All language subtitles for Clean.With.Passion.For.Now.E03

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

-= Clean with Passion for Now!! | Subtitles by VIU =- Diterjemahkan Oleh: Banana_nโœŽm | IG: @banana_nim

Orientasi karyawan baru dijadwalkan sore ini.

Kau akan mengurus Training seperti sebelumnya?

Siapa yang memilih karyawan baru tahun ini?

Aku memberitahu Tim SDM dan aku bertanggung jawab atas perekrutan.

Kenapa? Ada orang yang tak kau suka?

Tidak, bukan apa-apa.

Ada wanita bernama Gil O Sol di antara rekrutan baru kita.

Entah kau ingat atau tidak.

Dia memamerkan beberapa bakat luar biasa selama tes kebugaran tahun ini.

Ternyata, dialah yang menemukan robot vakummu...

...dan mengembalikannya padamu waktu itu.

Aneh sekali takdir kalian dipertemukan lagi seperti ini.

Secara pribadi, aku sangat menantikan bekerja dengannya.

Begitu ya?

Aku juga menantikannya.

Benarkan?/ Kau memilih dengan sangat hati-hati, kan?

Tentu saja./ Kau melakukan tes kepribadian?

Tentu saja.

Aku tak sabar untuk itu.

Ya ampun!

Tolong bantu aku!

Minggir!

O Sol, kau harus menghentikannya.

Awas!

Nunim, aku akan membantumu!

Minggir! Bagaimana ini?

Nunim!

Kau baik-baik saja?

Daepyo-nim.

Peralatan kebersihan...

Menggunakan peralatan kebersihan dilakukan...

...setelah mendapatkan instruksi. Mengerti?

Aku mohon maaf.

Katanya, aku harus berlatih memakai ini...

Aku minta maaf.

Daepyo-nim.

[2018 Orientasi untuk Pegawai Baru Cheongso Yojeong]

Selamat sore.

Aku Jang Seon Kyeol Daepyo, dan aku akan bertanggung jawab atas Training kalian.

Sebelum memulai pekerjaan,

akan kuberi penjelasan singkat peraturan kami...

...dan proses bekerja di perusahaan ini.

Dengarkan baik-baik...

...dan mulailah bekerja...

...tanpa membuat kesalahan.

Pertama, aku ingin bertanya.

Apa arti kebersihan bagi kalian?

Landasan dasar Cheongso Yojeong...

...ada pada pertanyaan ini.

[Episode 3: Dimulai dengan Ciuman!]

Memang. Ceker ayam pedas paling mantap.

Imo, bisa pesan satu lagi?

Hei, katakan padaku lagi.

Jadi maksudmu pria 3.500.000 won itu...

...CEO dari Cheongso Yojeong?

Tempat kerja barumu?

Ya.

Dilihat penampilan dan sikapnya,

aku tahu dia bukan orang miskin.

Tapi bagaimana bisa bertemu lagi seperti ini?

Hei.

Sudah jangan diisap terus. Jorok.

Tapi ini warbyasah.

Bagaimana hari pertamamu bekerja? Bukankah perusahaannya luar biasa?

Wah, CEO-mu juga terlihat sangat tampan.

Aku iri.

Tampan jidatmu.

Hei. Dia sakit mental dan terobsesi dengan kebersihan.

Apa? Sakit mental?

Hei. Bagaimana bisa begitu kejam kepada ceomu?

Kau sangat jahat.

Oh. Aku jahat?

Begini ya!

Aku belum pernah melihat orang seperti dia sepanjang hidupku.

Aku tak tahu kapan rambutnya dicuci...

Rambutku? Bukan masalah besar jika tak mencucinya satu dua hari.

Dibandingkan rambutku,

Dia mencuci tangannya lusinan kali sehari. Bukankah dia lebih aneh?

Sudah mirip seperti sedang melakukan semacam ritual.

Bagaimana bisa dia membersihkan tangannya setiap waktu?

Bukan itu saja,

kupikir dia takut kuman.

Dia selalu meletakkan sapu tangan sebelum dia duduk.

Bagaimana bisa dia duduk sembarangan di dunia yang penuh kuman ini?

Bukankah kau tahu itu juga?

Apa ada semacam lubang di dagunya?

Kenapa dia menumpahkan semua yang dia makan ataupun minum?

Dan kenapa dia menggosok dengan sepatunya?

Entah sepetunya bersih atau tidak.

Dia benar-benar menatapku seperti binatang...

...seolah-olah dia tak pernah menumpahkan apapun sepanjang hidupnya!

Sungguh, dari sudut pandangku, ini tak bisa dimengerti.

Terus, kau masih berpikir aku jahat?

Hei. Dia keterlaluan.

Pikirnya, dialah orang terbersih di dunia ini.

Dia sangat aneh.

Aku belum pernah melihat orang seperti itu.

Apa?

Berapa banyak dia akan memarahiku mulai sekarang?

Bagaimana bisa aku bekerja di perusahaannya?

Apa? Apa lihat-lihat?

Kau kecil...

Jang Daepyo-nim./ Tunggu.

Jang Daepyo-nim./ Sini tonjok, sini.

Sini kau.

Apa katamu?/ Mau mati?

Apa itu senjata? Kau memegang senjata.

Kau mau mati?/ Ini percobaan pembunuhan.

Akan kupanggil polisi.

Mau dipukul sama ceker ayam?

Tenang./ Sini kau.

Duduk. Berhenti menyebabkan keributan.

Benar-benar...

Apa lihat-lihat?/ Berhenti menatapku.

Tak lihat, kau terlalu pendek.

Aku harus tenang.

[Gil O Sol]

Ya!

Kabar sudah menyebar sejauh itu?

Putriku, O Sol, berhasil mendapatkan pekerjaan.

Oh, apa aku memberitahumu?

Jangan khawatir, aku pasti akan mentraktirmu.

Aku akan mengajakmu makan malam nanti.

