Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-= Clean with Passion for Now!! | Subtitles by VIU =- Diterjemahkan Oleh: Banana_nโm | IG & FP FB: banana_nim
Aku tak pernah benar
mengucapkan salam perpisahan.
Hiduplah dengan baik.
Walaupun begitu,
kau sudah hidup dengan baik.
[Episode Terakhir: Love with Passion for Now!!]
[Jang Seon Kyeol, CEO]
Tak perlu mengantarkan surat pengunduran diri.
Karena akulah yang seharusnya pergi.
Akan membantu para karyawan
jika kau memilih untuk tetap tinggal.
Ada sesuatu
yang harus kuberitahu mengenai Hwejang-nim.
Pertama,
Kali pertamaku bertemu.../ Kalian mungkin berpikir
itu kepribadian yang suka tetap rapi.
Hwejang-nim pada kuliah tentang OCD.
Tapi jika mereka marah dan khawatir ketika tak bisa membersihkan tangan,
siapa pun mungkin mulai memiliki keraguan dan berpikir seperti ini.
"Apa anakku menderita OCD pada usia dini?"
Jika anakmu menderita OCD,
pasti sangat sulit dan begitu pun kau sebagai ibunya.
Karena salahku anakku seperti ini.
Katamu kau datang karena cucumu?
Ya.
Berapa umurnya?
Siswa SD? SMP?
Itu...
berumur 23 tahun? 24, sepertinya.
Ingatanku terus memudar seiring bertambahnya usia.
Kau pasti sangat mempedulikan cucumu.
Sesudah itu, aku bertemu Hwejang-nim sekali lagi.
Sesudah Kim Geum Ja meninggal,
dia khawatir karena Daepyo-nim tampak tak bisa membuka diri kepada siapa pun.
Dan dia meminta bantuanku.
Karena dia tahu aku ibu dari anak pengidap OCD,
dia mungkin berpikir bisa sepenuhnya percaya padaku.
Aku menerima permintaannya karena alasan yang sama.
Aku sudah mengirimkan surat pengunduran diriku.
Aku tak punya alasan untuk tetap tinggal di Cheongso Yojeong
sementara kau pergi.
Untuk selama ini,
aku sungguh berterimakasih.
Daepyo-nim!
Kau sungguh pergi seperti ini?
Kumohon jangan pergi, Daepyo-nim.
Kita bagaimana?
Aku membawamu ke sini.
Maaf aku pergi terlebih dahulu, Dong Hyeon./ Daepyo-nim.
Telepon aku secepatnya jika sesuatu terjadi pada nenekmu.
Karena aku berjanji akan bertanggung jawab,
jangan sungkan meminta bantu.
Aku menikmati filmmu.
Aku tak berpikir kau serius mengenai akting, tapi aku salah.
Sangat keren.
Kau serius, dan matamu bersinar.
Semoga berhasil. Karena kedepannya aku akan mendukungmu.
Daepyo-nim.
Dan kau, Yeong Sik./ Ya.
Kupikir kau cocok untuk bersih-bersih.
Tak peduli seberapa keras dan melelahkannya pekerjaan itu,
kau menyelesaikannya dengan senyum sampai akhir.
Aku belajar banyak darimu.
Terima kasih./ Daepyo-nim.
Pengecut yang melarikan diri
dapat mencoba tapi memiliki batasan.
Sulit untuk melangkah lebih jauh juga.
Bagiku, satu-satunya hal yang bisa kulakukan ialah bertahan.
Apa? Apa yang baru saja kau katakan?
Kau takkan kuliah?/ Ya, aku takkan kuliah.
Aku tak memerlukannya./ Anak nakal, berhenti melontarkan
omong kosong.
Lalu kedepannya kau mau apa?
Kau akan menyerah kuliah dan taekwondo?
Lalu bagaimana kau akan mencari nafkah?
O Dol, kau dapat membuat keputusan impulsif ketika masih muda sekarang.
Tapi ketika datang ke jalur karirmu,
kau tak bisa menjadi emosional.
Kau tahu kan? "Saat kau menyerah, sudah berakhir."
"Slam Dunk". Aku membiarkanmu meminjam seluruh seri dariku.
Ada apa dengan kalian? Aku tak pernah bilang akan berhenti taekwondo.
Aku akan tetap taekwondo.
Apa? Kau akan kembali?
Setelah kupikirkan, Nuna benar.
Lari tidaklah benar.
Jadi aku memutuskan untuk menghadapi masalah. Dengan bakatku.
Aku tak dapat berpartisipasi dalam kompetisi selama skorsingku,
tapi aku bisa terus berlatih.
Aku masih bisa bergabung dengan tim profesional bahkan jika tak kuliah.
Jika aku berhasil melakukannya, suspensi selama setahun...
Tentu, mereka dapat menskorku.
