All language subtitles for __Saheb Biwi Aur Gangster 3 (2018)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Special Request * Vany Fitriyah *

MelsBatakJogja

Hubungi 08818196705 untuk iklan komersial

Hubungi 08818196705 untuk subtitle film lainnya

Lady dan Gangster 3

Jadilah penyemangat hidup... Jangan jadi penyesat.

Jadilah yang utama, di hadapan Dewa.

Walau susah tak perduli, membagi gandum pada sesama.

Hati ini dipenuhi dengan tekad baru.

Jadilah penyemangat hidup, lebih dari arti luar biasa.

Jadilah orang dengan hati yang suka memberi.

Waktunya mengambil kesempatan.

Punya banyak teman di jalanan.

Jadi naungan yang sangat kuat.

Memberikan segenap hati dengan tulus.

Safron akan jadi milikmu.

Safron akan jadi penyemangat hidup.

Penganan safron akan jadi penyemangat hidup.

Safron akan jadi penyemangat hidup.

Ayo, para pemimpin terhormat, mari tabuh gendang bersama! Mari masuk rumahku saudaraku!

Ayo, para pemimpin terhormat, mari tabuh gendang bersama! Mari masuk rumahku saudaraku!

Dalam bisnis gelap ini...

Vodka!

...kapan domba akan dikorbankan?

Isi pistol dengan peluru.

Sekarang giliranmu, lakukan apa pun yang perlu.

Ini bergiliran, gadaikan nyawamu!

Dalam bisnis kotor ini... kapan domba akan dikorbankan?

Isi pistol dengan peluru.

Sekarang giliranmu, lakukan apa pun yang perlu.

Ini bergiliran, gadaikan nyawamu!

Penghasilanku dari permainan ini, inilah pekerjaanku.

Aku membuat leluhurku menangis, akulah yang terhebat di permainan ini.

Lihat, lihat, lihatlah..!

...dia seret ayahmu!

Dialah juaranya! Dialah orang sucinya, orang sucinya! Ambillah, silahkan ambil hadiahmu!

Percayalah pada keberuntungan...

...jangan berteman dengan kematian.

Namamu akan diperhitungkan...

Dia menyeret ayahmu...

Kami kembali! / Kami lapar! Hari ini adalah Hari Kaum Bangsawan!

Kami ke sini untuk mencicipi masakan dan juga mempelajari olahraga rahasia di keluarga ini.

Bukan kriket, bukan polo bukan pula berburu. Tapi Roulette Rusia.

Untuk memahami olahraga mematikan ini...

..saat ini kami bersama Pangeran Raj Vijay Singh.

Jadi Pak, mohon ceritakan apa sih olahraga mematikan keluarga anda?

Sebenarnya, kakek adalah orang yang ahli dalam permainan ini.

Saat kau masukkan 1 peluru ke dalam silinder lalu diputar...

...dia tahu, berapa kali pelatuk ditarik hingga akhirnya peluru itu meledak.

Apakah nenek moyang anda juga pernah terlibat dalam permainan ini?

Tidak, bukan karena berakhirnya para penguasa, bukan juga karena adat...

...tapi karena partai oposisi pemerintah, anda tahu, 'kan?

Anda tinggal di Saudi Arabia, permainan ini pasti dilarang.

Selamat datang di tempat kami!

Apa yang Vijay katakan pada kalian?

Banyak hal Nyonya, binatang, berburu dan Roulette Rusia.

Aku tak tahu apa-apa tentang permainan itu, kenapa anda memainkannya?

Apa serunya permainan itu?

Jangan ngobrol terus, masakannya mulai dingin!

Hidangan ini matang lebih cepat.

Kakek ku adalah ayah baptis semua orang di daerah itu.

Itulah sebabnya, dia temukan jalannya.

Dia bermain untuk membuktikan kehebatannya.

Dia sangat mahir, dia tak pernah kalah.

Lihatlah, dia kebanggaan keluarga kerajaan!

Jika ada pistol di tangannya, pasti kalian sudah ditembaknya.

Silahkan cicipi hidangan di dalam!

MelsBatakJogja

Hubungi 08818196705 untuk iklan komersial

Hubungi 08818196705 untuk subtitle film lainnya

Mereka sedang latihan? Bagus sekali!

Kakak Suhani, Pangeran Vijay Singh datang!

Kalian teruskan latihannya!

Special Request * Vany Fitriyah *

Halo Pangeran!

Anda tersesat?

Ya, aku tersesat. / Paksaan dari keluarga kerajaan?

Ini aneh.

Mereka ke sebuah Hotel Jepang, tapi ingin lihat majalah India yang asli.

Di tengah-tengahnya ada Sonari dan Gito .

Aku memaksa...

Kau tahu kami bukan wanita seperti itu.

Paman Mahfud, kau tak ceritakan padanya bahwa kami terus berlatih keras?

Meski memiliki ponsel, perbedaan kasta tak kan terkikis, Nona Suhani!

Nenek moyangku telah membesarkan keluargamu.

Nenek moyangmu hanya membesarkan leluhurku, bukan aku!

Dan aku milik abangmu.

Di istanamu, aku dikenal sebagai Rakili .

Jika kau minta di hotel, tak masalah, akupun mau menari di pasar.

Sebentar...apa maksudmu?

Aku ke sini untuk menghiburmu, walau kau pasti menolak.

Aku masih menghormatimu, tapi kubunuh kau jika menolak!

Aku bawa gembok...

...ada di mobilku!

Bangunan ini akan kusegel, dan kalian tak bisa menari lagi.

Apa jawabanmu? Mau kusegel, hah?

Mahfud, segel bangunan ini!

Jangan lakukan itu, Paman Mahfud.

Pasti kulakukan, segel!

Jika anda pakai kekerasan...

...anda akan terkenal di seluruh dunia sebentar lagi.

Berbalik dan lihatlah!

Saat hanya nama yang tersisa, kita harus hati-hati menjaga nama itu.

Jika abangmu tahu, anda memintaku melakukan sesuatu...

Dia pasti membunuhmu!

Jangan khawatir...

...aku tak akan bilang apa-apa.

Paman Mahfud, bersiaplah!

Sampaikan salamku pada Raja and Ratu.

Hallo, Sojit?

Halo sayang!

Kau butuh uang? Katakan kapan kau mau menemuiku?

Acaranya sebentar lagi dimulai.

Aku tahu.

Kau harus berada di tempatmu.

Katakan kapan kita ketemu, jika tidak aku tak akan bergeming.

Sudah dua bulan.

Peserta berikutnya nampak bengis, tapi pintar menyanyi...Tannoy Guil!

Pak Sojit, 4 menit lagi, mohon cepat!

Pergi, pergi! Siapa suruh ke sini?

Baiklah, Selasa depan?

Mantab!

Pasti beres, 'kan?

Usaha membuahkan hasil, janji untuk dilanggar, sayangku!

Selamat tinggal!

Sonia!

Pemenangnya adalah Sojit Tannoy Guil!

Sangat menyenangkan membuat lagu tentang hidupnya.

Kini dia akan menghasilkan uang di sepanjang hidupnya, bintangnya sudah bersinar!

Ya, Pak Solanki, jangan lupakan manisnya hubungan kita!

Baiklah, terima kasih.

Bagianmu.

Ya, tentu saja, bagaimana kau melakukannya, nyonya?

Semua orang rela bayar.

Berapa yang kau bayar?

Murah tapi enak, Selamat malam!

Selamat malam!

Hai Nona!

Kau bisa bantu?

Tuangkan whiskey ini ke dalam botol di sana, lalu bawakan padaku!

Baik.

Jika ada yang tanya, jangan bilang aku yang suruh.

Tentu tidak!

Kenapa kau terus memandangiku?

Begini, aku bermimpi melihatmu di suatu tempat.

Kau sudah melihatku sekarang.

Apa pekerjaanmu?

Wiraswasta.

Milik orang tuamu, kalau kau?

Aku pemain polo.

Pemain polo? Kau bermain dengan baik?

Yang terbaik.

Lakukan sesuatu untukku.

Di parkiran, ada Mercedes 2244, bawa padaku!

2244?

Shenu, antar dia ke kamar tamu di lantai atas!

Baik, bu... Mari Tn.!

Berani sekali kau?

Tidak nona, bukan maksudku.

Kau larang aku?

Tidak, maafkan aku.

Ini rumahku!

Maafkan aku.

Ada apa ini?

Tak ada yang memberitahumu? Jangan perlihatkan anggur padaku!

Turunkan pistolmu, turunkan!

Ada apa? Apa yang terjadi?

