Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-= Clean with Passion for Now!! | Subtitles by VIU =- Diterjemahkan Oleh: Banana_nโm | IG & FP FB: banana_nim
[Episode 14: Kau Membuatku Ingin Menjadi Pria yang Lebih Baik]
Bodoh.
Ada sisa roti di bibirmu.
Kumis susu, mirip anak-anak.
Kumis susu?
Di sini?
Mungkinkah sengaja menyisakan supaya aku
membersihkannya?
Tidak seperti itu kok.
Sudah hilang.
Tunggu sebentar.
Nah.
Imut banget.
Apa sih?
Kau mati sekarang.
Kenapa? Apa ada masalah?/ Ini...
Tadinya mau mengabari Ayah,
kemarin lupa.
Ayah?
Tunggu sebentar.
Tunggu. Akan kuantar pulang.
Tidak, tidak.
Bakal gawat kalau dia tahu kita bersama.
Nanti aku telepon yah?/ Tapi
Tunggu, Gil O...
Buat hari ini, Hwaiting!
Hwaiting!
Aigoo.
Aigoo, dasar. Hebatnya, semalaman tanpa mengabari.
Kau melakukan ini sepanjang waktu di Busan?
Kau belum berangkat sekolah rupanya.
Ayah mana?
Semalaman tidur di mana anak nakal?
Ayah.
Di Ju Yeon!
Aku tidur di rumah Ju Yeon.
Di mana lagi semalaman?
Hei, Ju Yeon Nuna.
O Sol tidur di rumahmu?
Tentu, dia tepar sesudah minum bir dengan ayam goreng.
Kenapa? Dia tak menelepon rumah?
Ya, tidak, tidak. Baiklah.
Kau mabuk dan tepar sepanjang waktu.
Untuk apa ponselmu?
Maaf, Ayah.
Tadinya mah mau nelepon, tapi lupa.
Mandi entar makan.
Ayah buat makarel rebus.
Apa?/ Sadarkan dirimu!
Kau di luar dengan kekasihmu.
Terima kasih banyak, Ju Yeon.
Astaga, aku harus mengajak Ju Yeon makan enak.
Halo./ Bagaimana dia cerdas banget?
Tunggu, sepertinya kau sudah melakukan ini berkali-kali.
Tidak kok.
Kau tak pergi?
Kau terus mencoba berkelahi denganku.
Kau tetep imut walau sedang berdebat denganku.
Aku rindu. Gimana ini? Aku terlalu rindu.
Bagaimana aku akan menunggu?
Sebentar.
Kerasa? Hatiku?
Ya, aku merasakannya. Sungguh membuatku takut.
Aku juga rindu.
Semoga harimu menyenangkan.
Hwaiting!
Dah.
Kau tinggal di Korea lebih lama dari yang kuduga.
Kau memutuskan untuk tinggal selamanya?
Aku masih merenungkannya.
Karena kau mungkin menebak, aku memintamu untuk datang
bagaimana jika bekerja bersama kami.
Kau akan menerima tawaran itu?
Terima kasih atas tawarannya, tapi hatiku belum siap.
Maafkan aku, Seonbae.
Memang. Kau memutuskan untuk kembali ke Rochester?
Kudengar beberapa saat yang lalu mereka menawarkanmu
peran profesor asosiasi.
Itu bukan satu-satunya alasan.
Aku hanya ingin tetap seperti yang sudah kulakukan sebelumnya.
Juga, ada masalah pribadi yang harus kuurus.
Pikirkan lagi.
Aku benci membiarkan dokter fenomenal sepertimu pergi.
Terima kasih atas kata-kata baikmu.
Seonbae, aku minta bantuanmu.
Aigooo, pepatah bilang wajah yang adil
mungkin menyembunyikan hati yang busuk.
Lalu? Kau suka?
Ngapain aja semalaman?
Astaga, apa lagi?
Sudah kuberi tahu. Kami makan ramyeon
dan menonton film.
Hei, apa lagi yang kalian lakukan sesudah menonton film?
Apa lagi?
Apa...
Hei, tak seperti yang kau pikirkan.
Aigoo.
Pokoknya, kau berhutang banyak padaku. Tahu kan?
Pastikan kau membayarku.
Jangan pikir akan kulupakan.
Aku tahu, tentu saja.
Min Jun, kau tahu aku sangat mencintaimu, kan?
Kau sangat cerdas
dan cantik.
Siapa pria beruntung yang akan memilikimu?/ Iya yah.
Hei, apa ini?
Bukankah ini punya O Dol?
Benar.
Oh ini?
O Dol menjatuhkan ini,
jadi aku sudah memungutnya.
