All language subtitles for Clean.With.Passion.For.Now.E13

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

-= Clean with Passion for Now!! | Subtitles by VIU =- Diterjemahkan Oleh: Banana_nโœŽm | IG & FP FB: @banana_nim

Baiklah.

Aku takkan pergi ke mana pun.

Jangan pergi kemana pun.

Kau sudah janji.

Aku takkan pergi ke mana pun.

[Episode 13: I Will Be Your Shoulder to Lean On]

Masih belum selesai?

Sudah hampir selesai.

Sudah dua jam.

Sampai kapan aku harus tetap seperti ini?

Apa maksudmu sampai kapan?

Kau harus diam sampai aku keluar.

Kenapa aku harus melakukan ini?

Sudah kubilang.

Aku mungkin pingsan lagi saat mandi...

...dan juga...

Pokoknya, jangan pergi ke mana pun, tetap diam di sana.

Gil O Sol-ssi, ada di situ, kan?

Ya ada.

Pokoknya, tak boleh kemana-mana.

Aku mengerti, segera...

...selesaikan mandimu.

Gil O Sol.

Gil O Sol-ssi?

Gil O Sol!

Abis dari mana?

Aku menaruh cucian...

...di dalam pengering tadi...

...dan segera kembali.

Rambutmu belum kering.

Segera keringkan rambutmu.

Di sini.

Berdiri di sini, tunggu sampai aku kembali.

Mengerti?

Aku mengerti, segera kembali keringkan rambutmu.

Akan kuperiksa, Gil O Sol.

Ya.

Gil O Sol?

Ya?

Gil O Sol?

Aku ada kok.

Segera keringkan rambutmu.

Ya, Saem.

Baru saja aku akan menghubungimu.

Jang Kyeon Seol-ssi baik-baik saja?

Ya. Sepertinya baik-baik saja.

Syukurlah.

Kemarin...

...kenapa tak pamit dulu?

Kau mengalami semua masalah itu.

Ayahmu tahu aku melihatmu berangkat,

dan dia mungkin akan berpikir aneh jika aku tak kembali.

Sudah kujelaskan kepada keluargamu,

jangan terlalu khawatir.

Terimakasih untuk semuanya.

Jaga dia baik-baik.

Dia pasti sangat takut.

Hubungi aku jika terjadi sesuatu.

Kenapa? Apa kau masih sakit?

Haruskah ke rumah sakit?

Tidak, bukan itu.

Aku tak punya tenaga untuk angkat sendok.

Menjadi sakit sudah mengubahmu menjadi bayi.

Panas./ Oh.

Apa terlalu panas? Tak aoa? Aku akan ambil air. Sebentar.

Aku baik-baik saja.

Mau kemana?

Aku bilang tetap di sisiku setiap saat.

Geum Ja, kumohon. Cukup.

Tak lihatkah kau ganggu?

Baiklah.

Makan./ Baik.

Omong-omong,

kenapa robot vakummu namanya "Geum Ja"?

Apa ada cerita di baliknya?

Itu nama pengasuhku.

Kim Geum Ja.

Dan...

...robot itu hadiah terakhirnya...

...untukku.

"Hadiah terakhirnya"?

Dia meninggal lima tahun lalu.

Kalian berdua pasti sudah sangat dekat.

Dia menggantikan posisi Ibuku.

Karena aku membuang semua barang lamaku,

Robot itu baruang satu-satunya yang tersisa...

...membuatku ingat pada Geum Ja.

Itu sebabnya kau mencari kemana-mana.

Pasti sangat berharga bagimu.

Dan sekarang, ini bahkan lebih berharga.

Kita berdua bisa bertemu berkat Geum Ja.

Omong-omong, Daepyo-nim...

...suka aku dari mananya?

Apa maksudmu dari mana?

Maksudku, kau dan aku...

...sangat berbeda.

Kepribadian, selera,...

...gaya hidup dan kebiasaan kita.

Ingatkah hal pertama yang kau katakan saat tiba di rumahku?

Kau bilang pasti ada...

...alasan logis di balik kondisiku.

Pada awalnya, kupikir Daepyo-nim sangat cerewet,

sekarang tidak begitu.

Kau pasti punya alasan sendiri.

Kau tak mengkritikku karena aneh.

Kau bilang, aku pasti punya alasan.

Apa aku bilang itu?

Lagian, aku orang yang empatik.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku merasa dimengerti.

Kenyataan bahwa aku tak salah.

Aku hanya berbeda.

Aku harus berbeda,

dan kau mengerti.

Kecelakaan di Jungang-dong.

Jadi kau tahu segalanya mengenai itu.

Aku terkejut kau tak tahu.

Kupikir kau dan Cha Seok Hwan Hwejang-nim...

