All language subtitles for Dinner.Mate.E05-E06.20060-NEXT-iQIYI.ID

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[ Episode 5 ]

Tidak.

Aku punya boneka cantik di sini!

Kau tampak normal hari ini. Maksudku, pakaian dan rambutmu.

Biasanya aku memang begini.

Tapi bagaimana kau tahu lagunya akan merajai tangga lagu?

Aku tidak tahu.

- Benarkah? - Ya.

Kalau begitu, ini semua kebetulan?

Bisa dibilang begitu.

Kau tidak berpikir kita berjodoh atau semacamnya, bukan?

Tidak. Tidak akan pernah.

Benar sekali. Pasti bukan begitu.

Mau pergi sekarang?

Ke mana?

Rasa gurih dan tekstur lembut landak laut menyelimuti lidahmu.

Hidangan itu membuatmu merasakan laut.

Itu yang kau katakan.

Benar.

Jadi, mereka mengirim landak laut dari Jeju via pos udara

begitu ditangkap nelayan. Masih segar.

Ini bulan Mei. Sedang musimnya.

Jadi, kau mau kita bertemu di sini karena aku suka landak laut?

Tidak. Bukan itu alasannya. Tidak.

- Lalu, kenapa di sini? - Apa?

Aku ingin makan landak laut.

[ Aku juga suka landak laut. ]

[ Sashimi landak laut, salad, dan bibimbap. Sebutkan saja. ]

Begitu rupanya. Baiklah.

Tapi aku tidak ingin makan landak laut hari ini.

Tapi aku ingin makan landak laut. Jadi, ayo masuk.

Tapi aku yang traktir hari ini.

Di saat seperti ini,

orang biasa akan mempertimbangkan selera orang yang mereka traktir.

Tapi aku tidak biasa, jadi, kutraktir makanan yang mau kumakan.

- Ikut aku. - Apa?

Tunggu.

- Cepat. - Baiklah.

- Kau hanya bisa beli ikan liar di sini. - Enak sekali. Cobalah!

Aku akan memberimu harga bagus.

Kau berutang banyak kepadaku. Traktir aku makan besar.

Aku mentraktirmu makan besar.

Kau bilang kau menyesal membuat kepalaku berlubang,

membuatku mirip nenek-nenek, dan menyuruhku membayar.

Itu sebabnya aku mentraktirmu nasi mangkuk yang lezat.

Kau ingin membalas budiku.

Aku ingin membalas budimu dengan cara sederhana.

"Sederhana"?

Baiklah. Aku akan coba nasi mangkuk ini.

- Pilihlah. - Beri aku apa saja.

Aku akan memilihnya untukmu.

Nasi mangkuk tuna ekstra besar untukku.

- Dan untuk dia... - Nasi mangkuk daging perut panggang.

Baiklah.

Kau memilih yang enak.

Sebaiknya ini enak. Mengerti?

Lihat saja kau pasti bilang enak.

[ Nasi Mangkuk Harimau ]

[ Bukankah Kim Hae-kyong sangat tampan? ]

Dia terlalu sempurna.

Dia pasti punya kekurangan, tapi sama sekali tidak.

Aku juga sangat terkejut.

Kukira dia aktor yang dipilih departemen lain.

Banyak orang yang mirip dia di Stasiun Gangnam.

Di Stasiun Gangnam bagian mana?

- Di SMP... - Cari tahu di mana Do-hee

dan cari tahu apakah dia bertemu dengan Kim Hae-kyong.

Laporkan kepadaku setelah kau tahu.

Aku masih SMP saat...

Baiklah. Bubar. Kembali bekerja.

Bekerja. Kembali bekerja.

Apa? Kenapa kau menyeretku?

Tolong gunakan kata-katamu.

Benar-benar menyebalkan. Kenapa kau sangat sempurna?

Kau tidak perlu sesempurna ini.

Di Stasiun Gangnam bagian mana?

Entahlah. Sekitar Pintu Enam?

- Kenapa? - Aku tidak percaya.

- Baik. Kembalilah bekerja. - Ini aneh.

Apa? Dasar sampah.

Jadi, dia membuat keributan besar di kafenya.

Awasi Do-hee.

Langsung kabari aku jika ada yang aneh dengannya.

Baiklah.

Si bodoh itu.

Bagaimana jika dia hilang kendali seperti saat Jae-hyuk meninggalkannya?

Tapi ke mana dia pergi?

Aku?

Mengerti?

Halo.

Bagaimana? Pemandangannya indah, bukan?

Indah apanya?

Aku pernah lihat pemandangan malam di Seoul.

Aku tidak percaya.

Ini.

