All language subtitles for Love.of.May.2004.DVDRip.Ind

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Siapa yang bisa memberitahuku, apa ada salju di bulan Mei?

Tidak ada salju di bulan Mei.

Hanya ada Mayday.

Berhenti memperlakukanku seperti orang bodoh.

Setiap orang tahu Mayday.

Aku bicara tentang salju bulan Mei.

Menghina tidak diizinkan di situs ini.

Lebih dari sekali menghina, aku tidak akan menjawab.

Bunga putih, daun hijau.

Aku sedang mendengarkan, teruskan.

Bagaimana aku bisa tahu?

Cari jika kamu tidak tahu.

Bunga putih, daun hijau.

Coba situs tanaman.

Berikan padaku.

Kamu sudah selesai dengan ini, bukan?

Bunga Tung berbunga di antara musim semi dan musim panas.

Bermekeran di bulan Mei, bertebaran seperti salju.

Masyarakat Hakka di daerah Miao-Li menganggapnya seperti salju di bulan Mei.

BM, di mana kamu menemukan ini?

Kupikir kamu kurang memahami budaya, tapi mencoba memahami.

Satu kata lagi, aku akan menangis.

Baik, itu suatu pujian.

Aku bisa lakukan tanpa itu.

Aku bukan Ensiklopedia.

Aku tidak punya jawaban untuk semua pertanyaanmu.

Kemudian biarkan aku bertanya sesuatu yang kamu tahu.

Kamu siapa? Bagaimana seharusnya aku memanggilmu?

Apa lagu Mayday kesukaanmu?

"Call Me Number One"

Aku juga "Call Me Number One".

Keledai pintar, aku harus tidur. Selamat malam.

Tunggu sebentar.

Kirim

Mayday Mayday.

DV-ku mati.

Ulangi. DV mati apa?

Alei,

siapa yang kamu pikirkan?

Mati sebelum acara konser dimulai.

Bukahkan sudah kukatakn padamu untuk memeriksa?

Jangan berpikir aku tidak memecatmu, hanya karena kamu abangnya Stone.

Ayo. Pecat aku.

Alei.

Yang kumaksud,

aku tidak pernah ingin pekerjaan ini.

Aku tidak mau menjadi tuan rumah situs Mayday.

Aku tidak mau membalas e-mail penggemar Mayday.

Aku di sini hanya karena Stone.

E-mail dibalas dalam 10 menit, tersedia 24/7.

Ayolah. Ann, Abao dan aku sudah lelah.

Kamu gila.

Apa? Kamu mau memecatku?

Hebat.

Jika kamu tidak punya nyali, abangku yang memecatku.

Kamu gila.

LOVE OF MAY "Cinta di Bulan Mei"

Ashin

Aku sudah memutuskan untuk memulai buku harian.

Dan mengirimnya padamu.

Jika kamu tidak menyukainya.

Hapus saja.

Jika kamu menyukainya.

Suatu hari nanti, aku akan menyerahkannya padamu secara pribadi.

Lagi pula

semua itu dimaksudkan untuk kamu.

Siapa Xuan?

Kamu mengirim dia e-mail?

Ya.

Dari mana dia berasal?

Semua perhatikan.

Dia anak laki-laki atau anak perempuan?

Biarkan udara masuk ke dalam botol saat menyusui bayi.

Sehingga tidak akan tersumbat.

Hmm, kerja yang bagus. Itulah cara untuk melakukannya

Mungkin dia laki-laki.

Huh?

Aku mengirim dia foto.

Jangan diupload fotonya, ya?

Ya.

Tuan Alei.

Kamu punya sesuatu untuk berbagi dengan kami?

Oh ya, pengalaman pemberian makan.

Benarkah?

Ke sini, ayo ke sini.

Tunjukkan pada kami bagaimana melakukannya.

Oh, aku tidak tahu cara melakukannya.

Tuan Abao. Kamu punya sesuatu untuk berbagi dengan kami juga?

Dia tidak bisa melakukan itu tanpa ini, Mam.

Betul, ambil itu.

Jangan lupa bahwa kamu Alei, bukan Ashin.

Pegang yang erat bayinya. Perhatiakn.

Lihatlah bayinya, dia bisa masuk angin.

Sebentar.

Seperti ini.

Hmm...

Benar?

Hmm...

Botolnya, bagaimana memberi makan bayi?

Seperti ini?

seperti itu?

Bukan?

Apa kamu memperhatikan kelas?

Seperti ini.

Pegang botol seperti ini. Oh...

Udara harus mengalir ke dalam botol.

Oh.

Mengerti?

Ya.

Bisa kamu melakukannya sekarang?

Ya.

