Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-= Clean with Passion for Now!! | Subtitles by VIU =- Diterjemahkan Oleh: Banana_nโm | IG: banana_nim
Gil O Sol-ssi, kau orang yang sangat kubutuhkan.
Oleh karena itu, jangan ke mana-mana. Tetap bersamaku.
Disisiku.
Disisinya.
Tetap disisinya?
[Episode 9: Berkata "Aku menyukaimu" tak selalu diperlukan]
Pembersihan tak hanya menghilangkan debu dan sampah.
Aku yakin itu bisa memberi secercah harapan...
...untuk kehidupan seseorang.
[CEO, Jang Seon Kyeol]
[Cheongso Yojeong]
Suara apa itu?
Mungkinkah tikus?
Bikin kaget saja!
Ayah belum tidur?
Mengagetkan.
Lagi apa gelap-gelap gini?
Ini?
Aku akan mengembalikan ini besok.
Kudengar ini bagus buat tubuh, jadi aku ingin mencicipinya.
Tapi sia-sia.
Mau?
Mau minum soju?
Soju?
O Sol.
Ayah harap kau akan melakukan...
...sesuatu yang lain sebagai gantinya.
Kau melihat tangan Ayah?
Aku bergulat dengan sampah sepanjang hari...
...dan menghirup debu.
Sesudah hidup seperti itu selama sekitar 25 tahun,
noda gelap di bawah kukuku tak hilang.
Kau tahu apa yang orang katakan...
...jika aku pergi ke restoran dengan tangan ini?
Mereka menyuruh mencuci tangan kotor Ayah.
Meskipun Ayah menggosoknya dengan sikat gigi...
...sampai berdarah sebelumnya.
Mereka tak mau duduk dengan Ayah karena kotor.
Ayah.
Haruskah kau melakukannya?
Tak bisakah kau melakukan sesuatu selain pembersihan?
Tidak.
Aku tak peduli pekerjaan apa yang kupunya.
Aku sudah merencanakan untuk bekerja...
...di mana saja jika mereka punya tempat untukku.
Niatku bekerja di sini...
...untuk sebentar hanya sementara.
Aku tahu betapa kau membencinya.
Aku tak berencana untuk lama.
Tapi...
...itu menyenangkan.
Aku menyukainya.
Ketika aku bersiap untuk mencari pekerjaan,
aku selalu berada di perpustakaan atau di kelas.
Aku merasa seperti terjebak sendirian...
...dalam sebuah kotak kecil yang pengap.
Tapi di tempat kerja, ada orang-orang baik...
...dan aku bisa tertawa,
dan bersenang-senang sambil bekerja.
Aku suka itu.
Melelahkan...
...dan membuat badanku sakit.
Adalah hal yang wajar.
Itu tak bisa dihindari.
Sesudah berhenti dari berolahraga,
Aku...
...merasa seperti...
...tak cocok, di mana pun berada.
Sudah sangat lama, akhirnya aku menemukan tempat yang cocok.
Aku tak tahu...
...tempatku bekerja sangat membutuhkanku.
Jika Ayah memintaku untuk berhenti, aku akan melakukannya.
Ayah tak pernah...
...pernah menentang keputusanku.
Aku akan nurut pada Ayah kali ini.
Maaf sudah membuat Ayah kesal.
Kenapa Ayah terus minum sendirian?
Ayah kan kesini denganku.
Seharusnya Ayah minum denganku.
Aku penasaran ke mana kalian pergi tanpa aku.
Tolong pesan satu udon lagi.
Nih. Beri aku kesempatan juga.
Umurku 18 sekarang. Aku sudah cukup umur untuk minum.
Apa? 18?
Berani-beraninya seorang anak berusia 18 tahun...
...mencoba minum?
Apa? Kau bilang aku harus belajar minum dengan seseorang yang lebih tua.
Apa lihat-lihat? Kau tak punya hak untuk berbicara.
Apa? Tidak berhak?
Beraninya kau..
Jangan pukul, kulaporkan ke polisi nih, beneran.
Kalian berdua selalu memukul, mencubit, dan mengucilkan aku.
Akan kulaporkan karena penganiayaan anak!
Apa?
Layaknya anak-anak?
Aku tak akan berguna jika aku bukan atlet.
Kau sadar?
Jangan bilang siapa-siapa kau kakakku.
Jangan bilang siapa-siapa kau adikku. Memalukan.
Sialan.
Beri aku sedikit. Jangan makan sendirian.
Awas panas.
Panas...
Cut./ Cut!
Jangan hanya makan.
Terlihat lebih terkejut ketika dia marah.
Ayo coba lagi./ Dari tengah!
Ready? Action!
Ada apa dengan Si Gamdok? -=Gamdok: Sutradara=-
Nih, minum ini.