Terima kasih.

Baiklah.

Kurasa kau suka makan nasi mangkuk di luar ruangan.

Aku makan seperti orang Eropa.

Orang di Eropa tidak makan nasi di mangkuk.

Kalau begitu, haruskah kukatakan gaya makanku dari Noryangjin?

Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini?

Bukankah sudah jelas?

Seseorang pernah mengajakku ke sini.

Siapa?

Ayolah. Kau punya banyak pertanyaan.

Makanlah sebelum dingin.

Baiklah.

[ Ah-yeong ]

[ Kau sudah lama pergi dan masih belum mengabariku. ]

[ Kau akan terus mengabaikanku? ]

[ Dasar penyihir. Kau mau mati? ]

[ Jadi, kau tidak akan membalasku? ]

[ Hei! ]

[ Kau di mana? Bu Nam akan mengamuk. ]

[ Dokter Kim Hae-kyong datang ke kantor. ]

[ Apa kau menemuinya? ]

[ Gagal menemui Kim Hae-kyong. ]

[ Gagal menemui Kim Hae-kyong. ]

[ Asisten produser Kim Jeong-hwan ]

[ Di mana kau? ]

[ Bu Nam mencarimu. ]

[ Dia bahkan memarahiku. ]

[ Produser Woo! ]

[ Aku sedang kencan dengan seorang nenek. ]

[ Aku sedang kencan dengan seorang nenek. ]

Sudah dengar kabar dari Produser Woo?

Dia bilang tidak bisa bertemu dengan Kim Hae-kyong.

Dia bilang sedang berkencan.

Wanita gila itu. Jadi, dia tidak mau bekerja?

Dengan siapa?

Dengan seorang nenek.

Dengan seorang nenek?

Nenek?

Astaga, dia sudah gila.

Lihatlah bulan sekali

dan santap sesendok makanan.

Karena tidak ada bintang, lihatlah pemandangannya

dan santap sesendok.

Bagaimana?

Enak, bukan?

Apa?

Tidak juga.

Bohong. Kau sudah menghabiskan makananmu.

Porsinya sedikit.

Apa punyamu enak?

Tidak. Jangan meminta nasi mangkuk orang lain.

Kau bicara dengan siapa? Aku?

Ya, kau.

Hei. Bukankah itu bintang jatuh? Lihat di sana. Itu jatuh.

- Bintang jatuh? - Di sana.

Aku harus membuat permohonan.

Tentu. Astaga.

- Izinkan aku merekrut si berengsek itu - Aku belum pernah melihat bintang jatuh

- di Seoul. - dan melanjutkan syuting acaraku.

Itu ternyata pesawat.

Itu pesawat. Aku salah. Itu pesawat.

Mustahil ada bintang jatuh di Seoul.

Astaga.

Apa-apaan?

- Apa? - Itu milikku.

Apa?

Kembalikan. Ayolah.

Aku menghabiskannya.

Porsinya memang sedikit.

Kau kelaparan berhari-hari?

Sulit dipercaya.

[ Restoran Semur ]

[ Ceker tanpa tulang, bir dan ayam ]

Kau menyuruhku menantikan ini.

Apa yang harus kunantikan di sini?

Itu reaksi awal semua orang.

Apa beberapa orang kembali ke sini?

Hentikan.

Mau kuberi tahu bagaimana desain interior

dan kebersihan restoran berhubungan dengan rasa makanan?

- Tidak. - Tapi kau harus tahu.

Nanti, saat landak laut disajikan.

Landak laut?

Bukankah mereka menyajikan semur di sini?

Pemiliknya berasal dari Pulau Jeju.

Ini menu musiman yang dia sajikan pada pelanggan tetap.

Begitu rupanya.

Tadi katamu kau tidak ingin makan landak laut.

Ada yang bilang dia ingin makan landak laut.

Terima kasih.

- Makanlah. - Kalau begitu, biar kucoba.

Kini beri tahu aku bagaimana desain interior

dan kebersihan restoran berhubungan dengan rasa makanan.

Kau melarangku menjelaskannya.

Tapi katamu kau harus membahasnya.

- Lain kali saja. - Ada lain kali?

Apa?

Aku bercanda. Tidak perlu sekaget itu.

Makanlah. Kau suka landak laut.

Baiklah.

Enak.

Apa pria itu membawamu kemari juga?

Nasi mangkuk di atap.

[ Kencan ekonomis untuk pasangan pencari kerja. ]

[ Restoran semur biasa. ]

[ Tempat nyaman untuk minum bagi pasangan jangka panjang. ]

Kedua tempat ini kebetulan ada di Noryangjin.