Pemikiran yang bagus.
Ju Yeon!
Hei.
Nih.
Pegang sampai aku memenangkan medali emas.
Aku memintamu.
Aku tak akan menjadi idiot lagi.
Aku bersumpah di depanmu.
Min Ju Yeon, peganglah sumpahku. Sungguh.
Ya?
Turunkan aku!
[Alat Tulis Hyundae]
Di dalam, kau akan menemukan
sesuatu yang sangat mengagumkan.
Sesuatu yang sangat berharga.
Ajeossi!
Oh, kau bocah yang kehilangan giginya.
Dimana dia?
Apa?/ Yang itu loh, kekasih Ajeossi.
Kekasihku?
Kau dicampakan?
Ya./ Seharusnya baik padanya.
Ya, kan? Aku seharusnya bersikap baik.
Mungkin kah, kau tahu apa ini?
Oh itu...
Apa?/ Sekali lagi.
"Sekali lagi"?/ Ya.
Ini memberimu kesempatan untuk mencoba sekali lagi.
Ini hal yang luar biasa untuk dimiliki.
[Juara 5]
Hei, Dong Hyeon!
Cepat!/ Sebentar.
Dadah.
Aku di sini karena Kim Baksa-nim memintaku.
Kunjungan untuk stabilitas emosional pasien dengan kanker stadium empat.
Aku hanya meminta obat penghilang rasa sakit.
Kudengar kau menolak untuk menerima terapi radiasi.
Maka rasa sakit akan membuatmu kesulitan.
Kenapa tak memberi tahu siapa pun?
Kau tak memberi tahu media mengenai kondisiku.
Kau bertekad mengancamku hari itu.
Apa hati nuranimu sebagai dokter menghambatmu?
Hati nuraniku sebagai dokter?
Bisa di bilang begitu.
Terus terang, aku tak pernah berencana untuk mengeksposnya.
Aku tak berpikir mengancam menggunakan kelemahanmu
akan mengubah apa pun.
Apa hubunganmu dengan Gil O Sol?
Apa kau
salah satu orang yang mengaku sebagai korban
dari insiden Jungang-dong?
Tidak.
Aku bukan salah satu korban.
Sebenarnya aku salah satu penyerang.
Bajingan, bunuh aku dulu.
Kirim ambulans lain! Cepat!/ Brengsek.
Ibu!
Sayang!
Itu sangat kejam.
Meskipun kau mungkin ingin menghindari kebenaran.
Seorang perfeksionis dengan kecenderungan masokis.
Seorang pecandu kerja yang terobsesi dengan pekerjaan hanya untuk menjadi lebih sempurna.
Dan depresi tak dapat dihindari karena kau tak pernah
puas dengan apa pun.
Kau mencoba melindungi segalanya, kan?
Perusahaan juga, keluarga juga.
Tapi apa yang berhasil kau pertahankan?
Menurutku sekarang,
sepertinya kau sudah mencapai batasmu.
Obat penenang yang kau minta bisa menyebabkan masalah pernapasan
ketika diminum dengan opioid, aku tak akan meresepkannya.
Jika rasa sakit menjadi terlalu tak tertahankan,
silakan beritahu aku.
Choi Euisa.
Kau di sini untuk bertemu O Sol?
Tidak.
Aku di sini untuk menemuimu.
Aku ingin berkonsultasi dengan dokterku...
Aku ingin meminta bantuan.
Hei, O Dol. Tak bangun?
Bagaimana bisa kau tidur sesudah bilang ingin memulai dari awal?
Bangun. Bangun!
Latihan pagiku selesai./ Kau tidur setiap hari!
Dan apa semua ini? Bereskan.
"Ju Yeon Nuna. Maksudku, Ju Yeon-ku."
"Aku tak tahu kapan dimulai, tapi aku tak bisa berhenti memikirkanmu "
"Dan aku berjuang untuk fokus pada latihanku."
"Ju Yeon, aku mencintaimu sama sepertiku menyukai tendangan balik."
"Dari lelakimu, Gil O Dol."
Astaga, kenapa membaca suratku?
Hei, sejak kapan?
Beraninya kau menggoda temanku?
Lepas.
Sini kau./ Lepaskan aku.
Kau akan memulai dari awal sebagai pacar Ju Yeon atau apa? Hei!
Kau akan meneleponnya sekarang?
O Sol.
Bisakah bicara?
Amerika Serikat?
Dia memintaku
memberikan ini padamu.
Kau ingin pergi mengucapkan salam?
Kupikir belum terlambat.
Tidak.
Karena aku sudah mengucapkan salam.
Maaf, Hwejang-nim.
Seharusnya itu jalan tersingkat.
[Untuk mengenang korban bencana Jungang-dong]
Yang kau maksud tepat dan masuk akal
semua hanya didasarkan pada standarmu.
