All language subtitles for My Unfamiliar Family episode 1.NEXT.IQIYI

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian Download
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by IQIYI Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

"Episode 1"

"Sudah kirim bahan promosi, terima kasih atas bantuanmui.

Aku sangat senang, terima kasih.

Semangat.

Semangat?

Hanya terbiasa saja untuk bilang ini.

Semoga Daegye bahagia.

Apa kebahagiaan agak terlalu abtrak?

Ehh, tak pedulinya.

Kirim saja. Kirim saja.

Ibu

Sungguh...

Halo, deputi.

Baik, baik.

Akan tiba sebelum pukul 9.

Baik.

Ibu

Kenapa?

Panggilan yang Anda lakukan tidak dijawab. Akan ditransfer ke voicemall.

Ibu

Panggilan dari ibu.

Si ibu ini sungguh menjengkelkan.

Ibu Lee Jeongsoo, selamat pagi.

Kenapa kamu tak menjawab telepon?

Jangan menelepon saat waktu bekerja.

Sedang sibuk untuk mempersiapkan pekerjaan.

Jangan menelepon saat waktu bekerja.

Jangan menelepon saat waktu rapat.

Jangan menelepon saat makan siang dan mengganggu kamu makan.

Sedang lembur. Jangan menelepon.

Jadi seharusnya kapan aku dapat menelepon kepada kamu?

Kamu tak menjawabnya, apa kamu harus meneleponnya?

Apa kamu mengira aku punya waktu kosong untuk bicara dengan kamu?

Daripada ibu lain, aku sudah lebih kurang menelepon.

Aku takkan menelepon kepada kamu.

Ibu ini, kamu sudah tak berada dalam masa klimakterium, kan?

Kenapa selalu teriak kepada aku?

Kenapa kamu teriak kepada seorang pekerja?

Mana asinan yang lama?

Itu adalah semua asinan pada 2 tahun yang lalu.

Jika kurang cukup, dapat dicampurkan dengan yang tahun lalu.

Tapi kamu tak suka yang dicampurkan.

Ehh, sudahlah.

Hari ini, kamu beri tahu kepada anak-anak.

Jangan berpura-pura bodoh.

Terserah kamu.

Baik, aku tahu.

Ayah, hari ini Anda pergi ke gunung mana?

Gunungnya sama semuanya.

Kalau begitu, Anda hati-hati.

Kenapa? Kenapa? Ada apa?

Yang bekerja paruh waktu akan segera jadi pekerja resmi.

Aku sungguh tak dapat menjadi seorang supir truk.

Ehh, bayangan ibu kita dipenuhi kemarahan.

Siapa itu?

Siapa membuat ibu marah?

Siapa itu?

Telepon kepada kak kamu.

Minta dia malam ini pulang ke rumah.

Ingin bilang sesuatu.

Rupanya akhir-akhir ini kak selalu lembur.

Tak peduli kapan dia pulang kerja, dia harus pulang.

Beri tahu kepada dia. Jika dia tak pulang, namanya akan dihapus dari buklet warga.

Astaga!

Anak putri kecil

- Jadi marah. - Panggilan yang Anda lakukan tidak dijawab.

Halo, ada apa lagi?

Terjadi apa dalam rumah?

Kenapa?

Bukan, pagi ini, kamu dan ibu menelepon kepada aku secara bergiliran.

Ahh? Ibu, tadi kamu yang menelepon kepada kak.

Ya, kamu juga mendengarnya, kan?

Teriak kepada anak putri yang sedang bekerja.

Cukup!

Ibu minta kamu pulang malam ini.

Sudah kubilang, aku sangat sibuk.

Tak peduli kapan kamu pulang kerja, harus pulang.

Kalau tidak, nama kamu akan dihapus dari buklet warga.

Seharusnya ingin bilang sesuatu, kamu pulang saja.

Ibu tak pernah begini.

Kamu juga tak tahu alasannya?

Ya, sama sekali tak tahu.

Apa kak akan pergi?

Aku tak tahu.

Ibu, kita bertemu malam ini.

Ibu, kita bertemu malam ini.

Kita dengarkan bab ketiga Sonata Mozart yang dimainkan oleh Chopin.

Pulang lagi.

Sudah minta kamu bawa pergi untuk mencuci.

Bagaimana pun mencucinya di dalam kamar cuci baju. Aku hanya ambilnya kemballi saja.

Kamar cuci baju paling cocok untuk membaca.

Bagaimana pun aku juga tak punya hal lain untuk melakukan.

Bukankah kamu menulis esai setiap hari?

Aku sangat menantikannya.

Sudah kubilang, aku tidak menulis esai.

Aku pernah mendengarnya.

Pernah mendengar apa?

Dari siapa?

Dengar dari Hyoseok, kan?

Sedang melakukan sesuatu tentang komputer di kafe.

Hanya main saja dengan menghibur sendiri.

Hyoseok?

Kamu sudah sangat mengenal dengan yang bekerja waktu paruh di depan rumah sampai dapat memanggil namanya?

Hanya seorang anak.

Apa kamu akan jadi cemburu?

Pembuat kopi An tak dapat dianggal sebagai seorang anak, kan?

Selamat pagi.

- Kamu sudah datang. - Selamat pagi.

Oh, ya. Hari ini ibu akan datang.

Malam ini aku makan malam dengan dia.

Ya. Kita bertemu di kafe.

Kamu sudah berkerja dengan rajin.

Anda hati-hati di jalan.

Bukan cemburu. Pergi tanya dia.

Kepala tim Kim Eunhui, terlambat 1 detik saat pergi bekerja.

Sial.

Kalau tak kirim sms, dan takkan terlambat.

Kalau tak parkir dan kirim emoji, takkan terlambat.

Selamat pagi.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Baik, selamat pagi.

Usaha kamu hanya sia-sia saja.

Akan didenda juga jika hanya terlambat 2 sampai 3 menit.

Aku tak ingin pergi makan secara kumpulan dengan denda seseorang.

Terima kasih atas kata baik dari kamu pada pagi ini.

Sial. Sial.

Selamat pagi.

Astaga, sungguh orang gila.

Waktunya sudah terlalu lama saat penyakit gangguan emosi kontrol deputi kambuh, kan?

Bukankah kantor pusat Amerika akan mengirimkan seorang wakil deputi?

Lebih muda daripada deputi Jeong.

Katanya sangat mampu.

Didengarkannya sudah menargetkan posisi deputi Jeong.

Pendeknya mengerutkan kening tidak akan membuat hidup lebih baik.

Hanya akan memperbanyak kerutan.

Iya.

Ohh, kerutan.

Pidato kamu hari ini sangat bagus.

Ya. Mulai bekerjalah.

Bersyuting.

Sangat tipis dan cocok, aku sungguh penasaran.

Selebriti akhir-akhir ini.

Henti.

Hanya aku kurang suka?

Agak...bosan.

Mau menyalahkan aku?