[ Ini tempat sempurna untuk menghemat waktu dan berkencan. ]

Ini membuktikan kalian berdua tinggal di sekitar Noryangjin.

Tapi melihatmu kembali dengan pria yang tidak dekat denganmu,

artinya itu hanya bagian dari masa lalumu yang tidak memengaruhimu.

Kesimpulannya,

kau datang ke sini dengan pria yang kau kencani

sebelum mantanmu, alias mantan sebelum mantanmu.

Siapa kau?

- Aku Sherlock. - Yang benar saja.

Semua orang bisa berasumsi begitu

jika berpendidikan dan jeli sepertiku.

Kau benar.

Pria yang kupacari sebelum mantan pacarku.

Dan dia cinta pertamaku.

Kami berdua menyiapkan diri untuk mendapatkan pekerjaan

dan berjanji akan menikah.

Kami saling mencintai.

Kami saling mencintai,

tapi dia putus denganku sehari sebelum kuliah di luar negeri.

Dia memberi pesan satu baris.

"Aku akan ke luar negeri."

Kami berkencan selama enam tahun,

tapi hanya butuh satu kalimat untuk putus.

[iQIYI Ver] MBC E05 'Dinner Mate' -โ™ฅ Ruo Xi โ™ฅ- Synced with Subcake Android

[ Nasi Mangkuk Terbaik ]

Dua mangkuk tuna mayones.

- Tentu. - Terima kasih.

[ Astaga, kelihatannya enak. ]

[ - Ini. Buka. ] [ - Tidak, aku tidak mau. ]

[ - Cobalah. ] [ - Aku mau punyaku. ]

Enak, bukan?

Dia meninggalkanku.

Aku sudah melupakannya sampai bisa membawa orang asing kemari.

Tapi lima tahun kemudian, pria lain meninggalkanku.

Kurasa kepribadianmu buruk.

Ayolah.

Kisah cinta pertama semua orang seperti dongeng.

Tapi hanya kisahku yang kejam.

Orang bilang tidak ada yang ditakdirkan untuk menderita.

Apa artinya, kebetulan aku menjadi korban?

Kisah cinta pertamaku juga kisah yang kejam.

Kurasa kita berdua dipilih secara acak untuk menjadi sengsara.

Berengsek.

Maksudku bukan kau. Aku mengumpat pada penderitaan

karena secara acak memilih kita.

Begitu rupanya.

Berengsek.

Maksudku, cinta pertamaku.

Percakapan kita mengingatkanku kepadanya.

Begitu rupanya.

- Begini... [ - Hei, sudah lama sekali. ]

[ Masuklah. ]

[ Kau baik-baik saja, bukan? ]

[ Sudah berapa lama? ]

Sekitar lima tahun. Sudah lima tahun.

Sudah selama itu?

Kudengar kau kuliah di luar negeri.

Kau datang sendirian?

Ya.

Aku ingin makan hidangan musimanmu.

Benar juga. Do-hee juga ada di sini.

Dia duduk di sana.

Kau baik-baik saja, bukan?

Kau mengenalnya?

Tidak.

Aku akan mengambil tagihannya.

Tiba-tiba?

Ini pukul 22.20.

Ini waktu yang tepat untuk pulang.

Kau lebih dahulu saja. Aku akan mengurus tagihannya.

Tentu.

Bu.

Aku tidak mau, dan aku tahu seharusnya tidak,

tapi bolehkah aku mengutang hari ini?

Tidak, kau tidak boleh berutang.

Benar, bukan? Tidak boleh. Tapi tolong maafkan aku kali ini.

Tentu, tidak masalah.

- Terima kasih. - Di mana pasanganmu yang dari Jeju?

Siapa itu?

Pria dari Jeju kabur ke pelukan gadis lain.

Dan pria itu...

Dia hanya seorang nenek yang mengalami gegar otak.

- "Seorang nenek"? - Ya. Seorang nenek.

Terima kasih. Aku akan kembali untuk bayar.

[ Tidak boleh utang ]

[ Produser Woo Do-hee dari 2NBOX ]

[ Do-hee juga ada di sini ]

Dia pergi 10 menit lalu.

- Kau tidak berpapasan dengannya? - Tidak.

Benar juga. Mengenai tagihannya.

Apa ini cukup untuk semuanya?

- Aku akan mengambil ini. - Terserah saja.

Sampai jumpa.

Kini aku merasa jauh lebih baik setelah membayar utangku.

Baiklah.

Kukira kita tidak akan pernah bertemu lagi.

Kupikir akan menjadi keajaiban jika bertemu denganmu lagi.

Sejujurnya, aku terkejut.