...cukup dekat.

Apa Hwejang-nim juga tahu...

...Ibunda O Sol...

...meninggal dalam kecelakaan itu?

Tidak, belum.

Apa yang harus kita lakukan sekarang?

Jika kebenaran terungkap, keduanya akan terluka.

Mau pergi ke mana?

Mau keluar sebentar.

Ke mana?

Haruskah pergi bersama?/ Tidak usah.

Aku akan cepat.

Tetaplah istirahat. Karena kau masih sakit.

Ayo, ayo kita pergi bersama. Aku libur hari ini.

Beri aku waktu sebentar. Aku cepat berganti pakaian.

Tidak, Daepyo-nim.

Harusnya beri tahu aku kau akan pergi ke cokumbarium.

Maka aku akan berpakaian dengan benar.

Sungguh, aku benar-benar bisa pergi sendiri.

Jika naik bus akan makan waktu.

Kau ingin aku menunggu lama?

Juga...

...aku harus beri salam sama Ibu.

"Ibu"?

Daepyo-nim, di sana!

Tak apa? Kau terluka?/ Aku baik-baik saja.

Anak kecilnya./ Benar, anak kecilnya.

Kau baik-baik saja?/ Maafkan aku.

Tak apa.

Astaga.

Mobilku nabrak...

Aku akan hubungi Kwon Biseo-nim...

Tak boleh.

Kubilang padanya sakit,

...jika dia tahu aku ada di sini...

Lalu bagaimana?

Tempat itu akan segera ditutup.

Halo, apa kau keberatan membuka jendela kursi belakang...

...sebelum kita masuk?

Tidak semuanya.

Terima kasih.

Apa yang kau lakukan sekarang?

Ini sama sekali tak beracun. Jangan khawatir.

Daepyo-nim, sudah hentikan.

Tanganku.

Gisa-nim, kuingatkan kau untuk bersihin kuman setidaknya sekali sehari.

Bersihin kuman? Aku mengelap semua kursi dengan kain sekali sehari.

Lap?

Maaf, gara-gara aku.

Ya. Aku akan naik bus dari sini.

Bus?

Kau harus pergi ke sana hari ini, kan?

Benar.

Sekarang juga hubungilah Kwon Biseo-nim.

Aku akan pergi sendiri./ Bagaimana aku bisa membiarkanmu pergi sendiri?

Aku sudah sejauh ini.

Bus sudah tiba.

Aku akan cepat. Sampai jumpa di rumah.

Tunggu!

Halo./ Halo.

Apa-apaan orang ini sekarang? Kau pernah naik bus sebelumnya?

Mau kau apakan ini? Dasar.

Daepyo-nim.

Bisakah ambil pegangan saja?

Bagaimana bisa? Itu bekas siapa saja.

Sarung tangan. Bawa sarung tangan?

Lupa.

Ada banyak banget kursi kosong. Kenapa tak duduk saja?

Beneran aku bisa duduk di sana?

Biarkan aku duduk setidaknya.

Tunggu. Aku harus berpegangan padamu.

Kenapa kau mengikutiku...

Ini naik bus pertamaku.

Leh ugha.

Pegang bahuku.

Cepat.

Omo.

Pria muda ini sangat icikiwir ambeseyu bahrelwey bahrelwey.

Ya Amplop.

Dia sangat tampan.

Lihatlah dia.

Maaf.

Dia sangat tampan.

Gisa-nim! Kami turun!

Tolong bukakan pintunya!

Dia sangat tampan./ Kenapa turun?

Astaga.

Tiba-tiba sangat ramai.

Bagaimana ini?

Apanya bagaimana?

Harus jalan kaki lah.

Itu gara-gara Ajumma-ajumma...

Maaf./ Cepat!

Ini...

Cukup jauh.

Serangga! Ada serangga di bahuku.

Bisa singkirkan?

Bukan serangga.

Bukan serangga atau sesuatu yang kotor.

Bukan karena kotor.

Lalu apa?

Hanya...

Kau takut serangga?

Tidak.

Serangga...

Tidak.

Ya, benar.

Apa yang kau bicarakan.

Ayo pergi.

Aku tak takut. Aku hanya kaget.

Kau benar-benar takut./ Bukan aku.

Kau yakin?/ Ayo ganti topik pembicaraan.

Kau mengolokku.

Serius.../ Serangga!

Halo Ibu.

[Jung Hye Won]

Aku Jang Seon Kyeol.

Aku kekasihnya...

..Gil O Sol-ssi.

Aku selalu ingin menjumpaimu.

Sekarang akhirnya aku bisa menyapamu.

Aku sudah memberi salam, aku akan menunggu di luar.

Kenapa? Kita bisa keluar bersama.