Baiklah, bicara sebentar lagi.

Aigoo, benar-benar.

Maksudku, kau mendapatkan pekerjaan bukan masalah besar.

Kenapa orang-orang menelpon pagi-pagi begini?

Makan yang banyak.

O Sol, perusahaan apa lagi itu?

Apa? Itu hanya perusahaan biasa.

Oh ya. Yeong Sik bilang, dia mendapat pekerjaan juga.

Apa nama perusahaan itu? Apa Cheongso Yojeong?

Dia bilang itu perusahaan pembersih.

Perusahaan pembersih?/ Ya.

Dia muda. Kenapa dia mendapat pekerjaan di perusahaan seperti itu?

Orang tuanya pasti khawatir.

Aih, apa salahnya bekerja di perusahaan pembersih?

Kau berada di bidang yang sama. Jangan begitu.

Aku hanya mengatakan karena aku sudah melakukannya.

Di musim panas, kau harus bertahan dengan panas yang menyengat.

Dan di musim dingin, kau pantatmu membeku.

Kau harus bergumul dengan sampah setiap hari, dan itu tak mudah sama sekali.

Kudengar, perusahaan membayar dengan baik, dan banyak anak muda bekerja di sana.

Haruskah aku mengambil pekerjaan paruh waktu di sana juga?

Berhenti melantur disaat makan begini.

Bahkan meskipun perusahaannya kecil,

kau harus mendapatkan pekerjaan kantoran seperti yang dilakukan O Sol agar tak kesusahan.

Kau tak mengerti.

Aku benar-benar tak dapat melihat anak-anakku bekerja di tempat seperti itu.

Ya, ini hanya sementara. Hanya untuk sementara waktu.

Hari itu, kau meninggalkan nomor teleponmu dan pergi.

Siapa yang tahu kita akan bertemu lagi di sini? Ini...

...pasti takdir.

Takdir, apaan.

Seonbae-nim lebih berpengalaman daripada kami.

Ada banyak hal untuk dipelajari,

jadi tolong bantu kami.

Hei, kau punya semacam penyakit tuli?/ Hei

Beri salam.

Tolong bantu kami.

Semua orang bilang, kita memberikan presentasi yang paling mengesankan.

Aku mendengar feedbacknya luar biasa.

Sepertinya kita bisa mendapatkan kontrak skala besar ini.

Kau akan punya banyak pembaruan untuk para pemegang saham.

Kerja bagus, Daepyo-nim.

Yah, itu sudah seharusnya. Ini bukan apa-apa.

Aku pasti bisa!

Yeong Sik, semangat! Kau bisa melakukannya! Go!

Duh gusti, gimana ini.

Pasti bisa! Aku pasti bisa menyingkirkan ini!

Aku berhasil! Hampir selesai!

Aku melakukannya!

Astaga, jangan kesini!

Jangan mendekatiku. Jangan... Astaga.

Sangat berisik!

Yeong Sik, kau akan terus membuat suara aneh?

Bisakah mulutmu diam?/ Maaf, Nunim.

Aku tak ingin seperti ini, tapi disini benar-benar penuh.

Aku bisa melompati ini. Ayo, Yeong Sik.

Aku bisa melompati ini. Ayo.

Hei, tak bisa begini. Jangan bersihkan kamar kecil.

Pergi ke kantor di sana lalu bersihkan lantai. Berikan itu padaku.

Tidak, Nunim. Aku tak bisa melakukan itu.

Aku tak bisa meninggalkanmu sendirian di medan perang ini.

Suara aneh itu lagi.

Jangan mengoceh, sana pergi.

Makanan apa yang dimakan orang-orang ini? Ada banyak kotoran...

...di setiap toilet. Sampai mampet begini.

Aku akan mencari tahu apa yang terjadi./ Wah, tak perlu.

Aku mendengar septic tank rusak.

Sudah kuduga.

Hwang Jae Min, brengsek...

Hei.

Kubunuh kau jika menimbulkan masalah.

Astaga, kenapa aku tak bisa sadar?

Wah, sungguh!

Apa yang orang-orang ini makan?

Apa mereka buang kotoran sepanjang hari?

Mereka harus menyelesaikannya sekarang.

Ini hari pertama mereka. Aku harap semuanya berjalan dengan baik.

Kenapa?

Suara apa itu?

Apa... Suara apa?

Yah, itu terdengar seperti jeritan...

...atau lolongan binatang liar. Sesuatu seperti itu.

Tidak mungkin. Aku yakin kau salah dengar.

Benarkah?

Tidak mungkin ada hewan liar di gedung ini.

Baik, akan berhasil kali ini.

Baiklah, yang ini agak lumayan.

Bagus! Terimakasih gusti!

Terima kasih. Terima kasih.

Untunglah.

Aku penasaran kenapa ada tes kebugaran.

Ini adalah hari pertamaku, dan pekerjaan ini secara fisik sangat berat.

Ini idemu?/ Daebak!

Ini sangat keren.

Itu sangat mengesankan.

Lumayan./ Benarkah?

Ada yang lain? Tunjukkan pada kami./ Ide lain?

Dan...

...O Sol.

Minum kopi./ Terima kasih.

Permisi. Bisa singkirkan ini, Ajumeoni?

Tentu.

Sini.

Baru saja dia memanggilku "Ajumeoni"?

Pikirnya semua staf pembersih sudah tua?

Kau baik-baik saja?

Kenapa diam saja? Bersihkan ini.

Ya?

Benar.

Baik.

Di sepatuku ada kopi.

Yah, Ajumma. Punya tisu basah, kan?

Ini.

Yah, jangan panggil aku "Ajumma".

Sudah jelas usia kita sama.

Ya ampun, menyebalkan sekali.

Aku memakai ini untuk pertama kalinya.

Masih ada kopi yang tersisa di sini. Bersihkan semuanya.

Baik.

Disini juga./ Oh, ini juga.