Beuresngek itu. Dia menghormati lencana itu.
Apa yang dia pikirkan?
Hei, berikan padaku. Akan kuberikan padanya.
Biar aku saja.
Hei, kau terlambat.
Bukankah seharusnya pergi? Lihat jam.
Benar.
Daepyo-nim pasti menungguku. Aku pergi.
Hei.
Senyuman itu...
Memberiku perasaan buruk.
Kau yakin kehilangan itu di sini?/ Ya.
Seharusnya ada di sini.
Gil O Sol-ssi.
Gil O Sol-ssi.
Daepyo-nim, kau di sini.
Sedang cari apa?
Gigi.
"Gigi"?
Bocah ini gigi depannya hilang kemarin.
Tak boleh sampai hilang.
Ajeossi kekasihnya?
"Kekasih"?
Ya.
Benar, kekasihnya.
Ajeossi kekasihnya.
Anak nakal.
Aku juga ingin main.
Benar ini, kan?
Oh terima kasih.
Ayo pergi!
Ayo pergi.
Hati-hati di jalan.
Kenapa menatapku begitu?
Aku baru ingat masa kecilku.
Masa kecilmu?
Daepyo-nim kehilangan gigi juga?
Tidak, bukan itu.
Trauma.
Trauma?
Ketika masih kecil, ada gadis menjentikkan upil-nya
ke dalam mulutku.
Tiba-tiba aku ingat.
Upil masuk ke mulutmu?
Lucu sekali.
Apa itu yang memberimu mysophobia?
Berhenti tertawa.
Aku berbicara mengenai traumaku di sini.
Tetap saja, sangat lucu.
Bagaimana upilnya bisa masuk ke...
Sebenarnya, hal serupa terjadi ketika aku masih kecil.
Aku masih ingat dengan jelas.
Ada anak laki-laki yang rapi
yang mengenakan sepatu enamel mengkilap.
Dia berjalan ke arahku dan bilang, "Bermainlah denganku."
Pada saat itu, aku menjentikkan upilku,
dan langsung masuk ke mulutnya.
Tahukah apa yang terjadi selanjutnya?
Dia pingsan?
Betul.
Tapi aku menyelamatkannya dengan memberinya nafas buatan.
Daebak, kan?
Nafas buatan?
Nafas buatan.
Dia benar-benar menyukaiku.
Dia menyukaimu?
Ya.
Sesudah hari itu, dia kembali setiap hari
dan mengintip ke arahku.
Dia pasti pemalu. Dia bersembunyi sepanjang waktu.
Dia tak bisa berjalan ke arahku.
Yah.
Bagaimana jika dia takut,
bukannya malu?
Kenapa dia takut?
Aku masih ingat wajahnya memerah karena bersemangat.
Itu...
Bagaimana kabar bonekamu?
Boneka bayi kotor yang biasa kau bawa di punggungmu.
Aku juga ingat itu.
Bagaimana Daepyo-nim tahu?
Jangan-jangan,
Anak itu adalah
Daepyo-nim?
Ya, Daepyo-nim anak itu.
Daebak. Sungguh tak bisa kupercaya.
Sebentar.
Kau sungguh
bukannya suka aku
tapi takut?
Gimana ya, itu...
kupikir aku menyukaimu.
Aku selalu
menyukaimu.
Mustahil banget.
Apa ini takdir kita?
Gimana ini?
Bahagianya.
Bahagianya.
Ini pasti takdir kita!
Si Upil mau tidur.
Selamat malam, Si Sepatu Enamel.
Tak boleh mimpi buruk lagi.
Imut banget.
Imut banget.
Gil O Sol imut!
Apa ini? Sangat kotor.
Aku terus menemukan apa pun.
Ibu.
Apa ini?
Kenapa tiba-tiba dia seperti itu?
Apa sesuatu terjadi?
Selamat pagi.
Kenapa?
Apa ada masalah?
Nunaku.
Ya?
Dia sedang bersih-bersih.
Aku takut.
Aku juga.
Air jadi sangat kotor.
Benda inikah yang menyelimutiku setiap malam?
Lebih banyak air hangat.
Hangat.
Ini lebih menyenangkan dari yang kukira.
Rasanya sangat enak melihat selimut jadi bersih.
Aku senang, melihatmu tersenyum.
Apa?
Kedepannya kuharap
kau akan selalu tersenyum, seperti hari ini.
Kesulitan apa pun yang kau hadapi,
kuharap kau akan selalu bisa tersenyum.
Kenapa kau tiba-tiba mengatakan itu?
Hanya saja setiap hubungan seperti itu.
Kau tak selalu bisa bahagia.