Aku tak punya kehormatan.

Semua orang sangat mengenalmu. Jangan berpikir seperti itu!

Aku selalu ingin minum anggur!

Baiklah, aku tuang sedikit untukmu ya?

Tak jelas lagi dalam hidup ini, mari bertemu atau lupakan semuanya!

Datanglah dalam dekapanku!

Saat aku tak minum anggur...

Aku ada di sana waktu itu.

Dan saat ini aku juga ada, dan saat ini aku mabuk.

Sekarang apa?

Sekarang aku mabuk anggur.

Wkk wkk wkk wkk wkkwkkwkk.

Dari mana asal kasus utama ini?

Kami berusaha lakukan yang terbaik.

Pengacara berharap pada sidang berikutnya, menghasilkan sesuatu yang baik.

Bagaimana jika dia dinyatakan bersalah?

Kami akan banding.

Artinya dia akan dihukum?

Ranjana, aku bukanlah hakim atau pengacaranya.

Aku seperti suamimu, kulakukan semua yang kubisa.

Sayangnya, dia tak lakukan kejahatan, dan kau berusaha minta pengampunan.

Ini kejahatan yang lain.

Pembunuhnya adalah mantan kekasih dari istrinya Aditya Singh.

Dia mengaku ada di rumah sepanjang malam. Malam itu adalah malam pertama pernikahan mantan kekasihnya.

Aku menolak adanya uang jaminan.

Ada apa sayangku?

Paman Bani, Ranjana memburuk. Tadi malam dia menembak pelayan.

Aku awasi, tapi sebentar lagi aku meninggalkan rumah itu.

Kupikir, lebih baik kita rawat dia di rumah sakit.

Rhuja, tunggu! Aku hanya ingin fotonya si Raju!

Rhuja, Rhuja, Rhuja!

Hei, dengar! Aku tahu apa yang kau lakukan bersama putranya tukang kebun!

Apa masalahmu?

Kau bercanda? Ranjana sedang sekarat di sana...

...di sini, kau kejar seorang pembantu remaja?

Apa yang kau lakukan Paman? Aku bisa mati tercekik!

Maka matilah!

Nyonya Madhavi...

Nyonya Madhavi, namaku Shubit, tadi malam di pesta...

Berapa nomor HP-mu?

993-00-20-620

62..? / 0!

Sekarang pulanglah!

Sekarang? Baiklah.

Di sebelah kiri ada tangga, turuni lalu lurus terus!

Baik.

Kau akan lihat gerbang, keluarlah dari sana!

Nona Madhavi, menurutku semalam kita tak berbuat apa-apa.

Tidak apa-apa, kau ada nomor HP-ku, undang aku kapan pun kau mau.

Aku punya nomor HP-mu.

Jika kau ganti, kau akan menyesal. Sekarang keluar!

Waktumu setengah jam, sekarang jam 12 siang.

Cutimu sudah habis, kenapa kau tak pulang ke Delhi?

Aku sudah berhenti kerja, Tuan.

Di dunia ini, aku terkesan sudah mati.

Jadi aku jarang kena sinar matahari.

Sekarang aku hanya jadi bayangan.

Sekarang dia suruh seorang wanita melindungiku.

Begitulah...

...lalu hadirlah dirimu, kau lahir di depanku.

Tuan... ayahku dan aku selalu ada untukmu.

Satu dalam gelap, satu lagi dalam terang.

Berikut ini adalah kesaksian Ranjana, istri dari Aditya Singh.

Pada saat itu, mereka ada di rumah.

Mereka serahkan surat pernyataan ini dalam keadaan mabuk.

Pistol itu miliknya, bahkan sepatu miliknya pun tak diakuinya.

Permohonan pembayaran jaminan ditolak!

Silahkan diperiksa, pak.

Aditya?

Sampai nanti! / Baik pak.

Saat kau tak ada...

...kulihat banyak uang dihamburkan untuk kasusmu.

Di luar biaya pengacara handal tentunya!

Rambutku mulai memutih.

Campakkan sindiran dan bualan keibu-ibuanmu!

Bicaralah layaknya seorang pria, lalu gapailah puncak kehidupanmu!

Apa yang dilakukan ayahmu?

Berani sekali kau bocah ingusan!

Bicaralah yang sopan, paman!

Anda dari keluarga bangsawan, selayaknya hormatilah menantumu ini!

Aku ke sini untuk memperbaiki hubungan ini, dan menyelamatkan putriku dari neraka.

Kau malah mau menceraikan Ranjana.

Akan kubawa pengacara terbaik di negara ini, akan kumenangkan kasusmu!

Kuhabiskan seluruh uangku, kau malah mau menceraikannya?

Tengoklah hidupnya, apakah dia nampak hidup?

Dia menderita setiap hari, dia masih anak-anak.

Kusiapkan surat perceraiannya!

Raja seharusnya jangan terlalu cepat menerima anda.

Apa?

Aku dengar.

Maafkan aku tak sengaja menguping

Ada perekam yang kupasang di sakumu.

Tuan, anda harus ceritakan semuanya padaku.

Nyonya besar, dia bukanlah yang pertama.

Tn. harus berubah, dan cara-cara lama juga harus Tn. ubah.

Tak ada kebaikan dalam dirimu, Deepal!

Aku punya satu pak, kesetiaan.

Caramu memata-mata ku, di mana kau pelajari?

Dari Petugas Keamanan Polisi Delhi!

Teknologi Penyelamatan dan Teknologi.

Permainan komputer!

Betul Tn.

Tn. akan cepat dibebaskan.

Ayahku sedang mengumpulkan dana.

Katakan padanya, ada pekerjaan yang sulit.

Jika saja Paman Bani mau mencegah pertumpahan darah.

Semua ini bukan salahmu.

Saat aku dibebaskan, pertumpahan darah tak bisa dihindari.

Aku punya cukup dana untuk membereskan semua urusan di daerah manapun.

Dia wanita yang luar biasa!

Aku tak punya rekening atau deposito, aku hanya ingin kerja.

Nyonya...

Panjang umur selalu!

Silahkan pergi.

Ada apa?

Nyonya, aku ingin mempermanis mulutmu.

Manisan adalah cemilan yang terkenal di daerah kami.

Silahkan dicoba.

Silahkan...

Makanan ini bukan agar anggaranku ditambah.

Menolak secara manis janji-janji Dewa.

Ambil sepuasnya, nikmatilah!

Pak Kishore, anda juga makanlah!

Ya, ya, baik bu.

Ambil sepuasnya.

Tidak, sudah cukup.

Ambil sepuasnya!

Sudah cukup.

Ambil, makan!

Anggaranmu batal?

Tidak bu, kenapa batal?

Makan satu lagi! Kau diabetes, kan?

Karena manisan ini.

Jadi, makan semuanya!

Aku sudah mual.

Makan, makan!

Haruskah kubuka kembali kasus pembunuhan di tahun 2012?

Makan...makan!

Habiskan!

Jangan berprasangka buruk terhadap kasus ini, itu hak ku!

Jayalah pekerjaanmu...

...sampai kau masih merasa hidup.

Pergi sana! Pergi!

Keluar!

Ya, ada apa?

Sudah kau baca arsip itu?

Arsip yang mana?

Tuntutan baru terhadap Tn. akan kami ajukan.

Gerombolan perampok jalanan, menunggu ijin darimu.

Menurutmu, hukuman apa yang pantas untuk mereka?

5 tahun kurungan.

Jadi, kau mau ajukan tuntutan ini?

Ya.

Jangan, duduklah di sana!

Di mana Rao?

Sebentar lagi dia tiba.

Tuan-tuan!

Tn. Uday sedang menjalani Hari Diam.

Jadi, silahkan bicara atau tulis padanya, biar aku yang jawab!

Kau yang minta bertemu, mulailah merengek!

Baik, begini Yang Mulia...

Maaf, maaf Tn. Uday...

Aku membeli tanah di London timur...

...untuk membangun kantor dan klinik kesehatan.

Betul-betul diam, minuman ini bonus?

Ya, tapi ada 1 orang di kelompokku yang tak berinvestasi.

Karena orang-orangnya Tn. Bashir...

...oh terima kasih.

Orang-orangnya Tn. Bashir berdagang di sana, terlibat dengan semua orang.

Orang-orang Inggris sama sekali tak datang ke daerah itu.

Tolong anda suruh mereka untuk berdagang di tempat lain.

Agar kau bisa usaha, aku harus menutup usahaku?

Usahaku legal / Dengar!...

Yang Mulia...

...aku akan mengunjungimu, tapi saat ini aku ke sini bukan untuk mencari keadilan.

