Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-= Clean with Passion for Now!! | Subtitles by VIU =- Diterjemahkan Oleh: Banana_nโm | IG: @banana_nim
Kehebohan apa ini?
Mereka adalah Cheongso Yojeong.
Cheongso Yojeong?
Ya kau tahu lah. Mereka sedang trending di medsos.
Mereka Layanan Pembersihan yang memperkerjakan orang-orang seksi.
Sini kau!
Tak peduli betapa putus asanya karena uang,
bisakah tak menyewakannya kepada orang aneh?
Tahulah. Ini salahmu, kau harus bertanggung jawab.
Aku sudah memberitahu Pak Park, pergilah.
3.500.000 won?
Jika tak mengganti rugi minggu ini, aku akan menyewa pengacara...
...dan mengajukan gugatan.
Tidak benar jika memandang rendah orang lain hanya karena kau kaya.
Baiklah, akan kubayar 3.500.000 won.
Tes kebugaran sudah selesai.
Hari ini, kita akan melanjutkan dengan orientasi.
Ini adalah karyawan baru kita.
3.500.000 won?/ Jadi kau bilang orang itu...
...adalah CEO Cheongso Yojeong?
Bagaimana kita harus bertemu lagi?
Aku belum pernah melihat orang seperti dia sepanjang hidupku
Entah kapan terakhir kali dia mencuci rambut.
Apa ada semacam lubang di tenggorokannya?
Kenapa dia menumpahkan semua yang dia makan atau minum?
Daepyo-nim, ingin satu putaran lagi?
Gi O Sol-ssi tampaknya tak menyukainya.
Aku ragu seorang CEO akan pergi denganmu.
Kau memintanya untuk berpura-pura jadi pacarmu?
Maaf. Biar kupinjam sekali ini saja.
Menurutmu, itu sesuatu yang pantas dimaafkan?
Kenapa aku harus terikat dengan kehidupan cintamu yang rumit...
...dan melalui semua ini? Kenapa?
Daepyo-nim.
Daepyo-nim./ Si Kotor Gil?
Daepyo-nim./ Enyah!
Mahasiswa Fore Bagsa-nim ada di Korea?
Kondisimu tampaknya semakin parah.
Bertemu dengannya untuk konsultasi mungkin bisa membantu.
Apa yang kau maksud dengan "gangguan disosiatif"?
Kau bilang wanita itu selalu muncul di depan matamu.
Dia muncul sepanjang waktu...
..dan membuatmu tersiksa, kan?
Meskipun itu bukan bidangku, tapi itu kondisi dalam pengobatan oriental.
Lovesickness.
Itu terjadi ketika kau sangat cinta.
Omong-omong, kau sudah bertemu wanita itu?
Wanita yang katanya mengubah hidupmu itu.
Seseorang meninggalkan yoghurt di hari peringatan kematian ibuku setiap tahun.
Aku tak tahu siapa itu,
tapi sebotol kecil yogurt ini membuatku tenang.
Aku sadar dia memang sedikit gila,
tapi dia benar-benar tak bisa diprediksi akhir-akhir ini.
Tidak!/ Aku mendengar cinta membuat...
...semua orang menjadi gila.
Gi O Sol-ssi pergi ke alamat mana?
Kirimkan aku daftar hitam klien segera.
Berengsek.
Gil O Sol!
Daepyo-nim.
Belakangan ini tingkahmu aneh, kau sadar?
Gi O Sol-ssi, bisa berikan tanganmu? Aku ingin memeriksa sesuatu.
Dia bilang, ada satu orang yang bisa dia sentuh.
Gil O Sol orang itu?
Dia tertarik padaku?
Si Daepyo menyukaiku?
Jadi, dia mengungkapkan perasaannya? Apa dia mengajakmu keluar?
Dia tak mengatakan hal seperti itu.
Kau harus membuat segalanya menjadi jelas.
Jangan bodoh seperti ketika Lee Do Jin memanfaatkanmu.
Itu sebabnya kau harus mulai berkencan juga.
Tak ada yang berjalan sesuai keinginanmu.
Itu sebabnya aku tak berkencan.
Aku tak ingin menjadi bahan tertawaan sepertimu.
Yah, Daepyo-nim.
Tak adakah yang ingin kau katakan padaku?
Oleh karena itu...
Kemarin...
...tentang itu.
Kita harus membicarakannya.
Maaf,
tapi aku tak ingin membicarakannya.
Kita bicara lain kali.
Aku pergi duluan.
Tapi...
Bagaimana bisa kau selalu melakukan apa pun semaumu?
Terlepas dari suasana hati Daepyo-nim hari ini,
Setidaknya...
...katakan sepatah kata tentang ciuman kita tadi malam.
Apa yang ingin kau dengar dariku?
Kenapa?
Kau harap, aku memintamu menjadi pacarku?
Apa katamu?
Maaf, tapi aku tak tertarik untuk berkencan.
Saat ini, aku tak ingin berkencan dengan siapa pun.