Kamu punya satu e-mail

1 Maret.

Sekarang ini hampir saatnya bunga Tung mekar.

Kudengar bunga Tung adalah bunga paling indah di San-yi.

Kamu pernah ke San-Yi?

Maukah kamu pergi ke sana denganku jika ada kesempatan?

Ashin, kenapa kamu tidak balas?

12 Maret.

Setiap kali aku butuh metro

dan kereta api bawah tanah di jalan timur Chung-Hsiao.

Aku bisa mendengar suara dari atas permukaan.

Tidak hanya suara lalu luntas, tapi juga suara musik.

Ashin.

Untuk beberapa alasan...

saat aku di jalan timur Chung-Hsiao.

Aku selalu memikirkan lagumu, kemurniaan...

dan lagunya bersambung.

Itu Simponi No. 9 dari Beerhoven, bukan?

Ya, baiklah, ya.

Kalian dipilih untuk mewakili sekolah kita untuk tampil di Taiwan.

Apa kalian senang?

Ya.

Latihan tidak cukup.

Setiap menit di atas panggung...

selama 10 tahun latihan di atas panggung.

Ingat kata-kataku.

Jika kalian mengacaukannya...

kalian akan sangat menyesalinya.

Mengerti?

Ya.

Bergembiralah, akan selalu ada kemungkinan.

Aku beritahu padamu ketika tiba di Taipei...

kita akan dapatkan untukmu atanda tangan Ashin.

Bagaimana?

Ya, saat kita tiba di Taipei...

kita akan meminta pak Jiang untuk membawa kita ke konser Mayday.

Omong kosong. Kamu ingin dia berpakaian seperti anak Rock?

Ya, seperti anak Rock.

Baru-baru ini, aku punya kebutuhan besar untuk cinta.

Untuk menenangkan gejolak ini.

Di dunia ini, kita tidak bisa lakukan seperti yang kita ingin.

Dunia ini suatu lubang yang kaku.

Mana mungkin kamu bisa, mana mungkin kamu akan...

Dunia ini...

Di dunia ini, kita tidak bisa lakukan seperti yang kita ingin.

Dunia ini suatu lubang yang kaku.

Dimana kita bertemu lagi mungkin hanya dalam mimpi kita.

Ini tentang cinta dan kesedihan.

Cinta dan kesedihan untuk ibunya.

Dia berkelana selama 15 tahun.

Kemudian dia mendengar bahwa ibunya datang.

Dia ingin melihat ibunya.

Tapi,...

itu mungkin mustahil.

Selama sisa hidupnya...

dia hanya bisa melihat ibunya di dalam mimpi.

Itulah apa yang dia pikirkan, bukan?

Jadi ingat cinta dan kesedihan ketika kamu bernyanyi.

Ayo coba lagi, ya?

Jangan terpaku seperti itu ketika kamu bernyanyi.

Bernyanyi dengan perasaan.

Mengerti, ayo lakukan lagi.

Hanya bisa bertemu di dalam mimpi kita...

Xuan, kata Ayah saatnya makan sinag.

Tidak mau.

Anak ini.

Kapan kamu pergi?

25 April.

Bawa pakaian musim panas.

Taipei bukan Harbin, di sana sangat panas.

Aku tahu.

Ah...

Jika saja rombongan kamu berada di Taipei tahun lalu...

Sudahlah, makan.

Ashin.

Aku punya permintaan kecil.

Aku ingi tahu apa kamu mau.

Bisa kamu menemuiku pada tanggal 1 Mei?

Di depan toko buku Eslite.

Aku ingin kamu bisa pergi ke San-Yi denganku.

Aku ingin melihat salju bulan Mei.

Apa kamu mendengarkannya?

Apa?

Apa kamu mendengarkan lagunya?

Apa? Tidak bisa kudengar?

Aku sudah mendengarkan demomu.

Jangan terlalu memikirkannya.

Kupikir ini adalah karya yang besar.

Monster and Ashin sudah mendengarkannya.

Mereka tidak menyukainya lagi.

Setidaknya aku bisa menyanyi jauh lebih baik daripada kalian.

Hei.

Ada masalah apa denganmu? Apa kamu gila?

Kamu taku kalau aku menjadi seorang penyanyi yang lebih baik dari kamu, bukan?

Apa yang kamu bicarakan?

Kenapa kamu tidak mengunjungiku untuk bergabung dengan bandmu.

Jika aku tidak meminjamkan gitarku, kamu bahkan tidak bisa bermain.

Kamu tidak tahu musik.

Kamu abangku.

Kamu membantu yang lain, tapi aku...

Tentang apa semua ini?

Apa?

Apa yang kamu lakukan?