Aku belum pernah melihatmu atau istanamu, itu sebabnya aku datang.

Tn. Rao...

...bisnisku begitulah adanya, banyak kerja keras.

Jangan coba ganggu urusanku!

Kami sangat kuat.

Lihat di bawah! Orang-orangku berjaga.

Jika aku bersin dengan keras, banyak darah tertumpah di sini.

Akan ada pertikaian, pikirlah sendiri berapa banyak nyawa melayang!

Dialah juaranya! Dialah orang sucinya, orang sucinya! Ambillah, ambil hadiahmu!

Percayalah pada keberuntungan...

...jangan berteman dengan kematian.

Namamu akan diperhitungkan...

Dia seret ayahmu!

Percayalah pada keberuntungan...

...jangan berteman dengan kematian.

Namamu akan diperhitungkan...

Dia seret ayahmu!

Sudah pernah kubilang, ada hadiah istimewa untuk ulang tahunmu.

Ayo, besarkan volume-nya!

Alam cinta hari ini sama dengan alam sejarah.

Dia terluka, dia menyembuhkan dirinya sendiri.

Barusan aku belajar banyak.

Selamat Ulang Tahun Pangeranku!

Sudah saatnya buka puasa diammu.

Tolong, katakan sesuatu!

Aku ingin selalu seperti saat ini, seluruh dunia tertidur...

...hanya kau dan aku yang terjaga, lalu dunia tidur selamanya.

Ya, bukan hanya manusia...

...tapi bunga, burung pipit, bulan kecuali matahari.

Beristirahat sejenak dari dunia ini.

Aku tak ada keluhan pada dunia, Suhani. Aku iri pada diriku sendiri.

Tolong jangan bicara begitu. Hari ini ulang tahunmu!

Ya, ulang tahun!

Setiap tahun semakin tua, Suhani.

Takdirku akan menghampirimu, lalu nasibku akan mati.

Bukan begitu, di sini cuaca cerah, lihat di sana pseudo .

Ibarat bulan dan matahari muncul bersamaan, saat mereka bersama malah terjadi gerhana.

Itulah kau dan rasa cintaku.

Kau adalah matahari, dan aku adalah bulan.

Sebentar...

Siap?

Alam cinta hari ini sama dengan alam sejarah.

Dia terluka, dia menyembuhkan dirinya sendiri.

Pak...selamat malam.

Selamat malam.

Selamat ulang tahun! / Terima kasih, Dhivu.

Selamat ulang tahun ayah!

Terima kasih putriku.

Halo!

Aku mau uang, beberapa puluh ribu!

Selama 1 abad pun, tak akan kuberi!

Kau beserta anak sapimu akan kulaporkan ke polisi!

Aku sedang memecahkan masalahmu.

Masalah yang mana?

Pembebasan Tuanmu.

Saudaraku menjual istananya untuk biaya pengacara handal.

Hapus yang barusan!

Maaf bu!

Hapus itu!

Hapus segera!

Datanglah dalam pelukku, mungkin datang lagi malam yang indah.

Mungkin tak akan ada lagi pertemuan dalam hidup ini.

Bersandarlah di lenganku.

Ini waktuku bermain dengan keberuntungan.

Ini waktuku bermain dengan keberuntungan.

Awasi aku dengan hati yang dekat.

Mungkin kau tak akan mengalami malam yang indah lagi.

Dalam hidup ini...

Ada apa? Apa yang terjadi padanya, Bang?

Ada yang menembak!

Siapa? / Ranjana.

Menembak siapa?

Dirinya sendiri!

Bagaimana hasilnya? Ada peluru di kepalanya?

Pelurunya tak ditemukan pak, dan tidak tembus.

Dia sudah mati belum?

Aku mohon Pak Inspektur...

...jangan berkata seperti itu di depanku.

Maaf, nona, tapi ini sungguh aneh.

Pak, nadinya masih berdenyut, dia masih hidup.

Bagus sekali!

Katakan pada pengemudi untuk bergegas!

Pistolnya mungkin sudah tak digunakan selama bertahun-tahun, jadi tak berfungsi dengan baik.

Beberapa hari yang lalu, Ranjana menembak seorang pelayan.

Hah? / Pengaruh mabuk anggur.

Dia terlalu banyak minum anggur?

Dia sama sekali tak sadar. Dia delusi .

Ilusi ?

Ya, dari pagi sudah minum-minum.

Kau bertanggung jawab atas suamimu, aku, aku, aku juga bertanggung jawab.

Aku akan membunuhnya...

...setelah itu aku akan bunuh diri.

Aku janji!

Bukalah matamu sekali saja!

Abang..!

...pelankan sedikit, suaramu terdengar hingga luar.

Verinder Singh tak akan menggunakan pengacaramu lagi.

Ayahku sudah dapat uang...

...bicaralah padanya!

Uang yang jadi majikannya.

Kelompok mereka ada empat orang, bandar taruhan kriket.

Dan mereka mengatur semuanya dari sebuah rumah tua.

pembayarannya bukan dengan uang, tapi memakai berlian.

Paman...

...berhati-hatilah!

Permisi, di manakah alamat ini?

Nona, anda di jalur yang salah, putar balik!

Di mana?

Di sana!

Kau bunuh semuanya, lenyapkan salah satu mayat mereka!

Polisi akan mencurigai dia!

Atas semua hal yang terjadi...

...hanya satu hal yang aku sesalkan...

Dia jadi korban perang ini.

Tn. pikirkan saja apa selanjutnya. Biar aku yang kerjakan.

Kini, aku tak menyesal.

Nyonya Madhavi! / Hidup!

Selamat datang kembali Tn.!

Selamat sore Tn.!

Kau takut?

Ya, kau yang takut!

Untuk sesaat, dia telah lakukan segalanya. Dampaknya tak terlalu lama.

Permainanmu luar biasa, sampai menjebloskanku ke penjara!

Lihatlah! Aku sudah bebas.

Aku ajukan gencatan senjata di antara kita.

Kau membuat peta lagi, ada korupsi baru nampaknya!

Aku bosan dengan politik...

...aku tidak suka itu,

Yang membuatku nyaman...

Setiap hari kau gonta-ganti laki-laki untuk kesenanganmu!

Sekarang kau mau jadi pengendara atau Ratu Gosip?

Katakan padaku, bagaimana kau bisa jadi pecandu lelaki?

Kaulah penyebab aku jadi kecanduan segala hal yang buruk!

Kecanduan kesepian yang kau berikan padaku, segalanya berawal dari sana.

Lalu penghuni istana ini menghancurkan hidupku.

Di sini semua orang kecanduan hal-hal buruk!

Kau tak tawari aku minum?

Ngomong-ngomong, siapa lebih enak? Aku atau Ranjana?

Aku tak ingat apa-apa!

Seperti yang kubilang, tak bisakah kita berdamai?

Ayo ke atas!

Bawa tempat tidurnya, untuk dijemur!

Hei, jangan ke sini! Turun!

Ada apa?

Ayo, katakanlah!

Kau meniduriku lalu meninggalkanku sendirian begitu saja?

Tidak...aku menunggumu sebentar...

...aku menunggumu sebentar, lalu ke lantai bawah.

Aku tak ingin membangunkanmu.

Jika ada orang ke atas, bagaimana?

Begitu ya?

Kau lihat sesuatu yang baru?

Kupikir semalam kau sudah berubah.

Ahh, kau berfantasi seperti itu?

Kau tahu...setahun ini aku menahan haus.

Kupikir kau juga bisa tahan.

Penjara bahkan tidak bisa membunuhmu.

Tidak.

Selama di penjara...

...aku terus memikirkanmu.

Kau lihat rambutku mulai beruban.

Kau pikir aku mulai lemah?

Ngomong-ngomong...

...bagaimana penampilanku?

Kau bagai kamar istana, sedang kami penuh dengan jerami.

Hati-hati dengan hutan di sini, juga dengan kebiasaan lama.

Aku akan pergi ke Eropa selama sebulan.

Aku belum melihat pria tampan selama berhari-hari.

Madhavi, dia pemilik tempat ini.

Pangeran Uday suka berpesta.

Dan dia tak bahagia dengan pernikahannya.

Ada tulisan di wajahnya, ayo!

Hai, aku Madhavi!

Hai, Uday!

Kami sedang jauh dari keluargamu.

Maaf, aku tak tahu.

Salah satu simpanan keluargamu, Aditya adalah suamiku.

Oh iya, iya, iya.

Hari ini kau adalah tamu kehormatan kami.

Semuanya gratis, silahkan duduk.