Sama seperti bagaimana kau memperlakukanku selama ini.
Aku tak akan lari darimu,
atau menghindarimu.
Aku tak akan bersembunyi karena takut padamu.
Aku juga takkan terus berduka atas ibuku.
Tidak ada lagi penyesalan.
Karena kaulah yang harus menderita. Bukannya aku.
Daepyo-nim
tak pantas mendapatkan rasa sakit ini. Kau'lah orang yang seharusnya menderita.
Putar balikan mobil.
Ya, Hwejang-nim.
Ada pelu apa kemari?
Aku tak berharap untuk berjumpa lagi.
Ya.
Ada sesuatu yang harus
kuberitahukan.
Itu sebabnya aku datang ke sini.
Sejujurnya,
aku belum pernah melakukan Ini sebelumnya.
Aku tak tahu...
Bagaimana cara melakukannya.
Aku tak tahu perkataan apa yang tepat
untuk mengatakannya.
Aku benar-benar tak tahu.
Maafkan aku.
Aku tahu sudah terlambat
untuk meminta maaf.
Aku...
sungguh minta maaf.
Cukup.
Kau bisa pulang sekarang.
Pasti tak mudah bagimu untuk meminta maaf.
Tapi sulit bagi kami untuk memaafkanmu.
Ini akan memakan waktu.
Tapi aku takkan lupa
apa yang kau lakukan hari ini.
Selamat tinggal.
Perkataanmu benar.
Akulah orang yang harus menyesal
dan menderita.
Keserakahan pria tua ini sudah menyebabkanmu sakit yang mendalam.
Aku menyakitimu dan Seon Kyeol
keterlaluan.
[Paspor]
Grup AG
sudah mengimplementasikan banyak proyek pembangunan ulang
hingga hari ini.
Namun, selama proses itu,
ada banyak korban,
dan kami mengakui kesalahan.
[Konferensi Pers AG Group Presdir Cha Seok Hwan]
Semuanya,
kesalahanku sebagai Presdir Group.
Aku akan bertanggung jawab penuh
dengan pengunduran diri dari posisiku.
Juga, aku akan menyumbang
semua aset atas namaku
kepada masyarakat.
Aku punya pertanyaan.
Siapa pun tak ada yang berani bercerita tentang orang itu.
Aku pun tak berani mengucapkan namanya.
Seiring waktu berlalu,
kenangan tentang orang itu yang memenuhi hatiku kian memudar.
Yeong Sik.
O Sol.
Sedang apa kalian di sini?
Apa lagi?
Untuk bersih-bersih.
Daepyo-nim meminta
sebelum dia pergi ke AS. Tidak...
Dia meminta kami sejak lama untuk mengurus tempat ini.
Tapi terkadang...
Terkadang...
aku rindu.
[2 tahun kemudian]
Dia bau.
Hei!/ Hei.
Pria macam apa itu?
Apa? Apa lihat-lihat?
Apa lihat-lihat?
Bedebah.
Minggir!
Minggir! Kubilang minggir.
Minggir! Apa lihat-lihat?
Kau...
Oh, aigoo, kau baik-baik saja?
Aigoo...
Kau tak boleh minum ini di tempat umum.
Apa yang akan dipikirkan anak-anak?
Hei. Memangnya siapa kau berani menasihatiku?
Berikan padaku. Kembalikan.
Hei./ Seonsaeng-nim.
Kembalikan!/ Tunggu.
Tak boleh begini./ Sudah kubilang kembalikan!
Berandal./ Ajeossi.
Jika seperti ini, kau lebih icikiwir.
Boleh kubantu buang ini?
Hwaiting!
Ya, Ibu.
Ya, aku baru saja tiba.
Aku tahu jalannya, jangan khawatir.
Ya Bujang-nim. Baik.
Aku sudah memeriksa kondisi Cho Hyeon Woo
dan aku akan memperbaiki jadwal iklan sesudah pelatihannya berakhir.
Baik.
Hai, O Sol./ Halo.
Halo./ Hai.
Halo.
[Gil O Sol]
Gil O Sol-ssi./ Ya?
Bahan buat rapat. Terima kasih atas kerja kerasnya.
Ya.
[Jadwal Bulanan Cho Hyeon Woo]
[Gil O Sol]
Sampai jumpa!/ Sampai jumpa.
Halo, Ayah.
Aku baru saja pulang kerja.
Apa ada yang ingin kau makan?
Hari ini aku gajian.
Ya.
Bagaimana dengan O Dol?
Ayam? Kedengarannya bagus.
Soju juga, setuju?
Baik. Menu malam ini ayam dan bir.
Baik.
Aku harus menyeberang jalan. Sudah yah, Ayah.
Terima kasih.
Sudah lama, Gil O Sol-ssi.
Bagaimana.../ Bagaimana...