Ayo.

Tinggalkan aku sendiri.

Ayo ke sana.

Duduk, duduk.

Ayo, mainkan sedikit.

Berhenti.

Apa yang sedang kamu lakukan?

Kupikir kamu bisa memainkannya.

Kamu punya nilai bagus dan pintar sejak kamu kecil.

Dan terlihat bagus juga.

Kamu ingin melukis, kamu ingin bermain piano.

Ibu dan Ayah memberikanmu segalanya.

Apa kamu menghargai mereka?

Pernahkah kamu bersikeras?

Tidak pernah.

Jari-jariku kecil, sulit memainkannya sepertimu.

Jari-jarimu panjang, dan kamu pintar.

Kamu berlatih dua hari, kemudian berhenti.

Aku sudah berlatih selama 10 Tahun. 10 Tahun.

Apa yang membuatmu berpikir bahwa kamu bisa bermain dan bernyanyi lebih baik dari aku?

Bahaya! Jangan Menyeberang!

Xuan,

Ayo bertemu tanggal 1 Mei seperti yang kamu usulkan.

Ayo, ayo.

Pertahankan Alei, pertahankan!

Perhatikan, pertahankan.

Tidak ada waktu.

Saatnya lari, ayo.

Pertahankan, Alie, pertahankan.

Tidak ada waktu.

Alei,

Lari.

Alei, lari.

Shoot.

Alei, ayo.

Alei.

Magic shoot. The magic shoot.

Ke sini, Ke sini. Cepat, ayo.

Banyak anak-anak kali ini.

Kamu punya masalah?

Jangan bicara seperti itu. Ayo.

Ini kesenanganku.

Ini kartu namaku. Panggil aku Lin.

Tanyakan jika kamu ada pertanyaan.

Baris pertama, jongkok.

Angkak ini.

"Rombongan Delegasi Pemuda Opera Beijing"

Ayo, ayo ambil foto?

1, 2, 3, cheese.

Cheese.

Sekali lagi, cheese.

Lagi, 1, 2, 3. Cheese.

Atas nama biro perjalanan.

Kita sambut pengunjung tampan-tampan dan cantik-cantik...

dari Rombongan Pemuda Opera Beijing, Harbin.

Namaku Lin.

Cukup panggil Lin.

Untuk menyambut kalian semua...

aku sudah berlatih.

Sebuah pantun jenaka Daratan Cina.

Tidak tahu jika ini bagus, tapi aku akan coba.

Benarkah aku jika aku salah.

Seperti ini :

Di Beijing, kamu menyadari betapa kecil gelarmu.

Di Timur Laut. Kamu tahu, Timur Laut Cina.

Kamu mengenal seberapa kecil hatimu.

Di Shanghai, kamu mengenal seberapa kecil rumahmu.

Di Shenzhen, kamu mengenal seberapa kecil kekayaanmu.

Apa yang dia bicarakan?

Terdengar seperti sesuatu yang lucu.

Kamu mengerti?

Tidak semua.

Kenapa dibilang lucu jika kamu tidak mengerti?

Hanya melihatnya, dia begitu bersemangat.

Itu pasti sesuatu yang lucu.

Biar kunyanyikan sebuah lagu.

Tidak ada keindahan yang tersisa di A-Li Shan.

Semua pemudanya jahat.

Alei.

Alei.

Turunlah.

Kamu gila? Apa?

Kamu benar-benar mengatakannya, bukan?

Ya, hanya untuk bersenang-senang.

Kamu gila?

Berpura-pura menjadi orang lain.

Bukan hal yang besar. Tunggu aku.

Anne, ke mana kamu? Tunggu saja.

Abao.

Aku mencoba.

Apa yang bisa kulakukan?

Tunggu, dia tidak butuh waktu lama.

Anne, kembalilah.

Bagaimana kamu bisa bertemu penggermar Ashin atas namanya?

Kamu melanggar etika jaringan situs.

Dan kita akan kehilangan kerja karena kamu.

Jika kamu laki-laki.

Pergi temui dia atas namamu.

Kenapa kamu bohong?

Berhenti bicara. Jangan tinggalkan aku dengan e-mail ini.

Jangan bertindak seperti anak-anak. Ayolah.

Kau aneh, kamu tahu.

Ya aku pembohong, jadi apa? Mungkin dia pembohong juga.

Siapa yang tahu namanya Xuan atau nama yang lain?

Siapa yang tahu di mana dia benar-benar tinggal? Taipei? Taitung?

Siapa yang tahu kalau dia perempuan atau laki-laki?

Itu semua dunia maya. Kamu tidak pernah tahu siapa yang bohong.

Tolong perbaiki helm ini.