Pasti ada hal-hal yang ingin kau katakan padanya sendirian.

Jangan pedulikan aku. Santai saja.

Bicaralah padanya dengan santai.

[Jung Hye Won]

Ibu.

Kabarmu baik?

Hebat, kan?

Dia orang yang kusuka.

Dia tinggi...

...dan baik.

Ibu pasti mencintainya...

...jika bertemu dengannya.

Sayang sekali.

Ibu tahu, kan?

Ibu mengawasi, kan?

[Jung Hye Won]

Memikirkan O Dol,

harusnya tak kulakukan ini.

Sungguh seharusnya tak kulakukan ini.

Harus bagaimana, Ibu?

Aku harus bagaimana?

[Jung Hye Won]

Ibumu sungguh cantik.

Cantik karena dia Ibuku.

Bukan hanya wajahnya,

tapi hatinya juga.

Kau mirip Ibumu.

Sangat.

Jika dia bertemu denganmu,

dia akan menyukaimu.

Kau juga mirip sangat mirip Ibumu.

Kau pikir begitu?

Di mananya yang mirip?

Wajahmu sama.

Tapi yang terpenting,

kau terlihat dingin pada awalnya,

tapi nyatanya, kau baik hati...

...dan bijaksana.

Kau juga sedikit imut.

Kau tak bilang Ibuku seperti itu, kan?

Dia sama.

Jika dia bijaksana,

dia tak akan menerobos ke rumahku seperti itu.

Apalagi, mengadakan pesta aneh di rumahku.

Hanya dengan memikirkan hari itu,

seberapa merindingnya aku.

Jangan menaruh dendam padanya.

Dia melakukannya demi Daepyo-nim.

Aku tidak.

Berkatnya,

kita bisa bersama sekarang.

Ibu dan kakekku...

...selalu seperti itu.

Mereka tak peduli dengan apa yang kurasa sedikit pun.

Mereka selalu mengekangku.

Aku sangat benci sedari kecil.

Padahal hal-hal seperti itu...

...takkan menyembuhkan mysophobiaku.

Maafkan aku.

Kenapa kau minta maaf?

Cukup itu saja. Ayo kita bicarakan tentang kita.

Ya?

Duduk di tempat seperti ini, menunggu bus.

Aku bisa melakukan banyak hal untuk pertama kalinya...

...sejak aku bertemu denganmu.

Nah...

-=B

-=Ba

-=Ban

-=Bana

-=Banan

-=Banana

-=Banana_

-=Banana_n

-=Banana_nโœŽ

-=Banana_nโœŽm=-

-=Banana_nโœŽm

-=Banana_nโœŽ

-=Banana_n

-=Banana_

-=Banana

-=Banan

-=Bana

-=Ban

-=Ba

-=B

-=

Selamat pagi.

Selamat pagi./ Kau bekerja sangat keras.

Kantornya terlihat sangat bagus dan bersih.

Lihat. Bersihkan seperti ini.

Seperti ini.

Dengan bersih.

Teruskan.

Selamat pagi.

Itu...

Aku sudah memikirkannya,

sepertinya aku tak bisa melanjutkan kerja ini lagi.

Menyembuhkan mysophobia Daepyo-nim...

Itu bukan sesuatu yang bisa kulakukan sejak awal.

Lebih penting lagi, ini...

....bukan sesuatu yang diinginkan Daepyo-nim.

Aku tak ingin memanfaatkan Daepyo-nim untuk kepentingan pribadiku lagi.

Aku juga tak ingin menipunya.

Apa maksudmu menipu dia?

Sejujurnya, ketika aku bertemu dengan si kakek terakhir kali,

aku membuat janji dengan dia.

Aku berjanji tak akan pernah berkencan dengan Daepyo-nim...

atau punya perasaan untuknya.

Hwejang-nim menyuruhmu berjanji?

Setelah kupikir-pikir, aku mengerti kenapa dia membuat janji.

Tapi saat ini,...

...aku melanggar janji itu.

Aku sudah tahu...

...Daepyo-nim...

...tertarik padamu.

Kuharap kalian berdua berjalan baik juga.

Lalu bagaimana dengan adikmu?

Aku akan mencari jalan lain.

Aku akan mencoba apa saja.

Aku yakin akan ada jalan lain.

Aku pulang.

Tas apa ini?

Saat ini, aku akan pulang ke rumah.

Apa?

Aku berterimakasih atas semuanya.

Biseo-nim akan mencari asisten rumah lain untukmu.

Apa maksudmu?

Apa itu berarti kau berhenti kerja?

Kenapa tiba-tiba begitu? Apa ada masalah?

Tidak, tak ada masalah.

Hanya saja...

...aku ingin memulai denganmu dari awal lagi.