Omo, lagi apa kau sekarang? Sungguh.

Aku tak bisa bersih-bersih. karena kau berdiri di sana. Minggir, ya?

Ini akan kotor, Ajumma./ Apa?

"Ajumma"? Kau baru saja memanggilku "Ajumma"?

Tentu saja, siapa lagi yang ada di sini sekarang?

Beraninya kau memanggilku "Ajumma"?

Aku heran. Aku jelas tak terlihat setua itu.

Omo, kau tak setua itu?

Kupikir kau layak mendapat panggilan itu juga karena kau terus memanggilku "Ajumma".

Ini konyol.

Harga dirimu terlalu besar hanya untuk staf pembersih.

Apa yang baru saja kau katakan?

"Hanya staf pembersih"?

Young Eun-ssi./ Timjang-nim.

Apa yang kau lakukan di sini?

Nah, Ajumma itu...

Maksudku, aku menumpahkan kopi di lantai.

Aku meminta wanita itu untuk membersihkannya...

...dan dia tiba-tiba memarahiku.

Kapan aku.../ Bilang saja tidak jika tak mau.

Sebaliknya, dia terus memukul sepatuku...

...dengan kain kotornya dan menyuruhku minggir.

Apa kau dari perusahaan pembersih?/ Ya.

Bukankah manajermu bilang kepadamu bahwa kau tak boleh...

...membuat karyawan kami tidak nyaman?/ Maaf?

Bagaimana mereka melatih karyawannya?

Kenapa kau membuat keributan di tempat kerja kita?

Haruskah aku memanggil orang yang bertanggung jawab... Tidak.

Haruskah aku memberi tahu CEO dari perusahaanmu...

...untuk mendisiplinkan karyawannya agar lebih baik?/ Yah...

Mohon maaf.

Aku tak yakin apa yang harus dilakukan karena ini adalah hari pertamaku.

Aku akan berhati-hati mulai sekarang.

Sampai jumpa lagi./ Baik.

Kau dengar itu, kan?

Bersihkan kopi di lantai dulu.

Dan tolong buang cangkir kertas itu.

Ini juga.

Ajumma.

Setiap orang harus membersihkan diri mereka sendiri.

Ajumma, mau kemana?

Bersihkan sebelum pergi./ Siapa?

Aku?

Tak ada orang lain di sini yang lebih pantas disebut "Ajumma".

Omo, terkejut aku.

Apa maksudmu?

Aku jelas tak setua itu.

Lee Young Eun-ssi./ Ya?

"Perlakukan orang lain sebagaimana kau ingin diperlakukan."

Kau tahu itu kan?

Gimana ini. Sayangnya,

area ini tak termasuk dalam kontrak.

Kami dapat melakukan ini secara gratis,

...tapi kau harus mengurus sisanya...

...sendiri.

Yang rapi.

Gil O Sol-ssi.

kau tak perlu melakukan lebih banyak pekerjaan hanya karena ini hari pertamamu.

Juga, ketika kau berpikir itu tak adil,

kau tak perlu meminta maaf.

Kau mengerti?

Kita menyediakan layanan pembersihan.

Tapi, bukan berarti kita harus merendahkan diri.

Ingat itu.

Hari yang buruk. Aku tak percaya ini.

Permisi, Ajumma.

Dengar itu, kan?

Nih. Aku akan membiarkanmu meminjam kain ini satu kali ini.

Sesudah selesai, kembalikan ke ruang persediaan.

Ajumma, mengerti kan?

Aku izin bhabhay.

Permisi.

Hei!

Bersihkan itu.

Beraninya kau...

Ajumma, kau tak akan...

Hei!

[Kebahagiaan, ambisi]

Apa itu?

Bakteri tester.

[Ukur]

[Ukur]

[Value: 0]

Okey.

Terima kasih untuk hari ini!/ Terima kasih untuk hari ini!

Ayo kita ambil barang-barang kita.

Wah, luar biasa.

Seperti sedang menonton CSI.

Iya juga. Mereka bahkan punya koper James Bond.

Kepala, bahu, lutut, kaki-ku...

Seluruh tubuhku sakit.

Aku tak melakukan banyak pekerjaan fisik dalam beberapa waktu.

Otot-otot tegang begini.

Astaga.

Kau harus menarik ini dengan cepat untuk meminimalkan rasa sakit.

Ada apa denganmu?

Wah, rambutku.

Kau tak perlu berterima kasih kepadaku.

Kita tetangga.

Apa yang kau lakukan di sini sendirian?

Kenapa kau tak meminta ayahmu atau O Dol untuk membantu?

Jangan pernah beritahu ayahku...

...kau melihatku di sini.

Jangan beri tahu O Dol juga.

Kenapa? Apa kau melakukan sesuatu yang buruk?

Aku tak sepertimu./ Aku?

Memangnya aku kenapa?/ Lupakan.

Aku bahkan tak bisa menjaga diriku sendiri.

Aku tak dalam posisi untuk memberikan saran kepada siapa pun.

Sini, biar kubantu.

Lupakan.

Aku akan melakukannya./ Aku tak butuh bantuanmu.

Kau berpura-pura tangguh,

tapi sebenarnya kau lemah.

Apa?

Apa yang kau ketahui tentangku?

Kau mungkin tak tahu tentangku,

tapi begitu aku melihat seseorang,

aku bisa melihat orang tentang...

...apa yang dikekhawatirkan dan dipikirannya.

Hanya dengan menatapnya.

Begitu ya?

Apa kau semacam peramal?

Tidak. Tunggu.

Kau benar-benar semacam peramal?

Kau kenal peramal di persimpangan juga.

Itu pasti benar.

Jadi aku ini bagaimana?

Apa aku akan mendapatkan pacar tahun ini?

Bagaimana dengan pekerjaan?

Nasib peramal tak bisa memprediksi masa depan.

