Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Hallo, Pinky Sayang.
Hallo, Tuan.
Karan! Karan... - Pinky?
Tunggu, Aku akan membalasmu.
"Hari ini, bulan ini, tahun ini ..."
"... Akan kita lewati, Sayangku."
"Tapi ini harus tetap diingat."
"Kau harus hidup hanya untukku."
"Kau harus hidup hanya untukku."
"Berjanjilah ... Kau harus hidup hanya untukku."
"Hari ini, bulan ini, tahun ini ..."
"... Akan kita lewati, Sayangku."
"Tapi ini harus tetap diingat."
"Kau harus hidup hanya untukku."
"Kau harus hidup hanya untukku."
"Berjanjilah ... Kau harus hidup hanya untukku."
"Demi persahabatan kita, Aku lebih mencintaimu daripada dunia ini."
"Demi persahabatan kita, Aku akan mempersembahkan hidupku untukmu."
"Jangan pernah lupakan janji ini."
"Jika kau merindukan aku, Datanglah menemuiku."
"Bagaimanakah kisah cinta kita?"
"Biarlah orang seluruh dunia menanyakannya."
"Tapi ini harus tetap diingat."
"Kau harus hidup hanya untukku."
Penduduk gelandangan beraspal mau menyamai putriku?
Apakah dia pantas bermain dengan putriku?
Gara-gara dia, Putriku hampir sajan mati.
Sekarang putriku sedang demam.
Jika aku melihatnya bersama dengan putriku lagi ...
... Maka aku akan menembaknya.
Gara-gara dia, Putriku hampir saja mati.
Sekarang putriku sedang demam.
Tuhan, Aku membawa Pinky kemari. Mohon sadarkanlah dia.
Jika kau tidak mengembalikan Pinky-ku, Aku tidak akan bicara denganmu lagi.
Mohon, Sadarkanlah kembali Pinky.
Sadarkanlah kembali Pinky.
Karan...
Pinky!
Siapa yang membawaku kemari? - Aku... Aku yang membawamu kemari.
Kau tak sadarkan diri dan sakit demam.
Lihat. Tuhan telah menyadarkanmu kembali.
Dengar, Kami akan berangkat hari ini. Siapkan pakaian-pakaian Pinky.
Hari ini aku akan pergi ke Mumbai.
Jika kau pergi jauh, Aku akan sangan merindukanmu.
Kau simpan saja ini. Jika kau rindu padaku, Lihatlah jam ini.
Di situ sudah ada photoku.
Wow, Ada musiknya juga. Ini jam cinta.
Aku tidak akan membiarkan barang ini jauh dariku.
Tapi jika aku merindukanmu... Apa yang akan aku lakukan?
Tunggu sebentar.
Ini untukmu. Jika kau rindu padaku, Berdoalah pada Tuhan agar kita bisa bertemu.
Ayo.
Tunggu, Pinky... Berhenti!
Tuhan, Pinky telah pergi untuk beberapa tahun...
... Bagimana caranya aku bisa pergi Mumbai Untuk mencarinya?
Aku tidak punya siapa-siapa disana. Tuntun aku untuk pergi kesana, Tuan.
Tuan MalhoTra...?
Pujiku padamu, Tuhan.
Hallo, Tuan. - Hallo..
Anda sudah lama tidak datang kemari? - Iya, Aku datang kemari karena urusan bisnis.
Aku membawa beberapa harmonuim Di sekolah musik Saraswati...
... Dan aku berpikir Aku sudah melunasi hutang budiku.
Siapa anak laki-laki itu? - Dia anak yatim.
Pak Pendeta! Jangan sekali-kali Kau menyebutnya anak yatim lagi.
Aku akan mencantumkan namanya Menjadi bagian dari keluargaku.
Aku akui, Memang banyak Anak-anak yang tidak memiliki orang tua...
... Tapi banyak juga Orang tua yang tidak memiliki anak-cucu.
Begitu juga orang tua yang mengadopsi seorang anak...
... Akan merubah dunia anak yatim Tidak akan hidup seperti dulu lagi.
Siapa namamu, Nak? - Karan...
Tidak, Nak. Namamu tidak hanya Karan. Mulai sekarang namamu adalah Karan MalhoTra.
Maukah kau pergi ke Mumbai bersamaku? - Mumbai...? Tentu saja.
"Cinta, adalah permohonan..."
"Ini adalah permohonan cinta."
"Dunia ini begitu gila ..."
"Hanya saja kita tidak menyadari..."
"Bagimana seseorang bisa kehilangan hatinya."
"Cinta, adalah permohonan..."
"Ini adalah permohonan cinta."
"Aku tidak ingin berteman dengan siapa pun."
"Aku tidak jatuh cinta dengan siapa pun."
"Hanya sekali dalam kehidupan, Lakukan sesuatu yang membuat hati seseorang berdebar."
"Aku belum pernah melihatnya. Dan aku tidak ingin mengetahuinya."
"Memikirkan dia akan membuat hatiku terhibur.."
"Cinta, adalah permohonan..."
"Ini adalah permohonan cinta ..."
"Jatuh cinta itu tidak mudah, Kawan ..."
"Tapi sangat sulit untuk menghidupkannya ..."
"Dalam keresahan hasrat ini... Aku melewatkan pagi dan malam."
"Hati yang tergila-gila, Tidak ada yang bisa mengekangnya."
"Setiap hati yang tergila-gila tahu... Bahwa dia sudah dikenal dimana-mana."
"Cinta, adalah permohonan..."
"Ini adalah permohonan cinta ..."
"Dunia benar-benar gila ..." ''lT's a crazy world...''
"Hal itu tidak akan bisa disadari."
"Bagaimana seseorang bisa kehilangan isi hatinya?"
"Cinta, adalah permohonan..."
"Ini adalah permohonan cinta ..."
Kenapa kakak lama sekali? Aku tidak mau bicara dengannya.
Biarkan kakak pulang ... Aku tidak mau bicara dengannya.
Kau seharusnya tidak membiarkannya, Papa. Kau terlalu memanjakannya.
Bukan aku. Tapi ibumu.
Baiklah, Kita hukum dia sama-sama Jika dia sudah datang.
Baiklah. Tapi aku mohon ... Kalian berdua jangan ikut campur.
Kami tidak akan ikut campur. Kamu akan duduk di samping pintu.
Dia ada disini.
Dia ada disini!
Priya...
Priya sudah mati.
Jangan berani-berani kau berkata seperti itu.
Kenapa harus tidak? Hari ini adalah kau sudah membuatku kesal.
Aku membeli sesuatu yang kau butuhkan. - Permisi...
Apa hebatnya Kalau kau sendiri datang terlambat?
Kakak, Ini ... - Kau membutuhkan barang ini sejak 6 bulan yang lalu, kan?
Iya, Tapi aku sudah melupakan semuanya.
Tapi bagaimana mungkin Seorang kakak melupakan kebutuhan adiknya?
Tapi jam ini sangat mahal, Kakak. Dari mana kau dapatkan uang sebanyak ini?
Kenapa? Bukankah Ayah sudah memberiku uang saku? Aku sudah mengumpulkannya selama 6 bulan.
Apa kau menyimpan ini untukku?
Oh iya. Tunggu sebentar.
Pegang seperti ini, Gunakan jarimu untuk memegangnya.
Angkat teleponnya.
Sapna...?
Ada apa? Pergi dan layani mereka.
Kau menentang perintahku?
Kau butuh uang, Sapna?
Kenapa harus takut? Aku ada disini, kan?
Oh iya, Aku akan datang Senin mendatang. Seratus persen.
Ini sudah larut, Nak. Tutup tokonya dan pulang segera, Okey?
Kita akan bepergian. Ayo pulang.
Buka pintunya. - Ayah, Aku mau makan malam denganmu.
Hey, Jamku. - Berhenti.
Tunggu, Ambillah uangku semaumu. Tapi kembalikan jam itu padaku.
Berapa jumlah uangmu? - Kau masih kurang?
Ini. Ambil juga. Tapi kembalikan jam itu padaku.
Jam ini sepertinya harganya mahal. Kita harus memeriksanya.
Lalu foto siapa ini? Siapa yang memotretnya?
Itu cinta masa kecilku. - Cinta masa kecil?
Katakan pada kekasihmu. Dia harus melakukan penghancuran!
Apa yang kau lakukan?
Seret dia keluar.
Tidak... Kami akan memberikannya padamu.
Ini barangmu ... Ambillah.
Pinky, Tidak ada yang bisa merampasmu Dan cintamu dariku.
"Aku akan memberitahumu kebenaran, Kawan. Niscanya kau akan jatuh cinta dengan Negaraku."
"Kau bisa datang dan melihatnya."
"Sekali-kali datanglah ke India dan lihatlah."
"Kau bisa datang dan melihatnya."
"Sekali-kali datanglah ke India dan lihatlah."
"Taj Mahal... Ada di India."
"Qutab Minar... Juga ada di India."
"Chandni Chowk... Ada di India."
"Musim yang terbaik... Ada di India."
"Laila dan Majnun ... Ada di India."