Mulai lagi dari awal?

Bisakah kau berbicara dengan cara yang bisa kumengerti?

Lalu bagaimana dengan masalah yang kau katakan?

Sudah kau urus?

Kau bilang ada alasan harus tinggal di rumahku.

Tidak.

Lalu kenapa?

Jujur saja, itulah alasanku pindah.

Untuk mengurus masalah itu.

Apa maksudnya masalah itu?

Itu alasan kau pergi?

Nanti...

aku akan memberitahumu semuanya saat semua sudah terselesaikan.

Sampai saat itu, tolong percaya padaku dan tunggu sebentar.

Kenapa tiba-tiba begitu?

Tanpa memberitahuku dulu.

Maafkan aku.

Tapi bahkan jika aku pindah dari rumah ini,

itu tak berarti aku pergi selamanya.

Hubungan kita akan sama.

Tidak ada yang berubah.

Jadi, sudah kau lihat yang kurusuruh?

Aku masih...

...melihat-lihatnya.

Oh begitu.

Aku ingin menanyakan sesuatu.

Kenapa kau membuat...

...Gil O Sol-ssi berjanji tak akan berkencan dengan Daepyo-nim?

Apa dia memberitahumu itu?

Aku berencana untuk mengoper AG Group...

..kepada Seon Kyeol.

Mereka tentu tak cocok satu sama lain.

Gil O Sol-ssi sudah memutuskan untuk berhenti bekerja.

Oh, baik.

Lalu...

Temukan orang yang cocok untuk dimasukkan ke dalam komite disiplin...

...mengenai adiknya.

Apa kau benar-benar harus melangkah sejauh ini?

Aku tak berpikir ini demi Daepyo-nim.

Aku tak punya waktu. Untuk menjadikannya penggantiku,

...aku harus memperbaiki penyakitnya...

...tidak peduli apa yang diperlukan.

Hwejang-nim.

Kau dipecat?/ Apa?

Bedebah.

Di mana CEO perusahaanmu?

Bedebah itu datang ke sini ketika dia membutuhkanmu, dan sekarang dia memecatmu?

Di mana aku meletakkan kartu nama bedebah itu?

Ayah! Aku memutuskan untuk berhenti.

Itu keputusanku.

Kau?/ Maksudku...

Apa aku seseorang yang selalu dipecat?

Tidak, bukan itu.

Hanya saja wajahmu muram.

O Sol, kau dipecat?

Ya ampun. Kenapa kalian seolah mengintrogasiku?

Tidak... Tidak rupanya.

Kau tak dipecat.

Tidak perlu memanggang daging.

Astaga, daging sapi jauh lebih baik daripada daging babi, kan?

Aku suka sapi.

Makan.

Ada apa ini?

Tidak perlu berkecil hati.

Lupakan semuanya, makan saja hari ini.

Kapan aku berkecil hati?

Tapi kenapa tak bertanya alasanku berhenti?

Sepertinya karena terlalu sulit.

Sedang apa? Dagingnya gosong.

Makan.

Aku saja.

Makan.

Ini enak.

Sudah sangat lama kita tak makan daging.

Ayah beli daging di sekitar sini?

Pria itu sangat baik, kan?/ Benar.

Cepat makan.

Maafkan aku, O Dol.

Aku tak bisa membantumu.

Aku berusaha keras untuk mengurusnya,

tapi aku tak bisa membantumu.

Apa yang kau bicarakan?

Jangan meminta maaf.

Aku senang ketika kau memberitahuku bahwa kau akan pergi ke Busan untuk bekerja.

Jika kau tinggal di sini, yang akan kau lakukan hanyalah memikirkanku.

Aku tak suka itu.

Kau tak harus mengorbankan dirimu lagi untuk keluarga kita.

Kapan aku mengorbankan diri?

Aku senang kau keluar dari agen kebersihan.

Sekarang, lakukan sesuatu yang benar-benar ingin kau lakukan.

Itulah yang Ayah dan aku harapkan.

Apa kau pergi ke suatu tempat?

Aku ingin memeriksa apa yang akan terjadi pada O Dol.

Aku harus melakukan sesuatu sampai komite disiplin dibuka.

Kau membuat keputusan yang benar./ Mengenai apa?

Kupikir kau membuat pilihan yang tepat untuk keluar dari rumah Daepyo-nim.

Kupikir juga begitu.

Tapi setiap kali aku memikirkan O Dol,

aku merasa sangat bersalah.

O Dol juga tak akan menginginkan bantuan seperti itu.

Maka dari itu, jangan merasa terlalu bersalah.

Ta-da! Sudah selesai.

Terlihat enak, kan?

Sungguh. Sudah kubilang jangan minum kopi dengan perut kosong.