Ini drama, bukan film.
Aigoo.
Kau baik-baik saja?
Ayo pergi.
Bukankah itu aktor...
...Lee Seong Chan?
Dia jauh lebih tampan dilihat langsung.
Hei.
Benar? Ini kau, Jae Min.
Hei. Sudah lama.
Kau di sini juga?
Kalian saling kenal?
Kenapa tak memberitahuku?
Halo.
Kau masih bekerja paruh waktu?
Kau tak berhenti ber-akting?
Tidak, aku tidak. Aku terus melakukannya./ Senang melihatmu seperti ini.
Seong Chan, bersiap-siap untuk adegan 30.
Aku akan segera ke sana!/ Baik.
Aku harus pergi.
Tetap berhubungan.
Dan usap hidungmu.
Sampai nanti.
Dah.
Dasar brengsek sombong.
O Sol! Kau terlambat! Bangun!
Ya ampun!
Bagaimana bisa kamar perempuan bau bangke begini?
Kau sedang semacam memfermentasikan keju?
Hei, bangun. Bangun sekarang!
Kau terlambat!
Apa kau tak akan bekerja?
Lima menit lagi.
Biarkan aku tidur lima menit lagi./ Aih.
Kumohon./ Sana tidur sampai kau menginjak usia 60.
Ayah, tunggu. Apa katamu barusan?
"Kerja"?/ Kau tahu jam berapa sekarang?
Aku tak tahu kenapa perusahaan itu membutuhkanmu.
Astaga, sangat menyebalkan.
Tunggu, tunggu sebentar.
Beneran boleh pergi kerja?
Tentu saja.
Kau bilang ingin bekerja di sana bahkan jika ada kotoran di kukumu.
Aigoo, kerasanya nanti kalau sudah menderita.
Cepat. Mandi dan makan sarapan.
Aku membuat telur kukus, favoritmu.
Ini terasa seperti mimpi.
Mimpikah ini?
Tunggu sebentar. Ayo periksa.
Tidak, ini bukan mimpi.
Ya.
Adapun keputusan, aku akan mengurusnya...
...ketika aku mulai bekerja.
Oh iya. Ada satu hal lagi yang perlu kulaporkan.
Gil O Sol-ssi akan kembali ke shift normalnya mulai hari ini.
Maaf? Gil O Sol-ssi kembali bekerja?
Sebahagia itu?
Yah... Tak sebahagia itu. Hanya saja...
...kita sedang dalam situasi membutuhkan pekerja tambahan.
Baiklah. Sampai jumpa di perusahaan.
Dia bekerja?
Aku tak punya waktu untuk ini. Apa yang harus kupakai?
Mana yang lebih cuco?
Sepertinya biru lebih cuco buatku.
Aku tahu kau bekerja sebagai pembersih, tapi kau seharusnya tak terlihat berantakan.
Selalu pastikan kau mengenakan pakaian yang baru dicuci.
Dan jangan merepotkan siapa pun.
Baik.
Ayah, aku benar-benar baik-baik saja.
Ayah tak pernah bilang kau tidak baik-baik saja.
Setiap orang harus bertanggung jawab.
Karena kau memutuskan untuk melakukannya,
lakukan yang terbaik.
Terimakasih ayah.
Terimakasih, apaan...
Itu... Orang itu.
Dia orang yang baik.
Apa?
Ya kau tahu lah. Orang itu.
Daepyo mu...
Dia muda,
tapi dia sangat bijaksana.
Dia juga sangat bertanggung jawab.
Aku cukup menyukainya.
Benar.
Dia cukup bijaksana...
...dan bertanggung jawab walau masih muda, kan?
Kau bahkan bukan penilai karakter yang baik.
Pergi. Jangan terlambat.
Baik. Sampai jumpa.
Aku akan bekerja dengan baik dan bersenang-senang.
Sampai jumpa!
Ayah memberi izin untuk bekerja di sana,
jadi aku akan kembali bekerja mulai hari ini.
Benar, syukurlah.
Mulai sekarang kau tak perlu lagi menyembunyikan seragammu darinya, kan?
Ya.
Permisi...
Tentang apa ini? Kenapa kau terus berbelit-belit?
Mungkinkah, ini tentang kenaikan sewa?
Bukan sesuatu seperti itu, kan?
Tidak, bukan itu.
Kupikir aku harus memberimu jawaban untuk pengakuanmu.
Kubilang, kau tak perlu memberiku jawaban.
Namun, kita saling bertemu setiap hari.
Aku tak berpikir itu benar untuk pura-pura seolah tak ada yang terjadi.
Sejujurnya,
...aku sangat tersanjung...
...ketika kau mengungkapkan perasaanmu.
Si Atap... Maksudku, Belum pernah pria hebat seperti Seonsaeng-nim...