"Sohni dan Mahiwal ... Ada di India."
"Pusat pohon cemara ... Ada di India."
"Gagasan yang baik ... Ada di India."
"Kau akan kehilangan jati dirimu, Jika kamu pernah jatuh cinta."
"Kau bisa datang sendiri Dan lihatlah keindahannya."
"Sekali-kali datanglah ke India Dan lihatlah keindahannya."
"Maka kau akan jatuh cinta dengan India Setelah kau melihatnya."
"Tradisi memakai gelang kaki Hanya ada di India."
"Musik yang terbaik Ada di India."
"Sungai yang suci juga Ada di India."
"Keinginan untuk mendiam Ada di India."
"Tarian paling lincah berasal dari India".
"Macam-macam kesenangan dan kejahatan... Semuanya ada di India".
"Pewarna tempat tidur terbaik... Ada di India".
"Semua perayaan festival ... Ada di India".
"Percayalah padaku. Seharusnya kau akan jatuh cinta".
"Kau bisa datang dan melihatnya".
Sekali-kali datanglah ke India Dan lihatlah keindahannya".
Maka kau akan jatuh cinta dengan India, Dan lihatlah keindahannya".
Sungguh bahagia sekali, Nak ...
... Melihatmu merayakan Diwali Dengan penuh kebesaran setiap tahunnya.
Kita tidak mungkin melupakannya Sebagaimana kita di India.
Banyak orang India yang tinggal disini ...
... Tapi hanya Puja yang membawa Semua budaya negaranya.
Dia selalu merayakan semua festival. Dia tidak pernah melupakan semua budayanya.
Katakan padaku, Bibi. Jika orang Inggris tinggal di negara kita ...
... Apakah mereka akan lupa dengan budaya mereka? - Tidak.
Lalu kenapa kita harus melupakan budaya kita Di negara mereka?
Bagus sekali, Nak. Aku bangga padamu.
Selamat hari Diwali, Pinky.
Karan... Ayo!
Saat dia sumpah dengan memberi jam itu!
Sejak saat itu, Kau selalu menaruh jam itu di dadamu.
Kau tidak pernah jatuh cinta. Bagaimana kau bisa tahu?
Aku punya cara tersendiri. Aku tidak akan menjiplak kisah cintamu.
Kawan, Tuhan telah menyelamatkanku Dari macam-macam cintamu itu.
Kau mencintainya dengan sepenuh hati.
Kenyataannya kau selalu datang ke kuil setiap tahunnya, Supaya kau bisa bertemu dengannya.
Tapi apakah dia pernah bertemu denganmu?
Dia sungguh pasti akan bertemu denganku.
Aku yakin akan menemukan Pinky Suatu hari nanti.
Sapna, Kaulah yang selalu pikirkan dimana-mana.
Tidak, Bukan itu. Aku sudah berjanji dengan istriku untuk makan malam bersama.
Senin depan mungkin ... Sebab hari Senin aku libur bekerja.
Bagaimana penampilanku?
Kau jadi lebih romantis daripada tahun lalu.
Dari pada tahun lalu? Katakan padaku.
Dengan istri sepertimu, Tidak akan ada yang bisa merubah waktu.
Waktu akan datang dan pergi... Dan aku akan tetap menjadi muda selamanya.
Kau mau pergi kemana Dengan pakaian seperti ini waktu liburan?
Ini kan hari libur? Biarkan aku pergi menemui teman-temanku.
Tentu saja aku akan makan siang bersamamu. Ini.
Karan...
Ada apa, Ibu? - Ayahmu ...
... Memperlihatkan gejala yang aneh. Dia mau menjadi bekas anak anak nakal.
Apa maksudnya? - Aku juga tidak mengerti ...
Apa yang telah dia lakukan? Dia memulai membelanjakan banyak uang yang baru-baru ini.
Aku heran kemana dia belanjakan semua uang-uangku? Sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan.
Aku jadi takut.
GayaTri...
Ya Tuhan, Kau sudah kembali? - Iya.
Dia ... Siapa dia?
Sapna. - Sapna?
Impianku ... Impian yang sudah terpenuhi.
Ya Tuhan ...
Dengan pakaian rapi di Sherwani, Aku sudah menikahinya di pengadilan hari ini.
Ayo, Sapna.
Dia akan tinggal di sini Dan kau harus melayaninya...
...Seperti seorang pembantu. - Tidak!
Aku tidak akan melayani wanita Yang mencampuri kehidupan suamiku.
Aku akan menyiramkan minyak tanah pada tubuhku Lalu membakar diriku!
Kau mau membakar diri Dan aku akan mengambilkan karangan bunga ...
Aku juga akan membakar foto Dan kalung perkawinanmu ...
Aku mau meratakan sekitar leherku. - Ayah, Apa sudah kau perbuat?
Kau lihat saja! Aku mau membakar diriku dengan api!
Apa kau sudah buta? - Tidak.
Ini semua salahmu! Jangan bicara omong kosong! - Hey Tuan ...
Kaulah yang salah. Jalanmu bukan disini. Kau salah jalur.
Ini jalan satu arah. - Tunggu, Aku terburu-buru.
Kau masih tidak mengaku bersalah? Sekarang keluarkan SIM-mu.
Kenapa kau mengambil SIM-ku? - Aku akan melaporkanmu.
Aku kan tidak menabrak kendaraanmu? - Tapi kau sudah mengambil jalanku.
Keluarkan sekarang juga.
Bajainya! Dompetku... Ketinggalan di dalam.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Gaji bulanan-ku ada di dompet.
Bagaimana aku memasukkan wawancaraku? - Aku akan memberimu goncengan.
Untuk apa? Gaji bulanan-ku sudah lenyap.
Duduk disini. Aku akan kembali. Tapi kuncinya akan aku bawa.
Untuk apa? - Untuk penyakit gatal di kupingku.
Untuk meyakinkan agar kau tidak pergi jauh. - Kesulitan macam apa ini?
Jadi makusdmu kau tidak bisa menemukan gadis bujangan Dalam semua wawancaramu?
Diam! Bukan gadis di seluruh India?
Gadis..? - Maaf, Bicara tanpa permisi terlebih dahulu.
Tapi ini menyangkut karirku, Tuan. Aku berjani akan ke sini tepat waktu ...
Ini semua gara-gar Lelaki yang salah jalur ini ...
... Dia hampir menabrak mobilku. Bahkan dia tidak merasa bersalah ...
... Dan terjadilah pertengkaran. Otomatis itu membuang-buang waktu.
Akibatnya aku datang terlambat.
Aku tahu aku kehilangan wawancaraku. Tapi jika kau ingin ...
... Aku bisa mencarikanmu orang lain.
Aku bisa bekerja tanpa wawancara? - Kau memang pantas untuk aku jadikan karyawanku.
Pribadi dinamis sepertimu inilah yang aku butuhkan.
Aku beruntung sekali! Aku tetap mendapatkan pekerjaan Walaupun tanpa wawancara.
Priya lumayan menarik dan juga tampan. Apakah aku akan mendapatkannya dengan mudah?
Sekarang apa yang harus aku lakukan? Cepat minta maaf kepadanya ...
Ada apa? Kau mendapatkan pekerjaanmu? - Tidak, Aku terlambat.
Hari ini aku sial sekali! Semuanya jadi berantakan dan kacau.
Boleh aku pergi? Aku belum memberi tahu saudara di rumah tentang masalah ini.
Selain itu, Aku harus segera membuka tokoku! - Toko? Toko apa?
Toko Music instruments Milik Ayahku.
Music instruments? - Ya. Boleh aku pergi sekarang?
Kembalikan kunci sepedaku. - Aku sudah kehilangan gaji sebulan-ku.
Dan uang yang aku simpan selama 1 bulan lenyap dalam 5 hari. Maka dalam 5 hari ini ...
... Kau harus memberiku boncengan di sepedamu. - Dan apa yang akan terjadi dengan bisnisku?
Lalu apa yang akan terjadi denganku? Apa aku harus jadi lampu di jalanan?
Aku tidak bisa tenang bicara denganmu. Aku lapar. Pertama kau harus antarkan aku makan siang.
Sekarang kau harus membayarnya. Aku sudah kenyang. - Bagaimana aku bisa hidup hemat?
Kau bicara apa tadi? - Berapa banyak uangmu yang hilang itu?
Sekitar 1.300.000 Rupee. - Aku akan membayarmu 1.500.000 Rupee.
Aku bukan pengemis! Dalam 5 hari ini, Jika aku mendapat pekerjaan, Aku akan membayarmu 3 Rupee.
Kalau tidak, Kau boleh menghabiskan gajiku bulan depan.
Ayo, Penderitaan macam apa ini?
Kau tidak mau menolong gadis menderita sepertiku?
Itu yang lebih aku sukai! Hei, Apa kau punya pacar?
Dia adalah satu-satunya yang aku cari.
"Semoga hubungan kita sekarang Tidak akan berhenti sejenak."
"Semoga ikatan antara nafas kita ini Tidak akan pernah hilang."
"Apakah kita mendapatkan kebahagiaan atau kesengsaraan?"
