All language subtitles for Hospital Playlist.E12.END.NEXT.NF

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Siapa?

Kenapa Ibu pergi tanpa menemuiku?

Ibu di mana? Kutraktir makan malam.

Aku tidak akan membahas soal pastor. Kita makan malam dahulu.

Ibu bukan ingin menemuimu.

Ibu pulang. Kembalilah bekerja.

Ibu!

Ibu janji makan malam dengan Jong-su.

Ibu pergi, Nak!

Direktur Ju sedang perjalanan dinas. Apa...

Ibu!

Sedang apa kau di sini?

Bila tak ada yang mencarimu, lekas sembunyi di Ruang Piket.

Tidak apa. Terima kasih.

Kau tidak pulang?

Kadang kala kau gila kerja.

Bukan. Aku menunggu Song-hwa untuk makan malam.

Dia konsultasi dengan seseorang. Aku tunggu dia.

Kau sedang gelisah, ya?

Katakanlah. Akan kubantu cari solusi.

Katakanlah.

Dokter Lee.

- Lupakanlah. - Ada apa?

- Bukan apa-apa. - Aku jadi ingin tahu!

Pasti ini soal Ahn Jeong-won.

Perlu kubawa dia kemari hidup-hidup?

Jangan. Dia bisa terluka.

Kau ini!

Gyeo-ul, mendadak aku ingin tahu.

Sejak kapan...

kau suka Jeong-won?

Aku jadi penasaran.

Bukankah itu jelas?

Kudengar kau pindah ke rumah sakit di Sokcho?

Aku baru bilang tadi pagi.

Berita memang cepat menyebar.

Aku akan ikut ke Sokcho.

Tidak.

Jangan konyol. Untuk apa kau ke Sokcho?

Karena kau ke Sokcho.

Logislah berpikir, Ahn Chi-hong.

Di sana tak ada dokter residen.

Jika ikut, kau harus lakukan semuanya sendiri.

Tak sepadan merelakan jabatanmu di sini.

Lagi pula, jika kau pindah sebelum jadi Kepala,

mungkin akan ada masalah saat nanti wawancara.

Ini bukan pilihan terbaik untukmu.

Chi-hong.

Tak ada residen yang pindah di tahun keempat.

Kau harus lebih banyak lakukan operasi dan merawat pasien.

Itu yang paling kau butuhkan. Itu asetmu.

Setahun terakhir ini adalah masa terpenting bagimu.

Bertahan setahun lagi dan tuntaskan masa residen.

Paham?

Keputusan hidupku...

adalah pilihanku.

Kim Sang-man sudah di Ruang Operasi. Aku pergi dahulu.

Aku baru akan meneleponmu!

- Kau sedang apa? - Baru sampai rumah.

- Kau? - Baru mau pulang.

Hari ini kau pulang begitu awal.

Apa rencanamu nanti?

Aku akan ke tempatmu sekarang. Jangan tidur dahulu.

- Sekarang? - Ya. Sampai nanti.

Mau makan atau kelaparan?

Kau ada masalah lagi?

Serius?

Hidup ini...

begitu payah.

Kenapa ayahmu? Kau kini tak bisa berkata buruk tentangnya.

SELURUH ASETKU DIWARISKAN KEPADA PUTRAKU, YANG SEOK-HYEONG

Kapan dia menulis surat wasiat ini?

Musim semi tahun ini.

Di hari Kim Tae-yeon memberi tahu kabar kehamilannya.

Dia tulis malam itu.

Lelaki tua gila!

Apa dia mewariskan sesuatu kepada Kim Tae-yeon?

Setahuku, tidak.

Presdir menganggap wanita itu sebagai perawat

di sisa hidupnya. Hanya itu.

Itu menurut pandanganku.

Dasar bajingan.

Dia sudah menghamilinya.

Omong kosong macam apa itu?

Dasar bajingan egois.

Dasar serangga egois! Hanya memikirkan diri sendiri!

Tak ada hal lain di surat wasiat?

Tak ada pesan lain untukmu atau ibumu?

Ada.

Perusahaannya harus kukelola.

Dia tulis, aku harus berhenti jadi dokter dan mengambil alih perusahaan.

Dia tampaknya terlampau peduli akan hidupku.

Jadi...

kau akan berhenti?

PUSAT MEDIS YULJE

- Dokter Lee! Selamat siang. - Selamat siang.

- Antrean apa ini? - Konsultasi.

Aku hendak berkonsultasi dengan Dokter Chae.

Aku konsultasi karier.

Dia sibuk dan sakit.

Selamat siang.

Seok-min, kau konsultasi soal apa?

Masalah cinta.

- Dia juga bantu masalah itu? - Ya.

Dia serbabisa.

Pusat Panggilan Dasan pun kalah.

Itu masa terindah.

Ayo makan!

- Dokter! - Dokter!

- Diamlah. - Aku ada kelas 20 menit lagi.

Enyah kau. Dokter Do Jae-hak.

Si Cantik Chae Song-hwa!

Dokter Chae paling bersinar!

Selamat siang, Dokter Chae.

DOKTER KIM JUN-WAN, DOKTER AHN JEONG-WON

RUANG GANTI PRIA

Ya, aku Ahn Jeong-won.

Aku Bae Jun-hui dari Kedaruratan Medis.

Ya.

Pasien wanita, tujuh tahun, trauma benda tumpul di abdomen.

Status mental sadar, tekanan darah baik,

tetapi detak jantung tinggi.

Menurut hasil USG FAST, dia mengalami laserasi lever tingkat empat.

Sudah kupindai CT abdomen karena dugaan hemoperitoneum,

ternyata ada pendarahan aktif.

Baik. Aku segera ke sana.

Dokter Jang Gyeo-ul!

Ya, Dokter Ahn?

Gadis usia tujuh tahun, trauma benda tumpul abdomen, di IGD

yang harus operasi darurat karena tanda vital buruk.

Hubungi Anestesiologi dan siapkan Ruang Operasi secepatnya,

juga transfusi darah untuk pasien.

Baik.

Halo? Aku Jang Gyeo-ul dari Bedah Umum.

KANTOR MEDIS 4 OBSTETRI/GINEKOLOGI

Kau bantu karya ilmiah Seok-hyeong? Kenapa?

Menurutmu? Dia meminta bantuanku.

- Seok-hyeong memintamu? - Ya.

Sedang apa kau di sini?

Selamat siang, Dokter. Duduklah di sini.

Sebenarnya bagian mana yang tak kau datangi, Ik-jun?

Aku berkeliaran.

- Seok-hyeong. Boneka Beruang. - Kenapa?

Kau minta bantuan karya ilmiah kepada Dokter Chu?

Dokter residen sibuk. Jangan ganggu mereka.

Masa?

Tidak ada kuah! Siapa mau mi gelas?

Kalian makanlah. Aku ada pasien rawat jalan.

- Makanlah. - Baik.

Kemari sebentar.

Kami sudah lakukan tes.

Levernya sobek parah

dan pendarahan terjadi di rongga perutnya.

Kurasa harus dilakukan bedah perut darurat.

Kami akan mencari pembuluh darah yang rusak

dan mengikat atau menghentikan pendarahannya.

Namun, kami mungkin harus memotong sebagian lever

yang dirasa tak dapat dihentikan pendarahannya.

Operasinya berapa lama?

Setidaknya dua jam.

Jika operasinya kian sulit, mungkin bisa sampai empat jam.

Namun, hal itu mungkin baru bisa diketahui saat operasi.

Kami akan berusaha maksimal.

Apa?

Kami suami istri. Kenapa tidak bisa, Dokter?

Soal itu...

Kami sudah melaksanakan pesta dan foto pernikahan sungguhan.

Saksi pun sangat banyak.

Dia sering mengalami asites belakangan ini.

Bahkan sempat menjalani operasi endoskopi karena muntah darah.

Keadaannya mendesak, Dokter.

Aku paham perasaanmu,

tetapi pernikahan harus terdaftar di catatan sipil.

Akan kami daftarkan, Dokter. Hari ini juga.

Meski sudah terdaftar,

menurut peraturan KONOS, kalian harus menikah setahun

agar transplantasi donor hidup dapat disetujui.