Segeralah makan.

Makan.

Gil O Sol-ssi. Kau tiba dengan selamat kemarin?

Kau belum menelepon.

Apa kau punya waktu.../ Maaf, Daepyo-nim.

Aku akan menghubungimu nanti.

Halo, Coach-nim./ Halo.

Kau masih sakit?

Aku tak tahu menyukai seseorang...

....akan membuat merasa sangat kesepian.

Apa maksudmu?

Saat ini sedang mengencani seseorang,

tapi rasanya lebih kesepian daripada awalnya.

Maksudku, temanku dari Minnesota.

Aku sedang berbicara tentang dia.

Sekolah bahkan mengajukan petisi.

Kami sudah melakukan semua yang kami bisa, kita tunggu saja.

Baik.

O Dol tak akan pernah memukul siapa pun tanpa alasan.

Jika ada saksi,

aku bisa mencoba memberi tahu komite disiplin bahwa itu tak adil,

tapi tak ada yang menyaksikan apa yang terjadi.

Jangan khawatir.

Aku menjamin tak ada hal buruk yang akan terjadi.

Aku akan mencoba mencari tahu siapa yang ada di komite disiplin.

O Sol pasti sangat mengkhawatirkanmu sekarang.

Baiklah. Jangan ragu untuk menghubungiku kapan saja.

O Sol pasti ditekankan.

Dia seharusnya memberitahuku apa yang sedang terjadi.

Komite disipliner? Apa yang terjadi dengan adik O Sol?

Ya?

Halo.

Bacalah brosurnya.

Halo, bacalah ini.

Halo, bisakah kau coba baca ini?

Astaga.

[Mencari Saksi]

Hal yang tak bisa kau katakan padaku.

Adalah ini?

Daepyo-nim.

Hatiku terluka.

Aku sedih mengetahui betapa sedikit kau menganggapku.

O Sol!

Nunim.

Baiklah kalau begitu.

Kalian sudah bersiap?

Ya!/ Ya!

Maka,

ayo mulai.

Ya!/ Ya!

Ta-da! Kau juga mendapatkan satu.

Atlet pekerja keras muda...

...salah tuduh.

Halo, kami sedang mencari saksi.

Bacalah ini.

Seperti yang kau lihat di sini...

Kami sedang mencari saksi.

Ada banyak berandal yang nongkrong di daerah ini...

Ini adalah strategi yang aku gunakan ketika memulai bisnis.

Ini cara terbaik...

...mendapatkan orang.

Kami sedang mencari saksi.

Kami sedang mencari saksi.

Ini, ambil mawar. Kau terlihat seperti mawar.

Halo.

Bagaimana ini mungkin? Tidak ada yang menyaksikan kejadian itu.

Dasar pengecut.

Woy pengecut!

Diam.

Terima kasih atas bantuan kalian, semuanya.

Terima kasih, Yeong Sik. Para Oppa juga.

Jangan katakan itu.

Aku bahkan bisa memberimu bintang di langit jika kau ingin.

Kau tahu, kan?

Aku mencintaimu, O Sol.

Semangat.

"Cinta"?

Lepaskan dia. Kau ingin melekat padanya setiap peluang yang kau dapatkan.

Kenapa kau seperti ini?

Kenapa aku seperti ini?

"Me Too".

Kau tak tahu "Me Too"?

Ini masalah sosial yang serius...

...akhir-akhir ini, kau tahu.

Apa yang baru saja kau lakukan padanya...

....dapat dianggap sebagai pelecehan seksual di tempat kerja.

Kau benar-benar melewati batas.

Kenapa kau terlalu protektif terhadap O Sol?

Meskipun dia meninggalkan perusahaan,

dia masih seperti keluarga kita.

Karyawanku seperti keluarga bagiku.

Aku menganggap setiap karyawan sebagai keluarga aku.

Ini adalah pola pikir dasar yang dimiliki oleh CEO yang baik, beuresngek!

Ya, Ya.

Daepyo-nim, kami pergi duluan.

Beri tahu kami jika butuh bantuan lagi.

Jangan stres sendirian.

Ayo pergi.

Pergi sana.

Haruskah kita pergi juga?

Sudah?

Sebentar lagi,...

...ayo jalan dulu.

Aku sangat merindukanmu sepanjang hari.

Kenapa menatapku seperti itu?

Bisakah kau datang ke sini?

Sini lebih mendekat.

Lebih dekat?

Orang lihat.

-=B

-=Ba

-=Ban

-=Bana

-=Banan

-=Banana

-=Banana_

-=Banana_n

-=Banana_nโœŽ

-=Banana_nโœŽm=-

-=Banana_nโœŽm

-=Banana_nโœŽ

-=Banana_n

-=Banana_

-=Banana

-=Banan

-=Bana

-=Ban

-=Ba

-=B

-=

Aku pun sangat merindukanmu sepanjang hari.

