya.

Diam semuanya!

Kabir ingin bersulang.

Terima kasih, Om Vinod.

Sebenarnya aku ke sini bukan ingin bersulang.

Aku kesini ingin meminta maaf.

Noorie...

Kau wanita yang luar biasa.

Aku menyayangimu...

...Dan kau akan selalu menjadi temanku.

Tapi aku tak bisa menikahimu...

...Karena aku jatuh cinta pada orang lain...

Maafkan aku, Noorie.

Noorie!

Noorie.

Menjauhlah darinya.

Bawa dia kemari.

Berikan dia udara!

Tolong ambilkan air.

Apa-apaan...

...ini?

Kamal...

Apa kau tahu tentang ini?

Papa tak tahu apa-apa tentang ini, Om Lalit.

Aku sungguh menyesal, aku...

Kau meminta maaf sekarang?

Kau meminta maaf?

Maaf jika harus seperti ini.

Seperti ini, seperti itu...

Kabir, apa yang kau lakukan ini tidak benar.

Kau melakukan ini pada gadis manis seperti Noorie.

Ini buruk!

Maaf, aku tak punya pilihan lain.

Aku sangat menghormati Noorie.

Aku tak bisa membohonginya.

Gadis yang kucintai telah kehilangan pekerjaannya,...

...Dan disuruh pergi dari kapal ini...

...Karena aku.

Aku harus pergi dan menemukannya.

Papa, bisakah aku mengandalkanmu?

Papa, bisakah aku mengandalkanmu?

Ya...

Bagus.

Karena Papa adalah "Sekoci"-ku.

Apa?

Kau mau ke mana?

Kabir, bukan itu maksudku!

Noorie!

Sunny, mana dia?

Aku tak tahu.

Hentikan kapalnya! Ke sisi kanan.

Om Kamal!

Itu... Itu dia!

Hentikan kapal ini.

Pergilah, hentikan kapal ini!

Baiklah.

Matikan mesin.

Oscar! Oscar!

Ke sisi kanan.

Hentikanlah kapal ini!

Di mana si Oscar?

Anakku sedang tenggelam!

"Oscar" maksudnya mereka akan mengirimkan sekoci.

Mereka akan menyelamatkannya, Om Kamal.

Sekoci...

Dia bilang aku ini "Sekoci"-nya.

Apa?

Aku "Sekoci"-nya.

Aku harus pergi!

Sekocinya ada di atas sana.

Di sana...

Turunkan...

Lakukanlah sesuatu, Kamal!

Cepat turunkan sekocinya!!

Jangan khawatir, mereka akan menyelamatkannya!

Mereka akan menangkapnya.

Mereka akan menangkapnya!

Lakukanlah yang kubilang!

Bagaimana kita menurunkannya?

Bagaimana caranya?

Berpikirlah!

Tarik talinya!

Lalit, hati-hati!

Pasti ada tuas di suatu tempat.

Tetap tidak bisa!

Periksa di atas sana.

Om Kamal!

Di sana!

Sekoci!

Hei!

Permisi!

Berhenti!

Berhenti!

Petugas, aku butuh perahu ini!

Tuan, Anda tak boleh masuk!

Ini adalah hidupnya, Petugas!

Mundur!

Kubayar berapapun yang kau mau.

Mundur sekarang.

Mereka tak mau dengar!

Maaf Petugas, bukan masalah pribadi.

Cuma 5 menit.

Lepaskan aku!

Kau mau ke mana?

Aku harus membawanya ke pelabuhan, Neelu.

Jika sampai tertangkap, dia bisa masuk penjara.

Aku harus pergi!

Aku mau ikut!

Jangan sekarang!

Lalu kapan?!

Astaga... Ayo!

Tuan!

Haruskah aku ikut juga?

Tidak, kau di sini saja.

Jagalah para tamu, oke?

Akan kutangani semuanya.

Anda jangan khawatir.

Noorie, di mana Mama?

Papa!

Mundur!

Maaf, aku harus pergi!

Pluto, pergilah!

Ayesha, dia tak mau pergi!

Pluto, tenanglah!

Kau baik-baik saja?

Ya...

Tidak...

Aku tak tahu...

Semuanya bertahanlah.

Sunny!

Kau mau menungguku?

Astaga Sunny, katakanlah.

Kau mau menungguku?

Selamanya!

Papa, kau bisa kendarai perahu ini?