"Aku tidak pernah peduli dengan kondisi tersebut."
"Tapi hal ini tetap harus diingat."
"Kau akan hanya hidup untukku."
"Bersumpahlah, Kau akan hanya hidup untukku."
"Hari ini, bulan ini, dan tahun ini ..."
"... Akan kita lewati, Sayangku."
"Tapi ini tetap harus diingat."
"Kau akan hanya hidup untukku."
"Bersumpahlah, Kau akan hanya hidup untukku."
Neeta ... Kembalikan kertas itu padaku.
Kembalikan kertas itu padaku.
Setelah pulang dari Luar Negeri, Keadaanmu masih saja seperti ini.
Sejak dari dulu, Kau masih saja tergila-gila ...
... Dengan seseorang yang tidak diketahui Siapa dia? Dimana dia? Bahkan harapan untuk bertemu, juga tidak.
Bukan harapan, Tapi keyakinan. Suatu hari nanti aku pasti akan menemukannya.
Kau? Kenapa kau datang kemari? - Aneh!
Bukankah kau yang menyuruhku untuk datang kemari? - Gila ... Dia memang gila.
Kau ini bodoh sekali. Pelanggan seperti ini tidak boleh dibiarkan pergi begitu saja.
Apakah ini caramu menyapa Pelangganmu yang luar biasa seperti dewi ini?
Lupakan dia, Sekarang kemarilah. Aku akan melayani dewiku.
Katakan, Bagaimana caranya biar aku jadi pelayanmu?
Gitarku rusak dan minta untuk diperbaiki.
Baiklah! Biar aku perbaiki. Apa gitar ini untukny?
Jangan macam-macam. Jika aku memainkannya, akan aku rusak talinya.
Aku hanya ingin tahu bagaimana cara memainkannya. - Sebaiknya kau belajar kepada ahlinya.
Maukah kau mengajariku? - Tidak mau.
Aku bisa memberimu goncengan minggu depan. - Aku maunya sekarang.
Aku tidak bisa menambal gitarmu sekarang. - Bukan gitarku. Tapi kau.
Aku? - Aku beritahu ya, Aku sudah kehilangan uangku ...
... Jadi aku butuh goncengan sekarang juga. - Cukup. Sehari sebelumnya ...
... Aku sudah melayanimu sehari penuh, Aku sudah mengantarkanmu ke seluruh kota.
Aku sudah kesal denganmu! - Aku tidak peduli.
Aku mau sekarang! Sekarang beri aku goncengan. Cepat, Aku sudah terlambat.
Jadi kau minta goncengan lagi?
Karena kau sudah kehilangan uangmu?
Silahkan menuju ke depan, Kau akan mendapatkan goncenganmu.
Jika kau memang menginginkan goncengan, Dia siap memberimu goncengan setiap waktu.
Aku akan mengantarkanmu sampai ke rumah! Ayo berangkat.
Ayo cepat. Nanti kamu bisa terlambat.
Kangkang sepeda. Kau tahu aku akan seperti terbang di kapal terbang.
Siapa? Aku...? - Sudah cepat, Jangan banyak tanya.
Pegang perutku erat-erat ... Biar tidak jatuh?
Kalau dia naik mobil, Lalu siapa yang ada di belakangku?
Sudah jangan merengek. Ayo cepat berangkat.
Band Stand adalah tempat paling indah di Mumbai. Dan sekarang ...
... Kita sedang bicara dengan saudara-saudara Disini tentang cinta.
Sudah berapa kali aku bilang, Jangan menonton Tv waktu bekerja?
Pelangganku sedang ada di Tv.
Para Dewi sedang bermain gitar.
Apa kau pernah jatuh cinta? - Iya. AohiT. Aahul. NiTin. Aocky.
Berapa banyak? - Hanya separuh lusin atau ...
Jadi itu pekerjaannya?
Dasar Pembohong! Aku akan menemuinya sekarang juga.
Apa kau pernah jatuh cinta? - Tentu saja. Tapi dia membohongiku dan keterlaluan.
Kenapa dia membohongimu? - Maaf, Aku tidak bisa memberitahunya.
Para pembohong sudah menghancurkan, Berhati-hatilah. - Jadi selama ini kau telah membohongiku?
Karan, Dengarkan aku ... - Tidak ada lagi yang perlu dijelaskan.
Kau telah membohongiku tentang pekerjaanmu. - Kaulah yang memaksaku untuk berbohong.
Aku...? - Iya, Karenamu.
Keseopananmu, Karaktermu yang baik Dan ketampanan wajahmu ...
... Telah membuatku tidak bisa hidup tanpamu. Aku ingin berteman denganmu.
Jika aku mengatakan padamu yang sebenarnya, Maka aku akan kehilanganmu dan aku tidak ingin hal itu terjadi.
Jika aku berbohong untukmu, Katakan padaku, Di tempatku ini ...
... Apa yang akan kau lakukan? Katakan. Kenapa kau diam?
Aku tidak bisa berdebat denganmu. - Lalu apakah kita bisa berteman?
Tanpa sebuah paksaan. Apakah kau tidak akan melepaskanku begitu saja?
Melepaskanmu begitu saja? Aku tidak ingin kehilangan teman baikku?
Puja, Kami akan selalu merindukanmu. - Aku juga akan merindukanmu.
Hubungi kami jika kau ada di India. - Baiklah.
Puja, Aku selalu membuat catatan Tentang dirimu dan kekasih masa kecilmu.
Apa catatan seperti rel kereta api? - Tidak, Aku hanya mau memikirkan sesuatu.
Apa? - Aku harap kau akan menemukan kekasihmu.
Tapi kau harus berjanji padaku. - Apa ... ?
Jika kau menemukannya, Kau harus memberitahuku sebelum kau memberitahunya.
Baiklah. - Jangan lupa.
Kapan kita akan berangkat ke bandara? - Ayo, Pesawatnya sudah mau berangkat.
Puja putriku ...
Kenapa kau tidak menyambutku di bandara?
Seperti biasa, Aku sibuk banyak pertemuan.
Bagaimana perjalananmu? - Sangat menyenangkan.
Kau segera istirahat. Aku mau pergi ke kantor.
Jika aku belum bertemu denganmu di akhir tahun, Maka aku akan kembali lagi tahun besok.
Tunggulah aku, Aku akan datang.
Salam, Pak Pendeta - Untung kau kemari, Karan.
Tadi ada seorang gadis datang kemari, Dia sedang mencarimu.
Pinky! Dimana dia? - Dia tadi duduk dan berdoa disini.
Kemudian dia mengelilingi patung dewa Sebelum dia pergi.
Sudah berapa lama dia pergi? - Baru saja.
"Apa yang akan terjadi ..."
"... Jika kita bertemu?"
"Apakah kita akan tetap mencintai?"
"Aku tidak bisa hidup damai Jika berjauhan denganmu."
"Apa yang akan terjadi ..."
"... Jika kita bertemu?"
"Apakah kita akan tetap mencintai?"
"Aku sudah mengorbankan kemauanmu ..."
"... Dan aku juga sudah kehilangan kedamaian dalam hidupku."
"Apa yang akan terjadi ..."
"... Jika kita bertemu?"
"Apakah kita akan tetap mencintai?"
"Bagaimana aku bisa melalui Siang dan malam ..."
"... Aku ingin memberitahumu Bagaimana mabuk cinta di dadaku?"
"Aku akan membawamu ke dalam kekuasaanku ..."
"Aku ingin memperlihatkan padamu Luka di hatiku."
"Apa yang akan terjadi ..."
'' ... Jika kita bertemu?"
"Apakah kita akan tetap mencintai?"
"Jika bukan karena engkau, Apa aku mau selalu dalam kesendirian?"
Ya Tuhan, Aku mohon ... Biarkan dia tahu."
"Aku kesepian ... Tolong beritahu dia."
"Apa yang akan terjadi ..."
''... Jika kita bertemu?''
''Apakah kita akan tetap mencintai?''
"Aku sudah mengorbankan kemauanmu ..."
"... Dan aku juga sudah kehilangan kedamaian dalam hidupku."
"Apa yang akan terjadi ..."
"... Jika kita bertemu?"
"Apa kita akan saling mencintai?"
Kau sudah menemukan Karan?
Katakan padaku, Kapan kau melihatnya? Dimana kau melihatnya?
Apa kau sudah menyatakan cintamu padanya? - Neeta, Bukan seperti itu.
Apa maksudmu? - Aku sudah mencarinya kemana-mana ...
... Tapi aku belum menemukannya. - Lalu bagaimana caramu untuk mencarinya?
Aku akan menulis kisah cintaku dalam majalah, Jadi ketika dia membacanya, Dia akan menemukanku.
Tolol! Satu orang pun Tidak akan ada yang mau membaca ceritamu.
Walaupun hanya satu orang, Tidak akan mematahkan harapanku.
Kau mau mempublish ceritamu itu?
Sudah banyak yang punya cerita sepertimu Tapi tidak ada yang membacanya.
Tidak seperti cerita biasanya, Ini kisah dalam hidupku ...