Tak peduli apa perusahaannya sangat buruk,

tak dapat memakai aktor yang sedang kuliah dalam kampus akting?

Tak dapat, tak punya uang.

Kamu lebih santai saja. Seperti omong kosong terhadap kami.

Lebih santai.

Kamu bisa. Ayo.

Mulai bersyuting.

Barang perawatan kulit dasar Go Raka dicoba.

Ya.

Malam ini kak kedua aku akan pulang.

Aku ingin memberi tahu aku bekerja waktu paruh di sini.

Jangan bilanglah.

Aku bantu kamu bilang ini.

Apa?

Kamu selalu kontak dengan kak kedua aku?

Tidak. Walaupun selalu tak kontak, juga sebagai teman dalam wechat yang takkan berubah.

Di internet sosial ada pengingat ulang tahun.

Asalkan berniat, dapat kontak kapan pun.

Ya.

Karena sudah tak berniat selama beberapa tahun, langsung saja tak berniat lagi.

Sudah berapa tahun?

Tahun kelima. Sudah empat tahun.

Ternyata aku sedang menghitung tahun?

Bagus.

Sinilah wilayah yang prakteknya sangat tinggi.

Astaga.

Salam.

Salam.

Astaga. Astaga.

Dekan, sinilah satu tempat yang tenang dan indah.

Di tempat macam ini, aku sudah meditasi seoenuhnya otomatis.

Aku sudah membawa bahan referensi.

Siapa yang meditasi?

Ya, itu aku.

Catatan: ada satu ritual di Korea Selatan, saat digit pertama umurnya adalah 9, orang itu akan mengalami kemalangan.

Umurku akan ke puluhan, harus melakukan sesuatu.

Sini bukan untuk memecahkan masalah umurnya.

Ya.

Besok mobil tim promosi akan tiba juga.

Meditasi akan sangat sulit.

Akan berguna untuk memahami tulisan aku.

Ya, ya.

Wah, kak aku lebih kaya lagi.

Sangat luas, sangat bagus.

Di rumah kosong sekali.

Tak ada rasa hidup di dalam rumah yang ada orang hidup.

Aku mengantar kamu kopi yang baru dibuat.

Aku tak minum kopi.

Ya. Bukankah sekarang sudah mulai minum?

Ingin minum.

Tapi kenapa kamu tahu?

Setiap kali saat aku merebus kopi, kamu berusaha bertahan.

Sejak hari ini makan makanan yang kamu suka dengan sesuka hati.

Karena Anda bilang ini,

Maka aku dengan khusus merebus kacang kopi yang baru untuk kamu.

Enak diminum.

Sungguh enak diminum.

Sudah berapa lama aku tak minum ini?

Aku sungguh kejam hati.

Kamu menduga aku akan datang, benarkah?

Ini untuk dipinjam kepada aku, kan?

Buku dikembalikan dalam satu bulan.

Aku tak suka orang yang pinjam buku tapi tak mengembalikannya.

Baik.

Apa kamu pernah bilang kadang-kadang kita akan bertemu di sini?

Terhadap Dokter Yun?

Dokter Yun.

Semuanya menyebutnya dengan begini.

Ya.

Oh, ya. Apa kamu pernah bilang dengan Dokter Yun?

Masa... tempat ini adalah rahasia antara kita?

Apa kamar cuci baju begini merahasiakan?

Ya.

Kalian datang.

Ehhh, nyonya dari seorang dokter

selalu pergi ke kamar cuci baju dan membersihkan rumah sakit.

Di dalam otak kamu dipenuhi apa?

Langsung bilang kata yang aneh kepada nyonya dokter.

Saat hidup, perlu memikir.

Ehhh, baik.

Kenapa tiba-tiba membuat asinan?

Bukankah menantu Yun sangat suka asinan yang baru dibuat?

Mana baju yang kamu cuci?

Masih perlu beberapa waktu.

Adik bungsu, kamu bantu kak kamu bawa bajunya pulang.

Aku?

Siapa tahu kak cuci baju apa? Dan Anda ingin aku ambilnya.

Mana mungkin kamu tak dapat membedakan baju kak?

Hanya selimut ranjang pasien dan seragam perawat.

Dan baju putih dokter.

Cepat pergi.

Bukankah dia bilang perlu beberapa waktu?

Anda rela kasih uang saku?

Cepat pergi.

Kalian tidur di kamar yang berbeda?

Ya.

Kenapa?

Belakangan ini semuanya akan begini.

Kalau tidur di kamar yang berbeda, bagaimana punya anak?

Kamu akan berumur 40 tahun.

Dua orang hidup dengan manis sudah bagus.

Kamu pulang ke rumah sakit dan bekerja saja.

Aku tak ingin.

Menantu Yun juga tak ingin.

Kalau dua orang tak ingin, maka tak perlu.

Harus punya anak jika sebagai pasangan suami-istri.

Kalau tak ada anak,

sampai siini saja.

Anda bertemu dengan aku hanya ingin bilang hal ini?

Jika tak ada anak, tak ada sambungan yang kuat di antara pasangan suami-istri.

Kamu ini.

Betapa bagusnya perasaan ayah dan ibu yang sudah melahirkan tiga anak?

Bertahan untuk hidup demi anak,

apa perasaan pasangan suami-istri macam ini sangat bagus?

Kamu selalu kejam hati saat bilang.

Ya, kak.

Yang kamu bermaksud adalah kamar cuci baju di lantai bawah, kan?

Wah, baju ini dilipat dengan sangat rapi.

Bagaimana dengan ayah? Hanya fokus mendaki akhir-akhir ini?

Ya. Terkadang baru punya pekerjaan.

Jadi kegiatan pendakian lebih banyak.

Wah. Otot pahanya sangat keras.

Dia bilang tahun depan akan pergi ke Himalaya.

Apa terlalu berlebihan?

Pergi saja jika ingin.

Kak.

Aku bekerja waktu paruh di perusahan kak Chanhyeok.

Siapa?

Apa kamu sudah lupa kak Chanhyeok?

Yaitu yang

selalu main ke rumah kita bersama kak Jongmin saat kuliah.

Ohh, orang yang wajahnya berminyak itu.

Apa wajah kak Chanhyeok berminyak?

Rupanya kak Chanhyeok pernah suka kak tertua.

Kamu.

Tak cerdas, tak tahu melihat kondisinya.

Kenapa dengan aku?

Sudahlah, jangan bilang.

Pendeknya, kak kedua dan Chanhyeok

sudah lima tahun tak saling kontak.

Jadi?

Kak dan kak kedua juga membuat masalah saat itu.

Sudah lima tahun, cepat sekali.

Jadi, 10 tahun cepat berlalu.

Kamu dan kak kedua jadi rukun.

Ada hubungan apa dengan kamu? Biarkan mereka yang menanganinya.

Tapi kita kurang nyaman.

Ibu ingin melakukan rapat rumah.

Tapi perlu bertemu dengan kak tertua dan kak kedua secara berpisah, mana baik.

Rapat rumah?