Karena saat ini kita bersama,

aku merasa jauh lebih baik.

Ya.

Ini hal yang benar untuk dilakukan.

Adikmu,

semuanya akan baik-baik saja.

Jangan khawatir.

Kau pasti sangat kesulitan.

Kau berhenti dari pekerjaan,

dan adikmu mendapat masalah.

Apa gara-gara itu...

...kau tak berkencan dengan siapa pun?

Astaga, aku tak tahu.

Tidak, itu bukan satu-satunya alasan.

Beberapa saat yang lalu, kau bilang kau berurusan dengan sesuatu yang memalukan.

Inikah itu?

Atau ada sesuatu yang lain...

...yang tak kuketahui?

Itu...

Tunggu sebentar.

Halo?

Lihat, lihat itu.

Hei, sudah selesai.

Masalah O Dol sudah selesai.

Serius? Baik.

Aku akan langsung pulang.

Semuanya baik sekarang. Semuanya selesai.

Apa? Apanya?/ Masalah adikku.

Cepat. Ayo pergi.

Ayo pergi.

Jadi maksudmu semua akan diselesaikan...

...dengan CCTV ini, kan?

Aigoo, terima kasih banyak.

Terima kasih. Akan aku hubungi kembali.

Sudah beres? Beneran sudah beres?

Keadilan selalu menang.

Majulah Hanguk!

Apa yang terjadi? CCTV apa?

Om Dokter menemukannya.

Seseorang meninggalkannya di depan rumah.

Apa yang kubilang? Kubilang semuanya akan baik-baik saja.

Majulah Hanguk!

Tunggu sebentar. Aku harus menonton pertandingan sepak bola. Saluran 15.

Astaga./ Apa? Jadi drama dibatalkan?

Daepyo-nim, kenapa...

Kau ingin menonton sepak bola bersama kami?

Oh, sepak bola...

Halo.

Kalian berdua.../ Ya, Babeh.

Berikan putrimu untuk...

Maksudku, izinkan aku berkencan dengan putrimu.

Bravo. Itu yang kubicarakan.

Pria harus berani.

Gadis nakal, kau keluar dari pekerjaanmu karena ini?

Tidak, ayah, bukan seperti itu.

Oh, aku hampir lupa.

Mumpung masih di sini, ayo makan malam bersama.

Makan malam bersama kami, Menantu Seon.

Ayah.

Omo, omo. Selamat, Seon Kyeol-ssi.

Terima kasih, Ju Yeon-ssi.

Namamu O Dol?

Adikmu.../ Namanya O Dol.

Wajahmu sangat mirip O Sol.

Jang Seon Kyeol-ssi.

Itu di lantai, ada serangga.

Serangga.

Aku hanya bercanda.

Kau boleh lanjut makan dengan tangan jika mau.

Sup rasanya warbyasah.

Apa kau mau minum?

Ya./ Baik.

Biar kulihat.

Nih. Biar kutuangkan untukmu, Menantu Seon.

Ayah. Dia harus mengemudi.

Kau membawa mobilnya.

Dia seharusnya tak minum.

Dia membawa mobilnya? Kau tak boleh minum dan mengemudi.

Bahkan segelas sudah cukup untuk membuatmu dalam kesulitan.

Seorang CEO tanpa sopir?

Baiklah kalau begitu...

Ayo lihat.

Nih. Makan paha.

Aku beli ayam terbaik yang kutemukan di pasar hari ini.

Apa yang kau tunggu? Saus menetes.

Nah, masalahnya Ayah...

Sebenarnya, dia alergi ayam.

Aku lupa memberitahumu sebelumnya.

Oh, aku hampir membuat kesalahan besar.

Dia alergi ayam? Ya tak boleh lah.

Baik O Sol dan aku lahir di Tahun Ayam Jago.

Lupakan saja.

Tidak, aku akan memakannya.

Baik. Cepat makan.

Nih. Makan.

Ya, Paha! Aku bisa memakannya, kan?

Tentu, siapa pun boleh memakannya.

Kau ingin alkohol?/ Ya.

Aku menjadi sangat senang ketika melihatmu makan.

Menggemaskan.

Iyakan?

Omong-omong, akankah CCTV menyelesaikan masalah?

Belum tahu. Tapi itu akan dipertimbangkan.

Dan itu mungkin menurunkan penaltiku.

Syukurlah.

Akhirnya dipecahkan.

Tapi, siapa yang meninggalkan itu?

Di depan rumah kita?/ Tak tahu.

Babeh, sampai jumpa lagi./ Sampai jumpa.