Kisah nyata tentang cintaku. - Maksudmu ...
Kau hanya punya kisah nyata tentang cinta? Kau pikir orang lain mencintai dengan licik?
Bisakah kita bicarakan hal lain? Bicara tentang masalah cintaku ...
Cintaku adalah kisah nyata. - Kau datang dari mana?
Aku baru kembali ke India. Aku belajar di Luar Negeri.
Berarti cintamu ada di Luar Negeri. - Tidak, Ceritanya ada di India.
Selama ini kau ada di Luar Negeri, Dan kisah cintamu ada di India?
Waktu kau di Luar negeri, Apa kau tidak masuk rumah sakit jiwa?
Maksudmu aku gila? - Iya, Dan kau hampir saja membuatku gila.
Jangan membuatku gila. Kau hampir membuatku mengalami tekanan darah tinggi.
Sehingga aku harus memanggil dokter Dan aku tidak bisa membayar obatnya.
Demi aku, Aku harus mempublikasi kisah cintaku ini.
Maafkan aku, Aku tidak punya waktu untuk cerita sampah seperti itu.
Ada apa? Kenapa kau menangis?
Apa karena dia seorang redaktur, Dia mengatakan kalau ceritaku adalah sampah?
Dia bilang aku gila! Hanya orang gila yang mengatakan Kalau ceritaku adalah sampah.
Aku rela ceritaku tidak dipublikasikan. Tapi aku tidak rela kalau ceritaku disebut sampah.
Apa yang dia tahu? Kisahku semua sudah aku tulis, Ini mengenai cintaku...
Juga hidupku.
Kau bisa serahkan kisahmu padaku.
Kau tidak usah takut. Aku tidak akan mengecewakanmu.
Kau tidak shuting? - Katakan padaku ...
... Bukankah Anda sedang membutuhkan Cerita romantis untuk majalahmu?
Aku sudah mencarinya tapi belum ada yang cocok. - Ini ada cerita yang aku tulis.
Kau yang menulisnya...? - Publikasikanlah, Kalau kau suka.
Aku akan lihat sekilas. Kau tunggu disini ... Tunngu sebentar, sepintas yang lalu...
Sang direktur menyukai ceritamu.
Aku tidak tahu Bagaimana aku harus berterima kasih padamu.
Itu sudah menjadi tugasku, Ayo, Bapak direktur mau bertemu denganmu.
Cerita yang indah... Indah sekali... Tapi walaupun ceritanya tidak lengkap, Tapi sempurna sekali.
Aku akan mengirimkan lanjutannya secepatnya. - Lalu bagaimana dengan hasil dari ceritamu ini?
Majalahmu akan menjadi terkenal Karena kisahku ini.
Benarkah? Bagaimana caranya?
Para pembaca akan mencintainya Dan mereka akn menunggu cerita selanjutnya.
Dalam edisi selanjutnya, Aku akan melengkapinya. Dan terbitanmu akan menjadi terjual habis.
Benarkah? - Ide yang bagus.
Tanpa menunda waktu, Aku akan mem-publikasi-nya segera.
Karan, Aku sudah menulis kisah kita di majalah, Tapi belum ada balasan darimu.
Kapan kau mau membaca kisah kita?
Apakah majalah P9 masih ada? - Ya.
Aku ingin membaca majalah itu. - Aku hanya mencari berita tentang ...
Apa keistimewaan Cerita yang mau kau baca ini?
Kau boleh membacanya Jika aku sudah membacanya sampai selesai.
Kau ingin aku membelikanmu sesuatu? - Tidak, Dengarkan ceritaku ini.
Ceritanya! Pengarangnya adalah Puja! Dia penulis yang baru.
Penulis baru tapi ceritanya sempurna sekali! Kisahnya dimulai sejak dia masih kecil.
Dan berakhir juga di masa kecilnya? - Tidak, Tapi berlanjut hingga ia remaja.
Hingga dia remaja? Tidak, Aku tidak bisa mendengarkannya, Aku ada pertemuan.
Kau ceritakan saja pada Ibumu. - Tidak ada seorang pun yang punya waktu untuk ceritaku.
Kakakmu sedang tidak ada kuliah. Jadi kau bisa membacakan cerita itu padanya.
Ide bagus. - Ide yang hebat.
Hampir aku kehilangan pertemuan ini.
Kakak! Kau kemana saja? Aku sudah menunggumu selama berjam-jam.
Tidak ada yang mau mendengar ceritaku ini! Kau harus mendengarkannya ... Ayo!
Duduk!
Jangan berpindah tempat Sebelum ceritanya selesai.
Judul ceritanya adalah "Kau harus hidup hanya untukku."
Ada seorang anak bernama Karan and Pinky membuat janji Ketika mereka kecil.
Namamu juga Karan.
Cerita dimulai di bukit yang Indah.
Setiap tahun Pinky dan Ayahnya Pergi kesana untuk berlibur.
Sejak saat itulah dia bertemu dengan Karan. Lalu mereka menjadi teman.
Kemudian pelan-pelan ...
... Menjadi persahabatan.
Dan berubah menjadi cinta. Suatu hari Pinky pergi bersama Papanya ...
... Dan Karan sendirian Sambil menunggu kedatangan Pinky.
Cerita selanjutnya akan di tulis Setelah mereka berdua bertemu.
Ayo kita berdoa pada Tuhan! Semoga mereka bisa ditemukan.
Ceritya yang bagus, kan? Cerita yang hebat sekali ... Hebat.
Terima kasih walkman, Kau baru saja menyelamatkan hidupku.
Channel Sinyh's 16 Th anniversary! . Channel Sinyh's 1 6Th anniversary! Live iT up
Kau terlihat sangat bagus.
May l say a couplet?
''What if the one l pine for...''
''were to transpire before my eyes?''
Kau kemana saja? Aku mencarimu kemana-mana. Aku mau perkenalkan pacarku padamu.
Rumahmu bagus sekali, Tuan Malhotra! - Ini adalah pemberian Tuhan.
Adik, Kau terlihat aneh! Tunanganmu sudah datang.
Kakak, Aku takut. - Kenapa?
Kakak temanku pernah beranggapan, Jika suatu hari nanti dia menikah ...
... Maka dia akan hidup bahagia. Tapi sehari sebelum dia menikah ...
... Sang pria membatalkan pernikahan lewat telepon. Lalu dia melakukan bunuh diri.
Apa yang akan terjadi padaku? Kalau aku... - Apa kau sudah gila?
Jangan sekali-kali kau berpikiran seperti itu.
Ayo, Priya. Karan, Kenapa kau belum ganti pakaian?
Ayo, Cepat ... - Sebentar lagi aku akan kesana.
Kau akan senang melihatnya.
Jangan khawatir.
Kemarilah, Nak.
Ini putriku. - Salam, Nak.
Salam. - Kesini, Duduklah bersama kami.
Cantik, kan?
Tuan Malhotra, Aku pikir kami cocok dengan calon wanita.
Tolong pertimbangkan dulu saranku ini. - Terima kasih banyak.
Seorang wanita dan pria seharusnya bertemu satu sama lain. Begitu juga dengan kita.
Aku biasanya membutuhkan calon menantu Sebagai budaya keluarga kami ...
... Begitu juga keluargamu. - Kau ramah sekali.
Kami pernah menerima lamaran Dari keluarga kaya...
... Namun yang kami dapatkan adalah Saudara yang tidak patuh dan Ayah yang buruk.
Tapi apa kau tidak pernah ingin memiliki ikatan Dengan keluarga semacam itu?
Tapi tentu saja ...
Kemarilah, Nak. Ini anakku.
Kau...?
Bajingan ini! Apa dia anakmu?
Apa kau bilang? Anakku adalah anak yang baik.
Aku pernah melihatnya dengan mataku sendiri Ketika dia merusak mobilku.
Apa yang dia katakan, Nak? - Ayah, Dia hanya salah lihat...
Salah lihat? Orang sehat sepertiku tidak mungkin salah lihat
Ayo kita pergi. Kita tidak bisa menjalin hubungan dengan mereka.
Aku minta maaf.
Tolong jangan batalkan tunangan ini! Aku mohon padamu! Adikku adalah permata!
Karan, Apa yang kau lakukan?
Minggir.
Jika kau benar-benar marah padaku, Aku akan memberitahumu ...
... Bahwa dia bukan adikku.
Biarkan aku bicara, Ayah. Ini demi kehidupan adikku.
Aku terpaksa merusak mobilmu, Karena untuk menyelamatkan barangku!
Percayalah padaku bahwa aku adalah anak yatim! Mereka telah mengasuhku.
Mereka sudah menganggapku seperti anak mereka sendiri. Tapi dia bukan adik kandungku.
Itu tidak benar! - Kau bukan hanya bajingan ...
... Tapi juga anak haram. - Khanna ...
Cukup omonganmu itu. Kau sudah menghina anakku.
Bajingan sepertimu tidak bisa disambut dengan baik.
Aku tidak akan memberikan putriku padamu.
Kenapa kau jadi murung? Ayo saatnya kita minum.