Kapan pulang ke Korea?
Oh, aku dalam perjalanan dari bandar.
Sekarang sudah baik-baik saja?
Ya?
Sudah sangat baikkan.
Aku tak tahu apa yang akan terjadi
jika masih sensitif.
Kau masih sama, Gil O Sol-ssi.
Oh, gayamu sedikit berubah.
Tapi kau terlihat sama seperti sebelumnya.
Aku minta maaf mengenai kakekku.
Aku tahu tak ada gunanya meminta maaf.
Mengenai kecelakaan ibumu atau masalah adikmu,
Aku seharusnya meminta maaf sebelum pergi.
Tapi aku tak punya keberanian.
Aku juga tak tahu harus berbuat apa.
Semuanya sudah berlalu, lagian.
Itu juga bukan salahmu.
Walaupun begitu aku ingin minta maaf.
Aku tak tahu kau pernah mengalami hal seperti itu
dan membuatmu menderita.
Aku sungguh minta maaf.
Bagaimana ini...
Sepertinya aku harus pulang.
Sebentar.
Jika ini masih berlaku, aku ingin kita memulai dari awal.
Kau dan aku, dari awal.
Sekali lagi.
O Sol, cuaca dingin. Sedang apa di sini?
Kau baru saja pulang?
Sepertinya toko itu membawa mesin itu kembali.
Bukankah mereka membuangnya tahun lalu karena rusak?
Nah, jika kau senggang akhir pekan ini...
Hari ini aku sudah
bertemu Daepyo-nim.
Dia pulang ke Korea.
Mysophobia-nya sepertinya sudah jauh lebih baik.
Kupikir dia melakukan jauh lebih baik dari sebelumnya.
Dia pulang.
Baguslah.
Tiba-tiba.../ Astaga.
Dia tiba.
Seon Kyeol! Omo.
Kau pergi tanpa kata. Sekarang kau kembali tanpa sepatah kata pun. Astaga.
Kabar ibu sehat?
Yang Hwejang-nim dan Kim Biseo-nim, kalian di sini juga.
Wah, lihat dirimu.
Sepertinya tinggal di AS membuatmu lebih tampan.
Kabarmu baik?
Ya.
Terima kasih sudah menjaga ibuku selama aku pergi.
Sepertinya aku bisa menyerahkan
ibuku padamu.
Kumohon terus rawat Ibu dengan baik.
Sungguh?
Astaga. Kau dengar itu, kan?
Aku ingin nangis ini.
Jangan konyol. Kenapa menangis?
Aku akan baik padanya, yah?
Ajeossi, kau menginjak kotoran.
Apa?
Oh tidak.
Aku menginjak kotoran burung.
Menjijikkan.
Omong-omong, siapa kau? Kenapa kau keluar dari sana?
Bukankah sebaiknya kau memperkenalkan diri terlebih dahulu
sebelum bertanya siapa aku? Bukankah itu yang disebut sopan santun?
Apa?
Ye Joon!
Daepyo-nim.
Kwon Biseo-nim.
Dia sudah besar.
Sebenarnya, aku hanya mendengar tentang dia. Ini pertama kalinya aku bertemu dengannya.
Omong-omong, ada perlu apa kemari?
Aku datang ke sini setiap akhir pekan untuk menemui Hwejang-nim.
Dia sendirian di sini. Tidak ada yang menjaganya.
Kupikir dia akan kesepian.
Dimana Kakek?
Kau sudah terlalu lama keluar, hwejang-nim.
Ayo kita kembali ke dalam sekarang.
Lihatlah semua tanaman ini.
Masih dingin,
tapi mereka terlihat seperti menyambut musim semi.
Kakek.
Pepatah bilang ketika mengikhlaskan
akan mendapatkan lebih banyak keuntungan. Pepatah itu
benar sekali.
Melihat kebelakang,
bukanlah apa-apa.
Baru kusadara setelah melepas kekuasaan.
Aku sudah mendengar.
Kau merekrut ahli manajemen untuk AG
dan menyumbangkan semua asetmu.
Aku tak berpikir
kau akan pulang.
Kupikir aku tak akan pernah melihatmu lagi.
Terima kasih
telah kembali.
Tidak.
Seharusnya tidak.
Jangan melihatnya.
Bisakah bertemu sebentar hari ini?
Aku akan berada ke daerahmu.
Dia sangat tampan./ Lihatlah dia.
Astaga./ Dia benar-benar tipeku.
Astaga./ Lihatlah dia.
Astaga./ Sangat tampan.
Dia sangat tampan.
Lihat.
Ya Tuhan.
Daepyo-nim?
Kepada siapa dia berbicara?
Apa yang dia katakan?
Mungkinkah aku?
Apa yang terjadi?/ Oh tidak!
Bagaimana jika dia terluka?/ Daepyo-nim.