Aku biasa mengendarai truk, Akan sesulit apa ini?

Kamal, ayolah!

Itu dia, Papa!

Hati-hati Kamal, jangan bunuh anakku!

Kabir!

Hati-hati!

Aku memegangmu...

Mama!

Apa kau gila?

Papa, para petugasnya datang!

Mereka datang! Ayo pergi!

Cepatlah, Kamal!

Ayo! Pergi!

Kenapa kau tak menyalakannya?

Apa masalahnya?

Mama, tolong tenanglah!

Kau diam saja!

Kita harus pergi, Papa!

Mereka sudah dekat.

Tenanglah, Nak.

Apa mereka akan menangkap kita?

Tentu saja, Neelu.

Tapi setelah kita antarkan si bodoh ini ke pelabuhan.

Bukan hanya Kabir yang terselamatkan hari ini.

Tapi seluruh keluargaku telah terselamatkan.

Aku belum pernah lihat mereka sebahagia ini...

...Dan menuju ke arah yang sama.

Mereka bilang macan tutul tak bisa mengubah bintiknya...

...Tapi manusia punya kekuatan untuk mengubahnya.

Sekarang melihat keluargaku sendiri.

Hari ini mereka telah belajar bahwa cinta saja, itu tak cukup.

Jika kau mencintai seseorang, kau harus membebaskannya.

Bebas berbuat, bebas untuk hidup secara berbeda.

Setiap detak jantung menuju ritmenya sendiri.

Biarkanlah setiap jantung berdetak.

Dan tak peduli seberapa jauh...

..Cuma ada air di sekitar kami.

Atau perahu kami yang sangat kecil.

Kami bersama-sama.

Kami saling menjaga.

Apa lagi yang diinginkan?

Diterjemahkan Oleh : Ackiel Khan feat Galank87

IDFL� Subs Crew http://IDFL.me

"Setiap jantung punya ritmenya sendiri."

"Dengan melodi yang tak terdengar."

"Setiap jantung punya detaknya sendiri."

"Dengan api yang unik."

"Jika emosi meleleh.."

"..Kenapa mereka melarang."

"Jika imajinasi menjadi semakin liar.."

"..Kenapa dihentikan."

"Biarkan setiap jantung berdetak."

"Biarkan setiap jantung berdetak."

"Biarkanlah berdetak."

"Apa yang dikatakan orang bukanlah untuk kau hiraukan."

"Biarkanlah jantungmu berdetak."

"Jika ada orang yang membuatmu tergelincir walau sesaat."

"Peganglah gelas tapi jangan sampai menyentuh bibirmu."

"Mereka tak tahu apa itu hidup."

"Mereka tak tahu apa itu bahagia."

"Dan yang bisa kita katakan pada mereka adalah..."

"..Jika kau ingin bermimpi, berbuat gila dan berteriaklah."

"Biarkanlah setiap jantung berdetak."

"Biarkanlah berdetak."

"Biarkanlah setiap jantung berdetak."

"Biarkanlah berdetak."

"Apa yang dikatakan dunia bukanlah untuk kau hiraukan."

"Biarkanlah jantungmu berdetak."

"Hidup punya banyak warna."

"Dengarlah, ketahuilah.."

"Masing-masing punya caranya sendiri."

"Ketahuilah, terimalah."

"Jika salah satunya hilang..."

"...Biarkan dia temukan jalannya."

"Jika salah satunya tak peduli.."

"..Biarkan dia seperti itu."

"Setiap jantung punya ritmenya sendiri."

"Dengan melodi yang tak terdengar."

"Setiap jantung punya detaknya sendiri."

"Dengan api yang unik."

"Jika emosi meleleh.."

"..Kenapa mereka melarang."

"Jika imajinasi menjadi semakin liar.."

"..Kenapa dihentikan."

"Biarkanlah setiap jantung berdetak."

"Biarkanlah setiap jantung berdetak."

"Biarkanlah berdetak."

"Lupakan dunia ini, bebaslah."

"Biarkanlah setiap jantung berdetak."

"Biarkanlah setiap jantung berdetak."

"Biarkanlah berdetak."

"Jika kau ingin bermimpi, berbuat gila dan berteriaklah."

"Apa yang dikatakan dunia bukanlah untuk kau hiraukan."

"Apa yang dikatakan orang bukanlah untuk kau hiraukan."

"Biarkanlah setiap jantung berdetak."

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.