Ayah, Kau sudah tahu kalau aku tidak minum. - Aku tahu. Tapi aku hanya mencoba ...
Dan aku sudah hampir minum banyak. Dan kau belum menyentuhnya sama sekali? Ayolah ...
Minumlah.
Paling tidak minumlah yang banyak. Ayolah, Nak.
Sedikit lagi. Ayo tambah lagi.
Aku tahu, Seorang ayah seharusnya melarang anaknya untuk minum.
Sekarang pegang dadamu dan tanyakan padaku Siapa aku?
Dan siapa dirimu bagiku. - Aku anakmu.
Lalu kenapa kau bilang pada Khanna Bahwa kau bukan anakku?
Karena keadaan yang memaksaku. - Keadaan yang memaksa?
Jadi kau tidak mau mengakui aku sebagai ayahmu? Apakah paksaan bisa merusak hubungan?
Aku sudah menganggapmu layaknya anakku sendiri. - Aku tidak bermaksud melukaimu, Ayah.
Kau tidak bermaksud melukaiku? Tapi kau malah membuat hatiku menangis.
Jujurlah padaku, Apakah aku pernah tidak mengakui kau sebagai anakku?
Tidak pernah ... - Lalu kenapa kau bilang kalau kau bukan anakku?
Aku berjanji tidak akan berkata seperti itu lagi. - Jika kau berkata seperti itu lagi ...
... Berarti kau telah menyakiti Ayahmu. Ingat itu. - Tidak ... Tidak ...
Ayo kita pulang.
Tolong bantu aku.
Aku tidak bisa berjalan di dalam kotaku lagi.
Dimana mobil kita? - Disana.
Apakah mobil kita juga mabuk? Baiklah, Aku akan menyetir.
Tidak, Ayah. Aku yang akan menyetir. - Bodoh! Kau sedang mabuk.
Aku akan menyetirnya dengan aman. - Tidak, Aku yang menyetir.
Jika kau masih bersikeras... Baiklah. Aku akan duduk disini.
Apakah ini sepatu boot? - Bukan. Ayo masuk.
Bukan. Ayo masuk.
Ayah, Mau dengan cepat? - Iya.
Jika kamu berpapasan dengan Khanna, Tabrak saja dia.
Aku minum karena istriku menggodaku. - Dia menggodamu?
Iya, Selalu menggodaku. - Kenapa?
Karena aku bergerak cepat seperti istri tetangganya.
Kenapa? - Karena aku seperti dia. Aku permisi dulu.
Seema, Kau memang hebat! Kau selalu memiliki ide yang cemerlang.
Episode tentang pemabuk ini benar-benar sukses. - Sudah cukup. Ayo kita kembali ke kantor.
Lihat, Dua pemabuk sedang menyetir Di mobil yang tidak bergerak.
Kita wawancara mereka.
Astaga! Itu Karan!
Tolong bawa mereka ke mobilku.
Cerita yang luar biasa dan menyenangkan. - Aku mau ambil jam dulu.
Jam ini ... Dari mana kau dapatkan?
Bagus, kan?
Dari pacarku? - Pacar?
Siapa? - Karan.
Pria yang aku perkenalkan padamu Di pesta waktu itu.
Dia pria yang hebat.
Sudah berapa lama kau jatuh cinta padanya? - Sejak pertama kali kami bertemu.
Aku mencintainya setelah aku melihatnya.
Aku lupa tidak membaca cerita cintamu. Apakah ceritamu itu benar-benar ada?
Lalu siapa dia? - Dialah orangnya.
Maksudmu? - Sekarang dia sudah jadi milik orang lain.
Aneh! Jika kau tahu dia sudah mencintai orang lain, Kenapa kau masih menulis kisah cintamu?
Apa kau mencintainya begitu dalam?
Sangat dalam.
Sungguh, Puja. Ceritamu itu benar-benar luar biasa.
Tapi kenapa dia malah berbuat seperti itu padamu? Dia pasti tidak pernah mengerti perasaanmu.
Tapi aku yakin. Karan-ku tidak mungkin berbuat seperti itu padaku.
Semoga yang aku alami ini ...
... Tidak pernah kau alami.
Baiklah kalau begitu. Sampai jumpa.
Karan, Aku punya kejutan untukmu.
Apa itu?
Dimana kau dapatkan jam itu? - Tadi malam kau meninggalkannya di kantor.
Sekarang kau ada dimana, Seema? - Di kantor perpustakaan.
Baiklah, Aku akan segera kesana.
Karan, Kau tidak berpikir Kalau aku sangat mencintaimu.
Sekarang aku akan mengatakannya padamu.
Tolong berikan jam itu padaku, Seema. - Kau tidak mau merana untuk barang sepele ini?
Tidak ada yang sepele. Itu adalah debaran jantungku. Dan juga hidupku.
Sekarang hidupmu ada di tanganku. Jadi kau harus serahkan hidupmu padaku.
Tidak. Aku tidak bisa memberikan hidupku Kepada siapa pun...
... Sebab aku sedang jatuh cinta dengan seseorang. - Cinta?
Aku dan Pinky sudah saling mencintai Sejak kami kecil.
Ketika dia memberikan kenang-kenangan ini padaku, Tiba-tiba kami harus berpisah.
Sejak waktu itu, Aku selalu berdoa agar bisa bertemu dengannya.
Lalu bagaimana jika kau tidak menemukannya? - Aku pasti menemukannya.
Aku rela mati mencarinya. Aku pasti akan bertemu dengannya.
Dan kami sudah membuat janji untuk kita berdua. - Janji?.
Kau akan hidup hanya untukku ...
... Dan aku hanya akan hidup untuknya.
Apa? Kau ingin belajar di luar negeri lagi?
Iya, Papa. - Bukankah kau memutuskan untuk belajar disini?
Iya. Tapi setelah melihat berbagai keadaan, Sekarang aku tahu ...
... Bahwa cita-citaku tidak bisa aku capai disini. - Cita-cita apa?
Aku ingin melangkah lebih maju Dan mencapaii sebuah kesuksesan.
Aku gembira putriku berpikiran tinggi.
Puja, Ini aku Sheema.
Puja, Jangan lupa datang Di hari ulang tahunku besok.
Aku tidak bisa datang. - Apa?
Aku besok mau ke luar negeri. - Aku tidak peduli. Kau harus datang.
Tidak, Aku tidak bisa. - Aku mohon, Puja. Demi aku.
Katakan pada kami kisah cintamu Dan persembahkanlah lagu romantis pada kami.
Pacarmu sangat menurut padamu. - Dia bukan milikku, Dia sudah jadi milik orang lain.
Tapi waktu itu kau bilang ... - Itu salah paham, Puja.
Karan hanya cinta pada teman masa kecilnya Pinky.
Selama bertahun-tahun dia selalu menaruh jam tanda cintanya di hatinya, Dengan harapan semoga dia bisa menemui cintanya.
"Hari ini, bulan ini, tahun ini ..."
"... Akan kita lewati, Sayangku."
"Tapi ini harus tetap diingat."
"Kau hanya akan hidup untukku."
"Bersumpahlah, Bahwa kau akan hidup untukku."
"Hari ini, bulan ini, tahun ini ..."
"... Akan kita lewati, Sayangku."
"Tapi ini harus tetap diingat."
"Bahwa kau hanya akan hidup untukku."
"Bersumpahlah, Bahwa kau hanya akan hidup untukku."
"Sekarang kau telah mengurangi kegelisahanku."
"Semoga mabuk cintaku terus Meningkat seperti ini."
"Tetap sembunyikan aku didalam Detak jantungmu."
"Pertahankan cintaku tetap melekat di hatimu."
"Dalam cinta, Biarkan seluruh dunia mengajukan pertanyaan."
"Tapi ini tetap harus diingat."
"Bahwa kau hanya akan hidup untukku."
"Bersumpahlah, Bahwa kau hanya akan hidup untukku."
"Biarpun ada jalan, Kau harus tetap berjalan denganku."
"Biarkan terjadi perubahan musim, Kau tidak boleh berubah."
"Semoga hubungan kita sekarang Tidak akan pernah berhenti sejenak."
"Semoga ikatan antara nafas kita ini Tidak akan pernah hilang."
"Apakah kita menerima luka atau kebahagiaan?"
"Aku tidak peduli dengan kondisi tersebut."
"Tetapi ini harus tetap diingat."
"Bahwa kau akan hidup hanya untukku."
"Bersumpahlah, Bahwa kau akan hidup hanya untukku."
"Hari ini, bulan ini, tahun ini Akan kita lewati, sayangku."
"Tapi ini tetap banyak diingat ..."
... Kau hanya akan hidup untukku.
Kau hanya akan hidup untukku.
Berjanjilah ...
Pooja, Kau berjanji padaku, Bahwa kau tidak akan memberitahunya sebelum kau memberitahuku.
Kau akan hanya hidup untukku."
Neeta, Pencarian cintaku sudah selesai. Aku sudah menemukan cinta masa kecilku.
Dan aku sudah menepati janjiku, Bahwa aku tidak akan memberitahunya sebelum aku memberitahumu.