...menyatakan kesukaannya padaku.
Pikirku, aku hanya ditakdirkan untuk mencintai.
Kenyataan ada seseorang yang bisa cinta padaku...
...sangat membuatku tersanjung.
Dan aku bersyukur.
Itu membuatku bahagia, setidaknya untuk sementara waktu.
Lalu,...
...bisakah berlanjut seperti ini saja?
Sehingga kau bisa tetap tersanjung, terpesona,...
...dan bahagia untuk waktu yang lama?
Sejujurnya,
ada seseorang yang kusuka.
Meskipun mungkin akan menjadi cinta sebelah tangan.
Bisakah aku bertanya...
...siapa itu?
Daepyo-nimku.
Suatu hari, kau bilang padaku...
...bahwa ketika kita menyukai seseorang, kita selalu ingin berada di dekat orang itu.
Aku penasaran kenapa aku bersedia menjalani semua ini untuk pekerjaan ini.
Aku merenungkannya...
...dan menyadari bahwa aku mungkin menyukainya.
Karena aku menyukainya,..
...aku ingin tetap didekatnya.
Seharusnya aku tak mengatakan ini.
Benarkan? Mohon maaf.
Benar.
Aku sangat cemburu sekarang.
Aku sangat menyesal.
Aku tak bermaksud membuatmu merasa seperti itu.
Meski begitu, kau akan terus merawat kaktus, kan?
Ya?
Kau tak perlu sering menyiraminya.
Cukup siram ketika kau mengingatnya.
Baik, aku akan.
Maka semuanya baik-baik saja.
Mulai hari ini, kita akan menjadi adik-kakak saja.
Aku Euisa-Oppamu. Tidakkah kau pikir aku keren?
Aku tak ingin jadi Eusia-Oppamu.
Aku lebih suka Si Atap.
Halo.
Apa semua orang ada di sini?
Kemana semua orang?
Mereka tak disini?
Selamat datang kembali!/ Selamat datang kembali!
Senang bertemu denganmu lagi, O Sol.
Aigoo. Maaf.
Selamat datang kembali, Nun-nim.
Selamat datang kembali, O Sol
Apa ini?
Kami sangat merindukanmu.
Aish, apa-apaan ini?
Lihat ini.
Sangat cantik, kan?
Selamat pagi, Daepyo-nim.
Kami akan membersihkan semua ini.
Yeong Sik, bawa tempat sampah./ Baik.
Gil O Sol-ssi.
Gil O Sol-ssi.
Jadi kau kembali.
Selamat datang kembali.
Selamat datang kembali, O Sol. Kami rindu padamu.
Ini sangat menyenangkan!
Bersulang./ Bersulang!
Soju cocok dengan perut babi.
Imo, satu botol lagi.
Nun-nim benar-benar menghidupkan suasana.
Suasana suram tanpamu.
Aku senang ayahmu menyetujui.
Sekarang kau tak perlu khwatir.
Benar./ Ayolah.
Minum sajalah.
O Sol.
Kau harus pulang.
Aku akan pergi. Ayo pergi bersama.
Biar lebih hemat.
Itu natural.
Itu sangat natural.
Aku bisa melakukan ini.
Baik...
Daepyo-nim.
Ya./ Kau masih di sini.
Kupikir kau sudah pergi.
Oh, ya.
Aku berangkat sekarang. Ngomong-ngomong...
...sepertinya semua karyawan pulang.
Mereka merayakan atas kembalinya O Sol.
Mereka pergi ke restoran barbekyu di sekitar sini...
...untuk minum.
Mereka memiliki kerja tim yang luar biasa bagus.
Aku akan pergi sekarang.
Baiklah. Terimakasih atas kerja keras hari ini.
Restoran barbekyu.
Restoran barbekyu?
Sangat enak.
Tempat ini dipenuhi debu halus dan kasinogen.
Asap dari lemak babi ada di mana saja.
Apa dia menyeka sisa makanan atau mengambilnya?
Bergerak aneh seperti itu!
Benar. Ini tak benar.
Ini gila.
Sudah gila apa? Kenapa dia menyentuh O Sol?
Kuberi kau pelajaran.
Sol, sudah keramas?
Itu pasti sampo beraroma wangi.
Atau apa kau mengenakan cuka kayu?
Ayolah. Hentikan.
Nun-nim, sudah lihat ini?
Jae Min jadi selebriti di Internet sekarang.
Hentikan. Jangan tunjukkan padanya.
Jangan perlihatkan itu padanya./ Aku akan. Ini dia, O Sol.
Aish.
Apa ini?
Apa yang kau lakukan?/ Jangan tertawa.
Apa ini benar-benar Oppa?
Lucu beneran./ Kau bilang...
...orang-orang menelepon untuk meng-castingmu setelah menonton ini.