Yang bisa mereka lakukan hanyalah menebak berdasarkan masa lalu seseorang.

Sudah kuduga.

Kau benar-benar peramal nasib.

Maka tebaklah setidaknya.

Lagian, kita ini tetangga.

Aku biasanya tak menceritakan hal ini kepada siapa pun.

Aku melihat orang yang berkedudukan tinggi di timur laut.

Dia lumayan tinggi.

Wajahnya terlihat...

...cukup tampan juga.

Di timur laut?

Bintang-bintang... Arah mana itu?

Yang...

Gunakan aplikasi./ Benar.

Timur laut?

Astaga.

Aku terlambat!

Benar-benar, bagaimana ini?

Sakit.

Ya ampun.

Hei!

Minggir.

Astaga.

Itu rambut, mau dibagaimanakan? Bukankah seharusnya di keramas?

Rambut?

Hei, cukup kan?

Ayah, berikan aku sarapan!

Aku pergi./ Ambil handuk itu dari lehermu!

Ajussi!

Ajussi! Berhenti!

Tunggu! Ajussi!

Tunggu!

Ketinggalan. Bagaimana ini?

Tingkat debu halus di Seoul sangat rendah pagi ini.

Langit cerah setelah sekian lama.

Kenapa Anad tak pergi keluar...

...dan menikmati beberapa kegiatan di luar hari ini?

Bagaimana ini?

Daepyo-nim!

Daepyo-nim.

Daepyo-nim.

Kau akan ke kantor, kan? Untung saja.

Boleh numpang?

Biarkan aku membuka pintu.

Sepertinya terkunci.

Itu tak akan terbuka.

Daepyo-nim.

Daepyo-nim./ Aku tak boleh membiarkannya masuk ke mobilku.

Daepyo-nim!

Daepyo-nim!

Daepyo-nim! Daepyo!

Hei!

Astaga.

Wah, benar-benar.

Jam berapa sekarang? Ya ampun.

Taksi!

Dia mengoleskan sesuatu ke seluruh mobilku.

Lagi apa sepagi ini?

Astaga.

Kenapa?

Apa ada sesuatu di wajahku?

Tidak, aku hanya penasaran akan sesuatu.

Apa wanita memakai riasan pada rambut mereka?

Maaf?/ Aku yakin itu bukan ketombe,

...tapi ada bubuk putih di rambutnya...

...dan minyak wijen dari gimbap masih menempel di bibirnya.

Juga, apa lagi musim memakai handuk dileher...

...seperti syal?

Aku tak tahu apa yang kau bicarakan.

Aku akan mengambilnya.

Tak apa-apa.

Apa tadi?

Selamat pagi./ Kau di sini, O Sol.

Aku tak terlambat, kan?

Handuk itu.

Itu karena aku berolahraga pagi ini.

Tidak. Masuklah. Kau tak terlambat.

Terima kasih. Sampai jumpa.

Hei, jika kau menabrakku seperti itu di pagi hari,

aku akan lari juga.

Penampilanmu di pagi hari sungguh jauh dari kata normal.

Hei. Bahkan jika itu benar,

alangkah baiknya saling menolong ketika kita bisa.

Apa karena dia CEO dan aku hanya seorang karyawan?

Astaga, karakternya benar-benar buruk.

Pertimbangkan karaktermu sendiri sebelum menilai orang lain.

Bukankah hari ini kumpul-kumpul pertama perusahaanmu?

Sebaiknya, perhatikan takaran minummu, mengerti?

Tentu saja. Aku akan perhatikan.

Ngomong-ngomong,

apa si brengsek Lee Do Jin pernah menghubungimu?

Apa? Lee Do Jin?

Pagi ini suasana hatiku sudah buruk.

Kenapa kau menyebut nama itu?

Aku bertemu dengan beberapa temanku tadi malam.

Sepertinya si brengsek itu putus dengan pacarnya.

Kudengar dia terus menyebutmu...

...dan bilang dia membuat kesalahan besar...

...supaya semua orang bisa mendengar.

Dia sedang menyesal sekarang.

Bajingan itu sangat licik. Dia mencoba mendapatkanmu lagi.

Pikirnya, dia bisa mendapatkan gadis yang dia inginkan.

Kau lebih baik tak menjawab telepon jika dia menelepon.

Mengerti?/ Hei, kau pikir aku gila?

Baik. Mungkin seharusnya tak menyebutkannya, karena kau baik-baik saja sekarang.

Dimana kau?

Terlalu berisik.

Di mana lagi memangnya? Aku di sini untuk menonton pertandingan O Dol.

Pertandingan O Dol?

Hei. Bagaimana bisa kau menyebut dirimu kakak perempuannya?

Hari ini babak penyisihan...

...dari kompetisi taekwondo saudaramu.

Terima kasih, Min Ju. Kau yang terbaik.

Hei. Sekarang giliran O Dol. Sudah dulu ya.

[Ayo, Gil O Dol!]

Ayo!

Apa kabar?

Jika ada waktu, apa kau ingin bertemu?

Aku ingin meminta maaf atas waktu itu.

Hajar dia!

Gil O Dol! Gil O Dol!

Gil O Dol!

Sudut merah menang!

Aku mencintaimu, Gil O Dol!

Aku sangat bangga padamu!

[Pesta Penyambutan Pegawai Baru Cheongso Yojeong]

Di sini lagi? Aku sangat muak dengan tempat ini.

Tak bisakah kita pergi ke restoran barbekyu?

Tempat ini sangat bagus dan rapi.

Iya juga.

Benar-benar rapi, kan? Kenapa aku tak terkejut?

CEO kita tak peduli dengan selera karyawan barunya...

...dan memilih tempat yang rapi...

...tanpa bertanya apapun.

Halo, kakap kecil yang lucu.

Kau sangat berkilau dan halus, kau pasti dari lautan yang jauh.

Abalon dan jeroanpun ada.

Lihatlah kombinasi yang penuh warna ini. Cantiknya.