Kita bicara lagi setelah menantu Yun pulang.

Mau satu Es Amerika dan yang aku selalu minum.

Baik, akan aku antarnya setelah selesai.

Kelihatannya sangat muda. Apa dia bos kafe?

Dia bekerja waktu paruh.

Bekerja hari malam.

Apa kak sering datang ke sini?

Lebih banyak pada hari malam?

Kak sedang menelepon dengan siapa?

Kamu sedang mengalihkan topiknya?

Apa?

Jelas-jelas sebagai anggota sekeluarga, tapi aku sungguh tak paham.

Tak peduli kak atau ibu.

Kamu lihat, betapa senangnya sekarang ibu saat tertawa.

Ehh, sungguh.

Ibu, kamu ingin minum apa?

Aku tak usah.

Tak tidur dengan baik jika minum kopi pada hari malam.

Satu teh kamomil untuk tante.

Di dalamnya tak ada kafein.

Ya. Menantu Yun.

Kak ipar.

Anda datang.

Kita sudah makan.

Aku juga sudah makan.

Bagaimana kehidupannya?

Ya.

Mau minum apa?

Katanya kacang kopi yang digoreng hari ini dari Etiopia.

Bukankh dekan membenci rasa pahit?

Anda ambil keputusan lagi setelah mencoba kopi nyonya ya.

Lumayan.

Ada seseorang?

Tak ada?

Sangat berbau.

Seperti makanan anjing yang jadi tengik.

Pergi dengan lampu kamar diterangi.

Bilang apa ingin mendesain kamar sendiri,

akhirnya jadi gudang.

Tak ada arak buah-buah?

Pengantar Kesejahteraan Sosial

Pengantar Kesejahteraan Sosial

Layanan Kesukarelaan

Itu ibu kan?

Siapa kamu?

Jelas-jelas sudah bilang tak ada orang di rumah.

Sebentar, henti, jangan bergerak.

Siapa kamu?

Ehh, sungguh. Aku adalah agen.

Ibumu siap menjual rumah.

Kelihatannya kamu tak tahu.

Menelepon kepada ibumu dan bertanya saja.

Maksudmu ibuku ingin menjual rumah?

Ya.

Ibu, kamu yang ingin menjual rumah?

Katanya rumah tak mudah dijual.

Ada orang yang datang melihat rumah?

Biarkan mereka lihat saja.

Kenapa tiba-tiba ingin menjual rumah?

Ibu.

Ibu.

Apa maksudnya dengan menjual rumah?

Apa ayah jadi bangkrut? Atau cari masalah besar?

Aku ingin berpisah dengan ayah kalian.

Apa?

Ingin cerai berai?

Cerai berai? Terlalu berlebihan, kan.

Bukankah bilang ingin berpisah dengan ayah?

Kalau bukan cerai berai, kenapa?

Bukan cerai, dengan kata belakangan ini adalah hidup secara berpisah tanpa cerai.

Aku berniat hidup secara berpisah tanpa cerai.

Ahh , hidup secara berpisah tanpa cerai.

Apa keputusan ibu sangat lucu?

Apa ayah tahu?

Kamu lebih dulu mengkhawatirkan ayah kamu?

Dia juga kliennya.

Kalian berdua yang bertindak atas hidup secara berpisah tanpa cerai atau apa lagi.

Daripada dengan kami yang sebagai anak,

seharusnya diskusi dengan ayah dulu...

Ya, sudah.

Sudah diskusi dan setuju.

Jadi tak usah pendapat kamu.

Karena tak usah pendapat kami,

kenapa membuka rapat keluarga?

Walaupun menantu Yun kurang nyaman,

bagaimanapun kitalah anggota sekeluarga,

jadi aku merasa kamu juga perlu mendengarnya.

Ya.

Ayah kalian minta aku menjual rumah,

dan dia pergi dengan setengah jumlah uangnya.

Apa rencana ayah?

Dia sendiri akan menanganinya.

Ia minta aku beri tahu kepada kalian.

Dia pergi mendaki dengan santai, sungguh tak bertanggung jawab.

Maksudnya tak setuju.

Ayah tak ingin hidup secara berpisah tanpa cerai.

Kamu mengira aku yang mempertimbangkannya beberapa hari saja?

Tahukah ibu sudah jadi dipersulitkan selama berapa lama?

Ayah tak setuju, jadi ibu tak boleh melakukannya?

Baik. Kalau rumah dibagikan jadi dua,

dua orang hidup secara berpisah.

Bagaimana ibu hidup seterusnya?

Apa ayah juga akan beri kamu uang untuk hidup?

- Tak ingin mendengarnya. - Tak ingin mendengarnya.

Jangan mengeluh lagi.

Umur ibu sekarang baru 60 tahun.

Sekarang banyak orang dapat hidup sampai 100 tahun.

Jangan khawatir, aku akan berusaha hidup.

Tak peduli akan cuci piring atau bekerja di supermaket,

aku dapat berusaha hidup.

Takkan minta uang dari kalian.

Anda sudah selalu tinggal di rumah,

bagaimana bisa bekerja pekerjaan macam itu?

Kenapa aku tak bisa?

Apa kamu mengenal aku?

Bukan, kenapa selalu jadi marah?

Apa aku tak boleh menanyai masalah-masalah ini?

Hanya bilang “aku tahu”, ini sudah cukup?

Lebih diam suaranya.

Ya, hal ini diberi tahu satu kali, sudah tahu.

Eunhui sudah datang, aku pulang dulu.

Menantu Yun, kalian pulang setelah minum kopi saja.

Bagaimana dengan aku? Aku pergi ke mana?

Kamu sendiri yang ambil keputusan.

Kenapa ibu minta Eunhui datang?

Dia pasti akan bilang “ibu melakukannya saja jika inign.

Aku akan mendukung ibu.”

Dia pasti akan bilang ini.

Cepat ikutinya.

Hidup secara berpisah tanpa cerai. Hanya bilang saja.

Akan melayani kamu jika sedang cari uang,

dan mengusir kamu saat jadi pensiun?

Iya.

Memang.

Ehh, lihat sekumpulan kak ini

Yang bilang kata-kata ini

akan jadi sahabat yang hidup secara berpisah tanpa cerai.

Bilang apa?

Kalian sedang bicara hal aku tentang hidup secara berpisah tanpa cerai?

Jangan bilanglah.

Ehh, semuanya kesalahan kak.

Kak Sangsik yang kasihan, harus melakukan apa?

Aku tak pernah menduga kak ipar akan begini.

Kak, seterusnya tak dapat makan asinan yang dibuat oleh kak ipar?

Bocah kamu ini.

Ehhh, Asinan kan? Aku yang bawanya ke sini.

Kak, menarik bahumu.

Kenapa? Ada apa dengan bahu aku?

Halo, apa itu hidup secara berpisah tanpa cerai?

Bukankah lulus dari pernikahan?

Masuk sekolah lagi ke tempat lain saja, itu sudah cukup.