Apa? Benarkah? Siapa dia? Apakah dia tampan? - Dia tampan sekali.
Apa kau tahu? Dia mencintaiku seperti aku mencintainya.
Dia sangat berusaha untuk bertemu denganku, Sebagaimana aku berusaha untuk bertemu dengannya.
Tapi aku tidak akan memberitahunya, Bahwa aku adalah Pinky.
Aku sudah lelah untuk menemukan kekasihku. Sekarang aku akan menunggu ...
... Dan melihatnya bagaimana dia lelah untuk mencariku. Aku akan menikmatinya.
Karan, Aku sudah menemukanmu. Tapi saat kau menemukanku dan menyatakan cintamu ...
... Barulah aku akan memberitahumu bahwa aku adalah Pinky. Dan aku akan menunggunya.
Iya! Pasti menyenangkan!
Kau?
Oh, Kamu? Aku masih ingat.
Apakau kau mau membeli hadiah untuk hari Valentine? - Tentu saja. Sekarang adalah hari Valentine.
Dan kau? - Tentu saja, Aku mau membeli sesuatu.
Apakah hadiah untuk kekasihmu? - Iya dan tidak. Maksudku ...
Suatu haru nanti aku akan menemukannya, Aku akan memberikan Semua hadiah Valentine yang aku koleksi kepadanya.
Siapa kekasihmu? - Dia sudah datang sebelumku.
Apa ... ? - Maksudku, Suatu hari aku pasti akan menemukannya ...
Aku akan memberikan semua hadiah Valentine Yang aku koleksi kepadanya.
Ini artinya, Kau dan aku sama. - Tidak, Kita adalah satu.
Maksudmu ... ? - Bagaimana kalau kita makan diluar?
Dalam pertemuan sekejap ini, Aku membawamu kemari. Aku harap kau tidak keberatan?
Sama sekali tidak. Tapi aku mau mempersembahkan Sesuatu yang bisa menarik perhatianku kepadamu.
Kami sudah membaca ceritamu di majalah P9.
Kau memang penulis yang hebat. - Boleh aku minta tanda tanganmu? Aku mohon.
Kami tidak sabar ingin mengetahui lanjutannya. - Aku juga ingin menulisnya hingga selesai.
Kapan lanjutannya akan dipajang? - Mungkin ... Kalian tunggu saja.
Jadi kau yang menulis cerita di majalah P9 itu? - Iya, Apa kau sudah membacanya?
Tidak. Tapi adikku yang membacanya. Dia sangat menyukai ceritamu.
Dia akan sangat senang bertemu denganmu.
Kau kenal siapa dia?
Tolol! Kau ini bagaimana? Bodoh.
Aku akan mengantarnya ke dalam. - Cepat. Kau antar dia.
Memalukan sekali.
Ini kamar mandi Kakakku.
"Di musim dingin atau musim panas, Kamulah yang paling sempurna."
"Aku sangat tergila-gila padamu."
"Di musim dingin atau musim panas, Kamulah yang paling sempurna."
"Kau selalu menyerbu hatiku."
"Mataku selalu mencariku, Hatiku selalu terpesona."
"Aku mencintaimu sejak pandangan pertama."
"Kau selalu menghantuiku Dan aku selalu kehilangan."
"Cintaku, Aku jatuh cinta padamu."
"Walaupun berada di keramaian, Kamulah yang paling sempurna."
"Aku sudah tergila-gila padamu."
"Di musim panas atau musim dingin, Kaulah yang paling sempurna."
"Kau selalu menghantui hatiku."
"Hanyalah kamu satu-satunya, Kamulah yang tidak ada tandingannya."
"Milikmu adalah setiap nama dalam kisahku."
"Kau selalu ada di dalam mataku, Dan setiap mimpiku."
"Kau telah merampokku dalam kedamaianku ... Oh dia sudah mempengaruhiku."
"Gaya jalanku yang menggoda? Kamulah yang paling sempurna."
"Kamulah yang selalu menyerbu hatiku."
"Di musim dingin atau musim panas, Kamulah yang paling sempurna."
"Aku sudah tergila-gila padamu."
Lama sekali. Priya pasti sudah kehabisan akal.
Cepat, Kau temui Puja. - Baiklah, Ibu.
Itu baju tidur kakak.
Baju tidurku...? - Pakaianku kotor
Tidak apa-apa. Silahkan diminum tehnya. - Tidak, Terima kasih. Tapi aku harus pergi sekarang.
Makanlah dulu sebelum kau pergi, Sayang. - Lain kali saja.
Baiklah kalau begitu. - Maukah kau mengantarku ke rumah?
Berhenti. - Biarkan kami masuk.
Kau tidak masuk ke dalam? - Lain kali saja.
Aku akan mengembalikan pakaianmu. - Tidak perlu. Ambil saja kalau kau mau.
Papa, Dia ... - Aku tidak mau menanyakan sesuatu pada, Sayang.
Aku hanya ingin menjelaskan sesuatu padamu.
Seharusnya aku membangun bangunan-bangunan Yang megah di kota ini?
Tapi kenapa harus disini? Karena di sini adalah tempat yang mahal.
lni mengenai status kita.
Aku bisa membuat pabrik perabotan apa saja di India.
Tapi kenapa harus dari Italy? Kenapa dari perusahaan perabotan terbaik di dunia?
Untuk memperlihatkan status kita. Ayo, Puja.
Kendaraanku ini ... Adalah kendaraan terakhir yang paling top.
Karena aku tahu, Seseorang yang layak mendapatkan kendaraan ini ...
... Tergantung berdasarkan status Dan gaya hidup mereka.
Itulah kenapa aku mengirim kamu ke Universitas Oxford?
Lulusan Universitas Oxford adalah Sebuah tanda kehormatanmu.
Cepat kau ganti bajumu.
Jangan menangis, Sayang. Tersenyumlah seperti ibumu.
Aku akan memotong-motong mereka.
Kau tidak percaya padaku.
Datanglah kemari Lihat sendiri.
Melihat apa? - Suamimu.
Dia sedang duduk bersama Keluarganya yang kedua.
Aku tahu cara menjelaskannya. Apapun keputusannya, Itu terserah kau.
Apa yang sedang kau lihat? - Hari ini, Aku sedang menonton.
Besok, Seluruh dunia akan menyaksikannya. - Apa maksudmu?
Lihat ... - Itu kan ...
Tapi siapa bayi yang Ayah gendong? - Itu anaknya. Saudara barumu.
Apa-apaan ini! - Kau tidak percaya dengan apa yang telah kau lihat?
Lihat saja mereka.
Ayahmu telah menunjukkan kasih sayangnya pada anak barunya. Dia tidak pernah menunjukkannya padamu.
Kau jangan bersedih, Karan. Oke? Tapi kau mati saja.
Sang pemegang saham untuk kekayaanmu Sudah melepaskanmu.
Dia kuat untuk merebut semua kekuasaan, Kau tidak akan pernah tahu. Mungkin anaknya yang lain ada di rumah.
Yang satu ada di daftar tunggu. Yang lainnya lagi ...
Hentikan.
Ibu...? Bagaimana Ibu datang kemari? - Aku yang memanggilnya.
Dasar terkutuk! Apa kau tidak malu kencing di depanku?
Kau yang seharusnya malu.
Sekarang aku tahu, Kemana kau gunakan uang-uangmu? Dan kemana kau pergi berlibur?
Gayatri, Dia ... - Kenapa aku tidak mati saja?
Bagaimana aku bisa sebodoh ini! Aku sudah selalu memujimu!
Tapi kau...? Kau sudah punya bayi dengan wanita lain?
Kakak, Kenapa menyalahkan malaikat kecil ini? Dia belum punya dosa.
Jangan panggil aku "Kakak"! Dan tentu saja, Dia adalah malaikat bagimu.
Iya, Dia adalah malaikat bagiku dan Ribuan anak yatim seperti bayi ini.
ltulah kenapa Tuan Mahendra Mau menolong mereka di panti asuhanku.
Seperti bayi ini, Seseorang meninggalkannya Di pintu gerbang tadi malam.
Aku hanya membawanya kemari Untuk menunjukkannya pada Kakak Mahendra.
Apa? Ya Tuhan! Aku sudah berdosa sekali ...
Aku sudah berprasangka buruk padamu, Maafkan aku.
Kakak, Aku juga sudah melakukan kesalahan kepadamu. Maafkan aku.
Ini bukan salahmu. Semua tidak baik-baik saja. Aku akan mengurusnya nanti.
Dia menangis. Biarkan aku menggendong dia. Dia manis sekali!
Aku setuju dengan persekutuan ini. - Selamat, Tuan Sharma.
Jadi kita putuskan sekarang juga.
Tuan Maholtra, Biarkan pengantin wanita menentukannya Setelah hari festival warna nanti.
Kurang berapa hari lagi festivalnya? 1, 2, 3, 4 ...
5, 6, 7, 8, 9, 10... Tinggal dua hari lagi.
''Hujan warna telah tiba. Saatnya merayakan festival warna."
Selamat hari warna, Puja. - Selamat hari warna.