Aku bisa dengan bebas membicarakan

apa yang kupikirkan hari ini.

Aku cukup berbakat dalam mewujudkan itu.

Karena kita sedang membahasnya...

Apa menurutmu kita bisa...

Jangan pernah bertemu lagi.

[ Mari akhiri hubungan aneh ini di sini. ]

Baiklah.

Berakhir di sini.

Sampai jumpa.

Hati-hati di jalan.

Dan hati-hati terkena gegar otak.

Lihat siapa yang bicara.

Pola bunga cocok sekali untukmu.

Sampai jumpa!

Sial. Astaga, aku pasti sudah gila.

Woo Do-hee, ada apa denganmu? Kenapa jam itu...

[ Kemarin, ada insiden "She Comes and Goes" oleh Tae Jin-ah ]

[ merajai tangga lagu. ]

[ Itu keisengan yang didalangi seorang peretas Inggris ]

[ yang kehilangan pacarnya karena bintang idola K-pop. ]

[ Tapi aku yakin itu keajaiban yang hebat bagi Tae Jin-ah. ]

[ Sekarang, lagunya kembali di peringkat awal. ]

Keajaiban itu bagus karena terjadi sekali.

[ Tapi dia akan menjadi pemegang Rekor Dunia Guinness ]

[ karena lagunya merajai tangga lagu dalam waktu tersingkat. ]

[ Satu keajaiban menyebabkan keajaiban lainnya. ]

[ Ini lagu kami berikutnya. ]

Aku tahu aku tidak boleh terlambat.

Tapi aku sakit dan terlambat bangun.

Lihat caramu berpakaian compang-camping.

- Kau mabuk semalam, bukan? - Tidak.

Aku...

Hanya sedikit.

Jalang yang malang. Dasar anak berandal sial.

Keadaan pasti sulit bagimu.

Apa yang terjadi?

Ya. Memang sulit.

Astaga.

Tidak apa-apa.

- Ah-yeong. - Ya, aku tahu.

Kenapa kau memberitahunya? Memalukan.

Itu menyelamatkanmu hari ini

dan dia pasti akan tahu suatu hari nanti.

Terserah.

Sama-sama, Berandal Tidak Bersyukur.

Siapa nenek itu?

Apa?

Dia hanya pria yang kebetulan kutemui.

"Kebetulan"?

Apa dia pacar barumu?

Pacar baru apanya.

Andai aku bisa mengencani pria seperti Kim Hae-kyong.

Astaga, Kim Hae-kyong itu.

Dia seperti karakter dari buku komik. Dia jantan sekali.

Suaranya juga manis.

Aku akan menghancurkan dia berkeping-keping hari ini.

Singkirkan kotoran matamu dahulu.

Ayo maju!

Dia akan mati.

[ Rekam Medis ]

Pasien ini.

Kau sudah wawancara via telepon?

Ya. Aku bahkan memeriksa catatan resmi dari dokternya.

Ada apa? Kau mengenalnya?

Tidak.

[ Depresi meningkat akibat rasa bersalah saat putus. ]

[ Kau amat terbiasa sendirian. ]

- No-eul. - Aku pergi.

Jangan meneleponku lagi.

Pria di arah pukul sepuluh. Dia memiliki lima gedung di jalan jokbal.

Dia mendaftar kemarin.

Selama tiga atau enam bulan?

Tidak. Dia mendaftar keanggotaan tahunan.

Dia langsung sekali bayar dan menolak mendapatkan diskon.

Dia terlalu kentara.

Aku tahu.

Kau senggang malam ini?

Ayo makan malam.

Aku akan berguna sebagai kenalan.

Aku juga kenal pemilik gedung ini.

Maaf. Aku punya rencana.

Sampai jumpa.

Begini...

Aku bisa makan siang.

Sampai jumpa di depan nanti.

Hei, kau mau ke mana?

Aku mengejar seseorang.

Siapa?

Ada seorang psikiater sosiopat

yang menyembunyikan dirinya dari masyarakat.

Astaga, sepertinya dia dalam masalah hari ini.

Benar juga.

Ini.

- Apa ini? - Voucer restoran.

Astaga, seharusnya kau memberikan ini kemarin.

Dengan begitu, aku tidak akan makan nasi mangkuk

atau mengutang.

Cara berterima kasih yang aneh.

Big Johnson, dasar sampah.

Kenapa dia tidak meretas hari ini?

Apa maksudmu?

Lupakan saja.

Terima kasih, aku senang.

Tentu. Semoga kau mendapatkan pria yang kau kejar.

Jangan khawatir.

Aku pasti akan menangkapnya hari ini.