Iya.

Ya. Kak, masuk sekolah lagi saja.

Kenapa kamu panggil semuanya kak?

Aku tak minum arak, tak minum.

Mari, semuanya banyak makan.

Bersulang.

Ibu ingin melakukan apa saja jika ingin.

Aku akan setuju tak peduli apa pun.

Aku mendukung ibu.

Aku pergi.

Bukannya kamu mengendarai mobil?

Akan panggil supir untuk membantu mengendarai mobil.

Ibu bilang ingin hidup secara berpisah tanpa cerai,

aku sebagai anak putrinya, harus minum arak.

Tak rela biaya untuk supir, jadi harus lebih banyak minum.

Halo, adik bungsu.

Seharusnya ada tandanya.

Akhir-akhir ini ayah dan ibu pernah berkelahi?

Sama sekali tak pernah.

Asalkan ayah di rumah, rumah jadi tenang sekali.

Asalkan ayah tak ada, akan ada suara dari TV.

Ibu juga akan menyanyi,

dan kontak dengan temannya dalam HP.

Tapi asalkan ayah ada, dia akan diam.

Dua orang sedang praktek sebagai pendiam.

Bagaiamana kak bilang dengan ibu?

Kalau kamu penasaran, kak langsung meneleponnya.

Aku sama sekali tak penasaran.

Pasti hanya bilang sesuatu yang tak enak didengar.

Apa ayah setuju untuk hidup secara berpisah tanpa cerai?

Dan setuju untuk mebagikan rumah?

Jika ibu ingin hidup dengan dia sendiri, bagaimana dia hidup?

Ibu dapat melakukan apa?

Hebat.

Kak tertua juga benar menduga kata kak kedua.

Aku akan mendukung ibu.

Ibu ingin melakukan apa saja jika ingin.

Dua orang sangat saling mengenal,

kenapa tidak bertemu?

Mengenal? Kak sama sekali tak mengenal aku.

Pergi beli minuman arak saja.

Harus mengembalikannya dengan biaya dua lipat.

Dua lipat ya.

Aku tahu.

Yun Seoyeok.

Sudah kubilang, jika aku mengetahiunya kamu tidur di perusahaan lagi,

kamu harus pergi dari perusahaan.

Aku tak tidur di sini.

Aku berencana pulang kerja.

Iya? Kalau begitu, pulang kerja saja.

Aku tahu.

Sungguh. Sudah kubilang akan pulang kerja.

Kenapa lihat foto orang lain?

Agak penasaran apa fotonya saat deputi berkuliah.

Pulang kerja saja.

Tapi kenapa datang saat ini?

Jangan-jangan untuk mengawasi aku?

Diminta mengubahnya. Akan berjaga malam.

Diminta lagi?

Uangnya sedikit saja, tapi selalu mempersulitkannya.

Aku yang membantu kamu.

Cepat pulang saja. Menjengkelkan.

Kamu cepat pulang saja.

Lebih baik aku pulang saja.

Kak

Kamu yang bertanggung jawab atas ibu, aku yang bertanggung jawab atas ayah.

Kenapa bertanggung jawab?

Bagaimanapun kitalah anggota sekeluarga, sekurangnya perlu minta mereka mempertimbangkannya lagi.

Jika mereka sudah negosiasi, apa kita minta mereka cerai?

Sungguh menjengkelkan.

Bukan cerai.

Yang mereka bermaksud adalah hidup secara berpisah tanpa cerai.

Siapa yang menciptakan kata ini?

Bukankah ada “hidup secara berpisah”?

Tak begitu rumit sampai perlu menciptakan kata baru, kan?

Kim Eunju, sangat bagus.

Aku tahu, aku tahu.

Telepon saja.

Rumit sekali. Kenapa menelepon?

Dia sama sekali takkan menelepon kepada aku.

Kenapa aku merasa begini kecewa?

Aku tidur ya.

Sudah siap belum?

Aku tak ingin mengikutinya.

Kenapa?

Tak ingin mengawasi pikiran sendiri.

Karena kehidupan aku terlalu rumit.

Kalau begitu, kamu jangan melatih.

Baik.

Duduklah.

Sebagai petugas penerbitan, harus mengenali sekali penulis.

Baik.

Mohon tanya sendiri.

Suatu hari

ada seorang yang tampangnya adalah...

Mohon ingat lagi

ingatan yang sudah ditanam ke dasar hati.

Satu hari yang paling lama dalam kehidupan aku,

itulah hari ini.

Ibu, kamu bangun pada begini dini demi aku?

Mungkin karena sudah menua, lebih dini saat bangun.

Ayah di mana?

Jelas-jelas tahu ibu sedang menangis, aku pun berpura-pura tak tahu.

Ternyata saat ini, ibu sudah berencana cerai.

Ayah membuang makanan lagi karena marah?

Air menetes ke tanah. Cepat keringkan rambutnya.

Kapan tak pakai cincin?

Tertanya sudah selesai pada waktu lama sekali.

Aku pergi.

Setelah makan satu roti baru pergi ya.

Akan terlambat.

Masih diam di ranjang pada akhir minggu.

Masih ingat pergi kerja, kamu sungguh hebat.

Akan lebih lelah jika istirahat dengan waktu yang lebih lama. Pinggang aku akan patah.

Sibuk istirahat pada akhir minggu. Sibuk bekerja pada waktu bekerja.

Apa kamu masih punya waktu untuk bertemu dengan Jongmin?

Pasangan yang dua-duanya perlu bekerja selalu begini.

Cepat menikah saja.

Ibu, jangan cerewet dengan orang yang akan pergi bekerja.

Kamu...

Kecuali waktu sebelum pergi bekerja, sama sekali tak ada waktu untuk kontak.

Sungguh berlebihan.

Apa kamu kontak dengan kak kamu?

Tanya dia kapan dia akan mundur dari pekerjaan.

Apa sekarang Masa Korut?

Tak dapat menelepon anak putri setelah dia menikah?

Kenapa harus melihat air muka menantu?

Sebagai keluarga dokter, jadi sangat luar biasa?

Jelas-jelas ingin punya anak, kenapa masih pergi bekerja?

Kalau begitu penasaran, langsung menelepon saja.

Jangan selalu minta aku menelepon.

Aku pergi.

Beri aku makanan yang disiapkan untuk ayah, aku yang makan.

Dengan membayar pun tak dapat makan makanan yang begini enak.

Ayah sungguh tak tahu dia betapa bahagia.

Aku pergi.

Bekerja dengan baik.

Anda sudah menelepon?

Ya. Akulah Kim Eunhui.

Kamu...

Bukan. Itu aku. Sudah menduga ada hari ini?

Luar dugaan kamu akan keluar.

Jongmin selalu kontak dengan aku, aku dengan sengaja tak menjawabnya.

Jelas-jelas sebagai orang tiga,

bahkan memikir keluar dengan Jongmin.

Orang ketiga?

Siapa orang ketiga?