Ayo, cepat. Jangan sampai terlambat.

Bis sedang menunggu.

Jangan ada yang tinggal.

Tidak ada.

Di mana Xuan?

Dia sakit.

Sakit?

Ada yang salah?

Astaga, 40 derajat. Ini serius.

Hong, kenapa tidak kamu katakan kepadaku?

Perlu sesuatu?

Air.

Hong, air dingin. Cepat.

Kamu baik-baik saja tadi malam. Apa yang terjadi?

Aku tidak tahu.

Sudah minum obat?

Kamu sedang menunggu seseorang?

Xuan?

Aku NONO.

Bukan, bukan. Salah orang, maaf.

Ini berisi apa yang sedang kamu cari.

Apa yang sedang kamu cari?

Permisi, maaf.

Apa?

Diam.

Permisi. Di mana aku bisa mendapatkan tiket ke San-Yi?

Pergi ke mesin penjual otomatis yang di sana.

Tekan tanggal yang kamu ingin, itu saja.

Ke sana, bukan?

Ya.

Terimakasih.

Permisi, pak.

Bisa kamu katakan padaku...

yang mana kereta api menuju stasiun Sheng-Shin?

Tidak ada kereta api lagi ke sana, nak.

Permisi?

Tidak ada kereta api ke sana lagi. Sudah cukup lama.

Ke stasiun Sheng-Shin?

Ada yang salah dengan telingamu?

Atau aku tidak membuatnya jelas.

Tidak ada lagi kereta api ke Sheng-Shin.

Sudah 5 Tahun.

Kamu tidak harus bicara keras.

Kamu tidak bisa mengeti ketika aku bicara keras.

Apa lagi kalau aku bicara pelan, apa kamu bisa mengerti?

Di mana tata keramamu, Tuan?

Ada yang salah denganmu?

Hei, nak.. nak.

Nak?

Kasar.

Hei.

Sekarang apa?

Tidak ada.

Bukannya kamu mau pergi ke stasiun Sheng-Shin?

Ke luar lewat sana.

Lewat sana.

Hanya bisa bertemu dalam mimpi.

Berhenti bermain. Ayo, diisi kursinya.

Berhenti menjerit. Dekat pintu hati-hati.

Jangan mengeluh ketika tidak ada kursi untuk kamu.

Duduk, ayo.

Maaf, terlalu berat.

Diam. Ayo duduk.

Perhatikan langkahmu.

Terimaksih, terimaksih banyak.

Penumpang, pemeriksaan tiket.

Mam, tiket.

Mam, tiket.

Tiketmu.

Terimakasih.

Kamu nak. Duduk di sini.

Terimakasih.

Nak, duduk di sini.

Duduk ke sana.

Pergilah duduk.

Aku baik-baik saja. Aku lebih baik berdiri di sini.

Ayo, duduk.

Apa yang salah denganmu, nak?

Duduk ke sini.

Halo? Apa?

Baik, aku akan bicara denganmu nanti.

Mencari seseorang?

Tidak, tidak ada.

Lantai berapa?

Kamu tinggal di sini?

Ya.

Kenapa kamu bohong padaku?

Maaf.

Aku ingin tahu yang kamu lakukan selama ini apakah ilegal.

Maaf, aku harus mengangkat panggilan.

Apa?

Da...

Berapa nomor HP-mu?

Apa?

Cukup berikan aku nomor.

092#$!907

Apa itu?

092#$!907

Yang jelaslah.

0922071907

Maaf, aku harus mengangkat panggilan.

Halo.

Halo.

Halo.

Halo.

Halo, siapa ini?

Aku peringatkan kamu.

Jika kamu mengatakannya, aku tidak akan pernah bicara padamu lagi.

Aku tidak akan pernah.

Kamu pergi berkencan dengan dia?

Ya.

Kamu benar-benar ingin berkencan dengan dia?

Diam. Ini semua salahmu.

Apa yang kamu bicarakan? Kita kehilangan kerja karena kamu?

Santai. Kenapa kamu begitu gelisah, aneh.

Aku gelisah.

Kamu seharusnya menolakku.

Aku akan mengadukanmu.

Apa?

Ayo, jangan khawatir.

Dia punya Stone di belakangnnya, semuanya keren.

Ayo pergi.

Duduk.

Apa yang seharusnya aku memanggilmu?

Coca Cola.

Coca Cola?

Ya.

Teh, teh bagus juga.

Apa yang kamu bicarakan? Aku membicarakan namamu.

Namaku Alei.

Bagaimana kamu mengejanya?

A-L-E-l, Lei dengan tiga batu.

Maukah kamu menepati janjimu dan memenuhi keinginanku?