Sungguh?
Kau makan perut babi denganku hari ini,
dan suatu hari kau akan melihat ke belakang dan menghargai hari ini.
Maksudk,...
...cepat minta tanda tanganku selagi bisa.
Imo, kita pesan bola nasi lagi.
Ada seseorang yang menyukainya di sini.
Aigoo.
Kalian semua di sini.
Aku tak tahu kalian akan berada di sini.
Daepyo-nim?
Kebetulan sekali.
Ini aku, Mas Daepyo.
Daepyo-nim, kau tak suka tempat seperti ini.
Apa katamu?
Siapa bilang aku tak suka tempat seperti ini?
Aku sedang melakukan riset pasar.
Aku perlu tahu bagaimana kita bisa membersihkan noda minyak...
...dan sistem ventilasi.
Aku ingin tahu cara mengurusnya.
Kalian tak tahu itu?
Monggo makan, kenapa tak makan?
Hari ini, aku yang traktir.
Nikmati makanannya.
Daepyo-nim, kami pesan iga sapi kering.
Dan tenderloin sapi juga.
Silakan makan.
Lanjutin makannya.
Sepertinya tak ada anggur merah di sini.
Terima kasih.
Silakan.
Apa? Shok?
Aku akan ke sana segera.
Dagingnya sudah matang sekarang.
Lanjutkan.
Aku kenyang.
Daepyo-nim, mohon maaf.
Aku harus pergi sekarang.
Kenapa?
Kau tak boleh meninggalkan kami dalam suasana ini.
Tunggu sebentar dan ayo kita pergi bersama.
Maaf. Ini darurat.
Kau bisa pergi nanti.
Lepas!
Kenapa...
Kenapa kau berteriak?
Dong Hyeon!
Dasar jahat, dia bukan satu-satunya yang sibuk.
Kukira dia punya alasan.
[Kulit babi, barbekyu, jeroan sapi]
Daepyo-nim, terima kasih untuk makanannya./ Kami menikmatinya.
Terima kasih.
Baik.
Sama-sama.
Bagaimana kalian pulang?
Jae Min dan aku akan naik kereta bawah tanah.
Dan Nun-nim...
..aku akan naik bus.
Kami akan pergi duluan.
Baik.
Kupikir...
...aku harus pergi sekarang. Aku mungkin ketinggalan bus.
Gil O Sol-ssi O, kau bisa ikut denganku.
Jalan kita searah, biar lebih hemat.
Ayo pergi.
Aku bisa naik bus.
Sedang apa kau? Ayo pergi.
Apa?
Ayo pergi. Wah, dingin.
Tunggu, Daepyo-nim.
Itu mobilku.
Mobilku. Hei! Itu mobilku!
Duh dragon.
Itu mobilmu.
Apa mereka menariknya?
Gimana ini...
Lalu aku akan naik bus...
Maukah kau ikut...
...denganku?
Tak apa, kan?
Gimana ini?
Taksi.
Kita bisa naik taksi.
Kita bisa naik taksi.
Taksi./ Kau baik-baik saja?
Tuh taksinya datang.
Kita bisa naik taksi...
Sekarang, mau bagaimana...
Kita tak bisa pulang jalan kaki.
Kita bisa pulang.
Kita bisa pulang.
Aku kekenyangan...
...dan aku ingin jalan-jalan dulu.
Itu ide yang bagus.
Ayo.
Anu...
Daepyo-nim!
Daepyo-nim, cepat jalannya.
Aku datang.
[Apa kau memimpikan cinta?]
"Apa kau memimpikan cinta?"
[Apa kau memimpikan cinta?]
Itu tertulis di sini.
[Apa kau memimpikan cinta?]
Bagusnya
Ketika aku ditengah pekerjaan,
aku terbiasa menyangkal ini sepanjang waktu.
"Aku tak boleh minum kopi."
"Aku tak punya waktu untuk berjalan-jalan."
Namun, hari ini,
aku menemukan diriku seperti itu.
Bagusnya.
Angin terasa sangat sejuk.
Aku mencintaimu.
Sampai kapanpun,
aku mencintaimu.
[Sampai kapanpun, aku mencintaimu.]
Itu tertulis di sana.
"Sampai kapanpun,"
"aku mencintaimu."
Tadinya...
...akan diberikan waktu masih di perusahaan.
Ini cokelat.
Aku mencoba membuatnya sendiri.
Oh benar kau mungkin tak makan makanan seperti cokelat.
Benar, kan?
Maka aku hanya akan...
Tidak.
Aku suka, aku suka coklat.
Aku menyukai coklat.
Oh begitu. Aku lega.
Di sana,
...ada sesuatu yang benar-benar...
...luar biasa.
Sesuatu yang sangat kuhargai.
Nanti saja dilihatnya.