O Dol, sampai jumpa lagi.

Ju Yeon-ssi, senang bertemu denganmu.

Kau juga./ Baik.

Kalian berdua pernah bertemu sebelumnya?

Tidak./ Ya.

Kita bertemu ketika kau berjalan pulang ke rumah.

Dan kau masih mengenalinya?/ Ya.

Kau punya mata yang tajam.

Dia sangat pintar dan berbakat.

Seseorang seperti dia seharusnya menjadi hakim, pengacara, atau dokter.

Benarkan?

Seseorang seperti dia pantasnya jadi dukun beranak.

Aku akan antar dia ke depan./ Baik.

Sampai jumpa lagi.

Hati-hati./ Sampai jumpa.

Ayo masuk./ Baik.

Aku di pihakmu./ Apa maksudmu?

Aku tak menyadari itu.

Pria harus setia.

Aku senang semuanya berjalan baik untuk adikmu.

Benar.

Aku sangat khawatir.

Kukira selalu ada jalan.

Sekarang semuanya berjalan dengan baik,

Kenapa kau tak datang ke rumahku sebentar...

...dan makan ramyeon?

Ramyeon?

Lain kali makannya.

Keluargaku sedang menunggu.

Benar.

Selamat malam, Oppa.

Baik.

Oppa?

Kau baru saja memanggilku Oppa?

Kita sedang berkencan. Jadi manggilnya Oppa.

Kau benar.

Oppa, ya Oppa.

Sana pulang.

Baik. Aku pulang.

Oppa pulang ya.

Sampai jumpa./ Sampai jumpa.

Oppa pergi.

Masuk.

Mimpiin Oppa.

Selamat malam.

Apa yang aku bilang? Aku bilang tak apa-apa.

Pamanku mengenal...

...seorang anggota komite, yang bilang kasusmu bukan masalah besar.

Yah, itu...

Aku tak membantumu untuk hadiah atau apa pun.

Kopi sudah agak dingin./ Ya.

Sejujurnya...

Hyeong, nanti. Sampai jumpa nanti.

Aku sedang berbicara denganmu. O Dol!

Ada apa?

Tidak.

Americano ini sangat wangi.

Hei, lepaskan aku.

Sakit. Apa yang kau lakukan?

Astaga.

Berhentilah kencan buta.

Berhentilah terlibat dengan orang-orang yang tak berguna.

"Tak berguna"?

Apa yang kau tahu?

Pria itu bekerja di perusahaan besar.

Dia bahkan memiliki apartemen.

Min Ju Yeon!

Kaget. "Min Ju Yeon"?

Mau mati kau? Aku seperti Nuna bagimu.

Nuna...

Kau...

...mulai hari ini milikku./ Apa?

Dengan memenangkan medali emas di Olimpiade, aku bisa mendapatkan pensiun.

Aku mungkin juga membuat beberapa iklan...

...dan membeli apartemen. Berkencanlah denganku.

Kau gila?/ Aku serius.

Ini.

Aku bersumpah pada bendera nasional.

Jika aku berhasil ke tim nasional,

Aku akan mengajakmu kencan sebelum yang lain.

Kenapa kau berpakaian seperti ini lagi?

Kau pindah dari tempat Seon Kyeol?

Itu gara-gara aku, kan?

Kalau saja aku tak melakukan itu.

Aku ber...

Aku berkencan dengan...

...Daepyo-nim.

Apa?

Ini semua berkatmu, Samo-nim.

Akan kupastikan membalasmu nanti.

A-Apa yang kau bicarakan?

Dan juga, bisakah aku memulai...

...memanggilmu "Bunda" sekarang, Bunda?

"Bunda"?

Sudah hampir waktunya Oppa pulang kerja.

Aku akan menemuimu dengan Oppa lain kali.

Terima kasih untuk kopinya.

Oppa?

Bunda?

Apa yang ingin kau bicarakan?

Oh ya. Yah, itu...

Itu aku.

Minnesota.

Kau tahu, yang kau beri saran...

...tmanku dari Minnesota.

Sebenarnya, itu...

...aku.

Kaget, kan?

Aigoo.

Aku tahu.

Apa?/ Selamat, Daepyo-nim.

Tolong beri tahu O Sol bahwa aku juga memberi selamat padanya.

Kau tahu?

Terima kasih.

Ini semua berkatmu, Biseo-nim.

Aku tak tahu bagaimana aku harus berterima kasih.

Aku memiliki beberapa pekerjaan untuk diurus.

Ya.

Daepyo-nim, aku di sini. Cepat.

Kau sedang berkencan? Dengan siapa?

Tak mungkin...

Daepyo-nim dan kau?

Yah, itu...

Itu...