Keinginan apa?

Sebelumnya aku punya satu, sekarang aku punya dua.

Pertama antarkan aku ke Ashin.

Cukup meluangkan sedikit waktu.

Baiklah, kamu punya waktu 3 hari.

Kedua antarkan aku ke San-Yi.

Kupikir kamu hanya pergi ke San-Yi.

Itulah di mana aku ingin pergi.

Stasiun kerata api Sheng-Shin.

Sembilan, kemudian apa?

Titik tertinggi jalan rel Taiwan.

Tidak seorangpun pulang.

Tidak ada?

Berhenti mendorongku. Aku bisa naik sendiri

Apa ada orang di sana?

Ke sini kita pergi, 1... 2...

Apa yang kamu lakukan?

Maaf.

Oh tidak. Cepat, cepat.

Berhenti.

Berikan padaku.

Aku akan turun duluan, kemudian aku kan membantumu.

Halo?

Hei hei hei, kenapa kamu di sini? Ayo, ayo pergi.

Tunggu, kupikir kita lewat jalan yang salah?

Tidak ada jalan.

Tapi di sini tidak ada jalan seperti yang kita lewati.

Apa yang berbeda?

Kenapa tidak kamu katakan padaku tentang itu?

Hei.

Apa yang kamu lakukan.

Aku pusing, aku harus kembali.

Berhenti, pencuri.

Jangan bergerak. Kamu pencuri.

Berikan tangnmu.

Cepat.

Ayo pergi, ayo.

Tunggu.

Jangan melihat ke bawah, jangan melihat ke bawah.

Aku tidak bisa melakukannya. Aku perlu istirahat, aku benar-benar tidak bisa.

Aku perlu istirahat.

Aku tidak bisa pergi.

Cepat. Kamu tidak ingin ditangkap, bukan?

Ayo.

Akan baik-baik saja. Jangan melihat ke bawah.

Baiklah.

Setidaknya katakan padaku mengapa kalian menerobos masuk ke dalam rumah itu.

Untuk uang?

Bicara.

Tidak perlu menjadi jahat ya.

Aku kehausan.

Jadi aku meminta dia masuk denganku.

Tidak ada toko di mana-mana.

Baiklah, ini kesalahanku.

Aku tidak akan melakukannya lagi.

Tidak ada yang kulakukan dengan dia.

Aku hanya ingin mendapatkan air.

Tidak ada yang kamu lakukan dengan dia?

Nyonya Fang.

Kapten.

Hi

Laki-laki itu.

Mereka tidak mau bicara. Hanya mengatakan mencari air.

Mereka mungkin mencuri sesuatu.

Ada kehilangan sesuatu?

Semuannya baik-baik saja, mereka tidak menyentuh apapun.

Aku tidak berpikir mereka pencuri.

Aku akan membiarkan kalian pergi kali ini.

Ini tidak akan terjadi lagi.

Ayo, ayo pulang.

Aku minta maaf, benar-benar maf.

Kenapa kamu pergi seperti ini?

Apa hubunganmu dengan Stone?

Kenapa bertanya?

Kenapa tidak?

Bagaimana aku tahu jika kamu punya 3 batu atau kamu Stone ke-3?

Kupikir kamu jujur?

Lupakan tentang itu, jangan khawatir.

Alei.

Apa?

Terimaksih.

Untuk apa?

Kamu seharusnya tahu?

Oh!

Benar.

Ya, benar.

Ayo kuberi tumpangan.

Apa ini? Huh?

Apa ini?

Tiket untuk pertunjukkan malam.

Opera Beijing?

Opera Beijing? Aku bahkan tidak pergi ke konser Mayday.

Nah, lupakan saja.

Kamu harus datang.

Kenapa?

Karena itu keinginan ketigaku.

Kamu pasti punya banyak keinginan.

Jangan membuat rewel.

Hei.

Tunggu, tunggu.

Apa kamu akan ke sana?

Apakah Aku harus mengejanya?

Kamu perlu sesuatu, pak?

Ya nanti, terimakasih.

Tentu.

Astaga, kamu dari Harbin. Kenapa tidak kamu katakn padaku?

Diamlah.

Apa?

Tidak ada dari hidungmu, pak Ashin.

Diam...

Mau?

Apa itu?

Baiklah. Terimakasih.

Kamu seharusnya mengatakan padaku lebih awal.

Kenapa? Kamu terlalu bodoh untuk mengetahuinya.

Bodoh?

Bodoh.

Oh. Itulah kenapa kamu terdengar aneh. Suara guliran lidahmu.

Guliran lidah? Ada apa dengan lidahku?

Cara kita menggunakan lidah kita sangat berbeda.