Satu, dua. Aku pergi.

Bagaimana rasanya? Apa tidak nyaman?

Tidak masalah.

- Aku perlu berganti pakaian? - Kau terlihat lima tahun lebih muda.

Hanya pria sejati yang mengenakan merah muda.

Kami membuat beberapa perubahan. Tolong periksa.

Benar juga. Apa terjadi sesuatu kepada produser gila itu?

Dia pergi sambil marah seperti banteng.

Dia diberi perintah.

"Perintah"? Macam apa?

Perintah merekrut Kim Hae-kyong.

"Kim Hae-kyong"?

[ Episode 6 ] [ Klinik Kejiwaan Relax ]

[ Pacar? ]

Ya.

Aku juga punya pacar.

Aku yakin begitu.

Dengan wajah dan tubuh itu,

sudah jelas bahwa pria akan berbaris di belakangmu.

Aku pria berhati besar.

Mari bertemu saat kita ingin

dan melakukan apa yang kita inginkan. Mengerti, bukan?

Aku tidak tahu.

Astaga, kau sungguh naif atau berpura-pura bodoh?

Sampai jumpa besok di kantor.

"Di kantor"?

Itu tidak masalah?

Kami hanya mengembalikan uang di kantor.

"Mengembalikan uang"?

Aku akan mengembalikan uangmu, jadi, diam dan pergilah.

Tadinya aku ingin tahu apa kita bisa berbisnis,

tapi kulihat kau suka bermain kotor dan aku tidak tahan.

Buang-buang uang saja.

[ Klinik Kejiwaan Relax ]

- Dia sungguh tidak ada di sini? - Sungguh.

- Kau yakin? - Sangat yakin.

Aku sangat serius sekarang.

Aku juga sangat serius.

Lihat berandal ini.

Lihat berandal ini! Sudah kubilang, dia tidak di sini.

Mengerti? Dia tidak ada di sini.

Ini. Lihat.

Lihat?

Astaga. Lalu kapan dia akan kembali?

Entahlah, siapa tahu?

- Kau asistennya. - Benar.

Kau pasti tahu jadwalnya.

Kau seorang produser.

- Ya. - Maka kau akan tahu

aku tidak bisa bilang meski aku tahu.

Aku sungguh harus bertemu dengannya.

Bisa beri tahu aku ke mana dia pergi?

Mulai sekarang,

aku seorang perawat.

Pak Perawat, Pak Asisten, kumohon.

Ya, Dokter Kim.

Aku akan mengirimkannya lewat SMS.

- Baiklah. - Itu Dokter Kim, bukan?

- Di mana dia? - Entahlah.

Lagi pula, aku harus pergi sekarang.

Kenapa?

[ Moon River, pukul 16.30 ]

Ini jam makan siangku.

Baik.

Pak Perawat dan Pak Asisten.

Nikmati makan siangmu.

Nikmati makan siangmu.

[ Klinik Kejiwaan Relax ]

Baiklah, mari kita lihat.

"Moon River".

[ Mencari Hasil untuk Moon River ]

[ Moon River, pukul 16.30 ]

Antara arah utara atau selatan.

Tidak akan menuju pesisir timur, bukan?

Sial, dari mana aku harus mulai?

[ 2N BOX ]

Permisi.

Kurasa semua orang sedang makan siang.

Permisi...

Halo? Permisi.

Halo?

Astaga. Halo.

Aku tidak butuh asuransi.

Aku bukan dari perusahaan asuransi.

Aku mau menemui Produser Woo. Apa dia di sini?

Produser Woo?

Pukul berapa sekarang?

Maksudku, siapa kau?

Aku...

[ Aku kembali. ]

Apa katamu?

Aku ingin rujuk dengan Do-hee.

Hei. Do-hee mengencani seseorang.

Dia pengelola kafe di Pulau Jeju.

Mereka akan menikah dan...

Aku tahu mereka sudah putus.

Kau terbang ke Amerika,

meninggalkan Do-hee setengah mati. Siapa kau bisa seenaknya kembali?

Cinta pertama.

Apa?

Kami cinta pertama

satu sama lain.

Cinta pertama Produser Woo?

Ini berita besar.

Hei!

- Apa? - Kemari. Diamlah.

Kemarilah. Ayo.

Kemarilah.

Hei, Berengsek Tidak Berguna!

Ah-yeong.

Ada apa lagi?

Apa?

Astaga, aku sangat frustrasi.

Aku tidak bisa memikirkan kata umpatan karena sudah tua.

Kau mau ke mana?

"Cinta pertama"?

Cinta pertama yang mencampakkan Do-hee sebelum pergi

karena diam-diam merencanakan kuliah di luar negeri?