Pelayan! / Terima kasih.

Biarkan aku datang menemuimu dan menetap di hatimu.

Apa yang bisa kau lakukan denganku?

Lepaskan semua gundah, utarakan isi hatimu!

Biarkan hatimu bagai burung terbang bebas keluar dari kandang.

Yang Mulia, aku tak mau ke sini, tapi tamuku memaksa.

Kami akan cari tempat duduk, ayo layani kami!

Cinta ini bagai api, membakar tiap pasangan.

Mereka yang terjebak dalam keajaiban cinta, mereka terbakar hidup-hidup.

Cinta ini bagai api, membakar tiap pasangan.

Mereka yang terjebak dalam keajaiban cinta, mereka terbakar hidup-hidup.

Jangan takut akhir kisahnya.

Lepaskan semua gundah, utarakan isi hatimu!

Bagai hati seekor burung, bagai hati seekor burung...

...terbang bebas keluar dari kandang.

Pangeran, terima kasih untuk tariannya.

Madhavi, kau pintar menari! / Terima kasih.

Dia menari dengan baik.

Aku memang seorang penari hebat!

Hai Raja India! Ke sini!

Sebentar ya... / Silahkan lanjutkan!

...santai saja, duduklah!

Ya Tn., apa yang bisa kulakukan untuk Anda?

Aku mau martini, dikocok jangan diaduk!

Permisi!

Tidak, tidak... kau yang ambil!

Tunggu sebentar!

Ambil serbet ini!

Apa?

Ambilkan serbetnya!

Kita harus beritahu aturannya pada monyet-monyet India ini!

Lihat, lihat, lihatlah..!

Dialah juaranya! Dialah orang sucinya, orang sucinya! Ambillah, silahkan ambil hadiahmu!

Percayalah pada keberuntungan...

...jangan berteman dengan kematian.

Namamu akan diperhitungkan...

♪...dia seret ayahmu!

Percayalah pada keberuntungan...

...jangan berteman dengan kematian.

Namamu akan diperhitungkan...

♪...dia seret ayahmu!

Anda bisa pakai laptop ini.

Mau pakai kata sandi apa?

Queen?

Minimal harus delapan huruf.

princess. / Baik...

Tn.ku, akan ada orang yang ingin menemuimu.

Siapa? / Madoe Bani, ayah mertua anda.

Dia bilang ingin mendengar pendapatmu tentang penjara.

Banyak yang membesukku di penjara.

Temuilah! Dia akan dapat lebih banyak cerita darimu.

Saat dia datang... dia tak boleh ada di antara kita.

Kita tahu hal ini akan terjadi suatu hari nanti.

Permisi...

Jika kau mau jadi ayah, berkencanlah sedikit!

Kau harus hilangkan pikiran takhayul ini!

Pikiran takhayul menurutmu, itulah pikiran kami.

Jangan kau pikirkan!

Jangan dipikirkan? Jika aku tak berpikir...

...kau pasti masih di penjara.

Tanganmu adalah pusaka leluhur kita!

Aku khawatir Madoe tak akan diam saja.

Benarkah?

Ceraikan dia! Itulah jalan satu-satunya.

Surat Deportasimu telah ditanda tangani.

Uangmu bisa dihemat, kau akan segera bebas.

Jika kau tolak, kau akan dipenjara selama tiga tahun.

Lalu dipulangkan kembali ke India.

Bagaimana dengan istri dan anakku?

Mereka tetap di sini.

Dia mengajukan gugatan cerai.

Klub milikmu akan dinamai dengan namanya.

Hukuman ini bukan untukku.

Aku tak layak menerima hukuman ini.

Cepat bereskan, beri mereka uang!

Aku ingin segera keluar dari sini, aku ingin pergi ke India, mengerti?

Tentu saja pak.

Di mana Priya? / Pergi dengan temannya.

Ini...sudah kutanda tangani.

Uday, sudahlah!

Semoga hidupmu bahagia!

Permisi nona!

Mohon tanda tangani berkas ini. Pria ini dideportasi ke India.

Jangan khawatir Aku senang meninggalkan negaramu, petugas!

Selamat pagi Raj!

Maaf, namamu..?

Madhavi. / Madhavi, ya!

Aku dengar kau dideportasi.

Aku datang ke kepolisian London...

...tapi polisi tak mengijinkanku menemuimu.

Akhirnya kita bertemu, kan? / Ya...

...ada yang membantuku, prosedurnya memang agak rumit.

Aku seorang pejabat di India.

Aku minta agar kau tak ditahan.

Terima kasih.

Terima kasih atas kepedulianmu. / Tidak, bukan begitu maksudku.

Tidak, sungguh, terima kasih!

SEDIA KAMBING AQIQAH 0896 5459 6463

Mungkin di India aku butuh bantuanmu.

Tidak, jangan berkata begitu.

Kuharap kau tak pernah butuh bantuanku.

Kenapa?

Karena aku, seorang temanku jadi musuh seluruh dunia.

Dan karena kau terkenal pemarah, aku bisa jadi musuhmu.

Semoga persahabatan ini tak dapat ujian.

Semoga!

Untuk awal yang baru!

Untuk iblis baru!

Uday!

Selamat pagi bu.

Ayo sini!

Bagaimana, kau tidur nyenyak?

Ya.

Duduklah! Mau minum teh?

Ya.

Apa yang kau pikirkan?

Dia masih sama saja.

Jangan tertipu oleh wajah sedihnya.

Suatu hari itu bisa menyakitimu ayah.

Dia pergi bersama badai salju, dan kembali bersama air terjun.

Ibumu rindu abangmu!

Dia sedang bicara dengan ibumu, dia minta bagiannya.

Apa bagiannya? Hotel?

Abangku, silahkan duduk. Bagaimana kamarmu?

Kau sudah sarapan?

Selimut di kamarku bau.

Kualitas buah untuk sarapan juga kurang bagus.

Jangan memasak telur dadar biasa!

Ayah, serahkan pengelolaan hotel padaku.

Hanya pengelolaan, sampai ayah memberiku sebidang tanah...

...untuk kubangun sebuah hotel.

Aku dapat pekerjaan...

...dan kalian dapat pengalaman mengelola hotel.

Lalu carilah manager hotel yang baru!

Menurutmu, hotel ini tak dikelola dengan baik? Berapa luas tanah yang kita miliki?

Abang sudah habiskan banyak uang, kami yang bereskan masalahmu.

Lalu bagaimana kehormatan keluarga ini?

Banyak terlibat kasus pembunuhan, keributan dengan masyarakat, membawa seorang wanita...

Sudah ayah! Jangan marah dan jangan bahas masalah ini lagi.

Kami sibuk, ada banyak tamu di hotel, biarkan saja.

Saat ayah ada di istana ini, ayah matikan laptop seseorang.

Saat ayah cekik tenggorokan seseorang, ayah tak ingat tentang kehormatan?

Ayah mengirimku ke London, ayah lupa itu?

Ayah mainkan Roulette Rusia dengan hidupku, aku hasilkan uang terus menerus.

Semuanya baik-baik saja... baik-baik saja.

Sampai seseorang membuatku marah.

Mulai sekarang, aku tak mau dengar hal buruk lagi.

Terutama darimu!

Mulailah kelola, beri aku waktu.

Akan kusuruh pengacara mengurusnya.

Ngomong-ngomong, aku akan menikahi Suhani!

Sebelum nama ayah tercemar, berilah bagianku!

Dan coret namaku dari daftar penerima harta warisan.

Halo, bersiaplah! Tuan putri akan melahirkan!

Kau nampak sangat berantakan.

Kebiadaban dan kemurkaan tetap ada.

Hanya kau yang bisa merubahnya.

Kau juga susah tidur?

Tak masalah bagi raja dan ratu, kita tak perlu mencari uang.

Kita adalah Raja dan Ratu Cinta.

Kenapa kau diam saja?

Ahh, sekarang hari Senin, ya?

Tak boleh ada hari-hari diam saat bersamaku.

Katakanlah sesuatu!

Katakan apa?

Katakan bahwa aku cantik!

Aku ingin setiap pagi di sisa hidupku, memandang wajahmu terlebih dahulu.

Pernyataan itu tak berarti aku cantik.

Artinya setiap pagi, hal pertama yang kuinginkan adalah memandangimu.

Lalu bunuh diri, setelah itu menghabisimu.

Kau selalu membuatku bergairah.

Kapan rangkaian pagi ini akan berakhir?

Tak pernah berakhir.

Sudah kukendalikan hatiku selama berabad abad, hatiku sudah hilang selama berabad-abad.