Lidahku datar saat bicara, tapi kamu sangat bergulir.

Kamu lihat berbeda?

Itu... benar.

Berhenti menjadi peniru, kamu aneh.

Bukakan ini untuku.

Buka?

Ya, apa?

Bahkan tidak bisa membuka ini, kamu?

Aku tidak punya kuku.

Tidak punya kuku.

Tidak punya kuku.

Terimakasih, ini manis.

Apa maksudnya?

Di sini, terimakasih.

Tolong maju.

Terimakasih.

Tolong maju.

Di sini, terimakasih.

Ini milikku.

Halo. Terimakasih, terimakasih.

Terimakasih, terimakasih banyak.

Bisa kamu tanda tangani lebih dari dua untukku?

Yang ini untuk teman sekelasku.

Tentu, tentu.

Terimakasih, di sini. Silahkan lewat sini.

Hei yang di sana.

Terimakasih. Silahkan lewat sini.

Senang sekarang?

Hmm

Jika kukatankan padamu bahwa aku bukan Ashin.

Apa kamu menuliskannya untukku?

Tentu tidak.

Kapan kamu kembali?

Ke mana?

Harbin.

Oh, besok, pada dini hari.

Apa yang kamu lakukan?

Ayo naik ini.

Seperti ini.

Ayo kita pergi ke tempatmu.

Ayo.

Terimakasih.

Apa itu?

Hmm, itu ruang berbahaya.

Ruang berbahaya?

Uh-huh

Tempat yang berbahaya.

Apa kamu menulis untukku dari sini?

Ya.

Tempat ini sebenarnya cukup nyaman.

Sepertinya tempatnya bagus, tapi kamu tidak menulis banyak.

Aku tidak bisa menulis. Lagian aku bukan Ashin.

Sebenarnya, aku tahu kamu adalah seorang penipu.

Jadi, kenapa kamu datang ke toko buku Eslite?

Di Harbin, aku hanya bisa menganggap bahwa kamu adalah Ashin.

Hei! Hei! Apa yang kamu lakukan?

Ada yang salah denganmu?

Apa yang kamu lakukan?

Kau tampak begitu gelisah.

Ada yang salah?

Kukatakan padamu ruang ini rusak dan berbahaya.

Apa yang kamu mau?

Berbahaya?

Ruang ini terlihat baik-baik saja, tidak terlihat berbahaya.

Apa yang sedang kamu lakukan?

Ini tempatku.

Tempatmu? Baik, aku akan pergi.

Hei, tunggu.

Kamu tampak seperti orang yang kena hipnotis.

Tidak, aku tidak.

Tak bisakah kamu berpura-pura?

Ke sini, duduk.

Lihat dengan hati-hati.

Tutup matamu.

Cepat. Aku harus kembali berlatih.

Saat aku menghitung sampai 3.

Kamu sudah meninggalkan ruangan ini.

Dan kembali ke hotel.

Untuk mempersiapkan pertunjukan terakhir.

Lalu pergi ke bandara dengan rombongan.

Dan kembali terbang ke Harbin.

Dan kita tidak akan bertemu satu sama lain lagi.

1... 2... 3...

Kita sampai.

Ini.

Berhenti membungkuk seperti itu.

Hei!

Maukah kamu meneleponku lagi?

Hei! Maukah kamu meneleponku lagi?

Hei! Maukah kamu meneleponku lagi?

Cepat, naik ke bus.

Ada masalah?

Aku, aku kehilangan tasku.

Seperti orang yg lengah, yang akan menikah?

Ada yang salah, nona?

Sang terlalu banyak "Dududk di dalam Istana"

dan kamu tidak ingin pulang?

Ayo, mereka menunggumu.

Ayo.

Ini ditulis dalam bahasa Tradisiponal Cina.

Semua ini tidak mudah untukku.

Semua itu dimaksudkan untuk Ashin.

Sekarang kamu harus menjaganya untukku.

17 April.

Sudah 60 hari aku bahagia sejak mengenal Ashin.

Tapi tidak sebanding dengan pertemuan kita.

60 hari di dunia maya, tidak sebanding dengan 1 hari yang sebenarnya.

Berhenti melihatku.

Lihat jalan.

Kamu katakan padaku untuk melihatmu.

Sekarang kamu melarangku.

Kukatakan padamu untuk melihat ke depan.

Mencari seseorang?

Oh, kamu mengingatku?

Kamu...

Kamu tahu, terakhir kali...

Oh...

Aku benar-benar minta maaf.

Tidak apa-apa, kami tidak kehilangan apapun.

Jadi, aku tahu kamu tidak bohong.