Apa pun yang menunggumu di depan,
selalu kuat.
Itu saran Oppa.
Aku haus.
Ingin minum?
Baiklah.
[Bunga Youngwon]
[M24 Toserba]
[Bunga Youngwon]
Ini...
Apa yang kau lakukan di sini?
Itu rumah pemakaman ibu.
Oh itu.
Ajeossi pasti meninggalkannya di sana.
Dia menjadi pelupa akhir-akhir ini.
Berapa sendok?
Berapa saja.
Yah...
Aku ingin memberitahu Daepyo-nim sebelum memberi tahu orang lain.
Kukira tak bekerja di Cheongso Yojeong tak bermanfaat.
Aku tak pernah menyadari seberapa besar kamarku.
Aku tak tahu
bersih-bersih bisa sangat bermanfaat.
Sesudah bertemu Daepyo-nim,
aku banyak berubah.
Sebagai aku yang lebih baik.
Aku tak bisa membayangkan versi yang lebih baik darimu daripada saat ini.
Begitukah?
Omong-omong, Ibu Daepyo-nim memberitahuku
dia merasa minta maaf untuk waktu itu
dan bilang tak bisa pergi melihatmu dulu.
Aku senang mendengarnya.
Aku benci ketika dia tiba-tiba menerobos masuk.
Ayolah, jangan seperti itu.
Tidak bisakah mendekati Ibumu duluan
sekali ini saja?
Sekali ini saja. Ya?
Aku?
Sedikit ke kanan./ Baik.
Ke kiri.
Mundur sedikit. Sedikit lagi.
Ke kiri. Putar./ Seperti ini?
Baik.
Seon Kyeol, bagaimana kau...
Aku hanya
butuh pakaian.
Halo.
Terlihat
lebih keren dari yang kukira.
Apa?/ Terlihat keren.
Tokomu.
Kau benar-benar berpikir begitu?
Ibu menghias tempat ini satu per satu.
Semuanya mulai dari furnitur hingga konsep desain.
Kau lihat pakaian di sana? Ibu bahkan merancang itu.
Ingin lihat itu?
Maaf. Ibu tahu kau sibuk
dan aku sangat konyol.
Tunjukkan padaku. Tak apa.
Sungguh?
Baik. Sebentar. Sebentar..
Ini bahkan diperkenalkan pada pekan mode di Paris.
Tahu Miranda Kerr, kan?
Dia bilang dia akan senang mencoba pakaianku.
Astaga./ Ini
Ya kau benar.
Gambar yang kau gambar waktu masih kecil.
Kau mengirimkannya kepadaku ketika tinggal di Amerika.
Kau mendapat pujian di TK untuk pertama kalinya.
Bukan aku. Geum Ja-ssi mungkin mengirimnya.
Aku sangat bersyukur kau dibesarkan dengan sangat baik.
Benar. Kudengar kau berkencan dengan O Sol.
Aku juga sangat menyukainya.
Dia tak mudah putus asa,
cerdas, cantik juga.
Kau ingin pergi ke resor Hwejang-nim bersama?
Aku akan memberitahunya untuk mendisinfeksi tempat itu dan mengundangmu.
Tidak.
Di tempat lain selain rumahku masih tak nyaman.
Jangan-jangan...
kau hanya berkencan di dalam rumah? Tidak, kan?
Aku begitu./ Serius?
Di dalam rumah?
Apa yang harus kita masak hari ini?
Apa ini?
Kudengar kau bertemu Ibumu.
Yah... Hanya memeriksa keadaanya.
Kau bertingkah seolah tak akan pergi.
Tapi kau pergi.
Hanya saja, aku butuh pakaian baru,
kau bilang menemuinya.
Aigoo.
Kerja bagus, Daepyo-nimku.
Apa yang kau lakukan?
Memujimu./ Hei.
Apa yang kau lakukan? Padahal aku bukan bayi.
Anu...
Film ini, "Be With You".
Sekarang masih tayang.
Aku benar-benar ingin lihta ini lagi di bioskop.
Maukah menonton bersama?
Ya, ayo pergi bersama.
Aku benar-benar ingin lihat juga.
Apa itu, "Be With You".
Aku ingin lihat juga. Ayo kita pergi.
Tidak apa-apa. Setelah dipikir-pikir, aku sudah melihatnya.
Tidak perlu keluar dan melihatnya lagi.
Tapi akan terasa berbeda jika melihatnya di bioskop.
Ayo kita lihat. Kita dapat pergi.
Sungguh baik-baik saja.
Akunya yang tak baik-baik saja, jadi ayo kita pergi.
Aku benar-benar ingin melihatnya.