Tidak, Tidak. Aku tidak mau kotor. - Paling tidak ada warna di pipiku.
Biarkan aku yang mewarnainya.
DimanaKaran? - Karan benci dengan warna-warna.
Dimana dia? - Di kamarnya. Mau mencoba?
Tidak. Tidak. Aku mohon.
Aku bukan Pinky. Tapi Puja.
Aku kira kau adalah Pinky.
Kenapa kau tertawa? Apa aku seperti badut?
Apa ... Kau yang melakukannya?
Tidak apa-apa. Karena sekarang adalah hari Holi.
''O fair lady, as your veil sways, you blush''
''Look behind, your lover comes seeking you''
''She sways and slithers... l can't get her''
''Naughty brat, don't harass me...''
''don't...''
''don't harass me''
Lepaskan aku.
Pikirkan ini baik-baik. Jika kau tidak melepaskanku, Kau akan aku laporkan pada prajuritku.
''Slips... my red veil slips...''
''sets hearts beating harder''
''Ever since l entered youth...''
''I�ve been wearing the veil''
''My love, my veil''
''Her veil''
''Now I�m sixteen, and in a bad shape''
''Boys chase me, tease me, harass me''
''How do you l save myself? Where do l hide?''
''Oh, where do l hide?''
''Ever since l entered youth...''
''I�ve been wearing the veil''
''Yes, my love, I�ve been wearing the veil''
''My veil''
''Come, marry me, l can wait no more''
''Get me the bridal dress, paint my hands in henna''
''Get me bracelets, marry me''
''Get me bracelets''
''Ever since l entered youth...''
''I�ve been wearing the veil''
''Yes my love, I�ve been wearing the veil''
Kerudungnya.
Apa kau tahu putriku yang bernama Puja? - Tentu saja.
Dia gadis yang baik. - Aku juga tahu anakmu yang bernama Rahul ...
... Dia juga anak yang baik. Tuan Khurana...
... Aku ingin persahabatan kita Berubah menjadi sebuah keluarga.
Mari kita berjabat tangan.
Tidak, Ayah. Aku tidak bisa menikah dengannya. - Kenapa tidak?
Rahul adalah anak temanku. Dia berasal dari keluarga yang baik.
Dia juga anak yang baik. Status mereka sama dengan status kita.
Papa, Bukan itu masalahnya? - Lalu apa masalahnya?
Kau tahu, Papa? Sejak kecil aku mencintai seseorang ....
... Dan sekarang aku sudah menemukannya. - Cinta sejak kecil? Siapa dia?
Siapa Karan? - Apa kau masih ingat, Papa?
Lelaki yang selalu bermain denganku Sewaktu kita masih tinggal di desa Ooty dulu ...
... Dialah yang aku cintai. Karan. - Karan! Anak gelandangan itu! Anak Yatim itu!
Dia bukan anak yatim, Ayah. Ada keluarga terhormat telah mengadopsinya ...
... Dan mencantumkan nama mereka ke dalam namanya. Dan mengangggapnya sebagai anak mereka sendiri.
Meskipun dia diadopsi oleh keluarga terhormat, Tapi darahnya bukan darah keluarga itu.
Papa, Cinta Karan sudah menyatu dengan darahku. Jadi aku tidak mungkin berpisah dengannya.
Diam kamu, Puja! Jangan membantahku!
Aku adalah Ayahmu. Dan akulah yang akan berhak menentukan hidupmu.
Papa, Tolong jangan pisahkan aku darinya. Bertahun-tahun aku berdoa agar dia kembali padaku.
Puja, Aku tidak mau berdebat denganmu.
Dengarkan ini baik-baik. Jika kau menyebut nama Karan lagi ...
... Aku akan mencarinya sampai dapat, Dan aku habisi dia.
Kalau begitu, Dengarkan juga kata-kataku ini, Papa.
Hidupku adalah Karan.
Jika kau melukai Karan, Berarti kau juga telah menyakiti Putrimu sendiri.
Dengar, Orang kerdil. Jika ada yang mengeluh dengan makanan atau yang lainnya ...
... Aku akan memberimu pukulan Dan menurunkan berat badanmu sampai 6 Kg.
I�ve brought it. - What?
The decorator will start work tonight
Here's what you'll do, son... - Listen...
Yes...? - You ought to have met Mr Sharma
Mr Sharma...? What for? - What do you mean?
We didn't ask him how he wanted the wedding procession to be welcomed
This is the last time you've said something sensible
The last time...? - You need brains for a first time
And you don't have any brains. - What are you laughing for?
Come with me
Not among the ladies... go and fetch the plates
l told his mother that Mr Sharma is a gentleman...
he's not going to make any demands. And you've honoured my word
Tuan Maholtra, Apa Tuan tidak mau meminum Sesuatu terlebih dahulu?
Tidak perlu. Aku hanya perlu membicarakan hal itu saja.
Anda memanggil Saya, Tuan?
Siapa dua lelaki yang datang kemari Untuk menemuimu tadi itu?
Dia Tuan Maholtra. Bukankah Saya sudah memberitahu Anda, Tuan?
Anakku Rajesh akan menikah Dengan Putri Tuan Malhotra.
Lelaki yang bersamanya itu ... Siapa dia?
Dia adalah Kakak sang pengantin wanita. Karan.
Ada apa, Tuan?
Seema, Dengarkan ini!
Cerita Puja ini sangat mengesankan. Anggota manager kita memutuskan untuk membuat film dari cerita itu.
Mereka juga memutuskan Kau untuk menangani dan membuat film itu.
Aku...? - Iya, Kamu.
Aku belum membaca ceritanya, Tuan. - Sekarang cepat kau baca ceritanya.
Baiklah, Tapi kenapa kau menangis? - Aku bukannya menangis, Karan.
Pinky teman masa kecilmu Sudah ada bersamamu.
Pinky ... Dimana dia?
Puja itu adalah Pinky-mu, Karan. Lihat ini ...
Dia menulis cerita ini Supaya dia bisa menemukanmu.
Puja ... Adalah Pinky-ku? - Iya.
Karan, Anakku ... - Iya, Ayah.
Pulanglah sekarang juga, nak. - Kenapa? Ada apa?
Telah terjadi sesuatu yang aneh. Cepatlah pulang.
Ada apa, Karan? - Aku tidak tahu.
Aku harus pulang sekarang juga.
Ibu, Ada apa ini?
Anakku, Pacar pengantin pria Tidak akan menghiasi tangan adikmu ...
... Dan kebahagiaan kita Akan hilang disambar petir.
Ayah, Apa yang Ibu katakan? - Itu benar, Nak.
Tuan Sharma tadi menelpon, Dia akan membatalkan pernikahan.
Bagaimana kita akan menjelaskannya pada orang-orang ...
Kenapa saudara dari pengantin laki-laki Menolak acara pernikahan ini ...
... Satu hari sebelum acara?
Tapi kenapa dia melakukan ini, Ayah? - Aku sudah bertanya padanya ...
... Tapi dia malah memutus teleponnya.
Semua orang akan beranggapan Kalau kita keluarga yang tidak benar ...
... Dan aku akan kehilangan harga diriku.
Tuan Sharma ...
Apa kau pikir Pernikahan itu sebuah permainan?
Kau bisa melakukan sesuka hatimu. Kita sama-sama keluarga terhormat ...
... Tapi kenapa kau mempermainkan kehidupan adikku?
Jika kau menginginkan adikmu bisa menikah ...
... Kau harus melupakan Pooja. Kau harus memutuskannya sekarang juga.
Apakah kau lebih memilih cintamu ... Daripada adikmu?
Aku ingin bertemu denganmu sekarang juga, Pooja.
Aku? Untuk apa?
Aku mau memberitahumu, Bagaimana perasaanku sekarang?
Bagaimana perasaannya? Aku ada di Hotel Marriot.
Kau bisa datang setelah ini Dan menemuiku di sebelah kolam.
Inilah hari yang paling aku nantikan.
"Kini aku sudah menemukan cintaku."
''Allah, Allah...''
"Kini aku sudah menemukan cintaku."
''Allah, Allah...''
"Sekarang hatiku menjadi damai."
''Allah, Allah...''
''Sumber air ini Telah membuat hatiku jadi gila...''
''Allah, Allah...''
''Apakah mabuk cinta ini akan berakhir?''
''Aku tidak pernah memberitahu Hal ini pada siapa pun ...''
''Tapi hatiku selalu berdebar untukmu.''
''Tanpa aku, Kau akan susah ...''
''... Tapi aku rela merana Demi kau.''
''Dimanapun juga, Hatiku sudah damai, Cintaku...''
''Kesepian telah menggrogoti hatiku Setiap saat.''
''Dimanapun, Sesuatu yang ada disampingku...''
''... Hanya kamu yang aku ingat.''
"Aku sudah lama menunggu waktu Untuk bertemu denganmu ... "
''Allah, Allah''
"Kini aku sudah menemukan cintaku."
''Allah, Allah''
"Sepanjang siang dan malam, Aku selalu berdoa pada Tuhan ..."
"... Supaya kita bisa bertemu secepat mungkin."