Apa itu? Terlihat sangat rapi dan teratur...

Itu Daepyo-nim.../ Dia di sini.

Halo, Daepyo-nim.

Halo./ Ayo duduk

Duduk./ Baik.

Gil O Sol-ssi.

Aku kidal, jadi mungkin tak nyaman bagi kita berdua,

kenapa kau tak duduk di tempat lain?

Apa?

Baik, tentu.

Gil O Sol-ssi.

Kakiku agak panjang dan lutut kita mungkin bersentuhan.

Bagaimana kalau mencari kursi lain?

Bagaimana dengan...

..kursi di sana?

Baik.

Permisi.

Biarkan aku menuangkan minuman untukmu.

Apa kau mengisi gelasmu?

Nikmati makanannya malam ini...

...dan aku harap kau melakukan yang terbaik di Cheongso Yojeong mulai sekarang.

Cheongso Yojeong, hwaiting!

Bersulang!/ Bersulang!

Permisi,

ada apa dengan Daepyo-nim?

Aku tahu dia orang yang rapi, tapi bukankah itu terlalu berlebihan?

Abaikan. Tak ada yang bisa mengubahnya.

Menurutmu, kenapa dia mendirikan perusahaan pembersih?

Pasti melelahkan berada di sekitar seseorang yang begitu obsesif dengan kebersihan.

Seonbae-nim semuanya, aku punya sesuatu untuk dikatakan.

Karena kita akan bekerja sama mulai sekarang,

kenapa kita tak minum dan mari berteman?

Bolehkah?/ Bagus, kan?

Yeong Sik, apa yang kau lakukan? Tuangkan minuman seniormu.

Baik./ Lakukan.

Ini, minum.

Lupakan.

Tuangkan aku minum.

Tuangkan minuman untuk Hyeong-nim.

Ini.

Dasar brengsek sombong.

Aku akan menuangkan./ Terima kasih.

Jangan lupa minum sekaligus. Hwaiting!

Hwaiting!

O Sol tampak cepat akrab dengan anggota kita.

Aku memilih karakter yang hebat, kan?

Coba ini. Sangat lezat.

Bagaimana dengan ini?

Ini enak./ Pelan-pelan.

Rasanya warbyasah.

Bersulang!/ Bersulang!

Ini sangat lezat.

Terima kasih.

Ayo lanjut putaran kedua.

Ayo pergi!

Ayo pergi!/ Tenanglah!

Ya?

Ye Joon?

Baik, aku akan pergi ke rumah sakit segera. Baik.

Kau terlihat seperti seorang pecandu alkohol...

...tapi bagaimana bisa mabuk begini hanya dengan setengah botol soju?

Kau terlalu mabuk. Kau bisa pulang?

Maafkan aku.

Sesuatu yang mendesak muncul di rumah, aku harus pergi.

Jangan khawatir, kami akan mengurus semuanya di sini.

Terima kasih.

Katakan pada Daepyo-nim, aku pergi ketika dia keluar.

Baik./ Tolong ya.

Apa yang kau lakukan?

Lakukan sesuatu. Dia kuat seperti lembu.

Jangan pergi./ Lepaskan aku!

[Do Jin]

Seharusnya kau memperlakukanku dengan baik ketika kau punya kesempatan, bodoh.

Kau kehilangan kesempatanmu!

Bodoh. Sudah terlambat sekarang.

Sudah kubilang. Kau kehilangan kesempatanmu!

Aku muak dengan hal yang sama, setiap tahun.

Ya Tuhan.

Apa yang kau lakukan di sini? Sendirian?

Di mana orang lain?

Daepyo-nim, kau ingin minum lagi?

Apa?/ Sesudah makan semua sushi itu,

aku merasa agak lapar.

Kenapa kita tak pergi ke gerobak camilan dekat sini...

...lalu beli udon panas...

...dan belut panggang? Gimana?

Angkatlah.

Kau mau pergi kemana? Angkatlah!

Jangan seperti itu...

Ayo, ayo kita minum sekali lagi.

Baik, tetap di sana./ Dimana semua orang?

Yeong Sik!/ Telepon dimatikan.

Kenapa ponselmu dimatikan!/ Kemana semua orang pergi!

Masih ada putaran kedua! Yeong Sik...

Sini, Daepyo-nim.

Aku tahu gerobak cemilan di sana.

Sebentar.

Ayo pergi!/ Gil...

Wah, ini gila.

Gol O Sol-ssi./ Astaga, ayolah.

Tangkap aku jika bisa!

Astaga, dia pasti kehilangan akal sehatnya.

Tunggu, tenanglah.

Gol O Sol-ssi, berhenti.

Kemana semua orang pergi?

Gil O Sol-ssi, sini.

Baik, aku mendengarmu. Hentikan, ya?/ Ayolah.

Sini.

Baiklah.

Wah, Gil O Sol-ssi.

Awas!

Wah, Gil O Sol-ssi.

Kau melihat gadis itu di sana? Dia pingsan.

Dia manis. Ayo kita periksa dia.

Permisi.

Dimana kau tinggal?

Haruskah kami mengantarmu pulang?

Mau ikut? Ayo./ Ayo pergi.

Ayo pergi.

1, 2. Nah./ Biarkan kami membawamu pulang.

Siapa kalian?/ Apa?

Tidak masalah./ Jangan khawatir. Ayo pergi.

Astaga.

Lepaskan dia.

Lepaskan dia.

Kau tak dengar?

Kubilang lepaskan.

Astaga.

Astaga.

Daepyo-nim./ Gil O Sol-ssi.

Sedang apa kau ini?

Oh, tapi...

Daepyo-nim ada di sini.

Daepyo-nim.

Itu bukan aku, cepatlah ke sini.

Gil O Sol-ssi.

Sini.

Bisakah kepalanya...

Astaga.

Dia membuatku gila.