Sepertinya dia jatuh!/ Astaga!
Terima kasih.
Terima kasih./ Kau baik-baik saja?
Apa?
Aku tak memegang tali dengan benar.
Kau lari ke sini untuk memastikanku baik-baik saja?
Tidak. Bukan untuk itu...
Perasaanku gembira
mengetahui kau mengkhawatirkanku.
Yah...
Apa yang kau lakukan di sini?
Yah, berlatih, berlatih...
Kau menerima pesanku?
Jika ada waktu nanti,
bagaimana jika makan.../ Tidak. Hari ini ada lembur.
Aku akan menunggu.
Jangan pedulikan aku. Kembali bekerja.
Seperti yang kau lihat, aku juga bekerja.
Hwaiting!
Ini makananmu.
Nikmati./ Terima kasih.
Kelihatannya enak.
Aku sangat menginginkannya di AS.
Mie ikan teri panas.
Aku tak pernah menginginkannya sebelumnya.
Sesuatu menjadi berharga ketika tak bisa mendapatkannya. Benarkan?
Kenapa tak makan? Kau suka mie.
Ini tak akan mengubah apa pun.
Waktunya sudah berakhir.
Kau tak dapat menukarkan
"juara kelima" lagi.
Gil O Sol-ssi./ Toko alat tulis itu
membuang mesin setahun yang lalu karena rusak.
Dan kita putus dua tahun lalu.
Aku senang kau pulang.
Dan aku lega kau sehat.
Tapi, sampai di sini saja.
Maafkan aku. Kau menunggu sangat lama.
Aku harus pergi sekarang.
Tunggu.
Tunggu sebentar.
Ada sesuatu yang belum kukatakan.
Aku sangat merindukanmu.
Seperti mimpi rasanya
berada di depanmu seperti ini. Betapa merindukanmu.
Aku tak akan mendorongmu
untuk menyukaiku
atau berkencan denganku.
Akan kutunggu
sampai hatimu
tumbuh kembali.
Ini berkat Choi, aku menyadari
kepercayaan adalah segalanya.
Roh-roh selalu bersamaku.
Dan aku tak tahu./ Kau benar.
Aku memutuskan untuk memiliki kepercayaan diri
dan mulai lagi dari awal.
Aku akan kembali.
[Surat penerimaan]
Baek Seonsaeng-nim.
Kau yakin tak palsu?
Tak palsu.
Sebenarnya,
aku punya pengumuman juga.
Anu, semuanya
aku akan menikah.
Astaga./ Kau yakin tak palsu?
Ini semua berkatmu.
Terima kasih.
Kau digunakan untuk mengejarku.
Aku sedikit kecewa./ Aku ingin kau bahagia juga.
Ada apa dengan kalian?
Aku sangat bahagia.
Ini. Semua orang menyumbang.
Terima.
Kau merawat kami secara gratis selama dua tahun.
Ambil. Itu akan berguna suatu hari nanti.
Terima kasih.
Aku menghargainya.
Kenapa kita tak berfoto bersama?
Untuk merayakan konseling terakhir./ Kedengarannya bagus.
Nah.
Aku ingin duduk di sebelah Choi.
Nah.
Kita mulai.
Kimchi.
[Keputusan Kahir Seleksi Tim Nasional untuk Olimpiade Tokyo 2020]
Goa!
Gil O Dol!
Gil O Dol!
Go, O Dol!
O Dol, sekuat tenaga.
Aku mengawasimu!
[Gil O Dol 12 VS Park Jung Jae 7]
Biru menang.
Kerja bagus!
Gil O Dol menjadi.../ Itu anakku.
pemain terakhir / Itu dia.
yang bergabung dengan tim nasional./ Selamat.
Untuk Olimpiade Tokyo 2020./ Dia berhasil masuk ke tim nasional.
Gil, seorang atlet di Kantor Distrik Dongmyung,
adalah pemain yang menjanjikan.../ Halo.
Kau melihatnya?
Tentu saja, aku mengikuti anakku ke Tokyo.
Ya. Apa?
Tim nasional? Medali emas?
Kita lihat saja nanti.
Baiklah. Sampai jumpa.
Ya ampun.
Sekarang dia berhasil masuk tim nasional, medali emas bukanlah apa-apa.
Kenapa mobil ini sangat bersih?
Ini daerahku. Kau siapa?
Halo, Ayah.
Bagaimana kabarmu?
Maaf aku tak bisa menyapamu lebih awal.
Apa yang kau lakukan di sini?
Itu...
Aku ingin membantumu pekerjaanmu mulai sekarang.
Kumohon, biarkan aku.
Aku tak ingin kau memanggilku Ayah.
Dan aku tak butuh bantuanmu. Pergi.
Tidak mudah bagimu untuk menerimaku.
Aku tahu itu dengan baik.