Cinta pertama yang manis!

Ah-yeong.

Aku menyadari ini

setelah meninggalkan Korea.

Aku bersalah kepadanya.

Aku serius soal ini.

Aku menahan semuanya karena memikirkan Do-hee.

Aku ingin menjadi pria yang lebih baik untuk Do-hee.

Ah-yeong,

aku lulusan terbaik di jurusan jurnalisme medis.

Kini aku jurnalis medis sungguhan.

Lalu kenapa?

Telepon aku kapan pun kau butuh bantuan.

Aku tidak butuh bantuanmu.

Ayolah, Ah-yeong.

Aku akan meninggalkan ini di sini.

Telepon aku.

Aku akan datang lagi.

Jangan mendekat.

Halo.

Astaga, berandal itu.

Sulit dipercaya.

Cinta pertama Produser Woo begitu tampan.

Tampan apanya?

Menurut otak cerdasku,

- acara hari ini... - Aku harus beri tahu Do-hee soal ini.

Jangan berani-berani memberitahunya.

Terutama kau, So-ra.

Baiklah.

Jaga lidahmu. Aku bisa menariknya dan menempelkannya di kepalamu.

Dia selalu memarahiku.

[ NBC Jung Jae-hyuk ]

[ Moon River ]

- Aku memesan atas nama Jung Ji-won. - Tunggu sebentar.

Silakan lewat sini.

Kau membosankan.

Kau tidak cemburu,

tidak marah, dan tidak berdebat.

Itu karena aku berusaha keras memahami dan menghormatimu.

Aku tahu. Aku tahu itu.

Aku tahu kau menghormatiku, menghiburku, dan segalanya,

tapi aku tidak merasa kau mencintaiku.

No-eul.

aku sangat mencintaimu. Bagaimana bisa kau tidak merasakannya?

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Itu tidak membuat jantungku berdebar lagi.

Itulah alasan kita putus.

Kau bahkan tampaknya tidak mendengarku. Apa yang kau pikirkan?

Bagaimana kau...

Aku memesan sesi konseling dengan nama palsu.

Kau akan menolaknya jika melihat namaku.

Kau terkejut?

Sedikit.

Kalau begitu, kurasa aku bisa memberimu kejutan lebih.

Aku ingin rujuk denganmu.

Kita mulai berkencan, Kim Hae-kyong.

Bagaimana jika aku salah?

Mungkin dia di cabang Gangnam.

[ Gangbuk? Gangseo? Gangdong? Gangnam? ]

Cap, cip, cup, kembang kuncup.

Tangkap harimau di dekat jari kaki.

Gangnam?

Baiklah. Tenanglah.

Kali ini, aku benar-benar akan pergi ke cabang yang dipilih lagu.

Di restoran mana si berengsek itu duduk?

Tangkap harimau di dekat jari kaki.

Cabang Gangnam.

Tentu saja. Gangnam tempat terbaik untuk mendapatkan konseling.

Baiklah. Putar balik.

[ Apa nama Kim Hae Kyong ada di daftar pemesanan? ]

[ Pak Kim Hae-kyong saat ini ada di cabang Gangbuk. ]

- Gangbuk? - Ya.

Dasar bodoh.

Itu cabang Gangbuk.

Sudah 10 menit.

Bisakah kau mengatakan sesuatu?

Apa alasannya?

Kau belum berubah.

Kau menanyakan hal yang sama saat kita putus.

- Kau bilang aku membosankan. - Aku salah.

Aku tidak bosan. Justru merasa nyaman.

Kau bilang kau tidak bisa merasakan aku mencintaimu.

Aku masih muda. Aku tidak tahu makna cinta saat itu.

Kau juga bilang tidak merasakan apa pun lagi.

Kita berkencan selama delapan tahun.

Wajar saja aku merasa seperti itu.

Itu normal.

Tapi aku salah paham.

Bisa tunjukkan pesanan meja atas nama Kim Hae-kyong?

Tunggu sebentar.

Biar kuantar ke meja.

- Silakan. - Terima kasih.

[iQIYI Ver] MBC E06 'Dinner Mate' -โ™ฅ Ruo Xi โ™ฅ- Synced with Subcake Android

Benar.

[ Itu Jin No-eul. ]

[ Dia cukup cantik. ]

Aku Kim Hae-kyong. Siapa kau?

Apa kau psikiater, Dokter Kim Hae-kyong?

Psikiater? Bukan.

Maaf sudah mengganggu.

Sampai jumpa.

[ Moon River ]

Dokter Psikopat Kim Tersayang.

Di mana kau?