Terima kasih banyak sudah membantuku...
...kembali bekerja, Daepyo-nim.
Tidak.
Aku berterima kasih padamu...
...karena kembali bekerja.
Maksudku, Gil O Sol-ssi, kau...
...wanita berbakat yang layak untuk perusahaan kami.
[Berkata "Aku menyukaimu" tak selalu diperlukan]
[Berkata "Aku menyukaimu" tak selalu diperlukan]
[Tempat ke-5]
Katanya sesuatu yang paling berharga baginya.
Apaan ini...
Enak juga.
Astaga, kau sangat tampan.
Apa ini?
Cokelat?
Cokelat? Kau tak pernah menyukai cokelat...
...karena akan merusak gigi dan membuat tanganmu kotor.
Bukan begitu?/ Apa aku bilang itu?
Yah, kurasa seleraku berubah.
Hei, kau terlihat sangat keceh pake itu.
Ini sangat cucok meong.
Ini sesuatu yang berharga bagiku.
Semua kertas di kantor adalah dokumen yang sangat penting.
Jangan menyentuhnya...
...tanpa persetujuan siapa pun./ Ya.
Silakan bersihkan tempat itu dengan baik.
Ya./ Baiklah.
Mereka sangat banyak makan.
Kenapa mereka tak bersihin?
[Penulisan Eksekusi]
Kerja bagus.
Ya./ Sebelum melakukan itu,
seseorang menumpahkan minuman di depan lift. Bisakah kau mengurusnya?
Ya. Aku akan membersihkannya.
Dan juga, tolong ambil semua kertas dari tempat sampah,
hancurkan, dan buang satukan dengan sampah nanti.
Ya, aku mengerti.
Di depan lift, kan?/ Ya, di depan lift.
[Surat Perintah Eksekusi]
[Surat Perintah Eksekusi]
O Sol, apa yang kau lakukan di sini?
Pekerjaan ruangannya sudah selesai?/ Tidak, belum.
Mereka memintaku untuk membersihkan ini dulu.
Tunggu.
Kebetulan, ada sesuatu yang terjadi denganmu?
Maksudku, dengan apa yang terjadi kemarin,
sepertinya kau tertekan.
Tidak ada yang terjadi.
Oh benar.
Dia bilang kepadaku untuk melakukan ini.
Sedikit-sedikit.
Bagaimana kau akan bertanggung jawab?
Aku bilang untuk tak menyentuh...
...dokumen di kantor.
Maafkan aku.
Tapi aku benar-benar tak menyentuh dokumen apa pun.
Kau bilang padaku untuk berhati-hati.
Jika kau mencarinya lagi, mungkin...
Kau ingin aku mencarinya lagi? Sana temukan sendiri!
Apa kau CEO dari perusahaan ini?
Ya./ Bagaimana kau melatih mereka...
...melakukan perkerjaan seperti ini?
Apa yang terjadi?
Tolong beritahu aku dokumen mana yang hilang.
Surat perintah eksekusi...
...yang kita butuhkan hilang.
Di kantor...
...yang dia tanggung jawabkan.
Pengacara bilang dia meninggalkannya di meja pagi ini.
Gil O Sol-ssi.
Kau membuang dokumen itu?
Tidak.
Aku tak menyentuh dokumen apa pun...
...yang ada di kantor karena mereka bilang kepada kita untuk berhati-hati,
jadi aku ekstra hati-hati.
Aku mengerti.
Kau yakin dokumen itu ada di meja?
Apa katamu? Maksudmu, aku meletakkannya di tempat lain?
Berapa kali...
...aku harus memberitahumu aku melihatnya di mejaku pagi ini?
Adakah bukti bahwa karyawanku melakukan ini?
Daepyo-nim./ Apa yang kau lakukan?
Paling tidak yang bisa kau lakukan adalah berlutut dan meminta maaf.
Apa katamu? "Bukti"?
Sudah memeriksa CCTV?
Apa ada orang lain yang datang ke kantor?
Kami sudah melaporkan ini ke polisi.
Bahkan jika...
...ini adalah kesalahan yang dilakukan oleh salah satu karyawanku,
....kupikir orang yang bersangkutan juga ikut bertanggung jawab...
...karena meninggalkan selembar kertas penting di tempat terbuka.
"Bertanggung jawab"?
Kedengarannya bagus. Kalau begitu ayo kita lakukan ini...
...lewat jalur hukum.
Ayo kita lihat perusahaanmu yang salah atau aku.
-=B
-=Ba
-=Ban
-=Bana
-=Banan
-=Banana
-=Banana_
-=Banana_n
-=Banana_nโ
-=Banana_nโm=-
-=Banana_nโm
-=Banana_nโ
-=Banana_n
-=Banana_
-=Banana
-=Banan
-=Bana
-=Ban
-=Ba
-=B
-=
Daepyo-nim, kau membuat kesalahan saat ini.