Dan aku tak tahu malu untuk meminta maaf kepadamu seperti ini.
Aku juga tahu itu.
Akan tetapi, ini adalah satu-satunya hal
yang bisa kulakukan.
Meminta maaf
meminta pengampunan, tak perlu.
Aku sangat merindukanmu.
Seperti mimpi rasanya
berada di depanmu seperti ini. Betapa merindukanmu.
Halo.
Apa? Kecelakaan?
Kuharap aku bisa menggunakan sihir untuk melihatnya.
Bibbidi-bobbidi-boo...
Abracadabra..
Hakuna matata...
Tak ampuh...
Temanku pindah ke sini, dan dia ingin berjumpa.
Temanku dari Minnesota.
Omong-omong, mau pergi ke suatu tempat?
Yah...
Ya.
Baiklah aku mengerti.
Ya, Bujang-nim.
Ya, aku baru saja mengubungi tim.
Para wartawan belum menghubungi mereka.
Ya, aku sedang dalam perjalanan sekarang.
Ya.
[UGD]
Dia akan baik-baik saja./ Terima kasih.
Bagaimana Cho Hyeon Woo?/ Bujang-nim.
Dia baru saja tidur.
Bagaimana keadaanya? Dia baik-baik saja?
Ya. Cedera tak serius,
tak akan mempengaruhi dia dari bermain.
Aigoo.
Lega sekali.
Terima kasih atas kerja kerasnya selarut ini.
Tidak masalah.
Siapa?
Kekasihmu?
Tidak. Dia bukan kekasihku...
Aigoo. Terima kasih sudah mengantarnya sampai larut malam.
Terima kasih./ Yah...
Syukur lah tak serius.
Ambil barangmu, keluar.
Aku akan mentraktirmu.
Tidak, tak apa-apa.
Kau juga ikut.
Oh baik.
Terima kasih.
Tidak.
Akulah yang berterima kasih.
Karena membiarkanku membantumu.
Kau sudah menjadi
orang yang sangat mengesankan selama dua tahun ini.
Kau pasti bahagia, O Sol.
Kau punya pria yang bisa diandalkan seperti dia.
Nah, sini kutuangkan.
Baik.
Biarkan aku menuangkanmu juga.
Aigoo, terima kasih.
Nah.
Wow, enaknya.
Ayo terus minum.
O Sol, kenapa kau tak minum hari ini?
Gelasmu kosong.
Nah...
Aku akan
minum untuknya.
Memang pacar yang keceh...
Nah, minum lagi.
Tentu.
Bersulang.
Bersulang.
Kau baik-baik saja? Kau bisa pulang?
Kau tak bisa minum banyak.
Kenapa kau minum untukku?
Bisakah menungguku di sini sebentar?
Akan kupanggil taksi.
Sebentar...
Bisakah bersamaku sebentar?
Aku
tak pernah melupakanmu selama dua tahun kebelakang.
Pada hari kita mengucapkan salam perpisahan,
Kita bahkan tak berpegangan tangan untuk terakhir kali.
Itu terus menggangguku di perasaanku.
Itu sebabnya aku pergi ke AS.
Aku mengalami kesulitan hidup di AS,
tapi aku menahannya karena dirimu.
Untuk bertemu denganmu lagi...
Aku tak ingin menjadi orang yang memalukan bagimu.
Aku sangat
berusaha keras, dan memberikan yang terbaik.
Bisakah memujiku setidaknya sekali?
Kuharap
kau bisa tersenyum padaku.
Hanya sekali.
Kau melakukannya dengan baik.
Aku bangga padamu.
Daepyo-nimku.
Sejujurnya,
aku pun seperti itu.
Selama dua tahun,
tak ada satu momen pun aku lupa akan dirimu.
Bagaimana bisa lupa?
Betapa aku merindukanmu.
Ibu dan Ayahku
juga O Dol
tak akan menyetujui perasaanku,
tapi aku sangat merindukanmu.
Betapa aku merindukanmu.
Maafkan aku.
Aku bilang tak akan melakukan apa pun yang kusesali.
Tapi...
Aku tak bisa menahannya.
Tak ada yang bisa kulakukan.
Kau pulang dengan selamat tadi malam?
Kemarin,
Apa aku bilang atau melakukan sesuatu yang bodoh?
Perutmu baik-baik saja?
Kau tak melakukan hal bodoh, jangan khawatir.
Bagus.
Apa yang terjadi?
Ada apa dengan pose aneh ini?
Ada apa denganmu? Siapa bilang kau boleh menerobos masuk ke sini tanpa memberitahu?
Harga diriku terluka.
Aku mengajukan diri untuk mengurus tempat ini saat kau pergi.
Pantas saja tempat ini berantakan.
Mau minum?/ Kau kelihatannya jauh lebih baik.
Terimakasih untuk semuanya.