Prosedur pendaftaran donor

terhitung ketat untuk menghindari praktik jual beli organ.

Aku tidak apa. Aku takkan mati secepat itu, Sayang.

Tentu. Kenapa kau mati?

Jangan bicara begitu. Ada ibumu.

Lebih baik transplantasi sekarang,

tetapi jika memang harus menunggu donor,

bagaimana jika kau

menjalani pengobatan

di Penyakit Dalam dan melanjutkan proses transplantasi hidup tahun depan?

Akan kami bantu pantau juga.

Kapan pernikahan kalian?

Empat bulan lalu.

Andai waktu itu segera didaftarkan,

kami hanya perlu menunggu delapan bulan lagi.

Bila tidak keberatan,

boleh aku tahu alasan belum didaftarkan?

Aku yang melarang mereka.

Putraku didiagnosis sirosis

saat mereka masih berpacaran.

Meski kedua keluarga menentang,

mereka bersikeras menikah.

Lantas kularang mereka mendaftarkan pernikahan.

Dia putri berharga bagi keluarganya.

Jika terjadi sesuatu pada putraku,

bagaimana nasibnya?

Dokter.

Apa yang harus kulakukan selama setahun?

Aku akan berolahraga teratur dan menjaga kesehatan.

Aku pun akan rajin makan obat bila harus.

Aku akan kembali tahun depan,

menemui Dokter di sini,

dan mendapat persetujuan operasi.

Jadi, Dokter...

tolong selamatkan suamiku.

Kumohon.

Pertanyaan untukmu.

Menurutku,

mereka pertama bertemu saat berlibur.

Atau...

kencan buta?

Lebih baik jika sang suami bisa dapat lever donor mati otak.

Apa kriteria untuk mendapatkan lever donor mati otak?

Kau tidak tahu?

Maaf.

Astaga. Itu pengetahuan dasar.

- Pelajari itu sampai besok. - Baik.

Pasien selanjutnya.

Pasien terluka karena apa?

Dia jatuh tersandung polisi tidur saat main skuter.

Perutnya menabrak gagang skuter dengan keras.

Astaga.

Orang tuanya pasti sedih. Mereka pasti amat khawatir.

Maaf.

Orang tua Dokter Jang Gyeo-ul juga pasti sedih

jika tahu anaknya tak sempat makan saat kerja.

Dokter Jang Gyeo-ul, nanti kutraktir makan enak.

Tidak.

Dokter Ahn Jeong-won, traktir dia makan enak.

Aku paling sering bertemu Dokter Jang akhir-akhir ini.

Tidak perlu. Tidak apa-apa.

Minta mixter.

Benang jahit.

Nanti kutraktir makan jika operasi berakhir lancar,

dan anak ini pulih.

Terima kasih.

Lemaskan bahumu saat menjahit.

Pembuluh darahnya tipis. Jahitlah perlahan.

Baik.

Gunting metzenbaum.

Kau harus cek hasil lab karena Dokter Min Gi-jun sensitif

saat menengok pasien.

Kau juga harus bantu residen tahun pertama.

Saat akan konferensi,

pastikan semua bahan sudah lengkap.

Kau harus pelajari presentasi dengan baik agar konferensimu lancar.

Chi-hong, kau sudah dapat rumah?

Belum.

Selain itu, lekas pindah rumah.

Kau akan kian sibuk saat jadi Kepala.

Setidaknya harus bisa tidur di rumah.

Aku suka Ruang Piket. Pindah rumah lebih repot.

Yong Seok-min, kau sering kabur dari tempat belajar.

- Selamat malam. - Selamat malam.

Aku belum selesai serah terima.

Bahkan Dokter Do Jae-hak belum mulai fokus belajar.

Kenapa, Dokter? Kau tidak suka aku kemari?

Aku dilarang kemari?

Memang kau takkan kemari jika kularang?

- Chi-hong, Yun-bok. - Ya?

Kutraktir makan malam. Ayo!

- Aku? - Aku?

Kalian makan berdua saja.

Jangan, Dokter.

Hari ini kantin dokter spesialis membuat galbitang untuk kali pertama

dan tersisa satu meja karena banyak orang.

Pikir siapa yang harus tak ikut? Ahn Chi-hong calon Kepala,

atau Yun-bok, calon residen Bedah Saraf?

Aku dan Seon-bin yang harus tak ikut.

Tentu. Kalau begitu, kami pergi.

- Ayo! - Baik.

Sampai jumpa.

- Dah. - Sampai nanti.

Maaf.

Sebenarnya seberapa jauh visi Dokter Chae Song-hwa?

Kapan dia memikirkan hal itu?

Aku yang bilang.

Bilang apa?

Bahwa aku menyukaimu.

Kubilang aku ingin menyatakan cinta,

tetapi tidak berani.

Dia membawa mereka demi aku.

Ini...

agak...

canggung.

Kita makan malam terpisah saja.

Sesuai dugaan, sebagian pembuluh darah di lever sobek

dan mengalami pendarahan.

Jaringan di sekitarnya rusak

dan darah sulit dihentikan

sehingga lever harus dipotong.

Menurut pantauan setelah operasi,

tak ada pendarahan lagi di perut.

Namun, ada kemungkinan pendarahan dari organ lain.

Dia harus diawasi satu atau dua hari di Unit Perawatan Intensif.

Apa lever akan tumbuh kembali setelah dipotong?

Itu tak membahayakan nyawanya, 'kan?

Masa kritis sudah lewat.

Lever yang dipotong akan berkembang bertahap dalam beberapa bulan.

Segala yang bisa kulakukan sudah dilakukan.

Kini, kita harus memantau seberapa cepat dia bisa pulih.

Kalian bisa melihat Ji-hyeon di Unit Perawatan Intensif.

Terima kasih, Dokter.

Terima kasih.

PUSAT MEDIS YULJE

Ji-hyeon akan dibuat tidur total selama satu atau dua hari

dengan bantuan pernapasan dari ventilator.

Dia bisa dibangunkan sekarang,

tetapi pasti kesakitan

dan akan banyak bergerak. Itu lebih buruk baginya.

Jadi, dia bukan belum bangun selepas operasi,

melainkan sengaja dibuat tidur?

Benar, Bu. Tadi Dokter sudah menjelaskan kepada kami.

Dia lebih baik tidur seharian

agar tenang ketimbang banyak bergerak

karena sakit perut dan menderita karena sulit bernapas.

Ibu!

Astaga, kenapa kau kemari?

Dia bibi Ji-hyeon, Dokter.

Begitu? Halo.

Dia pamannya.

Selamat malam.

Dokter, kudengar Ji-hyeon belum sadar?

Bukankah bahaya jika belum bangun selepas operasi?

Soal itu, Ji-hyeon bisa dibangunkan sekarang,

tetapi dia akan lebih sakit...

Dokter. Biar aku yang jelaskan.

Baik. Aku permisi.

Terima kasih.

Dokter.

Ji-hyeon akan baik-baik saja semalaman ini, 'kan?

Mohon titip Ji-hyeon.

Ya. Ada perawat.

Aku pun akan selalu di rumah sakit. Jangan khawatir.

Terima kasih, Dokter.

30 NOVEMBER 2019

WAKTU OPERASI

KASUS, PRIA, 72 TAHUN, KANKER HATI LANJUTAN

Belum pulang?

Sebentar lagi.

Kau mau bergadang?

Ya. Tadi siang ada pasien yang dioperasi karena laserasi lever,

dan kurasa nanti malam ventilator

harus diatur karena kadar sedasi rendah.

Dia akan baik-baik saja, Jeong-won.

Tentu.

- Song-hwa. - Ya?

Aku membebanimu sementara kau sakit.

Aku egois.

Soal Malaikat Penolong.

Jangan khawatir

dan berobatlah di Sokcho.

Biar kuurus masalah itu.

Tidak mau!

Jangan begitu. Aku ingin melakukannya.

Aku bisa melakukannya di sana.

Belakangan ini, aku berdebar

memikirkan tugas itu.

Akan kulakukan. Mengerti?