Aku lapar.

Aku belum sempat makan apa pun hari ini.

Sial.

Kau mengencani seseorang?

Benarkah?

Itukah alasanmu tidak menjawab?

Bagaimana jika benar?

Campakkan dia.

Akhiri hubungan kalian. Secepatnya.

Untuk apa?

Aku tidak mau kau mengencani wanita lain.

Astaga. Bau sekali.

Astaga.

Lihat semua kekacauan ini.

Apa masalahmu?

Rumah ibumu.

Ibu?

Hei. Apa kau penguntit?

Tidak.

- Aku gelandangan. - Lalu kenapa kau mengintip tempatku?

Itu menyeramkan.

Aku tidak mengintip. Aku tidak sengaja mendengarnya.

Aku tidak sengaja menguping ibumu saat dia membeli minuman tadi.

Itu dia. Kenapa kau menguping?

Karena aku punya telinga?

Pendengaranku bagus.

Pendengaranku sangat hebat.

Mau bagaimana lagi?

Baiklah.

Astaga.

Lucu sekali.

[ Putri ]

Hei, Sayang. Di mana kau?

Tentu saja di kantor.

Ibu di mana? Terdengar tenang.

Ibu di rumahmu.

Kau tidak mengubah kode aksesnya.

Kenapa Ibu di rumahku?

Bedebah itu...

Maksud ibu, ayahmu.

Ibu sudah cerita tentang si jalang itu, bukan?

[ Pemilik kafe. ]

[ Ayahmu bilang dia mencintainya. ]

[ Teganya dia melakukan ini kepada ibu. ]

Ibu menikah dengannya saat usia ibu 20 tahun,

dan yang ibu lakukan

[ sejak saat itu hanya bekerja keras ]

[ dan menghadapi cobaan. ]

Hentikan. Ibu, hentikan.

Baiklah. Cepatlah pulang. Ayo minum soju dengan ibu.

Aku bekerja lembur malam ini. Aku tidak akan pulang cepat.

Kenapa? Ibu bahkan memesan tangsuyuk.

Makanlah semuanya.

[ Hei, Do-hee. ]

Anak itu lebih dingin dari angin Siberia.

Bagaimana dia membuat konten video

padahal dia bahkan tidak memahami ibunya sendiri?

Sial.

Terima kasih.

Sama-sama.

Selamat malam.

Ada apa?

Makanlah.

Tidak perlu. Makanlah semuanya.

Aku tidak makan gimbap segitiga.

Nasinya terasa terlalu kering di mulutku.

Mari bersabar.

Tidak sopan menggunakan kekerasan terhadap orang tua.

Bersabarlah.

Aku harus ke mana sekarang?

Aku tidak bisa ke kantor karena Park Jin-kyu ada di sana.

Aku juga tidak bisa ke sauna karena tidak ada baju ganti.

Astaga. Yang benar saja.

Kau saja yang makan. Makan saja sendiri!

Do-hee.

Syukurlah aku menemukanmu. Aku khawatir tidak bisa bertemu denganmu.

Jung Jae-hyuk?

Tolong dengarkan aku.

Pergilah.

- Do-hee. - Diam. Jangan sebut namaku.

Do-hee.

Baiklah. Beri tahu aku. Kenapa kau melakukan itu kepadaku?

Kenapa kau melakukan itu kepadaku?

Saat itu,

kukira itu yang terbaik.

"Yang terbaik"?

Apa putus lewat pesan teks yang terbaik?

Setidaknya kau harus memberitahuku

rencanamu ke luar negeri.

Setidaknya kau bisa bertanya kepadaku

apa aku bisa menunggu.

Seharusnya kau memintaku menunggu.

Aku tidak bisa mengatakannya.

Tidak, bukan "tidak bisa", tapi tidak mau.

Begitulah dirimu.

Kau bedebah yang tidak menghargai orang lain.

Kau bahkan tidak mau meminta maaf.

"Maafkan aku. Aku membuat kesalahan."

Kau berutang maaf kepadaku, dasar bedebah.

Baiklah. Jika aku minta maaf,

maukah kau memaafkanku?

Kau masih saja bedebah egois.

Do-hee, itu tidak akan terjadi lagi.

Aku bisa berjanji. Mengerti?

Terserah kau saja. Itu tidak ada hubungannya denganku.

Do-hee.

Bisakah kau memberiku kesempatan kedua?

Kau meninggalkanku sesukamu

dan kini kau ingin kembali sesukamu.

Kau lihat stiker bertuliskan "kesepakatan mendadak" di dahiku?

Kenapa kau mengambil lalu mengembalikanku seperti barang obral?