Kenapa kau berkata begitu?
Apa aku salah?
Tak ada bukti karyawan kita melakukan itu.
Daepyo-nim./ Seperti ini terakhir kali juga.
Kita membabi buta mencurigai karyawan kita, tapi itu salah.
Kita sudah mengalaminya.
Tapi ini berbeda.
Perusahaan ini sudah lama menjadi klien kita.
Juga, mereka dapat menggunakan kuasa hukum mereka.
"Kuasa hukum mereka"?
Katakan pada mereka untuk terus maju.
Apa semua orang yang membersihkan kantor ini tersangka?
Jika itu penting, mereka seharusnya berhati-hati dengan itu.
Kau tidak seperti Daepyo-nim yang biasanya. Kenapa?
Kepercayaan klien pada kita...
...adalah apa yang membuat Cheongso Yojeong ke tempat ini saat ini.
Dan kita bisa kehilangan semua kepercayaan karena ini.
Bahkan jika kita melibatkan tim hukum kita,
kita tak akan dapat mengalahkan tim hukum mereka.
Tapi Gil O Sol-ssi...
Aku tahu dia tak melakukannya.
Aku sadar dia ceroboh dan membuat kesalahan di sana-sini,
tapi dia sangat sadar apa tugasnya.
Jika dokumen itu ada di meja,
dia tak akan menyentuhnya. Tak pernah.
Ini aneh.
Kenapa kau begitu protektif terhadap Gil O Sol-ssi?
Jika Dong Hyeon atau Jae Min... Maksudku,
Apa kau akan bereaksi seperti ini jika karyawan lain di posisi ini?
Ya.
Aku akan bereaksi seperti ini, tak peduli siapa karyawannya.
Insiden saat itu..
...mengajariku bahwa inilah yang harus kulakukan.
Aku akan memeriksa CCTV...
...setelah mendapatkannya aku akan menghubungimu
Sementara aku menunggu itu,
aku akan berkonsultasi dengan tim hukum kita tentang apa yang bisa di lakukan.
Ya, Kwon Biseo-nim.
Kami punya rekaman CCTV.
Baik, aku akan segera ke sana.
Apa kau kebetulan melihat...
...kertas Surat Eksekusi di kantor yang kubersihkan?
Dokumen dengan ukuran segini.
Kau melihatnya?
Tidak, kurasa tidak.
Aku sangat sibuk saat ini.
Tunggu.
Kenapa kau masih disini?
Kupikir kau pergi dengan yang lainnya tadi.
Maafkan aku.
Aku membuat kesalahan besar.
Permintaan maaf...
...tidak akan membantu menyelesaikan masalah ini sama sekali. Aku sangat menyadarinya.
Tapi dalam situasi ini,
...yang bisa kulakukan hanyalah meminta maaf.
Lagian ini belum pasti.
Aku akan memeriksanya sendiri dan menarik kesimpulan,
jadi jangan minta maaf sampai saat itu.
Dan jangan terlalu putus asa.
Mengerti?
Aku mendengar kita mendapat rekaman CCTV.
Aku akan memeriksanya...
...dan menghubungimu nanti, kau sebaiknya pulang.
Tunggu sebentar.
Kenapa?
Mungkinkah,
kau lihat orang lain...
...keluar-masuk kantor...
...yang kubersihkan sebelumnya?
Bagaimana aku tahu?
Aku hanya memintamu untuk membersihkan tumpahan di depan lift sebelumnya.
Oh benar.
Lalu, apa kau tahu...
...tempat dokumen yang sudah di potong?
Aku ingin mencoba dan mencari dokumen di sana.
Kenapa mengganggu?
Perusahaan keamanan mengambilnya beberapa jam yang lalu.
Aku sibuk. Aku harus pergi.
"Perusahaan keamanan"?
Perusahaan keamanan...
Bagaimana hasilnya?
Rekaman itu tak menunjukkan Gil O Sol-ssi memotong dokumen tertentu,
tapi ada kemingkinan itu mungkin saja terjadi.
Bisa langsung ke kesimpulannya?
Rekaman itu menunjukkan...
...dia menata meja dan memotong-motong sisa kertas.
Kwon Biseo-nim.
...kumohon cari tahu informasi kontak...
...dari perusahaan penghancuran dokumen.
Tapi kenapa...
Akan kupastikan...
...untuk menghubungi perusahaan besok pagi.
Kita bisa pergi ke sana besok.
Tidak.
Aku akan pergi ke sana sekarang.
Sekarang?/ Harap kembali ke kantor...
...dan berbicara dengan tim hukum kita tentang perinciannya.
Aku akan menghubungi...