Jadi, kita benar-benar harus pergi.
Ke bioskop.
Kenapa tak ada orang?
O Sol.
Daepyo-nim. Kau datang lebih awal.
Oh, aku ada janji di dekat sini.
Ayo pergi. Aku sudah beli tiket.
Bagaimana popcorn dan film?
Popcorn? Cucok meong.
Ayo pergi./ Ayo.
Dong Hyeon, Yeong Sik, persiapkan.
Halo.
Kami beli popcorn karamel/ Ya.
Ingin minum?
Apa saja.
Cola juga./ 8.000 won.
Sudah lama tak ke bioskop.
Apa begitu? Kita bisa sering datang dari sekarang.
Apa ini?
Colanya tumpah. Ya Amplop.
Ini popcorn-mu./ Ini tak berhenti.
Berhenti!
Cola manis nan menyegarkan./ Terima kasih.
Berikan padaku.
Jae Min, stand by.
Bukankah karyawan itu begitu aneh?
Suaranya terdengar seperti Yeong Sik.
Tidak mungkin. Ayo masuk tonton filmnya.
Wow! Kalian berdua terlihat serasi.
Sepasang kekasih nikmati filmnya
dan bersenang-senanglah.
Mau cuci rambut?/ Ya?
Ayo pergi nonton filmnya. Ayo masuk.
Ayo pergi.
Kau mati.
Berikan tasmu.
Tapi kenapa tak ada
orang di sini?
Oh, kudengar ada reservasi grup,
tapi dibatalkan. Kukira itu sebabnya kosong.
Tempat ini bagus di musim semi.
Bunga-bunga mekar dan indah.
Kalau begitu ayo kita pergi.
Tapi, aku/ Jangan khawatirkan apa pun.
Kita akan baik-baik saja.
Kau menikmati filmnya?
Aku menyukai layar lebar.
Senang rasanya bisa bersamamu di bioskop.
Kau ingin nonton bisbol lain kali?
Kudengar ada banyak konser belakangan ini.
Bagaimana kalau konser?
Konser?
Kenapa? Apa konser tak bisa?
Tentu saja tidak.
Jika kau ingin pergi, minta saja.
Jika kau minta, tentu saja
kita bisa pergi.
Terima kasih untuk hari ini.
Pasti sulit untuk Oppa.
Apanya?
Karenaku, kau kesulitan.
Kau tak harus menyewa seluruh teater
dan bersih-bersih seperti itu.
Kau tahu?
Tempat itu benar-benar kosong pada akhir pekan.
Bodoh jika tak tahu.
Dan bau desinfektan.
Aku sangat akrab dengan itu.
Maafkan aku. Aku hanya
ingin menikmati kencan biasa denganmu.
Alih-alih makan dan menonton film di rumah.
Aku ingin berpegangan tangan seperti ini, berjalan bersama,
dan ke bioskop.
Kau
melalui kesulitan gara-gara aku.
Jangan katakan itu.
Nyatanya ada Daepyo-nim di sisiku seperti ini
membuatku sangat bahagia.
Wah, romantis banget.
Kau menyewa seluruh teater untuk kencanmu?
Kupikir hal seperti itu hanya terjadi di film.
Berhentilah mengolok-olokku.
Aku tak dalam mood untuk itu.
Aku tak mengolok-olokmu.
Aku benar-benar terkesan.
Tapi
aku ingin tahu apa yang merasukimu
menghubungiku duluan.
Dan kau bahkan memberiku teh lezat ini.
Yah, tak ada-apa.
Ini mengenai mysophobiaku.
Kau tak akan mengobatinya?
Kudengar kau cukup terkenal.
Itu semacam jawaban. Impresif.
Itu jawaban yang sangat bagus.
Baiklah.
Kau sekarang sudah lebih siap
untuk berubah?
Tidak juga,
tapi aku merasa tak nyaman.
Terutama belakangan ini.
Kenyataan aku berbeda dari yang lain
terasa seperti gangguan.
Aku tak pernah merasa seperti ini sebelumnya.
Dan apa alasannya?
Kau baik-baik saja dengan gaya hidupmu
sebelumnya.
Kenapa tiba-tiba merasa tak nyaman dengan itu? Itu yang kutanyakan.
Karena Gil O Sol.
Karena Gil O Sol, aku ingin berubah.
Ada banyak hal
yang ingin kulakukan dengannya.
Perubahan yang bagus.
Apapun alasannya,
kau akhirnya mau berubah.
Lalu bisakah aku
maju dan anggap...
Kau siap secara mental untuk melakukan apa pun
jika aku memintamu untuk melakukannya?
"Apa pun"?