Jangan coba-coba rebut!

Baiklah.

Hati-hati menyetir. Jika mungkin, naik taksi.

Aku pergi.

KONDISI PENERIMA

Kau belum pulang?

Ya. U-ju ke Changwon. Ini hari liburku.

Aku ingin bersantai.

Pekan ini tak berlatih band, 'kan?

Ya. Jeong-won harus di rumah sakit selama akhir pekan.

Konferensimu pekan depan, 'kan?

Ya.

Berarti kita takkan berlatih sementara.

Baiklah. Selamat bekerja.

Kurasa Dokter Chu Min-ha

menyukaimu.

Kau tidak merasakannya?

Dasar tidak peka.

Dokter Chu menyatakan cinta kepadamu?

Bagus.

Aku sudah bicara baik-baik bahwa aku tidak tertarik.

Dia sudah cukup lama mengatakannya.

Min-ha bilang tidak apa,

dia hanya ingin aku tahu perasaannya.

Mana bisa kuabaikan?

Kami bekerja bersama setiap hari.

Aku tak ingin kami canggung dan tak nyaman.

Jadi, kami bertemu di luar dan bicara.

Kataku, "Cari pria baik lain. Jangan aku.

Kini aku terlalu sibuk untuk menjalin hubungan

dengan seseorang."

Aku juga bilang, "Aku duda

dan hidupku sedang rumit.

Jangan terlibat denganku. Lekas cari pria baik."

Kini kami bekerja biasa seperti sediakala.

Sungguh.

Kami ini...

generasi modern.

- Itu biasa. - Ini tafsiran lainnya.

Jika bukan duda dan hidupmu tak pelik,

kau akan mengencani Dokter Chu.

Tidak.

Sekarang aku sungguh tidak ingin menjalin hubungan dengan siapa pun.

Begitu pula ke depannya.

Tentu saja, aku pun tak tertarik kepada Dokter Chu Min-ha.

Aku suka sendirian.

Hidupku sempurna kini.

Aku punya U-ju,

Jeong-won punya kakak-kakaknya, bahkan Tuhan.

Jun-wan punya pacar.

Meski sering bertengkar, Song-hwa punya kakak-kakaknya.

Kau punya siapa?

Meski kau punya kami,

adakalanya kita merasa lebih terhibur

hanya dengan keberadaan keluarga atau kekasih.

Jangan terlalu menolak kesempatan-kesempatan itu sendiri.

Aku tak ingin dia terluka.

Aku takut...

dia terluka karena aku dan keadaanku.

Semenjak melihat Sin-hye sengsara,

aku berjanji takkan lagi menjalin hubungan.

Berhenti memandangku. Kenapa?

Aku menyedihkan?

Tidak. Aku jadi ingin minum-minum.

Menyebalkan!

Mau minum-minum? Kebetulan besok akhir pekan.

Apa? Tunggu. Takkan ada panggilan darurat untukku, 'kan?

Tidak ada. Ini sudah pukul 02.00 lebih!

- Pukul 02.00 lebih! - Sakit!

Hei, ada dokter piket malam juga!

Maju, jalan.

Kau masih belum tidur?

Sudah pukul 02.00 lebih.

Lekas tidur.

Aku tidak bekerja hari ini.

Sudah puas tidur tadi siang.

Kau baru selesai operasi?

Ya. Aku sedang berjalan ke luar rumah sakit.

Aku lapar, mengantuk,

dan rindu padamu.

Jangan menyetir.

Kau bahkan sulit buka mata karena lelah.

Aku memang berencana naik taksi.

Aku hendak memesan...

Ik-sun.

Aku berhalusinasi.

Apa maksudmu?

Aku melihatmu.

Apa? Ada apa denganmu?

Sungguh.

Seorang wanita berdiri sambil pegang ponsel di depanku.

Dia sangat mirip denganmu.

Dia juga sedang menelepon?

Ya. Dia menyeberang jalan.

Sebentar.

Sebentar.

Dia mendekatiku.

Selamat malam, aku Halusinasi.

PUSAT MEDIS YULJE

Kau tidak sakit? Baik-baik saja?

Bertahanlah sedikit lagi, Ji-hyeon.

Nanti kita pergi ke taman hiburan

setelah sembuh, ya?

Ventilator sudah dicabut

dan tak ada komplikasi paru-paru.

Kita bisa memantaunya tanpa mengintubasinya.

Hasil tes darah pun cukup baik.

Kita hanya perlu bersabar.

Ji-hyeon, mulai hari ini coba minum sedikit demi sedikit, ya?

- Baik. - Pintar.

Perawat akan membantu dia minum sedikit demi sedikit.

Tidak perlu cemas.

Kita pantau kemajuannya di Unit Perawatan Intensif sampai hari ini.

Terima kasih, Dokter.

Terima kasih.

Ji-hyeon, ada yang terasa sakit?

Tidak ada.

Anak pintar.

Ji-hyeon, apa yang paling ingin kau makan begitu pulang?

- Cokelat. - Kau ingin makan cokelat?

Nanti aku belikan banyak cokelat saat kau pulang.

Janji.

Tiga tahun lalu sudah terangkat bersih,

tetapi sayangnya tumor itu kambuh kembali.

Namun, dia tidak merasa sakit seperti sebelumnya, Dokter.

Hasil tes lanjutan selama ini pun baik, 'kan?

Astrositoma adalah jenis tumor yang bisa kambuh.

Kami pun merasa prihatin.

Sebagai tambahan,

kurasa butuh operasi, radioterapi, dan kemoterapi.

Bila setuju dengan tindakan operasi,

akan kucari tanggal rawat inap hari ini.

Kau boleh menimbangnya lebih dahulu.

Biar kupertimbangkan.

Tidak perlu dipertimbangkan.

Kapan bisa operasi, Dokter?

Kumohon

biar kupertimbangkan dahulu.

Dokter, aku boleh buat janji ulang, 'kan?

Boleh.

Baik, permisi.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Waktu radioterapi pun dia tampak lelah.

Putra-putrinya selalu ikut datang

dan menggenggam tangannya.

Padahal dahulu dia senang

saat diberi tahu boleh datang setahun sekali.

Dia tahu ini lebih melelahkan karena berpengalaman.

Dia pasti berat hati membayangkan

harus mengulang proses yang sama.

Namun, aku yakin dia mampu melaluinya.

Permisi...

Dari yang kutahu,

diagnosis pasien adalah astrositoma.

Apa patologi tepatnya

saat operasi tiga tahun lalu?

Tepatnya WHO tingkat dua,

astrositoma difus.

Terkenal mudah kambuh dan naik ke tingkat lebih tinggi.

Terima kasih.

"Estoy loco por el."

DASAR BAHASA SPANYOL, BAHASA ISYARAT SEDERHANA, MENERBANGKAN DRONE

"Estoy loco por el."

Kapan kau pergi?

Aku? Tiga hari lagi.

Buku-buku apa itu?

Bacaan di pesawat selama 14 jam perjalanan.

Kau tidak ke bandara besok? Besok Ik-sun pergi.

Sudah kuberi tahu kau bahwa dia pergi?

Penerbangannya sore. Aku ada operasi pagi.

Aku akan ke sana bila sempat.

Dia sudah diantar orang tuaku. Kakaknya tidak penting.

- Hei. - Kenapa?

Mau minum malam ini?

Aku ingin bicara denganmu.

Aku sibuk hari ini.

Sebentar lagi operasi. Mungkin agak lama.

Larut malam setelah operasi juga tidak apa.

Kenapa?

Pasien pria 35 tahun.

Dua kali pasang ring karena koarktasi aorta.

Terakhir tiga bulan lalu.

Dia ke RS Jeongmyeong karena demam tinggi.

Menurut hasil tes, kurasa infeksi ring jantung.

Apa dia bisa ditransfer ke sini untuk operasi?

Tanda vital bagaimana?

Tekanan darah sekitar 90/60, detak jantung 120,

dan sedang pakai intubasi.

Transfer pasien kemari.

Kurasa ada hemotoraks

dan kerusakan aorta.

Itu buruk. Aku harus segera mengoperasinya.