Sudah puas dengan jawaban itu?
Aku pergi duluan.
[Episode 7: Saat Kita Saling Bersentuhan]
Jahat.
Dia membuatku bingung.
Bodoh.
Kenapa aku ingin membuatnya terkesan?
Aku bahkan mengenakan sepatu hak.
Astaga.
Benar-benar.
Ketika kullihat kau tadi pagi, aku tahu sepatu itu akan membuat kakimu terluka.
Apa itu? Apa yang kau beli?
Ambil.
Mau aku yang tempelkan?
Sepatu olahraga lebih cocok untukmu Daripada sepatu hak tinggi.
Bagaimanapun, lebih baik sekarang, kan?
Sedikit. Kupikir membantu,
tapi aku tak yakin./ Kenapa minum sendirian?
Apa terjadi sesuatu hari ini?
Tidak, tak ada yang terjadi. Aku hanya...
Aku penasaran karena ingin tahu saja.
Bisakah pria memegang tangan wanita bahkan menciumnya...
...meskipun wanita itu tak dia suka?
Katanya dia tak ingin berkencan.
Dia membuatku bingung tanpa alasan.
Lagi pula.
Aku melakukan hal yang sama. Ciuman itu.
Aku bahkan tak menyukainya.
Dan aku melakukannya duluan.
Apa ini benar-benar terjadi?
Kau baru saja menjawab pertanyaanmu sendiri?
Iya juga.
Aku menjawab pertanyaanku sendiri.
Oh ya.
Bagaimana kabarmu dengan cinta rahasiamu?
Sudah kau ungkapkan?
Seperti yang kau katakan,
...waktu...
...adalah hal yang rumit.
Sudahkah kukatakan bahwa aku mantan atlet di sekolah?
Aku pemain hurdle.
Kau tahu hurdle, kan? Berlari dan melompati rintangan.
Dalam hurdle, kecepatan dan waktu adalah kuncinya.
Tapi setiap kali kucoba untuk menemukan waktu yang sempurna,
tak pernah benar-benar berhasil.
Saat mencoba menghitung langkahku,
Aku tersandung dan jatuh.
Seharusnya kulompati saja ketika terasa benar,
tanpa banyak berpikir.
Jadi, maksud dari perkataanku,
jangan mencoba menghitung dan menimbang sesuatu.
Langsung saja katakan padanya bagaimana perasaanmu.
Ulur, tarik,
membuatnya bingung, dan akhirnya menyakiti orang itu.
Itu sangat mengerikan.
Kau mau?
Apa yang ingin kau dengar dariku?
Kenapa? Kau harap, aku memintamu menjadi pacarku?
Apa katamu?/ Maaf, aku tak tertarik untuk berkencan.
Saat ini, aku tak ingin berkencan dengan siapa pun.
Jam berapa rapat berikutnya?
Kita bisa pergi sesudah rapat ini.
O Sol.
Baru tiba di sini?
Ya, selamat pagi.
Semuanya sudah tiba.
O sole mio...
Selamat pagi, Daepyo-nim.
Kalau begitu, aku akan masuk duluan.
O Sol, kenapa kau pergi sendirian? Tunggu.
Daepyo-nim.
Aku cukup bingung hari itu, jadi aku lupa memberitahu sesuatu.
Apa?
Aku juga, tak tertarik berkencan saat ini.
Terutama dengan pria seperti Daepyo-nim.
Ya?
Ciuman itu ayo anggap impas.
Aku melakukannya sekali, Daepyo-nim juga sekali.
Kita berdua melakukannya, sudah, kan?
Dah.
Dibandingkan dengan pesaing kita, jumlah...
...pengguna aplikasi seluler kita sudah meningkat secara substansial.
Jumlah pengguna 6.000 pada tahun 2016,
tapi saat ini 10.000. Sudah terus meningkat,
sementara pesaing kita...
...tidak dapat mempertahankan pengguna aplikasinya./ Gusti!
Di dalam Analisis Demografis Pelanggan...
...yang berusia 30-an adalah mayoritasnya, 52 persen.
Di usia 40-an mencapai 40 persen,
remaja dan yang berusia 20 tahunan di gabungkan mencapai 12 persen.
Beraninya dia.
Hei!
Anu...
Oh, kemana dia?
Dia ada di sana, memberiku...
...ini.../ Daepyo-nim.
Maaf. Aku pasti salah lihat.
Silakan lanjutkan.
Baik, aku akan melanjutkan presentasi.
Pelanggan berusia 30-an sangat mudah beradaptasi dengan aplikasi seluler,
jadi mereka menggunakan aplikasi kita dengan sangat aktif sesuai dengan analisis kami.
Kita juga bisa melihat pasangan yang baru menikah...
...yang tak punya waktu untuk bersih-bersih banyak menggunakan aplikasi kita.
Ya, bagus, Gil O Sol. Itu bagus.
Katanya, pria tampan selalu memberi wanita waktu yang sulit.
Beri dia pelajaran kali ini.