Pertama, Hyesoo kami dan Jongmin sudah berpacaran selama tiga tahun.

Tertanya mereka sudah tahu aku.

Dengan sengaja bilang akulah orang ketiga agar mempermainkan aku.

Kita sudah berpacaran sembilan tahun.

Orang tua dari dua pihak juga saling mengenal.

Masuk akal tidak?

Dalam 3 tahun yang lalu, kami bertemu setiap akhir minggu.

Ternyata hubungan aku dan Jongmin memang jadi kurang akrab.

Aku hanya berpacaran dengan lama.

Aku juga sering pergi ke rumah Jongmin.

Di sana sama sekali tak merasakan jejak kamu.

Pergi ke rumah Jongmin? Dia tak tinggal dengan dia sendiri?

Chanhyeok juga mengenal aku.

Kamu bahkan mengenal Chanhyeok?

Karena dia tinggal dengan Jongmin, jadi tahu.

Juga pernah makan beberapa kali dengan dia.

Akhir minggu yang lalau, aku pergi bertamasya dengan Jongmin.

Bertamasya?

Jongmin

Harus makan nasi.

Baik, tak makan mie.

Itu, hari ini aku tak ikut makan.

Kenapa begitu tiba-tiba?

Kak.

Adikku tiba-tiba mecari aku.

Ada apa dengan kamu?

Kak.

Tak tahu terjadi apa dengan kamu, tapi jangan menangis.

Di sini ada banyak orang yang melihat.

Anda sama sekali tak makan.

Anda menaruhnya saja.

Kenapa kamu datang ke sini?

Seharusnya pergi mencari Jongmin.

Tak tahu.

Dia selalu menelpon kepada aku, tapi aku tak menjawab.

Sekarang tak berani menjawab.

Apa kamu berencana berpisah dengan dia?

Tak tahu.

Kamu juga tak ingin selesai. Sekarang hanya tak tahu.

Kenapa kamu masih menangis?

Aku sudah bilang beberapa kali, kalian juga sangat aneh.

Tak bilang lagi. Apa gunanya dengan bilang ini?

Mungkin kamu juga tahu.

Tahu kamu hanya ingin kamu sendiri lebih nyaman.

jadi berpura-pura tak tahu.

Bagi kamu, paling sulit untuk langsung menerobosnya.

Sekarang sudah punya pekerjaan, sangat sibuk.

Badan juga lelah.

Kamu juga ingin istirahat dengan baik pada akhir minggu.

Manja dalam telepon, misi akhir minggu selesai.

Sudah berpacaran sembilan tahun, kalau kamu tak menikah, berpisah saja.

Tak perlu menangis karena ini, kamu makanlah.

Aku tak suka Jongmin dari awalnya.

Dia yang berkepala keras.

Berbohong karena hal sepele.

Bukannya ada hal macam itu?

Buku atau film, kamu tak pernah membaca atau menonton.

Dia dapat bilang “tak pernah membaca”,

tapi dia bilang “pernah membacanya.’

Aku sungguh membenci.

Tak ada siapa pun yang bilang dengan dia, hal itu tak penting.

Tapi dia masih bersikeras.

Berpura-pura pandai kontak.

Sebenarnya bersikap lembut kepada orang kuat, bersikap keras kepada orang lemah.

Aku tak terkejut karena hal ini.

Kenapa kamu tak bilang ini pada 9 tahun yang lalu?

Aku selalu bilang, kamu yang tak mendengarnya.

Seharusnya aku tak datang mencari kak.

Pada hari ini,

aku datang mencari kamu, akulah bodoh.

Wanita jahat.

Aku tak menantikan kamu dapat menghibur aku.

Sebagai kak,

tak bolehkah kamu menemani aku dengan diam saja?

Kamu sudah melewati batasannya.

Sedang memarahi siapa?

Maaf.

Aku yang salah.

Berpacaran dengan orang yang kurang baik,

tiba-tiba datang mencari kamu karena hal sepele,

aku yang salah.

Kamu...

Kamu sungguh

kejam hati.

Seterusnya jangan bertemu lagi.

Aku tak tahu.

Saat itu kak baru mengalami keguguran,

kak juga sangat lelah.

Tapi aku sama sekali tak tahu.

Karena kak tak bilang apa pun.

Aku hanya mendengar hal tentang kak dari orang lain.

Kamu datang.

Jongmin bilang kamu akan datang, minta aku pergi untuk sementara.

Aku datang bertemu dengan kamu.

Ahh.

Aku?

Aku paling jahat, bajingan!

Kamu pun bukan teman.

Kenapa kamu mendadak bilang ini?

Katanya kamu sudah tahu dari awalnya.

Wanita itu bilang

dia sangat mengenal Chanhyeok.

Kalian bertiga juga pernah makan,

minum arak, main bersamaan, benarkah?!

Kita bicara lagi setelah masuk ke kamar.

Saat wanita itu bilang ini,

daripada dia, aku lebih merasa marah karena kamu.

Persahabatan pria sungguh hebat.

Bukahnya akulah teman kamu?

Kamu melihat aku yang tak tahu apa pun dan masih tertawa,

Merasa betapa lucunya.

Penyakit kamu kambuh lagi.

Kamu ingin melampias amarah, juga pada tempat yang benar.

Begini penakut, bilangnya dengan baik.

Apa kaita pernah bertemu akhir-akhir ini?

Apa aku punya waktu untuk menertawakan kamu?

Apa kamu pernah datang ke sini?

Halo, kalian sedang melakukan apa?

Kamu keluar.

Ternyata kamu tak punya waktu untuk menertawakan aku juga.

Karena sibuk, aku tak datang ke sini.

Aku sungguh merasa aku yang salah, kamu bajingan ini!

Kenapa?

Tak dapat oakai sedikit waktu kamu untuk beri tahu kepada aku?

Aku dapat bilang apa dengan kamu?

Kamu tak usah begini marah.

Kalian sedang melakukan apa?

Kami berdua bilang, maaf.

Kamu tak tahu bilang apa, jadi tak bilang. Benarkah?

Kamu hanya tak mementingkannya.

Sama sekali tak peduli hal orang lain.

Ternyata kamu tak bertanggung jawab.

Dia bilang ingin bilang dengan kamu pada suatu waktu.

Aku datang bilang apa?

Dan kita harus bilangnya dengan jelas,

pacar yang sudah berpacaran dengan lama

dapat dijamin secara hukum?

Bahkan ada hak prioritos?

Dia sudah merasa bosan terhadap kamu, ingin cari wanita lain.

Aku dapat bilang apa dengan kamu?

Halo, kamu jangan omong kosong.

Jangan omong kosong, bocah.

Halo, hubungan kalian berdua sudah selesai.

Aku melihat kalian berdua sudah merasa bosan.

9 tahun, lihat orang lain yang terkejut,

kalian mengira cinta kalian yang luar biasa, kan?

Kalian berdua yang hina.

Kalian berdua saling acuh sudah lebih dari 5 tahun.