Siapkan ruangan sirkulasi dan Ruang Operasi.

- Baik. - Walinya?

Dalam perjalanan.

Siapa pasiennya?

Sudah pasang ring dua kali, tetapi infeksi.

Ring yang terinfeksi

harus diangkat dan diganti.

Entah bisa atau tidak.

- Selamat bekerja! - Selamat bekerja!

Tidak ada yang mengalir dari hidung, 'kan?

- Ya. - Syukurlah.

Tekanan darah juga baik, 'kan?

Ya. Kuantitas urine pun normal.

Kurasa kau bisa pulang besok.

Paling lambat lusa.

Terima kasih.

Ke depannya, aku akan rawat jalan ke Sokcho.

Kudengar kau pindah ke Sokcho?

Bagaimana kau tahu?

Padahal itu rahasia.

Semua pasien tahu. Rumor sudah menyebar.

Permisi, Dokter.

Besok aku operasi.

Kudengar sore ini ada tes lagi,

tetapi belum dijelaskan.

Begitu? Dokternya siapa?

Dia pasien Dokter Min, penanggung jawab Dokter Heo.

Akan kusampaikan ke penanggung jawabnya.

Kudengar kau lelah dari pagi karena menjalani angiografi serebral.

Kau akan menjalani MRI Navigasi sekali lagi pukul 20.00,

Itu proses MRI untuk melihat posisi

dan ukuran tumor lebih tepat.

Nanti penanggung jawab akan kemari,

menerangkan lebih jelas sambil minta surat persetujuan.

Baik. Terima kasih.

Selain itu, Dokter Heo Seon-bin sedang ikut operasi Dokter Min Gi-jun.

Dia pasti akan jelaskan usai operasi.

Baiklah. Aku tidak salah paham.

- Permisi. - Baik.

Sedot! Sama sekali tak terlihat.

Tekanan darah 50.

Banyak darah. Tolong atur transfusi.

WAKTU OPERASI

PUSAT MEDIS YULJE

PUASA

- Selamat malam. - Selamat malam, Dokter.

Ada apa kemari? Kau sibuk.

- Selamat malam. - Berbaringlah.

Besok kau menjalani embolisasi, ya?

Halo, Dong-ju. Pukul berapa tindakannya?

- Pukul 14.00. - Berarti waktu puasamu lebih lama.

Bilang kalau tidak sanggup. Biar kucari tahu apa bisa dipercepat.

Tidak perlu, Dokter.

Lagi pula, akhir-akhir ini, aku tidak selera makan. Tidak apa.

Besok pagi aku ada satu operasi. Operasi takkan lama.

Jika sempat, setelah operasi, aku akan berkunjung.

Embolisasi adalah

pengobatan pengganti operasi untuk lever

yang tak berfungsi baik, tetapi sulit dioperasi.

Penyakitmu sulit sembuh dengan embolisasi,

tetapi itu bisa dilakukan

sembari menunggu donor lever.

Jangan khawatir. Istirahatlah malam ini.

Terima kasih.

Ini. Kurasa kita yang menghabiskan seluruh kola di Korea.

Mengagumkan.

Biarkan saja. Akan kurapikan. Lehermu sakit.

Barangku tidak banyak. Aku hanya bawa beberapa yang diperlukan.

Cepat kemari.

Luar biasa. Kita baru makan malam sekarang.

Astaga.

Jun-wan bergadang hari ini?

Kurasa begitu. Mungkin selesai dini hari.

WAKTU OPERASI

Infeksinya parah. Aku tidak yakin ini berhasil.

Forsep.

Jeong-won mana?

Unit Perawatan Intensif Pediatri. Itu rumahnya.

Kau sudah sisakan satu risotto, 'kan?

- Ya. - Baiklah.

Sudah.

Kadar hemoglobin tidak menurun

dan tidak ada pendarahan. Kondisinya baik.

Besok dia bisa pindah ke kamar biasa.

- Syukurlah. - Astaga.

- Baguslah. - Saat di kamar biasa nanti,

Ji-hyeon akan dipindai CT di hari ketujuh setelah operasi,

lalu dipantau satu atau dua hari lagi.

Setelah itu dia bisa pulang jika kondisi baik.

- Terima kasih. - Terima kasih, Dokter.

- Terima kasih. - Syukurlah.

Aku pamit.

Omong-omong, Dokter.

Kapan kau tidur?

Aku sudah empat hari ada di sini.

Kulihat kau selalu ada di sini setiap pagi dan malam.

Terima kasih, Dokter.

Berkat dirimu,

Ji-hyeon bisa selamat.

Tidak. Aku lebih berterima kasih karena Ji-hyeon pulih.

Permisi.

Dia dokter yang baik.

- Bagus sekali. - Ya.

Pasienmu membaik, ya?

Ya.

Omong-omong, bagaimana kalian bisa tahu soal itu?

Soal apa?

Bagaimana kalian bisa tahu pasienku membaik atau memburuk?

Itu jelas sekali.

Bagaimana caranya?

Menebak. Kami hanya menebak.

Kalian memang menakjubkan.

Kapan kalian pesan risotto ini?

Tadi? Semalam ini?

Masih hangat.

Kami sisakan satu karena pasti kau belum makan malam.

Kuhangatkan di toserba.

Kapan kau ke Sokcho? Pindah rumah juga?

Kamis. Tidak sampai pindah.

Aku hanya akan bawa buku dan beberapa barang penting.

Apartemen depan laut, 'kan?

Aku boleh sering main, 'kan? Astaga, itu rumah idamanku.

Benar. Kau pasti suka.

Ik-jun juga pergi Kamis, 'kan?

Dia pergi hadiri konferensi, 'kan?

Ya.

Omong-omong,

Jeong-won.

Ya, kenapa?

Lupakan.

WAKTU OPERASI

Sudah kutekan sejam pun masih berdarah.

Operasi sudah tak memadai.

Ini mustahil. Kita beri kasa steril saja dahulu.

Minta kasa steril.

Bagian terinfeksi sudah diangkat

dan diganti pembuluh darah sintesis,

tetapi pendarahannya banyak. Kami hambat dengan kasa steril.

Kami hendak menanganinya secara maksimal di Ruang Operasi,

tetapi darah banyak hilang karena sulit membeku.

Kini dia diberi antihemoragik di Unit Perawatan Intensif,

tetapi darah mungkin sulit dihentikan.

Untuk sementara, harus dipantau dahulu.

Sesuaikan kadar eritrosit dan FFP.

Segera hubungi aku jika masih pendarahan.

Baik.

PUSAT MEDIS YULJE

Terima kasih.

Bu Choi Ji-eun!

- Bu Choi Ji-eun! - Ya.

- Silakan masuk. - Baik.

Aku menunggu lama sekali.

Apa-apaan ini? Aku menunggu sejam lebih.

Maaf. Hari ini pun banyak pasien.

Aku harus menunggu lama setiap kali datang.

Sampai jumpa pekan depan.

Selamat siang.

- Kau terakhir kemari sebulan lalu. - Ya, apa kabar?

Dokter, pasien hari ini banyak sekali.

Aku menunggu lama sekali. Aku selalu menunggu setiap kemari.

Maaf. Jadwal praktikku hanya tiga kali sepekan.

Aku sudah lihat hasil tes diabetes kehamilan waktu itu.

Pasien Dokter Yang memang biasa sebanyak ini.

Ini lebih sedikit daripada pekan lalu.

Dokter Chu Min-ha.

Bisa tolong carikan hasil USG pasien pekan lalu?

Baik.

Kenapa? Ada masalah?

Penerimanya gagal jantung saat akan hepatektomi donor mati otak.

Tim Bedah Torakoplastik sibuk pasang paru-paru buatan.

Dokter Kwon Sun-jeong minta aku menghubungi KONOS

untuk lapor tak bisa transplantasi.

Maka harus cepat cari penerima baru.

Organnya sudah tiba di sini?

Ya.

Halo, aku Ham Deok-ju, Koordinator Transplantasi Yulje.

Operasi tidak memungkinkan

karena penerima mendadak gagal jantung.

Kurasa KONOS harus memilih penerima baru.