Apa pun.
Baik.
Lakukan apa pun./ Ok!
Kemudian mulai hari ini, kita akan berusaha memperbaiki masalahmu.
Bisakah kau menyingkirkan penutup plastik ini?
Itu tak nyaman,
dan suara ini benar-benar membuatku jengkel.
Tidak, jangan. Jangan singkirkan. Jangan berani. Tak boleh.
Bukankah kau bilang membutuhkan bantuanku?
Omong-omong, mau pergi kemana ini?
Aku akan membawamu ke...
Bagaimana mengatakannya, ya?
Ini sedikit perjalanan untuk terapi perilaku kognitifmu.
Perjalanan?
Kita juga bisa menyebutnya "pelatihan".
Kau tak perlu membantuku. Pergi kerja saja.
Tidak apa-apa.
Aku selesai. Lihat.
Bersih, kan
Aku adalah kartu as dari timku di Cheongso Yojeong.
Ace, apaan.
Pemilik mobil ini sangat cerewet.
Dia akan mengeluh jika ada sedikit debu yang tersisa...
Aigoo.
Kau teliti karena keturunan dariku.
Sudah selesai.
Apa lagi yang bisa kubersihkan?
Sudah selesai semua.
Sudah?
Karena kita selesai lebih awal, bagaimana kalau kita makan udon?
Aigoo, aku tahu itu tujuanmu ketika kau menawarkan untuk bantu.
Bagaimana kalau ini?/ Tentu saja. Ayo pergi.
Tempat ini terlihat jauh lebih romantis daripada foto yang kulihat online.
Bebeb.
Apa kita akan tidur bersama di sini malam ini?
Apa? Tidur bersama? Di sini?
Kenapa?
Kenapa kita tidur di sini?
Hei, berhenti!
Berhenti kau!
Kenapa tiba-tiba bersih-bersih kamarmu?
Padahal bukan hari ulang tahun kematian ibumu.
Oh, hanya kelihatan berantakan saja.
Karena aku selalu lelah dan sibuk,
aku tak sering membersihkannya.
Aku tak ingin seperti itu lagi.
Aku akan menjaga semuanya rapi.
Itu sebabnya aku membersihkan kamarku.
Apa kau sangat menyukai pria itu?
Apa?/ Kau tak pernah mendengarkanku
ketika aku mengomel tentang hal itu.
Tapi kau benar-benar berubah sejak mulai berkencan dengannya.
Bukan itu masalahnya. Jangan konyol, Ayah.
Terserah. Lalu kenapa telingamu merah sekarang?
Jangan membohongi wajahku.
Perubahan ini
membuatku bahagia.
Hatiku juga tak terbebani.
Kedepannya kau mau apa?
Maksudku, kau berhenti dari pekerjaanmu.
Kau harus memikirkannya.
Untuk saat ini,
Aku ingin membantumu seperti yang kulakukan hari ini.
Bukannya aku tak ingin melakukan sesuatu yang lebih baik.
Aku ingin meluangkan waktu
dan mencari tahu apa yang benar-benar ingin kulakukan.
Sejak berhenti olah raga,
Aku belum punya kesempatan untuk memikirkan
apa yang benar-benar ingin kulakukan.
"Aku tak peduli apa pun itu. Aku hanya ingin cepat mendapatkan pekerjaan"
"jadi aku bisa menghasilkan cukup uang"
"Untuk menjalani kehidupan yang layak."
Itulah yang kupikir.
Tapi aku tak ingin hidup seperti itu lagi.
Aku ingin mencari tahu apa yang kusukai
dan apa yang ingin kulakukan
biar aku bisa menikmati hidupku.
Itu sebabnya aku ingin mengambil jalan yang benar
meskipun mungkin butuh waktu lama.
Benar.
Jika ibumu mendengar itu, dia akan sangat senang.
Masalah O Dol sudah diatasi juga.
Bukankah itu hadiah dari Ibu?
Aku sangat merindukannya.
Omong-omong, kenapa Ayah mengunjungi Ibu sendirian?
Kita bisa pergi bersama.
Apa?
Bukankah Ayah yang meninggalkan yogurt dan bunga-bunga itu?
Apa yang kau bicarakan?
Aku sangat sibuk, belum punya waktu untuk mengunjunginya.
Omong-omong, aku harus segera mengunjunginya.
Aku merasa seperti sudah mengabaikannya.
Sana kau, serangga!
Dingin sekali. Apa yang kita lakukan?
Ayo kita pulang.
Kau bilang ingin berubah demi O Sol.
Hanya sejau ini cintamu?
Wah, dasar dukun.
Lalu? Apa?