Baik, aku tahu.

Kami yang hina dan tak berani hari ini putus dengan sepenuhnya.

Mohon kamu keluar.

Sejak hari ini, hubunga kita putus.

Kamu dikeluarkan.

Baik, meskipun agak lambat,

tapi berterima kasih atas kamu yang beri tahu hal ini kepada aku.

Aku juga bebas hati.

Pada hari itu, aku tak dapat membedakan

orang yang dapat dihilangkan dan orang yang harus dihargai.

Meredakan semua orang dan hal yang kamu teringat.

Dapat mengontrol ingatan dengan miditasi.

Hal yang menyembunyikan diri,

berkali-kali memikirnya.

Kemudian mencoba meredakannya.

Baik, sekarang, buka mata.

Hari ini sampai ke sini.

Terima kasih atas bantuan kalian dalam syuting.

Sudah pukul 6.

Bukankah kamu minta aku memperingkatkan kamu saat pukul 6?

Oh.

Oh, iya.

Kita ngobrol selama 10 menit.

Biak. Kamu ingin bilang sesuatu pada aku, kan?

Satu tamu yang aku suka sering datang,

tiba-tiba minum kopi yang sudah lama tak minum.

Bahkan minum arak anggur untuk membuat dia mabuk.

Kemudian mulai bekerja.

Kenapa akan begini?

Itulah kehidupan pribadi aku sendiri.

Aku ingin menelepon satu yang sangat penting.

Baik.

Agak lucu kalau memindah rumah dengan begini saja.

Kak, mobil ini seharusnya sangat mahal.

Inilah hutang.

Aku tak terima uang mobil kamu, kamu yang mentraktir aku makan saja.

Di dunia ini tak ada makanan yang bebas.

Anak putri tertua aku.

Ayah, sekarang harus makan malam.

Iya.

Kapan datang ke Seoul?

Kenapa?

Ingin bertemu dengan ayah.

Kamu begini sibuk, kenapa ingin bertemu dengan ayah?

Apa ibumu bilang sesuatu?

Iya.

Tak perlu pedulinya.

Aku akan mengikuti niat ibu kamu.

Kita ngobrol lagi setelah Anda bertemu dengan aku.

Aku perlu pergi ke Gunung Wi, setelah mengisi barang dan pergi ke In Cheon.

Sebelah sana mungkin ada sejumlah barang.

Aku agak sibuk.

Aku pergi ke In Cheon, saat Anda datang, menelepon aku saja.

Kita bertemu, ayah.

Baiklah.

Ayah.

Ingat makan, hati-hati saat mengendarai mobil.

Baik.

Eunju.

Iya.

Itu...

Melewati kehidupan manis dengan menantu Yun,

jangan khawatir karena anak.

Sekarang kalian berdua

harus melewati kehidupan manis.

Baik.

Terima kasih karena Anda memilih penerbitan kami untuk menerbit buku meditasi.

Anda bacanya.

Baik.

Aku akan membacanya dengan teliti.

Sangat terima kasih.

Kak.

Oh, luar dugaan dapat bertemu dengan kamu di sini.

Iya, kenapa kamu di isni?

Biarkan aku memperkenalkannya.

Dia sutradara syuting tim media angsa emas, Kim Myeongho.

Salam.

Salam, akulah Kim Myeongho.

Dialah sutradara pembuat.

Akulah Yun Seoyeong.

Ahh, salam. Akulah Kim Myeongho.

Saat bersyuting, menemukan kamu yang fokus sekali.

Tapi aku tak setuju untuk bersyuting.

Kami akan mengeularkan kamu dari gambarnya.

Sudah lama tidak bertemu.

Yeongho, kamu pergi mengembalikan peralatan syuting yang kita pinjam.

Kalian berdua pulang kerja.

Bagaimana dengan deputi?

Apa masih ada rencana lain seterusnya?

Aku?

Aku.. tak ada.

Makan malam dengan aku saja.

Ingin bilang beberapa hal dengan kamu.

Oh.

Kalau begitu... Hari ini bebas di sini.

Pulanglah.

Jangan berbelas kasihan di mana pun.

Kata kamu ini

semakin menjadi bebas dan pembuka.

Sekarang kamu masih berbelas kasihan di mana pun.

Sekarang masih...

Bukannya kamu sangat ramah tamah

terhadap rekan wanita dan senior wanita, junior wanita?

Jadi kamu sangat populer.

Ehhh, jangan bilang hal itu lagi.

Aku paling membenci suasana teman sekelas

Bukan hubungan asmera, kan?

Harus bekerja dengan baik di perusahaan, jangan buang air besar.

Apa?

Tak ingat?

Saat Jongpal berpacaran dengan aku,

kamu yang bilang ini.

Harus bekerja dengan baik di perusahaan, jangan buang air besar.

Sudha kubilang, aku paling membenci suasa teman sekelas.

Kamu sungguh tua.

Hal ini sudah berlalu lama sekali.

Aku mengiranya bagus, aku masih ingin bilang.

Rasanya tiba-tiba menjadi muda.

Ingin makan apa?

Makasih.

Kenapa bilang makasih?

Dapat mengundang, dapat melampiaskan amarah kepada kamu.

Makan dengan teman yang hubungannya putus,

rasanya tak pernah terjadi hal ini.

Jadi terima kasih.

Jangan-jangan inilah efek meditasi.

Cepat sekali efeknya.

Maka kita balas hutangnya dengan nasi sup saja.

Nasi sup, baik.

Makan nasi sup.

Ahhh.

Oh, Presiden.

Sudah minum arak.

Tentunya harus naik ke puncaknya.

Ehh, dia hanya tahu berlagak.

Dia punya kemampuan apa? Bulan yang lalu luar dugaan bertaruh 8 juta won.

Si gila ini, jangan peduli dia.

Tak usah menelepon, langsung kirim sms saja.

Oh.

Begini saja.

Bocah ini.

Rumah yang rukun karena cinta.

Kita bicara saja.

Kenapa?

Ada apa?

Ya, ada sesuatu.

Siapa yang punya sesuatu?

Eunju,

Eunhui,

Jiu, yang mana di antaranya?

Tentang kita.

Kita

tak dapat terus begini.

Ada apa?

Aku tak ingin terus begini.

Apa?

Sebenarnya tak ingin terus apa?

Belakangan ini ada satu fenomena, hidup secara berpisah tanpa cerai.

Katanya ini berarti lulus dari pernikahan.

Sangat rumit untuk cerai,

jadi tak saling bertemu, hidup secara berpisah.

Cara ini sangat bagus.

Kita juga hidup secara berpisah tanpa cerai saja.

Sudah lihat ini belum?

Sudah jadi kaku seumur hidup, hampir saja jadi batu.

Berusaha bekerja.

Akhir-akhir ini dengan sulit pekerjaannya jadi sedikit,

jadi kadang-kadang mendaki.

Aku paham.

Juga paham pekerjaan kamu sangat sulit.