Benar.

Baik. Tolong segera hubungi aku.

KONOS akan coba hubungi penunggu pertama dan mengabariku.

Aku tidak yakin bisa karena waktu tertunda terlalu lama.

Sudah berapa lama lever donor diangkat?

Lebih dari delapan jam.

Jae-hak, wali pasien ada di luar, 'kan?

Ya.

Kurasa harus kita beri tahu.

Kami menanti darah membeku di Unit Perawatan Intensif

dengan bantuan obat antihemoragik.

Namun, setelah lima jam,

pendarahan belum berhenti.

Meski dibawa kembali ke Ruang Operasi,

saat ini tak ada yang bisa dilakukan selain ganti kasa dalam dada.

Kurasa tak ada jalan lain.

Maafkan aku.

Dokter.

Apa kami boleh melihat putra kami?

Tolong...

izinkan kami...

melihat putra kami untuk terakhir kalinya.

Pasien wanita 48 tahun, pendarahan subaraknoid.

Dia koma, semua pupil terbuka,

tak bisa napas spontan, motorik nihil.

Tidak ada gunanya operasi karena pasien koma.

Beri dopamin jika tekanan darah turun.

Baik.

Baiklah.

Pasien tunggu pertama KONOS tinggal jauh dari Seoul,

jadi, mustahil melihat jangka waktunya.

Dan dokter pasien berikutnya dalam antrean sudah menyerah.

Waktu iskemia diperpanjang,

akan terlalu lama untuk cari penerima baru.

KONOS minta kita cari penerima di sini, lalu kabari mereka.

Maka akan disetujui.

Halo, aku Koordinator Transplantasi Pusat Medis Yulje.

Dengan Bu Um Ji-seon?

YANG SEOK-HYEONG

Bu Jang Seul-gi!

- Bu Jang Seul-gi ada? - Ada di sini.

Kau pasien selanjutnya. Silakan menunggu di depan sini.

Kenapa pasien sebelum aku lama sekali?

- Banyak pasien menunggu. - Maaf.

Janji temu dokter mungkin lama karena banyak yang harus dijelaskan.

Mohon tunggu sebentar.

Aku sudah lama lakukan USG. Kenapa belum masuk juga?

Bu Han Seung-hui, ya?

Masih lima orang lagi. Mohon tunggu sebentar.

Berapa lama harus menunggu lagi?

Lantas, apa gunanya reservasi?

Maaf.

Sistem rawat jalan kami hanya bisa reservasi dua orang per sepuluh menit.

Sistem kami hanya bisa menerima reservasi seperti itu.

Selain itu, seperti kau tahu, pasien Dokter Yang banyak.

Maaf kami membuatmu menunggu setiap saat.

Mohon pengertiannya.

Baiklah.

Tidak demam, 'kan?

Segera kabari aku setelah hasil rontgen keluar.

Apa golongan darah donor?

Golongan darah A.

Urutan pasien kedua di sini, Kim Yeong-jae, tinggal di Geochang.

Lever sulit bertahan walau kita bersiap saat dia dalam perjalanan.

Lantas, Moon Jeong-hwa?

Dia ingin menunggu dahulu.

Dia belum mau segera operasi karena kondisinya membaik.

Golongan darah Yu Dong-jin tidak cocok.

Jadi...

Golongan darah A!

Ada pasien golongan darah A di sini.

Lee Chang-hak?

Benar! Golongan darahnya A.

Jung-min.

Dahulu kau sekecil ini.

Kapan kau tumbuh sebesar ini, Nak?

Jung-min.

Ini milikmu.

Ibu dan ayah

menyimpannya sampai saat ini

karena kami sangat menyayangimu.

Kini kau yang simpan.

Putraku.

Ibu...

masih belum siap.

Maka,

jangan pergi tinggalkan ibu dan ayah.

Jung-min.

Jung-min.

Ibu dan ayah

sangat menyayangimu.

Berjanjilah, jangan tinggalkan kami.

Bagaimana kabarmu?

- Kita bertemu dua pekan lalu. - Ya, Dokter.

Gerakan bayimu baik?

Rasanya tidak bergerak sejak dua hari lalu.

Apa tidak terasa karena bergerak saat aku tidur?

Tidak apa, 'kan?

Kubaca di internet, hal itu bisa terjadi di bulan akhir.

Mari kita lihat pergerakan bayi.

Dokter Kim.

Bagaimana kalau kita coba lagi dengan cara dari depan?

Kita bisa pakai arteri sintesis untuk memirau aorta asendens dan desenden.

lalu kita ligasi dari atas ke bawah.

Bisa terisolasi?

Tanda vital?

Tekanan darah stabil usai diberi 0,05 mg epinefrina dan 0,1 mg norepinefrin.

Urine keluar?

Lancar dengan 5 mg Lasix.

Keluar 100 ml lebih per jam.

Kita coba. Minta buka Ruang Operasi lagi.

Baik.

Bu...

Aku sudah periksa berulang kali.

Sepertinya jantung bayi tidak berdegup.

Maksudmu...

bayiku meninggal, Dokter?

Benar.

Kurasa jantungnya terhenti di dalam rahim.

Belum tahu apa penyebabnya.

Baru bisa kami pastikan setelah bayi dikeluarkan.

Dokter.

Tidak...

Dokter! Tidak.

Dokter...

Bayiku...

Anestesi dimulai.

Bernapaslah dengan santai.

Jangan tegang.

Bagus.

RUANG OPERASI

Waktu iskemia sudah berapa lama?

Sekitar sepuluh jam. Hasil biopsi dan kondisi lever baik.

Kita lakukan dengan cepat. Minta pisau bedah.

MOHON MAAF ATAS KETERLAMBATANNYA

Maaf, Dokter.

Ini.

Tidak perlu. Jangan pedulikan kami.

Tenangkan dirimu perlahan. Tidak perlu buru-buru keluar.

Kami tidak apa.

Maaf, Dokter.

- Perlu kuberi tahu pasien di luar - Dokter...

bahwa komputer kita rusak?

Tidak perlu. Tidak apa.

Dia lama sekali.

Permisi.

Diam saja.

NAMA: BAEK SEON-JEONG UMUR: 48 TAHUN

Aku turut prihatin.

Terjadi pendarahan otak dan pembengkakan parah.

Kondisinya buruk sampai bahan kontras tidak naik.

Saat ini pasien tak bisa bernapas spontan, bergerak, bahkan tak sadarkan diri.

Menurut dugaanku, pasien mati otak.

Kemungkinan besar dia akan wafat dalam satu atau dua pekan.

Mustahil...

Ibu...

Ibu!

- Istriku! - Ibu!

- Ibu! - Istriku!

Chi-hong.

Aku kaget melihat nama pasien tadi.

Kenapa?

Namanya sama dengan pasien yang wafat

saat residen tahun keempat.

Dokter ingat semua nama pasien?

Itu...

Aku terus berada di sisinya sejak masuk IGD,

operasi, hingga wafat

di Unit Perawatan Intensif.

Aku kira dia akan selamat.

Jadi, aku selalu berada di sisinya selama sepekan lebih

sambil dimaki atasan.

Namun, akhirnya dia wafat.

Dia pun menderita pendarahan subaraknoid.

Aku amat merasa bersalah kala itu.

Aku merasa dia wafat karena aku.

Aku berpikir dia mungkin selamat

bila aku lebih pintar.

Dia begitu anggun.

Wajah dan namanya masih jelas...

di benakku.

Namanya juga Baek Seon-jeong.

Ternyata kau, Dokter Chae.

Tak kusangka itu kau.

Dokter Chae.

Yun-bok.

Ada masalah?

Kenapa?

Kau kenapa?

Aku rindu ibuku.

Dokter Chae.

Aku sangat rindu ibuku.

Astaga.

Kau sudah tumbuh dewasa.

Ibumu...

pasti bangga melihatmu dari surga.

Kenapa menangis? Ibumu bisa sedih.

Berhenti menangis.

Baik.

Astaga.

Tidak apa.

Pak Kim Hyeon-su?

Dokter Ahn!

Aku sedang menunggumu.

- Aku? - Ya.