Aku menghampirimu, Tuanku.

Sekarang saatnya, ku tarik nafas dalam-dalam.

Saat aku bersamamu, hatiku tenang.

Biarkanku peluk dirimu, tidurlah di dadaku sayangku.

Biarkanku tertawa, Tuanku. Biarkanku menangis, Tuanku.

Bulan dan bintang mengajak menari.

Mata dan bibir mengajak menari.

Dampak matamu yang penuh kehidupan.

Saat aku bersamamu, hatiku serasa di rumahnya.

Biarkanku peluk dirimu, tidurlah di dadaku sayangku.

Biarkanku tertawa, Tuanku. Biarkanku menangis, Tuanku.

Ya, dengarkan aku!

Kini, para menteri patuh pada sekretaris mereka.

Selamat pagi!

Ya, hari ini, sekretaris bisa apa saja.

Aku mau ke Delhi, dan bicara pada mereka di sana.

Jangan khawatir, aku tahu keadaannya.

Madvi, matikan HP mu dan letakkan di atas meja makan!

Nanti kuhubungi lagi!

Aku meninggalkan meja makan.

Bagaimana perjalananmu ke Eropa?

Kau tak bawa apa-apa untukku?

Tunggu di luar!

Pertama-tama kau tak suka seleraku.

Kedua, jika ada yang bisa kuberi, aku dipaksa memberi.

Itu sebabnya aku tak bawa apa-apa.

Duduklah selama dua menit! Aku mau bicara denganmu.

Kau dengar, kan? Duduklah sebentar saja!

Kau racuni makananku?

Jagdish!

Jagdish!

Nyonya! Ayo berdiri nyonya!

Ya, baiklah. Dia masih lemah?

Haa, itu kabar baik. Baiklah, terima kasih, dr. Malik.

Bagaimana?

Madvi hamil.

Keluarga sesat! Kita semua kena kutukan!

Siapa yang tahu.

Ini bagus untukmu.

Lebih baik diaborsi.

Kasus perceraianmu dalam genggaman setan!

Aditya!

Ya.

Dokter bilang apa?

Saat di rumah...

Kita sama-sama tahu bagaimana kelakuanmu.

Bisa saja janin itu milik pria lain.

Tapi...

...jika janin itu bayiku, akan kuaborsi.

Aku senang dengan apa yang...

...kau katakan di atap malam itu.

Hati ini...

...bisa memulai hubungan baru.

Aku menunggumu... di atap malam ini.

SEDIA KAMBING AQIQAH 0896 5459 6463

Hasilnya sama dengan tempo hari di sini, ya? / Ya.

malam saat aku tiba di sini, kau tinggalkan aku telanjang di lantai.

Hasilnya persis seperti itu.

Aku ingin, jadi seorang ibu.

Itu juga yang kuinginkan.

Mulai hari ini kita tidur sekamar.

Agar nampak baik di mata orang, atau benar-benar kau ingin aku tidur di sebelahmu?

Jangan mencekikku di tengah malam!

Kuambil risiko untuk bayi itu.

Beberapa hari mungkin kita berdua tak akan bisa tidur.

Tapi suatu hari salah satu dari kita pasti bisa tertidur.

Kepercayaan akan terjalin sejak hari itu.

Maafkan aku.

Permisi nyonya.

Berikan kopernya pada Benavari!

Pak Singh, uang ini sebagai ganti rugi...

...atas lahan seluas 50 hektar untuk jalan raya yang dikelola oleh Jogel Kishore.

Aku akan bicara dengannya.

Dan kau, Saxina!

Nikahkanlah putramu! Jogel Kishore yang mendanainya.

Aku tak berhubungan langsung dengan siapa pun.

Saudaranya adalah penasihat senior menteri. Dia sendiri adalah pembuat film kartun.

Benarkan, Tn. Jogel Kishore?

Ya tentu saja.

Perintah anda sudah disampaikan dengan baik.

Anda harus berbicara di parlemen.

Tidak, politik adalah urusan rahasia.

Masih ada waktu untuk bekerja.

Ketika tua nanti, aku hanya duduk dan memberi saran saja.

Apa yang terjadi?

Ini urusan pekerjaan.

Kau masuklah, lanjutkan pekerjaan denganku.

Dokter bilang kau harus beristirahat.

Kau tak bisa melakukannya!

Tn., tak bisakah pekerjaan dihentikan?

Tentu saja tidak, sekarang istriku akan menunda urusan kerjaan.

Sekarang dia harus menjaga dirinya sendiri, aku yang akan menggantikannya.

Caraku bekerja sedikit berbeda.

Apa bedanya? Bisakah Anda memberi tahu kami?

Pakai cara lama!

Jika ada yang mengiming-imingi...

...akan kurenggut hidupnya!

Kalian boleh pergi!

Tolong, saudaraku! / Silakan, gambarlah kartun.

Apa itu?

Raja dan Ratu Spanyol jadi tamu pemerintah.

Mengundang semua keluarga kerajaan.

Ini undangan untukmu, nyonya!

Tanpa Yang Mulia, aku tak akan pergi ke mana pun.

Lalu bawa kami bersamamu. Semua orang ada di sana.

Aku bisa tau siapa yang mengamatiku.

Dan siapa yang menundukkan kepalanya.

Dan siapa yang akan menatap mata kita.

Itu cukup bagus. / Terima kasih.

Perkenalkan Yang Mulia Aditya Pratap Singh!

Hai!

Sampai jumpa Madvi!

Saudara-saudara, mohon berbaris.

Pak selangkah lebih maju!

Anda wartawan? Di sebelah sini!

Ini putra-putraku, Vijay, masih bujang.

Mahinde Singh!

Prabu Singh!

Lady Madhavi keluarga kerajaan dan juga Anggota Parlemen.

Betapa hebatnya Yang Mulia!

Semua miskin tapi saat ini kau terlihat yang paling miskin!

Bani! Ini putraku, Uday.

Dia ada perlu denganmu, kalian berdua silahkan bicara.

Aku mendengar tentangmu.

Kudengar berita putrimu. Aku sangat kesal.

Apa keperluanmu denganku? Katakan segera, aku mau menemui seseorang.

Dengar, kau pasti punya masalah, kau sudah dengar mengenai aku.

Tapi aku tak seburuk itu, orang bisa difitnah karena berdiri di sampingku.

Katakan, apa rencananya?

Kudengar kau akan menjual tanah kastilmu.

Sekarang sudah tidak lagi.

Jadi tanah itu tak digunakan.

Aku punya sejumlah uang.

Akan kuinvestasikan di tanahmu, bekerjasama membangun hotel.

Pengalamanku 20 tahun selama di London, banyak...

Tn. Pratap Singh Yang Terhormat, dalam hidupku, aku telah banyak dikhiananti.

Walau Dewa mengajakku kerjasama, tetap kutolak.

Halo!

Kau terlihat sangat kesepian di antara kerumunan ini, sendirian dan berbeda dari yang lain.

Hanya kau di sini yang memperhatikanku, tapi kau di mana? Aku tak melihatmu.

Aku melihatmu.

Kau barusan berbicara dengan Pak Bani, kan?

Ya!

Aku tadi ada di sebelah kananmu, sekarang ada di belakangmu.

Halo!

Madhavi aku tahu pasti bertemu denganmu di sini.

Kau berbicara dengan Paman Bani, ada urusan apa?

Aku ingin lahannya, tapi dia tidak mau menjualnya.

Dia mau mendengarku, dia mertua-nya suamiku.

Ayah dari istri kedua-nya suamiku, mau aku bicara padanya?

Kau tak mau mengenalkanku...

...dengan teman barumu?

Dia Uday, anak tertua Maharaja Pratap Singh.

Dan ini...

Aku suaminya, Aditya Pratap Singh.

Semua orang saling membaca satu sama lain, tapi aku belum pernah melihatmu sebelumnya.

Telah kudengar banyak berita tentang anda.

Ya, aku mengerjakan beberapa pekerjaan hebat.

Selama 20 tahun aku jauh dari India, dan sedikit lebih jauh dari membaca.

Aku juga dengar tentang anda di London

Maaf, aku tinggalkan kalian, gubernur mau pergi dan aku mau menemuinya.

Jadi anda ada di luar negeri selama 20 tahun?

Ya.

Di mana anda berkenalan dengan Madhavi? Di Facebook?

Saat kuhajar kepala Lord Wiley dengan botol, aku jadi terkenal.

Madhavi ada di klubku.

Dia tak memberitahumu tentang hal ini?

Aneh! Setiap wanita yang mengalami hal seperti itu pasti memberitahu suaminya.