''Barangkali musik pengantin akan dimainkan Di saat kita bertemu.''
''Mungkin kita akan menjadi pengantin secara ramai.''
''Disini tidak ada satu orang pun Kecuali kau dan aku ...''
''Tidak akan ada belenggu yang akan mengikat kita.''
''Ayo, Aku akan mengambilkan senjata untukmu ...''
''Aku tidak bisa menjauh lagi darimu ...''
''Kekasihku adalah wanita yang sangat tulus ...''
''Allah, Allah, Allah''
"Aku sudah menemukan cinta dalam hidupku ..."
''Allah, Allah...''
''Hatiku sudah menemukan perdamaian...''
''Allah, Allah''
Aku tidak menginginkan sesuatu yang lain, Karan.
Aku sudah tahu, Kejutan apa yang akan kau berikan padaku.
Sejak aku melihatmu di pesta ...
... Aku sudah langsung mencintaimu. - Di pesta?
Iya, Puja. Sejak aku melihatmu di pesta, Aku sudah jatuh cinta padamu.
... Seakan-akan aku tidak bisa hidup tanpamu.
Tapi Seema bilang, Kalau kau hanya mencintai teman masa kecilmu bernama Pinky.
Itu hanya cerita anak kecil, Dulu aku berteman dengan Pinky ....
... Kami bermain bersama, Lalu dia menghilang begitu saja.
Aku tidak pernah mencintai Pinky. Dia hanya teman masa kecilku ...
... Tapi sekarang dia pasti sudah jadi milik orang lain. Dan tidak mungkin ...
... Kita mencintai seseorang, Tapi kita tidak pernah bertemu dengannya, kan?
Apakah dia gemuk dan jelek? Kita harus tahu semuanya.
Jadi maksudmu kau mencintai wanita bukan karena hatinya. Tapi karena kecantikannya.
Tentu saja. Karena hanya itu yang bisa kita lihat.
Kita tidak pernah tahu, Apakah dia berhati baik atau buruk.
Kau benar. Tidak ada satu pun yang bisa melihat hati seseorang ...
... Apakah dia berhati baik atau buruk?
Tapi kenapa kau malah menangis, Puja?
Aku bukan Puja. Tapi Pinky.
Iya. Wanita yang selama ini kau anggap Puja, Sebenarnya adalah Pinky.
Aku selalu berharap bisa melihatmu Seperti kita kecil dulu ...
... Bahwa seseorang yang aku cintai Tidak layak aku benci.
Jika aku tahu bahwa kau Pinky, Seharusnya aku tidak perlu menjelaskan semuanya.
Tapi tidak apa-apa, kan? Kaulah satu-satunya yang aku cintai.
Itulah kenapa aku selalu menjaga jam Yang menjadi tanda cinta kita.
Tidak! Kenyataannya adalah kau sekarang Telah mengkhianati cintaku.
Kau belum tahu Bagaimana cara mencintai seorang wanita.
Jika kau benar-benar mencintai seseorang, Seharusnya kau tidak mengada-ngada seperti tadi.
Kesalahan apa yang kamu lakukan...?
Demi aku, Tolong jangan kau katakan pada siapapun tentang hal in.
Kau tidak bisa menjaga Tanda cinta seseorang dengan benar.
Terima kasih, Tuhan. Kami bisa menemukan jalan keluar.
Anakku! Ini adalah sebuah keajaiban. Aku tidak tahu siapa yang melakukannya.
Tuan Sharma menelpon Dan mempertahankan sedalam-dalamnya.
Orang-orang terhormat kita jadi lega. - Masuk segera dan temui Priya, Nak.
Dia tidak bisa mempercayainya. Cepat kau temui dia.
Kakak!
Sampai jumpa, Kakak.
Jangan marah ya? Karena hari ini adalah festival warna!
Pooja, Kami memutuskan untuk membuat film Dari kisah cintamu itu ...
... Jadi cepat segera Kau selesaikan kisah cintamu itu.
Maafkan aku, Seema. Aku tidak bisa menulisnya lagi.
Carilah orang lain intuk melanjutkannya. - Apa? Tapi kenapa?
Seema, Aku sudah tahu Bagaimana kisah cintaku selanjutnya.
Jadi aku tidak bisa melanjutkannya. - Aku tidak mengerti.
Kisah cintaku sudah berakhir Sebelum aku menyelesaika cerita itu.
Ini semua adalah keperluan untuk Upacara pernikahan nanti, Pak Pendeta.
Manisan dan buah-buahan ... Ada lagi yang perlu ditambah?
Tidak. Tidak ada. - Katakan padaku, Jika kau butuh sesuatu.
Veer, Dimana Karan? - Dia sedang pergi keluar.
Veerji, Kau sudah berteman dengan Karan sejak kau kecil. Dia menyembunyikan sesuatu darimu.
Karan dan Puja sudah saling mencintai sejak mereka kecil. Dan sekarang, Apa mereka penyebab dari masalah ini?
Karan sudah berjanji untuk tidak menemui Puja, Tapi aku ingin melihatnya bahagia.
Dan Papa Puja adalah penyebab dari masalah semua ini.
Apa maksudmu?
Adik Karan akan menikah ...
... Dengan orang terpelajar dan berpenghasilan tinggi. Dengan syarat Karan harus meninggalkan Puja.
Ayahnya melakukan itu Karena Papa-nya Puja.
Inilah kesempatan yang dipergunakan oleh Papa-nya Puja.
Dan Karan sudah melakukan pengorbanan...
Dia mengorbankan cintanya demi adiknya.
Ini benar, Pooja.
Aku sangat kagum padanya. Dialah Karan lelaki hebat.
Seema, Aku mau menemui Karan sekarang juga.
Bagaimana menurutmu, Putriku?
Aku diberi jabatan yang istimewa oleh Perusahaan Tiffani Dan mereka memberiku kalung ini.
Ayo, Seema.
Puja, Kau mau kemana? - Menemui Karan. Aku mau keluar.
Kau bermain curang denganku Dan mencoba merampas kekasihku dariku.
Tapi sekarang aku mau menemui kekasihku Demi suatu kebenaran.
Apa kau sudah kehilangan akalmu?
Kau mau meninggalkanku dan kehidupan mewah ini Demi lelaki yang rendah itu?
Kau mengumpulkan kemegahan ini Untuk menarik pajak kekayaan di kota ini.
Sepertinya tindakan yang kau rencanakan itu Hanya demi kepentinganmu sendiri.
Mobil Mercedes dan mobil-mobil ini, Semuanya hanya milikmu ...
... Bukan milikku. Aku akan memberikan sesuatu yang lebih dari kemewahanmu ini ...
... Dan pergi menemui kekasihnya.
Upacara pernikahan sudah selesai. Kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
Kau seharusnya tidak datang kemari, Puja. - Aku datang kemari untuk memberitahumu suatu kebenaran, Karan.
Papaku sudah bermain dengan cara licik Untuk memisahkan kita.
Dia telah memaksa Paman Sharma Untuk membatalkan pernikahan Priya.
Demi kebahagiaan adikmu, Kau rela mengorbankan cinta masa kecil kita ...
... Yang telah kita tunggu selama bertahun-tahun.
Kakak, Kenapa kau lakukan itu? Aku tidak akan menikah ...
... Jika kau harus kehilangan cintamu.
Karan, Anakku ... Kenapa kau lakukan pengorbanan ini?
Anakku, Hutang apa yang ingin kau lunasi padaku?
Apa yang kau bicarakan, Ayah? Dalam seumur hidup ...
... Tidak akan ada anak Yang bisa melunasi kebaikan orangtuanya.
Aku tidak pernah melakukan sesuatu karena orang lain. Aku hanya melakukan kewajibanku.
Tapi kesadaranmu pada kewajibanmu itu Telah membayar lebih dari semua hutangmu padaku.
Tidak ada anak sepertimu yang sudah Melakukan pengorbanan yang sangat besar.
Kau melupakan sesuatu, Ayah. Kau sudah berjanji padaku ...
... Bahwa keadaan tidak akan mengubah hubungan kita. Jadi kenapa sekarang kau mengatakan hal itu?
Maafkan aku, Nak! Waktu itu aku sedang mabuk dan tidak sadar.
Dasar Anak Haram! Kau pikir kau bisa sukses dengan rencanamu itu?
Tuan, Aku tidak sama sekali tidak melakukan sesuatu. - Kau sudah mengkhianatiku.
Kaulah orang yang mengkhianati kami, Papa. Apa maksud semua rencanamu ini?
Inikah kebahagiaan yang kau berikan pada putrimu? Tidak, Tapi kau malah merampas semua kebahagiaannya darinya.
Puja, Ayo ikut aku.
Lepaskan aku.
Lepaskan aku.
Setelah perjanjian ini, Aku tidak akan kembali ke rumahmu lagi.
Omong kosong apa yang kau bicarakan? Perjanjian apa? Perjanjian yang mana?
Perjanjian yang akan kau saksikan sendiri.
Pak Pendeta, Bacakan upacara pernikahan untuk kami.
Karan, Anakku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.