Ya, makanya itu.
Pria jahat.
Dia menarik dan membuatku sangat bingung.
Dia menargetkan orang yang salah.
Hei, tapi bagaimana jika...
...hari itu adalah hari yang buruk baginya?
Dia terlihat kesal. Dia tampak sedikit berbeda.
Aku menyuruhnya keluar lewat chating.
Ya kau tahu lah. Mungkin saja ada...
...sesuatu yang tak bisa dia katakan karena kesal...
...tentang hal lain. Dia mungkin menyesal sekarang.
Apa menurutmu begitu?
Hei, apa yang kau bicarakan?
Lalu kenapa aku melakukan ini?
Tidak mungkin aku tertarik pada pria seperti si Daepyo.
Dia sangat tak pengertian.
Dia hanya mempedulikan egonya sendiri.
Sekarang begini, lalu begitu.
Wah, benar-benar.
Si Daepyo itu memang benar-benar beuresngek.
Itu terlalu buruk.
Yang ada di pikiranmu aku beuresngek.
Halo?
Kau masih di sana?
Apa ini? Dia menutup telepon?
Bagaimanapun, kukira dia sangat menyukainya.
Ketika dia jatuh cinta pada Do Jin selama tiga tahun, dia tak seperti ini.
Tapi sekarang dia berusaha keras.
Imut juga.
"Rochester Clinic".
"Psikiater termuda"?
Wah, tak bisa dipercaya.
Aku brengsek?
Omong kosong apa ini.
Bukankah aku cukup baik?
Aku kompeten, tinggi, stylis...
Penampilanku leh ugha.
Apa aku benar-benar tak menarik?
Baik... Kuakui, aku bisa sedikit tak bisa diprediksi.
Tapi aku tak pernah bertindak...
Daepyo-nim./ Ya?
Kompleks Dua?
Tentu saja! Aku bisa pergi ke sana.
Ya. Terima kasih.
Hei, Ajeossi.
Apa yang kau lakukan di sini?
Siapa?/ Aku bertanya apa yang kau lakukan di sini.
Mohon tunggu sebentar.
Halo. Layanan Pembersih Mobil yang Membawa Kebahagiaan.
Aku akan meneleponmu kembali.
Seperti yang kau lihat, aku sedang membersihkan mobil.
Itu,
kalau itu aku juga lihat.
Tapi ini daerah kita.
Siapa yang mengizinkanmu datang ke sini?
Apa maksudmu, "ini daerahmu"?
Siapa pun bisa datang ke sini dan bekerja.
Juga, ketika aku bertanya,
mereka bilang tak ada yang bekerja di daerah ini.
Itu sebabnya aku datang ke sini.
Kenapa tak ada?
Kami mulai di sini hari ini.
Baiklah.
Kau mungkin tak bisa membersihkan semua mobil di sini sendirian juga.
Sepertinya kita berdua bisa bekerja di sini.
Tak bisa kupercaya.
Kau tak dapat bekerja di sini. Ini wilayah kita sekarang.
Ajeossi sana pergi. Jangan membuat keributan.
Mengerti?
Apa ini?
Kenapa kau...
Aigoo./ Dasar sampah.
Mereka masih melakukan itu?
Apa mereka bekerja di sini?
Mereka muncul di sini dan berkelahi setiap waktu.
Mereka mencuri klien dari pembersih lain.
Tapi klien mulai mengeluh segera sesudah itu.
Aku tak tahan mereka.
Tak perlu khawatir.
Sejak kau datang ke sini,
banyak orang yang memintaku untuk memperkenalkannya kepadamu.
Mereka pikir kau bekerja sangat cepat dan teliti.
Aigoo.
Kurasa itu benar.
Tanganku...
...sebuah permata.
Gosok sana, gosok sini./ Gosok sana, gosok sini.
Semoga harimu menyenangkan./ Terima kasih.
Telepon aku saat kau pergi makan siang.
Baik.
Halo, Layanan Pembersih Mobil yang Membawa Kebahagiaan.
Kompleks Tiga?
Kenapa kau tak makan?
Aku meminta tambahan hati dan paru-paru.
Hati dan paru-paruku sakit sekarang.
Itu sebabnya aku tak bisa makan ini.
Kalau begitu makan ini.
Baik...
Kue ikan semuanya membengkak...
...sama seperti hatiku sesudah menangis terlalu lama.
Sangat menyedihkan. Wortel...
Kau lihat wortel yang mencuat keluar?
Itu mengingatkanku pada hatiku yang berdarah.
Ada apa denganmu?
Apa cinta itu masalah besar?
Jangan katakan itu...
Ini mungkin bukan masalah besar bagimu, tapi bagiku,
itu adalah mimpi terakhirku.
Sesudah aku berhenti berolahraga, yang bisa kulakukan adalah...
...mengikuti Eun Hee.
Sekarang aku tak bisa melakukan olahraga...
...maupun...
...memikirkan Eun Hee lagi.
Hyeong-nim.
Maaf.