Aku menanyakan nomormu ke rumah sakit, tetapi tidak bisa.

Lantas aku nekat menunggu di depan sini.

Tahun ini aku amat beruntung.

Sepertinya begitu.

Omong-omong, wajahmu tampak begitu cerah.

Tak seperti orang yang menjalani operasi otak tiga bulan lalu.

Terima kasih.

Dokter...

Ini untukmu.

Aku tahu para dokter dilarang menerima hadiah.

Meski begitu,

aku mohon terima ini.

Astaga.

Ini...

Ini tidak mahal. Tak sampai 20.000 won.

Astaga.

Pekan depan,

aku kembali ke kepolisian.

Astaga. Selamat!

Hanya pekerjaan kantoran dan masih bekerja seperempat hari.

Walau begitu,

kukira aku tak bisa kembali ke kepolisian.

Aku bisa kembali bekerja berkatmu.

Tolong simpan pulpen ini di antara pulpen-pulpen

yang ada di saku dadamu.

Bila kau mengalami kesulitan,

lihat pulpen ini dan bersemangatlah.

Ingat ada pasien yang selamat berkatmu.

Bersemangatlah dan jangan putus asa.

Kau pasti sibuk. Aku permisi.

Sampai jumpa saat janji temu.

Baik. Sampai jumpa saat rawat jalan.

RUANG OPERASI

Bagaimana operasinya, Dokter? Semua lancar?

Ya, operasinya lancar.

Pendarahan pun tak banyak.

Meski baru dapat dipastikan setelah bangun dan tes darah,

tetapi tak ada masalah saat operasi.

Tidak perlu khawatir.

Satu hambatan besar sudah teratasi.

Terima kasih banyak, Dokter.

Ini sungguh keajaiban.

Seumur hidup aku akan berterima kasih kepada donor yang meninggal.

Terima kasih banyak.

Operasi ayahmu lancar.

Ayahku tidak sakit lagi?

Sekarang sakit sedikit.

Namun, dia akan membaik sedikit demi sedikit.

Tidak perlu khawatir.

Terima kasih.

Aku jauh lebih

berterima kasih.

Dokter.

Setelah menjalani tes...

dan setelah hasilnya keluar,

kumohon beri tahu mereka bahwa aku tidak cocok.

Maafkan aku.

Aku sungguh minta maaf.

Dong-ju.

PELUK IBUMU ERAT-ERAT!

Ibu baik-baik saja.

Jangan menangis.

Kenapa?

Ada yang ingin kau katakan, 'kan?

Ada yang mengusik hatimu?

Tidak.

Aku juga setuju.

Aku juga setuju dengan pemikiranmu saat ini.

Kau bisa baca pikiran, ya?

Aku dijuluki "Setan". Kau tahu?

Menurutku, ada tiga tipe orang di dunia ini.

Orang yang paling bahagia saat dia makan enak.

Contoh paling mewakili, Lee Ik-jun dan Kim Jun-wan.

Mi itu punyaku!

Aku belum makan hari ini. Buatlah yang baru!

- Astaga! - Kau saja yang buat baru. Aku lelah.

Kau pikir aku segar seperti ikan hidup?

- Omong kosong macam apa itu? Kau gila! - Ayolah.

- Berikan. - Tidak.

Buat yang baru!

Tidak mau! Aku ingin makan yang ini!

Lalu ada orang yang senang makan sendiri.

Mungkin sekarang pun Seok-hyeong sedang makan mi sendirian sambil menonton

New Journey to the West.

Siapa?

Rumor kau makan mi terdengar sampai ke residen

yang piket malam di Kantor Medis.

Jadi, aku kemari untuk menemanimu makan.

Aku boleh makan bersamamu?

Itu... Baiklah.

Baiklah.

Ini dia.

Berikan padaku. Hati-hati.

Bagus.

Lalu kue ikan.

Bagus.

- Boleh kumakan? - Tentu. Selamat makan.

Yang terakhir kau.

Orang yang lebih bahagia melihat orang lain makan

dengan bahagia.

Aku tidak begitu.

Kau seperti itu.

3 DESEMBER 2019 PUKUL 22.22

Sudah pukul 22.00 lebih.

Ik-sun pasti masih di pesawat. Aku tidak sempat meneleponnya.

Hei! Ada apa?

Kenapa dia?

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi. Silakan...

Aku sungguh tak apa. Jangan memaksakan diri jika sibuk.

Aku baru berangkat dari rumah. Aku hubungi sesampainya di bandara.

Aku sudah di bandara. Tak ramai. Proses lapor masuk pasti cepat selesai.

Ibu dan Ayah menangis. Aku juga menangis.

Lapor masuk selesai. Aku masuk sekarang.

Aku ingin dengar suaramu.

Kau sedang operasi darurat, ya?

Waktu berangkat masih sangat lama.

Tak perlu buru-buru telepon aku setelah operasi.

Lima menit terakhir.

Padahal aku ingin dengar suaramu. Sayang sekali.

Aku sudah di dalam pesawat. Ponsel harus kumatikan.

Kau baik-baik saja, 'kan?

Tidak apa kalau sedang operasi.

Aku hanya khawatir kau tak baca pesanku karena ada masalah.

Dah! Ini yang terakhir.

Aku telepon saat sampai.

Aku mencintaimu, Jun-wan.

Tidak ada siapa-siapa.

Siapa pun jangan masuk.

Dokter Kim.

Drainase pasien di bawah 100 per jam,

dan kurasa tak berdarah lagi.

Tanda vital pun stabil.

Tadinya aku hendak menyampaikan langsung berita baik ini.

Permisi.

Jae-hak.

Ayo kita cari udara segar. Kepalaku sakit sekali.

Aku ikut CSAT empat kali, ujian profesi enam kali.

Total sepuluh tahun.

Aku paling percaya diri urusan belajar.

Aku tidak bakat tes atau praktik karena pengecut,

tetapi ahli jika harus duduk dan belajar, serta mengingat seharian.

Karena itu, aku yakin bisa sukses jika menjadi dokter

yang harus banyak belajar.

Kupikir aku takkan kalah

dari orang lain jika menjadi dokter.

Jadi, aku giat belajar dan berhasil menjadi dokter.

Namun, ternyata pekerjaan ini bukan hanya mengharuskan belajar,

juga harus bisa memutuskan.

Setiap hari dan setiap saat adalah keputusan.

Operasi pun keputusan dan pilihan.

Saat pasien memburuk, harus pasang paru-paru buatan

atau bawa dia ke Ruang Operasi?

Aku sulit membuat keputusan setiap saat.

Kekurangan terbesarku

adalah kemampuan untuk memutuskan, Dokter.

Aku punya banyak pengetahuan,

tetapi tak tahu kapan dan bagaimana menerapkannya.

Bagaimana ini, Dokter?

Nyawa pasien bergantung pada keputusanku.

Bagaimana jika keputusanku salah?

Ke depannya, aku harus sering mengambil keputusan.

Aku tidak percaya diri.

Apa yang harus kulakukan

di saat itu?

Tanya saja.

Saat kau kewalahan karena harus mengambil banyak keputusan,

tanya kepadaku beberapa yang tersulit.

Sebisa mungkin akan kujawab jika tidak sibuk.

Omong-omong, Jae-hak.

Aku ingin memberi ini kepada pacarku,

tetapi dia tak suka hal macam ini.

Sebentar lagi Natal.

Aku ingin mengirimnya sebagai hadiah Natal.

Apa boleh kukirim ini?

Apa aku terlalu memaksanya?

Tanya saja.

Tanya kepada pacarmu.

Kalian saling mencintai, 'kan?

Bertepuk sebelah tangan?

Kalau begitu, tanya.

Dia pasti menjawab.

Jika diperhatikan,

kau payah urusan pacaran.

Astaga, kau membuatku geregetan.

Pakai ini.

Tangan.

Bagus. Satu lagi.

Coba lihat.

U-ju, turuti kata Bibi Wang.

Tahan sepuluh hari saja, meski kau rindu ayah.

Sepuluh hari itu berapa hari?