Sudah berapa lama kamu tinggal di sini, bu?

Aku sudah di San-Yi sejak kecil.

Sudah beberapa tahun tidak mengajar di NTNU.

Kembali mengajar seni di SD.

Pensiun beberapa tahun lalu.

Berikan padaku, terimakasih.

Kamu pernah ke Cina?

Pergi ke sana untuk pertama kali pada bulan Januari.

Kenapa kamu bertanya?

Tidak ada. Kupikir kamu seorang mainlander.

Bukan, tapi suamiku.

Dia datang dengan tentara. (Di Musim Gugur, 1949)

Dia punya seorang istri di Harbin.

Pulang kembali ketika larangan kunjungan dicabut. (Pada Tahun 1987)

Tapi rumahnya sudah tidak ada dan istrinya sudah meninggal.

Dia mendapati bahwa dia memiliki anak.

Dia tidak tahu bahwa istrinya hamil.

Dia tidak pernah tahu bahwa dia punya seorang anak.

Di mana kakek Taiwan?

Di rumah, tutup pintunya.

Kamu kakek Taiwan?

Dia anakku yang paling muda.

Ambil jeruk ini.

Terimakasih, kakek Taiwan.

Xin Zhong memasak angsa terbaik.

Aku sudah menyuruhnya membuatkannya satu untukmu.

Ayah.

Dia adalah menantumu, Xiao Kui.

Dia sedang mengandung cucumu.

Ayah.

Dia akan menjadi seorang ayah juga.

Xin Zhong menulis beberapa koran yang luar biasa.

Diterbitkan di publikasi nasional.

Itu tidak benar. Mereka melakukannya lebi baik dari aku.

Silahkan minum teh.

Dia setidaknya punya 5 atau 6 ribu siswa.

Mungkin bahkan 10 atau 20 ribu.

Turun salju lagi.

Ayah.

Dingin di luar, ayo pergi.

Kondisi kesehatannya semakin memburuk setelah dia kembali.

Tidak pernah kembali, hanya menerima beberapa surat.

Sesudah dia meninggal, aku membawa abunya kembali ke Harbin.

Dia tidak pernah melihat Xuan.

Xuan adalah cucunya.

Musim panas lalu, anaknya datang untuk program pertukaran akademik.

Dan mengunjungi Taipei.

Ayah, ayo kembali denganku.

Ayah sudah tua, biar kami yang menjagamu.

Coba teh Uolong Taiwan, teh ini luar biasa.

Xin Zhong berkunjung lagi sebelum dia meninggal.

Tapi dia menghindari anaknya.

Aku sudah tahu dia di stasiun kereta api Sheng-Shin lagi.

Dia sudah bekerja di sana selama 30 Tahun.

Kemudian rel itu dialihkan.

Mereka menutup stasiun sehingga dia pensiun.

Bibi Fang, ambilkan aku pulpen dan kertas?

Ini.

Terimakasih.

Ayah, aku pergi.

Sebelum aku datang, aku bertengkar dengan Xuan.

Dia ingin tanda tangan dari Boy Band Mayday. Aku menolaknya.

Dia tidak mau bicara kepadaku sampai aku naik pesawat.

Meskipun aku marah.

Setelah bebarapa hari di Taipei.

Aku merindukannya.

Ayah.

Mungkin kamu tidak pernah tahu bahwa kamu punya seorang anak.

Sehingga semua ini sulit bagiku merasa dekat denganmu.

Dan dekat pada keluargaku.

Xiao Kui sudah belajar banyak dari ibu.

Mereka seharusnya menyukai masakan kesukaanmu.

Kapanpun kamu ingin kembali.

Kamu akan disambut dengan lapang dada.

Aku pergi, jaga diri kalian.

Aku berangkat ke Taipei besok.

Tolong lukiskan setangkai bunga Tung untukku.

Oops, maaf.

Untuk cucumu?

Letakkan di sini sesudah kering.

Aku tidak pernah tahu kalau Xuan ada buku itu atau tidak.

Lupa untuk menanyakan kapan Aku bisa kembali membawa abunya.

Chao, Chao.

Di sini dingin, mau pergi ke mana?

Aku ingin pulang.

Baiklah, ayo pulang.

Ayo, ayo pulang.

Tidak, aku tidak ingin pulang.

Aku sudah lama membeli tiket.

Xin Zhong.

Di sini tidak banyak hal yang ditinggalkan ayahmu.

Kupikir kamu harus mengambil tiket ini.

Sebuah lagu baru, kedamaian barumu?

Kedamaian adikku.

Hmm, keren.

1, 2, 3, 4.

Aku sudah mengirimmu e-mail.

Kenapa kamu tidak balas?