Sepertinya kalian berdua tak berbicara satu sama lain.

Anda mau membahas masalah pribadi?

Kalianlah yang harus bereskan, aku jadi nyaman berbicara dengan kalian.

Istri Adam seperti Madhavi, Tidak, aku khawatir terhadap semua pria.

Dua orang terkenal berdiri di sini, malah perhatian ada di tempat lain.

Kau suka kerumunan?

Kepadatan penduduk semakin meningkat, ada orang di mana-mana.

Anda mungkin tidak menyadarinya.

Aku hanya sedikit menikmati hidupku, kini aku harus menikmati seluruh hidupku bersamanya.

Di mana serunya?

Cinta! Mungkin kau tidak menikmati kisah asmaramu.

Haa! Aku dengar pemahamanmu tentang cinta.

Jadi siapa yang lebih terkenal?

Aku ajukan dirimu atau kau memilihku?

Mengapa keluarga kerajaan Spanyol menemui keluarga kerajaan kita?

Mereka juga mengunjungi rumah gubernur.

Uang subsidi pemerintah kepada keluarga bangsawan...

...yang disebut dompet uang, dihentikan pada tahun 1971.

Itu artinya kita memiliki monarki.

Kau bisa jual ini?

Kenapa Tuan?

Berlian diwariskan, mereka dibeli dengan uang yang sangat banyak.

Jangan Tuan!

Berlian asli ini milikku.

Aku harus menjauh dari batu ini, kita masih bisa ditahan.

Apa yang kau lakukan?

Aku meminta hakku!

Ketika negara ini dimerdekakan, ada lebih dari 580 Khan di negara ini.

Semua hak dan kekuasaan mereka diserahkan kepada pemerintah India.

Apa yang mereka dapatkan?

Gaji bulanan, dana khusus! Pada tahun 1971 semua itu dihentikan.

Aku mau hakku! Bisa, kan?

Tidak masalah, tapi...

Jujur saja, hal ini haris diliput media!

Itu sebabnya kami meminta pada anda semua.

Kalau tidak, pengacara mana pun bisa menggugat.

Baiklah.

Ajukanlah gugatan, undang sendiri media!

Dampaknya lebih besar.

Pengacaraku dan aku ada di balik layar.

Tapi orang banyak ada di depanku, aku akan muncul saat pengadilan memanggilku.

Saat aku dipanggil, ceritanya harus sudah heboh.

Saat aku tiba di pengadilan, semua orang sudah menungguku.

Begitulah.

Kuusahakan sebaik mungkin.

Bagus!

Silahkan makan lalu pergilah!

Baiklah.

Halo? betul, tidak. Sampai nanti.

Di halaman lima, kiri bawah.

Siapa tadi?

Paman Bani.

Aditya Pratap Singh vs pemerintah?

Apa ini?

Namaku dicetak.

Nama yang dilupakan orang.

Kini di halaman lima, aku ingin mengembalikan nama itu.

Tahun depan ada Pemilu.

Namamu tak mungkin dipilih orang.

Bulan depan kau akan jadi seorang ibu, bersiaplah!

Dan aku jadi ayah.

Aku bukan penggemar makanan Italia, tapi Ravioli anda sungguh lezat.

Pastinya, anakku yang mengawasi penyajiannya.

Benarkah? Vijay bisa masak?

Tidak.

Bukan dia, tapi Uday.

Uday! Ngomong-ngomong, Uday mengatakan sesuatu.

Apa?

Kami punya kastil tua. Dia ingin membelinya.

Kau bilang apa padanya?

Kubilang Aditya Singh sudah menang, hak kita sudah kembali, kenapa dijual?

Sekarang Pemerintah memberi kami uang.

Aditya tidak punya alasan, dia hanya mau dirinya jadi terkenal.

Semua rumah besar atau kecil harus bersertifikat dan ditanda tangani oleh pemerintah.

Aku tak setuju!

Aku suka Aditya.

Dia masih memiliki hati nurani dan kepedulian. Tapi kalian hanya menjaga harta sendiri.

Yashodara...

Ibu sudah minum obat tadi sore?

Belum? Ayo diminum. Silahkan dilanjutkan.

Ayo!

Permohonan Uday tak ada hubungannya dengan kami.

Dia banyak omong dan tak punya uang, bagaimana dia bisa beli lahanmu?

Aku menurutimu.

Putraku...

Aku sudah bicara dengan pengacara.

Kita bicarakan besok pagi di meja sarapan.

Halo.

Dalam 2 menit, kutunggu di taman!

Kalau tidak, kuseret mayat ini keluar.

Mayat siapa?

Apa yang terjadi?

Kalian berdua sangat membenciku?

Aku putramu , begitu rendahkah aku hingga ayah kirim pembantu untuk membunuhku?

Kami tak ada hubungannya dengan itu, bang!

Dia anak buahmu, kan?

Semua pelayan istana tahu apa yang terjadi di antara kita!

Abang mungkin mengira Mahfud melakukan ini...

Agar majikannya senang!

Sekarang aku sudah menarik kesimpulan, dia adalah salah satu pelayan istana.

Tanpa seijin tuannya, coba membunuhku untuk dapat imbalan.

Kenapa kau Uday? Tenanglah!

Ikut aku, ayo!

Uday!

Dengar, ayo kita tenangkan dirimu, kita jalan-jalan ke luar.

Aku ceritakan semua, ayo kita pergi!

Seperti kataku, aku sudah bicara ke pengacara.

Ini tak ada hubungannya dengan adikmu Vijay, Mahfud pasti telah membuat keputusan sendiri.

Hmmm, dan menembak tepat di saat yang tepat.

Saat mataku melihat ayah, aku jadi tak berdaya.

Aku tersenyum padanya dan aku ingat ayah sesaat.

Ayah menembakku sekaligus menyelamatkanku.

Sayang sekali.

Membunuhku tak ditulis dalam takdirmu, ayah.

Ada apa ini, ayah?

Dia membunuh orang kepercayaanku, tangkap dia!

Cepat ringkus dia!

Kau ikut denganku! / Baik.

Ayo bawa ke kantor!

Aku memaafkanmu, kau melakukan kejahatan lagi?

Pintar menipu, kau bahas hartaku. Bawa dia!

Ayo!

Kau bawalah mobilku, jangan sampai ada yang tahu kau ada di hotelku.

Ayo masuk! / Bolehkah aku menelpon?

Kau mau kasih aku apa?

Tenang jangan berisik, masuklah lewat pintu belakang!

Pak, kita sudah di sini bagaimana kita bawa mayatnya?

Kita harus panggil ambulans.

Bagaimana..

Sebentar!

Siap pak.

Siap pak, mengerti pak. Jayalah India!

Ada apa?

Putramu menelpon seseorang?

Menelpon siapa? Dia tak kenal siapa pun!

Yah, apapun itu...

...sekarang kita tak lagi lewat pintu belakang, kita lewat depan.

Kau panggil ambulans!

Hubungi bagian forensik dan juru foto!

Jangan ssshh ssshh, katakan di mana mayatnya!

Perhatian! Tak ada yang boleh meninggalkan hotel!

Pak, putramu mengaku membela diri, karena korban berusaha membunuhnya.

Jadi bagaimana dengan uang yang kuberikan padamu?

Uang itu untuk tindakan ini. Ayo kita pergi!

Dialah juaranya! Dialah orang sucinya, orang sucinya! Ambillah, silahkan ambil hadiahmu!

Aihh, kenapa ini?

Tidak apa-apa.

Sana buatkan teh!

Kau bawa barang-barangmu?

Ya tapi sedikit.

Ayo pergi ke hotel! Semuanya ada di sana.

Dialah juaranya! Dialah orang sucinya, orang sucinya! Ambillah, silahkan ambil hadiahmu!

Dia ambil pistol dan meledak, tak perlu khawatir, sungguh.

Tragis tapi nyata.

Kukatakan pada polisi bahwa jika terjadi sesuatu padaku dan Suhani...

Akan jadi tanggung jawabmu dan putramu, Vijay Singh!

Ayo kita masuk!

Sudah kau bersihkan kamarku?

Selamat datang!

Aku ada urusan di luar, sore nanti aku kembali.

Kalau butuh sesuatu, angkat telpon, tekan 0.

Tak usah khawatir.

Dia tak akan menembakkan peluru.

Tidak ada yang senang dengan kedatangan kita.

Tapi telah kulenyapkan keberanian mereka.

Mungkin hanya ocehan ibuku.

Tapi itu tak akan membunuhmu.

Tolong kau segera bereskan!

Untuk kamar 124.