Juga paham kamu sudah pekerja dengan jujur dalam waktu yang lama.

Juga dengan pekerjaan ini,

kamu membesarkan tiga anak.

Jadi aku...

Aku sudah bertahan semuanya sampai sekarang.

Saat aku cari uang dan pulang, kamu sangat senang kan.

Uang, yang aku bermaksud bukan uang.

Aku paham kenapa kamu tak ingin cerai.

Tak ingin hidup bersamaan,

tapi ingin aku cari uang.

Jika kamu memikir ini,

cerai saja.

Aku takkan minta uang dari kamu.

Jual rumah ini, dan membagikannya.

Rumah ini dibeli oleh kamu?

Ya, aku yang membelinya.

Bahkan tak ingin membagikan ini?

Aku dapat tinggal di rumah beberapa hari dalam satu bulan?

Apa? Hidup secara berpisah tanpa cerai?

Omong Kosong!

Kalau begitu, saat aku pulang, jangan melihat aku.

Sungguh menjengkelkan.

Asalkan kamu duduk di rumah, aku akan merasa sangat menjengkelkan.

Sungguh tak dapat bernapas.

Membenci saat kamu berjalan.

Membenci saat kamu hanya tahu makan obat untuk beri stamina.

Membenci saat bicara dengan kamu tentang hal hina.

Membenci saat kamu menanggalkan pakaian di mana pun.

Dan bekam.

Juga tak ingin melihat tampangnya setelah melakukan bekam.

Pergi saja jika membenci.

Bukankah kamu bilang membenci? Pergi!

Yang perlu pergi adalah kamu!

Tak peduli ingin hidup secara berpisah tanpa cerai atau cerai saja, terserah kamu.

Jual rumah, kamu ambil semua uangnya atau hanya setengahnya saja,

terserah kamu.

Suasana toko ini

agak seperti toko ti depan sekolah kita.

Namanya apa?

Toko Warna Putih, kan?

Aku sudah bilang, aku membenci suasa teman seklas.

Jadi kamu terus begini ya.

Kita bicara apa setelah 5 tahun?

Tentang politik dunia atau siaran makan?

Dapat bilang tentang BTS.

Aku ambil satu botol Soju.

Baik.

Satu botol sudah cukup.

Kamu tak minum?

Kamu yang tak minum.

Bukankah kamu sudah mengendarai mobil?

Kenapa kamu tahu?

Tadi yang berputar di tanganmu, bukahnya kunci mobil?

Lihat pandangan kamu ini,

kita hanya makan dan berpisah.

Akan sia-sia saja kalau memanggil sopir datang membantu mengendarai, kan?

Setelah Jiu mundur dari militer,

akan selalu bekerja di dalam perusahaan kami.

Asalkan Jiu rela,

aku berencana merekrut dia sebagai petugas resmi.

Dia paham apa?

Merekrut dia sebagai resmi?

Dia bekerja dengan cepat.

Karakternya juga baik, ramah tamah.

Saat bersyuting iklan SNS dalam skala kecil,

pembayarannya sedikit,

dan sikapnya keras.

Tapi Jiu dapat berpura-pura belas kasihan,

menghadapinya dengan lancar.

Bawa pergi anak bungsu orang lain yang disayangi,

Berpura-pura belas kasihan, memathui keinginannya.

Lihat air muka orang lain?

Gaji petugas resmi sangat tinggi.

Mana mungkin aku akan merekrut dia karena ingin dia melihat air muka orang lain?

Hanya kamu menganggap dia sebagai anak bungsu.

Di tempat lain, dia adalah dewasa.

Oh, ekspresi ini.

Asalkan masuk ke dalam masalah, akan memamerkannya.

Strategis pendiam masih digunakan.

Bukan.

Kenapa Jiu tak bilang dengan aku?

Awalnya aku minta dia tak bilang dengan kamu,

tapi lihat dia tak pedulinya,

aku mengira dia akan segera bilangnya.

Kenapa minta dia tak bilang dengan aku?

Karena kamu sangat suka salah paham.

Mana akan ada kesalahpahaman?

Merekrut adikku, apa niat kamu?

Karena orang dekat, jadi takkan bilang apa kalau gajinya tak dibayar.

Apa inilah niat kamu?

Kamu anggap aku sebagai orang pelit?

Orang lain sering menilai aku yang murah hati, karakterku baik.

Ya, karakter sungguh baik.

Juga dapat mengetahui karakternya dengan meditasi.

Bagaimanapun mudah dibujuk,

minta kamu melakukan apa pun, kamu akan melakukannya.

Sedih sekali.

Aku melihat aku yang dulu,

juga melihat kamu.

Melihat lagi ingatan itu,

dan merasa aku sungguh muda.

Saat itu merasa umurnya 30 tahun adalah dewasa.

Masih muda, tak tahu apa pun.

Aku juga sangat muda kok sekarang.

Hari itu dan saat itu,

aku minta maaf kepadamu.

Sepertinya hanya kamulah yang bisa membuatku marah.

Aku tidak bisa mengingat apa pun yang aku katakan pada Jongpal.

Tapi hari itu aku memarahi kamu,

mungkin karena aku lebih mempercayaimu.

Maaf.

Sudah lama kemudian, aku baru meminta maaf kepadamu.

Ayo minum.

Makan yuk.

Ayo kembali.

Terima kasih.

Aku akan menghubungi kamu.

Jadi begitu saja.

Apa reaksimu ini?

Kamu hanya omong di mulut.

Untuk apa kita harus kontak?

Kamu benar-benar kejam sejak kecil.

Oke semoga kamu hidup baik, Bocah!

Ayo pergi.

Kenapa dia berdiri di sana dengan enggan pergi?

Hari ini kita kembali ke awal 1920-an.

Ketidaksengajaan Baby V.O.X.

Terlalu serius untuk bilangnya adalah kebetulan.

Kita hanya bisa pura-pura tidak saling mengenal.

Dengan rupa yang berubah dan pandangan cinta yang berbeda.

Kita saling memandang ketika pergi menonton film.

Dua tahun telah berlalu.

Betapa paniknya kita saat itu.

Aku sangat yakin bahwa aku tidak akan dapat ketemu kamu lagi.

Tanpa sengaja kamu terbawa ke sisiku juga.

Saat menatap kamu.

Meski aku berusaha pura-pura tenang.

Memandang ekspresi panik kamu.

Tiba-tiba aku berhenti dan ikut panik pula.

Kamu menghindariku dan aku mengabaikanmu.

Tapi aku pengen tahu tentang rupa kekasih di sisimu.

Aku melihat ke belakang, kamu melihat aku juga.

Kita diam satu sama lain, dan sadari satu sama lain.

Dua tahun telah berlalu.

Betapa paniknya kita saat itu.

Wah, kamu benar-benar....

Aku tanya apa yang mau kamu minum?

Apakah tidak ada bir?

Aku pikir menghabiskan uang untuk membeli kopi, ini sangat tidak layak.