Dia terus menyenderkan kepalanya ke tempat yang tanpa ada plastiknya.

Astaga.

Astaga dragon.

Aish.

Kau sudah sedikit sadar?

Apa kau... Apa ada kantong plastik?

Aku butuh kantong plastik.

Apa... Apa katamu?

Jangan bilang kau akan melakukan apa yang kupikirkan.

Tidak, kau tak boleh. Tidak boleh./ Aish...

Aku merasa mual sekarang.

Tidak, tahan. Coba tahan, mengerti?

Aku akan berhenti. Aku akan menarik mobil itu.

Tunggu, mengerti? Kau bisa melakukannya.

Tak boleh. Kubunuh kau jika muntah di dalam mobilku!

Tidak. Tak boleh!

Tak boleh!

Aku benar-benar tak bisa... Kurasa aku tak bisa menahannya.

Wah, aku sangat mual.../ Tidak begitu.

Kau pasti bisa menahannya.

Kita semua bisa menahan dorongan semacam itu.

Lakukan ini, mengerti? Tarik napas dalam-dalam.

Katakan, "Aku bisa menahannya."

"Aku bisa melakukan ini."

"Aku tenang dan santai." Lihat? Manjur.

Aku, kau melakukan pekerjaan hebat.

Aigo. Akhirnya.

Macam apa ini...

Kau baru saja muntah?

Jendela... Benar, debu halus.

Tolong!

Tolong...

Baunya seperti muntah.

Astaga, jangan bergerak. Jangan mendekatiku! Menjauh!

Jangan ke sini... Pergi sana!

Oh, aku tahu di mana kita berada.

Tepat sesudah sudut ini,

kau akan melihat rumahku. Rumahku.

Di sini.

Ada apa dengan lingkungan ini?

Tak satu jiwa pun berjalan lewat.

Aku lelah.

Karena sudah jauh-jauh ke sini,

kau harus mampir untuk minum lagi.

Setuju?

Ya?/ O Sol.

Apa?

Si beuresngek ini.

Kau tak lihat pesanku? Aku sudah menunggu lama.

Aku tak bisa menghubungimu, aku khawatir.

Kau jahat.

Apa yang kau lakukan di sini?

Pergi sana.

Tak ada yang ingin kukatakan padamu.

Kau minum banyak?

Siapa kau?

Gil O Sol-ssi...

Bos-nya.

Apa kita pernah bertemu sebelumnya?

Entah.

Aku tak begitu ingat.

Terima kasih sudah mengantarkan O Sol.

Sudah larut, kau harus pergi.

Ayo pergi, O Sol. Aku akan mengantarmu ke rumah.

Hei.

Tak mau dilepas?

Ayolah./ Lepas.

Beuresngek...

Ayo pergi.

Aish, tak mau!

Kubilang, lepas!

Ayolah./ Aku tak mau pergi bersamamu.

Lepaskan aku.

Kubilang, lepas!

Kubilang, tak ingin pergi denganmu. Tinggalkan aku sendiri!

Sepertinya dia tak ingin bersamamu.

Karena dia pegawaiku,

aku akan mengantarkannya.

Ada apa dengan kalian berdua?

Hei, kau harus membiarkanku meminjamnya sesudah selesai, mengerti?

Ini PG-19.

Makanya itu ingun kupinjam.

Ayolah.

Bukankah itu kakakmu?

Lepaskan tangannya.

Kau dulu.

O Sol.

Apa yang sedang terjadi disini?

Hei, O Dol.

Oh, Si Cabul dari atap juga ada di sini.

Hai.

Apa yang kau lakukan di sini?

Aigoo, sepertinya kau minum lagi.

Berhenti.

Jangan mendekat.

"Jangan mendekat"?

Apa kau adik Gil O Sol-ssi?

Ya, benar. Nuna, siapa orang-orang ini?

Baguslah.

Tolong antar dia pulang.

Nuna.

Apa ada alkohol di rumah?/ Mungkin ada yang tersisa.

Baik.

O Dol!

Si Jahat...

Dia orang jahat?

Apa ini?

Tteokbokki.

Hey!/ Mau kemana?

Daepyo-nim!

Tunggu!

Berhenti!

Gil O Sol-ssi.

Terima kasih atas tumpangannya.

Yah, anu... Tak usah berterimakasih.

Anu...

Ini tak banyak,

tapi ambillah.

Ini untuk tumpangan.

Terima kasih.

Untuk tumpangan?

Ya ampun.

Terima kasih!

Tak ada apa-apa lagi yang bisa kuberikan.

Gil O Sol.

Gil O Sol!

Hei!

Sungguh?

Dua orang memperebutkanku?

Ya.

Apa?

Kenapa aku sangat populer?

Sayang sekali aku tak mengingatnya.

Berhenti minum terlalu banyak.

Ini terjadi setiap kali kau minum.

Beraninya kau menceramahiku?

Untungnya ada bosmu.

Dia memberimu tumpangan pulang.

Ngomong-ngomong, bukankah kita membeli...

...tteokbokki dan sundae semalam?

Kemana Sundaenya?

Apa? Kenapa menatapku?

Bukan aku.

Aku bahkan tak sadar. Kenapa aku ingin sundae?

Daepyo-nim!

Ini tak banyak, tapi...

Terima kasih!

Seseorang harus membersihkan kekurangan orang lain...

...dan tak membenci kesalahannya.

"Seseorang harus membersihkan kekurangan orang lain..."

Daepyo-nim, ayo minum lagi.

"Dan tak membenci..."

Tidak!

"Kesalahan orang lain."

Daepyo-nim!

Setiap hubungan...

...mempunyai arti.

"Setiap hubungan..."

"...mempunyai arti."

Berpegangan tangan...

...dan melangkahlah di jalan yang sama.

"Berpegangan tangan dan melangkahlah di jalan..."

"melangkahlah bersama."

"Melangkahlah di jalan yang sama"?

"Melangkahlah bersama"?