Aku di sini untuk merayakan, tapi malah merengek.
Tidak masalah. Aku yang salah.
Jika kau tak terluka dan berhenti,
kau akan menjadi yang terbaik di perguruan tinggi sekarang.
Ngomong-ngomong, kau masuk ke Universitas Hanguk? Selamat.
O Sol pasti sangat bahagia.
Aku belum memberitahu keluargaku.
Aku membiarkanmu tahu sebelum orang lain.
Benarkah?
O Sol akan sangat bersemangat.
Haruskah aku memberitahunya nanti?
Kabar baik harus dibagi lebih awal.
Kenapa Hyeong-nim harus memberitahunya? Kau tahu di mana dia bekerja?
Tentu saja. Dia bersih-bersih tadi.
Tunggu sebentar.
Kabar baik harus dibagikan.
Sebentar. Aku membuat kesalahan.
Ini terlalu buruk.
Yang ada di pikiranmu aku brengsek.
Wah, benar-benar.
Kenapa dia harus ada di sana tepat pada saat itu?
Tidak.
Kenapa? Memang benar.
Ya.
Tak usah dipikirkan.
Aku seharusnya tak memikirkannya lagi.
Berhenti memikirkannya.
Hai, Gil O Sol!
Hei.
Yeong Sik, kau...
Mohon maaf Nunim. Silakan bunuh aku.
Lepaskan tanganku.
Hei! O Dol!
Kau membual tentang pekerjaan barumu.
Dan kau membersihkan gedung kantor?
Kau salah paham.
Aku biasanya tak membersihkan gedung perkantoran.
Hanya kadang-kadang.
Inikah yang kau inginkan dari berhenti bermain Hurdle?
Katamu akan melakukan yang terbaik untuk mencari pekerjaan. Lihat apa ini?
Bagaimana kelihatannya?/ Apa Ayah tahu?
Apa dia tahu apa yang kau lakukan?
Kau sudah memberitahu Ayah?
Apa aku gila? Tidak ada yang perlu dibanggakan.
Hei, O Dol.
Kenapa kau berkata begitu? Apa salahnya bersih-bersih?
Apa maksudmu? Lihat saja dirimu di cermin.
Wanita-wanita lain yang seumuran denganmu mengenakan rok dan sepatu hak tinggi...
...dan bekerja di gedung-gedung tinggi.
Apa yang Nuna lakukan di sini?
Siapa yang merancang seragam itu?
Warnanya terlalu mencolok.
Maksudmu Seon Kyeol?
Ya.
Dia banyak berubah sehingga aku sering terkejut.
Dokter itu bernama Daniel?
Sepertinya dia banyak membantu.
Menurutku,
dia lebih terpengaruh oleh karyawan bernama Gil O Sol.
Siapa?
Namanya Gil O Sol. Dia salah satu karyawan baru.
Sejak dia bergabung dengan perusahaan,
Daepyo-nim sudah berubah.
Sangat banyak berubah.
Gil O Sol?
Wah, tempat ini luar biasa.
Daging disini sangat enak. Ditambah sausnya.
Makan cepat. Sudah mulai gosong.
Aku akan melakukannya.
Tidak usah. Sana makan.
Hanya sebentar. Sebagai pekerjaan paruh waktu.
Sebentar itu sampai kapan?
Sampai aku menabung uang untuk mencari pekerjaan./ Itu bahkan bukan jumlah yang besar.
Tanya saja ayah untuk uang. Kenapa kau menderita seperti ini?
Keluarga kita tak miskin banget. Kenapa kau begitu menyedihkan?
Hei, kau terlalu kasar.
Kau tak tahu dengan baik.
Gaji di perusahaan kami besar, asuransi,
dan ini adalah perusahaan hebat yang dapat kami tangani untuk seluruh hidup kami.
Ayah saja yang harus menjadi satu-satunya orang yang bersih-bersih untuk mencari nafkah.
Kau tak harus melakukan hal yang sama.
Ayah dipecat dari pekerjaan.
Aku tak ingin mengkhawatirkanmu karena kau sibuk dengan olahragamu.
Ayah kehilangan pekerjaannya.
Aku mencoba mencari pekerjaan di sana-sini, tapi gagal.
Tak banyak orang yang melakukan sesuatu sesuai keinginannya.
Daripada tempat bekerja,
cara kerja-lah lebih penting.
Setidaknya itulah yang kurasakan.
Dan aku sangat bahagia sekarang.
Aku melakukan pekerjaan ini karena sangat suka.
Kau juga tahu.
Aku hanya melakukan hal-hal yang menyenangkan./ Pembohong.
Lalu kenapa kau menyerah menjadi seorang atlet?
Karena bosan.
Aku tak melakukan hal-hal membosankan.
Sudah kuberitahu juga.
Ngomong-ngomong, siapa bilang aku menyerah?
Aku tak pernah menyerah.
Aku hanya memilih jalan yang berbeda.
Ini adalah jalan yang kupilih,
kau tak perlu khawatir.