...perusahaan itu dan lihat apa mereka dapat menemukan dokumen itu.
Perusahaan itu benar-benar menghubungi kami segera...
...dan meminta kami untuk menunda pekerjaan,
...tapi secara praktis tak mungkin untuk menemukannya bahkan jika itu ada di sekitarnya.
Nah, kalau begitu.../ Ini berbahaya!
Keluar dari sana.
Apa yang kau lakukan di jam segini?
Kita harus pulang sekarang.
Maafkan aku. Tunggu sebentar.
Wah, kami bekerja pada jam-jam yang lalu.
Apa yang ingin kau cari?
Agashi! Aku bilang untuk keluar dari sana.
Kumohon tunggu sebentar.
Ayo, keluar.
Maafkan aku.
Ada sesuatu yang harus kutemukan.
Wah. Agashi, ini berbahaya.
Maafkan aku. Tolong beri aku beberapa menit lagi.
Aku harus menemukan sesuatu./ Ini semua sudah terpotong.
Bagaimana kau akan menemukan sesuatu di sini?
Wah benar-benar.
Tolong, beberapa menit saja.
Astaga.
Gil O Sol-ssi.
Gil O Sol-ssi.
Daepyo-nim.
Cukup.
Bangun.
Bangun.
Ayo.
Terus? Mereka akan menuntut kita?/ Ya.
Aku mendengar tim hukum mereka kejam.
Tentu saja.
Mereka jelas-jelas menamai perusahaan itu "Jindog" karena ada alasannya.
Artinya kau tak dapat melarikan diri begitu mereka membuatmu seperti anjing Jindo.
Wah, sungguh.
Bagaimana ini?
Bagaimana jika perusahaan kita gulung tikar?
Itulah maksudku.
Aku membahasnya dengan tim hukum kita dan mengorganisir.
Ini adalah proses litigasi yang akan kita proses.
Desas-desus sudah menyebar ke seluruh industri.
Semakin banyak pelanggan membatalkan reservasi.
Pagi ini, seorang wartawan meneleponku. Aku penasaran bagaimana ini menyebar.
Aku menenangkannya untuk saat ini, tapi aku tak yakin berapa lama itu akan berlangsung.
Jika situasi ini semakin menyebar luas,
itu akan berdampak besar pada bisnis kita.
Aku mengerti. Aku akan memeriksa ini.
Apa yang akan kau lakukan dengan Gil O Sol-ssi?
Apa?/ Dia sangat merusak perusahaan.
Aku harap kau tak berpikir untuk mempertahankannya di perusahaan.
Apa maksudmu sekarang...
...aku harus memecat Gil O Sol-ssi?
Terserah keputusanmu.
Namun, kejadian ini tak hanya memengaruhi citra perusahaan...
...tapi atmosfir perusahaan keseluruhan.
Sebagai seseorang yang mewakili perusahaan,
Kau harus netral.
Berbahaya jika kau mengandalkan emosimu.
Itu saja yang ingin kukatakan.
Kenapa kau begitu negatif?
Tak apa-apa. Cari pengacara lain.
[CEO, Jang Seon Kyeol]
Ada perlu apa kemari, Gil O Sol-ssi?
Ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepada Daepyo-nim.
[Surat pengunduran diri]
Apa ini?
Aku tak ingin merusak citra perusahaan lagi.
Ambil kembali.
Jika kau tak ingin merusak perusahaan,
kau harus melakukan bekerja sesuai posisimu.
Tidak.
Mohon diterima.
Terima kasih...
...untuk semuanya.
Gil O Sol-ssi.
Gil O Sol!
[Gil O Sol]
[Gil O Sol]
-=B
-=Ba
-=Ban
-=Bana
-=Banan
-=Banana
-=Banana_
-=Banana_n
-=Banana_nโ
-=Banana_nโm=-
-=Banana_nโm
-=Banana_nโ
-=Banana_n
-=Banana_
-=Banana
-=Banan
-=Bana
-=Ban
-=Ba
-=B
-=
O Sol, pikirkan sekali lagi. Belum ada yang diputuskan.
Aku sudah berhenti seribu kali, tapi tidak.
Kau mungkin tak tahu, tapi hal-hal seperti itu sering terjadi di sini.
Yeong Sik, kenapa kau menangis?
Kau tak akan menemuiku sesudah aku berhenti?
Oppa tak akan menemuiku lagi?
Bukan seperti itu.
Ini sangat tak adil.
Kau pergi seperti ini...
...membuatku sangat kesal.
Aku minta maaf karena harus berhenti dengan alasan seperti itu.
Kita akan tetap berkomunikasi, kan?
Kubunuh kalian jika minum tanpa aku.
Aku akan menghubungimu./ Baiklah.
Sampai jumpa.
Aku melakukannya seperti perintahmu.