Mereka mengeluh tentang makanan dan selimut yang bau...aduh, bang!?

Aku mau pergi keluar, Suhani ada di kamarku.

Saat aku kembali, aku mau lihat senyum di bibirnya.

Itu sebabnya jangan dekati dia, bahkan jangan sekali-kali...

...matamu memandangnya! / Baik bang.

Enyahlah!

Terima kasih banyak, Madhavi!

Tak akan kulupakan kebaikanmu seumur hidupku.

Lihatlah, keluargaku sendiri yang menyerangku.

Mungkin mereka harus mengalami kesulitan.

Kau mau beli kastil dan lahan ini dari Paman Bani, kan?

Paman Bani akhirnya mau, berapa harga yang kau tawarkan?

Terima kasih kau sudah bicarakan pada Paman Bani.

Tapi bukan itu yang kutawarkan.

Sepertinya kau dan Paman Bani, kalian berdua ada urusannya denganku.

Kau tak buang-buang waktu.

Tugasmu selesai.

Aku yang akan bayar Paman Bani, aku juga punya perijinan.

Lalu berapa lama membangun istana impianmu?

Lakukanlah sesuatu untukku!

Bagaimana..?

Sesuatu yang tak bisa kau lakukan, itu pasti pekerjaan yang sangat sulit.

Sulit bagi kami, tapi mungkin tidak bagimu.

Kau harus membunuh seseorang.

Jika kami yang membunuh...

Semua pasti langsung mencurigaiku, kau tak ada hubungannya dengan mereka.

Dengan mereka?

Aditya Pratap Singh, Tuan kami.

Kau mau membantu kami?

Kuselesaikan tugasku, kau selesaikan tugasmu.

Kalau tidak, akan kuceritakan kisah hidupku padamu agar kau mengerti.

Apa yang kau lakukan? Sandiwara ini selesai!

Kau tak perlu memberiku cinta seperti ini.

Sejak Tuanku memasuki hidupku...

Cukup cukup, kau tak perlu memberitahuku kisah hidupmu.

Jangan sampai hal ini mempengaruhi kesepakatan kita.

Aku membunuh banyak orang, tapi tidak dengan tanganku sendiri.

Jika dia mau bermain denganku.

Dia renggut nyawanya dengan tangannya sendiri

Ingin kubunuh Aditya sendiri, Tak ada yang peduli pada putriku.

Surat serah terima kastil ini, akan kusiapkan untukmu.

Siapa yang akan kau bunuh?

Dia tak akan membunuhnya, Tuanku akan bunuh diri.

Saat dia senang, ajak dia bermain.

Tapi, bermain?

Aditya memainkan permainan ini untuk sementara waktu.

Dengan paksaan atau saat sedang mabuk.

Sarjana Muda dalam Ilmu Politik.

Seorang vegetarian sejati, tiap tiga bulan pergi ke kota Tirupati Ziarat.

Berpengalaman, pernah bercerai dan tertutup pada orang lain.

Memimpikan persekongkolan dan terus tumbuh.

Bersikap bagai kawan, tapi hatinya hancur.

Impian terpenjara di dalam pendangan mata.

Hubungan ada dalam kegelapan.

Lihatlah, hanya masalah keyakinan.

Misalnya, karena aku percaya pada Balaji ...

...setiap tahun aku mengunjungi Thirupati .

Tidak, tidak, tidak...

...aku percaya hanya tiga hal yang bisa ubah hidup kita.

Impian, penderitaan dan cinta.

Begini, misalnya kusingkirkan penderitaan, hanya ada mimpi dan selalu jatuh cinta.

Semua orang menanam dan menanam bibit racun.

Dan mereka mencuci darah di tangan mereka.

Api kebencian di hati semakin membara.

Kenapa mereka jatuh cinta lagi?

Tak ada seorangpun yang mau dibatasi.

Dan merahasiakan hubungan.

Apapun yang terjadi!

Kasus ini sudah tertahan di pengadilan selama lima tahun.

Aditya dalam waktu setengah jam menyelesaikannya.

Kemurnian hati Aditya Pratap Singh...

...dari keluarga bangsawan, ketenarannya tersebar ke seluruh negeri.

Sejauh ini 225 keluarga bangsawan telah menandatangani petisi .

Dia adalah seorang pemimpin yang berkarisma.

Itu sebabnya ribuan orang setuju bahwa kata-katanya adalah sabda dewa.

Ini adalah siasat pemilu.

Ini adalah perjuangan untuk kehormatan mereka.

Aditya mengakui perbuatannya di pengadilan, dia telah minta maaf atas pembunuhan itu.

Dia sedang mempersiapkan pemilihan mendatang.

Beberapa partai besar menjanjikan kursi padanya.

Namun dia belum menanggapi partai mana pun.

Ini pencitraan, dia mau menang di pemilu.

Dia sangat berbahaya, jika dia menang, dia akan balas dendam pada semua orang.

Mari kita pikirkan!

Tepat, bahkan Bangsawan hebat tidak mendukungnya.

Mari kita semua sepakat untuk tidak mendukung gugatannya.

Tidak ada yang dibanggakan darinya.

Tak pernah terpikirkan oleh bangsawan lainnya, bahwa kita akan suka padanya.

Kita harus menahan diri.

Suamimu menginginkan dukungan ayahku, ayahku ingin menyingkirkanku.

Lakukanlah sesuatu dan selesaikan masalah ini!

Ini tanggung jawab yang kuberikan padamu.

Lakukanlah sihirmu!

Jika kau mau tanggung jawab, akan lebih ringan dengan ini!

Ini uang tutup mulut, aku tahu siapa penembak keponakanku.

Kau yang menembak Ranjana!

Keponakanmu tak tahu siapa yang menembaknya.

Kau pun tidak tahu!

Dengar, besok datang ke rumahku, mengerti?

Kami berangkat sekarang!

Untuk pertama kalinya aku menginginkan sesuatu darimu, tetap semangat!

Tidak mungkin! Jika kau gusar, jangan mencalonkan diri pada pemilu!

Salah satu anggota sebuah partai, mencalonkan dirinya sendiri jadi Caleg.

Masyarakat mendukungku. / Dan juga media.

Anda pasti melihatnya di televisi, dia terlihat sangat tampan sekali.

Ada wajah baru dalam partai ini.

Partai telah mengerti dan dia baru saja terbebas dari tuduhan pembunuhan.

Ya, aku memang tidak melakukannya.

Kau mengatakannya lagi, yang mendukungmu masih sedikit.

Hanya keluarga bangsawan biasa.

Jika banyak keluarga bangsawan mendukungmu...

...partai akan mengerti betapa pentingnya dirimu.

Cobalah perbanyak lagi!

Jadi, bagaimana kabarmu, Madhavi?

Aku baik-baik saja, pak. Hanya beristirahat di rumah.

Rabbi, ada berita apa? Semua baik-baik saja?

Ya,...itu...

Tuan, aku ingin berbicara dengan anda.

Apa? Kau butuh uang?

Tidak, aku sedang berbicara dengan Tuan. / Ayo, katakan saja.

Ayahku tak tahu lagi harus berbuat apa.

Ada apa?

Ada rencana pembunuhan atas dirimu, Tuan.

Kau sudah gila? Kau masih waras? Hah?

Aku baik-baik saja. / Kau masih waras?

Membunuhku?

Ya.

Ada yang memberitahumu? / Tidak, aku mendengarnya.

Dari siapa kau dengar?

Dari Pangeran Uday Pratap Singh, saat dia datang dari Inggris.

Dia mau membunuhmu.

Kenapa dia mau membunuhku?

Karena ayahku menyuruhnya, kastil dan seluruh lahan jadi imbalannya.

Aku tak tahu apa yang akan terjadi padamu, apa yang harus kulakukan?

Jangan pulang! Tak perlu cemas.

Nyonya, jaga dia. / Akan kuawasi, pergilah!

Rabbi!

Tuan... / Ayo pergilah, sana cepat!

Dasar pecandu narkoba, maunya uang! Tolong jangan percaya padanya.

Tapi dia tak minta uang!

Paman Bani telah kembali.

Jangan bicara di 2 telepon sekaligus, fokuslah pada tujuanmu!

Lupakan Harry Singh di masa lalu!

Aku butuh sedikit bantuan darimu. Tanda tangani surat pernyataan itu.

Dia punya pacar.

Siapa?

Uday Singh.

Siapa pacarnya?

Suhani.

Suhani, ya?

Saat aku di penjara, kau bahkan tak pernah menanyaiku.

Tak ada yang datang menjengukku.

Tapi hari ini tak sama, aku menghargaimu.