Fokus saja pada latihanmu.
Mengerti?
Cepat makan.
-=B
-=Ba
-=Ban
-=Bana
-=Banan
-=Banana
-=Banana_
-=Banana_n
-=Banana_nโ
-=Banana_nโm=-
-=Banana_nโm
-=Banana_nโ
-=Banana_n
-=Banana_
-=Banana
-=Banan
-=Bana
-=Ban
-=Ba
-=B
-=
Tunggu. Jangan bilang pada Ayah bahwa kau tahu.
Ayah, aku pulang./ Halo, putriku sudah pulang.
Bagaimana hari kalian?
Lihatlah, dia sangat lucu.
Kenapa kalian berdua pulang bersama?
Universitas sudah mengkonfirmasi merekrut O Dol,
jadi aku mentraktirnya makan daging untuk memberi selamat kepadanya.
Benarkah? Itu sangat bagus untuk didengar.
Universitas mana? Universitas Hanguk?
Kau berhasil masuk ke Universitas Hanguk?
Benar.
Dia benar-benar ingin pergi ke sana. Luar bisa, kan?
Aigoo, putraku!
Aku sangat bangga padamu, putraku. Kesini.
Kau melakukan pekerjaan yang hebat.
Bukankah aku sudah memberitahumu? Aku tahu kau akan berhasil!
Sebentar. Kita seharusnya tak hanya berdiri di sini.
Kita harus mengadakan pesta.
O Sol, sana ajak Choi. Ayo kita adakan pesta.
Ayo kita lihat apa yang ada di kulkas untuk pesta kita.
Pesta apaan.
Aku lelah, ingin istirahat.
Apa yang salah dengannya?
Kau bahkan tak tahu air shower dimatikan?
Bolehkah aku bertanya apa yang membuatmu...
...mengalami kepanikan seperti itu?
Ya.
Ada wanita yang menganggapku bodoh...
Orang yang kau katakan itu satu-satunya orang...
...yang bisa menyentuhmu?
Ya.
Karena dia,
Aku tak bisa memikirkan hal lain.
Kurasa orang itu...
...pasti sangat spesial untukmu.
Mungkinkah,
kau suka orang itu?
Mampu melindunginya?
Entah.
Aku belum memikirkannya secara mendalam.
Tapi kenapa kau menanyakan ini padaku?
Apa ini juga bagian dari terapiku?
Tidak.
Aku penasaran.
Aku ingin tahu orang macam apa...
...kau sebagai sesama pria,
...bukan sebagai pasien.
Sesudah menerima persetujuanmu,
Aku memperoleh catatan medis dari rumah sakit di AS.
Sepertinya mysophobiamu...
...berasal dari keluargamu.
Aku harus melihat lebih jauh ke dalamnya,
...tapi...
Aku percaya kita akan punya banyak hal untuk dibicarakan.
Rasa sukaku...
...cukup untuk melindunginya?
[6 Tahun Sejak Peristiwa Tragis Jungang-dong]
[Kompetisi Atletik SMP]
Hai teman-teman./ Kerja bagus hari ini.
[3 Panggilan Tidak Terjawab]
Halo? Ya.
Apa? Ibuku?
Ibu!
Ibu! Ibu!
Ibu!
[Kompetisi Atletik SMP]
Ini tak sepadan.
-=B
-=Ba
-=Ban
-=Bana
-=Banan
-=Banana
-=Banana_
-=Banana_n
-=Banana_nโ
-=Banana_nโm=-
-=Banana_nโm
-=Banana_nโ
-=Banana_n
-=Banana_
-=Banana
-=Banan
-=Bana
-=Ban
-=Ba
-=B
-=
[Aku tumbuh setiap hari.]
Astaga!
Siapa kau?
Kau orang yang kukenal?
Mungkin?
Wah, Daebak.
Apa hari ini hari istimewa?
Mau pergi ke suatu tempat?
Ada sesuatu yang harus diurus.
Dalam rangka apa? Sampai berdandan begini.
Mau mengakui persaaan pada cinta pertamamu.
Benarkan?
Tidak, bukan itu.
Ayolah, jangan berbohong.
Kenapa kau tak berdandan seperti ini sebelumnya?
Kau harus berani dan mengungkapkan perasaanmu, mengerti?
Kau pria yang baik, jangan khawatirkan apapun.
Hwaiting!
Hwaiting.
Aku harus pergi, sudah terlambat.
Hwaiting!
Pakaian membuat pria tampak berbeda.
Monggo duluan.
Tidak.
Gil O Sol-ssi duluan.
Baiklah kalau begitu.
Tunggu.
Kenapa? Ada sesuatu yang ingin dikatakan?
Yah, anu...
Jika yang kukatakan waktu itu...
...menyakiti perasaanmu, maafkan aku.
Apanya?
Tentang kau tak tertarik berkencan?
Kupikir kita sudah menyelesaikan semuanya.
Dan aku bilang kepadamu kita sudah impas.