Dia bilang harus memberitahu kalian.

Aku merasa senang untukmu, tapi ini buruk bagi kami.

Kenapa bisa seperti ini?

Makanya itu...

Terutama kau, Jae Min. Kau.

Kau sebaiknya berhati-hati.

Jangan coba mendekati O Sol.

Jika kau menyentuhnya, kupatahkan jarimu.

Mustahil ini mah.

Selamat, O Sol. Selamat, Daepyo-nim.

Kalian terlihat serasi.

Terima kasih.

Apa yang ingin kau lakukan sekarang?

Haruskah kita ngedate?

Ngedate kedengaran bagus.

Gimana kalau pulang masak sesuatu yang enak?

Wah, cuaca di luar sangat bagus.

Bagaimana kita bisa pulang?

Pada situasi saat ini, kita harus pergi ke Han-gang Gongwon...

...berpegangan tangan dan berjalan...

Tidak.

Ayo kita pulang.

Kenapa? Ayo pergi ke Han-gang Gongwon.

Ayo pergi.

Tahu sendiri aku sudah naik taksi dan bus?

Aku sudah melakukan semuanya.

Berpegangan tangan dan berjalan sudah jadi hobi favoritku.

Ayo pergi ke Han-gang Gongwon.

Belum terlalu larut. Haruskah pulang?

Tidak apa-apa. Aku ingin keluar juga.

Aku ingin...

...seperti ini.

Memegang tanganmu.

Dan jalan-jalan seperti ini.

Udara terasa sangat segar.

Ayo jalan.

Dinginnya.

Tiba-tiba aku tak mau jalan-jalan lagi.

Gimana ini?

Aku ingin makan ramyeon di dalam rumah yang hangat.

Ramyeon?

Maukah buatin ramyeon?

Makan yang banyak.

Baik.

Terimakasih atas makanannya.

Maafkan aku.

Untuk apa?

Karena tak bisa menemanimu di Gongwon.

Kenapa meminta maaf untuk itu?

Akulah yang ingin ke sini.

Berkencan di rumah jauh lebih baik, bukan begitu?

Sesudah selesai makan ini,

ingin menonton film?

Berkencan di bioskop...

Aku ingin nonton film bersama.

Di TV.

Di rumah.

Terima kasih untuk makanannya.

-=B

-=Ba

-=Ban

-=Bana

-=Banan

-=Banana

-=Banana_

-=Banana_n

-=Banana_nโœŽ

-=Banana_nโœŽm=-

-=Banana_nโœŽm

-=Banana_nโœŽ

-=Banana_n

-=Banana_

-=Banana

-=Banan

-=Bana

-=Ban

-=Ba

-=B

-=

Tiba-tiba aku merasa haus.

Kau baik-baik saja?

Dasar. Sini lihat.

Sebentar. Aku akan menghapusnya.

Semuanya ada di bibirmu.

Aku...

Sepertinya aku harus pulang.

Sudah larut.

Sebentar./ Apa?

Tunggu sebentar.

Tidak bisa...

Tidak bisakah kau tinggal lebih lama?

Atau jika sudah larut,

kau bisa bermalam di sini.

Maksudku, kamarmu masih tersedia.

Dan filmnya masih jalan, kau tahu..

Oh, kamarku...

Tapi ayahku akan khawatir.

O Dol juga.

Mereka semua tahu hubungan kita sekarang.

Jadi menghabiskan malam agak sedikit...

Iya juga.

Benar.

Maafkan aku. Seharusnya aku lebih mengerti.

Lalu aku... Aku akan pergi.

Aku akan mengantarmu pulang.

Wah, tak usah. Rumahku sangat dekat.

Lebih mudah berjalan pulang.

Yah, itu.../ Aku akan mengabari!

Gil O Sol-ssi.

Haruskah aku kembali berpamitan?

Tidak, tidak. Aku harus pulang.

Aku harus pulang.

Oh, kau masih di sini?

Yah, aku...

Hari ini, aku akan menginap.

Terimakasih sudah menggunakan subtitle Banana_nโœŽm... Follow IG & Like FP FB : banana_nim

[Clean with Passion for Now !!]

Pepatah bilang, wajah yang adil mungkin menyembunyikan hati yang busuk.

Aku ingin berubah demi Gil O Sol.

Ada banyak hal yang ingin kulakukan dengannya.

Gil O Dol akan ditangguhkan selama satu tahun.

Kenapa brengsek itu? Kenapa harus dia?

Kenapa kau harus berkencan dengan pria dari keluarga yang membunuh Ibumu?

Kau tahu kelemahanku. Apa yang kau inginkan?

Aku ingin kau melindungi O Sol, apa pun yang terjadi.

Aku akan, bagaimanapun caranya.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.