Apa yang harus kulakukan?
Syukurlah
karena kau sebenarnya terlihat seperti pria yang baik.
Baru sadar?
Kau yakin tak akan membuatku menyesal
menyerah pada O Sol, kan?
Apa yang kau bicarakan?
Lindungilah O Sol
tak peduli apa pun.
Kupikir semua akan baik-baik saja jika kau tak menyerah.
Yah, itu bukan masalah yang harus kau khawatirkan.
Karena aku tak akan pernah menyerah.
Aku pasti akan melindungi O Sol dan menjaganya tetap aman setiap saat.
Itu sebabnya aku di sini sekarang.
Yah...
Apa kau menikmatinya?
Tidak juga.
Tapi aku harus tetap melakukannya.
Akan kulakukan.
Saat ini,
aku harus.
Lalu?
Di mana daftar anggota komite disipliner?
Sebenarnya ada sesuatu yang perlu kusampaikan, Hwejang-nim.
Lanjutkan.
Aku tak berpikir
bisa bekerja untuk Hwejang-nim lagi.
Aku tak lagi ingin melakukan hal-hal yang tak diinginkan Daepyo-nim.
Sesuatu
yang tak diinginkan?
Berhentilah mencampuri semua hal, termasuk sidang disiplin.
Aku dengan hormat meminta
berhenti memberi keluarga Gil O Sol kesulitan.
Dia meninggalkan perusahaan secara sukarela, jadi kupikir
Hwejang-nim membiarkannya.
Seon Kyeol
berkencan dengan gadis itu, kudengar.
Itu urusan mereka berdua.
Itu bukan urusan Hwejang-nim.
Kenapa kau tak pernah memberi tahu aku bahwa ibunya meninggal
dalam kecelakaan Jungang-dong?
Aku akan melindungi Seon Kyeol
di jalanku sendiri.
Baiklah. Terima kasih atas semua bantuanmu sejauh ini.
Komite disiplin akan diadakan besok, kan?
Jangan gugup. Semuanya akan baik-baik saja.
Kau datang untuk mengatakan itu?
Tidak.
Ambil lagi.
Medali pertama yang kau menangkan
sesudah komite disipliner.
Aku mau itu.
Kau tahu Nuna, kan?
Aku hanya akan menerima medali emas.
Kau lebih baik bekerja keras.
Kau serius?
Kau benar-benar bersungguh-sungguh?
Jika aku memenangkan medali emas, kau akan berkencan bersamaku?
Kita lihat saja nanti.
Ya!
Ayo pergi!
Aku akan memenangkan medali emas!
Lihat jendela sebentar.
[Sayange, O Sol.]
[Sayange, O Sol.]
[Kau satu-satunya. Cantik.]
[Lihat aku saja. Ayo berjalan bersama.]
[Kita akan selalu bersama.]
Halo.
Apa yang terjadi?
Sebentar.
Sekarang sedang di luar?
Tidak.
Aku tepat di depanmu.
Bagaimana kau masuk?
Mana sarung tangannya?
Aku buka pintu dengan tangan kosong.
Aku melakukan pelatihan khusus./ Pelatihan khusus?
Kau baik-baik saja?
Kupikir akan baik-baik saja,
tapi sebenarnya sulit.
Kupikir harus cepat keluar.
Ayo...
"Gil O Sol".
Aku harus cepat cuci tangan.
Aku bangga, Daepyo-nimku.
Mungkin aku akan tinggal sedikit lebih lama.
Terima kasih atas cctvnya.
Maafkan aku.
hanya itu satu-satunya hal yang dapat kulakukan.
Aku selalu ingin menanyakan hal ini kepadamu.
Apa hubunganmu dan Cha Hwejang?
Aku tak mengerti kenapa Biseo-nim ingin
menolongnya.
Kau juga sudah terlibat aktif di sekitar Seon Kyeol.
Apa itu juga demi Cha Hwejang?
Tidak. Itu bukan demi dia.
Itu demi aku sendiri.
Bagi aku, Daepyo-nim berarti masa depan putraku.
Aku melakukan hal-hal yang kulakukan untuk membuat Daepyo-nim bahagia.
Tapi penilaianku salah.
Aku hanya membuat segalanya lebih sulit baginya.
Omong-omong, komite disiplin besok
mungkin tak berjalan dengan baik.
Kenapa tiba-tiba?
Hwejang-nim mengetahui mengenai O Sol.
Kenyataan ibunya meninggal dalam kecelakaan Jungang-dong.
Sepertinya
Dia sudah memutuskan untuk memisahkan Daepyo-nim dan O Sol.
Untuk melakukan itu, dia akan memanfaatkan keluarga O Sol.