Aku tak tahu ada masalah apa,
...tapi...
...kurasa kau sepertinya butuh ini.
Ya tentu saja.
Tentu saja, itu akan bagus dan berkilau.
Seekor lalat akan meluncur jika mencoba mendarat di atasnya.
Ini akan sangat mengkilap...
Kau masih disini?
Kau tak dengar aku bilang ini wilayah kami?
Aku mendapat izin...
...untuk bekerja disini.
Oh.
Benarkah itu?/ Ya.
Aku memberimu peringatan.
Pergi.
Tunggu.../ Pergi.
Pergi!
Aku baru saja menyelesaikan mobil ini.
Itu akan kotor lagi.
Aku bilang pergi!/ Ini impor.
Aku baru mendapatkannya.
Itu bagus.
Akan lebih baik jika aku bisa melihatmu.
Makanya itu. Aku juga kesal.
Aku tahu. Aku sedih,
hubungi aku lagi.
Baik. Selamat tinggal.
Sialan.
Hentikan! Kenapa kau...
...Ajeossi!
Kau baik-baik saja?
Apa yang kau lakukan?
Kenapa kau memukulnya?
Bisakah Ajeossi bangun?
Punggungku.
Hai, Ju Yeon. Ada apa?
Dimana?
Aku akan memanggil polisi.
Kau mau mati?
Siapa kau?
O Dol!
Mau mati?
O Dol, jangan!
Sialan. Lepaskan dia.
Ajeossi!
Ajeossi.
Baik.
Bagus./ O Dol!
Kenapa kau...
Sialan.
Sialan.
Jangan, O Dol.
Mundur!/ Ajeossi.
Mundur!
Kumohon, mundurlah.
Ajeossi!
Pak.
Aku salah. Tolong hentikan.
Tolong hentikan./ Lepas.
Ajeossi!
Kenapa kau.../ Aish...
Ajeossi, kau baik-baik saja?
Kau sudah gila?
Jangan!/ O Dol!
Jangan!
Jangan!
Jangan, O Dol, kumohon.
Ajeossi.
Tidak.
Jangan.
Jangan.
Penghiburan.
Katamu sebelumnya...
...yogurt adalah penghiburan bagimu.
Aku berpikir...
...untuk kabur jika aku berhenti sekarang.
Sejak aku melakukannya,
kupikir aku harus bertanggung jawab.
Tapi tak ada yang bisa kulakukan.
Karena aku, orang lain terluka.
Aku tak mau...
...perusahaan menderita karena aku.
Aku sadar aku pengecut,
tapi aku merasa inilah yang paling bisa kulakukan.
Aku memang jahat.
Belum begitu lama sejak kubilang aku harus berhenti...
...karena ayahku tahu.
Dari awal...
...aku benar-benar jahat.
Apa yang harus kukatakan kepada ayahku?
Ya, Ju Yeon.
Apa?
Kumohon, Seonsaeng-nim.
Mohon di maafkan.
Aku memohon padamu.
Aku mohon, Seonsaeng-nim.
Cukup.
Aku bilang hentikan!
Gil O Dol.
Ayah.
O Sol.
Ya, Kim Byeonhosa-nim. -=Byeonhosa: pengacara=-
Tentang apa yang kau minta...
Aku melihat ke dalamnya dan mengerti seluruh ceritanya,
tapi mereka benar-benar harus menyelesakannya./ Menyelesaikannya?
Mereka punya alasan untuk intimidasi kriminal.
Memang bukannya tak ada harapan sama sekali,
tapi masalahnya dia Atlet taekwondo.
Selesaikan dengan tenang sebelum asosiasi mengetahuinya.
Baik.
Terima kasih.
Apa sekarang?
Kau kembali?
Ini tak akan membuatku menyelesaikannya.
Cobalah datang siang dan malam.
Aku masih tak akan melakukannya.
Kumohon padamu.
Jika kau akan menyelesaikan ini sekali saja...
Dia adikmu, kan?
Dia punya pukulan mematikan.
Dia atlet taekwondo, kan?
Dia di tim junior nasional...
...atau semacamnya?
Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang terjadi ketika seorang atlet...
...memukul orang biasa.
Ayo pergi./ Baik.
Tapi...
Aku akan kembali!
Kumohon padamu!
Nikmati./ Tolong ambil ini.
Baik.
Selamat datang.
Kwon Biseo-nim.
Tak ada yang bisa datang ke sini sekarang.
Jangan khawatir.
Gil O Sol-ssi?
Mulai hari ini, aku akan bekerja dirumahmu.
Namaku Gil O Sol.
Mohon kerja samanya.
Terimakasih sudah menggunakan subtitle Banana_nโm... Follow IG & Like FP FB : @banana_nim
[Clean with Passion for Now !!]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.