Sepuluh hari itu lebih banyak daripada sembilan hari,

lebih sedikit daripada 11 hari.

U-ju, Ayah akan pulang setelah kesepuluh jarimu

sudah terlipat semua.

Kau memang hebat, Bi!

Kau takkan bekerja saja di sana, 'kan?

Kau harus cukup tidur,

juga berbelanja di sana.

Tentu. Aku istirahat sekitar dua atau tiga hari.

Ya, kemari.

Aduh, berat.

U-ju, buat akrostik dari kata "Ayah".

Kemarin belajar di TK, 'kan? Kita mulai. "A".

Ayah.

- "Yah". - Dadah!

Kurasa U-ju harus didaftarkan anggota Mensa!

Dia sepandai Shakespeare.

Aku pikir juga begitu kemarin.

- U-ju, kita coba kata "Bibi", ya? - Baik.

- "Bi". - Bibi.

- "Bi". - Dadah!

Jemputan TK pasti sudah datang.

Salam kepada Ayah.

Selamat jalan, Ayah.

Terima kasih.

Kenapa?

Ayah, bawakan banyak cokelat dan kudapan saat pulang.

Baik, Tuan. Aku paham.

Tadi geli sekali. Baiklah.

Dah, Ayah!

Astaga, masih geli.

Pakai setiap hari, ya?

Kau juga. Alamat sudah ditulis dengan tepat, 'kan?

Jangan sampai salah kirim.

Alamat di sini rumit. Kurir sering salah kirim.

Sudah kuperiksa tiga kali. Mustahil salah.

Lekas tidur. Di sana masih dini hari.

Baiklah.

Dah, Jun-wan. Aku mencintaimu.

Aku juga.

Selamat siang.

Hai, Yun-bok.

Ada apa kemari?

Ada satu hal yang belum kuserahterimakan kepada Dokter Ahn Chi-hong.

Hari ini Chi-hong pindah rumah.

Benar.

Sudah kubelikan dia hadiah pindahan, tetapi malah lupa.

Nanti malam kau senggang?

- Aku? - Ya.

Aku tahu kau tidak piket.

Aku tak ada janji khusus.

Mau makan malam bersama?

Halo?

Hong-do!

Apa? Kau sakit?

Sakit setengah mati?

Ya, baiklah.

Hubungi aku saat usai bekerja.

Kita bertemu di lobi.

Baiklah.

Hei!

Sebenarnya ada apa kau kemari?

Kau belum pergi?

Pemandangan di sini bagus.

Aku juga ingin konsultasi satu hal.

Masih tersisa lima jam.

Dengar baik-baik.

Aku punya teman.

Dia teman lamaku.

Aku kini menyukainya.

Rasanya akan canggung bila aku menyatakan cinta.

Namun, jika kali ini

gagal lagi menyatakan cinta,

aku takut menyesal selamanya.

Aku harus bagaimana?

Tidak perlu buru-buru. Kau bisa jawab saat aku pulang.

Aku pergi.

KEPALA RESIDEN

Hadiah pindah rumah dan naik pangkat.

Dokter Ahn Chi-hong, saat ini pun kau sudah bekerja cukup baik.

Aku selalu mendukungmu.

Satu, kurangi rasa gugup berlebih saat operasi.

Kini jantungmu harus sekuat baja.

Dua, fokus kendalikan pendarahan saat operasi tumor otak.

Kesuksesan operasi bergantung padanya.

Tiga, manfaatkan gambar dan video berpengaruh kuat

untuk bahan presentasi konferensi.

Wajib berlatih!

Salam, Chae Song-hwa.

Kau...

suka padaku?

Ya, aku suka padamu.

Aku ingin menyatakan perasaan,

tetapi tak temukan waktu yang tepat.

- Maaf. - Hei.

Jangan.

Hei, jangan lakukan itu. Ada apa denganmu?

Itu bukan sesuatu yang bisa kukendalikan.

Aku tidak bisa memerintah hatiku untuk suka atau berhenti menyukaimu.

Kalau begitu, aku permisi.

Sampai jumpa.

DOKTER CHAE SONG-HWA

Manis sekali.

Dulu aku juga begitu.

Maaf.

Karena kita kedatangan tamu berharga,

mari dengar alasan mereka masuk kedokteran.

Ada apa dengannya? Biarkan saja mereka pergi.

Benar, 'kan? Kau juga benci hal semacam itu, 'kan?

- Apa? - Maaf.

Aku akan berhenti bicara.

Kedua orang tuaku dokter. Jadi, aku terpaksa...

Heo Seon-bin, kami tak bertanya padamu.

Besok juga bekerja?

Kau pekerja keras.

Sejak kapan kita libur Natal?

Hei, besok Natal. Kau tak menemui Bidulgi?

Bidulgi pergi ke suatu tempat. Aku pun kerja sebentar.

- Kau tak bawa oleh-oleh? - Tidak.

Seok-hyeong, kau bagaimana?

Sudah kau putuskan?

Soal apa?

Memutuskan apa?

Kau juga. Kita bicara nanti.

Katakanlah, Yang Seok-hyeong.

Kenapa? Keluarganya ada masalah lagi?

Ayah Seok-hyeong mewasiatkan agar dia mengambil alih perusahaan.

- Apa? - Apa?

Lantas kau akan berhenti jadi dokter?

Cepat katakan! Katakanlah, Beruang Berengsek!

Kukatakan bila kau melepaskanku.

Untuk apa aku bekerja di sana?

Aku sudah menolak

dan menyerahkannya ke manajer profesional.

Bagus.

- Tentu. - Kau tak perlu melakukannya.

Menurutku, tak ada salahnya mencoba

jadi presdir di pertengahan akhir hidupmu.

Menurutku salah.

Salah apanya? Kapan bisa dipanggil "Presdir"?

Coba dahulu.

Kau bisa kembali bila gagal.

Itu buang-buang waktu.

Waktuku terlalu berharga.

Aku ingin hidup...

sambil melakukan apa yang kusuka

dan kuinginkan sekarang juga.

Itu alasan aku ingin main band.

Kalian...

kumanfaatkan.

Jangan bercanda.

- Omong kosong. - Dasar gila! Kau salah makan?

Tidak masuk akal.

- Beruang ini bukan kepalang! - Kurasa dia pikir itu lucu.

- Bicara apa dia? - Beruang masih lucu.

- Konyol sekali. - Astaga.

Dia tak pantas dipanggil "Beruang".

Lebih mirip patung Agrippa.

- Hei, hentikan. - Kontur wajahnya...

- Hei. - Bawah matanya...

- Gradasi... - Coba lihat.

- Hentikan. - Coba lihat!

Kenapa kau makan itu?

Hari ini aku menyanyi sebait.

Layaknya senja saat matahari terbenam

Aku menjadi sebuah kenangan indah bagimu

Seraya mengingat masa muda kita Yang berharga

Semoga hal itu tetap menjadi Lukisan tanpa penyesalan

Bagiku, kau menjadi sinar matahari

Yang menerangi masa laluku yang sepi

Menjadi janji abadi Layaknya permata yang bersinar

Di atas tangan putih kecilmu

- Layaknya senja saat matahari terbenam - Layaknya senja saat matahari terbenam

- Aku menjadi sebuah kenangan indah bagimu - Aku menjadi sebuah kenangan indah bagimu

- Seraya mengingat - Seraya mengingat

- Masa muda kita yang berharga - Masa muda kita yang berharga

- Semoga hal itu tetap menjadi - Semoga hal itu tetap menjadi

- Lukisan tanpa penyesalan - Lukisan tanpa penyesalan

24 DESEMBER 2019 PUKUL 11.20

UNIT PERAWATAN INTENSIF PEDIATRI

Selamat siang.

Ji-hyeon, ucapkan salam,

"Terima kasih sudah menyelamatkanku, Dokter."

Terima kasih.

Dokter!

Astaga.

Ji-hyeon, perutmu tak sakit lagi? Baik-baik saja?

Ya, tidak sakit sama sekali.

Anak pintar.

Hari ini bukan jadwal rawat jalan, kenapa kemari?

Hari ini malam Natal.

Kau orang yang paling ingin kami temui di Malam Natal.