Aku dokter Jang Seon Kyeol-ssi, Choi Ha In.
Bisakah bicara denganmu, Cha Hwejang-nim?
Jadi, kau memiliki paling banyak tiga bulan tersisa.
Dan kau bahkan belum memberi tahu keluargamu.
Jika keluar sebelum ahli waris diputuskan,
Grup AG akan sangat menderita.
Sekarang kau sedang mengancamku?
Ya, jika itu yang kau pikirkan. Maka benar.
Aku mengancammu.
Baik, apa yang kau mau?
Kau pasti datang kepadaku
karena ada sesuatu yang kau inginkan.
Tolong jangan ganggu keluarga Gil O Sol.
Ketika AG Group membangun ulang Jungang-dong enam tahun lalu,
karena kasalahan penilaianmu
mengakibatkan empat korban.
Dan kudengar kau sadar,
salah satunya adalah Ibunda O Sol.
Alih-alih meminta maaf kepada para korban dan keluarga mereka,
Kau ingin menginjak-injak mereka untuk kedua kalinya?
Untuk menghentikanmu,
Aku akan melakukan sesuatu yang lebih buruk daripada mengancam.
Komite disipliner hari ini, kan?
Ya. Tapi hasilnya sudah diputuskan.
Aku tak begitu khawatir./ Syukurlah.
Maukah datang ke rumahku sesudah bekerja?
Kita harus merayakan.
Merayakan, apaan.
Kue? Haruskah kita memasak sesuatu yang enak?
Hujan turun.
Aku menggantung cucian di luar.
Maaf, aku akan menghubungimu nanti.
Sudah kuambilkan.
Terima kasih.
Kupikir kau pergi ke komite disiplin O Dol.
Dia bilang tak perlu aku pergi.
Aku penasaran bagaimana hasilnya.
Aku senang O Dol dapat memulai pelatihannya lagi.
Mengenai struk
yang katamu ayahku meninggalkannya.
Ya.
Ayahku bilang tak pernah pergi ke sana.
Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?
Tidak, aku tak menyembunyikan apa pun.
Mungkinkah,
Apa kau
orang yang meninggalkan yogurt diam-diam
untukku?
Ya.
Benar.
Akulah yang meninggalkan yogurt.
Sungguh?
Kenapa?
Dahulu kala,
kau pernah memberiku yogurt sekali.
Nih. Minumlah ini.
Minumlah saat masih dingin.
Yogurt itu
memberiku hiburan juga.
Aku menerima penghiburan
tapi kau tidak.
Itu sebabnya.
Sejak saat itu,
Kau dan keluargamu selalu ada di pikiranku.
Aku ingin di samping Ajeossi,
kau, dan O Dol.
Aku sadar tak akan banyak membantu,
tapi bisakah aku tetap di sini seperti ini?
Jika kau mengizinkan.
Aku ingin membantu.
Apa pun itu.
[Komite Disiplin]
Kami dengan ini memberikan Gil O Dol dari klub taekwondo
SMA Dong Myeong
skorsing satu tahun dari berlatih taekwondo.
Apa?
Apa? Satu tahun?
Kupikir ada kesalahan.
Kau lihat itu tindakan membela diri.
Seonsaeng-nim!
Aku yakin ada kesalahan.
Aku akan berbicara dengan pelatih
dan cari tahu apa yang terjadi,
jangan khawatir/ Mengenai keputusan disiplin O Dol.
Bukankah itu agak berlebihan?
Apa hubungannya dengan AG Group?
Kau tak dengat?
Ada desas-desus kakaknya berkencan dengan cucu AG Group.
Benarkah itu?
Kau tak tahu?
Apa yang baru saja kau katakan?
"Grup AG"?
O Dol./ Kau baru saja bilang AG.
Apa yang kau bicarakan?
Maafkan aku.
Hei.
Ayah, apa yang mereka bicarakan?
Aku menerima penghiburan
tapi kau tidak.
Sudah pulang. Bagaimana hasilnya?
Bisakah kau melanjutkan pelatihan?
Kenapa kalian basah kuyup?
Apa?
Tak berjalan dengan baik?
Ayah.
Kenapa harus orang itu?
Apa maksudnya?
Kenapa harus brengsek itu?
Kau tak tahu dia cucu dari AG Group?
Kenapa harus brengsek itu?
Kenapa harus dia?
Kenapa kau harus berkencan dengan pria dari keluarga
yang membunuh Ibumu? Kenapa?
AG? Apa maksud Ayah?
Daepyo-nim
cucunya pemilik AG Group?
Itu tak benar.
Bagaimana bisa...