Nasihatmu sangat membantuku.
Dan kau terus merawatku ketika di AS.
Terima kasih untuk itu juga.
Karena aku sudah pulang, aku akan membayar untuk semua yang sudah kau lakukan untukku.
Benar, kau harus membayarku.
Tapi simpan untuk nanti.
Untuk nanti?
Bagaimana dengan O Sol?
Bagus.
Aku bisa dekat dengannya lagi.
Segitu pun sudah membuatku sangat senang.
Syukurlah. Kuharap kalian berdua bahagia.
Karena kau dan Gil O Sol
adalah orang berarti bagiku.
Ada apa denganmu? Kau membuatku takut.
Bagaimana? Bukankah itu gaya Amerika?
Secara terbuka mengekspresikan perasaan.
Karena sudah terlanjur, bagaimana kalau
kita saling bersalaman gaya Amerika?
Baik. Haruskah kita saling bersalaman
Gaya Amerika?
Haruskah?
Astaga, tidak! Turun! Jangan.
Ini keterlaluan!
Tunggu, tunggu sebentar.
Jatuh di es tak akan mati.
Cobalah!
Tunggu, tunggu sebentar.
Ikuti seperti aku.
Satu kaki ke depan, dan satunya mengikuti.
Kau baik-baik saja?
Bangun. Akan kubantu.
Satu kaki./ Satu kaki?
Ya benar. Kau bisa./ Aku mengerti!
Baiklah.
Kau bisa./ Aku mengerti. Astaga!
Kau baik-baik saja?/ Ya.
Kenapa menyarankan datang ke sini padahal tak tahu cara berseluncur?
Nah, pegang tanganku.
Kenapa menatapku seperti itu?
Apa ada sesuatu di wajahku?
Jika kau tak mengulurkan tangan kepadaku saat itu,
aku tak akan berada di sini sekarang.
Terima kasih.
Terimakasih untuk semuanya,
kedepannya juga aku akan terus berterima kasih.
Tumben sekali. Apa yang kau bicarakan?
Haruskah aku coba lagi?
Satu kaki.
Kita jalan?/ Ayo.
Mengerti?
Kau bisa.
O Sol! Bilang pada Si Choi sarapan sudah siap.
Sarapan sudah siap.
Seonsaeng?
Pintunya terbuka.
Ini tak adil.
Sama seperti saat itu, dia membawakanku penghiburan sekali lagi
lalu pergi.
Sopan santun dan etiket.
Semua seniman bela diri diharapkan untuk mematuhi itu.
Untuk alasan itu, kau mempermalukan sesama seniman bela diri.
Kalian sadar akan hal itu?/ Ya!
Paket!/ Pengiriman paket.
Paket datang.
Hyeong-nim.
Tampar aku. Tampar aku lebih banyak jika itu akan membuatmu lebih baik!
Apa dia cabul? Aku tak bisa menonton itu.
Ayo makan saja.
Astaga, lihat siapa yang datang.
Mr. Pervert yang suka ditampar. Kau seorang selebriti.
Hai, teman-teman. Oh, kau lihat?
Aku datang dari pemotretan. Aku bahkan tak punya waktu untuk berganti pakaian.
Aku menikmati dramanya.
Aku juga pernah melihatmu di film.
Omong-omong, kenapa kau memanggil kami?
Aku memanggil kalian.
Daepyo-nim!/ Daepyo-nim.
Lama tak bertemu.
Selamat datang.
Bersulang!/ Bersulang!
Terima kasih./ Terima kasih.
Omong-omong, kenapa kau memanggil kami?
Itu...
Alasan ingin bertemu kalian karena...
Dong Hyeon./ Ya?
[Rencana Bisnis Baru]
Ini...
[Layanan pembersihan inovatif luar dan dalam]
Maukah kalian bergabung denganku?
Kita bisa bekerja sama lagi seperti dulu.
Aku sudah menunggumu untuk kembali.
Aku juga. Aku sangat merindukanmu.
Untuk aku...
Aku mengerti, Jae Min.
Lanjutkan dengan karir aktingmu.
Itulah cara kau dapat membantu kami.
Maafkan aku.
Tapi aku berjanji akan mempromosikan bisnis ini seperti yang tak dapat dilakukan orang lain.
Aku akan menyumbangkan bakatku. Pekerjakanku sebagai modelmu.
Itu bukan.../ Bolehkah aku bergabung juga?
Kwon Biseo-nim!
Daepyo-nim, aku ingin sekali lagi bekerja denganmu lagi.
Kau akan menerimaku, kan?
Nah, kau sudah makan?
Haruskah kita minum?/ Kedengarannya bagus.
Silakan duduk./ Guys, bergerak.
Permisi kami ingin sebotol soju lagi.
Terima kasih sebelumnya./ Terima kasih.