Astaga.

Selamat Natal juga, Ji-hyeon.

Sudah membaik.

Datanglah ke IGD kapan pun jika terasa demam

atau tidak nyaman.

Sampai jumpa saat rawat jalan dua pekan lagi.

- Kulepas benangnya saat itu. - Baik.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Terima kasih.

- Nak, - Ya?

apa yang paling ingin kau lakukan begitu ke luar rumah sakit?

Ayah beri apa pun yang kau mau.

Kau hampir tiada.

Apa pun akan ayah lakukan.

Kimchi-jjigae.

Aku mau makan kimchi-jjigae buatan Ibu.

Hanya itu?

Ya. Aku mau makan di rumah.

Itu yang paling ingin kulakukan.

Ibu juga.

Besok kau bisa pulang.

Sungguh?

Selamat siang, Dokter.

Rumah sakit sudah tidak bisa berbuat apa-apa untukmu.

Silakan keluar besok.

Terima kasih.

Semua ini berkatmu, Dokter.

Sama-sama.

- Dong-ju. - Dong-ju.

Selamat Natal.

Ada satu hal lagi yang ingin kusampaikan.

Selamat Natal.

- Terima kasih. - Ya.

Pertanyaan.

Apa indikasi transplantasi lever?

Gejala gagal lever kronis, gagal lever akut,

kanker lever, dan lain-lain.

Benar. Kau belajar?

Ya. Kurasa kau akan bertanya hari ini.

Bagus. Dokter harus banyak belajar.

Pasien tidak hidup karena keramahtamahan.

- Baik. - Aku akan terus beri satu pertanyaan.

Jika salah, esoknya kuberi dua.

Ini berita baik.

Kenapa menangis?

Aku merasa bersalah kepada istriku.

Selama ini dia menderita beban mental,

tetapi aku tak bisa berbuat apa-apa.

Dokter, bisa tolong kau ulang lagi?

Masa kekhawatiran persalinan prematur kini sudah berlalu.

Janin pun berkembang baik dengan berat 1,5 kilogram.

Sampai saat ini kondisinya stabil.

Kemungkinan besar aman sampai masa hamil tua.

Kini kau boleh beraktivitas ringan

seperti ibu hamil lain, jangan hanya berbaring.

Terima kasih.

Kalian sudah bertahan

sampai titik ini.

Bagiku, kau tetap menjadi Lagu sendu tak berwujud

Seperti ini di dalam hati kecilku

Kuingin menjadi bintang tak terhingga

Di bola mata indahmu Dan bersinar selamanya

- Layaknya senja saat matahari terbenam - Layaknya senja saat matahari terbenam

- Aku menjadi sebuah kenangan indah bagimu - Aku menjadi sebuah kenangan indah bagimu

- Seraya mengingat - Seraya mengingat

- Masa muda kita yang berharga - Masa muda kita yang berharga

- Semoga hal itu - Semoga hal itu

- Tetap menjadi lukisan tanpa penyesalan - Tetap menjadi lukisan tanpa penyesalan

- Layaknya senja saat matahari terbenam - Layaknya senja

- Aku menjadi sebuah - Aku menjadi sebuah

- Kenangan indah bagimu - Bagimu

- Seraya mengingat masa muda kita - Seraya mengingat masa muda kita

- Yang berharga dan semoga hal itu - Yang berharga

- Tetap menjadi lukisan tanpa penyesalan - Tetap menjadi lukisan tanpa penyesalan

PUSAT MEDIS YULJE

25 DESEMBER 2019 PUKUL 18.30

Gunting kuku di mana, ya?

- Ada apa? - Ada paket untukmu.

- Paket? Aku tak sedang menunggu paket. - Ya...

Ternyata paket yang dikembalikan.

RETUR PENERIMA TAK DIKENAL

Siapa?

Gyeo-ul.

Masuklah.

Ada masalah apa?

Dokter Ahn.

Aku...

Dokter, aku...

suka padamu.

Maafkan aku.

Kenapa aku menangis?

Maafkan aku.

Maaf.

Aku tahu aku lancang.

Tak bisakah kau tetap bekerja di rumah sakit,

dan jangan menjadi pastor?

Kumohon tetap di sampingku,

alih-alih di samping Tuhan, Dokter.

Mohon maaf.

Maaf, Dokter.

Gyeo-ul.

Sejak kapan

kau suka Jeong-won?

Bukankah itu jelas?

Jangan bilang...

Cinta pandangan...

Sejak kali pertama kami bertemu.

Aku jatuh cinta...

pada pandangan pertama.

Ini roti dan susu untukmu.

Terima kasih.

Dokter Jang Gyeo-ul.

Kau dengar ada dokter spesialis baru hari ini?

Ya. Kudengar dari Pusat Medis Kangwoon?

Dokter spesialis Bedah Anak.

Benar. Dokter spesialis Bedah Anak yang amat langka itu.

Konon dia biasa operasi

dan mengobati pasien sendirian.

Jadi, tak perlu khawatir urusan Bedah Anak.

- Lain kali pilih operasiku... - Perkenalkan, Semuanya!

Dokter spesialis Bedah Anak

yang resmi bekerja hari ini, Ahn Jeong-won.

Senang bertemu kalian.

Dia dokter residen Bedah Umum satu-satunya, Jang Gyeo-ul.

Begitu.

Mohon bantuanmu. Aku Ahn Jeong-won.

Senang bertemu. Aku Jang Gyeo-ul.

Halo, aku Ahn Jeong-won.

Salam kenal. Aku Hwang Bae-jin.

Baik.

- Mohon bantuan. Aku Ahn Jeong-won. - Aku Lee Ji-hun. Salam kenal.

- Salam kenal. - Kau tampan sekali.

Kau berlebihan.

Aku lupa. Gyeo-ul ada di IGD sekarang.

Astaga! Kenapa?

Sekarang sudah membaik setelah disuntik.

Kurasa dia mengalami anafilaksis karena OAINS.

REAKSI ALERGI BERAT

Wajahnya bengkak 30 menit setelah minum obat menstruasi,

lalu sesak napas.

Dia pingsan perlahan seperti di film.

Astaga! Aku pergi dahulu.

Dia sudah jauh membaik.

Mungkin dia sedang tidur.

"City Hall Subway Station" cocok untuk besok, 'kan?

Ya. Lagu Zoo bagus.

Malam ini aku harus berlatih.

Tolong bereskan punyaku. Aku pergi dahulu.

INSTALASI GAWAT DARURAT

Selamat siang, Dokter.

Kau kemari karena Dokter Jang Gyeo-ul, ya?

Dia sudah jauh membaik.

Silakan masuk.

Tidak perlu. Aku harus pergi karena ada panggilan.

Begitu.

Tunggu.

Tolong titip...

Dokter Jang Gyeo-ul.

Baik.

Orang yang lebih bahagia melihat orang lain makan

dengan bahagia.

Aku tidak begitu.

Kau seperti itu.

Jadi, keputusanmu bagus.

Menetaplah di rumah sakit dan selamatkan lebih banyak nyawa.

Jangan bilang yang lain dahulu.

Ada orang yang ingin kuberi tahu lebih dahulu.

Musim dingin tiba.

Musim dingin yang kita tunggu tiba.

Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Dokter Yang, aku Min-ha.

Apa malam ini kau ada janji?

Jika tidak, mari makan di restoran steik depan rumah sakit.

Pukul 19.30.

Jangan merasa terpaksa. Kau boleh tidak datang.

Aku bisa makan dengan teman yang tinggal dekat sini jika kau tak bisa.

Meski begitu, kuharap kau datang.

MAAF, MAKANLAH DENGAN TEMAN-TEMANMU, SELAMAT NATAL

MAAF. MAKANLAH DENGAN TEMAN-TEMANMU

YOON SIN-HYE

Halo?

PUSAT MEDIS YULJE

TERIMA KASIH TELAH MENYAKSIKAN HOSPITAL PLAYLIST

HOSPITAL PLAYLIST AKAN KEMBALI DI MUSIM BARU TAHUN 2021

Terjemahan subtitle oleh Listya Ayunita Wardadie

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.