Gil O Sol.

Melangkahlah di jalan bersama.

Sesi ini akan di putar sampai selesai.

Melangkahlah di jalan yang sama./ Apa?

Melangkahlah di jalan yang sama./ Kenapa?

Melangkahlah di jalan yang sama./ Hey!

Melangkahlah di jalan yang sama./ Enyahlah!

Melangkahlah di jalan yang sama..

Melangkahlah di jalan...

Aku minta maaf tentang kemarin.

Anakku tiba-tiba jatuh sakit.

Kwon Biseo-nim.

Kau tahu makanan apa yang paling kubenci di dunia?

Makanan?/ Sundae.

Itu terbuat dari usus babi dan darah.

Lembek,

dikukus, dan sundae itu bau.

Kenapa tiba-tiba begini?

Kwon Biseo-nim.

Adakah yang pernah memberimu Sundae sebagai imbalan untuk tumpangan?

Maaf?

Apa terjadi sesuatu tadi malam?

Jika diceritakan, aku mungkin pingsan karena tekanan darah tinggi.

Seon Kyeol!

Aku akan memberitahumu, tapi Sajang-nim tak melarangku.

Aku tahu kau akan memberitahuku untuk tak datang. Itu sebabnya aku tak bilang apa-apa.

Kejutan.

Apa kau putra tunggal Mae Hwa...

...orang yang sering membuatnya sakit kepala?

Perkenalkan dirimu. Ketua yang menjalankan resor golf di Asia Tenggara.

Tidak mudah membawanya ke sini.

Senang bertemu denganmu. Kau sangat tampan seperti ibumu.

Ada perlu apa di sini?

Aku yakin kau tak di sini berkencan.

Kenapa kau tak langsung mengatakannya lalu pergi dari sini?

Maafkan aku.

Dia agak canggung.

Kau masih mencari investor, kan?

Yang Euijang-nim bersedia membantumu. Itu sebabnya aku membawanya.

Dia ingin melihat-lihat kantor dan berbicara denganmu.

Beritahu aku jika kau butuh sesuatu.

Tidak ada yang tak akan kulakukan untuk putra Bu Cha.

Tak usah report-repot.

Aku menghargai tawaranmu, tapi aku harus menolaknya.

Tempat apa ini?

Aku dapat mengurus diriku sendiri. Tolong tinggalkan aku sendiri.

Kau bisa mengurus diri sendiri? Ibu tahu.

Semuanya di dunia ini.

Tak ada yang bisa kau lakukan sendiri.

Kau butuh bantuan orang lain.../ Kenapa?

Kenapa tak ada yang bisa kulakukan sendiri?

Aku sudah melakukan segalanya sendiri sepanjang hidupku.

Kenapa aku tak dapat menjalankan bisnisku sendiri?

Apa yang kau coba katakan?

Sesudah mengabaikanku selama ini,

Apa yang kau lakukan sekarang?

Kau tiba-tiba muncul...

...untuk bermain menjadi ibu?

Apa?

Bermain menjadi ibu?

Aku tak percaya.

Ya. Aku ingin bermain menjadi ibu.

Aku merasa bersalah karena mengabaikanmu,

jadi aku ingin memperbaikinya. Apa ada yang salah?

Aku tak bisa memberimu uang karena kakekmu,

jadi aku meminta pacarku untuk membantu putraku.

Orang tua lain bilang mereka takut anak-anak mereka akan meminta bantuan.

Tapi aku mencoba melakukan semua yang kubisa untukmu.

Bagaimana bisa kau berkata begitu?

Makanya, pergilah saja.

Ketika aku merindukanmu dan membutuhkanmu, kau tak pernah ada di sana.

Kenapa kau harus melakukan ini sekarang?

Karena aku merasa bersalah.

Itu karena rasa bersalahku!

Anak nakal.

Aku tak akan melakukan ini jika kau menjalani kehidupan normal.

Kenapa kau tak bisa berkencan dan menikah seperti orang biasa?

Kenapa kau tak bisa!

Daepyo-nim.

Itu...

Aku minta maaf tentang kemarin.

[Do Jin]

Disini.

Terima kasih sudah menemuiku.

Aku khawatir, kau mungkin tak datang.

Ngomong-ngomong, kenapa kau tak memberitahuku sudah menemukan pekerjaan?

Sepertinya orang lain tak tahu tentang itu juga.

Aku merasa tak perlu memberitahu mereka tentang hal itu.

Perusahaan macam apa itu?

Ini perusahaan kecil tapi solid.

Karyawannya luar biasa, dan punya masa depan yang menjanjikan.

Baik. Kau mempersiapkan sangat keras, aku senang untukmu.

Selamat, O Sol.

Kau pasti lapar, kan?

Kami ingin memesan.

O Sol, bagaimana dengan pasta vongole?

Sebentar. Kami akan memesan nanti.

Maafkan aku.

Aku ingin memberitahumu di telepon,

tapi kuputuskan akan lebih baik memberitahumu secara langsung.

Jangan hubungi aku mulai sekarang.

Berhenti datang tiba-tiba ke rumahku...

...dan jangan memintaku untuk keluar seperti ini lagi.

Ada apa, O Sol?

Aku hanya ingin meminta maaf.

Aku terlalu ceroboh waktu itu.

Kita sudah saling kenal lama sekali.

Sungguh menyakitkan bagiku untuk berpikir kita tak akan pernah bertemu lagi.

Bisakah kita berteman seperti dulu...

Aku jatuh cinta padamu selama tiga tahun.

Dan sesudah apa yang terjadi,

aku akhirnya menyadari kebenarannya.

Jika ini...

...alasan kau putus dengan pacarmu...

...ataupun jika kau merasa kecewa dan berpikir aku mudah didapatkan,

...tolong hentikan.

Aku bukan gadis bodoh yang selalu...

...jatuh cinta padamu seperti sebelumnya.