Mereka tak hanya membunuh ibumu,
tapi sekarang mereka mencoba menghancurkan hidup adikmu juga.
Para brengsek itu akan menghancurkan adikmu juga.
Ya Tuhan.
Kau sudah sampai.
Apa yang terjadi?
Kenapa basah kuyup?
Ayo kita berhenti saling bertemu.
Apa katamu?
Ayo putus.
Apa yang kau bicarakan?
Apa ada masalah?
Masuk dulu.
Dingin. Kau akan masuk angin.
Kubilang, aku ingin putus.
Ayo putus.
Kenapa kau melakukan ini?
Kau terdengar baik-baik saja ketika berbicara di telepon sore ini.
Apa aku melakukan kesalahan?
Jika kau kesal... Tidak.
Jika kau marah padaku, ceritakanlah.
Dengan begitu, aku bisa memperbaikinya atau melakukan apa pun yang kubisa.
Kenapa begitu tiba-tiba?
Kau tak melakukan kesalahan.
Aku hanya...
Aku muak dengan segalanya.
Aku bahkan tak tahan melihat wajah Daepyo-nim.
Kita akhiri sampai di sini.
Nomor yang Anda panggil tidak dapat dihubungi.
[Hubungi aku ketika kau menerima pesan ini.]
Silakan tinggalkan pesan sesudah nada.
Biaya tambahan mungkin berlaku.
Silakan tinggalkan pesan sesudah nada...
Gil O Sol-ssi, mari bicara.
Kumohon kabari aku.
Pesan pertama.
Gil O Sol-ssi, mari bicara.
Kumohon kabari aku.
Pesan sudah dihapus.
Beraninya kau!
Astaga./ Berhenti!
Tunggu, berhenti!/ Menyingkir!
Tidak, lepas!
Tidak! Berhenti!
Hentikan!
Hidupkan istriku kembali.
Kembalikan hidup isteriku, pembunuh!
Bawa dia kembali. Kembalikan hidupnya!
Ayah! Ayah!
Ayah baik-baik saja? Ayah baik-baik saja?
Beraninya kau muncul di sini?
Ini bukan ide yang bagus.
Kita harus pergi./ Bajingan!
Menjauhlah!/ Ya ampun.
Beraninya dia muncul di sini?
Ayah berangkat kerja.
Makanlah sesuatu.
Jangan membuat Ayah khawatir.
Ayah.
Ayah, aku tak bisa menghubungi O Sol.
Apa dia ada di rumah sekarang?
Siapa bilang kau bisa memanggilku "Ayah"?
Ya?
Jangan datang ke sini lagi.
Sebaiknya, jauhi O Sol.
Aku pasti sudah melakukan kesalahan pada O Sol,
tapi aku tak tahu apa itu.
Aku ingin meminta maaf kepadanya secara langsung.
Tapi sejujurnya, aku tak yakin harus
meminta maaf untuk apa.
Aku sudah mencoba menelepon dan mengirim pesan, tapi dia tak membalas.
Sudah berhari-hari.
Aku bahkan tak bisa bekerja karena sangat khawatir.
Kau tahu kalau dia ada di rumah sekarang?
Dia tak sakit, kan?
Dia baik-baik saja, tapi dia
sekarnag dia dalam masa sulit.
Ini pasti sulit bagimu juga,
Tapi kenapa tak
beri dia waktu?
Kupikir itu akan menjadi yang terbaik
demi kalian berdua.
Oleh karena itu, aku ingin tahu
alasannya dahulu. Maksudku,
aku perlu tahu tahu.
Aku menjumpai Ayah tadi.
Aku belum pernah melihatnya memperlakukanku seperti itu.
Dia tampak sangat marah padaku karena suatu alasan,
tapi aku tak tahu kenapa.
Gil O Sol-ssi.
Gil O Sol-ssi.
Terimakasih sudah menggunakan subtitle Banana_nโm... Follow IG & Like FP FB : banana_nim
[Clean with Passion for Now !!]
Kau harus memberi tahu aku kenapa tiba-tiba sikapmu seperti ini.
Tak ada hal yang harus kukatakan.
Gil O Sol.
Gil O Sol!
Aku tak butuh semua ini.
Seorang dokter, atau memperbaiki mysophobiaku.
Aku tak akan melakukannya.
Ayahlah yang membuat Seon Kyeol seperti itu. Ayah!
Dia mulai lebih sering membersihkan.
Aku khawatir Daepyo-nim mungkin dalam bahaya.
Aku tak akan lari, atau menghindarinya lagi.
Minggir dari jalanku.
Sepertinya aku harus pergi menemui Daepyo-nim.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.