- Do-hee... - Kenapa kau harus membodohiku?

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu. Aku serius.

Aku tidak mau

cinta itu lagi.

Boleh ibu minta juga?

Apa?

Tentu saja, ini ibumu.

Bagaimana Ibu bisa masuk?

Ibu mengancam Byeong-jin untuk memberi tahu kode aksesnya.

Dingin. Ibu menyukainya.

Tolong jangan lakukan ini lagi. Aku tidak nyaman.

Ibu sakit.

Ibu harus ke dokter. Tolong temani ibu.

Pergilah sendiri.

Ibu agak takut, itu alasannya.

Aku juga sangat takut.

Saat Ayah meninggal,

aku sangat takut.

Di mana Ibu saat itu?

Kenapa Ibu tidak datang?

Saat itu, ibu...

Aku tidak peduli. Temuilah dokter itu sendirian.

Semoga Ibu merasakan bagaimana rasanya

sendirian saat takut.

Meski ibu sakit parah?

Ayah juga sendirian

saat didiagnosis kanker lambung.

Dia terlahir berani.

Dia tidak takut apa pun.

Sehari sebelum operasi,

dia memelukku dan menangis selama tiga jam.

Seorang pria dewasa melakukan itu

karena dia takut.

Dia bilang dia sangat takut.

Dia menangis tersedu-sedu.

Aku ada janji. Silakan pergi usai menghabiskan minumannya.

Hae-kyong.

Kim Hae-kyong!

[ Hae Kyong ]

Hei.

Aku di studio.

Sekarang? Aku sedang syuting.

Ini hampir berakhir. Sekitar 40 menit?

Baiklah.

Aku lapar.

[ Voucer makan untuk satu orang ]

Ayo.

Hanya sekali makan.

Biarkan aku makan sekali saja, ya?

Baiklah.

Aku akan makan itu apa pun yang terjadi. Lihat saja nanti.

Kenapa tidak mau terbuka?

Halo.

Beri aku makanan.

- Anda sudah memesan tempat? - Belum.

Ini.

Maaf, tapi kami tidak punya meja kosong saat ini.

- Apa? - Kami sungguh minta maaf.

Hai.

Permisi sebentar.

Kau melihat bunga sakura di suatu tempat?

Kenapa kau di sini?

Aku ada janji di sini. Bagaimana denganmu?

Aku datang untuk makan.

Sendirian?

Ya, sendirian.

- Akan kuantar Anda ke meja. - Terima kasih.

Aku bersama seseorang.

Baiklah. Silakan.

Maafkan kami.

Baiklah.

[ Maaf! Tutup. ]

Sungguh,

kenapa aku harus bertemu dengannya saat aku terlihat jelek?

Aku cantik saat itu, tapi aku tampak menyedihkan di sana.

Sial.

[ Baiklah. Kalian hebat. ]

- Kerja bagus, Semua. - Kerja bagus.

- Kalian hebat. - Terima kasih.

Aku harus pergi. Aku harus menemui seseorang.

Apa? Lalu bagaimana dengan wawancaraku?

- Aku harus berganti pakaian. - Wawancara?

Wawancara apa?

Ayolah. Sudah kubilang.

Kubilang aku ada wawancara dengan jurnalis medis.

- Aku lupa soal itu. - Astaga, kau.

[ Kentang tumbuk ]

[ Sampai jumpa lain kali. Aku membuat janji makan malam baru. ]

[ Kang Geon-u ]

[ Dia akan menjadi pemegang Rekor Dunia Guinness. ]

[ Satu keajaiban menyebabkan keajaiban lainnya. ]

[ Ini lagu kami berikutnya. ]

Jika aku bertemu dengannya lagi,

itu bukan keajaiban lagi. Itu namanya takdir.

Takdir.

Jika tidak keberatan,

maukah kau makan malam denganku?

[ Dinner Mate ]

[ Aku tidak akan pernah meninggalkan dia lagi. ]

[ Aku tidak akan kehilangan dia. ]

- Kita bisa. - Kita bisa.

[ - Kebetulan membingungkan kita... ] [ - Berakhir di sini. ]

[ Aku merasa nyaman di dekatnya karena dia orang asing. ]

[ Wanita? Bagaimana dia bisa aneh? ]

[ Wanita yang membuatku terus mengoceh. ]

[ Kenapa hanya hubunganku yang berantakan?" ]

[ Dia tidak pernah memberimu barang bagus secara gratis. ]

Bersulang.

[ Kau tidak bisa menghentikan orang itu. ]

[ Kau akhirnya bertemu orang itu meski mustahil. ]

[ Itulah takdir. ]

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.