Anda boleh saja tidak minum kok.

Hidangkan secangkir teh vanilla tanpa kafein saja.

Oke.

Apakah kamu berbicara bahasa setara kan?

Bukankah kamu bilang kamu tak mau ketemu aku lagi?

Jadi setelah beberapa tahun, kamu mendatangi aku lagi?

Aku sudah bertanya pada kakka ipar,

dia bilang kamu di sini, maka aku jadi datang di sini.

Katanya dia sangat senang jika kita bertemu.

Katanya biarkan aku datang untuk mengejutkanmu.

Apakah kamu sudah memberi tahu ibu?

Tidak.

Aku hari ini datang hanya untuk menemui kamu.

Kenapa kamu tidak mengatakan apa-apa?

Maaf, Kak.

Maafkan aku.

Aku minta maaf padamu.

Sudahlah.

Aku tidak tahu situasi apa yang kamu alami saat itu,

karena kamu pun tidak akan mengatakan hal semacam itu,

segala sesuatu selalu kamu tanggung sendiri.

Jika aku tahu itu, maka halnya tidak akan kayak begitu.

Aku berterima kasih kepada kamu yang telah meminta maaf kepadaku terlebih dahulu.

Tetapi apa yang terjadi hari itu,

situasiku kamu tahu tidak, ini bukan masalahnya kok.

Apa pun yang terjadi pada kamu,

bagaimana Jongmin bisa memperlakukan aku seperti ini?

Bagaimana Kakak bisa memperlakukan aku seperti ini?

Kamu sendiri saja hanya tahu berteriak cemas,

terus kamu melelahkan dirimu sendiri,

kemudian kamu bilang “Ya sudahlah,

jadi begitu saja”.

Kamu benar-benar naif.

Semua orang bisa memperlakukanmu seperti itu.

Kamu siapa?

Ya, aku siapa?

Sudah lama tidak ketemu kamu,

kamu sekarang sok saja mengajari aku.

Tidak.

Aku sepertinya telah mendapatkan rumah.

Kenapa kamu terasa aku adalah rumahmu?

Hm, kamu tidak suka ya kalau aku bicara begitu kan?

Bukan rumah, tapi kakak, kakak.

Sudah aku tahulah.

Foto yang tidak akan dilihat lagi nanti

kenapa ditembak dahulu? Aduh!

Aku yang pertama datang.

Permisi.

Ada apa?

Apa tuh? Apa penampilan kamu hari ini?

Kenapa kamu kelihatan semakin norak?

Kenapa kalian semua datang begitu awal?

Kami sealasan kamu untuk datang lebih awal kan?

Aku

hanya saja bangun lebih pagi dari sebelumnya kok.

Jadi alasannya kami semua bangun terlalu pagi kok.

Katanya ada wakil datang dari kantor pusat.

Gugup atau senang?

Ah, pas hari ini ya?

Kamu sok tidak tahu.

Janjinya akan ketemu di restoran anggun,

maka kamu berpakaian kayak begitu kan?

Sampai!

Ayo, semuanya.

Wakil datang dari Amerika Serikat.

Silakan duduk, semuanya.

Masih ada tempat di malam hari.

Kenapa kita harus makan malam di tempat kayak ini?

Aku ingin minum bir bakar.

Apakah kamu menambahkan anggur merah ke anggur barat?

Ini namanya kematian.

Oh, mendengarnya jadi terasa kurang enak.

Anak kaya memang luar biasa.

Kenapa kamu minum anggur campuran, kan mahal?

Itu karena dia anak dari keluarga kaya kok.

Kim Eunhui.

Eunhui.

Ya.

Kalian masuk dulu.

Apakah kamu mengenal dia?

Ya ya ya ya.

Dia yang menghancurkan masa muda saat Eunhui 20 tahun.

Dia mengabaikan aku.

Tapi pura-pura tidak mengenal aku, kenapa dia memanggil Enxi?

Apa kabar?

Baik.

Hari ini ulang tahun pernikahan aku.

Kata istriku, dia tidak ingin makan malam,

maka kami berjanji datang untuk minum anggur merah,

tapi aku datang terlalu awal.

Kehidupan kamu sangat menyenangkan ya.

Apakah kamu masih berhubungan dengan Chanhyeuk?

Ya, kemarin pas selesai bertemu dan minum juga.

Kalian masih bertemu?

Bolehkah kamu memberi aku nomor ponsel Chan Hyuk?

Ketua Tim Kim.

Ayah

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.

Ya.

Apa yang sedang kamu lakukan, Ibu?

Aku lagi membersihkan rumah.

Aku tahu kenapa kamu tidak membutuhkan banyak pakaian.

Rasanya memang senang setelah melemparkannya semua.

Ibu,

aku tidak bisa menghubungi ayahku.

Ayahmu memang sulit dikontak kok.

Dia selalu patuh pada waktu untuk makan malam.

Mungkin dia ada sesuatu, maka tidak bisa mengangkat telepon darimu.

Aku akan keluar untuk memilah sampah.

Baik.

Kim Sangsik

Daerah istirahat untuk sopir langkah 7

Eh, kenapa mobil Shang Zhi ada di sini?

Kenapa dia serajin ini akan jadi begitu?

Kakak Kedua kan?

Apakah sudah bangun?

Ya, apakah kamu sedang bekerja?

Terdengar bahwa Chanhyeuk tinggal di kantor baru-baru ini?

Iya.

Di mana kantor Chanhyeuk?

Kenapa?

Aku memiliki sesuatu yang tidak begitu serius.

Kirimi aku alamatnya dengan cepat.

Waktu sekarang?

Apa tuh?

Bagaimana kamu tahu datang di sini?

Apa yang terjadi denganmu?

Hari ini nasi bungkusnya tidak dibungkus.

Hari ini adalah akhir pekan di mana bahan-bahannya busuk.

Halo.

Ya, halo.

Apa?

Tidak, ketika dia pergi bekerja, kami jarang kontak.

Begitu ya?

Baik.

Siapa?

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.

Ibu,

ada panggilan telepon dari Pabrik Ulsan.

Katanya ayah susah dikontak.

Barangnya masih belum dia ambil.

Ayahmu bukan orang seperti itu

Apa sesuatu terjadi padanya?

Apa? Ada apa dengan kamu?

Aku tidak tahu kenapa kau mendatangi kamu.

Aku tinggal kamu yang bisa diberi tahu.

Aku

bertemu dengan Jongmin kemarin.

Aku

membuat masalah besar.

Sub by IQIYI Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Ibu.

"My Unfamiliar Family"

Dimanakah itu?

Mereka benar-benar menemukan pil di truk.

Kami sudah menemukannya.

Ada yang salah dengan wajah dan tubuhku.

Jin Sook?

- 1982? - 1982?

Kapan mereka berdua?

Kau menciumku?

Bukankah kau Eun Joo yang sudah mengubah gayanya?

Sangat mudah untuk berbicara dengannya.

Kau tidak ingin pindah, kan?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.