Aku tak ingin berkencan, terutama seseorang sepertimu.
Ya, benar.
Kau bilang itu, tapi...
Gi O Sol-ssi.
Apa kau benar-benar berpikir...
...aku itu menjengkelkan?
Ya, kau menjengkelkan.
Orang yang bermain dengan perasaan orang lain...
...sangat menjengkelkan menurutku.
Jika tak ada lagi yang harus kau katakan, aku bisa pergi duluan, kan?
Kau disini.
Air shower sudah diperbaiki.
Oh baiklah.
Aku akan berada di kantor.
Silakan hubungi aku jika butuh sesuatu.
Kwon Biseo-nim.
Ya Daepyo-nim.
Ini...
...ini bukan tentangku. Ini kisah temanku.
Temanmu?
Ya, dia tinggal di Amerika.
Kwon Biseo-nim mungkin tak kenal. Dia tinggal di Minnesota.
Aku mengenalnya tahun lalu.
Oh ya.
Pokoknya, teman aku itu...
...hampir tak punya pengalaman berkencan.
Kau sudah menikah, dan juga wanita.
Kupikir kau akan tahu lebih banyak tentang bagaimana perasaan wanita.
Aku mengerti maksudmu, lanjutkan ceritanya.
Baik.
Lalu...
...suatu hari,
...temanku menyadari ada wanita...
...yang tak bisa lepas dari pikirannya.
Kau bercanda sekarang?/ Maafkan aku.
Ada apa denganmu?
Wanita?
Ayo jujur. Ini lebih baik daripada pekerjaan pembersihan.
Aku sangat menyukaimu.
O Sol.
Gil O Sol.
Kau baik-baik saja?
Luka itu. Pasti sakit.
Daepyo-nim, ini karyawan baru kita.
"Daepyo"?/ Mal Meori? -=Mal Meori= Kepala Kuda=-
Daepyo-nim!
Daepyo-nim.
Dia merasa hidup di dunia yang sangat berbeda dari dirinya.
Daepyo-nim, sekali lagi saja.
Tangkap aku jika bisa!
Dia pasti kehilangan akal sehatnya.
Tunggu.
Aku merasa mual.
Aku akan membunuhmu jika muntah!
Tidak. Tolong, jangan.
Maafkan aku. Biar kupinjang sekali saja.
Astaga, pinjam apa?
Dia tak paham,
dan dia pun tak ingin memahaminya.
Halo, Daepyo-nim.
Tidak.
Aku suka Daepyo-nim.
Pertemuan pertama kami bukanlah yang menyenangkan,
tapi sejak itu,
Aku selalu berpikir, dia adalah orang yang baik.
Gi O Sol-ssi!
Berengsek.
Daepyo-nim.
Gi O Sol-ssi.
Bisa berikan tanganmu?
Tanganku?
Aku hanya perlu memeriksa sesuatu.
Tapi pada titik tertentu,
dia mulai punya perasaan padanya.
Dia bertekad untuk mengkonfirmasi perasaannya padanya...
...dan bahkan menciumnya,
tapi dia tak punya keberanian untuk membawa dia ke langkah berikutnya.
Dia tak tahu apa yang harus dilakukan karena ini pertama kalinya baginya.
Itu mungkin karena dia belum pernah berkencan dengan siapa pun sebelumnya.
Kemudian, dia meminta maaf padanya,
...tapi perasaan wanita itu...
...sudah terluka.
Dan sekarang,
dia bahkan tak tahu harus berbuat apa.
Kenapa kau menatapku seperti itu?
Temanmu itu...
Dia sepertinya tak mudah dimengerti.
Maksudku, apa dia tak menonton drama TV?
Oh, kukira dia tak bisa menonton karena tinggal di Amerika.
Bagaimanapun, apa yang dia lakukan itu buruk.
Kenapa meminta maaf sesudah berciuman?
Tidak, permintaan maaf itu bukan tentang ciuman itu sendiri.
Situasi keseluruhan adalah...
Sama saja.
Kemudian...
...yang harus dia lakukan sekarang?
Dia harus mengungkapkan perasaannya padanya.
Mengungkapkan perasaan?
Halo.
Kudengar dosen hari ini adalah seseorang yang sangat terkenal.
Aku juga mendengar dia muda dan tampan.
Apa dia punya pacar?
Apa dia masih lajang karena sibuk belajar?
Siapa?
Aku? Aku sukarelawan.
Daniel ada di sini.
Permisi.
Dia sangat tampan.
Aku belum memberi kuliah seumur hidupku. Aku gugup.
Aku tak sabar untuk itu.
Kami merasa terhormat memilikimu di sini.
Terima kasih.
Yeong Sik, tolong isi ini dengan air.
Air? Air...
Oh, aku akan melakukannya.
Silakan lanjutkan.
Terima kasih.
Maaf, tapi aku tak tertarik untuk berkencan.
Saat ini, aku tak ingin berkencan dengan siapa pun.
Aku juga tak tertarik untuk berkencan.