Apa kau punya pacar sekarang?

Pria dari tadi malam? Orang yang mengantarmu pulang?

Aku tahu itu. Jarang seorang bos di tempat kerja bertindak seperti itu.

Aku bahkan tak tahu itu. Betapa bodohnya aku.

Karena kau tahu sekarang, jangan hubungi aku lagi.

Aku sibuk dengan pekerjaan...

Tidak,

aku tak ingin melihatmu lagi.

Kuharap, kita tak pernah bertemu lagi.

Aku benar-benar serius.

Apa kau selesai mencuci...

Ya ampun.

Biar kulihat.

Kulitmu mengelupas.

Tuan Muda, ada apa?

Tolong hentikan ini.

Mengembalikannya.

Ibuku bilang dia akan kembali jika aku tetap bersih.

Jika aku tetap kotor, dia tak akan pernah kembali untuk melihatku.

Ya Tuhan.

Kerja bagus, O Sol.

Perasaanku terasa tenang.

Daepyo-nim.

Kau tinggal di dekat sini?

Rumahku juga ke arah sana.

Sepertinya sudah tahu, karena kau mengantarku pulang.

Ngomong-ngomong, tadi itu...

Aku tak bermaksud menguping dengan sengaja.

Aku ingin meminta maaf karena sudah merepotkanmu kemarin malam.

Hanya saja waktunya tak tepat.

Jangan khawatir.

Tunggu sebentar.

Apa wanita yang kulihat hari ini ibumu?

Dia sangat cantik.

Kau tak pernah tahu...

...seseorang berada di sampingmu.

Percayalah mereka selalu berada disisimu.

Tapi...

...tak ada yang tinggal di sisimu selamanya.

Bahkan orang tuamu.

Itulah yang kurasakan.

Apa sebenarnya yang ingin kau katakan?

Yah, itu hanya...

Maksudku...

...ibumu sepertinya sangat mencintaimu.

Jangan khawatirkan urusan orang lain, pergilah.

Lingkunganmu tampak sangat berbahaya di malam hari.

Halo?

Ya.

Terima kasih.

Oh

Tidak.

Hei.

Pikirmu, aku ke sana karena aku menyukaimu?

Aku sudah dewasa juga.

Aku bilang kepadanya, aku punya pacar dan jangan menghubungiku lagi.

Aku serius.

Aku memberitahumu, itu benar.

O Sol.

Seonbae.

Perusahaan tempatmu bekerja itu agen pembersih?

Katamu, itu perusahaan kecil tapi solid.

Kau punya bakat untuk mengejutkan orang.

Bagaimana kerjaannya? Apa itu cocok untukmu?

Tentu saja. Ini juga menyenangkan.

Aku senang.

Maka bos yang kulihat.

Apa kau bertemu dengannya saat sedang bersih-bersih?

Sepertinya orang-orang di dunia ini punya kecocokan sesuai tempatnya.

Dia...

CEO perusahaan kami.

Dia bukan orang yang bisa kau ejek seperti itu.

CEO?

Aku ragu seorang CEO akan pergi denganmu.

Apa kau memintanya untuk berpura-pura jadi pacarmu?

Sesudah aku meneleponmu hari itu?

Apa katamu?

Sekarang aku mengerti. Siapa yang akan berkencan dengan seseorang sepertimu?

Ada apa dengan seseorang sepertiku?

Bagaimana bisa kau bilang.../ Tidak.

Lupakan.

Pura-pura tak mendengarnya.

Yah, jika itu membuatmu tak nyaman, aku tak akan menghubungimu mulai sekarang.

Dan aku tak akan memberitahu siapa pun bahwa aku melihatmu hari ini.

Aku tahu ini memalukan bagimu.

Memalukan?

Kenapa aku harus malu?

Yah, itu...

Dan perkataan ceomu itu, terdengar seperti pecundang.

Bertingkah seperti pacar padahal sebenarnya tidak?

Orang itu, dia pacarku.

Tidak seperti dirimu, yang memandang rendah orang karena melakukan pekerjaan semacam ini,

dia orang yang luar biasa.

Lihat, dia datang sekarang.

Chagiya! Font color="#DDFC7B">-=Chagiya: Bebeb/Yayang=-

Maaf. Sudah nunggu lama?

Apa ini, Gil O Sol-ssi?

Ini pacarku.

Sudah kubilang dia CEO perusahaan kami.

Sudah gila ya Gil O Sol-ssi?

Mohon maaf. Bisakah ber-akting sedikit?

Kita bertemu lagi.

Ya benar.

Tapi kalian berdua tampak canggung untuk sepasang kekasih.

Kalian bahkan tak berpegangan tangan.

Astaga, serius...

Kau kesal karena membuatmu menunggu lagi, Chagi.

Benarkan?

Tolong bantu aku sekali ini saja.

Tidak, tak mau.

Maksudku, bagaimana bisa...

...aku membantu hal ginian?

Sepertinya kau dan pacarmu tak akur.

Maafkan aku. Biarkan aku meminjamnya sekali ini saja.

Apa? Pinjam apa...

[Timur laut]

Nah.

Ya ampun.

Apa itu tadi?

Bersulang.

Terimakasih sudah menggunakan subtitle Banana_nโœŽm... Follow Instagram: @banana_nim

[Clean with Passion for Now!!]

Kenapa aku harus terikat dengan kehidupan cintamu yang rumit...

...dan melalui semua ini? Kenapa?

Ada apa dengan O Sol?

Hari ini adalah peringatan kematian ibu.

Gil?/ Kau tak terlihat baik hari ini.

Kenapa kau tak terapis?

Aku gila. Aku pasti sudah gila.

Aku bukan ahli, tapi mereka bilang itu disebabkan oleh pikiran.

Kau mabuk cinta.

Kau membuat kesalahan bodoh ini karena terganggu.

Aku bahkan tak tahan melihatmu, keluarlah sekarang juga.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.