Apa?

Lampu hijau.

Oh.

Apa yang kamu tunggu?

Tidak bisakah kamu meletakkannya kembali?

Aku harus menyelamatkanmu setiap kali.

Lihatlah dekat-dekat, dan belajar.

Mayday ada tur ke Cina.

Kita pergi ke Wu Han, Chong Chin, Shanghai, Beijing.

Kerja dengan kami, mudah-mudahan menyenangkan.

Banyak yang harus kulakukan di sekolah.

Sekarang liburan musim dingin, bicaralah dengan ibu dan ayah untuk berlibur.

Oh, satu hal lagi.

Hanya 90 menit dari Beijing ke Harbin dengan pesawat.

Apa yang kamu pikirkan?

Lihat, ini salju, salju.

Ini dingin.

Alei, Aku memeriksa penerbangan, kabutnya terlalu tebal.

Perkiraan tidak ada penerbangan hari ini.

Kenapa kamu tidak kembali ke hotel dengan kita.

Penerbangan kita dipesan tanggal 15 Desember.

Jika kamu ingin tinggal lebih lama, ganti tiketmu ke tanggal 18.

Tapi ingat untuk menelepon biro perjalanan.

Simpan dengan baik.

Apa yang kamu lakukan?

Ke luar, pergi... pergi... pergi.

Minggir dari jalanku.

Aku, tunggu.

Pergi, pergi, pergi dari sini.

Aku di sini untuk bertemu teman.

Siapa?

Zhao Xuan.

Zhao Xuan, dari Departemen Opera Beijing?

Ya, itu dia.

Dia tidak di sini. Pergi studi banding dari sekolah ke selatan.

Sekarang minggir.

Tunggu, kapan dia kembali?

Sulit untuk dikatakan.

Mungkin 2 minggu, mungkin juga besok.

Penerbangan ditunda karena badai salju.

Besok?

Hei, hei.

Dia tidak ada di sini, ke luar.

Hei, ke luar.

12 Desember.

Atap Gereja Sophia putih.

Karena salju.

Aku melewati sekolah ini setiap hari.

Dan kadang-kadang aku melihatmu, Xuan.

Aku melihatmu naik sepeda di atas salju di Central Blvd.

Permisi, apa Zhao sudah kembali?

Kamu lagi?

Bukahkah sudah aku katakan padamu 2 minggu lebih?

Kamu katakan padaku mungkin besok.

Ya, mungkin.

Pergi... pergi... pergi. Jangan berdiri di sini.

Pergi, ke luar.

14 Desember.

Aku berjalan di Central Blvd.

Pohon Alder tinggi berjajar di atas trotoar.

Lebih dari 20 Tahun.

Mereka sudah seperti teman lama.

Tidak masalah ke mana aku pergi.

Mereka akan selalu di sini.

Melindungiku, melindungimu.

Xuan.

Kapan kamu melewati pohon-pohon tua ini.

Apa kamu mendengar duara salju jatuh?

Aku mendengarnya.

Aku bisa mendengar suara dari sepedamu di atas salju juga.

17 Desember.

Atap Gereja Sophia masih putih.

Ditutupi oleh salju.

Aku ingin sekali melihat atap gereja sebenarnya yang ada di bawah salju itu.

Tapi aku tidak punya kesempatan.

Xuan.

Aku segera meninggalkan Harbin.

Sehingga aku tidak melihatmu lagi.

Visaku berakhir tanggal 18.

Aku benar-benar ingin melihatmu.

Hei.

Dia belum kembali.

Tidak apa-apa, aku akan pergi.

Tolong berikan ini pada Zhao Xuan.

Terimakasih banyak.

Topi ini benar-benar hangat.

Xuan.

Ibu di San-Yi tahu bahwa kamu tidak ingin menemui dia.

Dia mengatakan padaku untuk memberikan lukisan itu.

Dia mengatakan padaku bahwa nenek Zhao ingin melihat bunga Tung.

Bermekaran di mana-mana setiap bulan Mei.

Itu semua mengingatkannya kampung halaman.

Dia bilang salju turun di bulan Mei di Taiwan.

Tampak seperti salju di Harbin

Lukisan ini adalah kenangan dia untukmu.

Dan kenangannya untuk Harbin.

Di mana kamu?

Halo?

Pak, bismu berangkat ke bandara pada jam 8:20.

Ya.

Xuan.

Hei, hei.

Hei, Alie.

Pak, hentikan bisnya.

Pak, berhenti.

Hei!

By husnimubarakarigayo gayo_tkn55@yahoo.com

Apa yang kamu lihat?

Sini berikan tanganmu.

Oh, ya.

Ouch.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.