Tuan, Tuan, cepat ke sini! Gadis itu menemukan sesuatu.

Sampai nanti!

Apa kabar?

Aku baik-baik saja.

Aku siapkan surat tanah, bagaimana menurutmu?

Ya, tentang Roulette Rusia, kau pernah mendengarnya?

Ini disebut permainan kematian.

Kutantang Aditya memainkan permainan ini.

Tapi kenapa Aditya harus memainkan permainan ini?

Hari ini, harga diri seorang bangsawan ada di kepalanya.

Jika harga dirinya ada dalam kemabukan anggur...

Mungkin dia sudah puas, atau kita bisa menilainya.

Dengar, lakukan yang terbaik.

Baiklah, sedang kupikirkan.

Dasar bodoh!

Kenapa aku harus memainkannya?

Bermainlah, nanti aku yang atur.

Agar Uday menembak dirinya sendiri.

Uday hidup atau mati, apa urusanku?

Ini penting bagi Harry Singh.

Karena Uday meminta bagian warisan, Harry Singh tak mau memberikannya.

Jadi Harry Singh ingin Uday mati.

Tidak, tidak, biarkan saja.

Tuan, jika kau bermain, Harry Singh akan mendukungmu pada pemilu.

Dan jika dia mendukung orang lain, dia bisa menikammu dari belakang.

Siapa yang akan bermain?

Hari di mana kau jadi teman baikku. Kau bosnya, pilihlah!

Hari itu aku akan mabuk karena harga diriku, lalu kuminum anggur sampai mabuk.

Uday mencari kesempatan seperti itu.

Uday ahlinya permainan ini, bisa jadi peluru akan tertembak padamu.

Aku punya data tentang permainan ini.

6 buah ceri masing-masing akan dimasukkan ke 5 gelas anggur dan 1 gelas Vodka.

Pemain yang memperoleh Vodka, dia yang memutar silinder.

Dan orang kedua menembakkan pistol di kepalanya, begitukan?

Begitulah!

Kita duduk di sini sambil minum bir, listrik hotel ini sedang mati.

Generator harus diistirahatkan, di sini listrik sering mati.

Listrik akan mati pada saat permainan.

Lalu?

Uday mahir dalam permainan ini, dia tahu gelas mana yang berisi Vodka.

Maka aku dapat giliran pertama.

Ada enam lubang di silinder.

Artinya, bagianku ada di lubang pertama, ketiga dan kelima.

Akan ada pistol lain di kantongku.

Mirip dengan pistol leluhurmu, ada peluru di lubang kedua, keempat dan keenam.

Saat permainan dimulai, listrik padam!

Dan pistolnya akan segera kutukar.

Setelah dia dapat giliran menembak, Hari Paskah bagi kita semua.

Desa yang asri, desa yang indah, sejuk berseri.

Alam cinta hari ini sama dengan alam sejarah.

Dia sering terluka dan tersakiti.

Alam cinta hari ini sama dengan alam sejarah.

Dia sering terluka dan tersakiti.

Dia terluka, dia menyembuhkan dirinya sendiri.

Salam ratu. / Salam.

Ibu...

Hai anakku!

Ibu lupa lagi? Minumlah!

Kenapa dua pil?

Obat tenang, ini sangat penting.

Aku bosan minum pil!

Kami mendukung anda!

Semua orang mendukung anda!

Selamat!

Kau mau kemana sekarang?

Aku harus tiba di Delhi sebelum jam 2 pagi ini.

Tinggallah...

Maaf Madhavi, tapi aku harus pergi sekarang.

Kubilang tetap di sini!

Kalian menari dengan sangat baik.

Terima kasih, pangeran.

Ada mobil menunggu kalian di luar, pulanglah!

Baik Pangeran.

Suhani, sampai jumpa.

Pergilah ke kamar!

Aku ingin di sini bersamamu.

Suhani, aku tak mau kau melihatnya.

Kumohon, pergilah ke kamarmu!

Biar aku waspada, tidak buat kesalahan.

Kusimpan.

Aditya Pratap Singh! Aku tak akan memberimu selamat!

Aku pergi dulu!

Hari ini kau jadi sangat terkenal.

Kau datang untuk merekrutku?

Aku tak mengoleksi tanda tangan politisi.

Kekuatanmu belum teruji.

Dan tuan dari penguasa keji itu baik?

Di sini kau rupanya, ayo aku ajak keliling istana!

Ada begitu banyak barang bagus dan langka di sini.

Masih darah yang mengalir di tubuhmu.

Atau kau sudah terinfeksi politik, dan darahmu berubah jadi air?

Kucoba membuka takdirku dengan susah payah.

Ketika semua kartu di permainan pokermu sedang bagus...

...apa lagi yang kau takutkan?

Sejauh ini kau tidak takut?

Kau yang akan bermain denganku?

Bermain apa?

Tidak, tidak itu sepenuhnya tidak benar.

Dia memiliki 800 anjing, semuanya anjing penjaga.

Anjing-anjing itu dikembang biakkan di sini.

Ratusan ribu Rupee dihabiskan untuk perkembang biakkannya.

Luar biasa!

Akan kutunjukkan lukisan yang luar biasa, asli karya Raja Kabir.

Baiklah.

Vijay, bawa lukisan itu!

Lukisan-lukisan tersebut, tidak kami simpan di sini.

Ayah!

Hmm.

Sudah ayah temukan?

Ya, ada lagi?

Anggur.

Vodka!

Deepal! / Ya?

Ini yang ketiga, kan?

Kau seorang profesional, ayo lihat ini!

Wow!

Dilukis 130 tahun yang lalu, lukisan asli.

Wanita cantik, tapi sekarang sepertinya dia sudah mati.

Apakah kalian punya pengawal pribadi?

Keempat.

Pangeran, ibuku dibunuh!

Madhavi!

Madhavi!

Ibarat bulan dan matahari muncul bersamaan,

saat mereka bersama malah terjadi gerhana./i>

Itulah kau dan rasa cintaku.

Uday putraku, kau tak bisa membunuhku!

Ada persekongkolan untuk membunuhmu, tapi aku...

Maafkan aku, sobat.

Aku hanya mau hidup, ingin sebuah kehidupan yang...entahlah.

Ini bukan? Ini akan meledak, kan?

Pelurunya ada di lubang kedua, kan?

Ada janinmu, dia akan ikut mati.

Saat dia lahir, aku akan menceraikanmu!

Kau mengalahkan ketenaranku!

7 BULAN KEMUDIAN

Tuan, bayinya sudah lahir, bayinya laki-laki.

Salam Tuan.

Di mana?!

Sudah tak ada lagi wanita baik hati.

Ya Tuhan, ini bukan yang pertama kalinya.

Bertindak tanpa berpikir, jangan terlalu membebani hatimu!

Wanita ini sudah memiliki Tuan baru.

Serumah dengan Tuanmu.

Diam-diam kau tanya tentang teman-temannya.

Wanita secantik dirimu, hatimu penuh tipu daya.

Dia adalah Kaisar dan kau adalah istrinya.

Dia adalah Kaisar dan kau adalah istrinya.

Dia adalah Kaisar dan kau adalah istrinya.

Datanglah ke tuanmu, singgahlah sekali ke rumahku.

Datanglah ke tuanmu, singgahlah sekali ke rumahku.

Sosok wanita yang sangat terkenal.

Dan akan sangat menyesatkanmu.

Sosok wanita yang sangat terkenal.

Dan akan sangat menyesatkanmu.

Kejahatan dan tipu dayanya luar biasa.

Kesekian kali dia berbuat salah.

Dia merasa benar dan tidak bersalah.

Awalnya terlihat sangat romantis.

Dia adalah Kaisar dan kau adalah istrinya.

Dia adalah Kaisar dan kau adalah istrinya.

Dia adalah Kaisar dan kau adalah istrinya.

Datanglah ke tuanmu, singgahlah sekali ke rumahku.

Datanglah ke tuanmu, singgahlah sekali ke rumahku.

Lady Beverly melakukan apa yang dia inginkan.

Seolah wanita saleh.

Tapi di belakangmu cintanya berdusta.

Jangan takut rancangkan hal jahat, setiap kali kepalamu terbentur batu.

Diia tak akan melepaskan persekongkolan itu.

Untukmu setiap bajingan akan datang.

Dia adalah Kaisar dan kau adalah istrinya.

Dia adalah Kaisar dan kau adalah istrinya.

Datanglah ke tuanmu, singgahlah sekali ke rumahku.

Datanglah ke tuanmu, singgahlah sekali ke rumahku.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.