Baiklah, kita mulai?
Ayo!/ Ayo!
Ayo.
Jjang!
Jae Min.
Selebriti kita... Kau tak sibuk?
Istirahat sebentar.
Apa semua ini?
Tempatnya bagus.
Jawab aku. Apa tak ada yang lain?
Masih ada lagi.
Manajerku.
Ya?
Pertemuan studio film?
Tolong beri tahu mereka aku tak bisa datang.
Baik.
Apa yang kau lakukan? Ini rumah bagi Yeojong baru kita.
Harus bersih.
Ok?/ Ok!
Sudahi sampai di sini.
Ya?/ Matahari segera terbenam.
Kau tak akan makan?
Aku kelaparan.
Makan?
Ya!
Aku akan segera ke sana. Siapkan sesuatu yang pedas.
Bawa alatnya!
Ya Babeh!
Jadi, kau memulai layanan pembersihan baru?
Ya.
Bagaimana kau tahu?
Teman O Dol, Yeong Sik atau siapalah.
Dia bilang.
Dari semua pekerjaan, kenapa kau ingin memilih bekerja bersih-bersih?
Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku masih percaya akan hal itu.
Efek positif dari pembersihan.
Aku suka melihat senyum di wajah masyarakat
sesudah dibersihkan.
Aku suka energinya.
Juga,
bersih-bersih adalah suatu keahlianku.
O Sol memberitahuku.
Aku pernah melihatnya sendiri juga.
Maksudku tempat Bbu O Sol.
Terima kasih sudah mengurus tempat ini.
Itu selalu menggangguku. Sangat membantu.
Bukan apa-apa.
O Sol
sudah melalui banyak hal.
Aku bersyukur dia baik-baik saja.
Aku selalu
merasa kasihan pada gadisku tersayang.
Sudah lama.
Hari ini aku juga membawa anak-anak.
Bukankah bagus?
Bu, kabarmu baik?
[Jung Hye Won]
Ayah biasanya tak membawa kita ke sini.
Apa dia melakukan kesalahan?
Tidak, aku hanya berteman dengan wanita di toko.
Ibu
Aku berhasil ke tim nasional.
Keren, kan?
Kalian tunggu di luar.
Aku punya sesuatu untuk dikatakan padanya sendirian.
Aku mengerti.
Nah.../ Ayo pergi.
Selamat bersenang-senang.
Mereka sangat dewasa sekarang, kan?
O Dol terlihat sepertiku,
dan O Sol sepertimu.
Mengenai dulu...
aku akan memaafkan orang-orang itu.
Tapi ini bukan keputusanku.
Semua terserah padamu.
Aku ingin O Sol
untuk dicintai
oleh seseorang yang dia cintai.
Aku tak ingin dia menyisahkan penyesalan.
Aku ingin dia mencintai
dan dicintai
sebanyak yang dia bisa.
Itu yang kau...
pikirkan juga, kan?
Sudah?
Bagaimana?
Apa yang Ayah katakan padanya?
Orang itu...
Dia gigih, aku akan memberinya kesempatan.
Jadi berhentilah membuatnya hatinya sulit.
Dia menunggu cukup lama.
Apa maksud Ayah?
Aku berbicara mengenai Seon Kyeol.
Kupikir dia pria yang baik.
Kupikir begitu dari awal.
Benar, kan? Dia terlihat baik.
Temuilah dia.
Ada apa, Ayah?
Aku sudah memberi tahu ibumu.
Ibu juga mengizinkan.
Pergi temui dia sekarang.
Kau tak perlu merasa bersalah akan hal itu.
Tidak.
Aku sudah melupakannya sekarang.
Aku tak akan melihatnya lagi.
Kau yakin?
Baiklah, terserah kau. Itu urusan hatimu.
Aku harus kembali ke ibumu dan menarik kata-kata itu kembali.
Tunggu!
Itu bukan...
Sana cepat perti.
Cepat pergi. Jangan membuatnya menunggu lebih lama.
Gil O Sol.
Ada perlu apa kemari?
Sebentar.
Aku sedang bersih-bersih.
Aku dipenuhi keringat dan kotoran.
Ayo kita mulai dari awal. Kita.
Ayo mulai
dari awal.
Terima kasih sudah menemani Banana_nim mengerjakan Project drama ini. Sampai jumpa di drama yang lainnya!!!
Follow IG & Like FP FB : banana_nim
Apa-apaan nama perusahaannya?
Kenapa? Aku suka.
Terimakasih sudah menggunakan subtitle Banana_nโm... Follow IG & Like FP FB : banana_nim
[Clean with Passion for Now!!]
[Clean with Passion for Now !!]
Clean...
...with Passion...
...for Now!/ ...for Now!
[Terima kasih sudah menonton Clean with Passion for Now.]
[Clean with Passion for Now !!]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.