Terutama dengan pria seperti Daepyo-nim.
Gi O Sol-ssi. Apa kau benar-benar berpikir...
...aku itu menjengkelkan?
Ya, menjengkelkan.
Orang yang bermain dengan perasaan orang lain...
...sangat menjengkelkan menurutku.
Halo, Kim Hwanja. -=Hwanja: Pasien=-
Halo./ Bagaimana perasaanmu hari ini?
Aku merasa lebih baik./ Kau menjadi lebih baik.
Halo.
Halo.
Kau bisa tetap duduk. Lanjtkan pekerjaanmu.
Kim Hwanja, kau harus berolahraga secara teratur.
Kemana dia? Temukan dia sekarang!
Aku sudah merawat Si Choi secara pribadi selama bertahun-tahun.
Kau mengunjungi seorang pasien di rumah?
Seonsaeng-nim!
Kau spesialis bidang apa?
Aku? Aku...
...seorang neuropsikiatrist, Baek Bagsa.
Dia disana! Cepat!
Dia tak di sini./ Tak ada?
Kita harus menemukannya.
Apa yang terjadi?
Seonsaeng-nim!
Halo.
Kita pernah bertemu sebelumnya.
Siapa?/ Yah...
Kau pernah mengunjungi pasienmu yang tinggal di atap...
...rumahku.
Jadi kau bekerja di sini?
Maafkan aku. Aku sedikit terburu-buru.
Seonsaeng-nim.
Aku minta maaf berkata begini,
tapi aku punya banyak pikiran belakangan ini.
Bisakah aku berbicara denganmu?
Bisakah kau menganalisaku?
Di sana!/ Maafkan aku. Lain waktu.
Kau baik-baik saja?
Menjauh.
Menjauh!
Kami akhirnya menemukan dia.
Baek Hwanja, jika kau mencuri pakaianku dan berpura-pura menjadi dokter lagi,
Aku akan melaporkan ke polisi. Kau mengerti?
Ini milikku!
Aku dokter, dan kau pasien.
Aku dokter, dan kalian semua pasien!
Tuh gini lagi.
Bawa dia.
Menjauh! Lepas!
Turunkan aku!
Aku Dr Baek!
Dr Baek!
I'll be back!
Selamatkan aku...
Dia seorang pasien,
bukan dokter?
Lalu bagaimana dengan Si Atap?
Apa hal yang paling penting bagi anak muda akhir-akhir ini?
Mendapatkan pekerjaan!/ Dapat nilai bagus!
Nilai!/ Pekerjaan!
Semua jawaban kalian benar.
Nilai memang penting.
Tapi jika kita meletakkannya dengan cara yang berbeda,
hal yang paling penting bagi kita adalah peluang.
Peluang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.
Seseorang mendefinisikan peluang seperti ini.
"Tunggu waktu atau kesempatan yang tepat untuk melakukan sesuatu."
Sederhananya,
peluang adalah momen yang kita tunggu-tunggu.
Tapi ketika momen itu akhirnya datang,
...kenapa kita sering...
...ragu?
Hai, Min Ju.
Gil O Sol, datang ke sekolahku sekarang.
Sesuatu yang tak bisa dipercaya terjadi di sini.
Kesini sekarang juga. Cepat!
Apa?
Itu karena kita takut gagal.
"Bagaimana jika aku ditolak?"
"Bagaimana kalau aku memperburuk keadaan?"
Menyerah, kita berkata pada diri kita sendiri,
"Kesempatan yang lebih baik akan datang."
Tapi peluang yang hilang akan tetap ada dalam ingatan kita...
...dan menghantui kita.
Pengakuan?/ Ya, sebuah pengakuan.
Sesudah ciuman, wanita itu pasti sudah menduga...
...sebuah pengakuan yang tulus.
Tapi bagaimana kalau ditolak?
Maksudku...
Apa yang akan terjadi sesudah pengakuan?
Tak ada jaminan keduanya dapat tetap bersama.
Jika dia menceritakan perasaannya,
bukankah itu membuatnya tak bertanggung jawab?
Tentu saja, tak ada jaminan.
Hati orang tak selalu...
...dapat diprediksi.
Lalu, kenapa?
Tapi bukankah yang paling penting...
...bagaimana perasaannya saat ini?
Selama perasaannya benar pada saat ini,
aku tak berpikir dia harus khawatir tentang...
...apa yang akan terjadi di masa depan.
Daepyo-nim./ Hai.
Kau tak pulang?/ Yah...
Kau akan pulang?
Yang lain sudah pergi?
Ya. Kenapa? Kau mencari seseorang?
Tidak.
Apa Gil O Sol-ssi pergi juga?/ Ya.
Dia pergi sesudah berbicara dengan temannya di telepon.
Oh, baik.
Terima kasih untuk hari ini.
Temannya di Universitas Myungwon.
O Sol bilang dia akan menemuinya di sana.
Mungkin kau ingin tahu.
Sampai jumpa.
Baik. Sampai jumpa.
Universitas Myungwon?
-=Semangat drun!!!=-
Kenapa lama sekali?
Hei, Min Ju.
Hei, kenapa lama sekali? Cepat.
Kenapa? Apa yang terjadi?
Kau akan sangat terkejut melihat siapa yang ada di sana.
Apa? Apa maksudmu?
Tempat apa ini?/ Ikut saja denganku.
Dalam mitologi Yunani, Caerus, putra Zeus,
adalah personifikasi peluang,
Rambut tebal di bagian depan kepalanya...
...membuatnya lebih mudah bagi orang yang menemukan dia untuk menangkapnya.
Tapi bagian belakang kepalanya yang botak,
...membuatnya mustahil untuk menangkapnya...
...begitu dia lewat.
Hei/ Sebentar.
Lepaskan aku dulu.
Juga, sayap di tubuhnya.../ Apa yang terjadi?
...membantunya menghilang dari pandangan dengan cepat.
Si Atap.../ Benar?
Itu dia, kan?
Pria yang tinggal di atapmu si pengangguran, kan?
Sesuatu yang tak bisa diraih sesudah lewat.
Orang-orang Yunani menyebut ini sebagai "peluang".
Juga,
istilah lain untuk peluang adalah "waktu".
Seorang teman yang kukenal berkata padaku.
"Waktu adalah..."
"Sesuatu yang akan sulit untuk dikendalikan."
"Jadi jangan terlalu memikirkannya..."
"...dan bertindak ketika kau pikir itu waktu yang tepat."
Mungkin kesempatan itu sangat sulit kita raih...
...atau sebenarnya mungkin tepat di depan kita...
...saat ini.
Angkat.
Tak bisa dipercaya.
Sudah kuduga. Dia terlalu tampan untuk seorang pecundang.
Tapi dia seorang dokter?
Di atas itu, dia dari Rochester Clinic.
[Daepyo-nim]
Ya Tuhan.
Hei, daripada tak melakukan apa-apa,
Ayo sapa dia. Aku ingin berbicara dengannya.
Aku tak percaya ini. Aku sangat beruntung.
Kau tak menjawabnya?
Apa?
[Daepyo-nim]
Halo?
Gi O Sol-ssi, dimana kau sekarang?
Ada yang harus kubantu?
Tidak, bukan itu.
Aku hanya ingin mengatakan sesuatu.
Apa yang ingin kau katakan kali ini?
Yah, ini...
Gi O Sol-ssi, tetap di sana. Jangan kemana-mana.
Ada apa dengan dia?
Dia bahkan tak tahu keberadaanku.
Terima kasih./ Terima kasih.
Jangan pergi sekarang.
Tolong tetap disini sebentar lagi.
Jangan pergi seperti ini.
Ambil foto bersama kami.
Tolong jangan pergi dulu.
Hei. Orang rumah atap keluar.
Kami akan masuk ke dalam untuk menyapa.
Aku khawatir kau sudah pergi.
Oh ya.
Si Atap...
Maksudku...
Seonsaeng-nim...
Terkejut, kan?
Tapi...
...aku juga tak berharap melihatmu di sini.
Ya.
Sedikit...
Tidak, sangat terkejut.
Apa ini yang kau maksud rencanamu tadi?
Bukannya mengungkapkan perasaan?
Ya.
Tapi aku berpikir untuk mengakui cintaku juga.
Jika aku melewatkan kesempatan ini,
mungkin akan menyesalinya lagi.
Itu kau, O Sol.
Orang...
...yang ingin kulindungi.
-=B
-=Ba
-=Ban
-=Bana
-=Banan
-=Banana
-=Banana_
-=Banana_n
-=Banana_nโ
-=Banana_nโm=-
-=Banana_nโm
-=Banana_nโ
-=Banana_n
-=Banana_
-=Banana
-=Banan
-=Bana
-=Ban
-=Ba
-=B
-=
[Epilog]
Memalukan!
Memalukan!
Apa yang kau lakukan? Ini sangat kotor.
Astaga.
Kau kembali hidup.
Aku menyelamatkanmu. Aku menyelamatkan hidupmu!
Aku menyelamatkanmu!
Kerja bagus!
Terimakasih sudah menggunakan subtitle Banana_nโm... Follow Instagram: @banana_nim
[Clean with Passion for Now !!]
Kau bahkan tak mengenalku dengan baik. Kenapa ingin melindungiku?
Bisakah kita bertemu sekarang?
Kupikir aku sudah tahu di mana kau tinggal.
Sekretaris harian?
Gil O Sol-ssi./ Aku...
...sekretaris harian untuk hari ini, bukan Kwon Biseo-nim.
Keluar dari pekerjaanmu.
Hentikan sekarang juga!
Apa ini alasannya...
Aku akan melalui banyak hal untuk bekerja di perusahaan ini?
Bagaimana menurutmu, Hwejang-nim?
Baik. Ayo cepat.
Tak ada yang bisa masuk ke sini sekarang. Jangan khawatir.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.